Identitas
Pembelajaran
KI-KD
Indikator
Tujuan
Pembelajaran
Teknik
Penyampaian
Pembelajaran
Teknik
Pengelolaan
Kelas
Teknik
Keterampilan
Berbahasa
Materi
Pembelajaran
Evaluasi
Proses
dan Hasil
Perbaikan
atau Remidi
Pengayaan
Indra Nurdianto
B1/21802071028
IDENTITAS PEMBELAJARAN
Sekolah : MA ALMAARIF SINGOSARI
Kelas/Semester : X IIS 1/Gasal
Mata Pelajaran : Bahasa Indonesia
Materi Pokok : Teks Anekdot
Alokasi Waktu : 4 x 45 menit (2 pertemuan)
KI-KD DAN INDIKATOR
KI-3 (Kognitif): Menahami, menerapkan, dan menganalisis pengetahuan
faktual, konseptual, prosedural, dan metakognitif berdasarkan rasa ingin
tahunya tentang ilmu pengetahuan teknologi, seni, budaya dan humaniora
KD-3.5: Mengevaluasi teks anekdot dari aspek makna tersirat.
Indikator Pencapaian Kompetensi:
3.5.1. Mendefinisaikan tentang isi teks anekdot.
3.5.2. Mengidentifikasi tentang isi teks anekdot
3.5.3. Mendeskripsikan tentang isi teks anekdot
3.5.4. Mengklasifikasikan tentang isi teks anekdot
3.5.5. Menilai aspek makna tersirat dalam teks anekdot
3.5.6 Menemukan data dan informasi tentang isi teks anekdot
3.5.7 Menyusun kemabali teks anekdot dengan memerhatikan makna
tersirat
NEXT
KI-KD DAN INDIKATOR
KI-4 (Keterampilan): Mengolah, menalar, dan menyaji dalam rahan
konkret dan ranah abstrak terkait pengembangan dari yang
dipelajarinya di sekolah secara mandiri serta bertindak secara efektif
dan kreatif
KD-4.5: Mengonstruksi makna tersirat dalam sebuah teks anekdot
baik lisan maupun lisan
Indikator Pencapaian Kompetensi:
4.5.1. Memverifikasi kesimpulan data dan informasi tentang isi teks
anekdot.
4.5.2. Mempresentasikan hasil verifikasi data tentang isi teks anekdot.
4.5.3. Mempresentasikan, mengomentari, dan merevisi teks anekdot
yang telah disusun.
TUJUAN PEMBELAJARAN
Setelah mengikuti proses pembelajaran, peserta
didik diharapkan dapat:
1. Megevaluasi teks anekdot dari aspek
makna tersirat.
2. Mengonstruksi makna terseirat dalam
sebuah teks anekdot baik lisan maupun
tulis
TEKNIK PENYAMPAIAN
PEMBELAJARAN
Pendekatan: Saintifik
Model:
Discovery learning (Pembelajaran Penemuan) dan
Problem based learning (Pembelajaran berbasis
masalah)
Metode:
ceramah, inkuiri, diskusi, dan penugasan
TEKNIK PENGELOLAAN KELAS
Group Process Approach:
Proses belajar berlangsung secara
kelompok sosial dan tugas guru yaitu
membina serta memelihara kelompok
produktif dan kohesif.
TEKNIK KETERAMPILAN BERBAHASA
Kaidah Teks Anekdot:
1. Mengandung kalimat perintah.
2. Mengandung kata predikat atau kata kerja.
3. Ceritanya runtut( sistematis).
4. Menggunakan kata keterangan waktu lampau.
5. Menggunakan konjungsi antar kalimat.
6. Dibuat sesuai dengan struktur teks anekdot,
mulai abstrak hingga koda.
MATERI PEMBELAJARAN
NEXT
PENGERTIAN TEKS ANEKDOT
Teks anekdot merupakan sebuah karangan cerita atau
kisah yang bisa jadi berdasarkan pengalaman hidup
seseorang yang ditulis secara singkat, pendek dan lucu
tentang berbagai topik seperti pendidkan, politik, hukum,
sindiran, kritikan, dan sebagainya. Dalam teks anekdot itu
sendiri, perlu diketahui bahwa teks anekdot tidak hanya
berisikan kisah-kisah cerita lucu semata, melainkan juga
terdapat amanat, pesan moral, serta ungkapan tentang
suatu kebenaran secara umum.
