Indikator soal adalah gambaran perilaku
yang dapat diamati/terukur untuk
menunjukkan bahwa seorang siswa
telah mencapai suatu kompetensi
tertentu sebagai bentuk hasil
pembelajaran yang telah dilakukan.
1
• merupakan penjabaran lebih rinci dari tujuan yang lebih besar (KD), sehingga
bila indikator tercapai kemungkinan KD akan tercapai pula
2
• membantu siswa , siswa dapat mengatur waktu, energi, dan pemusatan
perhatiannya pada tujuan yang akan dicapai
3
• membantu guru , guru dapat mengatur kegiatan pembelajarannya, metodenya,
strateginya untuk mencapai tujuan tersebut
4
• evaluator , evaluator dapat menyusun tes sesuai dengan apa yang harus dicapai
siswa
5
• sebagai kerangka pembelajaran yang guru laksanakan
6
• penanda tingkah laku yang harus diperlihatkan siswa seusai kegiatan
pembelajaran
Pelajari dengan seksama Kompetensi
Inti dan Kompetensi Dasar pada
masing-masing tingkatan kelas untuk
materi pelajaran yang sama.
Identifikasi Scoupe (keluasan) dan
Sequence (kedalaman) materi yang
akan dibelajarkan, dan buatkan peta
materinya
1. Spesifik dan jelas :
satu arti, menyampaikan
informasi yang jelas
tentang tingkah laku
siswa yang diharapkan.
2. Berorientasi pada siswa : tingkah
laku yang diharapkan pada siswa di
akhir kegiatan pembelajaran, dan
bukan tingkah laku apa yang
dilakukan guru dalam mengajar
3. Menggunakan kata kerja yang
menunjukkan tingkah laku yang dapat
diamati/diukur (kata kerja operasional)
4. Mempunyai 5
komponen , yaitu
ABCDE
1
• A ( Audience ): orang yang belajar yaitu siswa.
2
• B ( Behavior ): perilaku yang spesifik yang akan
dimunculkan oleh orang yang belajar setelah selesai
proses belajarnya dalam pelajaran tersebut. Perilaku
ini terdiri dari 2 bagian penting, yaitu: kata kerja dan
materi . Komponen ini merupakan tulang punggung
dari rumusan tujuan.
Misalnya:
Diberikan berbagai rumus..., ...
Dengan menggunakan kriteria yang ditetapkan Dengan diberika
kalimat-kalimat dalam bahasa Indonesia/Inggris/Arab, ...
Diberikan kesempatan 3 kali percobaan..., ...
Diberikan gambar 4 bangun ruang, …
Komponen C ini dalam setiap tujuan (indikator) merupakan unsur
penting dalam menyusun tes.
• tingkat keberhasilan siswa dalam
mencapai perilaku.
• Ditunjukkan dengan batas minimal dari
penampilan suatu perilaku yang dianggap
diterima .
4. D ( Degree):
• paling sedikit 80% benar
• minimal 90% benar
• dalam waktu paling lambat 2 minggu
• minimal sejauh 3 meter
• minimal setinggi 160 cm
• 80 kata permenit
Contoh:
• adalah lingkungan atau situasi
yang dipersyaratkan untuk unjuk
kemampuan siswa.
5. E
( Environment )
• Siswa dapat menjelaskan
dengan menggunakan
gambar sederhana 4
macam penyerbukan pada
tumbuhan di depan kelas.
Contoh:
Misalnya KD: mendeskripsikan
hubungan antara struktur
kerangka tubuh manusia
dengan fungsinya.
Kata kerja operasional untuk
mendeskripsikan:
mengidentifikasi, menunjukkan,
memberi contoh, menjelaskan,
mendemonstrasikan
Materi: hubungan kerangka tubuh manusia dan fungsinya: macam
rangka, macam tulang, pengertian sendi, fungsi kerangka,
macam-macam sendi
D: minimal 30 (gradasi boleh untuk formatif/umpan balik, tetapi tidak boleh untuk
sumatif / memvonis pencapaian)
C: Diberikan peta buta Indonesia , adalah syarat. Syarat ini penting karena
memberikan penjelasan tentang hal-hal yang boleh atau tidak boleh digunakan
oleh siswa pada waktu ia mengerjakan tugas seperti yang dinyatakan dalam
tujuan serta mempengaruhi kemampuannya .
B : menentukan letak ibu kota propinsi di Indonesia
A : siswa
Diberikan peta buta Indonesia , siswa akan dapat menentukan letak minimal 30
ibu kota propinsi di Indonesia
APA ITU KONDISI
Bisa berupa :
• sesuatu yang dapat mempengaruhi
perilaku dan secara khusus diberikan
atau tidak diberikan ketika siswa
menampilkan perilaku yang ditetapkan
dalam tujuan.
• 1. bahan dan atau alat: Diberikan
kalkulator , dengan menggunakan
mikroskop , 2. informasi: Siswa dapat
menerjemahkan kalimat bahasa Inggris
ke dalam bahasa Indonesia, tanpa
menggunakan kamus .
