INSTITUT STUDI ISLAM AL-AMIN (INSIA)
INDRAMAYU
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
COMPUTER BASED LEARNING
(CBL)
Oleh: Nursyamsu, M.Pd.
Computer-Based Learning (CBL) adalah metode
pembelajaran yang menggunakan komputer sebagai
alat utama dalam proses belajar mengajar. Dalam CBL,
materi pembelajaran disampaikan melalui perangkat
lunak edukatif, multimedia interaktif, atau aplikasi
berbasis komputer yang dirancang khusus untuk
membantu siswa memahami materi secara mandiri dan
fleksibel.
CBL memungkinkan siswa untuk belajar dengan
kecepatan masing-masing, mendapatkan umpan balik
secara langsung, serta mengakses materi kapan saja
dan di mana saja. Metode ini banyak digunakan dalam
pendidikan formal, pelatihan korporat, dan kursus
daring (online learning).
Dasar Pembelajaran CBL
1.Teori Konstruktivisme
1. Menekankan pada pembelajaran aktif di mana siswa membangun
pengetahuan mereka sendiri melalui pengalaman dan interaksi.
2. CBL mendukung ini melalui simulasi, eksplorasi, dan pemecahan masalah.
2.Teori Behaviorisme
1. Fokus pada respons dan penguatan (reinforcement).
2. Banyak program CBL menggunakan latihan soal (drill and practice) dan
umpan balik langsung untuk memperkuat pemahaman.
3. Teori Kognitivisme
3. Menyoroti proses mental dalam memahami informasi.
4. CBL membantu dengan visualisasi, multimedia, dan pendekatan bertahap
yang sesuai dengan cara otak memproses informasi.
4. Prinsip Pembelajaran Mandiri (Self-Paced Learning)
Siswa dapat belajar sesuai dengan ritme mereka sendiri, mengulang materi
jika diperlukan, dan menyesuaikan waktu belajar.
5. Pemanfaatan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK)
Dasar teknologis dari CBL adalah penggunaan komputer, internet, dan
perangkat lunak edukasi untuk meningkatkan kualitas pembelajaran
Karakteristik Pembelajaran dengan CBL
1.Bersifat Interaktif
1. Siswa dapat berinteraksi langsung dengan materi melalui klik, simulasi, atau
permainan edukatif.
2.Mandiri dan Fleksibel
1. Siswa dapat belajar kapan saja dan di mana saja sesuai dengan kecepatan dan
gaya belajarnya masing-masing.
3.Menggunakan Multimedia
1. Materi disajikan dalam bentuk teks, gambar, audio, video, dan animasi untuk
memperkaya pemahaman.
4.Memberikan Umpan Balik Langsung
1. Hasil latihan atau kuis bisa langsung diketahui, membantu siswa mengetahui sejauh
mana pemahaman mereka.
5.Terstruktur dan Sistematis
1. Materi disusun secara urut dan terorganisir, memudahkan siswa mengikuti alur
pembelajaran.
6.Dapat Disesuaikan (Personalized Learning)
1. Program CBL sering kali dapat menyesuaikan tingkat kesulitan atau konten dengan
kebutuhan dan kemampuan siswa.
7.Mengandalkan Teknologi dan Perangkat Komputer
1. Pembelajaran hanya bisa dilakukan jika tersedia perangkat keras dan lunak yang
sesuai.
Langkah-Langkah Pembelajaran dengan CBL
1.Identifikasi Tujuan Pembelajaran
Menentukan kompetensi dan hasil belajar yang ingin dicapai melalui CBL.
2.Pemilihan Materi dan Perangkat Lunak
Memilih konten atau aplikasi pembelajaran berbasis komputer yang relevan dan sesuai
dengan tujuan.
3.Persiapan Teknis
Menyiapkan perangkat komputer, koneksi internet, serta perangkat lunak atau platform yang
akan digunakan.
4.Orientasi kepada Siswa
Memberikan penjelasan kepada siswa tentang cara menggunakan sistem atau aplikasi CBL,
termasuk aturan dan alur belajar.
5.Pelaksanaan Pembelajaran
Siswa belajar secara mandiri atau berkelompok menggunakan program CBL yang telah
disiapkan, sesuai dengan petunjuk yang diberikan.
6.Monitoring dan Bimbingan
Guru memantau kemajuan siswa, memberikan bantuan jika diperlukan, serta memotivasi
siswa agar tetap aktif belajar.
