Data Informasi, Data Spasial
dan Data Raster
Feri Nugroho, S.ST.,M.IT
www.ferinugroho.my.id
DATA
VEKTOR DAN RASTER ?
Macam macam data dalam SIG
VEKTOR DAN RASTER
PENGANTAR
• Model data raster adalah model data yang menampilkan,
menempatkan, dan menyimpan content data spasial dengan
menggunakan struktur matriks atau susunan pixel yang membentuk
grid.
• Model data raster menyajikan model dunia nyata dalam elemen
matriks atau sel – sel grid yang homogen.
DATA VEKTOR
KARAKTERISTIK RASTER
Resolusi
• Didefinisikan sebagai dimensi linear minimum dari satuan terkecil
geographic space yang dapat direkam.
• Resolusi data raster merujuk pada ukuran atau luas permukaan bumi
yang dapat direpresentasikan oleh setiap piksel.
• Makin tinggi resolusi makin baik kualitas raster.
KARAKTERISTIK RASTER
Orientasi
• Orientasi pada sistem grid dalam raster merepresentasikan arah utara
• Arah utara pada grid dihimpitkan dengan arah utara sebenarnya pada
real world.
• Masalah distorsi dan grid pada cakupan yang luas tidak dapat
dihimpitkan.
KARAKTERISTIK RASTER
Zone
• Setiap zone pada layer raster merupakan sekumpulan lokasi yang
memperlihatkan nilai (ID) yang sama.
• Akan tetapi tidak semua layer raster memiliki area poligon karena
setiap isi sel grid dapat bervariasi pada daerah tertentu, sehingga
memungkinkan memiliki nilai unik.
KARAKTERISTIK RASTER
Domain Nilai Piksel.
• Nilai dalam raster adalah informasi yang disimpan dalam bentuk layer
untuk setiap pikselnya.
• Nilai sebuah piksel pada raster dikuantitasi dalam domain bilangan
bulat dengan panjang 8 bit (1 byte).
• Pengguna dapat membuat data vektor kemudian dikonversi ke
raster(DEM/DTM) sehingga per piksel bisa menjadi 4,6,8,byte).
KARAKTERISTIK RASTER
Koordinat Piksel atau Lokasi Unsur.
• Secara langsung lokasi pada raster dapat diidentifikasi dengan
menggunakan pasangan koordinat lokal yaitu kolom dan baris (x,y).
• Posisi pada raster mudah dipahami/dikenali
PIKSEL RASTER
SAMPLING RASTER
• Nilai representasi piksel dapat dihasilkan dengan cara sampling.
• Cara sampling ada 3 :
• Nilai suatu piksel adalah nilai rata – rata sampling untuk wilayah yang
direpresentasikan.
• Nilai suatu piksel adalah nilai sampling yang berposisi ditengah piksel.
• Nilai suatu piksel adalah nilai sample yang terletak di sudut-sudut gridnya.
LAYER RASTER
• Header
• Berisi jumlah file
• Jumlah band
• Baris, kolom dan tipe data
• Data Raster
• Content layer raster
• Ancillary
• Statistik citra
MODEL DATA VEKTOR
PENGANTAR
• Data vektor dapat menampilkan, menempatkan, dan menyimpan
data spasial dengan menggunakan titik, garis atau kurva/poligon
beserta atributya.
• Sifat dimensi koordinat pada vektor adalah continue (tidak
terkuantisasi seperti raster) sehingga posisi dan panjangnya lebih
presisi.
Klasifikasi Model Data Spasial
DATA SPASIAL
MODEL DATA VEKTOR MODEL DATA RASTER
NON-TOPOLOGI TOPOLOGI
DATA SEDERHANA
(SIMPLE DATA)
DATA TINGKAT TINGGI
(HIGHER-DATA LEVEL)
TIN
(TRIANGULATED
IRREGULAR NETWORK)
REGIONS
DYNAMIC
SEGMENTATION
ENTITAS TITIK
• Meliputi semua objek grafis atau geografis yang dikaitkan dengan
pasangan koordinat (x,y).
