Pemerolehan Bahasa
(language acquisition)
Silviani Marlinda 7771240001
Nurul Fadilah 7771240006
Menurut Dardjowidjodjo istilah pemerolehan dipakai untuk padanan istilah
inggris acquisition, yang merupakan suatu proses penguasaan bahasa yang
dilakukan oleh anak secara natural pada waktu dia belajar bahasa ibunya.
Sementara Chaer memberikan pengertian bahwa pemerolehan bahasa atau
acquisition adalah proses yang berlangsung di dalam otak seorang anak ketika
dia memperoleh bahasa pertamanya atau bahasa ibunya. Menurut Krashen
pemerolehan bahasa sebagai “the product of a procces very similar to the
process children undergo when they acquire their first language.” Dengan kata
lain pemerolehan bahasa adalah proses bagaimana seseorang dapaat
berbahasa atau proses anak-anak pada umumnya memperoleh bahasa
pertama.
Pemerolehan Bahasa
Pada abad 7 sebelum masehi, raja Mesir psammetichus I
menyuruh bawahannya untuk mengisolasi dua dari anaknya untuk
mengetahui bahasa apa yang akan dikuasai anak -anak itu. Sebagai
raja Mesir dia mengharapkan bahasa yang keluar dari anak anak itu
adalah bahasa Arab, meskipun akhirnya kecewa.
Charles Darwin pada 1887 juga mencatat perkembangan bahasa
anak lelakinya (Gleason dan Ratner 1998:349). Catatan harian yang
pada jaman modern berkembang menjadi data-data elektronik
sesuai dengan perkembangan jaman mendorong lebih kuat kajian
mengenai bagaimana anak memperoleh bahasa.
Sejarah Pemerolehan Bahasa
Ingram (1987) membagi perkembangan studi tentang pemerolehan bahasa
menjadi tiga tahap periode buku harian, periode sampel besar, periode kajian
longitudinal.
• Periode buku harian (1876-1926). Pada masa ini kajian pemerolehan bahasa
anak dilakukan dengan peneliti mencatat apa pun yang diujarkan oleh anak
dalam suatu buku harian. Data dalam buku harian ini kemudian dianalisis
untuk disimpulkanhasilnya.
• Periode sampel besar (1926-1957). Periode ini berkaitan dengan munculnya
aliran baru dalam ilmu jiwa yang bernama behaviorisme yang menekankan
peran lingkungan dalam pemerolehan pengetahuan, termasuk pengetahuan
bahasa.
• Periode kajian longitudinal, dimulai dengan munculnya buku Chomsky
syntactic structure (1957). Studi longitudinal memerlukan jangka waktu yang
panjang karena yang diteliti adalah perkembangan sesuatu yang sedang
dikaji dari satu waktu sampai ke waktu yang lain.
• Teori Nativisme
Chomsky merupakan penganut nativisme. Menurutnya, bahasa
hanya dapat dikuasai oleh manusia, binatang tidak mungkin dapat
menguasai bahasa manusia. Nativisme percaya bahwa setiap
manusia yang lahir sudah dibekali dengan suatu alat untuk
memperoleh bahasa (language acquisition device, disingkat LAD).
• Teori Behaviorisme
Teori behaviorisme yang dipelopori B.F. Skinner. Pandangan
behaviorisme menekankan bahwa pemerolehan bahasa
dikendalikan dari luar berupa rangsangan (stimulus) dan reaksi
(response) melalui lingkungan untuk menghasilkan perilaku verbal
yang dapat diamati langsung.
Teori-teori tentang Pemerolehan Bahasa Pertama
• Teori Kognitivisme
Jean Piaget beranggapan bahwa urutan perkembangan kognitif berpengaruh
pada perkembangan bahasa. Perkembangan intelektual anak yang
menentukan kemampuannya menafsirkan serta mengoperasikan lingkungan
linguistiknya. Jadi, urutan-urutan perkembangan kognitif menentukan urutan
sekitar perkembangan bahasa (Chaer, 2003:223).
