Program pemantauan
tumbuh kembang anak
       “Revisi”
      Kelompok I
Anggota
• Muhammad Fahad

• Nur Najmi Laila

• Tika Widya Sari

• Yanita Nur Indah Sari
Indikator
pencapaian
Mahasiswa mampu menjelaskan:
• jenis    program     pemantauan
  tumbuh kembang anak, termasuk
  anak berkebutuhan khusus
• pelaksanaan      dan    evaluasi
  efektivitas program dengan teori
  tumbuh kembang
• memberikan contoh program di
  wilayah tertentu
Outline Presentasi
1. Deskripsi umum Tumbuh kembang
2. Jenis   program     pemantauan
   tumbuh kembang anak
3. Contoh program tumbuh kembang
   anak di Semarang
4. Analisis pelaksanaan dan evaluasi
   (Analisis Pelaksanaan dan Evaluasi
   (SDIDTK) Tumbuh Kembang Balita dan
   Anak Pra Sekolah di Puskesmas Kota
   Semarang Tahun 2009)
Deskripsi Umum
Definisi
• Pertumbuhan adalah setiap
  perubahan atau bertambahnya
  jumlah dan ukuran tubuh baik fisik
  (anatomi) maupun struktur.
• Perkembangan adalah
  bertambahnya kemampuan (skill)
  dalam struktur dan fungsi yang
  lebih kompleks dalam pola yang
  teratur dan dapat diperkirakan
  dan diramalkan sebagai hasil
  proses pematangan
Faktor-faktor yang
mempengaruhi
• Faktor genetik
  Menentukan sifat bawaan anak
• Faktor lingkungan
  yaitu suasana di mana anak itu
  berada. berfungsi sebagai
  penyedia kebutuhan dasar anak
  untuk tumbuh kembang sejak
  dalam kandungan sampai dewasa.
  (Kania, 2004; Harahap, 2004)
Kebutuhan dasar anak
1. Kebutuhan fisik-biomedis (Asuh)
   pangan/gizi, perawatan kesehatan
   dasarpemukiman yang layak, higenitas dan
   sanitasi.
2. Kebutuhan emosi/kasih sayang (Asih)
   Kasih sayang dari orang tua dan
   kepercayaan dasar yang menjamin tumbuh
   kembang yang selaras baik fisik, mental,
   atau psikososial.
3. Kebutuhan akan stimulasi mental (Asah)
   Stimulasi mental mengembangkan
   perkembangan kecerdasan, kemandirian,
   kreativitas, agama, kepribadian, moral-
   etika, produktivitas dsb.
Aspek Perkembangan
Anak
1. Sensori : dengar, lihat, raba, cium,
   rasa
2. Gerak : kasar, halus,
   keseimbangan, koordinasi
3. Bicara, komunikasi, bahasa
4. Kognisi, kecerdasan
5. Kreativitas, seni
6. Kemandirian
7. Emosi, Sosial, Kerjasama &
   Kepemimpinan
8. Etika, Moral & Spiritual
Anak Berkebutuhan
Khusus
adalah anak yang mengalami hambatan fisik
dan/atau     mental      sehingga     mengganggu
pertumbuhan dan perkembangannya secara wajar
dan anak yang akibat keadaan tertentu yaitu
mengalami :
• kekerasan,
• penelantaran termasuk eksploitasi seksual
  dan anak korban TPPO,
• Anak Berhadapan dengan Hukum di
  Lapas/Rutan,
• di Jalanan/pekerja anak,
• anak dari kelompok
  minoritas/terisolasi/terasing yang memerlukan
  penanganan secara khusus.
Jenis Program Pemantauan
     Tumbuh Kembang Anak
1. Program Stimulasi, Deteksi
dan Intervensi Dini Tumbuh
Kembang (SDIDTK)
• Program Stimulasi, Deteksi dan Intervensi Dini
  Tumbuh Kembang (SDIDTK) merupakan revisi
  dari program Deteksi Dini Tumbuh Kembang
  (DDTK) yang telah dilakukan sejak tahun 1988
  dan termasuk salah satu program pokok
  Puskesmas
• kegiatan ini dilakukan menyeluruh dan
  terkoordinasi diselenggarakan dalam bentuk
  kemitraan antara keluarga, masyarakat dengan
  tenaga professional
• Tidak ada perbedaan yang signifikan antara
  SDIDTK dengan DDTK, hanyalah perbedaan
  istilah.
