ASUHAN KEPERAWATAN
PADA TN. A DENGAN MASALAH
KEPERAWATAN ISOLASI SOSIAL
DI RUANG NURI RUMAH SAKIT DR.
SOEHARTO HEERDJAN GROGOL
Kelompok 5
Nabila Fika
Aprilia
Naomi Eklesia
Taekz
Niah Fera
Fitriyani
Norma Dwi
Nurmalasari
Novia
Fathiyatul
Hidayah
Anggota
Kelompok
Konsep Masalah :
Isolasi Sosial
Isolasi Sosial adalah keadaan di
mana seorang individu
mengalami penurunan atau
bahkan sama sekali tidak mampu
berinteraksi dengan orang lain di
sekitarnya. Pasien mungkin
merasa ditolak, tidak diterima,
kesepian, dan tidak mampu
membina hubungan yang berarti
dengan orang lain.
Jenis-jenis
Isolasi Sosial
1. Pola asuh keluarga yang tidak
efektif.
2. Koping individu tidak efektif.
3. Gangguan tugas perkembangan.
4. Stress internal dan eksternal
Fase-fase
Isolasi Sosial
1. Konsep diri negatif
2. Harga diri rendah
3. Isolasi sosial
Rentang
Respon
Pohon Masalah
Kasus Asuhan Keperawatan
Ruang Rawat : Nuri Tanggal dirawat : 30 Agustus 2024
A) IDENTITAS KLIEN
Inisial : Tn.A Tanggal Pengkajian : 03/09/2024
Umur : 26 tahun No. RM : 051497
Status : Belum Menikah Pendidikan : S1 Manajemen
Agama : Islam Alamat : Bekasi
Suku Bangsa : Jawa Informan : Naomi
B) ALASAN MASUK
Keluarga pasien mengatakan klien masuk mengalai depresi
akibat tekanan ddari keluarganya terutama saudara yang
tinggal serumah dengannya. Pasien merupakan anak yatim
piatu dan anak tunggal. Keluarga pasien mengatakan pasien
sering melamun, diem, bengong, bicara sendiri, mengurung
diri di kamar dan tidak mau makan. Pasien mengatakan
sering melihat bayangan orang mirip dengan teman-
temannya, mendengar sesuatu yang gaduh dan berisik
sehingga pasien menjadi diam dan cemas. Pasien
mengatakan pernah memukul salah satu anggota
keluarganya. Pasien mengatakan tidak percaya diri dan
bingung.
C) FAKTOR PREDISPOSISI
Klien pernah mengalami gangguan
jiwa dan dirawat di RSJ Soeharto
Heerdjan ± 3 bulan yang lalu
namun kurang berhasil. Klien tidak
teratur meminum obat sehingga
mengalami kekambuhan lagi. Klien
pernah memukul salah satu
anggota keluarga. Klien mendengar
suara dan bayangan seperti
temannya.
MK : Isolasi Sosial : Menarik Diri,
Resiko Perilaku Kekerasan,
Gangguan Sensori Persepsi :
Halusinasi
D) PEMERIKSAAN FISIK
TD : 97/76 mmHg, N : 87 x/mnt, S : 36,6°C,
RR : 22x/mnt, Tinggi Badan : 168 cm,
Berat Badan : 65 kg
MK : Tidak ada masalah keperawatan
Jelaskan :
Klien anak tunggal dan yatim piatu. Ibu klien
anak 2 dari 6 bersaudara. Ayah klien anak ke
empat dari 6 bersaudara. Klien saat ini tinggal
satu rumah dengan tante nya.