NEXT
STRUKTUR TEKS ANEKDOT
Ada 5 struktur yang membangun sebuah teks anekdot,
yaitu:
1. Abstrak, yaitu gambaran umum tentang sebuah teks
anekdot.
2. Orientasi, yaitu latar belakang kenapa cerita teks
anekdot terjadi.
3. Krisis, yaitu bagian yang berisi pokok masalah dalam
sebuah cerita.
4. Reaksi, yaitu bagian penyelesaian masalah.
5. Koda, yaitu bagian yang menutup cerita.
NEXT
CIRI-CIRI TEKS ANEKDOT
1. Memiliki sifat humor/lucu dan menyindir.
2. Bisa menceritakan manusia ataupun hewan.
3. Bisa juga cerita fakta atau cerita fiksi
imajinasi.
4. Menceritakan tokoh atau kehidupan sehari-
hari di lingkungan sekitar.
5. Terdapat tujuan pesan berupa kritikan.
NEXT
KAIDAH TEKS ANEKDOT
1. Mengandung kalimat perintah.
2. Mengandung kata predikat atau kata kerja.
3. Ceritanya runtut (sistematis).
4. Memakai kata keterangan waktu lampau.
5. Menggunakan konjungsi antar kalimat.
6. Dibuat sesuai dengan struktur teks anekdot,
mulai abstrak hingga koda.
NEXT
CONTOH TEKS ANEKDOT
CARA KELEDAI MEMBACA BUKU
Alkisah, seorang raja bernama Timur Lenk menghadiahi Nasrudin
seekor keledai. Nasrudin menerimanya dengan senang hati. Namun,
Timur Lenk memberi syarat, agar Nasrudin mengajari terlebih dahulu
keledai itu agar dapat membaca. Timur Lenk memberi waktu dua
minggu sejak sekarang kepada Nasrudin.
Nasrudin menerima syarat itu dan berlalu. Sambil menuntun
keledai itu ia memikirkan apa yang akan diperbuat. Jika ia dapat
mengajari keledai itu untuk membaca, tentu ia akan menerima hadiah,
namun jika tidak maka hukuman pasti akan ditimpakan kepadanya.
Selanjutnya →
NEXT
Dua minggu kemudian ia kembali ke istana. Tanpa banyak bicara,
Timur Lenk menunjuk ke sebuah buku besar agar Nasrudin segera
mempraktikkan apa yang telah ia ajarkan kepada keledai. Nasrudin lalu
menggiring keledainya menghadap ke arah buku tersebut, dan membuka
sampulnya.
Si Keledai menatap buku itu. Kemudian, sangat ajaib! Tak lama
kemudian Si Keledai mulai membuka-buka buku itu dengan lidahnya.
Terus menerus, lembar demi lembar hingga halaman terakhir. Setelah itu,
si keledai menatap Nasrudin seolah berkata ia telah membaca seluruh isi
bukunya.
“Demikianlah, keledaiku sudah membaca semua lembar bukunya,”
kata Nasrudin. Timur Lenk merasa ada yang tidak beres dan ia mulai
menginterogasi. Ia kagum dan memberi hadiah kepada Nasrudin.
Namun, ia minta jawaban “Bagaimana cara mengajari keledai membaca?”
Selanjutnya →
NEXT
Nasrudin berkisah, “Sesampainya di rumah, aku siapkan
lembaran- lembaran besar mirip buku. Aku sisipkan biji-biji gandum
di dalamnya. Keledai itu harus belajar membalik-balik halaman untuk
bisa makan biji-biji itu, kalau tidak ditemukan biji gandumnya ia harus
membalik halaman berikutnya. Itulah yang ia lakukan terus sampai ia
terlatih membalik-balik halaman buku itu.”
“Namun, bukankah ia tidak mengerti apa yang dibacanya?” tukas
Timur Lenk. Nasrudin menjawab, Memang demikianlah cara keledai
membaca, hanya membalik-balik halaman tanpa mengerti isinya.”
Jadi, kalau kita juga membuka-buka buku tanpa mengerti isinya,
berarti kita sebodoh keledai, bukan?” kata Nashrudin dengan mimik
serius.
Sumber: http://blogger-apik1.blogspot.co.id (dengan penyesuaian)
NEXT
TUJUAN TEKS ANEKDOT
1. Menyampaikan pesan kritikan dengan
bentuk yang berbeda, yaitu lelucon.
2. Sarana menyampaikan pesan dengan
lelucon.
