RANCANG BANGUN
ALDY WIDANTO
RISTY SATRIANI
RANCANG
BANGUN
CIDR (Classless Inter-Domain Routing)
Classless Routing Protocols
Classfull Routing Protocols
Route Summarization
Perhitungan Peringkasan Rute
Subnet Discontigous
CIDR
(ClasslessInter-
Domain Routing)
Classless Inter-Domain Routing (CIDR)
adalah sebuah cara alternatif untuk
mengklasifikasikan alamat-alamat IP
berbeda dengan sistem klasifikasi ke
dalam kelasA, kelas B, kelas C, kelas D,
dan kelas E. Disebut juga sebagai
supernetting.
Classless
Routing
Protocols
Classless Routing Protocols yaitu suatu
metodologi pengalokasian IP Address
dalam notasi Classless Inter Domain
Routing(CIDR). Istilah lain yang digunakan
untuk menyebut bagian IP address yang
menunjuk suatu jaringan secara lebih
spesifik. Biasanya dalam menuliskan CIDR
suatu kelas IP Address digunakan tanda
garis miring (Slash)“/”, diikuti dengan
angka yang menunjukan panjang CIDR ini
dalam bit. Contoh: 192.168.1.0/24.
Classfull
Routing
Protocols
Classfull Routing Protocols yaitu
penerapan subnet secara penuh. Classfull
routing protokol juga ialah suatu protokol
dimana protokol ini tidak “membawa”
routing mask information ketika update
routing. Ia hanya membawa informasi ip
address saja, dan meggunakan informasi
default mask sebagai mask-nya.
Route
Summarization
Route Summarization adalah peringkasan
beberapa rute/jalur yang ada di routing
table menjadi rute yang lebih sederhana
agar kinerja router menjadi lebih baik
ketika harus memilihkan rute yang paling
tepat bagi paket data (user traffic). Istilah
lain bagi Route Summarization adalah
Agregasi Rute.
Perhitungan
Peringkasan
Rute
Meringkas settingan router statis pada router dengan
syarat tertentu.
Contoh: apabila ada 2 IP 192.168.1.0 dan 192.168.2.0 dan
berada di subnet mask 255.255.255.0 (/24)
Maka bisa di singkat dengan 192.168.0.0 dengan subnet
mask 255.255.252.0 (/22), untuk perhitungan nya lihat
gambar di bawah ini :
Subnet
Discontigous
Discontigous subnet adalah 2 atau lebih bagian
dari sebuah jaringan utama yang dibagi oleh
jaringan utama lainnya. Misalnya jika kita berada
di subnet 10.10.10.0 dan untuk 10.30.30.0 anda
harus melalui 172.16.10.0 jika tidak jaringan
tidak akan saling berhubungan.
Dalam protocol classfull routing tradisional (RIP
dan IGRP) subnet discontiguous menjadi
masalah. Dalam protocol yang lebih modern
protocol classless routing seperti OSPF tidak
begitu menjadi masalah
Rancang bangun

Rancang bangun

  • 1.
  • 2.
    RANCANG BANGUN CIDR (Classless Inter-DomainRouting) Classless Routing Protocols Classfull Routing Protocols Route Summarization Perhitungan Peringkasan Rute Subnet Discontigous
  • 3.
    CIDR (ClasslessInter- Domain Routing) Classless Inter-DomainRouting (CIDR) adalah sebuah cara alternatif untuk mengklasifikasikan alamat-alamat IP berbeda dengan sistem klasifikasi ke dalam kelasA, kelas B, kelas C, kelas D, dan kelas E. Disebut juga sebagai supernetting.
  • 4.
    Classless Routing Protocols Classless Routing Protocolsyaitu suatu metodologi pengalokasian IP Address dalam notasi Classless Inter Domain Routing(CIDR). Istilah lain yang digunakan untuk menyebut bagian IP address yang menunjuk suatu jaringan secara lebih spesifik. Biasanya dalam menuliskan CIDR suatu kelas IP Address digunakan tanda garis miring (Slash)“/”, diikuti dengan angka yang menunjukan panjang CIDR ini dalam bit. Contoh: 192.168.1.0/24.
  • 5.
    Classfull Routing Protocols Classfull Routing Protocolsyaitu penerapan subnet secara penuh. Classfull routing protokol juga ialah suatu protokol dimana protokol ini tidak “membawa” routing mask information ketika update routing. Ia hanya membawa informasi ip address saja, dan meggunakan informasi default mask sebagai mask-nya.
  • 6.
    Route Summarization Route Summarization adalahperingkasan beberapa rute/jalur yang ada di routing table menjadi rute yang lebih sederhana agar kinerja router menjadi lebih baik ketika harus memilihkan rute yang paling tepat bagi paket data (user traffic). Istilah lain bagi Route Summarization adalah Agregasi Rute.
  • 7.
    Perhitungan Peringkasan Rute Meringkas settingan routerstatis pada router dengan syarat tertentu. Contoh: apabila ada 2 IP 192.168.1.0 dan 192.168.2.0 dan berada di subnet mask 255.255.255.0 (/24) Maka bisa di singkat dengan 192.168.0.0 dengan subnet mask 255.255.252.0 (/22), untuk perhitungan nya lihat gambar di bawah ini :
  • 8.
    Subnet Discontigous Discontigous subnet adalah2 atau lebih bagian dari sebuah jaringan utama yang dibagi oleh jaringan utama lainnya. Misalnya jika kita berada di subnet 10.10.10.0 dan untuk 10.30.30.0 anda harus melalui 172.16.10.0 jika tidak jaringan tidak akan saling berhubungan. Dalam protocol classfull routing tradisional (RIP dan IGRP) subnet discontiguous menjadi masalah. Dalam protocol yang lebih modern protocol classless routing seperti OSPF tidak begitu menjadi masalah