PEMANFAATAN INFORMATION TECHNOLOGY
       (TEKNOLOGI INFORMASI)
        DALAM PEMBELAJARAN




                OLEH :
         H.ADUNG ABDUL MUKTI
            NIM 2322110002
A. PENDAHULUAN

  PENDIDIKAN DI INDONESIA
  SANGAT MEMPRIHATINKAN :
   SARANA DAN PRASARANA
   KUALITAS PEMBELAJARAN

   KUALITAS DAN KUANTITAS
    TENAGA PENGAJAR
   KUALITAS LULUSAN
INDIKATOR (Kunandar, 2008 : 1-
  2) : minimnyamaupun perguruandimiliki;belum siap memasuki dunia kerja
  Lulusan sekolah
   karena          kompetensi yang
                                   tinggi

     Peringkat Human Development Index (HDI) Indonesia yang masih rendah (tahun
      2004 peringkat 111 dari 117 negara , tahun 2005 peringkat 110 di bawah Vietnam
      dengan peringkat 108);
     Laporan Educational Achievement International (IEA) bahwa kemampuan
      membaca siswa SD Indonesia berada diurutan 38 dari 39 negara yang disurvei;
     Mutu akademik antarbangsa melalui Program for International Assesment (PISA)
      2003 menunjukkan bahwa dari 41 negara yang disurvei untuk bidang IPA
      Indonesia menempati peringkat ke-38, sementara untuk bidang Matematika
      dan kemampuan membaca menempati peringkat ke-39. Jika dibandingkan
      dengan Korea Selatan, peringkatnya sangat jauh, untuk bidang IPA menempati
      peringkat ke-8, dan Matematika peringkat ke-3, dan membaca peringkat ke-7;
     Laporan World Competitiveness Yearbook tahun 2000, daya saing SDM
      Indonesia berada pada posisi 46 dari 47 negara yang disurvei;
     Posisi Perguruan Tinggi yang dianggap favorit, seperti Universitas Indonesia
      dan Universitas Gajah Mada hanya berada pada posisi ke-61 dan 68 dari 77
      perguruan tinggi di Asia;
     Indonesia tertinggal dalam bidang IPTEK dibandingkan dengan negara
      tetangga, seperti Malaysia, Singapura, dan Thailand.
     Jual-beli gelar, ijazah palsu, dsb.
Rendahnya kualitas produk pendidikan
berbanding lurus dengan kualitas penyelenggaraan
  sistem pendidikan, yang komponen pokoknya
          adalah proses pembelajaran.
  Dalam proses pembelajaran transformasi berbagai
 konsep, nilai, serta materi pendidikan diintegrasikan.

Mengingat tuntutan masa kini dan masa datang di era
    globalisasi ini sangat terkait dengan kemajuan
   teknologi informasi. Karena itu, salah satu cara
 mengembangkan sistem pendidikan adalah dengan
mengubah sistem pembelajaran konvensional dengan
 sistem pembelajaran yang lebih efektif dan efisien
  melalui pemanfaatan sarana teknologi informasi
             (information technology [IT]).
B. PARADIGMA BARU DALAM PENDIDIKAN

   KENISCAYAAN PERUBAHAN
   PENGUASAAN KNOWLEDGE
   PERGESERAN DAN
    PERUBAHAN PARADIGMA
C. ARTI DAN MANFAAT TI
   DALAM PEMBELAJARAN

