MANTRA TAWAR BENTAMA MASYARAKAT DAYAK DESA JARAS
KECAMATAN PUTUSSIBAU SELATAN KABUPATEN KAPUAS HULU KAJIAN
STILISTIKA
FAKULTAS PENDIDIKAN BAHASA DAN SENI
INSTITUT TINGGI KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
PERSATUAN GURU REPUBLIK INDONESIA
PONTIANAK
2023
OUTLINE
OLEH
NAMA : MARIANA PUTRI
NIM : 311910093
DOSEN PEMBIMBING
Muhammad Lahir, M.P.d
A. Latar Belakang
Satu di antara bukti nyata bahwa manusia mempunyai warisan Kebudayaan yaitu adanya
sastra lisan Satra lisan merupakan wadah keanekaragaman budaya dari sekelompok
masyarakat tertentu di masa lampau Sastra lisan tumbuh dan berkembang di tengah
masyarakat, serta diwariskan secara turun-temurun yang cara menyampakaikannya dari
mulut. Mantra merupakan sastra lisan yang termasuk ke dalam jenis puisi lama. Mantra
muncul karena adanya keyakinan terhadap makhluk halus serta benda-benda keramat dan
sakti, Mantra sebagai bagian dari sastra lisan memiliki fungsi dan kedudukannya
mendukung perkembangan sastra Indonesia khususnya sastra daerah. Setiap daerah
memiliki ragam budaya, upacara serta mantra yang berbeda-beda. Mantra sebagai sastra
lisan dipergunakan oleh masyarakat sebagai alat pendidikan, upacara adat, bahkan dalam
pengobatan. Masyarakat tertentu masih percaya bahwa ada penyakit yang bias
disembuhkan dengan mantra dan dipercaya memilki kekuatan magis, contohnya
Masyarakat Dayak Desa Jaras Kecamatan Putussibau Selatan Kabupaten Kapuas Hulu.
Alasan peneliti memilih mantra tawar bentama sebagai objek penelitian. Pertama, mantra tawar
bentama masih dipercaya dan digunakan untuk menyembuhkan penyakit. Ada penyakit yang
tidak bisa bisa . disembuhkan oleh medis sehingga manyarakat memilih melakukan pengobatan
tradisional atau pengobatan kampung dengan mengunakan tawar bentama Penyakit yang tidak
bisa disembuhkan dengan medis dalam ilmu kedokteran yang disebut etnomedik. Kedua melalui
penelitian ini peneliti ingin mengetahui mantra tawar bentama yang terdiri dari rima, irama dan
makna pada Mantra tawar bentama masyarakat dayak desa jaras kecamatan putussibau selatan
kabupaten kapuas Hulu.
Alasan peneliti memilih Desa Jaras sebagai objek penelitian Pertama,
masyarakat Dayak Desa dayak desa jaras kecamatan putussibau
selatan kabupaten kapuas Hulu masih percaya, menjaga, dan
menggunakan mantra tawar bentama sebagai bentuk kebudayaan
dan warisan yang diperoleh secara turun-temurun untuk
menyembahkan penyakit
Kedua, peneliti ingin mendokumentasikan mantra tawar bentama
Masyarakat dayak desa jaras kecamatan putussibau selatan
kabupaten kapuas agar tidak punah dan hilang
03
B. Fokus Dan Sub Fokus
Masalah umum yang ada dalam penelitian ini adalah "Bagaimanakah pada Mantra tawar
bentama masyarakat dayak desa jaras kecamatan putussibau selatan kabupaten kapuas
Hulu ". Masalah umum tersebut dibagi lagi menjadi sub masalah sebagai berikut
1. Bagaimanakah rima pada Mantra tawar bentama masyarakat dayak desa jaras
kecamatan putussibau selatan kabupaten kapuas Hulu
2. Bagaimanakah irama pada Mantra tawar bentama masyarakat dayak desa jaras
kecamatan putussibau selatan kabupaten kapuas?
3. Bagaimanakah makna pada Mantra tawar bentama masyarakat dayak desa jaras
kecamatan putussibau selatan kabupaten kapuas Hulu?