• Entitas titik juga memiliki informasi yang terkait dengan keterikatan
dengan data yang lain.
• Entitias titik memuat informasi karakter yang akan ditampilkan :
• Font (style) yang digunakan
• Align text (right, center, left)
• Skala
• Orientasi
ENTITAS GARIS
• Garis adalah semua unsur – unsur linear yang dibangun dengan
menggunakan segmen – segmen garis lurus yang dibentuk oleh dua
titik koordinat atau lebih.
• Entitas garis sederhana terdiri dari dua entitas titik yaitu titik awal dan
titik akhir (dua pasangan koordinat [x,y])
• Representasi gari :
• Putus – putus (dashed)
• Tersambung (solid)
ENTITAS AREA/POLIGON
• Bertujuan untuk mendeskripsikan properties dari suatu area (bentuk,
hubungan, dan hirarki).
• Requirements jaringan poligon :
• Komponen poligon memiliki bentuk, luas dan keliling yang unik
• Menciptakan strutur data(vektor).
• Unsur poligon belum tentu berada pada entitas yang sama.
MODEL SEDERHANA
• Merepresentasikan poligon sebagai sekumpulan
koordinat (x,y).
• Kemudian menambahkan nama/symbol untuk
mendeskripsikan lokasi poligon.
• Kelemahan model ini :
• Segmen garis di perbatasan poligon harus
disampling/didigitasi dan direkam 2 kali.
• Menimbulkan sliver dan gap di sepanjang batas.
• Tidak ada informasi antat neighbour poligon.
• Sulit menggambarkan unsur poligon bertingkat
• Tidak dapat memeriksa dead-end atau aneh.
MODEL SPAGHETTI
• Pada model ini peta ditranslasikan seolah – olah garis demi garis
kedalam list koordinat (x,y)
• Titik dikodekan sebagai pasangan koordinat (x,y) tunggal.
• Garis dikodekan sebagai list/string (chain maupun arc) pasangan
koordinat (x,y).
• Poligon direkam sebagai pasangan koordinat close loop.
MODEL SPAGHETI
MODEL TOPOLOGICAL
MODEL TIN
MODEL NETWORK
MODEL SHAPEFILE (ESRI)
Nilai-M adalah nilai-nilai perutean.
Nilai-Z adalah nilai ketinggian.
• Model data vektor Diwakili oleh simbol-simbol atau dikenal dgn fitur titik
(point), fitur garis (line) dan fitur area / surface (polygon).
Model Data Vektor
1. Titik (point)
 Titik adalah representasi grafis yang paling sederhana untuk
suatu obyek. Representasi ini tidak memiliki dimensi tetapi
dapat diidentifikasi di atas peta dan dapat ditampilkan pada layar
monitor dengan menggunakan simbol-simbol.
 Contoh : Lokasi Fasilitasi Kesehatan, Lokasi Fasilitas
Pendidikan
 Representasi Obyek Titik
ID Nama Lokasi
1 SMU 1 Kec. A
2 SDN B Kec. A
3 SMP 5 Kec. A
4 SDN A Kec. B
5 SMU 2 Kec. B
Data Atribut
2. Garis (line)
 Garis adalah bentuk linier yang akan menghubungkan
paling sedikit dua titik dan digunakan untuk
mempresentasikan obyek-obyek dua dimensi. Obyek atau
entitas yang dapat direpresentasikan dengan garis antara
lain jalan, sungai, jaringan listrik, saluran air.
 Representasi Obyek Garis
Data Atribut
ID Status Jalan Kondisi
1 Jalan Nasional Baik
2 Jalan Provinsi Sedang
3 Jalan Kabupaten Rusak
1 2
3
3. Poligon (polygon)
 Poligon digunakan untuk merepresentasikan obyek-obyek
dua dimensi, misalkan: Pulau, wilayah administrasi, batas
persil tanah adalah entitas yang ada pada umumnya
direpresentasikan sebagai poligon. Satu poligon paling
sedikit dibatasi oleh tiga garis di antara tiga titik yang saling
bertemu membentuk bidang. Poligon mempunyai sifat
spasial luas, keliling terisolasi atau terkoneksi dengan yang
lain, bertakuk (intended), dan overlapping.
