apa yang menjadipengertian
dari istilah dibawah ini:
• Capaian Pembelajaran
• Alur Pembelajaran
• Tujuan Pembelajaran
3.
Konsep Alur TujuanPembelajaran
• Capaian Pembelajaran (CP) adalah kompetensi yang
diharapkan dapat dicapai oleh siswa di akhir fase. CP terdiri dari
6 fase (A-F) atau tahapan yang meliputi seluruh jenjang
pendidikan dasar dan menengah (SD, SMP, SMA).
• Fase tersebut adalah: Fase A (kelas 1 – 2), Fase B (kelas 3 – 4), Fase
C (kelas 5- 6), Fase D (kelas 7- 9), Fase E (kelas 10), dan Fase F
(kelas 11 – 12)
CAPAIAN
PEMBELAJARA
N
ALUR
PEMBELAJARA
N
• Alur Pembelajaran (AP) adalah rangkaian tujuan pembelajaran
yang tersusun secara sistematis dan logis di dalam fase secara
utuh dan menurut urutan pembelajaran sejak awal hingga akhir
suatu fase. Alur ini disusun secara linear sebagaimana urutan
kegiatan pembelajaran yang dilakukan dari hari ke hari untuk
mengukur CP.
4.
Secara umum, ada2 langkah besar
dalam penyusunan perangkat ajar untuk suatu mata
pelajaran:
10
1. Penyusunan
Alur &
Tujuan
Pembelajaran
2. Pengembangan
Modul
Ajar
Capaian Pembelajaran
Ditetapkan oleh
Pemerintah
Disusun dalam fase-
fase
Alur pembelajaran adalah rangkaian tujuan pembelajaran
yang disusun secara logis menurut urutan pembelajaran
sejak awal hingga akhir suatu fase. Alur ini disusun secara
linear sebagaimana urutan kegiatan pembelajaran yang
dilakukan dari hari ke hari
Seperti RPP, namun dilengkapi dengan berbagai materi
pembelajaran, lembar aktivitas siswa, dan asesmen untuk
mengecek apakah tujuan pembelajaran dicapai siswa
Perangkat ajar diharapkan membantu guru mengajar menggunakan
metode
terdiferensia
si
5.
Rencana pembelajaran untukruang lingkup sekolah
ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN
Alur pembelajaran yang runtut dinyatakan dalam rangkaian tujuan pembelajaran yang meliputi konten/
materi, keterampilan dan konsep inti untuk mencapai Capaian Pembelajaran setiap Fase dan menjelaskan
cakupan/kedalaman setiap konten
Prinsip Alur Tujuan Pembelajaran:
● Esensial, ada penjabaran konsep, keterampilan dan konten inti yang diperlukan untuk mencapai capaian
pembelajaran
● Berkesinambungan, tujuan - tujuan dalam alur pembelajaran tersusun secara berkesinambungan dan
urut secara berjenjang dengan arah yang jelas
● Kontekstual, Tahapan tujuan pembelajaran sesuai dengan tahapan perkembangan peserta didik.
● Sederhana. Tujuan pembelajaran disampaikan dengan bahasa/istilah yang mudah dipahami.
Rencana pembelajaran untuk ruang lingkup sekolah
KEGIATAN PEMBELAJARAN
1. Tujuan Pembelajaran, dikembangkan sesuai dengan kompetensi utuh yang sudah melingkupi aspek
sikap, pengetahuan, dan keterampilan, beserta materi/konten inti
2. Proses asesmen, strategi pencarian bukti hasil belajar yang menyasar tujuan pembelajaran beserta
indikator keberhasilan yang mengukur sikap, pengetahuan, dan keterampilan.
3. Pengalaman belajar, serangkaian kegiatan dengan alokasi waktu dan menyasar indikator yang
dikembangkan dari tujuan pembelajaran
Proses
Mendesain
Rencana
Pembelajaran
DRAFT - UNTUK INTERNAL
TIDAK UNTUK
DISEBARLUASKAN
6.
Alur tujuan pembelajarandisusun untuk
membantu peserta didik mencapai
Capaian Pembelajaran (CP) secara
bertahap. Alur dibuat dengan
mengurutkan tujuan-tujuan
pembelajaran sesuai kebutuhan,
meskipun beberapa tujuan
pembelajaran harus menggunakan
tahapan tertentu.
