UPT PUSKESMAS TANJUNG BUNTUNG
2022
PERTEMUAN KADER JUMANTIK
PERTEMUAN KADER JUMANTIK
DALAM RANGKA PSN
(PEMBERANTASAN SARANG NYAMUK)
LATAR BELAKANG
DBD masih menjadi ancaman bagi kesehatan masyarakat di Kelurahan
Tanjung Buntung dan Bengkong Laut
• Tahun 2017 : 9 kasus
• Tahun 2018 : 21 kasus
• Tahun 2019 : 81 kasus, meninggal 1 org (perempuan, usia 11
Tahun)
• Tahun 2020 : 52 kasus
• Tahun 2021 : 62 kasus
• Tahun 2022 : 75 kasus (per September 2022)
Perlu intensifikasi upaya-upaya pencegahan dan penanggulangannya
LATAR BELAKANG
• Semua umur ikut berperan serta dalam mencegah
berjangkitnya penyakit akibat nyamuk (DBD,
Filariasis, Zika, Malaria)
• Tingkat SD pelatihan Dokter Kecil (Jumantik Cilik)
• Tingkat SMP/SMU : penyuluhan PHBS
• Dewasa : pelatihan kader Jumantik
• Usila : penyuluhan PHBS di Posbindu
PENYAKIT
DEMAM BERDARAH DENGUE
Anopheles
Aedes
Mansonia Culex
Armigeres
Anopheles Aedes Mansonia Culex
Pupae (1-2 hari) Larvae (8-10 hari)
Telur (1-2 hari)
Nyamuk dewasa + betina 14 hari
SIKLUS HIDUP NYAMUK
DBD merupakan salah satu penyakit menular yang dapat
menimbulkan wabah. Penyakit ini merupakan salah satu
masalah kesehatan di Indonesia yang dapat menimbulkan
kekuatiran karena perjalanan penyakitnya yang cepat dan dapat
menyebabkan kematian dalam waktu singkat.
PENYAKIT DBD
Penyebab DBD adalah virus dengue yang sampai saat ini
dikenal dengan 4 serotipe :
1. Dengue – 1
2. Dengue – 2
3. Dengue – 3
4. Dengue – 4
Setiap serotipe cukup berbeda sehingga tidak ada proteksi
silang dan wabah yang disebabkan beberapa serotipe dapat
terjadi.
Penyebab DBD
• Penularan DBD umumya melalui gigitan nyamuk Aedes Aegypti.
Meskipun dapat juga ditularkan oleh Aedes Albopictus yang
biasanya hidup di kebun-kebun
Penularan DBD
Masa inkubasi DBD biasanya 4 – 7 hari
Masa inkubasi DBD
Bentuk Abortif, Penderita tidak merasakan suatu gejala apapun.
Dengue Klasik, Penderita mengalami demam tinggi selama 4 – 7 hari
nyeri-nyeri pada tulang, diikuti dengan munculnya bintik-bintik atau
bercak-bercak pendarahan dibawah kulit.
 Dengue Haemorhagig Fever (Demam Berdarah Dengue/DBD),
Gejalanya sama dengan dengue klasik ditambah dengan pendarahan dari
hidung (Epitaksis/mimisan), mulut, dubur, dsb.
Dengue Shock Syndrome, Gejalanya sama dengan DBD ditambah
dengan syok/presyok. Bentuk ini sering berujung pada kematian.
Jenis Manifestasi Penyakit DBD
Mekanisme penularan
• DBD pada umumnya menyerang anak-anak ≤ 15 Tahun
• Biasanya nyamuk Aedes Aegypti betina mencari mangsa pada
siang hari. Aktifitas menggigit biasanya mulai pagi sampai
petang hari dengan 2 puncak aktifitas antara pukul 09.00 –
10.00 dan pukul 16.00 – 17.00.
 Tempat penampungan air untuk keperluan sehari-hari seperti : drum, tangki, tempayan,
bak mandi/wc dan ember.
 Tempat penampungan air bukan untuk keperluan sehari-hari seperti : tempat minum
burung, vas bunga, barang-barang bekas (ban, kaleng, botol, plastik,dll).
