Pengenalan Alat-alat
Laboraturium Mikrobiologi
Kelompok 6 :
1. Fatkur Rochman H
2. Diana Nur A
3. Kholidah As Sa’idah
4. Fitrotul Af’idah
PENDAHULUAN
• Alat alat yang digunakan dalam praktikum mikrobiologi
digolongkan menjadi beberapa kelompok yaitu:
1. Alat-alat gelas meliputi :
labu erlenmeyer, gelas beker, gelas ukur, pipet ukur, tabung
reaksi , cawan petri, kaca benda dan kaca penutup, kaca
pengaduk, ose, staining jar, bunsen, tabung durham,
mikropipet, dan hemositometer.
2. Alat-alat preparasi meliputi :
autoklaf, oven, incubator, ent-kas, neraca, LAF, magnetic
stirrer, vortex, centrifuge, dan refrigerator. Sedangkan alat
bantu penglihatan yaitu mikroskop elektrik.
3. Alat-alat Pelengkap meliputi :
rak tabung reaksi dan filler.
ALAT-ALAT GELAS
• Alat-alat gelas digunakan sebagai wadah
larutan, menyimpan medium, mengambil dan
mengukur larutan dan lain sebagainya.
1. Labu Erlenmeyer (Erlenmeyer Flask)
• Fungsi :
Digunakan untuk menyimpan larutan
dan sisa medium(baik padat maupun
cair), untuk menghomogen-kan larutan
atau bahan-bahan serta dapat digunakan
untuk kultivasi kultur mikrobia.
• Prinsip Kerja :
Larutan atau medium yang akan
disimpan dituang melalui mulut
elenmeyer. Selanjutnya mulut
Erlenmeyer disumbat dengan kapas dan
dilapisi aluminium foil atau kertas, baru
kemudian disterilisasi.
2. Gelas Beker (Beaker Glass)
• Fungsi :
Digunakan sebagai wadah saat
pembuat-an media, untuk
menampung akuades dan lain-lain.
• Prinsip Kerja :
Gelas beker terbuat dari bahan kaca
yang tahan panas, karena biasanya
pengadukan atau pencampuran
bahan-bahan yang telah dimasukkan
dalam gelas beker dilakukan
menggunakan magnetic stirrer dan
pemanas.
3. Gelas Ukur
• Fungsi :
Digunakan untuk mengukur
volume cairan, dapat berupa:
akuades, air kelapa, air kaldu,
ekstrak taoge dan lain-lain.
• Prinsip Kerja :
Ukuran volume cairan pada
gelas ukur dapat ditentukan
dengan melihat meniskus
cekung cairan dalam gelas ukur.
4. Pipet Ukur
• Fungsi :
Digunakan untuk mengukur dan
memindahkan suatu larutan dengan
volume tertentu.
• Prinsip Kerja :
Pipet ukur hanya dapat digunakan
bila dipasangkan dengan filler atau
pipet pump, yang merupakan alat
bantu untuk menyedot dan
memindahkan larutan sesuai
dengan volume yang diinginkan.
5. Tabung Reaksi
• Fungsi :
Digunakan untuk menumbuhkan
mikroorganisme baik dalam
medium padat maupun cair,
untuk kegiatan pengenceran
serta untuk uji-uji biokimiawi.
• Prinsip Kerja :
Tabung reaksi terbuat dari kaca
yang tahan terhadap panas dan
tekanan tinggi, karena hampir
dalam semua kegiatan
mikrobiologi digunakan tabung
reaksi dalam keadaan steril.
6. Cawan Petri
• Fungsi :
Digunakan untuk kulti-vasi mikroorganisme
dalam biakan medium padat, untuk perhi-
tungan kepadatan mi-kroorganisme dengan
metode lempeng tuang serta untuk
melakukan uji sensitifitas mikro-organisme
terhadap zat antimikrobia
(antibiotic/desinfektan).
