MSDS K2Cr2O7 99-100%

1. Identifikasi Bahan

Sinonim                 : Potassium Bichromate; Dipotassium Dichromate; Dichromic Acid;
Dipotassium Salt

Massa molar            : 294.19 g/mol

No. CAS                 : 7778-50-9

Grade                   : ACS,ISO

Rumus kimia            : Cr2K2O7

Formulasi kimia : K2Cr2O7

Kode HS                 : 2841 50 00

Nomor EC                : 231-906-6

Nomor indeks EC : 024-002-00-6

Nomor CAS              : 7778-50-9

2. Identifikasi Bahaya

        Klasifikasi GHS


Toksisitas akut oral                                   Kategori 3
Toksisitas akut kulit                                  Kategori 4
Toksisitas akut terhirup                               Kategori 2
Korosi kulit/Iritasi                                   Kategori 1B
Sensitisasi alat pernapasan                            Kategori 1
Sensitisasi kulit                                      Kategori 1
Mutagenesis sel germinal                            Kategori 1B
Karsinogenisitas                                    Kategori 1B
Keracunan reproduktif                               Kategori 1B
Toksisitas sistemik organ target khusus (paparan
                                                    Kategori 1
berulang)
Toksisitas sistemik organ target khusus (paparan
                                                    Kategori 3
tunggal)
Keracunan akut pada makhluk air                     Kategori 1
Keracunan kronis pada makhluk air                   Kategori 1
Zat pengoksidasi                                    Kategor


3. Komposisi Bahan

Rumus                 K2Cr2O7     / Cr2K2O7

No CAS              7778-50-9

No EC                 231-906-6

Massa Molar           294,19 g/mol

4. Tindakan Pertolongan Pertama pada Kecelakaan (P3K)

        Secara umum

Pemberi pertolongan pertama harus melindungi dirinya.

        Setelah menghirup

   1. Hirup udara segar
   2. Jika napas terhenti, langsung berikan napas buatan secara mekanik
   3. Jika diperlukan berikan masker oksigen
   4. Segera menghubungi dokter
Setelah kontak pada kulit

    1. Mencuci dengan air yang banyak
    2. Melepaskan pakaian yang terkontaminasi
    3. Segera menghubungi dokter

        Setelah kontak pada mata

    1. Membilas dengan air yang banyak
    2. Segera menghubungi dokter mata

        Jika tertelan

    1. Memberi air minum (maksimal 2 gelas)
    2. Segera mencari anjuran pengobatan
    3. Hanya dalam kasus khusus, jika pertolongan tidak tersedia dalam satu jam, merangsang
        untuk muntah (jika korban tak sadarkan diri)
    4. Menelan karbon aktif
    5. Konsultasi dengan dokter

        Perawatan (catatan untuk dokter)

Bersihkan luka dengan hati-hati dan tutup dengan bahan pembalut yang steril.

5. Tindakan Penanggulangan Kebakaran

        Media pemadam yang sesuai

Gunakan tindakan pemadaman kebakaran yang sesuai untuk situasi lokal dan lingkungan
keliling.

        Bahaya spesifikasi selama memadamkan kebakaran

Tidak mudah terbakar. Memiliki efek penyulut api akibat pelepasan oksigen.
Alat perlindungan khusus bagi petugas pemadam kebakaran

Jangan berada di zona berbahaya tanpa peralatan pelindung pernapasan. Untuk menghindari
kontak dengan kulit, jaga jarak aman dan gunakan pakaian pelindung yang sesuai.

       Informasi lebih lanjut

Cegah air pemadam kebakaran mengkontaminasi air permukaan dan air tanah.

6. Tindakan Terhadap Tumpahan dan Kebocoran

       Tindakan pencegahan pribadi

Hindari penghirupan debu dalam semua keadaan. Hindari mkontak dengan bahan. Pastikan
ventilasi memadai.

       Tindakan pencegahan untuk melindungi lingkungan

Jangan membuang ke dalam saluran pembuangan

       Metode untuk pembersihan

Ambil dengan hati-hati. Teruskan ke pembuangan. Bersihkan area yang terkena. Hindari
pembentukan debu.

7. Penyimpanan dan Penanganan Bahan

       Penanganan

Bekerja di ruang asam. Jangan menghirup bahan. Taati label tindakan pencegahan.

