R EKONSTRUKSI  PENDIDIKAN  ISLAM  DI INDONESIA     Oleh   Mahmudi Bajuri Ketua Dewan Pendidikan Kab. Situbondo
Rekonstruksi Visi & Misi Rekonstruksi Infrastruktur REKONSTRUKSI PENDIDIKAN IDEAL Rekonstruksi Manajemen Rekonstruksi Sistem Kelembagaan Rekonstruksi Paradigma Pendidikan
REKONSTRUKSI  VISI & MISI V I S I M I S I Merupakan arah yag menginspirasi munculnya wawasan, pandangan bersama akan keadaan masa depan yang di inginkan Harus di nyatakan dengan kalimat : JELAS REALISTIS MENANTANG MENGANDUNG PARTISIPASI GAMBARAN MASA DEPAN ‘ ‘ ‘ ‘ ‘ Pernyataan Formal tentang tujuan utama  yang akan direalisasikan Upaya konkritisasi
1. PONDOK PESANTREN 2. SISTEM MADRASAH REKONSTRUKSI SISTEM KELEMBAGAAN 4. MAGNET SECHOOL 3. SISTEM SEKOLAH ISLAM
Magnet School , yakni lembaga yang mampu menyedot partisipasi masyarakat karena reputasinya yang menonjolkan kualitas tinggi, memiliki relevansi, terutama dengan kenyataan yang kini dirasakan oleh masyarakat luas dan memenuhi syarat sebagaimana tuntutan otonomi daerah.
REKONSTRUKSI KURIKULUM BERSIFAT REAKTIF BERSIFAT DEFENSIF SESUAI TUNTUTAN ZAMAN
SESUAI TUNTUTAN ZAMAN Kurikulum harus selalu mengikuti tuntutan dan kebutuhan masyarakat, karena kurikulum menentukan ketrampilan dan kompetensi yang akan dimiliki oleh siswa atau lulusan. Kurikulum harus inovatf dan antisipatif untuk 5-10 tahun kedepan
MENUJU REKONSTRUKSI PARADIGMA PENDIDIKAN DARI TEACHING LEARNING 1 2 3 4 MENUJU MENUJU MENUJU TERTUTUP TERPISAH TERISOLASI TERBUKA, ERAT & AKRAB DG  MASYARAKAT SENTRALISTIK DESENTRALISTIK DIMENSI KOGNITIF DIMENSI  INTEGRASI & HOLISTIK
TEACHING MENUJU LEARNING Peran pendidik yang semula sangat besar sebagai pusat sumber belajar, kini harus bergeser sebagai fasilitator, mediator, motivator dan inovator pembelajaran. Sehingga akan berdampak pada terjadinya situasi belajar mandiri  (autonomous learning)
TERTUTUP MENUJU TERBUKA Karena lembaga pendidikan Islam mempunyai kewajiban melakukan integrasi sosial  (social integration)  dengan masyarakat sekitar yang mewadahinya
SENTRALISTIK MENUJU DESENTRALITIK Kebijakan pemberlakuan kurikulum nasional yang sepenuhnya ditentukan dan diatur oleh pemerintah pusat sangat bertentangan dengan ruh otonomisasi pendidikan Lahirlah Kuriklum Standar Isi yang biasa kita kenal dengan KTSP
KOGNITIF MENUJU INTEGRAL DAN HOLISTIK Pentingnya pendidikan NILAI dan PEMBENTUKAN WATAK dalam pendidikan kita Karena pendidikan nilai & pembentukan watak kuang diperhatikan terjadilah perkelahian antar pelajar dll.
 
REKONSTRUKSI INFRASTRUKTUR KOMPONEN PENGELOLA PROFESIONAL LEMBAGA NORMATIF NON STRUKTURAL LEMBAGA PERENCANA
REKONSTRUKSI MANAJEMEN PENDIDIKAN SENTRALISTIK DESENTRALISTIK MANAJEMEN  BERBASIS SEKOLAH MANAJEMEN BERBASIS MASYARAKAT
MANUSIA HANDAL Mampu Memadukan Potensi Pikir Potensi Dzikir Khalifah ‘ Abid KHAIRO UMMAH
Selamat Berdiskusi Kami ucapkan  Terimakasih