• Teori Interaksionisme
Teori interaksionisme beranggapan bahwa pemerolehan bahasa merupakan
hasil interaksi antara kemampuan mental pembelajaran dan lingkungan
bahasa. Pemerolehan bahasa itu berhubungan dengan adanya interaksi antara
masukan "input" dan kemampuan internal yang dimiliki pembelajar. Setiap
anak sudah memiliki LAD sejak lahir. Namun, tanpa ada masAukan yang sesuai
tidak mungkin anak dapat menguasai bahasa tertentu secara otomatis.
❖ Bawaan atau pengasuhan (Nature or Nurture)
❖ Kompetensi dan Performa (Competence and Performance)
❖ Pemahaman dan Produksi (Comprehension and Production)
❖ Universal (Universals)
❖ Sistematisitas dan Variabilitas (Systematicity and
Variability)
❖ Bahasa dan Pemikiran (Language and Thought )
❖ Peniruan (Imitation)
❖ Latihan dan Frekuensi (Prractice and Frequency)
❖ Masukan (Input)
❖ Wacana (Discourse)
Isu-Isu Pemerolehan Bahasa Pertama
• Bawaan atau pengasuhan (Nature or Nurture)
Perdebatan ini membahas apakah kemampuan berbahasa pada
anak berasal dari faktor bawaan (nature) atau hasil interaksi
dengan lingkungan (nurture).
• Kompetensi dan Performa (Competence and Performance)
Apakah anak-anak memiliki kemampuan bahasa bawaan
(kompetensi) kemudian menghasilkan Bahasa (performa) atau
sebaliknya.?
• Pemahaman dan Produksi (Comprehension and Production)
Apakah anak-anak memahami bahasa lebih dulu sebelum
bicara, atau apakah kemampuan berbicara dan pemahaman
Bahasa berkembang secara bersamaan?
• Universal (Universals)
Beberapa teori menyatakan bahwa semua bahasa memiliki
struktur dasar yang sama, dan bahwa anak-anak memperoleh
bahasa dengan cara yang sama dalam berbagai bahasa.
• Sistematisitas dan Variabilitas (Systematicity and Variability)
Salah satu asumsi dari banyak penelitian tentang bahasa anak-
anak adalah sistematisitas proses pemerolehan. Anak-anak
memiliki kemampuan yang luar biasa untuk menerka sistem
fonologis, struktural, leksikal, dan semantik bahasa. Namun, di
tengah-tengah sistematisitas ini, ada banyak variabilitas dalam
proses pembelajaran yang hingga saat ini para peneliti belum
mencapai kesepakatan mengenai bagaimana mendefinisikan
berbagai “tahapan” pemerolehan bahasa.
• Bahasa dan Pemikiran (Language and Thought )
Permasalah dalam pemerolehan bahasa anak-anak adalah
menentukan bagaimana pemikiran mempengaruhi bahasa
dan bagaimana bahasa mempengaruhi pikiran.
• Peniruan (Imitation)
Anak-anak sering kali belajar bahasa dengan meniru ucapan
orang-orang di sekitar mereka, dan ini dapat menjadi faktor
penting dalam pemerolehan bahasa di awal.
• Latihan dan Frekuensi (Prractice and Frequency)
Apakah jumlah paparan Bahasa dan frekuensi interaksi yang
anak-anak mempengaruhi kecepatan dan kualitas
pemerolehan Bahasa mereka?
• Masukan (Input)
Peran masukan dalam perolehan bahasa anak tidak dapat disangkal sangat
penting. Bahasa yang diterima anak-anak, termasuk tuturan pengasuh dan
penutur lainnya.
• Wacana (Discourse)
Cara bahasa digunakan dalam konteks sosial, termasuk percakapan dan
bercerita.
Berko-Gleason (1982) menjelaskan perspektif:
“Dulu secara umum diyakini bahwa sekadar terpapar bahasa Jerman sudah
cukup untuk menggerakkan mesin penghasil bahasa anak, tetapi kini jelas
bahwa agar perolehan L1 berhasil, interaksi, bukan paparan, yang
dibutuhkan; anak-anak tidak belajar bahasa dengan mendengar
percakapan orang lain atau dari radio, tetapi harus memperolehnya dari
orang yang diajak bicara”.