       Penyimpanan

Tertutup sangat rapat. Kering. Jauhakan dari bahan yang mudah menyala dan sumber nyala serta
panas. Simpan dalam tempat terkunci atau di tempat yang hanya bisa dimasuki oleh orang-orang
yang mempunyai kualifikasi atau wewenang.
8. Pengendalian Pemaparan dan Perlindungan Diri

       Alat pelindumg diri

Pakaian pelindung harus dipilih secara spesifik untuk tempat bekerja, tergantung konsentrasi dan
jumlah bahan berbahaya yang ditangani. Daya tahan pakaian pelindung kimia harus dipastikan
dari masing-masing suplier.

       Perlindungan pernapasan

Diperlukan ketika debu dihasilkan. Jenis filter yang direkomendasikan: Filter P 3 untuk partikel
padat dan cair, bahan toksik dan sangat toksik.

       Pelindung tangan

Kontak Penuh :

-      Bahan sarung tangan      :   Karet nitril

-      Tebal sarung tangan      :   0,11 mm

-      Waktu terobosan          :   >480 min

Kontak percikan :

-      Bahan sarung tangan      :   Karet nitril

-      Tebal sarung tangan      :   0,11 mm

-      Waktu terobosan          :   >480 min

Sarung tangan pelindung yang digunakan harus mengikuti spesifikasi pada EC.

       Pelindung mata

Kacamata atau goggles pelindung yang pas dan ketat.
Langkah-langkah perlindungan

Pakaian pelindung

        Tindakan higienis

Segera ganti pakaian yang terkontaminasi. Kundanag krimpelindung kulit. Cuci tangan dan
muka setelah bekerja dengan bahan tersebut. Bekerja di ruang asam. Jangan menghirup bahan.

9. Sifat-sifat Fisika dan Kimia

Wujud                       padat

Warna                       jingga

Bau                         tidak berbau

pH                          3,6 (pada 100g/L)

Titik lebur                 398 oC

Titik didih                 > 500oC (pada 1.013 hPa)

Sifat oksidator             pengoksidasi

Densitas                    2,69 g/cm3 (pada 20 0C)

Densitas curah              1,25 g/cm3

Kelarutan dalam air         130 g/L (pada 20 0C)

10. Reaktifitas dan Stabilitas

        Kondisi yang harus dihindari

Pemanasan kuat.
Bahan yang harus dihindari

   1. Beresiko meledak dengan: besi, magnesium, hydrazine dan turunannya, hydroxylamine,
       senyawa organik yang mudah menyala.
   2. Reaksi eksotermik dengan: boron, anhydrides, reduktor, phosphides
   3. Resiko ledakan dan/atau terbentuk gas toksik terdapat pada bahan berikut: senyawa
       organik yang mudah menyala, gliserol, sulfida, aseton,

11. Informasi Toksikologi

       Toksisitas oral akut

LD50 tikus

Dosis : 25 mg/kg

Tanda-tanda : penyerapan, bila termakan, luka bakar hebat di mulut dan kerongkongan,
berlubangnya esophagus dan perut.

       Toksisitas inhalasi akut

LC50 tikus

Dosis : 0,094 mg/L, 4 jam

Tanda-tanda : iritasi mukosa, batuk, napas tersengal, penyerapan, kerusakan yang mungkin yaitu
kerusakan saluran pernapasan.

       Toksisitas kulit akut

LD50 tikus

Dosis : 1.170 mg/kg

Tanda-tanda : penyerapan
Iritasi kulit

Mengakibatkan luka bakar yang parah

       Iritasi mata

Menyebabkan kerusakan mata berat. Resiko kebutaan.

       Sensitisasi

Dapat menyebabkan reaksi alergi pada kulit.

Dapat menyebabkan gejala alergi atau asma atau sulit bernapas bila terhirup.

       Toksisitas sistemik organ target khusus (paparan berulang)

Menyebabkan kerusakan organ-organ melalui pemaparan yang lama atau berulang-ulang.

       Efek CMR

Karsinognisitas                 : dapat menyebabkan kanker.

Sifat mutagenik                 : dapat menyebabkan kerusakan genetis.

Teratogenisitas                 : dapat membahayakan janin.

