PEMERINTAH KABUPATEN TRENGGALEK
DINAS PENDIDIKAN, PEMUDA DAN OLAHRAGA
SMP NEGERI 3 KARANGAN
Desa Sukowetan-Kecamatan Karangan
TRENGGALEK 66361
PROGRAM TINDAK LANJUT HASIL SUPERVISI
SMP NEGERI 3 KARANGAN
TAHUN 2020 /2021
ii
KATA PENGANTAR
Puji syukur kami ucapkan kepada Allah SWT yang telah memberikan bimbingan kepada
kami, sehingga telah dapat melaksanakan kegiatan supervisi di SMP NEGERI 3
KARANGAN dengan baik. Karena supervisi merupakan bagian dari pengawasan yang
harus dilaksanakan oleh Kepala sekolah dalam melaksanakan tugasnya sebagai manajer dan
supervisor. Perencanaan program supervisi akademik adalah penyusunan dokumen
perencanaan pemantauan yang merupakan rangkaian kegiatan membantu guru
mengembangkan kemampuannya mengelola proses pembelajaran untuk mencapai tujuan
pembelajaran.
Setelah supervisi akademik dilaksanakan, maka perlu menyusun rencana tindak lanjut
hasil supervisi akademik. Kegiatan ini akan berhasil apabila mempunyai program. Maka
kami menyusun program dengan data tersebut yang berasal dari hasil supervisi akademik
yang telah kami lakukan.
Selanjutnya dalam kesempatan ini, tak lupa disampaikan rasa terima kasih kepada semua
pihak yang telah membantu baik secara langsung maupun tidak langsung sehingga program
tindak lanjut supervisi SMP NEGERI 3 KARANGAN Tahun 2020 / 2021 telah selesai
tersusun, terutama kepada :
1. Semua Guru kelas SMP NEGERI 3 KARANGAN
2. Ketua Komite SMP NEGERI 3 KARANGAN
3. Semua warga pegawai, siswa dan guru di SMP NEGERI 3 KARANGAN
4. Dan semua pihak yang tidak dapat disebutkan satu persatu
Kritik dan saran demi perbaikan program ini sangat kami harapkan.
Karangan, Juli 2020
Kepala SMP N 3 Karangan
Drs. WINDARTONO, M.Pd.
NIP. 19610903 198403 1 012
iii
DAFTAR ISI
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang 1
B. Tujuan 1
C. Sasaran 1
BAB II PROSEDUR PELAKSANAAN SUPERVISI
A. Prosedur Pelaksanaan Supervisi 2
a. Hasil Supervisi Akademik
b. Hasil Supervisi Tenaga Administrasi sekolah. 2
B. Rekap Hasil Supervisi
a. Rekap Hasil Supervisi Akademik 2
b. Rekap Hasil Supervisi Tenaga Administrasi sekolah 3
C. Analisis Hasil Supervisi 2
a. Rekap Hasil Supervisi Akademik 2
b. Rekap Hasil Supervisi Tenaga Administrasi sekolah
BAB III PROGRAM TINDAK LANJUT HASIL SUPERVISI
A. Program Tindak Lanjut 3
B. Tindak Lanjut Hasil Supervisi 3
BAB IV PENUTUP 6
1
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Setelah melakukan supervisi, kepala sekolah akan mendapatkan gambaran terkait
dengan profil kompetensi guru dan tenaga administrasi . Gambaran ini diperoleh
berdasarkan hasil analisis dari instrumen yang digunakan pada saat melakukan supervisi.
Berdasar pada profil kompetensi guru tersebut kepala sekolah melaksanakan tindak
lanjut hasil supervisi. Hasil analisis serta catatan kepala sekolah, dimanfaatkan untuk
mengetahui kelemahan dan kekuatan guru dan tenaga administrasi. Berdasarkan kondisi
tersebut kepala sekolah dapat menyusun program pembinaan pengembangan
keterampilan mengajar atau meningkatkan profesionalisme.