3. Untuk menghibur para pembaca.
EVALUASI PROSES DAN HASIL
1. Teknik dan Bentuk Instrumen
Jenis Kompetensi Teknik Bentuk Instrumen
Sikap Spritual dan
Sosial
Observasi Guru Lembar pengamatan
sikap dan perilaku
Pengetahuan Tes Tulis berbentuk
uraian atau pilihan
ganda serta
penugasan
Tes uraian:
memahami struktur
isi dan kebahasaan
teks anekdot
NEXT
2. INSTRUMEN
A. Lembar Penilaian Sikap Spriritual dan Sosial
No Nama Sikap Spiritual Sikap sosial
Berdo’a
Sebelum
dan
Sesudah
KBM
Rajin
beribadah
Jujur Disiplin Bekerja
sama
B K B K B K B K B K
NEXT
2. INSTRUMEN
B. Lembar Penilaian Pengetahuan
Indikator Pencapaian
Kompetensi
Teknik Penilaian Bentuk Instrumen
Pengetahuan
Menentukan struktur,
kaidah, dan
kebahasaan teks
anekdot dengan
bahasa sendiri
Tes tertulis Tentukanlah struktur,
kaidah, dan
kebahaasan teks
anekdot!
NEXT
2. INSTRUMEN
Menentukan pesan
tersirat yang
terdapat dalam teks
anekdot
Tes tertulis Tentukanlah pesan
tersirat dari teks
anekdot yang
berjudul Cara
Keledai Membaca
Buku!
Ketarampilan
Memaknai isi tersirat
teks anekdot
Tes tertulis Jelaskan makna tersirat
isi teks anekdot!
PERBAIKAN/REMIDI
Ayo tunjukkan kemampuan kalian dengan menjawab
pertanyaan berikut ini!
1. Apa perbedaan dari 2 teks anekdot tersebut
berdasarkan struktur isinya!
2. Apa perbedaan dari 2 teks anekdot tersebut
berdasarkan ciri kebahasaannya!
3. Tentukan persamaan struktur isi dan ciri
kebahasaan dari 2 teks anekdot tersebut!
Pengayaan
Ayo tingkatkan kemampuan kalian dengan
menjawab pertanyaan berikut ini!
1.Buatlah kerangka teks anekdot secara tertulis
dari gambar tersebut!
2. Tulislah teks anekdot berdasarkan kerangka
yang sudah disusun!
3.Buatlah teks anekdot berdasarkan pengalaman
orang pribadi atau orang lain!

Ppt teks anekdot

  • 1.
  • 2.
    IDENTITAS PEMBELAJARAN Sekolah :MA ALMAARIF SINGOSARI Kelas/Semester : X IIS 1/Gasal Mata Pelajaran : Bahasa Indonesia Materi Pokok : Teks Anekdot Alokasi Waktu : 4 x 45 menit (2 pertemuan)
  • 3.
    KI-KD DAN INDIKATOR KI-3(Kognitif): Menahami, menerapkan, dan menganalisis pengetahuan faktual, konseptual, prosedural, dan metakognitif berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan teknologi, seni, budaya dan humaniora KD-3.5: Mengevaluasi teks anekdot dari aspek makna tersirat. Indikator Pencapaian Kompetensi: 3.5.1. Mendefinisaikan tentang isi teks anekdot. 3.5.2. Mengidentifikasi tentang isi teks anekdot 3.5.3. Mendeskripsikan tentang isi teks anekdot 3.5.4. Mengklasifikasikan tentang isi teks anekdot 3.5.5. Menilai aspek makna tersirat dalam teks anekdot 3.5.6 Menemukan data dan informasi tentang isi teks anekdot 3.5.7 Menyusun kemabali teks anekdot dengan memerhatikan makna tersirat NEXT
  • 4.
    KI-KD DAN INDIKATOR KI-4(Keterampilan): Mengolah, menalar, dan menyaji dalam rahan konkret dan ranah abstrak terkait pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri serta bertindak secara efektif dan kreatif KD-4.5: Mengonstruksi makna tersirat dalam sebuah teks anekdot baik lisan maupun lisan Indikator Pencapaian Kompetensi: 4.5.1. Memverifikasi kesimpulan data dan informasi tentang isi teks anekdot. 4.5.2. Mempresentasikan hasil verifikasi data tentang isi teks anekdot. 4.5.3. Mempresentasikan, mengomentari, dan merevisi teks anekdot yang telah disusun.
