PELARUT ORGANIK
OLEH




       MELLYZAR
INTERAKSI ZAT TERLARUT DAN PELARUT


1. INTERAKSI ELEKTROSTATIS
2. KEKUATAN DISPERSI



  Dalam molekul non polar akan terjadi penyebaran kerapatan elektron yang tidak
merata dari suatu awan elektron. Hal ini akan menimbulkan dipol sementara. Momen
dari suatu molekul inilah yang berinteraksi dengan momen dipol yang lainnya dalam
                          membentuk ikatan Van der walls




3.IKATAN HIDROGEN



Ikatan hidrogen terbentuk interaksi dari H-X dan pasangan elektron bebas dari suatu
  atom (:Y), yang merupakan donor elektron. Kemungkinan atom Y adalah oksigen
                   dalam alkohol, karbonil, nitrogen atau halogen
4.INTERAKSI ASAM BASA




 Interaksi ini adalah jens penerima dan pemberi elektron. Pelarut-pelarut yang mampu
    memberikan elektron adalah seperti dimetilsulfoksida (DMSO), aseton atau eter
MEMPERKIRAKAN KELARUTAN SUATU
            SENYAWA DALAM SUATU PELARUT




                             BERHUBUNGAN
                                DENGAN
                              KEPOLARAN



     Senyawa yang bersifat polar akan larut baik dalam pelarut polar
Dan senyawa yang bersifat nonpolar akan larut baik dalam pelarut nonpolar

                        Kaedah like disolved like
Pelarut organik yang umum digunakan.
       Golongan               Nama Pelarut   Titik didih (oC)   Konstanta dielektrikum
                                                                      (D=debey)
Hidrokarbon            Pentana                     36                   1,89
                       Heksana                     69                   1,88
                       Benzena                     80                   2,27
                       Toluena                     111                  0,37
Campuran hidrokarbon   Petroleum eter            30-60                    -
                       Ligroin                   60-90                    -
Kloroform              Metilenklorida              40                     -
                       Kloroform                   61                   4,64
                       Karbontetraklorida          77                   2,22
Alkohol                Metanol                     65                   32,6
                       Etanol                      78                   24,3
Eter                   Dietileter                                         -
                       Dioksan                                          2,21
                       1,2-dimetoksietan                                  -
Lain-lain              Asam asetat                 118                  6,17
                       Anhidrida asetat            140                    -
                       Pirindin                    115                  12,3
                       Aseton                      56                   20,7
                       Etil asetat                 77                     -
                       Dimetil formamid            153                    -
                       dimetilsulfoksida           189                  46,6
MEMANASKAN PELARUT




1
    •HOT PLATE


2
    •WATER DAN OIL BATH


3
    •MANTEL
1. HOT PLATE
         Untuk memanaskan pelarut pada berbagai suhu.




       Hot plate stirrer dan Stirrer bar (magnetic stirrer) berfungsi utk
        Menghomogenkan suatu larutan dgn pengadukan. Pelat (plate) yang terdapat
          dalam alat ini dpt dipanaskan sehingga mampu mempercepat proses
BACK      homogenisasi. Pengadukan dengan bantuan batang magnet Hot plate
           dan magnetic
2. WATER DAN OIL BATH




                    Untuk mendapatkan media panas yang
                       lebih homogen. Caranya dengan
                     menggunakan stirrer yang suhunya
                     dapat dikontrol dan diatas hot plate
                       diletakkan wadah kaca. Kedalam
                      wadah kaca dimasukkan air maka
                      medianya disebut water bath dan
                     dimasukkan minyak disebut oil bath

BACK
3. MANTEL PEMANAS


                       Mantel dapat digunakan
                     suhu diatas 100oC. Pemanas
                      mantel terdiri dari selimut
                      fiber glas dengan elemen
                       pemanas listrik. Mantel
                      dirancang untuk berbagai
                      ukuran labu. Suhu mantel
                     dapat dikontrol dengan alat
                                 Variac

BACK
MENDINGINKAN LARUTAN



 Pada keadaan tertentu perlu mendinginkan
    larutan. Alat untuk menurunkan suhu
  disebut Cold Bath. Bila digunakan air kran
  sebagai media pendingin maka suhu yang
diperoleh sekitar 15 oC. Bila menggunakan es
 sebagai pendingin, maka suhu yang dicapai
                  sekitar 0oC.

