SlideShare a Scribd company logo
TELKOMNIKA, Vol.13, No.2, June 2015, pp. 125~132
ISSN: 1693-6930, accredited A by DIKTI, Decree No: 58/DIKTI/Kep/2013
DOI: 10.12928/TELKOMNIKA.v13i2.xxxx  281
Received February 23, 2014; Revised May 29, 2014; Accepted June 12, 2014
Ringkasan Artikel Digital Logic Introduction Using FPGAs
Eka Budi S1, Frans Bayu P2, Aditya Apriyanto P3
Fakultas Teknologi Industri, Universitas Ahmad Dahlan
S.H. Janturan, Warungboto, Umbulharjo, Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta 5516
Eka1500022082@webmail.uad.ac.id, frans1500022083@webmail.uad.ac.id,
aditya1500022084@webmail.uad.ac.id
Abstract
Makalah ini menjelaskan adaptasi dari karya-karya laboratorium Arsitektur Komputer
yang diberikan di Fakultas Teknik dalam bahasa asing dari Universitas POLITEHNICA
Bucharest untuk tren baru dalam desain logika digital. Laboratorium diberikan dalam
pendekatan bertahap, dimulai dengan simulasi, dilanjutkan dengan desain breadboard dan
selesaikan dengan sirkuit yang dibuat pada perf-board. Sekarang kami sedang mempersiapkan
untuk melengkapi sisi praktis laboratorium dengan desain Field-Programmable Gate Array
(FPGA), sehingga para siswa akan memahami, mensimulasikan, mempersatukan dan
melaksanakan sirkuit yang sudah dipelajari dalam pendekatan awal yang digunakan simulasi
diikuti oleh desain praktis terintegrasi sirkuit.
Keywords: logika digital, FPGA
1. Introduction
1.1. Mengajar desain logika digital
Desain Logika digital diberikan kepada siswa di tahun pertama studi, banyak dari
mereka berasal dari luar negeri. Mereka memiliki berbagai macam latar belakang dan
mengajarkan langsung kepada mereka FPGA (Field-Programmable Gate Array) dan EDA
(Electronic Design Automation) dengan pekerjaan rumah Multisim, desain komputer Xilinx ISE
dan simulasi dan verifikasi papan FPGA, seperti yang disarankan dalam (Noga, 2010) dan
(Wang, 2011) terlalu sulit. Sekarang mereka mempersiapkan dalam pengantar Arsitektur
Komputer dengan karya-karya laboratorium yang mengikuti pendekatan bertahap belajar
melalui eksperimen (Pavaloiu, Stoica, Nedelcu, Dragoi & Petrescu, 2014).
1.2. Belajar melalui eksperimen
Salah satu masalah pendidikan adalah gagalnya teori untuk pengaplikasian dan ini
bisa menjadi ancaman yang mengerikan untuk instruksi teknik. Kami percaya bahwa siswa
belajar perangkat keras komputer dengan baik jika mereka diberikan latihan pembelajaran
praktis yang menggambarkan konsep teoritis. Mengintensifkan kombinasi buku teks dan
rekayasa penggunaan praktis, sehingga dapat meningkatkan efektivitas mengajar,
mengembangkan minat siswa dan meningkatkan kemampuan mereka praktis yang
komprehensif (Zhao & He, 2012)
1.3. Tahapan-tahapan untuk Desain Sirkuit
Desain breadboard yang sebenarnya sedikit lebih rumit daripada yang dibuat
menggunakan JBB, karena mereka menyingkirkan lapisan terakhir abstraksi dan
