Modul Ajar Kurikulum Merdeka
Modul Ajar IPS SMP Fase D Kelas 8
MODUL AJAR KURIKULUM MERDEKA
IPS FASE D KELAS VII
Nama Sekolah : _______________________________
Nama penyusun : _______________________________
NIK : _______________________________
Mata pelajaran : Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS)
Fase D, Kelas / Semester : VIII (Delapan) / I (Ganjil)
Modul Ajar Kurikulum Merdeka
Modul Ajar IPS SMP Fase D Kelas 8
MODUL AJAR KURIKULUM MERDEKA
IPS FASE D KELAS VIII
INFORMASI UMUM
A. IDENTITAS MODUL
Penyusun
Instansi
Tahun Penyusunan
Jenjang Sekolah
Mata Pelajaran
Fase / Kelas
Tema 01
Subtema A
Materi 1
Alokasi Waktu
:
:
:
:
:
:
:
:
:
:
.....................................
SMP …………………
Tahun 2022
SMP
Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS)
D / VIII
Kondisi Geografis dan Pelestarian Sumber Daya
Keragaman Alam Indonesia
Proses Geografis dan Keragaman Alam
4 JP (Pertemuan Ke-1-2)
B. KOMPETENSI AWAL
Capaian Pembelajaran IPS Fase D
Pada akhir fase ini, peserta didik mampu memahami dan memiliki kesadaran akan
keberadaan diri dan keluarga serta lingkungan terdekatnya. Ia mampu menganalisis hubungan
antara kondisi geografis daerah dengan karakteristik masyarakat serta memahami potensi
sumber daya alamnya. Ia juga mampu menganalisis hubungan antara keragaman kondisi
geografis nusantara terhadap pembentukan kemajemukan budaya. Ia mampu memahami
bagaimana masyarakat saling berupaya untuk dapat memenuhi kebutuhan hidupnya. Ia
mampu menganalisis peran pemerintah dan masyarakat dalam mendorong pertumbuhan
perekonomian. Peserta didik juga mampu memahami dan memiliki kesadaran terhadap
perubahan sosial yang sedang terjadi di era kontemporer. Ia dapat menganalisis
perkembangan ekonomi di era digital. Peserta didik memahami tantangan pembangunan dan
potensi Indonesia menjadi negara maju. Ia menyadari perannya sebagai bagian dari
masyarakat Indonesia dan dunia di tengah isu-isu regional dan global yang sedang terjadi dan
ikut memberikan kontribusi yang positif.
Peserta didik mampu memahami dan menerapkan materi pembelajaran melalui
pendekatan keterampilan proses dalam belajarnya, yaitu mengamati, menanya dengan rumus
5W 1H. Kemudian mampu memperkirakan apa yang akan terjadi berdasarkan jawaban-
jawaban yang ditemukan. Peserta didik juga mampu mengumpulkan informasi melalui studi
pustaka, studi dokumen, wawancara, observasi, kuesioner, dan Teknik pengumpulan
informasi lainnya. Merencanakan dan mengembangkan penyelidikan. Peserta didik
mengorganisasikan informasi dengan memilih, mengolah dan menganalisis informasi yang
diperoleh. Proses analisis informasi dilakukan dengan cara verifikasi, interpretasi, dan
triangulasi informasi. Peserta didik menarik kesimpulan, menjawab, mengukur dan
mendeskripsikan serta menjelaskan permasalahan yang ada dengan memenuhi prosedur dan
tahapan yang ditetapkan. Peserta didik mengungkapkan seluruh hasil tahapan di atas secara
lisan dan tulisan dalam bentuk media digital dan non-digital. Peserta didik lalu
mengomunikasikan hasil temuannya dengan mempublikasikan hasil laporan dalam bentuk
presentasi digital dan atau non-digital, dan sebagainya. Selain itu peserta didik mampu
mengevaluasi pengalaman belajar yang telah dilalui dan diharapkan dapat merencanakan
proyek lanjutan dengan melibatkan lintas mata pelajaran secara kolaboratif.
Elemen Pemahaman Konsep Elemen Keterampilan proses
Pada akhir fase ini, peserta didik
mampu memahami dan memiliki
Pada akhir fase ini, Peserta didik mampu
memahami dan menerapkan materi
Modul Ajar Kurikulum Merdeka
Modul Ajar IPS SMP Fase D Kelas 8
kesadaran akan keberadaan diri serta
mampu berinteraksi dengan
lingkungan terdekatnya. Ia mampu
menganalisis hubungan antara kondisi
geografis daerah dengan karakteristik
masyarakat dan memahami potensi
sumber daya alam serta kaitannya
dengan mitigasi kebencanaan . Ia juga
mampu menganalisis hubungan antara
keragaman kondisi geografis nusantara
terhadap pembentukan kemajemukan
budaya. Ia mampu memahami
bagaimana masyarakat saling berupaya
untuk dapat memenuhi kebutuhan
hidupnya. Ia mampu menganalisis peran
pemerintah dan masyarakat dalam
mendorong pertumbuhan perekonomian.
Peserta didik juga mampu memahami
dan memiliki kesadaran terhadap
perubahan sosial yang sedang terjadi di
era kontemporer. Ia dapat menganalisis
perkembangan ekonomi di era digital.
