PER-16/PJ/2016
PERATURAN DIREKTUR JENDERAL PAJAK NOMOR
TENTANG
PEDOMAN TEKNIS TATA CARA PEMOTONGAN, PENYETORAN DAN PELAPORAN PAJAK PENGHASILAN PASAL
21 DAN/ATAU PAJAK PENGHASILAN PASAL 26 SEHUBUNGAN DENGAN PEKERJAAN, JASA, DAN KEGIATAN
ORANG PRIBADI
GAJI, UPAH, HONORARIUM, TUNJANGAN, dan
PEMBAYARAN LAIN dengan nama/bentuk apapun
1. Pekerjaan;
2. Jasa;
3. Kegiatan
yang dilakukan Orang Pribadi
SPDN SPLN
PPh Pasal 21 PPh Pasal 26
PEMOTONG
PPh PASAL
21/26
PEMBERI KERJA yang terdiri dari:
a. orang pribadi dan badan;
b. cabang, perwakilan atau unit, dalam hal yang melakukan sebagian atau
seluruh administrasi yang terkait dengan pembayaran gaji, upah,
honorarium, tunjangan, dan pembayaran lain adalah cabang, perwakilan
atau unit tersebut.
BENDAHARA atau PEMEGANG KAS PEMERINTAH
DANA PENSIUN, BADAN PENYELENGGARA JAMINAN
SOSIAL TENAGA KERJA dan BADAN-BADAN LAIN
ORANG PRIBADI yang melakukan kegiatan usaha atau pekerjaan bebas
serta BADAN yang melakukan pembayaran sehubungan dengan penyerahan
jasa
PENYELENGGARA KEGIATAN
Kantor Perwakilan
Negara Asing
Organisasi-Organisasi
Internasional
sebagaimana
dimaksud dalam
Peraturan Menteri
Keuangan yang
mengatur mengenai
penetapan Organisasi-
Organisasi
Internasional yang
tidak termasuk subjek
Pajak Penghasilan
Organisasi-Organisasi
Internasional yang
ketentuan Pajak
Penghasilannya
didasarkan pada
ketentuan perjanjian
internasional dan
dalam perjanjian
internasional tersebut
mengecualikan
kewajiban
pemotongan pajak,
serta organisasi-
organisasi dimaksud
telah ditetapkan oleh
Menteri Keuangan
Pemberi kerja orang
pribadi yang tidak
melakukan kegiatan
usaha atau pekerjaan
bebas yang semata-
mata memperkerjakan
orang pribadi untuk
melakukan pekerjaan
rumah tangga atau
pekerjaan bukan
dalam rangka
melakukan kegiatan
usaha atau pekerjaan
bebas
PEMBERI KERJA BUKAN PEMOTONG PPh PASAL 21/26
PEGAWAI
PENERIMA UANG
PESANGON,
PENSIUN atau
UANG MANFAAT
PENSIUN, THT,
JHT, termasuk AHLI
WARISNYA
PESERTA KEGIATAN:
• Peserta Perlombaan
• Peserta Rapat,
Konferensi, Sidang,
Pertemuan,
Kunjungan Kerja
• Peserta/Anggota
Kepanitiaan
• Peserta Pendidikan,
Pelatihan
• Peserta Kegiatan
Lainnya
BUKAN
PEGAWAI
MANTAN
PEGAWAI
ANGGOTA DEWAN
KOMISARIS/PENGAWAS
yang tidak merangkap
sebagai pegawai
PENERIMA PENGHASILAN YANG DIKENAKAN PPh PASAL 21/26
Penghasilan Pegawai Tetap baik Teratur maupun
Tidak Teratur
Penghasilan Penerima Pensiun secara Teratur
Uang Pesangon, Pensiun, Tunjangan Hari Tua,
atau Jaminan Hari Tua yang dibayarkan
sekaligus, yang pembayarannya melewati Jangka
Waktu 2 Tahun
Penghasilan Pegawai Tidak Tetap atau Tenaga
Kerja Lepas
Imbalan kepada Bukan Pegawai
Imbalan kepada Peserta Kegiatan
Imbalan kepada Dewan Komisaris/Pengawas
yang bukan merupakan Pegawai Tetap pada
perusahaan yang sama
Imbalan kepada Mantan Pegawai
Penarikan Dana Pensiun oleh Pegawai
Wajib Pajak PPh Final
Wajib Pajak Norma Penghitungan Khusus
PENGHASILAN YANG DIKENAKAN PPh PASAL 21/26
termasuk Natura/Kenikmatan dari:
Sesuai dengan yang
DITERIMA/DIPEROLEH
KURS
Menteri Keuangan
HARGA PASAR
NATURA/
KENIKMATAN
UANG ASING
UANG RUPIAH
PENGHITUNGAN
BESARNYA PENGHASILAN
Pembayaran Manfaat atau Santunan
Asuransi Kesehatan, Kecelakaan, Jiwa,
Dwiguna dan Beasiswa
Natura/kenikmatan dari Wajib Pajak atau
Pemerintah
Iuran Pensiun kepada Dana Pensiun yang
telah disahkan Menkeu, Iuran THT/JHT
yang dibayar Pemberi Kerja
Zakat/Sumbangan wajib keagamaan dari
Badan/Lembaga yang dibentuk/disahkan
Pemerintah
Beasiswa sebagaimana dimaksud dalam
Pasal 4 ayat (3) huruf l UU PPh
PENGHASILAN YANG
TIDAK DIKENAKAN
PPh PASAL 21/26
SETIAP MASA PAJAK,
KECUALI MASA PAJAK
TERAKHIR
Perkiraan Penghasilan
Neto yang akan diterima
selama setahun,
Penghasilan Teratur
sebulan dikali 12
MASA PAJAK TERAKHIR
SELISIH antara PPh yang
terutang atas seluruh
Penghasilan Kena Pajak
selama setahun dengan
PPh yang telah dipotong
masa-masa sebelumnya
PPh Pasal 21 PEGAWAI TETAP
dan
PENERIMA PENSIUN BERKALA
DISETAHUNKAN TIDAK DISETAHUNKAN
1. WAJIB PAJAK ORANG
PRIBADI DALAM NEGERI
meninggal dunia atau
meninggalkan Indonesia
selamanya;
2. ORANG ASING mulai
bekerja di Indonesia pada
tahun berjalan untuk
jangka waktu lebih dari 6
bulan;
3. KARYAWAN pindah cabang
1. WAJIB PAJAK ORANG
PRIBADI DALAM NEGERI
mulai bekerja pada tahun
berjalan;
2. WAJIB PAJAK ORANG
PRIBADI DALAM NEGERI
pindah kerja ke pemberi
kerja yang lain
MASA PEROLEHAN PENGHASILAN
KURANG DARI 12 BULAN
PEGAWAI TETAP PENERIMA PENSIUN
Gaji, Tunjangan, Premi Asuransi
Dibayar Pemberi Kerja
Uang Pensiun Berkala
DIKURANGI DENGAN DIKURANGI DENGAN
1. Biaya jabatan, 5% dari Penghasilan Bruto
maks. Rp6.000.000 per tahun atau
Rp500.000 per bulan
2. Iuran Pensiun, THT/JHT yang dibayar
sendiri
Biaya Pensiun, 5% dari Penghasilan Bruto
maks. Rp2.400.000 per tahun atau
Rp200.000 perbulan
PENGHASILAN NETO (setahun/disetahunkan)
DIKURANGI PTKP
PENGHASILAN KENA PAJAK
DIKENAKAN Tarif Pasal 17
PENGHITUNGAN PPh Pasal 21
PTKP TAHUN 2016 BERDASARKAN PMK 101/PMK.010/2016
Rp54.000.000,-
DIRI Wajib Pajak
Rp4.500.000,-
Tambahan untuk
Wajib Pajak KAWIN
Rp4.500.000,-
Tambahan untuk
setiap ANGGOTA
KELUARGA sedarah
semenda dalam garis
keturunan lurus serta
anak angkat yang
menjadi tanggungan
sepenuhnya
MAKSIMAL 3 ORANG
Penerapan PTKP ditentukan oleh keadaan pada
AWAL TAHUN kalender atau awal bulan dari
bagian tahun kalender
1. DIRI SENDIRI;
2. TANGGUNGAN
MAKS. 3 ORANG