1
2
3
4
ID Guna Lahan Luas (Ha)
1 Sawah 20
2 Permukiman 30
3 Kebun 45
4 Danau 40
Data Atribut
• Model data raster mempunyai struktur data yang tersusun dalam bentuk
matriks atau piksel dan membentuk grid. Setiap piksel memiliki nilai
tertentu dan memiliki atribut tersendiri, termasuk nilai koordinat yang unik.
Tingkat keakurasian model ini sangat tergantung pada ukuran piksel atau
biasa disebut dengan resolusi.
• Model data ini biasanya digunakan dalam remote sensing yang berbasiskan
citra satelit maupun airborne (pesawat terbang).
• Struktur Model Data Raster
Model Data Raster
• Karakteristik utama data raster adalah bahwa dalam setiap sel/piksel
mempunyai nilai. Nilai sel/piksel merepresentasikan fenomena atau
gambaran dari suatu kategori.
Poligon yang direpresentasikan
dalam Berbagai Macam Ukuran
Sel/Piksel
Struktur Penyimpanan Model Data Raster
 Raster sebagai peta dasar
Data raster Biasanya digunakan sebagai tampilan latar belakang (background) untuk suatu
layer dari obyek yang lain (vektor).
 Raster sebagai peta model permukaan
Data raster sangat cocok untuk merepresentasikan data permukaan bumi. Data dapat
menyediakan metode yang efektif dalam menyimpan informasi nilai ketinggian yang diukur
dari permukaan bumi.
Gambar a. Raster sebagai peta dasar Gambar b. Raster sebagai peta
model permukaan
Pemanfaatan model data raster (menurut ESRI) :
• Raster sebagai peta tematik
Data raster yang merpresentasikan peta tematik dapat diturunkan dari hasil
analisis data lain. Aplikasi analisis yang sering digunakan adalah dalam
melakukan klasifikasi citra satelit untuk menghasilkan kategori tutupan
lahan (land cover).
Peta tematik juga dapat dihasilkan dari operasi geoprocessing yang
dikombinasikan dari berbagai macam sumber, seperti vektor, raster, dan data
permukaan. Contoh peta kesesuaian lahan.
 Citra Satelit
Data ini menggunakan satelit sebagai wahananya. Satelit tersebut
menggunakan sensor untuk dapat merekam kondisi atau gambaran dari
permukaan bumi. Umumnya diaplikasikan dalam kegiatan yang
berhubungan dengan pemantauan sumber daya alam di permukaan bumi,
studi perubahan lahan dan lingkungan, dan aplikasi lain yang melibatkan
aktifitas manusia di permukaan bumi.
 Peta Analog
Sebenarnya jenis data ini merupakan versi awal dari data spasial,
dimana yang mebedakannya adalah hanya dalam bentuk penyimpanannya
saja. Peta analog merupakan bentuk tradisional dari data spasial, dimana
data ditampilkan dalam bentuk kertas atau film. Oleh karena itu dengan
perkembangan teknologi saat ini peta analog tersebut dapat di scan menjadi
format digital untuk kemudian disimpan dalam basis data.
Sumber Data Spasial
• Foto Udara (Aerial Photographs)
Seperti citra satelit, perbedaannya dengan citra satelit adalah hanya
pada wahana dan cakupan wilayahnya. Menggunakan pesawat udara dan
secara teknis proses pengambilan atau perekaman datanya hampir sama
dengan citra satelit, menggunakan kamera digital, data hasil perekaman
dapat langsung disimpan dalam basis data.
• Data Tabular
Data ini berfungsi sebagai atribut bagi data spasial. Data ini umumnya
berbentuk tabel. Salah satu contoh data ini yang umumnya digunakan adalah
data sensus penduduk, data sosial, data ekonomi, dll.