Peserta didik memahami tantangan
pembangunan dan potensi Indonesia
menjadi negara maju. Ia menyadari
perannya sebagai bagian dari masyarakat
Indonesia dan dunia di tengah isu-isu
regional dan global yang sedang terjadi
dan ikut memberikan kontribusi yang
positif.
pembelajaran melalui pendekatan
keterampilan proses dalam belajarnya, yaitu
mengamati, menanya dengan rumus 5W
1H. Kemudian mampu memperkirakan apa
yang akan terjadi berdasarkan jawaban-
jawaban yang ditemukan. Peserta didik juga
mampu mengumpulkan informasi melalui
studi pustaka, studi dokumen, lapangan,
wawancara, observasi, kuesioner, dan
teknik pengumpulan informasi lainnya.
merencanakan dan mengembangkan
penyelidikan. Peserta didik
mengorganisasikan informasi dengan
memilih, mengolah dan menganalisis
informasi yang diperoleh. Proses analisis
informasi dilakukan dengan cara verifikasi,
interpretasi, dan triangulasi informasi.
Peserta didik menarik kesimpulan,
menjawab, mengukur dan mendeskripsikan
serta menjelaskan permasalahan yang ada
dengan memenuhi prosedur dan tahapan
yang ditetapkan. Peserta didik
mengungkapkan seluruh hasil tahapan di
atas secara lisan dan tulisan dalam bentuk
media digital dan non-digital. Peserta didik
lalu mengomunikasikan hasil temuannya
dengan mempublikasikan hasil laporan
dalam bentuk presentasi digital dan atau
non digital, dan sebagainya. Selain itu
peserta didik mampu mengevaluasi
pengalaman belajar yang telah dilalui dan
diharapkan dapat merencanakan proyek
lanjutan dengan melibatkan lintas mata
pelajaran secara kolaboratif.
C. PROFIL PELAJAR PANCASILA
 Beriman, Bertakwa Kepada Tuhan Yang Maha Esa, dan Berahlak Mulia;
 Berkebhinekaan Global;
 Bergotong Royong;
 Mandiri;
 Bernalar Kritis; dan
 Kreatif.
D. SARANA DAN PRASARANA
Media, Sumber Belajar, dan Alat
Sumber utama:
 Film tentang proses geografis dan keragaman alam di Indonesia.
 Slide Gambar tentang perbedaan iklim di Indonesia.
 Peta letak Indonesia.
Modul Ajar Kurikulum Merdeka
Modul Ajar IPS SMP Fase D Kelas 8
 Buku Siswa Ilmu Pengetahuan Sosial Kelas VII, 2021, Jakarta: Kemendikbud, Pusta
Kurikulum dan Perbukuan.
 LCD, laptop, papan tulis.
Sumber alternatif:
 Guru juga dapat menggunakan sumber belajar alternatif yang terdapat di lingkungan
setempat.
 Sesuai tema proses geografis dan keragaman alam.
Pengembangan sumber belajar:
 Guru dapat membuat peta menggunakan bahan dari bubur kertas.
E. TARGET PESERTA DIDIK
 Peserta didik reguler/tipikal: umum, tidak ada kesulitan dalam mencerna dan memahami
materi ajar.
 Peserta didik dengan pencapaian tinggi: mencerna dan memahami dengan cepat, mampu
mencapai keterampilan berfikir aras tinggi (HOTS), dan memiliki keterampilan
memimpin
F. MODEL PEMBELAJARAN
 Tatap Muka
KOMPONEN INTI
A. TUJUAN KEGIATAN PEMBELAJARAN
Alur Tujuan Pembelajaran :
1. Peserta didik mampu menjelaskan luas dan letak wilayah Indonesia
2. Peserta didik mampu mengidentifikasi letak geologis Indonesia
3. Peserta didik menganalisis cuaca dan iklim Indonesia.
B. PEMAHAMAN BERMAKNA
 Meningkatkan kemampuan siswa tentang mengenai proses geografis dan keragaman
alam.
C. PERTANYAAN PEMANTIK
 Bagaimana letak dan luas wilayah Indonesia?
 Mengapa terjadi perbedaan waktu di Indonesia?
 Bagaimana pengaruh perbedaan waktu bagi kehidupan masyarakat di Indonesia?
D. KEGIATAN PEMBELAJARAN
Kegiatan Pendahuluan
 Guru dan peserta didik mengucapkan salam dan doa.
 Guru dan peserta mengondisikan pembelajaran.
 Apersepsi : Peserta didik melihat gambar kondisi geografis wilayah Indonesia dan
kekayaan alam yang ada di dalamnya. Guru dapat menambahkan variasi gambar
menggunakan tayangan video dari internet. Apersepsi juga dapat dilakukan dengan
melibatkan aktivitas peserta didik. Peserta didik difasilitasi guru mengaitkan gambar
dengan kegiatan belajar pada saat kelas VII. Guru melanjutkan dengan memberikan
motivasi terkait proses geografis dan keragaman alam.
 Motivasi: Dengan adanya keuntungan proses geografis dan keragaman alam yang ada di
Indonesia, kita patut berbangga dan dapat memanfaatkannya sebagai tujuan wisata lokal
Modul Ajar Kurikulum Merdeka
Modul Ajar IPS SMP Fase D Kelas 8
maupun dari mancanegara yang nantinya akan dapat menambah devisa/ pendapatan
negara.
 Peserta didik dibantu guru menyimak gambaran tema dan tujuan pembelajaran dalam
tema 01.