Toksisitas bagi reproduksi      : dapat merusak kesuburan.

       Informasi lebih lanjut

Chromium (IV) sangat toksik. Bahan terserap melalui paru-paru, sama halnya dengan
penyerapan melalui saluran pencernaan. Menjadi oksidator kuat, kromat/bikromat dapat
menyebabkan terbakar dan borok pada kulit dan membran mukosa serta mengiritasi saluran
pernapasan atas.luka borok memiliki kecenderungan yang buruk untuk sembuh karena terjadi
penetrasi bahan ke dalam luka. Pada beberapa orang, bahan dengan cepat menyebabkan
peningkatan kepekaan dan reaksi alergi pada saluran pernapasan (resiko pneumonia) dan
kerusakan pada membran mukosa (dalam keadaan perforasi dan septum). Setelah tertelan, gejala
parah pada saluran pencernaan seperti, diare berdarah, muntah, kolaps sirkulasi, tidak sadarkan
diri, pembentukan methaemoglobi. Senyawa chromium (VI) yang terhirup dengan nyata
memperlihatkan efek karsinogenik pada binatang percobaan. Dosis letal (manusia) : 0.5 g.

12. Informasi Ekologi

       Derajat Racun Bagi Lingkungan (Ekotoksisitas)

   1. Keracunan untuk ikan

LC50

Spesies : Pimephales promelas

Dosis : 26,13 mg/L

Waktu pemaparan : 96 jam

   1. Derajat racun bagi daphnia dan binatang tak bertulang belakang lainnya yang hidup
       dalam air

EC50

Spesies : Daphnia magna

Dosis : 0,77 mg/L

Waktu pemaparan : 48 jam

   1. c.      Keracunan pada ganggang

IC50

Spesies : Chlorella vulgaris
Dosis : 0,16-0,59 mg/L

Waktu pemaparan : 96 jam

   1. Keracunan untuk bakteria

MICROTOX-TEST EC50

Spesies : Photobacterium phosphoreum

Dosis : 58 mg/L

Waktu pemaparan: 30 menit.

       Tingkat Penguraian

   1. a.    Daya hancur secara biologis

Metode menentukan tingkat penguraian hayati tidak berlaku untuk bahan organik.

   1. b.    Informasi ekologis tambahan

Jangan biarkan memasuki perairan air limbah atau tanah.

13. Pembuangan Limbah

       Produk

Bahan kimia harus diatur sesuai dengan peraturan nasional masing-masing.

       Pengemasan

Kemasan produk Merck harus dibuang sesuai peraturan spesifik negara atau harus melewati
sistem pengembalian kemasan (Packaging Return System).

14. Informasi Pengangkutan
ADR/RID

UN 3086 TOXIC SOLID, OXIDIZING, N.O.S. (POTASSIUM DICHROMATE), 6.1 (5.1) II

        IATA                             Tidak diijinkan untuk transport

UN 3086 TOXIC SOLID, OXIDIZING, N.O.S.

        IMDG

UN 3086 TOXIC SOLID, OXIDIZING, N.O.S. (POTASSIUM DICHROMATE), 6.1 (5.1) II

Peraturan pengangkutan (transportasi)dirujuk berdasarkan peraturan internasional dan dalam
aturan yang berlaku di Jerman. Penyimpanan yang mungkin terjadi di negara lain tidak
dipertimbangkan.

15. Peraturan Perundang-Undangan

   1.
           1. Pelabelan GHS

        Piktogram bahaya




        Beracun              Oksidator             Korosif




                    Mencemari                                              Pernyataan
                                          Berbahaya untuk
                                                                    Berbahaya (Hazard)
                                          pernapasan
                    Lingkungan
                                                                    H317       : dapat
menyebabkan reaksi alergi pada kulit.
H330        : fatal jika terhirup.

H314        : menyebabkan luka bakar pada kulit dan kerusakan mata yang serius.

H410        : sangat beracun bagi makhluk air dengan dampak jangka panjang.

H334        : dapat menyebabkan gejala alergi atau asma atau sulit bernapas bila terhirup.

H340        : dapat menyebabkan kerusakan genetis.

H350        : dapat menyebabkan kanker.

H335        : dapat menyebabkan iritasi alat pernapasan.

