0
Petunjuk Teknis 2014
Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan dalam
Pengelolaan Lingkungan Hidup
(PROPER)
SEKRETARIAT PROPER
KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP
HIDUP
1
Petunjuk Teknis Program Penilaian
Peringkat Kinerja Perusahaan dalam
Pengelolaan Lingkungan Hidup
(PROPER)
2014
2
DAFTAR ISI
Daftar Isi
BAB I Pendahuluan ..................................................................... 4
A. Latar Belakang .................................................................... 4
B. Tujuan .................................................................................. 5
C. Ruang Lingkup ................................................................... 5
BAB II Mekanisme Pelaksanaan Proper Dekonsentrasi 2014... 6
BAB III Tahap Persiapan .............................................................. 9
A. Penyusunan Tim Pelaksana PROPER ............................ 9
B. Penguatan Kapasitas ......................................................... 9
C. Sosialisasi ............................................................................ 10
BAB IV Inspeksi Lapangan dan Supervisi ................................. 12
A. Pengumpulan Data Awal ................................................. 12
B. Pelaksanaan Inspeksi ........................................................
C. Penyusunan Berita Acara..................................................
12
13
D. Penyusunan Laporan Inspeksi ........................................ 13
E. Supervisi ............................................................................. 15
BAB V Pemeringkatan .................................................................. 17
A. Penyusunan Hasil Evaluasi Kinerja Penaatan PROPER
(Rapor) Sementara .............................................................
17
B. Pemberitahuan Hasil Peringkat Sementara ................... 18
C. Sanggahan/Klarifikasi ...................................................... 18
D. Review hasil sanggahan oleh Dewan PROPER .............. 19
BAB VI Peningkatan KapasitasKabupaten/Kota ................... 20
BAB VII Jadwal Kegiatan Proper 2014 ....................................... 21
BAB VIII Evaluasi dan Pelaporan ................................................
LAMPIRAN I Format Berita Acara Hasil Pengawasan Proper.
LAMPIRAN II Format Matriks Penaatan....................................
LAMPIRAN III Format Berita Acara Penolakan PROPER........
LAMPIRAN IV Contoh Hasil Analisis Laboratorium yang
Terakreditasi ...................................................................................
LAMPIRAN V Format Ringkasan Ketaatan Perusahaan..........
LAMPIRAN VI Format Rapor Sementara...................................
LAMPIRAN VII Format Rapor Final...........................................
LAMPIRAN VIII Format Lampiran Laporan Dekonsentrasi
PROPER...........................................................................................
22
28
88
98
99
101
102
109
136
3
KATA PENGANTAR
Dengan mengucapkan puji dan syukur kehadiran ALLAH SWT, Petunjuk Teknis
Kegiatan Dekonsentrasi Pengawasan Pelaksanaan Pengelolaan Limbah B3,
Pengelolaan Kualitas Air dan Udara Skala Nasional melalui Program PROPER,
Tahun 2014 dapat kami susun tepat pada waktunya.
Dalam rangka menjawab pengelolaan lingkungan yang lebih baik, Deputi
Pengendalian Pencemaran Lingkungan mengupayakan perencanaan program dan
kegiatan Pengawasan Pelaksanaan Pengelolaan Limbah B3, Pengelolaan Kualitas
Air dan Udara Skala Nasional melalui Program PROPER, dapat dilaksanakan
secara terarah dan terukur oleh Pemerintah Provinsi sesuai sasaran kinerja
Kementerian Lingkungan Hidup.
Petunjuk teknis ini diharapkan dapat digunakan oleh Pemerintah Provinsi dalam
melaksanakan kegiatan dekonsentrasi di daerah dalam upaya meningkatkan
ketaatan perusahaan terhadap lingkungan hidup dan menjaga agar pencemaran
lingkungan hidup dapat dicegah sejak dini.
Akhir kata kami berharap Petunjuk Teknis ini bermanfaat bagi para pihak dalam
mengupayakan perbaikan kualitas lingkungan demi terwujudnya pembangunan
yang berkelanjutan. Saran dan masukan terhadap Petunjuk Teknis ini akan sangat
bermanfaat dalam meningkatkan kinerja PROPER.
Jakarta, Februari 2014
Deputi MENLH Bidang
Pengendalian Pencemaran
Lingkungan
M.R. Karliansyah
4
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar belakang
Dekonsentrasi dan Tugas Perbantuan sebagai bagian dari sistem penyelenggaraan
Pemerintahan di Indonesia, pada hakekatnya dimaknai sebagai bentuk kepedulian
Pemerintah Pusat terhadap Daerah melalui pendelegasian kewenangan yang
dimiliki dalam rangka mengurangi kesenjangan pembangunan antar daerah agar
terpeliharanya keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Tujuan utama penyelenggaraan dekonsentrasi dan tugas perbantuan adalah untuk
mempercepat kesejahteraan masyarakat di daerah, sebagaimana dimaksud dalam
konsideran Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintah Daerah,
serta penjelasan Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 2008 tentang Dekonsentrasi
dan Tugas Pembantuan.
Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan
Pemerintahan Antara Pemerintah, Pemerintahan Daerah Provinsi, dan
Pemerintahan Daerah Kabupaten/Kota, telah menetapkan urusan bidang
lingkungan hidup yang menjadi Kewenangan Pemerintah, Pemerintah Provinsi
dan Pemerintah Kabupaten/Kota berdasarkan kriteria eksternal, akuntabilitas dan
efisiensi.
Dalam pelaksanaan urusan pemerintah di bidang lingkungan hidup, Menteri
memandang perlu untuk menyelenggarakan dekonsentrasi bidang lingkungan
hidup kepada Gubernur selaku wakil Pemerintah.
Dekonsentrasi bidang lingkungan hidup tersebut diharapkan dapat meningkatkan
kapasitas daerah dalam pengelolaan lingkungan hidup dan menjunjung
pencapaian sasaran prioritas nasional yang termuat dalam Program Pengelolaan
Sumberdaya Alam dan Lingkungan Hidup yang diukur berdasarkan indikator
kinerja utama meningkatnya pengawasan ketaatan pengendalian pencemaran air
limbah dan emisi; menurunnya pencemaran lingkungan pada air, udara, sampah,
dan limbah B3; memastikan penghentian kerusakan lingkungan di daerah aliran
sungai (DAS); tersedianya kebijakan di bidang perlindungan atmosfir dan
pengendalian dampak perubahan iklim; dan meningkatnya kapasitas pengelolaan
sumberdaya alam dan lingkungan hidup.
Pengawasan pengendalian pencemaran air dan udara serta limbah B3 melalui
mekanisme PROPER merupakan satu dari Program Nasional yang dilaksanakan
secara dekonsentrasi. Untuk menstandarkan pelaksanaan dekonsentrasi tersebut
perlu disusun petunjuk teknis yang akan menjadi acuan bagi Satuan Kerja
Perangkat Daerah (SKPD) Provinsi dalam melaksanakan lingkup penyelenggaraan
dekonsentrasi bidang lingkungan hidup.
5
B. Tujuan
Tujuan petunjuk teknis ini adalah untuk digunakan sebagai acuan bagi institusi
pengelola lingkungan hidup tingkat Provinsi dalam melaksanakan tugas
dekonsentrasi PROPER.
C. Ruang Lingkup
Petunjuk teknis dekonsentrasi ini memuat langkah-langkah dan standar teknis
pelaksanaan PROPER di Provinsi. Petunjuk teknis terdiri dari BAB I Pendahuluan
yang menjelaskan mekanisme umum Dekonsentrasi Pengawasan Pelaksanaan
Pengelolaan Limbah B3, Pengelolaan Kualitas Air dan Udara Skala Nasional
melalui PROPER. BAB II Mekanisme Pelaksanaan Dekonsentrasi Proper 2014, BAB
III menjelaskan tentang langkah-langkah yang dilakukan untuk persiapan
pelaksanaan PROPER. BAB IV menjelaskan tentang mekanisme dan prosedur
pelaksanaan inspeksi lapangan dan supervisi. Langkah setelah inspeksi lapangan
dan supervisi dijelaskan dalam BAB V tentang Pemeringkatan. Salah satu tugas
dekonsentrasi adalah peningkatan kapasitas Kabupaten/Kota. Langkah-langkah
peningkatan kapasitas di jelaskan pada Bab VI. Sedangkan Bab VII menjelaskan
tentang Jadwal Pelaksanaan dan selanjutnya pada Bab VIII dijelaskan tentang
Evaluasi & Pelaporan. Untuk kepraktisan buku ini, maka Lampiran-lampiran
dipisahkan dari Buku Petunjuk Teknis.
6
BAB II
MEKANISME PELAKSANAAN DEKONSENTRASI PROPER 2014
Pada periode penilaian PROPER tahun 2013-2014, Kementerian Lingkungan Hidup
menargetkan akan melakukan evaluasi kinerja lingkungan terhadap 1911
perusahaan dengan ketentuan:
a. 1087 perusahaan pengawasan penaatan dilakukan oleh 30 provinsi;
b. 239 perusahaan pengawasan penaatan dilakukan oleh Kementerian
Lingkungan Hidup;
c. 585 perusahaan yang memperoleh peringkat taat dalam 3 periode PROPER
terakhir, atau memperoleh peringkat lebih dari yang dipersyaratkan dalam 1
periode PROPER terakhir pengawasan penaatan dilakukan oleh Kementerian
Lingkungan Hidup melalui mekanisme self assesment;
d. Pengawasan dan usulan peringkat Biru, Merah dan Hitam dilakukan oleh 30
Provinsi dan Tim Teknis PROPER Kementerian Lingkungan Hidup;
e. Penilaian Hijau dan Emas dilakukan oleh Tim Teknis PROPER Kementerian
Lingkungan Hidup;
f. Penetapan peringkat dilakukan oleh Menteri Lingkungan Hidup.
Penetapan provinsi yang berperan serta pada pelaksanaan Dekonsentrasi PROPER
2014 telah ditentukan melalui Rapat Pertemuan dengan Kepala Badan Lingkungan
Hidup Provinsi atau yang melawakili. Pada pertemuan tersebut telah disetujui
jumlah dan nama perusahaan yang akan dilakukan pengawasan penaatan oleh 30
Provinsi. Untuk memperbaharui data perusahaan yang mutakhir, Deputi Bidang
Pengendalian Pencemaran Lingkungan telah mengirimkan surat No. B-566
/Dep.II/LH/PDAL/01/ 2014 Perihal usulan peserta proper 2014. Seluruh provinsi
telah memberikan respon dengan rekapitulasi jumlah industri yang diusulkan
sebagai berikut:
Tabel 1. Distribusi perusahaan peserta PROPER melalui mekanisme dekonsentrasi.
No. PROVINSI JUMLAH
1 Aceh 14
2 Bali 25
3 Banten 80
4 Bengkulu 25
5 D.I. Yogyakarta 25
6 DKI Jakarta 58
7 Gorontalo 6
8 Jambi 35
9 Jawa Barat 80
10 Jawa Tengah 75
11 Jawa Timur 50
12 Kalimantan Barat 34
13 Kalimantan Selatan 26
14 Kalimantan Tengah 19
15 Kalimantan Timur 16
7
No. PROVINSI JUMLAH
16 Kep. Bangka Belitung 41
17 Kepulauan Riau 15
18 Lampung 72
19 Maluku 27
20 NTB 30
21 Papua Barat 8
22 Riau 52
23 Sulawesi Barat 6
24 Sulawesi Selatan 49
25 Sulawesi Tengah 24
26 Sulawesi Tenggara 15
27 Sulawesi Utara 40
28 Sumatera Barat 28
29 Sumatera Selatan 55
30 Sumatera Utara 57
TOTAL 1087
Keterangan : MPJ = Sektor Manufaktur Prasarana Jasa; PEM = Sektor Pertambangan Energi Migas; AGRO = Sektor
Agroindustri
Dekonsentrasi PROPER dilaksanakan dengan melaksanakan 4 tahapan
pelaksanaan PROPER sebagai berikut :
1. Persiapan;
2. Inspeksi Lapangan dan Supervisi;
3. Pemeringkatan Penaatan;
4. Peningkatan Kapasitas.
Gambar 1. Tahapan Pelaksanaan Dekonsentrasi PROPER 2014
8
Dalam melaksanakan dekonsentrasi PROPER terdapat beberapa prinsip dasar yang
digunakan sebagai pedoman pelaksanaannya. Salah satu prinsip dasar adalah
pelaksanaan PROPER yang didekonsentrasikan kepada 31 Provinsi tersebut di atas,
Kriteria Penilaian PROPER dan Mekanisme Pelaksanaan PROPER wajib mengikuti
ketentuan PROPER Kementerian Lingkungan Hidup.
Untuk menjamin kredibilitas dan akuntabilitas pelaksanaan PROPER, semua
aparat yang terlibat dalam pelaksanaan PROPER wajib melaksanakan etika
Pejabat Pengawas Lingkungan Hidup, yakni:
1. Menaati semua ketentuan disiplin dan sumpah pegawai negeri;
2. Menghindari setiap pertentangan kepentingan karena faktor finansial atau
kepentingan lainnya yang berkaitan dengan hasil pengawasan;
3. Berkomunikasi secara sopan dan profesional dengan petugas dari penanggung
jawab usaha dan/atau kegiatan;
4. Menguasai dan menerapkan konsep K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja)
selama melaksanakan pengawasan;
5. Melaporkan fakta-fakta hasil pengawasan secara lengkap, akurat, dan obyektif;
6. Selalu berupaya meningkatkan pengetahuan profesional dan keterampilan
teknis;
7. Berpenampilan pantas termasuk mengenakan pakaian dan peralatan pelindung
untuk keselamatan kerja;
8. Melengkapi diri dengan peralatan yang diperlukan dalam pelaksanaan
pengawasan yang mudah dibawa untuk menghindari hutang budi terhadap
usaha dan atau kegiatan.
9
BAB III
TAHAP PERSIAPAN
Tahap persiapan pada dasarnya adalah persiapan untuk melaksanakan kegiatan
PROPER selanjutnya. Perangkat lunak seperti Kriteria Penilaian, perusahaan yang
akan di PROPER, Sumberdaya manusia yang akan melaksanakan PROPER perlu
disiapkan agar pelaksanaan PROPER sesuai dengan target dan jadwal yang
ditetapkan. Adapun langkah-langkah tahap persiapan antara lain adalah:
A. Penyusunan Tim Pelaksana PROPER
Tahap pertama dalam persiapan pelaksanaan dekonsentrasi PROPER 2014 adalah
melakukan penyusunan Tim Pelaksana PROPER Provinsi. Langkah-langkah
penyusunan tim adalah sebagai berikut :
1. Kepala Institusi Lingkungan Hidup Provinsi menetapkan susunan Tim
Pelaksana PROPER Provinsi dalam suatu surat keputusan dengan susunan
sebagai berikut:
a. Ketua Tim Pelaksana PROPER, adalah Kepala Bidang yang menangani
pengawasan.
b. Sekretariat Tim Pelaksana PROPER Provinsi:
1) Staf administrasi yang bertugas menyelesaikan urusan administrasi dan
keuangan.
2) Tim Pengolah Data yang bertugas mengelola data hasil pengawasan
lapangan dan menyiapkan Rapor, Tim Pengolah Data harus menguasai
komputer terutama aplikasi Ms Word dan Ms Excel.
c. Tim Inspeksi PROPER Provinsi, adalah pejabat pengawas lingkungan hidup
daerah atau staf teknis yang memperoleh pelatihan pengawasan PROPER.
d. Khusus untuk penilaian aspek kerusakan lingkungan kegiatan
pertambangan dapat dilakukan bekerjasama dengan inspektur tambang
pada instansi pertambangan Provinsi.
2. Kepala Intitusi Lingkungan Hidup Provinsi menyampaikan Surat Keputusan
Tim Pelaksana PROPER Provinsi kepada Ketua Tim Teknis PROPER melalui
Sekretariat PROPER Kementerian Lingkungan Hidup.
B. Penguatan Kapasitas
Dalam rangka menjaga kualitas pelaksanaan PROPER, maka sumberdaya manusia
pelaksana harus memenuhi persyaratan kompetensi yang standar. Pelaksanaan
penguatan kapasitas PROPER dilakukan kepada 30 Provinsi (Sulawesi Barat,
Gorontalo, Aceh, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Sulawesi Tenggara,
Kepulauan Riau, Papua Barat, Bali, Banten, Bengkulu,D.I. Yogyakarta, DKI Jakarta,
Jambi, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan
10
Selatan, Kep. Bangka Belitung, Lampung, Maluku, NTB, Riau, Sulawesi Selatan,
Sulawesi Tengah, Sulawesi Utara, Sumatera Barat, Sumatera Selatan, Sumatera
Utara dan Papua.
Untuk mencapai tujuan tersebut maka dilakukan penguatan kapasitas dan
penyegaran dengan ketentuan:
Penguatan Kapasitas Petugas Inspeksi PROPER Provinsi
Sekretariat PROPER Provinsi menyelenggarakan penguatan kapasitas sumberdaya
manusia kepada Petugas Inspeksi PROPER Provinsi atau Petugas Inspeksi
Kabupaten/Kota dengan ketentuan :
1. Melibatkan Tim teknis PROPER Kementerian Lingkungan Hidup dalam
pelaksanaan penguatan kapasitas PROPER.
2. Sekretariat PROPER Provinsi mengkoordinasikan pelaksanaan penguatan
kapasitas dan menerbitkan sertifikat kelulusan penguatan kapasitas bagi Petugas
Inspeksi PROPER Provinsi.
3. Sertifikat Petugas Inspeksi PROPER didasarkan atas uji kompetensi dan tingkat
kehadiran peserta dalam kegiatan peningkatan kapasitas.
4. Petugas Inspeksi PROPER Provinsi yang telah memperoleh sertifikat dapat
melakukan peningkatan kapasitas kepada Petugas Inspeksi PROPER
Kabupaten/Kota dengan menggunakan muatan materi yang ditetapkan oleh
Tim Teknis PROPER KLH.
Output kegiatan:
1. Jumlah orang yang mengikuti penyegaran PROPER dan penguatan kapasitas;
2. Jumlah orang yang mendapat sertifikat penguatan kapasitas PROPER;
3. Laporan pelaksanaan kegiatan penguatan kapasitas PROPER;
C. Sosialisasi
Petugas Inspeksi PROPER Provinsi mengadakan sosialisasi PROPER kepada
perusahaan dalam rangka menginformasikan keikutsertaan dan kriteria serta
mekanisme PROPER dengan ketentuan :
1. Petugas Inspeksi PROPER Provinsi mengundang perusahaan peserta PROPER
tahun 2013-2014 di wilayahnya.
2. Pelaksanaan Sosialisasi menggunakan narasumber dari Petugas Inspeksi
PROPER Provinsi yang telah memiliki sertifikat penguatan kapasitas/PPLHD.
3. Tidak diperkenankan memungut anggaran dari perusahaan atau peserta untuk
pelaksanaan sosialisasi.
4. Sekretariat PROPER Provinsi mendokumentasikan jumlah dan
kehadiran/absensi perusahaan yang memperoleh sosialisasi, peserta sosialisasi
dan menyelesaikan laporan pelaksanaan kegiatan sosialisasi.
Petugas Inspeksi PROPER Provinsi dapat melaksanakan sosialisasi kepada
pemangku kepentingan lain dalam rangka mendukung pelaksanaan PROPER
11
melalui berbagai metode seperti pencetakan dan penyebaran leaflet dan booklet,
seminar dan workshop, dan kegiatan dengan media massa.
Output:
1. Jumlah perusahaan yang memperoleh sosialisasi;
2. Jumlah peserta sosialisasi;
3. Laporan Pelaksanaan kegiatan sosialisasi.
12
BAB IV
INSPEKSI LAPANGAN DAN SUPERVISI
A. Pengumpulan Data Awal
Pengumpulan data awal bertujuan mengumpulkan informasi awal, yang
digunakan untuk menyusun strategi inspeksi lapangan. Persiapan yang baik
dengan informasi awal yang lengkap merupakan faktor penentu utama
pelaksanaan inspeksi yang efektif dan efisien.
Pengumpulan data awal dilaksanakan dengan ketentuan :
1. Petugas Inspeksi PROPER Provinsi mengumpulkan data awal berupa :
a. Berita Acara Hasil Pengawasan PROPER dan Hasil Evaluasi Kinerja
Penaatan PROPER bagi perusahaan yang telah diperingkat periode penilaian
sebelumnya.
b. Laporan Pelaksanaan RKL/RPL atau UKL/UPL.
c. Laporan Pelaksanaan Izin.
d. Profil Perusahaan yang memuat informasi dasar seperti nama dan alamat
perusahaan, kapasitas produksi atau jasa, proses produksi atau jasa, upaya
pengendalian penemaran yang dilakukan dan upaya penanganan limbah B3.
2. Petugas Inspeksi PROPER Provinsi dapat mengumpulkan data dengan
kuisioner untuk perusahaan baru dan menyampaikan hasil kuesioner kepada
Sekretariat PROPER.
Output:
Data kuesioner yang telah diisi oleh perusahaan.
B. Pelaksanaan inspeksi
Dalam rangka pengambilan data sekunder dan primer Petugas Inspeksi PROPER
Provinsi melakukan inspeksi lapangan dengan ketentuan:
1. Setiap Tim Inspeksi terdiri atas:
a. Petugas Inspeksi PROPER Provinsi : 2 (dua) orang yang telah memperoleh
sertifikat pelatihan PROPER dan/atau PPLHD;
b. Petugas Inspeksi PROPER Kabupaten/Kota : 1 (satu) orang yang telah
memperoleh sertifikat pelatihan PROPER dan/atau PPLHD.
Untuk melakukan pengawasan Aspek Pengendalian Pencemaran Air,
Pengendalian Pencemaran Udara dan Pengelolaan Limbah B3 serta
pengendalian kerusakan lingkungan (khusus kegiatan pertambangan);
2. Ketua tim inspeksi Provinsi harus Pejabat Pengawas Lingkungan Hidup Daerah
Provinsi, Pejabat Penyidik Pegawai Negeri Sipil Provinsi atau petugas inspeksi
PROPER provinsi yang telah lulus penguatan kapasitas.
13
3. Tim Inspeksi lapangan harus dilengkapi dengan surat tugas dengan ketentuan:
a. Nama petugas tim inspeksi lapangan harus sesuai dengan yang tercantum
dalam SK Tim Inspeksi PROPER Provinsi.
b. Nama petugas yang menandatangani Berita Acara Hasil Pengawasan
PROPER harus sesuai dengan nama yang tercantum dalam surat tugas.
4. Pelaksanaan inspeksi yang dilakukan harus mengacu pada panduan inspeksi
PROPER.
5. Pelaksanaan inspeksi dilaksanakan dengan jadwal sebagai berikut:
a. Tahap I : April - Mei;
b. Tahap II : Mei - Juli.
6. Pada setiap akhir tahap inspeksi, Petugas Inspeksi PROPER Provinsi sudah
harus menyelesaikan inspeksi dengan target sebagai berikut :
Tabel 2. Tahapan Inspeksi
TAHAP
INSPEKSI
TARGET
INSPEKSI
KETERANGAN
I 30 %
II 100 %
7. Tim Pelaksana PROPER Provinsi wajib melaporkan kemajuan pelaksanaan
inspeksi kepada Sekretariat PROPER Kementerian Lingkungan Hidup setiap
bulan.
8. Pengujian sampel air limbah wajib dilakukan oleh laboratorium yang
terakreditasi atau laboratorium yang ditunjuk oleh Gubernur.
9. Lokasi pengambilan sampel air limbah wajib dilakukan pada titik penaatan.
10. Seluruh biaya pelaksanaan inspeksi ditanggung oleh biaya APBN Kementerian
Lingkungan Hidup melalui dana dekonsentrasi.
C. Penyusunan Berita Acara
1. Pada akhir pengawasan harus disusun Berita Acara Hasil Pengawasan PROPER,
yang didalamnya paling tidak memuat informasi :
a. Halaman Berita Acara Pengawasan;
b. Informasi umum usaha dan atau kegiatan yang dinilai;
c. Bagian 1 memuat :
1) Kinerja penaatan dalam pengendalian pencemaran air dan data
perhitungan beban pencemaran air;
2) Kinerja penaatan dalam pengendalian pencemaran udara dan data
perhitungan beban pencemaran udara;
3) Kinerja penaatan pengendalian pencemaran air dan udara dihitung
berdasarkan matriks penaatan;
4) Kinerja penaatan pengelolaan limbah B3;
5) Dokumen/Izin Lingkungan yang berkaitan dengan pengelolaan
lingkungan;
14
6) Kinerja penaatan dalam pengendalian kerusakan lingkungan (khusus
untuk kegiatan pertambangan);
d. Bagian 2 memuat :
1) Foto-foto hasil pengawasan lapangan;
2) Lampiran data Swa Pantau yang dilaporkan usaha dan atau kegiatan
yang dinilai;
3) Lampiran hasil Pengisian Daftar Isian penilaian Pengelolaan Limbah B3;
4) Lampiran hasil Pengisian Daftar Isian Penilaian Kriteria Potensi
Kerusakan Lahan (khusus untuk kegiatan pertambangan).
2. Format Berita Acara Hasil Pengawasan PROPER sesuai lampiran I.
3. Kinerja penaatan pengendalian pencemaran air dan udara dihitung berdasarkan
matriks penaatan sesuai lampiran II;
4. Jika perusahaan menolak untuk dilakukan pengawasan, Tim Inspeksi Lapangan
wajib membuat Berita Acara Penolakan Pengawasan PROPER sesuai lampiran
III.
5. Sekretariat PROPER Provinsi wajib mendokumentasikan secara sistematis
Berita Acara Hasil Pengawasan PROPER dan Berita Acara Penolakan
Pengawasan PROPER. Sekretariat PROPER Provinsi wajib mendokumentasikan
Berita Acara Hasil Pengawasan PROPER dan Berita Acara Penolakan
Pengawasan PROPER dalam bentuk data elektronik (scan) selain tetap
mendokumentasikan berkas dalam bentuk manual (hard copy).
6. Berita Acara Hasil Pengawasan PROPER wajib disampaikan kepada Sekretariat
PROPER Kementerian Lingkungan Hidup dapat berupa data elektronik (soft
copy) maupun manual (hard copy).
7. Tim Teknis PROPER Kementerian Lingkungan Hidup mempunyai hak penuh
untuk mengakses dokumentasi Berita Acara Hasil Pengawasan PROPER dan
Berita Acara Hasil Pengawasan PROPER dan Berita Acara Penolakan
Pengawasan PROPER.
Output kegiatan:
1. Berita Acara Hasil Pengawasan PROPER atau Berita Acara Penolakan
Pengawasan PROPER;
2. Foto-foto hasil pengawasan lapangan;
3. Data Swa Pantau (dalam form berita acara) yang dilaporkan usaha dan atau
kegiatan yang dinilai;
4. Data hasil pengambilan sampel oleh instansi lingkungan hidup daerah;
5. Hasil Pengisian Daftar Isian penilaian Pengelolaan Limbah B3 (dalam form
berita acara);
6. Hasil Pengisian Daftar Isian Penilaian Kriteria Potensi Kerusakan Lahan;
7. Data Perhitungan Beban Pencemaran.
15
D. Penyusunan Laporan Inspeksi
Laporan inspeksi adalah laporan Tim Inspeksi lapangan kepada atasan masing-
masing untuk melaporkan hasil pengawasannya sehingga atasan dapat segera
mengambil tindakan jika ditemukan hasil pengawasan yang berpotensi atau telah
melanggar peraturan lingkungan hidup dan berpotensi atau telah menyebabkan
terjadinya pencemaran dan kerusakan lingkungan.
Pada setiap akhir kunjungan inspeksi lapangan, petugas inspeksi wajib
menyelesaikan laporan inspeksi berupa ringkasan ketaatan perusahaan dalam
aspek pengendalian pencemaran air, pengendalian pencemaran udara, pengelolaan
limbah B3, dan pengendalian kerusakan lingkungan (khusus kegiatan
pertambangan) serta hal-hal yang perlu mendapat perhatian kepada atasan masing-
masing dengan dilampiri oleh:
a. Berita Acara Hasil Pengawasan PROPER.
b. Foto-foto hasil pengawasan lapangan.
c. Data Swapantau (dalam form berita acara) yang dilaporkan usaha dan atau
kegiatan yang dinilai.
d. Data hasil pengambilan sampel oleh Tim Pelaksana PROPER Provinsi1.
e. Hasil Pengisian Daftar Isian penilaian Pengelolaan Limbah B3 (dalam form berita
acara).
f. Hasil Pengisian Daftar Isian Penilaian Kriteria Potensi Kerusakan Lahan.
g. Data Perhitungan Beban Pencemaran.
Laporan inspeksi wajib didokumentasikan oleh Sekretariat Tim Pelaksana PROPER
Provinsi secara sistematis sehingga mudah ditelusuri. Tim Teknis PROPER
Kementerian Lingkungan Hidup memiliki hak penuh untuk mengakses laporan
inspeksi ini.
Output Kegiatan:
Dokumentasi laporan inspeksi lapangan
E. Supervisi
Kegiatan Supervisi dilakukan untuk merekapitulasi hasil inspeksi dan menyusun
Draft Hasil Evaluasi Kinerja Penaatan PROPER Sementara. Supervisi dilaksanakan
secara bertahap pada setiap akhir tahapan inspeksi lapangan dengan jadwal
pelaksanaan sebagai berikut:
Tabel 3. Tahapan Supervisi
SUPERVISI TANGGAL
Tahap I Mei
Tahap II Juni dan Juli
Pelaksanaan Supervisi dilakukan dengan tahapan sebagai berikut :
1
Karena proses analisis laboratorium biasanya memerlukan waktu 1 bulan, maka hasil analisis ini dapat disusulkan.
16
1. Tim Pelaksana PROPER Provinsi menyiapkan materi supervisi sebagai berikut :
a. Berita Acara Hasil Pengawasan PROPER dan Berita Acara Penolakan
Pengawasan PROPER beserta lampirannya.
b. Laporan hasil inspeksi.
c. Data-data kualitas air limbah, emisi dan pengelolaan limbah B3.
d. Draft Hasil Evaluasi Kinerja Penaatan PROPER Sementara. Format dan
ketentuan tentang Draft Hasil Evaluasi Kinerja Penaatan PROPER Sementara
mengacu kepada Sub Bab Penyusunan Hasil Evaluasi Kinerja Penaatan
PROPER (Rapor) Sementara pada bagian selanjutnya petunjuk teknis ini.
2. Tim Teknis PROPER Kementerian Lingkungan Hidup melakukan supervisi
terhadap proses penyusunan Draft Hasil Evaluasi Kinerja Penaatan PROPER
Sementara.
3. Tim Pelaksana PROPER Provinsi bersama dengan Tim Teknis PROPER
Kementerian Lingkungan Hidup menyusun Rekapitulasi Status Penaatan Awal
Perusahaan (Lampiran V) dan Berita Acara Supervisi.
4. Tim Pelaksana PROPER Provinsi melaporkan hasil supervisi kepada Kepala
Instansi Lingkungan Hidup Provinsi, sedangkan Tim Teknis PROPER
Kementerian Lingkungan Hidup melaporkan hasil supervisi kepada Ketua Tim
Teknis PROPER melalui Sekretariat PROPER Kementerian Lingkungan Hidup.
5. Sekretariat PROPER Provinsi dan Kementerian Lingkungan Hidup wajib
mendokumentasikan Laporan Hasil Supervisi.
Output kegiatan:
1. Kumpulan Hasil Inspeksi.
2. Draft Hasil Evaluasi Kinerja PenaatanPROPER Sementara.
3. Rekapitulasi Status Penaatan Awal Perusahaan
4. Berita Acara Supervisi.
17
BAB V
PEMERINGKATAN
A. Penyusunan Hasil Evaluasi Kinerja Penaatan PROPER (Rapor) Sementara
Langkah pertama untuk pemeringkatan adalah penyusunan Rapor sementara. Pada
tahapan ini sebenarnya adalah tahapan untuk memutakhirkan Draft Hasil Evaluasi
Kinerja Penaatan PROPER Sementara yang telah disusun pada saat supervisi
dengan memasukkan data-data pemantauan dan neraca limbah B3 yang terbaru.
Adapun pelaksanaan penyusunan Rapor Sementara dilakukan dengan ketentuan :
1. Petugas inspeksi PROPER wajib menyelesaikan Rapor Sementara berdasarkan
Berita Acara Hasil Pengawasan PROPER, foto-foto hasil pengawasan lapangan,
Data Swa Pantau yang dilaporkan perusahaan, Data hasil pengambilan sampel
oleh instansi lingkungan hidup, Hasil Pengisian Daftar Isian penilaian
Pengelolaan Limbah B3, Hasil Pengisian Daftar Isian Penilaian Kriteria Potensi
Kerusakan Lahan dan perbaikan yang telah dilakukan perusahaan dalam
bentuk form Isian umum, Pengendalian Pencemaran Air, udara,
dokumen/izin lingkungan dan Pengelolaan Limbah B3.
2. Rapor Sementara adalah penilaian sementara kinerja pengelolaan lingkungan
aspek Pengendalian Pencemaran Air, Pengendalian Pencemaran Udara,
Dokumen/izin lingkungan, Pengelolaan limbah B3 dan pengendalian kerusakan
lahan (khusus kegiatan pertambangan) sesuai dengan kriteria penilaian
PROPER.
3. Format Rapor Sementara yang memuat kinerja perusahaan dalam pengendalian
pencemaran air, udara dan limbah B3 serta pengendalian kerusakan
lingkungan (khusus kegiatan pertambangan) mengacu pada :
a. Format Rapor Sementara yang ditetapkan oleh Tim Teknis;
b. Dihitung dengan menggunakan matrik pengendalian pencemaran air dan
udara sesuai lampiran II., dan pengelolaan limbah B3
4. Tim Pelaksana PROPER Provinsi kemudian menyusun status
penaatan/peringkat awal perusahaan sesuai lampiran V, yang merupakan
hasil rekapitulasi dari Rapor Sementara.
5. Tim Pelaksana PROPER Provinsi selanjutnya melaporkan secara tertulis hasil
status penaatan / peringkat awal perusahaan kepada Kepala instansi
lingkungan hidup Provinsi, untuk kemudian disampaikan kepada Sekretariat
PROPER.
6. Tim Pelaksana PROPER Provinsi melakukan penyusunan Rapor Sementara
sesuai Lampiran VI .
18
7. Tim Teknis PROPER Kementerian Lingkungan Hidup melakukan supervisi
kepada Tim Pelaksana PROPER Provinsi untuk memastikan kesesuaian Rapor
Sementara dengan kriteria penilaian PROPER, validitas data dan menjamin
kredibilitas pelaksanaan PROPER serta kesesuaian dengan jadwal pelaksanaan
PROPER yang telah ditetapkan.
8. Tim Pelaksana PROPER Provinsi bersama dengan Tim Teknis PROPER
Kementerian Lingkungan Hidup menyusun status penaatan/peringkat awal
perusahaan, yang merupakan hasil rekapitulasi dari rapor sementara dan Berita
Acara Penyusunan Peringkat Sementara.
Output kegiatan:
1. Rapor Sementara hasil evaluasi pengawasan kinerja penaatan PROPER;
2. Rekapitulasi status penaatan;
3. Berita Acara Penyusunan Peringkat Sementara atau Berita Acara Supervisi;
4. Surat penyampaian status penaatan usaha dan atau kegiatan yang dinilai dan
peringkat awal usaha dan atau kegiatan.
B. Pemberitahuan hasil peringkat sementara
Setelah Rapor Sementara diselesaikan, langkah selanjutnya adalah menyampaikan
Rapor tersebut kepada perusahaan untuk memperoleh tanggapan. Langkah
langkah untuk memberitahukan hasil peringkat sementara adalah sebagai berikut :
1. Kepala institusi lingkungan hidup Provinsi menyampaikan secara tertulis hasil
status sementara penaatan Perusahaan beserta Rapor Sementara kepada Ketua
Tim Teknis melalui Sekretariat PROPER bulan September.
2. Rapor Sementara disampaikan kepada Perusahaan pada bulan September
3. Pemberitahuan peringkat sementara secara tertulis ke Perusahaan dilakukan
melalui surat Ketua Tim Teknis PROPER.
4. Tim Pelaksana PROPER Provinsi wajib memiliki sistem untuk memastikan
Peringkat Kinerja Sementara dan Rapor Kinerja Sementara dapat diterima oleh
Perusahaan yang dinilai.
Output kegiatan:
1. Berita acara penerimaan Rapor Sementara;
2. Tanda terima pengiriman dokumen.
C. Sanggahan/Klarifikasi
Untuk menciptakan keadilan dalam pelaksanaan PROPER, Perusahaan yang dinilai
diberi kesempatan untuk menyampaikan sanggahan terhadap hasil penilaian
peringkat kinerja sementara. Langkah-langkah untuk menampung dan
menanggapi sanggahan perusahaan adalah sebagai berikut :
1. Tim Pelaksana PROPER Provinsi menerima sanggahan tertulis dari Perusahaan
pada bulan September.
19
2. Sanggahan ini harus dalam bentuk tertulis yang diantar langsung ataupun
dikirim melalui fax dan pos untuk selanjutnya mendapat bukti tanda terima
dokumen sanggah. Apabila tidak ada sanggahan dalam jangka waktu 2 minggu
setelah pemberitahuan hasil peringkat sementara maka Perusahaan dianggap
menerima hasil Peringkat Kinerja Sementara dan Rapor Kinerja Sementara.
3. Tim Pelaksana PROPER Provinsi melakukan evaluasi terhadap dokumen
sanggahan pada bulan Oktober. Hasil evaluasi dokumen sanggahan
didiskusikan dengan Tim Teknis PROPER untuk menyepakati usulan peringkat
akhir pada bulan Oktober.
4. Sanggahan tertulis dapat dilakukan setelah dilakukan kesepakatan dengan Tim
Teknis PROPER KLH.
5. Perbaikan peringkat perusahaan hanya dapat dilakukan jika :
a. Terdapat kesalahan data yang dimasukkan kedalam Rapor sementara oleh
Tim Pelaksana PROPER Provinsi,
b. Melengkapi data yang masih belum dimasukkan oleh Tim Pelaksana
PROPER Provinsi.
6. Jika terdapat sanggahan yang tidak berkaitan dengan ketentuan angka 5, maka
wajib didiskusikan dengan Tim Teknis PROPER Kementerian Lingkungan
Hidup untuk menentukan perlu atau tidaknya perubahan peringkat
perusahaan.
Output kegiatan:
Tanda terima dokumen sanggahan;
D. Review hasil sanggahan oleh Dewan PROPER
Berdasarkan hasil verifikasi sanggahan yang dilakukan oleh Tim Pelaksana
PROPER Provinsi bersama dengan Tim Teknis PROPER. Adapun langkah-langkah
review hasil sanggahan adalah sebagai berikut :
1. Dewan pertimbangan akan melakukan review terhadap usulan peringkat akhir
Perusahaan.
2. Dalam melakukan review terhadap usulan peringkat akhir Perusahaan, Dewan
Pertimbangan dapat melakukan verifikasi langsung ke Perusahaan yang
bersangkutan.
3. Ketua Tim Teknis menetapkan daftar usulan peringkat akhir PROPER dan
daftar kandidat Hijau dan Emas PROPER dari hasil review Dewan
Pertimbangan PROPER.
20
BAB VI
PENINGKATAN KAPASITAS KABUPATEN/KOTA
Tim Pelaksana PROPER Provinsi dapat melakukan peningkatan kapasitas kepada
Tim Pelaksana PROPER Kabupaten/Kota dengan menggunakan muatan materi
yang ditetapkan oleh Ketua Tim Teknis PROPER.
Lingkup peningkatan kapasitas mencakup :
a. Kriteria dan mekanisme pelaksanaan PROPER;
b. Tata cara pengawasan penaatan lingkungan hidup (pengendalian pencemaran
air, pengendalian pencemaran udara, pengelolaan limbah B3, serta
pengendalian kerusakan lingkungan, khusus kegiatan pertambangan);
c. Cara penyusunan Berita Acara Hasil Pengawasan;
d. Cara pengolahan data hasil pengawasan;
e. Cara penyusunan Rapor Sementara dan,
f. Cara penyusunan Rapor final.
Kepala instansi lingkungan hidup Provinsi memberikan sertifikat kepada para
peserta penguatan kapasitas yang lulus.
Kepala instansi lingkungan hidup Provinsi menyampaikan laporan hasil
pelaksanaan penguatan kapasitas kepada Ketua Tim Teknis PROPER.
Output kegiatan:
1. Jumlah orang yang dilatih;
2. Jumlah orang yang mendapat sertifikat;
3. Laporan pelaksanaan kegiatan penguatan kapasitas.
21
BAB VII
JADWAL KEGIATAN PROPER
Pelaksanaan kegiatan PROPER dilaksanakan dengan jadwal sebagai berikut :
Kegiatan Waktu (bulan)
Peningkatan Kapasitas dan Sosialisasi Mekanisme
dan Kriteria PROPER kepada Perusahaan Maret - April
Kunjungan Lapangan Tahap I Mei - Juni
Supervisi Tahap I Mei
Kunjungan Lapangan Tahap II Mei – Juli
Supervisi Tahap II Juni dan Juli
Pengiriman Raport Sementara Provinsi dan KLH September
Sanggahan September
Evaluasi Sanggahan Oktober
Usulan Pemeringkatan Oktober
Pengumuman November
22
BAB VIII
EVALUASI DAN PELAPORAN
Laporan dekonsentrasi Pengawasan Pelaksanaan Pengelolaan Limbah B3,
Pengelolaan Kualitas Air dan Udara Skala Nasional melalui PROPER mengacu
kepada Peraturan Menteri Lingkungan Hidup Nomor 10 Tahun 2013 tentang
Petunjuk Teknis Penyelenggaraan Dekonsentrasi Bidang Lingkungan Hidup dan
struktur laporan dekonsentrasi PROPER.
Tim Pelaksana PROPER Provinsi wajib mendokumentasikan secara sistematis
semua output tahapan kegiatan dan Tim PROPER Kementerian Lingkungan Hidup
berhak secara penuh untuk mengakses dokumentasi pelaksanaan PROPER.
Pelaporan dekonsentrasi Proper terdiri beberapa bab dan lampiran dengan susunan
sebagai berikut:
I. Pendahuluan
II. Pelaksanaan Proper
III. Hasil Evaluasi Proper
IV. Peningkatan Kapasitas
V. Penutup
VI. Lampiran-Lampiran
Struktur pelaporan dapat dilihat pada gambar 8.1
Gambar 8.1 Struktur Pelaporan Dekonsentrasi PROPER
23
Isian lampiran laporan dekonsentrasi PROPER mengacu pada Lampiran VIII.
A. Pendahuluan
Pada bab pendahuluan disampaikan latar belakang, tujuan, ruang lingkup kegiatan
Proper serta sistematika pelaporan dekon PROPER. Dalam ruang lingkup kegiatan
PROPER disampaikan deskripsi mengenai tahapan persiapan proper yang terdiri
dari persiapan, pelaksanaan serta evaluasi hasil pelaksanaan PROPER
B. Pelaksanaan PROPER
Dalam Bab pelaksanaan Proper disampaikan serangkaian kegiatan yang
dilaksanakan oleh Pemda mulai dari tahap persiapan hingga pelaksanaan PROPER
yaitu :
 Penetapan usulan peserta PROPER kepada KLH
 Pertemuan teknis dengan KLH membahas peserta, rencana pemantauan serta
peningkatan kapasitas
 Penyusunan rencana kerja pelaksanaan PROPER di Provinsi
 Peningkatan kapasitas kepada Tim Pelaksana PROPER Provinsi
 Sosialisasi PROPER kepada Perusahaan peserta PROPER
Dalam Bab ini disampaikan juga daftar peserta PROPER periode penilaian. Data
lengkap mengenai peserta PROPER disampaikan dalam Lampiran 1 Laporan
Dekonsentrasi PROPER. Setelah dilaksanakan pengawasan, salah satu bukti
pengawasan adalah Berita Acara. Kumpulan Berita Acara peserta PROPER
disampaikan dalam Lampiran 2 Laporan Dekonsentrasi PROPER .
C. Hasil Pelaksanaan PROPER
Dalam Bab ini disampaikan hasil pelaksanaan PROPER yang terdiri dari jumlah
industri peserta PROPER dan hasil peringkatnya, data penghitungan beban
pencemar, Raport perusahaan serta rekapitulasi Berita Acara.
C.3.1 Peringkat PROPER pada periode Penilaian serta periode Penilaian
sebelumnya sehingga dapat dianalisis trend tingkat penaatan dari setiap
industri dan secara umum
C.3.2 Inventarisasi beban pencemaran
Inventarisasi beban pencemaran dilakukan untuk beban pencemaran air,
udara, serta gas rumah kaca. Inventarisasi dilakukan untuk setiap sektor
dalam PROPER yaitu sektor Manufaktur, Prasarana dan Jasa (MPJ),
Pertambangan, Enrgi dan Migas (PEM) serta Agroindustri. Data beban
pencemaran diperoleh dari form/blangko pengawasan lapangan serta hasil
perhitungan.
Untuk setiap media dan jenis industri maka parameter yang diinventrasasi
beban pencemarannya adalah parameter kunci. Sebagai contoh untuk air
maka minimal inventarisasi dilakukan untuk parameter BOD, COD, TOC,
NH3 serta parameter kunci lainnya. Contoh tabel untuk beban pencemaran
airbadalah sebagai berikut :
24
No. Sektor
Parameter (ton/Periode)
BOD COD TSS
Minyak
& Lemak
dst dst
1 MPJ
2 PEM
3 Agro
Detail inventarisasi beban pencemaran air dari setiap perusahaan
disampaikan dalam Lampiran 3 a.
Inventarisasi beban pencemar udara dilakukan untuk pencemar kriteria
yaitu SO2, NO2, PArtikulat, serta pencemar GRK yaitu CO2, CH4, N2O serta
SF6 dimana semua nilainya dikonversi dengan CO2e. Contoh tabel untuk
beban pencemar udara dan GRK adalah sebagai berikut:
Tabel Beban Pencemar Udara
No. Sektor
Parameter (ton/Periode)
SO2 NO2 Partikulat dst dst
1 MPJ
2 PEM
3 Agro
Tabel Pencemar GRK
No. Sektor
Parameter (ton/Periode)
CO2 CH4 N2O CH4 CO2e
1 MPJ
2 PEM
3 Agro
Detail perhitungan beban pencemar udara kriteria dan gas rumah kaca dari
setiap perusahaan dapat dilihat pada Lampiran 3 b.
Untuk limbah B3 maka informasi yang disampaikan dapat dilihat pada table
berikut:
No. Sektor
Beban Limbah B3 (ton/Periode)
Dihasilkan
Disimpan
di TPS
Diserahkan
Pihak ke-3
Dimanfaatkan Landfill Dumping
1 MPJ
2 PEM
3 Agro
Detail data beban pencemaran limbah B3 dari setiap perusahaan disampaikan
pada Lampiran 3 c.
25
8.3.3 Kinerja Perusahaan Peserta PROPER
Kinerja Laporan kinerja perusahaan disampaikan dalam bentuk Rapor yang
akan disampaikan kepada setiap peserta PROPER. Kumpulan Rapor peserta
akan disampaikan dalam Lampiran 4 Laporan Dekonsentrasi PROPER.
D. Penguatan Kapasitas
Dalam bab ini disampaikan hasil penguatan kapasitas yang sudah dilakukan baik
untuk lingkup internal, ataupun kabupaten/kota, serta sosialisasi kepada
perusahaan perusahaan PROPER. Jumlah SDM yang terlibat, kompetensi,
pendidikan, pelatihan serta status kepegawaian ataupun jabatan fungsional
disampaikan dalam Lampiran 5 Laporan Dekonsentrasi PROPER.
E. Penutup
Bab penutup berisikan analisis hasil pelaksanaan PROPER, kendala serta hambatan,
kesimpulan hasil pelaksanaan PROPER serta rekomendasi agar pelaksanaan
PROPER ke depan menjadi lebih baik
26
Sekretariat PROPER
KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP
Untuk mengetahui lebih lanjut tentang Dekonsentrasi Pengawasan Pelaksanaan
Pengelolaan Limbah B3, Pengelolaan Kualitas Air dan Udara Skala Nasional melalui
PROPER, dapat menghubungi:
Sekretariat PROPER
Telp./Fax. : (021) 8520-886
Email: dekonproper@gmail.com dan sekretariatproper@gmail.com
Alamat: Jl. DI. Panjaitan Kav. 24, Gd. B Lt. 4 Kebon Nanas – Jakarta 13410.
27
LAMPIRAN
28
LAMPIRAN I.
FORMAT BERITA ACARA HASIL PENGAWASAN PROPER
Pada hari ini, .......... tanggal .... Bulan ..... tahun ......., pukul ......, di Kab/Kota..... Provinsi ......., kami yang
bertanda tangan di bawah ini :
Nama : ............................................................................................................................................
Instansi : ............................................................................................................................................
NIP./No. PPLH : .................................. /........................................................................................................
Pangkat/Gol. : .........................../................................................................................................................
Jabatan : ............................................................................................................................................
Beserta anggota pengawas:
Nama NIP/PPLH Jabatan
............................ .................................. ..........................................
secara bersama-sama telah melakukan pengawasan dan pemantauan terhadap:
Perusahaan : ............................................................................................................................................
Alamat : ............................................................................................................................................
Telp./Fax./HP : ............................................................................................................................................
e-mail : ............................................................................................................................................
Pihak Perusahaan
Nama : ............................................................................................................................................
Jabatan : ............................................................................................................................................
No. Hp : ............................................................................................................................................
Pengawasan dan pemantauan tersebut dilakukan berkaitan dengan pelaksanaan kegiatan Program Penilaian
Peringkat Kinerja Perusahaan dalam Pengelolaan Lingkungan Hidup (PROPER), yang terdiri dari pemantauan,
pemeriksaan dan verifikasi teknis terhadap pelaksanaan kegiatan Pengendalian Pencemaran Air, Pengendalian
Pencemaran Udara dan Pengelolaan Padat/Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3). Catatan temuan-
temuan lapangan selama pengawasan dan pemantauan tersebut disajikan dalam Lampiran Berita Acara ini dan
menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari Berita Acara ini.
Demikian Berita Acara Pengawasan Penaatan Lingkungan Hidup ini dibuat dengan sebenar-benarnya dan
disaksikan oleh yang bertanda tangan di bawah ini.
Pejabat Pengawas Lingkungan
Hidup – Provinsi
Pejabat Pengawas Lingkungan
Hidup – Kab/Kota
Pihak
Perusahaan
Nama : ...........
Ttd: ……………….
Nama : ...........
Ttd: ……………….
Nama : ...........
Ttd: ……………….
Nama : ................
Ttd: ……………….
Nama : ...........
Ttd: ……………….
Nama : ...........
Ttd: ……………….
BERITA ACARA
PENGAWASAN PENAATAN LINGKUNGAN HIDUP
29
Lampiran1. Berita Acara Pengawasan Penaatan Lingkungan Hidup
PROFIL PERUSAHAAN
Nama Perusahaan :
Alamat lokasi kegiatan :
Telp./Fax. :
Alamat Kantor Pusat/Perwakilan :
Telp./Fax. :
Nama Holding Company :
Alamat Kantor Holding Company
Telp./Fax. :
Tahun Berdiri Perusahaan/ Beroperasi Perusahaan :
Jenis Industri :
Status Permodalan
Luas Area Pabrik/Lokasi Kegatan :
Pengelolaan Air Limbah : Pembuangan Ke sumber air/
Pembuangan ke laut/ Pemanfaatan ke
tanah/ Reinjeksi
Jumlah Karyawan :
Kapasitas Produksi :
· Terpasang :
· Senyatanya :
Bahan Baku Utama :
Bahan Penolong :
Proses Produksi :
Prosentase Pemasaran Eksport :
Prosentase Pemasaran Domestik/Lokal :
Bahan Bakar yang digunakan :
Satuan Bahan Bakar :
Jumlah Konsumsi Bahan bakar/tahun :
Dokumen Lingkungan yang dimiliki :
Nama Personal Kontak :
Nomor HP :
Jabatan :
e-mail Personal Kontak :
Lokasi Yang Dikunjungi: (sebutkan lokasi lapangan/fasilitas yang dikunjungi)
30
HASIL EVALUASI PENGAWASAN KINERJA PENAATAN
Periode 1 Juli 20xx – 30 Juni 20xx
Nama Perusahaan : PT. Xxx
Jenis Industri : Xxx
Lokasi Kegiatan : Kabupaten Xxx, Provinsi Xxx
I. DOKUMEN LINGKUNGAN/IZIN LINGKUNGAN
No. Kewajiban penanggungjawab usaha
sesuai PP 27/2012
Penaatan Temuan
1. Memiliki dokumen lingkungan/Izin
Lingkungan.
Taat Dokumen UKL-UPL Nomor :117/UKL-
UPL/2008 disetujui oleh Kepala Dinas
Lingkunga Hidup, Pertambangan dan
Energi Kabupaten xxx
2. Melaksanakan ketentuan dalam dokumen
lingkungan/izin lingkungan:
A. Deskripsi kegiatan (luas area dan
kapasitas produksi)
B. Pengelolaan lingkungan terutama
terutama aspek pengendalian
pencemaran air, pengendalian
pencemaran udara, dan Pengelolaan
LB3
Tidak Taat Belum melaksanakan ketentuan
secara rutin pelaksanaan UKL-UPL
3. Melaporkan pelaksanaan dokumen
lingkungan/izin lingkungan (terutama aspek
pengendalian pencemaran air, pengendalian
pencemaran udara, dan Pengelolaan LB3)
Tidak Taat Belum melaporkan secara rutin
pelaksanaan UKL-UPL
II. PENGENDALIAN PENCEMARAN AIR
A. Kewajiban Pengendalian Pencemaran Air
No. Pengelolaan Limbah Cair Penaatan Temuan
1. Ketaatan terhadap Izin Tidak Taat Izin pembuangan No 660.31/2875/203.2/2010
namun sudah habis masa berlakunya pada
tanggal 29 Maret 2012 dan belum memperpanjang
2. Ketaatan terhadap titik
penaatan pemantauan
100% Perusahaan mempunyai 10 (sepulu) titik outlet
IPAL dan seluruhnya sudah dilakukan pemantauan
3. Ketaatan terhadap parameter
Baku Mutu
100% Parameter yang dipantau sudah lengkap sesuai
dengan Permen LH No 04 Tahun 2010
4. Ketaatan terhadap pelaporan 83% Sepanjang masa evaluasi parameter TSS dua
bulan tidak dilaporkan
5. a. Ketaatan terhadap
pemenuhan Baku Mutu
80%
b. Pemenuhan Baku Mutu
berdasarkan Pemantauan
Tim PROPER
------ - Dilakukan/Tidak dilakukan pengambilan sampel
air limbah.
- Parameter yang diuji ...
- Menunggu hasil laboratorium.
6. Ketaatan terhadap Ketentuan
Teknis
Tidak Taat Ditemukan bypass dari saluran sebelum masuk ke
kolam IPAL dan belum memasang alat ukur debit
31
B. Tindak Lanjut Yang Harus Dilakukan
1. Perusahaan wajib segera menutup saluran bypass dari saluran sebelum masuk ke kolam IPAL
2. Perusahaan wajib segera mengurus izin pembuangan air limbah kepada Bupati Kabupaten
xxxxxxxxxxxx
3. Perusahaan wajib menjaga Kualitas air limbah melalui optimalisasi kinerja IPAL agar memenuhi
BMAL yang ditetapkan dan memenuhi persyaratan sebagaimana yang diatur dalam Peraturan
xxxxxxxxxxxx tentang baku mutu air limbah bagi usaha dan/atau kegiatan xxxxxxxxxxxxxxx
4. Perusahaan wajib melakukan pengujian air limbah setiap bulan untuk setiap parameter yang
dipersyaratkan dalam baku mutu air limbah Industri xxxxxxxxxxx ,dan memeriksakannya
kepada laboratorium terakreditasi.
5. Perusahaan wajib memasang alat ukur debit dan melakukan pencatatan debit, /kuantitas
limbah harian, pH harian, serta produksi senyatanya bulanan.
6. Perusahaan wajib menyampaikan laporan tentang pH harian, debit/kuantitas air limbah harian,
kadar parameter mutu limbah cair dan produksi harian senyatanya, sekurang-kurangnya tiga bulan
sekali kepada BLH Kabupaten Xxx, BLH Provinsi Xxx dan Kementerian Lingkungan Hidup.
C. Perhitungan Beban Pencemaran Air (Ton/periode)
No Parameter Beban Inlet Beban Outlet
III. PENGENDALIAN PENCEMARAN UDARA
A. Kewajiban Pengendalian Pencemaran Udara
No. Pengendalian Pencemaran Udara Penaatan Temuan
1. Ketaatan terhadap titik penaatan
pemantauan
100%  Sumber Emisi : 3 unit boiler, 1 unit
heather, 2 Unit dryer, 3 unit deporasi
gliserin, 2 unit genset
 Seluruh sumber emisi sudah dipantau
2. Ketaatan terhadap pelaporan 100% Semua parameter dari hasil
pemantauan semua sumber emisi
sudah dilaporkan sesuai peraturan
3. Ketaatan terhadap parameter Baku
Mutu Emisi
100% Parameter yang dipantau dari semua
sumber emisi sudah sesuai peraturan
4. Ketaatan terhadap pemenuhan Baku
Mutu Emisi
100% Hasil pemantauan emisi seluruh sumber
emisi telah memenuhi baku mutu emisi
5. Ketaatan terhadap ketentuan Teknis
yang dipersyaratkan
Taat
Semua cerobong sudah dilengkapi
dengan sarana dan prasarana sampling
B. Tindak Lanjut Yang Harus Dilakukan
1. Perusahaan wajib tetap melakukan pemantauan emisi Boiler, Heather yang aktif dengan parameter dan
frekuensi minimal 6 bulan sekali sesuai Peraturan Menteri Lingkungan Hidup nomor 07 tahun 2007.
2. Perusahaan wajib tetap melakukan pemantauan emisi genset dan dryer yang aktif dengan parameter
dan frekuensi sesuai peraturan yang berlaku.
3. Perusahaan wajib menjaga kualitas emisinya sehingga memenuhi Baku Mutu sesuai dengan peraturan
yang berlaku.
4. Perusahaan wajib tetap melakukan pengukuran kualitas udara ambien sekurang-kurangnya 6 bulan
sekali sesuai dengan PP Nomor 41 Tahun 1999 tentang Pengendalian Pencemaran Udara.
5. Perusahaan wajib menyampaikan laporan tentang pengujian emisi udara dari semua sumber emisi dan
32
pengujian kualitas udara ambien sekurang-kurangnya enam bulan sekali kepada BLH Kabupaten xxx,
BLH Provinsi xxx dan Kementerian Lingkungan Hidup.
C. Perhitungan Beban Pencemaran Udara (Ton/periode)
No Parameter Beban Emisi
IV. PENGELOLAAN LIMBAH BAHAN BERBAHAYA DAN BERACUN (LIMBAH B3)
A. Perizinan Pengelolaan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun
Pengelolaan
Limbah B3
Status
Perizinan
No. SK/ No. Surat Masa Berlaku Keterangan
Penyimpanan
Sementara
√ Surat Keputusan
Kepala BLH Kabupaten
XXX nomor:
XXX//SK/TPS-
LB3/2011 pada tanggal
27 Desember 2011
2 (dua) tahun Izin tempat penyimpanan
sementara limbah B3 untuk
sludge hasil kegiatan sendiri
--- --- --- Belum memiliki TPS Limbah
B3 untuk penyimpanan abu
batubara
--- --- --- Belum memiliki izin
penyimpanan sementara
untuk limbah B3 lainnya (oli
bekas, bekas kemasan
bahan kimia, aki bekas,
majun terkontaminasi limbah
B3, drum bekas oli bekas,
limbah elektronik)
B. Sumber Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun
No. Sumber Jenis Limbah
Estimasi
Timbulan
Kemasan
Konversi ke
ton
1. Boiler Abu batubara 0.20 ton/ hari Karung plastik ---
2. IPAL Sludge IPAL 0.02 ton/ hari Karung plastik ---
3. Proses produksi Bekas kemasan
bahan kimia
0.09 ton/ 8 bulan
(30 pieces)
--- ---
4. Genset, forklift Oli bekas 0.45 ton/ 10
bulan
Drum ---
5. Workshop Drum bekas oli
bekas
--- --- ---
6. Workshop Kain majun
terkontaminasi
limbah B3
Belum dihasilkan --- ---
7. Genset, forklift Aki bekas Belum dihasilkan --- ---
8. Kantor Limbah elektronik Belum dihasilkan --- ---
Catatan:
- Sejak bulan September 2012 perusahaan menggunakan batubara sebagai bahan bakar boiler
dikarenakan kesulitan untuk mendapatkan cangkang.
- Perusahaan tidak menggunakan lampu yang mengandung merkuri.
33
C. Neraca Limbah B3 Periode 1 Juli 20xx – 30 Juni 20xx
Jenis Limbah Satuan
Limbah
Dihasilkan
Limbah
Dikelola
Limbah
Belum
Dikelola
Perlakuan
A. Sumber Dari Proses Produksi
--- --- --- --- --- ---
B. Sumber Dari Luar Proses Produksi
Abu batubara Ton 30.00 0 30.00 Ditempatkan dalam karung
plastik di lokasi terbuka di
lingkungan pabrik
Sludge IPAL Ton 7.54 2.00
5.54
0 - Disimpan di TPS
- Diserahkan ke xxx
(pengangkut/ AAT), PT. xxx
Oli bekas Ton 0.45 0 0.45 Disimpan di gudang workshop
Drum bekas oli bekas Ton 0.03 0 0.03 Disimpan di gudang workshop
Bekas kemasan bahan
kimia
Ton 0.09 0 0.09 Disimpan di gudang workshop
Majun terkontaminasi
limbah B3
Ton 0 0 0 Belum dihasilkan
Aki bekas Ton 0 0 0 Belum dihasilkan
Limbah elektronik Ton 0 0 0 Belum dihasilkan
TOTAL Ton 38.11 7.54 30.57
Persentase % 19.79 80.21
Ket : 14.54% limbah B3 yang diserahkan ke pihak ke tiga yang memiliki izin, 5.25% limbah B3 masih
tersimpan di TPS dan 80,21% limbah B3 belum dikelola sesuai ketentuan. Secara umum 80.21%
limbah B3 belum dikelola sesuai dengan peraturan yang berlaku dan persyaratan dalam izin.
D. Temuan dan Rekomendasi
No Aspek Penilaian Temuan Lapangan Rencana Tindak Lanjut
1 a. Pendataan Jenis dan Volume
Limbah yang dihasilkan
Identifikasi jenis limbah B3 - Telah melakukan identifikasi
terhadap limbah B3 sludge,
oli bekas, kemasan bekas
bahan kimia, drum bekas oli
bekas, aki bekas, abu
batubara
- Belum melakukan identifikasi
terhadap limbah elektronik
dan majun terkontaminasi
limbah B3
Wajib melakukan identifikasi
terhadap seluruh limbah B3 yang
dihasilkan
Pencatatan Jenis dan Volume
limbah B3 yang dihasilkan
Belum melakukan pencatatan
terhadap seluruh jenis dan
volume limbah B3 yang
dihasilkan.
Wajib melakukan pencatatan
terhadap seluruh jenis dan
volume limbah B3 yang
dihasilkan.
