Komponen-Komponen Ilmu
• Teori generalisasi yang telah teruji kebenarannya secara ilmiah.
• Fakta keadaan sebenarnya (empirik) yang diwujudkan dalam jalinan dua
konsep atau lebih.
• Fenomena gejala dan kejadian yang ditangkap dengan panca indera
(penglihatan, pendengaran, penciuman ,perasaan, perabaan), kemudian
dijadikan konsep (istilah atau simbol) yang mengandung pengertian singkat dari
fenomena,
• Konsep istilah/simbol yang mengandung pengertian singkat dari fenomena.
• Bila fakta yang satu mempengaruhi yang lain di sebut faktor.
• Hubungan antar faktor disebut proposisi. Proposisi inilah lazim disebut embrio
teori. Bila sifat hubungan yang dimiliki proposisi telah diketahui, maka
proposisi tersebut menjadi konsep lanjut (yang lebih tinggi dari konsep awal),
yaitu menjadi teori hubungan. Bila teori itu sempat diuji berulang kali dan tetap
bertahan, maka meningkat menjadi hukum atau dalil-dalil.
FAKTA
FAKTOR PROPOSISI KONSEP TEORI DALIL/
HUKUM
3.
KARAKTERISTIK PENELITIAN YANGBAIK
• Dapat menjawab rumusan masalah.
• Dapat mencapai hasil sesuai dengan tujuan penelitian
• Dapat menggambarkan obyek secara baik
• Validitas – reliabilitas data memenuhi criteria
• Teknik analisis relevan secara metodologis
• Dapat menjelaskan keterbatasan-keterbatasan penelitian
• Dapat menjelaskan posisi penelitiannya disbanding
penelitian lain sejenis.
4.
Prinsip-prinsip Kegiatan Penelitian
•Kegiatan penelitian merupakan usaha sadar memalui proses
berfikir ilmiah dalam mencari kebenaran.
• Kegiatan penelitian harus dilakukan secara hati-hati melalui
prosedur kerja yang teratur, sistematis dan terkontrol sehingga
kondisi ini akan menumbuhkan keyakinan kritis mengenai hasil
penelitian.
• Kegiatan penelitian adalah suatu kegiatan yang mengkaitkan
antara penalaran dan empiris atau atara teori, konsep, ilmu
pengetahuan dengan empiris (kenyataan).
• Kegiatan Penelitian harus memperhatikan beberapa nilai seperti
netralitas emosional, universalisme, keterbukaan, kemandirian,
dan kekuatannya terletak pada argumen.
5.
Pentingnya Penelitian
• Tuntutankebutuhan manusia sebagai mahluk sosial terus berkembang
sejalan dengan perkembangan kehidupan.
• Manusia selalu berusaha untuk mencoba menemukan, menghasilkan,
dan menerapkan berbagai pengetahuannya termasuk penemuan
dibidang teknologi dan inovasi.
• Penemuan dibidang teknologi dan inovasi telah mendorong para
ilmuwan untuk terus meneliti, mengembangkan penemuan-
penemuannya.
• Selain didorong oleh rasa ingin tahu, para peneliti juga didorong oleh
adanya tuntutan praktis di lapangan.
• Eskalasi perkembangan tuntutan praktis dengan jelas tidak lepas dari
invensi dan inovasi, serta kegiatan penelitian yang terus menerus.
• Penelitian-penelitian ilmiah itulah yang didorong oleh keingintahuan
dan tuntutan praktis.
6.
Macam-Macam Bentuk Penelitian
Menurutsifat masalahnya
• Penelitian Historis; bertujuan untuk membuat rekonstruksi masa lampau, secara sistematis
dan objektif dengan cara mengumpulkan, mengevaluasi, memverifikasi, dan mensintesiskan
bukti-bukti untuk menegakkan fakta-fakta dan bukti-bukti guna memperoleh kesimpulan
yang akurat. Contoh : Studi tentang Praktek Bawon di Pulau Jawa.
• Penelitian Deskriptif; bertujuan untuk membuat deskripsi secara sistematis, faktual dan
akurat mengenai fakta-fakta, dan sifat-sifat populasi daerah tertentu. Apabila, diambil
beberapa sampelnya saja, diseebut survey deskriptif. Contoh: Studi tentang kebutuhan
pendidikan keterampilan di Daerah X, Survey Pendapat Umum Tentang Sikap Berhemat
Masyarakat, Penelitian Tentang Daya Serap Siswa SMA dalam Pelajaran X.
• Penelitian Perkembangan (Development Research); bertujuan untuk menyelidiki pola urutan
pertumbuhan atau perubahan sebagai fungsi waktu. Contoh : Studi Longitudinal
Pertumbuhan yang Mengukur Sifat-sifat Perubahan X, Studi Cross-sectional Tentang Sifat-
sifat Pertumbuhan X, Studi Kecenderungan Tentang Pola-pola Perubahan X.
7.