H372        : menyebabkan kerusakan organ-organ melalui paparan yang lama atau berulang-
ulang

H360FD      : dapat merusak kesuburan. Dapat membahayakan janin.

H301        : beracun jika tertelan.

H312        : bahaya jika terkena kulit.

H272        : dapat memperhebat api, pengoksidasi.

        Pernyataan hati-hati

P201                            : peroleh terlebih dahulu instruksi khusus sebelum menggunakan

P280                            : gunakan sarung tangan pelindung

P301 + P330 + P331              : jika tertelan, berkumurlah. Jangan memancing muntah.

P305 + P351 + P338              : jika terkena mata, bilas secara hati-hati dengan air selama
beberapa menit. Lepas lensa kontak, jika digunakan dan mudah melakukannya. Lanjutkan
membilas.
P304 + P341                    : jika terhirup, jika sulit bernapas, pindahkan korban ke udara segar
dan baringkan dengan posisi yang nyaman untuk bernapas.

P308 + P313                    : jika terpapar, atau dikhawatirkan cari pertolongan medis.

     1. Pelabelan Direktif EEC

         Frasa R (Risk Phrases)

R45          dapat menyebabkan kanker

R46          dapat menyebabkan kerusakan gen yang diturunkan

R60          dapat merusak kesuburan

R61          dapat membahayakan bayi belum lahir

R8            dapat menimbulkan kebakaran jika terkena bahan yang mudah terbakar

R21          berbahaya jika terkena kulit

R25          beracun jika tertelan

R26          beracun jika terhirup

R34          mengakibatkan luka bakar

R42/43       menyebabkan sensitisasi jika terhirup dan jika terkena kulit

R48/23       beracun; bahaya gangguan serius terhadap kesehatan jika eksposur berlangsung lama
dengan menghirup

R50/53       sangat beracun untuk organisme air, dapat menyebabkan efek merugikan dalam
jangka panjang di lingkungan air

         Frasa S (Safety Phrases)
S53        hindari pemaparan, dapatkan petunjuk khusus sebelum menggunakan

S45        jika terjadi kecelakaan atau jika merasa tidak enak badan, segera dapatkan bantuan
medis (tunjukkan label jika mungkin)

S60        bahan ini dan/atau wadah harus dibuang sebagai limbah berbahaya

S61        hindari pelepasan atau tumpah ke lingkungan. Rujuklah petunjuk khusus atau lembar
data keselamatan.

