PEMBUATAN
KOMPOS
DARI SAMPAH
SAYURAN
Muhammad Farhan Amsyari
2204290125
Budi Rahmadi Syukri
2204290144
Perdi Ardian Hasibuan
2204290134
Yordan Pratama Situmorang
2204290156
kompos
Limbah padat dari pasar, terutama limbah sayuran, sering ditumpuk di tempat pembuangan
tanpa pengelolaan,
menimbulkan pencemaran, hama, dan bau tidak sedap. Pengomposan dapat mengatasi
masalah ini dengan mengubah limbah organik menjadi kompos yang bermanfaat.
Pengomposan adalah proses dekomposisi bahan organik oleh mikroorganisme secara aerobik
dalam kondisi terkendali, menghasilkan pupuk kompos yang mengandung unsur hara makro
dan mikro. Kompos memperbaiki struktur tanah, meningkatkan daya serap air dan zat hara,
memperbaiki drainase, dan membantu pelapukan tanah. Tanaman yang menggunakan kompos
lebih tahan terhadap penyakit.
Pembuatan kompos memerlukan keseimbangan nutrien, kadar air, pH, suhu, dan aerasi yang
optimal melalui
penyiraman dan pembalikan tumpukan. Kompos berkontribusi pada konservasi lingkungan
dengan mengurangi
penggunaan pupuk kimia dan membantu keselamatan manusia dengan mencegah pencemaran
dari limbah organik.
Daur ulang limbah menjadi kompos sangat dianjurkan untuk mengurangi dampak lingkungan. Limbah
kota, terutama sampah organik, bisa diubah menjadi pupuk kompos yang berguna, membantu
menstabilkan lingkungan. Bahan organik dalam kompos berfungsi sebagai penyangga, penahan lengas,
dan memperbaiki sifat kimia tanah. Kualitas kompos ditentukan oleh komposisi bahan dasarnya dan
tingkat perombakannya, dengan kompos matang memiliki nisbah C/N 10-15.
Pengomposan adalah proses dekomposisi bahan organik seperti jerami, daun, dan sampah rumah tangga.
Proses ini bisa dilakukan secara aerobik (dengan oksigen) atau anaerobik (tanpa oksigen). Pengomposan
aerobik menghasilkan air dan panas, sedangkan pengomposan anaerobik menghasilkan metana, karbon
dioksida, dan senyawa berberat molekul rendah.
Kompos adalah hasil penguraian sebagian bahan organik yang
dipercepat oleh mikroba dalam kondisi hangat, lembab, dan aerobik
atau anaerobik. Proses pengomposan adalah dekomposisi biologis
bahan organik oleh mikroba yang menggunakan bahan organik
sebagai sumber energi. Pembuatan kompos melibatkan pengaturan
dan pengendalian proses alami ini untuk mempercepat pembentukan
kompos, termasuk pencampuran bahan yang seimbang, penyiraman,
pengaturan aerasi, dan penambahan aktivator pengomposan.
Pengertian Kompos dan Proses Pengomposan
Kompos meningkatkan kesuburan tanah dan merangsang pertumbuhan akar sehat.
Dengan memperbaiki struktur tanah dan meningkatkan kandungan bahan organik,
kompos membantu tanah mempertahankan air. Penambahan kompos meningkatkan
aktivitas mikroba tanah yang membantu penyerapan hara dan melawan penyakit
tanaman. Tanaman yang dipupuk dengan kompos memiliki kualitas yang lebih
baik dibandingkan dengan pupuk kimia, seperti hasil panen yang lebih tahan lama,
lebih berat, lebih segar, dan lebih enak.
Manfaat kompos dari berbagai aspek:
• Ekonomi:
• Menghemat biaya transportasi dan penimbunan limbah
• Mengurangi volume limbah
• Memiliki nilai jual yang lebih tinggi
• Lingkungan:
• Mengurangi polusi udara dari pembakaran limbah
• Mengurangi kebutuhan lahan penimbunan
• Tanah/Tanaman:
• Meningkatkan kesuburan tanah
• Memperbaiki struktur tanah
• Meningkatkan kapasitas serap air tanah
• Meningkatkan aktivitas mikroba tanah
• Meningkatkan kualitas hasil panen
• Menyediakan hormon dan vitamin bagi tanaman
• Menekan serangan penyakit tanaman
• Meningkatkan retensi hara di dalam tanah
Manfaat Kompos
Dasar Dasar pengomposan
Bahan-Bahan yang Dapat Dikomposkan
Semua bahan organik padat seperti limbah rumah tangga, sampah organik, kertas, kotoran ternak, limbah pertanian, dan limbah
pabrik dapat dikomposkan.