Macam-Macam Bentuk Penelitian
Menurutsifat masalahnya
• Penelitian Kasus dan Penelitian Lapangan (Case Study and Field Research); bertujuan untuk mempelajari
secara intensif tentang latar belakang keadaan sekarang dan interaksi lingkungan suatu unit sosial:
Individu, kelompok dan masyarakat. Penelitian ini cirinya bersifat mendalam tentang suatu unit sosial
tertentu yang hasilnya merupakan gambaran yang lengkap dan terorganisisir. Contoh : Studi Kasus tentang
Pola Konsumsi Masyarakat Kota dan Pola- pola Kehidupannya, Studi Lapangan yang tentang Kelompok
Masyarakat Terpencil,
• Penelitian Eksperimen; bertujuan untuk menyelidiki kemungkinan sebab akibat dengan cara mengenakan
kepada suatu atau lebih kondisi perlakukan dan membandingkan hasilnya dengan sssuatu atau lebih
kelompok kontrol. Contoh : Eksperimen tentang gejala-gejala alam
• Penelitian Korelasional; bertujuan untuk meneliti sejauhmana variasi-variasi pada suatu faktorberkaitan
dengan variasi-variasi faktor lain berdasarkan koefisien korelasi. Contoh : Studi tentang Hubungan antara
Pola Belajar dengan Prestasi Belajar.
• Penelitian Kausal Komparatif; bertujuan untuk menyelidiki kemungkinan sebab akibat terjadinya suatu
fenomena. Contoh : Studi tentang faktor-faktor yang mempengaruhi produktivitas dan efisisensi
perusahaan.
• Penelitian Tindakan (action research); bertujuan untuk mengembangkan keterampilan-keteraampilan
baru atau cara-cara pendekatan baru dan untuk memecahkan masalah dengan cara penerapan langsung
didunia kerja atau dunia aktual yang lain. Contoh : Penelitian tentang Program “Inservice-Training” untuk
melatih para Penyuluh Pertanian Lapangan, Penelitian Tindakan Kelas oleh Guru-Guru di SMU
8.
Macam-Macam Bentuk Penelitian
MenurutTujuannya
• Penelitian Penjajagan (Eksploratif), yaitu penelitian yang masih terbuka dan
masih mencari unsur-unsur, ciri-ciri, sifat-sifat (UCS). Penelitian ini biasanya
belum memiliki hipotesis dan kerangka pemikiran. Untuk mengalirkan pikiran
peneliti, biasanya digunakan pendekatan masalah dalam bentuk pertanyaan-
pertanyaan penelitian, bukan kerangka pemikiran.
• Penelitian Penjelasan (Eksplanatory atau Confirmatory) , yaitu penelitian yang
menyoroti hubungan antar variabel dengan menggunakan kerangka pemikiran
terlebih dahulu , kemudian dirumuskan dalam bentuk hipotesis.
• Penelitian Deskriptif (Developmental), yaitu penelitian yang bertujuan untuk
mengetahui perkembangan sarana fisik tertentu atau frekuensi terjadinya
sesuatu aspek fenomena sosial tertentu, dan untuk mendeskripsikan fenomena
tertentu secara terperinci (Masri Singarimbun, 1982). Penelitian ini biasanya
tanpa menggunakan hipotesis yang dirumuskan secara ketat, tetapi adakalanya
ada yang menggunakan hipotesis tetapi bukan untuk diuji secara statistik.
BAB I PENDAHULUAN
1.Latar Belakang Masalah
2. Identifikasi dan Perumusan Masalah
3. Tujuan Penelitian
4. Manfaat Penelitian
BAB II KAJIAN PUSTAKA, KERANGKA PEMIKIRAN DAN HIPOTESIS/PENDEKATAN MASALAH*)
5. Kajian Pustaka
6. Kerangka Pemikiran
7. Hipotesis/ Pendekatan Masalah*)
BAB III OBJEK DAN METODE PENELITIAN
8. Objek Penelitian
9. Metode dan Disain Penelitian
10. Operasionalisasi Variabel/Lanagkah-langkah Penelitian*)
11. Sumber Data dan Alat Pengumpulan Data
12. Teknik Pengolahan Data
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
13. Hasil Penelitian
a. Tinjauan Umum Objek Penelitian
b. Deskripsi Variabel Yang Diselidiki/Aspek-aspek yang Diteliti
c. Hasil Pengujian/ Hasil Penelitian dan Pemaknaan (Temuan Penelitian)
2. Pembahasan
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN
1. Kesimpulan
2. Saran-saran/ Implikasi Manajerial
DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN-LAMPIRAN
11.
PENDAHULUAN
Latar Belakang Penelitian1
• Pada bagian ini mensinyalir tentang adanya suatu gejala/masalah yang kemudian diuraikan
tentang topik atau masalah yang menjadi isu sentral penelitian atau gejala penelitian sebagai
informasi awal untuk diteliti, berdasarkan fakta-fakta atau data-data, atau informasi yang berasal
dari referensi ilmiah dan instuisi atau pengalaman pribadi. Informasi awal tersebut, sebutkan
sumber referensinya. Data- data, fakta-fakta, dan referensi lainnya harus ada dalam latar
belakang masalah untuk menunjukan bahwa gejala atau fenomena itu disinyalir ada memang
berdasarkan fakta, pengalaman dan referensi yang ditangkap dengan panca indera bukan
khayalan atau bukan persepsi penulis yang tanpa fakta dan bukan uraian kajian pustaka).