Continue
• SDIDTK Adalah pembinaan tumbuh kembang
  anak secara komprehensif dan berkualitas
  melalui kegiatan stimulasi, deteksi dan intervensi
  dini penyimpangan tumbuh kembang pada masa 5
  tahun pertama kehidupan. Diselenggarakan dalam
  bentuk kemitraan antara :
   keluarga,
   masyarakat
   dengan tenaga professional (kesehatan,
     pendidikan dan sosial).
•   Indikator keberhasilan pogram SDIDTK adalah
    90% balita dan anak pra sekolah terjangkau oleh
    kegiatan SDIDTK pada tahun 2010.
Continue
Tujuan Agar semua balita umur 0–5 tahun dan anak
pra sekolah umur 5-6 tahun tumbuh dan berkembang
secara optimal.
1. Stimulasi adalah kegiatan merangsang
    kemampuan dasar anak umur 0-6 tahun agar anak
    tumbuh dan berkembang secara optimal.
2. Deteksi tumbuh kembang anak adalah
    kegiatan/pemeriksaan untuk menemukan secara
    dini adanya penyimpangan tumbuh kembang pada
    balita dan anak pra sekolah.
3. Intervensi dini penyimpangan perkembangan
    adalah tindakan tertentu pada anak yang
    perkembangan kemampuannya menyimpang karena
    tidak sesuai dengan umurnya.
 • Penyimpangan bisa salah satu atau lebih
    kemampuan anak yaitu kemampuan gerak kasar,
   gerak halus, bicara dan bahasa, serta sosialisasi
   dan kemandirian anak.
Continue
  Sasaran
  • Sasaran Langsung : Semua anak umur 0
    sampai 6 tahun yang ada di wilayah kerja
    Puskesmas
  • Sasaran tidak Langsung :
     Tenaga kesehatan yang bekerja di lini
       terdepan (dokter, bidan perawat, ahli
       gizi, penyuluh kesehatan masyarakat, dan
       sebagainya)
     Tenaga pendidik, petugas lapangan KB,
       petugas sosial yang terkait dengan
       pembinaan tumbuh kembang anak
     Petugas sector swasta dan profesi
       lainnya.
continue
Kegiatan
• Deteksi Dini Penyimpangan Pertumbuhan
   1. Pengukuran BB/TB
   2. Pengukuran Lingkar Kepala
• Deteksi Dini Penyimpangan Perkembangan
   1. Skrining/pemeriksaan perkembangan
       anak menggunakan Kuesioner Pra
       Skrining Perkembangan (KPSP)
   2. Tes daya dengar
   3. Tes daya lihat
• Deteksi Dini Penyimpangan Mental Emosional
  (emosional, autisme dan gangguan pemusatan
  perhatian dan hiperaktivitas pada anak)
2. Program Bina perlindungan
kesehatan anak berkebutuhan
khusus
 • Adalah program yang bergerak dalam
   melakukan perlindungan tumbuh dan
   kembang anak berkebutuhan khusus
Ruang lingkup :
1. Anak korban kekerasan (KTA) dan
   penelantaran termasuk eksploitasi
   seksual anak (ESA), dan tindak
   pidana perdagangan orang (TPPO)
2. Anak dengan kecacatan
3. Anak yang berhadapan dengan
   hukum (ABH) di lapas atau rutan
4. Anak jalanan / pekerja anak
5. Anak dari kelompok minoritas/
   terisolasi/ terasing
Sumber : pedoman umum perlindungan kesehatan anak berkebutuhan
khusus kemenkes 2010,hal 6.
Tujuan dan Kegiatan
Tujuan : Meningkatkan jangkauan dan
kualitas perlindungan kesehatan bagi anak
berkebutuhan khusus.
Secara umum, Setiap ruanglingkup
Pelayanan kesehatan anak berkebutuhan
khusus memeliki kegiatan:
• Pelayanan Kesehatan dasar
• Pelayan Medis
• Konseling
• Penyuluhan
3. Penjaringan Kesehatan
Anak Sekolah
• Salah satu program penjaringan
  kesehatan anak sekolah adalah UKS
• UKS (Usaha Kesehatan Sekolah)
  merupakan bagian dari program
  kesehatan anak usia sekolah. Anak usia
  sekolah adalah anak yang berusia 6 –
  21 tahun, yang sesuai dengan proses
  tumbuh kembangnya dibagi menjadi 2
  sub kelompok, yakni pra remaja (6-9
  tahun) dan remaja (10-19 tahun).
