PERSPEKTIF METODE PENELITIAN
& PENELITIAN PENDIDIKAN
Dr. Endah Andayani, MM
085755025191
Skripsi – Tesis - Disertasi
Persamaan: kegiatan research yang
menghasilkan kebenaran ilmiah
(verifikasi/replikasi ataupun baru)
Batasan /ruang lingkup (minimal):
Skripsi  Menguji/menerapkan TEORI
Tesis  Mengembangkan TEORI
Disertasi  Menemukan KONSEP/TEORI
baru
LEVEL PENELITIAN S1, S2 DAN S3
APLICATION
Program S1: Mampu
mengaplikasikan IPTEKS
dalam bidang keahliannya
Program S2: mengembangkan iptek
hingga menghasilkan karya inovatif
dan teruji dengan pendekatan inter
atau multidisipliner
Program Doktor : menciptakan iptek
hingga menghasilkan karya kreatif,
original dan teruji dengan pendekatan
inter, multi, dan transdisipliner
INOVATION
S1
S2
S3
INVENTION
DESKRIPTION
Sikap Peneliti
 Skeptik (tidak begitu saja percaya
sebelum diverifikasi)
 Objektif dan tidak memihak manapun
 Selalu berdasarkan fakta, bukan nilai
(value)
 Selalu berusaha untuk bekerja secara
sistematik, teori adalah tentatif.
PENGERTIAN METODE
PENELITIAN
1
PENGERTIAN METODE PENELITIAAN
CARA ILMIAH UNTUK
MENDAPATKAN DATA
DENGAN TUJUAN DAN
KEGUNAAN TERENTU
7
KOMPONEN DALAM
METODE
PENELITIAN
1. CARA ILMIAH
2. DATA
4. KEGUNAAN
3. TUJUAN
CARA ILMIAH
RASIONAL
EMPIRIS
SISTEMATIS
MACAM
DATA
KUALITATIF
KUANTITATIF
DISKRIT
KONTINUM
Ordinal
Interval
Ratio
EMPIRIS : kata,
kalimat, gambar,
gerak tubuh
ENTERPRETIF : kata,
kalimt, gambar,
gerak tubuh
MENGGAMBA
RKAN
MEMBUKTIKA
N TEORI YG
SDH ADA
MENGEMBAN
GKAN
MENEMUKAN
MENCIPTAKAN
T
U
J
U
A
N
U
M
U
M
P
E
N
E
L
I
T
I
A
N
MEMBUKTIKA
N PEMIKIRAN
BARU
11
KEGUNAA
N
PENELITIA
N
MEMAHA
MI
MASALAH
MEMECAH
KAN
MASALAH
ANTISIPASI
MASALAH
MEMBUAT
KEMAJUAN
INDIKATOR
PENELITIAN
YG BAIK
BARU DAN ORIGINAL
MANFAAT NYATA
NILAI EKONOMI
JENIS
PENELITIAN
TEMPAT
BIDANG
FUNGSI
TINGKAT
EKPLANASI
WAKTU
METODE
LAPANGAN
PERPUSTAKAAN
CROS SECTIONAL
LONGITUDINA;
AKADEMIK
PROFESIONAL
INSTITUSIONAL
DESKRIPTIF
KOMPARARIF
ASOSIATIFL
NEED TO KNOW
NEED TODO
NEED TO CHOOSE
KUANTITATIF
KUALITATIF
KOMBINASI
EXPOST FACTO
MANFAAT
DASAR
TERAPAN
14
MACAM
METODE
PENELITIAN
Need To
Know
Metode
Kuantitatif
Metode
Kualitatif
Mixed
Methods
Need To Do
R & D
Action
Reseach
Operation
Research
Evaluation
Research
Policy
Research
Need To
Choose
KUALITATIF
KUANTITTAIF
MIXED
METHODS
Ethnography
SURVEI
EKSPERIMEN
SEQUENTIAL
CONCURRENT
EXPLANATORY
EXPLORATORY
Grounded theory
Cased studies
Phenomenological
TRINGULALATION
EMBEDDED
METODE
PENELITIAN
Narrative research
JUDUL PENELITIAN DESKRIPTIF
1. Kualitas Pembelajaran di Era Covid 19
2. Penghasilan penduduk di Era Covid 19
3. Kepuasan mahasiswa terhadap perkuliahan dg
system daring
4. Kinerja PNS/ASN di era pandemic covid 19
5. Kualitas pelayanan rumah sakit pandemic covid 19
6. Kualtas pelayanan dan Kepuasan pasien RS
pandemi covid 19
JUDUL PENELITIAN KOMPARATIF
1. Studi komparatif perbedaan penghasilan dosen sebelum dan
sesudah pandemic covid 19
2. Perbandingan kualitas pelayanan antara Rumah Sakit Negeri di
Surabaya, Jakartadan Medan dalam penangan pasien Covid 19
3. Perbandingan kinerja antara PNS di Kota Yoagyakarta, Surakarta,
Bandung dan Semarang
Penelitian menurut Pendekatan
1. Penelitian Survey
Kerlinger, penelitian yang dilakukan pada populasi besar maupun
kecil, data diambil dari sampel untuk generalisasi.