2. Konsep Diri
a. Citra Tubuh
Klien mengatakan bersyukur atas tubuh yang dimilikinya dan ia juga
bersyukur atas anggota tubuhnya yang masih berfungsi dengan baik
tanpa ada cacat
b. Identitas Diri
Klien mengatakan merasa puas dengan identitas dirinya sebagai laki-
laki
c. Fungsi Peran
Klien mengatakan berperan sebagai anak dan klien tinggal di rumah
keluarga tanteNya.
d. Ideal diri
Klien mengatakan harapanya saat ini ingin segera sembuh dan pulang
e. Harga diri
Klien mengatakan bahawa ia merasa tidak berguna bagi siapapun dan
merasa kesepian
Masalah Keperawatan : Harga Diri Rendah
3. Hubungan sosial
Klien mengatakan orang terdekat dengan klien
dirumah adalah tante dan om. Setelah dirawat di
Rumah Sakit klien tidak punya teman dekat lagi,
karena klien lebih senang menyendiri. klien
mengatakan sebelum masuk Rumah Sakit klien
tidak pernah mengikuti kegiatan kelompok
masyarakat, klien hanya mengurung diri. Dirumah
sakit klien terlihat ikut dalam kegiatan TAK. Klien
mengatakan tidak mau berinteraksi dengan orang
lain.
Masalah Keperawatan : Isolasi
Sosial : Menarik Diri
4. Spiritual
Klien mengatakan ia beragama islam dan
meyakini adanya Allah. Klien rajin
beribadah shalat 5 waktu dan berdoa
MK : Tidak ada masalah keperawatan
F) STATUS MENTAL
1. Penampilan
Klien berpenampilan rapih, dan jenggot klien lebat
2. Pembicaraan
Klien tidak dapat memulai pembicaraan dan bicara
klien lambat, suara klien sangat kecil
3. Aktivitas motorik
Klien terlihat lesu dalam melakukan aktivitasnya,
dan ketika mengobrol kadang tremor dibagian
tangan klien
4. Alam perasaan
Klien mengatakan bahwa ia merasa putus asa,
merasa tidak berguna dan sedih
5. Afek
Pada saat dilakukan pengkajian afek klien
datar, tidak ada perubahan roman muka pada
saat ada stimulus yang menyenangkan atau
menyedihkan
6. Interaksi selama wawancara
Kontak mata klien kurang dan jarang makan
menatap lawan bicara, kepala klien hanya
menunduk, wajah klien terlihat lesu saat
wawancara
7. Persepsi
Klien mengatakan halusinasi yang dialami
adalah halusinasi pendengaran dan
penglihatan. Klien sering mendengar suara
bisikan dan sering melihat bayangan seperti
melihat temannya
8. Proses pikir
Klien bebicara dnegan jelas tidak berbelit-
belit dan sampai tujuan pada tujuan dari
pembicaraan, terhenti tiba-tiba tanpa ada
gangguan apapun seperti diam dan lesu.
9. Isi Pikir
Klien pobia pada gangguan isi pikir terhadap halusinasinya seperti mendengar suara bisikan tersebut
10. Tingkat kesadaran
Saat dilakukan pengkajian klien tau tempat dan waktu. Pada saat ditanya ini siang atau makam klien
menjawab siang
11. Memori
Klien mampu mengingat siapa yang membawa klien ke rumah sakit, klien mampu mengingat kejadian atau
aktivitas tadi pagi
12. Tingkat konsentrasi dan berhitung
Pada saat dilakukan pengkajian, klien diminta menghitung 1-10 dan klien mampu, klien mampu
berkonsentrasi, klien tidak mengalami gangguan konsentrasi dan berhitung
13. Kemampuan penilaian
Saat ditanya pada klien mana yang klien lakukan terlebih dahulu, Cuci tangan atau makan terlebih dahulu.
