PENDIDIKAN
KESEHATAN PADA
KLIEN DEWASA
OLEH :
CHRISTIANTO NUGROHO S.KEP.NS.M.KEP.
 Pendidikan kesehatan adalah suatu
penerapan konsep pendidikan di dalam
bidang kesehatan.
 Merupakan suatu kegiatan untuk
membantu individu, kelompok, atau
masyarakat dalam meningkatkan
kemampuan atau perilakunya, untuk
mencapai kesehatan secara optimal
Tujuan :
 Tercapainya perubahan perilaku individu,
keluarga dan masyarakat dalam membina dan
memelihara perilaku sehat dan lingkungan
sehat, serta peran aktif dalam upaya
mewujudkan derajat kesehatan yag optimal.
 Terbentuknya perilaku sehat pada individu,
keluarga dan masyarakat yang sesuai dengan
konsep hidup sehat baik fisik, mental dan social
sehingga dapat menurunkan angka kesakitan
dan kematian.
Ciri pendidikan kesehatan :
 Kegiatan yang menghasilkan perubahan pada
diri individu, kelompok, atau masyarakat yang
sedang belajar, baik aktual maupun potensial.
 Perubahan tersebut didapatkan karena
kemampuan baru yang berlaku untuk waktu
yang relatif lama.
 Perubahan itu terjadi karena usaha dan
disadari, bukan karena kebetulan
Sasaran Pendidikan Kesehatan
MASYARAKAT
KELOMPOK
INDIVIDU
Sasaran
Individu
• Individu yang mempunyai masalah
keperawatan dan kesehatan, yang
dapat dilakukan di RS, klinik,
puskesmas, rumah bersalin,
posyandu, keluarga binaan dan
masyarakat binaan
Keluarga
• Keluarga binaan yang mempunyai
masalah keperawatan dan
kesehatan yang tergolong dalam
keluarga Resiko tinggi, diantaranya
adalah :
• a. Anggota keluarga yang
menderita penyakit menular
• b. Keluarga dengan sosial
ekonomi dan pendidikan yang
rendah
• c. Keluarga dengan masalah
sanitasi lingkungan yang buruk
• d. Keluarga dengan masalah gizi
buruk
• e. Keluarga dengan jumlah
anggota keluarga yang banyak di
luar kemampuan kapasitas
keluarga
Masyarakat
• a. Masyarakat binaan Puskesmas
• b. Masyarakat nelayan
• c. Masyarakat pedesaan
• d. Masyarakat yang datang ke
institusi pelayanan kesehatan
seperti Puskesmas, Posyandu yang
diberikan pendidikan kesehatan
secara massal
• e. Masyarakat luas yang terkena
masalah kesehatan seperti wabah
DHFdan Muntaber
Konsep Pendidikan kesehatan
 Pendidikan kesehatan merupakan
upaya yang ditekankan pada
terjadinya perubahan perilaku, baik
pada individu maupun masyarakat.
 Area Pendidikan Kesehatan adalah
pada Knowledge (Pengetahuan),
Attitude (Sikap) dan Practice
(Perilaku), yang disingkat menjadi
K.A.P.
Resume
healthy
behaviour
Practice
Attitude
Knowledge
healthy life style
HE
Aspek Kesehatan Telah kesepakatan umum bahwa kesehatan
masyarakat itu mencakup empat aspek pokok yaitu:
1. Promosi ( promotif )
2. Pencegahan ( preventif )
3. Penyembuhan ( kuratif )
4. Pemulihan ( rehabilitatif )
Tempat Pelaksanaan Pendidikan Kesehatan Menurut dimensi
pelaksanaannya, pendidikan kesehatan dapat dikelompokkan
menjadi lima yaitu:
1. Pendidikan kesehatan pada tatanan keluarga (rumah
tangga)
2. Pendidikan kesehatan pada tatanan sekolah, dilakukan di
sekolah dengan sasaran murid.
3. Pendidikan kesehatan di tempat - tempat kerja dengan
sasaran buruh atau karyawan yang bersangkutan.
4. Pendidikan kesehatan di tempat - tempat umum, yang
mencakup terminal bus, stasiun, bandar udara, tempat-
tempat olahraga, dan sebagainya.
5. Pendidikan kesehatan pada fasilitas pelayanan kesehatan,
seperti: rumah sakit, Puskesmas, Poliklinik rumah bersalin, dan
sebagainya
Tingkat pencegahan dari leavel
and clark, sebagai berikut;
1. Promosi kesehatan seperti peningkatan gizi, kebiasaan hidup dan
perbaikan sanitasi lingkungan.