   ARTI TI
   MANFAAT TI DALAM
    PEMBELAJARAN
   IMPLEMENTASI TI DALAM
    PEMBELAJARAN
   STRATEGI PEMBELAJARAN
ARTI TEKNOLOGI INFORMASI (TI)
   Sebagai penyaluran informasi, ada juga teknologi informasi (TI) yang berfungsi sebagai penyimpan dan
    pengolah informasi. Fungsi terakhir inilah menyebabkan orang menyebutnya teknologi komunikasi
    sebagai teknologi informasi (Sa’ud, 2009 : 183).
   Menurut Abdulkadir dalam Hamzah B. Uno dan Nina Lamatenggo (h.200) teknologi informasi adalah
    gabungan antara teknologi komputer dan teknologi komunikasi.
   Richard Weiner dalam Websters New Word Dictionary and Communications (dalam Sa’ud,h.183)
    disebutkan bahwa teknologi informasi adalah pemerosesan, pengolahan, dan penyebaran data oleh
    kombinasi komputer dan telekomunikasi. TI lebih kepada lebih kepada pengerjaan data. TI
    menitikberatkan perhatiannya kepada bagaimana data diolah dan diproses dengan menggunakan
    komputer dan telekomunikasi.
   Menurut Munir (2004) dalam Sa’ud (h.183) TI merangkum semua aspek yang berhubungan dengan
    mesin komputer dan komunikasi dan teknik yang digunakan untuk menangkap, mengumpulkan,
    menyimpan, memanipulasi, menghantar, dan mempersembahkan suatu bentuk informasi yang benar.
    Komputer yang mengendalikan semua bentuk idea dan informasi memainkan peranan yang sangat
    penting.
   Menurut Alter dalam Syam,2004 (dalam Sa’ud,h.184) diartikan sebagai perangkat keras dan lunak untuk
    melaksanakan sejumlah tugas pemerosesan data. Sejalan dengan definisi Alter diungkapkan oleh
    Hamzah B. Uno dan Nina Lamatenggo (h.57) yang menyebutkan bahwa TI adalah suatu teknologi yang
    digunakan untuk mengolah data. Namun, Alter menjelaskan dalam perkembangannya TI mendapat
    respons yang lebih luas, di mana TI juga mencakup teknik komunikasi sebagai sarana untuk mengirim
    informasi. Dengan demikian, segala bentuk teknologi yang diimplementasikan untuk memeroses dan
    mengirim informasi dalam bentuk elektronik, software pemeroses transaksi perangkat lunak untuk
    lembar kerja, peralatan komunikasi serta jaringan, termasuk pada wilayah TI.
MANFAAT TI DALAM PEMBELAJARAN
Kecenderungan Dunia Pendidikan di Masa Depan (Hamzah B.Uno dan Nina
Lamatenggo [h.60-61]) :
 Berkembangnya pendidikan terbuka dengan modus belajar jarak jauh
  (distance learning).
 Sharing resource bersama antarlembaga pendidikan/latihan dalam
  sebuah jaringan perpustakaan dan instrumen pendidikan lainnya
  (guru,laboratorium) berubah fungsi menjadi sumber informasi.
 Penggunaan perangkat TI interaktif, seperti CD-ROM multimedia, dalam
  pendidikan secara bertahap menggantikan televisi dan video. Dengan
  adanya perkembangan TI dalam bidang pendidikan, maka pada saat ini
  sudah dimungkinkan untuk diadakan pembelajaran jarak jauh dengan
  menggunakan media internet untuk menghubungkan antara mahasiswa
  dengan dosennya, melihat nilai mahasiswa secara online, mengecek
  keuangan, melihat jadwal kuliah, mengirimkan berkas tugas yang
  diberikan dosen dan sebagainya, semuanya itu sudah dapat dilakukan.
D. IMPLEMENTASI TI DALAM PEMBELAJARAN


     KOMPUTER
     MULTIMEDIA
     INTERNET
     E-Learning
KOMPUTER
Fungsi Komputer dalam Pembelajaran :
   Sebagai manajer dalam proses pembelajaran yang
    dikenal dengan nama Computer-Managed Instruction.

   Sebagai pembantu tambahan dalam belajar;
    pemanfaatannya meliputi informasi isi materi
    pelajaran, latihan atau kedua-duanya. Modus ini
    dikenal sebagai Computer-Assisted Instruction (CAI).
    CAI mendukung pembelajaran dan pelatihan, tetapi ia
    bukanlah penyampai utama materi pelajaran (Azhar
    Arsyad, 2006 :96).
Peran dan fungsi komputer dalam proses
pembelajaran (Hannafin dan Peck (1998) dalam
Hamzah B.Uno dan Nina Lamatenggo [h.136-137] ) :
 Memungkinkan interaksi langsung antara
  peserta didik dan materi pelajaran.
 Proses belajar dapat berlangsung secara
  individual sesuai dengan kemampuan peserta
  didik.
 Mampu menampilkan unsur audio visual untuk
  meningkatkan minat belajar (multimedia).
 Dapat memberikan umpan balik terhadap
  respons peserta didik dengan segera.
 Mampu menciptakan proses belajar secara
  berkesinambungan.
PENERAPAN KOMPUTER DALAM
     MENINGKATKAN MUTU PEMBELAJARAN
   Pembelajaran dengan          Model Drills
   bantuan komputer (Computer   Model pembelajaran yang bertujuan memberikan
   Assisted Instruction, CAI)   pengalaman belajar yang konkret melalui penciptaan
                                tiruan-tiruan bentuk pengalaman yang mendekati
                                pengalaman yang sebenarnya
Pembelajaran berbasis
                                Model Tutorial
komputer (Computer Based        Program tutorial pada dasarnya sama dengan program
Instruction, CBI)               bimbingan, yang bertujuan memberikan bantuan kepada
                                siswa agar dapat mencapai hasil belajar secara optimal


                                Model Simulasi
                                Model CBI yang menampilkan materi pelajaran yang dikemas
                                dalam bentuk simulasi-simulasi pembelajaran dalam bentuk
                                animasi yang menjelaskan konten secara menarik, hidup, dan
                                memaadukan unsur teks, gambar, audio, gerak, dan paduan
                                warna yang serasi dan harmonis