Continue
• Program UKS adalah upaya terpadu
  lintas program dan lintas sektoral
  dalam rangka meningkatkan derajat
  kesehatan serta membentuk perilaku
  hidup bersih dan sehat anak usia
  sekolah yang berada di sekolah dan
  Madrasah Ibtidaiyah.
• Sasaran
  Peserta didik sekolah / madrasah,
  Satuan Pendidikan Luar Sekolah, Guru,
  pamong Belajar, Pengelola Pendidikan,
  pengelola Kesehatan dan masyarakat
Continue
• Tujuan UKS
  Meningkatkan mutu pendidikan dan
  prestasi belajar peserta didik dengan
  meningkatkan perilaku hidup bersih
  dan sehat dan derajat kesehatan
  peserta didik maupun warga sekolah
  serta menciptakan lingkungan yang
  sehat,    sehingga     memungkinkan
  pertumbuhan dan perkembangan yang
  harmonis dan optimal dalam rangka
  pembentukan manusia Indonesia
  seutuhnya.
Contoh Program
   Pertumbuhan dan
Perkembangan Anak
Contoh Program di Semarang

•   SDIDTK
•   PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini)
•   BKB (Bina Keluarga Balita)
•   Program lain seperti adanya jadwal ke TK dan
    posyandu yang sudah ada sejak dulu.
Analisis Pelaksanaan dan
                Evaluasi
Analisis Pelaksanaan dan
Evaluasi
(SDIDTK) Tumbuh Kembang Balita
dan Anak Pra Sekolah di
Puskesmas Kota
Semarang Tahun 2009
Analisis Pelaksanaan
• Sekitar 67,57% Puskesmas di Wilayah
  DKK Semarang belum mencapai target
  Rencana Stratejik Dinas Kesehatan Kota
  Semarang.untuk Program SDIDTK
  tahun 2007 yaitu 68%,
• ada 7 Puskesmas yang cakupan SDIDTK
  nya menurun lebih dari 20% pada tahun
  2007 dibandingkan tahun sebelumnya.
• Masih ada Puskesmas yang cakupan di
  SDIDTKnya hanya 12,8% pada tahun
  2007 serta kurangnya koordinasi
  kegiatan program SDIDTK dengan
  masyarakat.
• Pelaksanaan program SDIDTK di
  Puskesmas dan jaringannya masih
  terbatas pada deteksi dini
  penyimpangan pertumbuhan,
  sedangkan deteksi dini penyimpangan
  perkembangan, penyimpangan mental
  emosional dan stimulasi sesuai usia
  anak masih belum dilaksanakan.
Evaluasi
fungsi pengorganisasian dan penggerakan belum
maksimal, karena
• masih ada penanggung jawab program
  SDIDTK yang belum pernah mendapatkan
  pelatihan SDIDTK di Puskesmas
• belum tersosialisasinya program SDIDTK di
  Puskesmas dan jaringannya dengan baik dan
  benar,
• fasilitas pendukung pelaksanaan program
  SDIDTK di Puskesmas masih belum memadai
  dan kurangnya dukungan dari Kepala
  Puskesmas untuk pelaksanaan Program ini di
  Puskesmas. sehingga tujuan akhir program
  belum tercapai
Daftar Pustaka
•   Kementrian Kesehatan RI. 2010 “Pedoman Umum
    Perlindungan Kesehatan Anak Berkebutuhan Khusus”
    Kemenkes 2010
•   Administrator. 2011. “Stimulasi Deteksi Intervensi
    Dini Tumbuh Kembang Anak” di ambil dari
    http://www.kesehatananak.depkes.go.id/index.php?opti
    on=com_content&view=article&id=49:stimulasi-deteksi-
    intervensi-dini-tumbuh-kembang-anak&catid=37:subdit-
    2&Itemid=80. Di akses pada 25 Desember 2011
•   Anonim. 2010. “Pengertian Tumbuh Kembang Anak” di
    ambil dari
•   http://www.infofisioterapi.com/pengertian-tumbuh-
    kembang-anak.html Di akses pada 25 Desember 2011
•   Anonim.
    http://eprints.undip.ac.id/16961/1/Dewi_Maritalia.pdf.