Misalnya, isu utama ( problem issu) yang akan diteliti adalah :
Berdasarkan pengamatan/observasi awal/laporan : Ada data yang menhunjukkan kinerja
guru sekolah atau prestasi siswa menurun dari tahun ketahun.
Ketika seminar pendidikan: Dilontarkan tentang kurangnya minat siswa ke sekolah kejuruan .
Berdasarkan pengalaman: Perkembangan sekolah tidak menunjukkan peningkatan yang
positif.
Problem utama tersebut harus berdasarkan fakta yang disajikan dalam bentuk tabel atau
kutipan dari sumber yang sah, tidak dipersepsi atau dikarang atau diperkirakan sendiri.
12.
PENDAHULUAN
Latar Belakang Penelitian2
• Memuat tentang mengapa kejadian/gejala itu dianggap masalah dan
mengapa penting diteliti, dan apa dampaknya apabila masalah ini dibiarkan,
apakah mengancam, mengganggu, menghambat dan menyulitkan sehingga
menimbulkan kesenjangan. Termasuk implikasi masalah terhadap berbagai
aspek.
• Misalnya: Bila masalah kinerja sekolah itu rendah dan tidak diatasi, maka
akan mengancam pada citra sekolah, dan akan berdampak pada menurunnya
minat siswa untuk melanjutkan kesekolah tersebut. Selain dapat mengganggu
proses perkembangan sekolah, kinerja sekolah juga akan menyulitkan sekolah
dalam mencapai prestasi belejar siswa, yang pada akhirnya akan menyulitkan
siswa untuk masuk perguruan tinggi dan dunia kerja.
• Contoh di atas sesuai dengan karakateristik masalah yaitu mengganggu,
mengancam, menyulitkan, dan menghambat yang kesemuanya tidak
dikehendaki.
13.
PENDAHULUAN
Latar Belakang Penelitian3
• Menguraikan bagaimana masalah tersebut seharusnya dipecahkan (pendekatan
pemecahan masalah), untuk apa masalah ini dipecahkan dan diteliti dan apa manfaat hasil
penelitian ini bagi kehidupan prakis dan perkembangan ilmu pengetahuan.
• Misalnya: Untuk meningkatkan kinerja pelayanan, pemerintah telah berusaha melalui
serangkaian kebijakannya, ... , dan UU pelayanan. Secara praktis telah banyak dilakukan
usaha yang telah dilakukan seperti diatas, namun kinerja pelayanan tetap saja masih
rendah sehingga pertanyaaanya adalah mengapa kinerja pelayanan tetap rendah.
• Secara teoritis, memang banyak faktpor penyebabnya, seperti dikemukakan oleh ..............,
bahwa untuk meningkatkan kinerja pelayanan sangat ditentukan oleh faktor- faktor
lingkungan, fasilitas, latar belakang, dsb. Demikian pula menurut ahli pelayanan , bahwa
kinerja pelayanan sangat tergantung pada sistem, sumberdaya, kebijakan pemerintah, dll.
• Untuk mendapatkan jawaban secara teoritis penulis sangat tertarik untuk meneliti
mengapa kinerja pelayanan rendah? Apakah latar belakang profesional dan budaya kerja
berpengaruh terhadap kinerja pelayanan ? Bila hal tersebut benar dan meyakinkan maka
hasil penelitian ini akan sangat berguna bagi perbaikan kinerja pelayanan dan sistem
pelayanan secara praktis dan meningkatkan kebenaran ilmu pengetahuan secara teoritis.
14.
PENDAHULUAN
Identifikasi dan Perumusanmasalah
• Dalam bagian ini,mula-mula kemukakan semua faktor atau variabel yang teridentifikasi
sebagai masalah yang menyebabkan terjadinya suatu masalah utama berdasarkan referensi
(literatur) atau hasil penelitian tertentu.
• Tentu saja banyak faktor penyebab yang merupakan masalah dan menyebabkan masalah
lain, tetapi yang diidentifikasi adalah faktor-faktor dan masalah masalah yang terjangkau
dan dikuasai peneliti saja.
• Misalnya : Masalah yang menyebabkan ”rendahnya kinerja” diidentifikasi karena fasilitas
belajar, rendahnya kompetensi guru, tidak baiknya budaya kerja, kurang kondusifnya iklim
kerja, dan rendahnya kemampuan kepemimpinan yang menyebabkan kinerja rendah.
• Disini masalah utamanya adalah produktivitas yang rendah yang disebabkan oleh faktor-
faktor penyebabnya. Dengan demikian faktor-faktor penyebabnyalah yang harus
diidentifikasi, dan sangat banyak faktornya sesuai dengan ilmu pengetahuan yang dimiliki.