• Prinsip Kerja :
Cawan petri terbuat dari bahan gelas/kaca
agar tahan terhadap panas, karena untuk
kegiatan mikrobiologi cawan petri harus
disterilisasi terlebih dahulu. Medium
dituangkan pada bagian bawah baru
kemudian ditutup dengan bagian atas yang
memiliki diameter lebih besar.
7. Kaca Benda (Object Glass) dan Kaca
Penutup (Cover Glass)
• Fungsi :
Digunakan untuk membuat
preparat mikroskopik untuk
kemudian diberi warna.
• Prinsip Kerja :
Kaca benda harus digunakan
bersamaan dengan kaca
penutup. Kaca benda
memiliki dua tipe yaitu kaca
benda datar dan cekung,
keduanya memiliki fungsi
berbeda.
8. Kaca Pengaduk
• Fungsi :
Digunakan untuk
mengaduk campuran
bahan medium agar
homogen.
• Prinsip Kerja :
Kaca pengaduk terbuat dari
bahan kaca karena tidak
bersifat korosif.Pada
ujungnya terdapat bulatan
untuk mengaduk campuran
bahan-bahan medium.
9. Jarum Inokulasi (ose)
• Fungsi :
Digunakan untuk
memindahkan inokulum dari
satu media ke media lain.
• Prinsip Kerja :
Bagian pegangannya terbuat
dari kaca sedangkan bagian
lainnya terbuat dari kawat
untuk memindahkan inokulan.
Pada saat pemindahan
inokulan, ose harus dipanaskan
terlebih dahulu dengan
menggunakan bunsen hingga
kawat membara.
10. Staining Jar
• Fungsi :
Digunakan untuk meletakkan
sediaan pada proses pewarnaan
mikrobia.
• Prinsip Kerja :
Staining jar untuk proses
pewarnaan mula-mula diisi
dengan zat pewarna atau larutan
lain yang diperlukan. Lalu sediaan
pada kaca benda yang akan
diwarnai direndam di dalamnya
dalam jangka waktu tertentu.
11. Bunsen
• Fungsi :
Digunakan untuk sterilisasi
jarum ose pada saat kultivasi
mikrobia.
• Prinsip Kerja :
Prinsip kerjanya yaitu dengan
api yang menyala digunakan
untuk membakar jarum ose
serta bagian mulut alat-alat
gelas agar tidak terkontaminasi
saat dilakukan pemindahan atau
penanaman mikrobia.
12. Tabung Durham
• Fungsi :
Digunakan untuk uji reduksi
gula.
• Prinsip Kerja :
Dalam penggunaannya,
tabung durham dimasukkan
ke dalam tabung reaksi
dengan keadaan terbalik.
Hindari terjadinya gelembung
udara karena itu merupakan
salah satu indikator bahwa uji
tersebut positif.
13. Mikropipet
• Fungsi :
Digunakan untuk mengambil
larutan dengan volume tertentu
dalam skala mikromililiter.
• Prinsip Kerja :
Mikropipet biasanya digunakan
bersama dengan mikrotip. Sebelum
mengambil larutan, bagian atas
mikropipet ditarik lalu diatur
volume yang diinginkan dan
ditekan kembali. Baru dapat
digunakan mengambil larutan
dengan menekan satu kali bagian
atasnya.
14. Hemositometer
• Fungsi :
Digunakan untuk menghitung
jumlah sel mikroba dalam
suatu cairan atau suspensi.
• Prinsip Kerja :
Prinsip kerjanya yaitu harus
digunakan bersama dengan
skala hemositometer. Untuk
dapat melihatnya maka harus
menggunakan mikroskop.
Medium berupa cairan
dimasukkan melalui celah
berbentuk V atau H, baru
kemudian dapat diamati.
ALAT-ALAT PREPARASI
• Digunakan sebagai pendukung dalam kegiatan
praktikum di Laboraturium Mikrobiologi yang
meliputi peralatan mekanik dan peralatan
optik.
