Dokumen tersebut membahas tentang bioteknologi rekayasa genetika yang mencakup pengertian, prinsip dasar, proses, manfaat, contoh, dan jenis-jenis teknik yang digunakan seperti kloning, PCR, insulin, terapi gen."
Pengertian
Bioteknologi
Rekayasa Genetika
Transplantasi ataupencangkokan satu gen
lainnya dimana dapat bersifat antar gen
dan dapat pula lintas gen yang bertujuan
untuk mendapatkan produk baru yang
unggul.
REKAYASA GENETIKA
Perpindahan genNama Lain
3.
Prinsip Dasar
Bioteknologi
Rekayasa Genetika
Prinsipdasar teknologi rekayasa genetika adalah
memanipulasi atau melakukan perubahan susunan
asam nukleat dari DNA (gen) atau menyelipkan gen
baru ke dalam struktur DNA organisme penerima. Gen
yang diselipkan dan organisme penerima dapat
berasal dari organisme apa saja. Pada proses rekayasa
genetika organisme yang sering digunakan adalah
bakteri Escherichia coli. Bakteri Escherichia coli dipilih
karena paling mudah dipelajari pada taraf molekuler.
REKAYASA GENETIKA
4.
Proses
Bioteknologi
Rekayasa Genetika
1. Vektor,yaitu pembawa gen asing yang akan disisipkan, biasanya berupa plasmid,
yaitu lingkaran kecil DNA yang terdapat pada bakteri. Plasmid diambil dari bakteri
dan disisipi dengan gen asing.
3. Enzim, berperan untuk memotong dan menyambung plasmid. Enzim ini disebut
enzim endonuklease retriksi, enzim endonuklease retriksi yaitu enzim endonuklease
yang dapat memotong DNA pada posisi dengan urutan basa nitrogen tertentu.
Proses Rekayasa Genetika:
Diperlukan tiga faktor utama yaitu:
REKAYASA GENETIKA
2. Bakteri, berperan dalam memperbanyak plasmid. Plasmid di dalam tubuh bakteri
akan mengalami replikasi atau memperbanyak diri, makin banyak plasmid yang
direplikasi makin banyak pula gen asing yang dicopy sehingga terjadi cloning gen.
5.
Manfaat
Bioteknologi
Rekayasa Genetika
2. Meningkatkanproduktivitas dan kualitas produk-produk pertanian secara nyata
(James, 1998).
4. Membantu pelestarian keanekaragaman hayati melalui rekayasa genetik, misal
jamur Cryphonectaria parasitica menjadi berkurang keganasannya dalam menyerang
tanaman Chesnut (Chen & Nuss,1999).
1. Memecahkan masalah-masalah di bidang kesehatan dengan menyediakan vaksin-
vaksin baru dan hormon-hormon penting melalui teknik DNA rekombinan
(Koesnandar, 2000)
REKAYASA GENETIKA
3. Memberikan terobosan baru pada pemuliaan tanaman dimana teknik-teknik
konvensional mengalami hambatan (Suwonto, 2000).
Pengertian
Bioteknologi
Rekayasa Genetika
Rekombinasi seringdiartikan sebagai pengaturan kembali
komposisi molekul DNA. Dalam bentuk nyatanya rekombinasi adalah
sebuah proses yang berakibat sebuah segmen DNA terputus dari
segmen DNA yang biasanya menjadi lanjutannya, dan bersambung
dengan segmen DNA yang lainnya. Sebagai hasil akhirnya adalah
komposisi dan urutan nukleotida menjadi berubah. Lain dengan
mutasi, rekombinasi dapat menyebabkan perubahan urutan nukleotida
DNA yang signifikan dan meliputi locus yang panjang. Hal ini terjadi
karena dengan rekombinasi perubahan urutan nukleotida di dalam
genome dapat berubah secara drastis dan dalam jumlah yang besar.
DNA Rekombinan
Bioteknologi
Rekayasa Genetika
DNA Rekombinan
TeknikDNA rekombinan meliputi isolasi DNA,
teknik memotong DNA, teknik menggbung DNA
dan teknik untuk memasukan DNA ke dalam sel
hidup. Teknologi DNA rekombinan atau sering
disebut juga rekayasa genetika ini adalah suatu
ilmu yang mempelajari pembentukan kombinasi
materi genetik yang baru dengan cara penyisipan
molekul DNA ke dalam suatu vektor sehingga
memungkinkannya terjadinya integrasi dan
mengalami perbanyakan dalam suatu sel
organisme lain yang berperan sebagai sel inang.
