Perlawanan
Gowa Tallo
Latar Belakang
VOC menginginkan Hak Monopoli
perdagangan di kawasan Indonesia Timur.
VOC melakukan blokade terhadap kapal-
kapal yang akan berlabuh di Somba Opu.
Perlawanan Gowa-Tallo terjadi pada tahun 1666-
1667.
Latar belakang pertempuran Gowa Tallo, yaitu:
Sultan Hasanuddin adalah
penguasa ke 16 Kesultanan
Gowa, dengan gelar Sombaya Ri
Gowa XVI, dari tahun 1653
sampai 1669. Dia dikenal karena
melawan upaya VOC
(Perusahaan Dagang Belanda)
yang ingin memaksakan
monopoli rempah-rempah di
Nusantara.
Gubernur Jenderal Hindia
Belanda yang memerintah
pada periode 1680 hingga 1684.
Pada tahun 1666, ia dikirim ke
Makassar sebagai laksamana
pemimpin armada perang
untuk menumpas
pemberontakan di Makassar.
Pada 1667, ia menandatangani
Perjanjian Bongaya.
Sultan Hasanuddin Cornelis Speelman
Tokoh-tokoh
Untuk menghadapi tindakan VOC yang semena-mena, Sultan Hasanudin
memperkuat pasukan dengan memerintahkan kerajaan bawahan di Nusa
Tenggara untuk mengirimkan prajuritnya. Sedangkan di lain sisi, VOC
menggunakan politik devide et Impera dengan meminta bantuan Arung Palaka
dari Kesultanan Bone.
Kronologi
Kerajaan Goa merupakan kerajaan yang pusat pemerintahannya berada di Somba
Opu yang sekaligus menjadi pelabuhan Kerajaan Goa. Pelabuhan Somba Opu
memiliki posisi yang strategis dalam jalur perdagangan internasional. Dengan
melihat peran dan posisinya yang strategis, VOC berusaha keras untuk dapat
mengendalikan Goa dan menguasai pelabuhan Somba Opu seperti melakukan
blokade pelabuhan serta menerapkan monopoli perdagangan.
VOC dibawah Cornelis Speelman membawa sekitar 1900 prajurit dan 21 armada
kapal perang. Ditambah lagi pasukan dari Bone dibawah pimpinan Arung Palaka.
Kekuatan VOC ini menyerang pasukan Goa dari berbagai penjuru. Beberapa
serangan VOC berhasil ditahan pasukan Hasanuddin. Tetapi dengan pasukan
gabungan disertai peralatan senjata yang lebih lengkap, VOC berhasil mendesak
pasukan Hasanuddin.
VOC diperbolehkan memonopoli perdagangan di kawasan Indonesia Timur
Semua orang asing diusir dari Gowa-Tallo, kecuali VOC
Gowa-Tallo mengganti biaya kerugian perang
Beberapa wilayah kekuasaan Gowa-Tallo diserahkan kepada VOC
Pertempuran berlangsung sengit selama 4 bulan dan Sultan Hasanuddin dipaksa
menandatangani perjanjian Bongaya yang intinya berisi :
1. Sultan Hasanuddin mempersiapkan benteng pertahanan di sepanjang
pantai, serta mengkoordinasikan beberapa sekutu Gowa guna melawan
kesewenang-wenangan VOC.
2. 1668 Sultan Hasanuddin mencoba menggerakkan kekuatan rakyat
untuk kembali melawan kesewenang-wenangan VOC, namun perlawanan
ini segera dapat dipadamkan oleh VOC.
Bentuk Perlawanan
Akhir Perlawanan
Sultan Hasanudin pada awal 1668 membatalkan perjanjian Bongaya yang
sangat merugikan Gowa-Tallo. Pada 1669, Arung Palaka menyerang
benteng Somba Opu dengan kekuatan sekitar 7.000-8.000 pasukan. Arung
Palaka dapat menaklukan benteng Somba Opu dan Sultan Hasanudin
beserta pasukannya melarikan diri hingga meninggal pada tahun 1670.
Penandatanganan secara paksa Perjanjian Bongaya oleh Sultan
Hasanuddin.
Sultan Hasanuddin harus mengakui pemerintahan dan kekuasaan VOC
serta harus menyerahkan Benteng Ujungpandang kepada Belanda dan
benteng-benteng lainnya harus dihancurkan.
Wilayah Makassar dipersempit hingga Goa dan tertutup bagi orang
asing
Harus membayar ganti kerugian perang.