• Apabila semua faktor yang menyebabkan terjadinya masalah tersebut sudah
teridentifikasi(terdeteksi), kemudian pilihlah beberapa faktor yang terjangkau oleh
kemampuan ilmu peneliti dan menarik untuk diteliti (tahap inilah yang disebut tahap
pembatasan masalah). Misalnya peneliti akan memilih dan memabatasi pada dua factor
penyebabnya saja yaitu iklim dan kompetensi yang menyebabkan kinerja rendah.
15.
PENDAHULUAN
Identifikasi dan Perumusanmasalah
• Dalam contoh di atas, faktor kepemimpinan tidak dipilih karena mungkin menurut peneliti
tidak menarik untuk diteliti atau tidak memiliki cukup ilmu pengetahuan untuk meneliti
masalah penyebabnya itu.
• Setelah beberapa faktor tersebut dipilih (dibatasi) untuk diteliti, kemudian masalah tersebut
dirumuskan dalam bentuk kalimat tanya (?) yang operasional, terukur, observable, padat,
jelas dan tegas.
• Misalnya : Banyak faktor yang mempengaruhi kinerja pelayanan, diantaranya fasilitas,
kompetensi, budaya kerja, iklim kerja, kemampuan manajerial pimpinan, dsb.
• Dari berbagai faktor yang mempengaruhi, penulis tertarik untuk meneliti tentang kompetensi
dan budaya kerja pelayanan. Persoalan ini cukup menantang dan sangat menarik untuk
diteliti, karena selain belum ada yang meneliti masalah ini cukup aktual dan sesuai dengan
ilmu pengetahuan yang penulis miliki.
• Oleh sebab itu pertanyaan yang ingin di jawab adalah:
1. Bagaimana kompetensi pemberi layanan?
2. Bagaimana budaya kerja pelayanan?
3. Rumusan masalah sebaiknya diakhiri dengan tanda Tanya sebab diawali dengan kata
tanya.
16.
PENDAHULUAN
Tujuan Penelitian
• Tujuanpenelitian merupakan pernyataan mengenai apa yang akan
dihasilkan atau dicapai oleh peneliti.
Misalnya :
• Untuk mengevaluasi latar belakang profesional dan budaya kerja
terhadap kinerja pelayanan.
• Untuk mengetahui faktor-faktor yang paling dominan yang
mempengaruhi kinerja pelayanan.
• Untuk menemukan, untuk mengeksplorasi, untuk mengevaluasi,
dsb.
Tujuan penelitian tergantung pada njenis penelitian dan masalah
yang akan diteliti. Oleh sebab itu, tujuan penelitian harus konsisten
dengan masalah yang telah dirumuskan.
17.
PENDAHULUAN
Manfaat Penelitian
• Manfaatpenelitian berkenaan dengan manfaat ilmiah dan
praktis dari hasil penelitian
• Manfaat Ilmiah, yaitu untuk memberi sumbangsih terhadap
perkembangan ilmu pengetahuan yang ada relevansinya
dengan bidang ilmu yang sedang dipelajari. Misalnya ; Untuk
memberikan sumbangan pemikiran atau menambah
informasi bagi perkembangan ilmu manajemen pelayanan
tentang faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja pelayanan.
• Manfaat Praktis, yaitu Manfaat penelitian bagi dunia praktis
dilapangan. Misalnya : untuk mengatasi persoalan
menurunnya kinerja pelayanan dan perbaikan sistem
pelayanan, dsb.
18.
TINJAUAN PUSTAKA
Kajian Teoritis
•Diuraikan konsep-konsep, pengertian-pengertian, penjelasan, jenis-
jenis, faktor-faktor, dimensi-dimensi, indikator-indikator , unsur-
unsur, ciri-ciri, langkah-langkah, aturan-aturan, hukum- hukum,
perundang-undangan teori-teori, hukum-hukum, dalil- dalil yang ada
hubungannya dengan variabel yang diteliti berdasarkan referensi
kepustakaan yang mendukung. Kutipan kajian pustaka bisa dikutip
penuh atau hasil dari kristalisasi penulis.
• Disamping hasil teori-teori, dalil-dalil, hukum-hukum dalam bagian
ini juga berisi hasil kajian empirik dari hasil-hasil penelitian terdahulu
yang relevan untuk disintesiskan dengan teori-teori yang ada.
• Hindari teori-teori dan hasil-hasil penelitian yang berkontribusi kecil.
19.
• Suatu penelitianyang akan dilakukan (jika
deduktif) perlu dilandasi teori-teori, konsep-
konsep dan generalisasi yang diperoleh
melalui penelaahan kepustakaan yang disusun
dalam Kerangka Pemikiran.
• Landasan ini sangat penting agar penelitian
memiliki dasar-dasar yang kokoh, kuat dan
tidak dilakukan secara coba-coba saja (trial
and error).
20.
Jenis-jenis Sumber Pustaka
1.Media Cetak.
