"Al ‘Adad Wa Al Tathbiqot”
Disusun oleh :
Kelompok 4
Siti Hardiyanti 201360003
Nurul Maulia 201360005
Azlya Az Zhahira 201360014
Nurunnisa 201360015
Wafi Attabiq 201360017
Siti Maemunah 201360021
M. Aulia Adrian 201360024
Pengertian dan macam-macam ‘Adad Wa
Al Ma’dud
'Adad adalah hitungan atau bilangan. Dan ma'dud adalah sesuatu yang dihitung. Secara
keseluruhan, 'adad ma'dud dibagi menjadi 2 macam, yaitu:
1. 'adad ashli (yang menunjukkan jumlah).
Contoh: .... ‫خمسة‬ ،‫اربعة‬ ،‫ثالثة‬ ،‫اثنان‬ ،‫واحد‬
2. 'adad tartibi (yang menunjukkan urutan)
Contoh: .... ‫الخامس‬ ،‫الرابع‬ ،‫الثالث‬ ،‫الثاني‬ ،‫االول‬
Selanjutnya, 'adad ashli terbagi lagi menjadi 5, yaitu sebagai berikut:
1. 'adad mufrod
Yaitu terdiri dari bilangan 1-10. Dan bilangan 1-10 ini terbagi lagi menjadi dua, yaitu: bilangan 1-2
dan bilangan dari 3 - 10.
a). Bilangan 1-2
Syaratnya:
antara adad dan ma'dud harus sama mudzakkar dan muannasnya.
I’rabnya (adad) menjadi na’at dari ma’dud.
Contoh: ٌ‫د‬ ِ‫اح‬ َ‫و‬ ٌ‫ب‬ِ‫ل‬‫ا‬َ‫ط‬ َ‫ء‬‫ا‬َ‫ج‬
b). Bilangan 3-10
Syaratnya:
- antara adad dan ma'dud harus saling berlawanan mudzakkar dan muannasnya.
- I’rob ‘adadnya sesuai dengan tuntuan amil sebelumnya.
- ma'dudnya harus berupa jamak dan menjadi mudhof ilaih (beri'rob khofadh).
Contoh: ُ‫ة‬َ‫ث‬ َ
‫ال‬َ‫ث‬ َ‫ء‬‫ا‬َ‫ج‬
‫ب‬ ُ
‫ال‬ُ‫ط‬
2. 'adad Murokkab
Yaitu terdiri dari bilangan 11-19. Dan bilangan 11-19 terbagi lagi menjadi dua, yaitu:
bilangan 11-12 dan bilangan 13-19
a). Bilangan 11-12
Syaratnya:
- antara adad dan ma'dud harus sama mudzakkar dan muannasnya.
- antara bilangan pertama dan kedua harus sama mudzakkar dan muannasnya.
- ma'dudnya harus berupa mufrod.
- I’rob ‘adadnya (bilangan pertama dan kedua) mabni fathah.
- I’rob ma’dudnya dinasobkan menjadi tamyiz.
Contoh: ‫ا‬ً‫ب‬ِ‫ل‬‫ا‬َ‫ط‬ َ‫َر‬‫ش‬َ‫ع‬ ‫َا‬‫ن‬ْ‫إث‬ َ‫ء‬‫ا‬َ‫ج‬
b). Bilangan 13-19
Syaratnya:
- ma'dud harus berlawanan dengan adad (yang pertama) dalam mudzakkar dan muannasnya.
- antara bilangan pertama dan kedua harus berlawanan dalam mudzakkar dan muannasnya.
- ma'dudnya harus berupa mufrod.
- I’rob ‘adadnya (bilangan pertama dan kedua) mabni fathah.
- I’rob ma’dudnya dinasobkan menjadi tamyiz.
Contoh: ‫ًا‬‫ب‬ِ‫ل‬‫ا‬َ‫ط‬ َ‫َر‬‫ش‬َ‫ع‬ َ‫ة‬َ‫س‬ْ‫َم‬‫خ‬ َ‫ء‬‫ا‬َ‫ج‬
3.‘Adad Ma’thuf (bilangan 21-99)
Adad Ma’thuf, merupakan adad yang terdiri dari dua lafadz bersambung menunjukkan sebuah
bilangan sebagaimana adad murakkab, tetapi adad ini terdapat wau (‫)و‬ ‘athaf di antara kedua
lafadznya. Berikut ini sebagian contoh adad ma’thuf:
َ‫ن‬ ْ‫و‬ُ‫ر‬ْ‫ش‬ِ‫ع‬ َ‫و‬ ٌ‫د‬ ِ‫اح‬ َ‫و‬
21
َ‫ن‬ ْ‫و‬ُ‫ث‬َ‫ال‬َ‫ث‬ َ‫و‬ ِ‫َان‬‫ن‬ْ‫ِث‬‫ا‬
32
َ‫ن‬ ْ‫و‬ُ‫ع‬َ‫ب‬ ْ‫ر‬َ‫أ‬ َ‫و‬ ٌ‫ة‬َ‫ث‬َ‫ال‬َ‫ث‬
43
َ‫ن‬ ْ‫و‬ُ‫س‬ْ‫َم‬‫خ‬ َ‫و‬ ٌ‫ة‬َ‫ع‬َ‫ب‬ ْ‫ر‬َ‫أ‬
54
َ‫ن‬ ْ‫و‬ُّ‫ت‬ِ‫س‬ َ‫و‬ ٌ‫ة‬َ‫س‬ْ‫َم‬‫خ‬
65
ٌ‫ة‬َّ‫ت‬ِ‫س‬
َ‫ن‬ ْ‫و‬ُ‫ع‬ْ‫ب‬َ‫س‬ َ‫و‬
76
َ‫ن‬ ْ‫و‬ُ‫ن‬‫ا‬َ‫م‬َ‫ث‬ َ‫و‬ ٌ‫ة‬َ‫ع‬ْ‫ب‬َ‫س‬
87
َ‫ن‬ ْ‫و‬ُ‫ع‬ْ‫س‬ِ‫ت‬ َ‫و‬ ٌ‫ة‬َ‫ي‬ِ‫ن‬‫ا‬َ‫م‬َ‫ث‬
98
َ‫ن‬ ْ‫و‬ُ‫ع‬ْ‫س‬ِ‫ت‬ َ‫و‬ ٌ‫ة‬َ‫ع‬ْ‫س‬ِ‫ت‬
99
4. 'adad uqud
Yaitu bilangan puluhan 20, 30, 40 sampai 90.