• 2. informasi: Siswa dapat
menerjemahkan kalimat bahasa Inggris
ke dalam bahasa Indonesia, tanpa
menggunakan kamus .
Diperlukan apabila
Tidak diperlukan
apabila:
Contoh:
• Adanya atau tidak adanya kondisi
memiliki pengaruh yang berarti
pada kemampuan siswa dalam
menampilkan perilaku seperti yang
tersebut dalam tujuan.
• Kondisi tidak memberi pengaruh
pada kemampuan siswa . Kondisi
itu terlalu nyata dan berlebihan
• Diberikan kertas dan pensil, siswa
dapat menuliskan….
Kapan kondisi dinyatakan dengan
cermat?
Kondisi dinyatakan dengan cermat apabila kondisi
tersebut cukup rinci.
Contoh; Diberikan sebuah peta , siswa dapat menunjukkan letak
ibukota propinsi Jawa Timur ( kurang cermat ) Diberikan sebuah peta
pulau Jawa , … ( cermat )
Apa itu derajat
keberhasilan?
Definisi: Perilaku apa (atau
bagaimana) yang dapat
diterima
Contoh:
Siswa dapat mengetik ( tidak
ada kriteria tingkat penguasaan
minimal ).
Siswa dapat mengetik sekurang-kurangnya 80
kata permenit tanpa salah.
Kapan derajat keberhasilan diperlukan?
Diperlukan dalam semua rumusan
tujuan khusus pembelajaran, kecuali
yang menuntut ketepatan 100%
Contoh: Siswa
dapat menghitung 1
sampai dengan 20
Siswa dapat menghitung 1 sampai dengan 20 dengan benar (
kata dengan benar tidak diperlukan karena kata menghitung
berarti semua bilangan berada di dalamnya dan berada dalam
urutan: harus tepat 100%)
TINGKAT
KOGNITIF
DESKRIPSI RUMUSAN INDIAKTOR SOAL
1 Menyebutkan seluruh tingkatan ranah kognitif Bloom dengan tepat
2 Membedakan ciri-ciri (esensi) seluruh tingkatan kognitif dengan benar
3 Menyusun 6 (enam) rumusan indicator soal untuk tingkatan kognitif 1-6
dengan benar
4 Menganalisis pentingnya penyusunan indicator soal sebelum membuat
perangkat instrument test berdasarkan persyaratan yang berlaku.
5 Menentukan rumusan indikator soal yang tepat pada setiap tingkatan kognitif
6 Merancang cara cepat dan mudah menyusun indicator soal berdasarkan
tingkatan kognitifnya.

Penyusunan Indikator Soal.pptx

  • 2.
    Indikator soal adalahgambaran perilaku yang dapat diamati/terukur untuk menunjukkan bahwa seorang siswa telah mencapai suatu kompetensi tertentu sebagai bentuk hasil pembelajaran yang telah dilakukan.
  • 3.
    1 • merupakan penjabaranlebih rinci dari tujuan yang lebih besar (KD), sehingga bila indikator tercapai kemungkinan KD akan tercapai pula 2 • membantu siswa , siswa dapat mengatur waktu, energi, dan pemusatan perhatiannya pada tujuan yang akan dicapai 3 • membantu guru , guru dapat mengatur kegiatan pembelajarannya, metodenya, strateginya untuk mencapai tujuan tersebut 4 • evaluator , evaluator dapat menyusun tes sesuai dengan apa yang harus dicapai siswa 5 • sebagai kerangka pembelajaran yang guru laksanakan 6 • penanda tingkah laku yang harus diperlihatkan siswa seusai kegiatan pembelajaran
  • 4.
    Pelajari dengan seksamaKompetensi Inti dan Kompetensi Dasar pada masing-masing tingkatan kelas untuk materi pelajaran yang sama. Identifikasi Scoupe (keluasan) dan Sequence (kedalaman) materi yang akan dibelajarkan, dan buatkan peta materinya
  • 5.
    1. Spesifik danjelas : satu arti, menyampaikan informasi yang jelas tentang tingkah laku siswa yang diharapkan. 2. Berorientasi pada siswa : tingkah laku yang diharapkan pada siswa di akhir kegiatan pembelajaran, dan bukan tingkah laku apa yang dilakukan guru dalam mengajar 3. Menggunakan kata kerja yang menunjukkan tingkah laku yang dapat diamati/diukur (kata kerja operasional) 4. Mempunyai 5 komponen , yaitu ABCDE
  • 6.
    1 • A (Audience ): orang yang belajar yaitu siswa. 2 • B ( Behavior ): perilaku yang spesifik yang akan dimunculkan oleh orang yang belajar setelah selesai proses belajarnya dalam pelajaran tersebut. Perilaku ini terdiri dari 2 bagian penting, yaitu: kata kerja dan materi . Komponen ini merupakan tulang punggung dari rumusan tujuan.
  • 7.
    Misalnya: Diberikan berbagai rumus...,... Dengan menggunakan kriteria yang ditetapkan Dengan diberika kalimat-kalimat dalam bahasa Indonesia/Inggris/Arab, ... Diberikan kesempatan 3 kali percobaan..., ... Diberikan gambar 4 bangun ruang, … Komponen C ini dalam setiap tujuan (indikator) merupakan unsur penting dalam menyusun tes.