1. Buku acuan (general references)
• a. Buku acuan yang memberikan informasi langsung : kamus,
ensiklopedi, direktori, statistik.
• b. Buku acuan yang memberikan petunjuk mengenai sumber
informasi : bibliografi, buku indeks, abstrak.
2. Sumber Pustaka Primer.
• Pustaka yang merupakan penjelasan langsung mengenai
kegiatan penelitian yang dilakukan
• beberapa artikel, laporan penelitian, biasanya dimuat dalam
jurnal ilmiah
• laporan penel,yang tidak diterbitkan dalam jurnal, tesis,
disertasi.
• Buku teks : hasil penelitian, A. Maslow, Hezberg.
21.
3. Sumber PustakaSekunder.
1. Publikasi yang disusun penulis yang bukan
pengamat langsung atau partisipan dalam
kegiatan yang digambarkan dalam pustaka
tersebut.
2. Media Non Cetak.
Jaringan elektronik – komputer.
22.
Tujuan Khusus :
1.Membatasi masalah dan ruang penelitian
2. Menemukan Variabel, fenomena, kategori data yang
penting dan hubungan – relasi satu dengan yang
lainnya.
3. Mengetahui apa yang pernah dilakukan dalam
penelitian sebelumnya dan menentukan apa yang
perlu dilakukan sekarang.
4. Menghindari pendekatan yang steril (tidak
menghasilkan temuan yang berarti).
5. merangkum pengetahuan yang berkaitan dengan topik
penelitian.
6. Menemukan penjelasan yang dapat membantu dalam
menafsirkan data penelitian
23.
• CIRI-CIRI TINJAUANPUSTAKA YG BAIK:
1. Seluruh informasi yang dilaporkan konsisten dan
relevan dengan pokok masalah penelitian
2. Topik yang dibahas terlihat dengan jelas dan jernih.
3. Antara topik satu dengan topik lainnya tersambung
secara sistematis, logis dan mudah dimengerti.
4. Informasi yang disajikan seimbang, antara yang pro
terhadap ide peneliti dengan yang kontra dengan ide
peneliti.
24.
• Pembahasan Penelitianyang Relevan
1. Meninjau kepustakaan tentang apa yang telah diteliti
pihak lain dimasa lalu yang relevan dengan topik kita.
2. Membaca publikasi yang ada relevansinya dengan
masalah yang dianalisis, disamping untuk mempertajam
wawasan peneliti juga untuk mencegah duplikasi yang
tidak perlu.
3. Tinjauan kepustakaan sering memberikan jalan tentang
langkah apa yang harus dilakukan dalam mendekati
masalah penelitian, mendapatkan ide yang berguna,
instrument keilmuan (yang baru) dalam mendekati
masalah yang dikaji.
25.
• Kerangka Pemikiran
•Pasal ini lazimnya digunakan untuk penelitian dengan
pendekatan deduktif kuantitatif, diuraikan tentang
pengaliran jalan pikiran menurut kerangka yang logis
atau menurut “logical construct”.
• Ini berarti mendudukperkarakan masalah yang telah
dirumuskan di dalam kerangka teoretis yang relevan,
yang mampu menangkap, menerangkan, dan
menunjukkan perspektif terhadap masalah tersebut.
• Upayanya ditujukan untuk dapat menjawab atau
menerangkan masalah yang telah dirumuskan.
26.
• Kerangka pemikiranmerupakan uraian tentang bagaimana peneliti
mengalirkan jalan pikiran secara logis dalam rangka mecahkan masalah
yang telah dirumuskan.
• Dalam kerangka pemikiran diuraikan pola pikir peneliti, dalil-dalil hukum
hukum, kaidah-kaidah, dan ketentuan-ketentuan dari kepustakaan, dan
generalisasi-generalisasi dari hasil penelitian terdahulu, kemudian tarik
benang merahnya menurut jalan pikiran peneliti, sehingga membentuk
• model alur berpikir Sebaiknya, dalam kerangka pemikiran ini ada suatu
grand theory yang membantu menjawab permasalahan. Sumber bacaan
dan hasil penelitian yang dipilih harus yang mutakhir dan relevan.
• Tariklah benang merah dari terori-teori tersebut untuk dibuat suatu
model/ bagan penelitian yang menggambarkan hubungan antara konsep
yang ada dalam teori, sehingga membentuk alur hubungan antar konsep
yang merupakan benang merah dari teori-teori
• TEKNIK PENGUMPULANDATA:
1. Angket (Kuesioner): digunakan bila responden jumlahnya besar, dapat
membaca dan memahami dengan baik, dapat menggunakan hal-hal yang
bersifat rahasia.
• Kuesioner terbuka
• Kuesioner tertutup
2. Observasi (Pengamatan langsung): digunakan bila obyek penelitian berkaitan
dengan perilaku manusia, proses kerja, gejala alam, jumlah responden kecil.