‫عشرون‬
,
‫ثالثون‬
,
‫أربعون‬
,
‫خمسون‬
,
‫ستون‬
,
‫سبعون‬
,
‫ثمانون‬
,
‫تسعون‬
Syaratnya:
-Ma'dudnya harus berupa mufrod.
-I’robnya ‘adad sesuai dengan tuntutan amilnya.
-I’robnya ma’dud harus nasob sebagai tamyiz.
Contoh: ‫ا‬ً‫ر‬ ِ‫َاج‬‫ت‬ َ‫ين‬ ِ
‫ر‬ْ‫ش‬ِ‫ع‬ ُ‫ْت‬‫ي‬‫أ‬ َ‫ر‬
5. 'adad ratusan
Syaratnya:
Ma'dudnya harus berupa mufrod.
-I’robnya ‘adad sesuai dengan tuntutan amilnya.
-I’robnya ma’dud harus khofad sebagai mudhof ilaih.
Contoh: ‫َاب‬‫ت‬ِ‫ك‬ َ‫ة‬َ‫ئ‬ِ‫م‬ ُ‫أيت‬ َ‫ر‬
6. 'adad ribuan
Syaratnya:
-Ma'dudnya harus berupa mufrod.
-I’robnya ‘adad sesuai dengan tuntutan amilnya.
-I’robnya ma’dud harus khofad sebagai mudhof ilaih.
Contoh: ‫َاب‬‫ت‬ِ‫ك‬ َ‫ف‬ْ‫ل‬َ‫ا‬ ُ‫أت‬ َ‫ر‬َ‫ق‬
Adat tatribi dan ketentuanya
‘Adad Tartibi
‘Adad Tartibi adalah isim ‘adad yang menunjukkan urutan atau tingkatan dan dengan mengikuti wazan
atau pola faa’ilun atau faa’ilatun. ‘Adad tartibi harus memenuhi ketentuan sebagai berikut;
Pertama, Mengikuti wazan isim fa’il yaitu faa’ilun pengecualian atau kecuali pada bilangan satu.
Kedua, adad dan ma’dudnya harus sesuai antara muanas mudzakarnya.
Contoh kalimat ‘adad tartibi:
‫ث‬ِ‫ل‬‫ا‬َّ‫الث‬ َ
‫س‬ ْ‫َّر‬‫د‬‫ال‬ ُ‫م‬َّ‫ل‬َ‫ع‬َ‫ت‬َ‫ن‬ َ‫ن‬َ ْ
‫اْل‬
Al aana nata’allamu-d darsa-ts tsaalits artinya saat ini kita sedang belajar pelajaran ketiga.
Ketentuan Adad Tartibi
Adad tartibi harus memenuhi ketentuan-ketentuan berikut:
Adad tartibi mengikuti isim fa`il. Kecuali pada bilangan satu.
Adad ma`dud-nya disesuaikan muanas midzakar-nya.
Contoh: ‫الثالث‬ ‫الدرس‬
Bilangan 1-9 i`rab-nya sesuai kededudukannya.
Contoh : ‫السابع‬ ‫القوج‬ ‫جاء‬
Bilangan 11-19 harus mabni fathah.
Contoh: ‫عشرة‬ ‫الحادية‬ ‫الساعة‬
Bilangan puluhan 20-30-40-50-60-70-80-90 tidak ada pengaruh muanas dan mudzakarnya.
Namun pada i`rabnya sesuai dengan kedudukannya. Untuk i`rab rofa` ditandai dengan ( ‫و‬ ) untuk
i`rab nashab dan jer ditandai dengan ( ‫)ي‬.
Contoh : ‫عشرون‬
–
‫اربعون‬ untuk rofa`
‫عشرين‬
–
‫اربعين‬ untuk nashab dan jer.
Untuk bilangan ratusan dan ribuan i`rabnya sesuai dengan kedudukan
Contoh adad madud dalam alqur’an
Contoh ‘Adad Wa Al Ma’dud dalam Al-Quran
• Bilangan Satu dan Dua
Pemakaian bilangan satu dan dua seperti penggunaan na'at dan man'ut (shifat dan maushuf), karena itu
antara al-'adad wa a-ma'dud harus sama mudzakkar atau mu'annats-nya dan sama i'rab-nya, jadi
penggunaan kata bilangan di belakang mufrad atau mutsanna itu, hanya menguatkan saja isim
sebelumnya (Muhammad, t.th. 94-95). Bilangan satu dalam bahasa Arab terdapat empat bentuk,
masing-masing dua untuk mudzakkar dan dua untuk mu'annats. “ ‫احد‬dan ‫واحد‬ " )mudzakar( " ‫واحدة‬
dan " )
‫احدي‬ mu'annats(. Bilangan dua dalam bahasa Arab " ‫"اثنان‬ dan " ‫اثنين‬ " untuk mudzakkar,
adapun untuk mu'annats adalah " ‫اثنتان‬ " dan " ‫اثنتين‬ ".
