Faktor-faktor Perkembangan PesertaDidik
A. Faktor Genetika (Hereditas)
Hereditas merupakan totalitas karaktiristik individu yang diwariskan orang tua
kepada anak, atau segala potensi (baik fisik maupun psikis) yang dimiliki individu sejak
masa konsepsi sebagai pewarisan dari pihak orang tua melalui gen – gen.
Pengaruh gen terhadap kepribadian, sebanarnya tidak secara langsung, karena
dipengaruhi gen secara langsung adalah:
a. kualitas sistem saraf
b. kesimbangan biokimia tubuh
c. struktur tubuh
4.
B. Faktor Lingkungan
Lingkunganadalah keseluruhan fenomena (peristiwa, situasi, atau kondisi) fisik/alam atau
social yang memengaruhi atau dipengaruhi perkembangan individu. Faktor lingkungan yang
dibahas pada paparan berikut adalah lingkungan keluarga, sekolah, teman sebaya, dan media
massa.
1. Lingkungan Keluarga
Lingkungan keluarga dipandang sebagai faktor penentu utama terhadap perkembangan anak.
Alasan tentang pentingnya peranan keluarga bagi perkembangan anak, adalah :
a. Keluarga merupakan kelompok social pertama yang menjadi pusat indentifikasi anak.
b. Keluarga merupakan lingkungan pertama yang mengenalkan nilai – nilai kehiduupan
kepada anak.
c. Orang tua dan anggota keluarga lainnya merupakan “significant people” bagi
perkembangan kepribadiaan anak.
d. Keluarga sebagai institusi yang memfasilitas kebutuhan dasar insane ( manusiawi),
baik yang bersifat fisik-biologis, maupun sosiopsikologis.
e. Anak banyak menghabiskan waktunya di lingkungan keluarga.
5.
MENURUT HAMNER DANTUNER PERANAN ORANG TUA YANG SESUAI DENGAN FASE
PERKEMBANGAN ANAK ADALAH:
1. Pada masa bayi berperan sebagai perawat (caregiver)
2. Pada masa kanak – kanak sebagai pelindung (protector)
3. Pada usia prasekolah sebagai pengasuh (nurturer)
4. Pada masa sekolah dasar sebagai pendorong (encourager)
5. Pada masa praremaja dan remaja berperan sebagai konselor (counselor)
2. LINGKUNGAN SEKOLAH
SEKOLAH MERUPAKAN LEMBAGA PENDIDIKAN FORMAL YANG SECARA
SISTEMATIS MELAKSANAKAN PROGRAM BIMBINGAN, PENGAJARAN, DAN ATAU
PELATIHAN DALAM RANGKA MEMBANTU PARA SISWA AGAR MAMPU
MENGEMBANGKAN POTENSINYA SECARA OPTIMAL, BAIK YANG MENYANGKUT ASPEK
MORAL-SPIRITUAL, INTELEKTUAL, EMOSIONAL, SOCIAL, MAUPUN FISIK-MOTORIKNYA.
6.
3. Kelompok TemanSebaya (peer group)
Kelompok teman sebaya sebagai lingkungan social bagi anak mempunyai peranan cukup penting
bagi perkembangan dirinya. Melalui kelompok teman sebaya, anak dapat memenuhi kebutuhannya untuk
belajar berinteraksi social (berkomunikasi dan bekerja sama), belajar menyatakan pendapat perasaan
orang lain, belajar tentang norma-norma kelompok dan memperoleh pengakuan dan penerimaan sosial.
Untuk mencegah terjadinya penyimpangan perilaku remaja, khususnya dalam kelompok teman
sebaya, maka perlu diperhatikan hal sebagai beberapa hal berikut:
a.Orang tua perlu menjalin hubungan yang harmonis antara mereka sendiri (suami-istri) dan mereka
dengan anak.
b. Orang tua perlu mencurahkan kasih saying dan perhatian kepada anak.
c. Orang tua berdiskusi dengan anak tentang cara memilih atau bergaul dengan teman.
d. ,Sekolah sebagai lingkungan keluarga setelah rumah, perlu diciptakan sebagai lingkungan belajar
yang mengfasilitasi perkembangan siswa, baik aspek fisik, intelektual, emosi, social, maupun moral
spiritual.
7.
4. Media Massa
Salahsatu media massa yang sangat menarik perhatian warga masyarakat khususnya anak
– anak adalah televisi. Televisi sebagai media massa elektronik mempunyai misi untuk
memberikan informasi, pendidikan, dan hiburan kepada pemirsanya. Dilihat dari sisi ini televisi
dapat memberikan dampak positif bagi warga masyarakat (termasuk anak-anak), karena melalui
berbagai tayangan yang disajikannya mereka memperoleh:
a. Berbagai informasi yang dapat memperluas wawasan pengetahuan tentang berbagai aspek
kehidupan.
b. Hiburan, baik berupa film maupun musik, dan
c. Pendidikan baik yang bersifat umum maupun agama.
Tayangan–tayangan televisi itu disamping memberikan dampak positif, juga telah
memberikan dampak negative terhadap gaya hidup masyarakat terutama anak – anak. Tayangan
televisi yang berupa hiburan, baik film maupun musik banyak yang tidak cocok untuk ditonton
oleh anak – anak.
8.
C. Aliran –Aliran Yang Mempengaruhi Perkembangan Peserta Didik
1. Aliran Nativisme
Native, artinya mengenai kelahiran atau pembawaaan, jadi aliran nativisme
adalah paham yang menitikberatkan pentingnya factor dasar yang dibawa sejak
lahir, Menurutnya perkembangan-perkembangan individu semat –mata
dimungkinkan dan ditentukan oleh factor–factor yang dibawa sejak lahir. Dengan
demikian, menurut aliran itu keberhasilan belajar ditentukan oleh individu itu
sendiri.