Salah satu prinsip supervisi pembelajaran adalah obyektif, artinya dalam penyusunan
program tindak lanjut supervisi harus didasarkan pada kebutuhan nyata pengembangan
keprofesian berkelanjutan guru dan tenaga administrasi.
B. Tujuan
Tindak lanjut hasil supervisi dilaksanakan dengan tujuan:
1. Mengumpulkan informasi yang obyektif, akurat, dan valid mengenai pelaksanaan
program tindak lanjut hasil supervisi
2. Mengidentifikasi tingkat ketercapaian program tindak lanjut, meliputi:
a. Teridentifikasinya hambatan, kelemahan dan keberhasilan keterlaksanaan
program
b. Tersusunnya program tindak lanjut hasil supervisi sekolah untuk
menindaklanjuti permasalahan yang ada.
C. Sasaran
Dalam pelaksanaannya kegiatan tindak lanjut supervisi akademik sasaran utamanya
adalah kegiatan belajar mengajar. Sasaran tindak lanjut hasil Supervisi di SMPN 3
Karangan adalah hasil / temuan pada saat pelaksanaan supervisi akademik, yaitu
pelaksanan pembelajaran oleh guru di kelasnya dan kompetemsi tenaga administrasi
dalam melaksanakan tugas.
2
BAB II
PROSEDUR PELAKSANAAN SUPERVISI
A. Prosedur Pelaksanaan Supervisi
Supervisi yang dilakukan di SMPN 3 Karangan meliputi Suoervisi akademik dan
Supervisi tenaga administrasi ( SUPAKADTAS) dan dilakukan dengan prosedur yang
sama yaitu dilaksanakan melalui tahapan sebagai berikut:
1. Penyusunan Program dan Jadwal Supervisi
2. Kunjungan Kelas dan Observasi Mengajar atau kunjungan ketemmpat beraktifitas.
3. Diskusi Hasil
B. Pelaksanaan Supervisi Akademik
Supervisi yang dilaksanakan adalah supervisi kunjungan kelas. Kepala Sekolah
sebagai supervisor mengunjungi kelas dan melakukan observasi dan wawancara serta
studi dokumen. Supervisor sambil melakukan kunjungan kelas mengisi instrumen yang
telah disiapkan. Dari observasi dan hasil pengisian intrumen tersebut dapat diketahui
seberapa tingkat kemampuan guru dalam penyusunan administrasi pembelajaran dan
proses pembelajaran.
C. Hasil Supervisi Akademik
1. Rekap Hasil Supervisi
Hasil supervisi direkap untuk mengetahui gambaran profil kompetensi guru.
2. Analisis Hasil Supervisi
Dari rekap hasil supervisi, kemudian Kepala Sekolah melakukan analisis hasil
supervisi tersebut untuk menentukan tindak lanjut yang tepat dan efektif bagi
masing-masing guru dalam rangka perbaikan proses pembelajaran.
Hasil analisis didukung dengan catatan kepala sekolah, dimanfaatkan untuk
mengetahui kelemahan dan kekuatan guru. Berdasarkan kondisi tersebut kepala
sekolah dapat menyusun program pembinaan pengembangan keterampilan mengajar
guru atau meningkatkan profesionalisme guru.
3
BAB III
PROGRAM TINDAK LANJUT HASIL SUPERVISI
A. Program Tindak Lanjut
Salah satu prinsip supervisi pembelajaran adalah obyektif, artinya dalam penyusunan
program tindak lanjut supervisi akademik harus didasarkan pada kebutuhan nyata
pengembangan keprofesian berkelanjutan guru.