1. DIRI SENDIRI;
2. STATUS KAWIN;
3. TANGGUNGAN
MAKS. 3 ORANG
Menunjukkan ket. tertulis dari
Pemerintah Daerah setempat
serendah-rendahnya Kecamatan
bahwa suami tidak menerima/
memperoleh penghasilan
HANYA UNTUK DIRI
SENDIRI
KAWIN
KAWIN
SUAMI TANPA
PENGHASILAN
TIDAK
KAWIN
PTKP KARYAWATI
Sampai dengan Rp60 juta
Di atas Rp50 juta s.d Rp250 juta
Di atas Rp250 juta s.d Rp500 juta
Di atas Rp500 juta
5%
15%
25%
30%
TARIF
Pasal 17 ayat (1) huruf a UU PPh
Di atas Rp5 Milyar
35%
Upah/Uang Saku Harian, Mingguan,
Satuan, Borongan
Dibayarkan Bulanan atau Jumlah Upah
Kumulatif Satu Bulan Melebihi Rp10,2 jt
Upah/Uang Saku Harian
≤ 450.000 ≤ 450.000
Dikurangi 450.000
Dikali 12
Tidak Dipotong
Dipotong 5%
Upah Kumulatif >Rp4,5 jt s.d. Rp10,2 jt
sebulan
Upah Sehari dikurangi PTKP Sehari
Tarif PPh Pasal 21 = 5%
Dikurangi PTKP Setahun
Penghasilan Kena Pajak
Dikenakan Tarif Pasal 17
PPh Pasal 21 Setahun
Dibagi 12
PPh Pasal 21 Sebulan
PPh PASAL 21
PEGAWAI TIDAK TETAP/TENAGA KERJA LEPAS
PPh Pasal 21 BUKAN PEGAWAI
BERKESINAMBUNGAN
BERKESINAMBUNGAN
EX Pasal 13 ayat (1)
TIDAK
BERKESINAMBUNGAN
(50 % x Ph Bruto)
DIKURANGI
PTKP sebulan,
Dihitung Secara Kumulatif
(50 % x Ph Bruto)
Dihitung Secara
Kumulatif
(50 % x Ph Bruto)
Dalam hal DOKTER yang praktik di RS/Klinik JUMLAH PENGHASILAN BRUTO adalah
Sebesar Jasa Dokter yang dibayarkan Pasien melalui RS/Klinik sebelum
Dipotong Biaya-Biaya atau Bagi Hasil RS/Klinik
DEWAN KOMISARIS/
PENGAWAS NON
PEGAWAI TETAP
MANTAN
PEGAWAI
PESERTA PROGRAM
PENSIUN YANG MASIH
BERSTATUS PEGAWAI
Honorarium atau
Imbalan yang bersifat
Tidak Teratur
Jasa Produksi, Tantiem,
Gratifikasi, Bonus atau
Imbalan lain yang
bersifat Tidak Teratur
Penarikan Dana Pensiun
TARIF Pasal 17 atas PENGHASILAN BRUTO
PPh Pasal 21 LAINNYA
TARIF
Pasal 17 UU PPh
PENGHASILAN BRUTO
PENGHASILAN BRUTO merupakan
pembayaran yang bersifat utuh
dan tidak dipecah
PPh Pasal 21
PESERTA KEGIATAN
PEGAWAI
PENSIUNAN
BUKAN PEGAWAI
KOMISARIS,
MANTAN
PEGAWAI,
PENARIKAN
DAPEN O/
PEGAWAI
PESERTA
KEGIATAN
TETAP
TIDAK TETAP
BERKALA
BERKESINAMBUNGAN
BERKESINAMBUNGAN
ex Pasal 13 ayat (1)
TIDAK
BERKESINAMBUNGAN
BULANAN
HARIAN
Ph NETO – PTKP
Ph BRUTO – PTKP
Ph BRUTO – 450ribu
Ph BRUTO (>4,5jt s.d. 10,2jt) – PTKP
Harian
Ph BRUTO(>10,2jt) – PTKP
Ph NETO – PTKP
((50% X Ph BRUTO) – PTKP BULANAN)
KUMULATIF
(50% X Ph BRUTO) KUMULATIF
50% X Ph BRUTO
Ph BRUTO KUMULATIF
Ph BRUTO
PENERIMA PENGHASILAN TIDAK
BER-NPWP
PPh Pasal 21 sebesar 120% LEBIH
TINGGI daripada PPh Pasal 21 yang
seharusnya (20% LEBIH TINGGI)
Setelah
PEMOTONGAN PPh
Pasal 21 bulan
Desember
DIPERHITUNGKAN
oleh Pemotong dengan
PPh Pasal 21 bulan-
bulan selanjutnya
Merupakan KREDIT
PAJAK dalam SPT
Tahunan PPh
Sebelum
PEMOTONGAN PPh
Pasal 21 bulan
Desember
ber-
NPWP
TIDAK BERLAKU untuk PPh Pasal 21 yang bersifat FINAL
PP 68 TAHUN 2010 PP 80 TAHUN 2010
1. UANG PESANGON;
2. UANG MANFAAT PENSIUN;
3. THT/JHT
yang dibayarkan SEKALIGUS
Penghasilan bersumber dari
APBN/D yang diterima oleh
Pejabat Negara, PNS, Anggota,
TNI/POLRI, dan Pensiunannya
KETENTUAN KHUSUS
TARIF Pasal 26
20 %
PENGHASILAN BRUTO
Memperhatikan
KETENTUAN P3B
PASAL 26
SAAT TERUTANG PPh PASAL 21/26
PENERIMA
PENGHASILAN
PEMOTONG
SAAT DILAKUKANNYA
PEMBAYARAN
atau
SAAT TERUTANGNYA
PENGHASILAN
AKHIR BULAN DILAKUKANNYA
PEMBAYARAN
atau
AKHIR BULAN TERUTANGNYA
PENGHASILAN
KEWAJIBAN PEMOTONG
WAJIB Mendaftarkan Diri ke KPP
Wajib menghitung, memotong, menyetorkan dan
melaporkan PPh Pasal 21 dan Pasal 26 yang terutang
untuk SETIAP BULAN KALENDER
Pemotong Pajak WAJIB LAPOR sekalipun Nihil, paling
lama 20 HARI setelah Masa Pajak berakhir
Wajib MEMBUAT BUKTI POTONG dan memberikannya
kepada Penerima Penghasilan
PPh Pasal 21/26 yang dipotong WAJIB DISETOR ke
Kantor Pos atau Bank paling lama 10 HARI setelah Masa
Pajak berakhir
Wajib MEMBUAT CATATAN atau Kertas Kerja
Perhitungan PPh Pasal 21/26 Untuk SETIAP MASA
PAJAK
Wajib MENYIMPAN CATATAN atau Kertas Kerja Sesuai
Ketentuan
BUKTI PEMOTONGAN PPh PASAL 21
PEGAWAI
TETAP/PENERIMA
PENSIUN BERKALA
SELAIN PEGAWAI
TETAP/PENERIMA
PENSIUN BERKALA
• Dibuatkan SEKALI SETAHUN
(Form 1721 A1/A2)
• Diberikan PALING LAMA 1
BULAN setelah Akhir Tahun
atau PEGAWAI BERHENTI
• Dibuat SETIAP KALI ada
PEMOTONGAN
• Jika ada dalam 1 Bulan
terdapat LEBIH DARI 1 KALI
PEMBAYARAN, maka Bukti
Potong dapat dibuat SEKALI
dalam 1 BULAN
Bukti Potong PPh Pasal 21 TIDAK WAJIB
DILAMPIRKAN dalam SPT Masa PPh Pasal 21
KEWAJIBAN PENERIMA
PENGHASILAN
WAJIB Mendaftarkan Diri ke KPP
Pegawai, Penerima Pensiun Berkala, dan Bukan Pegawai
tertentu WAJIB Membuat Surat Pernyataan Yang Berisi
Jumlah Tanggungan Keluarga pada Awal Tahun Kalender
atau Pada Saat menjadi Subjek Pajak Dalam Negeri
WAJIB Menyerahkan Surat Pernyataan Tanggungan
Keluarga kepada Pemotong Pajak pada saat mulai
Bekerja atau mulai Pensiun
Wajib Membuat SURAT PERNYATAAN Baru Dalam Hal
Terjadi Perubahan Tanggungan Keluarga Paling Lambat
Sebelum Mulai Tahun Kalender Berikutnya
Budiyanto pada tahun 2016 bekerja di PT Aman Bahagia
dengan GAJI sebulan Rp 8.000.000,00 dan membayar IURAN
PENSIUN sebesar Rp. 200.000,00. Budiyanta menikah tetapi
belum mempunyai anak. Pada bulan Juli 2016 menerima
kenaikan gaji, menjadi Rp 10.000.000,00 sebulan dan berlaku
surut sejak 1 Januari 2016. Dengan adanya kenaikan gaji yang
berlaku surut tersebut, Budiyanta menerima RAPEL sejumlah
Rp 12.000.000,00 (kekurangan gaji untuk masa Januari s.d.