Rekonstruksi Pendidikan

  • 1.
    REKONSTRUKSI PENDIDIKAN ISLAM DI INDONESIA Oleh Mahmudi Bajuri Ketua Dewan Pendidikan Kab. Situbondo
  • 2.
    Rekonstruksi Visi &Misi Rekonstruksi Infrastruktur REKONSTRUKSI PENDIDIKAN IDEAL Rekonstruksi Manajemen Rekonstruksi Sistem Kelembagaan Rekonstruksi Paradigma Pendidikan
  • 3.
    REKONSTRUKSI VISI& MISI V I S I M I S I Merupakan arah yag menginspirasi munculnya wawasan, pandangan bersama akan keadaan masa depan yang di inginkan Harus di nyatakan dengan kalimat : JELAS REALISTIS MENANTANG MENGANDUNG PARTISIPASI GAMBARAN MASA DEPAN ‘ ‘ ‘ ‘ ‘ Pernyataan Formal tentang tujuan utama yang akan direalisasikan Upaya konkritisasi
  • 4.
    1. PONDOK PESANTREN2. SISTEM MADRASAH REKONSTRUKSI SISTEM KELEMBAGAAN 4. MAGNET SECHOOL 3. SISTEM SEKOLAH ISLAM
  • 5.
    Magnet School ,yakni lembaga yang mampu menyedot partisipasi masyarakat karena reputasinya yang menonjolkan kualitas tinggi, memiliki relevansi, terutama dengan kenyataan yang kini dirasakan oleh masyarakat luas dan memenuhi syarat sebagaimana tuntutan otonomi daerah.
  • 6.
    REKONSTRUKSI KURIKULUM BERSIFATREAKTIF BERSIFAT DEFENSIF SESUAI TUNTUTAN ZAMAN
  • 7.
    SESUAI TUNTUTAN ZAMANKurikulum harus selalu mengikuti tuntutan dan kebutuhan masyarakat, karena kurikulum menentukan ketrampilan dan kompetensi yang akan dimiliki oleh siswa atau lulusan. Kurikulum harus inovatf dan antisipatif untuk 5-10 tahun kedepan
  • 8.
    MENUJU REKONSTRUKSI PARADIGMAPENDIDIKAN DARI TEACHING LEARNING 1 2 3 4 MENUJU MENUJU MENUJU TERTUTUP TERPISAH TERISOLASI TERBUKA, ERAT & AKRAB DG MASYARAKAT SENTRALISTIK DESENTRALISTIK DIMENSI KOGNITIF DIMENSI INTEGRASI & HOLISTIK
  • 9.
    TEACHING MENUJU LEARNINGPeran pendidik yang semula sangat besar sebagai pusat sumber belajar, kini harus bergeser sebagai fasilitator, mediator, motivator dan inovator pembelajaran. Sehingga akan berdampak pada terjadinya situasi belajar mandiri (autonomous learning)
  • 10.
    TERTUTUP MENUJU TERBUKAKarena lembaga pendidikan Islam mempunyai kewajiban melakukan integrasi sosial (social integration) dengan masyarakat sekitar yang mewadahinya
  • 11.
    SENTRALISTIK MENUJU DESENTRALITIKKebijakan pemberlakuan kurikulum nasional yang sepenuhnya ditentukan dan diatur oleh pemerintah pusat sangat bertentangan dengan ruh otonomisasi pendidikan Lahirlah Kuriklum Standar Isi yang biasa kita kenal dengan KTSP
  • 12.
    KOGNITIF MENUJU INTEGRALDAN HOLISTIK Pentingnya pendidikan NILAI dan PEMBENTUKAN WATAK dalam pendidikan kita Karena pendidikan nilai & pembentukan watak kuang diperhatikan terjadilah perkelahian antar pelajar dll.
  • 13.
  • 14.
    REKONSTRUKSI INFRASTRUKTUR KOMPONENPENGELOLA PROFESIONAL LEMBAGA NORMATIF NON STRUKTURAL LEMBAGA PERENCANA
  • 15.
    REKONSTRUKSI MANAJEMEN PENDIDIKANSENTRALISTIK DESENTRALISTIK MANAJEMEN BERBASIS SEKOLAH MANAJEMEN BERBASIS MASYARAKAT
  • 16.
    MANUSIA HANDAL MampuMemadukan Potensi Pikir Potensi Dzikir Khalifah ‘ Abid KHAIRO UMMAH
  • 17.
    Selamat Berdiskusi Kamiucapkan Terimakasih