Proses Pengomposan
Pengomposan terdiri dari tahap aktif dan tahap pematangan. Tahap aktif dimulai dengan mikroba mesofilik yang memanfaatkan
oksigen dan senyawa mudah terdegradasi, meningkatkan suhu tumpukan hingga 50-70°C. Mikroba termofilik kemudian
menguraikan bahan organik. Setelah sebagian besar bahan terurai, suhu turun dan terjadi pembentukan kompleks liat-humus.
Proses ini mengurangi volume bahan hingga 30-40%.
Pengomposan dapat terjadi secara aerobik (dengan oksigen) atau anaerobik (tanpa oksigen). Pengomposan aerobik lebih disukai
karena proses anaerobik menghasilkan bau tidak sedap.
Faktor yang Mempengaruhi Pengomposan
1.Rasio C/N: Optimal antara 30:1 hingga 40:1.
2.Ukuran Partikel: Partikel kecil mempercepat dekomposisi.
3.Aerasi: Penting untuk menjaga kondisi aerobik.
4.Porositas: Ruang antar partikel untuk udara dan air.
5.Kelembaban: Optimal pada 40-60%.
6.Temperatur: Optimal antara 30-60°C.
7.pH: Optimal antara 6.5 hingga 7.5.
8.Kandungan Hara: P dan K penting untuk mikroba.
9.Kandungan Bahan Berbahaya: Logam berat dapat menghambat mikroba.
Dasar Dasar pengomposan
Lama Pengomposan
Tergantung pada karakteristik bahan, metode, dan penggunaan aktivator, pengomposan bisa berlangsung dari beberapa minggu hingga dua tahun.
Strategi Mempercepat Proses Pengomposan
1.Manipulasi Kondisi: Mengatur rasio C/N, ukuran partikel, kelembaban, aerasi, dan suhu.
2.Menggunakan Aktivator: Menambahkan mikroba atau cacing tanah.
3.Kombinasi Kedua Strategi: Optimalisasi kondisi dan penambahan aktivator.
Teknologi Pengomposan
1.Teknologi Rendah: Windrow composting, tumpukan dibalik untuk aerasi.
2.Teknologi Sedang: Aerated static pile, aerated compost bins.
3.Teknologi Tinggi: Rotary drum composter, box/tunnel composting, mechanical compost bins.
4.Tahapan Pengomposan:
•Memperkecil ukuran bahan.
•Menyiapkan aktivator.
•Memasang cetakan.
•Memasukkan bahan selapis demi selapis, diinjak dan disiram aktivator.
•Menutup tumpukan dengan plastik.
Kesimpulan
Pengomposan merupakan cara mengatasi permasalahan sampah dengan
mengubahnya menjadi kompos, hasil penguraian parsial bahan organik
oleh mikroba. Strategi untuk mempercepat pengomposan meliputi
manipulasi kondisi, penambahan organisme akselerator, dan kombinasi
kedua strategi tersebut.
Kegunaan kompos:
• Aspek Ekonomi: Menghemat biaya transportasi dan penimbunan,
mengurangi volume limbah, memiliki nilai jual lebih tinggi.
• Aspek Lingkungan: Mengurangi polusi udara karena pembakaran limbah,
mengurangi kebutuhan lahan penimbunan.
• Aspek bagi Tanah/Tanaman: Meningkatkan kesuburan tanah,
memperbaiki struktur dan karakteristik tanah, meningkatkan kapasitas
serap air, aktivitas mikroba, kualitas hasil panen, menyediakan hormon
dan vitamin, menekan serangan penyakit, dan meningkatkan retensi hara
di tanah.
CREDITS: This presentation template
was created by Slidesgo, including
icons by Flaticon, and infographics &
images by Freepik
Thank You!!!