  • 5.
    TUJUAN PEMBELAJARAN Setelah mengikutiproses pembelajaran, peserta didik diharapkan dapat: 1. Megevaluasi teks anekdot dari aspek makna tersirat. 2. Mengonstruksi makna terseirat dalam sebuah teks anekdot baik lisan maupun tulis
  • 6.
    TEKNIK PENYAMPAIAN PEMBELAJARAN Pendekatan: Saintifik Model: Discoverylearning (Pembelajaran Penemuan) dan Problem based learning (Pembelajaran berbasis masalah) Metode: ceramah, inkuiri, diskusi, dan penugasan
  • 7.
    TEKNIK PENGELOLAAN KELAS GroupProcess Approach: Proses belajar berlangsung secara kelompok sosial dan tugas guru yaitu membina serta memelihara kelompok produktif dan kohesif.
  • 8.
    TEKNIK KETERAMPILAN BERBAHASA KaidahTeks Anekdot: 1. Mengandung kalimat perintah. 2. Mengandung kata predikat atau kata kerja. 3. Ceritanya runtut( sistematis). 4. Menggunakan kata keterangan waktu lampau. 5. Menggunakan konjungsi antar kalimat. 6. Dibuat sesuai dengan struktur teks anekdot, mulai abstrak hingga koda.
  • 9.
  • 10.
    PENGERTIAN TEKS ANEKDOT Teksanekdot merupakan sebuah karangan cerita atau kisah yang bisa jadi berdasarkan pengalaman hidup seseorang yang ditulis secara singkat, pendek dan lucu tentang berbagai topik seperti pendidkan, politik, hukum, sindiran, kritikan, dan sebagainya. Dalam teks anekdot itu sendiri, perlu diketahui bahwa teks anekdot tidak hanya berisikan kisah-kisah cerita lucu semata, melainkan juga terdapat amanat, pesan moral, serta ungkapan tentang suatu kebenaran secara umum. NEXT
  • 11.
    STRUKTUR TEKS ANEKDOT Ada5 struktur yang membangun sebuah teks anekdot, yaitu: 1. Abstrak, yaitu gambaran umum tentang sebuah teks anekdot. 2. Orientasi, yaitu latar belakang kenapa cerita teks anekdot terjadi. 3. Krisis, yaitu bagian yang berisi pokok masalah dalam sebuah cerita. 4. Reaksi, yaitu bagian penyelesaian masalah. 5. Koda, yaitu bagian yang menutup cerita. NEXT
  • 12.
    CIRI-CIRI TEKS ANEKDOT 1.Memiliki sifat humor/lucu dan menyindir. 2. Bisa menceritakan manusia ataupun hewan. 3. Bisa juga cerita fakta atau cerita fiksi imajinasi. 4. Menceritakan tokoh atau kehidupan sehari- hari di lingkungan sekitar. 5. Terdapat tujuan pesan berupa kritikan. NEXT
  • 13.
    KAIDAH TEKS ANEKDOT 1.Mengandung kalimat perintah. 2. Mengandung kata predikat atau kata kerja. 3. Ceritanya runtut (sistematis). 4. Memakai kata keterangan waktu lampau. 5. Menggunakan konjungsi antar kalimat. 6. Dibuat sesuai dengan struktur teks anekdot, mulai abstrak hingga koda. NEXT
  • 14.
    CONTOH TEKS ANEKDOT CARAKELEDAI MEMBACA BUKU Alkisah, seorang raja bernama Timur Lenk menghadiahi Nasrudin seekor keledai. Nasrudin menerimanya dengan senang hati. Namun, Timur Lenk memberi syarat, agar Nasrudin mengajari terlebih dahulu keledai itu agar dapat membaca. Timur Lenk memberi waktu dua minggu sejak sekarang kepada Nasrudin. Nasrudin menerima syarat itu dan berlalu. Sambil menuntun keledai itu ia memikirkan apa yang akan diperbuat. Jika ia dapat mengajari keledai itu untuk membaca, tentu ia akan menerima hadiah, namun jika tidak maka hukuman pasti akan ditimpakan kepadanya. Selanjutnya → NEXT
  • 15.
