Branding &
Personal Branding
Eva Noor J. (1940310007), Erma Puji L. (1940310013),
M. Noor `Adn A. (1940310019), Amar Baladil A. (1940310025)
Marketing Revolution
Aisyah Maulida, S.IP., MPA.
Apa itu Brand?
Tanda yang berupa gambar, nama,
kata, huruf-huruf, angka-angka
susunan warna, atau kombinasi dari
unsur-unsur tersebut yang memiliki
daya pembeda dan digunakan dalam
kegiatan perdagangan barang atau
jasa. (UU RI No 15 Th 2001)
Apa itu
Branding?
Proses / usaha untuk membangun
brand yang menyasar hati dan
pikiran konsumen yang telah
terbagi dengan produk-produk
sejenisnya. (Tom Duncan )
Apa itu
Self-Branding?
Self-Branding (Personal Branding) adalah suatu
kesan yang berkaitan dengan nilai, keahlian,
perilaku, maupun prestasi yang dibangun oleh
seseorang baik secara sengaja maupun tidak
sengaja dengan tujuan untuk menampilkan citra
dirinya. (Robby Firmansyah, dkk)
Karakteristik Self-Branding
#1 Khas #2 Relevan
Keunikan yang
berbeda dan tidak
dimiliki orang lain.
Terkait langsung dengan
objek dan sesuai target
market yang dituju.
Image positif yang
terbentuk pada target
market harus konsisten.
#3 Konsisten
Apa Urgensi Branding?
Alasan yang paling penting dari branding adalah
bagaimana membuat masyarakat menjadi sadar akan
kehadiran brand tersebut serta pada produk dan
jasa yang ditawarkan.
Lebih lanjut, Kotler dan Gertner (2004) menyatakan
bahwa “brand dapat membedakan satu produk
dengan yang lainnya dan memberikan nilai tertentu
terhadap produk tersebut”.
Contoh pembentukan branding yang terkenal adalah air
mineral AQUA. Sebagai minuman mineral pertama yang
muncul, AQUA lebih banyak dikenal oleh masyarakat
meskipun telah banyak merek lain yang muncul seperti air
mineral Cleo, Ades, VIT, Nestle, Le Mineral dan sebagainya.
Tak heran saat konsumen mencari minuman mineral, hal
pertama yang mereka ucap adalah merek AQUA, meski
pada akhirnya yang mereka beli adalah merek lain.
Apa Urgensi
Self-Branding?
Mengemban kepercayaan
Membangun kredibilitas
Membangun rasa percaya diri
Memperluas koneksi atau relasi
Tetap menunjukkan diri apa adanya
Berikut beberapa alasan pentingnya self branding:
Konsep Branding
#1 Nama
#4 Slogan
#2 Logo
#5 Jingle
Nama yang akan menjadi
perhatian dan tertanam dalam
benak orang lain
Untuk pegangan dalam
memahami & menjadikan
brand tersebut istimewa
Berfungsi sebagai penguat
dan penekan nama dan
makna dari sebuah brand
Slogan yang berbentuk nada
sehingga dapat diklasifikasikan
sebagai elemen brand
Karakter yang mewakili
tipe-tipe tertentu dari
simbol sebuah brand.
Aktivitas mendesain dan
memproduksi wadah atau
pembungkus sebuah produk
#3 Karakter
#6 Pengemasan
Konsep Self-Branding
#1 Spesialisasi (The Law of Specialization
#2 Kepemimpinan (The law of leadership)
#3 Kepribadian (The Law of Personality)
#4 Perbedaan (The Law of Distinctiveness)
#5 Konsistensi (The Law of Visibility)
#7 Keteguhan (The Law of Persistence)
#6 Kesatuan (The Law of Unity)
#8 Nama baik (The Law of Goodwill)
(The Eight Laws of Personal Branding, Peter Montoya )
Langkah Membangun Branding
#1 Melakukan Penelitian
#2 Memilih Fokus & Personalitas
#3 Menentukan Nama
#4 Menulis Slogan
#5 Menetapkan Penampilan
#6 Mendesain Logo Brand
#7 Menerapkan Branding
How to Start Your Own Brand From Scratch in 7 Steps – Shopify.com
creativealys.com/2019/09/20/the-psychology-of-color-in-logo-design
brand.twitter.com
brand.twitter.com
Membangun Personal Branding
#1 Lakukan Penelitian
#2 Bagikan konten-konten yang relevan
#3 Tingkatkan interaksi sosial secara online
#4 Gunakan nama yang konsisten
#5 Buat konten website yang relevan
#6 Miliki banyak akun media online dan kelola secara rutin
Personal Branding: Strategi Gapai Sukses di Era Digital – DewaWeb.com
https://twitter.com/sufisticdesignz/status/1063462801950285825
https://magangupdate.id/ssst-hati-hati-hrd-stalking-akun-media-sosial-kamu/
“Yaitu orang yang tidak menampakkan dirinya, tidak berambisi untuk
tampil di depan manusia, atau untuk ditunjuk oleh orang-orang atau
diperbincangkan oleh orang-orang.”
Dijelaskan oleh Syaikh Muhammad bin Shalih al-‘Utsaimin rahimahullah:
(Syarah Riyadish Shalihin, 629)
“Sesungguhnya Allah mencintai hamba yang
bertakwa, berkecukupan, dan tersembunyi.”
