PENYUSUNAN MODUL AJAR
Oleh: Amiruddin
Proses Perencanaan Pembelajaran
dan Asesmen
Perencanaan Pembelajaran dan
Asesmen
• Capaian Pembelajaran perlu dirumuskan menjadi
tujuan-tujuan pembelajaran.
• Tujuan-tujuan Pembelajaran yang telah dirumuskan
diurutkan sehingga menjadi alur tujuan
pembelajaran yang dapat dicapai oleh peserta didik
hingga mencapai akhir fase.
• Selanjutnya berdasarkan alur tujuan pembelajaran
yang telah disusun, dikembangkan menjadi
perencanaan pembelajaran.
Menganalisis Capaian Pembelajaran
(CP)
• Capaian Pembelajaran (CP) adalah kompetensi pembelajaran yang harus dicapai
peserta didik di akhir setiap fase.
• Pada SMK terdapat beberapa kekhasan:
Pendidik dapat melakukan analisis CP mata pelajaran kejuruan SMK bersama
dengan mitra dunia kerja melalui penyelarasan kurikulum dengan kebutuhan
dunia kerja serta mengacu pada SKKNI, skema sertifikasi, dan kajian kebutuhan
dunia kerja yang relevan lainnya.
• Analisis CP dapat dilakukan dengan tahapan:
- Identifikasi hasil yang diinginkan
- Menentukan bukti-bukti yang dapat diterima
- Merencanakan pengalaman belajar dan instruksi
Menyusun Tujuan Pembelajaran
Penulisan tujuan pembelajaran sebaiknya memuat 2
komponen utama:
• kemampuan peserta didik sebagai hasil dari
proses pembelajaran
1. Kompetensi
• konten dan konsep utama yang perlu
dipahami pada akhir satu unit pembelajaran.
2. Lingkup Materi
Catatan:
Tujuan pembelajaran dapat dirumuskan dengan menggunakan beberapa teori antara lain;
taksonomi Bloom, Tighe & Wiggins, dan Marzano.
Pada satuan pendidikan SMK, tujuan pembelajaran dan alur tujuan pembelajaran dapat disusun
bersama dengan mitra dunia kerja melalui proses analisis penyelarasan kurikulum.
Alternatif rumusan tujuan
pembelajaran
• Pendidik memiliki alternatif untuk merumuskan tujuan
pembelajaran dengan beberapa alternatif di bawah ini:
• Alternatif 1. Merumuskan tujuan pembelajaran
secara langsung berdasarkan CP.
• Alternatif 2. Merumuskan tujuan pembelajaran
dengan menganalisis ‘kompetensi’ dan ‘lingkup
Materi’ pada CP.
• Alternatif 3. Merumuskan tujuan pembelajaran
Lintas Elemen CP.
Contoh:
Peserta didik menganalisis cara
pandang para pendiri negara tentang
dasar negara; menganalisis kedudukan
Pancasila sebagai dasar negara,
pandangan hidup, dan ideologi negara;
merumuskan gagasan solutif untuk
mengatasi perilaku yang bertentangan
dengan nilai Pancasila dalam kehidupan
KOMPETENSI:
1. Menganalisis
2. Merumuskan
KONTEN (MATERI):
1. Cara Pandang Pendiri Bangsa Tentang Dasar Negara:
• Gagasan dalam sidang Pertama BPUPKI
• Gagasan Sukarno dalam Pidato 1 Juni 1945
• Dinamika Kelahiran Pancasila
2. Kedudukan Pancasila:
• Pancasila sebagai dasar negara
• Pancasila sebagai pandangan hidup
• Pancasila sebagai ideologi negara
3. Aktualisasi Pancasila:
• Penerapan Nilai-nilai Pancasila dalam Kehidupan Bermasyarakat, Berbangsa dan
Bernegara
• Gagasan Solutif Mengatasi Perilaku yang Bertentangan dengan Nilai Pancasila
Rumusan Tujuan Pembelajaran
1. Menganalisis ide-ide para pendiri bangsa tentang dasar
negara pada siding BPUPKI.
2. Menganalisis dinamikan kelahiran Pancasila.
3. Menganalisis kedudukan Pancasila sebagai dasar negara,
pandangan hidup bangsa dan ideologi negara.
4. Menganalisis nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-
hari.
5. Merumuskan gagasan solutif untuk mengatasi Perilaku
yang Bertentangan dengan Nilai Pancasila.