                                Model Instructional Games
                                menyediakan pengalaman belajar yang memberikan
                                fasilitas belajar untuk menambah kemampuan siswa melalui
                                bentuk permainan yang mendidik (Rusman, 290-320)
MULTIMEDIA
Pengertian multimedia secara sederhana diartikan
sebagai lebih dari satu media. Ia bisa berupa
kombinasi antara teks, grafik, animasi, suara, dan
video. Penekanannya kepada kendali komputer
sebagai penggerak keseluruhan gabungan media
itu. Dengan demikian, arti multimedia yang
umumnya dikenal dewasa ini adalah berbagai
macam kombinasi grafik, teks, suara, video, dan
animasi. Penggabungan ini merupakan satu
kesatuan yang secara bersama-sama menampilkan
informasi, pesan, atau isi pelajaran (Azhar Arsyad,
2006 : 170-171).
BENTUK SAJIAN MUTIMEDIA
   Animasi : yakni sumber-sumber informasi visual dengan format animasi
    atau gerak rekaan.
   Audio clip : yakni sajian multimedia yang mengkhususkan diri pada objek-
    objek dan subjek-subjek dengan format audio. Musik, narasi, pidato,
    drama radio, adalah beberapa contohnya.
   Img : yakni sumber-sumber informasi yang berbasis image atau gambar.
   Text : yakni sumber-sumber multimedia yang khusus berisi file teks dan
    referensi relevannya.
   Textream : yakni sebentuk transfer format dari teks satu ke teks lainnya,
    dari grafik satu ke grafik lainnya.
   Video : yakni sumber-sumber informasi yang khusus mengenai video clip
    dengan materi khusus pendidikan dan instruksional.
   Ref : yakni media referens generic, yang bisa diangkat dari beragam konsep
    umum dan khusus yang dianggap menarik untuk dijadikan sumber
    informasi instruksional.
INTERNET
Internet singkatan dari interconnection and networking,
adalah jaringan informasi global, yaitu ‘The largest global
network of computers, that enables people throughout
the world to connect with each other’.
Untuk dapat menggunakan internet diperlukan sebuah komputer yang
memadai, harddisk yang cukup, modem berkecepatan minimal 14.400,
sambungan telepon (multi fungsi: telepon, facsimile, dan internet), ada
program Windows, dan sedikit banyak tahu cara mengoperasikannya.
Internet disebut juga media massa kontemporer, karena memenuhi syarat-
syarat sebagai sebuah media massa, seperti antara lain : ditujukan kepada
sejumlah khalayak yang tersebar, heterogen, dan anonim, serta melewati
media cetak atau elektronik, sehingga pesan informasi yang sama dapat
diterima secara serentak dan sesaat oleh khalayaknya (Rusman, 2011 : 340).
Manfaat internet sebagai media pembelajaran :
    Belajar mandiri;
    Berperan sebagai seorang peneliti;
    Menjadi seorang analis;
    Guru tidak perlu hadir secara fisik di kelas
     (classroom meeting);
    Dapat belajar bekerja sama (collaborative);
    Dapat saling berkirim e-mail untuk
     mendiskusikan bahan ajar; dan
    Dapat berkomunikasi dengan teman
     sekelasnya (Rusman,h.341).
Karakteristik internet :
    Sebagai media interpersonal dan juga
     sebagai media massa yang memungkinkan
     terjadinya komunikasi one-to-one
     communications atau one-to-many
     communications,
    Memiliki sifat interaktif,
    Memungkinkan terjadinya komunikasi secara
     sinkron (synchronous) maupun tertunda
     (asynchronous), sehingga memungkinkan
     terjadinya dialog/komunikasi yang
     merupakan syarat terselenggaranya suatu
     proses belajar-mengajar.
Web Course
                             adalah penggunaan internet untuk keperluan
                             pembelajaran, di mana seluruh bagian bahan
                             belajar, diskusi, konsultasi, penugasan, latihan, dan
                             ujian sepenuhnya disampaikan melalui internet.

                             Web Centric Course
                             Sebagian bahan belajar, diskusi, konsultasi,
                             penugasan dan latihan, disampaikan melalui
                             internet, sedangkan ujian dan sebagian
Tiga model pembelajaran      konsultasi, diskusi, dan latihan dilakukan secara
melalui internet menurut     tatap muka secara tatap muka yang biasanya
Haughey (1998) dalam Sa’ud   berupa tutorial, tetapi persentasi tatap muka
(h.201-203)                  tetap lebih kecil dibandingkan dengan persentasi
                             proses pembelajaran melalui internet.


                             Web Enhanced Course.
                             Model ini merupakan pemanfaatan internet
                             untuk pendidikan, untuk menunjang peningkatan
                             kualitas belajar mengajar di kelas. Bentuk ini juga
                             dikenal dengan nama web life course, karena
                             kegiatan pembelajaran utama adalah tatap muka
                             di kelas.
Menggunakan sepenuhnya fasilitas internet
                         yang telah ada, seperti e-mail, IRC (Internet
                         Relay Chart), word wide web, millis (milling
                         list), dan FTP (File Transfer Protocol).


                         Menggunakan software pengembang
                         program pembelajaran dengan internet
                         yang dikenal dengan Web Course Tools,
                         yang di antaranya dapat diperoleh secara
Tiga cara pengembangan
                         gratis, ataupun dapat juga dengan
sistem pembelajaran
                         membelinya. Ada beberapa vendor yang
internet menurut Sa’ud   mengembangkan Web Course Tools seperti
(h.205)                  WebCT, Webfuse, TopClass, dan lain-lain.