penyederhanaan. Rangkaian ini dibuat oleh sirkuit terpadu standar, yang didukung oleh sebuah
baterai melalui penstabil tegangan dan menunjukkan status menggunakan LED asli. Pada
Gambar. 1 ditunjukkan papan tempat memotong roti implementasi rangkaian lampu lalu lintas.
Gbr. 1. Lampu lalu lintas reusable circuit diimplementasikan pada breadboard
 ISSN: 1693-6930
TELKOMNIKA Vol. 13, No. 2, June 2015 : 125 – 132
282
2. FPGA Circuits
2.1. Digilent BASYS2
Kami akan menggunakan papan Digilent Basys2 sebagai alat demonstrasi untuk
pekerjaan laboratorium. Pada Gambar. 2 ditunjukkan Papan BASYS2, desain sirkuit dan
platform implementasi yang dapat digunakan siapa pun untuk mendapatkan pengalaman
membangun sirkuit digital nyata. Dibangun di sekitar Xilinx Spartan-3E Field Programmable
Gate Array dan Atmel AT90USB2 USB controller, Basys2 board sangat lengkap, siap
digunakan perangkat keras yang cocok untuk rangkaian hosting mulai dari perangkat logika
dasar untuk pengendali kompleks. Kumpulan besar perangkat I / O on-board dan semua FPGA
yang diperlukan Sirkuit pendukung disertakan, sehingga sejumlah besar desain sirkuit dapat
dibuat tanpa perlu komponen yang lain (Digilent inc., 2007).
Gbr 2. BASYS2 FPGA board
3. Digital Logic Introduction menggunakan FPGA Circuits
3.1. XOR dengan 4 gerbang NAND
Sirkuit pertama adalah fungsi XOR yang dibuat dengan 4 gerbang NAND (Even &
Medina, 2012), seperti pada Gambar. 3. Port A dan B untuk sinyal IN dan port Y untuk sinyal
OUT. Sirkuit digambar dalam ISE WebPack Schematics.
Gambar 3: Bentuk gelombang untuk sirkuit XOR
3.2. Sirkuit lampu lalu lintas pada FPGA
Sirkuit kedua adalah simulasi lampu lalu lintas sederhana yang dibuat dengan D jenis
flip-flop (Wang & all, 2013) dan itu ditunjukkan pada Gambar. 4. Sirkuit memiliki 2 input, SW dan
CLK, dan 3 output sesuai dengan 3 LED, bernama LED1, LED2 dan LED3. Masukan CLK
mengatur waktu pencahayaan untuk setiap LED. Waktu pencahayaan sama untuk semua LED.
Masukan SW memulai rangkaian. Konfigurasi menggunakan fungsi CMOS D flip-flop, 4013
series.
Gambar. 4. Skematik sirkuit lampu lalu lintas menggunakan ISE WebPack Schematics
4. Kesimpulan
Dalam makalah ini kami sajikan beberapa masalah utama dari proses pembelajaran FPGA
secara umum dan beberapa masalah khusus dari lingkungan pengajaran kita pada khususnya.
Melanjutkan metode pengajaran bertahap yang diterapkan sekarang dengan
pengenalan sirkuit FPGA dari tahun pertama studi. Kami mengusulkan membawa metodologi
desain modern dalam pengajaran kursus, berdasarkan pengalaman praktis, dari tahun pertama
studi, membuka cakrawala masa depan yang luas pengembangan kepada siswa. Sebagai
strategi aktual untuk menangani masalah saat ini tentu saja FPGA pendidikan lebih tinggi,
metode ini telah membuat pencapaian tertentu baik dalam pengajaran maupun eksperimen.