Menyusun Alur Tujuan Pembelajaran
(ATP)
• Alur tujuan Pembelajaran merupakan tujuan pembelajaran yang diurutkan, bukan turunan
atau rincian dari
tujuan pembelajaran.
• Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam menyusun alur tujuan pembelajaran:
Alur tujuan pembelajaran harus tuntas satu fase, tidak terpotong di tengah
jalan;
Alur tujuan pembelajaran perlu dikembangkan secara kolaboratif,
Alur tujuan pembelajaran dikembangkan sesuai karakteristik dan kompetensi
yang dikembangkan setiap mata pelajaran.
Alur tujuan Pembelajaran yang disediakan pemerintah, pendidikan dapat
memodifikasi sesuai kebutuhan.
Alur tujuan pembelajaran fokus pada pencapaian pembelajaran.
Pengurutan dari
yang Konkret ke
yang Abstrak
Metode pengurutan dari konten yang konkret dan berwujud ke konten
yang lebih abstrak dan simbolis.
Contoh: memulai pengajaran dengan menjelaskan tentang benda
geometris (konkret) terlebih dahulu sebelum mengajarkan aturan teori
objek geometris tersebut (abstrak).
Pengurutan
Deduktif
Metode pengurutan dari konten bersifat umum ke konten yang
spesifik.
Contoh: mengajarkan konsep database terlebih dahulu sebelum
mengajarkan tentang tipe database, seperti hierarki atau
relasional.
Pengurutan dari
Mudah ke yang
lebih Sulit
Metode pengurutan dari konten paling mudah ke konten paling
sulit.
Cara Menyusun TP Menjadi ATP
Pengurutan
Hierarki
Metode ini dilaksanakan dengan mengajarkan keterampilan komponen konten yang lebih
mudah terlebih dahulu sebelum mengajarkan keterampilan yang lebih kompleks.
Contoh: siswa perlu belajar tentang penjumlahan sebelum mereka dapat memahami
konsep perkalian.
Pengurutan
Prosedural
Metode ini dilaksanakan dengan mengajarkan tahap pertama dari sebuah prosedur,
kemudian membantu siswa untuk menyelesaikan tahapan selanjutnya.
Contoh: dalam mengajarkan cara menggunakan t-test dalam sebuah pertanyaan
penelitian, ada beberapa tahap prosedur yang harus dilalui, seperti menulis hipotesis,
menentukan tipe tes yang akan digunakan, memeriksa asumsi, dan menjalankan tes
dalam sebuah perangkat lunak statistik.
Scaffolding Metode pengurutan yang meningkatkan standar performa sekaligus mengurangi bantuan
secara bertahap.
Contoh: dalam mengajarkan berenang, guru perlu menunjukkan cara mengapung, dan
ketika siswa mencobanya, guru hanya butuh membantu. Setelah ini, bantuan yang
diberikan akan berkurang secara bertahap. Pada akhirnya, siswa dapat berenang sendiri.
Pengurutan
Hierarki
Metode ini dilaksanakan dengan mengajarkan keterampilan komponen konten yang
lebih mudah terlebih dahulu sebelum mengajarkan keterampilan yang lebih kompleks.
Contoh: siswa perlu belajar tentang penjumlahan sebelum mereka dapat memahami
konsep perkalian.
Pengurutan
Prosedural
Metode ini dilaksanakan dengan mengajarkan tahap pertama dari sebuah prosedur,
kemudian membantu siswa untuk menyelesaikan tahapan selanjutnya.
Contoh: dalam mengajarkan cara menggunakan t-test dalam sebuah pertanyaan
penelitian, ada beberapa tahap prosedur yang harus dilalui, seperti menulis hipotesis,
menentukan tipe tes yang akan digunakan, memeriksa asumsi, dan menjalankan tes
dalam sebuah perangkat lunak statistik.
Scaffolding Metode pengurutan yang meningkatkan standar performa sekaligus mengurangi
bantuan secara bertahap.
Contoh: dalam mengajarkan berenang, guru perlu menunjukkan cara mengapung, dan
ketika siswa mencobanya, guru hanya butuh membantu. Setelah ini, bantuan yang
diberikan akan berkurang secara bertahap. Pada akhirnya, siswa dapat berenang sendiri.
Prinsip Alur Tujuan Pembelajaran:
• Esensial. Ada penjabaran konsep, keterampilan dan
konten inti yang diperlukan untuk mencapai CP
• Berkesinambungan. Tujuan tersusun secara
berkesinambungan dan urut secara berjenjang
dengan arah yang jelas
• Kontekstual. Tahapan TP sesuai dengan tahapan
perkembangan peserta didik
• Sederhana. TP disampaikan dengan bahasa/istilah
yang mudah dipahami.