Mei 2016). Pada bulan Oktober 2016 menerima bonus
tahunan sebesar Rp 20.000.000,00.
A. PenghitunganPPhPasal 21atas PenghasilanPegawai Tetap- Gaji Bulanan
Gaji sebulan Rp 8.000.000
Pengurangan :
BiayaJabatan (5% xRp 8.000.000) Rp 400.000
Iuran Pensiun Rp 200.000 Rp 600.000
Penghasilan Neto sebulan Rp 7.400.000
Penghasilan Neto setahun (12x Rp 7.400.000,00) Rp 88.800.000
PTKP setahun :
- untuk diri sendiri Rp 54.000.000
- tambahan WP kawin Rp 4.500.000 Rp 58.500.000
Penghasilan KenaPajak setahun Rp 30.300.000
PPh Pasal 21terutang:
5% x Rp 30.300.000,00 = Rp 1.515.000
PPhPasal 21sebulan
Rp 1.515.000,00 : 12 = Rp 126.250
B. Penghitungan PPh Pasal 21 atas Pembayaran Uang Rapel
Gaji sebulan Rp 10.000.000
Pengurangan :
Biaya Jabatan (5% xRp 10.000.000) = Rp 500.000
Iuran Pensiun = Rp 200.000 Rp 700.000
Penghasilan Neto sebulan Rp 9.300.000
Penghasilan Neto setahun ( 12 x Rp 9.300.000,00 ) Rp 111.600.000
PTKP setahun :
- untuk diri sendiri Rp 54.000.000
- tambahan WP kawin Rp 4.500.000 Rp 58.500.000
Penghasilan Kena Pajak setahun Rp 53.100.000
PPh Pasal 21 setahun :
5% x Rp 50.000.000,00 = Rp 2.500.000
15% x Rp 3.100.000,00 = Rp 465.000
Rp 2.965.000
PPh Pasal 21 sebulan
Rp 2.965.000,00 : 12 Rp 247.083
PPh Pasal 21 Januari s.d Juni 2013 seharusnya adalah :
6 x Rp 247.083,00 Rp 1.482.498
PPh Pasal 21 yang sudah dipotong Januari s.d Juni 2013
6 x Rp 126.250,00 (dari perhitungan contoh A) Rp 757.500
PPh Pasal 21 untuk uang rapel Rp 724.998
C. Penghitungan PPh Pasal 21atas Pembayaran Bonus
Gaji setahun (12x Rp 10.000.000,00) Rp 120.000.000
Bonus Rp 20.000.000
Penghasilan bruto setahun Rp 140.000.000
Pengurangan :
Biaya Jabatan (5% xRp 140.000.000,00) =Rp 7.000.000,00
*Biaya Jabatan dlm setahun maksimal Rp 6.000.000,00 Rp 6.000.000
Iuran Pensiun (12x Rp 200.000,00) Rp 2.400.000 Rp 8.400.000
Penghasilan Neto setahun Gaji +Bonus Rp 131.600.000
PTKP setahun :
- untuk diri sendiri Rp 54.000.000
- tambahan WP kawin Rp 4.500.000 Rp 58.500.000
Penghasilan Kena Pajak setahun Rp 73.100.000
PPh Pasal 21setahun atas Gaji +Bonus :
5% x Rp 50.000.000,00 = Rp 2.500.000
15% x Rp 23.100.000,00 = Rp 3.465.000
5.965.000
PPh Pasal 21atas Gaji (dari contoh B) Rp 2.965.000
PPh Pasal 21atas Bonus Rp 3.000.000
Rifki Zain seorang PNS golongan IVa di Kantor Imigrasi Medan
berdasarkan data pada bulan Maret 2013 Rifki Zain memperolah
gaji perbulan Rp.2.822.200,00, tunjangan jabatan Rp.540.000,00
perbulan dan mempunyai 3 orang anak.
Pada tanggal 25 Maret 2013 Kantor Imigrasi Medan membayar
honor tim kepada Rifki Zain sebesar Rp.1.200.000,00.
Mendapatkan rapel kenaikan gaji pada bulan Juli 2013 karena
kenaikan gaji berkala sehingga gaji Rifki Zain menjadi
Rp.2.906.200,00.
Pada Bulan Agustus 2013 ditugaskan di Kantor Wilayah
Kementerian Agama Provinsi Sumatera Utara dengan memperoleh
tunjangan jabatan Rp.3.000.000,00 per bulan dan dari Kantor
Imigrasi Medan hanya mendapatkan gaji dan tunjangan selain
tunjangan jabatan.