More Related Content

What's hot

Apa mekatronik-itu 2[1]
Apa mekatronik-itu 2[1]Apa mekatronik-itu 2[1]
Apa mekatronik-itu 2[1]
Abhi D'Zhatanich
 
MATERI TIK SMP/MTs BAB 4
MATERI TIK SMP/MTs BAB 4MATERI TIK SMP/MTs BAB 4
MATERI TIK SMP/MTs BAB 4rezamardi
 
Kartu soal kompetensi kejuruan tkj usbn 2018
Kartu soal kompetensi kejuruan tkj usbn 2018Kartu soal kompetensi kejuruan tkj usbn 2018
Kartu soal kompetensi kejuruan tkj usbn 2018
Walid Umar
 
Dasar rangkaian listrik
Dasar rangkaian listrikDasar rangkaian listrik
Dasar rangkaian listrikKang Agus N S
 
Modul 4 1 data link layer
Modul 4 1 data link layerModul 4 1 data link layer
Modul 4 1 data link layer
Rakhmi Khalida, M.M.S.I
 
pert - 3 Jaringan dasar
pert - 3 Jaringan dasarpert - 3 Jaringan dasar
pert - 3 Jaringan dasar
Rakhmi Khalida, M.M.S.I
 
Ic digital
Ic digitalIc digital
Ic digital
delawahyuni
 
14 rpp melakukan_perbaikan_dan_atau_setting_ulang_koneksi_jaringan
14 rpp melakukan_perbaikan_dan_atau_setting_ulang_koneksi_jaringan14 rpp melakukan_perbaikan_dan_atau_setting_ulang_koneksi_jaringan
14 rpp melakukan_perbaikan_dan_atau_setting_ulang_koneksi_jaringan
Zulfi Bahruni Bahruni
 
Modul 5 1 network layer
Modul 5 1 network layerModul 5 1 network layer
Modul 5 1 network layer
Rakhmi Khalida, M.M.S.I
 

What's hot (10)

Apa mekatronik-itu 2[1]
Apa mekatronik-itu 2[1]Apa mekatronik-itu 2[1]
Apa mekatronik-itu 2[1]
 
MATERI TIK SMP/MTs BAB 4
MATERI TIK SMP/MTs BAB 4MATERI TIK SMP/MTs BAB 4
MATERI TIK SMP/MTs BAB 4
 
Kartu soal kompetensi kejuruan tkj usbn 2018
Kartu soal kompetensi kejuruan tkj usbn 2018Kartu soal kompetensi kejuruan tkj usbn 2018
Kartu soal kompetensi kejuruan tkj usbn 2018
 
Dasar rangkaian listrik
Dasar rangkaian listrikDasar rangkaian listrik
Dasar rangkaian listrik
 
Modul 4 1 data link layer
Modul 4 1 data link layerModul 4 1 data link layer
Modul 4 1 data link layer
 
pert - 3 Jaringan dasar
pert - 3 Jaringan dasarpert - 3 Jaringan dasar
pert - 3 Jaringan dasar
 
Ic digital
Ic digitalIc digital
Ic digital
 
14 rpp melakukan_perbaikan_dan_atau_setting_ulang_koneksi_jaringan
14 rpp melakukan_perbaikan_dan_atau_setting_ulang_koneksi_jaringan14 rpp melakukan_perbaikan_dan_atau_setting_ulang_koneksi_jaringan
14 rpp melakukan_perbaikan_dan_atau_setting_ulang_koneksi_jaringan
 
Modul 5 1 network layer
Modul 5 1 network layerModul 5 1 network layer
Modul 5 1 network layer
 
Dasar logika
Dasar logikaDasar logika
Dasar logika
 

Similar to Ringkasan artikel digital logic introduction using fpg as

Resume digital logic
Resume digital logicResume digital logic
Resume digital logic
faizaldeva
 
Digital logic introduction using fpg as
Digital logic introduction using fpg asDigital logic introduction using fpg as
Digital logic introduction using fpg as
Aldhy Wirawan
 
Ringkasan artikel - implementasi fpga pembatas kompleks ieee 754 yang efisien
Ringkasan artikel - implementasi fpga pembatas kompleks ieee 754 yang efisienRingkasan artikel - implementasi fpga pembatas kompleks ieee 754 yang efisien
Ringkasan artikel - implementasi fpga pembatas kompleks ieee 754 yang efisien
Abdul Lathifudin Ghafur
 
Resume fpga implementation of area efficient ieee 754 complex divider
Resume fpga implementation of area efficient ieee 754 complex dividerResume fpga implementation of area efficient ieee 754 complex divider
Resume fpga implementation of area efficient ieee 754 complex divider
21fahmi
 
1783-4517-1-SM.pdf
1783-4517-1-SM.pdf1783-4517-1-SM.pdf
1783-4517-1-SM.pdf
KuntoBhein1
 
Laporan jetro
Laporan jetroLaporan jetro
Laporan jetro
5223127190
 
Simulatorantarmukakomputermenggunakanppi8255danbahasapemrogramanvisualbasic6 ...
Simulatorantarmukakomputermenggunakanppi8255danbahasapemrogramanvisualbasic6 ...Simulatorantarmukakomputermenggunakanppi8255danbahasapemrogramanvisualbasic6 ...
Simulatorantarmukakomputermenggunakanppi8255danbahasapemrogramanvisualbasic6 ...
hanummutia
 