-Contoh Bilangan Satu:
Contoh bilangan satu Diantara ayat tentang bilangan satu mudzakkar terdapat pada surat Yusuf (12): 67,
yaitu:
‫ة‬َ‫ق‬ ِ
‫ر‬َ‫ف‬َ‫ت‬ُّ‫م‬ ‫اب‬ َ‫ْو‬‫ب‬َ‫ا‬ ْ‫ن‬ِ‫م‬ ‫ا‬ ْ‫و‬ُ‫ل‬ُ‫خ‬ْ‫د‬‫ا‬ َّ‫و‬ ‫د‬ ِ‫اح‬ َّ‫و‬ ‫اب‬َ‫ب‬ْ‫ن‬ِ‫م‬ ‫ا‬ ْ‫و‬ُ‫ل‬ُ‫خ‬ْ‫د‬َ‫ت‬ َ
‫ال‬ َّ‫ي‬ِ‫ن‬َ‫ب‬‫ي‬ َ‫ل‬‫ا‬َ‫ق‬ َ‫و‬
...
Artinya: “Dan dia (Ya'qub) berkata: "Wahai anak-anakku! janganlah kamu masuk dari satu pintu
gerbang, dan masuklah dari pintu-pintu gerbang yang berbeda-beda,..”
Dan contoh bilangan satu untuk muannas terdapat dalam surat Shaad (38): 23, yaitu:
ٌ‫ة‬َ‫د‬ ِ‫اح‬ َّ‫و‬ ٌ‫ة‬َ‫ج‬ْ‫ع‬َ‫ن‬ َ‫ي‬ِ‫ل‬ َّ‫و‬ ً‫ة‬َ‫ج‬ْ‫ع‬َ‫ن‬ َ‫ن‬ ْ‫و‬ُ‫ع‬ْ‫س‬ِ‫ت‬ َّ‫و‬ ٌ‫ع‬ْ‫س‬ِ‫ت‬ ُ‫ه‬َ‫ل‬ ‫ي‬ ِ‫خ‬َ‫ا‬ ‫آ‬َ‫ذ‬‫ه‬ َّ‫ِن‬‫ا‬
...
Artinya: “Sesungguhnya saudaraku ini mempunyai sembilan puluh sembilan ekor kambing betina dan
aku mempunyai seekor saja...”
-Contoh Bilangan Dua:
Ayat tentang bilangan dua muzdakkar yang tergolong nominatif (kata benda yang berkedudukan
sebagai subjek) yaitu terdapat pada surah al-Maidah (5): 106.
‫ا‬ ِ‫ة‬َّ‫ي‬ ِ
‫ص‬ َ‫الو‬ َ‫ين‬ ِ‫ح‬ ُ‫ت‬ ْ‫و‬َ‫م‬ْ‫ال‬ ُ‫م‬ُ‫ك‬َ‫د‬َ‫ح‬َ‫ا‬ َ‫ر‬َ‫ض‬َ‫ح‬ ‫ا‬َ‫ذ‬ِ‫ا‬ ْ‫م‬ُ‫ك‬ِ‫ن‬ْ‫ي‬َ‫ب‬ ُ‫ة‬َ‫د‬‫ا‬َ‫ه‬َ‫ش‬ ‫ا‬ ْ‫و‬ُ‫ن‬َ‫م‬‫ا‬ َ‫ِين‬‫ذ‬َّ‫ال‬ ‫ا‬َ‫ه‬ُّ‫ي‬َ‫ا‬‫ي‬
ْ‫ن‬ِ‫م‬ ‫ْل‬‫د‬َ‫ع‬ ‫ا‬ َ‫و‬َ‫ذ‬ ِ‫َان‬‫ن‬ْ‫ث‬
ْ‫م‬ُ‫ك‬ ِ
‫ْر‬‫ي‬ََ ْ‫ن‬ِ‫م‬ ِ‫ان‬ َ‫َر‬‫خ‬‫ا‬ ْ‫و‬َ‫ا‬ ْ‫م‬ُ‫ك‬
...
Artinya: “Hai orang-orang yang beriman, apabila salah seorang kamu menghadapi kematian,
sedang ia akan berwasiat , maka hendaklah (wasiat itu) disaksikan oleh dua orang yang adil
diantara kamu, atau dua orang yang berlainan agama dengan kamu…”
Dan bentuk mu'annats yang tergolong akusatif (kata benda yang berkedudukan sebagai objek)
yaitu pada Ghafir (40): 11.
َ‫ن‬ِ‫ب‬ ْ‫و‬ُ‫ن‬ُ‫ذ‬ِ‫ب‬ ‫َا‬‫ن‬ْ‫ف‬ َ‫ر‬َ‫ت‬ْ‫ع‬‫ا‬َ‫ف‬ ِ‫ْن‬‫ي‬َ‫ت‬َ‫ن‬ْ‫اث‬ ‫َا‬‫ن‬َ‫ت‬ْ‫ي‬َ‫ي‬ْ‫ح‬َ‫ا‬ َ‫و‬ ِ‫ْن‬‫ي‬َ‫ت‬َ‫ن‬ْ‫اث‬ ‫َا‬‫ن‬َّ‫ت‬َ‫م‬َ‫ا‬ ‫َآ‬‫ن‬َّ‫ب‬َ‫ر‬ ‫ا‬ ْ‫و‬ُ‫ل‬‫ا‬َ‫ق‬
‫ا‬
...
Artinya: “Mereka menjawab: "Ya Tuhan kami Engkau telah mematikan kami dua kali dan telah
menghidupkan kami dua kali (pula), lalu kami mengakui dosa-dosa kami...”