1. Autoklaf (Autoclave)
• Fungsi :
Digunakan sebagai alat
sterilisasi basah.
• Prinsip Kerja :
Autoklaf ini menggunakan
daya listrik, suhu dan
tekanannya dapat diatur
secara otomatis. Autoklaf
menggunakan panas dan
tekanan uap air yang tinggi
agar mikrobia pada alat dan
bahan terbunuh.
2. Oven
• Fungsi :
Digunakan sebagai alat
sterilisasi kering.
• Prinsip Kerja :
Oven ini menggunakan daya
listrik, suhu dan lama waktu
sterilisasi dpat diatur secara
otomatis. Oven hanya dapat
digunakan untuk sterilisasi
kering dengan menggunakan
suhu yang tinggi, sehingga
dapat membunuh mikrobia.
3. Inkubator
• Fungsi :
Digunakan untuk menginkubasi
biakan mikroorganisme dan dapat
juga digunakan untuk menyimpan
media yang belum ditanami
mikrobia.
• Prinsip Kerja :
Suhu ruangan di dalam inkubator
dapat diatur secara otomatis
sesuai dengan biakan yang akan
diinkubasi. Untuk menyimpan
medium biasanya inkubator diatur
dengan suhu 00C
4. Ent-kas
• Fungsi :
Digunakan untuk kegiatan
pemindahan inokulan, penanaman
mikrobia atau pembuatan suspensi
mikrobia.
• Prinsip Kerja :
Pada ent-kas terdapat dua lubang
besar untuk memasukkan peralatan,
memindah inokulan, menanam
mikrobia,pmuatan suspensi mkrobia
dan sediaan mikrobia. Di dalam ent-
kas tidak terjadi pergerakan udara
sehingga kemungkinan terjadinya
kontaminasi pada saat kegiatan
berlangsung sangat kecil.
5. Neraca/Timbangan
• Fungsi :
Digunakan untuk
mendapatkan bahan-bahan
dalam jumlah/ berat tertentu.
• Prinsip Kerja :
Penggunaan neraca diawali
dengan melakukan kalibrasi
terlebih dahulu. Kemudian
atur jumlah/berat bahan yang
dibutuhkan. Ambil bahan
sampai jarum penunjuk tepat
berada di angka nol. Itu berarti
bahan sudah sesuai dengan
jumlah yang dibutuhkan.
6. LAF (Laminar Air Flow)
• Fungsi :
Digunakan untuk melakukan
kegiatan-kegiatan yang memerlukan
kondisi steril, seperti memindah
inokulan, menanam mikrobia serta
membuat suspense mikrobia.
• Prinsip Kerja :
Prinsip kerjanya LAF mempunyai
pola pengaturan dan penyaring
aliran udara sehingga menjadi steril
Tetapi sebelum digunakan untuk
kegiatan, LAF harus di UV selama
dua jam dan selama itu peralatan
yang akan digunakan boleh
dimasukkan.
7. Magnetic Stirrer
• Fungsi :
Digunakan untuk
menghomogenkan larutan.
• Prinsip Kerja :
Terdiri dari hot plate dan magnet.
Magnet tersebut nantinya akan
dimasukkan bersama larutan di
dalam gelas beker. Gelas beker
diletakkan di atas hot plate, lalu
diatur suhu dan putarannya.
Selanjutnya magnet akan
berputar-putar saat dipanaskan
hingga larutan menjadi
homogen.
8. Vortex
• Fungsi :
Digunakan untuk
menghomogenkan larutan.
• Prinsip Kerja :
Prinsip kerja alat ini yaitu
dengan meletakkan tabung
reaksi di atas wadah
penyimpanan lalu mengatur
putaran yang diinginkan
sampai larutan menjadi
homogen.
9. Centrifuge
• Fungsi :
Digunakan untuk memisahkan
atau mengendapkan partikel-
partikel dari suatu larutan.