Klien menjawab cuci tangan dahulu. Klien tidak mengalami gangguan ringan maupun gangguan bermakna
14. Daya tilik diri
Klien mengatakan bahwa ia tau sedang dirawat dirumah sakit
MK : Isolasi Sosial : Menarik Diri, Harga Diri Rendah, Gangguan Sensori Persepsi : Halusinasi
G) KEBUTUHAN PERSIAPAN PULANG
1. Makan
Klien mampu makan dengan mandiri tanpa bantuan orang lain
2. BAB/BAK
Klien mampu ke toilet sendiri secara mandiri. Klien mampu membersihkan dirinya setelah selesai
BAB/BAK
3. Mandi
Klien mengatakan mandiri tanpa bantuan orang lain
4. Berpakaian/berhias
klien mampu berpakaian dengan sesuai
5. Istirahat dan tidur
Klien mengatakan tidur siang 3 jam, malam hari 8 jam , pada malam hari di jam 21.00 WIB dan bangun
jam 05.30 WIB untuk shalat
6. Penggunaan obat
Klien mampu meminum obat secara mandiri
7. Pemeliharaan kesehatan
Diharapkan klien dan keluarga mampu memanfaatkan fasilitas kesehatan
8. Aktivitas didalam rumah/luar rumaH
Klien dirumah terkadang merapikan pakaian dan mencuci piring. Aktivitas diluar klien jarang karena
sudah lama tidak bertemu temannya
H) POLA DAN MEKANISME KOPING
Tidak ada masalah
I) MASALAH PSIKOSOSIAL DAN LINGKUNGAN
Klien merupakan alumni dari UNDIP Semarang dan klien sempat bekerja selama 1 tahun. Klien sempat tidak
minum obat secara teratur. Saat pengkajian pertama klien tidak ada kontak mata.
J) PENGETAHUAN KURANG TENTANG
Klien mengatakan ia tahu akan penyakitnya
MK : Tidak ada masalah keperawatan
K) Terapi Medik
1. Trihexyphenidyl HCL 2mg (2x1)
2. Fluoxetin Zac 10mg (2x1)
3. Onzapine 10 mg (2x1)
4. Aripiprazole FM 10 mg (2X1)
ANALISA DATA
No Hari/Tanggal DATA Masalah
1
Senin, 02 September 2024 DS :
- Klien mengatakan tidak mempunyai teman dekat
- Klien mengatakan tidak berguna
- Klien mengatkan merasa kesepian
- keluarga klien mengatakan sering melamun, mengurung diri
dikamar, diem
- klien mengatakan tidak mau berkenalan dengan orang lain
DO
- Klien tidak mampu memulai percakapan
- Klien tampak menarik diri dan keramaian
- Tidak ada kontak mata
- Tampak respon datar
- Tampak bicara lambat
- Tampak diem
- Tampak lesu
Isolasi Ssoial
2 Senin, 02 September
2024
DS
- Klien mengatakan dirinya ingin cepat pulang
- Klien mengatakan dirinya tidak berguna
- Klien mengatakan dirinya tidak percaya diri
- Klien mengatakan tidak tahu bagaimana cara
mengatasi masalahnya
DO
- Klien tampak sering menunduk
- tampak diam
- tamapk lesu
- kontak mata kurang
- tampak malu saat diajak bicara
- tampak sedikit bicara
- tampak enggan untuk berkomunikasi
Harga Diri Rendah
3 Senin, 02 September
2024
DS
- Klien mengatakan dirinya mendengar bisiakan
yang negatif dan kotor
- Klien mengatkan gelisah dan takut mendengar
bisikan tersbeut
- Klien mengatakan bisikan datang paling sering
saat klien diem dan sore dan malam dikamar
DO
- Klien berskap seolah mendengar/melihat
sesuatu
- Klien tampak berhenti berbicara ditengah kalimat
ketika penglihatan tersebut muncul
- Tampak menggelengkan kepala
- Tampak gelisah
- Tampak bingung
- Kurang konsentrasi
Gangguan Persepsi
Sensori : Halusinasi
4 Senin, 02
September 2024
DS
- Klien mengatakan pernah
memukul anggota keluarganya
- Klien mengatakan kalau marah
sulit dikontrol
DO
- Klien tampak mondar mandir
- Pandangan klien tajam
- Bicara tidak jelas
- Tampak bingung
Risiko Perilaku
Kekersan
PEMBAHASAN
Asuhan kekeperawatan pada Tn. A dengan masalah utama isolasi sosial menarik diri di ruang
Nuri Rumah Sakit jiwa Dr.soeharto heerdjan. Melalui pendekatan proses keperawatan penulis akan
mengemukakan pembahasan meliputi: pengkajian, diagnosa keperawatan, rencana tindakan dan
evaluasi.