    Di akses pada 25 Desember 2011
•   Anonim.
    http://staff.uny.ac.id/sites/default/files/ABK%20TUK
    %20TENDIK.pdf. Di akses pada 25 Desember 2011
Program tumbang anak  kel1

Program tumbang anak kel1

  • 1.
    Program pemantauan tumbuh kembanganak “Revisi” Kelompok I
  • 2.
    Anggota • Muhammad Fahad •Nur Najmi Laila • Tika Widya Sari • Yanita Nur Indah Sari
  • 3.
    Indikator pencapaian Mahasiswa mampu menjelaskan: •jenis program pemantauan tumbuh kembang anak, termasuk anak berkebutuhan khusus • pelaksanaan dan evaluasi efektivitas program dengan teori tumbuh kembang • memberikan contoh program di wilayah tertentu
  • 4.
    Outline Presentasi 1. Deskripsiumum Tumbuh kembang 2. Jenis program pemantauan tumbuh kembang anak 3. Contoh program tumbuh kembang anak di Semarang 4. Analisis pelaksanaan dan evaluasi (Analisis Pelaksanaan dan Evaluasi (SDIDTK) Tumbuh Kembang Balita dan Anak Pra Sekolah di Puskesmas Kota Semarang Tahun 2009)
  • 5.
  • 6.
    Definisi • Pertumbuhan adalahsetiap perubahan atau bertambahnya jumlah dan ukuran tubuh baik fisik (anatomi) maupun struktur. • Perkembangan adalah bertambahnya kemampuan (skill) dalam struktur dan fungsi yang lebih kompleks dalam pola yang teratur dan dapat diperkirakan dan diramalkan sebagai hasil proses pematangan
  • 7.
    Faktor-faktor yang mempengaruhi • Faktorgenetik Menentukan sifat bawaan anak • Faktor lingkungan yaitu suasana di mana anak itu berada. berfungsi sebagai penyedia kebutuhan dasar anak untuk tumbuh kembang sejak dalam kandungan sampai dewasa. (Kania, 2004; Harahap, 2004)
  • 8.
    Kebutuhan dasar anak 1.Kebutuhan fisik-biomedis (Asuh) pangan/gizi, perawatan kesehatan dasarpemukiman yang layak, higenitas dan sanitasi. 2. Kebutuhan emosi/kasih sayang (Asih) Kasih sayang dari orang tua dan kepercayaan dasar yang menjamin tumbuh kembang yang selaras baik fisik, mental, atau psikososial. 3. Kebutuhan akan stimulasi mental (Asah) Stimulasi mental mengembangkan perkembangan kecerdasan, kemandirian, kreativitas, agama, kepribadian, moral- etika, produktivitas dsb.
  • 9.
    Aspek Perkembangan Anak 1. Sensori: dengar, lihat, raba, cium, rasa 2. Gerak : kasar, halus, keseimbangan, koordinasi 3. Bicara, komunikasi, bahasa 4. Kognisi, kecerdasan 5. Kreativitas, seni 6. Kemandirian 7. Emosi, Sosial, Kerjasama & Kepemimpinan 8. Etika, Moral & Spiritual
  • 10.
    Anak Berkebutuhan Khusus adalah anakyang mengalami hambatan fisik dan/atau mental sehingga mengganggu pertumbuhan dan perkembangannya secara wajar dan anak yang akibat keadaan tertentu yaitu mengalami : • kekerasan, • penelantaran termasuk eksploitasi seksual dan anak korban TPPO, • Anak Berhadapan dengan Hukum di Lapas/Rutan, • di Jalanan/pekerja anak, • anak dari kelompok minoritas/terisolasi/terasing yang memerlukan penanganan secara khusus.
  • 11.
    Jenis Program Pemantauan Tumbuh Kembang Anak
  • 12.
    1. Program Stimulasi,Deteksi dan Intervensi Dini Tumbuh Kembang (SDIDTK) • Program Stimulasi, Deteksi dan Intervensi Dini Tumbuh Kembang (SDIDTK) merupakan revisi dari program Deteksi Dini Tumbuh Kembang (DDTK) yang telah dilakukan sejak tahun 1988 dan termasuk salah satu program pokok Puskesmas • kegiatan ini dilakukan menyeluruh dan terkoordinasi diselenggarakan dalam bentuk kemitraan antara keluarga, masyarakat dengan tenaga professional • Tidak ada perbedaan yang signifikan antara SDIDTK dengan DDTK, hanyalah perbedaan istilah.