Simbol     T+               sangat beracun

N                      berbahaya untuk lingkungan

O               oksidator

Msds k2 cr2o7 99

  • 1.
    MSDS K2Cr2O7 99-100% 1.Identifikasi Bahan Sinonim : Potassium Bichromate; Dipotassium Dichromate; Dichromic Acid; Dipotassium Salt Massa molar : 294.19 g/mol No. CAS : 7778-50-9 Grade : ACS,ISO Rumus kimia : Cr2K2O7 Formulasi kimia : K2Cr2O7 Kode HS : 2841 50 00 Nomor EC : 231-906-6 Nomor indeks EC : 024-002-00-6 Nomor CAS : 7778-50-9 2. Identifikasi Bahaya Klasifikasi GHS Toksisitas akut oral Kategori 3 Toksisitas akut kulit Kategori 4 Toksisitas akut terhirup Kategori 2 Korosi kulit/Iritasi Kategori 1B Sensitisasi alat pernapasan Kategori 1 Sensitisasi kulit Kategori 1
  • 2.
    Mutagenesis sel germinal Kategori 1B Karsinogenisitas Kategori 1B Keracunan reproduktif Kategori 1B Toksisitas sistemik organ target khusus (paparan Kategori 1 berulang) Toksisitas sistemik organ target khusus (paparan Kategori 3 tunggal) Keracunan akut pada makhluk air Kategori 1 Keracunan kronis pada makhluk air Kategori 1 Zat pengoksidasi Kategor 3. Komposisi Bahan Rumus K2Cr2O7 / Cr2K2O7 No CAS 7778-50-9 No EC 231-906-6 Massa Molar 294,19 g/mol 4. Tindakan Pertolongan Pertama pada Kecelakaan (P3K) Secara umum Pemberi pertolongan pertama harus melindungi dirinya. Setelah menghirup 1. Hirup udara segar 2. Jika napas terhenti, langsung berikan napas buatan secara mekanik 3. Jika diperlukan berikan masker oksigen 4. Segera menghubungi dokter
  • 3.
    Setelah kontak padakulit 1. Mencuci dengan air yang banyak 2. Melepaskan pakaian yang terkontaminasi 3. Segera menghubungi dokter Setelah kontak pada mata 1. Membilas dengan air yang banyak 2. Segera menghubungi dokter mata Jika tertelan 1. Memberi air minum (maksimal 2 gelas) 2. Segera mencari anjuran pengobatan 3. Hanya dalam kasus khusus, jika pertolongan tidak tersedia dalam satu jam, merangsang untuk muntah (jika korban tak sadarkan diri) 4. Menelan karbon aktif 5. Konsultasi dengan dokter Perawatan (catatan untuk dokter) Bersihkan luka dengan hati-hati dan tutup dengan bahan pembalut yang steril. 5. Tindakan Penanggulangan Kebakaran Media pemadam yang sesuai Gunakan tindakan pemadaman kebakaran yang sesuai untuk situasi lokal dan lingkungan keliling. Bahaya spesifikasi selama memadamkan kebakaran Tidak mudah terbakar. Memiliki efek penyulut api akibat pelepasan oksigen.
  • 4.
    Alat perlindungan khususbagi petugas pemadam kebakaran Jangan berada di zona berbahaya tanpa peralatan pelindung pernapasan. Untuk menghindari kontak dengan kulit, jaga jarak aman dan gunakan pakaian pelindung yang sesuai. Informasi lebih lanjut Cegah air pemadam kebakaran mengkontaminasi air permukaan dan air tanah. 6. Tindakan Terhadap Tumpahan dan Kebocoran Tindakan pencegahan pribadi Hindari penghirupan debu dalam semua keadaan. Hindari mkontak dengan bahan. Pastikan ventilasi memadai. Tindakan pencegahan untuk melindungi lingkungan Jangan membuang ke dalam saluran pembuangan Metode untuk pembersihan Ambil dengan hati-hati. Teruskan ke pembuangan. Bersihkan area yang terkena. Hindari pembentukan debu. 7. Penyimpanan dan Penanganan Bahan Penanganan Bekerja di ruang asam. Jangan menghirup bahan. Taati label tindakan pencegahan. Penyimpanan Tertutup sangat rapat. Kering. Jauhakan dari bahan yang mudah menyala dan sumber nyala serta panas. Simpan dalam tempat terkunci atau di tempat yang hanya bisa dimasuki oleh orang-orang yang mempunyai kualifikasi atau wewenang.
  • 5.