Hal penting yang perlu
dipertimbangkan saat menyusun
ATP:
• Kemampuan prasyarat, Perhatikan kemampuan prasyarat yang
perlu dipelajari peserta didik untuk menguasai kompetensi pada CP
• Cakupan dan keluasan TP, Tujuan Pembelajaran sebaiknya tidak
terlalu umum. Pertimbangkan untuk memecah TP yang terlalu
umum ke dalam beberapa TP
• Keterkaitan antar TP, Perhatikan apakah materi dalam sebuah TP
sudah cukup didukung oleh materi dalam TP yang lain.
Misalnya: untuk menulis makalah penelitian peserta didik perlu
mengetahui perbedaan bentuk dan tujuan teks serta keterampilan
membuat pertanyaan riset.
Merencanakan Pembelajaran dan
Asesmen
Rencana pembelajaran ini dapat berupa:
(1) rencana pelaksanaan Pembelajaran (RPP), atau
(2) dalam bentuk modul ajar
Modul Ajar
Modul Ajar SMK
• Pada kelompok mata pelajaran kejuruan, khususnya mata pelajaran
Dasar-dasar Program Keahlian dan mata pelajaran Konsentrasi
Keahlian, modul ajar dilengkapi dengan bahan ajar seperti buku
pelajaran, handout, media visual, media interaktif, dan lembar kerja
peserta didik (LKPD) atau jobsheet sesuai dengan konsentrasi atau
keahlian yang akan dipelajari oleh peserta didik.
• Modul ajar dapat disusun berdasarkan Standar Kompetensi Kerja
Nasional Indonesia (SKKNI) dan/atau disusun bersama mitra dunia
kerja.
• Khusus untuk mata pelajaran Praktik Kerja Lapangan, perencanaan
pembelajaran juga dapat merujuk pada Panduan Praktik Kerja
Lapangan.
Aktivitas:
• Buatlah modul ajar sesuai mata Pelajaran yang diampu. Silahkan buka
link ini untuk download format modul ajar minimum. Kumpulkan
Modul Ajar yang Anda ke Wakasek Bidang Kurikulum:
https://s.id/MateriWorkshopModulAjar
TERIMAKASIH

PENYUSUNAN MODUL AJAR IMPLEMENTASI KURIKULUM MERDEKA.pptx

  • 1.
  • 2.
  • 3.
    Perencanaan Pembelajaran dan Asesmen •Capaian Pembelajaran perlu dirumuskan menjadi tujuan-tujuan pembelajaran. • Tujuan-tujuan Pembelajaran yang telah dirumuskan diurutkan sehingga menjadi alur tujuan pembelajaran yang dapat dicapai oleh peserta didik hingga mencapai akhir fase. • Selanjutnya berdasarkan alur tujuan pembelajaran yang telah disusun, dikembangkan menjadi perencanaan pembelajaran.
  • 4.
    Menganalisis Capaian Pembelajaran (CP) •Capaian Pembelajaran (CP) adalah kompetensi pembelajaran yang harus dicapai peserta didik di akhir setiap fase. • Pada SMK terdapat beberapa kekhasan: Pendidik dapat melakukan analisis CP mata pelajaran kejuruan SMK bersama dengan mitra dunia kerja melalui penyelarasan kurikulum dengan kebutuhan dunia kerja serta mengacu pada SKKNI, skema sertifikasi, dan kajian kebutuhan dunia kerja yang relevan lainnya. • Analisis CP dapat dilakukan dengan tahapan: - Identifikasi hasil yang diinginkan - Menentukan bukti-bukti yang dapat diterima - Merencanakan pengalaman belajar dan instruksi
  • 5.
    Menyusun Tujuan Pembelajaran Penulisantujuan pembelajaran sebaiknya memuat 2 komponen utama: • kemampuan peserta didik sebagai hasil dari proses pembelajaran 1. Kompetensi • konten dan konsep utama yang perlu dipahami pada akhir satu unit pembelajaran. 2. Lingkup Materi Catatan: Tujuan pembelajaran dapat dirumuskan dengan menggunakan beberapa teori antara lain; taksonomi Bloom, Tighe & Wiggins, dan Marzano. Pada satuan pendidikan SMK, tujuan pembelajaran dan alur tujuan pembelajaran dapat disusun bersama dengan mitra dunia kerja melalui proses analisis penyelarasan kurikulum.