Pendataan pengelolaan lanjutan
limbah B3
Belum melakukan pengelolaan
lanjutan terhadap seluruh
limbah B3 selain limbah B3
sludge.
Wajib melakukan pengelolaan
lanjutan terhadap seluruh limbah
B3 yang dihasilkan sesuai
ketentuan.
b. Pelaporan Belum melakukan pelaporan
realisasi pengelolaan limbah
B3 yang dihasilkannya,
termasuk untuk sludge IPAL
Wajib melaporkan realisasi
pengelolaan semua limbah B3
yang dihasilkan dengan
menyampaikan neraca limbah
34
yang sudah memiliki izin TPS
LB3.
B3, logbook, dan manifest
salinan #2 per triwulan kepada
BLH XXX dengan tembusan
kepada Kementerian Lingkungan
Hidup dan BLH Provinsi XXX.
2. Perizinan Pengelolaan
Limbah B3
Kepemilikan izin PLB3 yang
dipersyaratkan
- Sudah memiliki Izin
Penyimpanan Sementara
Limbah B3 untuk sludge
IPAL sesuai Surat
Keputusan Kepala BLH
Kabupaten XXX nomor:
XXX//SK/TPS-LB3/2011
pada tanggal 27 Desember
2011
- Belum memiliki Izin
Penyimpanan Sementara
untuk limbah abu batubara
- Belum memiliki Izin
Penyimpanan Sementara
untuk limbah B3 oli bekas,
aki bekas, majun
terkontaminasi, bekas
kemasan bahan kimia, drum
bekas oli bekas dan limbah
elektronik
- Wajib membangun TPS
Limbah B3 untuk limbah B3
abu batubara, oli bekas, aki
bekas, majun terkontaminasi,
bekas kemasan bahan kimia,
drum bekas oli bekas dan
limbah elektronik sesuai KEP-
01/BAPEDAL/09/1995 dan
mengajukan permohonan Izin
Penyimpanan Sementara
Limbah B3 kepada BLH
Kabupaten XXX.
- Tidak menyimpan limbah B3
melebihi jangka waktu 90 hari
kecuali jika limbah B3 yang
dihasilkan kurang dari 50 kg
per hari maka dapat disimpan
selama 180 hari
Masa berlaku izin 2 (dua) tahun untuk Izin
Penyimpanan Sementara
Limbah B3 untuk sludge IPAL
3. Pelaksanaan ketentuan izin :
a. Pemenuhan terhadap ketentuan
teknis dalam izin selain Baku
Mutu Emisi, Effluent dan
Standard Mutu (check list)
- TPS Sludge memenuhi
57.70% ketentuan teknis
- Belum memiliki TPS Limbah
B3 untuk penyimpanan abu
batubara, oli bekas, aki
bekas, majun terkontaminasi,
bekas kemasan bahan kimia,
drum bekas oli bekas dan
limbah elektronik
Wajib membangun TPS Limbah
B3 yang memenuhi ketentuan
teknis di TPS Limbah B3 sesuai
KEP-01/BAPEDAL/09/1995.
b. Emisi dari kegiatan pengolahan
dan/atau pemanfaatan limbah
B3:
--- Apabila perusahaan ingin
melakukan kegiatan pengolahan
dan/ atau pemanfaatan limbah
B3, maka wajib mengajukan
permohonan izin kepada
Kementerian Lingkungan Hidup
- Pemenuhan terhadap BME --- ---
- Jumlah parameter yang diukur
dan dianalisa
--- ---
- Frekuensi pengukuran --- ---
35
c. Effluent dari kegiatan
pengolahan dan/atau
penimbunan dan/atau
pengelolaan limbah B3
lainnya :
--- ---
d. Standar Mutu Produk
dan/atau kualitas limbah B3
untuk pemanfaatan
--- ---
4. Open dumping, pengelolaan
tumpahan, dan penanganan
media/tanah terkontaminasi
limbah B3 :
Menyimpan limbah B3 abu
batubara dalam kemasan
karung plastik di lokasi terbuka
di lingkungan pabrik
- Menghentikan kegiatan
menyimpan limbah abu
batubara di tempat terbuka
- Segera memindahkan limbah
abu batubara yang disimpan di
lokasi terbuka ke dalam TPS
yang berizin
- Menyampaikan progress
pemindahan limbah B3 abu
batubara ke dalam TPS berizin
kepada Kementerian
Lingkungan Hidup dengan
tembusan ke BLH Kabupaten
XXX
- Menyampaikan rencana
penyelesaian pemindahan
limbah B3 abu batubara ke
dalam TPS berizin kepada
Kementerian Lingkungan
Hidup dengan tembusan ke
BLH Kabupaten XXX
Jenis limbah dan jumlah limbah
yang di open dumping
Limbah abu batubara sebanyak
30 ton
Rencana pengelolaan lahan
terkontaminasi
---
Kesesuaian rencana dengan
pelaksanaa pengelolaan lahan
terkontaminasi
--- ---
Jumlah total limbah dan tanah
terkontaminasi yang dilakukan
pengelolaan
--- ---
Perlakuan pengelolaan limbah
dan tanah terkontaminasi yang
diangkat sesuai perencanaan
--- ---
SSPLT (surat status pemulihan
lahan terkontaminasi)
--- ---
Ketentuan dalam SSPLT --- ---
5. Jumlah limbah B3 yang
dikelola (Neraca Limbah B3)
19.79% limbah B3 dikelola
sesuai dengan ketentuan yang
berlaku.
Perusahaan wajib melakukan
pengelolaan terhadap limbah B3
yang dihasilkan sesuai dengan
ketentuan.
6. Pengelolaan limbah B3 oleh
pihak ke-3
a. Pengelolaan melalui
pengumpul limbah B3
--- ---
Masa berlaku izin --- ---
36
Kesesuaian jenis limbah B3
yang dikumpul dengan izin yang
berlaku
--- ---
Kontrak kerjasama penghasil
limbah dan pengumpul limbah
--- ---
Kontrak kerjasama antara
pengumpul dengan pihak
pemanfaat, pengolah atau
penimbun
--- ---
Ada/tidak masalah pencemaran
lingkungan
--- ---
b. Pihak ke-3 pengelola lanjut
limbah B3 (pemanfaat/
pengolah/ penimbun)
PT. Bata Kuo Shin ---
Masa berlaku izin Perusahaan tidak memiliki
salinan izin pihak ketiga
pengelola lanjut
Wajib memiliki salinan izin pihak
ketiga pengelola lanjut dan
menyampaikan salinan izin
tersebut ke Kementerian
Lingkungan Hidup
Kesesuaian jenis limbah B3
yang dikelola
--- ---
Kontrak kerjasama penghasil
dan pengolah/ pemanfaat/
penimbun
--- ---
Ada/tidak masalah pencemaran
lingkungan yang dilakukan oleh
pengelola limbah B3
--- ---
Pihak ke-3 Jasa
Pengangkutan
CV. Gema Putra Buana ---
Ada/tidak izin dari Kementerian
Perhubungan
Memiliki izin pengangkutan dari
Kementerian Perhubungan
---
Ada/tidak rekomendasi dari KLH Memiliki rekomendasi dari
Kementerian Lingkungan Hidup
---
Kesesuaian jenis limbah yang
diangkut dengan izin
Sesuai dengan izin dan
rekomendasi
---
Kesesuaian alat angkut dengan
yang tercantum dalam izin (No
polisi, no rangka, no mesin)
Sesuai dengan izin dan
rekomendasi
---
Rute pengangkutan sesuai
dengan izin
Sesuai dengan izin dan
rekomendasi
---
Penggunaan dokumen/manifest
yang sah
Penggunaan dokumen
manifest tidak sesuai dengan
Kep-02/BAPEDAL/09/1995
dimana dokumen manifest #2
dan #3 sudah terisi penuh dan
dicap oleh perusahaan
pengelola akhir limbah B3
Wajib memenuhi ketentuan
sesuai Kep-
02/BAPEDAL/09/1995 dalam
penggunaan dokumen manifest.
7. Dumping, injeksi dan
pengelolaan limbah B3 dengan
cara tertentu:
--- ---
Izin dumping/izin pengelolaan --- ---
37
limbah B3 dengan cara tertentu
Jumlah/volume limbah B3 yang
di dumping
--- ---
8. Pengelolaan Limbah B3
lainnya
--- ---
E. Penaatan
No. Aspek Pelaksanaan Pengelolaan Limbah B3 Taat
Belum
Taat
Keterangan
1. a. Pendataan jenis dan volume limbah yang
dihasilkan
--- √
- Belum melakukan identifikasi
limbah elektronik dan majun
terkontaminasi limbah B3
- Belum melakukan pencatatan
seluruh limbah B3 yang
dihasilkan
b. Pelaporan
--- √
Belum melakukan pelaporan
realisasi pengelolaan limbah B3
sludge IPAL sesuai dengan izin
2. Status perizinan pengelolaan limbah B3
√ ---
Untuk TPS Limbah B3 Sludge
IPAL
3. Pelaksanaan ketentuan dalam Izin
a. Pemenuhan Ketentuan Teknis
--- √
- TPS Sludge memenuhi
57.70% ketentuan teknis
- Belum memiliki TPS Limbah B3
untuk penyimpanan abu
batubara dan limbah B3 lainnya
b. Pemenuhan Baku Mutu Emisi --- ---
c. Pemenuhan Baku Mutu Air Limbah --- ---
d. Pemenuhan Pemanfaatan --- ---
4. Penanganan open dumping, pengelolaan
tumpahan, dan penanganan media
terkontaminasi LB3
--- √
Menyimpan limbah B3 abu
batubara dalam kemasan karung
plastik di lokasi terbuka di
lingkungan pabrik
a. Rencana pengelolaan --- ---
b. Pelaksanaan pengelolaan --- ---
c. Jumlah tanah terkontaminasi yang
dikelola
--- ---
d. Pelaksanaan ketentuan SSPLT --- ---
5. Jumlah limbah B3 yang dikelola sesuai dengan
peraturan
--- √
19.79% limbah B3 dikelola sesuai
dengan ketentuan yang berlaku.
6. Pengelolaan limbah B3 oleh pihak ke-3 dan
pengangkutan limbah B3
√ ---
7. Pengelolaan limbah B3 dengan cara tertentu
(antara lain : Dumping, Re-injeksi, dll)
--- ---
F. Kesimpulan
Segera melakukan perbaikan sesuai dengan rencana tindak lanjut pada tabel D. dan menyampaikan hasil
perbaikan Tindak lanjut dari berita acara beserta data-data pendukung dan foto perbaikan tersebut kepada
Deputi IV MENLH c.q. Asdep Pengelolaan Limbah B3 dan Pemulihan Kontaminasi Limbah B3 (alamat
: Gd.C, Lt. 2, JL. D.I. Panjaitan Kav. 24, Kebon Nanas, Jakarta Timur – 13410; Telp./Fax. 021-
85904932) dengan tembusan kepada BLH Provinsi XXX dan BLH Kabupaten XXX.
38
LAMPIRAN
1. Check list pengelolaan limbah B3 (TPS Limbah B3) yang telah ditandatangani oleh pengawas dan
perusahaan.
2. Foto temuan lapangan.
FOTO TEMUAN LAPANGAN
Kondisi TPS Limbah B3 Keterangan Tindak Lanjut
- Membuang air limbah hasil
pengolahan IPAL (drying
bed) ke lingkungan tanpa
ada izin pembuangan
limbah cair
- Dilakukan analisa pH pada
air limbah yang dibuang ke
lingkungan menggunakan
kertas lakmus dengan hasil
pH 7
- Tidak melakukan
pembuangan air limbah dari
proses IPAL secara
langsung ke lingkungan
tanpa ada izin pembuangan
limbah cair
- Menutup saluran air limbah
dari proses drying bed ke
lingkungan selama izin
pembuangan limbah cair
belum ada dan mengalirkan
kembali ke IPAL.
TPS Sludge tidak sesuai
dengan ketentuan teknis dalam
Kep-01/BAPEDAL/09/1995
Wajib memenuhi ketentuan
teknis di TPS sesuai Kep-
01/BAPEDAL/09/1995
Terdapat tumpahan/ ceceran
sludge IPAL di sekitar TPS
Sludge.
Melakukan pembersihan
sludge IPAL yang tercecer di
lokasi TPS Sludge.
House keeping di sekitar TPS
Sludge tidak terawat.
Menjaga kebersihan di TPS
Sludge dan sekitarnya.
39
Menyimpan limbah oli bekas,
drum bekas oli bekas, kemasan
bekas bahan kimia di gudang
workshop dan bercampur
dengan limbah non B3.
Wajib membangun TPS
Limbah B3 untuk menyimpan
oli bekas, drum bekas oli
bekas, kemasan bekas bahan
kimia, majun terkontaminasi
limbah B3, aki bekas, dan
limbah elektronik.
- House keeping di lokasi
boiler kurang terawat
- Banyak batubara yang
disimpan di luar lokasi boiler
- Menyimpan limbah abu
batubara di lokasi boiler
- Banyak limbah abu
batubara yang tercecer di
sekitar lokasi boiler
- Menjaga house keeping di
lokasi boiler agar terawat,
rapi dan bersih sehingga
tidak ada ceceran batubara
dan limbah abu batubara ke
lingkungan
- Membangun TPS limbah B3
khusus untuk abu batubara
sesuai ketentuan Kep-
01/BAPEDAL/09.1995
40
- Menyimpan limbah B3 abu
batubara dalam kemasan
karung plastik di lokasi
terbuka di lingkungan pabrik,
di antaranya dekat lokasi
boiler dan di samping
bangunan pabrik
- Menyimpan limbah B3 abu
batubara dalam kemasan
karung plastik di lokasi
terbuka di lingkungan pabrik
- Menyimpan limbah B3 abu
batubara dalam kemasan
karung plastik di lokasi
terbuka di lingkungan pabrik
- Menyimpan limbah B3 abu
batubara dalam kemasan
karung plastik di lokasi
terbuka di lingkungan pabrik
- Menghentikan kegiatan
menyinpan limbah abu
batubara di lokasi terbuka.
- Segera memindahkan limbah
abu batubara ke dalam TPS
yang berizin.
- Menyampaikan progress
pemindahan limbah B3 abu
batubara ke dalam TPS
berizin kepada Kementerian
Lingkungan Hidup dengan
tembusan ke BLH
Kabupaten XXX
- Menyampaikan rencana
penyelesaian pemindahan
limbah B3 abu batubara ke
dalam TPS berizin kepada
Kementerian Lingkungan
Hidup dengan tembusan ke
BLH Kabupaten XXX
41
V. PENGENDALIAN KERUSAKAN LINGKUNGAN (KHUSUS KEGIATAN PERTAMBANGAN)
A. Rekapitulasi Penilaian
No. Tahapan Lokasi Nilai
Total
X ≥ 80 55 < x < 80 X ≤ 55 Keterangan
1. Pembersihan
Lahan
Lokasi 1 98 1 Taat
2. Penggalian
Tanah Penutup
Lokasi 1 81 1 Taat
3. Penambangan Lokasi 1 88 1 Taat
4. Penimbunan Lokasi 1 78 1 Tidak Taat
5. Pengupasan
Tanah Pucuk
Lokasi 1 98 1 Taat
6. Reklamasi Lokasi 1 88 1 Taat
7. Pembersihan
Lahan
Lokasi 2 100 1 Taat
8. Pengupasan
Tanah Pucuk
Lokasi 2 100 1 Taat
9. Penggalian
Tanah Penutup
Lokasi 2 81 1 Taat
10. Penambangan Lokasi 2 90 1 Taat
11. Penimbunan Lokasi 2 53 1 Taat
12. Reklamasi Lokasi 2 86 1 Taat
13. Pembersihan
Lahan
Lokasi 3 100 1 Taat
14. Pengupasan
Tanah Pucuk
Lokasi 3 100 1 Taat
15. Penggalian
Tanah Penutup
Lokasi 3 81 1 Taat
16. Penambangan Lokasi 3 73 1 Taat
17. Penimbunan Lokasi 3 83 1 Taat
18. Reklamasi Lokasi 3 86 1 Taat
19. Pembersihan
Lahan
Lokasi 4 98 1 Taat
20. Penimbunan Lokasi 4 91 1 Taat
21. Reklamasi Lokasi 4 100 1 Taat
22. Pengupasan
Tanah Pucuk
Lokasi 5 98 1 Taat
42
23. Penggalian
Tanah Penutup
Lokasi 5 91 1 Taat
24. Penambangan Lokasi 5 98 1 Taat
25. Pembersihan
Lahan
Lokasi 6 100 1 Taat
26. Pengupasan
Tanah Pucuk
Lokasi 6 100 1 Taat
27. Penggalian
Tanah Penutup
Lokasi 6 83 1 Taat
28. Penambangan Lokasi 6 88 1 Taat
29. Penimbunan Lokasi 6 83 1 Taat
30. Reklamasi Lokasi 6 88 1 Taat
JUMLAH DATA 30 27 2 1 Tidak Taat
Persentase 90% 6,67% 3,3% Tidak Taat
B. Ringkasan Penaatan Pengendalian Kerusakan Lahan
1. Pada aspek manajemen telah memenuhi semua ketentuan kriteria pengendalian kerusakan
lingkungan
2. Untuk aspek Teknis:
a) Kriteria K3 (Potensi Longsor) terlihat longsoran batuan pada dinding yang ditinggal
b) Kriteria K4 (Potensi Pencemaran AAT) tidak mendapatkan nilai karena belum dilakukan
upaya penanganan batuan yang berpotensi membentuk air asam tambang.
c) Kriteria K5 (Erosi): terdapat indikasi adanya erosi didinding lereng penggalian tanah
penutup
d) Kriteria K6 (Kebencanan); jauh dari pemukiman penduduk dan sarana vital lain/memiliki
sistem tanggap darurat (sarana, personil, SOP, dll)
c. Tindaklanjut yang harus dilakukan
1. Mempertahankan kinerja terkait aspek manajemen
2. Melakukan pembenahan pada lereng-lereng yang tinggi atau sudutnya melebihi rekomendasi
FS dan terlihat adanya longsoran batuan didaerah tersebut.
3. Melakukan upaya penanganan batuan yang berpotensi pencemar dengan mengikuti langkah
langkah sebagai berikut ;
 Identifikasi semua batuan limbah yang dihasilkan dari penambangan
 Melakukan karakteristik batuan penutup tersebut, batuan potensi pembentuk AAT dan
batuan tidak berpotensi membentuk AAT
 Memilih teknologi penanganan batuan potensi pembentuk AAT tersebut, untuk
menghindari terbentuknya AAT
4. Upaya Pengolahan AAT :
Melakukan pengumpulan AAT yang ada
Melakukan pengolahan air leachet (AAT) yang sudah terbentuk hingga memenuhi BMAL
sebelum dibuang ke lingkungan.
43
LAMPIRAN 2. BERITA ACARA PENGAWASAN PENAATAN LINGKUNGAN HIDUP
A. LEMBAR ISIAN PENILAIAN DOKUMEN LINGKUNGAN/IZIN LINGKUNGAN
1. Pengesahan Dokumen
No.
Nama Dokumen
Lingkungan
Institusi Pengesahan
Dokumen Lingkungan
Tanggal Pengesahan
Dokumen Lingkungan
Batasan Kapasitas
Produksi
Realisasi Kapasitas
Produksi
Dampak Penting
yang dikelola
1. … … … … … …
2. … … … … … …
dst.
2. Pelaporan Triwulanan*
Instansi
Triwulan III-(Tahun
N-1)
Triwulan IV-
(Tahun N-1)
Triwulan I-
(Tahun N)
Triwulan II-
(Tahun N)
Keterangan
Kabupaten … … … … …
Provinsi … … … … …
Kementerian Lingkungan Hidup … … … … …
* Triwulanan : berupa nomor dan tanggal surat pengiriman laporan
3. Pelaporan Semester**
Instansi
Semester 2-(Tahun
N-1)
Semester 1-
(Tahun N)
Kabupaten … …
Provinsi … …
Kementerian Lingkungan Hidup … …
** Semester : berupa nomor dan tanggal surat pengiriman laporan
Catatan : Tabel Triwulan/Semeter dipilih sesuai kewajiban dalam Dokumen Lingkungan
44
B. LEMBAR ISIAN PENGENDALIAN PENCEMARAN AIR
1. Titik Penaatan dan Izin
No.
Sumber
Air
Limbah
Nama Titik
Penaatan
Koordinat
Jenis
Teknologi
Pengolahan
Air Limbah
Status Izin Nomor Sertifikat Hasil Uji
Nomor
Izin
Instansi
Penerbit
Izin
Tanggal
Izin
Terbit
Tanggal
Berakhir
Jul Ags Sep Okt Nop Des Jan Feb Mar Apr Mei Jun
dr2 LU
1. ……… ……….. … … ……….. …… …. …. …. ... … …. …. …. …. …. …. …. …. …. ….
2. ……… ……….. … … ……….. …… …. …. …. … … …. …. …. …. …. …. …. …. …. ….
dst.
a. Titik Penaatan dan Izin (Industri yang menerapkan Land Aplikasi)
No Nama Titik
Penaatan
Jenis Titik Penaatan Status Izin
Nomor Sertifikat Hasil
Uji
Tanggal PemantauanNomor
Izin
Instansi
Penerbit Izin
Tanggal Izin
Terbit
Tanggal
Berakhir
1 ……… Tanah (Rorak)
2 ……… Tanah (Antar Rorak)
3 ………
Tanah (Lahan
Kontrol/Non LA)
b. Parameter dan Pelaporan Baku Mutu
No.
Titik Penaatan
(outlet)
Parameter
yang dipantau
Konsentrasi
Karakteristik Air
Limbah/Inlet
(sebelum diolah di
IPAL)
Konsentrasi
Titik Penaatan/ outlet Baku Mutu
Konsentrasi
Satuan
Baku
Mutu
Peraturan
Baku Mutu
yang diacu
Baku Mutu
Beban
Pencemaran
Maksimum
Satuan Baku
Mutu Beban
Pencemaran
Peraturan
Baku Mutu
Beban
Pencemaran
Maksimum
Jul Agust Jul Agust
1. … … … … … … … … … … … …
… … … … … … … … … … …
45
2. … … … … … … … … …
… … … … … … … …
dst.
c. Parameter dan Pelaporan Baku Mutu (Industri yang menerapkan Land Aplikasi)
No
Titik Penaatan
(outlet)
Parameter
yang
dipantau
Kedalaman Tanah/Lapisan
Baku Mutu
Konsentrasi
Satuan
Baku
Mutu
Peraturan
Baku Mutu
yang diacu
Baku Mutu
Beban
Pencemaran
maksimum
Satuan
Baku
Mutu
Beban
Peraturan
Baku Mutu
Beban
Pencemaran
Maksimum
yang diacu
0 - 20
cm
20 - 40
cm
40 - 60
cm
60 - 80
cm
80 - 100
cm
100 - 120
cm
1 Tanah (Rorak) … … … … … … … … … … … … …
… … … … … … … … … … … … …
2 Tanah (Antar
Rorak)
… … … … … … … … … … … … …
… … … … … … … … … … … … …
3 Tanah (Lahan
Kontrol/Non LA)
… … … … … … … … … … … … …
… … … … … … … … … … … … …
d. Ketentuan Teknis
Ketentuan Teknis Laboratorium
1. Laboratorium penguji ….
2. Nama Laboratorium penguji ….
3. Nomor akreditasi laboratorium penguji/laboratorium rujukan Gubernur ….
4. Tanggal Berakhir Akreditasi laboratorium ….
5. Bulan pengujian 7 8 ..... 11 12 1 2 .... 5 6
46
No. Ketentuan Teknis
Status
(Ya/Tidak)
Dokumen Pendukung
1. Memisahkan saluran air limbah dengan limpasan air hujan Layout saluran air limbah dan drainase dan Foto
2. Membuat saluran air limbah yang kedap air Layout saluran air limbah dan drainase dan Foto
3. Memasang alat pengukur debit (flowmeter) Foto flowmeterpada seluruh saluran outlet
4. Memantau pH dan debit harian
5. Tidak melakukan pengenceran
6. Tidak melakukan by pass air limbah
Khusus untuk industri sawit melakukan land aplikasi ditambahkan
No. Ketentuan Teknis
Status
(Ya/Tidak)
Dokumen Pendukung
1. Dilakukan pada lahan selain lahan gambut ….
2. Dilakukan pada lahan selain lahan dengan permeabilitas lebih besar 15 cm/jam ….
3. Dilakukan pada lahan selain lahan dengan permeabilitas kurang 1,5 cm/jam ….
4. Tidak boleh dilaksanakan pada lahan dengan kedalaman air tanah kurang dari 2 meter ….
5. Pembuatan sumur pantau di 3 lokasi yang diwajibkan ….
6. Tidak ada air larian (run off) yang masuk ke sungai ….
7. Tidak melakukan pengenceran air limbah yang dimanfaatkan ….
8. Tidak membuang air limbah pada tanah di luar lokasi yang ditetapkan dalam peraturan ….
9. Tidak membuang air limbah ke sungai bila melebihi ketentuan yang berlaku ….
10. Tidak melakukan pengaplikasian air limbah pada lahan diluar lahan dalam izin ….
Khusus untuk Industri Petrokimia ditambahkan
Ketentuan Teknis
Status
(Ya/Tidak)
Dokumen Pendukung
Pemantauan harian pH dan COD ….
e. Penurunan Beban Pencemaran
No. Kegiatan Penurunan Beban Pencemaran Air
TAHUN
Satuan Bukti Perhitungan
N-3 N-2 N-1 N
1. .... .... .... .... .... …. ….
dst.
47
f. Beban Pencemaran Aktual
No
Titik
Penaatan
(Outlet)
Parameter
Hasil Perhitungan Beban Pencemaran Aktual
(Debit x Konsentrasi) Periode (N-1) – (N)
Satuan
Debit
Satuan
Produksi
Beban
Pencemaran Total
dalam TonJul Aug Sep Oct Nov Dec Jan Feb Mar Apr May Jun
1. ... ... ... ... ... ... ... ... ... ... ... ... ... ... (m3/
bulan)
Ton/
bulan
... ... ... ... ... ... ... ... ... ... ... ... ... ...
dst
48
C. LEMBAR ISIAN PENGENDALIAN PENCEMARAN UDARA
a. a. 1. Inventarisasi Sumber Emisi (Pengukuran Manual)
No.
Nama
Sumber
Emisi
Kode
Cerobong
Kapasitas
Sumber
Emisi
Alat
Pengendali
Emisi
Bahan
bakar
Waktu
Operasi
(Jam/
Tahun)
Lokasi Koordinat
Bentuk
Cerobong
(kotak/
silinder/
kerucut)
Tinggi/
Panjang
Cerobong
(m)
Diameter
Cerobong
(m)
Posisi
(ketinggian/
kepanjangan)
Lubang
Sampling
(m)
Status Data
Pemantauan
Periode
PROPER
(dipantau/ tidak
dipantau)
Frekuensi
Kewajiban
Pengukuran
Ket
Bukti
Pendukung
Tidak
Dipantau
1. ... ... ... ... ... ... ... ... ... ... ... ... … ... …
2. ... ... ... ... ... ... ... ... ... ... ... ... … ... …
dst.
a. a. 2. Inventarisasi Sumber Emisi (Pengukuran CEMS)
No.
Nama
Sumber
Emisi
Kode
Cerobong
Kapasitas
Sumber
Emisi
Alat
Pengendali
Emisi
Bahan
bakar
Waktu
Operasi
(Jam/
Tahun)
Lokasi Koordinat
Bentuk
Cerobong
(kotak/
silinder/
kerucut)
Tinggi/
Panjang
Cerobong
(m)
Diameter
Cerobong
(m)
Posisi
(ketinggian/
kepanjangan)
Lubang Sampling
(m)
Data
Pemantauan
(dipantau/ tidak
dipantau)
Ket
1. ... ... ... ... ... ... ... ... ... ... ... ... ...
2. ... ... ... ... ... ... ... ... ... ... ... ... ...
dst.
1. b. Titik Penaatan
No Nama Sumber Emisi Kode Cerobong Waktu Operasi
(Jam/Tahun)
1
2
49
b. Ketaatan Parameter dan Baku Mutu
No.
Nama
Sumber
Emisi
Kode
Cerobong
Parameter
yang
dipantau
Konsentrasi Hasil Pengujian Sampel (mg/Nm3)
Baku
Mutu
Satuan
Baku
Mutu
Peraturan
Baku Mutu
yang diacu
Baku Mutu
Beban
Pencemaran
Maksimum
Satuan
Baku
Mutu
Beban
Peraturan
Baku Mutu
Beban
Pencemaran
Maksimum
yang diacu
Semester II (N-1) Semester I (N)
Jul Ags Sep Okt Nop Des Jan Feb Mar Apr Mei Jun
1. ... ... ... ... ... ... ... ... ... ... ... ... ... ... ... ... ... ... ... ... ...
2. ... ... ... ... ... ... ... ... ... ... ... ... ... ... ... ... ... ... ... ... ...
dst
c. Pelaporan dan Baku Mutu CEMS
Pelaporan Hasil Pemantauan
Ketaatan Pelaporan
Semester 2-
(N-1)
(Ya/Tidak)
Semester 1-
(N)
(Ya/Tidak)
Keterangan
1. Melaporkan (6 bulanan) data pemantauan Emisi (manual/No.n CEMS) …
2. Kabupaten/Kota …
3. Provinsi …
4. KLH …
Catatan: Bukti pelaporan berupa nomor dan tanggal surat pengiriman laporan
Ketaatan Pelaporan
Triwulan III-
(N-1)
(Ya/Tidak)
Triwulan IV-
(N-1)
(Ya/Tidak)
Triwulan I- (N)
(Ya/Tidak)
1. Melaporkan secara periodik (3 bulanan) data pemantauan harian CEMS
2. Kabupaten/Kota
3. Provinsi
4. KLH
Catatan: Bukti pelaporan berupa nomor dan tanggal surat pengiriman laporan
50
Ketaatan Pemantauan CEMS
Triwulan III-
(N-1)
Triwulan IV-
(N-1)
Triwulan I-
(N)
Triwulan II-
(N)
Keterangan
1. Jumlah data parameter pemantauan harian CEMS selama 3 bulanan … … … … …
2. SOx … … … … …
3. NO.x … … … … …
4. Partikulat … … … … …
5. CS2 … … … … …
6. H2S … … … … …
7. Cl2 … … … … …
8. TRS (Total Sulfur Tereduksi) … … … … …
9. ClO3 (Klorin Dioksida) … … … … …
10. Jumlah data pemantauan yang memenuhi Baku Mutu CEMS … … … … …
11. SOx … … … … …
12. NO.x … … … … …
13. Partikulat … … … … …
14. CS2 … … … … …
15. H2S … … … … …
16. Cl2 … … … … …
17. TRS (Total Sulfur Tereduksi) … … … … …
18. ClO3 (Klorin Dioksida) … … … … …
d. Pelaporan CEMS (Parameter Sox, Partikulat, No.x, CS2, H2S, CL2, TRS, CLO3.
Konsentrasi Hasil Pengukuran: SOx/Partikulat/No.x/CS2/H2S/CL2/TRS/CLO3.
a. Nama sumber emisi;
b. Jenis sumber emisi;
c. Nama/Kode cerobong;
d. Dimensi cerobong (diameter);
e. Dimensi cerobong (Panjang x Lebar);
f. Dimensi cerobong (Tinggi);
g. Bahan bakar;
h. Kapasitas kandungan sulfur dalam bahan bakar; dan
i. Waktu operasional (jam).
51
No. Triwulan Waktu Pengukuran
Konsentrasi Rata-rata
Harian
(mg/Nm3)
Waktu Operasi
CEMS dalam Satu
Hari (jam)
Baku Mutu
Satuan Baku
Mutu
Peraturan Baku
Mutu yang diacu
1. Triwulan III (N) 01 Juli 20xx …. …. …. …. ….
2. Triwulan III (N) 02 Juli 20xx …. …. …. …. ….
dst.
e. Perhitungan Beban Emisi Manual
No. Nama
Sumber
Emisi
Kode
Cerobong
Luas
Penampang
(m2)
Parameter
yang
dipantau
Hasil Perhitungan Beban Emisi (satuan: Ton/tahun)
(lampirkan bukti perhitungan dan acuan peraturan perhitungan)
Jumlah
Beban
Emisi
(Ton/tahun)
Semester 2 (N-1) Semester 1 (N)
Jul Agust Sep Okt Nop Des Jan Feb Mar Apr Mei Jun
1. ... ... ... ... ... ... ... ... ... ... ... ... ... ... ... ... ...
2. ... ... ... ... ... ... ... ... ... ... ... ... ... ... ... ... ...
dst
f. Perhitungan beban emisi CEMS
No.
Nama
Sumber
Emisi
Kode
Cerobong
Luas
Penampang
(m2)
Parameter
yang
dipantau
Hasil Perhitungan Beban Emisi (satuan: Ton/tahun)
(lampirkan bukti perhitungan dan acuan peraturan perhitungan)
Jumlah
Beban
Emisi
(Ton/tahun)
TW 3 (N-1) TW 4 (N-1) TW 1 (N) TW 2 (N)
Jul Agust Sep Okt Nop Des Jan Feb Mar Apr Mei Jun
1. ... ... ... ... ... ... ... ... ... ... ... ... ... ... ... ... ...
2. ... ... ... ... ... ... ... ... ... ... ... ... ... ... ... ... ...
dst
g. Perhitungan Beban Emisi GRK
Rangkuman hasil perhitungan beban emisi
Keterangan:
Metodologi perhitungan mengacu pada Peraturan Menteri LH No. 12 Tahun 2012 dan Peraturan Menteri LH No. 21 Tahun 2008.
Parameter: CO2, CH4, N2O
Periode: Januari - Desember N-2; Januari – Desember N-1
52
No. Nama Sumber Emisi Parameter
Beban Emisi Tahun N-2 Beban Emisi Tahun N-1
Beban Emisi
(ton)
Beban Emisi
(ton eq. Co2)
Beban Emisi
(ton)
Beban Emisi
(ton eq. Co2)
1. Contoh … … … …
2. Sumber emisi A CO2 … … … …
3. Sumber emisi A CH4 … … … …
4. Sumber emisi A N2O … … … …
h. Ketentuan Teknis
No. Ketentuan Teknis
Status
(Ya/Tidak)
Keterangan
1. Memasang dan mengoperasikan CEMS* …
2. Peralatan CEMS* beroperasi No.rmal …
3. Membuang seluruh emisi melalui cerobong …
4. a. Persyaratan teknis cerobong
b. Memiliki lubang sampling
c. Memiliki tangga sampling
d. Memiliki platform
e. Memiliki sumber listrik untuk pengambilan sampel
Melampirkan bukti berupa foto dan spesifikasi teknis
…
…
…
5. Semua sumber emisi No.n fugitive emisi harus dibuang melalui cerobong …
6. Menggunakan jasa laboratorium terakreditasi/laboratorium yang ditunjuk
oleh Gubernur
…
*Khusus bagi industri:
a. Unit regenerator katalis (unit perengkahan katalitik air);
b. Unit pentawaran sulfur;
c. Proses pembakaran dengan kapasitas ≥ 25 MW atau kapasitas < 25 MW dengan kandungan sulfur dalam bahan bakar > 2%;
d. Peleburan baja;
e. Pulp dan kertas;
f. Pupuk;
g. Semen;
h. Carbon black;
i. Rayon.
53
D. EVALUASI PENGELOLAAN LIMBAH BAHAN BERBAHAYA DAN BERACUN
a. Umum
Jelaskan gambaran secara umum pengelolaan untuk masing-masing jenis limbah B3 yang dilakukan perusahaan Saudara, dan lengkapi dengan
diagram proses produksi (paling banyak 1 lembar A4):
b. Pelaksanaan Pengelolaan Limbah Bahan Berbahaya Dan dan Beracun
No. Pelaksanaan Pengelolaan Limbah B3 Kinerja Data Pendukung/Lampiran
1. a. Pendataan dan identifikasi jenis dan volume
limbah B3
Ya/Tidak
1) Telah melakukan identifikasi jenis limbah
B3
Rekap Limbah B3 selama periode penilaian
(Lampiran Format Neraca)
2) Telah melakukan pencatatan jenis dan
volume limbah B3
Neraca Limbah B3 selama periode penilaian
3) Telah melakukan pendataan pengelolaan
lanjut limbah B3
Neraca Limbah B3 selama periode penilaian
b. Pelaporan kegiatan pengelolaan limbah B3 TW 3
Th N-1
TW 4 Th
N-1
TW 1 Th
N
TW 2 Th N
1) KLH Salinan surat penyampaian laporan triwulan
(bukti tanda terima/pengiriman)
2) Provinsi Salinan surat penyampaian laporan triwulan
(bukti tanda terima/pengiriman)
3) Kabupaten/Kota Salinan surat penyampaian laporan triwulan
(bukti tanda terima/pengiriman)
2. Perizinan Pengelolaan Limbah B3
54
No. Pelaksanaan Pengelolaan Limbah B3 Kinerja Data Pendukung/Lampiran
Memiliki izin pengelolaan limbah bahan berbahaya
dan beracun
Jika "Ya" diisi:
Jenis pengelolaan LB3:
1. Izin Nomor; dan
2. Instansi yang
mengeluarkan izin.
(jika izin lebih dari satu,
silahkan menambahkan
baris)
Salinan SK perizinan pengelolaan limbah B3
Jenis pengelolaan limbah B3: (penyimpanan
sementara/ pemanfaatan/insinerator/
bioremediasi/penimbunan)
Jika "Tidak" diisi:
Alasan :
Jika izin sedang dalam
proses diisi:
Jenis Pengelolaan LB3:
(Penyimpanan/pemanfaata
n/pengolahan/penimbunan)
1. surat Pengajuan izin;
dan
2. surat tanggapan
proses perizinan; dan
3. berita acara verifikasi
perizinan.
1. Surat pengajuan izin (jika baru
mengajukan izin).
2. Status permohonan izin (berita acara
verifikasi/rapat/surat balasan dari
BLH/KLH)
3. Pemenuhan ketentuan izin
a. Mengisi cheklist sesuai pengelolaan limbah B3
yang dilakukan (form terlampir)
Foto-foto yang berhubungan dengan
persyaratan teknis yang tertuang dalam izin
(Penyimpanan sementara/ insinerator/
bioremediasi/ pemanfaatan/ penimbunan)1) Persentase pemenuhan ketentuan teknis
pengelolaan limbah B3 sesuai checklist
yang telah diisi
(jika izin lebih dari satu, silahkan
menambahkan baris)
%
b. Emisi/effluent pengolahan limbah B3 Lampirkan salinan hasil uji laboratorium yang
diwajibkan dalam pengelolaan limbah B3
(misalnya : TCLP/uji kuat tekan untuk
pemanfaatan sebagai batako/paving block, uji
emisi insinerator, uji air lindi
1) jumlah parameter yang diuji sesuai dengan
izin.
2) Seluruh parameter memenuhi baku mutu
emisi/effluent.
55
No. Pelaksanaan Pengelolaan Limbah B3 Kinerja Data Pendukung/Lampiran
3) Frekuensi pengukuran sesuai dengan
izin/peraturan.
penimbunan/bioremediasi, sumur pantau
penimbunan, dan lain-lain)
4. Open dumping, pemulihan lahan terkontaminasi
limbah B3
a. Melakukan open dumping limbah B3 jika ya,
sebutkan
apa jenis
limbah B3
yang di
open
dumping
dan
perkiraan
jumlah/
volume
limbah B3
yang di
open
dumping:
Foto-foto limbah yang di open dumping
b. Apakah akan melakukan pembersihan pada
lahan open dumping
1. Menyampaikan rencana pembersihan
lahan dan pemulihan lahan terkontaminasi
(termasuk volume dan jumlah limbah B3
yang sudah dikelola/belum dikelola).
2. Menyampaikan progress pembersihan
lahan dan pemulihan lahan terkontaminasi
(termasuk volume dan jumlah limbah B3
yang sudah dikelola/belum dikelola).
3. Menyampaikan hasil analisa sumur
pantau, kualitas tanah di area bekas open
dumping (jika ada).
4. Bukti pengelolaan lanjut limbah B3 yang di
angkat.
5. Jika limbah B3 hasil pengangkatan dikirim
ke pihak ketiga agar menyampaikan
dokumen manifest salinan 2, dan
56
No. Pelaksanaan Pengelolaan Limbah B3 Kinerja Data Pendukung/Lampiran
menunjukkan copy manifest salinan 3 dan
7.
c. Apakah pernah melakukan pemulihan lahan
terkontaminasi dan diterbitkan SSPLT (Surat
Status Penyelesaian Lahan Terkontaminasi)
jika ya,
sebutkan
nomor
surat dan
tang-gal
SSPLT
Menyampaikan copy SSPLT
d. Apakah sudah melakukan pelaporan terkait
SSPLT yang telah diterbitkan
Menyampaikan copy surat penyampaian
laporan
5. Jumlah limbah B3 yang dikelola
a. Apakah memiliki pencatatan jumlah limbah B3
yang telah dikelola selama periode penilaian
Menyampaikan neraca pengelolaan limbah B3
periode penilaian Juli 2012 - Juni 2013
b. Prosentase Limbah B3 yang dikelola sesuai
dengan ketentuan
%
6. Pengelolaan limbah B3 oleh pihak ke-3
a. Pengumpul/pengolah/pemanfaat/ penimbun
1) Apakah limbah B3 dikelola oleh pihak
ketiga (pengumpul/pengolah/pemanfaat/
penimbun) yang berizin
Jika ya diisi:
1. Nama pihak ketiga.
2. Izin/SK Nomor.
3. Jenis limbah B3 yang
diizinkan dikelola oleh
pihak ketiga
4. Instansi yang
mengeluarkan izin.
Menyampaikan salinan perizinan pihak ketiga
dari KLH/BLH
Jika tidak diisi sebutkan
alasannya
2) Apakah memiliki kontrak kerja sama
antara penghasil dengan pihak ketiga
Jika ya diisi:
1. Nomor surat kontrak
Salinan surat kontrak kerja sama antara
penghasil dan pihak ketiga (pengumpul/
57
No. Pelaksanaan Pengelolaan Limbah B3 Kinerja Data Pendukung/Lampiran
yang mengelola limbah B3
(pengumpul/pengolah/pemanfa-
at/penimbun)
kerja sama.
2. Tanggal pembuatan
kontrak kerja sama.
3. Masa berlaku kontrak
kerja sama.
4. Jenis Limbah B3 yang
dikelola sesuai kontrak
kerja sama.
pengolah/pemanfaat/penimbun
Jika tidak disebutkan
alasannya
3) Apakah pihak ketiga
(pengumpul/pengolah/pemanfa-
at/penimbun) sedang memiliki
permasalahan pencemaran lingkungan
Surat pernyataan dari pihak ketiga
(pengumpul/pengolah/pemanfa-at/penimbun)
yang menyatakan tidak sedang dalam masalah
pencemaran lingkungan
b. Pengangkut
1) Apakah pihak pengangkut memiliki
rekomendasi pengangkutan limbah B3 dari
KLH
Jika ya diisi:
1. Nomor Surat
Rekomendasi.
2. Tanggal terbit surat.
3. Masa berlaku surat.
Menyampaikan salinan surat rekomendasi
pengangkutan dari KLH
Jika tidak disebutkan
alasannya
2) Apakah pihak pengangkut memiliki izin
pengangkutan Limbah B3 dari
Kementerian Perhubungan
Jika ya diisi:
1. Tanggal terbit izin.
2. Masa berlaku izin.
Menyampaikan izin pengangkutan limbah B3
dari Kementerian Perhubungan
Jika tidak disebutkan
alasannya
3) Apakah jenis limbah B3 yang diangkut
telah sesuai dengan rekomendasi dan izin
yang dimiliki oleh pihak pengangkut
Jika ya diisi:
Sebutkan jenis limbah B3
apa saja yang diizinkan
untuk diangkut.
58
No. Pelaksanaan Pengelolaan Limbah B3 Kinerja Data Pendukung/Lampiran
Jika tidak disebutkan
alasannya
4) Apakah pihak pengangkut memiliki
dokumen manifest yang sah sesuai
dengan ketentuan Keputusan Kepala
Bapedal Nomor: Kep-
02/BAPEDAL/09/1995.
Jika ya diisi:
Sebutkan kode manifest
pengangkut yang dimiliki.
Jika tidak disebutkan
alasannya
5) Apakah pihak pengangkut sedang memiliki
permasalahan pencemaran lingkungan
Surat pernyataan dari pihak pengangkut yang
menyatakan tidak sedang dalam masalah
pencemaran lingkungan
7. Dumping, Open burning, dan Pengelolaan Limbah
B3 cara tertentu
a. Apakah melakukan dumping jika ya,
apa
jenis
limbah
B3 yang
di
dumping
1. Menyampaikan salinan izin pengelolaan
limbah B3 cara tertentu/dumping ke laut.
2. Menyampaikan status progress perizinan
(jika masih dalam proses pengajuan izin
seperti surat pengajuan izin, berita acara
verifikasi, surat tanggapan dari KLH.
3. Menyampaikan status pengelolaan limbah
B3 yang diminta untuk dihentikan
kegiatannya sesuai dengan berita acara
pengawasan atau rapor Proper.
b. Apakah melakukan open burning jika ya,
apa
jenis
limbah
B3 yang
di open
1. Foto-foto kegiatan open burning
2. Neraca limbah B3 periode penilaian Juli
2012 - Juni 2013
59
No. Pelaksanaan Pengelolaan Limbah B3 Kinerja Data Pendukung/Lampiran
burning
c. Apakah memiliki rencana menghentikan
kegiatan open burning
jika ya,
kapan
1. Foto-foto penyimpanan limbah B3 yang
tidak di open burning lagi.
2. Neraca limbah B3 periode penilaian Juli
2012 - Juni 2013 (yang menunjukkan
limbah B3 sudah tidak di open burning).
d. Apakah melakukan pengelolaan limbah B3
cara tertentu
jika YA,
kegiatan
apa
yang
dilaku-
kan :
1. Foto-foto kegiatan pengelolaan limbah B3
dengan cara tertentu
2. Dokumen perizinan yang dimiliki sesuai
dengan kegiatan tersebut
3. Neraca limbah B3 periode penilaian Juli
2012- Juni 2013
Catatan :
Data Pendukung/Lampiran disampaikan dalam bentuk salinan (untuk foto dan dokumen izin berbentuk *pdf, untuk logbook dan neraca limbah B3 berbentuk *xls).
60
E. LEMBAR ISIAN PENGELOLAAN LIMBAH B3
1. Tempat Penyimpanan Sementara
CHECKLIST P.01
TEMPAT PENYIMPANAN SEMENTARA LIMBAH B3
NAMA PERUSAHAAN
SEKTOR
INDUSTRI :
…
PT. .......................
LOKASI : Kab./Kota ...
TIM PENILAI : …
TGL
PENILAIAN :
…
NO. KETENTUAN YA TIDAK KETERANGAN
PENGEMASAN
1. Apakah pengemasan limbah B3 dilakukan sesuai dengan bentuk limbah B3?   …
2. Apakah pengemasan limbah B3 dilakukan sesuai dengan karakteristik limbah B3?   …
3. Apakah pengemasan limbah B3 dilengkapi dengan simbol label limbah B3?   …
4. apakah penempatan limbah B3 disesuaikan dengan jenis dan karakteristik limbah B3?   …
5. Apakah kondisi kemasan limbah B3 bebas karat?   …
6. Apakah kondisi kemasan limbah B3 tidak bocor?   …
7. Apakah kondisi kemasan limbah B3 tidak meluber?   …
BANGUNAN DAN PENYIMPANAN
8. Apakah bagian luar bangunan diberi papan nama?   …
9. Apakah bagian luar diberi simbol limbah B3 sesuai dengan karakteristik limbah B3 yang
disimpan?
 
…
10. Apakah limbah B3 terlindung dari hujan dan sinar matahari?   …
11. Apakah bangunan mempunyai sistem ventilasi?   …
12. Apakah bangunan memiliki saluran dan bak penampung tumpahan (jika menyimpan limbah
B3 cair)?
 
…
13. Apakah penyimpanan menggunakan sistem blok/sel   …
61
14. Apakah masing-masing blok/sel dipisahkan gang/tanggul?   …
15. Apakah kemasan/limbah limbah B3 diberi alas/pallet?   …
16. Apakah tumpukan limbah B3 maksimal 3 lapis?   …
17. Apakah limbah B3 disimpan sesuai dengan masa penyimpanan dalam izin?
(jika baru mengajukan izin, tidak perlu diisi)
  …
PEMANTAUAN
18. Adakah logbook/catatan untuk mencatat keluar masuk limbah limbah B3?   …
19. Apakah jumlah dan jenis limbah B3 sesuai dengan yang tercatat di logbook/catatan?   …
PENGELOLAAN LANJUTAN
20. Apakah melakukan pengelolaan lanjutan terhadap limbah B3 yang disimpan? (diserahkan
ke pihak ketiga/dimanfaatkan internal)
 
…
LAIN-LAIN
21. Tersediakah alat tanggap darurat yang mudah dijangkau?   …
22. Tersediakah fasilitas P3K yang mudah dijangkau?   …
23. Apakah memiliki SOP penyimpanan?   …
24. Apakah memiliki SOP tanggap darurat?   …
25. Apakah tersedia pagar, pintu darurat, dan rute evakuasi? (sesuai dengan SOP
penyimpanan dan tanggap darurat)
 
…
26. Apakah kebersihan/housekeeping terkelola dengan baik?   …
TOTAL YA …
TOTAL TIDAK …
PROSENTASE PENTAATAN LB3 ...% ...%
62
2. Kolam Sludge Minyak (Sludge Pond)
CHECKLIST P.02
KOLAM SLUGE MINYAK (SLUDGE POND)
NAMA PERUSAHAAN
SEKTOR
INDUSTRI :
…
PT. ...................
LOKASI : Kab./Kota ...
TIM PENILAI : …
TGL
PENILAIAN :
…
NO. KETERANGAN YA TIDAK KETERANGAN
PENYIMPANAN
1. Apakah rancang bangunan pond sesuai dg jumlah limbah?   …
2. Apakah rancang bangun dapat mencegah luapan sludge?   …
3. Apakah lantai bangunan kedap air (10-7 cm/dtk)?   …
4. Apakah dilengkapi dengan sistem penerangan?   …
5. Apakah memiliki sumur pantau di upstream & downstream?   …
6. Adakah logbook/pencatatan keluar masuk sludge ke pond?   …
PEMANTAUAN
7. Adakah pencatatan sludge yg disimpan/bulan?   …
8. Adakah pencatatan sludge yg dikelola/bulan?   …
9. Apakah melakukan analisa kualitas air sumur pantau sesuai izin?   …
PENGELOLAAN LANJUTAN
10. Apakah dilakukan lanjutan (SOR, kirim ke pihak pengumpul, dll)?   …
LAIN-LAIN
11. Tersediakah alat tanggap darurat yang mudah dijangkau?   …
12. Tersediakah fasilitas P3K yang mudah dijangkau?   …
63
13. Apakah memiliki SOP penyimpanan sludge di pond?   …
14. Apakah memiliki SOP tanggap darurat?   …
15. Tersediakah pagar, pintu darurat, dan rute evakuasi? (sesuai dengan SOP penyimpanan
dan tanggap darurat)
 
…
16. apakah kebersihan/housekeeping terkelola dengan baik?
TOTAL YA …
TOTAL TIDAK …
PROSENTASE PENTAATAN LB3 ...% ...%
64
3. Pengolahan Limbah B3 Secara Thermal (Insinerator)
CHECKLIST P.03
PENGOLAHAN LIMBAH B3 SECARA THERMAL (INSINERATOR)
NAMA PERUSAHAAN
SEKTOR
INDUSTRI :
…
PT. .....................
LOKASI : Kab./Kota ...
TIM PENILAI : …
TGL
PENILAIAN :
…
NO. KETENTUAN YA TIDAK KETERANGAN
PENAATAN UMUM
1. Apakah selama pengakutan tidak terjadi ceceran?   …
2. Apakah jenis limbah yang dibakar sesuai dengan yang tercantum dalam izin?   …
3. Apakah pengoperasian insinerator sesuai izin?   …
PENAATAN KHUSUS
4. Apakah dilakukan pengukuran suhu gas bakar di burning chamber?   …
5. Apakah dilakukan pencatatan jumlah dan komposisi limbah yang dibakar? (cek log book)   …
6. Apakah komposisi limbah yang dibakar sesuai izin?   …
7. Apakah suhu ruang bakar I saat insinerator beroperasi 600-800 °C (atau sesuai izin)?   …
8. Apakah suhu ruang bakar II saat insinerator beroperasi 900-1100 °C (atau sesuai izin)?   …
9. Apakah efisiensi pembakaran terpenuhi? (Cek sertifikat hasil uji)   …
10. Apakah melakukan pengelolaan lanjutan terhadap abu sisa pembakaran? (diserahkan ke
pihak ke-3/landfill)
  …
PEMANTAUAN
11. Apakah memiliki logbook/pencatatan keluar masuk limbah yang dibakar dan abu   …
65
insinerator?
LAIN-LAIN
12. Tersediakah alat tanggap darurat yang mudah dijangkau?   …
13. Tersediakah fasilitas P3K yang mudah dijangkau?   …
14. Apakah memiliki SOP pengoperasian insinerator ?   …
15. Apakah memiliki SOP tanggap darurat?   …
16. Tersediakah pagar, pintu darurat dan rute evakuasi? (sesuai dengan SOP penyimpanan
dan tanggap darurat)
  …
17. Apakah kebersihan/housekeeping terkelola dengan baik?   …
TOTAL YA …
TOTAL TIDAK …
PROSENTASE PENTAATAN LB3 ...% ...%
66
4. Bioremediasi
CHECKLIST P.04
Pengolahan LIMBAH B3 SECARA BIOLOGI (BIOREMEDIASI)
NAMA PERUSAHAAN
SEKTOR
INDUSTRI :
…
PT. .........................
LOKASI : Kab./Kota ...
TIM PENILAI : …
TGL
PENILAIAN :
…
NO. KETERANGAN YA TIDAK KETERANGAN
PERSYARATAN LIMBAH DIOLAH
1. Apakah dilakukan pengujian TPH awal dan memenuhi persyaratan (≤15%)?   …
2. Apakah dilakukan pengujian awal total logam berat?   …
3. Apakah dilakukan pengujian awal TCLP logam berat dan hasilnya dibawah baku mutu
sesuai Keputusan Pengendalian Dampak lingkungan Nomor 04 Tahun 1995?
  …
PERSYARATAN LOKASI
4. Apakah lokasi tempat pengolahan sesuai dengan persyaratan izin?   …
5. Apakah dilakukan pengkajian kondisi awal lahan?   …
PERSYARATAN FASILITAS
6. Apakah desain untuk lahan pengolahan sesuai persyaratan?   …
7. Apakah permeabilitas lapisan dasar lahan pengolahan sesuai persyaratan?   …
8. Apakah drainase dan pond mampu menampung air luapan/leachete?   …
9. Apakah jumlah sel sesuai dengan timbulan limbah yang akan diolah?   …
10. Apakah terdapat sumur pantau upstream dan downstream sesuai izin?   …
67
PENAATAN KHUSUS
11. Apakah jenis mikroorganisme yang digunakan bukan merupakan hasil rekayasa genetik?   …
12. Apakah material pencampur dan penggembur (bulking agent) bukan merupakan material
yang terkontaminasi LB3?
  …
13. Apakah dilakukan analisa sampel limbah yang diolah secara berkala sesuai
persyaratan/izin?
  …
14. Apakah dilakukan analisa sampel air tanah dan air sumur pantau sesuai izin?   …
15. Apakah dilakukan analisa sample air luapan/lindi (jika terbuang ke lingkungan)?   …
PENANGANAN HASIL OLAHAN (jika ada yang sudah selesai diolah)
16. Apakah dilakukan uji analisis kimia, TCLP, dan toksikologi material hasil olahan sesuai izin?   …
17. Apakah material hasil olahan dikelola sesuai dengan rencana kelola?   …
18. Apakah lokasi penempatan material hasil olahan sesuai persyaratan dan teridentifikasi
dengan baik?
  …
PEMANTAUAN
19. Adakah logbook/pencatatan keluar masuk limbah kegiatan bioremediasi?   …
LAIN-LAIN
20. Apakah terdapat tanda peringatan keselamatan dan keamanan?   …
21. Apakah memiliki SOP kegiatan Bioremediasi?   …
22. Apakah terdapat sistem tanggap darurat?   …
23. Apakah kebersihan/housekeeping terkelola dengan baik?   …
TOTAL YA …
TOTAL TIDAK …
PROSENTASE PENTAATAN LB3 ...% ...%
68
5. Penimbunan Limbah B3
CHECKLIST P.05
PENIMBUNAN LIMBAH B3
NAMA PERUSAHAAN
SEKTOR
INDUSTRI :
…
PT. ............................
LOKASI : Kab./Kota
TIM PENILAI : …
TGL
PENILAIAN :
…
NO. KETERANGAN YA TIDAK KETERANGAN
DATA PENAATAN
1. Apakah Jenis limbah B3 yang ditimbun sesuai dengan izin ?   …
2. Apakah jenis limbah yang ditimbun memenuhi bakumutu TCLP?   …
3. Terdapat sumur pantau minimal 3 buah (1 upstream dan 2 downstream)?   …
RANCANG BANGUN FASILITAS PENIMBUNAN
4. Apakah lapisan dasar (sub base) adalah tanah lempung yang dipadatkan dengan
permeabilitas 1 x 10-9 m/det?
  …
5. Apakah permeabilitas dari sistem pendeteksi kebocoran (k) = 1 x 10-4 m/det?   …
6. Apakah ketebalan minimum lapisan geomembran HDPE 1,5 mm?   …
7. Apakah permeabilitas lapisan tanah penghalang k = 1 x 10-9 m/det?   …
8. Apakah lapisan pelindung adalah tanah setempat dg tebal 20 cm dan dilapisi geotextile?   …
BAK PENGUMPUL LINDI
9. Apakah berada di area lokasi landfill dan memiliki 1 unit pompa?   …
10. Apakah konstruksi pondasi, lantai, dan dinding dari beton?   …
69
11. Apakah air lindi diolah di IPAL ?   …
12. Apakah melakukan uji kualitas lindi dalam bak pengumpul lindi sebelum dipindah ke
fasilitas IPAL?
  …
13. Apakah melakukan uji kualitas air tanah pada sumur pantau rona awal?   …
14. Apakah baku mutu air tanah ditetapka sesuai dengan rona awal?   …
15. Apakah pengujian dilakukan oleh laboratorium pihak ketiga yang independen dan
terakreditasi? (cek sertifikat hasil uji)
  …
16. Apakah melakukan uji kualitas air lindi setiap 3 bulan/sesuai izin?   …
17. Apakah melakukan pencatatan arus jumlah limbah B3 yang keluar dan masuk tempat
penimbunan? (cek logbook)
  …
LAIN-LAIN
18. Apakah tersedia alat tanggap darurat yang sesuai dan mudah dijangkau?   …
19. Apakah memiliki SOP tanggap darurat?   …
20. Apakah kebersihan/housekeeping terkelola dengan baik?   …
TOTAL YA …
TOTAL TIDAK …
PROSENTASE PENTAATAN LB3 ...% ...%
70
6. Pemanfaatan Minyak Pelumas Bekas Untuk Bahan Bakar Pembantu Peledakan (Anfo)
CHECKLIST P.06
PEMANFAATAN MINYAK PELUMAS BEKAS UNTUK BAHAN BAKAR PEMBANTU PELEDAKAN (ANFO)
NAMA PERUSAHAAN
SEKTOR
INDUSTRI :
…
PT. ....................
LOKASI : Kab./Kota ...
TIM PENILAI : …
TGL
PENILAIAN :
…
NO. KETENTUAN YA TIDAK KETERANGAN
PENAATAN UMUM
1. Apakah dilakukan uji karakteristik minyak pelumas bekas minimal 1 bulan sekali atau
sesuai izin? (cek sertifikat hasil uji)
  …
2. apakah Hasil uji karakteristik minyak pelumas bekas dan atau proses pemanfaatan
minyak pelumas bekas sesuai dan memenuhi kriteria yang ditetapkan dalam izin? (cek
sertifikat hasil uji)
  …
3. Apakah dilakukan uji dampak terhadap proses energi yang dihasilkan sebagai akibat
perubahan karakteristik?
4. Apakah penyimpanan minyak pelumas bekas dilaksanakan sesuai dengan izin?, seperti:
a. Bentuk dan kualitas kontainer sesuai izin   …
b. Resistensi terhadap air dan bahan kimia lain sesuai izin   …
c. Kesesuaian bahan kontainer dengan isi kontainer   …
d. Dilengkapi simbol dan label   …
e. Waktu penyimpanan (<90 hari)   …
5. Apakah fasilitas pemanfaatan dilengkapi dengan prosedur tanggap darurat dan
penanganan tumpahan?
  …
6. Apakah fasilitas pemanfaatan memiliki batas-batas fisik yang jelas dan dilengkapi dengan
pintu darurat?
  …
71
PENAATAN KHUSUS
7. Apakah persentase kualitatif pemanfaatan minyak pelumas bekas sesuai dengan izin?   …
Adakah Informasi kriteria pemanfaatan sesuai dengan izin?, seperti:
a. Jumlah oli bekas yang dihasilkan(ton/bulan).   …
b. Jumlah oli bekas yang dimanfaatkan (ton/bulan).   …
c. Disebutkan sumber oli bekas.   …
d. Jumlah yang digunakan sebagai pencampur (ton/bulan).   …
8. apakah Spesifikasi teknis pemanfaatan minyak pelumas bekas sesuai dengan izin?, seperti :
a. Penyaringan dengan filter <220 micron.   …
b. Tidak ada penambahan bahan kimia lain.   …
c. Dilakukan pengadukan sempurna terhadap bahan sehingga homogen.   …
d. Melakukan pencatatan setiap formula pencampuran (cek log book).   …
e. Formulasi pencampuran sesuai izin.   …
LAIN-LAIN (berkaitan dengan penunjang dan tanggap darurat di fasilitas)
9. Apakah tersedia alat tanggap darurat yang sesuai dan mudah dijangkau?   …
10. Apakah tersedia SOP tanggap darurat?   …
11. Apakah housekeeping dan kebersihan dalam keadaan baik?   …
TOTAL YA …
TOTAL TIDAK …
PROSENTASE PENTAATAN LB3 ...% ...%
72
7. Pemanfaatan Fly Ash dan Bottom Ash Batubara
CHECKLIST P.07
PEMANFAATAN FLY ASH DAN BOTTOM ASH BATUBARA
NAMA PERUSAHAAN
SEKTOR INDUSTRI
:
…
PT. ...........................
LOKASI : Kab./Kota ...
TIM PENILAI : …
TGL PENILAIAN: …
NO. KETENTUAN YA TIDAK KETERANGAN
PENAATAN UMUM
1. Apakah dilakukan pengujian karakteristik kimia fisik fly ash dan bottom ash paling
sedikit 1 bulan sekali atau sesuai izin?
  …
2. Apakah hasil pengujian karakteristik kimia fisik fly ash dan bottom ash memenuhi
kriteria yang ditetapkan dalam izin?