ppt kompos yg di buat pada tumbuhan.pptx

  • 1.
    PEMBUATAN KOMPOS DARI SAMPAH SAYURAN Muhammad FarhanAmsyari 2204290125 Budi Rahmadi Syukri 2204290144 Perdi Ardian Hasibuan 2204290134 Yordan Pratama Situmorang 2204290156
  • 2.
    kompos Limbah padat daripasar, terutama limbah sayuran, sering ditumpuk di tempat pembuangan tanpa pengelolaan, menimbulkan pencemaran, hama, dan bau tidak sedap. Pengomposan dapat mengatasi masalah ini dengan mengubah limbah organik menjadi kompos yang bermanfaat. Pengomposan adalah proses dekomposisi bahan organik oleh mikroorganisme secara aerobik dalam kondisi terkendali, menghasilkan pupuk kompos yang mengandung unsur hara makro dan mikro. Kompos memperbaiki struktur tanah, meningkatkan daya serap air dan zat hara, memperbaiki drainase, dan membantu pelapukan tanah. Tanaman yang menggunakan kompos lebih tahan terhadap penyakit. Pembuatan kompos memerlukan keseimbangan nutrien, kadar air, pH, suhu, dan aerasi yang optimal melalui penyiraman dan pembalikan tumpukan. Kompos berkontribusi pada konservasi lingkungan dengan mengurangi penggunaan pupuk kimia dan membantu keselamatan manusia dengan mencegah pencemaran dari limbah organik.
  • 3.
    Daur ulang limbahmenjadi kompos sangat dianjurkan untuk mengurangi dampak lingkungan. Limbah kota, terutama sampah organik, bisa diubah menjadi pupuk kompos yang berguna, membantu menstabilkan lingkungan. Bahan organik dalam kompos berfungsi sebagai penyangga, penahan lengas, dan memperbaiki sifat kimia tanah. Kualitas kompos ditentukan oleh komposisi bahan dasarnya dan tingkat perombakannya, dengan kompos matang memiliki nisbah C/N 10-15. Pengomposan adalah proses dekomposisi bahan organik seperti jerami, daun, dan sampah rumah tangga. Proses ini bisa dilakukan secara aerobik (dengan oksigen) atau anaerobik (tanpa oksigen). Pengomposan aerobik menghasilkan air dan panas, sedangkan pengomposan anaerobik menghasilkan metana, karbon dioksida, dan senyawa berberat molekul rendah.
  • 4.
    Kompos adalah hasilpenguraian sebagian bahan organik yang dipercepat oleh mikroba dalam kondisi hangat, lembab, dan aerobik atau anaerobik. Proses pengomposan adalah dekomposisi biologis bahan organik oleh mikroba yang menggunakan bahan organik sebagai sumber energi. Pembuatan kompos melibatkan pengaturan dan pengendalian proses alami ini untuk mempercepat pembentukan kompos, termasuk pencampuran bahan yang seimbang, penyiraman, pengaturan aerasi, dan penambahan aktivator pengomposan. Pengertian Kompos dan Proses Pengomposan
  • 5.
    Kompos meningkatkan kesuburantanah dan merangsang pertumbuhan akar sehat. Dengan memperbaiki struktur tanah dan meningkatkan kandungan bahan organik, kompos membantu tanah mempertahankan air. Penambahan kompos meningkatkan aktivitas mikroba tanah yang membantu penyerapan hara dan melawan penyakit tanaman. Tanaman yang dipupuk dengan kompos memiliki kualitas yang lebih baik dibandingkan dengan pupuk kimia, seperti hasil panen yang lebih tahan lama, lebih berat, lebih segar, dan lebih enak. Manfaat kompos dari berbagai aspek: • Ekonomi: • Menghemat biaya transportasi dan penimbunan limbah • Mengurangi volume limbah • Memiliki nilai jual yang lebih tinggi • Lingkungan: • Mengurangi polusi udara dari pembakaran limbah • Mengurangi kebutuhan lahan penimbunan • Tanah/Tanaman: • Meningkatkan kesuburan tanah • Memperbaiki struktur tanah • Meningkatkan kapasitas serap air tanah • Meningkatkan aktivitas mikroba tanah • Meningkatkan kualitas hasil panen • Menyediakan hormon dan vitamin bagi tanaman • Menekan serangan penyakit tanaman • Meningkatkan retensi hara di dalam tanah Manfaat Kompos
  • 6.