2. Perlindungan khusus seperti adanya program imunisasi.
3. Diagnosis dini dan pengobatan segera.
4. Pembatasan Cacat yaitu seperti kurangnya pengertian dan
kesadaran masyarakat tentang kesehatan dan penyakit seringkali
mengakibatkan masyarakat tidak melanjutkan pengobatannya
sampai tuntas, sedang pengobatan yang tidak sempurna dapat
mengakibatkan orang yang bersangkutan menjadi cacat.
5. Rehabilitasi (pemulihan).
Prinsip pendidikan kesehatan yaitu
(Denman, Moon and Parsons, 2002):
1. Pendidikan kesehatan bukan hanya pelajaran di kelas, tetapi merupakan
kumpulan pengalaman dapat memengaruhi pengetahuan sikap dan
kebiasaan sasaran pendidikan,
2. Pendidikan kesehatan tidak dapat secara mudah diberikan oleh seseorang
kepada orang lain, karena pada akhirnya sasaran pendidikan itu sendiri yang
dapat mengubah kebiasaan dan tingkah lakunya sendiri,
3. Bahwa yang harus dilakukan oleh pendidik adalah menciptakan sasaran agar
individu, keluarga, kelompok dan masyarakat dapat mengubah sikap dan
tingkah lakunya sendiri, dan
4. Pendidikan kesehatan dikatakan berhasil bila sasaran pendidikan (individu,
keluarga, kelompok dan masyarakat) sudah mengubah sikap dan tingkah
lakunya sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan
Metode pendidikan kesehatan
A. Metode pendidikan individual
Digunakan untuk membina perilaku baru atau
seseorang yang mulai tertarik kepada suatu
perubahan perilaku atau inovasi.
Bentuk pendekatan
1. Bimbingan dan penyuluhan (guidance dan
konselinga)
2. Interview (wawancara)
B. Metode pendidikan kelompok
Dalam memilih netode pendidikan kelompok harus
mengingat besarnya kelompok sasaran serta
tingkat pendidikn formal pada sasaran. Bentuk
pendekatan ini adalah:
1. Kelompok besar
Yang dimaksud klp besar adalah apabila peserta lebih
dari 15 Org.Metode yang baik untuk kelompok ini adalah
ceramah
2. Kelompok kecil
Peserta kurang dari 15, metode yang cocok
- Diskusi kelompok
- Curah pendapat (brain storming)
- Bola salju (snow ball)
- Kelompok keil-kecil (bruzz group)
- Role play (memainkan peran)
prmainan simulasi
- Metode pendidikan massa
Pemilhan metode pendidikan kesehatan
Bergantung pd beberapa faktor :
1. Karakteristik sasaran/partisipan
2. Ketersediaan waktu dan tempat
3. Tujuan spesifik yg ingin dicapai dg pendidikan
kesehatan tsb
Media pendidikan kesehatan
 Media cetak
- Booklet
- Leaflet
- Flyer (selebaran)
- Flipchart (lembar balik)
- Rubrik
- Poster
- Foto yang mengungkapkan informasi kesehatan
 Media elektronik
- televisi, radio, video, slide, film strip
 Media papan(billboard)
Kerucut Edgar Dale
90%
50%
30%
70 %
20%
10%
Penjelasan!!!!!!
 Membaca, ia akan mengingat 10% dr materi yg
dibacanya
 Mendengar, ia akan mengingat 20% dr yg didengarnya
 Melihat, ia akan mengingat 30% dr apa yg dilihatnya
 Mendengar dan melihat, ia akan mengingat 50% dr apa
yg didengar dan dilihatnya
 Mengucapkn sendiri kata2nya, maka ia akan mengingat
70% dr apa yg diucapkannya
 Mengucapkan sambil mengerjakan sendiri suatu materi
pendidikan kesehatan, maka ia akan mengingat 90% dr
materi tersebut
TREN DAN ISUE KASUS KASUS
PENDIDIKAN KESEHATAN
KASUS PERNAFASAN
1. ISPA
2. VIRUS (COVID, SARS, MERS, DLL)
3. BAKTERI ( TBC )
KASUS CARDIOVASKULER
1. HIPERTENSI
2. PJK
3. INFARK
4. HIPERVENTRIKEL
KASUS HEMATOLOGI
1. TALASEMIA
2. ANEMIA
3. HIV
4. LEUKEMIA
PENATALAKSANAAN
TERIMA KASIH

PENDIDIKAN KESEHATAN PADA KLIEN DEWASA.pptx

  • 1.