  …
3. Apakah dilakukan analisa kandungan logam berat total fly ash dan bottom ash?   …
4. Apakah hasil analisa kandungan logam berat total fly ash dan bottom ash memenuhi
kriteria yang ditetapkan dalam izin? (cek sertifikat hasil uji)
  …
5. Apakah penyimpanan fly ash dan bottom ash dilaksanakan sesuai dengan izin?, seperti:
a. Bentuk dan kualitas tempat penyimpanan.   …
b. Kesesuaian tempat penyimpanan dgn limbah yang disimpan.   …
c. Dilengkapi simbol dan label.   …
d. Waktu penyimpanan (<90 hari).   …
6. Apakah fasilitas pemanfaatan dilengkapi dengan prosedur tanggap darurat?   …
7. Apakah fasilitas pemanfaatan batas-batas fisik yang jelas dan dilengkapi dengan pintu
darurat?
  …
73
PENAATAN KHUSUS
8. Apakah persentase kualitatif pemanfaatan sesuai dengan izin?   …
9. Apakah spesifikasi teknis pemanfaatan sesuai dengan izin?   …
LAIN-LAIN (berkaitan dengan penunjang dan tanggap darurat di fasilitas)
10. Apakah tersedia alat tanggap darurat yang sesuai dan mudah dijangkau?   …
11. Apakah kebersihan/housekeeping terkelola dengan baik?   …
TOTAL YA …
TOTAL TIDAK …
PROSENTASE PENTAATAN LB3 ...% ...%
74
8. Pemanfaatan Sludge Minyak/Spent Catalyst/Drill Cutting Untuk Bahan Campuran Kontruksi
CHECKLIST P.08
PEMANFAATAN SLUDGE MINYAK/SPENT CATALYST/DRILL CUTTING UNTUK BAHAN CAMPURAN KONTRUKSI
NAMA PERUSAHAAN
SEKTOR
INDUSTRI :
…
PT. ........
LOKASI : Kab./Kota ...
TIM PENILAI : …
TGL
PENILAIAN :
…
NO. KETENTUAN YA TIDAK KETERANGAN
PENAATAN UMUM
1. Apakah dilakukan pengujian TPH dan logam berat awal limbah sebelum dilakukan
pemanfaatan?
  …
2. Apakah konsentrasi TPH awal sebelum dimanfaatkan sesuai dengan izin? (cek sertifikat
hasil uji)
  …
3. Apakah konsentrasi logam berat awal sesuai dengan parameter logam berat
Keputusan Kepala Badan Pengendalian Dampak Lingkungan Nomor 04 Tahun 1995?
(cek sertifikat hasil uji)
  …
4. Apakah rencana pemanfaatan sesuai dengan izin?   …
5. Apakah terdapat fasilitas pengendali pencemar yang mungkin dihasilkan oleh aktifitas
penempatan bahan pencampuran?
  …
6. Apakah kapasitas pemanfaatan sesuai dengan jumlah limbah B3 yang akan diolah,
termasuk sesuai dengan prediksi timbulan limbah B3?
  …
7. Apakah terdapat sumur pantau dibagian hulu dan hilir di lokasi pemanfaatan?   …
PENAATAN KHUSUS
8. Apakah pencampuran bahan-bahan sesuai dengan izin?   …
9. Apakah hasil analisis campuran sesuai dengan parameter yang tertera dalam izin? (cek
sertifikat hasil uji)
  …
10. Apakah melakukan analisis sampel air tanah dan hasilnya memenuhi parameter yang
tertera dalam izin?
  …
75
PENANGANAN HASIL PEMANFAATAN (jika ada yang sudah terdapat produk pemanfaatan)
11. Apakah produk pemanfaatan dikelola sesuai dengan rencana kelola?   …
12. Apakah lokasi penempatan produk teridentifikasi dengan baik?   …
13. Apakah lokasi penempatan produk merupakan tempat yang aman, bebas banjir, dan
memenuhi persyaratan keamanan?
  …
14. Apakah air buangan dan atau air lindi dianalisis secara rutin sesuai izin?   …
15. Apakah lokasi penempatan produk diberi tanda dengan jelas dan benar sesuai dengan
izin?
  …
16. Apakah produk dianalisis secara teratur dan periodik sesuai dengan parameter yang
ditetapkan dalam izin?
  …
LAIN-LAIN (berkaitan dengan penunjang dan tanggap darurat di fasilitas)
17. Apakah tersedia alat tanggap darurat yang sesuai dan mudah dijangkau?   …
18. Apakah memiliki SOP tanggap darurat?   …
19. Apakah kebersihan/housekeeping terkelola dengan baik?   …
TOTAL YA …
TOTAL TIDAK …
PROSENTASE PENTAATAN LB3 ...% ...%
76
9. Pemanfaatan Minyak Minyak Pelumas Bekas Untuk Substitusi Bahan Bakar
CHECKLIST P.09
PEMANFAATAN MINYAK MINYAK PELUMAS BEKAS UNTUK SUBSTITUSI BAHAN BAKAR
NAMA PERUSAHAAN SEKTOR INDUSTRI : …
PT. ...................
LOKASI : Kab./Kota ...
TIM PENILAI : …
TGL PENILAIAN: …
NO. KETENTUAN YA TIDAK KETERANGAN
PENAATAN UMUM
1. Apakah dilakukan uji karakteristik minyak pelumas bekas minimal 1 bulan sekali atau
sesuai izin?
  …
2. Apakah Hasil uji karakteristik minyak pelumas bekas dan atau proses pemanfaatan
minyak pelumas bekas sesuai dan memenuhi kriteria yang ditetapkan dalam izin? (cek
sertifikat hasil uji)
  …
3. Apakah dilakukan uji dampak terhadap proses energi yang dihasilkan sebagai akibat
perubahan karakteristik?
  …
Apakah penyimpanan minyak pelumas bekas dilaksanakan sesuai dengan izin?, seperti:
a. Bentuk dan kualitas kontainer sesuai izin   …
b. Resistensi terhadap air dan bahan kimia lain sesuai izin   …
c. Kesesuaian bahan kontainer dengan isi kontainer   …
d. Dilengkapi simbol dan label   …
e. Waktu penyimpanan (<90 hari)   …
4. Apakah fasilitas pemanfaatan dilengkapi dengan prosedur tanggap darurat dan
penanganan tumpahan?
  …
5. Apakah fasilitas pemanfaatan memiliki batas-batas fisik yang jelas dan dilengkapi
dengan pintu darurat?
  …
77
PENAATAN KHUSUS
6. Apakah persentase kualitatif pemanfaatan minyak pelumas bekas sesuai dengan izin?   …
7. Apakah Informasi kriteria pemanfaatan sesuai dengan izin?, seperti:
a. Pelaporan kualitas udara emisi (Frekuensi sesuai izin)   …
b. Pelaporan udara ambien (frekuensi setahun sekali)   …
c. Jumlah oli bekas yang dihasilkan (ton/bulan)   …
d. Jumlah oli bekas yang dimanfaatkan (ton/bulan)   …
e. Menyebutkan semua sumbernya   …
8. Apakah spesifikasi teknis pemanfaatan minyak pelumas bekas sesuai izin?, seperti:
a. Terdapat spray nozzle   …
b. Flow rate pelumas bekas ke combustion chamber sesuai izin   …
c. Aliran pelumas bekas (temperatur combustion chamber >950°C)   …
d. Flow rate dan volume total pelumas bekas tercatat harian   …
e. Wajib diemisikan tunggal pada cerobong pembakaran   …
f. pelumas bekas tidak digunakan selama start up dan shut down   …
g. tidak memasukkan pelumas bekas diluar ketentuan dalam izin   …
h. tidak mencampur dengan limbah B3 lain selama proses recovery energy   …
LAIN-LAIN (berkaitan dengan penunjang dan tanggap darurat di fasilitas)
9. Apakah tersedia alat tanggap darurat yang sesuai dan mudah dijangkau?   …
10. Apakah memiliki SOP tanggap darurat?   …
11. Apakah kebersihan/housekeeping terkelola dengan baik?   …
TOTAL YA …
TOTAL TIDAK …
PROSENTASE PENTAATAN LB3 ...% ...%
78
10. Pengelolaan Limbah B3 Oleh Pihak Ketiga
CHECKLIST P.10
PENGELOLAAN LIMBAH B3 OLEH PIHAK KETIGA
NAMA PERUSAHAAN
SEKTOR
INDUSTRI :
…
PT. ........
LOKASI : Kab./Kota ...
TIM PENILAI : …
TGL
PENILAIAN :
…
NO. KETERANGAN YA TIDAK KETERANGAN
A. PIHAK KETIGA PENERIMA LIMBAH B3 MEMILIKI IZIN YANG SESUAI KETENTUAN
1. Apakah pihak ke-3 memiliki izin sebagai Pengelola limbah B3
(pengangkut/pengumpul/pengolah/pemanfaat)
  …
2. Izin pengelolaan Limbah B3 pihak ke-3 belum habis masa berlaku   …
3. Pihak ke-3 memenuhi ketentuan izin yang berlaku/sesuai dengan izin yang dimiliki   …
4. Limbah B3 yang dikelola oleh pihak ke-3 sesuai dengan yang tertera dalam izin yang
dimiliki
  …
5. Pihak ke-3 (pengangkut atau pengumpul) memiliki kontrak kerjasama dengan
pengolah atau penimbun akhir
  …
B. PENGANGKUTAN LIMBAH B3 MEMENUHI KETENTUAN YANG BERLAKU
1. Perpindahan / pergerakan limbah B3 yang dilakukan oleh pihak ke-3 dilengkapi
dengan dokumen manifest limbah B3
  …
2. Penghasil memperoleh dokumen manifest limbah B3 sesuai dengan yang
dipersyaratkan yaitu :
  …
3. Untuk pengangkut limbah B3, kendaraan yang digunakan sesuai dengan rekomendasi
dari KLH
  …
4. Pihak ke-3 (pengangkut atau pengumpul) memiliki kontrak kerjasama dengan
pengolah atau penimbun akhir
  …
79
C. MANIFEST DAN PENGELOLAAN MANIFEST SESUAI DENGAN KETENTUAN
1. Salinan #2 : (diberikan ke penghasil untuk disampaikan ke KLH)   …
2. Salinan #3 : (saat limbah B3 diambil oleh pihak ke-3)   …
3. Salinan #7 : (disampaikan saat LB3 telah sampai di lokasi pihak ke-3)   …
80
F. NERACA LIMBAH B3
PT.
PERIODE
LIMBAH DIKELOLA
KETE-
RANG
AN
KODE
MANIF
ESTNO
JENIS
LIMBAH
B3
SUMB
ER
SATUA
N
PERLAKUAN
Periode
sebelu
m nya
(SALDO
)
TAHUN N-1 TAHUN N LIMBA
H
DIHASI
LKAN
LIMBAH
TIDAK
DIKELO
LA
DISIMPA
N DI TPS
DIMANF
AATKAN
DI-
OLAH
DI-
TIMBUN
DISERAHK
AN PIHAK
KETIGAJan ... Des Jan ..... Des
DIHASILKAN - -
DISIMPAN DI
TPS
-
DIMANFAATKA
N
-
DIOLAH -
DITIMBUN -
DISERAHKAN
KEPIHAK
KETIGA
TIDAK
DIKELOLA
-
Koreksi per
bulan per jenis
DIHASILKAN
- -
81
G. PENGELOLAAN KERUSAKAN LAHAN (KHUSUS PERTAMBANGAN)
Kriteria Parameter Bukti Pendukung Satuan
Pembersi
han
Lahan
Pengupasan
Tanah Pucuk
Pengupasan
Tanah Penutup
Penamba
ngan
Penim
bunan
Reklamasi Revegetasi
AspekManajemen
Umum
Lokasi
Mulai pengerjaan
Rencana waktu
pengakhiran
Luas rencana Peta rencana TW-3
N-1, TW-4 N-1, TW-
1 N, TW-2 N, dan
matriks rencana
dan realisasi
Ha
Luas saat ini Peta realisasi TW-3
N-1, TW-4 N-1, TW-
1 N, TW-2 N, dan
matriks rencana
dan realisasi
Ha
K1.
Peta rencana Peta rencana TW-3
N-1, TW-4 N-1, TW-
1 N, TW-2 N, dan
matriks rencana
dan realisasi
skala
peta
Persetujuan Peta rencana TW-3
N-1, TW-4 N-1, TW-
1 N, TW-2 N, dan
matriks rencana
dan realisasi
Kemajuan luasan Peta rencana dan
realisasi TW-3 N-1,
TW-4 N-1, TW-1 N,
TW-2 N, dan
matriks rencana
dan realisasi
Ha
Jadwal Peta rencana dan
realisasi TW-3 N-1,
TW-4 N-1, TW-1 N,
TW-2 N, dan
matriks rencana
dan realisasi
82
Kriteria Parameter Bukti Pendukung Satuan
Pembersi
han
Lahan
Pengupasan
Tanah Pucuk
Pengupasan
Tanah Penutup
Penamba
ngan
Penim
bunan
Reklamasi Revegetasi
K2.
Aktivitas Peta rencana dan
realisasi TW-3 N-1,
TW-4 N-1, TW-1 N,
TW-2 N, dan
matriks rencana
dan realisasi
AspekTeknik
K3.
Data Lereng:
Jenis batuan:
clay, sand
(kompak/lepas)
- Tinggi jenjang
tunggal: ... m
1. Peta cross
section (ada
persetujuan
pihak
manajemen).
2. Rekomendasi
dokumen studi
kelayakan.
3. SOP
Pengukuran
kestabilan
lereng.
4. Monitoring
pergerakan
tanah secara
kontinyu.
5. SOP
pembentukan
jenjang.
meter
- Jumlah jenjang
overall: ...
jenjang
- Kemiringan
jenjang tunggal
...
derajat
- Kemiringan
jenjang overall:
...
derajat
- Potensi longsor?
K4.
- Data
pengukuran pH:
- Jumlah
genangan
Foto genangan buah
- Hasil
pengukuran pH:
1. Hasil
pengukuran pH
genangan
2. Foto
pengukuran pH
83
Kriteria Parameter Bukti Pendukung Satuan
Pembersi
han
Lahan
Pengupasan
Tanah Pucuk
Pengupasan
Tanah Penutup
Penamba
ngan
Penim
bunan
Reklamasi Revegetasi
genangan
- Upaya
penanganan
batuan yang
berpotensi
pencemar
1. Kajian batuan
potensi
pembentuk air
asam tambang.
2. SOP
penanganan
batuan potensi
pembentuk air
asam tambang.
K5.
- Upaya
pengendalian
erosi
diisi ya/tidak
- Sarana
pengendali erosi
berupa:
a. Sistem
drainase
Gambar teknik dan
foto sarana sistem
drainase
b. Terasering Gambar teknik dan
foto terasering
c. Guludan Gambar teknik dan
foto guludan
d. Cover cropping Gambar teknik dan
foto cover cropping
e. Sedimen trap Gambar teknik dan
foto sedimen trap
- Kondisi sarana
pengendali erosi
Layout peta tata air
dari lokasi aktifitas
ke settling
pond/IPAL
- Indikasi terjadi
erosi
Foto lereng
- Sistem drainase Layout peta tata air
dari lokasi aktifitas
ke settling
pond/IPAL
- Jarak dari meter
84
Kriteria Parameter Bukti Pendukung Satuan
Pembersi
han
Lahan
Pengupasan
Tanah Pucuk
Pengupasan
Tanah Penutup
Penamba
ngan
Penim
bunan
Reklamasi Revegetasi
K6
permukiman:
- Jarak dari
Infrastruktur
vital:
meter
- Jarak dari
Infrastruktur
lainnya:
meter
Ada potensi
kebencanaan ?
1. Peta lokasi ke
sarana umum
vital (SUTT/
SUTET), sekolah,
rumah sakit,
pasar,
permukiman,
dan lokasi
aktivitas
masyarakat
lainnya).
2. Lembar
rekomendasi
pada FS/Amdal
yang
menyatakan
jarak lokasi ke
sarana umum
vital aman.
3. Sarana tanggap
darurat dan SOP
penanganan
tanggap darurat.
85
LAMPIRAN 3. FORMAT BERITA ACARA PENGAMBILAN FOTO/VIDEO
Pada hari ini, ......... pukul ......... Waktu Indonesia Bagian ..............., tanggal .............. bulan ........... tahun
..............., kami Tim Pengawas Pengendalian Pencemaran Lingkungan Kementerian Negara Lingkungan
Hidup telah mengambil gambar/foto/video di lokasi :
Perusahaan : .....................................................
Alamat : .....................................................
Telp. : .........................
Fax : .........................
Petugas yang mengambil foto/Video :
Nama : ...................................................
Instansi : ...................................................
Tanda Tangan : ………………
Pengambilan Foto/Video disaksikan dan diketahui oleh pihak perusahaan:
Nama : .................................................
Jabatan : ................................................
Tanda Tangan : ................................................
Demikian Berita Acara Pengambilan Foto/Video dibuat dengan sebenar-benarnya.
Pejabat Pengawas LH - KLH BLH Provinsi .......... BLH Kab./Kota ......... Perusahaan
Nama :
Ttd: ………………...
Nama :
Ttd: ………………...
Nama :
Ttd: ………………...
Nama : .......................
Ttd: ………………
BERITA ACARA
PENGAMBILAN FOTO/VIDEO
86
LAMPIRAN 4. FORMAT BERITA ACARA PENGAMBILAN SAMPEL AIR LIMBAH
_______________________________________________________________________________________________________________________
Pada hari ini, ……………., tanggal …………....…....… bulan……...………… tahun ..............................,
di Kabupaten/Kota............................Provinsi........................., kami yang bertanda tangan di bawah ini:
Nama Pangkat/Gol. Jabatan NIP/PPLH
1..........................................
2..........................................
3..........................................
...............................
...............................
...............................
................................
................................
................................
......................./........
......................./........
......................./........
Telah melakukan pengambilan sampel di lokasi :
Nama perusahaan : ………………………………………………………………………………….
Alamat perusahaan : ………………………………………………………………………………….
Jenis Industri : ………………………………………………………………………………….
Pengambilan contoh limbah ini dilakukan dalam rangka pelaksanaan Pengawasan Pengendalian Pencemaran
Lingkungan yang dilakukan oleh Tim Kementerian Negara Lingkungan Hidup.
Petugas Pengambil Sampel :
Nama :
………………………………………………………………………………….
Instansi : ………………………………………………………………………………….
NIP : ………………………………………………………………………………….
Pangkat/Golongan : ………………………………………………………………………………….
Jabatan : ………………………………………………………………………………….
Tanda tangan : ......................
Dengan hasil sebagai berikut :
No. Lokasi
Kode
Sampel
pH Debit
Jenis
Limbah
Waktu Keterangan
Demikian Berita Acara Pengambilan Sampel dibuat dengan sebenar-benarnya dan mengingat sumpah
jabatan.
Saksi-Saksi :
Pejabat Pengawas LH - KLH BLH Provinsi .......... BLH Kab./Kota ......... Perusahaan
Nama :
Ttd: ………………...
Nama :
Ttd: ………………...
Nama :
Ttd: ………………...
Nama : .......................
Ttd: ………………
Cap Perusahaan
BERITA ACARA PENGAMBILAN SAMPEL
87
Denah Lokasi Pengambilan Sampel Air Limbah
88
LAMPIRAN II
FORMAT MATRIKS PENAATAN
A. MATRIKS PENGENDALIAN PENCEMARAN AIR (NON SAWIT)
Nama Perusahaan : PT. XXX
Jenis Industri : XXX
Lokasi kegiatan : XXX
Periode Evaluasi : 1 Juni 20XX - 30 Juni 20XX
I.
Ketaatan Terhadap Titik
Penaatan
No Sumber pencemaran air Tingkat Ketaatan Evaluasi
1 Jumlah Outlet Limbah Cair 16 100% Memiliki 16 (enam belas) titik
penaatan sudah dilakukan
pemantauan.2 Jumlah Outlet yang dipantau 16
Tingkat Ketaatan Terhadap Titik Penaatan 100%
II. Ketaatan Terhadap Pelaporan/ Parameter Pemantauan
No.
Nama Outlet (titik
penaatan)
PELAPORAN PARAMETER
PEMENUHAN BAKU MUTU BEBAN PEMENUHAN BAKU
MUTU KONSENTRASI
Ket.
Jumlah data
pemantauan
sesuai
peraturan /
izin
Jumlah
data yang
dilaporkan
Tingkat
Ketaatan
Jumlah
Parameter
yang
dipantau
sesuai
peraturan /
izin
Jumlah
Paramater
Pemantauan
Tingkat
Ketaatan
Parameter
Jumlah data
yang tidak
memenuhi
baku mutu
(100 % < x <
= 500%)
Jumlah data
yang tidak
memenuhi
baku mutu ( x
> 500%)
Tingkat
Ketaatan
Jumlah data
yang tidak
memenuhi baku
mutu beban
Tingkat
Ketaatan
1
Outlet Oil Catcher A
12 12 100% 2 2 100% COD 6 0 50% 0 100%
2
Outlet Oil Catcher B
12 12 100% 2 2 100% TDS 0 0 100% 0 100%
3
Outlet Oil Catcher C
12 12 100% 2 2 100% H2S 0 0 100% 0 100%
Tingkat Ketaatan 100% 100% 50% 100%
89
KETERANGAN:
C.KOLOM PARAMETER
1. Kolom Nama Outlet berisi tentang nama atau kode outlet pembuangan air limbah.
2. Kolom Jumlah Parameter yang dipantau sesuai peraturan / izin berisi jumlah parameter yang sesuai dengan peraturan / izin.
3. Kolom Jumlah Paramater Pemantauan berisi jumlah parameter yang dipantau oleh perusahaan.
4. Kolom Tingkat Ketaatan merupakan prosentase hasil pembagian jumlah parameter yang dipantau oleh perusahaan dibagi dengan jumlah parameter yang dipantau sesuai
peraturan / izin.
5. Row Tingkat Ketaatan (warna hijau bawah) menampilkan prosentase tingkat ketaatan terendah.
D.KOLOM PELAPORAN
1. Kolom Jumlah data pemantauan sesuai peraturan / izin berisi jumlah data pemantauan yang dipersyaratkan dalam peraturan / izin dan sesuai dengan periode penilaian
PROPER.
2. Kolom Jumlah data yang dilaporkan berisi tentang jumlah data yang dilaporkan oleh perusahaan sesuai dengan periode penilaian PROPER.
3. Kolom Tingkat Ketaatan merupakan prosentase hasil pembagian jumlah data yang dilaporkan oleh perusahaan sesuai dengan periode penilaian PROPER dibagi dengan
jumlah data pemantauan yang dipersyaratkan dalam peraturan / izin dan sesuai dengan periode penilaian PROPER.
4. Row Tingkat Ketaatan (warna hijau bawah) menampilkan prosentase tingkat ketaatan terendah.
E.KOLOM PEMENUHAN BAKU MUTU KONSENTRASI
1. Kolom Parameter berisi parameter air limbah yang melebihi baku mutu (cantumkan data parameter air limbah yang melebihi baku mutu paling tinggi untuk tiap outlet).
2. Kolom Jumlah data yang tidak memenuhi baku mutu (100 % < x < 500%) merupakan jumlah data parameter air limbah yang melebihi baku mutu antara 100 % < x < 500%.
3. Kolom Jumlah data yang tidak memenuhi baku mutu ( x > 500%) merupakan jumlah data parameter air limbah yang melebihi baku mutu lebih dari 500%.
4. Kolom Tingkat Ketaatan merupakan prosentase hasil pembagian jumlah data yang tidak memenuhi baku mutu dengan jumlah data yang dilaporkan.
5. Row Tingkat Ketaatan (warna hijau bawah) menampilkan prosentase tingkat ketaatan terendah.
F. KOLOM PEMENUHAN BAKU MUTU BEBAN
1. Kolom Jumlah data yang tidak memenuhi baku mutu beban merupakan jumlah data parameter air limbah yang melebihi baku mutu lebih beban.
2. Kolom Tingkat Ketaatan merupakan prosentase hasil pembagian jumlah data yang tidak memenuhi baku mutu beban dengan jumlah data yang dilaporkan.
90
TINGKAT KETAATAN
Ketaatan Terhadap Pemantauan 100%
Ketaatan Terhadap Pelaporan 100%
Ketaatan Terhadap Pemenuhan Baku Mutu Konsentrasi 50%
Ketaatan Terhadap Pemenuhan Baku Mutu Beban
KETERANGAN:
1. Row Ketaatan Terhadap Pemantauan menampilkan prosentase tingkat ketaatan pemantauan terendah.
2. Row Ketaatan Terhadap Pelaporan menampilkan prosentase tingkat ketaatan pelaporan terendah.
3. Row Ketaatan Terhadap Pemenuhan Baku Mutu Konsentrasi menampilkan prosentase tingkat ketaatan pemenuhan baku mutu terendah.
4. Row Ketaatan Terhadap Pemenuhan Baku Mutu Beban menampilkan prosentase tingkat ketaatan pemenuhan baku mutu terendah.
III. Ketaatan Terhadap Ketentuan Teknis
No. Pengelolaan Limbah Cair
Sudah
Taat
Belum
Taat
Keterangan
1. Menggunakan jasa laboratorium eksternal / internal yang
terakreditasi
√
2. Memisahkan saluran pembuangan limbah cair dengan
saluran limpahan air hujan
√
3. Saluran pembuangan limbah cair kedap air √
4. Tidak melakukan pengenceran termasuk mencampurkan
buangan air bekas pendingin ke dalam aliran pembuangan
limbah cair
√
5. Perusahaan mempunyai alat ukur debit dan berfungsi
dengan baik
- Tidak diwajibkan
6.
Mengukur debit harian - Tidak diwajibkan
7. Mengukur pH harian - Tidak diwajibkan
8.
Melakukan pencatatan dan pelaporan data produksi dan
atau bahan baku
√
Status Ketaatan (Taat/ Tidak Taat) TAAT
KETERANGAN:
Beri tanda √ sesuai dengan ketaatan hasil verifikasi lapangan dan ketaatan peraturan.
91
IV. Hasil Pemantauan KLH/BLH
No.
Nama Outlet (titik
penaatan)
Parameter
PEMANTAUAN I PEMANTAUAN II
Jumlah data yang tidak
memenuhi baku mutu
(100 % < x < = 500%)
Jumlah data yang
tidak memenuhi baku
mutu ( x > 500%)
Jumlah data yang tidak
memenuhi baku mutu
(100 % < x < = 500%)
Jumlah data yang
tidak memenuhi baku
mutu ( x > 500%)
Jumlah
KETERANGAN:
Matriks ini digunakan apabila pihak KLH/BLH melakukan pengambilan sampel air limbah:
1. Kolom Nama Outlet berisi tentang nama atau kode outlet pembuangan air limbah (cantumkan data parameter air limbah yang melebihi baku mutu paling tinggi untuk tiap outlet).
2. Kolom Parameter berisi parameter air limbah yang melebihi baku mutu.
3. Kolom Jumlah data yang tidak memenuhi baku mutu (100 % < x < 500%) merupakan jumlah data parameter air limbah yang melebihi baku mutu antara 100 % < x < 500% untuk
pemantauan I.
4. Kolom Jumlah data yang tidak memenuhi baku mutu ( x > 500%) merupakan jumlah data parameter air limbah yang melebihi baku mutu lebih dari 500% untuk pemantauan I.
5. Kolom Jumlah data yang tidak memenuhi baku mutu (100 % < x < 500%) merupakan jumlah data parameter air limbah yang melebihi baku mutu antara 100 % < x < 500% untuk
pemantauan II.
6. Kolom Jumlah data yang tidak memenuhi baku mutu ( x > 500%) merupakan jumlah data parameter air limbah yang melebihi baku mutu lebih dari 500% untuk pemantauan II.
92
B. MATRIK PENGENDALIAN PENCEMARAN AIR (KHUSUS SAWIT)
Nama Perusahaan : PT. XXX
Jenis Industri : XXX
Lokasi kegiatan : XXX
Periode Evaluasi : 1 Juni 20XX - 30 Juni 20XX
I. Ketaatan Terhadap Titik Penaatan
No Sumber pencemaran air
Tingkat
Ketaatan Ket
A. Air Limbah Untuk Land Application
1 Jumlah Outlet Limbah Cair 1
0%
Tidak ada
bukti
sertifikat
hasil uji
outlet IPAL
2 Jumlah Outlet yang dipantau 0
B Sumur Pantau (lahan kontrol, lahan LA, penduduk)
1 Jumlah lokasi Sumur Pantau yang wajib dipantau 3
0%
2 Jumlah lokasi Sumur Pantau yang dipantau 0
C Tanah (Rorak, antar rorak, kontrol)
1 Jumlah Lokasi Pemantauan Kualitas Tanah 3
0%
2 Jumlah Lokasi yang dipantau 0
Tingkat Ketaatan Terhadap Titik Penaatan 0%
93
II. Ketaatan Terhadap Pelaporan/ Parameter Pemantauan / Pemenuhan Baku Mutu
No.
PELAPORAN PARAMETER PEMENUHAN BAKU MUTU
Nama Outlet
(titik
penaatan)
Jumlah data
pemantauan
sesuai
peraturan /
izin
Jumlah
total data
yang
dilaporkan
Tingkat
Ketaatan
Keterangan
Jumlah
Parameter
yang
dipantau
sesuai
peraturan /
izin
Jumlah
Paramater
Pemantau
an (sesuai
Ketentuan)
Tingkat
Ketaatan
Keteran
gan
Parameter
Jumlah data
yang tidak
memenuhi
baku mutu
(100 % < x <
= 500%)
Ting
kat
Keta
atan
Jumlah data
yang tidak
memenuhi
baku mutu ( x
> 500%)
Keterangan
A. Pemanfaatan Air Limbah Untuk Land Application
1
Outlet kolam
12 108 0 0%
Tidak ada
bukti
sertifikat
hasil uji
outlet IPAL
9 0 0%
Tidak
ada
bukti
sertifikat
hasil uji
outlet
IPAL
0
0% 0
Tidak ada bukti
sertifikat hasil uji
outlet IPAL
2
Air sumur
pantau 66 0 0% 11 0 0%
0
0% 0
3 Tanah 54 0 0% 18 0 0%
0
0% 0
Tingkat Ketaatan Pelaporan 0%
Tingkat Ketaatan
Parameter
0%
Tingkat Ketaatan
Pemenuhan Baku Mutu
0% 0%
III. Ketaatan Perizinan
No. Pengelolaan Limbah Cair Taat Tidak Taat Keterangan
2 Perusahaan mempunyai ijin pemanfaatan air limbah - √
Tidak ada bukti izin
pembuangan air limbah
94
IV. Ketaatan Terhadap Ketentuan Teknis
No. Pengelolaan Limbah Cair Taat Tidak Taat Keterangan
A. Persyaratan Teknis Pemanfaatan Air Limbah 
1 Dilakukan pada lahan selain lahan gambut - √
Tidak ada bukti
terlampir
2 Dilakukan pada lahan selain lahan dengan permeabilitas lebih besar 15 cm/jam - √
3 Dilakukan pada lahan selain lahan dengan permeabilitas kurang 1,5 cm/jam - √
4 Tidak boleh dilaksanakan pada lahan dengan kedalaman air tanah kurang dari 2 meter - √
5 Pembuatan sumur pantau di 3 lokasi yang diwajibkan - √
6 Tidak ada air larian (run off) yang masuk ke sungai - √
7 Tidak melakukan pengenceran air limbah yang dimanfaatkan - √
8
Tidak membuang air limbah pada tanah di luar lokasi yang ditetapkan dalam Keputusan
- √
9 Tidak membuang air limbah ke sungai bila melebihi ketentuan yang berlaku - √
B Persyaratan Teknis Pembuangan Air Limbah
1 Menggunakan jasa laboratorium eksternal / internal yang terakreditasi atau yang ditunjuk oleh gubernur
2 Memisahkan saluran pembuangan limbah cair dengan saluran limpahan air hujan - √
Tidak ada bukti
terlampir
3 Saluran pembuangan limbah cair kedap air - √
4 Tidak melakukan pengenceran termasuk mencampurkan buangan air bekas pendingin ke dalam aliran pembuangan limbah cair - √
5 Perusahaan mempunyai alat ukur debit dan berfungsi dengan baik - √
6 Mengukur debit harian - √
7 Mengukur pH harian - √
8 Melakukan pencatatan dan pelaporan data produksi dan atau bahan baku - √
9 Tidak Melakukan bypass - √
Tingkat Ketaatan Taat
IV. Hasil Pemantauan KLH/Provinsi
No.
Nama Outlet (titik
penaatan)
Parameter
PEMANTAUAN
Ket.Jumlah data yang tidak memenuhi baku mutu
(100 % < x < = 500%)
Jumlah data yang tidak
memenuhi baku mutu ( x > 500%)
1 Air Limbah untuk LA BOD, pH 0
Jumlah 0
95
B. MATRIKS PENGENDALIAN PENCEMARAN UDARA
Nama Perusahaan : PT. XXX
Jenis Industri : XXX
Lokasi kegiatan : XXX
Periode Evaluasi : 1 Juni 20XX - 30 Juni 20XX
I. Ketaatan Terhadap Titik Penaatan
No Sumber Emisi dari Proses Produksi Tingkat Ketaatan Evaluasi
1 Jumlah Cerobong 13
100%
Memiliki 16 (enam belas) titik
penaatan sudah dilakukan
pemantauan.
2 Jumlah Cerobong yang aktif (yang beroperasi) 13
3 Jumlah Cerobong yang dipantau (dilakukan pengukuran emisi) 13
Sumber Emisi dari Utilitas
1 Jumlah Cerobong Boiler dan Turbin Genset 8
752 Jumlah Cerobong Boiler yang aktif 8
3 Jumlah Cerobong yang dipantau (dilakukan pengukuran emisi) 6
Tingkat Ketaatan Terhadap Titik Penaatan 75%
96
II. Ketaatan Terhadap Pelaporan/ Parameter Pemantauan / Pemenuhan Baku Mutu
No.
PELAPORAN PARAMETER PEMENUHAN BAKU MUTU
Nama Cerobong
(titik penaatan)
Jmh
Unit
Jumlah data
pemantauan
sesuai
peraturan / izin
Jumlah
data
yang
dilapor
kan
Tingkat
Ketaatan
Keterangan
Jumlah
Parameter
yang dipantau
sesuai
peraturan / izin
Jumlah
parameter
yang
dipantau
Tingkat
Ketaatan
Keterangan Parameter
Jumlah
data yang
tidak
memenuhi
baku mutu
(100 % >x<
= 500 %)
Jumlah
data yang
tidak
memenuhi
baku
mutu ( x >
500%)
Tingkat
Ketaat
an
Keteranga
n
A
Boiler HHP 1
(Steam Generator /
Pembangkit Uap) 4 4 100% - -
1
SO 2 1 50%
Kewajiban Pengukuran
sekali 6 bulan
0
100%
2
NO 2 1 50%
Kewajiban Pengukuran
sekali 6 bulan
0
100%
3
Partikulat 2 1 50%
Kewajiban Pengukuran
sekali 6 bulan
0
100%
4
Opasitas 2 1 50%
Kewajiban Pengukuran
sekali 6 bulan
0
100%
C
Boiler HHP 3
(Steam Generator /
Pembangkit Uap) 4 4 100% - -
1
SO 2 1 50%
Kewajiban Pengukuran
sekali 6 bulan
0
100%
2
NO 2 1 50%
Kewajiban Pengukuran
sekali 6 bulan
0
100%
3
Partikulat 2 1 50%
Kewajiban Pengukuran
sekali 6 bulan
0
100%
4
Opasitas 2 1 50%
Kewajiban Pengukuran
sekali 6 bulan
0
100%
Tingkat Ketaatan Pelaporan 50% Tingkat Ketaatan Parameter 100%
Tingkat Ketaatan
Pemenuhan Baku Mutu
100%
97
KETERANGAN:
A. KOLOM PELAPORAN
1. Kolom Jumlah data pemantauan sesuai peraturan/ izinperaturan berisi jumlah data parameter pemantauan yang dilaporkan berdasarkan
peraturan dan sesuai dengan periode penilaian PROPER.
2. Kolom jumlah data yang dilaporkan berisi tentang jumlah data per parameter yang dilaporkan oleh perusahaan sesuai dengan periode
penilaian PROPER.
3. Kolom Tingkat Ketaatan merupakan prosentase hasil pembagian jumlah data yang dilaporkan oleh perusahaan sesuai dengan periode
penilaian PROPER dibagi dengan jumlah data pemantauan yang dipersyaratkan dalam peraturan / izin dan sesuai dengan periode penilaian
PROPER.
4. Baris Tingkat Ketaatan menampilkan prosentase tingkat ketaatan.
B. KOLOM PARAMETER
1. Kolom Jumlah Parameter yang dipantau sesuai peraturan / izin berisi jumlah Parameter yang dipantau sesuai peraturan / izin perusahaan yang
bersangkutan.
2. Kolom Jumlah Parameter yang dipantau berisi jumlah Parameter yang dipantau oleh perusahaan yang bersangkutan.
3. Kolom Tingkat Ketaatan merupakan prosentase hasil pembagian Jumlah Paramater Pemantauan berisi jumlah parameter yang dipantau oleh
perusahaan dibagi dengan Kolom Jumlah Parameter yang dipantau sesuai peraturan / izin.
C. KOLOM PEMENUHAN BAKU MUTU
1. Kolom Parameter berisi jumlah parameter emisi yang melebihi baku mutu (cantumkan data parameter emisi udara yang melebihi baku mutu
paling tinggi untuk tiap cerobong dalam prosentase).
2. Kolom Tingkat Ketaatan merupakan prosentase data yang tidak memenuhi baku mutu.
III. Tingkat Ketaatan Terhadap Ketentuan Teknis
No. Pengelolaan Emisi Udara Sudah Taat Belum Taat Keterangan
1. Mempunyai cerobong emisi √
2. Cerobong dilengkapi dengan lubang sampel sesuai
Kepdal No. 205/1996
√
3. Cerobong dilengkapi dengan pagar pengaman √
4. Cerobong dilengkapi dengan lantai kerja √
5. Cerobong dilengkapi dengan tangga √
6. Cerobong emisi dilengkapi dengan peralatan CEMS - Tidak diwajibkan
7. Peralatan CEM berfungsi dengan baik - Tidak diwajibkan
Tingkat Ketaatan Taat
KETERANGAN:
Beri tanda √ sesuai dengan ketaatan hasil verifikasi lapangan dan ketaatan peraturan
98
LAMPIRAN III.
BERITA ACARA PENOLAKAN PENGAWASAN PROPER
Pada hari ini, .......... tanggal .... Bulan ..... tahun ......., pukul ......, di Kab/kota..... Provinsi ......., kami yang
bertanda tangan di bawah ini :
Nama : ...........................................................................................................................................
Jabatan : ...........................................................................................................................................
Alamat : ...........................................................................................................................................
Bertindak untuk dan atas nama,
Nama perusahaan : ...........................................................................................................................................
Alamat perusahaan : ...........................................................................................................................................
Jenis industri : ...........................................................................................................................................
Menyatakan bahwa kami menolak kedatangan Tim Pengawas Lingkungan Hidup dan/atau menentang
pelaksanaan pengawasan lingkungan hidup oleh Tim Pengawas Lingkungan Hidup dalam rangka
Program Penilaian Kinerja Perusahaan (PROPER), yang terdiri dari :
Nama Pangkat/Gol. Jabatan NIP/PPLH
1........................................
2........................................
3........................................
..........................................
..........................................
..........................................
..........................................
..........................................
..........................................
........................../..........
.........................../.........
............................/........
Penolakan dilakukan dengan alasan:
1. ..............................................................................................................................................................................
2. ..............................................................................................................................................................................
3. ..............................................................................................................................................................................
Demikian Berita Acara Penolakan ini dibuat dengan sebenar-benarnya dan mengingat sumpah jabatan.
Pejabat Pengawas
Lingkungan Hidup – KLH
Pihak Pemerintah
Provinsi
Pejabat Pemerintah
Kab/Kota
Pihak
Perusahaan
Nama : ....................................
Ttd : ...................................
Nama : ...............................
Instansi: .............................
Ttd : ..............................
Nama : ...........................
Instansi: ...........................
Ttd : ..........................
Nama : ..........................
Ttd : ...........................
Nama : ....................................
Ttd : ...................................
Nama : ...............................
Instansi: .............................
Ttd : ..............................
Nama : ...........................
Instansi: ...........................
Ttd : ..........................
Nama : ..........................
Ttd : ...........................
BERITA ACARA
PENOLAKAN PELAKSANAAN PENGAWASAN LINGKUNGAN HIDUP
99
Cap perusahaan
LAMPIRAN IV.
CONTOH LAMPIRAN HASIL ANALISIS LABORATORIUM YANG
TERAKREDITASI
1. Analisis Air Limbah:
100
2. Analisis Kualitas Udara Emisi:
101
LAMPIRAN V
FORMAT RINGKASAN KETAATAN PERUSAHAAN
No Perusahaan Sektor
Sub
Sektor
Kab./Kota Provinsi
Data Primer PROPER PERIODE 20XX – 20XX
Usulan
Kandidat
HijauDok HASIL AMDAL Ket PPA Ket PPU Ket PLB3 Ket PKL Ket Peringkat
102
LAMPIRAN VI
FORMAT RAPOR SEMENTARA
HASIL EVALUASI PENGAWASAN KINERJA PENAATAN
PROPER 20XX – 20XX
Nama Perusahaan : PT. XXX
Jenis Industri : XXX
Lokasi Kegiatan : KABUPATEN XXX, PROVINSI XXX
Peringkat
Sementara
:
KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP
20XX
103
Lampiran VI A. Format Raport Industri NON TAMBANG
HASIL EVALUASI PENGAWASAN KINERJA PENAATAN
Periode 1 Juli 20xx – 30 Juni 20xx
Nama Perusahaan : PT. Xxx
Jenis Industri : Xxx
Lokasi Kegiatan : Kabupaten Xxx , Provinsi Xxx
I. DOKUMEN LINGKUNGAN/IZIN LINGKUNGAN
No. Kewajiban penanggungjawab usaha sesuai
PP 27/2012
Penaatan Keterangan
1. Memiliki dokumen lingkungan/Izin Lingkungan. Taat Dokumen UKL-UPL Nomor :117/UKL-
UPL/2008 disetujui oleh Kepala Dinas
Lingkunga Hidup, Pertambangan dan
Energi Kabupaten Lombok Timur
2. Melaksanakan ketentuan dalam dokumen
lingkungan/izin lingkungan:
C. Deskripsi kegiatan (luas area dan
kapasitas produksi)
D. Pengelolaan lingkungan terutama
terutama aspek pengendalian
pencemaran air, pengendalian
pencemaran udara, dan Pengelolaan
LB3
Tidak Taat Belum melaksanakan ketentuan
secara rutin pelaksanaan UKL-UPL
3. Melaporkan pelaksanaan dokumen
lingkungan/izin lingkungan (terutama aspek
pengendalian pencemaran air, pengendalian
pencemaran udara, dan Pengelolaan LB3)
Tidak Taat Belum melaporkan secara rutin
pelaksanaan UKL-UPL
II. PENGENDALIAN PENCEMARAN AIR
D. Kewajiban Pengendalian Pencemaran Air
No. Pengelolaan Limbah Cair Penaatan Keterangan
1. Ketaatan terhadap Izin Tidak Taat Izin pembuangan No 660.31/2875/203.2/2010
namun sudah habis masa berlakunya pada
tanggal 29 Maret 2012 dan belum memperpanjang
2. Ketaatan terhadap titik
penaatan pemantauan
100% Perusahaan mempunyai satu titik outlet IPAL
sudah dilakukan pemantauan
3. Ketaatan terhadap parameter
Baku Mutu
100% Parameter yang dipantau sudah lengkap sesuai
dengan Permen LH No 04 Tahun 2010
4. Ketaatan terhadap pelaporan 87% Sepanjang masa evaluasi parameter TSS dua
bulan tidak dilaporkan
5. a. Ketaatan terhadap
pemenuhan Baku Mutu
87% Hasil swapantau yang dilaporkan memenuhi baku
mutu namun hasil pemantauan KLH melebihi baku
mutu > 500%BMAL untuk parameter minyak lemak
b. Pemenuhan Baku Mutu
berdasarkan Pemantauan
Tim PROPER
Taat Hasil Pemantauan Tim PROPER (KLH/Provinsi)
memenuhi Baku Mutu Air Limbah sesuai izin.
6. Ketaatan terhadap Ketentuan
Teknis
Tidak Taat Ditemukan bypass dari saluran sebelum masuk ke
kolam IPAL dan belum memasang alat ukur debit
104
B. Perhitungan Beban Pencemaran Air (Ton/bulan)
No Parameter Beban Inlet Beban Outlet
C. Ringkasan Penaatan Pengendalian Pencemaran Air
Berdasarkan hasil evaluasi pengendalian pencemaran air, perusahaan tidak taat terhadap izin,
pelaporan, pemenuhan bakumutu limbah dan ketentuan teknis, namun perusahaan taat terhadap titik
penaatan dan parameter baku mutu sesuai dengan peraturan perundangan lingkungan yang berlaku.
D. Tindak Lanjut Yang Harus Dilakukan
1. Perusahaan wajib segera menutup saluran bypass dari saluran sebelum masuk ke kolam IPAL
2. Perusahaan wajib segera mengajukan izin pembuangan air limbah kepada Bupati Kabupaten
Lombok Timur
3. Perusahaan wajib menjaga Kualitas air limbah melalui optimalisasi kinerja IPAL agar memenuhi
BMAL yang ditetapkan dan memenuhi persyaratan sebagaimana yang diatur dalam Peraturan XXX
tentang baku mutu air limbah bagi usaha dan/atau kegiatan industri XXX
4. Perusahaan wajib melakukan pengujian air limbah setiap bulan untuk setiap parameter yang
dipersyaratkan dalam baku mutu air limbah Industri XXX ,dan memeriksakannya kepada
laboratorium terakreditasi.
5. Perusahaan wajib memasang alat ukur debit dan melakukan pencatatan debit, /kuantitas
limbah harian, pH harian, serta produksi senyatanya bulanan.
6. Perusahaan wajib menyampaikan laporan tentang pH harian, debit/kuantitas air limbah harian,
kadar parameter mutu limbah cair dan produksi harian senyatanya, sekurang-kurangnya tiga bulan
sekali kepada BLH Kabupaten XXX, BLH Provinsi XXX dan Kementerian Lingkungan Hidup.
III. PENGENDALIAN PENCEMARAN UDARA
C. Kewajiban Pengendalian Pencemaran Udara
No. Pengendalian Pencemaran Udara Penaatan Keterangan
1. Ketaatan terhadap titik penaatan
pemantauan
100%  Sumber Emisi : 3 unit boiler, 1 unit
heather, 2 Unit dryer, 3 unit deporasi
gliserin, 2 unit genset
 Seluruh sumber emisi sudah dipantau
2. Ketaatan terhadap pelaporan 100% Semua parameter dari hasil
pemantauan semua sumber emisi
sudah dilaporkan sesuai peraturan
3. Ketaatan terhadap parameter Baku
Mutu Emisi
100% Parameter yang dipantau dari semua
sumber emisi sudah sesuai peraturan
4. Ketaatan terhadap pemenuhan Baku
Mutu Emisi
100% Hasil pemantauan emisi seluruh sumber
emisi telah memenuhi baku mutu emisi
5. Ketaatan terhadap ketentuan Teknis
yang dipersyaratkan
Taat
Semua cerobong sudah dilengkapi
dengan sarana dan prasarana sampling
105
B. Perhitungan Beban Pencemaran Udara (Ton/periode)
No Parameter Beban Outlet
C. Ringkasan Penaatan Pengendalian Pencemaran Udara
Selama periode penilaian dalam pengendalian pencemaran udara, perusahaan taat terhadap pemenuhan
titik penaatan pemantauan, pelaporan, parameter baku mutu, pemenuhan baku mutu dan ketentuan teknis
sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
D. Tindak Lanjut Yang Harus Dilakukan
1. Perusahaan wajib tetap melakukan pemantauan emisi Boiler, Heather yang aktif dengan parameter dan
frekuensi minimal 6 bulan sekali sesuai Peraturan Menteri Lingkungan Hidup nomor 07 tahun 2007.
2. Perusahaan wajib tetap melakukan pemantauan emisi genset dan dryer yang aktif dengan parameter
dan frekuensi sesuai peraturan yang berlaku.
3. Perusahaan wajib menjaga kualitas emisinya sehingga memenuhi Baku Mutu sesuai dengan peraturan
yang berlaku.
4. Perusahaan wajib tetap melakukan pengukuran kualitas udara ambien sekurang-kurangnya 6 bulan
sekali sesuai dengan PP Nomor 41 Tahun 1999 tentang Pengendalian Pencemaran Udara.
5. Perusahaan wajib menyampaikan laporan tentang pengujian emisi udara dari semua sumber emisi dan
pengujian kualitas udara ambien sekurang-kurangnya enam bulan sekali kepada BLH Kabupaten XXX,
BLH Provinsi XXX dan Kementerian Lingkungan Hidup.
IV. PENGELOLAAN LIMBAH BAHAN BERBAHAYA DAN BERACUN (LIMBAH B3)
A. Perizinan Pengelolaan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun
Pengelolaan
Limbah B3
Status
Perizinan
No. SK/ No. Surat
Masa
Berlaku
Keterangan
Penyimpanan
Sementara
√ SK Bupati XXX No. 03
tahun 2010, tanggal 9
Februari 2010
5 (lima)
tahun
Limbah B3 Campuran
SK Bupati XXX No. 186
Tahun 2011, tanggal 27
Januari 2011
Sludge IPAL dan Fly Ash
Pemanfaatan √ Surat Persetujuan Dep IV
Bidang Pengelolaan B3
dan LB3, No or: B-
6658/Dep.IV/LH/09/2010
1 (satu)
tahun
Uji Coba Pemanfaatan Sludge
IPAL Industri Pulp dan Kertas
Non Drinking Sebagai
Kompos,untuk mendapatkan
Standar Nasional Indonesia
(tidak melakukan
pemanfaatan sludge IPAL lagi
untuk kompos)
SK MENLH No. 230 tahun
2010, tanggal 27
September 2010.
5 (lima)
tahun
Pemanfaatan LB3 sludge IPAL
sebagai subtitusi bahan bakar
di multifuel boiler
SK MENLH No. 301 tahun
2011, tanggal 30
Desember 2011
5 (lima)
tahun
Pemanfaatan limbah B3; fly
ash, bottom ash (slag batu
bara), dreg dan grit sebagai
campuran bahan baku
pembuatan paving block,
coblock dan stabilisasi slab
106
Penimbunan/
landfill
√ SK MENLH No. 88 tahun
2012
5 (lima)
tahun
Penimbunan limbah dreg, grit
dan slag pada landfill kelas II
B. Kinerja Pengelolaan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun
(Neraca Limbah B3 Periode 1 Juli 20XX sampai dengan 30 Juni 20XX)
Jenis Limbah Satuan
Limbah
Dihasilkan
Limbah
Dikelola
Limbah
Belum
Dikelola
Perlakuan
A. Sumber Dari Proses Produksi
Sludge IPAL Ton 7,790.78 7,530.34 0 Dimanfaatkan sebagai bahan bakar
Multi Fuel Boiler
179.00 Dimanfaatkan untuk composting
sampai bulan September 2011
81.44 Disimpan di TPS LB3
Grits & dregs Ton 26,994.76 4,023.41 0 Dimanfaatkan untuk stabilized bed
22,971.35 Ditimbun di landfill
B. Sumber Dari Luar Proses Produksi
Oli bekas + solar
bekas
Ton 19.40 19.00 0 - Pengangkut : PT. YYY
Kode manifest: AAO
- Pengumpul & Pemanfaat :
PT. YYY
0.40 Disimpan di TPS LB3
Slag batubara Ton 1,574.80 267.82 0 Dimanfaatkan sesuai izin
1,306.98 Ditimbun di landfill
Fly ash boiler Ton 1,497.37 1,093.00 0 Dimanfaatkan untuk stabilized bed
404.37 Disimpan di TPS LB3
Aki bekas/
baterai bekas
Ton 1.4995 1.4995 0 - Pengangkut : PT. YYY
Kode manifest: OL
- Pengumpul & Pemanfaat:
PT. YYY
Limbah lab (vial
COD)
Ton 0.084 0.076 0 - Pengangkut: PT. YYY
Kode manifest: AAO
- Pengolah: PT.YYY
0.008 Disimpan di TPS LB3
Lampu merkuri
bekas
Ton 0.0124 0.0124 0 Disimpan di TPS LB3
Filter oli bekas Ton 1.80 1.80 0 - Pengangkut: PT. Shali Riau
Lestari
Kode manifest: AAO
- Pengumpul & Pemanfaat:
PT. YYY
Limbak klinis Ton 0 0 0 Tidak dihasilkan dalam periode
penilaian
Majun
terkontaminasi
Ton 0.95 0.90 0 - Pengangkut: PT. YYY
Kode manifest: AAO
- Pengumpul & Pemanfaat:
PT. YYY
0.05 Disimpan di TPS LB3
Toner bekas Ton 0.028 0.017 0 - Pengangkut : PT. YYY
Kode manifest: OL
- Pengolah: PT. YYY
0.011 Disimpan di TPS LB3
Selang hidrolik Ton 0.15 0.15 0 - Pengangkut: PT. YYY
107
terkontaminasi
oli
Kode manifest: OL
- Pengumpul & Pemanfaat:
PT. YYY
Serbuk gergaji
(saw dust)
terkontaminasi
minyak kotor
Ton 2.80 2.80 0 - Pengangkut: PT. YYY
Kode manifest: AAO
- Pengolah: PT. YYY
Grease bekas Ton 0.20 0.20 0 Pengangkut: PT. YYY
Kode manifest: AAO
Bekas kemasan
bahan kimia
Ton 0.20 0.20 0 - Pengangkut: PT. YYY
Kode manifest: AAO
- Pengolah: PT. YYY
TOTAL Ton 37,898.33 37,898.33 0
Persentase % 100 0
Ket : 34.29% limbah B3 telah dimanfaatkan sesuai izin, 64.06% limbah B3 ditimbun di landfill yang
berizin, 0.11% limbah B3 telah diserahkan ke pihak ketiga, dan 1.54% limbah masih tersimpan
di TPS. Secara umum 100% limbah B3 sudah dikelola sesuai dengan peraturan yang berlaku
dan persyaratan dalam izin.
C. Penanganan Lahan / Tanah Terkontaminasi Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun
Pelaksanaan Penanganan Lahan/ Tanah
Terkontaminasi Limbah B3
Keterangan
Jenis dan jumlah limbah B3 yang diopen dumping - Sebutkan jenis limbah B3 yang diopen dumping
- Jelaskan perkiraan jumlah limbah B3 dan tanah
terkontaminasi yang diopen dumping (panajang x
lebar x tinggi)
Rencana pengelolaan lahan terkontaminasi limbah B3 - Jelaskan waktu pelaksanaan pemulihan lahan
terkontaminasi
- Jelaskan pengelolaan lanjut limbah B3 dan tanah
terkontaminasi yang diangkat
Kesesuaian rencana dengan pelaksanaan
pengelolaan lahan terkontaminasi limbah B3
- Jelaskan pelaksanaan pengelolaan lahan
terkontaminasi yang sesuai dengan perencanaan
- Jelaskan pelaksanaan pengelolaan lahan
terkontaminasi (apakah sesuai atau tidak sesuai
dengan perencanaan)
Jumlah total limbah B3 dan tanah terkontaminasi yang
telah dilakukan pengelolaan
Sebutkan jumlah limbah B3 yang telah diangkat
(dalam ton)
Perlakuan pengelolaan terhadap limbah B3 dan tanah
terkontaminasi yang telah diangkat sesuai
perencanaan
Jelaskan perlakuan pengelolaan limbah B3 dan
tanah terkontaminasi yang telah diangkat
SSPLT (Surat Status Penyelesaian Lahan
Terkontaminasi)
Cantumkan nomor SSPLT dan tanggal diterbitkan
Ketentuan dalam SSPLT Memeriksa pelaksanaan ketentuan yang
dipersyaratkan dalam SSPLT
D. Penaatan terhadap Izin Pengelolaan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun
Pelaksanaan ketentuan
pengelolaan limbah B3
%
penaatan
Sudah
taat
Belum
taat
Keterangan
Penyimpanan Sementara 100 √ - - Kondisi fisik bangunan TPS sesuai dengan
ketentuan;
- Dilengkapi dengan sarana dan prasana yang
sesuai dengan ketentuan;
- Tata cara penyimpanan sesuai dengan
108
ketentuan;
- Semua limbah B3 teridentifikasi dan memiliki
tujuan akhir pengelolaan;
- Pelaporan dilakukan rutin 3 bulan sekali.
Pemanfaatan 100 √ - Telah memenuhi seluruh ketentuan dalam izin
dan peraturan pengelolaan limbah B3
Penimbunan 100 √ - Telah memenuhi seluruh ketentuan dalam izin
dan peraturan pengelolaan limbah B3
Penaatan terhadap izin
pengelolaan limbah B3
100
Ket: Penilaian penaatan terhadap izin pengelolaan limbah B3 dilakukan berdasarkan % penaatan
terendah pelaksanaan ketentuan Pengelolaan Limbah B3.
E. Penyerahan Pengelolaan Limbah B3 kepada Pihak Ketiga
Kriteria Taat Tidak taat Keterangan
Pihak ketiga penerima limbah B3
memiliki izin yang sesuai ketentuan
√ - Memiliki izin yang sesuai dan masih
berlaku, memenuhi persyaratan izin dan
mengelola limbah B3 sesuai izin.
Pengumpul memiliki kontrak kerjasama
dengan pengelola akhir limbah B3
Pengangkutan limbah B3 memenuhi
ketentuan yang berlaku
√ - Menggunakan manifest yang sesuai,
pengangkutan sesuai dengan rekomendasi
pengangkutan dari KLH, memiliki kontrak
kerjasama dengan pengolah atau
penimbun limbah B3
Manifest dan pengelolaan manifest
sesuai dengan ketentuan
√ - Menyampaikan manifest salinan #2 ke
KLH, menyimpan salinan manife t #3 dan
#7
F. Resume Penaatan
No. Aspek Pelaksanaan Pengelolaan Limbah B3 Taat Belum Taat Keterangan
1. a. Pendataan jenis dan volume limbah yang dihasilkan  -
b. Pelaporan  -
2. Status perizinan pengelolaan limbah B3  -
3. Pelaksanaan ketentuan dalam Izin 100% taat
e. Pemenuhan Ketentuan Teknis  -
f. Pemenuhan Baku Mutu Emisi  -
g. Pemenuhan Baku Mutu Air Limbah  -
h. Pemenuhan Pemanfaatan  -
4. Penanganan open dumping, pengelolaan tumpahan,
dan penanganan media terkontaminasi LB3
- -
e. Rencana pengelolaan - -
f. Pelaksanaan pengelolaan - -
g. Jumlah tanah terkontaminasi yang dikelola - -
5. Jumlah limbah B3 yang dikelola sesuai dengan
peraturan
 - 100% taat
6. Pengelolaan limbah B3 oleh pihak ke-3 dan
pengangkutan limbah B3
 -
7. Pengelolaan limbah B3 dengan cara tertentu (antara
lain : Dumping, Re-injeksi, dll)
- -
Kesimpulan Penaatan Pengelolaan Limbah Bahan
Berbahaya dan Beracun
 -
109
G. Kesimpulan
Perusahaan telah melakukan penaatan pengelolaan limbah B3 sesuai dengan ketentuan yang
berlaku dan persyaratan dalam izin.
H. Tindak Lanjut yang Harus Dilakukan
1. Tetap menjaga pemenuhan teknis TPS Limbah B3 sesuai dengan Kep-
01/BAPEDAL/09/1995.
2. Tetap memastikan pengelolaan limbah B3 ke pihak ketiga yang memiliki izin dan sesuai
dengan ketentuan yang berlaku.
3. Memprioritaskan upaya 3R (reuse, recycle, recovery) dalam pengelolaan limbah B3.
4. Tetap melakukan pencatatan (log book dan neraca) terhadap seluruh limbah B3 yang
dihasilkan.
5. Tetap melakukan pengelolaan lanjut limbah B3 yang dihasilkan sesuai dengan ketentuan
peraturan dalam pengelolaan limbah B3 dan persyaratan dalam izin.
6. Tetap melaporkan/menembuskan kegiatan pengelolaan limbah B3 sesuai dengan ketentuan
pengelolaan limbah B3 atau izin-izin yang dimiliki. Pelaporan atau tembusan laporan meliputi
data log book, neraca limbah B3, dan manifest salinan #2 yang disampaikan secara periodik
kepada Deputi IV MENLH Bidang Pengelolaan Bahan Berbahaya dan Beracun, Limbah
Bahan Berbahaya dan Beracun dan Sampah; d/a. : Gd. C Lt. 2, Jln. D.I. Panjaitan Kav.
24, Kebon Nanas, Jakarta Timur410, dengan tembusan ke BLH Provinsi XXX dan BLH
Kabupaten XXX.
110
A. LAMPIRAN VI B. Format Raport Industri TAMBANG
HASIL EVALUASI PENGAWASAN KINERJA PENAATAN
Periode 1 Juli 20XX – 30 Juni 20XX
Nama Perusahaan : PT TAMBANG XYZ
Jenis Industri : Pertambangan Batubara
Lokasi Kegiatan : Kabupaten XXX, Provinsi XXX
I. DOKUMEN LINGKUNGAN/IZIN LINGKUNGAN
No. Kewajiban penanggungjawab usaha sesuai
PP 27/2012
Penaatan Keterangan
1. Memiliki dokumen lingkungan/Izin Lingkungan. Taat Dokumen UKL-UPL Nomor :117/UKL-
UPL/2008 disetujui oleh Kepala Dinas
Lingkunga Hidup, Pertambangan dan
Energi Kabupaten Lombok Timur
2. Melaksanakan ketentuan dalam dokumen
lingkungan/izin lingkungan:
E. Deskripsi kegiatan (luas area dan
kapasitas produksi)
F. Pengelolaan lingkungan terutama
terutama aspek pengendalian
pencemaran air, pengendalian
pencemaran udara, dan Pengelolaan
LB3
Tidak Taat Belum melaksanakan ketentuan
secara rutin pelaksanaan UKL-UPL
3. Melaporkan pelaksanaan dokumen
lingkungan/izin lingkungan (terutama aspek
pengendalian pencemaran air, pengendalian
pencemaran udara, dan Pengelolaan LB3)
Tidak Taat Belum melaporkan secara rutin
pelaksanaan UKL-UPL
II. PENGENDALIAN PENCEMARAN AIR
A. Kewajiban Pengendalian Pencemaran Air
No. Pengelolaan Limbah Cair Penaatan Keterangan
1. Ketaatan terhadap Izin Tidak Taat Izin pembuangan No 660.31/2875/203.2/2010
namun sudah habis masa berlakunya pada
tanggal 29 Maret 2012 dan belum memperpanjang
2. Ketaatan terhadap titik
penaatan pemantauan
100% Perusahaan mempunyai 10 (sepulu) titik outlet
IPAL dan seluruhnya sudah dilakukan pemantauan
3. Ketaatan terhadap parameter
Baku Mutu
100% Parameter yang dipantau sudah lengkap sesuai
dengan Kepmen LH No 113 Tahun 2003
4. Ketaatan terhadap pelaporan 83% Sepanjang masa evaluasi parameter TSS dua
bulan tidak dilaporkan
5. a. Ketaatan terhadap
pemenuhan Baku Mutu
80% Parameter TSS 2x melebihi Baku Mutu Air Limbah
Kepmen LH No 113 Tahun 2003
b. Pemenuhan Baku Mutu
berdasarkan Pemantauan
Tim PROPER
------ - Tidak dilakukan pengambilan sampel air limbah.