Contoh Penghitungan PPh Pasal 21
A. PPh Pasal 21 Masa Maret 2013
Gaji Pokok Rp. 2.822.200
Tunjangan Istri Rp. 282.220
Tunjangan anak Rp. 112.888
Jumlah gaji dan tunjangan keluarga Rp. 3.217.308
Tunjangan Jabatan Rp. 540.000
Tunjangan Beras Rp. 270.000
Pembulatan Rp. -
Jumlah penghasilan bruto Rp. 4.027.308
Pengurangan :
Biaya Jabatan
5% x 4.027.308 = Rp. 201.365
Iuran pensiun
4,75
%
x 3.217.308 = Rp. 152.822 354.188
Penghasilan neto: 3.673.120
Penghasilan neto disetahunkan :
12
x 3.673.120
44.077.446
PTKP (K/3)
- Untuk Wajib Pajak 24.300.000
- Status WP Kawin 2.025.000
- Tanggungan (3 anak) 6.075.000
Rp. 32.400.000
Penghasilan Kena Pajak (PKP) Rp. 11.677.446
PKP dibulatkan Rp. 11.677.000
PPh Pasal 21 atas gaji dan tunjangan setahun 583.850
PPh Pasal 21 atas gaji dan tunjangan sebulan 48.654
Tambahan 20% lebih tinggi karena belum ber-NPWP -
B. PPh Pasal 21 atas Honorarium di Bulan Maret 2013
= 1.200.000 x 15%
= 180.000
(PPh Pasal 21 atas Honorarium bersifat final)
C. PPh Pasal 21 atas Pembayaran Rapel Kenaikan Gaji Berkala 2013
Gaji Pokok Rp. 2.822.200
Tunjangan Istri Rp. 282.220
Tunjangan anak Rp. 112.888
Jumlah gaji dan tunjangan keluarga Rp. 3.217.308
Tunjangan Jabatan Rp. 540.000
Tunjangan Beras Rp. 270.000
Pembulatan Rp. -
Jumlah penghasilan bruto Rp. 4.027.308
Penghasilan disetahunkan
12 x 4.027.308 = 48.327.696
Jumlah rapel Kenaikan gaji
6 x 95.760 = 574.560
Jumlah Penghasilan Bruto Setahun Rp. 48.902.256
Pengurangan :
Biaya Jabatan
5% x 48.902.256 = Rp. 2.445.113
Iuran pensiun
4,75
%
x 38.607.696 = Rp. 1.833.866 Rp. 4.278.978
Penghasilan neto setahun: 44.623.278
PTKP (K/3)
- Untuk Wajib Pajak 24.300.000
- Status WP Kawin 2.025.000
- Tanggungan (3 anak) 6.075.000
Rp. 32.400.000
Penghasilan Kena Pajak (PKP) Rp. 12.223.278
PKP dibulatkan Rp. 12.223.000
PPh Pasal 21 setahun atas seluruh penghasilan 611.150
PPh Pasal 21 setahun tanpa rapel kenaikan gaji berkala 583.850
PPh Pasal 21 atas rapel kenaikan gaji berkala 27.800
D. PPh Pasal 21 Masa Agustus s.d. November 2013 di Kantor Imigrasi Medan (1)
Gaji Pokok Rp. 2.906.200
Tunjangan Istri Rp. 290.620
Tunjangan anak Rp. 116.248
Jumlah gaji dan tunjangan keluarga Rp. 3.313.068
Tunjangan Jabatan * Rp.
Tunjangan Beras Rp. 270.000
Pembulatan Rp. -
Jumlah penghasilan bruto Rp. 3.583.068
Pengurangan :
Biaya Jabatan
5% x 3.583.068 = Rp. 179.153
Iuran pensiun
4,75
%
x 3.313.068 = Rp. 157.371 336.524
Penghasilan neto: 3.246.544
Penghasilan neto disetahunkan :
12
x 3.246.544
38.958.526
PTKP (K/3)
- Untuk Wajib Pajak 24.300.000
- Status WP Kawin 2.025.000
- Tanggungan (3 anak) 6.075.000
Rp. 32.400.000
Penghasilan Kena Pajak (PKP) Rp. 6.558.526
PKP dibulatkan Rp. 6.558.000
PPh Pasal 21 atas gaji dan tunjangan setahun 327.900
PPh Pasal 21 atas gaji dan tunjangan sebulan 27.325
D. PPh Pasal 21 Masa Desember 2013 di Kantor Imigrasi Medan (2)
Penghasilan Bruto Januari s.d. Juli 2013 28.861.476
Penghasilan Bruto Agustus s.d. Desember 2013 17.915.340
Pembulatan -
Total Penghasilan Bruto Setahun 46.776.816
Pengurangan :
Biaya Jabatan
5% x 46.776.816 = Rp. 2.338.841
Iuran pensiun
4,75
%
x 39.756.816 = Rp. 1.888.449 4.227.290
Penghasilan neto setahun: 42.549.526
PTKP (K/3)
- Untuk Wajib Pajak 24.300.000
- Status WP Kawin 2.025.000
- Tanggungan (3 anak) 6.075.000
Rp. 32.400.000
Penghasilan Kena Pajak (PKP) Rp. 10.149.526
PKP dibulatkan Rp. 10.149.000
PPh Pasal 21 setahun 507.450
PPh Pasal 21 Terutang (Jan s.d. Nov)
a. PPh Pasal 21 Januari s.d. Juli
7
x 52.975 =
370.825
b. PPh Pasal 21 Agustus s.d. November
4
x 27.325 =
109.300
480.125
PPh Pasal 21 Masa Desember 27.325
Penghitungan PPh Pasal 21 Masa Agustus s.d.
November di Kantor Wilayah Kementerian Agama
Provinsi Sumatera Utara dilakukan dengan cara:
a. Menghitung PPh Pasal 21 atas penghasilan yang
diterima dari Kantor Imigrasi Medan (sebagaimana
slide sebelumnya)
b. Menghitung PPh Pasal 21 atas penghasilan yang
diterima dari Kantor Imigrasi Medan dan Kantor
Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sumatera Utara
c. PPh Pasal 21 yang terutang atas tunjangan jabatan
yang dibayarkan oleh Kantor Wilayah Kementerian
Agama Provinsi Sumatera Utara adalah PPh Pasal 21
pada huruf b dikurangi PPh Pasal 21 pada huruf a
D. PPh Pasal 21 Masa Agustus s.d. November 2013 di Kanwil Agama Medan (1)
1. Penghasilan dari Kantor Imigrasi Medan
Gaji Pokok Rp. 2.906.200
Tunjangan Istri Rp. 290.620
Tunjangan anak Rp. 116.248
Jumlah gaji dan tunjangan keluarga Rp. 3.313.068
Tunjangan Jabatan Rp.
Tunjangan Beras Rp. 270.000
Pembulatan Rp. -
Jumlah Rp. 3.583.068
2. Penghasilan dari Kanwil Agama Medan
Tunjangan Jabatan 3.000.000
Jumlah Penghasilan Bruto 6.583.068
Pengurangan :
Biaya Jabatan
5% x 6.583.068 = Rp. 329.153
Iuran pensiun
4,75
%
x 3.313.068 = Rp. 157.371 486.524
Penghasilan neto: 6.096.544
Penghasilan neto disetahunkan :
12
x 6.096.544
73.158.526
PTKP (K/3)
- Untuk Wajib Pajak 24.300.000
- Status WP Kawin 2.025.000
- Tanggungan (3 anak) 6.075.000
Rp. 32.400.000
Penghasilan Kena Pajak (PKP) Rp. 40.758.526
PKP dibulatkan Rp. 40.758.000
PPh Pasal 21 atas gaji dan tunjangan setahun 2.037.900
PPh Pasal 21 atas gaji dan tunjangan sebulan 169.825
D. PPh Pasal 21 Masa Desember 2013 di Kanwil Agama Medan (2)
Penghasilan Bruto Agustus s.d. Desember 2013 15.000.000
Penghasilan Kantor Imigrasi Medan (Jan-Des) 46.776.816
Pembulatan -
Total Penghasilan Bruto Setahun 61.776.816
Pengurangan :
Biaya Jabatan
5% x 61.776.816 = Rp. 3.088.841
Iuran pensiun
4,75% x 39.756.816 = Rp. 1.888.449 4.977.290
Penghasilan neto setahun: 56.799.526
PTKP (K/3)
- Untuk Wajib Pajak 24.300.000
- Status WP Kawin 2.025.000
- Tanggungan (3 anak) 6.075.000
Rp. 32.400.000
Penghasilan Kena Pajak (PKP) Rp. 24.399.526
PKP dibulatkan Rp. 24.399.000
PPh Pasal 21 setahun 1.219.950
PPh Pasal 21 Kantor Imigrasi Medan
a. PPh Pasal 21 Januari s.d. Juli
7
x 52.975 =
370.825
b. PPh Pasal 21 Agustus s.d. November
4
x 27.325 =
109.300
PPh Pasal 21 Masa Desember
27.325
PPh Psl 21 Kanwil Agama Medan (Agst- Nov)
4
x 142.500 =
570.000 1.077.450
PPh Pasal 21 Desember Kanwil Agama Medan 142.500

PPh_21_berdasarkan_PER_16_TAHUN_2016_ppt.pptx

  • 1.