A. Pengkajian
klien sering menyendiri, melamun, tidak mau bersosialisasi dengan klien lain dengan teman -
temanya, sering melamun dan berdiam diri. Klien juga mengatakan bahwa ayah dan ibu klien sudah
meninggal, kemudian klien mengalami depresi akibat tekanan dari keluarga terdekatnya saudara yang
tinggal bersamanya, klien merupakan anak yatim piatu.
A. Diagnosa Keperawatan
Setelah dilakukan wawancara dan observasi terhadap klien, dan
berbagai data untuk memperkuat hasil maka penulis mengangkat
diagnosa isolasi sosial sebagai prioritas utama yang dialami oleh klien.
Penulis mengambil diagnosa keperawatan isolasi sosial (D. 0121)
karena mempunyai data Obyektif dan subjektif yang kuat sehingga
layak untuk untuk ditegakkan sebagai diagnosa. Sesuai dengan terori
yang dijelaskan menurut PPNI (2020) bahawa tanda isolasi sosial
adalah sering mengurung diri dikamar, menarik diri, merasa asik
dengan pikiran sendiri, selalu menundukan kepala, tidak mempunyai
teman, menghindari orang lain, pandang kosong, merasa malu. Disini
penulis tidak menemukan adanya kesenjangan - kesenjangan pada
bagian ini dikarenakan hal tersebut sesuai dengan kondisi klien Tn. A
alami.
B. Rencana Tindakan Keperawatan
Rencana tindakan ( intervensi)
adalah suatu treatment di lakukan
oleh perawat sesuai dengan
pengetahuan dan penilaian klinis
untuk mencapai tujuan perawatan
sesuai dengan prosedur tindakan
(PPNI, 2020). Rencana tindakan
isos dilakukan dengan SP 1 sampai
SP 3 selama 3 hari kelolaan. Penulis
melakukan rencana keperawatan
terhadap klien dengan
menggunakan strategi pelaksanaan.
A. Implementasi Keperawatan
Implementasi dimulai tanggal 02 - 04 September 2024.
Pada hari pertama melakukan
• SP 1 yaitu identifikasi penyebab isos klien,
• SP 2 yaitu Evaluasi jadwal kegiatan
• SP 3 yaitu Evaluasi jadwal kegiatan harian klien
B. Evaluasi
Klien sudah mampu Evaluasi hari pertama sampai hari terakhir tanggal 02 – 04
September 2024 dengan masalah utama isolasi sosial yaitu teratasi. Setelah 3 hari
kelolaan didapatkan hasil yaitu klien dapat mengetahui penyebab isolasi sosial, klien
mengatakan ingin cepat sembuh dan pulang, mampu mempertahankan kontak mata
dengan baik saat diajak berbicara, terlihat memiliki sudah memiliki teman, dan dapat
mengungkapkan permasalahannya.
A. Kesimpulan
Berdasarkan pelaksanaan asuhan keperawatan dan pembahasan yang dilakukan pada Tn. A Usia 26
tahun dengan diagnosa isolasi sosial pada tanggal 30 Agustus – 18 September 2024 di Ruang Nuri
RS Soeharto Heerdjan Grogol dapat disimpulkan bahwa:
1. Berdasarkan pengkajian yang dilakukan, data yang
ditemukan sesuai yaitu:
• Diagnosa Isolasi Sosia sp 1 dilakukan selama satu
hari, sp 2 dilakukan selama 1 hari, sp 3 dilakukan
selama satu hari sp 4 dilakukan selama 1 hari
• Diagnosa halusinasi pendengaran sp 1dilakukan
selama satu hari, sp 2 dilakukan selama 3 hari, sp 4
dilakukan selama satu hari
• Diagnosa harga diri rendah sp 1dilakukan selama 1
hari sp 2 dilakukan selama satu hari, sp 3 dilakukan
selama satu hari, sp 4 dilakukan selama satu hari
• Diagnosa resiko perilaku kekerasan 1dilakukan
selama satu hari, sp 2 dilakukan selama satu hari,sp
3 dilakukan selama satu hari, sp 4 dilakukan selama
satu hari
Evaluasi pada masalah Tn. A dengan masalah
Isolasi Sosial, Halusinasi Pendengaran, Harga
Diri Rendah, dan Resiko Perilaku Kekerasan
dengan strategi pelaksanaan intervensi dari
masing-masing diagnosa, masalah klien dapat
teratasi, dan intervensi dihentikan.