111
6. Ketaatan terhadap Ketentuan
Teknis
Tidak Taat Ditemukan bypass dari saluran sebelum masuk ke
kolam IPAL dan belum memasang alat ukur debit
D. Perhitungan Beban Pencemaran Air (Ton/bulan)
No Parameter Beban Inlet Beban Outlet
E. Ringkasan Penaatan Pengendalian Pencemaran Air
Berdasarkan hasil evaluasi pengendalian pencemaran air, perusahaan tidak taat terhadap izin,
pelaporan, pemenuhan bakumutu limbah dan ketentuan teknis, namun perusahaan taat terhadap titik
penaatan dan parameter baku mutu sesuai dengan peraturan perundangan lingkungan yang berlaku.
F. Tindak Lanjut Yang Harus Dilakukan
1. Perusahaan wajib segera menutup saluran bypass dari saluran sebelum masuk ke kolam IPAL
2. Perusahaan wajib segera mengurus izin pembuangan air limbah kepada Bupati Kabupaten
XXX
3. Perusahaan wajib menjaga Kualitas air limbah melalui optimalisasi kinerja IPAL agar memenuhi
BMAL yang ditetapkan dan memenuhi persyaratan sebagaimana yang diatur dalam Keputusan
Menteri LH No 113 Tahun 2003 tentang baku mutu air limbah bagi usaha dan/atau kegiatan
Pertambangan Batubara
4. Perusahaan wajib melakukan pengujian air limbah setiap bulan untuk setiap parameter yang
dipersyaratkan dalam baku mutu air limbah kegiatan pertambangan batubara ,dan
memeriksakannya kepada laboratorium terakreditasi.
5. Perusahaan wajib memasang alat ukur debit dan melakukan pencatatan debit /kuantitas
limbah harian, pH harian, serta produksi senyatanya bulanan.
6. Perusahaan wajib menyampaikan laporan tentang pH harian, debit/kuantitas air limbah harian,
kadar parameter mutu limbah cair dan produksi harian senyatanya, sekurang-kurangnya tiga bulan
sekali kepada BLH Kabupaten XXX, BLH Provinsi XXX dan Kementerian Lingkungan Hidup.
III. PENGENDALIAN PENCEMARAN UDARA
D. Kewajiban Pengendalian Pencemaran Udara
No. Pengendalian Pencemaran Udara Penaatan Keterangan
1. Ketaatan terhadap titik penaatan
pemantauan
100%  Sumber Emisi : 3 unit boiler, 1 unit
heather, 2 Unit dryer, 3 unit deporasi
gliserin, 2 unit genset
 Seluruh sumber emisi sudah dipantau
2. Ketaatan terhadap pelaporan 100% Semua parameter dari hasil
pemantauan semua sumber emisi
sudah dilaporkan sesuai peraturan
3. Ketaatan terhadap parameter Baku
Mutu Emisi
100% Parameter yang dipantau dari semua
sumber emisi sudah sesuai peraturan
4. Ketaatan terhadap pemenuhan Baku
Mutu Emisi
100% Hasil pemantauan emisi seluruh sumber
emisi telah memenuhi baku mutu emisi
5. Ketaatan terhadap ketentuan Teknis
yang dipersyaratkan
Taat
Semua cerobong sudah dilengkapi
dengan sarana dan prasarana sampling
112
C. Perhitungan Beban Pencemaran Udara (Ton/periode)
No Parameter Beban Emisi
E. Ringkasan Penaatan Pengendalian Pencemaran Udara
Selama periode penilaian dalam pengendalian pencemaran udara, perusahaan taat terhadap pemenuhan
titik penaatan pemantauan, pelaporan, parameter baku mutu, pemenuhan baku mutu dan ketentuan teknis
sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
F. Tindak Lanjut Yang Harus Dilakukan
1. Perusahaan wajib tetap melakukan pemantauan emisi Boiler, Heather yang aktif dengan parameter
dan frekuensi minimal 6 bulan sekali sesuai Peraturan Menteri Lingkungan Hidup nomor 07 tahun 2007.
2. Perusahaan wajib tetap melakukan pemantauan emisi genset dan dryer yang aktif dengan parameter
dan frekuensi sesuai peraturan yang berlaku.
3. Perusahaan wajib tetap menjaga kualitas emisinya sehingga memenuhi Baku Mutu sesuai dengan
peraturan yang berlaku.
4. Perusahaan wajib tetap melakukan pengukuran kualitas udara ambien sekurang-kurangnya 6 bulan
sekali sesuai dengan PP Nomor 41 Tahun 1999 tentang Pengendalian Pencemaran Udara.
5. Perusahaan wajib menyampaikan laporan tentang pengujian emisi udara dari semua sumber emisi dan
pengujian kualitas udara ambien sekurang-kurangnya enam bulan sekali kepada BLH Kabupaten Kutai
Kartanegara, BLH Provinsi Kalimantan Timur dan Kementerian Lingkungan Hidup.
IV. PENGELOLAAN LIMBAH BAHAN BERBAHAYA DAN BERACUN (LIMBAH B3)
A. Perizinan Pengelolaan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun
Pengelolaan
Limbah B3
Status
Perizinan
No. SK/ No. Surat
Masa
Berlaku
Keterangan
Penyimpanan
Sementara
√ SK Bupati XXX No. 03
tahun 2010, tanggal 9
Februari 2010
5 (lima)
tahun
Limbah B3 Campuran
SK Bupati XXX No. 186
Tahun 2011, tanggal 27
Januari 2011
Sludge IPAL dan Fly Ash
Pemanfaatan √ Surat Persetujuan Dep IV
Bidang Pengelolaan B3
dan LB3, No or: B-
6658/Dep.IV/LH/09/2010
1 (satu)
tahun
Uji Coba Pemanfaatan Sludge
IPAL Industri Pulp dan Kertas
Non Drinking Sebagai
Kompos,untuk mendapatkan
Standar Nasional Indonesia
(tidak melakukan
pemanfaatan sludge IPAL lagi
untuk kompos)
SK MENLH No. 230 tahun
2010, tanggal 27
September 2010.
5 (lima)
tahun
Pemanfaatan LB3 sludge IPAL
sebagai subtitusi bahan bakar
di multifuel boiler
SK MENLH No. 301 tahun
2011, tanggal 30
5 (lima)
tahun
Pemanfaatan limbah B3; fly
ash, bottom ash (slag batu
113
Desember 2011 bara), dreg dan grit sebagai
campuran bahan baku
pembuatan paving block,
coblock dan stabilisasi slab
Penimbunan/
landfill
√ SK MENLH No. 88 tahun
2012
5 (lima)
tahun
Penimbunan limbah dreg, grit
dan slag pada landfill kelas II
B. Kinerja Pengelolaan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun
(Neraca Limbah B3 Periode 1 Juli 20XX sampai dengan 30 Juni 20XX)
Jenis Limbah Satuan
Limbah
Dihasilkan
Limbah
Dikelola
Limbah
Belum
Dikelola
Perlakuan
A. Sumber Dari Proses Produksi
Sludge IPAL Ton 7,790.78 7,530.34 0 Dimanfaatkan sebagai bahan
bakar Multi Fuel Boiler
179.00 Dimanfaatkan untuk composting
sampai bulan September 2011
81.44 Disimpan di TPS LB3
Grits & dregs Ton 26,994.76 4,023.41 0 Dimanfaatkan untuk stabilized bed
22,971.35 Ditimbun di landfill
B. Sumber Dari Luar Proses Produksi
Oli bekas + solar
bekas
Ton 19.40 19.00 0 - Pengangkut : PT. YYY
Kode manifest: AAO
- Pengumpul & Pemanfaat :
PT. YYY
0.40 Disimpan di TPS LB3
Slag batubara Ton 1,574.80 267.82 0 Dimanfaatkan sesuai izin
1,306.98 Ditimbun di landfill
Fly ash boiler Ton 1,497.37 1,093.00 0 Dimanfaatkan untuk stabilized bed
404.37 Disimpan di TPS LB3
Aki bekas/
baterai bekas
Ton 1.4995 1.4995 0 - Pengangkut : PT. YYY
Kode manifest: OL
- Pengumpul & Pemanfaat:
PT. YYY
Limbah lab (vial
COD)
Ton 0.084 0.076 0 - Pengangkut: PT. YYY
Kode manifest: AAO
- Pengolah: PT. YYY
0.008 Disimpan di TPS LB3
Lampu merkuri
bekas
Ton 0.0124 0.0124 0 Disimpan di TPS LB3
Filter oli bekas Ton 1.80 1.80 0 - Pengangkut: PT. YYY
Kode manifest: AAO
- Pengumpul & Pemanfaat:
PT. YYY
Limbak klinis Ton 0 0 0 Tidak dihasilkan dalam periode
penilaian
Majun
terkontaminasi
Ton 0.95 0.90 0 - Pengangkut: PT. YYY
Kode manifest: AAO
- Pengumpul & Pemanfaat:
PT. Andhika Makmur Persada
0.05 Disimpan di TPS LB3
Toner bekas Ton 0.028 0.017 0 - Pengangkut : PT. YYY
Kode manifest: OL
114
- Pengolah: PT. YYY
0.011 Disimpan di TPS LB3
Selang hidrolik
terkontaminasi
oli
Ton 0.15 0.15 0 - Pengangkut: PT. YYY
Kode manifest: OL
- Pengumpul & Pemanfaat:
PT. YYY
Serbuk gergaji
(saw dust)
terkontaminasi
minyak kotor
Ton 2.80 2.80 0 - Pengangkut: PT. YYY
Kode manifest: AAO
- Pengolah: PT. YYY
Grease bekas Ton 0.20 0.20 0 Pengangkut: PT. YYY
Kode manifest: AAO
Bekas kemasan
bahan kimia
Ton 0.20 0.20 0 - Pengangkut: PT. YYY
Kode manifest: AAO
- Pengolah: PT. YYY
TOTAL Ton 37,898.33 37,898.33 0
Persentase % 100 0
Ket : 34.29% limbah B3 telah dimanfaatkan sesuai izin, 64.06% limbah B3 ditimbun di landfill yang
berizin, 0.11% limbah B3 telah diserahkan ke pihak ketiga, dan 1.54% limbah masih tersimpan
di TPS. Secara umum 100% limbah B3 sudah dikelola sesuai dengan peraturan yang berlaku
dan persyaratan dalam izin.
C. Penanganan Lahan / Tanah Terkontaminasi Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun
Pelaksanaan Penanganan Lahan/ Tanah
Terkontaminasi Limbah B3
Keterangan
Jenis dan jumlah limbah B3 yang diopen dumping - Sebutkan jenis limbah B3 yang diopen dumping
- Jelaskan perkiraan jumlah limbah B3 dan tanah
terkontaminasi yang diopen dumping (panajang
x lebar x tinggi)
Rencana pengelolaan lahan terkontaminasi limbah B3 - Jelaskan waktu pelaksanaan pemulihan lahan
terkontaminasi
- Jelaskan pengelolaan lanjut limbah B3 dan
tanah terkontaminasi yang diangkat
Kesesuaian rencana dengan pelaksanaan
pengelolaan lahan terkontaminasi limbah B3
- Jelaskan pelaksanaan pengelolaan lahan
terkontaminasi yang sesuai dengan
perencanaan
- Jelaskan pelaksanaan pengelolaan lahan
terkontaminasi (apakah sesuai atau tidak
sesuai dengan perencanaan)
Jumlah total limbah B3 dan tanah terkontaminasi yang
telah dilakukan pengelolaan
Sebutkan jumlah limbah B3 yang telah diangkat
(dalam ton)
Perlakuan pengelolaan terhadap limbah B3 dan tanah
terkontaminasi yang telah diangkat sesuai
perencanaan
Jelaskan perlakuan pengelolaan limbah B3 dan
tanah terkontaminasi yang telah diangkat
SSPLT (Surat Status Penyelesaian Lahan
Terkontaminasi)
Cantumkan nomor SSPLT dan tanggal diterbitkan
Ketentuan dalam SSPLT Memeriksa pelaksanaan ketentuan yang
dipersyaratkan dalam SSPLT
115
D. Penaatan terhadap Izin Pengelolaan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun
Pelaksanaan ketentuan
pengelolaan limbah B3
%
penaatan
Sudah
taat
Belum
taat
Keterangan
Penyimpanan Sementara 100 √ - - Kondisi fisik bangunan TPS sesuai dengan
ketentuan;
- Dilengkapi dengan sarana dan prasana yang
sesuai dengan ketentuan;
- Tata cara penyimpanan sesuai dengan
ketentuan;
- Semua limbah B3 teridentifikasi dan memiliki
tujuan akhir pengelolaan;
- Pelaporan dilakukan rutin 3 bulan sekali.
Pemanfaatan 100 √ - Telah memenuhi seluruh ketentuan dalam izin
dan peraturan pengelolaan limbah B3
P nimbunan 100 √ - Telah memenuhi seluruh ketentuan dalam izin
dan peraturan pengelolaan limbah B3
Penaatan terhadap izin
pengelolaan limbah B3
100
Ket: Penilaian penaatan terhadap izin pengelolaan limbah B3 dilakukan berdasarkan % penaatan
terendah pelaksanaan ketentuan Pengelolaan Limbah B3.
E. Penyerahan Pengelolaan Limbah B3 kepada Pihak Ketiga
Kriteria Taat Tidak taat Keterangan
Pihak ketiga penerima limbah B3
memiliki izin yang sesuai ketentuan
√ - Memiliki izin yang sesuai dan masih
berlaku, meme uhi persyaratan izin dan
mengelola limbah B3 sesuai izin.
Pengumpul memiliki kontrak kerjasama
dengan pengelola akhir limbah B3
Pengangkutan limbah B3 memenuhi
ketentuan yang berlaku
√ - Menggunakan manifest yang sesuai,
pengangkutan sesuai dengan rekome dasi
pengangkutan dari KLH, memiliki kontrak
kerjasama dengan pengolah atau
penimbun limbah B3
Manifest dan pengelolaan manifest
sesuai dengan ketentuan
√ - Menyampaikan manifest salinan #2 ke
KLH, menyimpan salinan manife t #3 dan
#7
F. Resume Penaatan
N . Aspek Pelaksanaan Pengelolaan Limbah B3 Taat Belum Taat Keterangan
1. a. Pendataan jenis dan volume limbah yang dihasilkan  -
b. Pelaporan  -
2. Status perizinan pengelolaan limbah B3  -
3. Pelaksanaan ketentuan dalam Izin 100% taat
i. Pemenuhan Ketentuan Teknis  -
j. Pemenuhan Baku Mutu Emisi  -
k. Pemenuhan Baku Mutu Air Limbah  -
l. Pemenuhan Pemanfaatan  -
4. Penanganan open dumping, pengelolaan tumpahan,
dan penanganan media terkontaminasi LB3
- -
h. Rencana pengelolaan - -
i. Pelaksanaan pengelolaan - -
j. Jumlah tanah terkontaminasi yang dikelola - -
116
5. Jumlah limbah B3 yang dikelola sesuai dengan
peraturan
 - 100% taat
6. Pengelolaan limbah B3 oleh pihak ke-3 dan
pengangkutan limbah B3
 -
7. Pengelolaan limbah B3 dengan cara tertentu (antara
lain : Dumping, Re-injeksi, dll)
- -
Kesimpulan Penaatan Pengelolaan Limbah Bahan
Berbahaya dan Beracun
 -
G. Kesimpulan
Perusahaan telah melakukan penaatan pengelolaan limbah B3 sesuai dengan ketentuan yang
berlaku dan persyaratan dalam izin.
H. Tindak Lanjut yang Harus Dilakukan
1. Tetap menjaga pemenuhan teknis TPS Limbah B3 sesuai dengan Kep-
01/BAPEDAL/09/1995.
2. Tetap memastikan pengelolaan limbah B3 ke pihak ketiga yang memiliki izin dan sesuai
dengan ketentuan yang berlaku.
3. Memprioritaskan upaya 3R (reuse, recycle, recovery) dalam pengelolaan limbah B3.
4. Tetap melakukan pencatatan (log book dan neraca) terhadap seluruh limbah B3 yang
dihasilkan.
5. Tetap melakukan pengelolaan lanjut limbah B3 yang dihasilkan sesuai dengan ketentuan
peraturan dalam pengelolaan limbah B3 dan persyaratan dalam izin.
6. Tetap melaporkan/menembuskan kegiatan pengelolaan limbah B3 sesuai dengan ketentuan
pengelolaan limbah B3 atau izin-izin yang dimiliki. Pelaporan atau tembusan laporan meliputi
data log book, neraca limbah B3, dan manifest salinan #2 yang disampaikan secara periodik
kepada Deputi IV MENLH Bidang Pengelolaan Bahan Berbahaya dan Beracun, Limbah
Bahan Berbahaya dan Beracun dan Sampah; d/a. : Gd. C Lt. 2, Jln. D.I. Panjaitan Kav.
24, Kebon Nanas, Jakarta Timur410, dengan tembusan ke BLH Provinsi XXX dan BLH
Kabupaten XXX.
V. PENGENDALIAN KERUSAKAN LINGKUNGAN
C. Rekapitulasi Penilaian
No. Tahapan Lokasi Nilai
Total
X ≥ 80 55 < x < 80 X ≤ 55 Keterangan
1. Pembersihan
Lahan
Lokasi 1 98 1 Taat
2. Penggalian
Tanah Penutup
Lokasi 1 81 1 Taat
3. Penambangan Lokasi 1 88 1 Taat
4. Penimbunan Lokasi 1 78 1 Tidak Taat
5. Pengupasan
Tanah Pucuk
Lokasi 1 98 1 Taat
6. Reklamasi Lokasi 1 88 1 Taat
117
7. Pembersihan
Lahan
Lokasi 2 100 1 Taat
8. Pengupasan
Tanah Pucuk
Lokasi 2 100 1 Taat
9. Penggalian
Tanah Penutup
Lokasi 2 81 1 Taat
10. Penambangan Lokasi 2 90 1 Taat
11. Penimbunan Lokasi 2 53 1 Taat
12. Reklamasi Lokasi 2 86 1 Taat
13. Pembersihan
Lahan
Lokasi 3 100 1 Taat
14. Pengupasan
Tanah Pucuk
Lokasi 3 100 1 Taat
15. Penggalian
Tanah Penutup
Lokasi 3 81 1 Taat
16. Penambangan Lokasi 3 73 1 Taat
17. Penimbunan Lokasi 3 83 1 Taat
18. Reklamasi Lokasi 3 86 1 Taat
19. Pembersihan
Lahan
Lokasi 4 98 1 Taat
20. Penimbunan Lokasi 4 91 1 Taat
21. Reklamasi Lokasi 4 100 1 Taat
22. Pengupasan
Tanah Pucuk
Lokasi 5 98 1 Taat
23. Penggalian
Tanah Penutup
Lokasi 5 91 1 Taat
24. Penambangan Lokasi 5 98 1 Taat
25. Pembersihan
Lahan
Lokasi 6 100 1 Taat
26. Pengupasan
Tanah Pucuk
Lokasi 6 100 1 Taat
27. Penggalian
Tanah Penutup
Lokasi 6 83 1 Taat
28. Penambangan Lokasi 6 88 1 Taat
29. Penimbunan Lokasi 6 83 1 Taat
30. Reklamasi Lokasi 6 88 1 Taat
JUMLAH DATA 30 27 2 1 Tidak Taat
Persentase 90% 6,67% 3,3% Tidak Taat
118
D. Ringkasan Penaatan Pengendalian Kerusakan Lahan
1. Pada aspek manajemen telah memenuhi semua ketentuan kriteria pengendalian kerusakan lingkungan
2. Untuk aspek Teknis:
a) Kriteria K3 (Potensi Longsor) terlihat longsoran batuan pada dinding yang ditinggal
b) Kriteria K4 (Potensi Pencemaran AAT) tidak mendapatkan nilai karena belum dilakukan upaya penanganan
batuan yang berpotensi membentuk air asam tambang.
c) Kriteria K5 (Erosi): terdapat indikasi adanya erosi didinding lereng penggalian tanah penutup
d) Kriteria K6 (Kebencanan); jauh dari pemukiman penduduk dan sarana vital lain/memiliki sistem tanggap
darurat (sarana, personil, SOP, dll
E. Tindaklanjut yang harus dilakukan
1. Mempertahankan kinerja terkait aspek manajemen
2. Melakukan pembenahan pada lereng-lereng yang tinggi atau sudutnya melebihi rekomendasi FS dan terlihat
adanya longsoran batuan didaerah tersebut.
3. Melakukan upaya penanganan batuan yang berpotensi pencemar dengan mengikuti langkah langkah sebagai
berikut ;
a) Identifikasi semua batuan limbah yang dihasilkan dari penambangan
b) Melakukan karakteristik batuan penutup tersebut, batuan potensi pembentuk AAT dan batuan tidak
berpotensi membentuk AAT
c) Memilih teknologi penanganan batuan potensi pembentuk AAT tersebut, untuk menghindari terbentuknya
AAT
4. Upaya Pengolahan AAT :
a) Melakukan pengumpulan AAT yang ada
b) Melakukan pengolahan air leachet (AAT) yang sudah terbentuk hingga memenuhi BMAL sebelum dibuang ke
lingkungan.
119
LAMPIRAN VII
FORMAT RAPORT FINAL
HASIL EVALUASI PENGAWASAN KINERJA PENAATAN
PROPER 20XX – 20XX
Nama Perusahaan : PT. XXX
Jenis Industri : XXX
Lokasi Kegiatan : KABUPATEN XXX, PROVINSI XXX
Peringkat :
KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP
20XX
120
A. Lampiran VII A. Format Raport Industri NON TAMBANG
HASIL EVALUASI PENGAWASAN KINERJA PENAATAN
Periode 1 Juli 20XX – 30 Juni 20XX
Nama Perusahaan : PT. XXX
Jenis Industri : XXX
Lokasi Kegiatan : KABUPATEN XXX, PROVINSI XXX
I. DOKUMEN LINGKUNGAN/IZIN LINGKUNGAN
No. Kewajiban penanggungjawab usaha sesuai
PP 27/2012
Penaatan Keterangan
1. Memiliki dokumen lingkungan/Izin Lingkungan. Taat Dokumen UKL-UPL Nomor :117/UKL-
UPL/2008 disetujui oleh Kepala Dinas
Lingkunga Hidup, Pertambangan dan
Energi Kabupaten XXX
2. Melaksanakan ketentuan dalam dokumen
lingkungan/izin lingkungan:
G. Deskripsi kegiatan (luas area dan
kapasitas produksi)
H. Pengelolaan lingkungan terutama
terutama aspek pengendalian
pencemaran air, pengendalian
pencemaran udara, dan Pengelolaan
LB3
Tidak Taat Belum melaksanakan ketentuan
secara rutin pelaksanaan UKL-UPL
3. Melaporkan pelaksanaan dokumen
lingkungan/izin lingkungan (terutama aspek
pengendalian pencemaran air, pengendalian
pencemaran udara, dan Pengelolaan LB3)
Tidak Taat Belum melaporkan secara rutin
pelaksanaan UKL-UPL
II. PENGENDALIAN PENCEMARAN AIR
A. Kewajiban Pengendalian Pencemaran Air
No. Pengelolaan Limbah Cair Penaatan Keterangan
1. Ketaatan terhadap Izin Tidak Taat Izin pembuangan No 660.31/2875/203.2/2010
namun sudah habis masa berlakunya pada
tanggal 29 Maret 2012 dan belum memperpanjang
2. Ketaatan terhadap titik
penaatan pemantauan
100% Perusahaan mempunyai satu titik outlet IPAL
sudah dilakukan pemantauan
3. Ketaatan terhadap parameter
Baku Mutu
100% Parameter yang dipantau sudah lengkap sesuai
dengan Permen LH No 04 Tahun 2010
4. Ketaatan terhadap pelaporan 87% Sepanjang masa evaluasi parameter TSS dua
bulan tidak dilaporkan
5. a. Ketaatan terhadap
pemenuhan Baku Mutu
87% Hasil swapantau yang dilaporkan memenuhi baku
mutu namun hasil pemantauan KLH melebihi baku
mutu > 500%BMAL untuk parameter minyak lemak
b. Pemenuhan Baku Mutu
berdasarkan Pemantauan
Tim PROPER
Taat Hasil Pemantauan Tim PROPER (KLH/Provinsi)
memenuhi Baku Mutu Air Limbah sesuai izin.
6. Ketaatan terhadap Ketentuan
Teknis
Tidak Taat Ditemukan bypass dari saluran sebelum masuk ke
kolam IPAL dan belum memasang alat ukur debit
121
G. Perhitungan Beban Pencemaran Air (Ton/Periode)
No Parameter Beban Inlet Beban Outlet
H. Ringkasan Penaatan Pengendalian Pencemaran Air
Berdasarkan hasil evaluasi pengendalian pencemaran air, perusahaan tidak taat terhadap izin,
pelaporan, pemenuhan bakumutu limbah dan ketentuan teknis, namun perusahaan taat terhadap titik
penaatan dan parameter baku mutu sesuai dengan peraturan perundangan lingkungan yang berlaku.
I. Tindak Lanjut Yang Harus Dilakukan
1. Perusahaan wajib segera menutup saluran bypass dari saluran sebelum masuk ke kolam IPAL
2. Perusahaan wajib segera mengajukan izin pembuangan air limbah kepada Bupati Kabupaten
XXX
3. Perusahaan wajib menjaga Kualitas air limbah melalui optimalisasi kinerja IPAL agar memenuhi
BMAL yang ditetapkan dan memenuhi persyaratan sebagaimana yang diatur dalam Peraturan XXX
tentang baku mutu air limbah bagi usaha dan/atau kegiatan industri XXX
4. Perusahaan wajib melakukan pengujian air limbah setiap bulan untuk setiap parameter yang
dipersyaratkan dalam baku mutu air limbah Industri XXX ,dan memeriksakannya kepada
laboratorium terakreditasi.
5. Perusahaan wajib memasang alat ukur debit dan melakukan pencatatan debit, /kuantitas
limbah harian, pH harian, serta produksi senyatanya bulanan.
6. Perusahaan wajib menyampaikan laporan tentang pH harian, debit/kuantitas air limbah harian,
kadar parameter mutu limbah cair dan produksi harian senyatanya, sekurang-kurangnya tiga bulan
sekali kepada BLH Kabupaten XXX, BLH Provinsi XXX dan Kementerian Lingkungan Hidup.
III. PENGENDALIAN PENCEMARAN UDARA
A. Kewajiban Pengendalian Pencemaran Udara
No. Pengendalian Pencemaran Udara Penaatan Keterangan
1. Ketaatan terhadap titik penaatan
pemantauan
100%  Sumber Emisi : 3 unit boiler, 1 unit
heather, 2 Unit dryer, 3 unit deporasi
gliserin, 2 unit genset
 Seluruh sumber emisi sudah dipantau
2. Ketaatan terhadap pelaporan 100% Semua parameter dari hasil
pemantauan semua sumber emisi
sudah dilaporkan sesuai peraturan
3. Ketaatan terhadap parameter Baku
Mutu Emisi
100% Parameter yang dipantau dari semua
sumber emisi sudah sesuai peraturan
4. Ketaatan terhadap pemenuhan Baku
Mutu Emisi
100% Hasil pemantauan emisi seluruh sumber
emisi telah memenuhi baku mutu emisi
5. Ketaatan terhadap ketentuan Teknis
yang dipersyaratkan
Taat
Semua cerobong sudah dilengkapi
dengan sarana dan prasarana sampling
122
B. Perhitungan Beban Pencemaran Udara (Ton/periode)
No Parameter Beban Outlet
C. Ringkasan Penaatan Pengendalian Pencemaran Udara
Selama periode penilaian dalam pengendalian pencemaran udara, perusahaan taat terhadap pemenuhan
titik penaatan pemantauan, pelaporan, parameter baku mutu, pemenuhan baku mutu dan ketentuan teknis
sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
D. Tindak Lanjut Yang Harus Dilakukan
1. Perusahaan wajib tetap melakukan pemantauan emisi Boiler, Heather yang aktif dengan parameter
dan frekuensi minimal 6 bulan sekali sesuai Peraturan Menteri Lingkungan Hidup nomor 07 tahun 2007.
2. Perusahaan wajib tetap melakukan pemantauan emisi genset dan dryer yang aktif dengan parameter
dan frekuensi sesuai peraturan yang berlaku.
3. Perusahaan wajib menjaga kualitas emisinya sehingga memenuhi Baku Mutu sesuai dengan peraturan
yang berlaku.
4. Perusahaan wajib tetap melakukan pengukuran kualitas udara ambien sekurang-kurangnya 6 bulan
sekali sesuai dengan PP Nomor 41 Tahun 1999 tentang Pengendalian Pencemaran Udara.
5. Perusahaan wajib menyampaikan laporan tentang pengujian emisi udara dari semua sumber emisi dan
pengujian kualitas udara ambien sekurang-kurangnya enam bulan sekali kepada BLH Kabupaten XXX,
BLH Provinsi XXX dan Kementerian Lingkungan Hidup.
IV. PENGELOLAAN LIMBAH BAHAN BERBAHAYA DAN BERACUN (LIMBAH B3)
A. Perizinan Pengelolaan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun
Pengelolaan
Limbah B3
Status
Perizinan
No. SK/ No. Surat
Masa
Berlaku
Keterangan
Penyimpanan
Sementara
√ SK Bupati XXX No. 03
tahun 2010, tanggal 9
Februari 2010
5 (lima)
tahun
Limbah 3 Campuran
SK Bupati XXX No. 186
Tahun 2011, tanggal 27
Januari 2011
Sludge IPAL dan Fly Ash
Pemanfaatan √ Surat Persetujuan Dep IV
Bidang Pengelolaan B3
dan LB3, No or: B-
6658/Dep.IV/LH/09/2010
1 (satu)
tahun
Uji Coba Pemanfaatan Sludge
IPAL Industri Pulp dan Kertas
Non Drinking Sebagai
Kompos,untuk mendapatkan
Standar Nasional Indonesia
(tidak melakukan pemanfaatan
sludge IPAL lagi untuk
kompos)
SK MENLH No. 230 tahun
2010, tanggal 27
September 2010.
5 (lima)
tahun
Pemanfaatan LB3 sludge IPAL
sebagai subtitusi bahan bakar di
multifuel boiler
SK MENLH No. 301 tahun
2011, tanggal 30
Desember 2011
5 (lima)
tahun
Pemanfaatan limbah B3; fly ash,
bottom ash (slag batu bara),
dreg dan grit sebagai campuran
bahan baku pembuatan paving
block, coblock dan stabilisasi
slab
123
Penimbunan/
landfill
√ SK MENLH No. 88 tahun
2012
5 (lima)
tahun
Penimbunan limbah dreg, grit
dan slag pada landfill kelas II
B. Kinerja Pengelolaan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun
(Neraca Limbah B3 Periode 1 Juli 2012 sampai dengan 30 Juni 2013)
Jenis Limbah Satuan
Limbah
Dihasilkan
Limbah
Dikelola
Limbah
Belum
Dikelola
Perlakuan
A. Sumber Dari Proses Produksi
Sludge IPAL Ton 7,790.78 7,530.34 0 Dimanfaatkan sebagai bahan bakar
Multi Fuel Boiler
179.00 Dimanfaatkan untuk composting
sampai bulan September 2011
81.44 Disimpan di TPS LB3
Grits & dregs Ton 26,994.76 4,023.41 0 Dimanfaatkan untuk stabilized bed
22,971.35 Ditimbun di landfill
B. Sumber Dari Luar Proses Produksi
Oli bekas + solar
bekas
Ton 19.40 19.00 0 - Pengangkut : PT. YYY
Kode manifest: AAO
- Pengumpul & Pemanfaat :
PT. YYY
0.40 Disimpan di TPS LB3
Slag batubara Ton 1,574.80 267.82 0 Dimanfaatkan sesuai izin
1,306.98 Ditimbun di landfill
Fly ash boiler Ton 1,497.37 1,093.00 0 Dimanfaatkan untuk stabilized bed
404.37 Disimpan di TPS LB3
Aki bekas/
baterai bekas
Ton 1.4995 1.4995 0 - Pengangkut : PT. YYY
Kode manifest: OL
- Pengumpul & Pemanfaat:
PT. YYY
Limbah lab (vial
COD)
Ton 0.084 0.076 0 - Pengangkut: PT. YYY
Kode manifest: AAO
- Pengolah: PT. YYY
0.008 Disimpan di TPS LB3
Lampu merkuri
bekas
Ton 0.0124 0.0124 0 Disimpan di TPS LB3
Filter oli bekas Ton 1.80 1.80 0 - Pengangkut: PT. YYY
Kode manifest: AAO
- Pengumpul & Pemanfaat:
PT. YYY
Limbak klinis Ton 0 0 0 Tidak dihasilkan dalam periode
penilaian
Majun
terkontaminasi
Ton 0.95 0.90 0 - Pengangkut: PT. YYY
Kode manifest: AAO
- Pengumpul & Pemanfaat:
PT. YYY
0.05 Disimpan di TPS LB3
Toner bekas Ton 0.028 0.017 0 - Pengangkut : PT. YYY
Kode manifest: OL
- Pengolah: PT. YYY
0.011 Disimpan di TPS LB3
Selang hidrolik
terkontaminasi
Ton 0.15 0.15 0 - Pengangkut: PT. YYY
Kode manifest: OL
124
oli - Pengumpul & Pemanfaat:
PT. YYY
Serbuk gergaji
(saw dust)
terkontaminasi
minyak kotor
Ton 2.80 2.80 0 - Pengangkut: PT. YYY
Kode manifest: AAO
- Pengolah: PT. YYY
Grease bekas Ton 0.20 0.20 0 Pengangkut: PT. YYY
Kode manifest: AAO
Bekas kemasan
bahan kimia
Ton 0.20 0.20 0 - Pengangkut: PT. YYY
Kode manifest: AAO
- Pengolah: PT. YYY
TOTAL Ton 37,898.33 37,898.33 0
Persentase % 100 0
Ket : 34.29% limbah B3 telah dimanfaatkan sesuai izin, 64.06% limbah B3 ditimbun di landfill yang
berizin, 0.11% limbah B3 telah diserahkan ke pihak ketiga, dan 1.54% limbah masih tersimpan
di TPS. Secara umum 100% limbah B3 sudah dikelola sesuai dengan peraturan yang berlaku
dan persyaratan dalam izin.
C. Penanganan Lahan / Tanah Terkontaminasi Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun
Pelaksanaan Penanganan Lahan/ Tanah
Terkontaminasi Limbah B3
Keterangan
Jenis dan jumlah limbah B3 yang diopen dumping - Sebutkan jenis limbah B3 yang diopen dumping
- Jelaskan perkiraan jumlah limbah B3 dan tanah
terkontaminasi yang diopen dumping (panajang
x lebar x tinggi)
Rencana pengelolaan lahan terkontaminasi limbah B3 - Jelaskan waktu pelaksanaan pemulihan lahan
terkontaminasi
- Jelaskan pengelolaan lanjut limbah B3 dan
tanah terkontaminasi yang diangkat
Kesesuaian rencana dengan pelaksanaan
pengelolaan lahan terkontaminasi limbah B3
- Jelaskan pelaksanaan pengelolaan lahan
terkontaminasi yang sesuai dengan
perencanaan
- Jelaskan pelaksanaan pengelolaan lahan
terkontaminasi (apakah sesuai atau tidak sesuai
dengan perencanaan)
Jumlah total limbah B3 dan tanah terkontaminasi yang
telah dilakukan pengelolaan
Sebutkan jumlah limbah B3 yang telah diangkat
(dalam ton)
Perlakuan pengelolaan terhadap limbah B3 dan tanah
terkontaminasi yang telah diangkat sesuai
perencanaan
Jelaskan perlakuan pengelolaan limbah B3 dan
tanah terkontaminasi yang telah diangkat
SSPLT (Surat Status Penyelesaian Lahan
Terkontaminasi)
Cantumkan nomor SSPLT dan tanggal diterbitkan
Ketentuan dalam SSPLT Memeriksa pelaksanaan ketentuan yang
dipersyaratkan dalam SSPLT
D. Penaatan terhadap Izin Pengelolaan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun
Pelaksanaan ketentuan
pengelolaan limbah B3
%
penaatan
Sudah
taat
Belum
taat
Keterangan
Penyimpanan Sementara 100 √ - - Kondisi fisik bangunan TPS sesuai dengan
ketentuan;
- Dilengkapi dengan sarana dan prasana
yang sesuai dengan ketentuan;
- Tata cara penyimpanan sesuai dengan
125
ketentuan;
- Semua limbah B3 teridentifikasi dan
memiliki tujuan akhir pengelolaan;
- Pelaporan dilakukan rutin 3 bulan sekali.
Pemanfaatan 100 √ - Telah memenuhi seluruh ketentuan dalam izin
dan peraturan pengelolaan limbah B3
Penimbunan 100 √ - Telah memenuhi seluruh ketentuan dalam izin
dan peraturan pengelolaan limbah B3
Penaatan terhadap izin
pengelolaan limbah B3
100
Ket: Penilaian penaatan terhadap izin pengelolaan limbah B3 dilakukan berdasarkan % penaatan
terendah pelaksanaan ketentuan Pengelolaan Limbah B3.
E. Penyerahan Pengelolaan Limbah B3 kepada Pihak Ketiga
Kriteria Taat Tidak taat Keterangan
Pihak ketiga penerima limbah B3
memiliki izin yang sesuai ketentuan
√ - Memiliki izin yang sesuai dan masih
berlaku, memenuhi persyaratan izin dan
mengelola limbah B3 sesuai izin.
Pengumpul memiliki kontrak kerjasama
dengan pengelola akhir limbah B3
Pengangkutan limbah B3 memenuhi
ketentuan yang berlaku
√ - Menggunakan manifest yang sesuai,
pengangkutan sesuai dengan rekomendasi
pengangkutan dari KLH, memiliki kontrak
kerjasama dengan pengolah atau
penimbun limbah B3
Manifest dan pengelolaan manifest
sesuai dengan ketentuan
√ - Menyampaikan manifest salinan #2 ke
KLH, menyimpan salinan manife t #3 dan
#7
F. Resume Penaatan
No. Aspek Pelaksanaan Pengelolaan Limbah B3 Taat Belum Taat Keterangan
1. a. Pendataan jenis dan volume limbah yang dihasilkan  -
b. Pelaporan  -
2. Status perizinan pengelolaan limbah B3  -
3. Pelaksanaan ketentuan dalam Izin 100% taat
m. Pemenuhan Ketentuan Teknis  -
n. Pemenuhan Baku Mutu Emisi  -
o. Pemenuhan Baku Mutu Air Limbah  -
p. Pemenuhan Pemanfaatan  -
4. Penanganan open dumping, pengelolaan tumpahan,
dan penanganan media terkontaminasi LB3
- -
k. Rencana pengelolaan - -
l. Pelaksanaan pengelolaan - -
m. Jumlah tanah terkontaminasi yang dikelola - -
5. Jumlah limbah B3 yang dikelola sesuai dengan
peraturan
 - 100% taat
6. Pengelolaan limbah B3 oleh pihak ke-3 dan
pengangkutan limbah B3
 -
7. Pengelolaan limbah B3 dengan cara tertentu (antara
lain : Dumping, Re-injeksi, dll)
- -
Kesimpulan Penaatan Pengelolaan Limbah Bahan
Berbahaya dan Beracun
 -
126
G. Kesimpulan
Perusahaan telah melakukan penaatan pengelolaan limbah B3 sesuai dengan ketentuan yang
berlaku dan persyaratan dalam izin.
H. Tindak Lanjut yang Harus Dilakukan
1. Tetap menjaga pemenuhan teknis TPS Limbah B3 sesuai dengan Kep-01/BAPEDAL/09/1995.
2. Tetap memastikan pengelolaan limbah B3 ke pihak ketiga yang memiliki izin dan sesuai dengan
ketentuan yang berlaku.
3. Memprioritaskan upaya 3R (reuse, recycle, recovery) dalam pengelolaan limbah B3.
4. Tetap melakukan pencatatan (log book dan neraca) terhadap seluruh limbah B3 yang
dihasilkan.
5. Tetap melakukan pengelolaan lanjut limbah B3 yang dihasilkan sesuai dengan ketentuan
peraturan dalam pengelolaan limbah B3 dan persyaratan dalam izin.
6. Tetap melaporkan/menembuskan kegiatan pengelolaan limbah B3 sesuai dengan ketentuan
pengelolaan limbah B3 atau izin-izin yang dimiliki. Pelaporan atau tembusan laporan meliputi
data log book, neraca limbah B3, dan manifest salinan #2 yang disampaikan secara periodik
kepada Deputi IV MENLH Bidang Pengelolaan Bahan Berbahaya dan Beracun, Limbah
Bahan Berbahaya dan Beracun dan Sampah; d/a. : Gd. C Lt. 2, Jln. D.I. Panjaitan Kav. 24,
Kebon Nanas, Jakarta Timur410, dengan tembusan ke BLH Provinsi XXX dan BLH Kabupaten
XXX.
127
B. LAMPIRAN VII B. Format Raport Industri TAMBANG
HASIL EVALUASI PENGAWASAN KINERJA PENAATAN
Periode 1 Juli 20XX – 30 Juni 20XX
Nama Perusahaan : PT. TAMBANG XXX
Jenis Industri : Pertambangan Batubara
Lokasi Kegiatan : Kabupaten XXX, Provinsi XXX
I. DOKUMEN LINGKUNGAN/IZIN LINGKUNGAN
No. Kewajiban penanggungjawab usaha sesuai
PP 27/2012
Penaatan Keterangan
1. Memiliki dokumen lingkungan/Izin Lingkungan. Taat Dokumen UKL-UPL Nomor :117/UKL-
UPL/2008 disetujui oleh Kepala Dinas
Lingkunga Hidup, Pertambangan dan
Energi Kabupaten Lombok Timur
2. Melaksanakan ketentuan dalam dokumen
lingkungan/izin lingkungan:
I. Deskripsi kegiatan (luas area dan
kapasitas produksi)
J. Pengelolaan lingkungan terutama
terutama aspek pengendalian
pencemaran air, pengendalian
pencemaran udara, dan Pengelolaan
LB3
Tidak Taat Belum melaksanakan ketentuan
secara rutin pelaksanaan UKL-UPL
3. Melaporkan pelaksanaan dokumen
lingkungan/izin lingkungan (terutama aspek
pengendalian pencemaran air, pengendalian
pencemaran udara, dan Pengelolaan LB3)
Tidak Taat Belum melaporkan secara rutin
pelaksanaan UKL-UPL
II. PENGENDALIAN PENCEMARAN AIR
A. Kewajiban Pengendalian Pencemaran Air
No. Pengelolaan Limbah Cair Penaatan Keterangan
1. Ketaatan terhadap Izin Tidak Taat Izin pembuangan No 660.31/2875/203.2/2010
namun sudah habis masa berlakunya pada
tanggal 29 Maret 2012 dan belum memperpanjang
2. Ketaatan terhadap titik
penaatan pemantauan
100% Perusahaan mempunyai 10 (sepulu) titik outlet
IPAL dan seluruhnya sudah dilakukan pemantauan
3. Ketaatan terhadap parameter
Baku Mutu
100% Parameter yang dipantau sudah lengkap sesuai
dengan Kepmen LH No 113 Tahun 2003
4. Ketaatan terhadap pelaporan 83% Sepanjang masa evaluasi parameter TSS dua
bulan tidak dilaporkan
5. a. Ketaatan terhadap
pemenuhan Baku Mutu
80% Parameter TSS 2x melebihi Baku Mutu Air Limbah
Kepmen LH No 113 Tahun 2003
b. Pemenuhan Baku Mutu
berdasarkan Pemantauan
Tim PROPER
------ - Tidak dilakukan pengambilan sampel air limbah.
6. Ketaatan terhadap Ketentuan
Teknis
Tidak Taat Ditemukan bypass dari saluran sebelum masuk ke
kolam IPAL dan belum memasang alat ukur debit
128
B. Perhitungan Beban Pencemaran Air (Ton/Periode)
No Parameter Beban Inlet Beban Outlet
C. Ringkasan Penaatan Pengendalian Pencemaran Air
Berdasarkan hasil evaluasi pengendalian pencemaran air, perusahaan tidak taat terhadap izin,
pelaporan, pemenuhan bakumutu limbah dan ketentuan teknis, namun perusahaan taat terhadap titik
penaatan dan parameter baku mutu sesuai dengan peraturan perundangan lingkungan yang berlaku.
D. Tindak Lanjut Yang Harus Dilakukan
1. Perusahaan wajib segera menutup saluran bypass dari saluran sebelum masuk ke kolam IPAL
2. Perusahaan wajib segera mengurus izin pembuangan air limbah kepada Bupati Kabupaten
Kutai Kartanegara
3. Perusahaan wajib menjaga Kualitas air limbah melalui optimalisasi kinerja IPAL agar memenuhi
BMAL yang ditetapkan dan memenuhi persyaratan sebagaimana yang diatur dalam Keputusan
Menteri LH No 113 Tahun 2003 tentang baku mutu air limbah bagi usaha dan/atau kegiatan
Pertambangan Batubara
4. Perusahaan wajib melakukan pengujian air limbah setiap bulan untuk setiap parameter yang
dipersyaratkan dalam baku mutu air limbah kegiatan pertambangan batubara ,dan
memeriksakannya kepada laboratorium terakreditasi.
5. Perusahaan wajib memasang alat ukur debit dan melakukan pencatatan debit /kuantitas
limbah harian, pH harian, serta produksi senyatanya bulanan.
6. Perusahaan wajib menyampaikan laporan tentang pH harian, debit/kuantitas air limbah harian,
kadar parameter mutu limbah cair dan produksi harian senyatanya, sekurang-kurangnya tiga bulan
sekali kepada BLH Kabupaten XXX, BLH Provinsi XXX dan Kementerian Lingkungan Hidup.
III. PENGENDALIAN PENCEMARAN UDARA
A. Kewajiban Pengendalian Pencemaran Udara
No. Pengendalian Pencemaran Udara Penaatan Keterangan
1. Ketaatan terhadap titik penaatan
pemantauan
100%  Sumber Emisi : 3 unit boiler, 1 unit
heather, 2 Unit dryer, 3 unit deporasi
gliserin, 2 unit genset
 Seluruh sumber emisi sudah dipantau
2. Ketaatan terhadap pelaporan 100% Semua parameter dari hasil
pemantauan semua sumber emisi
sudah dilaporkan sesuai peraturan
3. Ketaatan terhadap parameter Baku
Mutu Emisi
100% Parameter yang dipantau dari semua
sumber emisi sudah sesuai peraturan
4. Ketaatan terhadap pemenuhan Baku
Mutu Emisi
100% Hasil pemantauan emisi seluruh sumber
emisi telah memenuhi baku mutu emisi
5. Ketaatan terhadap ketentuan Teknis
yang dipersyaratkan
Taat
Semua cerobong sudah dilengkapi
dengan sarana dan prasarana sampling
129
B. Perhitungan Beban Pencemaran Udara (Ton/periode)
No Parameter Beban Emisi
C. Ringkasan Penaatan Pengendalian Pencemaran Udara
Selama periode penilaian dalam pengendalian pencemaran udara, perusahaan taat terhadap pemenuhan
titik penaatan pemantauan, pelaporan, parameter baku mutu, pemenuhan baku mutu dan ketentuan teknis
sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
D. Tindak Lanjut Yang Harus Dilakukan
1. Perusahaan wajib tetap melakukan pemantauan emisi Boiler, Heather yang aktif dengan parameter dan
frekuensi minimal 6 bulan sekali sesuai Peraturan Menteri Lingkungan Hidup nomor 07 tahun 2007.
2. Perusahaan wajib tetap melakukan pemantauan emisi genset dan dryer yang aktif dengan parameter
dan frekuensi sesuai peraturan yang berlaku.
3. Perusahaan wajib tetap menjaga kualitas emisinya sehingga memenuhi Baku Mutu sesuai dengan
peraturan yang berlaku.
4. Perusahaan wajib tetap melakukan pengukuran kualitas udara ambien sekurang-kurangnya 6 bulan
sekali sesuai dengan PP Nomor 41 Tahun 1999 tentang Pengendalian Pencemaran Udara.
5. Perusahaan wajib menyampaikan laporan tentang pengujian emisi udara dari semua sumber emisi dan
pengujian kualitas udara ambien sekurang-kurangnya enam bulan sekali kepada BLH Kabupaten XXX,
BLH Provinsi XXX dan Kementerian Lingkungan Hidup.
IV. PENGELOLAAN LIMBAH BAHAN BERBAHAYA DAN BERACUN (LIMBAH B3)
A. Perizinan Pengelolaan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun
Pengelolaan
Limbah B3
Status
Perizinan
No. SK/ No. Surat
Masa
Berlaku
Keterangan
Penyimpanan
Sementara
√ SK Bupati XXX No. 03
tahun 2010, tanggal 9
Februari 2010
5 (lima)
tahun
Limbah B3 Campuran
SK Bupati XXX No. 186
Tahun 2011, tanggal 27
Januari 2011
Sludge IPAL dan Fly Ash
Pemanfaatan √ Surat Persetujuan Dep IV
Bidang Pengelolaan B3
dan LB3, No or: B-
66 8/Dep.IV/LH/09/2010
1 (satu)
tahun
Uji Coba Pemanfaatan Sludge
IPAL Industri Pulp dan Kertas
Non Drinking Sebagai
Kompos,untuk mendapatkan
Standar Nasional Indonesia
(tidak melakukan pemanfaatan
sludge IPAL lagi untuk
kompos)
SK MENLH No. 230 tahun
2010, tanggal 27
September 2010.
5 (lima)
tahun
Pemanfaatan LB3 sludge IPAL
sebagai subtitusi bahan bakar di
multifuel boiler
SK MENLH No. 301 tahun
2011, tanggal 30
Desember 2011
5 (lima)
tahun
Pemanfaatan limbah B3; fly ash,
bottom ash (slag batu bara),
dreg dan grit sebagai campuran
130
bahan baku pembuatan paving
block, coblock dan stabilisasi
slab
Penimbunan/
landfill
√ SK MENLH No. 88 tahun
2012
5 (lima)
tahun
Penimbunan limbah dreg, grit
dan slag pada landfill kelas II
B. Kinerja Pengelolaan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun
(Neraca Limbah B3 Periode 1 Juli 20XX sampai dengan 30 Juni 20XX)
Jenis Limbah Satuan
Limbah
Dihasilkan
Limbah
Dikelola
Limbah
Belum
Dikelola
Perlakuan
A. Sumber Dari Proses Produksi
Sludge IPAL Ton 7,790.78 7,530.34 0 Dimanfaatkan sebagai bahan bakar
Multi Fuel Boiler
179.00 Dimanfaatkan untuk composting
sampai bulan September 2011
81.44 Disimpan di TPS LB3
Grits & dregs Ton 26,994.76 4,023.41 0 Dimanfaatkan untuk stabilized bed
22,971.35 Ditimbun di landfill
B. Sumber Dari Luar Proses Produksi
Oli bekas + solar
bekas
Ton 19.40 19.00 0 - Pengangkut : PT. Shali Riau
Lestari
Kode manifest: AAO
- Pengumpul & Pemanfaat :
PT. Andhika Makmur Persada
0.40 Disimpan di TPS LB3
Slag batubara Ton 1,574.80 267.82 0 Dimanfaatkan sesuai izin
1,306.98 Ditimbun di landfill
Fly ash boiler Ton 1,497.37 1,093.00 0 Dimanfaatkan untuk stabilized bed
404.37 Disimpan di TPS LB3
Aki bekas/
baterai bekas
Ton 1.4995 1.4995 0 - Pengangkut : PT. YYY
Kode manifest: OL
- Pengumpul & Pemanfaat:
PT. YYY
Limbah lab (vial
COD)
Ton 0.084 0.076 0 - Pengangkut: PT. YYY
Kode manifest: AAO
- Pengolah: PT. YYY
0.008 Disimpan di TPS LB3
Lampu merkuri
bekas
Ton 0.0124 0.0124 0 Disimpan di TPS LB3
Filter oli bekas Ton 1.80 1.80 0 - Pengangkut: PT. YYY
Kode manifest: AAO
- Pengumpul & Pemanfaat:
PT. YYY
Limbak klinis Ton 0 0 0 Tidak dihasilkan dalam periode
penilaian
Majun
terkontaminasi
Ton 0.95 0.90 0 - Pengangkut: PT. YYY
Kode manifest: AAO
- Pengumpul & Pemanfaat:
PT. YYY
0.05 Disimpan di TPS LB3
Toner bekas Ton 0.028 0.017 0 - Pengangkut : PT. Indostar Cargo
Kode manifest: OL
131
- Pengolah: PT. YYY
0.011 Disimpan di TPS LB3
Selang hidrolik
terkontaminasi
oli
Ton 0.15 0.15 0 - Pengangkut: PT. YYY
Kode manifest: OL
- Pengumpul & Pemanfaat:
PT. YYY
Serbuk gergaji
(saw dust)
terkontaminasi
minyak kotor
Ton 2.80 2.80 0 - Pengangkut: PT. YYY
Kode manifest: AAO
- Pengolah: PT. YYY
Grease bekas Ton 0.20 0.20 0 Pengangkut: PT. YYY
Kode manifest: AAO
Bekas kemasan
bahan kimia
Ton 0.20 0.20 0 - Pengangkut: PT. YYY
Kode manifest: AAO
- Pengolah: PT. YYY
TOTAL Ton 37,898.33 37,898.33 0
Persentase % 100 0
Ket : 34.29% limbah B3 telah dimanfaatkan sesuai izin, 64.06% limbah B3 ditimbun di landfill yang
berizin, 0.11% limbah B3 telah diserahkan ke pihak ketiga, dan 1.54% limbah masih tersimpan
di TPS. Secara umum 100% limbah B3 sudah dikelola sesuai dengan peraturan yang berlaku
dan persyaratan dalam izin.
C. Penanganan Lahan / Tanah Terkontaminasi Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun
Pelaksanaan Penanganan Lahan/ Tanah
Terkontaminasi Limbah B3
Keterangan
Jenis dan jumlah limbah B3 yang diopen dumping - Sebutkan jenis limbah B3 yang diopen dumping
- Jelaskan perkiraan jumlah limbah B3 dan tanah
terkontaminasi yang diopen dumping (panajang
x lebar x tinggi)
Rencana pengelolaan lahan terkontaminasi limbah B3 - Jelaskan waktu pelaksanaan pemulihan lahan
terkontaminasi
- Jelaskan pengelolaan lanjut limbah B3 dan
tanah terkontaminasi yang diangkat
Kesesuaian rencana dengan pelaksanaan
pengelolaan lahan terkontaminasi limbah B3
- Jelaskan pelaksanaan pengelolaan lahan
terkontaminasi yang sesuai dengan
perencanaan
- Jelaskan pelaksanaan pengelolaan lahan
terkontaminasi (apakah sesuai atau tidak sesuai
dengan perencanaan)
Jumlah total limbah B3 dan tanah terkontaminasi yang
telah dilakukan pengelolaan
Sebutkan jumlah limbah B3 yang telah diangkat
(dalam ton)
Perlakuan pengelolaan terhadap limbah B3 dan tanah
terkontaminasi yang telah diangkat sesuai
perencanaan
Jelaskan perlakuan pengelolaan limbah B3 dan
tanah terkontaminasi yang telah diangkat
SSPLT (Surat Status Penyelesaian Lahan
Terkontaminasi)
Cantumkan nomor SSPLT dan tanggal diterbitkan
Ketentuan dalam SSPLT Memeriksa pelaksanaan ketentuan yang
dipersyaratkan dalam SSPLT
D. Penaatan terhadap Izin Pengelolaan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun
Pelaksanaan ketentuan
pengelolaan limbah B3
%
penaatan
Sudah
taat
Belum
taat
Keterangan
Penyimpanan Sementara 100 √ - - Kondisi fisik bangunan TPS sesuai dengan
132
ketentuan;
- Dilengkapi dengan sarana dan prasana yang
sesuai dengan ketentuan;
- Tata cara penyimpanan sesuai dengan
ketentuan;
- Semua limbah B3 teridentifikasi dan memiliki
tujuan akhir pengelolaan;
- Pelaporan dilakukan rutin 3 bulan sekali.
Pemanfaatan 100 √ Telah memenuhi seluruh ketentuan dalam izin
dan peraturan pengelolaan limbah B3
Penimbunan 100 √ - Telah memenuhi seluruh ketentuan dalam izin
dan peraturan pengelolaan limbah B3
Penaatan terhadap izin
pengelolaan limbah B3
100
Ket: Penilaian penaatan terhadap izin pengelolaan limbah B3 dilakukan berdasarkan % penaatan
terendah pelaksanaan ketentuan Pengelolaan Limbah B3.
E. Penyerahan Pengelolaan Limbah B3 kepada Pihak Ketiga
Kriteria Taat Tidak taat Keterangan
Pihak ketiga penerima limbah B3
memiliki izin yang sesuai ketentuan
√ - Memiliki izin yang sesuai an masih
berlaku, memenuhi persyaratan izin dan
mengelola limbah B3 sesuai izin.
Pengumpul memiliki kontrak kerjasama
dengan pengelola akhir limbah B3
Pengangkutan limbah B3 memenuhi
ketentuan yang berlaku
√ - Menggunakan manifest yang sesuai,
pengangkut n sesuai dengan rekomendasi
pengangkutan dari KLH, memiliki kontrak
kerjasama dengan pengolah atau
penimbun limbah B3
Manifest dan pengelolaan manifest
sesuai dengan ketentuan
√ - Menyampaikan manifest salinan #2 ke
KLH, menyimpan salinan manife t #3
dan #7
F. Resume Penaatan
No. Aspek Pelaksanaan Pengelolaan Limbah B3 Taat Belum Taat Keterangan
1. a. Pendataan jenis dan volume limbah yang dihasilkan  -
b. Pelaporan  -
2. Status perizinan pengelolaan limbah B3  -
3. Pelaksanaan ketentuan dalam Izin 100% taat
q. Pemenuhan Ketentuan Teknis  -
r. Pemenuhan Baku Mutu Emisi  -
s. Pemenuhan Baku Mutu Air Limbah  -
t. Pemenuhan Pemanfaatan  -
4. Penanganan open dumping, pengelolaan tumpahan,
dan penanganan media terkontaminasi LB3
- -
n. Rencana pengelolaan - -
o. Pelaksanaan pengelolaan - -
p. Jumlah tanah terkontaminasi yang dikelola - -
5. Jumlah limbah B3 yang dikelola sesuai dengan
peraturan
 - 100% taat
6. Pengelolaan limbah B3 oleh pihak ke-3 dan
pengangkutan limbah B3
 -
7. Pengelolaan limbah B3 dengan cara tertentu (antara - -
133
lain : Dumping, Re-injeksi, dll)
Kesimpulan Penaatan Pengelolaan Limbah Bahan
Berbahaya dan Beracun
 -
G. Kesimpulan
Perusahaan telah melakukan penaatan pengelolaan limbah B3 sesuai dengan ketentuan yang
berlaku dan persyaratan dalam izin.
H. Tindak Lanjut yang Harus Dilakukan
1. Tetap menjaga pemenuhan teknis TPS Limbah B3 sesuai dengan Kep-01/BAPEDAL/09/1995.
2. Tetap memastikan pengelolaan limbah B3 ke pihak ketiga yang memiliki izin dan sesuai dengan
ketentuan yang berlaku.
3. Memprioritaskan upaya 3R (reuse, recycle, recovery) dalam pengelolaan limbah B3.
4. Tetap melakukan pencatatan (log book dan neraca) terhadap seluruh limbah B3 yang
dihasilkan.
5. Tetap melakukan pengelolaan lanjut limbah B3 yang dihasilkan sesuai dengan ketentuan
peraturan dalam pengelolaan limbah B3 dan persyaratan dalam izin.
6. Tetap melaporkan/menembuskan kegiatan pengelolaan limbah B3 sesuai dengan ketentuan
pengelolaan limbah B3 atau izin-izin yang dimiliki. Pelaporan atau tembusan laporan meliputi
data log book, neraca limbah B3, dan manifest salinan #2 yang disampaikan secara periodik
kepada Deputi IV MENLH Bidang Pengelolaan Bahan Berbahaya dan Beracun, Limbah
Bahan Berbahaya dan Beracun dan Sampah; d/a. : Gd. C Lt. 2, Jln. D.I. Panjaitan Kav. 24,
Kebon Nanas, Jakarta Timur410, dengan tembusan ke BLH Provinsi XXX dan BLH Kabupaten
XXX.
V. PENGENDALIAN KERUSAKAN LINGKUNGAN
A. Rekapitulasi Penilaian
No. Tahapan Lokasi Nilai
Total
X ≥ 80 55 < x < 80 X ≤ 55 Keterangan
1. Pembersiha
Lahan
Lokasi 1 98 1 Taat
2. Penggalian
Tanah Penutup
Lokasi 1 81 1 Taat
3. Penambangan Lokasi 1 88 1 Taat
4. Penimbunan Lokasi 1 78 1 Tidak Taat
5. Pengupasan
Tanah Pucuk
Lokasi 1 98 1 Taat
6. Reklamasi Lokasi 1 88 1 Taat
7. Pembersihan
Lahan
Lokasi 2 100 1 Taat
8. Pengupasan
Tanah Pucuk
Lokasi 2 100 1 Taat
9. Penggalian
Tanah Penutup
Lokasi 2 81 1 Taat
134
10. Penambangan Lokasi 2 90 1 Taat
11. Penimbunan Lokasi 2 53 1 Taat
12. Reklamasi Lokasi 2 86 1 Taat
13. Pembersihan
Lahan
Lokasi 3 100 1 Taat
14. Pengupasan
Tanah Pucuk
Lokasi 3 100 1 Taat
15. Penggalian
Tanah Penutup
Lokasi 3 81 1 Taat
16. Penambangan Lokasi 3 73 1 Taat
17. Penimbunan Lokasi 3 83 1 Taat
18. Reklamasi Lokasi 3 86 1 Taat
19. Pembersihan
Lahan
Lokasi 4 98 1 Taat
20. Penimbunan Lokasi 4 91 1 Taat
21. Reklamasi Lokasi 4 100 1 Taat
22. Pengupasan
Tanah Pucuk
Lokasi 5 98 1 Taat
23. Penggalian
Tanah Penutup
Lokasi 5 91 1 Taat
24. Penambangan Lokasi 5 98 1 Taat
25. Pembersihan
Lahan
Lokasi 6 100 1 Taat
26. Pengupasan
Tanah Pucuk
Lokasi 6 100 1 Taat
27. Penggalian
Tanah Penutup
Lokasi 6 83 1 Taat
28. Penambangan Lokasi 6 88 1 Taat
29. Penimbunan Lokasi 6 83 1 Taat
30. Reklamasi Lokasi 6 88 1 Taat
JUMLAH DATA 30 27 2 1 Tidak Taat
Persentase 90% 6,67% 3,3% Tidak Taat
B. Ringkasan Penaatan Pengendalian Kerusakan Lahan
1. Pada aspek manajemen telah memenuhi semua ketentuan kriteria pengendalian kerusakan lingkungan
2. Untuk aspek Teknis:
a) Kriteria K3 (Potensi Longsor) terlihat longsoran batuan pada dinding yang ditinggal
b) Kriteria K4 (Potensi Pencemaran AAT) tidak mendapatkan nilai karena belum dilakukan upaya penanganan
batuan yang berpotensi membentuk air asam tambang.
c) Kriteria K5 (Erosi): terdapat indikasi adanya erosi didinding lereng penggalian tanah penutup
d) Kriteria K6 (Kebencanan); jauh dari pemukiman penduduk dan sarana vital lain/memiliki sistem tanggap
darurat (sarana, personil, SOP, dll
135
c. Tindaklanjut yang harus dilakukan
1. Mempertahankan kinerja terkait aspek manajemen
2. Melakukan pembenahan pada lereng-lereng yang tinggi atau sudutnya melebihi rekomendasi FS dan terlihat
adanya longsoran batuan didaerah tersebut.