2. Penelitian Ex Post Facto
Untuk meneliti peristiwa yang telah terjadi dan kemudian merunut
ke belakang melalui data tsb. untuk menemukan faktor-faktor yang
mendahului atau menentukan sebab-sebab atas peristiwa yang
diteliti.
3. Penelitian Eksperiment
Penelitian yang berusaha mencari pengaruh variabel tertentu
terhadap variabel yang lain dalam kondisi yang terkontrol secara
ketat. Metode eksperiment yaitu, pre experimental, true experimental,
factorial, dan quasi experimental (Tuckman). Pada umumnya
dilakukan di laboratorium.
4. Penelitian Naturalistik
Metode penelitian yang digunakan untuk meneliti pada kondisi
obyek yang alami. Teknik pengumpulan data dilakukan secara
triangulasi (gabungan), data yang dihasilkan bersifat deskriptif
dan analisis data dilakukan secara induktif. Penelitian ini
menekankan makna (kualitatif).
5. Policy Research (Penelitian kebijakan)
Dilakukan terhadap masalah-masalah sosial yang mendasar
sehingga temuannya dapat direkomendasikan kepada pembuat
keputusan untuk bertindak secara praktis dalam menyelesaikan
masalah. Tepat untuk perencana dan perencanaan.
6. Action Research
Tujuan utama penelitian ini untuk mengubah situasi, perilaku,
organisasi termasuk struktur mekanisme kerja, iklim kerja dan
pranata.
7. Penelitian Evaluasi
Evaluasi sebagai penelitian berarti berfungsi untuk
menjelaskan fenomena. Penelitian evaluasi formatif
menekankan pada proses untuk meningkatkan program atau
produk, dan evaluasi sumatif menekankan pada efektivitas
pencapaian program yang berupa produk tertentu. (Kidder)
8. Penelitian Sejarah
Berkenaan dengan analisis yang logis terhadap kejadian-
kejadian yang telah berlangsung di masa lalu. Penelitian
sejarah terutama digunakan untuk menjawab pertanyaan
tentang kapan kejadian berlangsung, siapa pelakunya dan
bagaimana prosesnya.
Menurut Tingkat Eksplanasi:
Deskriptif, komparatif, dan Asosiatif.
Menurut jenis data:
Kuantitatif dan kualitatif.
PENELITIAN DESKRIPTIF
Jenis penelitian yang memberi gambaran atau uraian
atas suatu keadaan sejernih mungkin, tanpa ada
perlakuan terhadap obyek yang diteliti
Ciri-ciri Penelitian deskriptif:
• Berhubungan dengan keadaan yang terjadi saat itu
• Menguraikan satu variabel, jika ada beberapa variabel, maka
dilakukan satu persatu
• Variabel yang diteliti tidak dimanipulasi atau tidak ada
perlakuan
(treatment)
Metode: Survey
1. Cross-sectional survey
2. Longitudinal survey
PENELITIAN MEMBANDINGKAN (EKSPERIMENT)
Jenis penelitian yang memberikan penjelasan tentang “alasan
mengapa”. Hubungan sebab akibat dapat diketahui karena
peneliti dimungkinkan untuk melakukan perlakuan (treatment)
terhadap obyek penelitian.