 Tempat penampungan air alamiah seperti : lobang batu/pelepah daun, tempurung
kelapa, potongan bambu.
TEMPAT PERKEMBANGBIAKAN NYAMUK AEDES AEGYPTI
Tidak ada vaksin yang tersedia secara komersial untuk
penyakit DBD, pencegahan utama demam berdarah
terletak pada menghapuskan atau mengurangi vektor
nyamuk DBD.
Pemberantasan sarang nyamuk DBD adalah kegiatan
memberantas telur, jentik dan kepompong nyamuk DBD di
tempat-tempat pembiakannya.
PENCEGAHAN
1. Menguras dan menyikat tempat-tempat penampungan air, seperti : Bak
mandi/WC, drum, dll. (M1)
2. Menutup rapat-rapat tempat penampungan air, seperti : Gentong Air,
Tempayan, dll (M2).
3. Mengubur atau menyingkirkan barang-barang bekas yang dapat menampung
air hujan (M3).
PEMBERANTASAN
“3M”
a. Mengganti air vas bunga, tempat minum burung atau tempat lainnya yang
sejenis seminggu sekali.
b. Memperbaiki saluran dan talang air yang tidak lancar / rusak.
c. Menutup lubang pada potongan bambu / pohon dengan tanah.
d. Menaburkan bubuk Larvasida.
e. Memelihara ikan pemakan jentik di kolam / bak penampung air.
f. Memasang kawat kasa.
g. Menghindari kebiasaan menggantung pakaian dalam kamar.
h. Menggunakan kelambu.
i. Memakai obat yang dapat
mencegah gigitan nyamuk.
“PLUS”
Kader Jumantik
PERAN KADER JUMANTIK
• SANGAT PENTING
• PEMANTAUAN JENTIK BERKALA
• PEMBERNTASAN SARANG NYAMUK (PSN)
• GERAKAN 1 RUMAH 1 JUMANTIK
UNI SANTIK (Usir Nyamuk dinI dengan SAbtu Nyari jenTIK)
KADER JUMANTIK
TERIMA KASIH

Presentasi DBD dan Kader Jumantik.pptx

  • 1.
    UPT PUSKESMAS TANJUNGBUNTUNG 2022 PERTEMUAN KADER JUMANTIK
  • 2.
    PERTEMUAN KADER JUMANTIK DALAMRANGKA PSN (PEMBERANTASAN SARANG NYAMUK)
  • 3.
    LATAR BELAKANG DBD masihmenjadi ancaman bagi kesehatan masyarakat di Kelurahan Tanjung Buntung dan Bengkong Laut • Tahun 2017 : 9 kasus • Tahun 2018 : 21 kasus • Tahun 2019 : 81 kasus, meninggal 1 org (perempuan, usia 11 Tahun) • Tahun 2020 : 52 kasus • Tahun 2021 : 62 kasus • Tahun 2022 : 75 kasus (per September 2022) Perlu intensifikasi upaya-upaya pencegahan dan penanggulangannya
  • 4.
    LATAR BELAKANG • Semuaumur ikut berperan serta dalam mencegah berjangkitnya penyakit akibat nyamuk (DBD, Filariasis, Zika, Malaria) • Tingkat SD pelatihan Dokter Kecil (Jumantik Cilik) • Tingkat SMP/SMU : penyuluhan PHBS • Dewasa : pelatihan kader Jumantik • Usila : penyuluhan PHBS di Posbindu
  • 5.
  • 6.
  • 7.
  • 9.
    Pupae (1-2 hari)Larvae (8-10 hari) Telur (1-2 hari) Nyamuk dewasa + betina 14 hari SIKLUS HIDUP NYAMUK
  • 10.
    DBD merupakan salahsatu penyakit menular yang dapat menimbulkan wabah. Penyakit ini merupakan salah satu masalah kesehatan di Indonesia yang dapat menimbulkan kekuatiran karena perjalanan penyakitnya yang cepat dan dapat menyebabkan kematian dalam waktu singkat. PENYAKIT DBD
  • 11.