7.Evaluasi dan Umpan Balik
Memberikan tes atau penilaian berbasis komputer, lalu memberikan umpan balik atas hasil
belajar siswa.
8.Tindak Lanjut
Menyusun strategi pengayaan atau remedial berdasarkan hasil evaluasi.
Kelebihan Pembelajaran dengan CBL
1.Fleksibel – Dapat dilakukan kapan saja dan di mana saja.
2.Belajar Mandiri – Siswa dapat belajar sesuai kecepatan dan gaya mereka sendiri.
3.Multimedia Interaktif – Materi disajikan dengan teks, gambar, suara, video, dan animasi
yang menarik.
4.Umpan Balik Cepat – Hasil evaluasi atau kuis langsung diketahui.
5.Efisien – Menghemat waktu dan biaya jangka panjang dalam penyampaian materi.
6.Akses Luas ke Sumber Belajar – Dapat mengakses berbagai sumber belajar digital dari
seluruh dunia.
Kekurangan Pembelajaran dengan CBL
1.Ketergantungan pada Teknologi – Membutuhkan perangkat dan koneksi internet yang
memadai.
2.Biaya Awal Tinggi – Perlu investasi untuk perangkat dan software.
3.Kurangnya Interaksi Sosial – Minimnya kontak langsung dengan guru atau teman.
4.Tidak Cocok untuk Semua Materi – Pembelajaran praktik atau yang bersifat afektif sulit
diajarkan secara digital.
5.Kemampuan Digital Siswa Tidak Merata – Tidak semua siswa memiliki kemampuan TIK
yang sama.
Contoh Penerapan CBL dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Islam
1.Pembelajaran Al-Qur'an Digital
1. Menggunakan aplikasi atau perangkat lunak yang menyediakan teks Al-Qur'an, tafsir, dan
terjemahan dalam berbagai bahasa.
2. Fitur audio memungkinkan siswa mendengarkan bacaan Al-Qur'an dengan tajwid yang
benar.
2.Simulasi Cerita Nabi dan Rasul
1. Menggunakan animasi atau video interaktif untuk menceritakan kisah Nabi dan Rasul, yang
membuat pembelajaran lebih hidup dan menarik.
2. Siswa dapat berinteraksi dengan karakter dalam cerita untuk memahami pesan moral dan
sejarah Islam.
3.Aplikasi Pembelajaran Fiqh
1. Aplikasi yang mengajarkan dasar-dasar fiqh, seperti tata cara sholat, zakat, puasa, dan haji.
2. Menyediakan latihan soal atau kuis untuk menguji pemahaman siswa tentang ibadah dan
hukum Islam.
Contoh Penerapan CBL dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Islam
1.Pelatihan Doa-doa Harian
1. Aplikasi yang mengajarkan doa-doa harian dalam Islam, lengkap dengan terjemahan dan
audio untuk memudahkan siswa dalam menghafal.
2. Fitur reminder untuk mengingatkan siswa berdoa pada waktu yang tepat.
2.Forum Diskusi dan Tanya Jawab
1. Platform daring yang memungkinkan siswa untuk berdiskusi tentang berbagai topik agama
Islam, mengajukan pertanyaan, dan mendapatkan jawaban dari guru atau teman sekelas.
2. Meningkatkan keterlibatan dan pemahaman siswa melalui diskusi yang lebih dalam.
3.Quiz Interaktif tentang Sejarah Islam
1. Menggunakan kuis berbasis komputer untuk menguji pengetahuan siswa tentang sejarah Islam,
tokoh-tokoh penting, dan peristiwa besar dalam Islam.
2. Memberikan umpan balik langsung untuk meningkatkan pemahaman siswa.
4.Virtual Tour ke Tempat Suci
1. Menggunakan teknologi virtual reality (VR) atau video 360° untuk memberikan pengalaman
virtual berkunjung ke Masjidil Haram atau Masjid Nabawi.
2. Memperkenalkan siswa pada sejarah dan pentingnya tempat-tempat tersebut dalam Islam.
Peran Guru dalam Pembelajaran CBL
1.Sebagai Fasilitator
1. Guru membantu siswa memahami cara menggunakan perangkat dan aplikasi CBL dengan
memberikan panduan dan instruksi yang jelas.
2.Desainer Pembelajaran
1. Guru merancang materi pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan siswa dan
menggunakan teknologi untuk mendukung proses pembelajaran.
3.Pemberi Motivasi
1. Guru memotivasi siswa untuk tetap bersemangat dan aktif dalam menggunakan teknologi
untuk belajar, serta mengatasi tantangan yang muncul.