Tiga jenis variabel pada eksperiment:
1. Variabel independen (bebas) yang memberikan perlakuan
2. Variabel dependent yang dipengaruhi variabel independent
3. Variabel confounding (Variabel yang tidak diharapkan
mempengaruhi variabel dependen tetapi dapat
mempengaruhi variabel dependen. Variabel ini perlu
dikendalikan.
Dua macam variabel confounding:
* Variabel intervening (yang tidak dapat diukur secara
langsung, misal: kegugupan, kelelahan, motivasi, dll)
* Variabel ekstraneous (yang dapat diukur secara langsung,
seperti umur, tingkat pendidikan, dll)
PENELITIAN KORELASI
Jenis penelitian mencoba melihat hubungan antara
beberapa variabel sebagaimana adanya tanpa ada
perlakuan. Melihat apakah mungkin perubahan satu
variabel berhubungan dengan perubahan vaiabel
lainnya.
Dua macam variabel:
• Varibel Prediksi. Variabel yang digunakan untuk memprediksi
perubahan pada variabel yang satu
• Variabel Kriteria. Variabel yang berubah sesuai dengan
perubahan pada variabel prediksi. Setiap ada perubahan pada
variabel prediksi, variabel kriteria juga diharapkan berubah.
Kelemahan: Tidak bisa menjawab “mengapa demikian”. Dengan
kata lain,tidak bisa menunjukkan hubungan sebab akibat.
Penelitian tindakan/Action Research
Stephen Kemmis:
 Refleksi diri yg dilakukan
partisipan
 Penelitian yg bersifat
partisipatif dan kolaboratif
 Metoda yg handal untuk
menjembatani teori dan
praktek
Pengertian: Riset Aksi/Action Research
 Penelitian tentang, untuk, dan oleh kelompok sasaran
bersama peneliti, dengan memanfaatkan interaksi, partisipasi,
dan kolaborasi bersama dengan kelompok sasaran
 Suatu strategi pemecahan masalah dengan memanfaatkan
tindakan nyata untuk mendeteksi dan memecahkan masalah
dalam rangka mengembangkan kemampuan kelompok
sasaran
 Dalam praktek, riset ini menggabungkan antara tindakan
bermakna dengan prosedur penelitian, untuk memecahkan
suatu masalah serta mencari dukungan ilmiahnya. Peneliti dan
masyarakat sasaran secara sadar dan bersama-sama
merumuskan suatu tindakan atau intervensi yang cermat
untuk memperbaiki situasi yang diinginkan.
PENELITIAN PENDIDIKAN
 Proses yang sistematis untuk memperoleh
pengetahuan (to discover knowledge) dan
Pemecahan masalah (problem solving)
pendidikan melalui metode ilmiah, baik dalam
pengumpulan maupun analisis datanya, serta
membuat rumusan generalisasi berdasarkan
penafsiran data tersebut.
INDIKATOR MASALAH
 Apabila sesuatu, peristiwa, atau fenomena yang terjadi
menimbulkan keraguraguan atau ketidakpastian.
 Apabila terjadi kesenjangan Antara harapan (sesuatu yang
diinginkan, yang bersifat dassolen) tentang sesuatu
dengan kenyataan (dassein).
 Apabila cara-cara berpikir yang berbeda menghasilkan
kesimpulan-kesimpulan yang berlawanan.
 Apabila terjadi peristiwa-peristiwa yang mengancam
(seperti epidemic, banjir, longsor, dekadensi moral, dsb).
MASALAH-MASALAH PENDIDIKAN
 Komponen raw input (karakteristik pribadi peserta didik, siswa,
mahasiswa, seperti: kecerdasan, motivasi belajar, kemampuan
berkonsentrasi dalam belajar, kebiasaan belajar, dan sikap belajar);
 Komponen instrumental input (seperti karakteristik pribadi guru,
kurikulum dan sumber belajar);
 Komponen environmental input (seperti iklim lingkungan keluarga,
lingkungan sekolah, kelompok teman sebaya, kehidupan beragama,
fasilitas pembelajaran, dan kondisi kehidupan social-ekonomi-
politik);
 Komponen proses (seperti kualitas interaksi guru-siswa, penerapan
metode metode pembelajaran, dan pemanfaatan teknologi pendidikan
dalam pembelajaran); dan komponen output (seperti kualitas indek
prestasi belajar, kualitas sikap dan prilaku dan
keterampilan/kecakapan).