11.
Pengertian
Bioteknologi
Rekayasa Genetika
Sebuah segmenDNA bisa diperbanyak dengan cara
kloning. Hal ini sangat membantu karena dengan cara
demikian dapat didapatkan kopi segmen DNA dalam
jumlah yang besar. Untuk selanjutnya hasil perbanyakan
ini bisa dipakai sebagai bahan dasar untuk analisis lebih
lanjut. Untuk tujuan cloning ini, diperlukan sebuah
plasmid pembawa sebuah segmen DNA yang diinginkan
untuk dimasukkan ke dalam sel bakteri (misalnya: E. coli).
Kloning
12.
Bioteknologi
Rekayasa Genetika
Teknik KloningGen
Keterangan:
1. Sepotong jaringan kulit diambil dari seekor katak.
2. Sel-sel jaringan itu dibiakkan.
3. Inti salah satu itu ditransplantasikan ke sel telur penerima (inti sel telur
ini sudah dikeluarkan).
4. Telur itu berkembang menjadi embrio.
5. Sel-sel embrio dipisah-pisahkan.
6. Inti sebuah sel embrio ditransplantasikan ke dalam sel telur penerima
lainnya. Telur itu berkembang menjadi suatu klon katak semula.
13.
Bioteknologi
Rekayasa Genetika
Teknik KloningGen
Keberhasilan transfer inti adalah dilakukannya
kloning domba ‘Dolly’. Inti sel tubuh yang diambil dari
jaringan kelenjar susu domba bermuka putih, sedangkan
ovumnya diambilkan dari domba betina yang bermuka
hitam yang intinya telah dirusak sehingga menjadi ovum
tak berinti. Selanjutnya, inti sel tubuh domba muka putih
dimasukkan ke dalam ovum domba muka hitam dan
dipelihara sampai mencapai tahap blastula, kemudian
dimasukkan ke dalam uterus domba bermuka hitam, dan
hasilnya akan lahirlah domba Dolly.
14.
Pengertian
Bioteknologi
Rekayasa Genetika
Suatu teknikperbanyakan (amplifikasi) potongan
DNA secara in vitro pada daerah spesifik yang
dibatasi oleh dua buah primer oligonukleotida.
Polymerase Chain Reaction (PCR)
• Amplifikasi urutan nukleotida.
• Menentukan kondisi urutan nukleotida suatu DNA yang
mengalami mutasi.
• Bidang kedokteran forensik.
• Melacak asal-usul sesorang dengan membandingkan “finger
print”
PCR dapat digunakan untuk:
15.
Tahapan
Bioteknologi
Rekayasa Genetika
1) Denaturasi
•Selama proses denaturasi, DNA untai ganda akan
membuka menjadi dua untai tunggal. Hal ini disebabkan
karena suhu denaturasi yang tinggi menyebabkan putusnya
ikatan hidrogen diantara basa-basa yang komplemen. Pada
tahap ini, seluruh reaksi enzim tidak berjalan, misalnya
reaksi polimerisasi pada siklus yang sebelumnya.
Denaturasi biasanya dilakukan antara suhu 90 oC – 95 oC.
2) Penempelan primer
1) Denaturasi
Polymerase Chain Reaction (PCR)
3) Reaksi polimerisasi (extension)
16.
Tahapan
Bioteknologi
Rekayasa Genetika
2) Penempelanprimer
Pada tahap penempelan primer (annealing), primer akan menuju
daerah yang spesifik yang komplemen dengan urutan primer. Pada
proses annealing ini, ikatan hidrogen akan terbentuk antara primer
dengan urutan komplemen pada template. Proses ini biasanya
dilakukan pada suhu 50 oC – 60 oC. Selanjutnya, DNA polymerase
akan berikatan sehingga ikatan hidrogen tersebut akan menjadi
sangat kuat dan tidak akan putus kembali apabila dilakukan reaksi
polimerisasi selanjutnya, misalnya pada 72 oC
Polymerase Chain Reaction (PCR)
2) Penempelan primer
1) Denaturasi
3) Reaksi polimerisasi (extension)
17.