• Bilangan Tiga-Sepuluh
Ketentuan bilangan tiga sampai sepuluh, bahwa al-'adad (hitungan) dan al-ma'dud (subjek yang
dihitung) selalu berbeda dari segi mudzakkar-mu'annats-nya, jadi jika al-ma'du-nya
mudzakkar (tanpa ta' marbuthah), maka al-'adad-nya mu'annats (dengan ta' marbuthah) dan
demikian juga ketentuannya jika sebaliknya. Ketentuan lain daripada bilangan satu sampai
sepuluh al-ma'dudnya selalu mudhaf (majrur) kepada jama'. (Ibnu 'Aqil, 1992: 804). Selain
ketentuan diatas bahwa penentuan mudzakkar atau mu'annats-nya selalu dilihat dari mufrad-
nya sementara al-ma'dud-nya selalu berbentuk nakirah dan tidak boleh ma'rifah.
(Muhammad, t. th. 97)
-Contoh Bilangan Tiga:
Contoh bilangan tiga diantaranya terdapat pada surah Ali 'Imran (3): 41.
‫ا‬ً‫ز‬ْ‫م‬َ‫ر‬ َّ
‫ِال‬‫ا‬ ‫َّام‬‫ي‬َ‫ا‬ َ‫ة‬َ‫ث‬ َ
‫ال‬َ‫ث‬ ِ
‫اس‬َّ‫ن‬‫ال‬ َ‫م‬ِ‫ل‬َ‫ك‬ُ‫ت‬ َّ
‫ال‬َ‫ا‬ َ‫ك‬ُ‫ت‬َ‫ي‬‫ا‬ َ‫ل‬‫ا‬َ‫ق‬
... ...
Artinya: “...Allah berfirman: "Tandanya bagimu, kamu tidak dapat berkata-kata dengan manusia selama
tiga hari, kecuali dengan isyarat...”
-Contoh Bilangan Empat:
Contoh bilangan empat diantaranya terdapat pada surah at Taubah (9): 2.
‫ر‬ُ‫ه‬ْ‫ش‬َ‫ا‬ َ‫ة‬َ‫ع‬َ‫ب‬ْ‫ر‬َ‫ا‬ ِ
‫ض‬ْ‫ر‬َ‫ال‬‫ا‬ ‫ى‬ِ‫ف‬ ‫ا‬ ْ‫و‬ُ‫ح‬ْ‫ي‬ِ‫س‬َ‫ف‬
...
Artinya: “Maka berjalanlah kamu (kaum musyrikin) di muka bumi selama empat bulan...”
-Contoh Bilangan Sembilan
Contoh bilangan sembilan dalam Alquran di antaranya terdapat pada surah al-Israa' (17): 101.
‫نت‬ِ‫ي‬َ‫ب‬ ‫ايت‬ َ‫ع‬ْ‫س‬ِ‫ت‬ ‫سضي‬ ْ‫و‬ُ‫م‬ ‫َا‬‫ن‬ْ‫ي‬َ‫ت‬‫ا‬ ْ‫د‬َ‫ق‬َ‫ل‬ َ‫و‬
...
Artinya: “Dan sungguh, kami telah memberikan kepada Musa sembilan mukjizat yang nyata, ...”
-Contoh Bilangan Sepuluh:
Contoh Bilangan sepuluh dalam Alquran di antaranya terdapat pada surah al-Maidah (5): 8
ْ‫م‬ُ‫ك‬ْ‫ي‬ِ‫ل‬ْ‫ه‬َ‫ا‬ َ‫ون‬ُ‫م‬ِ‫ع‬ْ‫ط‬ُ‫ت‬‫ا‬َ‫م‬ ِ‫ط‬َ‫س‬ ْ‫و‬َ‫ا‬ ْ‫ن‬ِ‫م‬ َ‫ِين‬‫ك‬‫س‬َ‫م‬ ِ‫ة‬َ‫َر‬‫ش‬َ‫ع‬ ُ‫م‬‫ا‬َ‫ع‬ْ‫ِط‬‫ا‬ ُ‫ه‬ُ‫ت‬ َ‫ار‬َّ‫ف‬َ‫ك‬َ‫ف‬
... ...
Artinya: “…maka kaffaratnya (denda pelanggaran sumpah) melanggar) ialah memberi makan sepuluh
orang miskin, yaitu dari makanan yang biasa kamu berikan kepada keluargamu...”
Kesimpulan
Jadi, 'Adad adalah hitungan atau bilangan. Dan ma'dud adalah sesuatu yang dihitung.
'Adad ma'dud dibagi menjadi 2 macam, yaitu: ‘Adad Ashli dan ‘Adad Tartibi. ‘Adad ashli yaitu
yang menunjukkan jumlah dan ‘Adad tartibi yaitu yang menunjukkan urutan. Adapun ‘Adad
ashli ada macam-macamnya yaitu: ‘adad mufrod, murokkab, ma’thuf, uqud, ribuan dan
ratusan.
Dalam Alquran terdapat beberapa ayat tentang al-'adad wa al ma'dud, tersebar dalam
beberapa surah, baik makkiyah maupun madaniyah. Pemakaian bilangan dalam Alquran, satu
sampai dua sama persis penggunaan na'at dengan man'ut, karenanya harus sama mudzakkar
atau muannatsnya dan sama juga i'rabnya. Bilangan tiga sampai sepuluh antara al-'adad dan
al-ma'dud selalu terbalik dari segi mudzakkar dan muannats-nya, sedangkan penentuan
muzdakkar atau mu'annatsnya harus dilihat dari mufradnya. Ma'dud (subjek yang dihitung)
dari bilangan tiga sampai dengan sepuluh selalu jama', majrur dan nakirah

PPT NAHWU KLOMPOK 4.pptx

  • 1.