Hal penting yang perlu
dipertimbangkan:
● keterampilan dasar yang perlu
dipelajari peserta didik untuk
menguasai kompetensi tertentu
● Cara untuk mengukur ketercapaian
tujuan
● pengetahuan/materi inti yang perlu
diketahui untuk memahami konsep
tertentu. Misal: untuk menulis
makalah penelitian peserta didik
perlu mengetahui perbedaan
bentuk-bentuk dan tujuan teks dan
peserta didik perlu keterampilan
membuat pertanyaan riset.
ALUR TUJUAN
PEMBELAJARAN Pengurutan
Konkret →
Abstrak
Metode pengurutan dari konten yang konkret dan berwujud ke konten yang lebih abstrak dan
simbolis. Contoh : memulai pengajaran dengan menjelaskan tentang benda geometris (konkret)
terlebih dahulu sebelum mengajarkan aturan teori objek geometris tersebut (abstrak).
Pengurutan
Deduktif
Metode pengurutan dari konten bersifat umum ke konten yang spesifik. Contoh : mengajarkan
konsep database terlebih dahulu sebelum mengajarkan tentang tipe database, seperti hierarki atau
relasional.
Pengurutan
dari Mudah →
Sulit
Metode pengurutan dari konten paling mudah ke konten paling sulit. Contoh : mengajarkan cara
mengeja kata-kata pendek dalam kelas bahasa sebelum mengajarkan kata yang lebih panjang.
Pengurutan
Hierarki
Metode ini dilaksanakan dengan mengajarkan keterampilan komponen konten yang lebih mudah
terlebih dahulu sebelum mengajarkan keterampilan yang lebih kompleks. Contoh : peserta didik
perlu belajar tentang penjumlahan sebelum mereka dapat memahami konsep perkalian.
Pengurutan
Prosedural
Metode ini dilaksanakan dengan mengajarkan tahap pertama dari sebuah prosedur, kemudian
membantu peserta didik untuk menyelesaikan tahapan selanjutnya. Contoh : dalam mengajarkan
cara menggunakan t-test dalam sebuah pertanyaan penelitian, ada beberapa tahap prosedur yang
harus dilalui, seperti menulis hipotesis, menentukan tipe tes yang akan digunakan, memeriksa
asumsi, dan menjalankan tes dalam sebuah perangkat lunak statistik.
Scaffolding Metode pengurutan yang meningkatkan standar performa sekaligus mengurangi bantuan secara
bertahap. Contoh : dalam mengajarkan berenang, guru perlu menunjukkan cara mengapung, dan
ketika peserta didik mencobanya, guru hanya butuh membantu. Setelah ini, bantuan yang diberikan
akan berkurang secara bertahap. Pada akhirnya, peserta didik dapat berenang sendiri.
Ada beberapa cara dalam mengurutkan tujuan pembelajaran
Referensi (1) Creating Learning Materials for Open and Distance Learning (2005). Retrieved December 6, 2016, from
http://www.oerafrica.org/system/files/7824/creating-lerarning-materials-handbook-authors-and-instructional-designers.114f5f85-1baf-42dd-8e37-d195c2565255_0.pdf?file=1&type=node
&id=7824
(2) Doolittle, P. E. (2001). Instructional Design for Web-based Instruction. Retrieved from http://staff.washington.edu/rel2/geog100-UW/Archive/instructionalsequence.pdf (3) Morrison, G.
R., Ross, & Kemp, J. E. (2007). Designing Effective Instruction (5th Edition). Hoboken, NJ: John Wiley & Sons. ISBN13: 978-0-470-07426-8 (4) Reigeluth, C. M., & Keller, J. B. (2009).
Understanding instruction. In C. M. Reigeluth & A. A. Carr-Chellman (Eds.), Instructional-design theories and models: Building a common knowledge base (pp. 27-39). New York, NY: Taylor
6
DRAFT - UNTUK INTERNAL
TIDAK UNTUK
DISEBARLUASKAN
7.
0 Workshop pengembangankurikulum
operasional sekolah
Menjadi prasyarat untuk tim penyusun alur
pembelajaran
Pemahaman Profil Pelajar Pancasila.