Tahapan
Bioteknologi
Rekayasa Genetika
3) Reaksipolimerisasi (extension)
Umumnya, reaksi polimerisasi terjadi pada suhu 72 oC. Primer yang
telah menempel mengalami perpanjangan pada sisi 3’nya dengan
penambahan dNTP yang komplemen dengan templat oleh DNA
polimerase.
Polymerase Chain Reaction (PCR)
2) Penempelan primer
1) Denaturasi
3) Reaksi polimerisasi (extension/Pemanjangan Rantai)
18.
Pengertian
Bioteknologi
Rekayasa Genetika
Insulin adalahsuatu hormon polipetida yang
diproduksi dalam sel-sel β kelenjar Langerhaens
pankreas. Insulin berperan penting dalam
regulasi kadar gula darah (kadar gula darah
dijaga 3,5-8,0 mmol/liter).
Insulin
Insulin
Insulin Endogen Insulin Eksogen
19.
Terbagi atas:
Bioteknologi
Rekayasa Genetika
Insulinendogen adalah hormon insulin polipetida yang
diproduksi dalam sel-sel β.
Insulin
Insulin eksogen adalah insulin yang dihasilkan dari luar
tubuh ketika kalenjar pankreas mengalami gangguan sekresi
guna memproduksi hormon insulin.
Kekurangan insulin dapat menyebabkan penyakit seperti
diabetes mellitus tergantung insulin (diabetes tipe 1).
Insulin terdiri dari 51 asam amino. Molekul insulin disusun
oleh 2 rantai polipeptida A dan B yang dihubungkan dengan
ikatan disulfida. Rantai A terdiri dari 21 asam amino dan
rantai B terdiri dari 30 asam amino.
20.
Proses Pembuatan:
Bioteknologi
Rekayasa Genetika
•Membuat bakteria yang bisa menghasilkan insulin
Dengan mengisolasi plasmid pada bakteri yang akan direkayasa.
Plasmid adalah materi genetik berupa DNA yang terdapat pada
bakteria namun tidak tergantung pada kromosom karena tidak
berada di dalam kromosom.
• Pemotongan plasmid
Plasmid dipotong dengan menggunakan enzim di tempat
tertentu sebagai calon tempat gen baru yang nantinya dapat
membuat insulin.
• Pengambilan gen
Gen yang dapat mengatur sekresi (pembuatan) insulin diambil
dari kromosom yang berasal dari sel manusia.
Insulin
21.
Proses Pembuatan:
Bioteknologi
Rekayasa Genetika
•Perekatan gen
Gen yang telah dipotong dari kromosom sel manusia itu
kemudian ‘direkatkan’ di plasmid tadi tepatnya di tempat bolong
yang tersedia setelah dipotong tadi.
• Pemasukan plasmid ke dalam bakteria
Plasmid yang sudah disisipi gen manusia itu kemudian
dimasukkan kembali ke dalam bakteria.
• Pembiakan bakteri
Bakteria yang telah mengandung gen manusia itu selanjutnya
berkembang biak dan menghasilkan insulin yang dibutuhkan.
Dengan begitu diharapkan insulin dapat diproduksi dalam
jumlah yang tidak terbatas di pabrik-pabrik.
Insulin
22.
Pengertian
Bioteknologi
Rekayasa Genetika
Terapi genadalah teknik untuk mengoreksi gen-
gen yang cacat yang bertanggung jawab terhadap
suatu penyakit atau perbaikan kelainan genetik
dengan memperbaiki gen.
Terapi Gen
23.
Bioteknologi
Rekayasa Genetika
Terapi genadalah teknik untuk mengoreksi gen-
gen yang cacat yang bertanggung jawab terhadap
suatu penyakit atau perbaikan kelainan genetik
dengan memperbaiki gen.
Terapi Gen
Jenis-jenis:
Bioteknologi
Rekayasa Genetika
Ex-vivo. Padaterapi gen ex-vivo, rekayasa/transfeksi genetika
dilakukan di luar tubuh. Mula-mula sel didalam tubuh manusia
(yang bermasalah) di ekstrak dulu keluar, setelah itu diinjeksikan
kembali ke dalam tubuh. Metode ini merupakan metode tak
langsung, karena prosesnya dilakukan di luar tubuh (ex-vivo)
Terapi Gen
In-vivo. Pada terapi gen in-vivo, rekayasa/transfeksi genetika
dilakukan di dalam tubuh. Terapi gen in-vivo biasanya dilakukan
dengan memasukkan gen tertentu yang melibatkan virus sebagai
media transfer ke dalam tubuh pasien. Metode ini merupakan
metode langsung, karena prosesnya dilakukan di dalam tubuh (in-
vivo).