                         Mengembangkan sendiri program
                         pembelajaran sesuai dengan kebutuhan
                         (tailor made), dengan menggunakan
                         bahasa pemrograman seperti ASP (Active
                         Server Pages), dan lain-lain.
MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS WEB
            (E-LEARNING)
e-Learning merupakan model pembelajaran jarak
 jauh secara online (distance learning). Electronic
   learning (e-learning) menurut Rusman (h.335)
  dapat didefinisikan sebagai aplikasi teknologi
  web dalam dunia pembelajaran untuk sebuah
    proses pendidikan. Secara sederhana dapat
     dikatakan semua pembelajaran dilakukan
     dengan memanfaatkan teknologi internet
BEBERAPA PANDANGAN MENGENAI
            E-LEARNING, DI ANTARANYA :
   E-learning adalah konvergensi antara belajar dan internet (Bank of
    America Securities dalam Sa’ud, h.184)
   E.learning adalahkeseluruhan variasi internet dan teknologi web
    untuk membuat, mengirim, dan memfasilitasi pembelajaran (Robert
    Peterson dan Piper Jafray dalam Sa’ud, h.185)
   Istilah e-learning dapat didefinisikan sebagai sebuah bentuk
    teknologi informasi yang diterapkan di dunia pendidikan dalam
    bentuk dunia maya. Definisi e-learning sendiri sebenarnya sangat
    luas, bahkan sebuah portal yang menyediakan informasi tentang
    suatu topik dapat tercakup dalam lingkup e-learning. Namun, istilah
    e-learning lebih tepat ditujukan sebagai usaha untuk membuat
    sebuah transformasi proses belajar-mengajar yang ada di sekolah
    atau kampus ke dalam bentuk digital yang dijembatani oleh
    teknologi internet (Munir, 2007 : 500).
Adaptive Learning
                    Theory.
 Tiga macam
 model desain       Preferred Modality
  bahan ajar        Theory
  e-learning
Munir,h.514-515).
                    Cognitive Flexibility
                    Theory
Learner-1
        LINGUISTIC
                               Strategy 1



         Learner-2                           Providing a
         LOGICAL              Strategy 2      variety of
                                            Learning and           ADAPTIVE
                                              Teaching             LEARNING
         Learner-3            Strategy 3
                                               Material             THEORY
         SPATIAL


          Learner-4
      INTERPERSONAL          Strategy ….n




Adaptive Learning Theory. Teori ini mengandaikan pelajar memasuki pembelajaran pada
  tahap pencapaian dan pengalaman yang berbeda. Guru perlu menggunakan berbagai
bahan dan strategi pengajaran untuk memenuhi pencapaian/pengalaman yang berbeda
 ini. Ini juga bermakna software perlu menggunakan berbagai strategi dan pendekatan
                      untuk memenuhi kehendak yang berlainan ini.
LEARNER 1
                                    VISUAL


       LEARNER 2
                                                             Preferred
                                     AUDIO
                                                             Modality
       LEARNER 3                                              Theory



       LEARNER 4                   TACTICAL



    Preferred Modality Theory. Teori ini mengandaikan pelajar mempunyai
  kecenderungan terhadap modalitas yang berbeda. Ini bermakna sebagian
pelajar, lebih suka memahami apabila melihat dan mendengar. Software perlu
     memuatkan kombinasi teks, grafik, suara, dan animasi dengan bijak.
3
                                                                             5



                                                                   4
    1          2          3                      2



                                                                              6
                                                              1
 LINEAR APPROACH
 TO LEARNING                                NON-LINEAR APPROACH TO LEARNING


  Cognitive Flexibility Theory. Teori ini menghandaikan apabila suatu materi dipelajari
dengan lebih mendalam, maka akan lebih pandai dan bermakna apabila pelajar tersebut
 belajar dengan cara nonlinear. Ini karena suatu materi itu merangkumi berbagai aspek
  dan domain. Pengembangan software seharusnya tidak menyerupai metafora buku
 yang lebih linear atau berurutan dari segi pendekatan penyampaian pengetahuannya.
E. PENUTUP
Penggunaan Teknologi Informasi (TI) dalam pembelajaran adalah merupakan
solusi yang sangat tepat untuk mengatasi berbagai persoalan rendahnya
proses dan kualitas hasil belajar siswa. Penggunaan Teknologi Informasi
memberikan kontribusi terhadap siswa akan dengan mudah memperoleh
berbagai knowledge melalui website, diskusi di mailing list, dan chating.
Artinya, peserta didik dapat belajar kapan saja, dan di mana saja selama 24
jam.

Guru dalam proses pembelajaran dapat memilih alternatif produk teknologi
informasi, apakah menggunakan komputer sebagai media, multimedia,
internet, atau e-learning. Masalah yang harus dipertimbangkan dalam
menetapkan produk TI yang akan digunakan, tentu saja harus
mempertimbangkan kualifikasi para guru, karakteristik siswa yang beragam,
kontrol belajar peserta didik, ketersediaan atau dapat disediakan produk
teknologi yang akan dipakai secara memadai. Yang disebutkan terakhir
berkaitan dengan dana yang cukup mahal.
DAFTAR PUSTAKA
   Azhar Arsyad, Media Pembelajaran. Jakarta : RajaGrafindo Persada, 2006
   Hamzah B.Uno dan Nina Lamatenggo, Teknologi Komunikasi & Informasi
    Pembelajaran. Jakarta : Bumi Akasara, 2010
   Kunandar, Guru Profesional Implementasi Kurikulum Tingkat Satuan
    Pendidikan (KTSP) dan Sukses dalam Sertifikasi Guru. Jakarta : RajaGrafindo
    Persada, 2008
   Mohammad Ali, et al (Penyunting), Ilmu dan Aplikasi Pendidikan. Bandung :
    Imperial Bhakti Utama, 2007
   Mulyasa, Kurikulum Berbasis Kompetensi Konsep, Karakteristik, dan
    Implementasi. Bandung : Remaja Rosdakarya, 2004
   Pawit M.Yusuf, Komunikasi Instruksional Teori dan Praktik, Jakarta : Bumi
    Aksara, 2010
   Rusman, Model-model Pembelajaran Mengembangkan Profesional Guru.
    Jakarta : Rajawali Pers, 2011
   Udin Syaefudin Sa’ud, Inovasi Pendidikan. Bandung : Alfabeta, 2009
TERIMA KASIH