KELAYAKAN MASALAH (PENDIDIKAN)
UNTUK DITELITI
 Bermanfaat bagi peningkatan mutu pendidikan,
khususnya proses dan hasil pembelajaran;
 Mengandung nilai-nilai keilmuan atau pengetahuan
ilmiah;
 Tersedianya data atau informasi di lapangan;
 Datanya mudah diukur, diolah dan ditafsirkan; dan
 Peneliti memiliki kemampuan untuk menelitinya.
Terima Kasih

Pert 2 Perspektif metode penelitian pendidikan SPADA [Autosaved].pptx

  • 1.
    PERSPEKTIF METODE PENELITIAN &PENELITIAN PENDIDIKAN Dr. Endah Andayani, MM 085755025191
  • 2.
    Skripsi – Tesis- Disertasi Persamaan: kegiatan research yang menghasilkan kebenaran ilmiah (verifikasi/replikasi ataupun baru) Batasan /ruang lingkup (minimal): Skripsi  Menguji/menerapkan TEORI Tesis  Mengembangkan TEORI Disertasi  Menemukan KONSEP/TEORI baru
  • 3.
    LEVEL PENELITIAN S1,S2 DAN S3 APLICATION Program S1: Mampu mengaplikasikan IPTEKS dalam bidang keahliannya Program S2: mengembangkan iptek hingga menghasilkan karya inovatif dan teruji dengan pendekatan inter atau multidisipliner Program Doktor : menciptakan iptek hingga menghasilkan karya kreatif, original dan teruji dengan pendekatan inter, multi, dan transdisipliner INOVATION S1 S2 S3 INVENTION DESKRIPTION
  • 4.
    Sikap Peneliti  Skeptik(tidak begitu saja percaya sebelum diverifikasi)  Objektif dan tidak memihak manapun  Selalu berdasarkan fakta, bukan nilai (value)  Selalu berusaha untuk bekerja secara sistematik, teori adalah tentatif.
  • 5.
  • 6.
    PENGERTIAN METODE PENELITIAAN CARAILMIAH UNTUK MENDAPATKAN DATA DENGAN TUJUAN DAN KEGUNAAN TERENTU
  • 7.
    7 KOMPONEN DALAM METODE PENELITIAN 1. CARAILMIAH 2. DATA 4. KEGUNAAN 3. TUJUAN
  • 8.
  • 9.
    MACAM DATA KUALITATIF KUANTITATIF DISKRIT KONTINUM Ordinal Interval Ratio EMPIRIS : kata, kalimat,gambar, gerak tubuh ENTERPRETIF : kata, kalimt, gambar, gerak tubuh
  • 10.
    MENGGAMBA RKAN MEMBUKTIKA N TEORI YG SDHADA MENGEMBAN GKAN MENEMUKAN MENCIPTAKAN T U J U A N U M U M P E N E L I T I A N MEMBUKTIKA N PEMIKIRAN BARU
  • 11.
  • 12.
    INDIKATOR PENELITIAN YG BAIK BARU DANORIGINAL MANFAAT NYATA NILAI EKONOMI
  • 13.
  • 14.
    14 MACAM METODE PENELITIAN Need To Know Metode Kuantitatif Metode Kualitatif Mixed Methods Need ToDo R & D Action Reseach Operation Research Evaluation Research Policy Research Need To Choose
  • 15.
  • 16.
    JUDUL PENELITIAN DESKRIPTIF 1.Kualitas Pembelajaran di Era Covid 19 2. Penghasilan penduduk di Era Covid 19 3. Kepuasan mahasiswa terhadap perkuliahan dg system daring 4. Kinerja PNS/ASN di era pandemic covid 19 5. Kualitas pelayanan rumah sakit pandemic covid 19 6. Kualtas pelayanan dan Kepuasan pasien RS pandemi covid 19
  • 17.