    8. Pengendalian Pemaparandan Perlindungan Diri Alat pelindumg diri Pakaian pelindung harus dipilih secara spesifik untuk tempat bekerja, tergantung konsentrasi dan jumlah bahan berbahaya yang ditangani. Daya tahan pakaian pelindung kimia harus dipastikan dari masing-masing suplier. Perlindungan pernapasan Diperlukan ketika debu dihasilkan. Jenis filter yang direkomendasikan: Filter P 3 untuk partikel padat dan cair, bahan toksik dan sangat toksik. Pelindung tangan Kontak Penuh : - Bahan sarung tangan : Karet nitril - Tebal sarung tangan : 0,11 mm - Waktu terobosan : >480 min Kontak percikan : - Bahan sarung tangan : Karet nitril - Tebal sarung tangan : 0,11 mm - Waktu terobosan : >480 min Sarung tangan pelindung yang digunakan harus mengikuti spesifikasi pada EC. Pelindung mata Kacamata atau goggles pelindung yang pas dan ketat.
  • 6.
    Langkah-langkah perlindungan Pakaian pelindung Tindakan higienis Segera ganti pakaian yang terkontaminasi. Kundanag krimpelindung kulit. Cuci tangan dan muka setelah bekerja dengan bahan tersebut. Bekerja di ruang asam. Jangan menghirup bahan. 9. Sifat-sifat Fisika dan Kimia Wujud padat Warna jingga Bau tidak berbau pH 3,6 (pada 100g/L) Titik lebur 398 oC Titik didih > 500oC (pada 1.013 hPa) Sifat oksidator pengoksidasi Densitas 2,69 g/cm3 (pada 20 0C) Densitas curah 1,25 g/cm3 Kelarutan dalam air 130 g/L (pada 20 0C) 10. Reaktifitas dan Stabilitas Kondisi yang harus dihindari Pemanasan kuat.
  • 7.
    Bahan yang harusdihindari 1. Beresiko meledak dengan: besi, magnesium, hydrazine dan turunannya, hydroxylamine, senyawa organik yang mudah menyala. 2. Reaksi eksotermik dengan: boron, anhydrides, reduktor, phosphides 3. Resiko ledakan dan/atau terbentuk gas toksik terdapat pada bahan berikut: senyawa organik yang mudah menyala, gliserol, sulfida, aseton, 11. Informasi Toksikologi Toksisitas oral akut LD50 tikus Dosis : 25 mg/kg Tanda-tanda : penyerapan, bila termakan, luka bakar hebat di mulut dan kerongkongan, berlubangnya esophagus dan perut. Toksisitas inhalasi akut LC50 tikus Dosis : 0,094 mg/L, 4 jam Tanda-tanda : iritasi mukosa, batuk, napas tersengal, penyerapan, kerusakan yang mungkin yaitu kerusakan saluran pernapasan. Toksisitas kulit akut LD50 tikus Dosis : 1.170 mg/kg Tanda-tanda : penyerapan
  • 8.
    Iritasi kulit Mengakibatkan lukabakar yang parah Iritasi mata Menyebabkan kerusakan mata berat. Resiko kebutaan. Sensitisasi Dapat menyebabkan reaksi alergi pada kulit. Dapat menyebabkan gejala alergi atau asma atau sulit bernapas bila terhirup. Toksisitas sistemik organ target khusus (paparan berulang) Menyebabkan kerusakan organ-organ melalui pemaparan yang lama atau berulang-ulang. Efek CMR Karsinognisitas : dapat menyebabkan kanker. Sifat mutagenik : dapat menyebabkan kerusakan genetis. Teratogenisitas : dapat membahayakan janin. Toksisitas bagi reproduksi : dapat merusak kesuburan. Informasi lebih lanjut Chromium (IV) sangat toksik. Bahan terserap melalui paru-paru, sama halnya dengan penyerapan melalui saluran pencernaan. Menjadi oksidator kuat, kromat/bikromat dapat menyebabkan terbakar dan borok pada kulit dan membran mukosa serta mengiritasi saluran pernapasan atas.luka borok memiliki kecenderungan yang buruk untuk sembuh karena terjadi penetrasi bahan ke dalam luka. Pada beberapa orang, bahan dengan cepat menyebabkan peningkatan kepekaan dan reaksi alergi pada saluran pernapasan (resiko pneumonia) dan
  • 9.
    kerusakan pada membranmukosa (dalam keadaan perforasi dan septum). Setelah tertelan, gejala parah pada saluran pencernaan seperti, diare berdarah, muntah, kolaps sirkulasi, tidak sadarkan diri, pembentukan methaemoglobi. Senyawa chromium (VI) yang terhirup dengan nyata memperlihatkan efek karsinogenik pada binatang percobaan. Dosis letal (manusia) : 0.5 g. 12. Informasi Ekologi Derajat Racun Bagi Lingkungan (Ekotoksisitas) 1. Keracunan untuk ikan LC50 Spesies : Pimephales promelas Dosis : 26,13 mg/L Waktu pemaparan : 96 jam 1. Derajat racun bagi daphnia dan binatang tak bertulang belakang lainnya yang hidup dalam air EC50 Spesies : Daphnia magna Dosis : 0,77 mg/L Waktu pemaparan : 48 jam 1. c. Keracunan pada ganggang IC50 Spesies : Chlorella vulgaris