Penyusunan program tindak lanjut diawali dengan melakukan analisis kebutuhan
peserta berdasarkan analisis hasil supervisi akademik.Analisis kebutuhan merupakan
upaya menentukan perbedaan antara pengetahuan,ketrampilan dan sikap yang
dipersyaratkan dan yang secara nyata dimiliki. Analisis kebutuhan ini dapat dilakukan
dalam tahapan sebagai berikut:
1. Mengidentifikasi kebutuhan-kebutuhan terkait masalah-masalah pembelajaran dan
kesenjangan apa saja yang ada antara pengetahuan, ketrampilan dan sikap
yang dimiliki guru dan yang seharusnya dimiliki guru? Perbedaan tersebut
kemudian dikelompokkan, disintesiskan dan diklasifikasikan untuk menentukan
jenis kegiatan tindak lanjut.
2. Mencatat prosedur-prosedur untuk mengumpulkan informasi tambahan tentang
pengetahuan, ketrampilan dan sikap yang dimiliki guru.
3. Mengidentifikasi dan mencatat kebutuhan-kebutuhan khusus pembinaan
ketrampilan pembelajaran guru.
4. Menetapkan jenis pembinaan keterampilan pembelajaran guru.
5. Menetapkan tujuan pemilihan jenis pembinaan.
6. Mengidentifikasi dukungan lingkungan dan hambatan-hambatannya.
7. Mengidentifikasi tugas-tugas manajemen yang dibutuhkan untuk pelaksanaan tindak
lanjut seperti keuangan,sumber-sumber belajar, sarana prasarana.
B. Tindak Lanjut Hasil Supervisi
Bentuk tindak lanjut supervisi akademik dapat dilakukan melalui kegiatan sebagai
berikut:
1. Pembinaan
Kegiatan pembinaan dapat berupa pembinaan langsung dan tidak langsung.
a. Pembinaan Langsung
Pembinaan ini dilakukan terhadap hal-hal yang sifatnya khusus, yang perlu
perbaikan dengan segera dari hasil analisis supervisi.
Kegiatan pembinaan langsung yang dilakukan setelah kepala sekolah selesai
melakukan observasi pembelajaran adalah pertemuan pasca observasi. Pada
4
pertemuan ini kepala sekolah memberi balikan untuk membantu
mengembangkan perilaku guru dalam melaksanakan proses pembelajaran.
Dari umpan balik itu pula dapat tercipta suasana komunikasi yang tidak
menimbulkan ketegangan, tidak menonjolkan otoritas, memberi kesempatan
untuk mendorong guru memperbaiki penampilan dan kinerjanya.
Pada kegiatan ini kepala sekolah dapat melakukan lima langkah pembinaan
kemampuan guru yaitu:
1) menciptakan hubungan-hubungan yang harmonis,
2) analisis kebutuhan,
3) mengembangkan strategi dan media,
4) menilai, dan
5) revisi
b. Pembinaan Tidak Langsung
Pembinaan ini dilakukan terhadap hal-hal yang sifatnya umum yang perlu
perbaikan dan perhatian setelah memperoleh hasil analisis supervisi. Peran
Kepala Sekolah dalam pembinaan tidak langsung adalah mendengarkan,
memberi penguatan, menjelaskan, menyajikan, dan memecahkan masalah.
Beberapa jenis komponen yang dapat dipilih kepala sekolah dalam
membina guru untuk meningkatkan proses pembelajaran adalah sebagai berikut:
1) Menggunakan buku pedoman/petunjuk bagi guru dan bahan pembantu
guru lainnya secara efektif.
2) Menggunakan buku teks secara efektif.
3) Menggunakan praktek pembelajaran yang efektif yang dapat mereka
pelajari selama bimbingan teknis profesional/inservice training.
4) Mengembangkan teknik pembelajaran yang telah mereka miliki
5) Menggunakan metodologi yang luwes (fleksibel).
6) Merespon kebutuhan dan kemampuan individual peserta didik.
7) Menggunakan lingkungan sekitar sebagai alat bantu pembelajaran.
8) Mengelompokkan peserta didik secara lebih efektif.
9) Mengevaluasi peserta didik dengan lebih akurat/teliti/seksama.