3. Melakukan upaya penanganan batuan yang berpotensi pencemar dengan mengikuti langkah langkah sebagai
berikut ;
a) Identifikasi semua batuan limbah yang dihasilkan dari penambangan
b) Melakukan karakteristik batuan penutup tersebut, batuan potensi pembentuk AAT dan batuan tidak berpotensi
membentuk AAT
c) Memilih teknologi penanganan batuan potensi pembentuk AAT tersebut, untuk menghindari terbentuknya AAT
4. Upaya Pengolahan AAT :
a) Melakukan pengumpulan AAT yang ada
b)Melakukan pengolahan air leachet (AAT) yang sudah terbentuk hingga memenuhi BMAL sebelum dibuang ke
lingkungan.
136
LAMPIRAN VIII
LAMPIRAN LAPORAN DEKONSENTRASI PROPER
VIII. 1. Lampiran 1 Laporan Dekonsentrasi PROPER 20xx-20xx Rekapitulasi Identitas Perusahaan
No Nama Perusahaan Sektor Sub Sektor Kab/Kota
Koordinat Kapasitas Produksi
BT LU/LS Terpasang Aktual Satuan
1
2
3
4
5
6
7
8
9
dst
VIII. 2. Lampiran 2 Laporan Dekonsentrasi PROPER 20xx-20xx
(Berupa kumpulan Berita Acara Pengawasan)
LAMPIRAN 1
LAPORAN DEKONSENTRASI PROPER 20XX-20XX
REKAPITULASI IDENTITAS PERUSAHAAN
137
VIII. 3.a. Lampiran 3.a Laporan Dekonsentrasi PROPER 20xx-20xx Rekapitulasi Beban Pencemaran Air
No Nama Perusahaan
Sub Sektor Kab/Kota
Badan Air
Penerima
Memiliki
IPAL
Total Beban (Ton/Periode)
COD BOD TSS M&L Lain2 ....
1
2
3
4
5
6
7
dst
VIII. 3.b Lampiran 3.b. Laporan Dekonsentrasi PROPER 20xx-20xx Rekapitulasi Baban Pencemaran Udara
No Nama Perusahaan Sub Sektor Kab/Kota
Beban Emisi (Ton/Periode)
CO2 Sox Nox Partikulat
1
2
3
4
dst
LAMPIRAN 3 a
LAPORAN DEKONSENTRASI PROPER 20XX-20XX
REKAPITULASI BEBAN PENCEMARAN AIR
LAMPIRAN 3 b
LAPORAN DEKONSENTRASI PROPER 20XX-20XX
REKAPITULASI BEBAN PENCEMARAN UDARA
138
VIII. 3.c. Lampiran 3.c. Laporan Dekonsentrasi PPROPER 20xx-20xx Rekapitulasi Beban Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3)
No
Nama
Perusahaan
Sub Sektor Kab/Kota
Beban Limbah B3 (Ton/Periode)
Dihasilkan
Disimpan
di TPS
Diserahkan
Pihak Ke-3
Dimanfaatkan
Diolah
Landfill Dumping
Insinerator Bioremediasi Solidifikasi Injeksi ANFO
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
VIII. 4. Lampiran 4 Laporan Dekonsentrasi PROPER 20xx-20xx
(Berupa kumpulan Rapor Final Perusahaan)
LAMPIRAN 3 c
LAPORAN DEKONSENTRASI PROPER 20XX-20XX
REKAPITULASI BEBAN LIMBAH BAHAN BERBAHAYA DAN BERACUN (B3)
139
VIII. 5. Lampiran 5. Laporan Dekonsentrasi PROPER 20xx-20xx Rekapitulasi Sumber Daya Manusia
No Nama Petugas PROPER
Kualifikasi
Status
Pendidikan Pelatihan
Lain-Lain
LAMPIRAN 5
LAPORAN DEKONSENTRASI PROPER 20XX-20XX
REKAPITULASI SUMBER DAYA MANUSIA

Petunjuk teknis dekon proper 2014

  • 1.
    0 Petunjuk Teknis 2014 ProgramPenilaian Peringkat Kinerja Perusahaan dalam Pengelolaan Lingkungan Hidup (PROPER) SEKRETARIAT PROPER KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP HIDUP
  • 2.
    1 Petunjuk Teknis ProgramPenilaian Peringkat Kinerja Perusahaan dalam Pengelolaan Lingkungan Hidup (PROPER) 2014
  • 3.
    2 DAFTAR ISI Daftar Isi BABI Pendahuluan ..................................................................... 4 A. Latar Belakang .................................................................... 4 B. Tujuan .................................................................................. 5 C. Ruang Lingkup ................................................................... 5 BAB II Mekanisme Pelaksanaan Proper Dekonsentrasi 2014... 6 BAB III Tahap Persiapan .............................................................. 9 A. Penyusunan Tim Pelaksana PROPER ............................ 9 B. Penguatan Kapasitas ......................................................... 9 C. Sosialisasi ............................................................................ 10 BAB IV Inspeksi Lapangan dan Supervisi ................................. 12 A. Pengumpulan Data Awal ................................................. 12 B. Pelaksanaan Inspeksi ........................................................ C. Penyusunan Berita Acara.................................................. 12 13 D. Penyusunan Laporan Inspeksi ........................................ 13 E. Supervisi ............................................................................. 15 BAB V Pemeringkatan .................................................................. 17 A. Penyusunan Hasil Evaluasi Kinerja Penaatan PROPER (Rapor) Sementara ............................................................. 17 B. Pemberitahuan Hasil Peringkat Sementara ................... 18 C. Sanggahan/Klarifikasi ...................................................... 18 D. Review hasil sanggahan oleh Dewan PROPER .............. 19 BAB VI Peningkatan KapasitasKabupaten/Kota ................... 20 BAB VII Jadwal Kegiatan Proper 2014 ....................................... 21 BAB VIII Evaluasi dan Pelaporan ................................................ LAMPIRAN I Format Berita Acara Hasil Pengawasan Proper. LAMPIRAN II Format Matriks Penaatan.................................... LAMPIRAN III Format Berita Acara Penolakan PROPER........ LAMPIRAN IV Contoh Hasil Analisis Laboratorium yang Terakreditasi ................................................................................... LAMPIRAN V Format Ringkasan Ketaatan Perusahaan.......... LAMPIRAN VI Format Rapor Sementara................................... LAMPIRAN VII Format Rapor Final........................................... LAMPIRAN VIII Format Lampiran Laporan Dekonsentrasi PROPER........................................................................................... 22 28 88 98 99 101 102 109 136
  • 4.
    3 KATA PENGANTAR Dengan mengucapkanpuji dan syukur kehadiran ALLAH SWT, Petunjuk Teknis Kegiatan Dekonsentrasi Pengawasan Pelaksanaan Pengelolaan Limbah B3, Pengelolaan Kualitas Air dan Udara Skala Nasional melalui Program PROPER, Tahun 2014 dapat kami susun tepat pada waktunya. Dalam rangka menjawab pengelolaan lingkungan yang lebih baik, Deputi Pengendalian Pencemaran Lingkungan mengupayakan perencanaan program dan kegiatan Pengawasan Pelaksanaan Pengelolaan Limbah B3, Pengelolaan Kualitas Air dan Udara Skala Nasional melalui Program PROPER, dapat dilaksanakan secara terarah dan terukur oleh Pemerintah Provinsi sesuai sasaran kinerja Kementerian Lingkungan Hidup. Petunjuk teknis ini diharapkan dapat digunakan oleh Pemerintah Provinsi dalam melaksanakan kegiatan dekonsentrasi di daerah dalam upaya meningkatkan ketaatan perusahaan terhadap lingkungan hidup dan menjaga agar pencemaran lingkungan hidup dapat dicegah sejak dini. Akhir kata kami berharap Petunjuk Teknis ini bermanfaat bagi para pihak dalam mengupayakan perbaikan kualitas lingkungan demi terwujudnya pembangunan yang berkelanjutan. Saran dan masukan terhadap Petunjuk Teknis ini akan sangat bermanfaat dalam meningkatkan kinerja PROPER. Jakarta, Februari 2014 Deputi MENLH Bidang Pengendalian Pencemaran Lingkungan M.R. Karliansyah
  • 5.
    4 BAB I PENDAHULUAN A. Latarbelakang Dekonsentrasi dan Tugas Perbantuan sebagai bagian dari sistem penyelenggaraan Pemerintahan di Indonesia, pada hakekatnya dimaknai sebagai bentuk kepedulian Pemerintah Pusat terhadap Daerah melalui pendelegasian kewenangan yang dimiliki dalam rangka mengurangi kesenjangan pembangunan antar daerah agar terpeliharanya keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Tujuan utama penyelenggaraan dekonsentrasi dan tugas perbantuan adalah untuk mempercepat kesejahteraan masyarakat di daerah, sebagaimana dimaksud dalam konsideran Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintah Daerah, serta penjelasan Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 2008 tentang Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan. Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan Antara Pemerintah, Pemerintahan Daerah Provinsi, dan Pemerintahan Daerah Kabupaten/Kota, telah menetapkan urusan bidang lingkungan hidup yang menjadi Kewenangan Pemerintah, Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kabupaten/Kota berdasarkan kriteria eksternal, akuntabilitas dan efisiensi. Dalam pelaksanaan urusan pemerintah di bidang lingkungan hidup, Menteri memandang perlu untuk menyelenggarakan dekonsentrasi bidang lingkungan hidup kepada Gubernur selaku wakil Pemerintah. Dekonsentrasi bidang lingkungan hidup tersebut diharapkan dapat meningkatkan kapasitas daerah dalam pengelolaan lingkungan hidup dan menjunjung pencapaian sasaran prioritas nasional yang termuat dalam Program Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan Hidup yang diukur berdasarkan indikator kinerja utama meningkatnya pengawasan ketaatan pengendalian pencemaran air limbah dan emisi; menurunnya pencemaran lingkungan pada air, udara, sampah, dan limbah B3; memastikan penghentian kerusakan lingkungan di daerah aliran sungai (DAS); tersedianya kebijakan di bidang perlindungan atmosfir dan pengendalian dampak perubahan iklim; dan meningkatnya kapasitas pengelolaan sumberdaya alam dan lingkungan hidup. Pengawasan pengendalian pencemaran air dan udara serta limbah B3 melalui mekanisme PROPER merupakan satu dari Program Nasional yang dilaksanakan secara dekonsentrasi. Untuk menstandarkan pelaksanaan dekonsentrasi tersebut perlu disusun petunjuk teknis yang akan menjadi acuan bagi Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Provinsi dalam melaksanakan lingkup penyelenggaraan dekonsentrasi bidang lingkungan hidup.
  • 6.
    5 B. Tujuan Tujuan petunjukteknis ini adalah untuk digunakan sebagai acuan bagi institusi pengelola lingkungan hidup tingkat Provinsi dalam melaksanakan tugas dekonsentrasi PROPER. C. Ruang Lingkup Petunjuk teknis dekonsentrasi ini memuat langkah-langkah dan standar teknis pelaksanaan PROPER di Provinsi. Petunjuk teknis terdiri dari BAB I Pendahuluan yang menjelaskan mekanisme umum Dekonsentrasi Pengawasan Pelaksanaan Pengelolaan Limbah B3, Pengelolaan Kualitas Air dan Udara Skala Nasional melalui PROPER. BAB II Mekanisme Pelaksanaan Dekonsentrasi Proper 2014, BAB III menjelaskan tentang langkah-langkah yang dilakukan untuk persiapan pelaksanaan PROPER. BAB IV menjelaskan tentang mekanisme dan prosedur pelaksanaan inspeksi lapangan dan supervisi. Langkah setelah inspeksi lapangan dan supervisi dijelaskan dalam BAB V tentang Pemeringkatan. Salah satu tugas dekonsentrasi adalah peningkatan kapasitas Kabupaten/Kota. Langkah-langkah peningkatan kapasitas di jelaskan pada Bab VI. Sedangkan Bab VII menjelaskan tentang Jadwal Pelaksanaan dan selanjutnya pada Bab VIII dijelaskan tentang Evaluasi & Pelaporan. Untuk kepraktisan buku ini, maka Lampiran-lampiran dipisahkan dari Buku Petunjuk Teknis.
  • 7.
    6 BAB II MEKANISME PELAKSANAANDEKONSENTRASI PROPER 2014 Pada periode penilaian PROPER tahun 2013-2014, Kementerian Lingkungan Hidup menargetkan akan melakukan evaluasi kinerja lingkungan terhadap 1911 perusahaan dengan ketentuan: a. 1087 perusahaan pengawasan penaatan dilakukan oleh 30 provinsi; b. 239 perusahaan pengawasan penaatan dilakukan oleh Kementerian Lingkungan Hidup; c. 585 perusahaan yang memperoleh peringkat taat dalam 3 periode PROPER terakhir, atau memperoleh peringkat lebih dari yang dipersyaratkan dalam 1 periode PROPER terakhir pengawasan penaatan dilakukan oleh Kementerian Lingkungan Hidup melalui mekanisme self assesment; d. Pengawasan dan usulan peringkat Biru, Merah dan Hitam dilakukan oleh 30 Provinsi dan Tim Teknis PROPER Kementerian Lingkungan Hidup; e. Penilaian Hijau dan Emas dilakukan oleh Tim Teknis PROPER Kementerian Lingkungan Hidup; f. Penetapan peringkat dilakukan oleh Menteri Lingkungan Hidup. Penetapan provinsi yang berperan serta pada pelaksanaan Dekonsentrasi PROPER 2014 telah ditentukan melalui Rapat Pertemuan dengan Kepala Badan Lingkungan Hidup Provinsi atau yang melawakili. Pada pertemuan tersebut telah disetujui jumlah dan nama perusahaan yang akan dilakukan pengawasan penaatan oleh 30 Provinsi. Untuk memperbaharui data perusahaan yang mutakhir, Deputi Bidang Pengendalian Pencemaran Lingkungan telah mengirimkan surat No. B-566 /Dep.II/LH/PDAL/01/ 2014 Perihal usulan peserta proper 2014. Seluruh provinsi telah memberikan respon dengan rekapitulasi jumlah industri yang diusulkan sebagai berikut: Tabel 1. Distribusi perusahaan peserta PROPER melalui mekanisme dekonsentrasi. No. PROVINSI JUMLAH 1 Aceh 14 2 Bali 25 3 Banten 80 4 Bengkulu 25 5 D.I. Yogyakarta 25 6 DKI Jakarta 58 7 Gorontalo 6 8 Jambi 35 9 Jawa Barat 80 10 Jawa Tengah 75 11 Jawa Timur 50 12 Kalimantan Barat 34 13 Kalimantan Selatan 26 14 Kalimantan Tengah 19 15 Kalimantan Timur 16
  • 8.
    7 No. PROVINSI JUMLAH 16Kep. Bangka Belitung 41 17 Kepulauan Riau 15 18 Lampung 72 19 Maluku 27 20 NTB 30 21 Papua Barat 8 22 Riau 52 23 Sulawesi Barat 6 24 Sulawesi Selatan 49 25 Sulawesi Tengah 24 26 Sulawesi Tenggara 15 27 Sulawesi Utara 40 28 Sumatera Barat 28 29 Sumatera Selatan 55 30 Sumatera Utara 57 TOTAL 1087 Keterangan : MPJ = Sektor Manufaktur Prasarana Jasa; PEM = Sektor Pertambangan Energi Migas; AGRO = Sektor Agroindustri Dekonsentrasi PROPER dilaksanakan dengan melaksanakan 4 tahapan pelaksanaan PROPER sebagai berikut : 1. Persiapan; 2. Inspeksi Lapangan dan Supervisi; 3. Pemeringkatan Penaatan; 4. Peningkatan Kapasitas. Gambar 1. Tahapan Pelaksanaan Dekonsentrasi PROPER 2014
  • 9.
    8 Dalam melaksanakan dekonsentrasiPROPER terdapat beberapa prinsip dasar yang digunakan sebagai pedoman pelaksanaannya. Salah satu prinsip dasar adalah pelaksanaan PROPER yang didekonsentrasikan kepada 31 Provinsi tersebut di atas, Kriteria Penilaian PROPER dan Mekanisme Pelaksanaan PROPER wajib mengikuti ketentuan PROPER Kementerian Lingkungan Hidup. Untuk menjamin kredibilitas dan akuntabilitas pelaksanaan PROPER, semua aparat yang terlibat dalam pelaksanaan PROPER wajib melaksanakan etika Pejabat Pengawas Lingkungan Hidup, yakni: 1. Menaati semua ketentuan disiplin dan sumpah pegawai negeri; 2. Menghindari setiap pertentangan kepentingan karena faktor finansial atau kepentingan lainnya yang berkaitan dengan hasil pengawasan; 3. Berkomunikasi secara sopan dan profesional dengan petugas dari penanggung jawab usaha dan/atau kegiatan; 4. Menguasai dan menerapkan konsep K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja) selama melaksanakan pengawasan; 5. Melaporkan fakta-fakta hasil pengawasan secara lengkap, akurat, dan obyektif; 6. Selalu berupaya meningkatkan pengetahuan profesional dan keterampilan teknis; 7. Berpenampilan pantas termasuk mengenakan pakaian dan peralatan pelindung untuk keselamatan kerja; 8. Melengkapi diri dengan peralatan yang diperlukan dalam pelaksanaan pengawasan yang mudah dibawa untuk menghindari hutang budi terhadap usaha dan atau kegiatan.
  • 10.
    9 BAB III TAHAP PERSIAPAN Tahappersiapan pada dasarnya adalah persiapan untuk melaksanakan kegiatan PROPER selanjutnya. Perangkat lunak seperti Kriteria Penilaian, perusahaan yang akan di PROPER, Sumberdaya manusia yang akan melaksanakan PROPER perlu disiapkan agar pelaksanaan PROPER sesuai dengan target dan jadwal yang ditetapkan. Adapun langkah-langkah tahap persiapan antara lain adalah: A. Penyusunan Tim Pelaksana PROPER Tahap pertama dalam persiapan pelaksanaan dekonsentrasi PROPER 2014 adalah melakukan penyusunan Tim Pelaksana PROPER Provinsi. Langkah-langkah penyusunan tim adalah sebagai berikut : 1. Kepala Institusi Lingkungan Hidup Provinsi menetapkan susunan Tim Pelaksana PROPER Provinsi dalam suatu surat keputusan dengan susunan sebagai berikut: a. Ketua Tim Pelaksana PROPER, adalah Kepala Bidang yang menangani pengawasan. b. Sekretariat Tim Pelaksana PROPER Provinsi: 1) Staf administrasi yang bertugas menyelesaikan urusan administrasi dan keuangan. 2) Tim Pengolah Data yang bertugas mengelola data hasil pengawasan lapangan dan menyiapkan Rapor, Tim Pengolah Data harus menguasai komputer terutama aplikasi Ms Word dan Ms Excel. c. Tim Inspeksi PROPER Provinsi, adalah pejabat pengawas lingkungan hidup daerah atau staf teknis yang memperoleh pelatihan pengawasan PROPER. d. Khusus untuk penilaian aspek kerusakan lingkungan kegiatan pertambangan dapat dilakukan bekerjasama dengan inspektur tambang pada instansi pertambangan Provinsi. 2. Kepala Intitusi Lingkungan Hidup Provinsi menyampaikan Surat Keputusan Tim Pelaksana PROPER Provinsi kepada Ketua Tim Teknis PROPER melalui Sekretariat PROPER Kementerian Lingkungan Hidup. B. Penguatan Kapasitas Dalam rangka menjaga kualitas pelaksanaan PROPER, maka sumberdaya manusia pelaksana harus memenuhi persyaratan kompetensi yang standar. Pelaksanaan penguatan kapasitas PROPER dilakukan kepada 30 Provinsi (Sulawesi Barat, Gorontalo, Aceh, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Sulawesi Tenggara, Kepulauan Riau, Papua Barat, Bali, Banten, Bengkulu,D.I. Yogyakarta, DKI Jakarta, Jambi, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan
  • 11.
    10 Selatan, Kep. BangkaBelitung, Lampung, Maluku, NTB, Riau, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah, Sulawesi Utara, Sumatera Barat, Sumatera Selatan, Sumatera Utara dan Papua. Untuk mencapai tujuan tersebut maka dilakukan penguatan kapasitas dan penyegaran dengan ketentuan: Penguatan Kapasitas Petugas Inspeksi PROPER Provinsi Sekretariat PROPER Provinsi menyelenggarakan penguatan kapasitas sumberdaya manusia kepada Petugas Inspeksi PROPER Provinsi atau Petugas Inspeksi Kabupaten/Kota dengan ketentuan : 1. Melibatkan Tim teknis PROPER Kementerian Lingkungan Hidup dalam pelaksanaan penguatan kapasitas PROPER. 2. Sekretariat PROPER Provinsi mengkoordinasikan pelaksanaan penguatan kapasitas dan menerbitkan sertifikat kelulusan penguatan kapasitas bagi Petugas Inspeksi PROPER Provinsi. 3. Sertifikat Petugas Inspeksi PROPER didasarkan atas uji kompetensi dan tingkat kehadiran peserta dalam kegiatan peningkatan kapasitas. 4. Petugas Inspeksi PROPER Provinsi yang telah memperoleh sertifikat dapat melakukan peningkatan kapasitas kepada Petugas Inspeksi PROPER Kabupaten/Kota dengan menggunakan muatan materi yang ditetapkan oleh Tim Teknis PROPER KLH. Output kegiatan: 1. Jumlah orang yang mengikuti penyegaran PROPER dan penguatan kapasitas; 2. Jumlah orang yang mendapat sertifikat penguatan kapasitas PROPER; 3. Laporan pelaksanaan kegiatan penguatan kapasitas PROPER; C. Sosialisasi Petugas Inspeksi PROPER Provinsi mengadakan sosialisasi PROPER kepada perusahaan dalam rangka menginformasikan keikutsertaan dan kriteria serta mekanisme PROPER dengan ketentuan : 1. Petugas Inspeksi PROPER Provinsi mengundang perusahaan peserta PROPER tahun 2013-2014 di wilayahnya. 2. Pelaksanaan Sosialisasi menggunakan narasumber dari Petugas Inspeksi PROPER Provinsi yang telah memiliki sertifikat penguatan kapasitas/PPLHD. 3. Tidak diperkenankan memungut anggaran dari perusahaan atau peserta untuk pelaksanaan sosialisasi. 4. Sekretariat PROPER Provinsi mendokumentasikan jumlah dan kehadiran/absensi perusahaan yang memperoleh sosialisasi, peserta sosialisasi dan menyelesaikan laporan pelaksanaan kegiatan sosialisasi. Petugas Inspeksi PROPER Provinsi dapat melaksanakan sosialisasi kepada pemangku kepentingan lain dalam rangka mendukung pelaksanaan PROPER
  • 12.
    11 melalui berbagai metodeseperti pencetakan dan penyebaran leaflet dan booklet, seminar dan workshop, dan kegiatan dengan media massa. Output: 1. Jumlah perusahaan yang memperoleh sosialisasi; 2. Jumlah peserta sosialisasi; 3. Laporan Pelaksanaan kegiatan sosialisasi.
  • 13.
    12 BAB IV INSPEKSI LAPANGANDAN SUPERVISI A. Pengumpulan Data Awal Pengumpulan data awal bertujuan mengumpulkan informasi awal, yang digunakan untuk menyusun strategi inspeksi lapangan. Persiapan yang baik dengan informasi awal yang lengkap merupakan faktor penentu utama pelaksanaan inspeksi yang efektif dan efisien. Pengumpulan data awal dilaksanakan dengan ketentuan : 1. Petugas Inspeksi PROPER Provinsi mengumpulkan data awal berupa : a. Berita Acara Hasil Pengawasan PROPER dan Hasil Evaluasi Kinerja Penaatan PROPER bagi perusahaan yang telah diperingkat periode penilaian sebelumnya. b. Laporan Pelaksanaan RKL/RPL atau UKL/UPL. c. Laporan Pelaksanaan Izin. d. Profil Perusahaan yang memuat informasi dasar seperti nama dan alamat perusahaan, kapasitas produksi atau jasa, proses produksi atau jasa, upaya pengendalian penemaran yang dilakukan dan upaya penanganan limbah B3. 2. Petugas Inspeksi PROPER Provinsi dapat mengumpulkan data dengan kuisioner untuk perusahaan baru dan menyampaikan hasil kuesioner kepada Sekretariat PROPER. Output: Data kuesioner yang telah diisi oleh perusahaan. B. Pelaksanaan inspeksi Dalam rangka pengambilan data sekunder dan primer Petugas Inspeksi PROPER Provinsi melakukan inspeksi lapangan dengan ketentuan: 1. Setiap Tim Inspeksi terdiri atas: a. Petugas Inspeksi PROPER Provinsi : 2 (dua) orang yang telah memperoleh sertifikat pelatihan PROPER dan/atau PPLHD; b. Petugas Inspeksi PROPER Kabupaten/Kota : 1 (satu) orang yang telah memperoleh sertifikat pelatihan PROPER dan/atau PPLHD. Untuk melakukan pengawasan Aspek Pengendalian Pencemaran Air, Pengendalian Pencemaran Udara dan Pengelolaan Limbah B3 serta pengendalian kerusakan lingkungan (khusus kegiatan pertambangan); 2. Ketua tim inspeksi Provinsi harus Pejabat Pengawas Lingkungan Hidup Daerah Provinsi, Pejabat Penyidik Pegawai Negeri Sipil Provinsi atau petugas inspeksi PROPER provinsi yang telah lulus penguatan kapasitas.
  • 14.
    13 3. Tim Inspeksilapangan harus dilengkapi dengan surat tugas dengan ketentuan: a. Nama petugas tim inspeksi lapangan harus sesuai dengan yang tercantum dalam SK Tim Inspeksi PROPER Provinsi. b. Nama petugas yang menandatangani Berita Acara Hasil Pengawasan PROPER harus sesuai dengan nama yang tercantum dalam surat tugas. 4. Pelaksanaan inspeksi yang dilakukan harus mengacu pada panduan inspeksi PROPER. 5. Pelaksanaan inspeksi dilaksanakan dengan jadwal sebagai berikut: a. Tahap I : April - Mei; b. Tahap II : Mei - Juli. 6. Pada setiap akhir tahap inspeksi, Petugas Inspeksi PROPER Provinsi sudah harus menyelesaikan inspeksi dengan target sebagai berikut : Tabel 2. Tahapan Inspeksi TAHAP INSPEKSI TARGET INSPEKSI KETERANGAN I 30 % II 100 % 7. Tim Pelaksana PROPER Provinsi wajib melaporkan kemajuan pelaksanaan inspeksi kepada Sekretariat PROPER Kementerian Lingkungan Hidup setiap bulan. 8. Pengujian sampel air limbah wajib dilakukan oleh laboratorium yang terakreditasi atau laboratorium yang ditunjuk oleh Gubernur. 9. Lokasi pengambilan sampel air limbah wajib dilakukan pada titik penaatan. 10. Seluruh biaya pelaksanaan inspeksi ditanggung oleh biaya APBN Kementerian Lingkungan Hidup melalui dana dekonsentrasi. C. Penyusunan Berita Acara 1. Pada akhir pengawasan harus disusun Berita Acara Hasil Pengawasan PROPER, yang didalamnya paling tidak memuat informasi : a. Halaman Berita Acara Pengawasan; b. Informasi umum usaha dan atau kegiatan yang dinilai; c. Bagian 1 memuat : 1) Kinerja penaatan dalam pengendalian pencemaran air dan data perhitungan beban pencemaran air; 2) Kinerja penaatan dalam pengendalian pencemaran udara dan data perhitungan beban pencemaran udara; 3) Kinerja penaatan pengendalian pencemaran air dan udara dihitung berdasarkan matriks penaatan; 4) Kinerja penaatan pengelolaan limbah B3; 5) Dokumen/Izin Lingkungan yang berkaitan dengan pengelolaan lingkungan;
  • 15.
    14 6) Kinerja penaatandalam pengendalian kerusakan lingkungan (khusus untuk kegiatan pertambangan); d. Bagian 2 memuat : 1) Foto-foto hasil pengawasan lapangan; 2) Lampiran data Swa Pantau yang dilaporkan usaha dan atau kegiatan yang dinilai; 3) Lampiran hasil Pengisian Daftar Isian penilaian Pengelolaan Limbah B3; 4) Lampiran hasil Pengisian Daftar Isian Penilaian Kriteria Potensi Kerusakan Lahan (khusus untuk kegiatan pertambangan). 2. Format Berita Acara Hasil Pengawasan PROPER sesuai lampiran I. 3. Kinerja penaatan pengendalian pencemaran air dan udara dihitung berdasarkan matriks penaatan sesuai lampiran II; 4. Jika perusahaan menolak untuk dilakukan pengawasan, Tim Inspeksi Lapangan wajib membuat Berita Acara Penolakan Pengawasan PROPER sesuai lampiran III. 5. Sekretariat PROPER Provinsi wajib mendokumentasikan secara sistematis Berita Acara Hasil Pengawasan PROPER dan Berita Acara Penolakan Pengawasan PROPER. Sekretariat PROPER Provinsi wajib mendokumentasikan Berita Acara Hasil Pengawasan PROPER dan Berita Acara Penolakan Pengawasan PROPER dalam bentuk data elektronik (scan) selain tetap mendokumentasikan berkas dalam bentuk manual (hard copy). 6. Berita Acara Hasil Pengawasan PROPER wajib disampaikan kepada Sekretariat PROPER Kementerian Lingkungan Hidup dapat berupa data elektronik (soft copy) maupun manual (hard copy). 7. Tim Teknis PROPER Kementerian Lingkungan Hidup mempunyai hak penuh untuk mengakses dokumentasi Berita Acara Hasil Pengawasan PROPER dan Berita Acara Hasil Pengawasan PROPER dan Berita Acara Penolakan Pengawasan PROPER. Output kegiatan: 1. Berita Acara Hasil Pengawasan PROPER atau Berita Acara Penolakan Pengawasan PROPER; 2. Foto-foto hasil pengawasan lapangan; 3. Data Swa Pantau (dalam form berita acara) yang dilaporkan usaha dan atau kegiatan yang dinilai; 4. Data hasil pengambilan sampel oleh instansi lingkungan hidup daerah; 5. Hasil Pengisian Daftar Isian penilaian Pengelolaan Limbah B3 (dalam form berita acara); 6. Hasil Pengisian Daftar Isian Penilaian Kriteria Potensi Kerusakan Lahan; 7. Data Perhitungan Beban Pencemaran.
  • 16.
    15 D. Penyusunan LaporanInspeksi Laporan inspeksi adalah laporan Tim Inspeksi lapangan kepada atasan masing- masing untuk melaporkan hasil pengawasannya sehingga atasan dapat segera mengambil tindakan jika ditemukan hasil pengawasan yang berpotensi atau telah melanggar peraturan lingkungan hidup dan berpotensi atau telah menyebabkan terjadinya pencemaran dan kerusakan lingkungan. Pada setiap akhir kunjungan inspeksi lapangan, petugas inspeksi wajib menyelesaikan laporan inspeksi berupa ringkasan ketaatan perusahaan dalam aspek pengendalian pencemaran air, pengendalian pencemaran udara, pengelolaan limbah B3, dan pengendalian kerusakan lingkungan (khusus kegiatan pertambangan) serta hal-hal yang perlu mendapat perhatian kepada atasan masing- masing dengan dilampiri oleh: a. Berita Acara Hasil Pengawasan PROPER. b. Foto-foto hasil pengawasan lapangan. c. Data Swapantau (dalam form berita acara) yang dilaporkan usaha dan atau kegiatan yang dinilai. d. Data hasil pengambilan sampel oleh Tim Pelaksana PROPER Provinsi1. e. Hasil Pengisian Daftar Isian penilaian Pengelolaan Limbah B3 (dalam form berita acara). f. Hasil Pengisian Daftar Isian Penilaian Kriteria Potensi Kerusakan Lahan. g. Data Perhitungan Beban Pencemaran. Laporan inspeksi wajib didokumentasikan oleh Sekretariat Tim Pelaksana PROPER Provinsi secara sistematis sehingga mudah ditelusuri. Tim Teknis PROPER Kementerian Lingkungan Hidup memiliki hak penuh untuk mengakses laporan inspeksi ini. Output Kegiatan: Dokumentasi laporan inspeksi lapangan E. Supervisi Kegiatan Supervisi dilakukan untuk merekapitulasi hasil inspeksi dan menyusun Draft Hasil Evaluasi Kinerja Penaatan PROPER Sementara. Supervisi dilaksanakan secara bertahap pada setiap akhir tahapan inspeksi lapangan dengan jadwal pelaksanaan sebagai berikut: Tabel 3. Tahapan Supervisi SUPERVISI TANGGAL Tahap I Mei Tahap II Juni dan Juli Pelaksanaan Supervisi dilakukan dengan tahapan sebagai berikut : 1 Karena proses analisis laboratorium biasanya memerlukan waktu 1 bulan, maka hasil analisis ini dapat disusulkan.
  • 17.
    16 1. Tim PelaksanaPROPER Provinsi menyiapkan materi supervisi sebagai berikut : a. Berita Acara Hasil Pengawasan PROPER dan Berita Acara Penolakan Pengawasan PROPER beserta lampirannya. b. Laporan hasil inspeksi. c. Data-data kualitas air limbah, emisi dan pengelolaan limbah B3. d. Draft Hasil Evaluasi Kinerja Penaatan PROPER Sementara. Format dan ketentuan tentang Draft Hasil Evaluasi Kinerja Penaatan PROPER Sementara mengacu kepada Sub Bab Penyusunan Hasil Evaluasi Kinerja Penaatan PROPER (Rapor) Sementara pada bagian selanjutnya petunjuk teknis ini. 2. Tim Teknis PROPER Kementerian Lingkungan Hidup melakukan supervisi terhadap proses penyusunan Draft Hasil Evaluasi Kinerja Penaatan PROPER Sementara. 3. Tim Pelaksana PROPER Provinsi bersama dengan Tim Teknis PROPER Kementerian Lingkungan Hidup menyusun Rekapitulasi Status Penaatan Awal Perusahaan (Lampiran V) dan Berita Acara Supervisi. 4. Tim Pelaksana PROPER Provinsi melaporkan hasil supervisi kepada Kepala Instansi Lingkungan Hidup Provinsi, sedangkan Tim Teknis PROPER Kementerian Lingkungan Hidup melaporkan hasil supervisi kepada Ketua Tim Teknis PROPER melalui Sekretariat PROPER Kementerian Lingkungan Hidup. 5. Sekretariat PROPER Provinsi dan Kementerian Lingkungan Hidup wajib mendokumentasikan Laporan Hasil Supervisi. Output kegiatan: 1. Kumpulan Hasil Inspeksi. 2. Draft Hasil Evaluasi Kinerja PenaatanPROPER Sementara. 3. Rekapitulasi Status Penaatan Awal Perusahaan 4. Berita Acara Supervisi.
  • 18.
    17 BAB V PEMERINGKATAN A. PenyusunanHasil Evaluasi Kinerja Penaatan PROPER (Rapor) Sementara Langkah pertama untuk pemeringkatan adalah penyusunan Rapor sementara. Pada tahapan ini sebenarnya adalah tahapan untuk memutakhirkan Draft Hasil Evaluasi Kinerja Penaatan PROPER Sementara yang telah disusun pada saat supervisi dengan memasukkan data-data pemantauan dan neraca limbah B3 yang terbaru. Adapun pelaksanaan penyusunan Rapor Sementara dilakukan dengan ketentuan : 1. Petugas inspeksi PROPER wajib menyelesaikan Rapor Sementara berdasarkan Berita Acara Hasil Pengawasan PROPER, foto-foto hasil pengawasan lapangan, Data Swa Pantau yang dilaporkan perusahaan, Data hasil pengambilan sampel oleh instansi lingkungan hidup, Hasil Pengisian Daftar Isian penilaian Pengelolaan Limbah B3, Hasil Pengisian Daftar Isian Penilaian Kriteria Potensi Kerusakan Lahan dan perbaikan yang telah dilakukan perusahaan dalam bentuk form Isian umum, Pengendalian Pencemaran Air, udara, dokumen/izin lingkungan dan Pengelolaan Limbah B3. 2. Rapor Sementara adalah penilaian sementara kinerja pengelolaan lingkungan aspek Pengendalian Pencemaran Air, Pengendalian Pencemaran Udara, Dokumen/izin lingkungan, Pengelolaan limbah B3 dan pengendalian kerusakan lahan (khusus kegiatan pertambangan) sesuai dengan kriteria penilaian PROPER. 3. Format Rapor Sementara yang memuat kinerja perusahaan dalam pengendalian pencemaran air, udara dan limbah B3 serta pengendalian kerusakan lingkungan (khusus kegiatan pertambangan) mengacu pada : a. Format Rapor Sementara yang ditetapkan oleh Tim Teknis; b. Dihitung dengan menggunakan matrik pengendalian pencemaran air dan udara sesuai lampiran II., dan pengelolaan limbah B3 4. Tim Pelaksana PROPER Provinsi kemudian menyusun status penaatan/peringkat awal perusahaan sesuai lampiran V, yang merupakan hasil rekapitulasi dari Rapor Sementara. 5. Tim Pelaksana PROPER Provinsi selanjutnya melaporkan secara tertulis hasil status penaatan / peringkat awal perusahaan kepada Kepala instansi lingkungan hidup Provinsi, untuk kemudian disampaikan kepada Sekretariat PROPER. 6. Tim Pelaksana PROPER Provinsi melakukan penyusunan Rapor Sementara sesuai Lampiran VI .
  • 19.
    18 7. Tim TeknisPROPER Kementerian Lingkungan Hidup melakukan supervisi kepada Tim Pelaksana PROPER Provinsi untuk memastikan kesesuaian Rapor Sementara dengan kriteria penilaian PROPER, validitas data dan menjamin kredibilitas pelaksanaan PROPER serta kesesuaian dengan jadwal pelaksanaan PROPER yang telah ditetapkan. 8. Tim Pelaksana PROPER Provinsi bersama dengan Tim Teknis PROPER Kementerian Lingkungan Hidup menyusun status penaatan/peringkat awal perusahaan, yang merupakan hasil rekapitulasi dari rapor sementara dan Berita Acara Penyusunan Peringkat Sementara. Output kegiatan: 1. Rapor Sementara hasil evaluasi pengawasan kinerja penaatan PROPER; 2. Rekapitulasi status penaatan; 3. Berita Acara Penyusunan Peringkat Sementara atau Berita Acara Supervisi; 4. Surat penyampaian status penaatan usaha dan atau kegiatan yang dinilai dan peringkat awal usaha dan atau kegiatan. B. Pemberitahuan hasil peringkat sementara Setelah Rapor Sementara diselesaikan, langkah selanjutnya adalah menyampaikan Rapor tersebut kepada perusahaan untuk memperoleh tanggapan. Langkah langkah untuk memberitahukan hasil peringkat sementara adalah sebagai berikut : 1. Kepala institusi lingkungan hidup Provinsi menyampaikan secara tertulis hasil status sementara penaatan Perusahaan beserta Rapor Sementara kepada Ketua Tim Teknis melalui Sekretariat PROPER bulan September. 2. Rapor Sementara disampaikan kepada Perusahaan pada bulan September 3. Pemberitahuan peringkat sementara secara tertulis ke Perusahaan dilakukan melalui surat Ketua Tim Teknis PROPER. 4. Tim Pelaksana PROPER Provinsi wajib memiliki sistem untuk memastikan Peringkat Kinerja Sementara dan Rapor Kinerja Sementara dapat diterima oleh Perusahaan yang dinilai. Output kegiatan: 1. Berita acara penerimaan Rapor Sementara; 2. Tanda terima pengiriman dokumen. C. Sanggahan/Klarifikasi Untuk menciptakan keadilan dalam pelaksanaan PROPER, Perusahaan yang dinilai diberi kesempatan untuk menyampaikan sanggahan terhadap hasil penilaian peringkat kinerja sementara. Langkah-langkah untuk menampung dan menanggapi sanggahan perusahaan adalah sebagai berikut : 1. Tim Pelaksana PROPER Provinsi menerima sanggahan tertulis dari Perusahaan pada bulan September.
  • 20.
    19 2. Sanggahan iniharus dalam bentuk tertulis yang diantar langsung ataupun dikirim melalui fax dan pos untuk selanjutnya mendapat bukti tanda terima dokumen sanggah. Apabila tidak ada sanggahan dalam jangka waktu 2 minggu setelah pemberitahuan hasil peringkat sementara maka Perusahaan dianggap menerima hasil Peringkat Kinerja Sementara dan Rapor Kinerja Sementara. 3. Tim Pelaksana PROPER Provinsi melakukan evaluasi terhadap dokumen sanggahan pada bulan Oktober. Hasil evaluasi dokumen sanggahan didiskusikan dengan Tim Teknis PROPER untuk menyepakati usulan peringkat akhir pada bulan Oktober. 4. Sanggahan tertulis dapat dilakukan setelah dilakukan kesepakatan dengan Tim Teknis PROPER KLH. 5. Perbaikan peringkat perusahaan hanya dapat dilakukan jika : a. Terdapat kesalahan data yang dimasukkan kedalam Rapor sementara oleh Tim Pelaksana PROPER Provinsi, b. Melengkapi data yang masih belum dimasukkan oleh Tim Pelaksana PROPER Provinsi. 6. Jika terdapat sanggahan yang tidak berkaitan dengan ketentuan angka 5, maka wajib didiskusikan dengan Tim Teknis PROPER Kementerian Lingkungan Hidup untuk menentukan perlu atau tidaknya perubahan peringkat perusahaan. Output kegiatan: Tanda terima dokumen sanggahan; D. Review hasil sanggahan oleh Dewan PROPER Berdasarkan hasil verifikasi sanggahan yang dilakukan oleh Tim Pelaksana PROPER Provinsi bersama dengan Tim Teknis PROPER. Adapun langkah-langkah review hasil sanggahan adalah sebagai berikut : 1. Dewan pertimbangan akan melakukan review terhadap usulan peringkat akhir Perusahaan. 2. Dalam melakukan review terhadap usulan peringkat akhir Perusahaan, Dewan Pertimbangan dapat melakukan verifikasi langsung ke Perusahaan yang bersangkutan. 3. Ketua Tim Teknis menetapkan daftar usulan peringkat akhir PROPER dan daftar kandidat Hijau dan Emas PROPER dari hasil review Dewan Pertimbangan PROPER.
  • 21.
    20 BAB VI PENINGKATAN KAPASITASKABUPATEN/KOTA Tim Pelaksana PROPER Provinsi dapat melakukan peningkatan kapasitas kepada Tim Pelaksana PROPER Kabupaten/Kota dengan menggunakan muatan materi yang ditetapkan oleh Ketua Tim Teknis PROPER. Lingkup peningkatan kapasitas mencakup : a. Kriteria dan mekanisme pelaksanaan PROPER; b. Tata cara pengawasan penaatan lingkungan hidup (pengendalian pencemaran air, pengendalian pencemaran udara, pengelolaan limbah B3, serta pengendalian kerusakan lingkungan, khusus kegiatan pertambangan); c. Cara penyusunan Berita Acara Hasil Pengawasan; d. Cara pengolahan data hasil pengawasan; e. Cara penyusunan Rapor Sementara dan, f. Cara penyusunan Rapor final. Kepala instansi lingkungan hidup Provinsi memberikan sertifikat kepada para peserta penguatan kapasitas yang lulus. Kepala instansi lingkungan hidup Provinsi menyampaikan laporan hasil pelaksanaan penguatan kapasitas kepada Ketua Tim Teknis PROPER. Output kegiatan: 1. Jumlah orang yang dilatih; 2. Jumlah orang yang mendapat sertifikat; 3. Laporan pelaksanaan kegiatan penguatan kapasitas.
  • 22.
    21 BAB VII JADWAL KEGIATANPROPER Pelaksanaan kegiatan PROPER dilaksanakan dengan jadwal sebagai berikut : Kegiatan Waktu (bulan) Peningkatan Kapasitas dan Sosialisasi Mekanisme dan Kriteria PROPER kepada Perusahaan Maret - April Kunjungan Lapangan Tahap I Mei - Juni Supervisi Tahap I Mei Kunjungan Lapangan Tahap II Mei – Juli Supervisi Tahap II Juni dan Juli Pengiriman Raport Sementara Provinsi dan KLH September Sanggahan September Evaluasi Sanggahan Oktober Usulan Pemeringkatan Oktober Pengumuman November
  • 23.
    22 BAB VIII EVALUASI DANPELAPORAN Laporan dekonsentrasi Pengawasan Pelaksanaan Pengelolaan Limbah B3, Pengelolaan Kualitas Air dan Udara Skala Nasional melalui PROPER mengacu kepada Peraturan Menteri Lingkungan Hidup Nomor 10 Tahun 2013 tentang Petunjuk Teknis Penyelenggaraan Dekonsentrasi Bidang Lingkungan Hidup dan struktur laporan dekonsentrasi PROPER. Tim Pelaksana PROPER Provinsi wajib mendokumentasikan secara sistematis semua output tahapan kegiatan dan Tim PROPER Kementerian Lingkungan Hidup berhak secara penuh untuk mengakses dokumentasi pelaksanaan PROPER. Pelaporan dekonsentrasi Proper terdiri beberapa bab dan lampiran dengan susunan sebagai berikut: I. Pendahuluan II. Pelaksanaan Proper III. Hasil Evaluasi Proper IV. Peningkatan Kapasitas V. Penutup VI. Lampiran-Lampiran Struktur pelaporan dapat dilihat pada gambar 8.1 Gambar 8.1 Struktur Pelaporan Dekonsentrasi PROPER
  • 24.
    23 Isian lampiran laporandekonsentrasi PROPER mengacu pada Lampiran VIII. A. Pendahuluan Pada bab pendahuluan disampaikan latar belakang, tujuan, ruang lingkup kegiatan Proper serta sistematika pelaporan dekon PROPER. Dalam ruang lingkup kegiatan PROPER disampaikan deskripsi mengenai tahapan persiapan proper yang terdiri dari persiapan, pelaksanaan serta evaluasi hasil pelaksanaan PROPER B. Pelaksanaan PROPER Dalam Bab pelaksanaan Proper disampaikan serangkaian kegiatan yang dilaksanakan oleh Pemda mulai dari tahap persiapan hingga pelaksanaan PROPER yaitu :  Penetapan usulan peserta PROPER kepada KLH  Pertemuan teknis dengan KLH membahas peserta, rencana pemantauan serta peningkatan kapasitas  Penyusunan rencana kerja pelaksanaan PROPER di Provinsi  Peningkatan kapasitas kepada Tim Pelaksana PROPER Provinsi  Sosialisasi PROPER kepada Perusahaan peserta PROPER Dalam Bab ini disampaikan juga daftar peserta PROPER periode penilaian. Data lengkap mengenai peserta PROPER disampaikan dalam Lampiran 1 Laporan Dekonsentrasi PROPER. Setelah dilaksanakan pengawasan, salah satu bukti pengawasan adalah Berita Acara. Kumpulan Berita Acara peserta PROPER disampaikan dalam Lampiran 2 Laporan Dekonsentrasi PROPER . C. Hasil Pelaksanaan PROPER Dalam Bab ini disampaikan hasil pelaksanaan PROPER yang terdiri dari jumlah industri peserta PROPER dan hasil peringkatnya, data penghitungan beban pencemar, Raport perusahaan serta rekapitulasi Berita Acara. C.3.1 Peringkat PROPER pada periode Penilaian serta periode Penilaian sebelumnya sehingga dapat dianalisis trend tingkat penaatan dari setiap industri dan secara umum C.3.2 Inventarisasi beban pencemaran Inventarisasi beban pencemaran dilakukan untuk beban pencemaran air, udara, serta gas rumah kaca. Inventarisasi dilakukan untuk setiap sektor dalam PROPER yaitu sektor Manufaktur, Prasarana dan Jasa (MPJ), Pertambangan, Enrgi dan Migas (PEM) serta Agroindustri. Data beban pencemaran diperoleh dari form/blangko pengawasan lapangan serta hasil perhitungan. Untuk setiap media dan jenis industri maka parameter yang diinventrasasi beban pencemarannya adalah parameter kunci. Sebagai contoh untuk air maka minimal inventarisasi dilakukan untuk parameter BOD, COD, TOC, NH3 serta parameter kunci lainnya. Contoh tabel untuk beban pencemaran airbadalah sebagai berikut :
  • 25.
    24 No. Sektor Parameter (ton/Periode) BODCOD TSS Minyak & Lemak dst dst 1 MPJ 2 PEM 3 Agro Detail inventarisasi beban pencemaran air dari setiap perusahaan disampaikan dalam Lampiran 3 a. Inventarisasi beban pencemar udara dilakukan untuk pencemar kriteria yaitu SO2, NO2, PArtikulat, serta pencemar GRK yaitu CO2, CH4, N2O serta SF6 dimana semua nilainya dikonversi dengan CO2e. Contoh tabel untuk beban pencemar udara dan GRK adalah sebagai berikut: Tabel Beban Pencemar Udara No. Sektor Parameter (ton/Periode) SO2 NO2 Partikulat dst dst 1 MPJ 2 PEM 3 Agro Tabel Pencemar GRK No. Sektor Parameter (ton/Periode) CO2 CH4 N2O CH4 CO2e 1 MPJ 2 PEM 3 Agro Detail perhitungan beban pencemar udara kriteria dan gas rumah kaca dari setiap perusahaan dapat dilihat pada Lampiran 3 b. Untuk limbah B3 maka informasi yang disampaikan dapat dilihat pada table berikut: No. Sektor Beban Limbah B3 (ton/Periode) Dihasilkan Disimpan di TPS Diserahkan Pihak ke-3 Dimanfaatkan Landfill Dumping 1 MPJ 2 PEM 3 Agro Detail data beban pencemaran limbah B3 dari setiap perusahaan disampaikan pada Lampiran 3 c.
  • 26.
    25 8.3.3 Kinerja PerusahaanPeserta PROPER Kinerja Laporan kinerja perusahaan disampaikan dalam bentuk Rapor yang akan disampaikan kepada setiap peserta PROPER. Kumpulan Rapor peserta akan disampaikan dalam Lampiran 4 Laporan Dekonsentrasi PROPER. D. Penguatan Kapasitas Dalam bab ini disampaikan hasil penguatan kapasitas yang sudah dilakukan baik untuk lingkup internal, ataupun kabupaten/kota, serta sosialisasi kepada perusahaan perusahaan PROPER. Jumlah SDM yang terlibat, kompetensi, pendidikan, pelatihan serta status kepegawaian ataupun jabatan fungsional disampaikan dalam Lampiran 5 Laporan Dekonsentrasi PROPER. E. Penutup Bab penutup berisikan analisis hasil pelaksanaan PROPER, kendala serta hambatan, kesimpulan hasil pelaksanaan PROPER serta rekomendasi agar pelaksanaan PROPER ke depan menjadi lebih baik
  • 27.
    26 Sekretariat PROPER KEMENTERIAN LINGKUNGANHIDUP Untuk mengetahui lebih lanjut tentang Dekonsentrasi Pengawasan Pelaksanaan Pengelolaan Limbah B3, Pengelolaan Kualitas Air dan Udara Skala Nasional melalui PROPER, dapat menghubungi: Sekretariat PROPER Telp./Fax. : (021) 8520-886 Email: dekonproper@gmail.com dan sekretariatproper@gmail.com Alamat: Jl. DI. Panjaitan Kav. 24, Gd. B Lt. 4 Kebon Nanas – Jakarta 13410.
  • 28.
  • 29.
    28 LAMPIRAN I. FORMAT BERITAACARA HASIL PENGAWASAN PROPER Pada hari ini, .......... tanggal .... Bulan ..... tahun ......., pukul ......, di Kab/Kota..... Provinsi ......., kami yang bertanda tangan di bawah ini : Nama : ............................................................................................................................................ Instansi : ............................................................................................................................................ NIP./No. PPLH : .................................. /........................................................................................................ Pangkat/Gol. : .........................../................................................................................................................ Jabatan : ............................................................................................................................................ Beserta anggota pengawas: Nama NIP/PPLH Jabatan ............................ .................................. .......................................... secara bersama-sama telah melakukan pengawasan dan pemantauan terhadap: Perusahaan : ............................................................................................................................................ Alamat : ............................................................................................................................................ Telp./Fax./HP : ............................................................................................................................................ e-mail : ............................................................................................................................................ Pihak Perusahaan Nama : ............................................................................................................................................ Jabatan : ............................................................................................................................................ No. Hp : ............................................................................................................................................ Pengawasan dan pemantauan tersebut dilakukan berkaitan dengan pelaksanaan kegiatan Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan dalam Pengelolaan Lingkungan Hidup (PROPER), yang terdiri dari pemantauan, pemeriksaan dan verifikasi teknis terhadap pelaksanaan kegiatan Pengendalian Pencemaran Air, Pengendalian Pencemaran Udara dan Pengelolaan Padat/Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3). Catatan temuan- temuan lapangan selama pengawasan dan pemantauan tersebut disajikan dalam Lampiran Berita Acara ini dan menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari Berita Acara ini. Demikian Berita Acara Pengawasan Penaatan Lingkungan Hidup ini dibuat dengan sebenar-benarnya dan disaksikan oleh yang bertanda tangan di bawah ini. Pejabat Pengawas Lingkungan Hidup – Provinsi Pejabat Pengawas Lingkungan Hidup – Kab/Kota Pihak Perusahaan Nama : ........... Ttd: ………………. Nama : ........... Ttd: ………………. Nama : ........... Ttd: ………………. Nama : ................ Ttd: ………………. Nama : ........... Ttd: ………………. Nama : ........... Ttd: ………………. BERITA ACARA PENGAWASAN PENAATAN LINGKUNGAN HIDUP
  • 30.
    29 Lampiran1. Berita AcaraPengawasan Penaatan Lingkungan Hidup PROFIL PERUSAHAAN Nama Perusahaan : Alamat lokasi kegiatan : Telp./Fax. : Alamat Kantor Pusat/Perwakilan : Telp./Fax. : Nama Holding Company : Alamat Kantor Holding Company Telp./Fax. : Tahun Berdiri Perusahaan/ Beroperasi Perusahaan : Jenis Industri : Status Permodalan Luas Area Pabrik/Lokasi Kegatan : Pengelolaan Air Limbah : Pembuangan Ke sumber air/ Pembuangan ke laut/ Pemanfaatan ke tanah/ Reinjeksi Jumlah Karyawan : Kapasitas Produksi : · Terpasang : · Senyatanya : Bahan Baku Utama : Bahan Penolong : Proses Produksi : Prosentase Pemasaran Eksport : Prosentase Pemasaran Domestik/Lokal : Bahan Bakar yang digunakan : Satuan Bahan Bakar : Jumlah Konsumsi Bahan bakar/tahun : Dokumen Lingkungan yang dimiliki : Nama Personal Kontak : Nomor HP : Jabatan : e-mail Personal Kontak : Lokasi Yang Dikunjungi: (sebutkan lokasi lapangan/fasilitas yang dikunjungi)
  • 31.
    30 HASIL EVALUASI PENGAWASANKINERJA PENAATAN Periode 1 Juli 20xx – 30 Juni 20xx Nama Perusahaan : PT. Xxx Jenis Industri : Xxx Lokasi Kegiatan : Kabupaten Xxx, Provinsi Xxx I. DOKUMEN LINGKUNGAN/IZIN LINGKUNGAN No. Kewajiban penanggungjawab usaha sesuai PP 27/2012 Penaatan Temuan 1. Memiliki dokumen lingkungan/Izin Lingkungan. Taat Dokumen UKL-UPL Nomor :117/UKL- UPL/2008 disetujui oleh Kepala Dinas Lingkunga Hidup, Pertambangan dan Energi Kabupaten xxx 2. Melaksanakan ketentuan dalam dokumen lingkungan/izin lingkungan: A. Deskripsi kegiatan (luas area dan kapasitas produksi) B. Pengelolaan lingkungan terutama terutama aspek pengendalian pencemaran air, pengendalian pencemaran udara, dan Pengelolaan LB3 Tidak Taat Belum melaksanakan ketentuan secara rutin pelaksanaan UKL-UPL 3. Melaporkan pelaksanaan dokumen lingkungan/izin lingkungan (terutama aspek pengendalian pencemaran air, pengendalian pencemaran udara, dan Pengelolaan LB3) Tidak Taat Belum melaporkan secara rutin pelaksanaan UKL-UPL II. PENGENDALIAN PENCEMARAN AIR A. Kewajiban Pengendalian Pencemaran Air No. Pengelolaan Limbah Cair Penaatan Temuan 1. Ketaatan terhadap Izin Tidak Taat Izin pembuangan No 660.31/2875/203.2/2010 namun sudah habis masa berlakunya pada tanggal 29 Maret 2012 dan belum memperpanjang 2. Ketaatan terhadap titik penaatan pemantauan 100% Perusahaan mempunyai 10 (sepulu) titik outlet IPAL dan seluruhnya sudah dilakukan pemantauan 3. Ketaatan terhadap parameter Baku Mutu 100% Parameter yang dipantau sudah lengkap sesuai dengan Permen LH No 04 Tahun 2010 4. Ketaatan terhadap pelaporan 83% Sepanjang masa evaluasi parameter TSS dua bulan tidak dilaporkan 5. a. Ketaatan terhadap pemenuhan Baku Mutu 80% b. Pemenuhan Baku Mutu berdasarkan Pemantauan Tim PROPER ------ - Dilakukan/Tidak dilakukan pengambilan sampel air limbah. - Parameter yang diuji ... - Menunggu hasil laboratorium. 6. Ketaatan terhadap Ketentuan Teknis Tidak Taat Ditemukan bypass dari saluran sebelum masuk ke kolam IPAL dan belum memasang alat ukur debit
  • 32.
    31 B. Tindak LanjutYang Harus Dilakukan 1. Perusahaan wajib segera menutup saluran bypass dari saluran sebelum masuk ke kolam IPAL 2. Perusahaan wajib segera mengurus izin pembuangan air limbah kepada Bupati Kabupaten xxxxxxxxxxxx 3. Perusahaan wajib menjaga Kualitas air limbah melalui optimalisasi kinerja IPAL agar memenuhi BMAL yang ditetapkan dan memenuhi persyaratan sebagaimana yang diatur dalam Peraturan xxxxxxxxxxxx tentang baku mutu air limbah bagi usaha dan/atau kegiatan xxxxxxxxxxxxxxx 4. Perusahaan wajib melakukan pengujian air limbah setiap bulan untuk setiap parameter yang dipersyaratkan dalam baku mutu air limbah Industri xxxxxxxxxxx ,dan memeriksakannya kepada laboratorium terakreditasi. 5. Perusahaan wajib memasang alat ukur debit dan melakukan pencatatan debit, /kuantitas limbah harian, pH harian, serta produksi senyatanya bulanan. 6. Perusahaan wajib menyampaikan laporan tentang pH harian, debit/kuantitas air limbah harian, kadar parameter mutu limbah cair dan produksi harian senyatanya, sekurang-kurangnya tiga bulan sekali kepada BLH Kabupaten Xxx, BLH Provinsi Xxx dan Kementerian Lingkungan Hidup. C. Perhitungan Beban Pencemaran Air (Ton/periode) No Parameter Beban Inlet Beban Outlet III. PENGENDALIAN PENCEMARAN UDARA A. Kewajiban Pengendalian Pencemaran Udara No. Pengendalian Pencemaran Udara Penaatan Temuan 1. Ketaatan terhadap titik penaatan pemantauan 100%  Sumber Emisi : 3 unit boiler, 1 unit heather, 2 Unit dryer, 3 unit deporasi gliserin, 2 unit genset  Seluruh sumber emisi sudah dipantau 2. Ketaatan terhadap pelaporan 100% Semua parameter dari hasil pemantauan semua sumber emisi sudah dilaporkan sesuai peraturan 3. Ketaatan terhadap parameter Baku Mutu Emisi 100% Parameter yang dipantau dari semua sumber emisi sudah sesuai peraturan 4. Ketaatan terhadap pemenuhan Baku Mutu Emisi 100% Hasil pemantauan emisi seluruh sumber emisi telah memenuhi baku mutu emisi 5. Ketaatan terhadap ketentuan Teknis yang dipersyaratkan Taat Semua cerobong sudah dilengkapi dengan sarana dan prasarana sampling B. Tindak Lanjut Yang Harus Dilakukan 1. Perusahaan wajib tetap melakukan pemantauan emisi Boiler, Heather yang aktif dengan parameter dan frekuensi minimal 6 bulan sekali sesuai Peraturan Menteri Lingkungan Hidup nomor 07 tahun 2007. 2. Perusahaan wajib tetap melakukan pemantauan emisi genset dan dryer yang aktif dengan parameter dan frekuensi sesuai peraturan yang berlaku. 3. Perusahaan wajib menjaga kualitas emisinya sehingga memenuhi Baku Mutu sesuai dengan peraturan yang berlaku. 4. Perusahaan wajib tetap melakukan pengukuran kualitas udara ambien sekurang-kurangnya 6 bulan sekali sesuai dengan PP Nomor 41 Tahun 1999 tentang Pengendalian Pencemaran Udara. 5. Perusahaan wajib menyampaikan laporan tentang pengujian emisi udara dari semua sumber emisi dan
  • 33.
    32 pengujian kualitas udaraambien sekurang-kurangnya enam bulan sekali kepada BLH Kabupaten xxx, BLH Provinsi xxx dan Kementerian Lingkungan Hidup. C. Perhitungan Beban Pencemaran Udara (Ton/periode) No Parameter Beban Emisi IV. PENGELOLAAN LIMBAH BAHAN BERBAHAYA DAN BERACUN (LIMBAH B3) A. Perizinan Pengelolaan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun Pengelolaan Limbah B3 Status Perizinan No. SK/ No. Surat Masa Berlaku Keterangan Penyimpanan Sementara √ Surat Keputusan Kepala BLH Kabupaten XXX nomor: XXX//SK/TPS- LB3/2011 pada tanggal 27 Desember 2011 2 (dua) tahun Izin tempat penyimpanan sementara limbah B3 untuk sludge hasil kegiatan sendiri --- --- --- Belum memiliki TPS Limbah B3 untuk penyimpanan abu batubara --- --- --- Belum memiliki izin penyimpanan sementara untuk limbah B3 lainnya (oli bekas, bekas kemasan bahan kimia, aki bekas, majun terkontaminasi limbah B3, drum bekas oli bekas, limbah elektronik) B. Sumber Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun No. Sumber Jenis Limbah Estimasi Timbulan Kemasan Konversi ke ton 1. Boiler Abu batubara 0.20 ton/ hari Karung plastik --- 2. IPAL Sludge IPAL 0.02 ton/ hari Karung plastik --- 3. Proses produksi Bekas kemasan bahan kimia 0.09 ton/ 8 bulan (30 pieces) --- --- 4. Genset, forklift Oli bekas 0.45 ton/ 10 bulan Drum --- 5. Workshop Drum bekas oli bekas --- --- --- 6. Workshop Kain majun terkontaminasi limbah B3 Belum dihasilkan --- --- 7. Genset, forklift Aki bekas Belum dihasilkan --- --- 8. Kantor Limbah elektronik Belum dihasilkan --- --- Catatan: - Sejak bulan September 2012 perusahaan menggunakan batubara sebagai bahan bakar boiler dikarenakan kesulitan untuk mendapatkan cangkang. - Perusahaan tidak menggunakan lampu yang mengandung merkuri.