TERIMA KASIH

Pemerolehan Bahasa (language acquistion).pdf

  • 1.
    Pemerolehan Bahasa (language acquisition) SilvianiMarlinda 7771240001 Nurul Fadilah 7771240006
  • 2.
    Menurut Dardjowidjodjo istilahpemerolehan dipakai untuk padanan istilah inggris acquisition, yang merupakan suatu proses penguasaan bahasa yang dilakukan oleh anak secara natural pada waktu dia belajar bahasa ibunya. Sementara Chaer memberikan pengertian bahwa pemerolehan bahasa atau acquisition adalah proses yang berlangsung di dalam otak seorang anak ketika dia memperoleh bahasa pertamanya atau bahasa ibunya. Menurut Krashen pemerolehan bahasa sebagai “the product of a procces very similar to the process children undergo when they acquire their first language.” Dengan kata lain pemerolehan bahasa adalah proses bagaimana seseorang dapaat berbahasa atau proses anak-anak pada umumnya memperoleh bahasa pertama. Pemerolehan Bahasa
  • 3.
    Pada abad 7sebelum masehi, raja Mesir psammetichus I menyuruh bawahannya untuk mengisolasi dua dari anaknya untuk mengetahui bahasa apa yang akan dikuasai anak -anak itu. Sebagai raja Mesir dia mengharapkan bahasa yang keluar dari anak anak itu adalah bahasa Arab, meskipun akhirnya kecewa. Charles Darwin pada 1887 juga mencatat perkembangan bahasa anak lelakinya (Gleason dan Ratner 1998:349). Catatan harian yang pada jaman modern berkembang menjadi data-data elektronik sesuai dengan perkembangan jaman mendorong lebih kuat kajian mengenai bagaimana anak memperoleh bahasa. Sejarah Pemerolehan Bahasa
  • 4.
    Ingram (1987) membagiperkembangan studi tentang pemerolehan bahasa menjadi tiga tahap periode buku harian, periode sampel besar, periode kajian longitudinal. • Periode buku harian (1876-1926). Pada masa ini kajian pemerolehan bahasa anak dilakukan dengan peneliti mencatat apa pun yang diujarkan oleh anak dalam suatu buku harian. Data dalam buku harian ini kemudian dianalisis untuk disimpulkanhasilnya. • Periode sampel besar (1926-1957). Periode ini berkaitan dengan munculnya aliran baru dalam ilmu jiwa yang bernama behaviorisme yang menekankan peran lingkungan dalam pemerolehan pengetahuan, termasuk pengetahuan bahasa. • Periode kajian longitudinal, dimulai dengan munculnya buku Chomsky syntactic structure (1957). Studi longitudinal memerlukan jangka waktu yang panjang karena yang diteliti adalah perkembangan sesuatu yang sedang dikaji dari satu waktu sampai ke waktu yang lain.
  • 5.
    • Teori Nativisme Chomskymerupakan penganut nativisme. Menurutnya, bahasa hanya dapat dikuasai oleh manusia, binatang tidak mungkin dapat menguasai bahasa manusia. Nativisme percaya bahwa setiap manusia yang lahir sudah dibekali dengan suatu alat untuk memperoleh bahasa (language acquisition device, disingkat LAD). • Teori Behaviorisme Teori behaviorisme yang dipelopori B.F. Skinner. Pandangan behaviorisme menekankan bahwa pemerolehan bahasa dikendalikan dari luar berupa rangsangan (stimulus) dan reaksi (response) melalui lingkungan untuk menghasilkan perilaku verbal yang dapat diamati langsung. Teori-teori tentang Pemerolehan Bahasa Pertama
  • 6.
    • Teori Kognitivisme JeanPiaget beranggapan bahwa urutan perkembangan kognitif berpengaruh pada perkembangan bahasa. Perkembangan intelektual anak yang menentukan kemampuannya menafsirkan serta mengoperasikan lingkungan linguistiknya. Jadi, urutan-urutan perkembangan kognitif menentukan urutan sekitar perkembangan bahasa (Chaer, 2003:223). • Teori Interaksionisme Teori interaksionisme beranggapan bahwa pemerolehan bahasa merupakan hasil interaksi antara kemampuan mental pembelajaran dan lingkungan bahasa. Pemerolehan bahasa itu berhubungan dengan adanya interaksi antara masukan "input" dan kemampuan internal yang dimiliki pembelajar. Setiap anak sudah memiliki LAD sejak lahir. Namun, tanpa ada masAukan yang sesuai tidak mungkin anak dapat menguasai bahasa tertentu secara otomatis.