    PER-16/PJ/2016 PERATURAN DIREKTUR JENDERALPAJAK NOMOR TENTANG PEDOMAN TEKNIS TATA CARA PEMOTONGAN, PENYETORAN DAN PELAPORAN PAJAK PENGHASILAN PASAL 21 DAN/ATAU PAJAK PENGHASILAN PASAL 26 SEHUBUNGAN DENGAN PEKERJAAN, JASA, DAN KEGIATAN ORANG PRIBADI
  • 2.
    GAJI, UPAH, HONORARIUM,TUNJANGAN, dan PEMBAYARAN LAIN dengan nama/bentuk apapun 1. Pekerjaan; 2. Jasa; 3. Kegiatan yang dilakukan Orang Pribadi SPDN SPLN PPh Pasal 21 PPh Pasal 26
  • 3.
    PEMOTONG PPh PASAL 21/26 PEMBERI KERJAyang terdiri dari: a. orang pribadi dan badan; b. cabang, perwakilan atau unit, dalam hal yang melakukan sebagian atau seluruh administrasi yang terkait dengan pembayaran gaji, upah, honorarium, tunjangan, dan pembayaran lain adalah cabang, perwakilan atau unit tersebut. BENDAHARA atau PEMEGANG KAS PEMERINTAH DANA PENSIUN, BADAN PENYELENGGARA JAMINAN SOSIAL TENAGA KERJA dan BADAN-BADAN LAIN ORANG PRIBADI yang melakukan kegiatan usaha atau pekerjaan bebas serta BADAN yang melakukan pembayaran sehubungan dengan penyerahan jasa PENYELENGGARA KEGIATAN
  • 4.
    Kantor Perwakilan Negara Asing Organisasi-Organisasi Internasional sebagaimana dimaksuddalam Peraturan Menteri Keuangan yang mengatur mengenai penetapan Organisasi- Organisasi Internasional yang tidak termasuk subjek Pajak Penghasilan Organisasi-Organisasi Internasional yang ketentuan Pajak Penghasilannya didasarkan pada ketentuan perjanjian internasional dan dalam perjanjian internasional tersebut mengecualikan kewajiban pemotongan pajak, serta organisasi- organisasi dimaksud telah ditetapkan oleh Menteri Keuangan Pemberi kerja orang pribadi yang tidak melakukan kegiatan usaha atau pekerjaan bebas yang semata- mata memperkerjakan orang pribadi untuk melakukan pekerjaan rumah tangga atau pekerjaan bukan dalam rangka melakukan kegiatan usaha atau pekerjaan bebas PEMBERI KERJA BUKAN PEMOTONG PPh PASAL 21/26
  • 5.
    PEGAWAI PENERIMA UANG PESANGON, PENSIUN atau UANGMANFAAT PENSIUN, THT, JHT, termasuk AHLI WARISNYA PESERTA KEGIATAN: • Peserta Perlombaan • Peserta Rapat, Konferensi, Sidang, Pertemuan, Kunjungan Kerja • Peserta/Anggota Kepanitiaan • Peserta Pendidikan, Pelatihan • Peserta Kegiatan Lainnya BUKAN PEGAWAI MANTAN PEGAWAI ANGGOTA DEWAN KOMISARIS/PENGAWAS yang tidak merangkap sebagai pegawai PENERIMA PENGHASILAN YANG DIKENAKAN PPh PASAL 21/26
  • 6.
    Penghasilan Pegawai Tetapbaik Teratur maupun Tidak Teratur Penghasilan Penerima Pensiun secara Teratur Uang Pesangon, Pensiun, Tunjangan Hari Tua, atau Jaminan Hari Tua yang dibayarkan sekaligus, yang pembayarannya melewati Jangka Waktu 2 Tahun Penghasilan Pegawai Tidak Tetap atau Tenaga Kerja Lepas Imbalan kepada Bukan Pegawai Imbalan kepada Peserta Kegiatan Imbalan kepada Dewan Komisaris/Pengawas yang bukan merupakan Pegawai Tetap pada perusahaan yang sama Imbalan kepada Mantan Pegawai Penarikan Dana Pensiun oleh Pegawai Wajib Pajak PPh Final Wajib Pajak Norma Penghitungan Khusus PENGHASILAN YANG DIKENAKAN PPh PASAL 21/26 termasuk Natura/Kenikmatan dari:
  • 7.
    Sesuai dengan yang DITERIMA/DIPEROLEH KURS MenteriKeuangan HARGA PASAR NATURA/ KENIKMATAN UANG ASING UANG RUPIAH PENGHITUNGAN BESARNYA PENGHASILAN
  • 8.
    Pembayaran Manfaat atauSantunan Asuransi Kesehatan, Kecelakaan, Jiwa, Dwiguna dan Beasiswa Natura/kenikmatan dari Wajib Pajak atau Pemerintah Iuran Pensiun kepada Dana Pensiun yang telah disahkan Menkeu, Iuran THT/JHT yang dibayar Pemberi Kerja Zakat/Sumbangan wajib keagamaan dari Badan/Lembaga yang dibentuk/disahkan Pemerintah Beasiswa sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 ayat (3) huruf l UU PPh PENGHASILAN YANG TIDAK DIKENAKAN PPh PASAL 21/26
  • 9.
    SETIAP MASA PAJAK, KECUALIMASA PAJAK TERAKHIR Perkiraan Penghasilan Neto yang akan diterima selama setahun, Penghasilan Teratur sebulan dikali 12 MASA PAJAK TERAKHIR SELISIH antara PPh yang terutang atas seluruh Penghasilan Kena Pajak selama setahun dengan PPh yang telah dipotong masa-masa sebelumnya PPh Pasal 21 PEGAWAI TETAP dan PENERIMA PENSIUN BERKALA
  • 10.
    DISETAHUNKAN TIDAK DISETAHUNKAN 1.WAJIB PAJAK ORANG PRIBADI DALAM NEGERI meninggal dunia atau meninggalkan Indonesia selamanya; 2. ORANG ASING mulai bekerja di Indonesia pada tahun berjalan untuk jangka waktu lebih dari 6 bulan; 3. KARYAWAN pindah cabang 1. WAJIB PAJAK ORANG PRIBADI DALAM NEGERI mulai bekerja pada tahun berjalan; 2. WAJIB PAJAK ORANG PRIBADI DALAM NEGERI pindah kerja ke pemberi kerja yang lain MASA PEROLEHAN PENGHASILAN KURANG DARI 12 BULAN
  • 11.
    PEGAWAI TETAP PENERIMAPENSIUN Gaji, Tunjangan, Premi Asuransi Dibayar Pemberi Kerja Uang Pensiun Berkala DIKURANGI DENGAN DIKURANGI DENGAN 1. Biaya jabatan, 5% dari Penghasilan Bruto maks. Rp6.000.000 per tahun atau Rp500.000 per bulan 2. Iuran Pensiun, THT/JHT yang dibayar sendiri Biaya Pensiun, 5% dari Penghasilan Bruto maks. Rp2.400.000 per tahun atau Rp200.000 perbulan PENGHASILAN NETO (setahun/disetahunkan) DIKURANGI PTKP PENGHASILAN KENA PAJAK DIKENAKAN Tarif Pasal 17 PENGHITUNGAN PPh Pasal 21
  • 12.