  • 34.
    33 C. Neraca LimbahB3 Periode 1 Juli 20xx – 30 Juni 20xx Jenis Limbah Satuan Limbah Dihasilkan Limbah Dikelola Limbah Belum Dikelola Perlakuan A. Sumber Dari Proses Produksi --- --- --- --- --- --- B. Sumber Dari Luar Proses Produksi Abu batubara Ton 30.00 0 30.00 Ditempatkan dalam karung plastik di lokasi terbuka di lingkungan pabrik Sludge IPAL Ton 7.54 2.00 5.54 0 - Disimpan di TPS - Diserahkan ke xxx (pengangkut/ AAT), PT. xxx Oli bekas Ton 0.45 0 0.45 Disimpan di gudang workshop Drum bekas oli bekas Ton 0.03 0 0.03 Disimpan di gudang workshop Bekas kemasan bahan kimia Ton 0.09 0 0.09 Disimpan di gudang workshop Majun terkontaminasi limbah B3 Ton 0 0 0 Belum dihasilkan Aki bekas Ton 0 0 0 Belum dihasilkan Limbah elektronik Ton 0 0 0 Belum dihasilkan TOTAL Ton 38.11 7.54 30.57 Persentase % 19.79 80.21 Ket : 14.54% limbah B3 yang diserahkan ke pihak ke tiga yang memiliki izin, 5.25% limbah B3 masih tersimpan di TPS dan 80,21% limbah B3 belum dikelola sesuai ketentuan. Secara umum 80.21% limbah B3 belum dikelola sesuai dengan peraturan yang berlaku dan persyaratan dalam izin. D. Temuan dan Rekomendasi No Aspek Penilaian Temuan Lapangan Rencana Tindak Lanjut 1 a. Pendataan Jenis dan Volume Limbah yang dihasilkan Identifikasi jenis limbah B3 - Telah melakukan identifikasi terhadap limbah B3 sludge, oli bekas, kemasan bekas bahan kimia, drum bekas oli bekas, aki bekas, abu batubara - Belum melakukan identifikasi terhadap limbah elektronik dan majun terkontaminasi limbah B3 Wajib melakukan identifikasi terhadap seluruh limbah B3 yang dihasilkan Pencatatan Jenis dan Volume limbah B3 yang dihasilkan Belum melakukan pencatatan terhadap seluruh jenis dan volume limbah B3 yang dihasilkan. Wajib melakukan pencatatan terhadap seluruh jenis dan volume limbah B3 yang dihasilkan. Pendataan pengelolaan lanjutan limbah B3 Belum melakukan pengelolaan lanjutan terhadap seluruh limbah B3 selain limbah B3 sludge. Wajib melakukan pengelolaan lanjutan terhadap seluruh limbah B3 yang dihasilkan sesuai ketentuan. b. Pelaporan Belum melakukan pelaporan realisasi pengelolaan limbah B3 yang dihasilkannya, termasuk untuk sludge IPAL Wajib melaporkan realisasi pengelolaan semua limbah B3 yang dihasilkan dengan menyampaikan neraca limbah
  • 35.
    34 yang sudah memilikiizin TPS LB3. B3, logbook, dan manifest salinan #2 per triwulan kepada BLH XXX dengan tembusan kepada Kementerian Lingkungan Hidup dan BLH Provinsi XXX. 2. Perizinan Pengelolaan Limbah B3 Kepemilikan izin PLB3 yang dipersyaratkan - Sudah memiliki Izin Penyimpanan Sementara Limbah B3 untuk sludge IPAL sesuai Surat Keputusan Kepala BLH Kabupaten XXX nomor: XXX//SK/TPS-LB3/2011 pada tanggal 27 Desember 2011 - Belum memiliki Izin Penyimpanan Sementara untuk limbah abu batubara - Belum memiliki Izin Penyimpanan Sementara untuk limbah B3 oli bekas, aki bekas, majun terkontaminasi, bekas kemasan bahan kimia, drum bekas oli bekas dan limbah elektronik - Wajib membangun TPS Limbah B3 untuk limbah B3 abu batubara, oli bekas, aki bekas, majun terkontaminasi, bekas kemasan bahan kimia, drum bekas oli bekas dan limbah elektronik sesuai KEP- 01/BAPEDAL/09/1995 dan mengajukan permohonan Izin Penyimpanan Sementara Limbah B3 kepada BLH Kabupaten XXX. - Tidak menyimpan limbah B3 melebihi jangka waktu 90 hari kecuali jika limbah B3 yang dihasilkan kurang dari 50 kg per hari maka dapat disimpan selama 180 hari Masa berlaku izin 2 (dua) tahun untuk Izin Penyimpanan Sementara Limbah B3 untuk sludge IPAL 3. Pelaksanaan ketentuan izin : a. Pemenuhan terhadap ketentuan teknis dalam izin selain Baku Mutu Emisi, Effluent dan Standard Mutu (check list) - TPS Sludge memenuhi 57.70% ketentuan teknis - Belum memiliki TPS Limbah B3 untuk penyimpanan abu batubara, oli bekas, aki bekas, majun terkontaminasi, bekas kemasan bahan kimia, drum bekas oli bekas dan limbah elektronik Wajib membangun TPS Limbah B3 yang memenuhi ketentuan teknis di TPS Limbah B3 sesuai KEP-01/BAPEDAL/09/1995. b. Emisi dari kegiatan pengolahan dan/atau pemanfaatan limbah B3: --- Apabila perusahaan ingin melakukan kegiatan pengolahan dan/ atau pemanfaatan limbah B3, maka wajib mengajukan permohonan izin kepada Kementerian Lingkungan Hidup - Pemenuhan terhadap BME --- --- - Jumlah parameter yang diukur dan dianalisa --- --- - Frekuensi pengukuran --- ---
  • 36.
    35 c. Effluent darikegiatan pengolahan dan/atau penimbunan dan/atau pengelolaan limbah B3 lainnya : --- --- d. Standar Mutu Produk dan/atau kualitas limbah B3 untuk pemanfaatan --- --- 4. Open dumping, pengelolaan tumpahan, dan penanganan media/tanah terkontaminasi limbah B3 : Menyimpan limbah B3 abu batubara dalam kemasan karung plastik di lokasi terbuka di lingkungan pabrik - Menghentikan kegiatan menyimpan limbah abu batubara di tempat terbuka - Segera memindahkan limbah abu batubara yang disimpan di lokasi terbuka ke dalam TPS yang berizin - Menyampaikan progress pemindahan limbah B3 abu batubara ke dalam TPS berizin kepada Kementerian Lingkungan Hidup dengan tembusan ke BLH Kabupaten XXX - Menyampaikan rencana penyelesaian pemindahan limbah B3 abu batubara ke dalam TPS berizin kepada Kementerian Lingkungan Hidup dengan tembusan ke BLH Kabupaten XXX Jenis limbah dan jumlah limbah yang di open dumping Limbah abu batubara sebanyak 30 ton Rencana pengelolaan lahan terkontaminasi --- Kesesuaian rencana dengan pelaksanaa pengelolaan lahan terkontaminasi --- --- Jumlah total limbah dan tanah terkontaminasi yang dilakukan pengelolaan --- --- Perlakuan pengelolaan limbah dan tanah terkontaminasi yang diangkat sesuai perencanaan --- --- SSPLT (surat status pemulihan lahan terkontaminasi) --- --- Ketentuan dalam SSPLT --- --- 5. Jumlah limbah B3 yang dikelola (Neraca Limbah B3) 19.79% limbah B3 dikelola sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Perusahaan wajib melakukan pengelolaan terhadap limbah B3 yang dihasilkan sesuai dengan ketentuan. 6. Pengelolaan limbah B3 oleh pihak ke-3 a. Pengelolaan melalui pengumpul limbah B3 --- --- Masa berlaku izin --- ---
  • 37.
    36 Kesesuaian jenis limbahB3 yang dikumpul dengan izin yang berlaku --- --- Kontrak kerjasama penghasil limbah dan pengumpul limbah --- --- Kontrak kerjasama antara pengumpul dengan pihak pemanfaat, pengolah atau penimbun --- --- Ada/tidak masalah pencemaran lingkungan --- --- b. Pihak ke-3 pengelola lanjut limbah B3 (pemanfaat/ pengolah/ penimbun) PT. Bata Kuo Shin --- Masa berlaku izin Perusahaan tidak memiliki salinan izin pihak ketiga pengelola lanjut Wajib memiliki salinan izin pihak ketiga pengelola lanjut dan menyampaikan salinan izin tersebut ke Kementerian Lingkungan Hidup Kesesuaian jenis limbah B3 yang dikelola --- --- Kontrak kerjasama penghasil dan pengolah/ pemanfaat/ penimbun --- --- Ada/tidak masalah pencemaran lingkungan yang dilakukan oleh pengelola limbah B3 --- --- Pihak ke-3 Jasa Pengangkutan CV. Gema Putra Buana --- Ada/tidak izin dari Kementerian Perhubungan Memiliki izin pengangkutan dari Kementerian Perhubungan --- Ada/tidak rekomendasi dari KLH Memiliki rekomendasi dari Kementerian Lingkungan Hidup --- Kesesuaian jenis limbah yang diangkut dengan izin Sesuai dengan izin dan rekomendasi --- Kesesuaian alat angkut dengan yang tercantum dalam izin (No polisi, no rangka, no mesin) Sesuai dengan izin dan rekomendasi --- Rute pengangkutan sesuai dengan izin Sesuai dengan izin dan rekomendasi --- Penggunaan dokumen/manifest yang sah Penggunaan dokumen manifest tidak sesuai dengan Kep-02/BAPEDAL/09/1995 dimana dokumen manifest #2 dan #3 sudah terisi penuh dan dicap oleh perusahaan pengelola akhir limbah B3 Wajib memenuhi ketentuan sesuai Kep- 02/BAPEDAL/09/1995 dalam penggunaan dokumen manifest. 7. Dumping, injeksi dan pengelolaan limbah B3 dengan cara tertentu: --- --- Izin dumping/izin pengelolaan --- ---
  • 38.
    37 limbah B3 dengancara tertentu Jumlah/volume limbah B3 yang di dumping --- --- 8. Pengelolaan Limbah B3 lainnya --- --- E. Penaatan No. Aspek Pelaksanaan Pengelolaan Limbah B3 Taat Belum Taat Keterangan 1. a. Pendataan jenis dan volume limbah yang dihasilkan --- √ - Belum melakukan identifikasi limbah elektronik dan majun terkontaminasi limbah B3 - Belum melakukan pencatatan seluruh limbah B3 yang dihasilkan b. Pelaporan --- √ Belum melakukan pelaporan realisasi pengelolaan limbah B3 sludge IPAL sesuai dengan izin 2. Status perizinan pengelolaan limbah B3 √ --- Untuk TPS Limbah B3 Sludge IPAL 3. Pelaksanaan ketentuan dalam Izin a. Pemenuhan Ketentuan Teknis --- √ - TPS Sludge memenuhi 57.70% ketentuan teknis - Belum memiliki TPS Limbah B3 untuk penyimpanan abu batubara dan limbah B3 lainnya b. Pemenuhan Baku Mutu Emisi --- --- c. Pemenuhan Baku Mutu Air Limbah --- --- d. Pemenuhan Pemanfaatan --- --- 4. Penanganan open dumping, pengelolaan tumpahan, dan penanganan media terkontaminasi LB3 --- √ Menyimpan limbah B3 abu batubara dalam kemasan karung plastik di lokasi terbuka di lingkungan pabrik a. Rencana pengelolaan --- --- b. Pelaksanaan pengelolaan --- --- c. Jumlah tanah terkontaminasi yang dikelola --- --- d. Pelaksanaan ketentuan SSPLT --- --- 5. Jumlah limbah B3 yang dikelola sesuai dengan peraturan --- √ 19.79% limbah B3 dikelola sesuai dengan ketentuan yang berlaku. 6. Pengelolaan limbah B3 oleh pihak ke-3 dan pengangkutan limbah B3 √ --- 7. Pengelolaan limbah B3 dengan cara tertentu (antara lain : Dumping, Re-injeksi, dll) --- --- F. Kesimpulan Segera melakukan perbaikan sesuai dengan rencana tindak lanjut pada tabel D. dan menyampaikan hasil perbaikan Tindak lanjut dari berita acara beserta data-data pendukung dan foto perbaikan tersebut kepada Deputi IV MENLH c.q. Asdep Pengelolaan Limbah B3 dan Pemulihan Kontaminasi Limbah B3 (alamat : Gd.C, Lt. 2, JL. D.I. Panjaitan Kav. 24, Kebon Nanas, Jakarta Timur – 13410; Telp./Fax. 021- 85904932) dengan tembusan kepada BLH Provinsi XXX dan BLH Kabupaten XXX.
  • 39.
    38 LAMPIRAN 1. Check listpengelolaan limbah B3 (TPS Limbah B3) yang telah ditandatangani oleh pengawas dan perusahaan. 2. Foto temuan lapangan. FOTO TEMUAN LAPANGAN Kondisi TPS Limbah B3 Keterangan Tindak Lanjut - Membuang air limbah hasil pengolahan IPAL (drying bed) ke lingkungan tanpa ada izin pembuangan limbah cair - Dilakukan analisa pH pada air limbah yang dibuang ke lingkungan menggunakan kertas lakmus dengan hasil pH 7 - Tidak melakukan pembuangan air limbah dari proses IPAL secara langsung ke lingkungan tanpa ada izin pembuangan limbah cair - Menutup saluran air limbah dari proses drying bed ke lingkungan selama izin pembuangan limbah cair belum ada dan mengalirkan kembali ke IPAL. TPS Sludge tidak sesuai dengan ketentuan teknis dalam Kep-01/BAPEDAL/09/1995 Wajib memenuhi ketentuan teknis di TPS sesuai Kep- 01/BAPEDAL/09/1995 Terdapat tumpahan/ ceceran sludge IPAL di sekitar TPS Sludge. Melakukan pembersihan sludge IPAL yang tercecer di lokasi TPS Sludge. House keeping di sekitar TPS Sludge tidak terawat. Menjaga kebersihan di TPS Sludge dan sekitarnya.
  • 40.
    39 Menyimpan limbah olibekas, drum bekas oli bekas, kemasan bekas bahan kimia di gudang workshop dan bercampur dengan limbah non B3. Wajib membangun TPS Limbah B3 untuk menyimpan oli bekas, drum bekas oli bekas, kemasan bekas bahan kimia, majun terkontaminasi limbah B3, aki bekas, dan limbah elektronik. - House keeping di lokasi boiler kurang terawat - Banyak batubara yang disimpan di luar lokasi boiler - Menyimpan limbah abu batubara di lokasi boiler - Banyak limbah abu batubara yang tercecer di sekitar lokasi boiler - Menjaga house keeping di lokasi boiler agar terawat, rapi dan bersih sehingga tidak ada ceceran batubara dan limbah abu batubara ke lingkungan - Membangun TPS limbah B3 khusus untuk abu batubara sesuai ketentuan Kep- 01/BAPEDAL/09.1995
  • 41.
    40 - Menyimpan limbahB3 abu batubara dalam kemasan karung plastik di lokasi terbuka di lingkungan pabrik, di antaranya dekat lokasi boiler dan di samping bangunan pabrik - Menyimpan limbah B3 abu batubara dalam kemasan karung plastik di lokasi terbuka di lingkungan pabrik - Menyimpan limbah B3 abu batubara dalam kemasan karung plastik di lokasi terbuka di lingkungan pabrik - Menyimpan limbah B3 abu batubara dalam kemasan karung plastik di lokasi terbuka di lingkungan pabrik - Menghentikan kegiatan menyinpan limbah abu batubara di lokasi terbuka. - Segera memindahkan limbah abu batubara ke dalam TPS yang berizin. - Menyampaikan progress pemindahan limbah B3 abu batubara ke dalam TPS berizin kepada Kementerian Lingkungan Hidup dengan tembusan ke BLH Kabupaten XXX - Menyampaikan rencana penyelesaian pemindahan limbah B3 abu batubara ke dalam TPS berizin kepada Kementerian Lingkungan Hidup dengan tembusan ke BLH Kabupaten XXX
  • 42.
    41 V. PENGENDALIAN KERUSAKANLINGKUNGAN (KHUSUS KEGIATAN PERTAMBANGAN) A. Rekapitulasi Penilaian No. Tahapan Lokasi Nilai Total X ≥ 80 55 < x < 80 X ≤ 55 Keterangan 1. Pembersihan Lahan Lokasi 1 98 1 Taat 2. Penggalian Tanah Penutup Lokasi 1 81 1 Taat 3. Penambangan Lokasi 1 88 1 Taat 4. Penimbunan Lokasi 1 78 1 Tidak Taat 5. Pengupasan Tanah Pucuk Lokasi 1 98 1 Taat 6. Reklamasi Lokasi 1 88 1 Taat 7. Pembersihan Lahan Lokasi 2 100 1 Taat 8. Pengupasan Tanah Pucuk Lokasi 2 100 1 Taat 9. Penggalian Tanah Penutup Lokasi 2 81 1 Taat 10. Penambangan Lokasi 2 90 1 Taat 11. Penimbunan Lokasi 2 53 1 Taat 12. Reklamasi Lokasi 2 86 1 Taat 13. Pembersihan Lahan Lokasi 3 100 1 Taat 14. Pengupasan Tanah Pucuk Lokasi 3 100 1 Taat 15. Penggalian Tanah Penutup Lokasi 3 81 1 Taat 16. Penambangan Lokasi 3 73 1 Taat 17. Penimbunan Lokasi 3 83 1 Taat 18. Reklamasi Lokasi 3 86 1 Taat 19. Pembersihan Lahan Lokasi 4 98 1 Taat 20. Penimbunan Lokasi 4 91 1 Taat 21. Reklamasi Lokasi 4 100 1 Taat 22. Pengupasan Tanah Pucuk Lokasi 5 98 1 Taat
  • 43.
    42 23. Penggalian Tanah Penutup Lokasi5 91 1 Taat 24. Penambangan Lokasi 5 98 1 Taat 25. Pembersihan Lahan Lokasi 6 100 1 Taat 26. Pengupasan Tanah Pucuk Lokasi 6 100 1 Taat 27. Penggalian Tanah Penutup Lokasi 6 83 1 Taat 28. Penambangan Lokasi 6 88 1 Taat 29. Penimbunan Lokasi 6 83 1 Taat 30. Reklamasi Lokasi 6 88 1 Taat JUMLAH DATA 30 27 2 1 Tidak Taat Persentase 90% 6,67% 3,3% Tidak Taat B. Ringkasan Penaatan Pengendalian Kerusakan Lahan 1. Pada aspek manajemen telah memenuhi semua ketentuan kriteria pengendalian kerusakan lingkungan 2. Untuk aspek Teknis: a) Kriteria K3 (Potensi Longsor) terlihat longsoran batuan pada dinding yang ditinggal b) Kriteria K4 (Potensi Pencemaran AAT) tidak mendapatkan nilai karena belum dilakukan upaya penanganan batuan yang berpotensi membentuk air asam tambang. c) Kriteria K5 (Erosi): terdapat indikasi adanya erosi didinding lereng penggalian tanah penutup d) Kriteria K6 (Kebencanan); jauh dari pemukiman penduduk dan sarana vital lain/memiliki sistem tanggap darurat (sarana, personil, SOP, dll) c. Tindaklanjut yang harus dilakukan 1. Mempertahankan kinerja terkait aspek manajemen 2. Melakukan pembenahan pada lereng-lereng yang tinggi atau sudutnya melebihi rekomendasi FS dan terlihat adanya longsoran batuan didaerah tersebut. 3. Melakukan upaya penanganan batuan yang berpotensi pencemar dengan mengikuti langkah langkah sebagai berikut ;  Identifikasi semua batuan limbah yang dihasilkan dari penambangan  Melakukan karakteristik batuan penutup tersebut, batuan potensi pembentuk AAT dan batuan tidak berpotensi membentuk AAT  Memilih teknologi penanganan batuan potensi pembentuk AAT tersebut, untuk menghindari terbentuknya AAT 4. Upaya Pengolahan AAT : Melakukan pengumpulan AAT yang ada Melakukan pengolahan air leachet (AAT) yang sudah terbentuk hingga memenuhi BMAL sebelum dibuang ke lingkungan.
  • 44.
    43 LAMPIRAN 2. BERITAACARA PENGAWASAN PENAATAN LINGKUNGAN HIDUP A. LEMBAR ISIAN PENILAIAN DOKUMEN LINGKUNGAN/IZIN LINGKUNGAN 1. Pengesahan Dokumen No. Nama Dokumen Lingkungan Institusi Pengesahan Dokumen Lingkungan Tanggal Pengesahan Dokumen Lingkungan Batasan Kapasitas Produksi Realisasi Kapasitas Produksi Dampak Penting yang dikelola 1. … … … … … … 2. … … … … … … dst. 2. Pelaporan Triwulanan* Instansi Triwulan III-(Tahun N-1) Triwulan IV- (Tahun N-1) Triwulan I- (Tahun N) Triwulan II- (Tahun N) Keterangan Kabupaten … … … … … Provinsi … … … … … Kementerian Lingkungan Hidup … … … … … * Triwulanan : berupa nomor dan tanggal surat pengiriman laporan 3. Pelaporan Semester** Instansi Semester 2-(Tahun N-1) Semester 1- (Tahun N) Kabupaten … … Provinsi … … Kementerian Lingkungan Hidup … … ** Semester : berupa nomor dan tanggal surat pengiriman laporan Catatan : Tabel Triwulan/Semeter dipilih sesuai kewajiban dalam Dokumen Lingkungan
  • 45.
    44 B. LEMBAR ISIANPENGENDALIAN PENCEMARAN AIR 1. Titik Penaatan dan Izin No. Sumber Air Limbah Nama Titik Penaatan Koordinat Jenis Teknologi Pengolahan Air Limbah Status Izin Nomor Sertifikat Hasil Uji Nomor Izin Instansi Penerbit Izin Tanggal Izin Terbit Tanggal Berakhir Jul Ags Sep Okt Nop Des Jan Feb Mar Apr Mei Jun dr2 LU 1. ……… ……….. … … ……….. …… …. …. …. ... … …. …. …. …. …. …. …. …. …. …. 2. ……… ……….. … … ……….. …… …. …. …. … … …. …. …. …. …. …. …. …. …. …. dst. a. Titik Penaatan dan Izin (Industri yang menerapkan Land Aplikasi) No Nama Titik Penaatan Jenis Titik Penaatan Status Izin Nomor Sertifikat Hasil Uji Tanggal PemantauanNomor Izin Instansi Penerbit Izin Tanggal Izin Terbit Tanggal Berakhir 1 ……… Tanah (Rorak) 2 ……… Tanah (Antar Rorak) 3 ……… Tanah (Lahan Kontrol/Non LA) b. Parameter dan Pelaporan Baku Mutu No. Titik Penaatan (outlet) Parameter yang dipantau Konsentrasi Karakteristik Air Limbah/Inlet (sebelum diolah di IPAL) Konsentrasi Titik Penaatan/ outlet Baku Mutu Konsentrasi Satuan Baku Mutu Peraturan Baku Mutu yang diacu Baku Mutu Beban Pencemaran Maksimum Satuan Baku Mutu Beban Pencemaran Peraturan Baku Mutu Beban Pencemaran Maksimum Jul Agust Jul Agust 1. … … … … … … … … … … … … … … … … … … … … … … …
  • 46.
    45 2. … …… … … … … … … … … … … … … … … dst. c. Parameter dan Pelaporan Baku Mutu (Industri yang menerapkan Land Aplikasi) No Titik Penaatan (outlet) Parameter yang dipantau Kedalaman Tanah/Lapisan Baku Mutu Konsentrasi Satuan Baku Mutu Peraturan Baku Mutu yang diacu Baku Mutu Beban Pencemaran maksimum Satuan Baku Mutu Beban Peraturan Baku Mutu Beban Pencemaran Maksimum yang diacu 0 - 20 cm 20 - 40 cm 40 - 60 cm 60 - 80 cm 80 - 100 cm 100 - 120 cm 1 Tanah (Rorak) … … … … … … … … … … … … … … … … … … … … … … … … … … 2 Tanah (Antar Rorak) … … … … … … … … … … … … … … … … … … … … … … … … … … 3 Tanah (Lahan Kontrol/Non LA) … … … … … … … … … … … … … … … … … … … … … … … … … … d. Ketentuan Teknis Ketentuan Teknis Laboratorium 1. Laboratorium penguji …. 2. Nama Laboratorium penguji …. 3. Nomor akreditasi laboratorium penguji/laboratorium rujukan Gubernur …. 4. Tanggal Berakhir Akreditasi laboratorium …. 5. Bulan pengujian 7 8 ..... 11 12 1 2 .... 5 6
  • 47.
    46 No. Ketentuan Teknis Status (Ya/Tidak) DokumenPendukung 1. Memisahkan saluran air limbah dengan limpasan air hujan Layout saluran air limbah dan drainase dan Foto 2. Membuat saluran air limbah yang kedap air Layout saluran air limbah dan drainase dan Foto 3. Memasang alat pengukur debit (flowmeter) Foto flowmeterpada seluruh saluran outlet 4. Memantau pH dan debit harian 5. Tidak melakukan pengenceran 6. Tidak melakukan by pass air limbah Khusus untuk industri sawit melakukan land aplikasi ditambahkan No. Ketentuan Teknis Status (Ya/Tidak) Dokumen Pendukung 1. Dilakukan pada lahan selain lahan gambut …. 2. Dilakukan pada lahan selain lahan dengan permeabilitas lebih besar 15 cm/jam …. 3. Dilakukan pada lahan selain lahan dengan permeabilitas kurang 1,5 cm/jam …. 4. Tidak boleh dilaksanakan pada lahan dengan kedalaman air tanah kurang dari 2 meter …. 5. Pembuatan sumur pantau di 3 lokasi yang diwajibkan …. 6. Tidak ada air larian (run off) yang masuk ke sungai …. 7. Tidak melakukan pengenceran air limbah yang dimanfaatkan …. 8. Tidak membuang air limbah pada tanah di luar lokasi yang ditetapkan dalam peraturan …. 9. Tidak membuang air limbah ke sungai bila melebihi ketentuan yang berlaku …. 10. Tidak melakukan pengaplikasian air limbah pada lahan diluar lahan dalam izin …. Khusus untuk Industri Petrokimia ditambahkan Ketentuan Teknis Status (Ya/Tidak) Dokumen Pendukung Pemantauan harian pH dan COD …. e. Penurunan Beban Pencemaran No. Kegiatan Penurunan Beban Pencemaran Air TAHUN Satuan Bukti Perhitungan N-3 N-2 N-1 N 1. .... .... .... .... .... …. …. dst.
  • 48.
    47 f. Beban PencemaranAktual No Titik Penaatan (Outlet) Parameter Hasil Perhitungan Beban Pencemaran Aktual (Debit x Konsentrasi) Periode (N-1) – (N) Satuan Debit Satuan Produksi Beban Pencemaran Total dalam TonJul Aug Sep Oct Nov Dec Jan Feb Mar Apr May Jun 1. ... ... ... ... ... ... ... ... ... ... ... ... ... ... (m3/ bulan) Ton/ bulan ... ... ... ... ... ... ... ... ... ... ... ... ... ... dst
  • 49.
    48 C. LEMBAR ISIANPENGENDALIAN PENCEMARAN UDARA a. a. 1. Inventarisasi Sumber Emisi (Pengukuran Manual) No. Nama Sumber Emisi Kode Cerobong Kapasitas Sumber Emisi Alat Pengendali Emisi Bahan bakar Waktu Operasi (Jam/ Tahun) Lokasi Koordinat Bentuk Cerobong (kotak/ silinder/ kerucut) Tinggi/ Panjang Cerobong (m) Diameter Cerobong (m) Posisi (ketinggian/ kepanjangan) Lubang Sampling (m) Status Data Pemantauan Periode PROPER (dipantau/ tidak dipantau) Frekuensi Kewajiban Pengukuran Ket Bukti Pendukung Tidak Dipantau 1. ... ... ... ... ... ... ... ... ... ... ... ... … ... … 2. ... ... ... ... ... ... ... ... ... ... ... ... … ... … dst. a. a. 2. Inventarisasi Sumber Emisi (Pengukuran CEMS) No. Nama Sumber Emisi Kode Cerobong Kapasitas Sumber Emisi Alat Pengendali Emisi Bahan bakar Waktu Operasi (Jam/ Tahun) Lokasi Koordinat Bentuk Cerobong (kotak/ silinder/ kerucut) Tinggi/ Panjang Cerobong (m) Diameter Cerobong (m) Posisi (ketinggian/ kepanjangan) Lubang Sampling (m) Data Pemantauan (dipantau/ tidak dipantau) Ket 1. ... ... ... ... ... ... ... ... ... ... ... ... ... 2. ... ... ... ... ... ... ... ... ... ... ... ... ... dst. 1. b. Titik Penaatan No Nama Sumber Emisi Kode Cerobong Waktu Operasi (Jam/Tahun) 1 2
  • 50.
    49 b. Ketaatan Parameterdan Baku Mutu No. Nama Sumber Emisi Kode Cerobong Parameter yang dipantau Konsentrasi Hasil Pengujian Sampel (mg/Nm3) Baku Mutu Satuan Baku Mutu Peraturan Baku Mutu yang diacu Baku Mutu Beban Pencemaran Maksimum Satuan Baku Mutu Beban Peraturan Baku Mutu Beban Pencemaran Maksimum yang diacu Semester II (N-1) Semester I (N) Jul Ags Sep Okt Nop Des Jan Feb Mar Apr Mei Jun 1. ... ... ... ... ... ... ... ... ... ... ... ... ... ... ... ... ... ... ... ... ... 2. ... ... ... ... ... ... ... ... ... ... ... ... ... ... ... ... ... ... ... ... ... dst c. Pelaporan dan Baku Mutu CEMS Pelaporan Hasil Pemantauan Ketaatan Pelaporan Semester 2- (N-1) (Ya/Tidak) Semester 1- (N) (Ya/Tidak) Keterangan 1. Melaporkan (6 bulanan) data pemantauan Emisi (manual/No.n CEMS) … 2. Kabupaten/Kota … 3. Provinsi … 4. KLH … Catatan: Bukti pelaporan berupa nomor dan tanggal surat pengiriman laporan Ketaatan Pelaporan Triwulan III- (N-1) (Ya/Tidak) Triwulan IV- (N-1) (Ya/Tidak) Triwulan I- (N) (Ya/Tidak) 1. Melaporkan secara periodik (3 bulanan) data pemantauan harian CEMS 2. Kabupaten/Kota 3. Provinsi 4. KLH Catatan: Bukti pelaporan berupa nomor dan tanggal surat pengiriman laporan
  • 51.
    50 Ketaatan Pemantauan CEMS TriwulanIII- (N-1) Triwulan IV- (N-1) Triwulan I- (N) Triwulan II- (N) Keterangan 1. Jumlah data parameter pemantauan harian CEMS selama 3 bulanan … … … … … 2. SOx … … … … … 3. NO.x … … … … … 4. Partikulat … … … … … 5. CS2 … … … … … 6. H2S … … … … … 7. Cl2 … … … … … 8. TRS (Total Sulfur Tereduksi) … … … … … 9. ClO3 (Klorin Dioksida) … … … … … 10. Jumlah data pemantauan yang memenuhi Baku Mutu CEMS … … … … … 11. SOx … … … … … 12. NO.x … … … … … 13. Partikulat … … … … … 14. CS2 … … … … … 15. H2S … … … … … 16. Cl2 … … … … … 17. TRS (Total Sulfur Tereduksi) … … … … … 18. ClO3 (Klorin Dioksida) … … … … … d. Pelaporan CEMS (Parameter Sox, Partikulat, No.x, CS2, H2S, CL2, TRS, CLO3. Konsentrasi Hasil Pengukuran: SOx/Partikulat/No.x/CS2/H2S/CL2/TRS/CLO3. a. Nama sumber emisi; b. Jenis sumber emisi; c. Nama/Kode cerobong; d. Dimensi cerobong (diameter); e. Dimensi cerobong (Panjang x Lebar); f. Dimensi cerobong (Tinggi); g. Bahan bakar; h. Kapasitas kandungan sulfur dalam bahan bakar; dan i. Waktu operasional (jam).
  • 52.
    51 No. Triwulan WaktuPengukuran Konsentrasi Rata-rata Harian (mg/Nm3) Waktu Operasi CEMS dalam Satu Hari (jam) Baku Mutu Satuan Baku Mutu Peraturan Baku Mutu yang diacu 1. Triwulan III (N) 01 Juli 20xx …. …. …. …. …. 2. Triwulan III (N) 02 Juli 20xx …. …. …. …. …. dst. e. Perhitungan Beban Emisi Manual No. Nama Sumber Emisi Kode Cerobong Luas Penampang (m2) Parameter yang dipantau Hasil Perhitungan Beban Emisi (satuan: Ton/tahun) (lampirkan bukti perhitungan dan acuan peraturan perhitungan) Jumlah Beban Emisi (Ton/tahun) Semester 2 (N-1) Semester 1 (N) Jul Agust Sep Okt Nop Des Jan Feb Mar Apr Mei Jun 1. ... ... ... ... ... ... ... ... ... ... ... ... ... ... ... ... ... 2. ... ... ... ... ... ... ... ... ... ... ... ... ... ... ... ... ... dst f. Perhitungan beban emisi CEMS No. Nama Sumber Emisi Kode Cerobong Luas Penampang (m2) Parameter yang dipantau Hasil Perhitungan Beban Emisi (satuan: Ton/tahun) (lampirkan bukti perhitungan dan acuan peraturan perhitungan) Jumlah Beban Emisi (Ton/tahun) TW 3 (N-1) TW 4 (N-1) TW 1 (N) TW 2 (N) Jul Agust Sep Okt Nop Des Jan Feb Mar Apr Mei Jun 1. ... ... ... ... ... ... ... ... ... ... ... ... ... ... ... ... ... 2. ... ... ... ... ... ... ... ... ... ... ... ... ... ... ... ... ... dst g. Perhitungan Beban Emisi GRK Rangkuman hasil perhitungan beban emisi Keterangan: Metodologi perhitungan mengacu pada Peraturan Menteri LH No. 12 Tahun 2012 dan Peraturan Menteri LH No. 21 Tahun 2008. Parameter: CO2, CH4, N2O Periode: Januari - Desember N-2; Januari – Desember N-1
  • 53.
    52 No. Nama SumberEmisi Parameter Beban Emisi Tahun N-2 Beban Emisi Tahun N-1 Beban Emisi (ton) Beban Emisi (ton eq. Co2) Beban Emisi (ton) Beban Emisi (ton eq. Co2) 1. Contoh … … … … 2. Sumber emisi A CO2 … … … … 3. Sumber emisi A CH4 … … … … 4. Sumber emisi A N2O … … … … h. Ketentuan Teknis No. Ketentuan Teknis Status (Ya/Tidak) Keterangan 1. Memasang dan mengoperasikan CEMS* … 2. Peralatan CEMS* beroperasi No.rmal … 3. Membuang seluruh emisi melalui cerobong … 4. a. Persyaratan teknis cerobong b. Memiliki lubang sampling c. Memiliki tangga sampling d. Memiliki platform e. Memiliki sumber listrik untuk pengambilan sampel Melampirkan bukti berupa foto dan spesifikasi teknis … … … 5. Semua sumber emisi No.n fugitive emisi harus dibuang melalui cerobong … 6. Menggunakan jasa laboratorium terakreditasi/laboratorium yang ditunjuk oleh Gubernur … *Khusus bagi industri: a. Unit regenerator katalis (unit perengkahan katalitik air); b. Unit pentawaran sulfur; c. Proses pembakaran dengan kapasitas ≥ 25 MW atau kapasitas < 25 MW dengan kandungan sulfur dalam bahan bakar > 2%; d. Peleburan baja; e. Pulp dan kertas; f. Pupuk; g. Semen; h. Carbon black; i. Rayon.
  • 54.
    53 D. EVALUASI PENGELOLAANLIMBAH BAHAN BERBAHAYA DAN BERACUN a. Umum Jelaskan gambaran secara umum pengelolaan untuk masing-masing jenis limbah B3 yang dilakukan perusahaan Saudara, dan lengkapi dengan diagram proses produksi (paling banyak 1 lembar A4): b. Pelaksanaan Pengelolaan Limbah Bahan Berbahaya Dan dan Beracun No. Pelaksanaan Pengelolaan Limbah B3 Kinerja Data Pendukung/Lampiran 1. a. Pendataan dan identifikasi jenis dan volume limbah B3 Ya/Tidak 1) Telah melakukan identifikasi jenis limbah B3 Rekap Limbah B3 selama periode penilaian (Lampiran Format Neraca) 2) Telah melakukan pencatatan jenis dan volume limbah B3 Neraca Limbah B3 selama periode penilaian 3) Telah melakukan pendataan pengelolaan lanjut limbah B3 Neraca Limbah B3 selama periode penilaian b. Pelaporan kegiatan pengelolaan limbah B3 TW 3 Th N-1 TW 4 Th N-1 TW 1 Th N TW 2 Th N 1) KLH Salinan surat penyampaian laporan triwulan (bukti tanda terima/pengiriman) 2) Provinsi Salinan surat penyampaian laporan triwulan (bukti tanda terima/pengiriman) 3) Kabupaten/Kota Salinan surat penyampaian laporan triwulan (bukti tanda terima/pengiriman) 2. Perizinan Pengelolaan Limbah B3
  • 55.
    54 No. Pelaksanaan PengelolaanLimbah B3 Kinerja Data Pendukung/Lampiran Memiliki izin pengelolaan limbah bahan berbahaya dan beracun Jika "Ya" diisi: Jenis pengelolaan LB3: 1. Izin Nomor; dan 2. Instansi yang mengeluarkan izin. (jika izin lebih dari satu, silahkan menambahkan baris) Salinan SK perizinan pengelolaan limbah B3 Jenis pengelolaan limbah B3: (penyimpanan sementara/ pemanfaatan/insinerator/ bioremediasi/penimbunan) Jika "Tidak" diisi: Alasan : Jika izin sedang dalam proses diisi: Jenis Pengelolaan LB3: (Penyimpanan/pemanfaata n/pengolahan/penimbunan) 1. surat Pengajuan izin; dan 2. surat tanggapan proses perizinan; dan 3. berita acara verifikasi perizinan. 1. Surat pengajuan izin (jika baru mengajukan izin). 2. Status permohonan izin (berita acara verifikasi/rapat/surat balasan dari BLH/KLH) 3. Pemenuhan ketentuan izin a. Mengisi cheklist sesuai pengelolaan limbah B3 yang dilakukan (form terlampir) Foto-foto yang berhubungan dengan persyaratan teknis yang tertuang dalam izin (Penyimpanan sementara/ insinerator/ bioremediasi/ pemanfaatan/ penimbunan)1) Persentase pemenuhan ketentuan teknis pengelolaan limbah B3 sesuai checklist yang telah diisi (jika izin lebih dari satu, silahkan menambahkan baris) % b. Emisi/effluent pengolahan limbah B3 Lampirkan salinan hasil uji laboratorium yang diwajibkan dalam pengelolaan limbah B3 (misalnya : TCLP/uji kuat tekan untuk pemanfaatan sebagai batako/paving block, uji emisi insinerator, uji air lindi 1) jumlah parameter yang diuji sesuai dengan izin. 2) Seluruh parameter memenuhi baku mutu emisi/effluent.
  • 56.
    55 No. Pelaksanaan PengelolaanLimbah B3 Kinerja Data Pendukung/Lampiran 3) Frekuensi pengukuran sesuai dengan izin/peraturan. penimbunan/bioremediasi, sumur pantau penimbunan, dan lain-lain) 4. Open dumping, pemulihan lahan terkontaminasi limbah B3 a. Melakukan open dumping limbah B3 jika ya, sebutkan apa jenis limbah B3 yang di open dumping dan perkiraan jumlah/ volume limbah B3 yang di open dumping: Foto-foto limbah yang di open dumping b. Apakah akan melakukan pembersihan pada lahan open dumping 1. Menyampaikan rencana pembersihan lahan dan pemulihan lahan terkontaminasi (termasuk volume dan jumlah limbah B3 yang sudah dikelola/belum dikelola). 2. Menyampaikan progress pembersihan lahan dan pemulihan lahan terkontaminasi (termasuk volume dan jumlah limbah B3 yang sudah dikelola/belum dikelola). 3. Menyampaikan hasil analisa sumur pantau, kualitas tanah di area bekas open dumping (jika ada). 4. Bukti pengelolaan lanjut limbah B3 yang di angkat. 5. Jika limbah B3 hasil pengangkatan dikirim ke pihak ketiga agar menyampaikan dokumen manifest salinan 2, dan
  • 57.
    56 No. Pelaksanaan PengelolaanLimbah B3 Kinerja Data Pendukung/Lampiran menunjukkan copy manifest salinan 3 dan 7. c. Apakah pernah melakukan pemulihan lahan terkontaminasi dan diterbitkan SSPLT (Surat Status Penyelesaian Lahan Terkontaminasi) jika ya, sebutkan nomor surat dan tang-gal SSPLT Menyampaikan copy SSPLT d. Apakah sudah melakukan pelaporan terkait SSPLT yang telah diterbitkan Menyampaikan copy surat penyampaian laporan 5. Jumlah limbah B3 yang dikelola a. Apakah memiliki pencatatan jumlah limbah B3 yang telah dikelola selama periode penilaian Menyampaikan neraca pengelolaan limbah B3 periode penilaian Juli 2012 - Juni 2013 b. Prosentase Limbah B3 yang dikelola sesuai dengan ketentuan % 6. Pengelolaan limbah B3 oleh pihak ke-3 a. Pengumpul/pengolah/pemanfaat/ penimbun 1) Apakah limbah B3 dikelola oleh pihak ketiga (pengumpul/pengolah/pemanfaat/ penimbun) yang berizin Jika ya diisi: 1. Nama pihak ketiga. 2. Izin/SK Nomor. 3. Jenis limbah B3 yang diizinkan dikelola oleh pihak ketiga 4. Instansi yang mengeluarkan izin. Menyampaikan salinan perizinan pihak ketiga dari KLH/BLH Jika tidak diisi sebutkan alasannya 2) Apakah memiliki kontrak kerja sama antara penghasil dengan pihak ketiga Jika ya diisi: 1. Nomor surat kontrak Salinan surat kontrak kerja sama antara penghasil dan pihak ketiga (pengumpul/
  • 58.
    57 No. Pelaksanaan PengelolaanLimbah B3 Kinerja Data Pendukung/Lampiran yang mengelola limbah B3 (pengumpul/pengolah/pemanfa- at/penimbun) kerja sama. 2. Tanggal pembuatan kontrak kerja sama. 3. Masa berlaku kontrak kerja sama. 4. Jenis Limbah B3 yang dikelola sesuai kontrak kerja sama. pengolah/pemanfaat/penimbun Jika tidak disebutkan alasannya 3) Apakah pihak ketiga (pengumpul/pengolah/pemanfa- at/penimbun) sedang memiliki permasalahan pencemaran lingkungan Surat pernyataan dari pihak ketiga (pengumpul/pengolah/pemanfa-at/penimbun) yang menyatakan tidak sedang dalam masalah pencemaran lingkungan b. Pengangkut 1) Apakah pihak pengangkut memiliki rekomendasi pengangkutan limbah B3 dari KLH Jika ya diisi: 1. Nomor Surat Rekomendasi. 2. Tanggal terbit surat. 3. Masa berlaku surat. Menyampaikan salinan surat rekomendasi pengangkutan dari KLH Jika tidak disebutkan alasannya 2) Apakah pihak pengangkut memiliki izin pengangkutan Limbah B3 dari Kementerian Perhubungan Jika ya diisi: 1. Tanggal terbit izin. 2. Masa berlaku izin. Menyampaikan izin pengangkutan limbah B3 dari Kementerian Perhubungan Jika tidak disebutkan alasannya 3) Apakah jenis limbah B3 yang diangkut telah sesuai dengan rekomendasi dan izin yang dimiliki oleh pihak pengangkut Jika ya diisi: Sebutkan jenis limbah B3 apa saja yang diizinkan untuk diangkut.
  • 59.
    58 No. Pelaksanaan PengelolaanLimbah B3 Kinerja Data Pendukung/Lampiran Jika tidak disebutkan alasannya 4) Apakah pihak pengangkut memiliki dokumen manifest yang sah sesuai dengan ketentuan Keputusan Kepala Bapedal Nomor: Kep- 02/BAPEDAL/09/1995. Jika ya diisi: Sebutkan kode manifest pengangkut yang dimiliki. Jika tidak disebutkan alasannya 5) Apakah pihak pengangkut sedang memiliki permasalahan pencemaran lingkungan Surat pernyataan dari pihak pengangkut yang menyatakan tidak sedang dalam masalah pencemaran lingkungan 7. Dumping, Open burning, dan Pengelolaan Limbah B3 cara tertentu a. Apakah melakukan dumping jika ya, apa jenis limbah B3 yang di dumping 1. Menyampaikan salinan izin pengelolaan limbah B3 cara tertentu/dumping ke laut. 2. Menyampaikan status progress perizinan (jika masih dalam proses pengajuan izin seperti surat pengajuan izin, berita acara verifikasi, surat tanggapan dari KLH. 3. Menyampaikan status pengelolaan limbah B3 yang diminta untuk dihentikan kegiatannya sesuai dengan berita acara pengawasan atau rapor Proper. b. Apakah melakukan open burning jika ya, apa jenis limbah B3 yang di open 1. Foto-foto kegiatan open burning 2. Neraca limbah B3 periode penilaian Juli 2012 - Juni 2013
  • 60.
    59 No. Pelaksanaan PengelolaanLimbah B3 Kinerja Data Pendukung/Lampiran burning c. Apakah memiliki rencana menghentikan kegiatan open burning jika ya, kapan 1. Foto-foto penyimpanan limbah B3 yang tidak di open burning lagi. 2. Neraca limbah B3 periode penilaian Juli 2012 - Juni 2013 (yang menunjukkan limbah B3 sudah tidak di open burning). d. Apakah melakukan pengelolaan limbah B3 cara tertentu jika YA, kegiatan apa yang dilaku- kan : 1. Foto-foto kegiatan pengelolaan limbah B3 dengan cara tertentu 2. Dokumen perizinan yang dimiliki sesuai dengan kegiatan tersebut 3. Neraca limbah B3 periode penilaian Juli 2012- Juni 2013 Catatan : Data Pendukung/Lampiran disampaikan dalam bentuk salinan (untuk foto dan dokumen izin berbentuk *pdf, untuk logbook dan neraca limbah B3 berbentuk *xls).
  • 61.
    60 E. LEMBAR ISIANPENGELOLAAN LIMBAH B3 1. Tempat Penyimpanan Sementara CHECKLIST P.01 TEMPAT PENYIMPANAN SEMENTARA LIMBAH B3 NAMA PERUSAHAAN SEKTOR INDUSTRI : … PT. ....................... LOKASI : Kab./Kota ... TIM PENILAI : … TGL PENILAIAN : … NO. KETENTUAN YA TIDAK KETERANGAN PENGEMASAN 1. Apakah pengemasan limbah B3 dilakukan sesuai dengan bentuk limbah B3?   … 2. Apakah pengemasan limbah B3 dilakukan sesuai dengan karakteristik limbah B3?   … 3. Apakah pengemasan limbah B3 dilengkapi dengan simbol label limbah B3?   … 4. apakah penempatan limbah B3 disesuaikan dengan jenis dan karakteristik limbah B3?   … 5. Apakah kondisi kemasan limbah B3 bebas karat?   … 6. Apakah kondisi kemasan limbah B3 tidak bocor?   … 7. Apakah kondisi kemasan limbah B3 tidak meluber?   … BANGUNAN DAN PENYIMPANAN 8. Apakah bagian luar bangunan diberi papan nama?   … 9. Apakah bagian luar diberi simbol limbah B3 sesuai dengan karakteristik limbah B3 yang disimpan?   … 10. Apakah limbah B3 terlindung dari hujan dan sinar matahari?   … 11. Apakah bangunan mempunyai sistem ventilasi?   … 12. Apakah bangunan memiliki saluran dan bak penampung tumpahan (jika menyimpan limbah B3 cair)?   … 13. Apakah penyimpanan menggunakan sistem blok/sel   …
  • 62.
    61 14. Apakah masing-masingblok/sel dipisahkan gang/tanggul?   … 15. Apakah kemasan/limbah limbah B3 diberi alas/pallet?   … 16. Apakah tumpukan limbah B3 maksimal 3 lapis?   … 17. Apakah limbah B3 disimpan sesuai dengan masa penyimpanan dalam izin? (jika baru mengajukan izin, tidak perlu diisi)   … PEMANTAUAN 18. Adakah logbook/catatan untuk mencatat keluar masuk limbah limbah B3?   … 19. Apakah jumlah dan jenis limbah B3 sesuai dengan yang tercatat di logbook/catatan?   … PENGELOLAAN LANJUTAN 20. Apakah melakukan pengelolaan lanjutan terhadap limbah B3 yang disimpan? (diserahkan ke pihak ketiga/dimanfaatkan internal)   … LAIN-LAIN 21. Tersediakah alat tanggap darurat yang mudah dijangkau?   … 22. Tersediakah fasilitas P3K yang mudah dijangkau?   … 23. Apakah memiliki SOP penyimpanan?   … 24. Apakah memiliki SOP tanggap darurat?   … 25. Apakah tersedia pagar, pintu darurat, dan rute evakuasi? (sesuai dengan SOP penyimpanan dan tanggap darurat)   … 26. Apakah kebersihan/housekeeping terkelola dengan baik?   … TOTAL YA … TOTAL TIDAK … PROSENTASE PENTAATAN LB3 ...% ...%
  • 63.
    62 2. Kolam SludgeMinyak (Sludge Pond) CHECKLIST P.02 KOLAM SLUGE MINYAK (SLUDGE POND) NAMA PERUSAHAAN SEKTOR INDUSTRI : … PT. ................... LOKASI : Kab./Kota ... TIM PENILAI : … TGL PENILAIAN : … NO. KETERANGAN YA TIDAK KETERANGAN PENYIMPANAN 1. Apakah rancang bangunan pond sesuai dg jumlah limbah?   … 2. Apakah rancang bangun dapat mencegah luapan sludge?   … 3. Apakah lantai bangunan kedap air (10-7 cm/dtk)?   … 4. Apakah dilengkapi dengan sistem penerangan?   … 5. Apakah memiliki sumur pantau di upstream & downstream?   … 6. Adakah logbook/pencatatan keluar masuk sludge ke pond?   … PEMANTAUAN 7. Adakah pencatatan sludge yg disimpan/bulan?   … 8. Adakah pencatatan sludge yg dikelola/bulan?   … 9. Apakah melakukan analisa kualitas air sumur pantau sesuai izin?   … PENGELOLAAN LANJUTAN 10. Apakah dilakukan lanjutan (SOR, kirim ke pihak pengumpul, dll)?   … LAIN-LAIN 11. Tersediakah alat tanggap darurat yang mudah dijangkau?   … 12. Tersediakah fasilitas P3K yang mudah dijangkau?   …
  • 64.
    63 13. Apakah memilikiSOP penyimpanan sludge di pond?   … 14. Apakah memiliki SOP tanggap darurat?   … 15. Tersediakah pagar, pintu darurat, dan rute evakuasi? (sesuai dengan SOP penyimpanan dan tanggap darurat)   … 16. apakah kebersihan/housekeeping terkelola dengan baik? TOTAL YA … TOTAL TIDAK … PROSENTASE PENTAATAN LB3 ...% ...%
  • 65.
    64 3. Pengolahan LimbahB3 Secara Thermal (Insinerator) CHECKLIST P.03 PENGOLAHAN LIMBAH B3 SECARA THERMAL (INSINERATOR) NAMA PERUSAHAAN SEKTOR INDUSTRI : … PT. ..................... LOKASI : Kab./Kota ... TIM PENILAI : … TGL PENILAIAN : … NO. KETENTUAN YA TIDAK KETERANGAN PENAATAN UMUM 1. Apakah selama pengakutan tidak terjadi ceceran?   … 2. Apakah jenis limbah yang dibakar sesuai dengan yang tercantum dalam izin?   … 3. Apakah pengoperasian insinerator sesuai izin?   … PENAATAN KHUSUS 4. Apakah dilakukan pengukuran suhu gas bakar di burning chamber?   … 5. Apakah dilakukan pencatatan jumlah dan komposisi limbah yang dibakar? (cek log book)   … 6. Apakah komposisi limbah yang dibakar sesuai izin?   … 7. Apakah suhu ruang bakar I saat insinerator beroperasi 600-800 °C (atau sesuai izin)?   … 8. Apakah suhu ruang bakar II saat insinerator beroperasi 900-1100 °C (atau sesuai izin)?   … 9. Apakah efisiensi pembakaran terpenuhi? (Cek sertifikat hasil uji)   … 10. Apakah melakukan pengelolaan lanjutan terhadap abu sisa pembakaran? (diserahkan ke pihak ke-3/landfill)   … PEMANTAUAN 11. Apakah memiliki logbook/pencatatan keluar masuk limbah yang dibakar dan abu   …
  • 66.
    65 insinerator? LAIN-LAIN 12. Tersediakah alattanggap darurat yang mudah dijangkau?   … 13. Tersediakah fasilitas P3K yang mudah dijangkau?   … 14. Apakah memiliki SOP pengoperasian insinerator ?   … 15. Apakah memiliki SOP tanggap darurat?   … 16. Tersediakah pagar, pintu darurat dan rute evakuasi? (sesuai dengan SOP penyimpanan dan tanggap darurat)   … 17. Apakah kebersihan/housekeeping terkelola dengan baik?   … TOTAL YA … TOTAL TIDAK … PROSENTASE PENTAATAN LB3 ...% ...%
  • 67.
    66 4. Bioremediasi CHECKLIST P.04 PengolahanLIMBAH B3 SECARA BIOLOGI (BIOREMEDIASI) NAMA PERUSAHAAN SEKTOR INDUSTRI : … PT. ......................... LOKASI : Kab./Kota ... TIM PENILAI : … TGL PENILAIAN : … NO. KETERANGAN YA TIDAK KETERANGAN PERSYARATAN LIMBAH DIOLAH 1. Apakah dilakukan pengujian TPH awal dan memenuhi persyaratan (≤15%)?   … 2. Apakah dilakukan pengujian awal total logam berat?   … 3. Apakah dilakukan pengujian awal TCLP logam berat dan hasilnya dibawah baku mutu sesuai Keputusan Pengendalian Dampak lingkungan Nomor 04 Tahun 1995?   … PERSYARATAN LOKASI 4. Apakah lokasi tempat pengolahan sesuai dengan persyaratan izin?   … 5. Apakah dilakukan pengkajian kondisi awal lahan?   … PERSYARATAN FASILITAS 6. Apakah desain untuk lahan pengolahan sesuai persyaratan?   … 7. Apakah permeabilitas lapisan dasar lahan pengolahan sesuai persyaratan?   … 8. Apakah drainase dan pond mampu menampung air luapan/leachete?   … 9. Apakah jumlah sel sesuai dengan timbulan limbah yang akan diolah?   … 10. Apakah terdapat sumur pantau upstream dan downstream sesuai izin?   …
  • 68.
    67 PENAATAN KHUSUS 11. Apakahjenis mikroorganisme yang digunakan bukan merupakan hasil rekayasa genetik?   … 12. Apakah material pencampur dan penggembur (bulking agent) bukan merupakan material yang terkontaminasi LB3?   … 13. Apakah dilakukan analisa sampel limbah yang diolah secara berkala sesuai persyaratan/izin?   … 14. Apakah dilakukan analisa sampel air tanah dan air sumur pantau sesuai izin?   … 15. Apakah dilakukan analisa sample air luapan/lindi (jika terbuang ke lingkungan)?   … PENANGANAN HASIL OLAHAN (jika ada yang sudah selesai diolah) 16. Apakah dilakukan uji analisis kimia, TCLP, dan toksikologi material hasil olahan sesuai izin?   … 17. Apakah material hasil olahan dikelola sesuai dengan rencana kelola?   … 18. Apakah lokasi penempatan material hasil olahan sesuai persyaratan dan teridentifikasi dengan baik?   … PEMANTAUAN 19. Adakah logbook/pencatatan keluar masuk limbah kegiatan bioremediasi?   … LAIN-LAIN 20. Apakah terdapat tanda peringatan keselamatan dan keamanan?   … 21. Apakah memiliki SOP kegiatan Bioremediasi?   … 22. Apakah terdapat sistem tanggap darurat?   … 23. Apakah kebersihan/housekeeping terkelola dengan baik?   … TOTAL YA … TOTAL TIDAK … PROSENTASE PENTAATAN LB3 ...% ...%
  • 69.
    68 5. Penimbunan LimbahB3 CHECKLIST P.05 PENIMBUNAN LIMBAH B3 NAMA PERUSAHAAN SEKTOR INDUSTRI : … PT. ............................ LOKASI : Kab./Kota TIM PENILAI : … TGL PENILAIAN : … NO. KETERANGAN YA TIDAK KETERANGAN DATA PENAATAN 1. Apakah Jenis limbah B3 yang ditimbun sesuai dengan izin ?   … 2. Apakah jenis limbah yang ditimbun memenuhi bakumutu TCLP?   … 3. Terdapat sumur pantau minimal 3 buah (1 upstream dan 2 downstream)?   … RANCANG BANGUN FASILITAS PENIMBUNAN 4. Apakah lapisan dasar (sub base) adalah tanah lempung yang dipadatkan dengan permeabilitas 1 x 10-9 m/det?   … 5. Apakah permeabilitas dari sistem pendeteksi kebocoran (k) = 1 x 10-4 m/det?   … 6. Apakah ketebalan minimum lapisan geomembran HDPE 1,5 mm?   … 7. Apakah permeabilitas lapisan tanah penghalang k = 1 x 10-9 m/det?   … 8. Apakah lapisan pelindung adalah tanah setempat dg tebal 20 cm dan dilapisi geotextile?   … BAK PENGUMPUL LINDI 9. Apakah berada di area lokasi landfill dan memiliki 1 unit pompa?   … 10. Apakah konstruksi pondasi, lantai, dan dinding dari beton?   …
  • 70.
    69 11. Apakah airlindi diolah di IPAL ?   … 12. Apakah melakukan uji kualitas lindi dalam bak pengumpul lindi sebelum dipindah ke fasilitas IPAL?   … 13. Apakah melakukan uji kualitas air tanah pada sumur pantau rona awal?   … 14. Apakah baku mutu air tanah ditetapka sesuai dengan rona awal?   … 15. Apakah pengujian dilakukan oleh laboratorium pihak ketiga yang independen dan terakreditasi? (cek sertifikat hasil uji)   … 16. Apakah melakukan uji kualitas air lindi setiap 3 bulan/sesuai izin?   … 17. Apakah melakukan pencatatan arus jumlah limbah B3 yang keluar dan masuk tempat penimbunan? (cek logbook)   … LAIN-LAIN 18. Apakah tersedia alat tanggap darurat yang sesuai dan mudah dijangkau?   … 19. Apakah memiliki SOP tanggap darurat?   … 20. Apakah kebersihan/housekeeping terkelola dengan baik?   … TOTAL YA … TOTAL TIDAK … PROSENTASE PENTAATAN LB3 ...% ...%
  • 71.
    70 6. Pemanfaatan MinyakPelumas Bekas Untuk Bahan Bakar Pembantu Peledakan (Anfo) CHECKLIST P.06 PEMANFAATAN MINYAK PELUMAS BEKAS UNTUK BAHAN BAKAR PEMBANTU PELEDAKAN (ANFO) NAMA PERUSAHAAN SEKTOR INDUSTRI : … PT. .................... LOKASI : Kab./Kota ... TIM PENILAI : … TGL PENILAIAN : … NO. KETENTUAN YA TIDAK KETERANGAN PENAATAN UMUM 1. Apakah dilakukan uji karakteristik minyak pelumas bekas minimal 1 bulan sekali atau sesuai izin? (cek sertifikat hasil uji)   … 2. apakah Hasil uji karakteristik minyak pelumas bekas dan atau proses pemanfaatan minyak pelumas bekas sesuai dan memenuhi kriteria yang ditetapkan dalam izin? (cek sertifikat hasil uji)   … 3. Apakah dilakukan uji dampak terhadap proses energi yang dihasilkan sebagai akibat perubahan karakteristik? 4. Apakah penyimpanan minyak pelumas bekas dilaksanakan sesuai dengan izin?, seperti: a. Bentuk dan kualitas kontainer sesuai izin   … b. Resistensi terhadap air dan bahan kimia lain sesuai izin   … c. Kesesuaian bahan kontainer dengan isi kontainer   … d. Dilengkapi simbol dan label   … e. Waktu penyimpanan (<90 hari)   … 5. Apakah fasilitas pemanfaatan dilengkapi dengan prosedur tanggap darurat dan penanganan tumpahan?   … 6. Apakah fasilitas pemanfaatan memiliki batas-batas fisik yang jelas dan dilengkapi dengan pintu darurat?   …
  • 72.
    71 PENAATAN KHUSUS 7. Apakahpersentase kualitatif pemanfaatan minyak pelumas bekas sesuai dengan izin?   … Adakah Informasi kriteria pemanfaatan sesuai dengan izin?, seperti: a. Jumlah oli bekas yang dihasilkan(ton/bulan).   … b. Jumlah oli bekas yang dimanfaatkan (ton/bulan).   … c. Disebutkan sumber oli bekas.   … d. Jumlah yang digunakan sebagai pencampur (ton/bulan).   … 8. apakah Spesifikasi teknis pemanfaatan minyak pelumas bekas sesuai dengan izin?, seperti : a. Penyaringan dengan filter <220 micron.   … b. Tidak ada penambahan bahan kimia lain.   … c. Dilakukan pengadukan sempurna terhadap bahan sehingga homogen.   … d. Melakukan pencatatan setiap formula pencampuran (cek log book).   … e. Formulasi pencampuran sesuai izin.   … LAIN-LAIN (berkaitan dengan penunjang dan tanggap darurat di fasilitas) 9. Apakah tersedia alat tanggap darurat yang sesuai dan mudah dijangkau?   … 10. Apakah tersedia SOP tanggap darurat?   … 11. Apakah housekeeping dan kebersihan dalam keadaan baik?   … TOTAL YA … TOTAL TIDAK … PROSENTASE PENTAATAN LB3 ...% ...%
  • 73.
