PRINSIP CONTROL
PADA ENGINE
Terdapat 3 Elemen penting untuk menghasilkan
tenaga pada mesin bensin:
1. Campuran Udara dan bahan bakar yang bagus
2. Kompresi yang baik
3. Loncatan bunga api yang baik
Campuran bagus :
Homogen
Perbandingan campuran 1 : 14,7
( 1 kg bensin dengan 14,7 kg udara)
 Perbandingan kompresi  = 8 – 12
 Tekanan kompresi : 10 – 16 bar
 Tekanan pembakaran : 40 – 60 bar
Kompresi Baik :
Bunga api baik :
 Cukup tenaga listrik ( 3 mJ )
 Waktu penyalaan yang tepat
 Perlu kontrol yang tepat untuk mendapatkan ketiga elemen ini
secara bersamaan
( campuran udara – bensin, kompresi yang cukup dan WAKTU
loncatan api ).
Kesimpulan :
Proses Kontrol Komputer:
 Agar kontrol bekerja dengan baik, diperlukan sistem yang komprehensif da
berbagai input dan output.
Sensor :
Komponen-komponen sebagai masukan :
 Sensor putaran
 Sensor aliran udara
 Sensor temperatur
 Sensor gas buang
 Dll.
Kontrol :
 Mesin untuk memproses suatu keinginan (harapan)
 Komponen-komponen sebagai aktor (pengeksekusi) suatu perintah :
 Injektor
 Koil
 Katup pengatur putaran (ISC)
 Dll.
Aktuator :
Kesimpulan :
 Banyak-sedikitnya bensin disemprotkan
oleh INJEKTOR berdasarkan masukan
dari sensor-sensor.
 Saat pengapian yang tepat dipercikkan
oleh KOIL pada busi berdasarkan
masukan SENSOR (putaran, beban
kendaraan).
Beberapa sistem pengontrolan/pengaturan pada
engine :
1. Kontrol Injeksi (EFI)
2. Kontrol pengapian (i-DSI)
3. Kontrol gas buang (EGR)
4. Kontrol katup (VVT-I, VTEC)
5. Kontrol putaran idle (ISC)
6. Kontrol kerusakan (OBD)
Kontrol
Injeksi
Kontrol
Katup
Kontrol
Kerusaka
n
Kontrol
Gas
Buang
Kontrol
Putaran
Idle
Kontrol
pengapia
n
EC
S
Sistem Karburator
Penyemprotan bahan bakar
berdasarkan perbedaan tekanan
SISTEM ALIRAN BAHAN BAKAR
Sistem Injeksi
Penyemprotan bahan bakar dilakukan oleh injector yang
dikontrol oleh ECU berdasarkan masukan sensor-sensor.
Contoh sistem pengontrolan injeksi :
Nama-nama sistem Injeksi pada kendaraan :
Toyota :
Honda :
Merc -Benz :
Mazda :
Nissan :
Suzuki :
Mitsubishi :
EFI (Electronik Fuel Injection)
PGMFI (Programable Fuel Injection)
EGI (Electronik Gasoline Injection)
ECCS (Electronik Concentrated engine Control System)
MPI (Multi Point Injection)
ECI (Electronik Control Injection)
JETRONIK
Pengaturan saat pengapian ---- Advance Vacum dan Sentrifugal
Induksi Tegangan Tinggi ---- Kontak Pemutus
Pengapian Konvensional
SISTEM PENGAPIAN
Pengaturan saat pengapian ---- Advance Vacum dan Sentrifugal
Induksi Tegangan Tinggi ---- Transistor (Elektronik)
Pengapian Elektronik
Pengaturan saat pengapian ---- Elektronik (Program)
Induksi Tegangan Tinggi ---- Transistor (Elektronik)
Pengapian Komputer
Putaran mesin : 750 rpm
Kondisi : Idel
Saat pengapian : 10  PE
Catatan :
Putaran rendah saat
pengapian 10  PE
Putaran mesin : 3000 rpm
Kondisi : Tanpa beban
Saat pengapian : 25  PE
Catatan :
Putaran semakin tinggi saat
pengapian dimajukan
Putaran mesin : 3000 rpm
Kondisi : Dengan
beban
Saat pengapian : 15  PE
Catatan :
Putaran tinggi tetapi mesin
berbeban saat pengapian
dimundurkan
Contoh Pengontrolan pengapian
Mempertahankan putaran idel pada semua
kondisi saat katup gas tertutup, dengan mengatur
udara masuk lewat saluran bypass atau
pengaturan katup gas.
1. Katup ISC
2. ECU
3. Katup Gas
4. Saluran bypas
ISC
Kondisi-kondisi yang dikontrol :
Temperatur dingin, putaran dinaikkan supaya mesin
mudah hidup dan temperatur kerja cepat tercapai.
Beban AC, putaran dinaikkan (Idel Up) karena mesin
terbebani oleh kompresor AC dan supaya sistem
pendinginan dapat terpenuhi.
Beban Steering,
Beban Kelistrikan
dll.