  • 13.
    Continue • SDIDTK Adalahpembinaan tumbuh kembang anak secara komprehensif dan berkualitas melalui kegiatan stimulasi, deteksi dan intervensi dini penyimpangan tumbuh kembang pada masa 5 tahun pertama kehidupan. Diselenggarakan dalam bentuk kemitraan antara :  keluarga,  masyarakat  dengan tenaga professional (kesehatan, pendidikan dan sosial). • Indikator keberhasilan pogram SDIDTK adalah 90% balita dan anak pra sekolah terjangkau oleh kegiatan SDIDTK pada tahun 2010.
  • 14.
    Continue Tujuan Agar semuabalita umur 0–5 tahun dan anak pra sekolah umur 5-6 tahun tumbuh dan berkembang secara optimal. 1. Stimulasi adalah kegiatan merangsang kemampuan dasar anak umur 0-6 tahun agar anak tumbuh dan berkembang secara optimal. 2. Deteksi tumbuh kembang anak adalah kegiatan/pemeriksaan untuk menemukan secara dini adanya penyimpangan tumbuh kembang pada balita dan anak pra sekolah. 3. Intervensi dini penyimpangan perkembangan adalah tindakan tertentu pada anak yang perkembangan kemampuannya menyimpang karena tidak sesuai dengan umurnya. • Penyimpangan bisa salah satu atau lebih kemampuan anak yaitu kemampuan gerak kasar, gerak halus, bicara dan bahasa, serta sosialisasi dan kemandirian anak.
  • 15.
    Continue Sasaran • Sasaran Langsung : Semua anak umur 0 sampai 6 tahun yang ada di wilayah kerja Puskesmas • Sasaran tidak Langsung :  Tenaga kesehatan yang bekerja di lini terdepan (dokter, bidan perawat, ahli gizi, penyuluh kesehatan masyarakat, dan sebagainya)  Tenaga pendidik, petugas lapangan KB, petugas sosial yang terkait dengan pembinaan tumbuh kembang anak  Petugas sector swasta dan profesi lainnya.
  • 16.
    continue Kegiatan • Deteksi DiniPenyimpangan Pertumbuhan 1. Pengukuran BB/TB 2. Pengukuran Lingkar Kepala • Deteksi Dini Penyimpangan Perkembangan 1. Skrining/pemeriksaan perkembangan anak menggunakan Kuesioner Pra Skrining Perkembangan (KPSP) 2. Tes daya dengar 3. Tes daya lihat • Deteksi Dini Penyimpangan Mental Emosional (emosional, autisme dan gangguan pemusatan perhatian dan hiperaktivitas pada anak)
  • 17.
    2. Program Binaperlindungan kesehatan anak berkebutuhan khusus • Adalah program yang bergerak dalam melakukan perlindungan tumbuh dan kembang anak berkebutuhan khusus
  • 18.
    Ruang lingkup : 1.Anak korban kekerasan (KTA) dan penelantaran termasuk eksploitasi seksual anak (ESA), dan tindak pidana perdagangan orang (TPPO) 2. Anak dengan kecacatan 3. Anak yang berhadapan dengan hukum (ABH) di lapas atau rutan 4. Anak jalanan / pekerja anak 5. Anak dari kelompok minoritas/ terisolasi/ terasing Sumber : pedoman umum perlindungan kesehatan anak berkebutuhan khusus kemenkes 2010,hal 6.
  • 19.
    Tujuan dan Kegiatan Tujuan: Meningkatkan jangkauan dan kualitas perlindungan kesehatan bagi anak berkebutuhan khusus. Secara umum, Setiap ruanglingkup Pelayanan kesehatan anak berkebutuhan khusus memeliki kegiatan: • Pelayanan Kesehatan dasar • Pelayan Medis • Konseling • Penyuluhan
  • 20.
    3. Penjaringan Kesehatan AnakSekolah • Salah satu program penjaringan kesehatan anak sekolah adalah UKS • UKS (Usaha Kesehatan Sekolah) merupakan bagian dari program kesehatan anak usia sekolah. Anak usia sekolah adalah anak yang berusia 6 – 21 tahun, yang sesuai dengan proses tumbuh kembangnya dibagi menjadi 2 sub kelompok, yakni pra remaja (6-9 tahun) dan remaja (10-19 tahun).