    72 7. Pemanfaatan FlyAsh dan Bottom Ash Batubara CHECKLIST P.07 PEMANFAATAN FLY ASH DAN BOTTOM ASH BATUBARA NAMA PERUSAHAAN SEKTOR INDUSTRI : … PT. ........................... LOKASI : Kab./Kota ... TIM PENILAI : … TGL PENILAIAN: … NO. KETENTUAN YA TIDAK KETERANGAN PENAATAN UMUM 1. Apakah dilakukan pengujian karakteristik kimia fisik fly ash dan bottom ash paling sedikit 1 bulan sekali atau sesuai izin?   … 2. Apakah hasil pengujian karakteristik kimia fisik fly ash dan bottom ash memenuhi kriteria yang ditetapkan dalam izin?   … 3. Apakah dilakukan analisa kandungan logam berat total fly ash dan bottom ash?   … 4. Apakah hasil analisa kandungan logam berat total fly ash dan bottom ash memenuhi kriteria yang ditetapkan dalam izin? (cek sertifikat hasil uji)   … 5. Apakah penyimpanan fly ash dan bottom ash dilaksanakan sesuai dengan izin?, seperti: a. Bentuk dan kualitas tempat penyimpanan.   … b. Kesesuaian tempat penyimpanan dgn limbah yang disimpan.   … c. Dilengkapi simbol dan label.   … d. Waktu penyimpanan (<90 hari).   … 6. Apakah fasilitas pemanfaatan dilengkapi dengan prosedur tanggap darurat?   … 7. Apakah fasilitas pemanfaatan batas-batas fisik yang jelas dan dilengkapi dengan pintu darurat?   …
  • 74.
    73 PENAATAN KHUSUS 8. Apakahpersentase kualitatif pemanfaatan sesuai dengan izin?   … 9. Apakah spesifikasi teknis pemanfaatan sesuai dengan izin?   … LAIN-LAIN (berkaitan dengan penunjang dan tanggap darurat di fasilitas) 10. Apakah tersedia alat tanggap darurat yang sesuai dan mudah dijangkau?   … 11. Apakah kebersihan/housekeeping terkelola dengan baik?   … TOTAL YA … TOTAL TIDAK … PROSENTASE PENTAATAN LB3 ...% ...%
  • 75.
    74 8. Pemanfaatan SludgeMinyak/Spent Catalyst/Drill Cutting Untuk Bahan Campuran Kontruksi CHECKLIST P.08 PEMANFAATAN SLUDGE MINYAK/SPENT CATALYST/DRILL CUTTING UNTUK BAHAN CAMPURAN KONTRUKSI NAMA PERUSAHAAN SEKTOR INDUSTRI : … PT. ........ LOKASI : Kab./Kota ... TIM PENILAI : … TGL PENILAIAN : … NO. KETENTUAN YA TIDAK KETERANGAN PENAATAN UMUM 1. Apakah dilakukan pengujian TPH dan logam berat awal limbah sebelum dilakukan pemanfaatan?   … 2. Apakah konsentrasi TPH awal sebelum dimanfaatkan sesuai dengan izin? (cek sertifikat hasil uji)   … 3. Apakah konsentrasi logam berat awal sesuai dengan parameter logam berat Keputusan Kepala Badan Pengendalian Dampak Lingkungan Nomor 04 Tahun 1995? (cek sertifikat hasil uji)   … 4. Apakah rencana pemanfaatan sesuai dengan izin?   … 5. Apakah terdapat fasilitas pengendali pencemar yang mungkin dihasilkan oleh aktifitas penempatan bahan pencampuran?   … 6. Apakah kapasitas pemanfaatan sesuai dengan jumlah limbah B3 yang akan diolah, termasuk sesuai dengan prediksi timbulan limbah B3?   … 7. Apakah terdapat sumur pantau dibagian hulu dan hilir di lokasi pemanfaatan?   … PENAATAN KHUSUS 8. Apakah pencampuran bahan-bahan sesuai dengan izin?   … 9. Apakah hasil analisis campuran sesuai dengan parameter yang tertera dalam izin? (cek sertifikat hasil uji)   … 10. Apakah melakukan analisis sampel air tanah dan hasilnya memenuhi parameter yang tertera dalam izin?   …
  • 76.
    75 PENANGANAN HASIL PEMANFAATAN(jika ada yang sudah terdapat produk pemanfaatan) 11. Apakah produk pemanfaatan dikelola sesuai dengan rencana kelola?   … 12. Apakah lokasi penempatan produk teridentifikasi dengan baik?   … 13. Apakah lokasi penempatan produk merupakan tempat yang aman, bebas banjir, dan memenuhi persyaratan keamanan?   … 14. Apakah air buangan dan atau air lindi dianalisis secara rutin sesuai izin?   … 15. Apakah lokasi penempatan produk diberi tanda dengan jelas dan benar sesuai dengan izin?   … 16. Apakah produk dianalisis secara teratur dan periodik sesuai dengan parameter yang ditetapkan dalam izin?   … LAIN-LAIN (berkaitan dengan penunjang dan tanggap darurat di fasilitas) 17. Apakah tersedia alat tanggap darurat yang sesuai dan mudah dijangkau?   … 18. Apakah memiliki SOP tanggap darurat?   … 19. Apakah kebersihan/housekeeping terkelola dengan baik?   … TOTAL YA … TOTAL TIDAK … PROSENTASE PENTAATAN LB3 ...% ...%
  • 77.
    76 9. Pemanfaatan MinyakMinyak Pelumas Bekas Untuk Substitusi Bahan Bakar CHECKLIST P.09 PEMANFAATAN MINYAK MINYAK PELUMAS BEKAS UNTUK SUBSTITUSI BAHAN BAKAR NAMA PERUSAHAAN SEKTOR INDUSTRI : … PT. ................... LOKASI : Kab./Kota ... TIM PENILAI : … TGL PENILAIAN: … NO. KETENTUAN YA TIDAK KETERANGAN PENAATAN UMUM 1. Apakah dilakukan uji karakteristik minyak pelumas bekas minimal 1 bulan sekali atau sesuai izin?   … 2. Apakah Hasil uji karakteristik minyak pelumas bekas dan atau proses pemanfaatan minyak pelumas bekas sesuai dan memenuhi kriteria yang ditetapkan dalam izin? (cek sertifikat hasil uji)   … 3. Apakah dilakukan uji dampak terhadap proses energi yang dihasilkan sebagai akibat perubahan karakteristik?   … Apakah penyimpanan minyak pelumas bekas dilaksanakan sesuai dengan izin?, seperti: a. Bentuk dan kualitas kontainer sesuai izin   … b. Resistensi terhadap air dan bahan kimia lain sesuai izin   … c. Kesesuaian bahan kontainer dengan isi kontainer   … d. Dilengkapi simbol dan label   … e. Waktu penyimpanan (<90 hari)   … 4. Apakah fasilitas pemanfaatan dilengkapi dengan prosedur tanggap darurat dan penanganan tumpahan?   … 5. Apakah fasilitas pemanfaatan memiliki batas-batas fisik yang jelas dan dilengkapi dengan pintu darurat?   …
  • 78.
    77 PENAATAN KHUSUS 6. Apakahpersentase kualitatif pemanfaatan minyak pelumas bekas sesuai dengan izin?   … 7. Apakah Informasi kriteria pemanfaatan sesuai dengan izin?, seperti: a. Pelaporan kualitas udara emisi (Frekuensi sesuai izin)   … b. Pelaporan udara ambien (frekuensi setahun sekali)   … c. Jumlah oli bekas yang dihasilkan (ton/bulan)   … d. Jumlah oli bekas yang dimanfaatkan (ton/bulan)   … e. Menyebutkan semua sumbernya   … 8. Apakah spesifikasi teknis pemanfaatan minyak pelumas bekas sesuai izin?, seperti: a. Terdapat spray nozzle   … b. Flow rate pelumas bekas ke combustion chamber sesuai izin   … c. Aliran pelumas bekas (temperatur combustion chamber >950°C)   … d. Flow rate dan volume total pelumas bekas tercatat harian   … e. Wajib diemisikan tunggal pada cerobong pembakaran   … f. pelumas bekas tidak digunakan selama start up dan shut down   … g. tidak memasukkan pelumas bekas diluar ketentuan dalam izin   … h. tidak mencampur dengan limbah B3 lain selama proses recovery energy   … LAIN-LAIN (berkaitan dengan penunjang dan tanggap darurat di fasilitas) 9. Apakah tersedia alat tanggap darurat yang sesuai dan mudah dijangkau?   … 10. Apakah memiliki SOP tanggap darurat?   … 11. Apakah kebersihan/housekeeping terkelola dengan baik?   … TOTAL YA … TOTAL TIDAK … PROSENTASE PENTAATAN LB3 ...% ...%
  • 79.
    78 10. Pengelolaan LimbahB3 Oleh Pihak Ketiga CHECKLIST P.10 PENGELOLAAN LIMBAH B3 OLEH PIHAK KETIGA NAMA PERUSAHAAN SEKTOR INDUSTRI : … PT. ........ LOKASI : Kab./Kota ... TIM PENILAI : … TGL PENILAIAN : … NO. KETERANGAN YA TIDAK KETERANGAN A. PIHAK KETIGA PENERIMA LIMBAH B3 MEMILIKI IZIN YANG SESUAI KETENTUAN 1. Apakah pihak ke-3 memiliki izin sebagai Pengelola limbah B3 (pengangkut/pengumpul/pengolah/pemanfaat)   … 2. Izin pengelolaan Limbah B3 pihak ke-3 belum habis masa berlaku   … 3. Pihak ke-3 memenuhi ketentuan izin yang berlaku/sesuai dengan izin yang dimiliki   … 4. Limbah B3 yang dikelola oleh pihak ke-3 sesuai dengan yang tertera dalam izin yang dimiliki   … 5. Pihak ke-3 (pengangkut atau pengumpul) memiliki kontrak kerjasama dengan pengolah atau penimbun akhir   … B. PENGANGKUTAN LIMBAH B3 MEMENUHI KETENTUAN YANG BERLAKU 1. Perpindahan / pergerakan limbah B3 yang dilakukan oleh pihak ke-3 dilengkapi dengan dokumen manifest limbah B3   … 2. Penghasil memperoleh dokumen manifest limbah B3 sesuai dengan yang dipersyaratkan yaitu :   … 3. Untuk pengangkut limbah B3, kendaraan yang digunakan sesuai dengan rekomendasi dari KLH   … 4. Pihak ke-3 (pengangkut atau pengumpul) memiliki kontrak kerjasama dengan pengolah atau penimbun akhir   …
  • 80.
    79 C. MANIFEST DANPENGELOLAAN MANIFEST SESUAI DENGAN KETENTUAN 1. Salinan #2 : (diberikan ke penghasil untuk disampaikan ke KLH)   … 2. Salinan #3 : (saat limbah B3 diambil oleh pihak ke-3)   … 3. Salinan #7 : (disampaikan saat LB3 telah sampai di lokasi pihak ke-3)   …
  • 81.
    80 F. NERACA LIMBAHB3 PT. PERIODE LIMBAH DIKELOLA KETE- RANG AN KODE MANIF ESTNO JENIS LIMBAH B3 SUMB ER SATUA N PERLAKUAN Periode sebelu m nya (SALDO ) TAHUN N-1 TAHUN N LIMBA H DIHASI LKAN LIMBAH TIDAK DIKELO LA DISIMPA N DI TPS DIMANF AATKAN DI- OLAH DI- TIMBUN DISERAHK AN PIHAK KETIGAJan ... Des Jan ..... Des DIHASILKAN - - DISIMPAN DI TPS - DIMANFAATKA N - DIOLAH - DITIMBUN - DISERAHKAN KEPIHAK KETIGA TIDAK DIKELOLA - Koreksi per bulan per jenis DIHASILKAN - -
  • 82.
    81 G. PENGELOLAAN KERUSAKANLAHAN (KHUSUS PERTAMBANGAN) Kriteria Parameter Bukti Pendukung Satuan Pembersi han Lahan Pengupasan Tanah Pucuk Pengupasan Tanah Penutup Penamba ngan Penim bunan Reklamasi Revegetasi AspekManajemen Umum Lokasi Mulai pengerjaan Rencana waktu pengakhiran Luas rencana Peta rencana TW-3 N-1, TW-4 N-1, TW- 1 N, TW-2 N, dan matriks rencana dan realisasi Ha Luas saat ini Peta realisasi TW-3 N-1, TW-4 N-1, TW- 1 N, TW-2 N, dan matriks rencana dan realisasi Ha K1. Peta rencana Peta rencana TW-3 N-1, TW-4 N-1, TW- 1 N, TW-2 N, dan matriks rencana dan realisasi skala peta Persetujuan Peta rencana TW-3 N-1, TW-4 N-1, TW- 1 N, TW-2 N, dan matriks rencana dan realisasi Kemajuan luasan Peta rencana dan realisasi TW-3 N-1, TW-4 N-1, TW-1 N, TW-2 N, dan matriks rencana dan realisasi Ha Jadwal Peta rencana dan realisasi TW-3 N-1, TW-4 N-1, TW-1 N, TW-2 N, dan matriks rencana dan realisasi
  • 83.
    82 Kriteria Parameter BuktiPendukung Satuan Pembersi han Lahan Pengupasan Tanah Pucuk Pengupasan Tanah Penutup Penamba ngan Penim bunan Reklamasi Revegetasi K2. Aktivitas Peta rencana dan realisasi TW-3 N-1, TW-4 N-1, TW-1 N, TW-2 N, dan matriks rencana dan realisasi AspekTeknik K3. Data Lereng: Jenis batuan: clay, sand (kompak/lepas) - Tinggi jenjang tunggal: ... m 1. Peta cross section (ada persetujuan pihak manajemen). 2. Rekomendasi dokumen studi kelayakan. 3. SOP Pengukuran kestabilan lereng. 4. Monitoring pergerakan tanah secara kontinyu. 5. SOP pembentukan jenjang. meter - Jumlah jenjang overall: ... jenjang - Kemiringan jenjang tunggal ... derajat - Kemiringan jenjang overall: ... derajat - Potensi longsor? K4. - Data pengukuran pH: - Jumlah genangan Foto genangan buah - Hasil pengukuran pH: 1. Hasil pengukuran pH genangan 2. Foto pengukuran pH
  • 84.
    83 Kriteria Parameter BuktiPendukung Satuan Pembersi han Lahan Pengupasan Tanah Pucuk Pengupasan Tanah Penutup Penamba ngan Penim bunan Reklamasi Revegetasi genangan - Upaya penanganan batuan yang berpotensi pencemar 1. Kajian batuan potensi pembentuk air asam tambang. 2. SOP penanganan batuan potensi pembentuk air asam tambang. K5. - Upaya pengendalian erosi diisi ya/tidak - Sarana pengendali erosi berupa: a. Sistem drainase Gambar teknik dan foto sarana sistem drainase b. Terasering Gambar teknik dan foto terasering c. Guludan Gambar teknik dan foto guludan d. Cover cropping Gambar teknik dan foto cover cropping e. Sedimen trap Gambar teknik dan foto sedimen trap - Kondisi sarana pengendali erosi Layout peta tata air dari lokasi aktifitas ke settling pond/IPAL - Indikasi terjadi erosi Foto lereng - Sistem drainase Layout peta tata air dari lokasi aktifitas ke settling pond/IPAL - Jarak dari meter
  • 85.
    84 Kriteria Parameter BuktiPendukung Satuan Pembersi han Lahan Pengupasan Tanah Pucuk Pengupasan Tanah Penutup Penamba ngan Penim bunan Reklamasi Revegetasi K6 permukiman: - Jarak dari Infrastruktur vital: meter - Jarak dari Infrastruktur lainnya: meter Ada potensi kebencanaan ? 1. Peta lokasi ke sarana umum vital (SUTT/ SUTET), sekolah, rumah sakit, pasar, permukiman, dan lokasi aktivitas masyarakat lainnya). 2. Lembar rekomendasi pada FS/Amdal yang menyatakan jarak lokasi ke sarana umum vital aman. 3. Sarana tanggap darurat dan SOP penanganan tanggap darurat.
  • 86.
    85 LAMPIRAN 3. FORMATBERITA ACARA PENGAMBILAN FOTO/VIDEO Pada hari ini, ......... pukul ......... Waktu Indonesia Bagian ..............., tanggal .............. bulan ........... tahun ..............., kami Tim Pengawas Pengendalian Pencemaran Lingkungan Kementerian Negara Lingkungan Hidup telah mengambil gambar/foto/video di lokasi : Perusahaan : ..................................................... Alamat : ..................................................... Telp. : ......................... Fax : ......................... Petugas yang mengambil foto/Video : Nama : ................................................... Instansi : ................................................... Tanda Tangan : ……………… Pengambilan Foto/Video disaksikan dan diketahui oleh pihak perusahaan: Nama : ................................................. Jabatan : ................................................ Tanda Tangan : ................................................ Demikian Berita Acara Pengambilan Foto/Video dibuat dengan sebenar-benarnya. Pejabat Pengawas LH - KLH BLH Provinsi .......... BLH Kab./Kota ......... Perusahaan Nama : Ttd: ………………... Nama : Ttd: ………………... Nama : Ttd: ………………... Nama : ....................... Ttd: ……………… BERITA ACARA PENGAMBILAN FOTO/VIDEO
  • 87.
    86 LAMPIRAN 4. FORMATBERITA ACARA PENGAMBILAN SAMPEL AIR LIMBAH _______________________________________________________________________________________________________________________ Pada hari ini, ……………., tanggal …………....…....… bulan……...………… tahun .............................., di Kabupaten/Kota............................Provinsi........................., kami yang bertanda tangan di bawah ini: Nama Pangkat/Gol. Jabatan NIP/PPLH 1.......................................... 2.......................................... 3.......................................... ............................... ............................... ............................... ................................ ................................ ................................ ......................./........ ......................./........ ......................./........ Telah melakukan pengambilan sampel di lokasi : Nama perusahaan : …………………………………………………………………………………. Alamat perusahaan : …………………………………………………………………………………. Jenis Industri : …………………………………………………………………………………. Pengambilan contoh limbah ini dilakukan dalam rangka pelaksanaan Pengawasan Pengendalian Pencemaran Lingkungan yang dilakukan oleh Tim Kementerian Negara Lingkungan Hidup. Petugas Pengambil Sampel : Nama : …………………………………………………………………………………. Instansi : …………………………………………………………………………………. NIP : …………………………………………………………………………………. Pangkat/Golongan : …………………………………………………………………………………. Jabatan : …………………………………………………………………………………. Tanda tangan : ...................... Dengan hasil sebagai berikut : No. Lokasi Kode Sampel pH Debit Jenis Limbah Waktu Keterangan Demikian Berita Acara Pengambilan Sampel dibuat dengan sebenar-benarnya dan mengingat sumpah jabatan. Saksi-Saksi : Pejabat Pengawas LH - KLH BLH Provinsi .......... BLH Kab./Kota ......... Perusahaan Nama : Ttd: ………………... Nama : Ttd: ………………... Nama : Ttd: ………………... Nama : ....................... Ttd: ……………… Cap Perusahaan BERITA ACARA PENGAMBILAN SAMPEL
  • 88.
    87 Denah Lokasi PengambilanSampel Air Limbah
  • 89.
    88 LAMPIRAN II FORMAT MATRIKSPENAATAN A. MATRIKS PENGENDALIAN PENCEMARAN AIR (NON SAWIT) Nama Perusahaan : PT. XXX Jenis Industri : XXX Lokasi kegiatan : XXX Periode Evaluasi : 1 Juni 20XX - 30 Juni 20XX I. Ketaatan Terhadap Titik Penaatan No Sumber pencemaran air Tingkat Ketaatan Evaluasi 1 Jumlah Outlet Limbah Cair 16 100% Memiliki 16 (enam belas) titik penaatan sudah dilakukan pemantauan.2 Jumlah Outlet yang dipantau 16 Tingkat Ketaatan Terhadap Titik Penaatan 100% II. Ketaatan Terhadap Pelaporan/ Parameter Pemantauan No. Nama Outlet (titik penaatan) PELAPORAN PARAMETER PEMENUHAN BAKU MUTU BEBAN PEMENUHAN BAKU MUTU KONSENTRASI Ket. Jumlah data pemantauan sesuai peraturan / izin Jumlah data yang dilaporkan Tingkat Ketaatan Jumlah Parameter yang dipantau sesuai peraturan / izin Jumlah Paramater Pemantauan Tingkat Ketaatan Parameter Jumlah data yang tidak memenuhi baku mutu (100 % < x < = 500%) Jumlah data yang tidak memenuhi baku mutu ( x > 500%) Tingkat Ketaatan Jumlah data yang tidak memenuhi baku mutu beban Tingkat Ketaatan 1 Outlet Oil Catcher A 12 12 100% 2 2 100% COD 6 0 50% 0 100% 2 Outlet Oil Catcher B 12 12 100% 2 2 100% TDS 0 0 100% 0 100% 3 Outlet Oil Catcher C 12 12 100% 2 2 100% H2S 0 0 100% 0 100% Tingkat Ketaatan 100% 100% 50% 100%
  • 90.
    89 KETERANGAN: C.KOLOM PARAMETER 1. KolomNama Outlet berisi tentang nama atau kode outlet pembuangan air limbah. 2. Kolom Jumlah Parameter yang dipantau sesuai peraturan / izin berisi jumlah parameter yang sesuai dengan peraturan / izin. 3. Kolom Jumlah Paramater Pemantauan berisi jumlah parameter yang dipantau oleh perusahaan. 4. Kolom Tingkat Ketaatan merupakan prosentase hasil pembagian jumlah parameter yang dipantau oleh perusahaan dibagi dengan jumlah parameter yang dipantau sesuai peraturan / izin. 5. Row Tingkat Ketaatan (warna hijau bawah) menampilkan prosentase tingkat ketaatan terendah. D.KOLOM PELAPORAN 1. Kolom Jumlah data pemantauan sesuai peraturan / izin berisi jumlah data pemantauan yang dipersyaratkan dalam peraturan / izin dan sesuai dengan periode penilaian PROPER. 2. Kolom Jumlah data yang dilaporkan berisi tentang jumlah data yang dilaporkan oleh perusahaan sesuai dengan periode penilaian PROPER. 3. Kolom Tingkat Ketaatan merupakan prosentase hasil pembagian jumlah data yang dilaporkan oleh perusahaan sesuai dengan periode penilaian PROPER dibagi dengan jumlah data pemantauan yang dipersyaratkan dalam peraturan / izin dan sesuai dengan periode penilaian PROPER. 4. Row Tingkat Ketaatan (warna hijau bawah) menampilkan prosentase tingkat ketaatan terendah. E.KOLOM PEMENUHAN BAKU MUTU KONSENTRASI 1. Kolom Parameter berisi parameter air limbah yang melebihi baku mutu (cantumkan data parameter air limbah yang melebihi baku mutu paling tinggi untuk tiap outlet). 2. Kolom Jumlah data yang tidak memenuhi baku mutu (100 % < x < 500%) merupakan jumlah data parameter air limbah yang melebihi baku mutu antara 100 % < x < 500%. 3. Kolom Jumlah data yang tidak memenuhi baku mutu ( x > 500%) merupakan jumlah data parameter air limbah yang melebihi baku mutu lebih dari 500%. 4. Kolom Tingkat Ketaatan merupakan prosentase hasil pembagian jumlah data yang tidak memenuhi baku mutu dengan jumlah data yang dilaporkan. 5. Row Tingkat Ketaatan (warna hijau bawah) menampilkan prosentase tingkat ketaatan terendah. F. KOLOM PEMENUHAN BAKU MUTU BEBAN 1. Kolom Jumlah data yang tidak memenuhi baku mutu beban merupakan jumlah data parameter air limbah yang melebihi baku mutu lebih beban. 2. Kolom Tingkat Ketaatan merupakan prosentase hasil pembagian jumlah data yang tidak memenuhi baku mutu beban dengan jumlah data yang dilaporkan.
  • 91.
    90 TINGKAT KETAATAN Ketaatan TerhadapPemantauan 100% Ketaatan Terhadap Pelaporan 100% Ketaatan Terhadap Pemenuhan Baku Mutu Konsentrasi 50% Ketaatan Terhadap Pemenuhan Baku Mutu Beban KETERANGAN: 1. Row Ketaatan Terhadap Pemantauan menampilkan prosentase tingkat ketaatan pemantauan terendah. 2. Row Ketaatan Terhadap Pelaporan menampilkan prosentase tingkat ketaatan pelaporan terendah. 3. Row Ketaatan Terhadap Pemenuhan Baku Mutu Konsentrasi menampilkan prosentase tingkat ketaatan pemenuhan baku mutu terendah. 4. Row Ketaatan Terhadap Pemenuhan Baku Mutu Beban menampilkan prosentase tingkat ketaatan pemenuhan baku mutu terendah. III. Ketaatan Terhadap Ketentuan Teknis No. Pengelolaan Limbah Cair Sudah Taat Belum Taat Keterangan 1. Menggunakan jasa laboratorium eksternal / internal yang terakreditasi √ 2. Memisahkan saluran pembuangan limbah cair dengan saluran limpahan air hujan √ 3. Saluran pembuangan limbah cair kedap air √ 4. Tidak melakukan pengenceran termasuk mencampurkan buangan air bekas pendingin ke dalam aliran pembuangan limbah cair √ 5. Perusahaan mempunyai alat ukur debit dan berfungsi dengan baik - Tidak diwajibkan 6. Mengukur debit harian - Tidak diwajibkan 7. Mengukur pH harian - Tidak diwajibkan 8. Melakukan pencatatan dan pelaporan data produksi dan atau bahan baku √ Status Ketaatan (Taat/ Tidak Taat) TAAT KETERANGAN: Beri tanda √ sesuai dengan ketaatan hasil verifikasi lapangan dan ketaatan peraturan.
  • 92.
    91 IV. Hasil PemantauanKLH/BLH No. Nama Outlet (titik penaatan) Parameter PEMANTAUAN I PEMANTAUAN II Jumlah data yang tidak memenuhi baku mutu (100 % < x < = 500%) Jumlah data yang tidak memenuhi baku mutu ( x > 500%) Jumlah data yang tidak memenuhi baku mutu (100 % < x < = 500%) Jumlah data yang tidak memenuhi baku mutu ( x > 500%) Jumlah KETERANGAN: Matriks ini digunakan apabila pihak KLH/BLH melakukan pengambilan sampel air limbah: 1. Kolom Nama Outlet berisi tentang nama atau kode outlet pembuangan air limbah (cantumkan data parameter air limbah yang melebihi baku mutu paling tinggi untuk tiap outlet). 2. Kolom Parameter berisi parameter air limbah yang melebihi baku mutu. 3. Kolom Jumlah data yang tidak memenuhi baku mutu (100 % < x < 500%) merupakan jumlah data parameter air limbah yang melebihi baku mutu antara 100 % < x < 500% untuk pemantauan I. 4. Kolom Jumlah data yang tidak memenuhi baku mutu ( x > 500%) merupakan jumlah data parameter air limbah yang melebihi baku mutu lebih dari 500% untuk pemantauan I. 5. Kolom Jumlah data yang tidak memenuhi baku mutu (100 % < x < 500%) merupakan jumlah data parameter air limbah yang melebihi baku mutu antara 100 % < x < 500% untuk pemantauan II. 6. Kolom Jumlah data yang tidak memenuhi baku mutu ( x > 500%) merupakan jumlah data parameter air limbah yang melebihi baku mutu lebih dari 500% untuk pemantauan II.
  • 93.
    92 B. MATRIK PENGENDALIANPENCEMARAN AIR (KHUSUS SAWIT) Nama Perusahaan : PT. XXX Jenis Industri : XXX Lokasi kegiatan : XXX Periode Evaluasi : 1 Juni 20XX - 30 Juni 20XX I. Ketaatan Terhadap Titik Penaatan No Sumber pencemaran air Tingkat Ketaatan Ket A. Air Limbah Untuk Land Application 1 Jumlah Outlet Limbah Cair 1 0% Tidak ada bukti sertifikat hasil uji outlet IPAL 2 Jumlah Outlet yang dipantau 0 B Sumur Pantau (lahan kontrol, lahan LA, penduduk) 1 Jumlah lokasi Sumur Pantau yang wajib dipantau 3 0% 2 Jumlah lokasi Sumur Pantau yang dipantau 0 C Tanah (Rorak, antar rorak, kontrol) 1 Jumlah Lokasi Pemantauan Kualitas Tanah 3 0% 2 Jumlah Lokasi yang dipantau 0 Tingkat Ketaatan Terhadap Titik Penaatan 0%
  • 94.
    93 II. Ketaatan TerhadapPelaporan/ Parameter Pemantauan / Pemenuhan Baku Mutu No. PELAPORAN PARAMETER PEMENUHAN BAKU MUTU Nama Outlet (titik penaatan) Jumlah data pemantauan sesuai peraturan / izin Jumlah total data yang dilaporkan Tingkat Ketaatan Keterangan Jumlah Parameter yang dipantau sesuai peraturan / izin Jumlah Paramater Pemantau an (sesuai Ketentuan) Tingkat Ketaatan Keteran gan Parameter Jumlah data yang tidak memenuhi baku mutu (100 % < x < = 500%) Ting kat Keta atan Jumlah data yang tidak memenuhi baku mutu ( x > 500%) Keterangan A. Pemanfaatan Air Limbah Untuk Land Application 1 Outlet kolam 12 108 0 0% Tidak ada bukti sertifikat hasil uji outlet IPAL 9 0 0% Tidak ada bukti sertifikat hasil uji outlet IPAL 0 0% 0 Tidak ada bukti sertifikat hasil uji outlet IPAL 2 Air sumur pantau 66 0 0% 11 0 0% 0 0% 0 3 Tanah 54 0 0% 18 0 0% 0 0% 0 Tingkat Ketaatan Pelaporan 0% Tingkat Ketaatan Parameter 0% Tingkat Ketaatan Pemenuhan Baku Mutu 0% 0% III. Ketaatan Perizinan No. Pengelolaan Limbah Cair Taat Tidak Taat Keterangan 2 Perusahaan mempunyai ijin pemanfaatan air limbah - √ Tidak ada bukti izin pembuangan air limbah
  • 95.
    94 IV. Ketaatan TerhadapKetentuan Teknis No. Pengelolaan Limbah Cair Taat Tidak Taat Keterangan A. Persyaratan Teknis Pemanfaatan Air Limbah  1 Dilakukan pada lahan selain lahan gambut - √ Tidak ada bukti terlampir 2 Dilakukan pada lahan selain lahan dengan permeabilitas lebih besar 15 cm/jam - √ 3 Dilakukan pada lahan selain lahan dengan permeabilitas kurang 1,5 cm/jam - √ 4 Tidak boleh dilaksanakan pada lahan dengan kedalaman air tanah kurang dari 2 meter - √ 5 Pembuatan sumur pantau di 3 lokasi yang diwajibkan - √ 6 Tidak ada air larian (run off) yang masuk ke sungai - √ 7 Tidak melakukan pengenceran air limbah yang dimanfaatkan - √ 8 Tidak membuang air limbah pada tanah di luar lokasi yang ditetapkan dalam Keputusan - √ 9 Tidak membuang air limbah ke sungai bila melebihi ketentuan yang berlaku - √ B Persyaratan Teknis Pembuangan Air Limbah 1 Menggunakan jasa laboratorium eksternal / internal yang terakreditasi atau yang ditunjuk oleh gubernur 2 Memisahkan saluran pembuangan limbah cair dengan saluran limpahan air hujan - √ Tidak ada bukti terlampir 3 Saluran pembuangan limbah cair kedap air - √ 4 Tidak melakukan pengenceran termasuk mencampurkan buangan air bekas pendingin ke dalam aliran pembuangan limbah cair - √ 5 Perusahaan mempunyai alat ukur debit dan berfungsi dengan baik - √ 6 Mengukur debit harian - √ 7 Mengukur pH harian - √ 8 Melakukan pencatatan dan pelaporan data produksi dan atau bahan baku - √ 9 Tidak Melakukan bypass - √ Tingkat Ketaatan Taat IV. Hasil Pemantauan KLH/Provinsi No. Nama Outlet (titik penaatan) Parameter PEMANTAUAN Ket.Jumlah data yang tidak memenuhi baku mutu (100 % < x < = 500%) Jumlah data yang tidak memenuhi baku mutu ( x > 500%) 1 Air Limbah untuk LA BOD, pH 0 Jumlah 0
  • 96.
    95 B. MATRIKS PENGENDALIANPENCEMARAN UDARA Nama Perusahaan : PT. XXX Jenis Industri : XXX Lokasi kegiatan : XXX Periode Evaluasi : 1 Juni 20XX - 30 Juni 20XX I. Ketaatan Terhadap Titik Penaatan No Sumber Emisi dari Proses Produksi Tingkat Ketaatan Evaluasi 1 Jumlah Cerobong 13 100% Memiliki 16 (enam belas) titik penaatan sudah dilakukan pemantauan. 2 Jumlah Cerobong yang aktif (yang beroperasi) 13 3 Jumlah Cerobong yang dipantau (dilakukan pengukuran emisi) 13 Sumber Emisi dari Utilitas 1 Jumlah Cerobong Boiler dan Turbin Genset 8 752 Jumlah Cerobong Boiler yang aktif 8 3 Jumlah Cerobong yang dipantau (dilakukan pengukuran emisi) 6 Tingkat Ketaatan Terhadap Titik Penaatan 75%
  • 97.
    96 II. Ketaatan TerhadapPelaporan/ Parameter Pemantauan / Pemenuhan Baku Mutu No. PELAPORAN PARAMETER PEMENUHAN BAKU MUTU Nama Cerobong (titik penaatan) Jmh Unit Jumlah data pemantauan sesuai peraturan / izin Jumlah data yang dilapor kan Tingkat Ketaatan Keterangan Jumlah Parameter yang dipantau sesuai peraturan / izin Jumlah parameter yang dipantau Tingkat Ketaatan Keterangan Parameter Jumlah data yang tidak memenuhi baku mutu (100 % >x< = 500 %) Jumlah data yang tidak memenuhi baku mutu ( x > 500%) Tingkat Ketaat an Keteranga n A Boiler HHP 1 (Steam Generator / Pembangkit Uap) 4 4 100% - - 1 SO 2 1 50% Kewajiban Pengukuran sekali 6 bulan 0 100% 2 NO 2 1 50% Kewajiban Pengukuran sekali 6 bulan 0 100% 3 Partikulat 2 1 50% Kewajiban Pengukuran sekali 6 bulan 0 100% 4 Opasitas 2 1 50% Kewajiban Pengukuran sekali 6 bulan 0 100% C Boiler HHP 3 (Steam Generator / Pembangkit Uap) 4 4 100% - - 1 SO 2 1 50% Kewajiban Pengukuran sekali 6 bulan 0 100% 2 NO 2 1 50% Kewajiban Pengukuran sekali 6 bulan 0 100% 3 Partikulat 2 1 50% Kewajiban Pengukuran sekali 6 bulan 0 100% 4 Opasitas 2 1 50% Kewajiban Pengukuran sekali 6 bulan 0 100% Tingkat Ketaatan Pelaporan 50% Tingkat Ketaatan Parameter 100% Tingkat Ketaatan Pemenuhan Baku Mutu 100%
  • 98.
    97 KETERANGAN: A. KOLOM PELAPORAN 1.Kolom Jumlah data pemantauan sesuai peraturan/ izinperaturan berisi jumlah data parameter pemantauan yang dilaporkan berdasarkan peraturan dan sesuai dengan periode penilaian PROPER. 2. Kolom jumlah data yang dilaporkan berisi tentang jumlah data per parameter yang dilaporkan oleh perusahaan sesuai dengan periode penilaian PROPER. 3. Kolom Tingkat Ketaatan merupakan prosentase hasil pembagian jumlah data yang dilaporkan oleh perusahaan sesuai dengan periode penilaian PROPER dibagi dengan jumlah data pemantauan yang dipersyaratkan dalam peraturan / izin dan sesuai dengan periode penilaian PROPER. 4. Baris Tingkat Ketaatan menampilkan prosentase tingkat ketaatan. B. KOLOM PARAMETER 1. Kolom Jumlah Parameter yang dipantau sesuai peraturan / izin berisi jumlah Parameter yang dipantau sesuai peraturan / izin perusahaan yang bersangkutan. 2. Kolom Jumlah Parameter yang dipantau berisi jumlah Parameter yang dipantau oleh perusahaan yang bersangkutan. 3. Kolom Tingkat Ketaatan merupakan prosentase hasil pembagian Jumlah Paramater Pemantauan berisi jumlah parameter yang dipantau oleh perusahaan dibagi dengan Kolom Jumlah Parameter yang dipantau sesuai peraturan / izin. C. KOLOM PEMENUHAN BAKU MUTU 1. Kolom Parameter berisi jumlah parameter emisi yang melebihi baku mutu (cantumkan data parameter emisi udara yang melebihi baku mutu paling tinggi untuk tiap cerobong dalam prosentase). 2. Kolom Tingkat Ketaatan merupakan prosentase data yang tidak memenuhi baku mutu. III. Tingkat Ketaatan Terhadap Ketentuan Teknis No. Pengelolaan Emisi Udara Sudah Taat Belum Taat Keterangan 1. Mempunyai cerobong emisi √ 2. Cerobong dilengkapi dengan lubang sampel sesuai Kepdal No. 205/1996 √ 3. Cerobong dilengkapi dengan pagar pengaman √ 4. Cerobong dilengkapi dengan lantai kerja √ 5. Cerobong dilengkapi dengan tangga √ 6. Cerobong emisi dilengkapi dengan peralatan CEMS - Tidak diwajibkan 7. Peralatan CEM berfungsi dengan baik - Tidak diwajibkan Tingkat Ketaatan Taat KETERANGAN: Beri tanda √ sesuai dengan ketaatan hasil verifikasi lapangan dan ketaatan peraturan
  • 99.
    98 LAMPIRAN III. BERITA ACARAPENOLAKAN PENGAWASAN PROPER Pada hari ini, .......... tanggal .... Bulan ..... tahun ......., pukul ......, di Kab/kota..... Provinsi ......., kami yang bertanda tangan di bawah ini : Nama : ........................................................................................................................................... Jabatan : ........................................................................................................................................... Alamat : ........................................................................................................................................... Bertindak untuk dan atas nama, Nama perusahaan : ........................................................................................................................................... Alamat perusahaan : ........................................................................................................................................... Jenis industri : ........................................................................................................................................... Menyatakan bahwa kami menolak kedatangan Tim Pengawas Lingkungan Hidup dan/atau menentang pelaksanaan pengawasan lingkungan hidup oleh Tim Pengawas Lingkungan Hidup dalam rangka Program Penilaian Kinerja Perusahaan (PROPER), yang terdiri dari : Nama Pangkat/Gol. Jabatan NIP/PPLH 1........................................ 2........................................ 3........................................ .......................................... .......................................... .......................................... .......................................... .......................................... .......................................... ........................../.......... .........................../......... ............................/........ Penolakan dilakukan dengan alasan: 1. .............................................................................................................................................................................. 2. .............................................................................................................................................................................. 3. .............................................................................................................................................................................. Demikian Berita Acara Penolakan ini dibuat dengan sebenar-benarnya dan mengingat sumpah jabatan. Pejabat Pengawas Lingkungan Hidup – KLH Pihak Pemerintah Provinsi Pejabat Pemerintah Kab/Kota Pihak Perusahaan Nama : .................................... Ttd : ................................... Nama : ............................... Instansi: ............................. Ttd : .............................. Nama : ........................... Instansi: ........................... Ttd : .......................... Nama : .......................... Ttd : ........................... Nama : .................................... Ttd : ................................... Nama : ............................... Instansi: ............................. Ttd : .............................. Nama : ........................... Instansi: ........................... Ttd : .......................... Nama : .......................... Ttd : ........................... BERITA ACARA PENOLAKAN PELAKSANAAN PENGAWASAN LINGKUNGAN HIDUP
  • 100.
    99 Cap perusahaan LAMPIRAN IV. CONTOHLAMPIRAN HASIL ANALISIS LABORATORIUM YANG TERAKREDITASI 1. Analisis Air Limbah:
  • 101.
  • 102.
    101 LAMPIRAN V FORMAT RINGKASANKETAATAN PERUSAHAAN No Perusahaan Sektor Sub Sektor Kab./Kota Provinsi Data Primer PROPER PERIODE 20XX – 20XX Usulan Kandidat HijauDok HASIL AMDAL Ket PPA Ket PPU Ket PLB3 Ket PKL Ket Peringkat
  • 103.
    102 LAMPIRAN VI FORMAT RAPORSEMENTARA HASIL EVALUASI PENGAWASAN KINERJA PENAATAN PROPER 20XX – 20XX Nama Perusahaan : PT. XXX Jenis Industri : XXX Lokasi Kegiatan : KABUPATEN XXX, PROVINSI XXX Peringkat Sementara : KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP 20XX
  • 104.
    103 Lampiran VI A.Format Raport Industri NON TAMBANG HASIL EVALUASI PENGAWASAN KINERJA PENAATAN Periode 1 Juli 20xx – 30 Juni 20xx Nama Perusahaan : PT. Xxx Jenis Industri : Xxx Lokasi Kegiatan : Kabupaten Xxx , Provinsi Xxx I. DOKUMEN LINGKUNGAN/IZIN LINGKUNGAN No. Kewajiban penanggungjawab usaha sesuai PP 27/2012 Penaatan Keterangan 1. Memiliki dokumen lingkungan/Izin Lingkungan. Taat Dokumen UKL-UPL Nomor :117/UKL- UPL/2008 disetujui oleh Kepala Dinas Lingkunga Hidup, Pertambangan dan Energi Kabupaten Lombok Timur 2. Melaksanakan ketentuan dalam dokumen lingkungan/izin lingkungan: C. Deskripsi kegiatan (luas area dan kapasitas produksi) D. Pengelolaan lingkungan terutama terutama aspek pengendalian pencemaran air, pengendalian pencemaran udara, dan Pengelolaan LB3 Tidak Taat Belum melaksanakan ketentuan secara rutin pelaksanaan UKL-UPL 3. Melaporkan pelaksanaan dokumen lingkungan/izin lingkungan (terutama aspek pengendalian pencemaran air, pengendalian pencemaran udara, dan Pengelolaan LB3) Tidak Taat Belum melaporkan secara rutin pelaksanaan UKL-UPL II. PENGENDALIAN PENCEMARAN AIR D. Kewajiban Pengendalian Pencemaran Air No. Pengelolaan Limbah Cair Penaatan Keterangan 1. Ketaatan terhadap Izin Tidak Taat Izin pembuangan No 660.31/2875/203.2/2010 namun sudah habis masa berlakunya pada tanggal 29 Maret 2012 dan belum memperpanjang 2. Ketaatan terhadap titik penaatan pemantauan 100% Perusahaan mempunyai satu titik outlet IPAL sudah dilakukan pemantauan 3. Ketaatan terhadap parameter Baku Mutu 100% Parameter yang dipantau sudah lengkap sesuai dengan Permen LH No 04 Tahun 2010 4. Ketaatan terhadap pelaporan 87% Sepanjang masa evaluasi parameter TSS dua bulan tidak dilaporkan 5. a. Ketaatan terhadap pemenuhan Baku Mutu 87% Hasil swapantau yang dilaporkan memenuhi baku mutu namun hasil pemantauan KLH melebihi baku mutu > 500%BMAL untuk parameter minyak lemak b. Pemenuhan Baku Mutu berdasarkan Pemantauan Tim PROPER Taat Hasil Pemantauan Tim PROPER (KLH/Provinsi) memenuhi Baku Mutu Air Limbah sesuai izin. 6. Ketaatan terhadap Ketentuan Teknis Tidak Taat Ditemukan bypass dari saluran sebelum masuk ke kolam IPAL dan belum memasang alat ukur debit
  • 105.
    104 B. Perhitungan BebanPencemaran Air (Ton/bulan) No Parameter Beban Inlet Beban Outlet C. Ringkasan Penaatan Pengendalian Pencemaran Air Berdasarkan hasil evaluasi pengendalian pencemaran air, perusahaan tidak taat terhadap izin, pelaporan, pemenuhan bakumutu limbah dan ketentuan teknis, namun perusahaan taat terhadap titik penaatan dan parameter baku mutu sesuai dengan peraturan perundangan lingkungan yang berlaku. D. Tindak Lanjut Yang Harus Dilakukan 1. Perusahaan wajib segera menutup saluran bypass dari saluran sebelum masuk ke kolam IPAL 2. Perusahaan wajib segera mengajukan izin pembuangan air limbah kepada Bupati Kabupaten Lombok Timur 3. Perusahaan wajib menjaga Kualitas air limbah melalui optimalisasi kinerja IPAL agar memenuhi BMAL yang ditetapkan dan memenuhi persyaratan sebagaimana yang diatur dalam Peraturan XXX tentang baku mutu air limbah bagi usaha dan/atau kegiatan industri XXX 4. Perusahaan wajib melakukan pengujian air limbah setiap bulan untuk setiap parameter yang dipersyaratkan dalam baku mutu air limbah Industri XXX ,dan memeriksakannya kepada laboratorium terakreditasi. 5. Perusahaan wajib memasang alat ukur debit dan melakukan pencatatan debit, /kuantitas limbah harian, pH harian, serta produksi senyatanya bulanan. 6. Perusahaan wajib menyampaikan laporan tentang pH harian, debit/kuantitas air limbah harian, kadar parameter mutu limbah cair dan produksi harian senyatanya, sekurang-kurangnya tiga bulan sekali kepada BLH Kabupaten XXX, BLH Provinsi XXX dan Kementerian Lingkungan Hidup. III. PENGENDALIAN PENCEMARAN UDARA C. Kewajiban Pengendalian Pencemaran Udara No. Pengendalian Pencemaran Udara Penaatan Keterangan 1. Ketaatan terhadap titik penaatan pemantauan 100%  Sumber Emisi : 3 unit boiler, 1 unit heather, 2 Unit dryer, 3 unit deporasi gliserin, 2 unit genset  Seluruh sumber emisi sudah dipantau 2. Ketaatan terhadap pelaporan 100% Semua parameter dari hasil pemantauan semua sumber emisi sudah dilaporkan sesuai peraturan 3. Ketaatan terhadap parameter Baku Mutu Emisi 100% Parameter yang dipantau dari semua sumber emisi sudah sesuai peraturan 4. Ketaatan terhadap pemenuhan Baku Mutu Emisi 100% Hasil pemantauan emisi seluruh sumber emisi telah memenuhi baku mutu emisi 5. Ketaatan terhadap ketentuan Teknis yang dipersyaratkan Taat Semua cerobong sudah dilengkapi dengan sarana dan prasarana sampling
  • 106.
    105 B. Perhitungan BebanPencemaran Udara (Ton/periode) No Parameter Beban Outlet C. Ringkasan Penaatan Pengendalian Pencemaran Udara Selama periode penilaian dalam pengendalian pencemaran udara, perusahaan taat terhadap pemenuhan titik penaatan pemantauan, pelaporan, parameter baku mutu, pemenuhan baku mutu dan ketentuan teknis sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. D. Tindak Lanjut Yang Harus Dilakukan 1. Perusahaan wajib tetap melakukan pemantauan emisi Boiler, Heather yang aktif dengan parameter dan frekuensi minimal 6 bulan sekali sesuai Peraturan Menteri Lingkungan Hidup nomor 07 tahun 2007. 2. Perusahaan wajib tetap melakukan pemantauan emisi genset dan dryer yang aktif dengan parameter dan frekuensi sesuai peraturan yang berlaku. 3. Perusahaan wajib menjaga kualitas emisinya sehingga memenuhi Baku Mutu sesuai dengan peraturan yang berlaku. 4. Perusahaan wajib tetap melakukan pengukuran kualitas udara ambien sekurang-kurangnya 6 bulan sekali sesuai dengan PP Nomor 41 Tahun 1999 tentang Pengendalian Pencemaran Udara. 5. Perusahaan wajib menyampaikan laporan tentang pengujian emisi udara dari semua sumber emisi dan pengujian kualitas udara ambien sekurang-kurangnya enam bulan sekali kepada BLH Kabupaten XXX, BLH Provinsi XXX dan Kementerian Lingkungan Hidup. IV. PENGELOLAAN LIMBAH BAHAN BERBAHAYA DAN BERACUN (LIMBAH B3) A. Perizinan Pengelolaan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun Pengelolaan Limbah B3 Status Perizinan No. SK/ No. Surat Masa Berlaku Keterangan Penyimpanan Sementara √ SK Bupati XXX No. 03 tahun 2010, tanggal 9 Februari 2010 5 (lima) tahun Limbah B3 Campuran SK Bupati XXX No. 186 Tahun 2011, tanggal 27 Januari 2011 Sludge IPAL dan Fly Ash Pemanfaatan √ Surat Persetujuan Dep IV Bidang Pengelolaan B3 dan LB3, No or: B- 6658/Dep.IV/LH/09/2010 1 (satu) tahun Uji Coba Pemanfaatan Sludge IPAL Industri Pulp dan Kertas Non Drinking Sebagai Kompos,untuk mendapatkan Standar Nasional Indonesia (tidak melakukan pemanfaatan sludge IPAL lagi untuk kompos) SK MENLH No. 230 tahun 2010, tanggal 27 September 2010. 5 (lima) tahun Pemanfaatan LB3 sludge IPAL sebagai subtitusi bahan bakar di multifuel boiler SK MENLH No. 301 tahun 2011, tanggal 30 Desember 2011 5 (lima) tahun Pemanfaatan limbah B3; fly ash, bottom ash (slag batu bara), dreg dan grit sebagai campuran bahan baku pembuatan paving block, coblock dan stabilisasi slab
  • 107.
    106 Penimbunan/ landfill √ SK MENLHNo. 88 tahun 2012 5 (lima) tahun Penimbunan limbah dreg, grit dan slag pada landfill kelas II B. Kinerja Pengelolaan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (Neraca Limbah B3 Periode 1 Juli 20XX sampai dengan 30 Juni 20XX) Jenis Limbah Satuan Limbah Dihasilkan Limbah Dikelola Limbah Belum Dikelola Perlakuan A. Sumber Dari Proses Produksi Sludge IPAL Ton 7,790.78 7,530.34 0 Dimanfaatkan sebagai bahan bakar Multi Fuel Boiler 179.00 Dimanfaatkan untuk composting sampai bulan September 2011 81.44 Disimpan di TPS LB3 Grits & dregs Ton 26,994.76 4,023.41 0 Dimanfaatkan untuk stabilized bed 22,971.35 Ditimbun di landfill B. Sumber Dari Luar Proses Produksi Oli bekas + solar bekas Ton 19.40 19.00 0 - Pengangkut : PT. YYY Kode manifest: AAO - Pengumpul & Pemanfaat : PT. YYY 0.40 Disimpan di TPS LB3 Slag batubara Ton 1,574.80 267.82 0 Dimanfaatkan sesuai izin 1,306.98 Ditimbun di landfill Fly ash boiler Ton 1,497.37 1,093.00 0 Dimanfaatkan untuk stabilized bed 404.37 Disimpan di TPS LB3 Aki bekas/ baterai bekas Ton 1.4995 1.4995 0 - Pengangkut : PT. YYY Kode manifest: OL - Pengumpul & Pemanfaat: PT. YYY Limbah lab (vial COD) Ton 0.084 0.076 0 - Pengangkut: PT. YYY Kode manifest: AAO - Pengolah: PT.YYY 0.008 Disimpan di TPS LB3 Lampu merkuri bekas Ton 0.0124 0.0124 0 Disimpan di TPS LB3 Filter oli bekas Ton 1.80 1.80 0 - Pengangkut: PT. Shali Riau Lestari Kode manifest: AAO - Pengumpul & Pemanfaat: PT. YYY Limbak klinis Ton 0 0 0 Tidak dihasilkan dalam periode penilaian Majun terkontaminasi Ton 0.95 0.90 0 - Pengangkut: PT. YYY Kode manifest: AAO - Pengumpul & Pemanfaat: PT. YYY 0.05 Disimpan di TPS LB3 Toner bekas Ton 0.028 0.017 0 - Pengangkut : PT. YYY Kode manifest: OL - Pengolah: PT. YYY 0.011 Disimpan di TPS LB3 Selang hidrolik Ton 0.15 0.15 0 - Pengangkut: PT. YYY
  • 108.
    107 terkontaminasi oli Kode manifest: OL -Pengumpul & Pemanfaat: PT. YYY Serbuk gergaji (saw dust) terkontaminasi minyak kotor Ton 2.80 2.80 0 - Pengangkut: PT. YYY Kode manifest: AAO - Pengolah: PT. YYY Grease bekas Ton 0.20 0.20 0 Pengangkut: PT. YYY Kode manifest: AAO Bekas kemasan bahan kimia Ton 0.20 0.20 0 - Pengangkut: PT. YYY Kode manifest: AAO - Pengolah: PT. YYY TOTAL Ton 37,898.33 37,898.33 0 Persentase % 100 0 Ket : 34.29% limbah B3 telah dimanfaatkan sesuai izin, 64.06% limbah B3 ditimbun di landfill yang berizin, 0.11% limbah B3 telah diserahkan ke pihak ketiga, dan 1.54% limbah masih tersimpan di TPS. Secara umum 100% limbah B3 sudah dikelola sesuai dengan peraturan yang berlaku dan persyaratan dalam izin. C. Penanganan Lahan / Tanah Terkontaminasi Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun Pelaksanaan Penanganan Lahan/ Tanah Terkontaminasi Limbah B3 Keterangan Jenis dan jumlah limbah B3 yang diopen dumping - Sebutkan jenis limbah B3 yang diopen dumping - Jelaskan perkiraan jumlah limbah B3 dan tanah terkontaminasi yang diopen dumping (panajang x lebar x tinggi) Rencana pengelolaan lahan terkontaminasi limbah B3 - Jelaskan waktu pelaksanaan pemulihan lahan terkontaminasi - Jelaskan pengelolaan lanjut limbah B3 dan tanah terkontaminasi yang diangkat Kesesuaian rencana dengan pelaksanaan pengelolaan lahan terkontaminasi limbah B3 - Jelaskan pelaksanaan pengelolaan lahan terkontaminasi yang sesuai dengan perencanaan - Jelaskan pelaksanaan pengelolaan lahan terkontaminasi (apakah sesuai atau tidak sesuai dengan perencanaan) Jumlah total limbah B3 dan tanah terkontaminasi yang telah dilakukan pengelolaan Sebutkan jumlah limbah B3 yang telah diangkat (dalam ton) Perlakuan pengelolaan terhadap limbah B3 dan tanah terkontaminasi yang telah diangkat sesuai perencanaan Jelaskan perlakuan pengelolaan limbah B3 dan tanah terkontaminasi yang telah diangkat SSPLT (Surat Status Penyelesaian Lahan Terkontaminasi) Cantumkan nomor SSPLT dan tanggal diterbitkan Ketentuan dalam SSPLT Memeriksa pelaksanaan ketentuan yang dipersyaratkan dalam SSPLT D. Penaatan terhadap Izin Pengelolaan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun Pelaksanaan ketentuan pengelolaan limbah B3 % penaatan Sudah taat Belum taat Keterangan Penyimpanan Sementara 100 √ - - Kondisi fisik bangunan TPS sesuai dengan ketentuan; - Dilengkapi dengan sarana dan prasana yang sesuai dengan ketentuan; - Tata cara penyimpanan sesuai dengan
  • 109.
    108 ketentuan; - Semua limbahB3 teridentifikasi dan memiliki tujuan akhir pengelolaan; - Pelaporan dilakukan rutin 3 bulan sekali. Pemanfaatan 100 √ - Telah memenuhi seluruh ketentuan dalam izin dan peraturan pengelolaan limbah B3 Penimbunan 100 √ - Telah memenuhi seluruh ketentuan dalam izin dan peraturan pengelolaan limbah B3 Penaatan terhadap izin pengelolaan limbah B3 100 Ket: Penilaian penaatan terhadap izin pengelolaan limbah B3 dilakukan berdasarkan % penaatan terendah pelaksanaan ketentuan Pengelolaan Limbah B3. E. Penyerahan Pengelolaan Limbah B3 kepada Pihak Ketiga Kriteria Taat Tidak taat Keterangan Pihak ketiga penerima limbah B3 memiliki izin yang sesuai ketentuan √ - Memiliki izin yang sesuai dan masih berlaku, memenuhi persyaratan izin dan mengelola limbah B3 sesuai izin. Pengumpul memiliki kontrak kerjasama dengan pengelola akhir limbah B3 Pengangkutan limbah B3 memenuhi ketentuan yang berlaku √ - Menggunakan manifest yang sesuai, pengangkutan sesuai dengan rekomendasi pengangkutan dari KLH, memiliki kontrak kerjasama dengan pengolah atau penimbun limbah B3 Manifest dan pengelolaan manifest sesuai dengan ketentuan √ - Menyampaikan manifest salinan #2 ke KLH, menyimpan salinan manife t #3 dan #7 F. Resume Penaatan No. Aspek Pelaksanaan Pengelolaan Limbah B3 Taat Belum Taat Keterangan 1. a. Pendataan jenis dan volume limbah yang dihasilkan  - b. Pelaporan  - 2. Status perizinan pengelolaan limbah B3  - 3. Pelaksanaan ketentuan dalam Izin 100% taat e. Pemenuhan Ketentuan Teknis  - f. Pemenuhan Baku Mutu Emisi  - g. Pemenuhan Baku Mutu Air Limbah  - h. Pemenuhan Pemanfaatan  - 4. Penanganan open dumping, pengelolaan tumpahan, dan penanganan media terkontaminasi LB3 - - e. Rencana pengelolaan - - f. Pelaksanaan pengelolaan - - g. Jumlah tanah terkontaminasi yang dikelola - - 5. Jumlah limbah B3 yang dikelola sesuai dengan peraturan  - 100% taat 6. Pengelolaan limbah B3 oleh pihak ke-3 dan pengangkutan limbah B3  - 7. Pengelolaan limbah B3 dengan cara tertentu (antara lain : Dumping, Re-injeksi, dll) - - Kesimpulan Penaatan Pengelolaan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun  -
  • 110.
    109 G. Kesimpulan Perusahaan telahmelakukan penaatan pengelolaan limbah B3 sesuai dengan ketentuan yang berlaku dan persyaratan dalam izin. H. Tindak Lanjut yang Harus Dilakukan 1. Tetap menjaga pemenuhan teknis TPS Limbah B3 sesuai dengan Kep- 01/BAPEDAL/09/1995. 2. Tetap memastikan pengelolaan limbah B3 ke pihak ketiga yang memiliki izin dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. 3. Memprioritaskan upaya 3R (reuse, recycle, recovery) dalam pengelolaan limbah B3. 4. Tetap melakukan pencatatan (log book dan neraca) terhadap seluruh limbah B3 yang dihasilkan. 5. Tetap melakukan pengelolaan lanjut limbah B3 yang dihasilkan sesuai dengan ketentuan peraturan dalam pengelolaan limbah B3 dan persyaratan dalam izin. 6. Tetap melaporkan/menembuskan kegiatan pengelolaan limbah B3 sesuai dengan ketentuan pengelolaan limbah B3 atau izin-izin yang dimiliki. Pelaporan atau tembusan laporan meliputi data log book, neraca limbah B3, dan manifest salinan #2 yang disampaikan secara periodik kepada Deputi IV MENLH Bidang Pengelolaan Bahan Berbahaya dan Beracun, Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun dan Sampah; d/a. : Gd. C Lt. 2, Jln. D.I. Panjaitan Kav. 24, Kebon Nanas, Jakarta Timur410, dengan tembusan ke BLH Provinsi XXX dan BLH Kabupaten XXX.
  • 111.
    110 A. LAMPIRAN VIB. Format Raport Industri TAMBANG HASIL EVALUASI PENGAWASAN KINERJA PENAATAN Periode 1 Juli 20XX – 30 Juni 20XX Nama Perusahaan : PT TAMBANG XYZ Jenis Industri : Pertambangan Batubara Lokasi Kegiatan : Kabupaten XXX, Provinsi XXX I. DOKUMEN LINGKUNGAN/IZIN LINGKUNGAN No. Kewajiban penanggungjawab usaha sesuai PP 27/2012 Penaatan Keterangan 1. Memiliki dokumen lingkungan/Izin Lingkungan. Taat Dokumen UKL-UPL Nomor :117/UKL- UPL/2008 disetujui oleh Kepala Dinas Lingkunga Hidup, Pertambangan dan Energi Kabupaten Lombok Timur 2. Melaksanakan ketentuan dalam dokumen lingkungan/izin lingkungan: E. Deskripsi kegiatan (luas area dan kapasitas produksi) F. Pengelolaan lingkungan terutama terutama aspek pengendalian pencemaran air, pengendalian pencemaran udara, dan Pengelolaan LB3 Tidak Taat Belum melaksanakan ketentuan secara rutin pelaksanaan UKL-UPL 3. Melaporkan pelaksanaan dokumen lingkungan/izin lingkungan (terutama aspek pengendalian pencemaran air, pengendalian pencemaran udara, dan Pengelolaan LB3) Tidak Taat Belum melaporkan secara rutin pelaksanaan UKL-UPL II. PENGENDALIAN PENCEMARAN AIR A. Kewajiban Pengendalian Pencemaran Air No. Pengelolaan Limbah Cair Penaatan Keterangan 1. Ketaatan terhadap Izin Tidak Taat Izin pembuangan No 660.31/2875/203.2/2010 namun sudah habis masa berlakunya pada tanggal 29 Maret 2012 dan belum memperpanjang 2. Ketaatan terhadap titik penaatan pemantauan 100% Perusahaan mempunyai 10 (sepulu) titik outlet IPAL dan seluruhnya sudah dilakukan pemantauan 3. Ketaatan terhadap parameter Baku Mutu 100% Parameter yang dipantau sudah lengkap sesuai dengan Kepmen LH No 113 Tahun 2003 4. Ketaatan terhadap pelaporan 83% Sepanjang masa evaluasi parameter TSS dua bulan tidak dilaporkan 5. a. Ketaatan terhadap pemenuhan Baku Mutu 80% Parameter TSS 2x melebihi Baku Mutu Air Limbah Kepmen LH No 113 Tahun 2003 b. Pemenuhan Baku Mutu berdasarkan Pemantauan Tim PROPER ------ - Tidak dilakukan pengambilan sampel air limbah.
  • 112.
    111 6. Ketaatan terhadapKetentuan Teknis Tidak Taat Ditemukan bypass dari saluran sebelum masuk ke kolam IPAL dan belum memasang alat ukur debit D. Perhitungan Beban Pencemaran Air (Ton/bulan) No Parameter Beban Inlet Beban Outlet E. Ringkasan Penaatan Pengendalian Pencemaran Air Berdasarkan hasil evaluasi pengendalian pencemaran air, perusahaan tidak taat terhadap izin, pelaporan, pemenuhan bakumutu limbah dan ketentuan teknis, namun perusahaan taat terhadap titik penaatan dan parameter baku mutu sesuai dengan peraturan perundangan lingkungan yang berlaku. F. Tindak Lanjut Yang Harus Dilakukan 1. Perusahaan wajib segera menutup saluran bypass dari saluran sebelum masuk ke kolam IPAL 2. Perusahaan wajib segera mengurus izin pembuangan air limbah kepada Bupati Kabupaten XXX 3. Perusahaan wajib menjaga Kualitas air limbah melalui optimalisasi kinerja IPAL agar memenuhi BMAL yang ditetapkan dan memenuhi persyaratan sebagaimana yang diatur dalam Keputusan Menteri LH No 113 Tahun 2003 tentang baku mutu air limbah bagi usaha dan/atau kegiatan Pertambangan Batubara 4. Perusahaan wajib melakukan pengujian air limbah setiap bulan untuk setiap parameter yang dipersyaratkan dalam baku mutu air limbah kegiatan pertambangan batubara ,dan memeriksakannya kepada laboratorium terakreditasi. 5. Perusahaan wajib memasang alat ukur debit dan melakukan pencatatan debit /kuantitas limbah harian, pH harian, serta produksi senyatanya bulanan. 6. Perusahaan wajib menyampaikan laporan tentang pH harian, debit/kuantitas air limbah harian, kadar parameter mutu limbah cair dan produksi harian senyatanya, sekurang-kurangnya tiga bulan sekali kepada BLH Kabupaten XXX, BLH Provinsi XXX dan Kementerian Lingkungan Hidup. III. PENGENDALIAN PENCEMARAN UDARA D. Kewajiban Pengendalian Pencemaran Udara No. Pengendalian Pencemaran Udara Penaatan Keterangan 1. Ketaatan terhadap titik penaatan pemantauan 100%  Sumber Emisi : 3 unit boiler, 1 unit heather, 2 Unit dryer, 3 unit deporasi gliserin, 2 unit genset  Seluruh sumber emisi sudah dipantau 2. Ketaatan terhadap pelaporan 100% Semua parameter dari hasil pemantauan semua sumber emisi sudah dilaporkan sesuai peraturan 3. Ketaatan terhadap parameter Baku Mutu Emisi 100% Parameter yang dipantau dari semua sumber emisi sudah sesuai peraturan 4. Ketaatan terhadap pemenuhan Baku Mutu Emisi 100% Hasil pemantauan emisi seluruh sumber emisi telah memenuhi baku mutu emisi 5. Ketaatan terhadap ketentuan Teknis yang dipersyaratkan Taat Semua cerobong sudah dilengkapi dengan sarana dan prasarana sampling
  • 113.