Memahami secara utuh konsep dasar Profil Pelajar
Pancasila
1
2 Pemahaman Capaian Pembelajaran
Pahami rasional CP setiap fase, mulai dari fase A
hingga fase E
Untuk penyusunan fase A, baca CP fase fondasi
untuk memastikan transisi yang halus dari PAUD ke
SD
Baca karakteristik tiap mapel, dimensi/elemen
Menguraikan CP ke tujuan-tujuan pembelajaran
Uraikan tujuan pembelajaran per
dimensi/elemennya
Susun seluruh tujuan pembelajaran menjadi satu
alur linear
3
4 Tentukan tujuan yang menjadi kunci (konsep
dan kompetensi kunci)
Tentukan asesmen untuk mengukur
ketercapaian tujuan-tujuan/kompetensi kunci 5
CONTOH
Proses Mendesain Alur Pembelajaran
DRAFT - UNTUK INTERNAL
TIDAK UNTUK
DISEBARLUASKAN
Capaian
Pembelajar
an (CP)
Pelajar memahamiide pokok dan ide perinci serta mengenali akurasi informasi dalam
paparan lisan, menjelaskannya kembali, menganalisisnya, serta menyampaikan
pendapatnya menggunakan pengetahuan yang diperolehnya dari informasi yang dapat
dipertanggungjawabkan. Pelajar juga membaca dengan fasih dan memahami kata-kata
baru dalam konteks yang spesifik, serta mengenali akurasi informasi dalam bacaan.
Pelajar menuliskan tanggapannya terhadap bacaan menggunakan pengetahuan yang
diperolehnya dari bacaan lain. Pelajar menulis riset sederhana terkait topik yang dikenali
menggunakan rujukan yang dapat dipertanggungjawabkan dan metodologi sederhana.
Tujuan
Pembelajar
an 10.1
Pelajar menemukan ide pokok dan ide perinci serta menjelaskan kembali isi/informasi
dengan kata- kata sendiri setelah menyimak diskusi dan paparan lisan orang lain terkait
dengan topik yang dikenali.
Tujuan
Pembelajar
an 10.2
Pelajar mengidentifikasi dan menjelaskan arti kata-kata jarang muncul (low-frequency
words) dan kata-kata baru dalam bacaan, serta menggunakan kata-kata tersebut
dalam konteks yang spesifik yang dikenali.
Tujuan
Pembelajar
Pelajar menerapkan norma kesopanan (sikap), dan menggunakan kata-kata/diksi
sesuai konteks budaya dan konteks bahasa lisan, serta menghargai penjelasan lawan
Contoh Alur Tujuan Pembelajaran
BAHASA INDONESIA FASE E KELAS 10
12.
ELEMEN KOMPETENSI LINGKUPMATERI / KONTEN
MENYIMAK - BERBICARA
Pada akhir Fase D, peserta didik menggunakan
bahasa Inggris untuk berinteraksi dan saling
bertukar ide, pengalaman, minat, pendapat dan
pandangan dengan guru, teman sebaya dan orang
lain dalam berbagai macam konteks familiar yang
formal dan informal. Dengan pengulangan dan
penggantian kosakata, peserta didik memahami
ide utama dan detil yang relevan dari diskusi atau
presentasi mengenai berbagai macam topik yang
telah familiar dan dalam konteks kehidupan di
sekolah dan di rumah. Mereka terlibat dalam
diskusi, misalnya memberikan pendapat, membuat
perbandingan dan menyampaikan preferensi.
Mereka menjelaskan dan memperjelas jawaban
mereka menggunakan struktur kalimat dan kata
kerja sederhana.
1. Menggunakan
2. Memahami
3. Memodifikasi
4. Mendiskusikan
5. Menjelaskan
6. Menggunakan
• Ungkapan; self
introduction, greeting,
asking and giving opinion,
willingness, ability and
disability, preference
• Vocabulary
• Short Message
• Advertisement
• Kalimat dan kata kerja
sederhana
13.