    "Al ‘Adad WaAl Tathbiqot” Disusun oleh : Kelompok 4 Siti Hardiyanti 201360003 Nurul Maulia 201360005 Azlya Az Zhahira 201360014 Nurunnisa 201360015 Wafi Attabiq 201360017 Siti Maemunah 201360021 M. Aulia Adrian 201360024
  • 2.
    Pengertian dan macam-macam‘Adad Wa Al Ma’dud 'Adad adalah hitungan atau bilangan. Dan ma'dud adalah sesuatu yang dihitung. Secara keseluruhan, 'adad ma'dud dibagi menjadi 2 macam, yaitu: 1. 'adad ashli (yang menunjukkan jumlah). Contoh: .... ‫خمسة‬ ،‫اربعة‬ ،‫ثالثة‬ ،‫اثنان‬ ،‫واحد‬ 2. 'adad tartibi (yang menunjukkan urutan) Contoh: .... ‫الخامس‬ ،‫الرابع‬ ،‫الثالث‬ ،‫الثاني‬ ،‫االول‬ Selanjutnya, 'adad ashli terbagi lagi menjadi 5, yaitu sebagai berikut: 1. 'adad mufrod Yaitu terdiri dari bilangan 1-10. Dan bilangan 1-10 ini terbagi lagi menjadi dua, yaitu: bilangan 1-2 dan bilangan dari 3 - 10. a). Bilangan 1-2 Syaratnya: antara adad dan ma'dud harus sama mudzakkar dan muannasnya. I’rabnya (adad) menjadi na’at dari ma’dud. Contoh: ٌ‫د‬ ِ‫اح‬ َ‫و‬ ٌ‫ب‬ِ‫ل‬‫ا‬َ‫ط‬ َ‫ء‬‫ا‬َ‫ج‬
  • 3.
    b). Bilangan 3-10 Syaratnya: -antara adad dan ma'dud harus saling berlawanan mudzakkar dan muannasnya. - I’rob ‘adadnya sesuai dengan tuntuan amil sebelumnya. - ma'dudnya harus berupa jamak dan menjadi mudhof ilaih (beri'rob khofadh). Contoh: ُ‫ة‬َ‫ث‬ َ ‫ال‬َ‫ث‬ َ‫ء‬‫ا‬َ‫ج‬ ‫ب‬ ُ ‫ال‬ُ‫ط‬ 2. 'adad Murokkab Yaitu terdiri dari bilangan 11-19. Dan bilangan 11-19 terbagi lagi menjadi dua, yaitu: bilangan 11-12 dan bilangan 13-19 a). Bilangan 11-12 Syaratnya: - antara adad dan ma'dud harus sama mudzakkar dan muannasnya. - antara bilangan pertama dan kedua harus sama mudzakkar dan muannasnya. - ma'dudnya harus berupa mufrod. - I’rob ‘adadnya (bilangan pertama dan kedua) mabni fathah. - I’rob ma’dudnya dinasobkan menjadi tamyiz. Contoh: ‫ا‬ً‫ب‬ِ‫ل‬‫ا‬َ‫ط‬ َ‫َر‬‫ش‬َ‫ع‬ ‫َا‬‫ن‬ْ‫إث‬ َ‫ء‬‫ا‬َ‫ج‬
  • 4.
    b). Bilangan 13-19 Syaratnya: -ma'dud harus berlawanan dengan adad (yang pertama) dalam mudzakkar dan muannasnya. - antara bilangan pertama dan kedua harus berlawanan dalam mudzakkar dan muannasnya. - ma'dudnya harus berupa mufrod. - I’rob ‘adadnya (bilangan pertama dan kedua) mabni fathah. - I’rob ma’dudnya dinasobkan menjadi tamyiz. Contoh: ‫ًا‬‫ب‬ِ‫ل‬‫ا‬َ‫ط‬ َ‫َر‬‫ش‬َ‫ع‬ َ‫ة‬َ‫س‬ْ‫َم‬‫خ‬ َ‫ء‬‫ا‬َ‫ج‬ 3.‘Adad Ma’thuf (bilangan 21-99) Adad Ma’thuf, merupakan adad yang terdiri dari dua lafadz bersambung menunjukkan sebuah bilangan sebagaimana adad murakkab, tetapi adad ini terdapat wau (‫)و‬ ‘athaf di antara kedua lafadznya. Berikut ini sebagian contoh adad ma’thuf: َ‫ن‬ ْ‫و‬ُ‫ر‬ْ‫ش‬ِ‫ع‬ َ‫و‬ ٌ‫د‬ ِ‫اح‬ َ‫و‬ 21 َ‫ن‬ ْ‫و‬ُ‫ث‬َ‫ال‬َ‫ث‬ َ‫و‬ ِ‫َان‬‫ن‬ْ‫ِث‬‫ا‬ 32 َ‫ن‬ ْ‫و‬ُ‫ع‬َ‫ب‬ ْ‫ر‬َ‫أ‬ َ‫و‬ ٌ‫ة‬َ‫ث‬َ‫ال‬َ‫ث‬ 43 َ‫ن‬ ْ‫و‬ُ‫س‬ْ‫َم‬‫خ‬ َ‫و‬ ٌ‫ة‬َ‫ع‬َ‫ب‬ ْ‫ر‬َ‫أ‬ 54 َ‫ن‬ ْ‫و‬ُّ‫ت‬ِ‫س‬ َ‫و‬ ٌ‫ة‬َ‫س‬ْ‫َم‬‫خ‬ 65 ٌ‫ة‬َّ‫ت‬ِ‫س‬ َ‫ن‬ ْ‫و‬ُ‫ع‬ْ‫ب‬َ‫س‬ َ‫و‬ 76 َ‫ن‬ ْ‫و‬ُ‫ن‬‫ا‬َ‫م‬َ‫ث‬ َ‫و‬ ٌ‫ة‬َ‫ع‬ْ‫ب‬َ‫س‬ 87 َ‫ن‬ ْ‫و‬ُ‫ع‬ْ‫س‬ِ‫ت‬ َ‫و‬ ٌ‫ة‬َ‫ي‬ِ‫ن‬‫ا‬َ‫م‬َ‫ث‬ 98 َ‫ن‬ ْ‫و‬ُ‫ع‬ْ‫س‬ِ‫ت‬ َ‫و‬ ٌ‫ة‬َ‫ع‬ْ‫س‬ِ‫ت‬ 99
  • 5.