Elektronika analog
Elektronika analogElektronika analog
Elektronika analogLucas Siong
 
Rangkuman Materi Kuliah Teknik Komputer
Rangkuman Materi Kuliah Teknik KomputerRangkuman Materi Kuliah Teknik Komputer
Rangkuman Materi Kuliah Teknik Komputer
Lusiana Diyan
 
Bhn ajar-peerencanaan-inst-listrik
Bhn ajar-peerencanaan-inst-listrikBhn ajar-peerencanaan-inst-listrik
Bhn ajar-peerencanaan-inst-listrik
RamadanCarles
 
Running LED dengan Kontrol AT-Mega 16
Running LED dengan Kontrol AT-Mega 16Running LED dengan Kontrol AT-Mega 16
Running LED dengan Kontrol AT-Mega 16
Yazid98
 
Ts001 dasar elektronika analog dan digital
Ts001 dasar elektronika analog dan digitalTs001 dasar elektronika analog dan digital
Ts001 dasar elektronika analog dan digitalQiyad N
 
PPT PJBL KEL 20 .pptx
PPT  PJBL KEL 20 .pptxPPT  PJBL KEL 20 .pptx
PPT PJBL KEL 20 .pptx
ERMAOCTAVIA
 
Pertemuan 1 (1).pdf
Pertemuan 1 (1).pdfPertemuan 1 (1).pdf
Pertemuan 1 (1).pdf
FarhatiHassim
 
Perancangan Penghitung Pengunjung Perpustakaan Berbasis Mikrokontroller AT89...
Perancangan  Penghitung Pengunjung Perpustakaan Berbasis Mikrokontroller AT89...Perancangan  Penghitung Pengunjung Perpustakaan Berbasis Mikrokontroller AT89...
Perancangan Penghitung Pengunjung Perpustakaan Berbasis Mikrokontroller AT89...Ohen Razak
 
1.-Arief-Budijanto_Uwika_ok1.pdf
1.-Arief-Budijanto_Uwika_ok1.pdf1.-Arief-Budijanto_Uwika_ok1.pdf
1.-Arief-Budijanto_Uwika_ok1.pdf
Zulkarnain619989
 
UAS_INTERNET OF THINGS_NAMA_HENDRO GUNAWAN_NIM 200401072103_KELAS IT602.pdf
UAS_INTERNET OF THINGS_NAMA_HENDRO GUNAWAN_NIM 200401072103_KELAS IT602.pdfUAS_INTERNET OF THINGS_NAMA_HENDRO GUNAWAN_NIM 200401072103_KELAS IT602.pdf
UAS_INTERNET OF THINGS_NAMA_HENDRO GUNAWAN_NIM 200401072103_KELAS IT602.pdf
HendroGunawan8
 
Arduino.pdf
Arduino.pdfArduino.pdf
Arduino.pdf
YamiYugi15
 
1. arief-budijanto uwika-ok1
1. arief-budijanto uwika-ok11. arief-budijanto uwika-ok1
1. arief-budijanto uwika-ok1
ravicf
 

Similar to Ringkasan artikel digital logic introduction using fpg as (20)

Resume digital logic
Resume digital logicResume digital logic
Resume digital logic
 
Digital logic introduction using fpg as
Digital logic introduction using fpg asDigital logic introduction using fpg as
Digital logic introduction using fpg as
 
Ringkasan artikel - implementasi fpga pembatas kompleks ieee 754 yang efisien
Ringkasan artikel - implementasi fpga pembatas kompleks ieee 754 yang efisienRingkasan artikel - implementasi fpga pembatas kompleks ieee 754 yang efisien
Ringkasan artikel - implementasi fpga pembatas kompleks ieee 754 yang efisien
 
Resume fpga implementation of area efficient ieee 754 complex divider
Resume fpga implementation of area efficient ieee 754 complex dividerResume fpga implementation of area efficient ieee 754 complex divider
Resume fpga implementation of area efficient ieee 754 complex divider
 
1783-4517-1-SM.pdf
1783-4517-1-SM.pdf1783-4517-1-SM.pdf
1783-4517-1-SM.pdf
 
Laporan jetro
Laporan jetroLaporan jetro
Laporan jetro
 
Simulatorantarmukakomputermenggunakanppi8255danbahasapemrogramanvisualbasic6 ...
Simulatorantarmukakomputermenggunakanppi8255danbahasapemrogramanvisualbasic6 ...Simulatorantarmukakomputermenggunakanppi8255danbahasapemrogramanvisualbasic6 ...
Simulatorantarmukakomputermenggunakanppi8255danbahasapemrogramanvisualbasic6 ...
 
