Laju disolusi obat dipengaruhi oleh faktor fisika-kimia seperti sifat kelarutan, ukuran partikel, dan kondisi lingkungan serta formulasi. Uji disolusi penting dalam pengembangan dan pengawasan mutu obat serta untuk menentukan bioavailability. Metodologi disolusi meliputi berbagai alat dan kondisi, termasuk suhu, volume, dan metode pengambilan sampel.