    Penyebab DBD adalahvirus dengue yang sampai saat ini dikenal dengan 4 serotipe : 1. Dengue – 1 2. Dengue – 2 3. Dengue – 3 4. Dengue – 4 Setiap serotipe cukup berbeda sehingga tidak ada proteksi silang dan wabah yang disebabkan beberapa serotipe dapat terjadi. Penyebab DBD
  • 12.
    • Penularan DBDumumya melalui gigitan nyamuk Aedes Aegypti. Meskipun dapat juga ditularkan oleh Aedes Albopictus yang biasanya hidup di kebun-kebun Penularan DBD
  • 13.
    Masa inkubasi DBDbiasanya 4 – 7 hari Masa inkubasi DBD
  • 14.
    Bentuk Abortif, Penderitatidak merasakan suatu gejala apapun. Dengue Klasik, Penderita mengalami demam tinggi selama 4 – 7 hari nyeri-nyeri pada tulang, diikuti dengan munculnya bintik-bintik atau bercak-bercak pendarahan dibawah kulit.  Dengue Haemorhagig Fever (Demam Berdarah Dengue/DBD), Gejalanya sama dengan dengue klasik ditambah dengan pendarahan dari hidung (Epitaksis/mimisan), mulut, dubur, dsb. Dengue Shock Syndrome, Gejalanya sama dengan DBD ditambah dengan syok/presyok. Bentuk ini sering berujung pada kematian. Jenis Manifestasi Penyakit DBD
  • 15.
  • 16.
    • DBD padaumumnya menyerang anak-anak ≤ 15 Tahun • Biasanya nyamuk Aedes Aegypti betina mencari mangsa pada siang hari. Aktifitas menggigit biasanya mulai pagi sampai petang hari dengan 2 puncak aktifitas antara pukul 09.00 – 10.00 dan pukul 16.00 – 17.00.
  • 17.
     Tempat penampunganair untuk keperluan sehari-hari seperti : drum, tangki, tempayan, bak mandi/wc dan ember.  Tempat penampungan air bukan untuk keperluan sehari-hari seperti : tempat minum burung, vas bunga, barang-barang bekas (ban, kaleng, botol, plastik,dll).  Tempat penampungan air alamiah seperti : lobang batu/pelepah daun, tempurung kelapa, potongan bambu. TEMPAT PERKEMBANGBIAKAN NYAMUK AEDES AEGYPTI
  • 18.
    Tidak ada vaksinyang tersedia secara komersial untuk penyakit DBD, pencegahan utama demam berdarah terletak pada menghapuskan atau mengurangi vektor nyamuk DBD. Pemberantasan sarang nyamuk DBD adalah kegiatan memberantas telur, jentik dan kepompong nyamuk DBD di tempat-tempat pembiakannya. PENCEGAHAN
  • 19.
    1. Menguras danmenyikat tempat-tempat penampungan air, seperti : Bak mandi/WC, drum, dll. (M1) 2. Menutup rapat-rapat tempat penampungan air, seperti : Gentong Air, Tempayan, dll (M2). 3. Mengubur atau menyingkirkan barang-barang bekas yang dapat menampung air hujan (M3). PEMBERANTASAN “3M”
  • 20.
    a. Mengganti airvas bunga, tempat minum burung atau tempat lainnya yang sejenis seminggu sekali. b. Memperbaiki saluran dan talang air yang tidak lancar / rusak. c. Menutup lubang pada potongan bambu / pohon dengan tanah. d. Menaburkan bubuk Larvasida. e. Memelihara ikan pemakan jentik di kolam / bak penampung air. f. Memasang kawat kasa. g. Menghindari kebiasaan menggantung pakaian dalam kamar. h. Menggunakan kelambu. i. Memakai obat yang dapat mencegah gigitan nyamuk. “PLUS”
  • 21.
  • 22.
  • 23.
    • SANGAT PENTING •PEMANTAUAN JENTIK BERKALA • PEMBERNTASAN SARANG NYAMUK (PSN) • GERAKAN 1 RUMAH 1 JUMANTIK UNI SANTIK (Usir Nyamuk dinI dengan SAbtu Nyari jenTIK) KADER JUMANTIK
  • 30.