Part 2 - data informasi, data spasial dan data raster (GIS)

  • 1.
    Data Informasi, DataSpasial dan Data Raster Feri Nugroho, S.ST.,M.IT www.ferinugroho.my.id
  • 2.
  • 3.
    Macam macam datadalam SIG VEKTOR DAN RASTER
  • 4.
    PENGANTAR • Model dataraster adalah model data yang menampilkan, menempatkan, dan menyimpan content data spasial dengan menggunakan struktur matriks atau susunan pixel yang membentuk grid. • Model data raster menyajikan model dunia nyata dalam elemen matriks atau sel – sel grid yang homogen.
  • 5.
  • 6.
    KARAKTERISTIK RASTER Resolusi • Didefinisikansebagai dimensi linear minimum dari satuan terkecil geographic space yang dapat direkam. • Resolusi data raster merujuk pada ukuran atau luas permukaan bumi yang dapat direpresentasikan oleh setiap piksel. • Makin tinggi resolusi makin baik kualitas raster.
  • 7.
    KARAKTERISTIK RASTER Orientasi • Orientasipada sistem grid dalam raster merepresentasikan arah utara • Arah utara pada grid dihimpitkan dengan arah utara sebenarnya pada real world. • Masalah distorsi dan grid pada cakupan yang luas tidak dapat dihimpitkan.
  • 8.
    KARAKTERISTIK RASTER Zone • Setiapzone pada layer raster merupakan sekumpulan lokasi yang memperlihatkan nilai (ID) yang sama. • Akan tetapi tidak semua layer raster memiliki area poligon karena setiap isi sel grid dapat bervariasi pada daerah tertentu, sehingga memungkinkan memiliki nilai unik.
  • 9.
    KARAKTERISTIK RASTER Domain NilaiPiksel. • Nilai dalam raster adalah informasi yang disimpan dalam bentuk layer untuk setiap pikselnya. • Nilai sebuah piksel pada raster dikuantitasi dalam domain bilangan bulat dengan panjang 8 bit (1 byte). • Pengguna dapat membuat data vektor kemudian dikonversi ke raster(DEM/DTM) sehingga per piksel bisa menjadi 4,6,8,byte).
  • 10.
    KARAKTERISTIK RASTER Koordinat Pikselatau Lokasi Unsur. • Secara langsung lokasi pada raster dapat diidentifikasi dengan menggunakan pasangan koordinat lokal yaitu kolom dan baris (x,y). • Posisi pada raster mudah dipahami/dikenali
  • 11.
  • 12.
    SAMPLING RASTER • Nilairepresentasi piksel dapat dihasilkan dengan cara sampling. • Cara sampling ada 3 : • Nilai suatu piksel adalah nilai rata – rata sampling untuk wilayah yang direpresentasikan. • Nilai suatu piksel adalah nilai sampling yang berposisi ditengah piksel. • Nilai suatu piksel adalah nilai sample yang terletak di sudut-sudut gridnya.
  • 13.
    LAYER RASTER • Header •Berisi jumlah file • Jumlah band • Baris, kolom dan tipe data • Data Raster • Content layer raster • Ancillary • Statistik citra
  • 14.
  • 15.
    PENGANTAR • Data vektordapat menampilkan, menempatkan, dan menyimpan data spasial dengan menggunakan titik, garis atau kurva/poligon beserta atributya. • Sifat dimensi koordinat pada vektor adalah continue (tidak terkuantisasi seperti raster) sehingga posisi dan panjangnya lebih presisi.
  • 16.
    Klasifikasi Model DataSpasial DATA SPASIAL MODEL DATA VEKTOR MODEL DATA RASTER NON-TOPOLOGI TOPOLOGI DATA SEDERHANA (SIMPLE DATA) DATA TINGKAT TINGGI (HIGHER-DATA LEVEL) TIN (TRIANGULATED IRREGULAR NETWORK) REGIONS DYNAMIC SEGMENTATION
  • 17.