Elektronika analog
Elektronika analogElektronika analog
Elektronika analog
 
Rangkuman Materi Kuliah Teknik Komputer
Rangkuman Materi Kuliah Teknik KomputerRangkuman Materi Kuliah Teknik Komputer
Rangkuman Materi Kuliah Teknik Komputer
 
TIK KELAS IX BAB 4
TIK KELAS IX BAB 4TIK KELAS IX BAB 4
TIK KELAS IX BAB 4
 
Bhn ajar-peerencanaan-inst-listrik
Bhn ajar-peerencanaan-inst-listrikBhn ajar-peerencanaan-inst-listrik
Bhn ajar-peerencanaan-inst-listrik
 
Running LED dengan Kontrol AT-Mega 16
Running LED dengan Kontrol AT-Mega 16Running LED dengan Kontrol AT-Mega 16
Running LED dengan Kontrol AT-Mega 16
 
Ts001 dasar elektronika analog dan digital
Ts001 dasar elektronika analog dan digitalTs001 dasar elektronika analog dan digital
Ts001 dasar elektronika analog dan digital
 
PPT PJBL KEL 20 .pptx
PPT  PJBL KEL 20 .pptxPPT  PJBL KEL 20 .pptx
PPT PJBL KEL 20 .pptx
 
Pertemuan 1 (1).pdf
Pertemuan 1 (1).pdfPertemuan 1 (1).pdf
Pertemuan 1 (1).pdf
 
Perancangan Penghitung Pengunjung Perpustakaan Berbasis Mikrokontroller AT89...
Perancangan  Penghitung Pengunjung Perpustakaan Berbasis Mikrokontroller AT89...Perancangan  Penghitung Pengunjung Perpustakaan Berbasis Mikrokontroller AT89...
Perancangan Penghitung Pengunjung Perpustakaan Berbasis Mikrokontroller AT89...
 
1.-Arief-Budijanto_Uwika_ok1.pdf
1.-Arief-Budijanto_Uwika_ok1.pdf1.-Arief-Budijanto_Uwika_ok1.pdf
1.-Arief-Budijanto_Uwika_ok1.pdf
 
UAS_INTERNET OF THINGS_NAMA_HENDRO GUNAWAN_NIM 200401072103_KELAS IT602.pdf
UAS_INTERNET OF THINGS_NAMA_HENDRO GUNAWAN_NIM 200401072103_KELAS IT602.pdfUAS_INTERNET OF THINGS_NAMA_HENDRO GUNAWAN_NIM 200401072103_KELAS IT602.pdf
UAS_INTERNET OF THINGS_NAMA_HENDRO GUNAWAN_NIM 200401072103_KELAS IT602.pdf
 
Arduino.pdf
Arduino.pdfArduino.pdf
Arduino.pdf
 
1. arief-budijanto uwika-ok1
1. arief-budijanto uwika-ok11. arief-budijanto uwika-ok1
1. arief-budijanto uwika-ok1
 

Recently uploaded

Paparan Pengawasan Bangunan Gedung.pptx
Paparan  Pengawasan Bangunan Gedung.pptxPaparan  Pengawasan Bangunan Gedung.pptx
Paparan Pengawasan Bangunan Gedung.pptx
RifkiAbrar2
 
ANALISIS PENGARUH INDUSTRI BATU BARA TERHADAP PENCEMARAN UDARA.pdf
ANALISIS PENGARUH INDUSTRI BATU BARA TERHADAP PENCEMARAN UDARA.pdfANALISIS PENGARUH INDUSTRI BATU BARA TERHADAP PENCEMARAN UDARA.pdf
ANALISIS PENGARUH INDUSTRI BATU BARA TERHADAP PENCEMARAN UDARA.pdf
narayafiryal8
 