Pemanfaatan information technology (teknologi informasi) dalam

  • 1.
    PEMANFAATAN INFORMATION TECHNOLOGY (TEKNOLOGI INFORMASI) DALAM PEMBELAJARAN OLEH : H.ADUNG ABDUL MUKTI NIM 2322110002
  • 2.
    A. PENDAHULUAN PENDIDIKAN DI INDONESIA SANGAT MEMPRIHATINKAN :  SARANA DAN PRASARANA  KUALITAS PEMBELAJARAN  KUALITAS DAN KUANTITAS TENAGA PENGAJAR  KUALITAS LULUSAN
  • 3.
    INDIKATOR (Kunandar, 2008: 1- 2) : minimnyamaupun perguruandimiliki;belum siap memasuki dunia kerja Lulusan sekolah karena kompetensi yang tinggi  Peringkat Human Development Index (HDI) Indonesia yang masih rendah (tahun 2004 peringkat 111 dari 117 negara , tahun 2005 peringkat 110 di bawah Vietnam dengan peringkat 108);  Laporan Educational Achievement International (IEA) bahwa kemampuan membaca siswa SD Indonesia berada diurutan 38 dari 39 negara yang disurvei;  Mutu akademik antarbangsa melalui Program for International Assesment (PISA) 2003 menunjukkan bahwa dari 41 negara yang disurvei untuk bidang IPA Indonesia menempati peringkat ke-38, sementara untuk bidang Matematika dan kemampuan membaca menempati peringkat ke-39. Jika dibandingkan dengan Korea Selatan, peringkatnya sangat jauh, untuk bidang IPA menempati peringkat ke-8, dan Matematika peringkat ke-3, dan membaca peringkat ke-7;  Laporan World Competitiveness Yearbook tahun 2000, daya saing SDM Indonesia berada pada posisi 46 dari 47 negara yang disurvei;  Posisi Perguruan Tinggi yang dianggap favorit, seperti Universitas Indonesia dan Universitas Gajah Mada hanya berada pada posisi ke-61 dan 68 dari 77 perguruan tinggi di Asia;  Indonesia tertinggal dalam bidang IPTEK dibandingkan dengan negara tetangga, seperti Malaysia, Singapura, dan Thailand.  Jual-beli gelar, ijazah palsu, dsb.
  • 4.
    Rendahnya kualitas produkpendidikan berbanding lurus dengan kualitas penyelenggaraan sistem pendidikan, yang komponen pokoknya adalah proses pembelajaran. Dalam proses pembelajaran transformasi berbagai konsep, nilai, serta materi pendidikan diintegrasikan. Mengingat tuntutan masa kini dan masa datang di era globalisasi ini sangat terkait dengan kemajuan teknologi informasi. Karena itu, salah satu cara mengembangkan sistem pendidikan adalah dengan mengubah sistem pembelajaran konvensional dengan sistem pembelajaran yang lebih efektif dan efisien melalui pemanfaatan sarana teknologi informasi (information technology [IT]).
  • 5.
    B. PARADIGMA BARUDALAM PENDIDIKAN  KENISCAYAAN PERUBAHAN  PENGUASAAN KNOWLEDGE  PERGESERAN DAN PERUBAHAN PARADIGMA
  • 6.
    C. ARTI DANMANFAAT TI DALAM PEMBELAJARAN  ARTI TI  MANFAAT TI DALAM PEMBELAJARAN  IMPLEMENTASI TI DALAM PEMBELAJARAN  STRATEGI PEMBELAJARAN
  • 7.
    ARTI TEKNOLOGI INFORMASI(TI)  Sebagai penyaluran informasi, ada juga teknologi informasi (TI) yang berfungsi sebagai penyimpan dan pengolah informasi. Fungsi terakhir inilah menyebabkan orang menyebutnya teknologi komunikasi sebagai teknologi informasi (Sa’ud, 2009 : 183).  Menurut Abdulkadir dalam Hamzah B. Uno dan Nina Lamatenggo (h.200) teknologi informasi adalah gabungan antara teknologi komputer dan teknologi komunikasi.  Richard Weiner dalam Websters New Word Dictionary and Communications (dalam Sa’ud,h.183) disebutkan bahwa teknologi informasi adalah pemerosesan, pengolahan, dan penyebaran data oleh kombinasi komputer dan telekomunikasi. TI lebih kepada lebih kepada pengerjaan data. TI menitikberatkan perhatiannya kepada bagaimana data diolah dan diproses dengan menggunakan komputer dan telekomunikasi.  Menurut Munir (2004) dalam Sa’ud (h.183) TI merangkum semua aspek yang berhubungan dengan mesin komputer dan komunikasi dan teknik yang digunakan untuk menangkap, mengumpulkan, menyimpan, memanipulasi, menghantar, dan mempersembahkan suatu bentuk informasi yang benar. Komputer yang mengendalikan semua bentuk idea dan informasi memainkan peranan yang sangat penting.  Menurut Alter dalam Syam,2004 (dalam Sa’ud,h.184) diartikan sebagai perangkat keras dan lunak untuk melaksanakan sejumlah tugas pemerosesan data. Sejalan dengan definisi Alter diungkapkan oleh Hamzah B. Uno dan Nina Lamatenggo (h.57) yang menyebutkan bahwa TI adalah suatu teknologi yang digunakan untuk mengolah data. Namun, Alter menjelaskan dalam perkembangannya TI mendapat respons yang lebih luas, di mana TI juga mencakup teknik komunikasi sebagai sarana untuk mengirim informasi. Dengan demikian, segala bentuk teknologi yang diimplementasikan untuk memeroses dan mengirim informasi dalam bentuk elektronik, software pemeroses transaksi perangkat lunak untuk lembar kerja, peralatan komunikasi serta jaringan, termasuk pada wilayah TI.