ELEMEN KOMPETENSI LINGKUPMATERI / KONTEN
MENYIMAK - BERBICARA
Pada akhir Fase D, peserta didik menggunakan
bahasa Inggris untuk berinteraksi dan saling
bertukar ide, pengalaman, minat, pendapat dan
pandangan dengan guru, teman sebaya dan orang
lain dalam berbagai macam konteks familiar yang
formal dan informal. Dengan pengulangan dan
penggantian kosakata, peserta didik memahami
ide utama dan detil yang relevan dari diskusi atau
presentasi mengenai berbagai macam topik yang
telah familiar dan dalam konteks kehidupan di
sekolah dan di rumah. Mereka terlibat dalam
diskusi, misalnya memberikan pendapat, membuat
perbandingan dan menyampaikan preferensi.
Mereka menjelaskan dan memperjelas jawaban
mereka menggunakan struktur kalimat dan kata
kerja sederhana.
1. Menggunakan
2. Memahami
3. Memodifikasi
4. Mendiskusikan
5. Menjelaskan
6. Menggunakan
• Ungkapan; self
introduction, greeting,
asking and giving opinion,
willingness, ability and
disability, preference
• Vocabulary
• Short Message
• Advertisement
• Kalimat dan kata kerja
sederhana
14.
Tujuan Pembelajaran =
•Peserta didik mampu menggunakan ungkapan self introduction, greeting, asking and
giving opinion, willingness, ability and disability, preference dalam berbagai macam
konteks formal maupun informal
• Peserta didik mampu menemukan kosakata baru yang terdapat dalam teks lisan, tulis,
maupun visual dalam konteks kehidupan sehari hari.
• Peserta didik mampu mengemukakan pengalaman pribadi/past event dalam kalimat
lisan.
• Peserta didik mampu mendiskusikan perbedaan suatu barang/benda
• Peserta didik mampu menyimpulkan ide utama dari teks berbentuk short message
• Peserta didik mampu mengemukakan informasi rinci yang terdapat dalam teks khusus
berbentuk advertisement
• Peserta didik mampu menggunakan struktur kalimat dan kata kerja sederhana.
PRINSIP PENGEMBANGAN MODUL
AJAR
4KRITERIA
YANGHARUS
DIMILIKI
MODUL AJAR
ESENSIAL
Pemahaman konsep dari setiap mata pelajaran
melalui pengalaman belajar dan lintas disiplin.
MENARIK, BERMAKNA,
MENANTANG
Menumbuhkan minat untuk belajar dan
melibatkan peserta didik secara aktif dalam
proses belajar.
Berhubungan dengan pengetahuan dan
pengalaman yang dimiliki sebelumnya, sehingga
tidak terlalu kompleks, namun juga tidak terlalu
mudah untuk tahap usianya.
19.
PRINSIP PENGEMBANGAN MODUL
AJAR
4KRITERIA
YANGHARUS
DIMILIKI
MODUL AJAR
RELEVAN DAN KONTEKSTUAL
Berhubungan dengan pengetahuan dan
pengalaman yang dimiliki sebelumnya, dan
sesuai dengan konteks di waktu dan tempat
peserta didik berada.
BERKESINAMBUNGAN
Keterkaitan alur kegiatan pembelajaran sesuai
dengan fase belajar peserta didik.
20.
PROSEDUR PENYUSUNAN
MODUL AJAR
Gurupada saat mengembangkan modul ajar
dapat mengikuti langkah-langkah sesuai
dengan infografis disamping.
Hasil yang didapatkan di Tahap 6: Evaluasi
dan Tindak Lanjut, digunakan untuk
Tahap 1: Analisis kondisi dan kebutuhan.
21.
KONSEP MODUL AJAR
•Modul ajar adalah sejumlah alat atau sarana
media, metode, petunjuk, dan pedoman yang
dirancang secara sistematis dan menarik.
• Modul ajar merupakan implementasi dari Alur
Tujuan Pembelajaran yang dikembangkan dari
Capaian Pembelajaran dengan Profil Pelajar
Pancasila sebagai sasaran.
• Modul ajar disusun sesuai dengan fase atau tahap
perkembangan peserta didik, mempertimbangkan
apa yang akan dipelajari dengan tujuan
pembelajaran, dan berbasis perkembangan jangka
panjang.
• Guru perlu memahami konsep mengenai modul ajar
agar proses pembelajaran lebih menarik dan
bermakna.