    112 C. Perhitungan BebanPencemaran Udara (Ton/periode) No Parameter Beban Emisi E. Ringkasan Penaatan Pengendalian Pencemaran Udara Selama periode penilaian dalam pengendalian pencemaran udara, perusahaan taat terhadap pemenuhan titik penaatan pemantauan, pelaporan, parameter baku mutu, pemenuhan baku mutu dan ketentuan teknis sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. F. Tindak Lanjut Yang Harus Dilakukan 1. Perusahaan wajib tetap melakukan pemantauan emisi Boiler, Heather yang aktif dengan parameter dan frekuensi minimal 6 bulan sekali sesuai Peraturan Menteri Lingkungan Hidup nomor 07 tahun 2007. 2. Perusahaan wajib tetap melakukan pemantauan emisi genset dan dryer yang aktif dengan parameter dan frekuensi sesuai peraturan yang berlaku. 3. Perusahaan wajib tetap menjaga kualitas emisinya sehingga memenuhi Baku Mutu sesuai dengan peraturan yang berlaku. 4. Perusahaan wajib tetap melakukan pengukuran kualitas udara ambien sekurang-kurangnya 6 bulan sekali sesuai dengan PP Nomor 41 Tahun 1999 tentang Pengendalian Pencemaran Udara. 5. Perusahaan wajib menyampaikan laporan tentang pengujian emisi udara dari semua sumber emisi dan pengujian kualitas udara ambien sekurang-kurangnya enam bulan sekali kepada BLH Kabupaten Kutai Kartanegara, BLH Provinsi Kalimantan Timur dan Kementerian Lingkungan Hidup. IV. PENGELOLAAN LIMBAH BAHAN BERBAHAYA DAN BERACUN (LIMBAH B3) A. Perizinan Pengelolaan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun Pengelolaan Limbah B3 Status Perizinan No. SK/ No. Surat Masa Berlaku Keterangan Penyimpanan Sementara √ SK Bupati XXX No. 03 tahun 2010, tanggal 9 Februari 2010 5 (lima) tahun Limbah B3 Campuran SK Bupati XXX No. 186 Tahun 2011, tanggal 27 Januari 2011 Sludge IPAL dan Fly Ash Pemanfaatan √ Surat Persetujuan Dep IV Bidang Pengelolaan B3 dan LB3, No or: B- 6658/Dep.IV/LH/09/2010 1 (satu) tahun Uji Coba Pemanfaatan Sludge IPAL Industri Pulp dan Kertas Non Drinking Sebagai Kompos,untuk mendapatkan Standar Nasional Indonesia (tidak melakukan pemanfaatan sludge IPAL lagi untuk kompos) SK MENLH No. 230 tahun 2010, tanggal 27 September 2010. 5 (lima) tahun Pemanfaatan LB3 sludge IPAL sebagai subtitusi bahan bakar di multifuel boiler SK MENLH No. 301 tahun 2011, tanggal 30 5 (lima) tahun Pemanfaatan limbah B3; fly ash, bottom ash (slag batu
  • 114.
    113 Desember 2011 bara),dreg dan grit sebagai campuran bahan baku pembuatan paving block, coblock dan stabilisasi slab Penimbunan/ landfill √ SK MENLH No. 88 tahun 2012 5 (lima) tahun Penimbunan limbah dreg, grit dan slag pada landfill kelas II B. Kinerja Pengelolaan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (Neraca Limbah B3 Periode 1 Juli 20XX sampai dengan 30 Juni 20XX) Jenis Limbah Satuan Limbah Dihasilkan Limbah Dikelola Limbah Belum Dikelola Perlakuan A. Sumber Dari Proses Produksi Sludge IPAL Ton 7,790.78 7,530.34 0 Dimanfaatkan sebagai bahan bakar Multi Fuel Boiler 179.00 Dimanfaatkan untuk composting sampai bulan September 2011 81.44 Disimpan di TPS LB3 Grits & dregs Ton 26,994.76 4,023.41 0 Dimanfaatkan untuk stabilized bed 22,971.35 Ditimbun di landfill B. Sumber Dari Luar Proses Produksi Oli bekas + solar bekas Ton 19.40 19.00 0 - Pengangkut : PT. YYY Kode manifest: AAO - Pengumpul & Pemanfaat : PT. YYY 0.40 Disimpan di TPS LB3 Slag batubara Ton 1,574.80 267.82 0 Dimanfaatkan sesuai izin 1,306.98 Ditimbun di landfill Fly ash boiler Ton 1,497.37 1,093.00 0 Dimanfaatkan untuk stabilized bed 404.37 Disimpan di TPS LB3 Aki bekas/ baterai bekas Ton 1.4995 1.4995 0 - Pengangkut : PT. YYY Kode manifest: OL - Pengumpul & Pemanfaat: PT. YYY Limbah lab (vial COD) Ton 0.084 0.076 0 - Pengangkut: PT. YYY Kode manifest: AAO - Pengolah: PT. YYY 0.008 Disimpan di TPS LB3 Lampu merkuri bekas Ton 0.0124 0.0124 0 Disimpan di TPS LB3 Filter oli bekas Ton 1.80 1.80 0 - Pengangkut: PT. YYY Kode manifest: AAO - Pengumpul & Pemanfaat: PT. YYY Limbak klinis Ton 0 0 0 Tidak dihasilkan dalam periode penilaian Majun terkontaminasi Ton 0.95 0.90 0 - Pengangkut: PT. YYY Kode manifest: AAO - Pengumpul & Pemanfaat: PT. Andhika Makmur Persada 0.05 Disimpan di TPS LB3 Toner bekas Ton 0.028 0.017 0 - Pengangkut : PT. YYY Kode manifest: OL
  • 115.
    114 - Pengolah: PT.YYY 0.011 Disimpan di TPS LB3 Selang hidrolik terkontaminasi oli Ton 0.15 0.15 0 - Pengangkut: PT. YYY Kode manifest: OL - Pengumpul & Pemanfaat: PT. YYY Serbuk gergaji (saw dust) terkontaminasi minyak kotor Ton 2.80 2.80 0 - Pengangkut: PT. YYY Kode manifest: AAO - Pengolah: PT. YYY Grease bekas Ton 0.20 0.20 0 Pengangkut: PT. YYY Kode manifest: AAO Bekas kemasan bahan kimia Ton 0.20 0.20 0 - Pengangkut: PT. YYY Kode manifest: AAO - Pengolah: PT. YYY TOTAL Ton 37,898.33 37,898.33 0 Persentase % 100 0 Ket : 34.29% limbah B3 telah dimanfaatkan sesuai izin, 64.06% limbah B3 ditimbun di landfill yang berizin, 0.11% limbah B3 telah diserahkan ke pihak ketiga, dan 1.54% limbah masih tersimpan di TPS. Secara umum 100% limbah B3 sudah dikelola sesuai dengan peraturan yang berlaku dan persyaratan dalam izin. C. Penanganan Lahan / Tanah Terkontaminasi Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun Pelaksanaan Penanganan Lahan/ Tanah Terkontaminasi Limbah B3 Keterangan Jenis dan jumlah limbah B3 yang diopen dumping - Sebutkan jenis limbah B3 yang diopen dumping - Jelaskan perkiraan jumlah limbah B3 dan tanah terkontaminasi yang diopen dumping (panajang x lebar x tinggi) Rencana pengelolaan lahan terkontaminasi limbah B3 - Jelaskan waktu pelaksanaan pemulihan lahan terkontaminasi - Jelaskan pengelolaan lanjut limbah B3 dan tanah terkontaminasi yang diangkat Kesesuaian rencana dengan pelaksanaan pengelolaan lahan terkontaminasi limbah B3 - Jelaskan pelaksanaan pengelolaan lahan terkontaminasi yang sesuai dengan perencanaan - Jelaskan pelaksanaan pengelolaan lahan terkontaminasi (apakah sesuai atau tidak sesuai dengan perencanaan) Jumlah total limbah B3 dan tanah terkontaminasi yang telah dilakukan pengelolaan Sebutkan jumlah limbah B3 yang telah diangkat (dalam ton) Perlakuan pengelolaan terhadap limbah B3 dan tanah terkontaminasi yang telah diangkat sesuai perencanaan Jelaskan perlakuan pengelolaan limbah B3 dan tanah terkontaminasi yang telah diangkat SSPLT (Surat Status Penyelesaian Lahan Terkontaminasi) Cantumkan nomor SSPLT dan tanggal diterbitkan Ketentuan dalam SSPLT Memeriksa pelaksanaan ketentuan yang dipersyaratkan dalam SSPLT
  • 116.
    115 D. Penaatan terhadapIzin Pengelolaan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun Pelaksanaan ketentuan pengelolaan limbah B3 % penaatan Sudah taat Belum taat Keterangan Penyimpanan Sementara 100 √ - - Kondisi fisik bangunan TPS sesuai dengan ketentuan; - Dilengkapi dengan sarana dan prasana yang sesuai dengan ketentuan; - Tata cara penyimpanan sesuai dengan ketentuan; - Semua limbah B3 teridentifikasi dan memiliki tujuan akhir pengelolaan; - Pelaporan dilakukan rutin 3 bulan sekali. Pemanfaatan 100 √ - Telah memenuhi seluruh ketentuan dalam izin dan peraturan pengelolaan limbah B3 P nimbunan 100 √ - Telah memenuhi seluruh ketentuan dalam izin dan peraturan pengelolaan limbah B3 Penaatan terhadap izin pengelolaan limbah B3 100 Ket: Penilaian penaatan terhadap izin pengelolaan limbah B3 dilakukan berdasarkan % penaatan terendah pelaksanaan ketentuan Pengelolaan Limbah B3. E. Penyerahan Pengelolaan Limbah B3 kepada Pihak Ketiga Kriteria Taat Tidak taat Keterangan Pihak ketiga penerima limbah B3 memiliki izin yang sesuai ketentuan √ - Memiliki izin yang sesuai dan masih berlaku, meme uhi persyaratan izin dan mengelola limbah B3 sesuai izin. Pengumpul memiliki kontrak kerjasama dengan pengelola akhir limbah B3 Pengangkutan limbah B3 memenuhi ketentuan yang berlaku √ - Menggunakan manifest yang sesuai, pengangkutan sesuai dengan rekome dasi pengangkutan dari KLH, memiliki kontrak kerjasama dengan pengolah atau penimbun limbah B3 Manifest dan pengelolaan manifest sesuai dengan ketentuan √ - Menyampaikan manifest salinan #2 ke KLH, menyimpan salinan manife t #3 dan #7 F. Resume Penaatan N . Aspek Pelaksanaan Pengelolaan Limbah B3 Taat Belum Taat Keterangan 1. a. Pendataan jenis dan volume limbah yang dihasilkan  - b. Pelaporan  - 2. Status perizinan pengelolaan limbah B3  - 3. Pelaksanaan ketentuan dalam Izin 100% taat i. Pemenuhan Ketentuan Teknis  - j. Pemenuhan Baku Mutu Emisi  - k. Pemenuhan Baku Mutu Air Limbah  - l. Pemenuhan Pemanfaatan  - 4. Penanganan open dumping, pengelolaan tumpahan, dan penanganan media terkontaminasi LB3 - - h. Rencana pengelolaan - - i. Pelaksanaan pengelolaan - - j. Jumlah tanah terkontaminasi yang dikelola - -
  • 117.
    116 5. Jumlah limbahB3 yang dikelola sesuai dengan peraturan  - 100% taat 6. Pengelolaan limbah B3 oleh pihak ke-3 dan pengangkutan limbah B3  - 7. Pengelolaan limbah B3 dengan cara tertentu (antara lain : Dumping, Re-injeksi, dll) - - Kesimpulan Penaatan Pengelolaan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun  - G. Kesimpulan Perusahaan telah melakukan penaatan pengelolaan limbah B3 sesuai dengan ketentuan yang berlaku dan persyaratan dalam izin. H. Tindak Lanjut yang Harus Dilakukan 1. Tetap menjaga pemenuhan teknis TPS Limbah B3 sesuai dengan Kep- 01/BAPEDAL/09/1995. 2. Tetap memastikan pengelolaan limbah B3 ke pihak ketiga yang memiliki izin dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. 3. Memprioritaskan upaya 3R (reuse, recycle, recovery) dalam pengelolaan limbah B3. 4. Tetap melakukan pencatatan (log book dan neraca) terhadap seluruh limbah B3 yang dihasilkan. 5. Tetap melakukan pengelolaan lanjut limbah B3 yang dihasilkan sesuai dengan ketentuan peraturan dalam pengelolaan limbah B3 dan persyaratan dalam izin. 6. Tetap melaporkan/menembuskan kegiatan pengelolaan limbah B3 sesuai dengan ketentuan pengelolaan limbah B3 atau izin-izin yang dimiliki. Pelaporan atau tembusan laporan meliputi data log book, neraca limbah B3, dan manifest salinan #2 yang disampaikan secara periodik kepada Deputi IV MENLH Bidang Pengelolaan Bahan Berbahaya dan Beracun, Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun dan Sampah; d/a. : Gd. C Lt. 2, Jln. D.I. Panjaitan Kav. 24, Kebon Nanas, Jakarta Timur410, dengan tembusan ke BLH Provinsi XXX dan BLH Kabupaten XXX. V. PENGENDALIAN KERUSAKAN LINGKUNGAN C. Rekapitulasi Penilaian No. Tahapan Lokasi Nilai Total X ≥ 80 55 < x < 80 X ≤ 55 Keterangan 1. Pembersihan Lahan Lokasi 1 98 1 Taat 2. Penggalian Tanah Penutup Lokasi 1 81 1 Taat 3. Penambangan Lokasi 1 88 1 Taat 4. Penimbunan Lokasi 1 78 1 Tidak Taat 5. Pengupasan Tanah Pucuk Lokasi 1 98 1 Taat 6. Reklamasi Lokasi 1 88 1 Taat
  • 118.
    117 7. Pembersihan Lahan Lokasi 2100 1 Taat 8. Pengupasan Tanah Pucuk Lokasi 2 100 1 Taat 9. Penggalian Tanah Penutup Lokasi 2 81 1 Taat 10. Penambangan Lokasi 2 90 1 Taat 11. Penimbunan Lokasi 2 53 1 Taat 12. Reklamasi Lokasi 2 86 1 Taat 13. Pembersihan Lahan Lokasi 3 100 1 Taat 14. Pengupasan Tanah Pucuk Lokasi 3 100 1 Taat 15. Penggalian Tanah Penutup Lokasi 3 81 1 Taat 16. Penambangan Lokasi 3 73 1 Taat 17. Penimbunan Lokasi 3 83 1 Taat 18. Reklamasi Lokasi 3 86 1 Taat 19. Pembersihan Lahan Lokasi 4 98 1 Taat 20. Penimbunan Lokasi 4 91 1 Taat 21. Reklamasi Lokasi 4 100 1 Taat 22. Pengupasan Tanah Pucuk Lokasi 5 98 1 Taat 23. Penggalian Tanah Penutup Lokasi 5 91 1 Taat 24. Penambangan Lokasi 5 98 1 Taat 25. Pembersihan Lahan Lokasi 6 100 1 Taat 26. Pengupasan Tanah Pucuk Lokasi 6 100 1 Taat 27. Penggalian Tanah Penutup Lokasi 6 83 1 Taat 28. Penambangan Lokasi 6 88 1 Taat 29. Penimbunan Lokasi 6 83 1 Taat 30. Reklamasi Lokasi 6 88 1 Taat JUMLAH DATA 30 27 2 1 Tidak Taat Persentase 90% 6,67% 3,3% Tidak Taat
  • 119.
    118 D. Ringkasan PenaatanPengendalian Kerusakan Lahan 1. Pada aspek manajemen telah memenuhi semua ketentuan kriteria pengendalian kerusakan lingkungan 2. Untuk aspek Teknis: a) Kriteria K3 (Potensi Longsor) terlihat longsoran batuan pada dinding yang ditinggal b) Kriteria K4 (Potensi Pencemaran AAT) tidak mendapatkan nilai karena belum dilakukan upaya penanganan batuan yang berpotensi membentuk air asam tambang. c) Kriteria K5 (Erosi): terdapat indikasi adanya erosi didinding lereng penggalian tanah penutup d) Kriteria K6 (Kebencanan); jauh dari pemukiman penduduk dan sarana vital lain/memiliki sistem tanggap darurat (sarana, personil, SOP, dll E. Tindaklanjut yang harus dilakukan 1. Mempertahankan kinerja terkait aspek manajemen 2. Melakukan pembenahan pada lereng-lereng yang tinggi atau sudutnya melebihi rekomendasi FS dan terlihat adanya longsoran batuan didaerah tersebut. 3. Melakukan upaya penanganan batuan yang berpotensi pencemar dengan mengikuti langkah langkah sebagai berikut ; a) Identifikasi semua batuan limbah yang dihasilkan dari penambangan b) Melakukan karakteristik batuan penutup tersebut, batuan potensi pembentuk AAT dan batuan tidak berpotensi membentuk AAT c) Memilih teknologi penanganan batuan potensi pembentuk AAT tersebut, untuk menghindari terbentuknya AAT 4. Upaya Pengolahan AAT : a) Melakukan pengumpulan AAT yang ada b) Melakukan pengolahan air leachet (AAT) yang sudah terbentuk hingga memenuhi BMAL sebelum dibuang ke lingkungan.
  • 120.
    119 LAMPIRAN VII FORMAT RAPORTFINAL HASIL EVALUASI PENGAWASAN KINERJA PENAATAN PROPER 20XX – 20XX Nama Perusahaan : PT. XXX Jenis Industri : XXX Lokasi Kegiatan : KABUPATEN XXX, PROVINSI XXX Peringkat : KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP 20XX
  • 121.
    120 A. Lampiran VIIA. Format Raport Industri NON TAMBANG HASIL EVALUASI PENGAWASAN KINERJA PENAATAN Periode 1 Juli 20XX – 30 Juni 20XX Nama Perusahaan : PT. XXX Jenis Industri : XXX Lokasi Kegiatan : KABUPATEN XXX, PROVINSI XXX I. DOKUMEN LINGKUNGAN/IZIN LINGKUNGAN No. Kewajiban penanggungjawab usaha sesuai PP 27/2012 Penaatan Keterangan 1. Memiliki dokumen lingkungan/Izin Lingkungan. Taat Dokumen UKL-UPL Nomor :117/UKL- UPL/2008 disetujui oleh Kepala Dinas Lingkunga Hidup, Pertambangan dan Energi Kabupaten XXX 2. Melaksanakan ketentuan dalam dokumen lingkungan/izin lingkungan: G. Deskripsi kegiatan (luas area dan kapasitas produksi) H. Pengelolaan lingkungan terutama terutama aspek pengendalian pencemaran air, pengendalian pencemaran udara, dan Pengelolaan LB3 Tidak Taat Belum melaksanakan ketentuan secara rutin pelaksanaan UKL-UPL 3. Melaporkan pelaksanaan dokumen lingkungan/izin lingkungan (terutama aspek pengendalian pencemaran air, pengendalian pencemaran udara, dan Pengelolaan LB3) Tidak Taat Belum melaporkan secara rutin pelaksanaan UKL-UPL II. PENGENDALIAN PENCEMARAN AIR A. Kewajiban Pengendalian Pencemaran Air No. Pengelolaan Limbah Cair Penaatan Keterangan 1. Ketaatan terhadap Izin Tidak Taat Izin pembuangan No 660.31/2875/203.2/2010 namun sudah habis masa berlakunya pada tanggal 29 Maret 2012 dan belum memperpanjang 2. Ketaatan terhadap titik penaatan pemantauan 100% Perusahaan mempunyai satu titik outlet IPAL sudah dilakukan pemantauan 3. Ketaatan terhadap parameter Baku Mutu 100% Parameter yang dipantau sudah lengkap sesuai dengan Permen LH No 04 Tahun 2010 4. Ketaatan terhadap pelaporan 87% Sepanjang masa evaluasi parameter TSS dua bulan tidak dilaporkan 5. a. Ketaatan terhadap pemenuhan Baku Mutu 87% Hasil swapantau yang dilaporkan memenuhi baku mutu namun hasil pemantauan KLH melebihi baku mutu > 500%BMAL untuk parameter minyak lemak b. Pemenuhan Baku Mutu berdasarkan Pemantauan Tim PROPER Taat Hasil Pemantauan Tim PROPER (KLH/Provinsi) memenuhi Baku Mutu Air Limbah sesuai izin. 6. Ketaatan terhadap Ketentuan Teknis Tidak Taat Ditemukan bypass dari saluran sebelum masuk ke kolam IPAL dan belum memasang alat ukur debit
  • 122.
    121 G. Perhitungan BebanPencemaran Air (Ton/Periode) No Parameter Beban Inlet Beban Outlet H. Ringkasan Penaatan Pengendalian Pencemaran Air Berdasarkan hasil evaluasi pengendalian pencemaran air, perusahaan tidak taat terhadap izin, pelaporan, pemenuhan bakumutu limbah dan ketentuan teknis, namun perusahaan taat terhadap titik penaatan dan parameter baku mutu sesuai dengan peraturan perundangan lingkungan yang berlaku. I. Tindak Lanjut Yang Harus Dilakukan 1. Perusahaan wajib segera menutup saluran bypass dari saluran sebelum masuk ke kolam IPAL 2. Perusahaan wajib segera mengajukan izin pembuangan air limbah kepada Bupati Kabupaten XXX 3. Perusahaan wajib menjaga Kualitas air limbah melalui optimalisasi kinerja IPAL agar memenuhi BMAL yang ditetapkan dan memenuhi persyaratan sebagaimana yang diatur dalam Peraturan XXX tentang baku mutu air limbah bagi usaha dan/atau kegiatan industri XXX 4. Perusahaan wajib melakukan pengujian air limbah setiap bulan untuk setiap parameter yang dipersyaratkan dalam baku mutu air limbah Industri XXX ,dan memeriksakannya kepada laboratorium terakreditasi. 5. Perusahaan wajib memasang alat ukur debit dan melakukan pencatatan debit, /kuantitas limbah harian, pH harian, serta produksi senyatanya bulanan. 6. Perusahaan wajib menyampaikan laporan tentang pH harian, debit/kuantitas air limbah harian, kadar parameter mutu limbah cair dan produksi harian senyatanya, sekurang-kurangnya tiga bulan sekali kepada BLH Kabupaten XXX, BLH Provinsi XXX dan Kementerian Lingkungan Hidup. III. PENGENDALIAN PENCEMARAN UDARA A. Kewajiban Pengendalian Pencemaran Udara No. Pengendalian Pencemaran Udara Penaatan Keterangan 1. Ketaatan terhadap titik penaatan pemantauan 100%  Sumber Emisi : 3 unit boiler, 1 unit heather, 2 Unit dryer, 3 unit deporasi gliserin, 2 unit genset  Seluruh sumber emisi sudah dipantau 2. Ketaatan terhadap pelaporan 100% Semua parameter dari hasil pemantauan semua sumber emisi sudah dilaporkan sesuai peraturan 3. Ketaatan terhadap parameter Baku Mutu Emisi 100% Parameter yang dipantau dari semua sumber emisi sudah sesuai peraturan 4. Ketaatan terhadap pemenuhan Baku Mutu Emisi 100% Hasil pemantauan emisi seluruh sumber emisi telah memenuhi baku mutu emisi 5. Ketaatan terhadap ketentuan Teknis yang dipersyaratkan Taat Semua cerobong sudah dilengkapi dengan sarana dan prasarana sampling
  • 123.
    122 B. Perhitungan BebanPencemaran Udara (Ton/periode) No Parameter Beban Outlet C. Ringkasan Penaatan Pengendalian Pencemaran Udara Selama periode penilaian dalam pengendalian pencemaran udara, perusahaan taat terhadap pemenuhan titik penaatan pemantauan, pelaporan, parameter baku mutu, pemenuhan baku mutu dan ketentuan teknis sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. D. Tindak Lanjut Yang Harus Dilakukan 1. Perusahaan wajib tetap melakukan pemantauan emisi Boiler, Heather yang aktif dengan parameter dan frekuensi minimal 6 bulan sekali sesuai Peraturan Menteri Lingkungan Hidup nomor 07 tahun 2007. 2. Perusahaan wajib tetap melakukan pemantauan emisi genset dan dryer yang aktif dengan parameter dan frekuensi sesuai peraturan yang berlaku. 3. Perusahaan wajib menjaga kualitas emisinya sehingga memenuhi Baku Mutu sesuai dengan peraturan yang berlaku. 4. Perusahaan wajib tetap melakukan pengukuran kualitas udara ambien sekurang-kurangnya 6 bulan sekali sesuai dengan PP Nomor 41 Tahun 1999 tentang Pengendalian Pencemaran Udara. 5. Perusahaan wajib menyampaikan laporan tentang pengujian emisi udara dari semua sumber emisi dan pengujian kualitas udara ambien sekurang-kurangnya enam bulan sekali kepada BLH Kabupaten XXX, BLH Provinsi XXX dan Kementerian Lingkungan Hidup. IV. PENGELOLAAN LIMBAH BAHAN BERBAHAYA DAN BERACUN (LIMBAH B3) A. Perizinan Pengelolaan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun Pengelolaan Limbah B3 Status Perizinan No. SK/ No. Surat Masa Berlaku Keterangan Penyimpanan Sementara √ SK Bupati XXX No. 03 tahun 2010, tanggal 9 Februari 2010 5 (lima) tahun Limbah 3 Campuran SK Bupati XXX No. 186 Tahun 2011, tanggal 27 Januari 2011 Sludge IPAL dan Fly Ash Pemanfaatan √ Surat Persetujuan Dep IV Bidang Pengelolaan B3 dan LB3, No or: B- 6658/Dep.IV/LH/09/2010 1 (satu) tahun Uji Coba Pemanfaatan Sludge IPAL Industri Pulp dan Kertas Non Drinking Sebagai Kompos,untuk mendapatkan Standar Nasional Indonesia (tidak melakukan pemanfaatan sludge IPAL lagi untuk kompos) SK MENLH No. 230 tahun 2010, tanggal 27 September 2010. 5 (lima) tahun Pemanfaatan LB3 sludge IPAL sebagai subtitusi bahan bakar di multifuel boiler SK MENLH No. 301 tahun 2011, tanggal 30 Desember 2011 5 (lima) tahun Pemanfaatan limbah B3; fly ash, bottom ash (slag batu bara), dreg dan grit sebagai campuran bahan baku pembuatan paving block, coblock dan stabilisasi slab
  • 124.
    123 Penimbunan/ landfill √ SK MENLHNo. 88 tahun 2012 5 (lima) tahun Penimbunan limbah dreg, grit dan slag pada landfill kelas II B. Kinerja Pengelolaan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (Neraca Limbah B3 Periode 1 Juli 2012 sampai dengan 30 Juni 2013) Jenis Limbah Satuan Limbah Dihasilkan Limbah Dikelola Limbah Belum Dikelola Perlakuan A. Sumber Dari Proses Produksi Sludge IPAL Ton 7,790.78 7,530.34 0 Dimanfaatkan sebagai bahan bakar Multi Fuel Boiler 179.00 Dimanfaatkan untuk composting sampai bulan September 2011 81.44 Disimpan di TPS LB3 Grits & dregs Ton 26,994.76 4,023.41 0 Dimanfaatkan untuk stabilized bed 22,971.35 Ditimbun di landfill B. Sumber Dari Luar Proses Produksi Oli bekas + solar bekas Ton 19.40 19.00 0 - Pengangkut : PT. YYY Kode manifest: AAO - Pengumpul & Pemanfaat : PT. YYY 0.40 Disimpan di TPS LB3 Slag batubara Ton 1,574.80 267.82 0 Dimanfaatkan sesuai izin 1,306.98 Ditimbun di landfill Fly ash boiler Ton 1,497.37 1,093.00 0 Dimanfaatkan untuk stabilized bed 404.37 Disimpan di TPS LB3 Aki bekas/ baterai bekas Ton 1.4995 1.4995 0 - Pengangkut : PT. YYY Kode manifest: OL - Pengumpul & Pemanfaat: PT. YYY Limbah lab (vial COD) Ton 0.084 0.076 0 - Pengangkut: PT. YYY Kode manifest: AAO - Pengolah: PT. YYY 0.008 Disimpan di TPS LB3 Lampu merkuri bekas Ton 0.0124 0.0124 0 Disimpan di TPS LB3 Filter oli bekas Ton 1.80 1.80 0 - Pengangkut: PT. YYY Kode manifest: AAO - Pengumpul & Pemanfaat: PT. YYY Limbak klinis Ton 0 0 0 Tidak dihasilkan dalam periode penilaian Majun terkontaminasi Ton 0.95 0.90 0 - Pengangkut: PT. YYY Kode manifest: AAO - Pengumpul & Pemanfaat: PT. YYY 0.05 Disimpan di TPS LB3 Toner bekas Ton 0.028 0.017 0 - Pengangkut : PT. YYY Kode manifest: OL - Pengolah: PT. YYY 0.011 Disimpan di TPS LB3 Selang hidrolik terkontaminasi Ton 0.15 0.15 0 - Pengangkut: PT. YYY Kode manifest: OL
  • 125.
    124 oli - Pengumpul& Pemanfaat: PT. YYY Serbuk gergaji (saw dust) terkontaminasi minyak kotor Ton 2.80 2.80 0 - Pengangkut: PT. YYY Kode manifest: AAO - Pengolah: PT. YYY Grease bekas Ton 0.20 0.20 0 Pengangkut: PT. YYY Kode manifest: AAO Bekas kemasan bahan kimia Ton 0.20 0.20 0 - Pengangkut: PT. YYY Kode manifest: AAO - Pengolah: PT. YYY TOTAL Ton 37,898.33 37,898.33 0 Persentase % 100 0 Ket : 34.29% limbah B3 telah dimanfaatkan sesuai izin, 64.06% limbah B3 ditimbun di landfill yang berizin, 0.11% limbah B3 telah diserahkan ke pihak ketiga, dan 1.54% limbah masih tersimpan di TPS. Secara umum 100% limbah B3 sudah dikelola sesuai dengan peraturan yang berlaku dan persyaratan dalam izin. C. Penanganan Lahan / Tanah Terkontaminasi Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun Pelaksanaan Penanganan Lahan/ Tanah Terkontaminasi Limbah B3 Keterangan Jenis dan jumlah limbah B3 yang diopen dumping - Sebutkan jenis limbah B3 yang diopen dumping - Jelaskan perkiraan jumlah limbah B3 dan tanah terkontaminasi yang diopen dumping (panajang x lebar x tinggi) Rencana pengelolaan lahan terkontaminasi limbah B3 - Jelaskan waktu pelaksanaan pemulihan lahan terkontaminasi - Jelaskan pengelolaan lanjut limbah B3 dan tanah terkontaminasi yang diangkat Kesesuaian rencana dengan pelaksanaan pengelolaan lahan terkontaminasi limbah B3 - Jelaskan pelaksanaan pengelolaan lahan terkontaminasi yang sesuai dengan perencanaan - Jelaskan pelaksanaan pengelolaan lahan terkontaminasi (apakah sesuai atau tidak sesuai dengan perencanaan) Jumlah total limbah B3 dan tanah terkontaminasi yang telah dilakukan pengelolaan Sebutkan jumlah limbah B3 yang telah diangkat (dalam ton) Perlakuan pengelolaan terhadap limbah B3 dan tanah terkontaminasi yang telah diangkat sesuai perencanaan Jelaskan perlakuan pengelolaan limbah B3 dan tanah terkontaminasi yang telah diangkat SSPLT (Surat Status Penyelesaian Lahan Terkontaminasi) Cantumkan nomor SSPLT dan tanggal diterbitkan Ketentuan dalam SSPLT Memeriksa pelaksanaan ketentuan yang dipersyaratkan dalam SSPLT D. Penaatan terhadap Izin Pengelolaan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun Pelaksanaan ketentuan pengelolaan limbah B3 % penaatan Sudah taat Belum taat Keterangan Penyimpanan Sementara 100 √ - - Kondisi fisik bangunan TPS sesuai dengan ketentuan; - Dilengkapi dengan sarana dan prasana yang sesuai dengan ketentuan; - Tata cara penyimpanan sesuai dengan
  • 126.
    125 ketentuan; - Semua limbahB3 teridentifikasi dan memiliki tujuan akhir pengelolaan; - Pelaporan dilakukan rutin 3 bulan sekali. Pemanfaatan 100 √ - Telah memenuhi seluruh ketentuan dalam izin dan peraturan pengelolaan limbah B3 Penimbunan 100 √ - Telah memenuhi seluruh ketentuan dalam izin dan peraturan pengelolaan limbah B3 Penaatan terhadap izin pengelolaan limbah B3 100 Ket: Penilaian penaatan terhadap izin pengelolaan limbah B3 dilakukan berdasarkan % penaatan terendah pelaksanaan ketentuan Pengelolaan Limbah B3. E. Penyerahan Pengelolaan Limbah B3 kepada Pihak Ketiga Kriteria Taat Tidak taat Keterangan Pihak ketiga penerima limbah B3 memiliki izin yang sesuai ketentuan √ - Memiliki izin yang sesuai dan masih berlaku, memenuhi persyaratan izin dan mengelola limbah B3 sesuai izin. Pengumpul memiliki kontrak kerjasama dengan pengelola akhir limbah B3 Pengangkutan limbah B3 memenuhi ketentuan yang berlaku √ - Menggunakan manifest yang sesuai, pengangkutan sesuai dengan rekomendasi pengangkutan dari KLH, memiliki kontrak kerjasama dengan pengolah atau penimbun limbah B3 Manifest dan pengelolaan manifest sesuai dengan ketentuan √ - Menyampaikan manifest salinan #2 ke KLH, menyimpan salinan manife t #3 dan #7 F. Resume Penaatan No. Aspek Pelaksanaan Pengelolaan Limbah B3 Taat Belum Taat Keterangan 1. a. Pendataan jenis dan volume limbah yang dihasilkan  - b. Pelaporan  - 2. Status perizinan pengelolaan limbah B3  - 3. Pelaksanaan ketentuan dalam Izin 100% taat m. Pemenuhan Ketentuan Teknis  - n. Pemenuhan Baku Mutu Emisi  - o. Pemenuhan Baku Mutu Air Limbah  - p. Pemenuhan Pemanfaatan  - 4. Penanganan open dumping, pengelolaan tumpahan, dan penanganan media terkontaminasi LB3 - - k. Rencana pengelolaan - - l. Pelaksanaan pengelolaan - - m. Jumlah tanah terkontaminasi yang dikelola - - 5. Jumlah limbah B3 yang dikelola sesuai dengan peraturan  - 100% taat 6. Pengelolaan limbah B3 oleh pihak ke-3 dan pengangkutan limbah B3  - 7. Pengelolaan limbah B3 dengan cara tertentu (antara lain : Dumping, Re-injeksi, dll) - - Kesimpulan Penaatan Pengelolaan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun  -
  • 127.
    126 G. Kesimpulan Perusahaan telahmelakukan penaatan pengelolaan limbah B3 sesuai dengan ketentuan yang berlaku dan persyaratan dalam izin. H. Tindak Lanjut yang Harus Dilakukan 1. Tetap menjaga pemenuhan teknis TPS Limbah B3 sesuai dengan Kep-01/BAPEDAL/09/1995. 2. Tetap memastikan pengelolaan limbah B3 ke pihak ketiga yang memiliki izin dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. 3. Memprioritaskan upaya 3R (reuse, recycle, recovery) dalam pengelolaan limbah B3. 4. Tetap melakukan pencatatan (log book dan neraca) terhadap seluruh limbah B3 yang dihasilkan. 5. Tetap melakukan pengelolaan lanjut limbah B3 yang dihasilkan sesuai dengan ketentuan peraturan dalam pengelolaan limbah B3 dan persyaratan dalam izin. 6. Tetap melaporkan/menembuskan kegiatan pengelolaan limbah B3 sesuai dengan ketentuan pengelolaan limbah B3 atau izin-izin yang dimiliki. Pelaporan atau tembusan laporan meliputi data log book, neraca limbah B3, dan manifest salinan #2 yang disampaikan secara periodik kepada Deputi IV MENLH Bidang Pengelolaan Bahan Berbahaya dan Beracun, Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun dan Sampah; d/a. : Gd. C Lt. 2, Jln. D.I. Panjaitan Kav. 24, Kebon Nanas, Jakarta Timur410, dengan tembusan ke BLH Provinsi XXX dan BLH Kabupaten XXX.
  • 128.
    127 B. LAMPIRAN VIIB. Format Raport Industri TAMBANG HASIL EVALUASI PENGAWASAN KINERJA PENAATAN Periode 1 Juli 20XX – 30 Juni 20XX Nama Perusahaan : PT. TAMBANG XXX Jenis Industri : Pertambangan Batubara Lokasi Kegiatan : Kabupaten XXX, Provinsi XXX I. DOKUMEN LINGKUNGAN/IZIN LINGKUNGAN No. Kewajiban penanggungjawab usaha sesuai PP 27/2012 Penaatan Keterangan 1. Memiliki dokumen lingkungan/Izin Lingkungan. Taat Dokumen UKL-UPL Nomor :117/UKL- UPL/2008 disetujui oleh Kepala Dinas Lingkunga Hidup, Pertambangan dan Energi Kabupaten Lombok Timur 2. Melaksanakan ketentuan dalam dokumen lingkungan/izin lingkungan: I. Deskripsi kegiatan (luas area dan kapasitas produksi) J. Pengelolaan lingkungan terutama terutama aspek pengendalian pencemaran air, pengendalian pencemaran udara, dan Pengelolaan LB3 Tidak Taat Belum melaksanakan ketentuan secara rutin pelaksanaan UKL-UPL 3. Melaporkan pelaksanaan dokumen lingkungan/izin lingkungan (terutama aspek pengendalian pencemaran air, pengendalian pencemaran udara, dan Pengelolaan LB3) Tidak Taat Belum melaporkan secara rutin pelaksanaan UKL-UPL II. PENGENDALIAN PENCEMARAN AIR A. Kewajiban Pengendalian Pencemaran Air No. Pengelolaan Limbah Cair Penaatan Keterangan 1. Ketaatan terhadap Izin Tidak Taat Izin pembuangan No 660.31/2875/203.2/2010 namun sudah habis masa berlakunya pada tanggal 29 Maret 2012 dan belum memperpanjang 2. Ketaatan terhadap titik penaatan pemantauan 100% Perusahaan mempunyai 10 (sepulu) titik outlet IPAL dan seluruhnya sudah dilakukan pemantauan 3. Ketaatan terhadap parameter Baku Mutu 100% Parameter yang dipantau sudah lengkap sesuai dengan Kepmen LH No 113 Tahun 2003 4. Ketaatan terhadap pelaporan 83% Sepanjang masa evaluasi parameter TSS dua bulan tidak dilaporkan 5. a. Ketaatan terhadap pemenuhan Baku Mutu 80% Parameter TSS 2x melebihi Baku Mutu Air Limbah Kepmen LH No 113 Tahun 2003 b. Pemenuhan Baku Mutu berdasarkan Pemantauan Tim PROPER ------ - Tidak dilakukan pengambilan sampel air limbah. 6. Ketaatan terhadap Ketentuan Teknis Tidak Taat Ditemukan bypass dari saluran sebelum masuk ke kolam IPAL dan belum memasang alat ukur debit
  • 129.
    128 B. Perhitungan BebanPencemaran Air (Ton/Periode) No Parameter Beban Inlet Beban Outlet C. Ringkasan Penaatan Pengendalian Pencemaran Air Berdasarkan hasil evaluasi pengendalian pencemaran air, perusahaan tidak taat terhadap izin, pelaporan, pemenuhan bakumutu limbah dan ketentuan teknis, namun perusahaan taat terhadap titik penaatan dan parameter baku mutu sesuai dengan peraturan perundangan lingkungan yang berlaku. D. Tindak Lanjut Yang Harus Dilakukan 1. Perusahaan wajib segera menutup saluran bypass dari saluran sebelum masuk ke kolam IPAL 2. Perusahaan wajib segera mengurus izin pembuangan air limbah kepada Bupati Kabupaten Kutai Kartanegara 3. Perusahaan wajib menjaga Kualitas air limbah melalui optimalisasi kinerja IPAL agar memenuhi BMAL yang ditetapkan dan memenuhi persyaratan sebagaimana yang diatur dalam Keputusan Menteri LH No 113 Tahun 2003 tentang baku mutu air limbah bagi usaha dan/atau kegiatan Pertambangan Batubara 4. Perusahaan wajib melakukan pengujian air limbah setiap bulan untuk setiap parameter yang dipersyaratkan dalam baku mutu air limbah kegiatan pertambangan batubara ,dan memeriksakannya kepada laboratorium terakreditasi. 5. Perusahaan wajib memasang alat ukur debit dan melakukan pencatatan debit /kuantitas limbah harian, pH harian, serta produksi senyatanya bulanan. 6. Perusahaan wajib menyampaikan laporan tentang pH harian, debit/kuantitas air limbah harian, kadar parameter mutu limbah cair dan produksi harian senyatanya, sekurang-kurangnya tiga bulan sekali kepada BLH Kabupaten XXX, BLH Provinsi XXX dan Kementerian Lingkungan Hidup. III. PENGENDALIAN PENCEMARAN UDARA A. Kewajiban Pengendalian Pencemaran Udara No. Pengendalian Pencemaran Udara Penaatan Keterangan 1. Ketaatan terhadap titik penaatan pemantauan 100%  Sumber Emisi : 3 unit boiler, 1 unit heather, 2 Unit dryer, 3 unit deporasi gliserin, 2 unit genset  Seluruh sumber emisi sudah dipantau 2. Ketaatan terhadap pelaporan 100% Semua parameter dari hasil pemantauan semua sumber emisi sudah dilaporkan sesuai peraturan 3. Ketaatan terhadap parameter Baku Mutu Emisi 100% Parameter yang dipantau dari semua sumber emisi sudah sesuai peraturan 4. Ketaatan terhadap pemenuhan Baku Mutu Emisi 100% Hasil pemantauan emisi seluruh sumber emisi telah memenuhi baku mutu emisi 5. Ketaatan terhadap ketentuan Teknis yang dipersyaratkan Taat Semua cerobong sudah dilengkapi dengan sarana dan prasarana sampling
  • 130.
    129 B. Perhitungan BebanPencemaran Udara (Ton/periode) No Parameter Beban Emisi C. Ringkasan Penaatan Pengendalian Pencemaran Udara Selama periode penilaian dalam pengendalian pencemaran udara, perusahaan taat terhadap pemenuhan titik penaatan pemantauan, pelaporan, parameter baku mutu, pemenuhan baku mutu dan ketentuan teknis sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. D. Tindak Lanjut Yang Harus Dilakukan 1. Perusahaan wajib tetap melakukan pemantauan emisi Boiler, Heather yang aktif dengan parameter dan frekuensi minimal 6 bulan sekali sesuai Peraturan Menteri Lingkungan Hidup nomor 07 tahun 2007. 2. Perusahaan wajib tetap melakukan pemantauan emisi genset dan dryer yang aktif dengan parameter dan frekuensi sesuai peraturan yang berlaku. 3. Perusahaan wajib tetap menjaga kualitas emisinya sehingga memenuhi Baku Mutu sesuai dengan peraturan yang berlaku. 4. Perusahaan wajib tetap melakukan pengukuran kualitas udara ambien sekurang-kurangnya 6 bulan sekali sesuai dengan PP Nomor 41 Tahun 1999 tentang Pengendalian Pencemaran Udara. 5. Perusahaan wajib menyampaikan laporan tentang pengujian emisi udara dari semua sumber emisi dan pengujian kualitas udara ambien sekurang-kurangnya enam bulan sekali kepada BLH Kabupaten XXX, BLH Provinsi XXX dan Kementerian Lingkungan Hidup. IV. PENGELOLAAN LIMBAH BAHAN BERBAHAYA DAN BERACUN (LIMBAH B3) A. Perizinan Pengelolaan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun Pengelolaan Limbah B3 Status Perizinan No. SK/ No. Surat Masa Berlaku Keterangan Penyimpanan Sementara √ SK Bupati XXX No. 03 tahun 2010, tanggal 9 Februari 2010 5 (lima) tahun Limbah B3 Campuran SK Bupati XXX No. 186 Tahun 2011, tanggal 27 Januari 2011 Sludge IPAL dan Fly Ash Pemanfaatan √ Surat Persetujuan Dep IV Bidang Pengelolaan B3 dan LB3, No or: B- 66 8/Dep.IV/LH/09/2010 1 (satu) tahun Uji Coba Pemanfaatan Sludge IPAL Industri Pulp dan Kertas Non Drinking Sebagai Kompos,untuk mendapatkan Standar Nasional Indonesia (tidak melakukan pemanfaatan sludge IPAL lagi untuk kompos) SK MENLH No. 230 tahun 2010, tanggal 27 September 2010. 5 (lima) tahun Pemanfaatan LB3 sludge IPAL sebagai subtitusi bahan bakar di multifuel boiler SK MENLH No. 301 tahun 2011, tanggal 30 Desember 2011 5 (lima) tahun Pemanfaatan limbah B3; fly ash, bottom ash (slag batu bara), dreg dan grit sebagai campuran
  • 131.
    130 bahan baku pembuatanpaving block, coblock dan stabilisasi slab Penimbunan/ landfill √ SK MENLH No. 88 tahun 2012 5 (lima) tahun Penimbunan limbah dreg, grit dan slag pada landfill kelas II B. Kinerja Pengelolaan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (Neraca Limbah B3 Periode 1 Juli 20XX sampai dengan 30 Juni 20XX) Jenis Limbah Satuan Limbah Dihasilkan Limbah Dikelola Limbah Belum Dikelola Perlakuan A. Sumber Dari Proses Produksi Sludge IPAL Ton 7,790.78 7,530.34 0 Dimanfaatkan sebagai bahan bakar Multi Fuel Boiler 179.00 Dimanfaatkan untuk composting sampai bulan September 2011 81.44 Disimpan di TPS LB3 Grits & dregs Ton 26,994.76 4,023.41 0 Dimanfaatkan untuk stabilized bed 22,971.35 Ditimbun di landfill B. Sumber Dari Luar Proses Produksi Oli bekas + solar bekas Ton 19.40 19.00 0 - Pengangkut : PT. Shali Riau Lestari Kode manifest: AAO - Pengumpul & Pemanfaat : PT. Andhika Makmur Persada 0.40 Disimpan di TPS LB3 Slag batubara Ton 1,574.80 267.82 0 Dimanfaatkan sesuai izin 1,306.98 Ditimbun di landfill Fly ash boiler Ton 1,497.37 1,093.00 0 Dimanfaatkan untuk stabilized bed 404.37 Disimpan di TPS LB3 Aki bekas/ baterai bekas Ton 1.4995 1.4995 0 - Pengangkut : PT. YYY Kode manifest: OL - Pengumpul & Pemanfaat: PT. YYY Limbah lab (vial COD) Ton 0.084 0.076 0 - Pengangkut: PT. YYY Kode manifest: AAO - Pengolah: PT. YYY 0.008 Disimpan di TPS LB3 Lampu merkuri bekas Ton 0.0124 0.0124 0 Disimpan di TPS LB3 Filter oli bekas Ton 1.80 1.80 0 - Pengangkut: PT. YYY Kode manifest: AAO - Pengumpul & Pemanfaat: PT. YYY Limbak klinis Ton 0 0 0 Tidak dihasilkan dalam periode penilaian Majun terkontaminasi Ton 0.95 0.90 0 - Pengangkut: PT. YYY Kode manifest: AAO - Pengumpul & Pemanfaat: PT. YYY 0.05 Disimpan di TPS LB3 Toner bekas Ton 0.028 0.017 0 - Pengangkut : PT. Indostar Cargo Kode manifest: OL
  • 132.
    131 - Pengolah: PT.YYY 0.011 Disimpan di TPS LB3 Selang hidrolik terkontaminasi oli Ton 0.15 0.15 0 - Pengangkut: PT. YYY Kode manifest: OL - Pengumpul & Pemanfaat: PT. YYY Serbuk gergaji (saw dust) terkontaminasi minyak kotor Ton 2.80 2.80 0 - Pengangkut: PT. YYY Kode manifest: AAO - Pengolah: PT. YYY Grease bekas Ton 0.20 0.20 0 Pengangkut: PT. YYY Kode manifest: AAO Bekas kemasan bahan kimia Ton 0.20 0.20 0 - Pengangkut: PT. YYY Kode manifest: AAO - Pengolah: PT. YYY TOTAL Ton 37,898.33 37,898.33 0 Persentase % 100 0 Ket : 34.29% limbah B3 telah dimanfaatkan sesuai izin, 64.06% limbah B3 ditimbun di landfill yang berizin, 0.11% limbah B3 telah diserahkan ke pihak ketiga, dan 1.54% limbah masih tersimpan di TPS. Secara umum 100% limbah B3 sudah dikelola sesuai dengan peraturan yang berlaku dan persyaratan dalam izin. C. Penanganan Lahan / Tanah Terkontaminasi Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun Pelaksanaan Penanganan Lahan/ Tanah Terkontaminasi Limbah B3 Keterangan Jenis dan jumlah limbah B3 yang diopen dumping - Sebutkan jenis limbah B3 yang diopen dumping - Jelaskan perkiraan jumlah limbah B3 dan tanah terkontaminasi yang diopen dumping (panajang x lebar x tinggi) Rencana pengelolaan lahan terkontaminasi limbah B3 - Jelaskan waktu pelaksanaan pemulihan lahan terkontaminasi - Jelaskan pengelolaan lanjut limbah B3 dan tanah terkontaminasi yang diangkat Kesesuaian rencana dengan pelaksanaan pengelolaan lahan terkontaminasi limbah B3 - Jelaskan pelaksanaan pengelolaan lahan terkontaminasi yang sesuai dengan perencanaan - Jelaskan pelaksanaan pengelolaan lahan terkontaminasi (apakah sesuai atau tidak sesuai dengan perencanaan) Jumlah total limbah B3 dan tanah terkontaminasi yang telah dilakukan pengelolaan Sebutkan jumlah limbah B3 yang telah diangkat (dalam ton) Perlakuan pengelolaan terhadap limbah B3 dan tanah terkontaminasi yang telah diangkat sesuai perencanaan Jelaskan perlakuan pengelolaan limbah B3 dan tanah terkontaminasi yang telah diangkat SSPLT (Surat Status Penyelesaian Lahan Terkontaminasi) Cantumkan nomor SSPLT dan tanggal diterbitkan Ketentuan dalam SSPLT Memeriksa pelaksanaan ketentuan yang dipersyaratkan dalam SSPLT D. Penaatan terhadap Izin Pengelolaan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun Pelaksanaan ketentuan pengelolaan limbah B3 % penaatan Sudah taat Belum taat Keterangan Penyimpanan Sementara 100 √ - - Kondisi fisik bangunan TPS sesuai dengan
  • 133.
    132 ketentuan; - Dilengkapi dengansarana dan prasana yang sesuai dengan ketentuan; - Tata cara penyimpanan sesuai dengan ketentuan; - Semua limbah B3 teridentifikasi dan memiliki tujuan akhir pengelolaan; - Pelaporan dilakukan rutin 3 bulan sekali. Pemanfaatan 100 √ Telah memenuhi seluruh ketentuan dalam izin dan peraturan pengelolaan limbah B3 Penimbunan 100 √ - Telah memenuhi seluruh ketentuan dalam izin dan peraturan pengelolaan limbah B3 Penaatan terhadap izin pengelolaan limbah B3 100 Ket: Penilaian penaatan terhadap izin pengelolaan limbah B3 dilakukan berdasarkan % penaatan terendah pelaksanaan ketentuan Pengelolaan Limbah B3. E. Penyerahan Pengelolaan Limbah B3 kepada Pihak Ketiga Kriteria Taat Tidak taat Keterangan Pihak ketiga penerima limbah B3 memiliki izin yang sesuai ketentuan √ - Memiliki izin yang sesuai an masih berlaku, memenuhi persyaratan izin dan mengelola limbah B3 sesuai izin. Pengumpul memiliki kontrak kerjasama dengan pengelola akhir limbah B3 Pengangkutan limbah B3 memenuhi ketentuan yang berlaku √ - Menggunakan manifest yang sesuai, pengangkut n sesuai dengan rekomendasi pengangkutan dari KLH, memiliki kontrak kerjasama dengan pengolah atau penimbun limbah B3 Manifest dan pengelolaan manifest sesuai dengan ketentuan √ - Menyampaikan manifest salinan #2 ke KLH, menyimpan salinan manife t #3 dan #7 F. Resume Penaatan No. Aspek Pelaksanaan Pengelolaan Limbah B3 Taat Belum Taat Keterangan 1. a. Pendataan jenis dan volume limbah yang dihasilkan  - b. Pelaporan  - 2. Status perizinan pengelolaan limbah B3  - 3. Pelaksanaan ketentuan dalam Izin 100% taat q. Pemenuhan Ketentuan Teknis  - r. Pemenuhan Baku Mutu Emisi  - s. Pemenuhan Baku Mutu Air Limbah  - t. Pemenuhan Pemanfaatan  - 4. Penanganan open dumping, pengelolaan tumpahan, dan penanganan media terkontaminasi LB3 - - n. Rencana pengelolaan - - o. Pelaksanaan pengelolaan - - p. Jumlah tanah terkontaminasi yang dikelola - - 5. Jumlah limbah B3 yang dikelola sesuai dengan peraturan  - 100% taat 6. Pengelolaan limbah B3 oleh pihak ke-3 dan pengangkutan limbah B3  - 7. Pengelolaan limbah B3 dengan cara tertentu (antara - -
  • 134.
    133 lain : Dumping,Re-injeksi, dll) Kesimpulan Penaatan Pengelolaan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun  - G. Kesimpulan Perusahaan telah melakukan penaatan pengelolaan limbah B3 sesuai dengan ketentuan yang berlaku dan persyaratan dalam izin. H. Tindak Lanjut yang Harus Dilakukan 1. Tetap menjaga pemenuhan teknis TPS Limbah B3 sesuai dengan Kep-01/BAPEDAL/09/1995. 2. Tetap memastikan pengelolaan limbah B3 ke pihak ketiga yang memiliki izin dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. 3. Memprioritaskan upaya 3R (reuse, recycle, recovery) dalam pengelolaan limbah B3. 4. Tetap melakukan pencatatan (log book dan neraca) terhadap seluruh limbah B3 yang dihasilkan. 5. Tetap melakukan pengelolaan lanjut limbah B3 yang dihasilkan sesuai dengan ketentuan peraturan dalam pengelolaan limbah B3 dan persyaratan dalam izin. 6. Tetap melaporkan/menembuskan kegiatan pengelolaan limbah B3 sesuai dengan ketentuan pengelolaan limbah B3 atau izin-izin yang dimiliki. Pelaporan atau tembusan laporan meliputi data log book, neraca limbah B3, dan manifest salinan #2 yang disampaikan secara periodik kepada Deputi IV MENLH Bidang Pengelolaan Bahan Berbahaya dan Beracun, Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun dan Sampah; d/a. : Gd. C Lt. 2, Jln. D.I. Panjaitan Kav. 24, Kebon Nanas, Jakarta Timur410, dengan tembusan ke BLH Provinsi XXX dan BLH Kabupaten XXX. V. PENGENDALIAN KERUSAKAN LINGKUNGAN A. Rekapitulasi Penilaian No. Tahapan Lokasi Nilai Total X ≥ 80 55 < x < 80 X ≤ 55 Keterangan 1. Pembersiha Lahan Lokasi 1 98 1 Taat 2. Penggalian Tanah Penutup Lokasi 1 81 1 Taat 3. Penambangan Lokasi 1 88 1 Taat 4. Penimbunan Lokasi 1 78 1 Tidak Taat 5. Pengupasan Tanah Pucuk Lokasi 1 98 1 Taat 6. Reklamasi Lokasi 1 88 1 Taat 7. Pembersihan Lahan Lokasi 2 100 1 Taat 8. Pengupasan Tanah Pucuk Lokasi 2 100 1 Taat 9. Penggalian Tanah Penutup Lokasi 2 81 1 Taat
  • 135.
    134 10. Penambangan Lokasi2 90 1 Taat 11. Penimbunan Lokasi 2 53 1 Taat 12. Reklamasi Lokasi 2 86 1 Taat 13. Pembersihan Lahan Lokasi 3 100 1 Taat 14. Pengupasan Tanah Pucuk Lokasi 3 100 1 Taat 15. Penggalian Tanah Penutup Lokasi 3 81 1 Taat 16. Penambangan Lokasi 3 73 1 Taat 17. Penimbunan Lokasi 3 83 1 Taat 18. Reklamasi Lokasi 3 86 1 Taat 19. Pembersihan Lahan Lokasi 4 98 1 Taat 20. Penimbunan Lokasi 4 91 1 Taat 21. Reklamasi Lokasi 4 100 1 Taat 22. Pengupasan Tanah Pucuk Lokasi 5 98 1 Taat 23. Penggalian Tanah Penutup Lokasi 5 91 1 Taat 24. Penambangan Lokasi 5 98 1 Taat 25. Pembersihan Lahan Lokasi 6 100 1 Taat 26. Pengupasan Tanah Pucuk Lokasi 6 100 1 Taat 27. Penggalian Tanah Penutup Lokasi 6 83 1 Taat 28. Penambangan Lokasi 6 88 1 Taat 29. Penimbunan Lokasi 6 83 1 Taat 30. Reklamasi Lokasi 6 88 1 Taat JUMLAH DATA 30 27 2 1 Tidak Taat Persentase 90% 6,67% 3,3% Tidak Taat B. Ringkasan Penaatan Pengendalian Kerusakan Lahan 1. Pada aspek manajemen telah memenuhi semua ketentuan kriteria pengendalian kerusakan lingkungan 2. Untuk aspek Teknis: a) Kriteria K3 (Potensi Longsor) terlihat longsoran batuan pada dinding yang ditinggal b) Kriteria K4 (Potensi Pencemaran AAT) tidak mendapatkan nilai karena belum dilakukan upaya penanganan batuan yang berpotensi membentuk air asam tambang. c) Kriteria K5 (Erosi): terdapat indikasi adanya erosi didinding lereng penggalian tanah penutup d) Kriteria K6 (Kebencanan); jauh dari pemukiman penduduk dan sarana vital lain/memiliki sistem tanggap darurat (sarana, personil, SOP, dll
  • 136.
    135 c. Tindaklanjut yangharus dilakukan 1. Mempertahankan kinerja terkait aspek manajemen 2. Melakukan pembenahan pada lereng-lereng yang tinggi atau sudutnya melebihi rekomendasi FS dan terlihat adanya longsoran batuan didaerah tersebut. 3. Melakukan upaya penanganan batuan yang berpotensi pencemar dengan mengikuti langkah langkah sebagai berikut ; a) Identifikasi semua batuan limbah yang dihasilkan dari penambangan b) Melakukan karakteristik batuan penutup tersebut, batuan potensi pembentuk AAT dan batuan tidak berpotensi membentuk AAT c) Memilih teknologi penanganan batuan potensi pembentuk AAT tersebut, untuk menghindari terbentuknya AAT 4. Upaya Pengolahan AAT : a) Melakukan pengumpulan AAT yang ada b)Melakukan pengolahan air leachet (AAT) yang sudah terbentuk hingga memenuhi BMAL sebelum dibuang ke lingkungan.
  • 137.
    136 LAMPIRAN VIII LAMPIRAN LAPORANDEKONSENTRASI PROPER VIII. 1. Lampiran 1 Laporan Dekonsentrasi PROPER 20xx-20xx Rekapitulasi Identitas Perusahaan No Nama Perusahaan Sektor Sub Sektor Kab/Kota Koordinat Kapasitas Produksi BT LU/LS Terpasang Aktual Satuan 1 2 3 4 5 6 7 8 9 dst VIII. 2. Lampiran 2 Laporan Dekonsentrasi PROPER 20xx-20xx (Berupa kumpulan Berita Acara Pengawasan) LAMPIRAN 1 LAPORAN DEKONSENTRASI PROPER 20XX-20XX REKAPITULASI IDENTITAS PERUSAHAAN
  • 138.
    137 VIII. 3.a. Lampiran3.a Laporan Dekonsentrasi PROPER 20xx-20xx Rekapitulasi Beban Pencemaran Air No Nama Perusahaan Sub Sektor Kab/Kota Badan Air Penerima Memiliki IPAL Total Beban (Ton/Periode) COD BOD TSS M&L Lain2 .... 1 2 3 4 5 6 7 dst VIII. 3.b Lampiran 3.b. Laporan Dekonsentrasi PROPER 20xx-20xx Rekapitulasi Baban Pencemaran Udara No Nama Perusahaan Sub Sektor Kab/Kota Beban Emisi (Ton/Periode) CO2 Sox Nox Partikulat 1 2 3 4 dst LAMPIRAN 3 a LAPORAN DEKONSENTRASI PROPER 20XX-20XX REKAPITULASI BEBAN PENCEMARAN AIR LAMPIRAN 3 b LAPORAN DEKONSENTRASI PROPER 20XX-20XX REKAPITULASI BEBAN PENCEMARAN UDARA
  • 139.
    138 VIII. 3.c. Lampiran3.c. Laporan Dekonsentrasi PPROPER 20xx-20xx Rekapitulasi Beban Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) No Nama Perusahaan Sub Sektor Kab/Kota Beban Limbah B3 (Ton/Periode) Dihasilkan Disimpan di TPS Diserahkan Pihak Ke-3 Dimanfaatkan Diolah Landfill Dumping Insinerator Bioremediasi Solidifikasi Injeksi ANFO 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 VIII. 4. Lampiran 4 Laporan Dekonsentrasi PROPER 20xx-20xx (Berupa kumpulan Rapor Final Perusahaan) LAMPIRAN 3 c LAPORAN DEKONSENTRASI PROPER 20XX-20XX REKAPITULASI BEBAN LIMBAH BAHAN BERBAHAYA DAN BERACUN (B3)
  • 140.
    139 VIII. 5. Lampiran5. Laporan Dekonsentrasi PROPER 20xx-20xx Rekapitulasi Sumber Daya Manusia No Nama Petugas PROPER Kualifikasi Status Pendidikan Pelatihan Lain-Lain LAMPIRAN 5 LAPORAN DEKONSENTRASI PROPER 20XX-20XX REKAPITULASI SUMBER DAYA MANUSIA