  • 8.
    MANFAAT TI DALAMPEMBELAJARAN Kecenderungan Dunia Pendidikan di Masa Depan (Hamzah B.Uno dan Nina Lamatenggo [h.60-61]) :  Berkembangnya pendidikan terbuka dengan modus belajar jarak jauh (distance learning).  Sharing resource bersama antarlembaga pendidikan/latihan dalam sebuah jaringan perpustakaan dan instrumen pendidikan lainnya (guru,laboratorium) berubah fungsi menjadi sumber informasi.  Penggunaan perangkat TI interaktif, seperti CD-ROM multimedia, dalam pendidikan secara bertahap menggantikan televisi dan video. Dengan adanya perkembangan TI dalam bidang pendidikan, maka pada saat ini sudah dimungkinkan untuk diadakan pembelajaran jarak jauh dengan menggunakan media internet untuk menghubungkan antara mahasiswa dengan dosennya, melihat nilai mahasiswa secara online, mengecek keuangan, melihat jadwal kuliah, mengirimkan berkas tugas yang diberikan dosen dan sebagainya, semuanya itu sudah dapat dilakukan.
  • 9.
    D. IMPLEMENTASI TIDALAM PEMBELAJARAN  KOMPUTER  MULTIMEDIA  INTERNET  E-Learning
  • 10.
    KOMPUTER Fungsi Komputer dalamPembelajaran :  Sebagai manajer dalam proses pembelajaran yang dikenal dengan nama Computer-Managed Instruction.  Sebagai pembantu tambahan dalam belajar; pemanfaatannya meliputi informasi isi materi pelajaran, latihan atau kedua-duanya. Modus ini dikenal sebagai Computer-Assisted Instruction (CAI). CAI mendukung pembelajaran dan pelatihan, tetapi ia bukanlah penyampai utama materi pelajaran (Azhar Arsyad, 2006 :96).
  • 11.
    Peran dan fungsikomputer dalam proses pembelajaran (Hannafin dan Peck (1998) dalam Hamzah B.Uno dan Nina Lamatenggo [h.136-137] ) :  Memungkinkan interaksi langsung antara peserta didik dan materi pelajaran.  Proses belajar dapat berlangsung secara individual sesuai dengan kemampuan peserta didik.  Mampu menampilkan unsur audio visual untuk meningkatkan minat belajar (multimedia).  Dapat memberikan umpan balik terhadap respons peserta didik dengan segera.  Mampu menciptakan proses belajar secara berkesinambungan.
  • 12.
    PENERAPAN KOMPUTER DALAM MENINGKATKAN MUTU PEMBELAJARAN Pembelajaran dengan Model Drills bantuan komputer (Computer Model pembelajaran yang bertujuan memberikan Assisted Instruction, CAI) pengalaman belajar yang konkret melalui penciptaan tiruan-tiruan bentuk pengalaman yang mendekati pengalaman yang sebenarnya Pembelajaran berbasis Model Tutorial komputer (Computer Based Program tutorial pada dasarnya sama dengan program Instruction, CBI) bimbingan, yang bertujuan memberikan bantuan kepada siswa agar dapat mencapai hasil belajar secara optimal Model Simulasi Model CBI yang menampilkan materi pelajaran yang dikemas dalam bentuk simulasi-simulasi pembelajaran dalam bentuk animasi yang menjelaskan konten secara menarik, hidup, dan memaadukan unsur teks, gambar, audio, gerak, dan paduan warna yang serasi dan harmonis Model Instructional Games menyediakan pengalaman belajar yang memberikan fasilitas belajar untuk menambah kemampuan siswa melalui bentuk permainan yang mendidik (Rusman, 290-320)
  • 13.
    MULTIMEDIA Pengertian multimedia secarasederhana diartikan sebagai lebih dari satu media. Ia bisa berupa kombinasi antara teks, grafik, animasi, suara, dan video. Penekanannya kepada kendali komputer sebagai penggerak keseluruhan gabungan media itu. Dengan demikian, arti multimedia yang umumnya dikenal dewasa ini adalah berbagai macam kombinasi grafik, teks, suara, video, dan animasi. Penggabungan ini merupakan satu kesatuan yang secara bersama-sama menampilkan informasi, pesan, atau isi pelajaran (Azhar Arsyad, 2006 : 170-171).
  • 14.