PPT KEL 5 JIWA .pptx

  • 1.
    ASUHAN KEPERAWATAN PADA TN.A DENGAN MASALAH KEPERAWATAN ISOLASI SOSIAL DI RUANG NURI RUMAH SAKIT DR. SOEHARTO HEERDJAN GROGOL Kelompok 5
  • 2.
    Nabila Fika Aprilia Naomi Eklesia Taekz NiahFera Fitriyani Norma Dwi Nurmalasari Novia Fathiyatul Hidayah Anggota Kelompok
  • 3.
    Konsep Masalah : IsolasiSosial Isolasi Sosial adalah keadaan di mana seorang individu mengalami penurunan atau bahkan sama sekali tidak mampu berinteraksi dengan orang lain di sekitarnya. Pasien mungkin merasa ditolak, tidak diterima, kesepian, dan tidak mampu membina hubungan yang berarti dengan orang lain. Jenis-jenis Isolasi Sosial 1. Pola asuh keluarga yang tidak efektif. 2. Koping individu tidak efektif. 3. Gangguan tugas perkembangan. 4. Stress internal dan eksternal Fase-fase Isolasi Sosial 1. Konsep diri negatif 2. Harga diri rendah 3. Isolasi sosial
  • 4.
  • 5.
  • 6.
    Kasus Asuhan Keperawatan RuangRawat : Nuri Tanggal dirawat : 30 Agustus 2024 A) IDENTITAS KLIEN Inisial : Tn.A Tanggal Pengkajian : 03/09/2024 Umur : 26 tahun No. RM : 051497 Status : Belum Menikah Pendidikan : S1 Manajemen Agama : Islam Alamat : Bekasi Suku Bangsa : Jawa Informan : Naomi
  • 7.
    B) ALASAN MASUK Keluargapasien mengatakan klien masuk mengalai depresi akibat tekanan ddari keluarganya terutama saudara yang tinggal serumah dengannya. Pasien merupakan anak yatim piatu dan anak tunggal. Keluarga pasien mengatakan pasien sering melamun, diem, bengong, bicara sendiri, mengurung diri di kamar dan tidak mau makan. Pasien mengatakan sering melihat bayangan orang mirip dengan teman- temannya, mendengar sesuatu yang gaduh dan berisik sehingga pasien menjadi diam dan cemas. Pasien mengatakan pernah memukul salah satu anggota keluarganya. Pasien mengatakan tidak percaya diri dan bingung. C) FAKTOR PREDISPOSISI Klien pernah mengalami gangguan jiwa dan dirawat di RSJ Soeharto Heerdjan ± 3 bulan yang lalu namun kurang berhasil. Klien tidak teratur meminum obat sehingga mengalami kekambuhan lagi. Klien pernah memukul salah satu anggota keluarga. Klien mendengar suara dan bayangan seperti temannya. MK : Isolasi Sosial : Menarik Diri, Resiko Perilaku Kekerasan, Gangguan Sensori Persepsi : Halusinasi
  • 8.
    D) PEMERIKSAAN FISIK TD: 97/76 mmHg, N : 87 x/mnt, S : 36,6°C, RR : 22x/mnt, Tinggi Badan : 168 cm, Berat Badan : 65 kg MK : Tidak ada masalah keperawatan Jelaskan : Klien anak tunggal dan yatim piatu. Ibu klien anak 2 dari 6 bersaudara. Ayah klien anak ke empat dari 6 bersaudara. Klien saat ini tinggal satu rumah dengan tante nya.
  • 9.