• Observasi partisipan – Observasi non partisipan
• Well known - unknown
3. Wawancara (Interviu): digunakan bila ingin mengetahui hal-hal dari
responden secara lebih mendalam tentang motivasi, pendapat, serta jumlah
responden sedikit.
• Wawancara terstruktur
• Wawancara tidak terstruktur
Triangulasi: gabungan ketiganya, saling cek, digunakan bila ingin mendapatkan
data yang lebih lengkap, akurat, dan konsisten.
29.
• Keabsahan Data:
•Keabsahan data merupakan tuntutan yang harus
dipenuhi dalam setiap penelitian termasuk dalam
penelitian kualitatif.
• Menurut Guba (1991) dan Patton (1987) dalam
Moleong (1998 : 173 – 184) sebagai berikut :
• CREDIBILITY,
• DEPENDABILITY,
• TRANSFERABILITY,
• CONFIRMABILITY.
30.
1. Derajat kepercayaan(Credibility)
• Tingkat kepercayaan penemuannya dapat dicatat; dan
mempertunjukkan derajat kepercayaan dengan jalan
pembuktian oleh peneliti pada kenyataan ganda yang
sedang diteliti.
• Teknik pemeriksaan keabsahan datanya terdiri dari :
1) perpanjangan keikutsertaan,
2). Ketekunan pengamatan,
3). Triangulasi,
4). Pengecekan sejawat,
5). Kecukupan referensial,
6). Kajian kasus negative,
7). Pengecekan anggota.
31.
a) Kredibilitas
• Kredibilitasini identik dengan validitas
internal dalam penelitian kuantitatif, agar
hasil penelitian kualitatif memiliki tingkat
kepercayaan yang tinggi sesuai fakta di
lapangan (informasi yang digali dari
subyek / partisipan yang diteliti), perlu
dilakukan upaya-upaya sebagai bertikut :
1. Memperpanjang keikut sertaan peneliti
dalam proses pengumpulan data di
lapangan
32.
2. Melakukan observasisecara terus-menerus dan
sungguh-sungguh, sehingga peneliti semakin
memahami fenomena social yang diteliti seperti apa
adanya.
3. Melakukan triangulasi:
• baik triangulasi metode ( mengunakan lintas
metode pengumpulan data ),
• triangulasi sumber data ( memilih berbagai sumber
data yang sesuai ),
• dan triangulasi pengumpul data ( beberapa peneliti
yang mengumpulkan data secara terpisah ).
• Dengan teknik triangulasi ini memungkinkan
diperoleh variasi informasi seluas-luasnya atau
selengkap-lengkapnya.
33.
• Teknik observasiboleh dikatakan merupakan
keharusan dalam melaksanakan penelitian
kualitatif.
• Hal ini disebabkan karena banyaknya
fenomena sosial yang tersamar “kasat mata”,
yang sulit terungkap bilamana hanya digali
melalui wawancara.
34.
2. Keteralihan (Transferability)
•Dalam melakukan pengalihan penelitian melakukan
aktivitas mencari dan mengumpulkan kejadian empiris
tentang kesamaan konteks.
• Dalam hubungan ini teknik pemeriksaannya
menggunakan uraian rinci sebagai usaha membangun
keteralihan yang tergantung pada pengetahuan seorang
peneliti tentang konteks pengirim dan konteks
penerima.
• Dengan demikian peneliti bertanggung jawab terhadap
penyediaan data secara secukupnya yang
memungkinkan adanya pembandingan.
35.
3. Kebergantungan (Dependability)
•Dengan pengertian peninjauannya dari segi
bahwa konsep itu memperhitungkan segala
yang ada pada reabilitasi itu sendiri.
• Sehingga teknik pemeriksaan keabsahan
datanya disebut audit kebergantungan.
36.
4. Kepastian (Confirmability)
•Diperoleh dengan cara menelaah apakah hasil
penemuannya itu benar-benar berasal dari data,
sehingga secara logis kesimpulan yang diambil juga
berasal dari data, teknik, pemeriksaannya
dinamakan audit kepastian.
37.
MODEL ANALISIS DATA
•Analisis Data
• Proses mengorganisasikan dan mensestematiskan data
kedalam pola, kategori, dan satuan uraian dasar sehingga
dapat ditemukan tema dan dapat dirumuskan kesimpulan
seperti yang disarankan oleh data.
• Pekerjaan analisis memerlukan ketekunan, ketelitian dan
perhatian khusus dan kemampuan peneliti diajukan
peneliti sendiri yang melakukannya.
• Jika memerlukan bantuan tenaga membantu mencarikan
– mengedit – mentabulasikan data – selanjutnya peneliti
yang menganalisis dan mengambil keputusan serta
menginterpretasikan data untuk menemukan butir-butir
kesimpulan kepekaan peneliti.
38.
• ANALISA DOMAINSPRADLEY
• Spradley memformulasikan analisa domain dalam 6 (enam) langkah umum untuk
membentuk analisa data kualitatif.