26.
Variasi
Bioteknologi
Rekayasa Genetika
1. Strategiantisense. Disebut juga anti RNA karena bertujuan
menghambat mRNA untuk membetuk protein. Untuk dapat
membentuk protein, single strain mRNA harus melalui proses
translasi. Strategi antisense ditujukan untuk menghambat proses
translasi mRNA sehingga tidak dapat menghasilkan protein
penyebab penyakit.
Proses penghambatan atau inhibisi mRNA menggunakan strain
oligonucleotide pendek. Jadi, mRNA yang mula-mula single strain
berubah menjadi double strain karena diblok oleh single strain
nucleotide. Proses ini dilakukan dengan dua kali injeksi (multiple
injection) pada masing-masing mRNA yang awalnya terbentuk dari
satu molekul DNA.
Terapi Gen
27.
Variasi
Bioteknologi
Rekayasa Genetika
2. Strategiantigene.
Penghambatan ekspresi gen dilakukan pada tahapan yang lebih
dini, yaitu transkripsi DNA. Seperti strategi antisense, strategi
antigene juga menggunakan single strain oligonucleotide pendek
sebagai penghambat. Bedanya, pada strategi antigene yang
diblok/dihambat adalah DNA sehingga tidak dapat
ditranskripsikan menjadi mRNA. DNA yang mulanya double strain
berubah menjadi triple strain setelah dihambat oleh single strain
oligonucleotide. Strategi antigene hanya memerlukan sekali
injeksi pada DNA yang bermasalah.
Terapi Gen
28.
Pengertian
Bioteknologi
Rekayasa Genetika
Vaksin adalahsediaan yang mengandung zat
antigenik yang mampu menimbulkan
kekebalan aktif dan khas pada manusia.
Vaksin dapat dibuat dari bakteri, riketsia
atau virus, dan dapat berupa suspensi
organisme hidup atau inaktif atau fraksi-
fraksinya atau toksoid.
Vaksin
29.
JENIS-JENIS VAKSIN
(MENURUT FARMAKOPEINDONESIA IV)
Bioteknologi
Rekayasa Genetika
• Vaksin Bakteri, dibuat dari biakan galur bakteri yang sesuai dalam
media cair atau padat yang sesuai dan mengandung bakteri hidup
atau inaktif atau komponen imunogeniknya.
• Toksoid Bakteri, diperoleh dari toksin yang telah dikurangi atau
dihilangkan sifat toksisitasnya hingga mencapai tingkat tidak
terdeteksi, tanpa mengurangi sifat imunogenitasnya.
• Vaksin Virus dan Riketsia, adalah suspensi virus atau riketsia yang
ditumbuhkan dalam telur berembrio, dalam biakan sel atau dalam
jaringan yang sesuai. Mengandung virus atau riketsia hidup atau
inaktif atau komponen imunogeniknya. Vaksin virus hidup
umumnya dibuat dari virus galur khas yang virulensinya telah
dilemahkan.
Vaksin
30.
Bioteknologi
Rekayasa Genetika
Teknik terbarupembuatan vaksin yang sedang dikembangkan adalah vaksin
DNA, yang mana pasien tidak disuntik dengan antigen tetapi dengan DNA
yang mengkode suatu antigen. Keuntungan vaksin DNA:
• Relatif murah dan mudah diproduksi: seluruh vaksin DNA memerlukan
proses produksi yang identik
• DNA sangat stabil sehingga tidak memerlukan pendingin selama
pengiriman atau penyimpanan
• Mudah dikloning sehingga memungkinkan vaksin untuk dimodifikasi
dengan cepat jika diperlukan
• Vaksin multivalen yang dapat disiapkan dengan mudah dengan cara
mencampur berbagai plasmid yang berbeda
• Memicu respon imun yang tahan lama tanpa resiko infeksi yang tidak
dikehendaki
• Vaksin DNA yang saat ini sedang dalam tahap uji klinik: Vaksin HIV
Vaksin