TEORI KEBOHONGAN ANTARPRIBADI
(Interpersonal Deception Theory)
Perilaku Disengaja dan Saling Ketergantungan
Selama Kebohongan
Kebohongan terdapat dimana-mana. Umat
manusia mengembangkan tentang segala
sesuatu, bagaimana cakapnya mereka untuk
sebuah pekerjaan, tujuan-tujuan mereka untuk
melakukan. Kebohongan membayang dalam
sosial, dan dengan akibat-akibat yang penting.
Tujuan dan Asumsi-asumsi Metateoretis
Interpersonal Deception Theory (IDT)
merupakan teori post-positivistic, dengan
kumpulan saling berhubungan tentang
pernyataan-pernyataan umum memprediksikan
dan menjelaskan latar belakang keadaan-
keadaan, proses-proses, dan hasil-hasil
kebohongan antarpribadi.
1. Asumsi dasar mendukung IDT ialah kebohongan
tidakbeda dari bentuk-bentuk komuikasi lainnya,
bahwa umat manusia berorientasi pada tujuan,
mahluk yang menyesuaikan diri. Komunikasi
mereka (apakah jujur atau bohong) dimaksudkan:
- Untuk memuaskan tuan rumah mengenai tujuan-
tujuan seperti memberikan diri sendiri
menyenangkan kepada orang lain,
- Mengelola ungkapan perasaan-perasaan dan
emosi-emosi dengan cara yang dapat diterima
secara sosial.
-Memelihara keserasian hubungan,
-Memudahkan arus percakapan,
-Meyakinkan orang lain untuk menerima gagasan-
gagasan dan usulan-usulan orang.
IDT menggaisbawahi bahwa itu harus dicirikan
sebagai suatu strategi, berarti bahwa:
- Para pelaku kebohongan mencoba berbagai taktik
untuk mencapai tujuan komunikasi mereka,
- Untuk dilihat sebagai dapat dipercaya,
- Supaya perbuatan bermuka dua mereka diterima
sebagai kebenaran,
- Untuk menghindarkan pendeteksian.
2. Pengelolaan informasi adalah penting bagi
komunikasi. Orang dapat memilih untuk
bersembunyi, mengubah, salah dalam
menggambarkan, mengaburkan, atau
menghindarkan penyampaian informasi dalam
komunikasi mereka dengan manipulasi kejujuran,
kelengkapan, arah, relevansi, dan personalisasi
tentang pesan-pesan mereka.
Para pembohong hrs mengelola tidak hanya pesan
yg utama, biasanya verbal, yang menyampaikan isi
yang palsu, tetapai juga bahasa yang menyertai dan
perilaku nonverbal yang dimaskud untuk
menghindarkan pendeteksian dan mendukung
kredibilitas.
3. Para penerima merupakan partisipasi aktif
dalam kisah-kisah bohong yang mempengaruhi
perjalanan aktif dalam kisah-kisah bohong yang
mempengaruhi perjalanan waktu mereka dan
hasil-hasil akhir.
Ciri-ciri Utama Teori:
Proposisi 1. Ciri-ciri konteks tetang pertukaran-
pertukaran yang memperdaya yang secara
sistematis mempengaruhi kognisi-kognisi dan
perilaku-perilaku pengirim dan penerima
merupakan antar-aktivitas medium dan
tuntutan-tuntutan tentang tugas percakapan.
Proposisi 2. Ciri-ciri relasional tentang
pertukaran yang memperdaya yang secra
sistematis mempengaruhi kognisi-kognisi dan
perilaku-perilaku dan penerima merupakan
valensi keakraban dan hubungan.
Proposisi 3. Konteks-konteks interaktif dan
hubungan-hubungan moderat secara positif
dihubungkan dengan harapan yang lebih tinggi
bahwa pengirim adalah jujur.
Proposisi 4. Makin banyak para penerima
berharap keadaan yang sebenarnya dan mereka
makin lebih mengenal para pembohong atau
perilaku yang memperdaya, makin berkurang
kekhawatiran para pembohong akan
pendeteksian. (kasus suami-istri, istri menerima
pernyataan jujur suami tentang perilaku judi,
zina dng wanita/pria lain).
Proposisi 5. Para pembohong terlibat dalam
aktivitas-aktivitas strategis (disengaja) dan
nonstrategis.
Proposisi 6-21……Saudara kritisi, beri contoh
dalam kehidupan nyata yang pernah tahu,
terlibat atau hasil analisis perilaku orang.
Penggunaan-penggunaan Teori
IDT dapat bertindak sebagai lensa untuk
mempertegas komunikasi antarpribadi dan
menyoroti variabel-variabel dan proses-
prosesnya.
Bahan Diskusi
1. Apa yang dimaksud kebohongan?
2. Bolehkan sebagai komunikator
(jurubicara)/PR officer berbuat bohong?
3. Bolehkah berbohong untuk
menaikan/mengangkat citra perusahan?
Kebohongan terdapat dimana-mana. Umat
manusia mengembangkan tentang segala
sesuatu, bagaimana cakapnya mereka untuk
sebuah pekerjaan, tujuan-tujuan mereka untuk
melakukan. Kebohongan membayang dalam
sosial, dan dengan akibat-akibat yang penting.

Presentation kuliah ke 5

  • 1.