Para pendukung nativisme, biasanya mempertahankan kebenaran
pandangan tersebut, yaitu dengan menunjuk berbagai kesamaan atau kemiripan
antara pihak orang tua dengan anak – anaknya. Kata mereka : kalau ayahnya ahli
musik maka anaknya ahli musik pula, anak pelukis akhirnya menjadi pelukis.
9.
2. Aliran Empirisme
Emperisberarti “pengalaman”. Maka emperisme maksudnya adalah:
aliran yang mengutamakan peranan faktor pengalaman, lingkungan, pendidikan,
dan tidak mengakui peranan factor dasar atau pembawaan sejak lahir.
3.Aliran konvergensi
Dalam bahasa inggris converge artinya memusatkan pada satu titik, atau
bertemu . Maka bisa diartikan, konvergensi adalah ’’titik pertemuan” Agaknya
memang benar oleh karena kehadiran aliran ini telah mempertemukan dua
pandangan ekstrim, natifisme dan emperisme.
10.
D. Faktor-faktor yangmempengaruhi perkembangan peserta didik
1. Factor Internal
Yaitu factor yang ada dalam diri siswa itu sendiri yang meliputi pembawaan dan potensi psikologis tertentu
yang turut mengembangkan dirinya sendiri. Dengan demikian factor internal bisa dibagi menjadi 2 macam
yaitu:
a. Factor fisik
Di dunia ini orang mempunyai bentuk tubuh yang bermacam – macam. Ada yang tinggi ceking, ada
yang pendek gemuk, dan ada yang sedang antara tinggi dan besar badanya. Sudah jelas, masing - masing
mempunyai pengaruh tersendiri bagi perkembangan seorang anak.
b. Factor psikis
Dalam hal kejiwaan, pada anak periang, sehingga banyak pergaulan. Akan tetapi ada pula yang selalu
tampak murung, pendiam, mudah tersinggung karenanya suka menyendiri. Bersosialisasi memerlukan
kematangan fisik dan psikis.Untuk mampu mempertimbangan dalam proses sosial, memberi dan menerima
pendapat orang lain, memerlukan kematangan intelektual dan emosional.
11.
2. Factor Eksternal
Yaituhal–hal yang datang atau ada diluar diri siswa yang meliputi lingkungan
(khususnya pendidikan) dan pengalaman berinteraksi siswa tersebut dengan
lingkungan. Factor eksternal dibagi menjadi 6 macam : factor biologis, physis,
ekonomis, cultural, edukatif, dan religious.
a. Factor biologis
Bisa diartikan, biologis dalam konteks ini adalah factor yang berkaitan
dengan keperluan primer seorang anak pada awal kehidupanya: Factor ini
wujudnya berupa pengaruh yang datang pertama kali dari pihak ibu dan ayah.
b. Factor phyis
Maksudnya adalah pengaruh yang datang dari lingkungan geografis,
seperti iklim keadaan alam, tingkat kesuburan tanah, jalur komunikasi dengan
daerah lain, dsb. Semua ini jelas membawa dampak masing – masing terhadap
perkembangan anak – anak yang lahir dan dibesarkan disana.
12.
c. Factor ekonomis
Dalamproses perkembanganya. Betapapun ukuranya bervariasi, seorang anak pasti
memerlukan biaya. Biaya untuk makan dan minum dirumah, tetapi juga untuk mebeli alat – alat
sekolah. Kehidupan sosial banyak dipengaruhi oleh kondisi atau status kehidupan sosial keluarga
dalam lingkungan masyarakat.
d. Factor cultural
Di Indonesia ini saja dari aceh sampai Irian jaya, jika dihitung ada berpuluh bahkan beratus
kelompok masyarakat yang masing – masing mempunyai kultur, budaya, adat istiadat, dan tradisi
tersendiri, dan hal ini jelas berpengaruh terhadap perkemangan anak – anak.
e. Faktor edukatif
faktor pendidikan ini relatif paling besar pengaruhnya disbanding factor yang lain manapun
juga. Pendidikan merupakan proses sosialisasi anak yang terarah. Hakikat pendidikan sebagai
proses pengoperasian ilmu yang normatif, akan memberikan warna kehidupan sosial anak di dalam
masyarakat dan kehidupan mereka di masa yang akan datang.
13.
f. Factor religious
Sebagaicontoh seorang anak kyai, sudah pasti ia akan berebeda dengan anak
lain yang tidak menjadi kyai, yang sekedar terhitung orang beragama, lebih–lebih
yang memang tidak beragama sama sekali, ini adalah soal perkembangan pula,
menyangkut proses terbentuknya prilaku seorang anak dengan agama sebagai faktor
penting yang mempengaruhinya.
g. Factor keluarga
Keluarga merupakan lingkungan pertama yang memberikan pengaruh
terhadap berbagai aspek perkembangan anak, termasuk perkembangan sosialnya.
Kondisi dan tata cara kehidupan keluarga merupakan lingkungan yang kondusif bagi
sosialisasi anak.
Proses pendidikan yang bertujuan mengembangkan kepribadian anak lebih
banyak ditentukan oleh keluarga. Pola pergaulan dan bagaimana norma dalam
menempatkan diri terhadap lingkungan yang lebih luas ditetapkan dan diarahkan oleh
keluarga
14.
ASPEK-ASPEK
PERKEMBANGAN PESERTA
DIDIK
1. Perkembanganfisik (syaraf, otot, kelenjar endokrin,
struktur fisik)
2. Perkembangan intelegensi
3. Perkembangan emosi
4. Perkembangan bahasa
5. Perkembangan sosial
6. Perkembangan kepribadian
7. Perkembangan moral dan perkembangan kesadaran
beragama