POSITIVE PARENTING
Nova Mega Persada
Anak akan memiliki kemampuan
berpikir jernih, kritis, berbicara
dengan bahasa terstruktur dan
kreatif jika didukung dengan
pengasuhan yang tepat dari
orangtuanya.
Anak Kreatif Lahir dari OrangtuaPositif
Bagaimanamenjadi orangtuayang positif?
1.Percaya diri dan tumbuhkan kepercayaan
kepada anak
"Orangtua yang takut anaknya sakit
lalu membatasi aktivitasnya justru
membuat anak tidak berkembang.
Orangtua perlu memberikan tempat
bermain yang aman dan nyaman agar
anak bisa tumbuh optimal dalam
lingkungan fisik dan psikososialnya,"
2. Menyisihkan waktu bersama
Kepercayaan dirinya tumbuh
optimal dengan waktu khusus yang
diberikan orangtuanya untuk
membangun hubungan.
3. Jadilah teladan
Salah satu tugas orangtua adalah menanamkan
nilai positif secara konsisten. Anak akan tumbuh
dengan memahami makna tanggungjawab jika
orangtua menjalankan tugas penanaman nilai
dengan tepat.
4. Memahami anak
Anak akan tumbuh optimal jika mendapatkan
pemahaman dan stimulasi yang sesuai. Karenanya
orangtua perlu mengenali kelebihan dan
kekurangan anak.
Ungkapkan rasa bangga saat anak Anda berhasil
menghabiskan makanannya atau saat
mendapatkan prestasi di sekolahnya. Namun
jangan berhenti di situ, anak pun memerlukan
dukungan saat ia gagal atau bahkan ragu ketika
melakukan sesuatu.
Dorongan dan dukungan positif dari orangtua
membantu perkembangan anak.
Rahasia pengasuhan anak secara
positif:
1. Unt uk membesarkan anak yang sehat dan bahagia,
aj arilah anak unt uk mencintai dan menyayangi dirinya
sendiri.
2. Luangkan waktu yang berkualitas setiap hari.
J adilah ' Ahli gembira' bagi put ra-put ri Anda. Ubahlah
wakt u mengerj akan t ugas harian menj adi momen yang
berharga dan ist imewa. Bernyanyi, memeluk, berbagi
t awa dan cerit a dapat membuat saat -saat biasa
menj adi t ak t erlupakan.
3. Jadilah pendengar yang baik. (t anpa menghakimi.
Dengarkan dengan hat i yang t erbuka dan penyayang).
4. Seringlah t ert awa, sebab kegembiraan it u menular!
5. Berilah pengakuan dan penghargaan.
6. Disiplinkan anak dengan hormat . J anganlah memarahi
apalagi mempermalukan anak di depan orang lain at as
kesalahan yang mereka perbuat .
7. Berilah ruang bagi put ra-put ri Anda unt uk melakukan
kesalahan.
8. J alani hidup Anda dengan nilai-nilai yang past i:
kej uj uran, t anggung j awab, dan semangat saling
membant u.
9. Fokuskanlah perhat ian Anda pada hal-hal yang
berj alan benar. Milikilah keyakinan yang meneguhkan
keluarga Anda di saat -saat sulit .
5. Mampu mengatasi stres
Caranya, orangtua perlu belajar mengendalikan diri dalam
mengatasi emosi. Ketika menghadapi masalah, sebaiknya
orangtua perlu fokus pada solusi dan bukan lari dari
kenyataan. Terakhir, orangtua juga perlu terus belajar
mengenali kelebihan dan kekurangan diri.
Mengembangkan sikap mau belajar dan mau berubah
menjadi cara untuk mengeksplorasi diri lebih positif
sebagai orangtua.
Setiap Anak Adalah ISTIMEWA
Setiap individu adalah unik. Artinya setiap individu
memiliki perbedaan antara yang satu dengan yang
lain. Perbedaan tersebut bermacam-macam, mulai
dari perbedaan fisik, pola berpikir dan cara-cara
merespon atau mempelajari hal-hal baru.
Ingin Selalu Dekat
dengan Ananda?
1. Proximity
• Seberapa dekat jarak kita dengan anak!!
– Kapan ia butuh, saat itu pula kita hadir
(instant ability)
– Kita mengenali sendiri cara ia menunjukkan
perasaannya, bagaimana ia bersikap dalam
menghadapi kesulitan
– Bagaimana cara ia menenangkan diri dari
masalah
– Bagaimana ia belajar mengambil keputusan
– Bagaimana ia mengeluarkan ide kreatifnya
2. Intensity
• Seberapa banyak indra anak yang terlibat saat
berinteraksi dengan kita
– Indra apasaja? VAKOG
– Visual : tatapan
– Auditory : sapaan, mendengarkan, mengobrol
– Kinestetik : pelukan, belaian, tepukan, bermain dan
beraktifitas bersama
– Olfactory: penciuman, aroma masakan, aroma tubuh
– Gustatory: rasa masakan ortu, rasa cemilan saat
bermain bersama
3. Frequency
• Seberapa sering kita berkegiatan dengan
anak kita
– Seberapa sering kita terlibat dalam kehidupan
anak
– Kita tidak perlu selalu ada, tapi kita perlu
selalu hadir saat dibutuhkan
Semoga Kita Semua dapat
Menjadi Orang Tua yang
Positif

Positive parenting 2

  • 1.