4.Monitor Kemajuan Siswa
1. Guru memantau perkembangan belajar siswa melalui laporan atau hasil evaluasi yang
dihasilkan oleh sistem CBL, dan memberikan bimbingan yang diperlukan.
5.Memberikan Umpan Balik
1. Guru memberikan umpan balik yang konstruktif berdasarkan hasil kerja siswa yang dihasilkan
melalui aplikasi atau platform CBL.
6.Mendorong Kolaborasi
1. Guru memfasilitasi kolaborasi antara siswa melalui forum diskusi atau tugas kelompok berbasis
komputer, untuk memperkaya pengalaman belajar.
Peran Siswa dalam Pembelajaran CBL
1.Pembelajar Mandiri
1. Siswa bertanggung jawab atas proses pembelajaran mereka sendiri, belajar sesuai dengan
kecepatan dan gaya mereka masing-masing.
2.Aktif dalam Interaksi
1. Siswa berinteraksi dengan materi pembelajaran menggunakan berbagai fitur yang tersedia
pada aplikasi atau platform CBL, seperti kuis, simulasi, dan video.
3.Mencari Sumber Belajar
1. Siswa dapat mencari materi tambahan melalui internet atau sumber digital lainnya untuk
memperdalam pemahaman mereka tentang topik yang dipelajari.
4.Mengikuti Penilaian dan Evaluasi
1. Siswa mengikuti ujian atau tes berbasis komputer, kemudian menganalisis hasilnya untuk
meningkatkan pemahaman dan keterampilan mereka.
5.Berpartisipasi dalam Diskusi
1. Siswa berpartisipasi dalam diskusi daring atau kelompok, bertukar ide, dan belajar dari
perspektif teman sekelas mereka.
6.Menerima Umpan Balik
1. Siswa menerima umpan balik dari guru atau sistem CBL untuk meningkatkan kualitas belajar
mereka dan memperbaiki kesalahan yang ditemukan.
Tantangan Implementasi Pembelajaran CBL
1.Keterbatasan Akses Teknologi
1. Tidak semua siswa atau sekolah memiliki akses yang memadai terhadap perangkat
komputer atau koneksi internet yang stabil, sehingga menghambat penerapan CBL.
2.Keterampilan Teknologi yang Berbeda
1. Siswa dan guru mungkin memiliki tingkat keterampilan teknologi yang berbeda,
sehingga memerlukan waktu dan pelatihan agar semua pihak dapat
menggunakannya secara efektif.
3.Biaya yang Tinggi
1. Pembelian perangkat keras (komputer, tablet, dll.) dan perangkat lunak pembelajaran
bisa menjadi beban biaya, baik bagi sekolah maupun siswa.
4.Kesulitan dalam Menyesuaikan Materi
1. Tidak semua materi dapat diadaptasi dengan baik dalam format digital, terutama
materi yang membutuhkan pengalaman langsung atau keterampilan praktis.
Tantangan Implementasi Pembelajaran CBL
5. Ketergantungan pada Infrastruktur
Pembelajaran CBL sangat bergantung pada infrastruktur teknis yang stabil (misalnya, server, perangkat
keras, dan koneksi internet), yang sering kali tidak terjamin.
6. Kurangnya Interaksi Sosial
Pembelajaran berbasis komputer dapat mengurangi interaksi sosial antara siswa dan guru, serta antara
siswa dengan teman-temannya, yang penting untuk pengembangan sosial dan emosional.
7. Tantangan dalam Pengelolaan Kelas Daring
Pengelolaan kelas daring membutuhkan keterampilan khusus untuk menjaga siswa tetap fokus dan
terlibat, serta memastikan bahwa mereka tidak teralihkan oleh gangguan luar.
8. Risiko Kecanduan Teknologi
Penggunaan teknologi secara berlebihan dapat menyebabkan kecanduan layar dan masalah kesehatan
terkait seperti gangguan tidur dan pengurangan aktivitas fisik.
9. Kesulitan dalam Penilaian
Penilaian berbasis komputer mungkin tidak selalu mencakup semua aspek pembelajaran, terutama
dalam menilai keterampilan kritis, kreatif, atau kolaboratif siswa.
ِّ‫ب‬َ‫ر‬ ِ‫ه‬‫ل‬ِ‫ل‬ ُ‫د‬ْ‫م‬َ‫ح‬ْ‫ل‬َ‫ا‬
ْ‫ي‬ِ‫م‬َ‫ال‬َ‫ع‬‫ل‬ْ‫ا‬
Semoga ilmu yang kita dapat pada hari ini menjadi
bermanfaat dan berkah

PART 3-COMPUTER BASED LEARNING (CBL).pptx

  • 1.