    PTKP TAHUN 2016BERDASARKAN PMK 101/PMK.010/2016 Rp54.000.000,- DIRI Wajib Pajak Rp4.500.000,- Tambahan untuk Wajib Pajak KAWIN Rp4.500.000,- Tambahan untuk setiap ANGGOTA KELUARGA sedarah semenda dalam garis keturunan lurus serta anak angkat yang menjadi tanggungan sepenuhnya MAKSIMAL 3 ORANG Penerapan PTKP ditentukan oleh keadaan pada AWAL TAHUN kalender atau awal bulan dari bagian tahun kalender
  • 13.
    1. DIRI SENDIRI; 2.TANGGUNGAN MAKS. 3 ORANG 1. DIRI SENDIRI; 2. STATUS KAWIN; 3. TANGGUNGAN MAKS. 3 ORANG Menunjukkan ket. tertulis dari Pemerintah Daerah setempat serendah-rendahnya Kecamatan bahwa suami tidak menerima/ memperoleh penghasilan HANYA UNTUK DIRI SENDIRI KAWIN KAWIN SUAMI TANPA PENGHASILAN TIDAK KAWIN PTKP KARYAWATI
  • 14.
    Sampai dengan Rp60juta Di atas Rp50 juta s.d Rp250 juta Di atas Rp250 juta s.d Rp500 juta Di atas Rp500 juta 5% 15% 25% 30% TARIF Pasal 17 ayat (1) huruf a UU PPh Di atas Rp5 Milyar 35%
  • 15.
    Upah/Uang Saku Harian,Mingguan, Satuan, Borongan Dibayarkan Bulanan atau Jumlah Upah Kumulatif Satu Bulan Melebihi Rp10,2 jt Upah/Uang Saku Harian ≤ 450.000 ≤ 450.000 Dikurangi 450.000 Dikali 12 Tidak Dipotong Dipotong 5% Upah Kumulatif >Rp4,5 jt s.d. Rp10,2 jt sebulan Upah Sehari dikurangi PTKP Sehari Tarif PPh Pasal 21 = 5% Dikurangi PTKP Setahun Penghasilan Kena Pajak Dikenakan Tarif Pasal 17 PPh Pasal 21 Setahun Dibagi 12 PPh Pasal 21 Sebulan PPh PASAL 21 PEGAWAI TIDAK TETAP/TENAGA KERJA LEPAS
  • 16.
    PPh Pasal 21BUKAN PEGAWAI BERKESINAMBUNGAN BERKESINAMBUNGAN EX Pasal 13 ayat (1) TIDAK BERKESINAMBUNGAN (50 % x Ph Bruto) DIKURANGI PTKP sebulan, Dihitung Secara Kumulatif (50 % x Ph Bruto) Dihitung Secara Kumulatif (50 % x Ph Bruto) Dalam hal DOKTER yang praktik di RS/Klinik JUMLAH PENGHASILAN BRUTO adalah Sebesar Jasa Dokter yang dibayarkan Pasien melalui RS/Klinik sebelum Dipotong Biaya-Biaya atau Bagi Hasil RS/Klinik
  • 17.
    DEWAN KOMISARIS/ PENGAWAS NON PEGAWAITETAP MANTAN PEGAWAI PESERTA PROGRAM PENSIUN YANG MASIH BERSTATUS PEGAWAI Honorarium atau Imbalan yang bersifat Tidak Teratur Jasa Produksi, Tantiem, Gratifikasi, Bonus atau Imbalan lain yang bersifat Tidak Teratur Penarikan Dana Pensiun TARIF Pasal 17 atas PENGHASILAN BRUTO PPh Pasal 21 LAINNYA
  • 18.
    TARIF Pasal 17 UUPPh PENGHASILAN BRUTO PENGHASILAN BRUTO merupakan pembayaran yang bersifat utuh dan tidak dipecah PPh Pasal 21 PESERTA KEGIATAN
  • 19.
    PEGAWAI PENSIUNAN BUKAN PEGAWAI KOMISARIS, MANTAN PEGAWAI, PENARIKAN DAPEN O/ PEGAWAI PESERTA KEGIATAN TETAP TIDAKTETAP BERKALA BERKESINAMBUNGAN BERKESINAMBUNGAN ex Pasal 13 ayat (1) TIDAK BERKESINAMBUNGAN BULANAN HARIAN Ph NETO – PTKP Ph BRUTO – PTKP Ph BRUTO – 450ribu Ph BRUTO (>4,5jt s.d. 10,2jt) – PTKP Harian Ph BRUTO(>10,2jt) – PTKP Ph NETO – PTKP ((50% X Ph BRUTO) – PTKP BULANAN) KUMULATIF (50% X Ph BRUTO) KUMULATIF 50% X Ph BRUTO Ph BRUTO KUMULATIF Ph BRUTO
  • 20.
    PENERIMA PENGHASILAN TIDAK BER-NPWP PPhPasal 21 sebesar 120% LEBIH TINGGI daripada PPh Pasal 21 yang seharusnya (20% LEBIH TINGGI) Setelah PEMOTONGAN PPh Pasal 21 bulan Desember DIPERHITUNGKAN oleh Pemotong dengan PPh Pasal 21 bulan- bulan selanjutnya Merupakan KREDIT PAJAK dalam SPT Tahunan PPh Sebelum PEMOTONGAN PPh Pasal 21 bulan Desember ber- NPWP TIDAK BERLAKU untuk PPh Pasal 21 yang bersifat FINAL
  • 21.
    PP 68 TAHUN2010 PP 80 TAHUN 2010 1. UANG PESANGON; 2. UANG MANFAAT PENSIUN; 3. THT/JHT yang dibayarkan SEKALIGUS Penghasilan bersumber dari APBN/D yang diterima oleh Pejabat Negara, PNS, Anggota, TNI/POLRI, dan Pensiunannya KETENTUAN KHUSUS
  • 22.
    TARIF Pasal 26 20% PENGHASILAN BRUTO Memperhatikan KETENTUAN P3B PASAL 26
  • 23.
    SAAT TERUTANG PPhPASAL 21/26 PENERIMA PENGHASILAN PEMOTONG SAAT DILAKUKANNYA PEMBAYARAN atau SAAT TERUTANGNYA PENGHASILAN AKHIR BULAN DILAKUKANNYA PEMBAYARAN atau AKHIR BULAN TERUTANGNYA PENGHASILAN
  • 24.
    KEWAJIBAN PEMOTONG WAJIB MendaftarkanDiri ke KPP Wajib menghitung, memotong, menyetorkan dan melaporkan PPh Pasal 21 dan Pasal 26 yang terutang untuk SETIAP BULAN KALENDER Pemotong Pajak WAJIB LAPOR sekalipun Nihil, paling lama 20 HARI setelah Masa Pajak berakhir Wajib MEMBUAT BUKTI POTONG dan memberikannya kepada Penerima Penghasilan PPh Pasal 21/26 yang dipotong WAJIB DISETOR ke Kantor Pos atau Bank paling lama 10 HARI setelah Masa Pajak berakhir Wajib MEMBUAT CATATAN atau Kertas Kerja Perhitungan PPh Pasal 21/26 Untuk SETIAP MASA PAJAK Wajib MENYIMPAN CATATAN atau Kertas Kerja Sesuai Ketentuan
  • 25.