PROGRAM PERCEPATAN PENINGKATAN TATA GUNA AIR IRIGASI 2024.pdf
PROGRAM PERCEPATAN PENINGKATAN TATA GUNA AIR IRIGASI 2024.pdfPROGRAM PERCEPATAN PENINGKATAN TATA GUNA AIR IRIGASI 2024.pdf
PROGRAM PERCEPATAN PENINGKATAN TATA GUNA AIR IRIGASI 2024.pdf
afifsalim12
 
DAMPAK POLUSI UDARA TERHADAP KESEHATAN MASYARAKAT.pdf
DAMPAK POLUSI UDARA TERHADAP KESEHATAN MASYARAKAT.pdfDAMPAK POLUSI UDARA TERHADAP KESEHATAN MASYARAKAT.pdf
DAMPAK POLUSI UDARA TERHADAP KESEHATAN MASYARAKAT.pdf
benediktusmaksy
 
111078825-Nilai-Maksimum-Dan-Minimum-Turunan-Fungsi.pptx
111078825-Nilai-Maksimum-Dan-Minimum-Turunan-Fungsi.pptx111078825-Nilai-Maksimum-Dan-Minimum-Turunan-Fungsi.pptx
111078825-Nilai-Maksimum-Dan-Minimum-Turunan-Fungsi.pptx
RobiahIqlima
 
1 - Metode Pelaksanaan Pondasi Tiang Pancang-1.pptx
1 - Metode Pelaksanaan Pondasi Tiang Pancang-1.pptx1 - Metode Pelaksanaan Pondasi Tiang Pancang-1.pptx
1 - Metode Pelaksanaan Pondasi Tiang Pancang-1.pptx
ymikhael4
 
Sistem Proteksi Jawa Bali untuk gardu induk
Sistem Proteksi Jawa Bali untuk gardu indukSistem Proteksi Jawa Bali untuk gardu induk
Sistem Proteksi Jawa Bali untuk gardu induk
ssuser0b6eb8
 
BAHAN KULIUAH BAHAN TAMBAHAN MAKANANTM 03.pptx
BAHAN KULIUAH BAHAN TAMBAHAN MAKANANTM 03.pptxBAHAN KULIUAH BAHAN TAMBAHAN MAKANANTM 03.pptx
BAHAN KULIUAH BAHAN TAMBAHAN MAKANANTM 03.pptx
ssuser5e48eb
 

Recently uploaded (8)

Paparan Pengawasan Bangunan Gedung.pptx
Paparan  Pengawasan Bangunan Gedung.pptxPaparan  Pengawasan Bangunan Gedung.pptx
Paparan Pengawasan Bangunan Gedung.pptx
 
ANALISIS PENGARUH INDUSTRI BATU BARA TERHADAP PENCEMARAN UDARA.pdf
ANALISIS PENGARUH INDUSTRI BATU BARA TERHADAP PENCEMARAN UDARA.pdfANALISIS PENGARUH INDUSTRI BATU BARA TERHADAP PENCEMARAN UDARA.pdf
ANALISIS PENGARUH INDUSTRI BATU BARA TERHADAP PENCEMARAN UDARA.pdf
 
PROGRAM PERCEPATAN PENINGKATAN TATA GUNA AIR IRIGASI 2024.pdf
PROGRAM PERCEPATAN PENINGKATAN TATA GUNA AIR IRIGASI 2024.pdfPROGRAM PERCEPATAN PENINGKATAN TATA GUNA AIR IRIGASI 2024.pdf
PROGRAM PERCEPATAN PENINGKATAN TATA GUNA AIR IRIGASI 2024.pdf
 
DAMPAK POLUSI UDARA TERHADAP KESEHATAN MASYARAKAT.pdf
DAMPAK POLUSI UDARA TERHADAP KESEHATAN MASYARAKAT.pdfDAMPAK POLUSI UDARA TERHADAP KESEHATAN MASYARAKAT.pdf
DAMPAK POLUSI UDARA TERHADAP KESEHATAN MASYARAKAT.pdf
 