 Guru menginformasikan tujuan pembelajaran pertemuan 1 dan 2 tentang porses
geografis dan ekragaman alam.
Kegiatan Inti
Guru menjelaskan tentang petunjuk kerja dan tugas dari Lembar Aktivitas 1 untuk
mengidentifikasi aktivitas mata pencaharian masyarakat di daerah dataran tinggi, dataran
rendah, dan pesisir. Kegiatan ini dimaksudkan untuk memberikan pengalaman peserta didik
bahwa setiap kondisi alam memiliki pengaruh terhadap aktivitas kehidupan masyarakat.
Proses tukar menukar hasil dapat dilakukan dalam waktu singkat, kemudian guru melakukan
tanya jawab dengan peserta didik terkait hasil identifikasi.
Secara interaktif guru mengaitkan hasil identifikasi dengan orientasi pembelajaran tentang
keragaman alam Indonesia.
Peserta Didik Mengidentifikasi Masalah
Setelah peserta didik mengidentifikasi berbagai mata pencaharian masyarakat pada kondisi
ruang yang berbeda, selanjutnya guru mendorong peserta didik mengajukan berbagai
pertanyaan yang mengarah pada HOTS. Beberapa pertanyaan yang diajukan misalnya:
Bagaimana letak dan luas wilayah Indonesia? Mengapa terjadi perbedaan waktu di
Indonesia? Bagaimana pengaruh perbedaan waktu bagi kehidupan masyarakat di Indonesia?
Guru dapat menggunakan Lembar Aktivitas 2 untuk menemukan jawaban-jawaban tersebut.
Bagaimana pengaruh letak geologis, cuaca, dan iklim bagi kehidupan masyarakat Indonesia?
Peserta Didik Mengelola Informasi
 Peserta didik membaca teks tentang letak dan luas Indonesia, letak geologis, cuaca, dan
iklim.
 Guru memfasilitasi sumber lain misalnya memberikan tautan internet yang mendukung
penjelasan dan pendalaman sumber belajar. Contoh tautan : Pesona Indonesia
https://www.youtube.com/watch?v=5F4Vz3n6jTs
Untuk memperoleh informasi lebih luas peserta didik juga dapat melakukan browsing
kehidupan masyarakat Indonesia yang dipengaruhi oleh proses geografis. Guru dapat
memberikan beberapa tautan berita, tulisan, dan laporan video tentang kehidupan
masyarakat Indonesia di dalam k eberagaman pr oses g eografis.
 Peserta didik mengolah informasi secara berkelompok di bawah bimbingan guru.
Kegiatan ini dapat dilakukan secara bervariasi, misalnya dengan diskusi kelompok,
jigsaw learning, dan inkuiri.
Modul Ajar Kurikulum Merdeka
Modul Ajar IPS SMP Fase D Kelas 8
Contoh: Menggunakan jigsaw
1. Kelompok Asal
Peserta didik berkelompok 4 orang, satu kelas dibagi menjadi 8 kelompok (Kelompok
A, B, C, D, E, F, G, H). Setiap anggota kelompok mempelajari konsep yang berbeda :
Misalnya :
Peserta didik A1, B1, dan seterusnya : Luas dan Letak Geografis
Peserta didik A2, B2, dan seterusnya : Letak Astronomis
Peserta didik A3, B3, dan seterusnya : Letak Geologis
Peserta didik A4, B4, dan seterusnya : Cuaca dan Iklim
Setiap kelompok mendiskusikan kaitan antartema yang diperoleh
*Keterangan:
- Kode Huruf A, B, C, dan seterusnya digunakan untuk kelompok
- Kode Angka 1, 2, 3, dan 4 seterusnya digunakan untuk peserta didik
2. Kelompok ahli
Anggota yang memiliki tema yang sama berkumpul menjadi 1 (A1, B1, C1, dst)
Kelompok ahli mendiskusikan…
3. Kelompok Asal
Anggota ahli Kembali ke kelompok asal, kemudian menyampaikan hasil diskusi ahli
kepada anggota kelompok asal.
Ketua kelompok mengkooridnasikan hasil simpulan
4. Penyajian
Salah satu kelompok dipersilahkan mempresentasikan di depan kelas, peserta lain
memperhatikan.
 Peserta didik memilih dan mengorganisasikan informasi yang diperoleh.
 Guru membimbing dan mengarahkan proses belajar peserta didik (kegiatan belajar).
 Guru memastikan peserta didik mengerjakan tugas dengan baik.
 Guru membantu peserta didik menemukan sumber belajar lainnya. Hal tersebut
bertujuan untuk mengembangkan keterampilan berpikir kritis dan peserta didik dapat
mengomunikasikan materi dengan baik.
Peserta Didik Merencanakan dan Mengembangkan Ide
 Hasil pengolahan informasi disajikan dalam bentuk laporan/poster/ karya lainnya.
 Peserta didik secara kelompok membuat esai tentang kondisi iklim dan pengaruhnya
dalam kehidupan masyarakat di sekitar.
Peserta Didik Melakukan Refleksi Diri dan Aksi
 Dalam kelas atau melalui media berbasis internet peserta didik mengomunikasikan hasil
pengolahan informasi.
 Guru memfasilitasi peserta didik menemukan simpulan pembelajaran.
 Guru memberikan kesempatan ke peserta didik untuk mengajukan pendapat atau
pertanyaan.