10) Bekerjasama/berkolaborasi dengan guru lain agar lebih berhasil.
11) Mengikutsertakan masyarakat dalam mengelola kelas.
12) Memperkenalkan teknik pembelajaran modern untuk inovasi
dan kreatifitas layanan pembelajaran.
13) Membantu peserta didik dalam meningkatkan keterampilan berpikir kritis,
menyelesaikan masalah dan pengambilan keputusan.
5
14) Menciptakan suasana pembelajaran yang kondusif.
Peraturan Menteri Pendidikan Nasional nomor 41 tahun 2007 mengatur tentang
pengawasan proses pembelajaran yang meliputi pemantauan dan supervisi. Berdasarkan
peraturan tersebut kegiatan tindak lanjut supervisi akademik dapat dilakukan kepala
sekolah dengan pemberian contoh, diskusi, pelatihan, dan konsultasi. Kepala sekolah
dapat memilih alternatif kegiatan tindak lanjut tersebut di atas sesuai dengan analisis
hasil supervisi akademik terhadap komponen-komponen tersebut di atas.
Kepala sekolah menentukan kelompok guru dengan permasalahan yang seperti apa, pada
komponen yang mana, dapat diberikan tindak lanjut dengan pemberian contoh, diskusi,
pelatihan, dan konsultasi. Pada setiap kegiatan tindak lanjut yang dipilih kepala sekolah
harus merumuskan latar belakang dan tujuan pemilihan kegiatan, serta target yang harus
dicapai.
6
BAB IV
PENUTUP
Dengan tersusunnya program tindak lanjut hasil supervisi di SMPN 3 Karangan,
diharapkan dapat mendorong pelaksanaan proses pembelajaran menjadi lebih baik. Program
tindak lanjut hasil supervisi ini juga diharapkan bermanfaat sebagai pedoman pelaksanaan
pembelajaran berikutnya, serta dapat meningkatkan profesionalisme guru yang muaranya
adalah peningkatan mutu pendidikan di SMPN 3 Karangan

Program_Tindak_Lanjut_Supervisi_KS.docx

  • 1.
    PEMERINTAH KABUPATEN TRENGGALEK DINASPENDIDIKAN, PEMUDA DAN OLAHRAGA SMP NEGERI 3 KARANGAN Desa Sukowetan-Kecamatan Karangan TRENGGALEK 66361 PROGRAM TINDAK LANJUT HASIL SUPERVISI SMP NEGERI 3 KARANGAN TAHUN 2020 /2021
  • 2.
    ii KATA PENGANTAR Puji syukurkami ucapkan kepada Allah SWT yang telah memberikan bimbingan kepada kami, sehingga telah dapat melaksanakan kegiatan supervisi di SMP NEGERI 3 KARANGAN dengan baik. Karena supervisi merupakan bagian dari pengawasan yang harus dilaksanakan oleh Kepala sekolah dalam melaksanakan tugasnya sebagai manajer dan supervisor. Perencanaan program supervisi akademik adalah penyusunan dokumen perencanaan pemantauan yang merupakan rangkaian kegiatan membantu guru mengembangkan kemampuannya mengelola proses pembelajaran untuk mencapai tujuan pembelajaran. Setelah supervisi akademik dilaksanakan, maka perlu menyusun rencana tindak lanjut hasil supervisi akademik. Kegiatan ini akan berhasil apabila mempunyai program. Maka kami menyusun program dengan data tersebut yang berasal dari hasil supervisi akademik yang telah kami lakukan. Selanjutnya dalam kesempatan ini, tak lupa disampaikan rasa terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu baik secara langsung maupun tidak langsung sehingga program tindak lanjut supervisi SMP NEGERI 3 KARANGAN Tahun 2020 / 2021 telah selesai tersusun, terutama kepada : 1. Semua Guru kelas SMP NEGERI 3 KARANGAN 2. Ketua Komite SMP NEGERI 3 KARANGAN 3. Semua warga pegawai, siswa dan guru di SMP NEGERI 3 KARANGAN 4. Dan semua pihak yang tidak dapat disebutkan satu persatu Kritik dan saran demi perbaikan program ini sangat kami harapkan. Karangan, Juli 2020 Kepala SMP N 3 Karangan Drs. WINDARTONO, M.Pd. NIP. 19610903 198403 1 012
  • 3.