    ENTITAS TITIK • Meliputisemua objek grafis atau geografis yang dikaitkan dengan pasangan koordinat (x,y). • Entitas titik juga memiliki informasi yang terkait dengan keterikatan dengan data yang lain. • Entitias titik memuat informasi karakter yang akan ditampilkan : • Font (style) yang digunakan • Align text (right, center, left) • Skala • Orientasi
  • 18.
    ENTITAS GARIS • Garisadalah semua unsur – unsur linear yang dibangun dengan menggunakan segmen – segmen garis lurus yang dibentuk oleh dua titik koordinat atau lebih. • Entitas garis sederhana terdiri dari dua entitas titik yaitu titik awal dan titik akhir (dua pasangan koordinat [x,y]) • Representasi gari : • Putus – putus (dashed) • Tersambung (solid)
  • 19.
    ENTITAS AREA/POLIGON • Bertujuanuntuk mendeskripsikan properties dari suatu area (bentuk, hubungan, dan hirarki). • Requirements jaringan poligon : • Komponen poligon memiliki bentuk, luas dan keliling yang unik • Menciptakan strutur data(vektor). • Unsur poligon belum tentu berada pada entitas yang sama.
  • 20.
    MODEL SEDERHANA • Merepresentasikanpoligon sebagai sekumpulan koordinat (x,y). • Kemudian menambahkan nama/symbol untuk mendeskripsikan lokasi poligon. • Kelemahan model ini : • Segmen garis di perbatasan poligon harus disampling/didigitasi dan direkam 2 kali. • Menimbulkan sliver dan gap di sepanjang batas. • Tidak ada informasi antat neighbour poligon. • Sulit menggambarkan unsur poligon bertingkat • Tidak dapat memeriksa dead-end atau aneh.
  • 21.
    MODEL SPAGHETTI • Padamodel ini peta ditranslasikan seolah – olah garis demi garis kedalam list koordinat (x,y) • Titik dikodekan sebagai pasangan koordinat (x,y) tunggal. • Garis dikodekan sebagai list/string (chain maupun arc) pasangan koordinat (x,y). • Poligon direkam sebagai pasangan koordinat close loop.
  • 22.
  • 23.
  • 24.
  • 25.
  • 26.
    MODEL SHAPEFILE (ESRI) Nilai-Madalah nilai-nilai perutean. Nilai-Z adalah nilai ketinggian.
  • 27.
    • Model datavektor Diwakili oleh simbol-simbol atau dikenal dgn fitur titik (point), fitur garis (line) dan fitur area / surface (polygon). Model Data Vektor
  • 28.
    1. Titik (point) Titik adalah representasi grafis yang paling sederhana untuk suatu obyek. Representasi ini tidak memiliki dimensi tetapi dapat diidentifikasi di atas peta dan dapat ditampilkan pada layar monitor dengan menggunakan simbol-simbol.  Contoh : Lokasi Fasilitasi Kesehatan, Lokasi Fasilitas Pendidikan  Representasi Obyek Titik ID Nama Lokasi 1 SMU 1 Kec. A 2 SDN B Kec. A 3 SMP 5 Kec. A 4 SDN A Kec. B 5 SMU 2 Kec. B Data Atribut
  • 29.
    2. Garis (line) Garis adalah bentuk linier yang akan menghubungkan paling sedikit dua titik dan digunakan untuk mempresentasikan obyek-obyek dua dimensi. Obyek atau entitas yang dapat direpresentasikan dengan garis antara lain jalan, sungai, jaringan listrik, saluran air.  Representasi Obyek Garis Data Atribut ID Status Jalan Kondisi 1 Jalan Nasional Baik 2 Jalan Provinsi Sedang 3 Jalan Kabupaten Rusak 1 2 3
  • 30.