1. Seorang peneliti Membaca kembali data yang penuh dengan catatan-catatan detail
2. Secara mental mengepak lagi detail-detail kedalam ide yang terorganisir
3. Menyusun ide-ide baru dari catatan dalam arti subyektif atau dari pengorganisasian
ide peneliti
4. Mencari hubungan antara ide-ide dan menyusunnya secara logis
5. Mengorganisasikan ide-ide dalam kelompok lebih besar dengan membandingkan
dan mempertentangkan ide-ide.
6. Mengorganisir kembali dan menghubungkan kelompok-kelompok secara bersama
dengan tema integrasi yang lebih luas.
Proses pembentukan dari catatan spesifik menjadi hubungan logika
• Jenis beda
• ruang
• sebab akibat
• rasional
• lokasi kegiatan
• cara ke tujuan
• fungsi
• Urutan
• atribut
39.
Model Interaktif menurutMILES & HUBERMAN (1984)
– Terdiri atas empat tahap/kegiatan yaitu :
• Pengumpulan data
• Reduksi data
• Penyajian data
• Penarikan kesimpulan/verifikasi.
• Ad. 1. Pengumpulan data : kegiatan yang dilakukan untuk
mengumpulkan data diobyek penelitian yang ada relevansinya
dengan perumusan masalah dan tujuan penelitian.
• Ad. 2. Reduksi data : berkaitan dengan proses pemilihan
penyederhanaan, mengabstraksikan, mentransformasikan data
“awal” yang muncul dari catatan lapangan. Reduksi data
berlangsung secara terus selama penelitian dilakukan
pengumpulan data.
• Penelitian mengedit data dengan cara memilih bagian data
mana yang dikode, data mana yang tidak dipakai, data mana
yang diringkas, data mana yang dimasukkan dalam suatu
kategori dan sebagainya.
40.
• Ad. 3.Penyajian data : Sekumpulan data yang diorganisasikan
sehingga dapat memberi deskripsi menuju proses penarikan
kesimpulan. Penyajian data harus mempunyai relevansi yang
kuat dengan perumusan masalah secara keseluruan dan
disajikan secara sistimatis.
• Penyajian data dapat berbentuk teks naratif, matrik, grafik,
poto, bagan dll yang satu dengan yang lain terkait sebagai
data hasil penelitian dari obyek penelitian.
• Ad. 4. Menarik kesimpulan/verifikassi
– Proses penarikan kesimpulan merupakan bagian penting
dari kegiatan penelitian. Kesimpulan tentative diverifikasi
selama penelitian berlangsung. Kesimpulan awal ini
diverifikasi sampai terjadi kejenuhan data.
– Proses penarikan kesimpulan dimaksudkan untuk
menganalissis, mencari makna (meaning) dari data yang
ada sehingga dapat ditemukan tema, pola hubungan,
ataupun proposisi-proposisi
41.
Analisis data kualitatifmenurut BABBIE R (1979) sebagai berikut :
• Analisis data lapangan dilakukan secara jalin-menjalin dengan proses
pengamatan.
• Berusaha menemukan persamaan dan perbedaan berkenaan dengan
fenomena yang diamati yaitu menemukan pola-pola perilaku atau norma-
norma social yang berlaku pada masyarakat yang diteliti dan menemukan
penyimpangan terhadap pola perilaku atau norma social tersebut.
• Membentuk taksonomi perilaku berkenaan dengan fenomenasosial yang
diamati.
• Menyusun secara tentative proposisi teoritis berkenaan dengan hubungan
antara kategori yang dikembangkan atau dihasilkan dari penyusunan
taksonomi tersebut.
• Melaksanakan pengamatan lebih lanjut terhadap perilaku yang berkaitan
dengan proposisi tentative.
• Mengevaluasi proposisi-proposisi tentative untuk menghasilkan
kesimpulan.
• Untuk mencegah kesimpulan yang subyektif :
• A – Melengkapi pengamatan terhadap fenomena dengan data skunder.
• B - Mengembangkan intersubyektivitas melalui diskusi dengan pihak yang
relevan (orang lain)
• C - Menjaga kepekaan social dan kesadaran sebagai peneliti
42.
MODEL BRYMAN &BURGERS
• Framework sebagai suatu Metode Analisa Data Kualitatif
• Mendefinisikan konsep-konsep: memahami stuktur internal
• Memetakan range, nature dan fenomina dinamis
• Menciptakan tipologi: mengkategorikan sikap, perilaku, dan motivasi yang berbeda
• Menemukan kesamaan: antara pengalaman dan sikap, sikap dan perilaku,
lingkungan dan motivasi, dan lain-lain
• Mencari penjelasan: secara implisit maupun eksplisit
• Mengembangkan ide-ide, teori atau strategi baru
• Lima kunci tahapan pada analisa data kualitatif meliputi:
• Familiarisasi
• Pengidentifikasian framework yang tematik
• Pengindeksian
• Pemetaan
• Mapping dan interpretasi (ini bisa menjadi tahapan dimana kunci tujuan analisa
kualitatif diarahkan).
43.