    PENDIDIKAN KESEHATAN PADA KLIEN DEWASA OLEH: CHRISTIANTO NUGROHO S.KEP.NS.M.KEP.
  • 2.
     Pendidikan kesehatanadalah suatu penerapan konsep pendidikan di dalam bidang kesehatan.  Merupakan suatu kegiatan untuk membantu individu, kelompok, atau masyarakat dalam meningkatkan kemampuan atau perilakunya, untuk mencapai kesehatan secara optimal
  • 3.
    Tujuan :  Tercapainyaperubahan perilaku individu, keluarga dan masyarakat dalam membina dan memelihara perilaku sehat dan lingkungan sehat, serta peran aktif dalam upaya mewujudkan derajat kesehatan yag optimal.  Terbentuknya perilaku sehat pada individu, keluarga dan masyarakat yang sesuai dengan konsep hidup sehat baik fisik, mental dan social sehingga dapat menurunkan angka kesakitan dan kematian.
  • 4.
    Ciri pendidikan kesehatan:  Kegiatan yang menghasilkan perubahan pada diri individu, kelompok, atau masyarakat yang sedang belajar, baik aktual maupun potensial.  Perubahan tersebut didapatkan karena kemampuan baru yang berlaku untuk waktu yang relatif lama.  Perubahan itu terjadi karena usaha dan disadari, bukan karena kebetulan
  • 5.
  • 6.
    Sasaran Individu • Individu yangmempunyai masalah keperawatan dan kesehatan, yang dapat dilakukan di RS, klinik, puskesmas, rumah bersalin, posyandu, keluarga binaan dan masyarakat binaan Keluarga • Keluarga binaan yang mempunyai masalah keperawatan dan kesehatan yang tergolong dalam keluarga Resiko tinggi, diantaranya adalah : • a. Anggota keluarga yang menderita penyakit menular • b. Keluarga dengan sosial ekonomi dan pendidikan yang rendah • c. Keluarga dengan masalah sanitasi lingkungan yang buruk • d. Keluarga dengan masalah gizi buruk • e. Keluarga dengan jumlah anggota keluarga yang banyak di luar kemampuan kapasitas keluarga Masyarakat • a. Masyarakat binaan Puskesmas • b. Masyarakat nelayan • c. Masyarakat pedesaan • d. Masyarakat yang datang ke institusi pelayanan kesehatan seperti Puskesmas, Posyandu yang diberikan pendidikan kesehatan secara massal • e. Masyarakat luas yang terkena masalah kesehatan seperti wabah DHFdan Muntaber
  • 7.
    Konsep Pendidikan kesehatan Pendidikan kesehatan merupakan upaya yang ditekankan pada terjadinya perubahan perilaku, baik pada individu maupun masyarakat.  Area Pendidikan Kesehatan adalah pada Knowledge (Pengetahuan), Attitude (Sikap) dan Practice (Perilaku), yang disingkat menjadi K.A.P.
  • 8.
  • 9.
    Aspek Kesehatan Telahkesepakatan umum bahwa kesehatan masyarakat itu mencakup empat aspek pokok yaitu: 1. Promosi ( promotif ) 2. Pencegahan ( preventif ) 3. Penyembuhan ( kuratif ) 4. Pemulihan ( rehabilitatif )
  • 10.
    Tempat Pelaksanaan PendidikanKesehatan Menurut dimensi pelaksanaannya, pendidikan kesehatan dapat dikelompokkan menjadi lima yaitu: 1. Pendidikan kesehatan pada tatanan keluarga (rumah tangga) 2. Pendidikan kesehatan pada tatanan sekolah, dilakukan di sekolah dengan sasaran murid. 3. Pendidikan kesehatan di tempat - tempat kerja dengan sasaran buruh atau karyawan yang bersangkutan. 4. Pendidikan kesehatan di tempat - tempat umum, yang mencakup terminal bus, stasiun, bandar udara, tempat- tempat olahraga, dan sebagainya. 5. Pendidikan kesehatan pada fasilitas pelayanan kesehatan, seperti: rumah sakit, Puskesmas, Poliklinik rumah bersalin, dan sebagainya
  • 11.