    2. Konsep Diri a.Citra Tubuh Klien mengatakan bersyukur atas tubuh yang dimilikinya dan ia juga bersyukur atas anggota tubuhnya yang masih berfungsi dengan baik tanpa ada cacat b. Identitas Diri Klien mengatakan merasa puas dengan identitas dirinya sebagai laki- laki c. Fungsi Peran Klien mengatakan berperan sebagai anak dan klien tinggal di rumah keluarga tanteNya. d. Ideal diri Klien mengatakan harapanya saat ini ingin segera sembuh dan pulang e. Harga diri Klien mengatakan bahawa ia merasa tidak berguna bagi siapapun dan merasa kesepian Masalah Keperawatan : Harga Diri Rendah 3. Hubungan sosial Klien mengatakan orang terdekat dengan klien dirumah adalah tante dan om. Setelah dirawat di Rumah Sakit klien tidak punya teman dekat lagi, karena klien lebih senang menyendiri. klien mengatakan sebelum masuk Rumah Sakit klien tidak pernah mengikuti kegiatan kelompok masyarakat, klien hanya mengurung diri. Dirumah sakit klien terlihat ikut dalam kegiatan TAK. Klien mengatakan tidak mau berinteraksi dengan orang lain. Masalah Keperawatan : Isolasi Sosial : Menarik Diri
  • 10.
    4. Spiritual Klien mengatakania beragama islam dan meyakini adanya Allah. Klien rajin beribadah shalat 5 waktu dan berdoa MK : Tidak ada masalah keperawatan F) STATUS MENTAL 1. Penampilan Klien berpenampilan rapih, dan jenggot klien lebat 2. Pembicaraan Klien tidak dapat memulai pembicaraan dan bicara klien lambat, suara klien sangat kecil 3. Aktivitas motorik Klien terlihat lesu dalam melakukan aktivitasnya, dan ketika mengobrol kadang tremor dibagian tangan klien 4. Alam perasaan Klien mengatakan bahwa ia merasa putus asa, merasa tidak berguna dan sedih 5. Afek Pada saat dilakukan pengkajian afek klien datar, tidak ada perubahan roman muka pada saat ada stimulus yang menyenangkan atau menyedihkan 6. Interaksi selama wawancara Kontak mata klien kurang dan jarang makan menatap lawan bicara, kepala klien hanya menunduk, wajah klien terlihat lesu saat wawancara 7. Persepsi Klien mengatakan halusinasi yang dialami adalah halusinasi pendengaran dan penglihatan. Klien sering mendengar suara bisikan dan sering melihat bayangan seperti melihat temannya 8. Proses pikir Klien bebicara dnegan jelas tidak berbelit- belit dan sampai tujuan pada tujuan dari pembicaraan, terhenti tiba-tiba tanpa ada gangguan apapun seperti diam dan lesu.
  • 11.
    9. Isi Pikir Klienpobia pada gangguan isi pikir terhadap halusinasinya seperti mendengar suara bisikan tersebut 10. Tingkat kesadaran Saat dilakukan pengkajian klien tau tempat dan waktu. Pada saat ditanya ini siang atau makam klien menjawab siang 11. Memori Klien mampu mengingat siapa yang membawa klien ke rumah sakit, klien mampu mengingat kejadian atau aktivitas tadi pagi 12. Tingkat konsentrasi dan berhitung Pada saat dilakukan pengkajian, klien diminta menghitung 1-10 dan klien mampu, klien mampu berkonsentrasi, klien tidak mengalami gangguan konsentrasi dan berhitung 13. Kemampuan penilaian Saat ditanya pada klien mana yang klien lakukan terlebih dahulu, Cuci tangan atau makan terlebih dahulu. Klien menjawab cuci tangan dahulu. Klien tidak mengalami gangguan ringan maupun gangguan bermakna 14. Daya tilik diri Klien mengatakan bahwa ia tau sedang dirawat dirumah sakit MK : Isolasi Sosial : Menarik Diri, Harga Diri Rendah, Gangguan Sensori Persepsi : Halusinasi
  • 12.
