Fenomena stress pada
anak sekolah
Hello!
Ria Rizkya Sofianie 20168400004
Masayu Sri Yuliani 20168400005
Sustianti 20168400007
Titin Fatimah 20168400038
2
Latar belakang
Tetapi pada saat yang sama,
sekolah ternyata juga dapat
menjadi sumber masalah,
bahkan dapat memicu
terjadinya stress di kalangan
peserta didik. Siswa
merasakan betapa belajar di
sekolah merupakan suatu
proses berat yang tidak
menyenangkan, sehingga
tidak sedikit dari mereka yang
mengalami stress dan
frustasi.
Sekolah mempunyai arti yang
sangat penting bagi
kehidupan dan
perkembangan peserta didik.
Sekolah dipandang dapat
memenuhi beberapa
kebutuhan peserta didik dan
menentukan kualitas
kehidupan mereka di masa
depan.
3
Konsep stress sekolah
merupakan pengembangan dari konsep organizational stress atau job
stress. Yakni stress yang dialami oleh individu akibat tuntutan organisasi
atau tuntutan pekerjaannya.
Verma, dkk, mendefinisikan stress sekolah sebagai school demands
(tuntutan sekolah), yaitu stress siswa (students stress) yang bersumber dari
tuntutan sekolah (school demands).
Stress Sekolah
Konsep stress sekolah
kondisi stress atau perasaan
tidak nyaman yang dialami
oleh siswa akibat adanya
tuntutan sekolah yang dinilai
menekan, sehingga memicu
terjadinya ketegangan fisik,
psikologis, dan perubahan
tingkah laku, serta dapat
mempengaruhi prestasi
belajar mereka.
5
Sumber stress sekolah
Stress siswa bersumber dari berbagai tuntutan sekolah. Sekolah
merupakan sebuah sistem sosial dengan struktur organisasi yang
kompleks.
Sebagai sebuah organisasi sosial yang kompleks, sekolah memiliki
sejumlah norma, nilai, peraturan, dan tuntutan yang harus dipenuhi
oleh para anggotanya, termasuk oleh siswa.
Sumber stress sekolah
Desmita mengidentifikasi adanya
empat tuntutan sekolah yang dapat
menjadi sumber stress pada siswa.
1. Physical demands (tuntutan fisik)
adalah stress siswa yang bersumber
dari lingkungan fisik sekolah.
meliputi; keadaan iklim ruangan
kelas, temperatur yang tinggi,
pencahayaan dan penerangan,
perlengkapan atau sarana/
prasarana penunjang pendidikan,
jadwal pelajaran, kebersihan dan
kesehatan sekolah, keamanan dan
penjagaan sekolah dsb.
2. Task demands (tuntutan tugas)
Dalam konsep stress sekolah ini
dapat diartikan sebagai tugas-tugas
pelajaran yang harus dikerjakan
atau dihadapi oleh peserta didik
yang dapat menimbulkan perasaan
tertekan atau stress. Meliputi; tugas-
tugas yang dikerjakan di sekolah dan
di rumah, mengikuti pelajaran,
memenuhi tuntutan kurikulum,
menghadapi ulangan atau ujian,
mematuhi disiplin sekolah, penilaian,
dan mengikuti berbagai kegiatan
ekstrakurikuler.
7
Sumber stress sekolah
3. Role demands (tuntutan peran)
Tuntutan peran berkaitan dengan
harapan tingkah laku oleh pihak
sekolah (kepala sekolah, guru-guru,
dan pegawai) serta oleh orangtua
dan masyarakat terhadap siswa,
seperti harapan memiliki nilai yang
bagus, mempertahankan nama baik
dan keunggulan sekolah, memiliki
sikap dan tingkah laku yang baik,
memiliki motivasi belajar yang tinggi,
berpartisipasi dalam memajukan
kehidupan masyarakat, menguasai
keterampilan, dan sebagainya.
8
4. Interpersonal demands
(tuntutan interpersonal)
Ketidakmampuan menjalin
hubungan interpersonal
yang positif dengan guru
dan teman sebaya,
menghadapi persaingan
dengan teman, kurangnya
perhatian dan dukungan dari
guru, perlakuan guru yang
tidak adil, dijauhi dan
dikucilkan teman, dsb.
Rice, secara garis besarnya membedakan
dua tipologi sumber stress sekolah, yaitu:
personal and social stressor, dan academic
stressor. Personal and social stressor,
adalah stress siswa yang bersumber dari
diri pribadi dan lingkungan sosial. Meliputi;
transisi, lingkungan tempat tinggal,
saudara dan teman lama. Berhubungan
dengan transisi dalam lingkungan baru,
terdapat pula banyak stressor, seperti
menemukan teman baru, masa-masa
kesepian dan sebagainya. Academic
stressor, adalah stress siswa yang
bersumber dari proses mengajar atau hal-
hal yang berkaitan dengan kegiatan
belajar, yang meliputi; tekanan untuk naik
kelas, lama belajar, menyontek, mendapat
nilai ulangan, banyak tugas, dan
sebagainya.9
Dampak stress sekolah
Stress sekolah yang dialami oleh anak mempunyai dampak
tidak hanya pada penyesuaian fisiologis, psikologis dan
psikososial, melainkan juga pada penyesuaian akademis.