  • 2.
    Anak akan memilikikemampuan berpikir jernih, kritis, berbicara dengan bahasa terstruktur dan kreatif jika didukung dengan pengasuhan yang tepat dari orangtuanya. Anak Kreatif Lahir dari OrangtuaPositif
  • 3.
    Bagaimanamenjadi orangtuayang positif? 1.Percayadiri dan tumbuhkan kepercayaan kepada anak "Orangtua yang takut anaknya sakit lalu membatasi aktivitasnya justru membuat anak tidak berkembang. Orangtua perlu memberikan tempat bermain yang aman dan nyaman agar anak bisa tumbuh optimal dalam lingkungan fisik dan psikososialnya,"
  • 4.
    2. Menyisihkan waktubersama Kepercayaan dirinya tumbuh optimal dengan waktu khusus yang diberikan orangtuanya untuk membangun hubungan.
  • 5.
    3. Jadilah teladan Salahsatu tugas orangtua adalah menanamkan nilai positif secara konsisten. Anak akan tumbuh dengan memahami makna tanggungjawab jika orangtua menjalankan tugas penanaman nilai dengan tepat.
  • 7.
    4. Memahami anak Anakakan tumbuh optimal jika mendapatkan pemahaman dan stimulasi yang sesuai. Karenanya orangtua perlu mengenali kelebihan dan kekurangan anak. Ungkapkan rasa bangga saat anak Anda berhasil menghabiskan makanannya atau saat mendapatkan prestasi di sekolahnya. Namun jangan berhenti di situ, anak pun memerlukan dukungan saat ia gagal atau bahkan ragu ketika melakukan sesuatu. Dorongan dan dukungan positif dari orangtua membantu perkembangan anak.
  • 8.
    Rahasia pengasuhan anaksecara positif: 1. Unt uk membesarkan anak yang sehat dan bahagia, aj arilah anak unt uk mencintai dan menyayangi dirinya sendiri. 2. Luangkan waktu yang berkualitas setiap hari. J adilah ' Ahli gembira' bagi put ra-put ri Anda. Ubahlah wakt u mengerj akan t ugas harian menj adi momen yang berharga dan ist imewa. Bernyanyi, memeluk, berbagi t awa dan cerit a dapat membuat saat -saat biasa menj adi t ak t erlupakan. 3. Jadilah pendengar yang baik. (t anpa menghakimi. Dengarkan dengan hat i yang t erbuka dan penyayang).
  • 9.
    4. Seringlah tert awa, sebab kegembiraan it u menular! 5. Berilah pengakuan dan penghargaan. 6. Disiplinkan anak dengan hormat . J anganlah memarahi apalagi mempermalukan anak di depan orang lain at as kesalahan yang mereka perbuat . 7. Berilah ruang bagi put ra-put ri Anda unt uk melakukan kesalahan. 8. J alani hidup Anda dengan nilai-nilai yang past i: kej uj uran, t anggung j awab, dan semangat saling membant u. 9. Fokuskanlah perhat ian Anda pada hal-hal yang berj alan benar. Milikilah keyakinan yang meneguhkan keluarga Anda di saat -saat sulit .
  • 10.
    5. Mampu mengatasistres Caranya, orangtua perlu belajar mengendalikan diri dalam mengatasi emosi. Ketika menghadapi masalah, sebaiknya orangtua perlu fokus pada solusi dan bukan lari dari kenyataan. Terakhir, orangtua juga perlu terus belajar mengenali kelebihan dan kekurangan diri. Mengembangkan sikap mau belajar dan mau berubah menjadi cara untuk mengeksplorasi diri lebih positif sebagai orangtua.
  • 11.
    Setiap Anak AdalahISTIMEWA Setiap individu adalah unik. Artinya setiap individu memiliki perbedaan antara yang satu dengan yang lain. Perbedaan tersebut bermacam-macam, mulai dari perbedaan fisik, pola berpikir dan cara-cara merespon atau mempelajari hal-hal baru.
  • 12.
  • 13.
    1. Proximity • Seberapadekat jarak kita dengan anak!! – Kapan ia butuh, saat itu pula kita hadir (instant ability) – Kita mengenali sendiri cara ia menunjukkan perasaannya, bagaimana ia bersikap dalam menghadapi kesulitan – Bagaimana cara ia menenangkan diri dari masalah – Bagaimana ia belajar mengambil keputusan – Bagaimana ia mengeluarkan ide kreatifnya
  • 14.
    2. Intensity • Seberapabanyak indra anak yang terlibat saat berinteraksi dengan kita – Indra apasaja? VAKOG – Visual : tatapan – Auditory : sapaan, mendengarkan, mengobrol – Kinestetik : pelukan, belaian, tepukan, bermain dan beraktifitas bersama – Olfactory: penciuman, aroma masakan, aroma tubuh – Gustatory: rasa masakan ortu, rasa cemilan saat bermain bersama
  • 15.
    3. Frequency • Seberapasering kita berkegiatan dengan anak kita – Seberapa sering kita terlibat dalam kehidupan anak – Kita tidak perlu selalu ada, tapi kita perlu selalu hadir saat dibutuhkan
  • 16.
    Semoga Kita Semuadapat Menjadi Orang Tua yang Positif