  • 7.
    ❖ Bawaan ataupengasuhan (Nature or Nurture) ❖ Kompetensi dan Performa (Competence and Performance) ❖ Pemahaman dan Produksi (Comprehension and Production) ❖ Universal (Universals) ❖ Sistematisitas dan Variabilitas (Systematicity and Variability) ❖ Bahasa dan Pemikiran (Language and Thought ) ❖ Peniruan (Imitation) ❖ Latihan dan Frekuensi (Prractice and Frequency) ❖ Masukan (Input) ❖ Wacana (Discourse) Isu-Isu Pemerolehan Bahasa Pertama
  • 8.
    • Bawaan ataupengasuhan (Nature or Nurture) Perdebatan ini membahas apakah kemampuan berbahasa pada anak berasal dari faktor bawaan (nature) atau hasil interaksi dengan lingkungan (nurture). • Kompetensi dan Performa (Competence and Performance) Apakah anak-anak memiliki kemampuan bahasa bawaan (kompetensi) kemudian menghasilkan Bahasa (performa) atau sebaliknya.? • Pemahaman dan Produksi (Comprehension and Production) Apakah anak-anak memahami bahasa lebih dulu sebelum bicara, atau apakah kemampuan berbicara dan pemahaman Bahasa berkembang secara bersamaan?
  • 9.
    • Universal (Universals) Beberapateori menyatakan bahwa semua bahasa memiliki struktur dasar yang sama, dan bahwa anak-anak memperoleh bahasa dengan cara yang sama dalam berbagai bahasa. • Sistematisitas dan Variabilitas (Systematicity and Variability) Salah satu asumsi dari banyak penelitian tentang bahasa anak- anak adalah sistematisitas proses pemerolehan. Anak-anak memiliki kemampuan yang luar biasa untuk menerka sistem fonologis, struktural, leksikal, dan semantik bahasa. Namun, di tengah-tengah sistematisitas ini, ada banyak variabilitas dalam proses pembelajaran yang hingga saat ini para peneliti belum mencapai kesepakatan mengenai bagaimana mendefinisikan berbagai “tahapan” pemerolehan bahasa.
  • 10.
    • Bahasa danPemikiran (Language and Thought ) Permasalah dalam pemerolehan bahasa anak-anak adalah menentukan bagaimana pemikiran mempengaruhi bahasa dan bagaimana bahasa mempengaruhi pikiran. • Peniruan (Imitation) Anak-anak sering kali belajar bahasa dengan meniru ucapan orang-orang di sekitar mereka, dan ini dapat menjadi faktor penting dalam pemerolehan bahasa di awal. • Latihan dan Frekuensi (Prractice and Frequency) Apakah jumlah paparan Bahasa dan frekuensi interaksi yang anak-anak mempengaruhi kecepatan dan kualitas pemerolehan Bahasa mereka?
  • 11.
    • Masukan (Input) Peranmasukan dalam perolehan bahasa anak tidak dapat disangkal sangat penting. Bahasa yang diterima anak-anak, termasuk tuturan pengasuh dan penutur lainnya. • Wacana (Discourse) Cara bahasa digunakan dalam konteks sosial, termasuk percakapan dan bercerita. Berko-Gleason (1982) menjelaskan perspektif: “Dulu secara umum diyakini bahwa sekadar terpapar bahasa Jerman sudah cukup untuk menggerakkan mesin penghasil bahasa anak, tetapi kini jelas bahwa agar perolehan L1 berhasil, interaksi, bukan paparan, yang dibutuhkan; anak-anak tidak belajar bahasa dengan mendengar percakapan orang lain atau dari radio, tetapi harus memperolehnya dari orang yang diajak bicara”.
  • 12.