111078825-Nilai-Maksimum-Dan-Minimum-Turunan-Fungsi.pptx
111078825-Nilai-Maksimum-Dan-Minimum-Turunan-Fungsi.pptx111078825-Nilai-Maksimum-Dan-Minimum-Turunan-Fungsi.pptx
111078825-Nilai-Maksimum-Dan-Minimum-Turunan-Fungsi.pptx
 
1 - Metode Pelaksanaan Pondasi Tiang Pancang-1.pptx
1 - Metode Pelaksanaan Pondasi Tiang Pancang-1.pptx1 - Metode Pelaksanaan Pondasi Tiang Pancang-1.pptx
1 - Metode Pelaksanaan Pondasi Tiang Pancang-1.pptx
 
Sistem Proteksi Jawa Bali untuk gardu induk
Sistem Proteksi Jawa Bali untuk gardu indukSistem Proteksi Jawa Bali untuk gardu induk
Sistem Proteksi Jawa Bali untuk gardu induk
 
BAHAN KULIUAH BAHAN TAMBAHAN MAKANANTM 03.pptx
BAHAN KULIUAH BAHAN TAMBAHAN MAKANANTM 03.pptxBAHAN KULIUAH BAHAN TAMBAHAN MAKANANTM 03.pptx
BAHAN KULIUAH BAHAN TAMBAHAN MAKANANTM 03.pptx
 