Modul Ajar Kurikulum Merdeka
Modul Ajar IPS SMP Fase D Kelas 8
 Penguatan dan pengayaan dilakukan untuk mengembangkan kompetensi peserta didik.
Penutup
 Penilaian pembelajaran dilakukan secara lisan atau tertulis.
 Peserta didik melakukan refleksi pembelajaran berkaitan dengan sikap, pengetahuan,
dan keterampilan.
Sikap
 Apakah aku sudah melakukan pembelajaran secara bertanggung jawab?
 Inspirasi dari pembelajaran tentang proses geografis dalam hidup saya adalah…
Pengetahuan:
 Apakah aku sudah mampu mengidentifikasi letak dan luas wilayah Indonesia?
 Mengapa terjadi perbedaan waktu di Indonesia?
 Bagaimana kondisi iklim dan cuaca di Indonesia?
Keterampilan :
 Apakah aku sudah berhasil membuat esai atau poster tentang kondisi iklim dan
pengaruhnya bagi masyarakat Indonesia?
 Refleksi juga dapat dilakukan dengan cara lain, misalnya kuis tentang proses geografis
dan keragaman alam, menuliskan kompetensi yang diperoleh baik sikap, pengetahuan,
dan keterampilan. Dapat pula dengan menuliskan inspirasi yang diperoleh dan yang
akan dilakukan pada masa yang akan datang.
 Tindak lanjut dilakukan dengan mendorong peserta didik mempelajari lebih lanjut dan
informasi pembelajaran berikutnya tentang proses geografis dan keragaman sosial
budaya.
 Doa dan penutup.
F. REFLEKSI
Refleksi Guru :
 Apakah Kegitan belajar berhasil?
 Berapa persen peserta didik mencapai tujuan?
 Kesulitan apa yang dialami guru dan peserta didik?
 Apa langkah yang perlu dilakukan untuk memperbaiki proses belajar?
 Apakah seluruh peserta didik mengikuti pelajaran dengan baik?
Refleksi Peserta Didik :
 Bagian mana yang menurutmu paling sulit dari pelajaran ini?
 Apa yang akan kamu lakukan untuk memperbaikan hasil belajaramu?
 Kepada siapa kamu akan meminta bantuan untuk memahami pelajaran ini?
 Jika kamu diminta untuk memberikan binta 1 sampai 5, berapa bintang akan kamu berikan
pada usaha yang kamu lakukan?
 Bagian mana dari pembelajaran ini yang kamu menyenakan?
F. ASESMEN / PENILAIAN
Penilaian Proses dan Hasil Pembelajaran
a. Konsep Penilaian dan Pembelajaran IPS
Penilaian merupakan kegiatan yang bertujuan untuk memperoleh, menganalisis, menafsirkan
proses dan hasil belajar peserta didik secara sistematis. Penilaian tersebut dapat digunakan
Modul Ajar Kurikulum Merdeka
Modul Ajar IPS SMP Fase D Kelas 8
untuk mengetahui tingkat keberhasilan pencapaian kompetensi, proses pembelajaran, tingkat
kesulitan belajar peserta didik, dan penentuan tindak lanjut pembelajaran. Penilaian
pembelajaran IPS memakai pendekatan penilaian autentik (authentic assesment) untuk
menilai kesiapan peserta didik, proses, dan hasil belajar secara utuh. Hasil penilaian tersebut
dapat dimanfaatkan guru dalam merencanakan program perbaikan (remedial), pengayaan
(enrichment), layanan konseling, dan sebagai landasan untuk memperbaiki proses
pembelajaran selanjutnya.
b. Teknik dan Instrumen Penilaian
Penilaian kompetensi sikap, keterampilan, dan pengetahuan dilakukan menggunakan teknik
dan instrumen penilaian. Berikut merupakan penjabaran teknik dan instrumen penilaian dari
masing-masing kompetensi.
1. Penilaian kompetensi sikap
Teknik penilaian kompetensi sikap dapat berupa observasi, penilaian diri, dan penilaian
antar teman. Kegiatan ini bisa dilakukan oleh guru matabpelajaran, wali kelas, dan guru
bimbingan konseling (BK) yang ditulis dalam buku jurnal. Jurnal berisi catatan kejadian
tertentu dan informasi lain yang relevan.
a. Observasi
Instrumen dalam observasi yaitu lembar observasi atau jurnal. Lembar observasi berisi
catatan perilaku peserta didik berdasarkan pengamatan oleh guru mata pelajaran, wali kelas,
dan guru bimbingan konseling selama satu semester. Setiap catatan berisi deskripsi perilaku
peserta didik yang dilengkapi dengan waktu dan tempat pengamatan tersebut.
Jika terjadi perubahan sikap peserta didik dari yang kurang baik menjadi baik maka dalam
jurnal harus ditulis bahwa sikap peserta didik tersebut telah baik atau bahkan sangat baik. Hal
yang dicatat dalam jurnal bisa berupa sikap kurang baik, baik, maupun sangat baik, serta
perkembangan perubahan sikap peserta didik. Berikut merupakan contoh lembar observasi
penilaian sikap peserta didik selama satu semester:
Tabel Jurnal Pengembangan Sikap
No Tanggal Nama Siswa Catatan Perilaku Butir Sikap
1
2
3
4
dst
Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam pelaksanaan penilaian sikap menggunakan
teknik observasi :
 Jurnal penilaian sikap ditulis oleh guru mata pelajaran, wali kelas, dan guru BK selama
satu semester.