Dampak stress sekolah
Selye membedakan
tiga bentuk stress,
yaitu distress,
eustress, dan
neustress.
1. Distress diasosiasikan dengan respon
terhadap stress yang diakibatkan oleh
hal-hal yang tidak menyenangkan dan
merusak pada keseimbangan fungsi
tubuh individu.
2. Eustress merupakan respon terhadap
stress yang diakibatkan oleh hal-hal
yang menyenangkan.
3. Neustress mengacu pada respon stress
individual yang bersifat netral, yang
tidak memberi akibat negatif atau
positif, dan dapat memacu untuk
bergairah, berprestasi dan berani
bersaing.
Upaya Mengatasi Stress pada Anak
sekolah
Stress adalah fenomena umum yang selalu hadir
dalam kehidupan manusia. Selagi manusia
melakukan interaksi dengan lingkungannya,
fenomena stress akan selalu ada.
Upaya yang dapat dilakukan
guru dalam mengatasi stress
yang dialami peserta didik.
1. Menciptakan iklim sekolah
yang kondusif
Iklim sekolah yang sehat,
disamping dibutuhkan untuk
membangkitkan motivasi belajar
siswa, juga diperlukan untuk
mengantisipasi timbulnya
perasaan tidak nyaman dan
stress dalam diri siswa, yang
nantinya akan mempengaruhi
prestasi belajar mereka.
‐
2. Melaksanakan Program
Pelatihan Penanggulangan
Stress
Kondisi stress yang dialami
peserta didik di sekolah dapat
diatasi oleh guru dengan
melaksanakan program
pelatihan inokulasi stress (stress
inoculation training). Inokulasi
stress merupakan salah satu
strategi atau teknik kognitif-
perilaku (cognitive-behaviour)
dalam program-program terapi
dan konseling.
13
3. Mengembangkan resiliensi
peserta didik
Wolins mengajukan tujuh
karakteristik internal sebagai
tipe orang yang resilien, yaitu:
1. Inisiatif
2. Independen
3. Berwawasan
4. Relationship
5. Humor
6. Kreativitas
7. Moralitas
14
15
THANKS!
Any questions?

PPT Learning Disability

  • 1.
  • 2.
    Hello! Ria Rizkya Sofianie20168400004 Masayu Sri Yuliani 20168400005 Sustianti 20168400007 Titin Fatimah 20168400038 2
  • 3.
    Latar belakang Tetapi padasaat yang sama, sekolah ternyata juga dapat menjadi sumber masalah, bahkan dapat memicu terjadinya stress di kalangan peserta didik. Siswa merasakan betapa belajar di sekolah merupakan suatu proses berat yang tidak menyenangkan, sehingga tidak sedikit dari mereka yang mengalami stress dan frustasi. Sekolah mempunyai arti yang sangat penting bagi kehidupan dan perkembangan peserta didik. Sekolah dipandang dapat memenuhi beberapa kebutuhan peserta didik dan menentukan kualitas kehidupan mereka di masa depan. 3
  • 4.
    Konsep stress sekolah merupakanpengembangan dari konsep organizational stress atau job stress. Yakni stress yang dialami oleh individu akibat tuntutan organisasi atau tuntutan pekerjaannya. Verma, dkk, mendefinisikan stress sekolah sebagai school demands (tuntutan sekolah), yaitu stress siswa (students stress) yang bersumber dari tuntutan sekolah (school demands).
  • 5.
    Stress Sekolah Konsep stresssekolah kondisi stress atau perasaan tidak nyaman yang dialami oleh siswa akibat adanya tuntutan sekolah yang dinilai menekan, sehingga memicu terjadinya ketegangan fisik, psikologis, dan perubahan tingkah laku, serta dapat mempengaruhi prestasi belajar mereka. 5
  • 6.
    Sumber stress sekolah Stresssiswa bersumber dari berbagai tuntutan sekolah. Sekolah merupakan sebuah sistem sosial dengan struktur organisasi yang kompleks. Sebagai sebuah organisasi sosial yang kompleks, sekolah memiliki sejumlah norma, nilai, peraturan, dan tuntutan yang harus dipenuhi oleh para anggotanya, termasuk oleh siswa.
  • 7.