    BENTUK SAJIAN MUTIMEDIA  Animasi : yakni sumber-sumber informasi visual dengan format animasi atau gerak rekaan.  Audio clip : yakni sajian multimedia yang mengkhususkan diri pada objek- objek dan subjek-subjek dengan format audio. Musik, narasi, pidato, drama radio, adalah beberapa contohnya.  Img : yakni sumber-sumber informasi yang berbasis image atau gambar.  Text : yakni sumber-sumber multimedia yang khusus berisi file teks dan referensi relevannya.  Textream : yakni sebentuk transfer format dari teks satu ke teks lainnya, dari grafik satu ke grafik lainnya.  Video : yakni sumber-sumber informasi yang khusus mengenai video clip dengan materi khusus pendidikan dan instruksional.  Ref : yakni media referens generic, yang bisa diangkat dari beragam konsep umum dan khusus yang dianggap menarik untuk dijadikan sumber informasi instruksional.
  • 15.
    INTERNET Internet singkatan dariinterconnection and networking, adalah jaringan informasi global, yaitu ‘The largest global network of computers, that enables people throughout the world to connect with each other’. Untuk dapat menggunakan internet diperlukan sebuah komputer yang memadai, harddisk yang cukup, modem berkecepatan minimal 14.400, sambungan telepon (multi fungsi: telepon, facsimile, dan internet), ada program Windows, dan sedikit banyak tahu cara mengoperasikannya. Internet disebut juga media massa kontemporer, karena memenuhi syarat- syarat sebagai sebuah media massa, seperti antara lain : ditujukan kepada sejumlah khalayak yang tersebar, heterogen, dan anonim, serta melewati media cetak atau elektronik, sehingga pesan informasi yang sama dapat diterima secara serentak dan sesaat oleh khalayaknya (Rusman, 2011 : 340).
  • 16.
    Manfaat internet sebagaimedia pembelajaran :  Belajar mandiri;  Berperan sebagai seorang peneliti;  Menjadi seorang analis;  Guru tidak perlu hadir secara fisik di kelas (classroom meeting);  Dapat belajar bekerja sama (collaborative);  Dapat saling berkirim e-mail untuk mendiskusikan bahan ajar; dan  Dapat berkomunikasi dengan teman sekelasnya (Rusman,h.341).
  • 17.
    Karakteristik internet :  Sebagai media interpersonal dan juga sebagai media massa yang memungkinkan terjadinya komunikasi one-to-one communications atau one-to-many communications,  Memiliki sifat interaktif,  Memungkinkan terjadinya komunikasi secara sinkron (synchronous) maupun tertunda (asynchronous), sehingga memungkinkan terjadinya dialog/komunikasi yang merupakan syarat terselenggaranya suatu proses belajar-mengajar.
  • 18.
    Web Course adalah penggunaan internet untuk keperluan pembelajaran, di mana seluruh bagian bahan belajar, diskusi, konsultasi, penugasan, latihan, dan ujian sepenuhnya disampaikan melalui internet. Web Centric Course Sebagian bahan belajar, diskusi, konsultasi, penugasan dan latihan, disampaikan melalui internet, sedangkan ujian dan sebagian Tiga model pembelajaran konsultasi, diskusi, dan latihan dilakukan secara melalui internet menurut tatap muka secara tatap muka yang biasanya Haughey (1998) dalam Sa’ud berupa tutorial, tetapi persentasi tatap muka (h.201-203) tetap lebih kecil dibandingkan dengan persentasi proses pembelajaran melalui internet. Web Enhanced Course. Model ini merupakan pemanfaatan internet untuk pendidikan, untuk menunjang peningkatan kualitas belajar mengajar di kelas. Bentuk ini juga dikenal dengan nama web life course, karena kegiatan pembelajaran utama adalah tatap muka di kelas.
  • 19.
    Menggunakan sepenuhnya fasilitasinternet yang telah ada, seperti e-mail, IRC (Internet Relay Chart), word wide web, millis (milling list), dan FTP (File Transfer Protocol). Menggunakan software pengembang program pembelajaran dengan internet yang dikenal dengan Web Course Tools, yang di antaranya dapat diperoleh secara Tiga cara pengembangan gratis, ataupun dapat juga dengan sistem pembelajaran membelinya. Ada beberapa vendor yang internet menurut Sa’ud mengembangkan Web Course Tools seperti (h.205) WebCT, Webfuse, TopClass, dan lain-lain. Mengembangkan sendiri program pembelajaran sesuai dengan kebutuhan (tailor made), dengan menggunakan bahasa pemrograman seperti ASP (Active Server Pages), dan lain-lain.
  • 20.
    MODEL PEMBELAJARAN BERBASISWEB (E-LEARNING) e-Learning merupakan model pembelajaran jarak jauh secara online (distance learning). Electronic learning (e-learning) menurut Rusman (h.335) dapat didefinisikan sebagai aplikasi teknologi web dalam dunia pembelajaran untuk sebuah proses pendidikan. Secara sederhana dapat dikatakan semua pembelajaran dilakukan dengan memanfaatkan teknologi internet
  • 21.