22.
KOMPONEN MODUL AJAR
•Guru dalam satuan pendidikan diberi
kebebasan untuk mengembangkan modul
ajar sesuai dengan konteks lingkungan
dan kebutuhan belajar peserta didik.
• Modul ajar dilengkapi dengan komponen
yang menjadi dasar dalam proses
penyusunan.
• Komponen modul ajar dalam panduan
dibutuhkan untuk kelengkapan
persiapan pembelajaran.
• Komponen modul ajar bisa ditambahkan
sesuai dengan mata pelajaran dan
23.
KOMPONEN MODUL
AJAR
Mari kitamempelajari komponen-
komponen dari modul ajar
1INFORMA
SI UMUM
Informasi tentang modul ajar yang
dikembangkan terdiri dari:
• Nama penyusun, institusi, dan tahun
disusunnya Modul Ajar.
• Jenjang sekolah (SD/SMP/SMA)
• Kelas
• Alokasi waktu (penentuan alokasi waktu yang
digunakan adalah alokasi waktu sesuai dengan
jam pelajaran yang berlaku di unit kerja masing-
masing)
A. IDENTITAS MODUL
24.
KOMPONEN MODUL
AJAR
Mari kitamempelajari komponen-
komponen dari modul ajar
1INFORMA
SI UMUM
Kompetensi awal adalah pengetahuan
dan/atau keterampilan yang perlu dimiliki
siswa sebelum mempelajari topik tertentu.
Kompetensi awal merupakan ukuran
seberapa dalam modul ajar dirancang.
B. KOMPETENSI AWAL
25.
KOMPONEN MODUL
AJAR
Mari kitamempelajari komponen-
komponen dari modul ajar
1INFORMA
SI UMUM
Merupakan tujuan akhir dari suatu kegiatan
pembelajaran yang berkaitan erat dengan
pembentukan karakter peserta didik. Profil Pelajar
Pancasila (PPP) dapat tercermin dalam konten
dan/atau metode pembelajaran.
Di dalam modul pembelajaran, Profil Pelajar
Pancasila tidak perlu mencantumkan seluruhnya,
namun dapat memilih Profil Pelajar Pancasila
yang sesuai dengan kegiatan pembelajaran
dalam modul ajar.
C. PROFIL PELAJAR
PANCASILA
26.
KOMPONEN MODUL
AJAR
Mari kitamempelajari komponen-
komponen dari modul ajar
1INFORMA
SI UMUM
Merupakan fasilitas dan bahan yang dibutuhkan
untuk menunjang kegiatan pembelajaran. Sarana
merujuk pada alat dan bahan yang digunakan,
sementara prasarana di dalamnya termasuk materi
dan sumber bahan ajar lain yang relevan yang
digunakan dalam kegiatan pembelajaran.
Ketersediaan materi disarankan mempertimbangkan
kebutuhan peserta didik baik dengan keterbatasan
atau kelebihan. Teknologi, termasuk sarana dan
prasarana yang penting untuk diperhatikan, dan
juga dimanfaatkan agar pembelajaran lebih dalam
dan bermakna.
D. SARANA DAN
PRASARANA
27.
KOMPONEN MODUL
AJAR
Mari kitamempelajari komponen-
komponen dari modul ajar
1INFORMA
SI UMUM
Peserta didik yang menjadi target
yaitu;
• Peserta didik reguler/tipikal: umum, tidak ada
kesulitan dalam mencerna dan memahami
materi ajar.
• Peserta didik dengan kesulitan belajar: memiliki
gaya belajar yang terbatas hanya satu gaya
misalnya
dengan audio. Memiliki kesulitan dengan
bahasa dan pemahaman materi ajar, kurang
percaya diri, kesulitan berkonsentrasi jangka
panjang, dsb.
• Peserta didik dengan pencapaian tinggi:
mencerna dan memahami dengan cepat,
mampu mencapai keterampilan berfikir aras
E. TARGET PESERTA DIDIK
28.