    TEORI KEBOHONGAN ANTARPRIBADI (InterpersonalDeception Theory) Perilaku Disengaja dan Saling Ketergantungan Selama Kebohongan
  • 2.
    Kebohongan terdapat dimana-mana.Umat manusia mengembangkan tentang segala sesuatu, bagaimana cakapnya mereka untuk sebuah pekerjaan, tujuan-tujuan mereka untuk melakukan. Kebohongan membayang dalam sosial, dan dengan akibat-akibat yang penting.
  • 3.
    Tujuan dan Asumsi-asumsiMetateoretis Interpersonal Deception Theory (IDT) merupakan teori post-positivistic, dengan kumpulan saling berhubungan tentang pernyataan-pernyataan umum memprediksikan dan menjelaskan latar belakang keadaan- keadaan, proses-proses, dan hasil-hasil kebohongan antarpribadi.
  • 4.
    1. Asumsi dasarmendukung IDT ialah kebohongan tidakbeda dari bentuk-bentuk komuikasi lainnya, bahwa umat manusia berorientasi pada tujuan, mahluk yang menyesuaikan diri. Komunikasi mereka (apakah jujur atau bohong) dimaksudkan: - Untuk memuaskan tuan rumah mengenai tujuan- tujuan seperti memberikan diri sendiri menyenangkan kepada orang lain, - Mengelola ungkapan perasaan-perasaan dan emosi-emosi dengan cara yang dapat diterima secara sosial.
  • 5.
    -Memelihara keserasian hubungan, -Memudahkanarus percakapan, -Meyakinkan orang lain untuk menerima gagasan- gagasan dan usulan-usulan orang. IDT menggaisbawahi bahwa itu harus dicirikan sebagai suatu strategi, berarti bahwa: - Para pelaku kebohongan mencoba berbagai taktik untuk mencapai tujuan komunikasi mereka, - Untuk dilihat sebagai dapat dipercaya, - Supaya perbuatan bermuka dua mereka diterima sebagai kebenaran, - Untuk menghindarkan pendeteksian.
  • 6.
    2. Pengelolaan informasiadalah penting bagi komunikasi. Orang dapat memilih untuk bersembunyi, mengubah, salah dalam menggambarkan, mengaburkan, atau menghindarkan penyampaian informasi dalam komunikasi mereka dengan manipulasi kejujuran, kelengkapan, arah, relevansi, dan personalisasi tentang pesan-pesan mereka. Para pembohong hrs mengelola tidak hanya pesan yg utama, biasanya verbal, yang menyampaikan isi yang palsu, tetapai juga bahasa yang menyertai dan perilaku nonverbal yang dimaskud untuk menghindarkan pendeteksian dan mendukung kredibilitas.
  • 7.
    3. Para penerimamerupakan partisipasi aktif dalam kisah-kisah bohong yang mempengaruhi perjalanan aktif dalam kisah-kisah bohong yang mempengaruhi perjalanan waktu mereka dan hasil-hasil akhir.
  • 8.
    Ciri-ciri Utama Teori: Proposisi1. Ciri-ciri konteks tetang pertukaran- pertukaran yang memperdaya yang secara sistematis mempengaruhi kognisi-kognisi dan perilaku-perilaku pengirim dan penerima merupakan antar-aktivitas medium dan tuntutan-tuntutan tentang tugas percakapan.
  • 9.
    Proposisi 2. Ciri-cirirelasional tentang pertukaran yang memperdaya yang secra sistematis mempengaruhi kognisi-kognisi dan perilaku-perilaku dan penerima merupakan valensi keakraban dan hubungan. Proposisi 3. Konteks-konteks interaktif dan hubungan-hubungan moderat secara positif dihubungkan dengan harapan yang lebih tinggi bahwa pengirim adalah jujur.
  • 10.
    Proposisi 4. Makinbanyak para penerima berharap keadaan yang sebenarnya dan mereka makin lebih mengenal para pembohong atau perilaku yang memperdaya, makin berkurang kekhawatiran para pembohong akan pendeteksian. (kasus suami-istri, istri menerima pernyataan jujur suami tentang perilaku judi, zina dng wanita/pria lain).
  • 11.
    Proposisi 5. Parapembohong terlibat dalam aktivitas-aktivitas strategis (disengaja) dan nonstrategis. Proposisi 6-21……Saudara kritisi, beri contoh dalam kehidupan nyata yang pernah tahu, terlibat atau hasil analisis perilaku orang.
  • 12.
    Penggunaan-penggunaan Teori IDT dapatbertindak sebagai lensa untuk mempertegas komunikasi antarpribadi dan menyoroti variabel-variabel dan proses- prosesnya.
  • 13.
    Bahan Diskusi 1. Apayang dimaksud kebohongan? 2. Bolehkan sebagai komunikator (jurubicara)/PR officer berbuat bohong? 3. Bolehkah berbohong untuk menaikan/mengangkat citra perusahan?
  • 17.
    Kebohongan terdapat dimana-mana.Umat manusia mengembangkan tentang segala sesuatu, bagaimana cakapnya mereka untuk sebuah pekerjaan, tujuan-tujuan mereka untuk melakukan. Kebohongan membayang dalam sosial, dan dengan akibat-akibat yang penting.