    JUDUL PENELITIAN KOMPARATIF 1.Studi komparatif perbedaan penghasilan dosen sebelum dan sesudah pandemic covid 19 2. Perbandingan kualitas pelayanan antara Rumah Sakit Negeri di Surabaya, Jakartadan Medan dalam penangan pasien Covid 19 3. Perbandingan kinerja antara PNS di Kota Yoagyakarta, Surakarta, Bandung dan Semarang
  • 18.
    Penelitian menurut Pendekatan 1.Penelitian Survey Kerlinger, penelitian yang dilakukan pada populasi besar maupun kecil, data diambil dari sampel untuk generalisasi. 2. Penelitian Ex Post Facto Untuk meneliti peristiwa yang telah terjadi dan kemudian merunut ke belakang melalui data tsb. untuk menemukan faktor-faktor yang mendahului atau menentukan sebab-sebab atas peristiwa yang diteliti. 3. Penelitian Eksperiment Penelitian yang berusaha mencari pengaruh variabel tertentu terhadap variabel yang lain dalam kondisi yang terkontrol secara ketat. Metode eksperiment yaitu, pre experimental, true experimental, factorial, dan quasi experimental (Tuckman). Pada umumnya dilakukan di laboratorium.
  • 19.
    4. Penelitian Naturalistik Metodepenelitian yang digunakan untuk meneliti pada kondisi obyek yang alami. Teknik pengumpulan data dilakukan secara triangulasi (gabungan), data yang dihasilkan bersifat deskriptif dan analisis data dilakukan secara induktif. Penelitian ini menekankan makna (kualitatif). 5. Policy Research (Penelitian kebijakan) Dilakukan terhadap masalah-masalah sosial yang mendasar sehingga temuannya dapat direkomendasikan kepada pembuat keputusan untuk bertindak secara praktis dalam menyelesaikan masalah. Tepat untuk perencana dan perencanaan. 6. Action Research Tujuan utama penelitian ini untuk mengubah situasi, perilaku, organisasi termasuk struktur mekanisme kerja, iklim kerja dan pranata.
  • 20.
    7. Penelitian Evaluasi Evaluasisebagai penelitian berarti berfungsi untuk menjelaskan fenomena. Penelitian evaluasi formatif menekankan pada proses untuk meningkatkan program atau produk, dan evaluasi sumatif menekankan pada efektivitas pencapaian program yang berupa produk tertentu. (Kidder) 8. Penelitian Sejarah Berkenaan dengan analisis yang logis terhadap kejadian- kejadian yang telah berlangsung di masa lalu. Penelitian sejarah terutama digunakan untuk menjawab pertanyaan tentang kapan kejadian berlangsung, siapa pelakunya dan bagaimana prosesnya. Menurut Tingkat Eksplanasi: Deskriptif, komparatif, dan Asosiatif. Menurut jenis data: Kuantitatif dan kualitatif.
  • 21.
    PENELITIAN DESKRIPTIF Jenis penelitianyang memberi gambaran atau uraian atas suatu keadaan sejernih mungkin, tanpa ada perlakuan terhadap obyek yang diteliti Ciri-ciri Penelitian deskriptif: • Berhubungan dengan keadaan yang terjadi saat itu • Menguraikan satu variabel, jika ada beberapa variabel, maka dilakukan satu persatu • Variabel yang diteliti tidak dimanipulasi atau tidak ada perlakuan (treatment) Metode: Survey 1. Cross-sectional survey 2. Longitudinal survey
  • 22.
    PENELITIAN MEMBANDINGKAN (EKSPERIMENT) Jenispenelitian yang memberikan penjelasan tentang “alasan mengapa”. Hubungan sebab akibat dapat diketahui karena peneliti dimungkinkan untuk melakukan perlakuan (treatment) terhadap obyek penelitian. Tiga jenis variabel pada eksperiment: 1. Variabel independen (bebas) yang memberikan perlakuan 2. Variabel dependent yang dipengaruhi variabel independent 3. Variabel confounding (Variabel yang tidak diharapkan mempengaruhi variabel dependen tetapi dapat mempengaruhi variabel dependen. Variabel ini perlu dikendalikan. Dua macam variabel confounding: * Variabel intervening (yang tidak dapat diukur secara langsung, misal: kegugupan, kelelahan, motivasi, dll) * Variabel ekstraneous (yang dapat diukur secara langsung, seperti umur, tingkat pendidikan, dll)
  • 23.