• Prinsip Kerja :
Larutan yang akan diendapkan
partikelnya dimasukkkan ke
dalam tabung centrifuge. Harus
terdapat paling sedikit dua
tabung centrifuge dengan
volume yang sama dan
diletakan sejajar agar terjadi
keseimbangan jika centrifuge
berputar.
10. Refrigerator
• Fungsi :
Digunakan sebagai tempat
penyimpanan biakan
mikrobia agar tetap awet.
• Prinsip Kerja :
Prinsip kerja menggunakan
suhu rendah atau dingin
dengan tujuan
menghambat proses
metabolisme pada
mikrobia.
11. Mikroskop Elektrik
• Fungsi :
Digunakan sebagai alat bantu
penglihatan untuk mengamati
preparat mikroskopis.
• Prinsip Kerja :
Prinsip kerjanya yaitu dengan
menggunakan dua lensa, yaitu
lensa okuler dan lensa objektif
serta menggunakan lampu
sebagai sumber cahaya. Untuk
pengamatan mikrobia
digunakan perbesaran
maksimum sehingga harus
menggunakan minyak imersi.
ALAT-ALAT PELENGKAP
• Biasanya digunakan untuk melengkapi alat-
alat utama termasuk alat-alat preparasi dalam
kegiatan praktikum di Laboraturium
Mikrobiologi.
1. Rak Tabung Reaksi
• Fungsi :
Digunakan untuk
meletakkan tabung reaksi
dalam keadaan berdiri
tegak.
• Prinsip Kerja :
Rak tabung reaksi pada
umumnya terbuat dari kayu
dan terdapat 12 lubang
untuk meletakkan tabung-
tabung reaksi sehingga
dapat berdiri tegak.
2. Filler
• Fungsi :
Digunakan untuk menyedot dan
memindahkan larutan ke dalam
wadah tertentu sesuai dengan
volume yang dikehendaki.
• Prinsip Kerja :
Prinsip kerjanya yaitu dengan
menggunakan tiga katup yang
memiliki fungsi berbeda. Katup A A
(aspirate) untuk mengeluarkan udara
dari filler. Katup S (suction) untuk
meyedot cairan dari ujung pipet ke
atas.Katup E (exhaust) untuk
mengeluarkan cairan dari pipet ukur.
TEKNIK ASEPTIS
• Teknik yang digunakan dalam pencegahan
kontaminasi selama membuat dan
mensterilkan medium kultur.
• Kontaminan asal udara sering terdapat dalam
medium, karena udara selalu mengandung
partikel debu tempat komunitas mikroba.
Definisi
• Transfer aseptik suatu biakan dari satu tabung medium
ke tabung lainnya biasa dilakukan dengan
menggunakan jarum inokulasi atau ose yang disterilkan
dengan cara membakar di atas api. Biakan juga dapat
dipindahkan dari permukaan lempeng agar, sebagai
tempat perkembangan koloni dimana sel mengalami
pertumbuhan dan pembelahan. Metode utama yang
digunakan untuk memperoleh kultur murni dari
komunitas mikroba yang mengandung beberapa
mikroba yang berbeda dilakukan dengan memilih
kolonikoloni yang terpisah dan menggoreskan pada
lempeng agar dengan metode gores, sehingga
diperoleh koloni mikroba yang murni.
Cara Kerja Teknik Aseptis
1. Sebelum membuka ruangan atau bagian steril di dalam
tabung/cawan/erlenmeyer sebaiknya bagian mulut (bagian yang
memungkinkan kontaminan masuk) dibakar/dilewatkan api terlebih
dahulu.
2. Pinset, batang L, dll dapat disemprot dengan alkohol terlebih
dahulu lalu dibakar.
3. Ujung jarum inokulum yang sudah dipijarkan harus ditunggu dingin
dahulu atau dapat ditempelkan tutup cawan bagian dalam untuk
mempercepat transfer panas yang terjadi.
4. Usahakan bagian alat yang diharapkan dalam kondisi steril
didekatkan ke bagian api.