 Penilaian oleh wali kelas dapat menggunakan 1 (satu) jurnal untuk satu kelas yang
menjadi tanggung-jawabnya. Penilaian oleh guru mata pelajaran dapat menggunakan 1
(satu) jurnal untuk setiap kelas yang diajarnya, dan penilaian oleh guru BK dapat
menggunakan 1 (satu) jurnal untuk setiap kelas di bawah bimbingannya.
 Penilaian perkembangan sikap sipritual dan sikap sosial peserta didik bisa dicatat dalam
Modul Ajar Kurikulum Merdeka
Modul Ajar IPS SMP Fase D Kelas 8
satu jurnal yang sama atau dalam 2 (dua) jurnal berbeda.
 Peserta didik yang dicatat dalam jurnal adalah peserta didik yang menunjukkan perilaku
yang sangat baik maupun kurang baik secara alami.
 Pencatatan jurnal dilakukan dengan segera seperti ketika wali kelas, guru mata pelajaran,
maupun guru BK menyaksikan atau memperoleh informasi terpercaya mengenai perilaku
peserta didik.
 Jika peserta didik pernah menunjukkan sikap kurang baik tetapi selama satu semester
tersebut menunjukan perkembangan ke arah sikap baik, maka sikap baik tersebut juga
dicatat dalam jurnal.
 Guru mata pelajaran dan guru BK merangkum catatan jurnal perkembangan sikap
spiritual dan sikap sosial setiap peserta didik dan menyerahkannya kepada wali kelas
untuk diolah lebih lanjut
Berikut merupakan jurnal penilaian (perkembangan) sikap spiritual dan sikap sosial oleh
wali kelas.
Jurnal Penilaian Sikap Spiritual
Nama Sekolah : SMP .............................
Kelas/Semester : VIII/I
Tahun Pelajaran : 2022/2023
No Waktu Nama Siswa Catatan Perilaku Butir Sikap
1 19/07/22 Haidar Tidak mengikuti sholat
Dzuhur berjamaah di
sekolah.
Ketaqwaan
2 19/07/22 Halwa Mengganggu teman
ketika berdoa sebelum
kegiatan pembelajaran.
Ketaqwaan
3 19/07/22 Sugi Mengajak teman berdoa
sebelum olahraga
badminton di sekolah.
Ketaqwaan
4 19/07/22 Said Berpartisipasi sebagai
panitia perayaan
keagamaan di sekolah.
Toleransi
beragama
Jurnal Penilaian Sikap Sosial
Nama Sekolah : SMP .............................
Kelas/Semester : VIII/I
Tahun Pelajaran: 2022/2023
No Waktu Nama Siswa Catatan Perilaku Butir Sikap
1 12/07/22 Haidar Membantu seorang
teman yang kesulitan
menyebrang jalan di
depan sekolah.
Kepedulian
2 26/08/22 Halwa Menyerahkan dompet
yang ditemukan di
Kejujuran
Modul Ajar Kurikulum Merdeka
Modul Ajar IPS SMP Fase D Kelas 8
kantin sekolah kepada
wali kelas.
3 26/09/22 Sugi Tidak menggunakan
atribut upacara di
sekolah dengan legkap.
Kedisiplinan
4 25/10/22 Said Berinisiatif menyiram
tanaman yang mulai
kering.
Kepedulian
Contoh format di atas dapat digunakan guru mata pelajaran dan guru BK dalam penilain
sikap spiritual dan sosial. Catatan tersebut juga dapat dibuat dalam satu tabel yang sama
dengan menambahkan kolom keterangan pada bagian paling kanan untuk menuliskan
keterangan jenis sikap yang ditulis. Berikut merupakan contoh tabel jurnal penilaian sikap
(spiritual dan sosial) yang dijadikan dalam satu tabel:
Jurnal Penilaian Sikap
Nama Sekolah : SMP .............................
Kelas/Semester : VIII/I
Tahun Pelajaran: 2022/2023
No Waktu Nama Siswa Catatan Perilaku Butir Sikap Ket.
1 19/07/22 Haidar Membantu seorang
teman yang
kesulitan
menyebrang jalan di
depan sekolah
Ketaqwaan Sosial
2 19/07/22 Halwa Mengajak teman
berdoa sebelum
olahraga badminton
di sekolah.
Kepeduliaan Spiritual
3 19/07/22 Sugi Mengganggu teman
ketika berdoa
sebelum kegiatan
pembelajaran.
Toleransi
beragama
Spiritual
4 18/11/22 Said Berinisiatif
menyiram tanaman
yang mulai kering.
Ketaqwaan Sosial
b. Penilaian Diri (Self Assesment)
Penilaian diri merupakan teknik penilaian terhadap diri sendiri oleh peserta didik dengan
mengidentiikasi kelebihan dan kekurangan sikap peserta didik dalam berperilaku. Teknik
penilaian ini dapat digunakan untuk menumbuhkan nilai-nilai kejujuran dan meningkatkan
kemampuan releksi diri peserta didik. Satu tabel penilaian diri dapat digunakan untuk
penilaian sikap spiritual dan sikap sosial. Berikut merupakan lembar penilaian diri
menggunakan Likert Scale.