1
2
3
C. Tujuan Penelitian
Secara umum penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan "Mantra tawar
bentama masyarakat dayak desa jaras kecamatan putussibau selatan kabupaten
kapuas Hulu Secara khusus. penelitian ini bertujuan sebagai berikut
1. Mendeskripsikan rima Mantra tawar bentama masyarakat dayak desa jaras
kecamatan putussibau selatan kabupaten kapuas Hulu
2. Mendeskripsikan irama Mantra tawar bentama masyarakat dayak desa jaras
kecamatan putussibau selatan kabupaten kapuas Hulu
3. Mendeskripsikan makna Mantra tawar bentama masyarakat dayak desa jaras
kecamatan putussibau selatan kabupaten kapuas Hulu
03
04
penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat untuk
bebagi pihak. Manfaat yang diharapkan dari penelitian ini
adalah sebagai berikut
1 Manfaat Teoretis
Secara teoretis penelitian ini berguna sebagai sarana untuk
mengembangkan ilmu pengetahuan yang berkaitan dengan
sastra lisan terutama mantra sebagai puisi
D. Manfaat Penelitian
04
2. Manfaat Praktis
Penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat praktis terhadap
pihak-pihak sebagai berikut.
a. Manfaat Bagi Penulis Hasil penelitian ini dapat menambah
pengetahuan dalam bidang sastra khusunya sastra lisan yang berupa
mantra.
b. Manfaat Bagi Mahasiswa Prodi Bahasa Indonesia penelitian ini dapat
digunakan sebagai bahan acuan untuk penelitian lebih lanjut
khususnya penelitian yang berkaitan dengan karya sastra yaitu mantra.
c. Manfaat Bagi Peneliti Yang Lain Penelitian ini dapat digunakan
sebagai bahan perbandingan, khususnya dalam masalah yang dibahas
jika akan meneliti puisi lama (mantra)
D. Manfaat Penelitian
E. Ruang Lingkup
PenelitianRuang lingkup penelitian sangat diperlukan pada penelitian, agar
penelitian ini memiliki batasan-batasan yang jelas. Ruang lingkup dalam
penelitian ini terdiri atas subjek penelitian dan defenisi operasional ruang
lingkup penelitian ini memaparkan defenisi konseptual fokus dan sub
fokus yang diteliti secara jelas dan padat.
Definisi konseptual fokus masalah dan sub masalah penelitian ini
merupakan batasan tentang data informasi yang dicari dalam penelitian
kualitatif.
1. Konseptual Fokus Penelitian
Definisi operasional dimaksudkan untuk menghindari kesalahan
dan mempermudah pembaca dalam menafsirkan istilah-istilah yang
terdapat dalam penelitian ini.
Istilah-istilah berikut adalah sebagai berikut:
a. Mantra Tawar Bentama pada penelitian ini adalah jenis puisi
lama yang kata- katanya dianggap memiliki kekuatan gaib,
diucapkan pada waktu tertentu dan hanya bisa dilakukan oleh
seseorang yang memang menguasai mantra.
b. Mantra Tawar Bentama dalam penelitian ini merupakan istilah
yang digunakan oleh Masyarakat masyarakat dayak desa jaras
kecamatan putussibau selatan kabupaten kapuas dalam
memberikan suatu ucapan doa dan permohonan yang dilakukan
oleh seseorang yang memang sudah mengetahui tentang
mantra.
c. Sastra Lisan
Sastra lisan pada penelitian ini merupakan dari kebudayaan yang
tumbuh dan berkembang ditengah masyarakat secara lisan dan diakui
sebagai milik bersama. Sastra lisan juga merupakan jenis kebudayaan
yang berkembang dalam masyarakat dan diwariskan secara turun-
temurun
d. Stilistika
Stilistika dalam konteks bahasa dan sastra mengarah pada pengertian
studi tentang style (gaya bahasa), kajian terhadap wujud performasi
kebahasaan.
2. Konseptual Sub Fokus Penelitian
Agar penelitian ini lebih terarah, maka peneliti merumuskan penelitian yang
berisikan batasan-batasan penelitian yang akan penulis lakukan. Variabel penelitian
ini difokuskan pada kajian Semiotik pada Mantra tawar bentama masyarakat dayak
desa jaras kecamatan putussibau selatan kabupaten kapuas Hulu. Dengan aspek-
aspek sebagai berikut:
a Rima
Rima mantra tawar ntamba dalam penelitian ini merupakan perulangan bunyi yang
sama dalam puisi yang berguna untuk menambah keindahan puisi.
b. Irama
Irama mantra tawar bentamba dalam penelitian ini merupakan salah satu unsur yang
membentuk keindahan bunyi dalam mantra disamping rima
c. Makna
Makna mantra tawar bentama adalah memaparkan bahasa mantra, untuk memahami
bahasa mantra tidak dari isinya saja, tetapi juga latar belakang dimana mantra, itu
diucapkan dan fungsinya bagi masyarakat pendukungnya
TERIMA KASIH

PPT OUTLINE KELOMPOK 1 (1).pptx

  • 1.