    iii DAFTAR ISI BAB IPENDAHULUAN A. Latar Belakang 1 B. Tujuan 1 C. Sasaran 1 BAB II PROSEDUR PELAKSANAAN SUPERVISI A. Prosedur Pelaksanaan Supervisi 2 a. Hasil Supervisi Akademik b. Hasil Supervisi Tenaga Administrasi sekolah. 2 B. Rekap Hasil Supervisi a. Rekap Hasil Supervisi Akademik 2 b. Rekap Hasil Supervisi Tenaga Administrasi sekolah 3 C. Analisis Hasil Supervisi 2 a. Rekap Hasil Supervisi Akademik 2 b. Rekap Hasil Supervisi Tenaga Administrasi sekolah BAB III PROGRAM TINDAK LANJUT HASIL SUPERVISI A. Program Tindak Lanjut 3 B. Tindak Lanjut Hasil Supervisi 3 BAB IV PENUTUP 6
  • 4.
    1 BAB I PENDAHULUAN A. LatarBelakang Setelah melakukan supervisi, kepala sekolah akan mendapatkan gambaran terkait dengan profil kompetensi guru dan tenaga administrasi . Gambaran ini diperoleh berdasarkan hasil analisis dari instrumen yang digunakan pada saat melakukan supervisi. Berdasar pada profil kompetensi guru tersebut kepala sekolah melaksanakan tindak lanjut hasil supervisi. Hasil analisis serta catatan kepala sekolah, dimanfaatkan untuk mengetahui kelemahan dan kekuatan guru dan tenaga administrasi. Berdasarkan kondisi tersebut kepala sekolah dapat menyusun program pembinaan pengembangan keterampilan mengajar atau meningkatkan profesionalisme. Salah satu prinsip supervisi pembelajaran adalah obyektif, artinya dalam penyusunan program tindak lanjut supervisi harus didasarkan pada kebutuhan nyata pengembangan keprofesian berkelanjutan guru dan tenaga administrasi. B. Tujuan Tindak lanjut hasil supervisi dilaksanakan dengan tujuan: 1. Mengumpulkan informasi yang obyektif, akurat, dan valid mengenai pelaksanaan program tindak lanjut hasil supervisi 2. Mengidentifikasi tingkat ketercapaian program tindak lanjut, meliputi: a. Teridentifikasinya hambatan, kelemahan dan keberhasilan keterlaksanaan program b. Tersusunnya program tindak lanjut hasil supervisi sekolah untuk menindaklanjuti permasalahan yang ada. C. Sasaran Dalam pelaksanaannya kegiatan tindak lanjut supervisi akademik sasaran utamanya adalah kegiatan belajar mengajar. Sasaran tindak lanjut hasil Supervisi di SMPN 3 Karangan adalah hasil / temuan pada saat pelaksanaan supervisi akademik, yaitu pelaksanan pembelajaran oleh guru di kelasnya dan kompetemsi tenaga administrasi dalam melaksanakan tugas.
  • 5.