    4. 'adad uqud Yaitubilangan puluhan 20, 30, 40 sampai 90. ‫عشرون‬ , ‫ثالثون‬ , ‫أربعون‬ , ‫خمسون‬ , ‫ستون‬ , ‫سبعون‬ , ‫ثمانون‬ , ‫تسعون‬ Syaratnya: -Ma'dudnya harus berupa mufrod. -I’robnya ‘adad sesuai dengan tuntutan amilnya. -I’robnya ma’dud harus nasob sebagai tamyiz. Contoh: ‫ا‬ً‫ر‬ ِ‫َاج‬‫ت‬ َ‫ين‬ ِ ‫ر‬ْ‫ش‬ِ‫ع‬ ُ‫ْت‬‫ي‬‫أ‬ َ‫ر‬ 5. 'adad ratusan Syaratnya: Ma'dudnya harus berupa mufrod. -I’robnya ‘adad sesuai dengan tuntutan amilnya. -I’robnya ma’dud harus khofad sebagai mudhof ilaih. Contoh: ‫َاب‬‫ت‬ِ‫ك‬ َ‫ة‬َ‫ئ‬ِ‫م‬ ُ‫أيت‬ َ‫ر‬ 6. 'adad ribuan Syaratnya: -Ma'dudnya harus berupa mufrod. -I’robnya ‘adad sesuai dengan tuntutan amilnya. -I’robnya ma’dud harus khofad sebagai mudhof ilaih. Contoh: ‫َاب‬‫ت‬ِ‫ك‬ َ‫ف‬ْ‫ل‬َ‫ا‬ ُ‫أت‬ َ‫ر‬َ‫ق‬
  • 6.
    Adat tatribi danketentuanya ‘Adad Tartibi ‘Adad Tartibi adalah isim ‘adad yang menunjukkan urutan atau tingkatan dan dengan mengikuti wazan atau pola faa’ilun atau faa’ilatun. ‘Adad tartibi harus memenuhi ketentuan sebagai berikut; Pertama, Mengikuti wazan isim fa’il yaitu faa’ilun pengecualian atau kecuali pada bilangan satu. Kedua, adad dan ma’dudnya harus sesuai antara muanas mudzakarnya. Contoh kalimat ‘adad tartibi: ‫ث‬ِ‫ل‬‫ا‬َّ‫الث‬ َ ‫س‬ ْ‫َّر‬‫د‬‫ال‬ ُ‫م‬َّ‫ل‬َ‫ع‬َ‫ت‬َ‫ن‬ َ‫ن‬َ ْ ‫اْل‬ Al aana nata’allamu-d darsa-ts tsaalits artinya saat ini kita sedang belajar pelajaran ketiga. Ketentuan Adad Tartibi Adad tartibi harus memenuhi ketentuan-ketentuan berikut: Adad tartibi mengikuti isim fa`il. Kecuali pada bilangan satu. Adad ma`dud-nya disesuaikan muanas midzakar-nya. Contoh: ‫الثالث‬ ‫الدرس‬ Bilangan 1-9 i`rab-nya sesuai kededudukannya. Contoh : ‫السابع‬ ‫القوج‬ ‫جاء‬ Bilangan 11-19 harus mabni fathah. Contoh: ‫عشرة‬ ‫الحادية‬ ‫الساعة‬
  • 7.
    Bilangan puluhan 20-30-40-50-60-70-80-90tidak ada pengaruh muanas dan mudzakarnya. Namun pada i`rabnya sesuai dengan kedudukannya. Untuk i`rab rofa` ditandai dengan ( ‫و‬ ) untuk i`rab nashab dan jer ditandai dengan ( ‫)ي‬. Contoh : ‫عشرون‬ – ‫اربعون‬ untuk rofa` ‫عشرين‬ – ‫اربعين‬ untuk nashab dan jer. Untuk bilangan ratusan dan ribuan i`rabnya sesuai dengan kedudukan
  • 8.