5. Jika kerja di Safety Cabinet tidak perlu memakai pembakar bunsen
tetapi jika di luar Safety Cabinet maka semakin banyak sumber api
maka semakin terjamin kondisi aseptisnya.

PPT_Pengenalan_Alat_alat_Laboraturium_.pptx

  • 1.
    Pengenalan Alat-alat Laboraturium Mikrobiologi Kelompok6 : 1. Fatkur Rochman H 2. Diana Nur A 3. Kholidah As Sa’idah 4. Fitrotul Af’idah
  • 2.
    PENDAHULUAN • Alat alatyang digunakan dalam praktikum mikrobiologi digolongkan menjadi beberapa kelompok yaitu: 1. Alat-alat gelas meliputi : labu erlenmeyer, gelas beker, gelas ukur, pipet ukur, tabung reaksi , cawan petri, kaca benda dan kaca penutup, kaca pengaduk, ose, staining jar, bunsen, tabung durham, mikropipet, dan hemositometer. 2. Alat-alat preparasi meliputi : autoklaf, oven, incubator, ent-kas, neraca, LAF, magnetic stirrer, vortex, centrifuge, dan refrigerator. Sedangkan alat bantu penglihatan yaitu mikroskop elektrik. 3. Alat-alat Pelengkap meliputi : rak tabung reaksi dan filler.
  • 3.
    ALAT-ALAT GELAS • Alat-alatgelas digunakan sebagai wadah larutan, menyimpan medium, mengambil dan mengukur larutan dan lain sebagainya.
  • 4.
    1. Labu Erlenmeyer(Erlenmeyer Flask) • Fungsi : Digunakan untuk menyimpan larutan dan sisa medium(baik padat maupun cair), untuk menghomogen-kan larutan atau bahan-bahan serta dapat digunakan untuk kultivasi kultur mikrobia. • Prinsip Kerja : Larutan atau medium yang akan disimpan dituang melalui mulut elenmeyer. Selanjutnya mulut Erlenmeyer disumbat dengan kapas dan dilapisi aluminium foil atau kertas, baru kemudian disterilisasi.
  • 5.
    2. Gelas Beker(Beaker Glass) • Fungsi : Digunakan sebagai wadah saat pembuat-an media, untuk menampung akuades dan lain-lain. • Prinsip Kerja : Gelas beker terbuat dari bahan kaca yang tahan panas, karena biasanya pengadukan atau pencampuran bahan-bahan yang telah dimasukkan dalam gelas beker dilakukan menggunakan magnetic stirrer dan pemanas.
  • 6.
    3. Gelas Ukur •Fungsi : Digunakan untuk mengukur volume cairan, dapat berupa: akuades, air kelapa, air kaldu, ekstrak taoge dan lain-lain. • Prinsip Kerja : Ukuran volume cairan pada gelas ukur dapat ditentukan dengan melihat meniskus cekung cairan dalam gelas ukur.
  • 7.
    4. Pipet Ukur •Fungsi : Digunakan untuk mengukur dan memindahkan suatu larutan dengan volume tertentu. • Prinsip Kerja : Pipet ukur hanya dapat digunakan bila dipasangkan dengan filler atau pipet pump, yang merupakan alat bantu untuk menyedot dan memindahkan larutan sesuai dengan volume yang diinginkan.
  • 8.
    5. Tabung Reaksi •Fungsi : Digunakan untuk menumbuhkan mikroorganisme baik dalam medium padat maupun cair, untuk kegiatan pengenceran serta untuk uji-uji biokimiawi. • Prinsip Kerja : Tabung reaksi terbuat dari kaca yang tahan terhadap panas dan tekanan tinggi, karena hampir dalam semua kegiatan mikrobiologi digunakan tabung reaksi dalam keadaan steril.
  • 9.