Modul Ajar Kurikulum Merdeka
Modul Ajar IPS SMP Fase D Kelas 8
Lembar Penilaian Diri Siswa (Likert Scale)
Nama teman yang dinilai : ..................
Nama penilai : ..................
Kelas : ....................
Semester : ....................
Berilah tanda centang pada kolom “Ya” atau “Tidak” sesuai dengan keadaan
sebenarnya
No Pernyataan
Skala
1 2 3 4
1 Saya berdoa sebelum melakukan kegiatan
2 Saya melaksanakan ibadah sholat tepat waktu
3 Saya berani mengakui kesalahan jika memang
bersalah
4 Saya mengumpulkan tugas sesuai jadwal yang
diberikan
5 Saya mengembalikan barang yang saya pinjam
dalam kondisi baik
6 Saya meminta maaf jika melakukan kesalahan
7 Saya datang ke sekolah tepat waktu
Keterangan:
1 = sangat jarang
2 = jarang
3 = sering
4 = selalu
c. Penilaian Antar Teman
Penilaian antar teman adalah teknik penilaian yang dilakukan peserta didik terhadap
peserta didik yang lain mengenai sikap/perilaku peserta didik. Penilaian antarteman dapat
digunakan untuk menumbuhkan nilai kejujuran, tenggang rasa, dan saling menghargai. Satu
lembar penilaian diri dapat digunakan untuk penilaian sikap spiritual dan sikap sosial.
Berikut merupakan lembar penilaian antarteman menggunakan Likert Scale.
Lembar Penilaian Diri Siswa (Likert Scale)
Nama : ..................
Kelas : ....................
Semester : ....................
Modul Ajar Kurikulum Merdeka
Modul Ajar IPS SMP Fase D Kelas 8
Berilah tanda centang pada kolom “Ya” atau “Tidak” sesuai dengan keadaan
sebenarnya
No Pernyataan
Skala
1 2 3 4
1 Teman saya berkata jujur kepada orang lain
2 Teman saya mengerjakan ulangan dengan jujur
3 Teman saya mentaati tata-tertib sekolah
4 .....................................
Keterangan:
1 = sangat jarang
2 = jarang
3 = sering
4 = selalu
Pada dasarnya teknik penilaian diri ini tidak hanya untuk aspek sikap, tetapi juga dapat
digunakan untuk menilai kompetensi dalam aspek kete rampilan dan pengetahuan.
2. Penilaian Kompetensi Pengetahuan
a) Pengertian Penilaian Pengetahuan
Penilaian pengetahuan merupakan penilaian yang dilakukan untuk mengetahui
kemampuan peserta didik berkaitan dengan penguasaan pengetahuan faktual, konseptual,
maupun prosedural serta kecakapan berpikir tingkat rendah hingga tinggi. Guru dapat
memilih teknik penilaian yang disesuaikan dengan karakteristik kompetensi yang akan
dinilai. Penilaian diawali dengan perencanaan pada saat menyusun rencana pelaksanaan
pembelajaran (RPP). Hasil penilaian pengetahuan yang dilakukan selama dan setelah proses
pembelajaran dinyatakan dalam bentuk angka dengan rentang 0-100.
b) Teknik Penilaian Pengetahuan
Teknik penilaian pengetahuan yang akan digunakan dapat disesuaikan dengan
karakteristik masing-masing Kmpetensi Dasar (KD). Teknik penilaian pengetahuan yang
sering digunakan yaitu tes tertulis, tes lisan, dan penugasan. Berikut merupakan penjabaran
dari berbagai teknik penilaian pengetahuan.
Teknik Penilaian Pengetahuan
Teknik Bentuk Instrumen Tujuan
Tes tertulis Pilihan ganda, benar-salah,
menjodohkan, isian atau
melengkapi, dan uraian.
Mengetahui kemampuan
penguasaan pengetahuan
peserta didik dalam proses
pembelajaran.
Tes lisan Tanya jawab Mengetahui pemahaman peserta
didik sebagai dasar perbaikan
proses pembelajaran
Modul Ajar Kurikulum Merdeka
Modul Ajar IPS SMP Fase D Kelas 8
Penugasan Tugas individu dan kelompok Memfasilitasi penguasaan
pengetahuan peserta didik
selama proses pembelajaran.
1. Tes Tertulis
Tes tertulis merupakan soal dan jawaban disajikan secara tertulis, misalnya pilihan ganda,
benar-salah, dan uraian. Langkah-langkah pengembangan tes tertulis:
Kisi-kisi Tes Tertulis
Nama Sekolah : SMP .............................
Kelas/Semester : VIII/I
Tahun Pelajaran : 2022/2023
Mata Pelajaran : IPS
No
Kompetensi
Dasar
Materi
Indikator
Soal
Bentuk
Soal
Jumlah
Soal
1 Mengidentifikasi
letak dan luas
wilayah
Indonesia
Proses
Geografis
dan
Keragaman
Sosial
Budaya
Peserta didik
mampu
menjelaskan luas
dan letak wilayah
Indonesia
Tes
Tertulis
2
Butir soal:
1. Mengapa terjadi perbedaan waktu di Indonesia?
2. Bagaimana kondisi iklim dan cuaca di Indonesia?
Pemberian skor Tes Tertulis
No.