  • 6.
    Alternatif rumusan tujuan pembelajaran •Pendidik memiliki alternatif untuk merumuskan tujuan pembelajaran dengan beberapa alternatif di bawah ini: • Alternatif 1. Merumuskan tujuan pembelajaran secara langsung berdasarkan CP. • Alternatif 2. Merumuskan tujuan pembelajaran dengan menganalisis ‘kompetensi’ dan ‘lingkup Materi’ pada CP. • Alternatif 3. Merumuskan tujuan pembelajaran Lintas Elemen CP.
  • 7.
  • 8.
    Peserta didik menganalisiscara pandang para pendiri negara tentang dasar negara; menganalisis kedudukan Pancasila sebagai dasar negara, pandangan hidup, dan ideologi negara; merumuskan gagasan solutif untuk mengatasi perilaku yang bertentangan dengan nilai Pancasila dalam kehidupan
  • 9.
    KOMPETENSI: 1. Menganalisis 2. Merumuskan KONTEN(MATERI): 1. Cara Pandang Pendiri Bangsa Tentang Dasar Negara: • Gagasan dalam sidang Pertama BPUPKI • Gagasan Sukarno dalam Pidato 1 Juni 1945 • Dinamika Kelahiran Pancasila 2. Kedudukan Pancasila: • Pancasila sebagai dasar negara • Pancasila sebagai pandangan hidup • Pancasila sebagai ideologi negara 3. Aktualisasi Pancasila: • Penerapan Nilai-nilai Pancasila dalam Kehidupan Bermasyarakat, Berbangsa dan Bernegara • Gagasan Solutif Mengatasi Perilaku yang Bertentangan dengan Nilai Pancasila
  • 10.
    Rumusan Tujuan Pembelajaran 1.Menganalisis ide-ide para pendiri bangsa tentang dasar negara pada siding BPUPKI. 2. Menganalisis dinamikan kelahiran Pancasila. 3. Menganalisis kedudukan Pancasila sebagai dasar negara, pandangan hidup bangsa dan ideologi negara. 4. Menganalisis nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari- hari. 5. Merumuskan gagasan solutif untuk mengatasi Perilaku yang Bertentangan dengan Nilai Pancasila.
  • 11.
    Menyusun Alur TujuanPembelajaran (ATP) • Alur tujuan Pembelajaran merupakan tujuan pembelajaran yang diurutkan, bukan turunan atau rincian dari tujuan pembelajaran. • Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam menyusun alur tujuan pembelajaran: Alur tujuan pembelajaran harus tuntas satu fase, tidak terpotong di tengah jalan; Alur tujuan pembelajaran perlu dikembangkan secara kolaboratif, Alur tujuan pembelajaran dikembangkan sesuai karakteristik dan kompetensi yang dikembangkan setiap mata pelajaran. Alur tujuan Pembelajaran yang disediakan pemerintah, pendidikan dapat memodifikasi sesuai kebutuhan. Alur tujuan pembelajaran fokus pada pencapaian pembelajaran.
  • 12.
    Pengurutan dari yang Konkretke yang Abstrak Metode pengurutan dari konten yang konkret dan berwujud ke konten yang lebih abstrak dan simbolis. Contoh: memulai pengajaran dengan menjelaskan tentang benda geometris (konkret) terlebih dahulu sebelum mengajarkan aturan teori objek geometris tersebut (abstrak). Pengurutan Deduktif Metode pengurutan dari konten bersifat umum ke konten yang spesifik. Contoh: mengajarkan konsep database terlebih dahulu sebelum mengajarkan tentang tipe database, seperti hierarki atau relasional. Pengurutan dari Mudah ke yang lebih Sulit Metode pengurutan dari konten paling mudah ke konten paling sulit. Cara Menyusun TP Menjadi ATP
  • 13.