MODEL IAN DAY
•Inti dari analisis kualitatif terletak pada proses
deskripsi phenomena yang saling terkait ini,
mengklasifikasikannya, dan melihat bagaimana
konsep kita saling terkait.
• DESKRIPSI
• Mendeskripsikan adalah ‘menggambarkan dengan
kata-kata’ atau ‘menyebutkan karakteristik’
seseorang, obyek atau peristiwa.
44.
KONTEKS
• Pentingnya memperhatikankonteks adalah karena
sering muncul dalam analisis kualitatif. Konteks
sangat penting sebagai alat untuk memahami
perbuatan, dan alat mendapatkan masukan histories
dan social yang lebih luas.
• Dengan demikian dapat diperoleh deskripsi yang
detail mengenai setting social dimana perbuatan itu
terjadi; konteks relevan mungkin berupa kelompok,
organisasi, instansi, kebudayaan atau masyarakat;
waktu ketika perbuatan itu terjadi, konteks spatial;
jaringan relasi social dan sebagainya.
45.
PROSES
• Karena maknadapat dinegosiasikan, maka makna juga
beruba sepanjang waktu. Orientasi pada proses
merupakan karakteristik ketiga dari deskripsi kualitatif.
• Penelitioan kualitatif sering menjelaskan bagaimana
individu berinteraksi untuk melanjutkan atau merubah
situasi social.
• Data kualitatif kadang-kadang diperoleh melalui metide
snapshot (pemotretan), seperti survey, tapi biasanya
data tersebut merupakan hasil pengumpulan data
selama satu periode, seperti materi yang dihasilkan dari
observasi peserta atau interview berturut-turut
46.
• Informasi mengenaiperilaku dan pemikiran peneliti dalam
bentuk catatan harian, memo, catatan lapangan, dapat
menjadi sumber data penting untuk di analisa.
• Makna tergantung konteks
• Makna selalu dapat dinegosiasikan antara pengamat yang
berbeda.
• Dalam ilmu social kita dapat bertanya pada subyek mengenai
apa yang mereka maksudkan.
• Niat subyek tidak selalu dapat dipakai untuk membuat
intepretasi
• Proses yang melibatkan analisa dapat berubah sepanjang
waktu
• Perubahan dapat dianalisa melalui fase, kejadian kunci atau
saling mempengaruhi antar factor yang kompleks
• Faktor materi dan social mempengaruhi perubahan.
47.
• Apabila kitamenggunakan tipe kedua, kita harus menganalisa
hubungan substantifnya seperti hubungan kausalitas.
Langkah-langkahnya adalah :
• Klasifikasi meliputi memecah data dan mengumpulkannya lagi
• Klasifikasi data merupakan peletakan dasar konseptual bagi
analisa
• Klasifikasi merupakan proses yang umum
• Kategori dan penyelamatan data merupakan dasar
perbandingan
• Mempertegas kategori akan memperkuat konseptualisasi
• Klasifikasi harus berlandaskan tujuan penelitian
48.
• Grafik merupakanmetode yang tepat dalam analisis kualitatif karena
memberikan penjelasan yang efektif untuk menunjukkan hubungan yang
kompleks.
• Hal yang penting untuk diperhatikan adalah :
• Dalam membuat kalsifikasi kita membuat hubungan logis antar berbagai
kategori
• Setelah kategorisasi kita kemudian mencari pola dalam data
• Statistik dapat membantu mengidentifikasi keragaman dan perbedaan
• Keseragaman dapat dipertimbangkan tapi bukan bukti akhir suatu hubungan.
• Untuk menentukan hubungan membutuhkananalisis kualitatif terhadap
kapabilitas dan liabilitas.
• Kapabilitas dapat dianalisa dalam konteks struktur social
• Penggunaan grafik sangat bermanfaat untuk menganalisa konsep dan
hubungan konsep-konsep tersebut
• Teori dapat memberikan jalan dan tatanan untuk analisis.
49.
MODEL STRAUSS &CORBIN
• PROSEDUR CODING
• A. OPEN CODING
• 1. Open Coding : proses pengamatan di lapangan
yang merinci ( membeberkan ), memeriksa,
membandingkan, mengkonseptualisasi, dan
mengkategorikan data berdasarkan property dan
dimensinya yang relevan dengan topic penelitian;
50.
• B. AXIALCODING
• Axial Coding : Seperangkat prosedur yang menggunakan data
yang ada dengan menggunakan “model paradigma grounded
theory” yang dikembangkan sewaktu penelitian berlangsung,
model paradigma tersebut dengan alur pemikiran sebagai
berikut :
• ( A ) kondisi-kondisi kausal
• ( B ) Penomena
• ( C ) Konteks
• ( D ) Kondisi-kondisi intervening
• ( E ) Strategi-strategi aksi-interaksi ( pelaku yang diamati )
• ( F ) Konsekuensi.
51.
• Selective coding:
Setelah memeriksa data, maka langkah
selanjutnya ialah proses memeriksa adanya
inti kategori (core category) yang secara
sistematis berkaitan dengan kategori-kategori
lainnya.