    G) KEBUTUHAN PERSIAPANPULANG 1. Makan Klien mampu makan dengan mandiri tanpa bantuan orang lain 2. BAB/BAK Klien mampu ke toilet sendiri secara mandiri. Klien mampu membersihkan dirinya setelah selesai BAB/BAK 3. Mandi Klien mengatakan mandiri tanpa bantuan orang lain 4. Berpakaian/berhias klien mampu berpakaian dengan sesuai 5. Istirahat dan tidur Klien mengatakan tidur siang 3 jam, malam hari 8 jam , pada malam hari di jam 21.00 WIB dan bangun jam 05.30 WIB untuk shalat 6. Penggunaan obat Klien mampu meminum obat secara mandiri 7. Pemeliharaan kesehatan Diharapkan klien dan keluarga mampu memanfaatkan fasilitas kesehatan 8. Aktivitas didalam rumah/luar rumaH Klien dirumah terkadang merapikan pakaian dan mencuci piring. Aktivitas diluar klien jarang karena sudah lama tidak bertemu temannya
  • 13.
    H) POLA DANMEKANISME KOPING Tidak ada masalah I) MASALAH PSIKOSOSIAL DAN LINGKUNGAN Klien merupakan alumni dari UNDIP Semarang dan klien sempat bekerja selama 1 tahun. Klien sempat tidak minum obat secara teratur. Saat pengkajian pertama klien tidak ada kontak mata. J) PENGETAHUAN KURANG TENTANG Klien mengatakan ia tahu akan penyakitnya MK : Tidak ada masalah keperawatan K) Terapi Medik 1. Trihexyphenidyl HCL 2mg (2x1) 2. Fluoxetin Zac 10mg (2x1) 3. Onzapine 10 mg (2x1) 4. Aripiprazole FM 10 mg (2X1)
  • 14.
    ANALISA DATA No Hari/TanggalDATA Masalah 1 Senin, 02 September 2024 DS : - Klien mengatakan tidak mempunyai teman dekat - Klien mengatakan tidak berguna - Klien mengatkan merasa kesepian - keluarga klien mengatakan sering melamun, mengurung diri dikamar, diem - klien mengatakan tidak mau berkenalan dengan orang lain DO - Klien tidak mampu memulai percakapan - Klien tampak menarik diri dan keramaian - Tidak ada kontak mata - Tampak respon datar - Tampak bicara lambat - Tampak diem - Tampak lesu Isolasi Ssoial
  • 15.
    2 Senin, 02September 2024 DS - Klien mengatakan dirinya ingin cepat pulang - Klien mengatakan dirinya tidak berguna - Klien mengatakan dirinya tidak percaya diri - Klien mengatakan tidak tahu bagaimana cara mengatasi masalahnya DO - Klien tampak sering menunduk - tampak diam - tamapk lesu - kontak mata kurang - tampak malu saat diajak bicara - tampak sedikit bicara - tampak enggan untuk berkomunikasi Harga Diri Rendah
  • 16.
    3 Senin, 02September 2024 DS - Klien mengatakan dirinya mendengar bisiakan yang negatif dan kotor - Klien mengatkan gelisah dan takut mendengar bisikan tersbeut - Klien mengatakan bisikan datang paling sering saat klien diem dan sore dan malam dikamar DO - Klien berskap seolah mendengar/melihat sesuatu - Klien tampak berhenti berbicara ditengah kalimat ketika penglihatan tersebut muncul - Tampak menggelengkan kepala - Tampak gelisah - Tampak bingung - Kurang konsentrasi Gangguan Persepsi Sensori : Halusinasi
  • 17.
    4 Senin, 02 September2024 DS - Klien mengatakan pernah memukul anggota keluarganya - Klien mengatakan kalau marah sulit dikontrol DO - Klien tampak mondar mandir - Pandangan klien tajam - Bicara tidak jelas - Tampak bingung Risiko Perilaku Kekersan
  • 18.
    PEMBAHASAN Asuhan kekeperawatan padaTn. A dengan masalah utama isolasi sosial menarik diri di ruang Nuri Rumah Sakit jiwa Dr.soeharto heerdjan. Melalui pendekatan proses keperawatan penulis akan mengemukakan pembahasan meliputi: pengkajian, diagnosa keperawatan, rencana tindakan dan evaluasi. A. Pengkajian klien sering menyendiri, melamun, tidak mau bersosialisasi dengan klien lain dengan teman - temanya, sering melamun dan berdiam diri. Klien juga mengatakan bahwa ayah dan ibu klien sudah meninggal, kemudian klien mengalami depresi akibat tekanan dari keluarga terdekatnya saudara yang tinggal bersamanya, klien merupakan anak yatim piatu.