    INSTITUT STUDI ISLAMAL-AMIN (INSIA) INDRAMAYU PROGRAM STUDI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM COMPUTER BASED LEARNING (CBL) Oleh: Nursyamsu, M.Pd.
  • 2.
    Computer-Based Learning (CBL)adalah metode pembelajaran yang menggunakan komputer sebagai alat utama dalam proses belajar mengajar. Dalam CBL, materi pembelajaran disampaikan melalui perangkat lunak edukatif, multimedia interaktif, atau aplikasi berbasis komputer yang dirancang khusus untuk membantu siswa memahami materi secara mandiri dan fleksibel. CBL memungkinkan siswa untuk belajar dengan kecepatan masing-masing, mendapatkan umpan balik secara langsung, serta mengakses materi kapan saja dan di mana saja. Metode ini banyak digunakan dalam pendidikan formal, pelatihan korporat, dan kursus daring (online learning).
  • 3.
    Dasar Pembelajaran CBL 1.TeoriKonstruktivisme 1. Menekankan pada pembelajaran aktif di mana siswa membangun pengetahuan mereka sendiri melalui pengalaman dan interaksi. 2. CBL mendukung ini melalui simulasi, eksplorasi, dan pemecahan masalah. 2.Teori Behaviorisme 1. Fokus pada respons dan penguatan (reinforcement). 2. Banyak program CBL menggunakan latihan soal (drill and practice) dan umpan balik langsung untuk memperkuat pemahaman. 3. Teori Kognitivisme 3. Menyoroti proses mental dalam memahami informasi. 4. CBL membantu dengan visualisasi, multimedia, dan pendekatan bertahap yang sesuai dengan cara otak memproses informasi. 4. Prinsip Pembelajaran Mandiri (Self-Paced Learning) Siswa dapat belajar sesuai dengan ritme mereka sendiri, mengulang materi jika diperlukan, dan menyesuaikan waktu belajar. 5. Pemanfaatan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) Dasar teknologis dari CBL adalah penggunaan komputer, internet, dan perangkat lunak edukasi untuk meningkatkan kualitas pembelajaran
  • 4.
    Karakteristik Pembelajaran denganCBL 1.Bersifat Interaktif 1. Siswa dapat berinteraksi langsung dengan materi melalui klik, simulasi, atau permainan edukatif. 2.Mandiri dan Fleksibel 1. Siswa dapat belajar kapan saja dan di mana saja sesuai dengan kecepatan dan gaya belajarnya masing-masing. 3.Menggunakan Multimedia 1. Materi disajikan dalam bentuk teks, gambar, audio, video, dan animasi untuk memperkaya pemahaman. 4.Memberikan Umpan Balik Langsung 1. Hasil latihan atau kuis bisa langsung diketahui, membantu siswa mengetahui sejauh mana pemahaman mereka. 5.Terstruktur dan Sistematis 1. Materi disusun secara urut dan terorganisir, memudahkan siswa mengikuti alur pembelajaran. 6.Dapat Disesuaikan (Personalized Learning) 1. Program CBL sering kali dapat menyesuaikan tingkat kesulitan atau konten dengan kebutuhan dan kemampuan siswa. 7.Mengandalkan Teknologi dan Perangkat Komputer 1. Pembelajaran hanya bisa dilakukan jika tersedia perangkat keras dan lunak yang sesuai.
  • 5.
    Langkah-Langkah Pembelajaran denganCBL 1.Identifikasi Tujuan Pembelajaran Menentukan kompetensi dan hasil belajar yang ingin dicapai melalui CBL. 2.Pemilihan Materi dan Perangkat Lunak Memilih konten atau aplikasi pembelajaran berbasis komputer yang relevan dan sesuai dengan tujuan. 3.Persiapan Teknis Menyiapkan perangkat komputer, koneksi internet, serta perangkat lunak atau platform yang akan digunakan. 4.Orientasi kepada Siswa Memberikan penjelasan kepada siswa tentang cara menggunakan sistem atau aplikasi CBL, termasuk aturan dan alur belajar. 5.Pelaksanaan Pembelajaran Siswa belajar secara mandiri atau berkelompok menggunakan program CBL yang telah disiapkan, sesuai dengan petunjuk yang diberikan. 6.Monitoring dan Bimbingan Guru memantau kemajuan siswa, memberikan bantuan jika diperlukan, serta memotivasi siswa agar tetap aktif belajar. 7.Evaluasi dan Umpan Balik Memberikan tes atau penilaian berbasis komputer, lalu memberikan umpan balik atas hasil belajar siswa. 8.Tindak Lanjut Menyusun strategi pengayaan atau remedial berdasarkan hasil evaluasi.