Ppt penglab

  • 1.
  • 3.
    INTERAKSI ZAT TERLARUTDAN PELARUT 1. INTERAKSI ELEKTROSTATIS
  • 4.
    2. KEKUATAN DISPERSI Dalam molekul non polar akan terjadi penyebaran kerapatan elektron yang tidak merata dari suatu awan elektron. Hal ini akan menimbulkan dipol sementara. Momen dari suatu molekul inilah yang berinteraksi dengan momen dipol yang lainnya dalam membentuk ikatan Van der walls 3.IKATAN HIDROGEN Ikatan hidrogen terbentuk interaksi dari H-X dan pasangan elektron bebas dari suatu atom (:Y), yang merupakan donor elektron. Kemungkinan atom Y adalah oksigen dalam alkohol, karbonil, nitrogen atau halogen
  • 5.
    4.INTERAKSI ASAM BASA Interaksi ini adalah jens penerima dan pemberi elektron. Pelarut-pelarut yang mampu memberikan elektron adalah seperti dimetilsulfoksida (DMSO), aseton atau eter
  • 6.
    MEMPERKIRAKAN KELARUTAN SUATU SENYAWA DALAM SUATU PELARUT BERHUBUNGAN DENGAN KEPOLARAN Senyawa yang bersifat polar akan larut baik dalam pelarut polar Dan senyawa yang bersifat nonpolar akan larut baik dalam pelarut nonpolar Kaedah like disolved like
  • 7.
    Pelarut organik yangumum digunakan. Golongan Nama Pelarut Titik didih (oC) Konstanta dielektrikum (D=debey) Hidrokarbon Pentana 36 1,89 Heksana 69 1,88 Benzena 80 2,27 Toluena 111 0,37 Campuran hidrokarbon Petroleum eter 30-60 - Ligroin 60-90 - Kloroform Metilenklorida 40 - Kloroform 61 4,64 Karbontetraklorida 77 2,22 Alkohol Metanol 65 32,6 Etanol 78 24,3 Eter Dietileter - Dioksan 2,21 1,2-dimetoksietan - Lain-lain Asam asetat 118 6,17 Anhidrida asetat 140 - Pirindin 115 12,3 Aseton 56 20,7 Etil asetat 77 - Dimetil formamid 153 - dimetilsulfoksida 189 46,6
  • 8.
    MEMANASKAN PELARUT 1 •HOT PLATE 2 •WATER DAN OIL BATH 3 •MANTEL
  • 9.
    1. HOT PLATE Untuk memanaskan pelarut pada berbagai suhu. Hot plate stirrer dan Stirrer bar (magnetic stirrer) berfungsi utk Menghomogenkan suatu larutan dgn pengadukan. Pelat (plate) yang terdapat dalam alat ini dpt dipanaskan sehingga mampu mempercepat proses BACK homogenisasi. Pengadukan dengan bantuan batang magnet Hot plate dan magnetic
  • 10.
    2. WATER DANOIL BATH Untuk mendapatkan media panas yang lebih homogen. Caranya dengan menggunakan stirrer yang suhunya dapat dikontrol dan diatas hot plate diletakkan wadah kaca. Kedalam wadah kaca dimasukkan air maka medianya disebut water bath dan dimasukkan minyak disebut oil bath BACK
  • 11.
    3. MANTEL PEMANAS Mantel dapat digunakan suhu diatas 100oC. Pemanas mantel terdiri dari selimut fiber glas dengan elemen pemanas listrik. Mantel dirancang untuk berbagai ukuran labu. Suhu mantel dapat dikontrol dengan alat Variac BACK
  • 12.
    MENDINGINKAN LARUTAN Padakeadaan tertentu perlu mendinginkan larutan. Alat untuk menurunkan suhu disebut Cold Bath. Bila digunakan air kran sebagai media pendingin maka suhu yang diperoleh sekitar 15 oC. Bila menggunakan es sebagai pendingin, maka suhu yang dicapai sekitar 0oC.