  • 19.
    A. Diagnosa Keperawatan Setelahdilakukan wawancara dan observasi terhadap klien, dan berbagai data untuk memperkuat hasil maka penulis mengangkat diagnosa isolasi sosial sebagai prioritas utama yang dialami oleh klien. Penulis mengambil diagnosa keperawatan isolasi sosial (D. 0121) karena mempunyai data Obyektif dan subjektif yang kuat sehingga layak untuk untuk ditegakkan sebagai diagnosa. Sesuai dengan terori yang dijelaskan menurut PPNI (2020) bahawa tanda isolasi sosial adalah sering mengurung diri dikamar, menarik diri, merasa asik dengan pikiran sendiri, selalu menundukan kepala, tidak mempunyai teman, menghindari orang lain, pandang kosong, merasa malu. Disini penulis tidak menemukan adanya kesenjangan - kesenjangan pada bagian ini dikarenakan hal tersebut sesuai dengan kondisi klien Tn. A alami. B. Rencana Tindakan Keperawatan Rencana tindakan ( intervensi) adalah suatu treatment di lakukan oleh perawat sesuai dengan pengetahuan dan penilaian klinis untuk mencapai tujuan perawatan sesuai dengan prosedur tindakan (PPNI, 2020). Rencana tindakan isos dilakukan dengan SP 1 sampai SP 3 selama 3 hari kelolaan. Penulis melakukan rencana keperawatan terhadap klien dengan menggunakan strategi pelaksanaan.
  • 20.
    A. Implementasi Keperawatan Implementasidimulai tanggal 02 - 04 September 2024. Pada hari pertama melakukan • SP 1 yaitu identifikasi penyebab isos klien, • SP 2 yaitu Evaluasi jadwal kegiatan • SP 3 yaitu Evaluasi jadwal kegiatan harian klien B. Evaluasi Klien sudah mampu Evaluasi hari pertama sampai hari terakhir tanggal 02 – 04 September 2024 dengan masalah utama isolasi sosial yaitu teratasi. Setelah 3 hari kelolaan didapatkan hasil yaitu klien dapat mengetahui penyebab isolasi sosial, klien mengatakan ingin cepat sembuh dan pulang, mampu mempertahankan kontak mata dengan baik saat diajak berbicara, terlihat memiliki sudah memiliki teman, dan dapat mengungkapkan permasalahannya.
  • 21.
    A. Kesimpulan Berdasarkan pelaksanaanasuhan keperawatan dan pembahasan yang dilakukan pada Tn. A Usia 26 tahun dengan diagnosa isolasi sosial pada tanggal 30 Agustus – 18 September 2024 di Ruang Nuri RS Soeharto Heerdjan Grogol dapat disimpulkan bahwa: 1. Berdasarkan pengkajian yang dilakukan, data yang ditemukan sesuai yaitu: • Diagnosa Isolasi Sosia sp 1 dilakukan selama satu hari, sp 2 dilakukan selama 1 hari, sp 3 dilakukan selama satu hari sp 4 dilakukan selama 1 hari • Diagnosa halusinasi pendengaran sp 1dilakukan selama satu hari, sp 2 dilakukan selama 3 hari, sp 4 dilakukan selama satu hari • Diagnosa harga diri rendah sp 1dilakukan selama 1 hari sp 2 dilakukan selama satu hari, sp 3 dilakukan selama satu hari, sp 4 dilakukan selama satu hari • Diagnosa resiko perilaku kekerasan 1dilakukan selama satu hari, sp 2 dilakukan selama satu hari,sp 3 dilakukan selama satu hari, sp 4 dilakukan selama satu hari Evaluasi pada masalah Tn. A dengan masalah Isolasi Sosial, Halusinasi Pendengaran, Harga Diri Rendah, dan Resiko Perilaku Kekerasan dengan strategi pelaksanaan intervensi dari masing-masing diagnosa, masalah klien dapat teratasi, dan intervensi dihentikan.