    MANTRA TAWAR BENTAMAMASYARAKAT DAYAK DESA JARAS KECAMATAN PUTUSSIBAU SELATAN KABUPATEN KAPUAS HULU KAJIAN STILISTIKA FAKULTAS PENDIDIKAN BAHASA DAN SENI INSTITUT TINGGI KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN PERSATUAN GURU REPUBLIK INDONESIA PONTIANAK 2023 OUTLINE OLEH NAMA : MARIANA PUTRI NIM : 311910093 DOSEN PEMBIMBING Muhammad Lahir, M.P.d
  • 2.
    A. Latar Belakang Satudi antara bukti nyata bahwa manusia mempunyai warisan Kebudayaan yaitu adanya sastra lisan Satra lisan merupakan wadah keanekaragaman budaya dari sekelompok masyarakat tertentu di masa lampau Sastra lisan tumbuh dan berkembang di tengah masyarakat, serta diwariskan secara turun-temurun yang cara menyampakaikannya dari mulut. Mantra merupakan sastra lisan yang termasuk ke dalam jenis puisi lama. Mantra muncul karena adanya keyakinan terhadap makhluk halus serta benda-benda keramat dan sakti, Mantra sebagai bagian dari sastra lisan memiliki fungsi dan kedudukannya mendukung perkembangan sastra Indonesia khususnya sastra daerah. Setiap daerah memiliki ragam budaya, upacara serta mantra yang berbeda-beda. Mantra sebagai sastra lisan dipergunakan oleh masyarakat sebagai alat pendidikan, upacara adat, bahkan dalam pengobatan. Masyarakat tertentu masih percaya bahwa ada penyakit yang bias disembuhkan dengan mantra dan dipercaya memilki kekuatan magis, contohnya Masyarakat Dayak Desa Jaras Kecamatan Putussibau Selatan Kabupaten Kapuas Hulu.
  • 3.
    Alasan peneliti memilihmantra tawar bentama sebagai objek penelitian. Pertama, mantra tawar bentama masih dipercaya dan digunakan untuk menyembuhkan penyakit. Ada penyakit yang tidak bisa bisa . disembuhkan oleh medis sehingga manyarakat memilih melakukan pengobatan tradisional atau pengobatan kampung dengan mengunakan tawar bentama Penyakit yang tidak bisa disembuhkan dengan medis dalam ilmu kedokteran yang disebut etnomedik. Kedua melalui penelitian ini peneliti ingin mengetahui mantra tawar bentama yang terdiri dari rima, irama dan makna pada Mantra tawar bentama masyarakat dayak desa jaras kecamatan putussibau selatan kabupaten kapuas Hulu.
  • 4.
    Alasan peneliti memilihDesa Jaras sebagai objek penelitian Pertama, masyarakat Dayak Desa dayak desa jaras kecamatan putussibau selatan kabupaten kapuas Hulu masih percaya, menjaga, dan menggunakan mantra tawar bentama sebagai bentuk kebudayaan dan warisan yang diperoleh secara turun-temurun untuk menyembahkan penyakit Kedua, peneliti ingin mendokumentasikan mantra tawar bentama Masyarakat dayak desa jaras kecamatan putussibau selatan kabupaten kapuas agar tidak punah dan hilang
  • 5.
    03 B. Fokus DanSub Fokus Masalah umum yang ada dalam penelitian ini adalah "Bagaimanakah pada Mantra tawar bentama masyarakat dayak desa jaras kecamatan putussibau selatan kabupaten kapuas Hulu ". Masalah umum tersebut dibagi lagi menjadi sub masalah sebagai berikut 1. Bagaimanakah rima pada Mantra tawar bentama masyarakat dayak desa jaras kecamatan putussibau selatan kabupaten kapuas Hulu 2. Bagaimanakah irama pada Mantra tawar bentama masyarakat dayak desa jaras kecamatan putussibau selatan kabupaten kapuas? 3. Bagaimanakah makna pada Mantra tawar bentama masyarakat dayak desa jaras kecamatan putussibau selatan kabupaten kapuas Hulu?
  • 6.
    1 2 3 C. Tujuan Penelitian Secaraumum penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan "Mantra tawar bentama masyarakat dayak desa jaras kecamatan putussibau selatan kabupaten kapuas Hulu Secara khusus. penelitian ini bertujuan sebagai berikut 1. Mendeskripsikan rima Mantra tawar bentama masyarakat dayak desa jaras kecamatan putussibau selatan kabupaten kapuas Hulu 2. Mendeskripsikan irama Mantra tawar bentama masyarakat dayak desa jaras kecamatan putussibau selatan kabupaten kapuas Hulu 3. Mendeskripsikan makna Mantra tawar bentama masyarakat dayak desa jaras kecamatan putussibau selatan kabupaten kapuas Hulu 03
  • 7.