    Tingkat pencegahan darileavel and clark, sebagai berikut; 1. Promosi kesehatan seperti peningkatan gizi, kebiasaan hidup dan perbaikan sanitasi lingkungan. 2. Perlindungan khusus seperti adanya program imunisasi. 3. Diagnosis dini dan pengobatan segera. 4. Pembatasan Cacat yaitu seperti kurangnya pengertian dan kesadaran masyarakat tentang kesehatan dan penyakit seringkali mengakibatkan masyarakat tidak melanjutkan pengobatannya sampai tuntas, sedang pengobatan yang tidak sempurna dapat mengakibatkan orang yang bersangkutan menjadi cacat. 5. Rehabilitasi (pemulihan).
  • 12.
    Prinsip pendidikan kesehatanyaitu (Denman, Moon and Parsons, 2002): 1. Pendidikan kesehatan bukan hanya pelajaran di kelas, tetapi merupakan kumpulan pengalaman dapat memengaruhi pengetahuan sikap dan kebiasaan sasaran pendidikan, 2. Pendidikan kesehatan tidak dapat secara mudah diberikan oleh seseorang kepada orang lain, karena pada akhirnya sasaran pendidikan itu sendiri yang dapat mengubah kebiasaan dan tingkah lakunya sendiri, 3. Bahwa yang harus dilakukan oleh pendidik adalah menciptakan sasaran agar individu, keluarga, kelompok dan masyarakat dapat mengubah sikap dan tingkah lakunya sendiri, dan 4. Pendidikan kesehatan dikatakan berhasil bila sasaran pendidikan (individu, keluarga, kelompok dan masyarakat) sudah mengubah sikap dan tingkah lakunya sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan
  • 13.
    Metode pendidikan kesehatan A.Metode pendidikan individual Digunakan untuk membina perilaku baru atau seseorang yang mulai tertarik kepada suatu perubahan perilaku atau inovasi. Bentuk pendekatan 1. Bimbingan dan penyuluhan (guidance dan konselinga) 2. Interview (wawancara)
  • 14.
    B. Metode pendidikankelompok Dalam memilih netode pendidikan kelompok harus mengingat besarnya kelompok sasaran serta tingkat pendidikn formal pada sasaran. Bentuk pendekatan ini adalah: 1. Kelompok besar Yang dimaksud klp besar adalah apabila peserta lebih dari 15 Org.Metode yang baik untuk kelompok ini adalah ceramah
  • 15.
    2. Kelompok kecil Pesertakurang dari 15, metode yang cocok - Diskusi kelompok - Curah pendapat (brain storming) - Bola salju (snow ball) - Kelompok keil-kecil (bruzz group) - Role play (memainkan peran) prmainan simulasi - Metode pendidikan massa
  • 16.
    Pemilhan metode pendidikankesehatan Bergantung pd beberapa faktor : 1. Karakteristik sasaran/partisipan 2. Ketersediaan waktu dan tempat 3. Tujuan spesifik yg ingin dicapai dg pendidikan kesehatan tsb
  • 17.
    Media pendidikan kesehatan Media cetak - Booklet - Leaflet - Flyer (selebaran) - Flipchart (lembar balik) - Rubrik - Poster - Foto yang mengungkapkan informasi kesehatan  Media elektronik - televisi, radio, video, slide, film strip  Media papan(billboard)
  • 18.
  • 19.
    Penjelasan!!!!!!  Membaca, iaakan mengingat 10% dr materi yg dibacanya  Mendengar, ia akan mengingat 20% dr yg didengarnya  Melihat, ia akan mengingat 30% dr apa yg dilihatnya  Mendengar dan melihat, ia akan mengingat 50% dr apa yg didengar dan dilihatnya  Mengucapkn sendiri kata2nya, maka ia akan mengingat 70% dr apa yg diucapkannya  Mengucapkan sambil mengerjakan sendiri suatu materi pendidikan kesehatan, maka ia akan mengingat 90% dr materi tersebut
  • 20.
    TREN DAN ISUEKASUS KASUS PENDIDIKAN KESEHATAN
  • 21.
    KASUS PERNAFASAN 1. ISPA 2.VIRUS (COVID, SARS, MERS, DLL) 3. BAKTERI ( TBC )
  • 22.
    KASUS CARDIOVASKULER 1. HIPERTENSI 2.PJK 3. INFARK 4. HIPERVENTRIKEL
  • 23.
    KASUS HEMATOLOGI 1. TALASEMIA 2.ANEMIA 3. HIV 4. LEUKEMIA
  • 24.
  • 25.