    6. Cawan Petri •Fungsi : Digunakan untuk kulti-vasi mikroorganisme dalam biakan medium padat, untuk perhi- tungan kepadatan mi-kroorganisme dengan metode lempeng tuang serta untuk melakukan uji sensitifitas mikro-organisme terhadap zat antimikrobia (antibiotic/desinfektan). • Prinsip Kerja : Cawan petri terbuat dari bahan gelas/kaca agar tahan terhadap panas, karena untuk kegiatan mikrobiologi cawan petri harus disterilisasi terlebih dahulu. Medium dituangkan pada bagian bawah baru kemudian ditutup dengan bagian atas yang memiliki diameter lebih besar.
  • 10.
    7. Kaca Benda(Object Glass) dan Kaca Penutup (Cover Glass) • Fungsi : Digunakan untuk membuat preparat mikroskopik untuk kemudian diberi warna. • Prinsip Kerja : Kaca benda harus digunakan bersamaan dengan kaca penutup. Kaca benda memiliki dua tipe yaitu kaca benda datar dan cekung, keduanya memiliki fungsi berbeda.
  • 11.
    8. Kaca Pengaduk •Fungsi : Digunakan untuk mengaduk campuran bahan medium agar homogen. • Prinsip Kerja : Kaca pengaduk terbuat dari bahan kaca karena tidak bersifat korosif.Pada ujungnya terdapat bulatan untuk mengaduk campuran bahan-bahan medium.
  • 12.
    9. Jarum Inokulasi(ose) • Fungsi : Digunakan untuk memindahkan inokulum dari satu media ke media lain. • Prinsip Kerja : Bagian pegangannya terbuat dari kaca sedangkan bagian lainnya terbuat dari kawat untuk memindahkan inokulan. Pada saat pemindahan inokulan, ose harus dipanaskan terlebih dahulu dengan menggunakan bunsen hingga kawat membara.
  • 13.
    10. Staining Jar •Fungsi : Digunakan untuk meletakkan sediaan pada proses pewarnaan mikrobia. • Prinsip Kerja : Staining jar untuk proses pewarnaan mula-mula diisi dengan zat pewarna atau larutan lain yang diperlukan. Lalu sediaan pada kaca benda yang akan diwarnai direndam di dalamnya dalam jangka waktu tertentu.
  • 14.
    11. Bunsen • Fungsi: Digunakan untuk sterilisasi jarum ose pada saat kultivasi mikrobia. • Prinsip Kerja : Prinsip kerjanya yaitu dengan api yang menyala digunakan untuk membakar jarum ose serta bagian mulut alat-alat gelas agar tidak terkontaminasi saat dilakukan pemindahan atau penanaman mikrobia.
  • 15.
    12. Tabung Durham •Fungsi : Digunakan untuk uji reduksi gula. • Prinsip Kerja : Dalam penggunaannya, tabung durham dimasukkan ke dalam tabung reaksi dengan keadaan terbalik. Hindari terjadinya gelembung udara karena itu merupakan salah satu indikator bahwa uji tersebut positif.
  • 16.
    13. Mikropipet • Fungsi: Digunakan untuk mengambil larutan dengan volume tertentu dalam skala mikromililiter. • Prinsip Kerja : Mikropipet biasanya digunakan bersama dengan mikrotip. Sebelum mengambil larutan, bagian atas mikropipet ditarik lalu diatur volume yang diinginkan dan ditekan kembali. Baru dapat digunakan mengambil larutan dengan menekan satu kali bagian atasnya.
  • 17.
    14. Hemositometer • Fungsi: Digunakan untuk menghitung jumlah sel mikroba dalam suatu cairan atau suspensi. • Prinsip Kerja : Prinsip kerjanya yaitu harus digunakan bersama dengan skala hemositometer. Untuk dapat melihatnya maka harus menggunakan mikroskop. Medium berupa cairan dimasukkan melalui celah berbentuk V atau H, baru kemudian dapat diamati.
  • 18.
    ALAT-ALAT PREPARASI • Digunakansebagai pendukung dalam kegiatan praktikum di Laboraturium Mikrobiologi yang meliputi peralatan mekanik dan peralatan optik.