    04 penelitian ini diharapkandapat memberikan manfaat untuk bebagi pihak. Manfaat yang diharapkan dari penelitian ini adalah sebagai berikut 1 Manfaat Teoretis Secara teoretis penelitian ini berguna sebagai sarana untuk mengembangkan ilmu pengetahuan yang berkaitan dengan sastra lisan terutama mantra sebagai puisi D. Manfaat Penelitian
  • 8.
    04 2. Manfaat Praktis Penelitianini diharapkan dapat memberikan manfaat praktis terhadap pihak-pihak sebagai berikut. a. Manfaat Bagi Penulis Hasil penelitian ini dapat menambah pengetahuan dalam bidang sastra khusunya sastra lisan yang berupa mantra. b. Manfaat Bagi Mahasiswa Prodi Bahasa Indonesia penelitian ini dapat digunakan sebagai bahan acuan untuk penelitian lebih lanjut khususnya penelitian yang berkaitan dengan karya sastra yaitu mantra. c. Manfaat Bagi Peneliti Yang Lain Penelitian ini dapat digunakan sebagai bahan perbandingan, khususnya dalam masalah yang dibahas jika akan meneliti puisi lama (mantra) D. Manfaat Penelitian
  • 9.
    E. Ruang Lingkup PenelitianRuanglingkup penelitian sangat diperlukan pada penelitian, agar penelitian ini memiliki batasan-batasan yang jelas. Ruang lingkup dalam penelitian ini terdiri atas subjek penelitian dan defenisi operasional ruang lingkup penelitian ini memaparkan defenisi konseptual fokus dan sub fokus yang diteliti secara jelas dan padat. Definisi konseptual fokus masalah dan sub masalah penelitian ini merupakan batasan tentang data informasi yang dicari dalam penelitian kualitatif.
  • 10.
    1. Konseptual FokusPenelitian Definisi operasional dimaksudkan untuk menghindari kesalahan dan mempermudah pembaca dalam menafsirkan istilah-istilah yang terdapat dalam penelitian ini. Istilah-istilah berikut adalah sebagai berikut: a. Mantra Tawar Bentama pada penelitian ini adalah jenis puisi lama yang kata- katanya dianggap memiliki kekuatan gaib, diucapkan pada waktu tertentu dan hanya bisa dilakukan oleh seseorang yang memang menguasai mantra. b. Mantra Tawar Bentama dalam penelitian ini merupakan istilah yang digunakan oleh Masyarakat masyarakat dayak desa jaras kecamatan putussibau selatan kabupaten kapuas dalam memberikan suatu ucapan doa dan permohonan yang dilakukan oleh seseorang yang memang sudah mengetahui tentang mantra.
  • 11.
    c. Sastra Lisan Sastralisan pada penelitian ini merupakan dari kebudayaan yang tumbuh dan berkembang ditengah masyarakat secara lisan dan diakui sebagai milik bersama. Sastra lisan juga merupakan jenis kebudayaan yang berkembang dalam masyarakat dan diwariskan secara turun- temurun d. Stilistika Stilistika dalam konteks bahasa dan sastra mengarah pada pengertian studi tentang style (gaya bahasa), kajian terhadap wujud performasi kebahasaan.
  • 12.
    2. Konseptual SubFokus Penelitian Agar penelitian ini lebih terarah, maka peneliti merumuskan penelitian yang berisikan batasan-batasan penelitian yang akan penulis lakukan. Variabel penelitian ini difokuskan pada kajian Semiotik pada Mantra tawar bentama masyarakat dayak desa jaras kecamatan putussibau selatan kabupaten kapuas Hulu. Dengan aspek- aspek sebagai berikut: a Rima Rima mantra tawar ntamba dalam penelitian ini merupakan perulangan bunyi yang sama dalam puisi yang berguna untuk menambah keindahan puisi. b. Irama Irama mantra tawar bentamba dalam penelitian ini merupakan salah satu unsur yang membentuk keindahan bunyi dalam mantra disamping rima c. Makna Makna mantra tawar bentama adalah memaparkan bahasa mantra, untuk memahami bahasa mantra tidak dari isinya saja, tetapi juga latar belakang dimana mantra, itu diucapkan dan fungsinya bagi masyarakat pendukungnya
  • 13.