  • 21.
    Continue • Program UKSadalah upaya terpadu lintas program dan lintas sektoral dalam rangka meningkatkan derajat kesehatan serta membentuk perilaku hidup bersih dan sehat anak usia sekolah yang berada di sekolah dan Madrasah Ibtidaiyah. • Sasaran Peserta didik sekolah / madrasah, Satuan Pendidikan Luar Sekolah, Guru, pamong Belajar, Pengelola Pendidikan, pengelola Kesehatan dan masyarakat
  • 22.
    Continue • Tujuan UKS Meningkatkan mutu pendidikan dan prestasi belajar peserta didik dengan meningkatkan perilaku hidup bersih dan sehat dan derajat kesehatan peserta didik maupun warga sekolah serta menciptakan lingkungan yang sehat, sehingga memungkinkan pertumbuhan dan perkembangan yang harmonis dan optimal dalam rangka pembentukan manusia Indonesia seutuhnya.
  • 23.
    Contoh Program Pertumbuhan dan Perkembangan Anak
  • 24.
    Contoh Program diSemarang • SDIDTK • PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini) • BKB (Bina Keluarga Balita) • Program lain seperti adanya jadwal ke TK dan posyandu yang sudah ada sejak dulu.
  • 25.
  • 26.
    Analisis Pelaksanaan dan Evaluasi (SDIDTK)Tumbuh Kembang Balita dan Anak Pra Sekolah di Puskesmas Kota Semarang Tahun 2009
  • 27.
    Analisis Pelaksanaan • Sekitar67,57% Puskesmas di Wilayah DKK Semarang belum mencapai target Rencana Stratejik Dinas Kesehatan Kota Semarang.untuk Program SDIDTK tahun 2007 yaitu 68%, • ada 7 Puskesmas yang cakupan SDIDTK nya menurun lebih dari 20% pada tahun 2007 dibandingkan tahun sebelumnya. • Masih ada Puskesmas yang cakupan di SDIDTKnya hanya 12,8% pada tahun 2007 serta kurangnya koordinasi kegiatan program SDIDTK dengan masyarakat.
  • 28.
    • Pelaksanaan programSDIDTK di Puskesmas dan jaringannya masih terbatas pada deteksi dini penyimpangan pertumbuhan, sedangkan deteksi dini penyimpangan perkembangan, penyimpangan mental emosional dan stimulasi sesuai usia anak masih belum dilaksanakan.
  • 29.
    Evaluasi fungsi pengorganisasian danpenggerakan belum maksimal, karena • masih ada penanggung jawab program SDIDTK yang belum pernah mendapatkan pelatihan SDIDTK di Puskesmas • belum tersosialisasinya program SDIDTK di Puskesmas dan jaringannya dengan baik dan benar, • fasilitas pendukung pelaksanaan program SDIDTK di Puskesmas masih belum memadai dan kurangnya dukungan dari Kepala Puskesmas untuk pelaksanaan Program ini di Puskesmas. sehingga tujuan akhir program belum tercapai
  • 30.
    Daftar Pustaka • Kementrian Kesehatan RI. 2010 “Pedoman Umum Perlindungan Kesehatan Anak Berkebutuhan Khusus” Kemenkes 2010 • Administrator. 2011. “Stimulasi Deteksi Intervensi Dini Tumbuh Kembang Anak” di ambil dari http://www.kesehatananak.depkes.go.id/index.php?opti on=com_content&view=article&id=49:stimulasi-deteksi- intervensi-dini-tumbuh-kembang-anak&catid=37:subdit- 2&Itemid=80. Di akses pada 25 Desember 2011 • Anonim. 2010. “Pengertian Tumbuh Kembang Anak” di ambil dari • http://www.infofisioterapi.com/pengertian-tumbuh- kembang-anak.html Di akses pada 25 Desember 2011 • Anonim. http://eprints.undip.ac.id/16961/1/Dewi_Maritalia.pdf. Di akses pada 25 Desember 2011 • Anonim. http://staff.uny.ac.id/sites/default/files/ABK%20TUK %20TENDIK.pdf. Di akses pada 25 Desember 2011