    2 BAB II PROSEDUR PELAKSANAANSUPERVISI A. Prosedur Pelaksanaan Supervisi Supervisi yang dilakukan di SMPN 3 Karangan meliputi Suoervisi akademik dan Supervisi tenaga administrasi ( SUPAKADTAS) dan dilakukan dengan prosedur yang sama yaitu dilaksanakan melalui tahapan sebagai berikut: 1. Penyusunan Program dan Jadwal Supervisi 2. Kunjungan Kelas dan Observasi Mengajar atau kunjungan ketemmpat beraktifitas. 3. Diskusi Hasil B. Pelaksanaan Supervisi Akademik Supervisi yang dilaksanakan adalah supervisi kunjungan kelas. Kepala Sekolah sebagai supervisor mengunjungi kelas dan melakukan observasi dan wawancara serta studi dokumen. Supervisor sambil melakukan kunjungan kelas mengisi instrumen yang telah disiapkan. Dari observasi dan hasil pengisian intrumen tersebut dapat diketahui seberapa tingkat kemampuan guru dalam penyusunan administrasi pembelajaran dan proses pembelajaran. C. Hasil Supervisi Akademik 1. Rekap Hasil Supervisi Hasil supervisi direkap untuk mengetahui gambaran profil kompetensi guru. 2. Analisis Hasil Supervisi Dari rekap hasil supervisi, kemudian Kepala Sekolah melakukan analisis hasil supervisi tersebut untuk menentukan tindak lanjut yang tepat dan efektif bagi masing-masing guru dalam rangka perbaikan proses pembelajaran. Hasil analisis didukung dengan catatan kepala sekolah, dimanfaatkan untuk mengetahui kelemahan dan kekuatan guru. Berdasarkan kondisi tersebut kepala sekolah dapat menyusun program pembinaan pengembangan keterampilan mengajar guru atau meningkatkan profesionalisme guru.
  • 6.
    3 BAB III PROGRAM TINDAKLANJUT HASIL SUPERVISI A. Program Tindak Lanjut Salah satu prinsip supervisi pembelajaran adalah obyektif, artinya dalam penyusunan program tindak lanjut supervisi akademik harus didasarkan pada kebutuhan nyata pengembangan keprofesian berkelanjutan guru. Penyusunan program tindak lanjut diawali dengan melakukan analisis kebutuhan peserta berdasarkan analisis hasil supervisi akademik.Analisis kebutuhan merupakan upaya menentukan perbedaan antara pengetahuan,ketrampilan dan sikap yang dipersyaratkan dan yang secara nyata dimiliki. Analisis kebutuhan ini dapat dilakukan dalam tahapan sebagai berikut: 1. Mengidentifikasi kebutuhan-kebutuhan terkait masalah-masalah pembelajaran dan kesenjangan apa saja yang ada antara pengetahuan, ketrampilan dan sikap yang dimiliki guru dan yang seharusnya dimiliki guru? Perbedaan tersebut kemudian dikelompokkan, disintesiskan dan diklasifikasikan untuk menentukan jenis kegiatan tindak lanjut. 2. Mencatat prosedur-prosedur untuk mengumpulkan informasi tambahan tentang pengetahuan, ketrampilan dan sikap yang dimiliki guru. 3. Mengidentifikasi dan mencatat kebutuhan-kebutuhan khusus pembinaan ketrampilan pembelajaran guru. 4. Menetapkan jenis pembinaan keterampilan pembelajaran guru. 5. Menetapkan tujuan pemilihan jenis pembinaan. 6. Mengidentifikasi dukungan lingkungan dan hambatan-hambatannya. 7. Mengidentifikasi tugas-tugas manajemen yang dibutuhkan untuk pelaksanaan tindak lanjut seperti keuangan,sumber-sumber belajar, sarana prasarana. B. Tindak Lanjut Hasil Supervisi Bentuk tindak lanjut supervisi akademik dapat dilakukan melalui kegiatan sebagai berikut: 1. Pembinaan Kegiatan pembinaan dapat berupa pembinaan langsung dan tidak langsung. a. Pembinaan Langsung Pembinaan ini dilakukan terhadap hal-hal yang sifatnya khusus, yang perlu perbaikan dengan segera dari hasil analisis supervisi. Kegiatan pembinaan langsung yang dilakukan setelah kepala sekolah selesai melakukan observasi pembelajaran adalah pertemuan pasca observasi. Pada
  • 7.