Kerusakan di kendaraan bisa dilihat pada“check Engine” yang
terletak di dashboard. Apabila lampu “check Engine” menyala
berarti ada kerusakan pada kendaraan dan data kerusakan
akan disimpan oleh ECU. Tetapi kendaraan masih dapat
berjalan dengan program darurat. Dengan demikian kendaraan
masih dapat dikendarai untuk secepatnya dibawa ke bengkel.
KONTROL KERUSAKAN
Pemeriksaan Kerusakan :
a. Secara Manual
Gambar : Jumper pada DLC (contoh toyota) dan Kode kesalahan
pada MIL
Code Kerusakan Kemungkinan gangguan
1111 Tidak ada kerusakan
12 CKP, CMP Sinyal Kabel, CKP/CMP sensor, ECU
13 CKP Sinyal Kabel, CKP/CMP sensor, ECU
14 Ignition Sinyal Kabel, Ignition Amplifier, ECU
16 Tranmission Control Sinyal Kabel, ECU
21 Oksigen sensor (O2) Kabel, O2 sensor, ECU
22 ECT (sensor temp. Mesin) Kabel, ECT sensor, ECU
24 IAT (sensor temp. Udara masuk) Kabel, IAT sensor, ECU
25 Campuran kurus Kabel, udara palsu, pengapian, tekanan
bensin, Injektor, MAP, ECT, IAT, O2, ECU
26 Campuran Gemuk Kabel, udara palsu, pengapian, tekanan
bensin, Injektor, MAP, ECT, IAT, O2, ECU
31 MAP (Manifold Absolute Pessure) Kabel, MAP sensor, ECU
33 (IAC) Idel Air Control Kabel, IAC valve, ECU
41 TPS (Throttle Position Sensor) Kabel, TP sensor, ECU
42 VSS (Veheicle Speed Sensor) Kabel, VS sensor, ECU
43 Start Signal Kabel, kunci kontak, ECU
51 Saklar idel Kabel, TP sensor, ECU
52 Knock sensor Kabel, Knock sensor, ECU
53 Knock control malfunktion ECU
Tabel Kode Kerusakan :
2. Dengan ScanTools
Caranya :
1. Hubungkan kabel antara soket
DLC dengan soket pada scantool.
2. Hidupkan scanner dengan
menekan tombol power
3. Masukan data kendaraan
4. Pilih sistem yang akan discan
5. Baca hasil scan baik berupa data
trouble code atau current data
6. Perbaiki kerusakan/ganti
7. Hapus kerusakan dengan scanner
8. Setelah OK matikan scanner
dengan menekan tombol power
beberapa saat.

PRINSIP CONTROL.ppt

  • 1.
  • 2.
    Terdapat 3 Elemenpenting untuk menghasilkan tenaga pada mesin bensin: 1. Campuran Udara dan bahan bakar yang bagus 2. Kompresi yang baik 3. Loncatan bunga api yang baik
  • 3.
    Campuran bagus : Homogen Perbandingancampuran 1 : 14,7 ( 1 kg bensin dengan 14,7 kg udara)  Perbandingan kompresi  = 8 – 12  Tekanan kompresi : 10 – 16 bar  Tekanan pembakaran : 40 – 60 bar Kompresi Baik :
  • 4.
    Bunga api baik:  Cukup tenaga listrik ( 3 mJ )  Waktu penyalaan yang tepat  Perlu kontrol yang tepat untuk mendapatkan ketiga elemen ini secara bersamaan ( campuran udara – bensin, kompresi yang cukup dan WAKTU loncatan api ). Kesimpulan :
  • 5.
    Proses Kontrol Komputer: Agar kontrol bekerja dengan baik, diperlukan sistem yang komprehensif da berbagai input dan output.
  • 6.
    Sensor : Komponen-komponen sebagaimasukan :  Sensor putaran  Sensor aliran udara  Sensor temperatur  Sensor gas buang  Dll. Kontrol :  Mesin untuk memproses suatu keinginan (harapan)  Komponen-komponen sebagai aktor (pengeksekusi) suatu perintah :  Injektor  Koil  Katup pengatur putaran (ISC)  Dll. Aktuator :
  • 7.
    Kesimpulan :  Banyak-sedikitnyabensin disemprotkan oleh INJEKTOR berdasarkan masukan dari sensor-sensor.  Saat pengapian yang tepat dipercikkan oleh KOIL pada busi berdasarkan masukan SENSOR (putaran, beban kendaraan).
  • 8.
    Beberapa sistem pengontrolan/pengaturanpada engine : 1. Kontrol Injeksi (EFI) 2. Kontrol pengapian (i-DSI) 3. Kontrol gas buang (EGR) 4. Kontrol katup (VVT-I, VTEC) 5. Kontrol putaran idle (ISC) 6. Kontrol kerusakan (OBD)
  • 9.
  • 10.
    Sistem Karburator Penyemprotan bahanbakar berdasarkan perbedaan tekanan SISTEM ALIRAN BAHAN BAKAR
  • 11.