    Pengurutan Hierarki Metode ini dilaksanakandengan mengajarkan keterampilan komponen konten yang lebih mudah terlebih dahulu sebelum mengajarkan keterampilan yang lebih kompleks. Contoh: siswa perlu belajar tentang penjumlahan sebelum mereka dapat memahami konsep perkalian. Pengurutan Prosedural Metode ini dilaksanakan dengan mengajarkan tahap pertama dari sebuah prosedur, kemudian membantu siswa untuk menyelesaikan tahapan selanjutnya. Contoh: dalam mengajarkan cara menggunakan t-test dalam sebuah pertanyaan penelitian, ada beberapa tahap prosedur yang harus dilalui, seperti menulis hipotesis, menentukan tipe tes yang akan digunakan, memeriksa asumsi, dan menjalankan tes dalam sebuah perangkat lunak statistik. Scaffolding Metode pengurutan yang meningkatkan standar performa sekaligus mengurangi bantuan secara bertahap. Contoh: dalam mengajarkan berenang, guru perlu menunjukkan cara mengapung, dan ketika siswa mencobanya, guru hanya butuh membantu. Setelah ini, bantuan yang diberikan akan berkurang secara bertahap. Pada akhirnya, siswa dapat berenang sendiri.
  • 14.
    Pengurutan Hierarki Metode ini dilaksanakandengan mengajarkan keterampilan komponen konten yang lebih mudah terlebih dahulu sebelum mengajarkan keterampilan yang lebih kompleks. Contoh: siswa perlu belajar tentang penjumlahan sebelum mereka dapat memahami konsep perkalian. Pengurutan Prosedural Metode ini dilaksanakan dengan mengajarkan tahap pertama dari sebuah prosedur, kemudian membantu siswa untuk menyelesaikan tahapan selanjutnya. Contoh: dalam mengajarkan cara menggunakan t-test dalam sebuah pertanyaan penelitian, ada beberapa tahap prosedur yang harus dilalui, seperti menulis hipotesis, menentukan tipe tes yang akan digunakan, memeriksa asumsi, dan menjalankan tes dalam sebuah perangkat lunak statistik. Scaffolding Metode pengurutan yang meningkatkan standar performa sekaligus mengurangi bantuan secara bertahap. Contoh: dalam mengajarkan berenang, guru perlu menunjukkan cara mengapung, dan ketika siswa mencobanya, guru hanya butuh membantu. Setelah ini, bantuan yang diberikan akan berkurang secara bertahap. Pada akhirnya, siswa dapat berenang sendiri.
  • 15.
    Prinsip Alur TujuanPembelajaran: • Esensial. Ada penjabaran konsep, keterampilan dan konten inti yang diperlukan untuk mencapai CP • Berkesinambungan. Tujuan tersusun secara berkesinambungan dan urut secara berjenjang dengan arah yang jelas • Kontekstual. Tahapan TP sesuai dengan tahapan perkembangan peserta didik • Sederhana. TP disampaikan dengan bahasa/istilah yang mudah dipahami.
  • 16.
    Hal penting yangperlu dipertimbangkan saat menyusun ATP: • Kemampuan prasyarat, Perhatikan kemampuan prasyarat yang perlu dipelajari peserta didik untuk menguasai kompetensi pada CP • Cakupan dan keluasan TP, Tujuan Pembelajaran sebaiknya tidak terlalu umum. Pertimbangkan untuk memecah TP yang terlalu umum ke dalam beberapa TP • Keterkaitan antar TP, Perhatikan apakah materi dalam sebuah TP sudah cukup didukung oleh materi dalam TP yang lain. Misalnya: untuk menulis makalah penelitian peserta didik perlu mengetahui perbedaan bentuk dan tujuan teks serta keterampilan membuat pertanyaan riset.
  • 17.
    Merencanakan Pembelajaran dan Asesmen Rencanapembelajaran ini dapat berupa: (1) rencana pelaksanaan Pembelajaran (RPP), atau (2) dalam bentuk modul ajar
  • 18.
  • 20.
    Modul Ajar SMK •Pada kelompok mata pelajaran kejuruan, khususnya mata pelajaran Dasar-dasar Program Keahlian dan mata pelajaran Konsentrasi Keahlian, modul ajar dilengkapi dengan bahan ajar seperti buku pelajaran, handout, media visual, media interaktif, dan lembar kerja peserta didik (LKPD) atau jobsheet sesuai dengan konsentrasi atau keahlian yang akan dipelajari oleh peserta didik. • Modul ajar dapat disusun berdasarkan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) dan/atau disusun bersama mitra dunia kerja. • Khusus untuk mata pelajaran Praktik Kerja Lapangan, perencanaan pembelajaran juga dapat merujuk pada Panduan Praktik Kerja Lapangan.
  • 21.
    Aktivitas: • Buatlah modulajar sesuai mata Pelajaran yang diampu. Silahkan buka link ini untuk download format modul ajar minimum. Kumpulkan Modul Ajar yang Anda ke Wakasek Bidang Kurikulum: https://s.id/MateriWorkshopModulAjar
  • 22.