  • 8.
    • tingkat keberhasilansiswa dalam mencapai perilaku. • Ditunjukkan dengan batas minimal dari penampilan suatu perilaku yang dianggap diterima . 4. D ( Degree): • paling sedikit 80% benar • minimal 90% benar • dalam waktu paling lambat 2 minggu • minimal sejauh 3 meter • minimal setinggi 160 cm • 80 kata permenit Contoh:
  • 9.
    • adalah lingkunganatau situasi yang dipersyaratkan untuk unjuk kemampuan siswa. 5. E ( Environment ) • Siswa dapat menjelaskan dengan menggunakan gambar sederhana 4 macam penyerbukan pada tumbuhan di depan kelas. Contoh:
  • 10.
    Misalnya KD: mendeskripsikan hubunganantara struktur kerangka tubuh manusia dengan fungsinya. Kata kerja operasional untuk mendeskripsikan: mengidentifikasi, menunjukkan, memberi contoh, menjelaskan, mendemonstrasikan Materi: hubungan kerangka tubuh manusia dan fungsinya: macam rangka, macam tulang, pengertian sendi, fungsi kerangka, macam-macam sendi
  • 11.
    D: minimal 30(gradasi boleh untuk formatif/umpan balik, tetapi tidak boleh untuk sumatif / memvonis pencapaian) C: Diberikan peta buta Indonesia , adalah syarat. Syarat ini penting karena memberikan penjelasan tentang hal-hal yang boleh atau tidak boleh digunakan oleh siswa pada waktu ia mengerjakan tugas seperti yang dinyatakan dalam tujuan serta mempengaruhi kemampuannya . B : menentukan letak ibu kota propinsi di Indonesia A : siswa Diberikan peta buta Indonesia , siswa akan dapat menentukan letak minimal 30 ibu kota propinsi di Indonesia
  • 12.
    APA ITU KONDISI Bisaberupa : • sesuatu yang dapat mempengaruhi perilaku dan secara khusus diberikan atau tidak diberikan ketika siswa menampilkan perilaku yang ditetapkan dalam tujuan. • 1. bahan dan atau alat: Diberikan kalkulator , dengan menggunakan mikroskop , 2. informasi: Siswa dapat menerjemahkan kalimat bahasa Inggris ke dalam bahasa Indonesia, tanpa menggunakan kamus . • 2. informasi: Siswa dapat menerjemahkan kalimat bahasa Inggris ke dalam bahasa Indonesia, tanpa menggunakan kamus .
  • 13.
    Diperlukan apabila Tidak diperlukan apabila: Contoh: •Adanya atau tidak adanya kondisi memiliki pengaruh yang berarti pada kemampuan siswa dalam menampilkan perilaku seperti yang tersebut dalam tujuan. • Kondisi tidak memberi pengaruh pada kemampuan siswa . Kondisi itu terlalu nyata dan berlebihan • Diberikan kertas dan pensil, siswa dapat menuliskan….
  • 14.
    Kapan kondisi dinyatakandengan cermat? Kondisi dinyatakan dengan cermat apabila kondisi tersebut cukup rinci. Contoh; Diberikan sebuah peta , siswa dapat menunjukkan letak ibukota propinsi Jawa Timur ( kurang cermat ) Diberikan sebuah peta pulau Jawa , … ( cermat )
  • 15.
    Apa itu derajat keberhasilan? Definisi:Perilaku apa (atau bagaimana) yang dapat diterima Contoh: Siswa dapat mengetik ( tidak ada kriteria tingkat penguasaan minimal ). Siswa dapat mengetik sekurang-kurangnya 80 kata permenit tanpa salah.
  • 16.
    Kapan derajat keberhasilandiperlukan? Diperlukan dalam semua rumusan tujuan khusus pembelajaran, kecuali yang menuntut ketepatan 100% Contoh: Siswa dapat menghitung 1 sampai dengan 20 Siswa dapat menghitung 1 sampai dengan 20 dengan benar ( kata dengan benar tidak diperlukan karena kata menghitung berarti semua bilangan berada di dalamnya dan berada dalam urutan: harus tepat 100%)
  • 17.
    TINGKAT KOGNITIF DESKRIPSI RUMUSAN INDIAKTORSOAL 1 Menyebutkan seluruh tingkatan ranah kognitif Bloom dengan tepat 2 Membedakan ciri-ciri (esensi) seluruh tingkatan kognitif dengan benar 3 Menyusun 6 (enam) rumusan indicator soal untuk tingkatan kognitif 1-6 dengan benar 4 Menganalisis pentingnya penyusunan indicator soal sebelum membuat perangkat instrument test berdasarkan persyaratan yang berlaku. 5 Menentukan rumusan indikator soal yang tepat pada setiap tingkatan kognitif 6 Merancang cara cepat dan mudah menyusun indicator soal berdasarkan tingkatan kognitifnya.