Soal
Kunci Jawaban Skor
1 Selain karena negara kepulauan, perbedaan waktu disebabkan
adanya perbedaan letak garis bujur di Indonesia
2
2 Seperti apa cuaca di Indonesia? Indonesia berada di
wilayah iklim tropis, yang terdiri dari 81% perairan hangat
sehingga membuat suhu di pesisir pantai stabil di angka 28 °C,
sedangkan daerah pedalaman dan pegunungan bersuhu 26 °C, dan
untuk wilayah pegunungan yang lebih tinggi umumnya
mencapai suhu 23 °C
2
Total Skor Maksimum 4
Modul Ajar Kurikulum Merdeka
Modul Ajar IPS SMP Fase D Kelas 8
2. Tes Lisan
Tes lisan merupakan pertanyaan yang diberikan guru secara lisan kepada peserta didik
yang jawaban atas pertanyaan tersebut juga disampaikan secara lisan. Tes ini bertujuan untuk
mengetahui penguasaan pengetahuan peserta didik dan menumbuhkan kemampuan
berkomunikasi. Pemberian tes lisan dapat dilakukan pada saat pembelajaran berlangsung.
pertanyaan pada tes lisan:
 Apakah aku sudah mampu mengidentifikasi letak dan luas wilayah Indonesia?
 Mengapa terjadi perbedaan waktu di Indonesia?
 Bagaimana kondisi iklim dan cuaca di Indonesia?
3. Penugasan
Penugasan adalah pemberian tugas untuk meningkatkan pengetahuan peserta didik. Tugas
dapat dikerjakan baik secara individu maupun kelompok sesuai dengan kompetensi yang
ingin dicapai. Berikut merupakan kisi-kisi tugas dan pedoman penskorannya.
Nama Sekolah : SMP .............................
Kelas/Semester : VIII/I
Tahun Pelajaran: 2022/2023
Mata Pelajaran : IPS
Kompetensi
Dasar
Materi Indikator
Teknik
Penilaian
Mengidentifikasi
letak dan luas
wilayah Indonesia
Proses Geografis
dan Keragaman
Alam
Peserta didik mampu
menjelaskan luas dan
letak wilayah
Indonesia
Penugasan
Pedoman Pemberian Skor Tugas
No Soal Aspek yang Dinilai Skor
1 Mengapa keadaan geografis mempengaruhi adanya
keragaman di masyarakat?
0-2
2 Bagaimana isolasi geografis dapat mempengaruhi
keragaman budaya?
0-3
3 Bagaimana kondisi wilayah Indonesia berdasarkan letak
dan luasnya?
0-3
4 Apa tanda terjadinya perubahan iklim yang dapat dilihat
atau dirasakan?
0-2
Modul Ajar Kurikulum Merdeka
Modul Ajar IPS SMP Fase D Kelas 8
Total Skor Maksimum 10
3. Penilaian Keterampilan
a) Pengertian Penilaian Keterampilan
Penilaian keterampilan dilakukan untuk mengetahui kemampuan peserta didik dalam
menerapkan pengetahuan yang telah diperoleh untuk melakukan tugas tertentu sesuai dengan
indikator pencapaian kompetensi. Penilaian ini dapat dilakukan dengan berbagai teknik,
seperti penilaian kinerja dan penilaian proyek. Berikut merupakan contoh kisi-kisi penilaian
keterampilan, tugas, dan pedoman pemberian skor.
b) Teknik Penilaian Keterampilan
• Penilaian kinerja
Berikut ini Kisi-kisi Penilaian Kinerja, soal/tugas, pedoman pemberian skor:
Kisi-kisi Penilaian Kinerja
Nama Sekolah : SMP .............................
Kelas/Semester : VIII/I
Tahun Pelajaran : 2022/2023
Mata Pelajaran : IPS
No
Kompetensi
Dasar
Materi Indikator
Teknik
Penilaian
1 Mengidentifikasi
letak dan luas
wilayah Indonesia
Proses
Geografis dan
Keragaman
Alam
Peserta didik mampu
menjelaskan luas dan
letak wilayah
Indonesia
Rubrik Pemberian Skor Penilaian Kinerja
No Aspek yang Dinilai
Skala
0 1 2 3 4
1 Merencanakan pengamatan
2 Melakukan pengamatan
3 Membuat laporan
Jumlah:
Penilaian diberikan dengan memperhatikan aspek proses dan produk. Guru dapat
menetapkan bobot pemberian skor yang berbeda antara satu dan aspek yang lainnya dengan
memperhatikan karakteristik kompetensi yang dinilai.
Modul Ajar Kurikulum Merdeka
Modul Ajar IPS SMP Fase D Kelas 8
Rubrik Penilaian Kinerja
No Indikator Rubrik
1 Menyiapkan bahan
yang diperlukan
2 = Menyiapkan seluruh alat dan bahan yang diperlukan.
1 = Menyiapakan sebagian alat dan bahan yang
diperlukan.
0 = Tidak menyiapkan alat bahan
2 Pengamatan 4 = Melakukan empat langkah kerja dengan tepat
3 = Melakukan tiga langkah kerja dengan tepat.
2 = Melakukan dua langkah kerja dengan tepat.
1 = Melakukan satu langkah kerja dengan tepat.
0 = Tidak melakukan langkah kerja.
Langkah kerja:
1. Menyiapkan kertas gambar ukuran A4.
2. Menggambar kondisi iklim dan pengaruhnya bagi
masyarakat Indonesia.