    BUKTI PEMOTONGAN PPhPASAL 21 PEGAWAI TETAP/PENERIMA PENSIUN BERKALA SELAIN PEGAWAI TETAP/PENERIMA PENSIUN BERKALA • Dibuatkan SEKALI SETAHUN (Form 1721 A1/A2) • Diberikan PALING LAMA 1 BULAN setelah Akhir Tahun atau PEGAWAI BERHENTI • Dibuat SETIAP KALI ada PEMOTONGAN • Jika ada dalam 1 Bulan terdapat LEBIH DARI 1 KALI PEMBAYARAN, maka Bukti Potong dapat dibuat SEKALI dalam 1 BULAN Bukti Potong PPh Pasal 21 TIDAK WAJIB DILAMPIRKAN dalam SPT Masa PPh Pasal 21
  • 26.
    KEWAJIBAN PENERIMA PENGHASILAN WAJIB MendaftarkanDiri ke KPP Pegawai, Penerima Pensiun Berkala, dan Bukan Pegawai tertentu WAJIB Membuat Surat Pernyataan Yang Berisi Jumlah Tanggungan Keluarga pada Awal Tahun Kalender atau Pada Saat menjadi Subjek Pajak Dalam Negeri WAJIB Menyerahkan Surat Pernyataan Tanggungan Keluarga kepada Pemotong Pajak pada saat mulai Bekerja atau mulai Pensiun Wajib Membuat SURAT PERNYATAAN Baru Dalam Hal Terjadi Perubahan Tanggungan Keluarga Paling Lambat Sebelum Mulai Tahun Kalender Berikutnya
  • 27.
    Budiyanto pada tahun2016 bekerja di PT Aman Bahagia dengan GAJI sebulan Rp 8.000.000,00 dan membayar IURAN PENSIUN sebesar Rp. 200.000,00. Budiyanta menikah tetapi belum mempunyai anak. Pada bulan Juli 2016 menerima kenaikan gaji, menjadi Rp 10.000.000,00 sebulan dan berlaku surut sejak 1 Januari 2016. Dengan adanya kenaikan gaji yang berlaku surut tersebut, Budiyanta menerima RAPEL sejumlah Rp 12.000.000,00 (kekurangan gaji untuk masa Januari s.d. Mei 2016). Pada bulan Oktober 2016 menerima bonus tahunan sebesar Rp 20.000.000,00.
  • 28.
    A. PenghitunganPPhPasal 21atasPenghasilanPegawai Tetap- Gaji Bulanan Gaji sebulan Rp 8.000.000 Pengurangan : BiayaJabatan (5% xRp 8.000.000) Rp 400.000 Iuran Pensiun Rp 200.000 Rp 600.000 Penghasilan Neto sebulan Rp 7.400.000 Penghasilan Neto setahun (12x Rp 7.400.000,00) Rp 88.800.000 PTKP setahun : - untuk diri sendiri Rp 54.000.000 - tambahan WP kawin Rp 4.500.000 Rp 58.500.000 Penghasilan KenaPajak setahun Rp 30.300.000 PPh Pasal 21terutang: 5% x Rp 30.300.000,00 = Rp 1.515.000 PPhPasal 21sebulan Rp 1.515.000,00 : 12 = Rp 126.250
  • 29.
    B. Penghitungan PPhPasal 21 atas Pembayaran Uang Rapel Gaji sebulan Rp 10.000.000 Pengurangan : Biaya Jabatan (5% xRp 10.000.000) = Rp 500.000 Iuran Pensiun = Rp 200.000 Rp 700.000 Penghasilan Neto sebulan Rp 9.300.000 Penghasilan Neto setahun ( 12 x Rp 9.300.000,00 ) Rp 111.600.000 PTKP setahun : - untuk diri sendiri Rp 54.000.000 - tambahan WP kawin Rp 4.500.000 Rp 58.500.000 Penghasilan Kena Pajak setahun Rp 53.100.000 PPh Pasal 21 setahun : 5% x Rp 50.000.000,00 = Rp 2.500.000 15% x Rp 3.100.000,00 = Rp 465.000 Rp 2.965.000 PPh Pasal 21 sebulan Rp 2.965.000,00 : 12 Rp 247.083 PPh Pasal 21 Januari s.d Juni 2013 seharusnya adalah : 6 x Rp 247.083,00 Rp 1.482.498 PPh Pasal 21 yang sudah dipotong Januari s.d Juni 2013 6 x Rp 126.250,00 (dari perhitungan contoh A) Rp 757.500 PPh Pasal 21 untuk uang rapel Rp 724.998
  • 30.
    C. Penghitungan PPhPasal 21atas Pembayaran Bonus Gaji setahun (12x Rp 10.000.000,00) Rp 120.000.000 Bonus Rp 20.000.000 Penghasilan bruto setahun Rp 140.000.000 Pengurangan : Biaya Jabatan (5% xRp 140.000.000,00) =Rp 7.000.000,00 *Biaya Jabatan dlm setahun maksimal Rp 6.000.000,00 Rp 6.000.000 Iuran Pensiun (12x Rp 200.000,00) Rp 2.400.000 Rp 8.400.000 Penghasilan Neto setahun Gaji +Bonus Rp 131.600.000 PTKP setahun : - untuk diri sendiri Rp 54.000.000 - tambahan WP kawin Rp 4.500.000 Rp 58.500.000 Penghasilan Kena Pajak setahun Rp 73.100.000 PPh Pasal 21setahun atas Gaji +Bonus : 5% x Rp 50.000.000,00 = Rp 2.500.000 15% x Rp 23.100.000,00 = Rp 3.465.000 5.965.000 PPh Pasal 21atas Gaji (dari contoh B) Rp 2.965.000 PPh Pasal 21atas Bonus Rp 3.000.000
  • 31.
    Rifki Zain seorangPNS golongan IVa di Kantor Imigrasi Medan berdasarkan data pada bulan Maret 2013 Rifki Zain memperolah gaji perbulan Rp.2.822.200,00, tunjangan jabatan Rp.540.000,00 perbulan dan mempunyai 3 orang anak. Pada tanggal 25 Maret 2013 Kantor Imigrasi Medan membayar honor tim kepada Rifki Zain sebesar Rp.1.200.000,00. Mendapatkan rapel kenaikan gaji pada bulan Juli 2013 karena kenaikan gaji berkala sehingga gaji Rifki Zain menjadi Rp.2.906.200,00. Pada Bulan Agustus 2013 ditugaskan di Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sumatera Utara dengan memperoleh tunjangan jabatan Rp.3.000.000,00 per bulan dan dari Kantor Imigrasi Medan hanya mendapatkan gaji dan tunjangan selain tunjangan jabatan. Contoh Penghitungan PPh Pasal 21
  • 32.
    A. PPh Pasal21 Masa Maret 2013 Gaji Pokok Rp. 2.822.200 Tunjangan Istri Rp. 282.220 Tunjangan anak Rp. 112.888 Jumlah gaji dan tunjangan keluarga Rp. 3.217.308 Tunjangan Jabatan Rp. 540.000 Tunjangan Beras Rp. 270.000 Pembulatan Rp. - Jumlah penghasilan bruto Rp. 4.027.308 Pengurangan : Biaya Jabatan 5% x 4.027.308 = Rp. 201.365 Iuran pensiun 4,75 % x 3.217.308 = Rp. 152.822 354.188 Penghasilan neto: 3.673.120 Penghasilan neto disetahunkan : 12 x 3.673.120 44.077.446 PTKP (K/3) - Untuk Wajib Pajak 24.300.000 - Status WP Kawin 2.025.000 - Tanggungan (3 anak) 6.075.000 Rp. 32.400.000 Penghasilan Kena Pajak (PKP) Rp. 11.677.446 PKP dibulatkan Rp. 11.677.000 PPh Pasal 21 atas gaji dan tunjangan setahun 583.850 PPh Pasal 21 atas gaji dan tunjangan sebulan 48.654 Tambahan 20% lebih tinggi karena belum ber-NPWP -
  • 33.