    4 pertemuan ini kepalasekolah memberi balikan untuk membantu mengembangkan perilaku guru dalam melaksanakan proses pembelajaran. Dari umpan balik itu pula dapat tercipta suasana komunikasi yang tidak menimbulkan ketegangan, tidak menonjolkan otoritas, memberi kesempatan untuk mendorong guru memperbaiki penampilan dan kinerjanya. Pada kegiatan ini kepala sekolah dapat melakukan lima langkah pembinaan kemampuan guru yaitu: 1) menciptakan hubungan-hubungan yang harmonis, 2) analisis kebutuhan, 3) mengembangkan strategi dan media, 4) menilai, dan 5) revisi b. Pembinaan Tidak Langsung Pembinaan ini dilakukan terhadap hal-hal yang sifatnya umum yang perlu perbaikan dan perhatian setelah memperoleh hasil analisis supervisi. Peran Kepala Sekolah dalam pembinaan tidak langsung adalah mendengarkan, memberi penguatan, menjelaskan, menyajikan, dan memecahkan masalah. Beberapa jenis komponen yang dapat dipilih kepala sekolah dalam membina guru untuk meningkatkan proses pembelajaran adalah sebagai berikut: 1) Menggunakan buku pedoman/petunjuk bagi guru dan bahan pembantu guru lainnya secara efektif. 2) Menggunakan buku teks secara efektif. 3) Menggunakan praktek pembelajaran yang efektif yang dapat mereka pelajari selama bimbingan teknis profesional/inservice training. 4) Mengembangkan teknik pembelajaran yang telah mereka miliki 5) Menggunakan metodologi yang luwes (fleksibel). 6) Merespon kebutuhan dan kemampuan individual peserta didik. 7) Menggunakan lingkungan sekitar sebagai alat bantu pembelajaran. 8) Mengelompokkan peserta didik secara lebih efektif. 9) Mengevaluasi peserta didik dengan lebih akurat/teliti/seksama. 10) Bekerjasama/berkolaborasi dengan guru lain agar lebih berhasil. 11) Mengikutsertakan masyarakat dalam mengelola kelas. 12) Memperkenalkan teknik pembelajaran modern untuk inovasi dan kreatifitas layanan pembelajaran. 13) Membantu peserta didik dalam meningkatkan keterampilan berpikir kritis, menyelesaikan masalah dan pengambilan keputusan.
  • 8.
    5 14) Menciptakan suasanapembelajaran yang kondusif. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional nomor 41 tahun 2007 mengatur tentang pengawasan proses pembelajaran yang meliputi pemantauan dan supervisi. Berdasarkan peraturan tersebut kegiatan tindak lanjut supervisi akademik dapat dilakukan kepala sekolah dengan pemberian contoh, diskusi, pelatihan, dan konsultasi. Kepala sekolah dapat memilih alternatif kegiatan tindak lanjut tersebut di atas sesuai dengan analisis hasil supervisi akademik terhadap komponen-komponen tersebut di atas. Kepala sekolah menentukan kelompok guru dengan permasalahan yang seperti apa, pada komponen yang mana, dapat diberikan tindak lanjut dengan pemberian contoh, diskusi, pelatihan, dan konsultasi. Pada setiap kegiatan tindak lanjut yang dipilih kepala sekolah harus merumuskan latar belakang dan tujuan pemilihan kegiatan, serta target yang harus dicapai.
  • 9.
    6 BAB IV PENUTUP Dengan tersusunnyaprogram tindak lanjut hasil supervisi di SMPN 3 Karangan, diharapkan dapat mendorong pelaksanaan proses pembelajaran menjadi lebih baik. Program tindak lanjut hasil supervisi ini juga diharapkan bermanfaat sebagai pedoman pelaksanaan pembelajaran berikutnya, serta dapat meningkatkan profesionalisme guru yang muaranya adalah peningkatan mutu pendidikan di SMPN 3 Karangan