    BEBERAPA PANDANGAN MENGENAI E-LEARNING, DI ANTARANYA :  E-learning adalah konvergensi antara belajar dan internet (Bank of America Securities dalam Sa’ud, h.184)  E.learning adalahkeseluruhan variasi internet dan teknologi web untuk membuat, mengirim, dan memfasilitasi pembelajaran (Robert Peterson dan Piper Jafray dalam Sa’ud, h.185)  Istilah e-learning dapat didefinisikan sebagai sebuah bentuk teknologi informasi yang diterapkan di dunia pendidikan dalam bentuk dunia maya. Definisi e-learning sendiri sebenarnya sangat luas, bahkan sebuah portal yang menyediakan informasi tentang suatu topik dapat tercakup dalam lingkup e-learning. Namun, istilah e-learning lebih tepat ditujukan sebagai usaha untuk membuat sebuah transformasi proses belajar-mengajar yang ada di sekolah atau kampus ke dalam bentuk digital yang dijembatani oleh teknologi internet (Munir, 2007 : 500).
  • 22.
    Adaptive Learning Theory. Tiga macam model desain Preferred Modality bahan ajar Theory e-learning Munir,h.514-515). Cognitive Flexibility Theory
  • 23.
    Learner-1 LINGUISTIC Strategy 1 Learner-2 Providing a LOGICAL Strategy 2 variety of Learning and ADAPTIVE Teaching LEARNING Learner-3 Strategy 3 Material THEORY SPATIAL Learner-4 INTERPERSONAL Strategy ….n Adaptive Learning Theory. Teori ini mengandaikan pelajar memasuki pembelajaran pada tahap pencapaian dan pengalaman yang berbeda. Guru perlu menggunakan berbagai bahan dan strategi pengajaran untuk memenuhi pencapaian/pengalaman yang berbeda ini. Ini juga bermakna software perlu menggunakan berbagai strategi dan pendekatan untuk memenuhi kehendak yang berlainan ini.
  • 24.
    LEARNER 1 VISUAL LEARNER 2 Preferred AUDIO Modality LEARNER 3 Theory LEARNER 4 TACTICAL Preferred Modality Theory. Teori ini mengandaikan pelajar mempunyai kecenderungan terhadap modalitas yang berbeda. Ini bermakna sebagian pelajar, lebih suka memahami apabila melihat dan mendengar. Software perlu memuatkan kombinasi teks, grafik, suara, dan animasi dengan bijak.
  • 25.
    3 5 4 1 2 3 2 6 1 LINEAR APPROACH TO LEARNING NON-LINEAR APPROACH TO LEARNING Cognitive Flexibility Theory. Teori ini menghandaikan apabila suatu materi dipelajari dengan lebih mendalam, maka akan lebih pandai dan bermakna apabila pelajar tersebut belajar dengan cara nonlinear. Ini karena suatu materi itu merangkumi berbagai aspek dan domain. Pengembangan software seharusnya tidak menyerupai metafora buku yang lebih linear atau berurutan dari segi pendekatan penyampaian pengetahuannya.
  • 26.
    E. PENUTUP Penggunaan TeknologiInformasi (TI) dalam pembelajaran adalah merupakan solusi yang sangat tepat untuk mengatasi berbagai persoalan rendahnya proses dan kualitas hasil belajar siswa. Penggunaan Teknologi Informasi memberikan kontribusi terhadap siswa akan dengan mudah memperoleh berbagai knowledge melalui website, diskusi di mailing list, dan chating. Artinya, peserta didik dapat belajar kapan saja, dan di mana saja selama 24 jam. Guru dalam proses pembelajaran dapat memilih alternatif produk teknologi informasi, apakah menggunakan komputer sebagai media, multimedia, internet, atau e-learning. Masalah yang harus dipertimbangkan dalam menetapkan produk TI yang akan digunakan, tentu saja harus mempertimbangkan kualifikasi para guru, karakteristik siswa yang beragam, kontrol belajar peserta didik, ketersediaan atau dapat disediakan produk teknologi yang akan dipakai secara memadai. Yang disebutkan terakhir berkaitan dengan dana yang cukup mahal.
  • 27.
    DAFTAR PUSTAKA  Azhar Arsyad, Media Pembelajaran. Jakarta : RajaGrafindo Persada, 2006  Hamzah B.Uno dan Nina Lamatenggo, Teknologi Komunikasi & Informasi Pembelajaran. Jakarta : Bumi Akasara, 2010  Kunandar, Guru Profesional Implementasi Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) dan Sukses dalam Sertifikasi Guru. Jakarta : RajaGrafindo Persada, 2008  Mohammad Ali, et al (Penyunting), Ilmu dan Aplikasi Pendidikan. Bandung : Imperial Bhakti Utama, 2007  Mulyasa, Kurikulum Berbasis Kompetensi Konsep, Karakteristik, dan Implementasi. Bandung : Remaja Rosdakarya, 2004  Pawit M.Yusuf, Komunikasi Instruksional Teori dan Praktik, Jakarta : Bumi Aksara, 2010  Rusman, Model-model Pembelajaran Mengembangkan Profesional Guru. Jakarta : Rajawali Pers, 2011  Udin Syaefudin Sa’ud, Inovasi Pendidikan. Bandung : Alfabeta, 2009
  • 28.