  • 19.
    1. Autoklaf (Autoclave) •Fungsi : Digunakan sebagai alat sterilisasi basah. • Prinsip Kerja : Autoklaf ini menggunakan daya listrik, suhu dan tekanannya dapat diatur secara otomatis. Autoklaf menggunakan panas dan tekanan uap air yang tinggi agar mikrobia pada alat dan bahan terbunuh.
  • 20.
    2. Oven • Fungsi: Digunakan sebagai alat sterilisasi kering. • Prinsip Kerja : Oven ini menggunakan daya listrik, suhu dan lama waktu sterilisasi dpat diatur secara otomatis. Oven hanya dapat digunakan untuk sterilisasi kering dengan menggunakan suhu yang tinggi, sehingga dapat membunuh mikrobia.
  • 21.
    3. Inkubator • Fungsi: Digunakan untuk menginkubasi biakan mikroorganisme dan dapat juga digunakan untuk menyimpan media yang belum ditanami mikrobia. • Prinsip Kerja : Suhu ruangan di dalam inkubator dapat diatur secara otomatis sesuai dengan biakan yang akan diinkubasi. Untuk menyimpan medium biasanya inkubator diatur dengan suhu 00C
  • 22.
    4. Ent-kas • Fungsi: Digunakan untuk kegiatan pemindahan inokulan, penanaman mikrobia atau pembuatan suspensi mikrobia. • Prinsip Kerja : Pada ent-kas terdapat dua lubang besar untuk memasukkan peralatan, memindah inokulan, menanam mikrobia,pmuatan suspensi mkrobia dan sediaan mikrobia. Di dalam ent- kas tidak terjadi pergerakan udara sehingga kemungkinan terjadinya kontaminasi pada saat kegiatan berlangsung sangat kecil.
  • 23.
    5. Neraca/Timbangan • Fungsi: Digunakan untuk mendapatkan bahan-bahan dalam jumlah/ berat tertentu. • Prinsip Kerja : Penggunaan neraca diawali dengan melakukan kalibrasi terlebih dahulu. Kemudian atur jumlah/berat bahan yang dibutuhkan. Ambil bahan sampai jarum penunjuk tepat berada di angka nol. Itu berarti bahan sudah sesuai dengan jumlah yang dibutuhkan.
  • 24.
    6. LAF (LaminarAir Flow) • Fungsi : Digunakan untuk melakukan kegiatan-kegiatan yang memerlukan kondisi steril, seperti memindah inokulan, menanam mikrobia serta membuat suspense mikrobia. • Prinsip Kerja : Prinsip kerjanya LAF mempunyai pola pengaturan dan penyaring aliran udara sehingga menjadi steril Tetapi sebelum digunakan untuk kegiatan, LAF harus di UV selama dua jam dan selama itu peralatan yang akan digunakan boleh dimasukkan.
  • 25.
    7. Magnetic Stirrer •Fungsi : Digunakan untuk menghomogenkan larutan. • Prinsip Kerja : Terdiri dari hot plate dan magnet. Magnet tersebut nantinya akan dimasukkan bersama larutan di dalam gelas beker. Gelas beker diletakkan di atas hot plate, lalu diatur suhu dan putarannya. Selanjutnya magnet akan berputar-putar saat dipanaskan hingga larutan menjadi homogen.
  • 26.
    8. Vortex • Fungsi: Digunakan untuk menghomogenkan larutan. • Prinsip Kerja : Prinsip kerja alat ini yaitu dengan meletakkan tabung reaksi di atas wadah penyimpanan lalu mengatur putaran yang diinginkan sampai larutan menjadi homogen.
  • 27.
    9. Centrifuge • Fungsi: Digunakan untuk memisahkan atau mengendapkan partikel- partikel dari suatu larutan. • Prinsip Kerja : Larutan yang akan diendapkan partikelnya dimasukkkan ke dalam tabung centrifuge. Harus terdapat paling sedikit dua tabung centrifuge dengan volume yang sama dan diletakan sejajar agar terjadi keseimbangan jika centrifuge berputar.