(HR. Muslim no. 2965)
Nabi Muhammad shallalalahu 'alaihi wa sallam pernah bersabda yang artinya:
Arigatou Gozaimasu
Semoga Bermanfaat. Baarakallahu fiikum.

[Presentasi] Branding & Personal Branding

  • 1.
    Branding & Personal Branding EvaNoor J. (1940310007), Erma Puji L. (1940310013), M. Noor `Adn A. (1940310019), Amar Baladil A. (1940310025) Marketing Revolution Aisyah Maulida, S.IP., MPA.
  • 2.
    Apa itu Brand? Tandayang berupa gambar, nama, kata, huruf-huruf, angka-angka susunan warna, atau kombinasi dari unsur-unsur tersebut yang memiliki daya pembeda dan digunakan dalam kegiatan perdagangan barang atau jasa. (UU RI No 15 Th 2001) Apa itu Branding? Proses / usaha untuk membangun brand yang menyasar hati dan pikiran konsumen yang telah terbagi dengan produk-produk sejenisnya. (Tom Duncan )
  • 3.
    Apa itu Self-Branding? Self-Branding (PersonalBranding) adalah suatu kesan yang berkaitan dengan nilai, keahlian, perilaku, maupun prestasi yang dibangun oleh seseorang baik secara sengaja maupun tidak sengaja dengan tujuan untuk menampilkan citra dirinya. (Robby Firmansyah, dkk)
  • 4.
    Karakteristik Self-Branding #1 Khas#2 Relevan Keunikan yang berbeda dan tidak dimiliki orang lain. Terkait langsung dengan objek dan sesuai target market yang dituju. Image positif yang terbentuk pada target market harus konsisten. #3 Konsisten
  • 5.
    Apa Urgensi Branding? Alasanyang paling penting dari branding adalah bagaimana membuat masyarakat menjadi sadar akan kehadiran brand tersebut serta pada produk dan jasa yang ditawarkan. Lebih lanjut, Kotler dan Gertner (2004) menyatakan bahwa “brand dapat membedakan satu produk dengan yang lainnya dan memberikan nilai tertentu terhadap produk tersebut”.
  • 6.
    Contoh pembentukan brandingyang terkenal adalah air mineral AQUA. Sebagai minuman mineral pertama yang muncul, AQUA lebih banyak dikenal oleh masyarakat meskipun telah banyak merek lain yang muncul seperti air mineral Cleo, Ades, VIT, Nestle, Le Mineral dan sebagainya. Tak heran saat konsumen mencari minuman mineral, hal pertama yang mereka ucap adalah merek AQUA, meski pada akhirnya yang mereka beli adalah merek lain.
  • 7.
    Apa Urgensi Self-Branding? Mengemban kepercayaan Membangunkredibilitas Membangun rasa percaya diri Memperluas koneksi atau relasi Tetap menunjukkan diri apa adanya Berikut beberapa alasan pentingnya self branding:
  • 8.
    Konsep Branding #1 Nama #4Slogan #2 Logo #5 Jingle Nama yang akan menjadi perhatian dan tertanam dalam benak orang lain Untuk pegangan dalam memahami & menjadikan brand tersebut istimewa Berfungsi sebagai penguat dan penekan nama dan makna dari sebuah brand Slogan yang berbentuk nada sehingga dapat diklasifikasikan sebagai elemen brand Karakter yang mewakili tipe-tipe tertentu dari simbol sebuah brand. Aktivitas mendesain dan memproduksi wadah atau pembungkus sebuah produk #3 Karakter #6 Pengemasan
  • 9.
    Konsep Self-Branding #1 Spesialisasi(The Law of Specialization #2 Kepemimpinan (The law of leadership) #3 Kepribadian (The Law of Personality) #4 Perbedaan (The Law of Distinctiveness) #5 Konsistensi (The Law of Visibility) #7 Keteguhan (The Law of Persistence) #6 Kesatuan (The Law of Unity) #8 Nama baik (The Law of Goodwill) (The Eight Laws of Personal Branding, Peter Montoya )
  • 10.
    Langkah Membangun Branding #1Melakukan Penelitian #2 Memilih Fokus & Personalitas #3 Menentukan Nama #4 Menulis Slogan #5 Menetapkan Penampilan #6 Mendesain Logo Brand #7 Menerapkan Branding How to Start Your Own Brand From Scratch in 7 Steps – Shopify.com
  • 11.
  • 12.
  • 13.
  • 14.
    Membangun Personal Branding #1Lakukan Penelitian #2 Bagikan konten-konten yang relevan #3 Tingkatkan interaksi sosial secara online #4 Gunakan nama yang konsisten #5 Buat konten website yang relevan #6 Miliki banyak akun media online dan kelola secara rutin Personal Branding: Strategi Gapai Sukses di Era Digital – DewaWeb.com https://twitter.com/sufisticdesignz/status/1063462801950285825
  • 15.
  • 16.
    “Yaitu orang yangtidak menampakkan dirinya, tidak berambisi untuk tampil di depan manusia, atau untuk ditunjuk oleh orang-orang atau diperbincangkan oleh orang-orang.” Dijelaskan oleh Syaikh Muhammad bin Shalih al-‘Utsaimin rahimahullah: (Syarah Riyadish Shalihin, 629) “Sesungguhnya Allah mencintai hamba yang bertakwa, berkecukupan, dan tersembunyi.” (HR. Muslim no. 2965) Nabi Muhammad shallalalahu 'alaihi wa sallam pernah bersabda yang artinya:
  • 17.