KOMPONEN MODUL
AJAR
Mari kitamempelajari komponen-
komponen dari modul ajar
1INFORMA
SI UMUM
Merupakan model atau kerangka pembelajaran
yang memberikan gambaran sistematis
pelaksanaan pembelajaran. Model pembelajaran
dapat berupa model pembelajaran tatap muka,
pembelajaran jarak jauh dalam jaringan (PJJ
Daring), pembelajaran jarak jauh luar jaringan
(PJJ Luring), dan blended learning.
F. MODEL PEMBELAJARAN
29.
KOMPONEN MODUL
AJAR
Mari kitamempelajari komponen-
komponen dari modul ajar
2KOMPONE
N INTI
Tujuan pembelajaran harus mencerminkan hal-hal
penting dari pembelajaran dan harus bisa diuji
dengan berbagai bentuk asesmen sebagai bentuk
dari unjuk pemahaman.
Tujuan pembelajaran menentukan kegiatan
belajar, sumber daya yang digunakan,
kesesuaian dengan
keberagaman murid, dan metode asesmen
yang digunakan.
Tujuan pembelajaran bisa dari berbagai bentuk:
pengetahuan yang berupa fakta dan informasi, dan
juga prosedural, pemahaman konseptual, pemikiran
dan penalaran keterampilan, dan kolaboratif dan
strategi komunikasi.
A. TUJUAN PEMBELAJARAN
30.
KOMPONEN MODUL
AJAR
Mari kitamempelajari komponen-
komponen dari modul ajar
2KOMPONE
N INTI
Pemahaman bermakna adalah informasi tentang
manfaat yang akan peserta didik peroleh setelah
mengikuti proses pembelajaran. Manfaat tersebut
nantinya dapat peserta didik terapkan dalam
kehidupan sehari-hari.
Contoh kalimat pemahaman
bermakna:
• Manusia berorganisasi untuk memecahkan
masalah dan mencapai suatu tujuan.
• Makhluk hidup beradaptasi dengan
perubahan habitat.
B. PEMAHAMAN BERMAKNA
31.
KOMPONEN MODUL
AJAR
Mari kitamempelajari komponen-
komponen dari modul ajar
2KOMPONE
N INTI
Pertanyaan pemantik dibuat oleh guru untuk
menumbuhkan rasa ingin tahu dan kemampuan
berpikir kritis dalam diri peserta didik. Pertanyaan
pemantik memandu siswa untuk memperoleh
pemahaman bermakna sesuai dengan tujuan
pembelajaran.
Contohnya pada pembelajaran menulis cerpen,
guru dapat mendorong pertanyaan pemantik
sebagai berikut:
• Apa yang membuat sebuah cerpen menarik
untuk dibaca?
• Jika kamu diminta untuk membuat akhir cerita
yang berbeda, apa yang akan kamu usulkan?
C. PERTANYAAN PEMANTIK
32.
KOMPONEN MODUL
AJAR
Mari kitamempelajari komponen-
komponen dari modul ajar
2KOMPONE
N INTI
Urutan kegiatan pembelajaran inti dalam
bentuk langkah-langkah kegiatan
pembelajaran yang dituangkan secara
konkret, disertakan opsi/pembelajaran
alternatif dan langkah untuk menyesuaikan
dengan kebutuhan belajar siswa.
Langkah kegiatan pembelajaran ditulis secara
berurutan sesuai dengan durasi waktu yang
direncanakan, meliputi tiga tahap, yakni
pendahuluan, inti, dan penutup berbasis metode
pembelajaran aktif.
D. KEGIATAN
PEMBELAJARAN
33.
KOMPONEN MODUL
AJAR
Mari kitamempelajari komponen-
komponen dari modul ajar
2KOMPONE
N INTI
Asesmen digunakan untuk mengukur capaian
pembelajaran di akhir kegiatan. Kriteria
pencapaian harus ditentukan dengan jelas
sesuai dengan tujuan pembelajaran yang
ditetapkan.
Jenis
asesmen:
• Asesmen sebelum pembelajaran (diagnostik)
• Asesmen selama proses pembelajaran (formatif)
• Asesmen pada akhir proses pembelajaran
(sumatif).
E. ASESMEN
34.
KOMPONEN MODUL
AJAR
Mari kitamempelajari komponen-
komponen dari modul ajar
2KOMPONE
N INTI
Bentuk asesmen yang bisa
dilakukan:
• Sikap (Profil Pelajar Pancasila) dapat berupa:
observasi, penilaian diri, penilaian teman
sebaya, dan anekdotal.