    Sistem Injeksi Penyemprotan bahanbakar dilakukan oleh injector yang dikontrol oleh ECU berdasarkan masukan sensor-sensor.
  • 12.
  • 13.
    Nama-nama sistem Injeksipada kendaraan : Toyota : Honda : Merc -Benz : Mazda : Nissan : Suzuki : Mitsubishi : EFI (Electronik Fuel Injection) PGMFI (Programable Fuel Injection) EGI (Electronik Gasoline Injection) ECCS (Electronik Concentrated engine Control System) MPI (Multi Point Injection) ECI (Electronik Control Injection) JETRONIK
  • 14.
    Pengaturan saat pengapian---- Advance Vacum dan Sentrifugal Induksi Tegangan Tinggi ---- Kontak Pemutus Pengapian Konvensional SISTEM PENGAPIAN
  • 15.
    Pengaturan saat pengapian---- Advance Vacum dan Sentrifugal Induksi Tegangan Tinggi ---- Transistor (Elektronik) Pengapian Elektronik
  • 16.
    Pengaturan saat pengapian---- Elektronik (Program) Induksi Tegangan Tinggi ---- Transistor (Elektronik) Pengapian Komputer
  • 17.
    Putaran mesin :750 rpm Kondisi : Idel Saat pengapian : 10  PE Catatan : Putaran rendah saat pengapian 10  PE Putaran mesin : 3000 rpm Kondisi : Tanpa beban Saat pengapian : 25  PE Catatan : Putaran semakin tinggi saat pengapian dimajukan Putaran mesin : 3000 rpm Kondisi : Dengan beban Saat pengapian : 15  PE Catatan : Putaran tinggi tetapi mesin berbeban saat pengapian dimundurkan Contoh Pengontrolan pengapian
  • 18.
    Mempertahankan putaran idelpada semua kondisi saat katup gas tertutup, dengan mengatur udara masuk lewat saluran bypass atau pengaturan katup gas. 1. Katup ISC 2. ECU 3. Katup Gas 4. Saluran bypas ISC
  • 19.
    Kondisi-kondisi yang dikontrol: Temperatur dingin, putaran dinaikkan supaya mesin mudah hidup dan temperatur kerja cepat tercapai. Beban AC, putaran dinaikkan (Idel Up) karena mesin terbebani oleh kompresor AC dan supaya sistem pendinginan dapat terpenuhi. Beban Steering, Beban Kelistrikan dll.
  • 20.
    Kerusakan di kendaraanbisa dilihat pada“check Engine” yang terletak di dashboard. Apabila lampu “check Engine” menyala berarti ada kerusakan pada kendaraan dan data kerusakan akan disimpan oleh ECU. Tetapi kendaraan masih dapat berjalan dengan program darurat. Dengan demikian kendaraan masih dapat dikendarai untuk secepatnya dibawa ke bengkel. KONTROL KERUSAKAN
  • 21.
    Pemeriksaan Kerusakan : a.Secara Manual Gambar : Jumper pada DLC (contoh toyota) dan Kode kesalahan pada MIL
  • 22.
    Code Kerusakan Kemungkinangangguan 1111 Tidak ada kerusakan 12 CKP, CMP Sinyal Kabel, CKP/CMP sensor, ECU 13 CKP Sinyal Kabel, CKP/CMP sensor, ECU 14 Ignition Sinyal Kabel, Ignition Amplifier, ECU 16 Tranmission Control Sinyal Kabel, ECU 21 Oksigen sensor (O2) Kabel, O2 sensor, ECU 22 ECT (sensor temp. Mesin) Kabel, ECT sensor, ECU 24 IAT (sensor temp. Udara masuk) Kabel, IAT sensor, ECU 25 Campuran kurus Kabel, udara palsu, pengapian, tekanan bensin, Injektor, MAP, ECT, IAT, O2, ECU 26 Campuran Gemuk Kabel, udara palsu, pengapian, tekanan bensin, Injektor, MAP, ECT, IAT, O2, ECU 31 MAP (Manifold Absolute Pessure) Kabel, MAP sensor, ECU 33 (IAC) Idel Air Control Kabel, IAC valve, ECU 41 TPS (Throttle Position Sensor) Kabel, TP sensor, ECU 42 VSS (Veheicle Speed Sensor) Kabel, VS sensor, ECU 43 Start Signal Kabel, kunci kontak, ECU 51 Saklar idel Kabel, TP sensor, ECU 52 Knock sensor Kabel, Knock sensor, ECU 53 Knock control malfunktion ECU Tabel Kode Kerusakan :
  • 23.
    2. Dengan ScanTools Caranya: 1. Hubungkan kabel antara soket DLC dengan soket pada scantool. 2. Hidupkan scanner dengan menekan tombol power 3. Masukan data kendaraan 4. Pilih sistem yang akan discan 5. Baca hasil scan baik berupa data trouble code atau current data 6. Perbaiki kerusakan/ganti 7. Hapus kerusakan dengan scanner 8. Setelah OK matikan scanner dengan menekan tombol power beberapa saat.