    Contoh adad maduddalam alqur’an Contoh ‘Adad Wa Al Ma’dud dalam Al-Quran • Bilangan Satu dan Dua Pemakaian bilangan satu dan dua seperti penggunaan na'at dan man'ut (shifat dan maushuf), karena itu antara al-'adad wa a-ma'dud harus sama mudzakkar atau mu'annats-nya dan sama i'rab-nya, jadi penggunaan kata bilangan di belakang mufrad atau mutsanna itu, hanya menguatkan saja isim sebelumnya (Muhammad, t.th. 94-95). Bilangan satu dalam bahasa Arab terdapat empat bentuk, masing-masing dua untuk mudzakkar dan dua untuk mu'annats. “ ‫احد‬dan ‫واحد‬ " )mudzakar( " ‫واحدة‬ dan " ) ‫احدي‬ mu'annats(. Bilangan dua dalam bahasa Arab " ‫"اثنان‬ dan " ‫اثنين‬ " untuk mudzakkar, adapun untuk mu'annats adalah " ‫اثنتان‬ " dan " ‫اثنتين‬ ". -Contoh Bilangan Satu: Contoh bilangan satu Diantara ayat tentang bilangan satu mudzakkar terdapat pada surat Yusuf (12): 67, yaitu: ‫ة‬َ‫ق‬ ِ ‫ر‬َ‫ف‬َ‫ت‬ُّ‫م‬ ‫اب‬ َ‫ْو‬‫ب‬َ‫ا‬ ْ‫ن‬ِ‫م‬ ‫ا‬ ْ‫و‬ُ‫ل‬ُ‫خ‬ْ‫د‬‫ا‬ َّ‫و‬ ‫د‬ ِ‫اح‬ َّ‫و‬ ‫اب‬َ‫ب‬ْ‫ن‬ِ‫م‬ ‫ا‬ ْ‫و‬ُ‫ل‬ُ‫خ‬ْ‫د‬َ‫ت‬ َ ‫ال‬ َّ‫ي‬ِ‫ن‬َ‫ب‬‫ي‬ َ‫ل‬‫ا‬َ‫ق‬ َ‫و‬ ... Artinya: “Dan dia (Ya'qub) berkata: "Wahai anak-anakku! janganlah kamu masuk dari satu pintu gerbang, dan masuklah dari pintu-pintu gerbang yang berbeda-beda,..” Dan contoh bilangan satu untuk muannas terdapat dalam surat Shaad (38): 23, yaitu: ٌ‫ة‬َ‫د‬ ِ‫اح‬ َّ‫و‬ ٌ‫ة‬َ‫ج‬ْ‫ع‬َ‫ن‬ َ‫ي‬ِ‫ل‬ َّ‫و‬ ً‫ة‬َ‫ج‬ْ‫ع‬َ‫ن‬ َ‫ن‬ ْ‫و‬ُ‫ع‬ْ‫س‬ِ‫ت‬ َّ‫و‬ ٌ‫ع‬ْ‫س‬ِ‫ت‬ ُ‫ه‬َ‫ل‬ ‫ي‬ ِ‫خ‬َ‫ا‬ ‫آ‬َ‫ذ‬‫ه‬ َّ‫ِن‬‫ا‬ ... Artinya: “Sesungguhnya saudaraku ini mempunyai sembilan puluh sembilan ekor kambing betina dan aku mempunyai seekor saja...”
  • 9.
    -Contoh Bilangan Dua: Ayattentang bilangan dua muzdakkar yang tergolong nominatif (kata benda yang berkedudukan sebagai subjek) yaitu terdapat pada surah al-Maidah (5): 106. ‫ا‬ ِ‫ة‬َّ‫ي‬ ِ ‫ص‬ َ‫الو‬ َ‫ين‬ ِ‫ح‬ ُ‫ت‬ ْ‫و‬َ‫م‬ْ‫ال‬ ُ‫م‬ُ‫ك‬َ‫د‬َ‫ح‬َ‫ا‬ َ‫ر‬َ‫ض‬َ‫ح‬ ‫ا‬َ‫ذ‬ِ‫ا‬ ْ‫م‬ُ‫ك‬ِ‫ن‬ْ‫ي‬َ‫ب‬ ُ‫ة‬َ‫د‬‫ا‬َ‫ه‬َ‫ش‬ ‫ا‬ ْ‫و‬ُ‫ن‬َ‫م‬‫ا‬ َ‫ِين‬‫ذ‬َّ‫ال‬ ‫ا‬َ‫ه‬ُّ‫ي‬َ‫ا‬‫ي‬ ْ‫ن‬ِ‫م‬ ‫ْل‬‫د‬َ‫ع‬ ‫ا‬ َ‫و‬َ‫ذ‬ ِ‫َان‬‫ن‬ْ‫ث‬ ْ‫م‬ُ‫ك‬ ِ ‫ْر‬‫ي‬ََ ْ‫ن‬ِ‫م‬ ِ‫ان‬ َ‫َر‬‫خ‬‫ا‬ ْ‫و‬َ‫ا‬ ْ‫م‬ُ‫ك‬ ... Artinya: “Hai orang-orang yang beriman, apabila salah seorang kamu menghadapi kematian, sedang ia akan berwasiat , maka hendaklah (wasiat itu) disaksikan oleh dua orang yang adil diantara kamu, atau dua orang yang berlainan agama dengan kamu…” Dan bentuk mu'annats yang tergolong akusatif (kata benda yang berkedudukan sebagai objek) yaitu pada Ghafir (40): 11. َ‫ن‬ِ‫ب‬ ْ‫و‬ُ‫ن‬ُ‫ذ‬ِ‫ب‬ ‫َا‬‫ن‬ْ‫ف‬ َ‫ر‬َ‫ت‬ْ‫ع‬‫ا‬َ‫ف‬ ِ‫ْن‬‫ي‬َ‫ت‬َ‫ن‬ْ‫اث‬ ‫َا‬‫ن‬َ‫ت‬ْ‫ي‬َ‫ي‬ْ‫ح‬َ‫ا‬ َ‫و‬ ِ‫ْن‬‫ي‬َ‫ت‬َ‫ن‬ْ‫اث‬ ‫َا‬‫ن‬َّ‫ت‬َ‫م‬َ‫ا‬ ‫َآ‬‫ن‬َّ‫ب‬َ‫ر‬ ‫ا‬ ْ‫و‬ُ‫ل‬‫ا‬َ‫ق‬ ‫ا‬ ... Artinya: “Mereka menjawab: "Ya Tuhan kami Engkau telah mematikan kami dua kali dan telah menghidupkan kami dua kali (pula), lalu kami mengakui dosa-dosa kami...” • Bilangan Tiga-Sepuluh Ketentuan bilangan tiga sampai sepuluh, bahwa al-'adad (hitungan) dan al-ma'dud (subjek yang dihitung) selalu berbeda dari segi mudzakkar-mu'annats-nya, jadi jika al-ma'du-nya mudzakkar (tanpa ta' marbuthah), maka al-'adad-nya mu'annats (dengan ta' marbuthah) dan demikian juga ketentuannya jika sebaliknya. Ketentuan lain daripada bilangan satu sampai sepuluh al-ma'dudnya selalu mudhaf (majrur) kepada jama'. (Ibnu 'Aqil, 1992: 804). Selain ketentuan diatas bahwa penentuan mudzakkar atau mu'annats-nya selalu dilihat dari mufrad- nya sementara al-ma'dud-nya selalu berbentuk nakirah dan tidak boleh ma'rifah. (Muhammad, t. th. 97)
  • 10.