  • 28.
    10. Refrigerator • Fungsi: Digunakan sebagai tempat penyimpanan biakan mikrobia agar tetap awet. • Prinsip Kerja : Prinsip kerja menggunakan suhu rendah atau dingin dengan tujuan menghambat proses metabolisme pada mikrobia.
  • 29.
    11. Mikroskop Elektrik •Fungsi : Digunakan sebagai alat bantu penglihatan untuk mengamati preparat mikroskopis. • Prinsip Kerja : Prinsip kerjanya yaitu dengan menggunakan dua lensa, yaitu lensa okuler dan lensa objektif serta menggunakan lampu sebagai sumber cahaya. Untuk pengamatan mikrobia digunakan perbesaran maksimum sehingga harus menggunakan minyak imersi.
  • 30.
    ALAT-ALAT PELENGKAP • Biasanyadigunakan untuk melengkapi alat- alat utama termasuk alat-alat preparasi dalam kegiatan praktikum di Laboraturium Mikrobiologi.
  • 31.
    1. Rak TabungReaksi • Fungsi : Digunakan untuk meletakkan tabung reaksi dalam keadaan berdiri tegak. • Prinsip Kerja : Rak tabung reaksi pada umumnya terbuat dari kayu dan terdapat 12 lubang untuk meletakkan tabung- tabung reaksi sehingga dapat berdiri tegak.
  • 32.
    2. Filler • Fungsi: Digunakan untuk menyedot dan memindahkan larutan ke dalam wadah tertentu sesuai dengan volume yang dikehendaki. • Prinsip Kerja : Prinsip kerjanya yaitu dengan menggunakan tiga katup yang memiliki fungsi berbeda. Katup A A (aspirate) untuk mengeluarkan udara dari filler. Katup S (suction) untuk meyedot cairan dari ujung pipet ke atas.Katup E (exhaust) untuk mengeluarkan cairan dari pipet ukur.
  • 33.
  • 34.
    • Teknik yangdigunakan dalam pencegahan kontaminasi selama membuat dan mensterilkan medium kultur. • Kontaminan asal udara sering terdapat dalam medium, karena udara selalu mengandung partikel debu tempat komunitas mikroba. Definisi
  • 35.
    • Transfer aseptiksuatu biakan dari satu tabung medium ke tabung lainnya biasa dilakukan dengan menggunakan jarum inokulasi atau ose yang disterilkan dengan cara membakar di atas api. Biakan juga dapat dipindahkan dari permukaan lempeng agar, sebagai tempat perkembangan koloni dimana sel mengalami pertumbuhan dan pembelahan. Metode utama yang digunakan untuk memperoleh kultur murni dari komunitas mikroba yang mengandung beberapa mikroba yang berbeda dilakukan dengan memilih kolonikoloni yang terpisah dan menggoreskan pada lempeng agar dengan metode gores, sehingga diperoleh koloni mikroba yang murni.
  • 36.
    Cara Kerja TeknikAseptis 1. Sebelum membuka ruangan atau bagian steril di dalam tabung/cawan/erlenmeyer sebaiknya bagian mulut (bagian yang memungkinkan kontaminan masuk) dibakar/dilewatkan api terlebih dahulu. 2. Pinset, batang L, dll dapat disemprot dengan alkohol terlebih dahulu lalu dibakar. 3. Ujung jarum inokulum yang sudah dipijarkan harus ditunggu dingin dahulu atau dapat ditempelkan tutup cawan bagian dalam untuk mempercepat transfer panas yang terjadi. 4. Usahakan bagian alat yang diharapkan dalam kondisi steril didekatkan ke bagian api. 5. Jika kerja di Safety Cabinet tidak perlu memakai pembakar bunsen tetapi jika di luar Safety Cabinet maka semakin banyak sumber api maka semakin terjamin kondisi aseptisnya.