Ringkasan artikel digital logic introduction using fpg as

  • 1. TELKOMNIKA, Vol.13, No.2, June 2015, pp. 125~132 ISSN: 1693-6930, accredited A by DIKTI, Decree No: 58/DIKTI/Kep/2013 DOI: 10.12928/TELKOMNIKA.v13i2.xxxx  281 Received February 23, 2014; Revised May 29, 2014; Accepted June 12, 2014 Ringkasan Artikel Digital Logic Introduction Using FPGAs Eka Budi S1, Frans Bayu P2, Aditya Apriyanto P3 Fakultas Teknologi Industri, Universitas Ahmad Dahlan S.H. Janturan, Warungboto, Umbulharjo, Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta 5516 Eka1500022082@webmail.uad.ac.id, frans1500022083@webmail.uad.ac.id, aditya1500022084@webmail.uad.ac.id Abstract Makalah ini menjelaskan adaptasi dari karya-karya laboratorium Arsitektur Komputer yang diberikan di Fakultas Teknik dalam bahasa asing dari Universitas POLITEHNICA Bucharest untuk tren baru dalam desain logika digital. Laboratorium diberikan dalam pendekatan bertahap, dimulai dengan simulasi, dilanjutkan dengan desain breadboard dan selesaikan dengan sirkuit yang dibuat pada perf-board. Sekarang kami sedang mempersiapkan untuk melengkapi sisi praktis laboratorium dengan desain Field-Programmable Gate Array (FPGA), sehingga para siswa akan memahami, mensimulasikan, mempersatukan dan melaksanakan sirkuit yang sudah dipelajari dalam pendekatan awal yang digunakan simulasi diikuti oleh desain praktis terintegrasi sirkuit. Keywords: logika digital, FPGA 1. Introduction 1.1. Mengajar desain logika digital Desain Logika digital diberikan kepada siswa di tahun pertama studi, banyak dari mereka berasal dari luar negeri. Mereka memiliki berbagai macam latar belakang dan mengajarkan langsung kepada mereka FPGA (Field-Programmable Gate Array) dan EDA (Electronic Design Automation) dengan pekerjaan rumah Multisim, desain komputer Xilinx ISE dan simulasi dan verifikasi papan FPGA, seperti yang disarankan dalam (Noga, 2010) dan (Wang, 2011) terlalu sulit. Sekarang mereka mempersiapkan dalam pengantar Arsitektur Komputer dengan karya-karya laboratorium yang mengikuti pendekatan bertahap belajar melalui eksperimen (Pavaloiu, Stoica, Nedelcu, Dragoi & Petrescu, 2014). 1.2. Belajar melalui eksperimen Salah satu masalah pendidikan adalah gagalnya teori untuk pengaplikasian dan ini bisa menjadi ancaman yang mengerikan untuk instruksi teknik. Kami percaya bahwa siswa belajar perangkat keras komputer dengan baik jika mereka diberikan latihan pembelajaran praktis yang menggambarkan konsep teoritis. Mengintensifkan kombinasi buku teks dan rekayasa penggunaan praktis, sehingga dapat meningkatkan efektivitas mengajar, mengembangkan minat siswa dan meningkatkan kemampuan mereka praktis yang komprehensif (Zhao & He, 2012) 1.3. Tahapan-tahapan untuk Desain Sirkuit Desain breadboard yang sebenarnya sedikit lebih rumit daripada yang dibuat menggunakan JBB, karena mereka menyingkirkan lapisan terakhir abstraksi dan penyederhanaan. Rangkaian ini dibuat oleh sirkuit terpadu standar, yang didukung oleh sebuah baterai melalui penstabil tegangan dan menunjukkan status menggunakan LED asli. Pada Gambar. 1 ditunjukkan papan tempat memotong roti implementasi rangkaian lampu lalu lintas. Gbr. 1. Lampu lalu lintas reusable circuit diimplementasikan pada breadboard
  • 2.  ISSN: 1693-6930 TELKOMNIKA Vol. 13, No. 2, June 2015 : 125 – 132 282 2. FPGA Circuits 2.1. Digilent BASYS2 Kami akan menggunakan papan Digilent Basys2 sebagai alat demonstrasi untuk pekerjaan laboratorium. Pada Gambar. 2 ditunjukkan Papan BASYS2, desain sirkuit dan platform implementasi yang dapat digunakan siapa pun untuk mendapatkan pengalaman membangun sirkuit digital nyata. Dibangun di sekitar Xilinx Spartan-3E Field Programmable Gate Array dan Atmel AT90USB2 USB controller, Basys2 board sangat lengkap, siap digunakan perangkat keras yang cocok untuk rangkaian hosting mulai dari perangkat logika dasar untuk pengendali kompleks. Kumpulan besar perangkat I / O on-board dan semua FPGA yang diperlukan Sirkuit pendukung disertakan, sehingga sejumlah besar desain sirkuit dapat dibuat tanpa perlu komponen yang lain (Digilent inc., 2007). Gbr 2. BASYS2 FPGA board 3. Digital Logic Introduction menggunakan FPGA Circuits 3.1. XOR dengan 4 gerbang NAND Sirkuit pertama adalah fungsi XOR yang dibuat dengan 4 gerbang NAND (Even & Medina, 2012), seperti pada Gambar. 3. Port A dan B untuk sinyal IN dan port Y untuk sinyal OUT. Sirkuit digambar dalam ISE WebPack Schematics. Gambar 3: Bentuk gelombang untuk sirkuit XOR 3.2. Sirkuit lampu lalu lintas pada FPGA Sirkuit kedua adalah simulasi lampu lalu lintas sederhana yang dibuat dengan D jenis flip-flop (Wang & all, 2013) dan itu ditunjukkan pada Gambar. 4. Sirkuit memiliki 2 input, SW dan CLK, dan 3 output sesuai dengan 3 LED, bernama LED1, LED2 dan LED3. Masukan CLK mengatur waktu pencahayaan untuk setiap LED. Waktu pencahayaan sama untuk semua LED. Masukan SW memulai rangkaian. Konfigurasi menggunakan fungsi CMOS D flip-flop, 4013 series. Gambar. 4. Skematik sirkuit lampu lalu lintas menggunakan ISE WebPack Schematics 4. Kesimpulan Dalam makalah ini kami sajikan beberapa masalah utama dari proses pembelajaran FPGA secara umum dan beberapa masalah khusus dari lingkungan pengajaran kita pada khususnya. Melanjutkan metode pengajaran bertahap yang diterapkan sekarang dengan pengenalan sirkuit FPGA dari tahun pertama studi. Kami mengusulkan membawa metodologi desain modern dalam pengajaran kursus, berdasarkan pengalaman praktis, dari tahun pertama studi, membuka cakrawala masa depan yang luas pengembangan kepada siswa. Sebagai strategi aktual untuk menangani masalah saat ini tentu saja FPGA pendidikan lebih tinggi, metode ini telah membuat pencapaian tertentu baik dalam pengajaran maupun eksperimen.