    Sumber stress sekolah Desmitamengidentifikasi adanya empat tuntutan sekolah yang dapat menjadi sumber stress pada siswa. 1. Physical demands (tuntutan fisik) adalah stress siswa yang bersumber dari lingkungan fisik sekolah. meliputi; keadaan iklim ruangan kelas, temperatur yang tinggi, pencahayaan dan penerangan, perlengkapan atau sarana/ prasarana penunjang pendidikan, jadwal pelajaran, kebersihan dan kesehatan sekolah, keamanan dan penjagaan sekolah dsb. 2. Task demands (tuntutan tugas) Dalam konsep stress sekolah ini dapat diartikan sebagai tugas-tugas pelajaran yang harus dikerjakan atau dihadapi oleh peserta didik yang dapat menimbulkan perasaan tertekan atau stress. Meliputi; tugas- tugas yang dikerjakan di sekolah dan di rumah, mengikuti pelajaran, memenuhi tuntutan kurikulum, menghadapi ulangan atau ujian, mematuhi disiplin sekolah, penilaian, dan mengikuti berbagai kegiatan ekstrakurikuler. 7
  • 8.
    Sumber stress sekolah 3.Role demands (tuntutan peran) Tuntutan peran berkaitan dengan harapan tingkah laku oleh pihak sekolah (kepala sekolah, guru-guru, dan pegawai) serta oleh orangtua dan masyarakat terhadap siswa, seperti harapan memiliki nilai yang bagus, mempertahankan nama baik dan keunggulan sekolah, memiliki sikap dan tingkah laku yang baik, memiliki motivasi belajar yang tinggi, berpartisipasi dalam memajukan kehidupan masyarakat, menguasai keterampilan, dan sebagainya. 8
  • 9.
    4. Interpersonal demands (tuntutaninterpersonal) Ketidakmampuan menjalin hubungan interpersonal yang positif dengan guru dan teman sebaya, menghadapi persaingan dengan teman, kurangnya perhatian dan dukungan dari guru, perlakuan guru yang tidak adil, dijauhi dan dikucilkan teman, dsb. Rice, secara garis besarnya membedakan dua tipologi sumber stress sekolah, yaitu: personal and social stressor, dan academic stressor. Personal and social stressor, adalah stress siswa yang bersumber dari diri pribadi dan lingkungan sosial. Meliputi; transisi, lingkungan tempat tinggal, saudara dan teman lama. Berhubungan dengan transisi dalam lingkungan baru, terdapat pula banyak stressor, seperti menemukan teman baru, masa-masa kesepian dan sebagainya. Academic stressor, adalah stress siswa yang bersumber dari proses mengajar atau hal- hal yang berkaitan dengan kegiatan belajar, yang meliputi; tekanan untuk naik kelas, lama belajar, menyontek, mendapat nilai ulangan, banyak tugas, dan sebagainya.9
  • 10.
    Dampak stress sekolah Stresssekolah yang dialami oleh anak mempunyai dampak tidak hanya pada penyesuaian fisiologis, psikologis dan psikososial, melainkan juga pada penyesuaian akademis.
  • 11.
    Dampak stress sekolah Selyemembedakan tiga bentuk stress, yaitu distress, eustress, dan neustress. 1. Distress diasosiasikan dengan respon terhadap stress yang diakibatkan oleh hal-hal yang tidak menyenangkan dan merusak pada keseimbangan fungsi tubuh individu. 2. Eustress merupakan respon terhadap stress yang diakibatkan oleh hal-hal yang menyenangkan. 3. Neustress mengacu pada respon stress individual yang bersifat netral, yang tidak memberi akibat negatif atau positif, dan dapat memacu untuk bergairah, berprestasi dan berani bersaing.
  • 12.
    Upaya Mengatasi Stresspada Anak sekolah Stress adalah fenomena umum yang selalu hadir dalam kehidupan manusia. Selagi manusia melakukan interaksi dengan lingkungannya, fenomena stress akan selalu ada.
  • 13.
    Upaya yang dapatdilakukan guru dalam mengatasi stress yang dialami peserta didik. 1. Menciptakan iklim sekolah yang kondusif Iklim sekolah yang sehat, disamping dibutuhkan untuk membangkitkan motivasi belajar siswa, juga diperlukan untuk mengantisipasi timbulnya perasaan tidak nyaman dan stress dalam diri siswa, yang nantinya akan mempengaruhi prestasi belajar mereka. ‐ 2. Melaksanakan Program Pelatihan Penanggulangan Stress Kondisi stress yang dialami peserta didik di sekolah dapat diatasi oleh guru dengan melaksanakan program pelatihan inokulasi stress (stress inoculation training). Inokulasi stress merupakan salah satu strategi atau teknik kognitif- perilaku (cognitive-behaviour) dalam program-program terapi dan konseling. 13
  • 14.
    3. Mengembangkan resiliensi pesertadidik Wolins mengajukan tujuh karakteristik internal sebagai tipe orang yang resilien, yaitu: 1. Inisiatif 2. Independen 3. Berwawasan 4. Relationship 5. Humor 6. Kreativitas 7. Moralitas 14
  • 15.