    Dasar Dasar pengomposan Bahan-Bahanyang Dapat Dikomposkan Semua bahan organik padat seperti limbah rumah tangga, sampah organik, kertas, kotoran ternak, limbah pertanian, dan limbah pabrik dapat dikomposkan. Proses Pengomposan Pengomposan terdiri dari tahap aktif dan tahap pematangan. Tahap aktif dimulai dengan mikroba mesofilik yang memanfaatkan oksigen dan senyawa mudah terdegradasi, meningkatkan suhu tumpukan hingga 50-70°C. Mikroba termofilik kemudian menguraikan bahan organik. Setelah sebagian besar bahan terurai, suhu turun dan terjadi pembentukan kompleks liat-humus. Proses ini mengurangi volume bahan hingga 30-40%. Pengomposan dapat terjadi secara aerobik (dengan oksigen) atau anaerobik (tanpa oksigen). Pengomposan aerobik lebih disukai karena proses anaerobik menghasilkan bau tidak sedap. Faktor yang Mempengaruhi Pengomposan 1.Rasio C/N: Optimal antara 30:1 hingga 40:1. 2.Ukuran Partikel: Partikel kecil mempercepat dekomposisi. 3.Aerasi: Penting untuk menjaga kondisi aerobik. 4.Porositas: Ruang antar partikel untuk udara dan air. 5.Kelembaban: Optimal pada 40-60%. 6.Temperatur: Optimal antara 30-60°C. 7.pH: Optimal antara 6.5 hingga 7.5. 8.Kandungan Hara: P dan K penting untuk mikroba. 9.Kandungan Bahan Berbahaya: Logam berat dapat menghambat mikroba.
  • 7.
    Dasar Dasar pengomposan LamaPengomposan Tergantung pada karakteristik bahan, metode, dan penggunaan aktivator, pengomposan bisa berlangsung dari beberapa minggu hingga dua tahun. Strategi Mempercepat Proses Pengomposan 1.Manipulasi Kondisi: Mengatur rasio C/N, ukuran partikel, kelembaban, aerasi, dan suhu. 2.Menggunakan Aktivator: Menambahkan mikroba atau cacing tanah. 3.Kombinasi Kedua Strategi: Optimalisasi kondisi dan penambahan aktivator. Teknologi Pengomposan 1.Teknologi Rendah: Windrow composting, tumpukan dibalik untuk aerasi. 2.Teknologi Sedang: Aerated static pile, aerated compost bins. 3.Teknologi Tinggi: Rotary drum composter, box/tunnel composting, mechanical compost bins. 4.Tahapan Pengomposan: •Memperkecil ukuran bahan. •Menyiapkan aktivator. •Memasang cetakan. •Memasukkan bahan selapis demi selapis, diinjak dan disiram aktivator. •Menutup tumpukan dengan plastik.
  • 8.
    Kesimpulan Pengomposan merupakan caramengatasi permasalahan sampah dengan mengubahnya menjadi kompos, hasil penguraian parsial bahan organik oleh mikroba. Strategi untuk mempercepat pengomposan meliputi manipulasi kondisi, penambahan organisme akselerator, dan kombinasi kedua strategi tersebut. Kegunaan kompos: • Aspek Ekonomi: Menghemat biaya transportasi dan penimbunan, mengurangi volume limbah, memiliki nilai jual lebih tinggi. • Aspek Lingkungan: Mengurangi polusi udara karena pembakaran limbah, mengurangi kebutuhan lahan penimbunan. • Aspek bagi Tanah/Tanaman: Meningkatkan kesuburan tanah, memperbaiki struktur dan karakteristik tanah, meningkatkan kapasitas serap air, aktivitas mikroba, kualitas hasil panen, menyediakan hormon dan vitamin, menekan serangan penyakit, dan meningkatkan retensi hara di tanah.
  • 9.
    CREDITS: This presentationtemplate was created by Slidesgo, including icons by Flaticon, and infographics & images by Freepik Thank You!!!