  • 6.
    Kelebihan Pembelajaran denganCBL 1.Fleksibel – Dapat dilakukan kapan saja dan di mana saja. 2.Belajar Mandiri – Siswa dapat belajar sesuai kecepatan dan gaya mereka sendiri. 3.Multimedia Interaktif – Materi disajikan dengan teks, gambar, suara, video, dan animasi yang menarik. 4.Umpan Balik Cepat – Hasil evaluasi atau kuis langsung diketahui. 5.Efisien – Menghemat waktu dan biaya jangka panjang dalam penyampaian materi. 6.Akses Luas ke Sumber Belajar – Dapat mengakses berbagai sumber belajar digital dari seluruh dunia. Kekurangan Pembelajaran dengan CBL 1.Ketergantungan pada Teknologi – Membutuhkan perangkat dan koneksi internet yang memadai. 2.Biaya Awal Tinggi – Perlu investasi untuk perangkat dan software. 3.Kurangnya Interaksi Sosial – Minimnya kontak langsung dengan guru atau teman. 4.Tidak Cocok untuk Semua Materi – Pembelajaran praktik atau yang bersifat afektif sulit diajarkan secara digital. 5.Kemampuan Digital Siswa Tidak Merata – Tidak semua siswa memiliki kemampuan TIK yang sama.
  • 7.
    Contoh Penerapan CBLdalam Pembelajaran Pendidikan Agama Islam 1.Pembelajaran Al-Qur'an Digital 1. Menggunakan aplikasi atau perangkat lunak yang menyediakan teks Al-Qur'an, tafsir, dan terjemahan dalam berbagai bahasa. 2. Fitur audio memungkinkan siswa mendengarkan bacaan Al-Qur'an dengan tajwid yang benar. 2.Simulasi Cerita Nabi dan Rasul 1. Menggunakan animasi atau video interaktif untuk menceritakan kisah Nabi dan Rasul, yang membuat pembelajaran lebih hidup dan menarik. 2. Siswa dapat berinteraksi dengan karakter dalam cerita untuk memahami pesan moral dan sejarah Islam. 3.Aplikasi Pembelajaran Fiqh 1. Aplikasi yang mengajarkan dasar-dasar fiqh, seperti tata cara sholat, zakat, puasa, dan haji. 2. Menyediakan latihan soal atau kuis untuk menguji pemahaman siswa tentang ibadah dan hukum Islam.
  • 8.
    Contoh Penerapan CBLdalam Pembelajaran Pendidikan Agama Islam 1.Pelatihan Doa-doa Harian 1. Aplikasi yang mengajarkan doa-doa harian dalam Islam, lengkap dengan terjemahan dan audio untuk memudahkan siswa dalam menghafal. 2. Fitur reminder untuk mengingatkan siswa berdoa pada waktu yang tepat. 2.Forum Diskusi dan Tanya Jawab 1. Platform daring yang memungkinkan siswa untuk berdiskusi tentang berbagai topik agama Islam, mengajukan pertanyaan, dan mendapatkan jawaban dari guru atau teman sekelas. 2. Meningkatkan keterlibatan dan pemahaman siswa melalui diskusi yang lebih dalam. 3.Quiz Interaktif tentang Sejarah Islam 1. Menggunakan kuis berbasis komputer untuk menguji pengetahuan siswa tentang sejarah Islam, tokoh-tokoh penting, dan peristiwa besar dalam Islam. 2. Memberikan umpan balik langsung untuk meningkatkan pemahaman siswa. 4.Virtual Tour ke Tempat Suci 1. Menggunakan teknologi virtual reality (VR) atau video 360° untuk memberikan pengalaman virtual berkunjung ke Masjidil Haram atau Masjid Nabawi. 2. Memperkenalkan siswa pada sejarah dan pentingnya tempat-tempat tersebut dalam Islam.
  • 9.