    Dua minggu kemudiania kembali ke istana. Tanpa banyak bicara, Timur Lenk menunjuk ke sebuah buku besar agar Nasrudin segera mempraktikkan apa yang telah ia ajarkan kepada keledai. Nasrudin lalu menggiring keledainya menghadap ke arah buku tersebut, dan membuka sampulnya. Si Keledai menatap buku itu. Kemudian, sangat ajaib! Tak lama kemudian Si Keledai mulai membuka-buka buku itu dengan lidahnya. Terus menerus, lembar demi lembar hingga halaman terakhir. Setelah itu, si keledai menatap Nasrudin seolah berkata ia telah membaca seluruh isi bukunya. “Demikianlah, keledaiku sudah membaca semua lembar bukunya,” kata Nasrudin. Timur Lenk merasa ada yang tidak beres dan ia mulai menginterogasi. Ia kagum dan memberi hadiah kepada Nasrudin. Namun, ia minta jawaban “Bagaimana cara mengajari keledai membaca?” Selanjutnya → NEXT
  • 16.
    Nasrudin berkisah, “Sesampainyadi rumah, aku siapkan lembaran- lembaran besar mirip buku. Aku sisipkan biji-biji gandum di dalamnya. Keledai itu harus belajar membalik-balik halaman untuk bisa makan biji-biji itu, kalau tidak ditemukan biji gandumnya ia harus membalik halaman berikutnya. Itulah yang ia lakukan terus sampai ia terlatih membalik-balik halaman buku itu.” “Namun, bukankah ia tidak mengerti apa yang dibacanya?” tukas Timur Lenk. Nasrudin menjawab, Memang demikianlah cara keledai membaca, hanya membalik-balik halaman tanpa mengerti isinya.” Jadi, kalau kita juga membuka-buka buku tanpa mengerti isinya, berarti kita sebodoh keledai, bukan?” kata Nashrudin dengan mimik serius. Sumber: http://blogger-apik1.blogspot.co.id (dengan penyesuaian) NEXT
  • 17.
    TUJUAN TEKS ANEKDOT 1.Menyampaikan pesan kritikan dengan bentuk yang berbeda, yaitu lelucon. 2. Sarana menyampaikan pesan dengan lelucon. 3. Untuk menghibur para pembaca.
  • 18.
    EVALUASI PROSES DANHASIL 1. Teknik dan Bentuk Instrumen Jenis Kompetensi Teknik Bentuk Instrumen Sikap Spritual dan Sosial Observasi Guru Lembar pengamatan sikap dan perilaku Pengetahuan Tes Tulis berbentuk uraian atau pilihan ganda serta penugasan Tes uraian: memahami struktur isi dan kebahasaan teks anekdot NEXT
  • 19.
    2. INSTRUMEN A. LembarPenilaian Sikap Spriritual dan Sosial No Nama Sikap Spiritual Sikap sosial Berdo’a Sebelum dan Sesudah KBM Rajin beribadah Jujur Disiplin Bekerja sama B K B K B K B K B K NEXT
  • 20.
    2. INSTRUMEN B. LembarPenilaian Pengetahuan Indikator Pencapaian Kompetensi Teknik Penilaian Bentuk Instrumen Pengetahuan Menentukan struktur, kaidah, dan kebahasaan teks anekdot dengan bahasa sendiri Tes tertulis Tentukanlah struktur, kaidah, dan kebahaasan teks anekdot! NEXT
  • 21.
    2. INSTRUMEN Menentukan pesan tersiratyang terdapat dalam teks anekdot Tes tertulis Tentukanlah pesan tersirat dari teks anekdot yang berjudul Cara Keledai Membaca Buku! Ketarampilan Memaknai isi tersirat teks anekdot Tes tertulis Jelaskan makna tersirat isi teks anekdot!
  • 22.
    PERBAIKAN/REMIDI Ayo tunjukkan kemampuankalian dengan menjawab pertanyaan berikut ini! 1. Apa perbedaan dari 2 teks anekdot tersebut berdasarkan struktur isinya! 2. Apa perbedaan dari 2 teks anekdot tersebut berdasarkan ciri kebahasaannya! 3. Tentukan persamaan struktur isi dan ciri kebahasaan dari 2 teks anekdot tersebut!
  • 23.
    Pengayaan Ayo tingkatkan kemampuankalian dengan menjawab pertanyaan berikut ini! 1.Buatlah kerangka teks anekdot secara tertulis dari gambar tersebut! 2. Tulislah teks anekdot berdasarkan kerangka yang sudah disusun! 3.Buatlah teks anekdot berdasarkan pengalaman orang pribadi atau orang lain!