Dampak-dampak
Thank
You

Perlawanan Gowa Tallo- Canva.pdf

  • 1.
  • 2.
    Latar Belakang VOC menginginkanHak Monopoli perdagangan di kawasan Indonesia Timur. VOC melakukan blokade terhadap kapal- kapal yang akan berlabuh di Somba Opu. Perlawanan Gowa-Tallo terjadi pada tahun 1666- 1667. Latar belakang pertempuran Gowa Tallo, yaitu:
  • 3.
    Sultan Hasanuddin adalah penguasake 16 Kesultanan Gowa, dengan gelar Sombaya Ri Gowa XVI, dari tahun 1653 sampai 1669. Dia dikenal karena melawan upaya VOC (Perusahaan Dagang Belanda) yang ingin memaksakan monopoli rempah-rempah di Nusantara. Gubernur Jenderal Hindia Belanda yang memerintah pada periode 1680 hingga 1684. Pada tahun 1666, ia dikirim ke Makassar sebagai laksamana pemimpin armada perang untuk menumpas pemberontakan di Makassar. Pada 1667, ia menandatangani Perjanjian Bongaya. Sultan Hasanuddin Cornelis Speelman Tokoh-tokoh
  • 4.
    Untuk menghadapi tindakanVOC yang semena-mena, Sultan Hasanudin memperkuat pasukan dengan memerintahkan kerajaan bawahan di Nusa Tenggara untuk mengirimkan prajuritnya. Sedangkan di lain sisi, VOC menggunakan politik devide et Impera dengan meminta bantuan Arung Palaka dari Kesultanan Bone. Kronologi Kerajaan Goa merupakan kerajaan yang pusat pemerintahannya berada di Somba Opu yang sekaligus menjadi pelabuhan Kerajaan Goa. Pelabuhan Somba Opu memiliki posisi yang strategis dalam jalur perdagangan internasional. Dengan melihat peran dan posisinya yang strategis, VOC berusaha keras untuk dapat mengendalikan Goa dan menguasai pelabuhan Somba Opu seperti melakukan blokade pelabuhan serta menerapkan monopoli perdagangan.
  • 5.
    VOC dibawah CornelisSpeelman membawa sekitar 1900 prajurit dan 21 armada kapal perang. Ditambah lagi pasukan dari Bone dibawah pimpinan Arung Palaka. Kekuatan VOC ini menyerang pasukan Goa dari berbagai penjuru. Beberapa serangan VOC berhasil ditahan pasukan Hasanuddin. Tetapi dengan pasukan gabungan disertai peralatan senjata yang lebih lengkap, VOC berhasil mendesak pasukan Hasanuddin. VOC diperbolehkan memonopoli perdagangan di kawasan Indonesia Timur Semua orang asing diusir dari Gowa-Tallo, kecuali VOC Gowa-Tallo mengganti biaya kerugian perang Beberapa wilayah kekuasaan Gowa-Tallo diserahkan kepada VOC Pertempuran berlangsung sengit selama 4 bulan dan Sultan Hasanuddin dipaksa menandatangani perjanjian Bongaya yang intinya berisi :
  • 6.
    1. Sultan Hasanuddinmempersiapkan benteng pertahanan di sepanjang pantai, serta mengkoordinasikan beberapa sekutu Gowa guna melawan kesewenang-wenangan VOC. 2. 1668 Sultan Hasanuddin mencoba menggerakkan kekuatan rakyat untuk kembali melawan kesewenang-wenangan VOC, namun perlawanan ini segera dapat dipadamkan oleh VOC. Bentuk Perlawanan
  • 7.
    Akhir Perlawanan Sultan Hasanudinpada awal 1668 membatalkan perjanjian Bongaya yang sangat merugikan Gowa-Tallo. Pada 1669, Arung Palaka menyerang benteng Somba Opu dengan kekuatan sekitar 7.000-8.000 pasukan. Arung Palaka dapat menaklukan benteng Somba Opu dan Sultan Hasanudin beserta pasukannya melarikan diri hingga meninggal pada tahun 1670.
  • 8.
    Penandatanganan secara paksaPerjanjian Bongaya oleh Sultan Hasanuddin. Sultan Hasanuddin harus mengakui pemerintahan dan kekuasaan VOC serta harus menyerahkan Benteng Ujungpandang kepada Belanda dan benteng-benteng lainnya harus dihancurkan. Wilayah Makassar dipersempit hingga Goa dan tertutup bagi orang asing Harus membayar ganti kerugian perang. Dampak-dampak
  • 9.