    Peran Guru dalamPembelajaran CBL 1.Sebagai Fasilitator 1. Guru membantu siswa memahami cara menggunakan perangkat dan aplikasi CBL dengan memberikan panduan dan instruksi yang jelas. 2.Desainer Pembelajaran 1. Guru merancang materi pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan siswa dan menggunakan teknologi untuk mendukung proses pembelajaran. 3.Pemberi Motivasi 1. Guru memotivasi siswa untuk tetap bersemangat dan aktif dalam menggunakan teknologi untuk belajar, serta mengatasi tantangan yang muncul. 4.Monitor Kemajuan Siswa 1. Guru memantau perkembangan belajar siswa melalui laporan atau hasil evaluasi yang dihasilkan oleh sistem CBL, dan memberikan bimbingan yang diperlukan. 5.Memberikan Umpan Balik 1. Guru memberikan umpan balik yang konstruktif berdasarkan hasil kerja siswa yang dihasilkan melalui aplikasi atau platform CBL. 6.Mendorong Kolaborasi 1. Guru memfasilitasi kolaborasi antara siswa melalui forum diskusi atau tugas kelompok berbasis komputer, untuk memperkaya pengalaman belajar.
  • 10.
    Peran Siswa dalamPembelajaran CBL 1.Pembelajar Mandiri 1. Siswa bertanggung jawab atas proses pembelajaran mereka sendiri, belajar sesuai dengan kecepatan dan gaya mereka masing-masing. 2.Aktif dalam Interaksi 1. Siswa berinteraksi dengan materi pembelajaran menggunakan berbagai fitur yang tersedia pada aplikasi atau platform CBL, seperti kuis, simulasi, dan video. 3.Mencari Sumber Belajar 1. Siswa dapat mencari materi tambahan melalui internet atau sumber digital lainnya untuk memperdalam pemahaman mereka tentang topik yang dipelajari. 4.Mengikuti Penilaian dan Evaluasi 1. Siswa mengikuti ujian atau tes berbasis komputer, kemudian menganalisis hasilnya untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan mereka. 5.Berpartisipasi dalam Diskusi 1. Siswa berpartisipasi dalam diskusi daring atau kelompok, bertukar ide, dan belajar dari perspektif teman sekelas mereka. 6.Menerima Umpan Balik 1. Siswa menerima umpan balik dari guru atau sistem CBL untuk meningkatkan kualitas belajar mereka dan memperbaiki kesalahan yang ditemukan.
  • 11.
    Tantangan Implementasi PembelajaranCBL 1.Keterbatasan Akses Teknologi 1. Tidak semua siswa atau sekolah memiliki akses yang memadai terhadap perangkat komputer atau koneksi internet yang stabil, sehingga menghambat penerapan CBL. 2.Keterampilan Teknologi yang Berbeda 1. Siswa dan guru mungkin memiliki tingkat keterampilan teknologi yang berbeda, sehingga memerlukan waktu dan pelatihan agar semua pihak dapat menggunakannya secara efektif. 3.Biaya yang Tinggi 1. Pembelian perangkat keras (komputer, tablet, dll.) dan perangkat lunak pembelajaran bisa menjadi beban biaya, baik bagi sekolah maupun siswa. 4.Kesulitan dalam Menyesuaikan Materi 1. Tidak semua materi dapat diadaptasi dengan baik dalam format digital, terutama materi yang membutuhkan pengalaman langsung atau keterampilan praktis.
  • 12.
    Tantangan Implementasi PembelajaranCBL 5. Ketergantungan pada Infrastruktur Pembelajaran CBL sangat bergantung pada infrastruktur teknis yang stabil (misalnya, server, perangkat keras, dan koneksi internet), yang sering kali tidak terjamin. 6. Kurangnya Interaksi Sosial Pembelajaran berbasis komputer dapat mengurangi interaksi sosial antara siswa dan guru, serta antara siswa dengan teman-temannya, yang penting untuk pengembangan sosial dan emosional. 7. Tantangan dalam Pengelolaan Kelas Daring Pengelolaan kelas daring membutuhkan keterampilan khusus untuk menjaga siswa tetap fokus dan terlibat, serta memastikan bahwa mereka tidak teralihkan oleh gangguan luar. 8. Risiko Kecanduan Teknologi Penggunaan teknologi secara berlebihan dapat menyebabkan kecanduan layar dan masalah kesehatan terkait seperti gangguan tidur dan pengurangan aktivitas fisik. 9. Kesulitan dalam Penilaian Penilaian berbasis komputer mungkin tidak selalu mencakup semua aspek pembelajaran, terutama dalam menilai keterampilan kritis, kreatif, atau kolaboratif siswa.
  • 13.