    PENELITIAN KORELASI Jenis penelitianmencoba melihat hubungan antara beberapa variabel sebagaimana adanya tanpa ada perlakuan. Melihat apakah mungkin perubahan satu variabel berhubungan dengan perubahan vaiabel lainnya. Dua macam variabel: • Varibel Prediksi. Variabel yang digunakan untuk memprediksi perubahan pada variabel yang satu • Variabel Kriteria. Variabel yang berubah sesuai dengan perubahan pada variabel prediksi. Setiap ada perubahan pada variabel prediksi, variabel kriteria juga diharapkan berubah. Kelemahan: Tidak bisa menjawab “mengapa demikian”. Dengan kata lain,tidak bisa menunjukkan hubungan sebab akibat.
  • 24.
    Penelitian tindakan/Action Research StephenKemmis:  Refleksi diri yg dilakukan partisipan  Penelitian yg bersifat partisipatif dan kolaboratif  Metoda yg handal untuk menjembatani teori dan praktek
  • 25.
    Pengertian: Riset Aksi/ActionResearch  Penelitian tentang, untuk, dan oleh kelompok sasaran bersama peneliti, dengan memanfaatkan interaksi, partisipasi, dan kolaborasi bersama dengan kelompok sasaran  Suatu strategi pemecahan masalah dengan memanfaatkan tindakan nyata untuk mendeteksi dan memecahkan masalah dalam rangka mengembangkan kemampuan kelompok sasaran  Dalam praktek, riset ini menggabungkan antara tindakan bermakna dengan prosedur penelitian, untuk memecahkan suatu masalah serta mencari dukungan ilmiahnya. Peneliti dan masyarakat sasaran secara sadar dan bersama-sama merumuskan suatu tindakan atau intervensi yang cermat untuk memperbaiki situasi yang diinginkan.
  • 26.
    PENELITIAN PENDIDIKAN  Prosesyang sistematis untuk memperoleh pengetahuan (to discover knowledge) dan Pemecahan masalah (problem solving) pendidikan melalui metode ilmiah, baik dalam pengumpulan maupun analisis datanya, serta membuat rumusan generalisasi berdasarkan penafsiran data tersebut.
  • 27.
    INDIKATOR MASALAH  Apabilasesuatu, peristiwa, atau fenomena yang terjadi menimbulkan keraguraguan atau ketidakpastian.  Apabila terjadi kesenjangan Antara harapan (sesuatu yang diinginkan, yang bersifat dassolen) tentang sesuatu dengan kenyataan (dassein).  Apabila cara-cara berpikir yang berbeda menghasilkan kesimpulan-kesimpulan yang berlawanan.  Apabila terjadi peristiwa-peristiwa yang mengancam (seperti epidemic, banjir, longsor, dekadensi moral, dsb).
  • 28.
    MASALAH-MASALAH PENDIDIKAN  Komponenraw input (karakteristik pribadi peserta didik, siswa, mahasiswa, seperti: kecerdasan, motivasi belajar, kemampuan berkonsentrasi dalam belajar, kebiasaan belajar, dan sikap belajar);  Komponen instrumental input (seperti karakteristik pribadi guru, kurikulum dan sumber belajar);  Komponen environmental input (seperti iklim lingkungan keluarga, lingkungan sekolah, kelompok teman sebaya, kehidupan beragama, fasilitas pembelajaran, dan kondisi kehidupan social-ekonomi- politik);  Komponen proses (seperti kualitas interaksi guru-siswa, penerapan metode metode pembelajaran, dan pemanfaatan teknologi pendidikan dalam pembelajaran); dan komponen output (seperti kualitas indek prestasi belajar, kualitas sikap dan prilaku dan keterampilan/kecakapan).
  • 29.
    KELAYAKAN MASALAH (PENDIDIKAN) UNTUKDITELITI  Bermanfaat bagi peningkatan mutu pendidikan, khususnya proses dan hasil pembelajaran;  Mengandung nilai-nilai keilmuan atau pengetahuan ilmiah;  Tersedianya data atau informasi di lapangan;  Datanya mudah diukur, diolah dan ditafsirkan; dan  Peneliti memiliki kemampuan untuk menelitinya.
  • 30.