    -Contoh Bilangan Tiga: Contohbilangan tiga diantaranya terdapat pada surah Ali 'Imran (3): 41. ‫ا‬ً‫ز‬ْ‫م‬َ‫ر‬ َّ ‫ِال‬‫ا‬ ‫َّام‬‫ي‬َ‫ا‬ َ‫ة‬َ‫ث‬ َ ‫ال‬َ‫ث‬ ِ ‫اس‬َّ‫ن‬‫ال‬ َ‫م‬ِ‫ل‬َ‫ك‬ُ‫ت‬ َّ ‫ال‬َ‫ا‬ َ‫ك‬ُ‫ت‬َ‫ي‬‫ا‬ َ‫ل‬‫ا‬َ‫ق‬ ... ... Artinya: “...Allah berfirman: "Tandanya bagimu, kamu tidak dapat berkata-kata dengan manusia selama tiga hari, kecuali dengan isyarat...” -Contoh Bilangan Empat: Contoh bilangan empat diantaranya terdapat pada surah at Taubah (9): 2. ‫ر‬ُ‫ه‬ْ‫ش‬َ‫ا‬ َ‫ة‬َ‫ع‬َ‫ب‬ْ‫ر‬َ‫ا‬ ِ ‫ض‬ْ‫ر‬َ‫ال‬‫ا‬ ‫ى‬ِ‫ف‬ ‫ا‬ ْ‫و‬ُ‫ح‬ْ‫ي‬ِ‫س‬َ‫ف‬ ... Artinya: “Maka berjalanlah kamu (kaum musyrikin) di muka bumi selama empat bulan...” -Contoh Bilangan Sembilan Contoh bilangan sembilan dalam Alquran di antaranya terdapat pada surah al-Israa' (17): 101. ‫نت‬ِ‫ي‬َ‫ب‬ ‫ايت‬ َ‫ع‬ْ‫س‬ِ‫ت‬ ‫سضي‬ ْ‫و‬ُ‫م‬ ‫َا‬‫ن‬ْ‫ي‬َ‫ت‬‫ا‬ ْ‫د‬َ‫ق‬َ‫ل‬ َ‫و‬ ... Artinya: “Dan sungguh, kami telah memberikan kepada Musa sembilan mukjizat yang nyata, ...” -Contoh Bilangan Sepuluh: Contoh Bilangan sepuluh dalam Alquran di antaranya terdapat pada surah al-Maidah (5): 8 ْ‫م‬ُ‫ك‬ْ‫ي‬ِ‫ل‬ْ‫ه‬َ‫ا‬ َ‫ون‬ُ‫م‬ِ‫ع‬ْ‫ط‬ُ‫ت‬‫ا‬َ‫م‬ ِ‫ط‬َ‫س‬ ْ‫و‬َ‫ا‬ ْ‫ن‬ِ‫م‬ َ‫ِين‬‫ك‬‫س‬َ‫م‬ ِ‫ة‬َ‫َر‬‫ش‬َ‫ع‬ ُ‫م‬‫ا‬َ‫ع‬ْ‫ِط‬‫ا‬ ُ‫ه‬ُ‫ت‬ َ‫ار‬َّ‫ف‬َ‫ك‬َ‫ف‬ ... ... Artinya: “…maka kaffaratnya (denda pelanggaran sumpah) melanggar) ialah memberi makan sepuluh orang miskin, yaitu dari makanan yang biasa kamu berikan kepada keluargamu...”
  • 11.
    Kesimpulan Jadi, 'Adad adalahhitungan atau bilangan. Dan ma'dud adalah sesuatu yang dihitung. 'Adad ma'dud dibagi menjadi 2 macam, yaitu: ‘Adad Ashli dan ‘Adad Tartibi. ‘Adad ashli yaitu yang menunjukkan jumlah dan ‘Adad tartibi yaitu yang menunjukkan urutan. Adapun ‘Adad ashli ada macam-macamnya yaitu: ‘adad mufrod, murokkab, ma’thuf, uqud, ribuan dan ratusan. Dalam Alquran terdapat beberapa ayat tentang al-'adad wa al ma'dud, tersebar dalam beberapa surah, baik makkiyah maupun madaniyah. Pemakaian bilangan dalam Alquran, satu sampai dua sama persis penggunaan na'at dengan man'ut, karenanya harus sama mudzakkar atau muannatsnya dan sama juga i'rabnya. Bilangan tiga sampai sepuluh antara al-'adad dan al-ma'dud selalu terbalik dari segi mudzakkar dan muannats-nya, sedangkan penentuan muzdakkar atau mu'annatsnya harus dilihat dari mufradnya. Ma'dud (subjek yang dihitung) dari bilangan tiga sampai dengan sepuluh selalu jama', majrur dan nakirah