• Performa (presentasi, drama, pameran hasil
karya, jurnal, dsb.)
• Tertulis (tes objektif: essay, pilihan ganda,
isian, jawaban singkat, benar-salah).
E. ASESMEN
35.
KOMPONEN MODUL
AJAR
Mari kitamempelajari komponen-
komponen dari modul ajar
2KOMPONE
N INTI
Pengayaan adalah kegiatan pembelajaran yang
diberikan pada peserta didik dengan capaian tinggi
agar mereka dapat mengembangkan potensinya
secara optimal.
Remedial diberikan kepada peserta didik yang
membutuhkan bimbingan untuk memahami
materi atau pembelajaran mengulang. Saat
merancang kegiatan pengayaan, perlu
diperhatikan mengenai diferensiasi contohnya
lembar belajar/kegiatan yang berbeda dengan
kelas.
F. PENGAYAAN DAN
REMEDIAL
36.
KOMPONEN MODUL
AJAR
Mari kitamempelajari komponen-
komponen dari modul ajar
3LAMPIRA
N
Lembar kerja siswa ini ditujukan untuk peserta didik
(bukan guru) dan dapat diperbanyak sesuai
kebutuhan untuk diberikan kepada peserta didik
termasuk peserta didik nonreguler.
A. LEMBAR KERJA PESERTA
DIDIK
Bahan bacaan guru dan peserta didik digunakan
sebagai pemantik sebelum kegiatan dimulai atau
untuk memperdalam pemahaman materi pada saat
atau akhir kegiatan pembelajaran.
B. BAHAN BACAAN GURU &
PESERTA DIDIK
37.
KOMPONEN MODUL
AJAR
Mari kitamempelajari komponen-
komponen dari modul ajar
3LAMPIRA
N
C. GLOSARIUM
Daftar pustaka adalah sumber-sumber referensi
yang digunakan dalam pengembangan modul ajar.
Referensi yang dimaksud adalah semua sumber
belajar (buku siswa, buku referensi, majalah, koran,
situs internet, lingkungan sekitar, narasumber, dsb.)
Glosarium merupakan kumpulan istilah-istilah dalam
suatu bidang secara alfabetikal yang dilengkapi
dengan definisi dan artinya. Glosarium diperlukan
untuk kata atau istilah yang memerlukan
penjelasan lebih mendalam.
D. DAFTAR PUSTAKA
#5 Mengembangkan asesmen diagnostik ; pra asesmen dan umpan balik yang menyasar target
Kolaborasi antar guru mata pelajaran untuk mengidentifikasi asesmen kunci sebagai kerangka perencanaan pembelajaran
Melakukan asesmen berulang dan berkala untuk performa kunci
Secara rutin memeriksa gap antara tujuan dan implementasi.
Melakukan pertemuan antar kelas dan per kelas untuk diskusi berkala untuk mencari solusi memperkecil gap
Mengidentifikasi capaian yang diharapkan: misi, tanggung jawab, dan tugas
Menyebutkan persyaratan untuk tiap-tiap capaian
Menjelaskan capaian yang diukur dan alasannya
#6 Referensi
Creating Learning Materials for Open and Distance Learning (2005). Retrieved December 6, 2016, from http://www.oerafrica.org/system/files/7824/creating-lerarning-materials-handbook-authors-and-instructional-designers.114f5f85-1baf-42dd-8e37-d195c2565255_0.pdf?file=1&type=node&id=7824
Doolittle, P. E. (2001). Instructional Design for Web-based Instruction. Retrieved from http://staff.washington.edu/rel2/geog100-UW/Archive/instructionalsequence.pdf
Morrison, G. R., Ross, & Kemp, J. E. (2007). Designing Effective Instruction (5th Edition). Hoboken, NJ: John Wiley & Sons. ISBN13: 978-0-470-07426-8
Reigeluth, C. M., & Keller, J. B. (2009). Understanding instruction. In C. M. Reigeluth & A. A. Carr-Chellman (Eds.), Instructional-design theories and models: Building a common knowledge base (pp. 27-39). New York, NY: Taylor & Francis.