    B. PPh Pasal21 atas Honorarium di Bulan Maret 2013 = 1.200.000 x 15% = 180.000 (PPh Pasal 21 atas Honorarium bersifat final)
  • 34.
    C. PPh Pasal21 atas Pembayaran Rapel Kenaikan Gaji Berkala 2013 Gaji Pokok Rp. 2.822.200 Tunjangan Istri Rp. 282.220 Tunjangan anak Rp. 112.888 Jumlah gaji dan tunjangan keluarga Rp. 3.217.308 Tunjangan Jabatan Rp. 540.000 Tunjangan Beras Rp. 270.000 Pembulatan Rp. - Jumlah penghasilan bruto Rp. 4.027.308 Penghasilan disetahunkan 12 x 4.027.308 = 48.327.696 Jumlah rapel Kenaikan gaji 6 x 95.760 = 574.560 Jumlah Penghasilan Bruto Setahun Rp. 48.902.256 Pengurangan : Biaya Jabatan 5% x 48.902.256 = Rp. 2.445.113 Iuran pensiun 4,75 % x 38.607.696 = Rp. 1.833.866 Rp. 4.278.978 Penghasilan neto setahun: 44.623.278 PTKP (K/3) - Untuk Wajib Pajak 24.300.000 - Status WP Kawin 2.025.000 - Tanggungan (3 anak) 6.075.000 Rp. 32.400.000 Penghasilan Kena Pajak (PKP) Rp. 12.223.278 PKP dibulatkan Rp. 12.223.000 PPh Pasal 21 setahun atas seluruh penghasilan 611.150 PPh Pasal 21 setahun tanpa rapel kenaikan gaji berkala 583.850 PPh Pasal 21 atas rapel kenaikan gaji berkala 27.800
  • 35.
    D. PPh Pasal21 Masa Agustus s.d. November 2013 di Kantor Imigrasi Medan (1) Gaji Pokok Rp. 2.906.200 Tunjangan Istri Rp. 290.620 Tunjangan anak Rp. 116.248 Jumlah gaji dan tunjangan keluarga Rp. 3.313.068 Tunjangan Jabatan * Rp. Tunjangan Beras Rp. 270.000 Pembulatan Rp. - Jumlah penghasilan bruto Rp. 3.583.068 Pengurangan : Biaya Jabatan 5% x 3.583.068 = Rp. 179.153 Iuran pensiun 4,75 % x 3.313.068 = Rp. 157.371 336.524 Penghasilan neto: 3.246.544 Penghasilan neto disetahunkan : 12 x 3.246.544 38.958.526 PTKP (K/3) - Untuk Wajib Pajak 24.300.000 - Status WP Kawin 2.025.000 - Tanggungan (3 anak) 6.075.000 Rp. 32.400.000 Penghasilan Kena Pajak (PKP) Rp. 6.558.526 PKP dibulatkan Rp. 6.558.000 PPh Pasal 21 atas gaji dan tunjangan setahun 327.900 PPh Pasal 21 atas gaji dan tunjangan sebulan 27.325
  • 36.
    D. PPh Pasal21 Masa Desember 2013 di Kantor Imigrasi Medan (2) Penghasilan Bruto Januari s.d. Juli 2013 28.861.476 Penghasilan Bruto Agustus s.d. Desember 2013 17.915.340 Pembulatan - Total Penghasilan Bruto Setahun 46.776.816 Pengurangan : Biaya Jabatan 5% x 46.776.816 = Rp. 2.338.841 Iuran pensiun 4,75 % x 39.756.816 = Rp. 1.888.449 4.227.290 Penghasilan neto setahun: 42.549.526 PTKP (K/3) - Untuk Wajib Pajak 24.300.000 - Status WP Kawin 2.025.000 - Tanggungan (3 anak) 6.075.000 Rp. 32.400.000 Penghasilan Kena Pajak (PKP) Rp. 10.149.526 PKP dibulatkan Rp. 10.149.000 PPh Pasal 21 setahun 507.450 PPh Pasal 21 Terutang (Jan s.d. Nov) a. PPh Pasal 21 Januari s.d. Juli 7 x 52.975 = 370.825 b. PPh Pasal 21 Agustus s.d. November 4 x 27.325 = 109.300 480.125 PPh Pasal 21 Masa Desember 27.325
  • 37.
    Penghitungan PPh Pasal21 Masa Agustus s.d. November di Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sumatera Utara dilakukan dengan cara: a. Menghitung PPh Pasal 21 atas penghasilan yang diterima dari Kantor Imigrasi Medan (sebagaimana slide sebelumnya) b. Menghitung PPh Pasal 21 atas penghasilan yang diterima dari Kantor Imigrasi Medan dan Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sumatera Utara c. PPh Pasal 21 yang terutang atas tunjangan jabatan yang dibayarkan oleh Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sumatera Utara adalah PPh Pasal 21 pada huruf b dikurangi PPh Pasal 21 pada huruf a
  • 38.
    D. PPh Pasal21 Masa Agustus s.d. November 2013 di Kanwil Agama Medan (1) 1. Penghasilan dari Kantor Imigrasi Medan Gaji Pokok Rp. 2.906.200 Tunjangan Istri Rp. 290.620 Tunjangan anak Rp. 116.248 Jumlah gaji dan tunjangan keluarga Rp. 3.313.068 Tunjangan Jabatan Rp. Tunjangan Beras Rp. 270.000 Pembulatan Rp. - Jumlah Rp. 3.583.068 2. Penghasilan dari Kanwil Agama Medan Tunjangan Jabatan 3.000.000 Jumlah Penghasilan Bruto 6.583.068 Pengurangan : Biaya Jabatan 5% x 6.583.068 = Rp. 329.153 Iuran pensiun 4,75 % x 3.313.068 = Rp. 157.371 486.524 Penghasilan neto: 6.096.544 Penghasilan neto disetahunkan : 12 x 6.096.544 73.158.526 PTKP (K/3) - Untuk Wajib Pajak 24.300.000 - Status WP Kawin 2.025.000 - Tanggungan (3 anak) 6.075.000 Rp. 32.400.000 Penghasilan Kena Pajak (PKP) Rp. 40.758.526 PKP dibulatkan Rp. 40.758.000 PPh Pasal 21 atas gaji dan tunjangan setahun 2.037.900 PPh Pasal 21 atas gaji dan tunjangan sebulan 169.825
  • 39.
    D. PPh Pasal21 Masa Desember 2013 di Kanwil Agama Medan (2) Penghasilan Bruto Agustus s.d. Desember 2013 15.000.000 Penghasilan Kantor Imigrasi Medan (Jan-Des) 46.776.816 Pembulatan - Total Penghasilan Bruto Setahun 61.776.816 Pengurangan : Biaya Jabatan 5% x 61.776.816 = Rp. 3.088.841 Iuran pensiun 4,75% x 39.756.816 = Rp. 1.888.449 4.977.290 Penghasilan neto setahun: 56.799.526 PTKP (K/3) - Untuk Wajib Pajak 24.300.000 - Status WP Kawin 2.025.000 - Tanggungan (3 anak) 6.075.000 Rp. 32.400.000 Penghasilan Kena Pajak (PKP) Rp. 24.399.526 PKP dibulatkan Rp. 24.399.000 PPh Pasal 21 setahun 1.219.950 PPh Pasal 21 Kantor Imigrasi Medan a. PPh Pasal 21 Januari s.d. Juli 7 x 52.975 = 370.825 b. PPh Pasal 21 Agustus s.d. November 4 x 27.325 = 109.300 PPh Pasal 21 Masa Desember 27.325 PPh Psl 21 Kanwil Agama Medan (Agst- Nov) 4 x 142.500 = 570.000 1.077.450 PPh Pasal 21 Desember Kanwil Agama Medan 142.500