    3. Poligon (polygon) Poligon digunakan untuk merepresentasikan obyek-obyek dua dimensi, misalkan: Pulau, wilayah administrasi, batas persil tanah adalah entitas yang ada pada umumnya direpresentasikan sebagai poligon. Satu poligon paling sedikit dibatasi oleh tiga garis di antara tiga titik yang saling bertemu membentuk bidang. Poligon mempunyai sifat spasial luas, keliling terisolasi atau terkoneksi dengan yang lain, bertakuk (intended), dan overlapping. 1 2 3 4 ID Guna Lahan Luas (Ha) 1 Sawah 20 2 Permukiman 30 3 Kebun 45 4 Danau 40 Data Atribut
  • 31.
    • Model dataraster mempunyai struktur data yang tersusun dalam bentuk matriks atau piksel dan membentuk grid. Setiap piksel memiliki nilai tertentu dan memiliki atribut tersendiri, termasuk nilai koordinat yang unik. Tingkat keakurasian model ini sangat tergantung pada ukuran piksel atau biasa disebut dengan resolusi. • Model data ini biasanya digunakan dalam remote sensing yang berbasiskan citra satelit maupun airborne (pesawat terbang). • Struktur Model Data Raster Model Data Raster
  • 32.
    • Karakteristik utamadata raster adalah bahwa dalam setiap sel/piksel mempunyai nilai. Nilai sel/piksel merepresentasikan fenomena atau gambaran dari suatu kategori. Poligon yang direpresentasikan dalam Berbagai Macam Ukuran Sel/Piksel Struktur Penyimpanan Model Data Raster
  • 33.
     Raster sebagaipeta dasar Data raster Biasanya digunakan sebagai tampilan latar belakang (background) untuk suatu layer dari obyek yang lain (vektor).  Raster sebagai peta model permukaan Data raster sangat cocok untuk merepresentasikan data permukaan bumi. Data dapat menyediakan metode yang efektif dalam menyimpan informasi nilai ketinggian yang diukur dari permukaan bumi. Gambar a. Raster sebagai peta dasar Gambar b. Raster sebagai peta model permukaan Pemanfaatan model data raster (menurut ESRI) :
  • 34.
    • Raster sebagaipeta tematik Data raster yang merpresentasikan peta tematik dapat diturunkan dari hasil analisis data lain. Aplikasi analisis yang sering digunakan adalah dalam melakukan klasifikasi citra satelit untuk menghasilkan kategori tutupan lahan (land cover). Peta tematik juga dapat dihasilkan dari operasi geoprocessing yang dikombinasikan dari berbagai macam sumber, seperti vektor, raster, dan data permukaan. Contoh peta kesesuaian lahan.
  • 35.
     Citra Satelit Dataini menggunakan satelit sebagai wahananya. Satelit tersebut menggunakan sensor untuk dapat merekam kondisi atau gambaran dari permukaan bumi. Umumnya diaplikasikan dalam kegiatan yang berhubungan dengan pemantauan sumber daya alam di permukaan bumi, studi perubahan lahan dan lingkungan, dan aplikasi lain yang melibatkan aktifitas manusia di permukaan bumi.  Peta Analog Sebenarnya jenis data ini merupakan versi awal dari data spasial, dimana yang mebedakannya adalah hanya dalam bentuk penyimpanannya saja. Peta analog merupakan bentuk tradisional dari data spasial, dimana data ditampilkan dalam bentuk kertas atau film. Oleh karena itu dengan perkembangan teknologi saat ini peta analog tersebut dapat di scan menjadi format digital untuk kemudian disimpan dalam basis data. Sumber Data Spasial
  • 36.
    • Foto Udara(Aerial Photographs) Seperti citra satelit, perbedaannya dengan citra satelit adalah hanya pada wahana dan cakupan wilayahnya. Menggunakan pesawat udara dan secara teknis proses pengambilan atau perekaman datanya hampir sama dengan citra satelit, menggunakan kamera digital, data hasil perekaman dapat langsung disimpan dalam basis data. • Data Tabular Data ini berfungsi sebagai atribut bagi data spasial. Data ini umumnya berbentuk tabel. Salah satu contoh data ini yang umumnya digunakan adalah data sensus penduduk, data sosial, data ekonomi, dll.