  • 10.
    Dosis : 0,16-0,59mg/L Waktu pemaparan : 96 jam 1. Keracunan untuk bakteria MICROTOX-TEST EC50 Spesies : Photobacterium phosphoreum Dosis : 58 mg/L Waktu pemaparan: 30 menit. Tingkat Penguraian 1. a. Daya hancur secara biologis Metode menentukan tingkat penguraian hayati tidak berlaku untuk bahan organik. 1. b. Informasi ekologis tambahan Jangan biarkan memasuki perairan air limbah atau tanah. 13. Pembuangan Limbah Produk Bahan kimia harus diatur sesuai dengan peraturan nasional masing-masing. Pengemasan Kemasan produk Merck harus dibuang sesuai peraturan spesifik negara atau harus melewati sistem pengembalian kemasan (Packaging Return System). 14. Informasi Pengangkutan
  • 11.
    ADR/RID UN 3086 TOXICSOLID, OXIDIZING, N.O.S. (POTASSIUM DICHROMATE), 6.1 (5.1) II IATA Tidak diijinkan untuk transport UN 3086 TOXIC SOLID, OXIDIZING, N.O.S. IMDG UN 3086 TOXIC SOLID, OXIDIZING, N.O.S. (POTASSIUM DICHROMATE), 6.1 (5.1) II Peraturan pengangkutan (transportasi)dirujuk berdasarkan peraturan internasional dan dalam aturan yang berlaku di Jerman. Penyimpanan yang mungkin terjadi di negara lain tidak dipertimbangkan. 15. Peraturan Perundang-Undangan 1. 1. Pelabelan GHS Piktogram bahaya Beracun Oksidator Korosif Mencemari Pernyataan Berbahaya untuk Berbahaya (Hazard) pernapasan Lingkungan H317 : dapat menyebabkan reaksi alergi pada kulit.
  • 12.
    H330 : fatal jika terhirup. H314 : menyebabkan luka bakar pada kulit dan kerusakan mata yang serius. H410 : sangat beracun bagi makhluk air dengan dampak jangka panjang. H334 : dapat menyebabkan gejala alergi atau asma atau sulit bernapas bila terhirup. H340 : dapat menyebabkan kerusakan genetis. H350 : dapat menyebabkan kanker. H335 : dapat menyebabkan iritasi alat pernapasan. H372 : menyebabkan kerusakan organ-organ melalui paparan yang lama atau berulang- ulang H360FD : dapat merusak kesuburan. Dapat membahayakan janin. H301 : beracun jika tertelan. H312 : bahaya jika terkena kulit. H272 : dapat memperhebat api, pengoksidasi. Pernyataan hati-hati P201 : peroleh terlebih dahulu instruksi khusus sebelum menggunakan P280 : gunakan sarung tangan pelindung P301 + P330 + P331 : jika tertelan, berkumurlah. Jangan memancing muntah. P305 + P351 + P338 : jika terkena mata, bilas secara hati-hati dengan air selama beberapa menit. Lepas lensa kontak, jika digunakan dan mudah melakukannya. Lanjutkan membilas.
  • 13.
    P304 + P341 : jika terhirup, jika sulit bernapas, pindahkan korban ke udara segar dan baringkan dengan posisi yang nyaman untuk bernapas. P308 + P313 : jika terpapar, atau dikhawatirkan cari pertolongan medis. 1. Pelabelan Direktif EEC Frasa R (Risk Phrases) R45 dapat menyebabkan kanker R46 dapat menyebabkan kerusakan gen yang diturunkan R60 dapat merusak kesuburan R61 dapat membahayakan bayi belum lahir R8 dapat menimbulkan kebakaran jika terkena bahan yang mudah terbakar R21 berbahaya jika terkena kulit R25 beracun jika tertelan R26 beracun jika terhirup R34 mengakibatkan luka bakar R42/43 menyebabkan sensitisasi jika terhirup dan jika terkena kulit R48/23 beracun; bahaya gangguan serius terhadap kesehatan jika eksposur berlangsung lama dengan menghirup R50/53 sangat beracun untuk organisme air, dapat menyebabkan efek merugikan dalam jangka panjang di lingkungan air Frasa S (Safety Phrases)
  • 14.
    S53 hindari pemaparan, dapatkan petunjuk khusus sebelum menggunakan S45 jika terjadi kecelakaan atau jika merasa tidak enak badan, segera dapatkan bantuan medis (tunjukkan label jika mungkin) S60 bahan ini dan/atau wadah harus dibuang sebagai limbah berbahaya S61 hindari pelepasan atau tumpah ke lingkungan. Rujuklah petunjuk khusus atau lembar data keselamatan. Simbol T+ sangat beracun N berbahaya untuk lingkungan O oksidator