3. Mencantumkan komponen kondisi iklim dan
pengaruhnya bagi masyarakat Indonesia pada gambar
yang di buat.
4. Memberikan warna pada kenampakan objek yang di
gambar pada kondisi iklim dan pengaruhnya bagi
masyarakat Indonesia.
3 Membuat laporan 3 = Memenuhi 3 kriteria
2 = Memenuhi 2 kriteria
1 = Memenuhi 1 kriteria
0 = Tidak memenuhi kriteria
Kriteria laporan:
1. Memenuhi sistematika laporan (judul, tujuan, alat dan
bahan, prosedur, data pengamatan, pembahasan,
kesimpulan)
2. Data, pembahasan, dan kesimpulan benar
3. Komunikatif
Modul Ajar Kurikulum Merdeka
Modul Ajar IPS SMP Fase D Kelas 8
• Penilaian proyek
Penilaian proyek merupakan kegiatan yang bertujuan untuk mengetahui kemampuan
peserta didik dalam mengimplementasikan pengetahuannya melalui penyelesaian suatu tugas
dalam waktu tertentu. Penilaian ini dapat digunakan untuk mengukur satu maupun beberapa
Kompetensi Dasar (KD) dalam satu atau beberapa mata pelajaran.
Kegiatan yang dilakukan dimulai dengan perencanaan, pengumpulan, pengorganisasian,
pengolahan, penyajian, dan pelaporan. Beberapa hal yang perlu dipertimbangkan dalam
penilaian proyek, yaitu:
1) Pengelolaan
Kemampuan peserta didik untuk menentukan tema atau topik, mengumpulkan informasi,
pengolahan data, dan penulisan laporan.
2) Relevansi
Tema yang dipilih sesuai dengan Kompetensi Dasar (KD).
3) Keaslian
Laporan atau produk yang dibuat peserta didik merupakan hasil karyanya.
4) Inovasi dan Kreativitas
Terdapat unsur-unsur kebaruan dan berbeda pada produk yang dihasilkan peserta didik.
Kisi-kisi Penilaian Proyek
Nama Sekolah : SMP .............................
Kelas/Semester : VIII/I
Tahun Pelajaran : 2022/2023
Mata Pelajaran : IPS
No
Kompetensi
Dasar
Materi Indikator
Teknik
Penilaian
1 Mengidentifikasi
letak dan luas
wilayah Indonesia
Proses
Geografis
dan
Keragaman
Alam
Peserta didik mampu
menjelaskan luas dan letak
wilayah Indonesia
Penilaian
Proyek
Proyek : Buatlah poster salah satu tujuan kondisi iklim dan pengaruhnya bagi masyarakat
Indonesia menggunakan kertas gambar ukuran A3, pensil warna atau cat air dengan
memperhatikan hal- hal berikut!
1. Pilihlah salah satu tujuan kondisi iklim dan pengaruhnya bagi masyarakat Indonesia.
2. Amati tujuan tersebut apakah telah tercapai atau belum tercapai di Indonesia lalu
sampaikan dalam poster.
3. Gambar salah satu tujuan kondisi iklim dan pengaruhnya bagi masyarakat Indonesia yang
telah dipilih!
4. Tuliskan kondisi iklim dan pengaruhnya bagi masyarakat Indonesia konsep dari poster
yang akan peserta didik sampaikan!
Modul Ajar Kurikulum Merdeka
Modul Ajar IPS SMP Fase D Kelas 8
5. Laporkan hasilnya secara lisan!
Rubrik Pemberian Skor Proyek
No Pernyataan
Skor
1 2 3 4
1 Kemampuan peserta didik dalam merencanakan
2 Kemampuan menggambar poster
3 Kemampuan penyampaian konsep berdasarkan poster
yang digambar
4 Kemampuan mempresentasikan isi poster
5 Produk Poster
Skor Maksimum 15
Catatan:
Guru bisa menetapkan bobot yang berbeda-beda antara aspek satu dan lainnya
pada pemberian skor dengan memperhatikan karakteristik Kompetensi Dasar
(KD) atau keterampilan yang dinilai.
Rubrik Penilaian Proyek
No Pernyataan Keterangan
1 Kemampuan Perencanaan 2 = perencanaan lengkap (bahan, cara kerja, hasil),
dan rinci
1 = perencanaan kurang lengkap
0 = tidak ada perencanaan
2 Kemampuan menggambar
poster secara tepat sesuai
dengan salah satu tujuan
kondisi iklim dan
pengaruhnya bagi
masyarakat Indonesia
2 = menggambar dan mewarnai poster dengan baik
dan interpretasi tujuan pembangunan
berkelanjutan dalam poster tepat.
1 = menggambar dan memberikan warna pada
poster tetapi salah dalam menginterpretasikan
tujuan pembangunan berkelanjutan yang dipilih.
0 = gambar tidak diberi warna dan tidak tepat dalam
menginterpretasikan tujuan pembangunan
berkelanjutan yang dipilih.
Modul Ajar Kurikulum Merdeka
Modul Ajar IPS SMP Fase D Kelas 8
G. KEGIATAN PENGAYAAN DAN REMEDIAL
Pengayaan
Materi di bawah ini merupakan informasi penting yang dapat digunakan untuk
mengembangkan kompetensi yang dipelajari peserta didik dalam buku teks.
Proses geografis dan keragaman alam
Bangsa Indonesia patut bersyukur karena proses geografis dan keragaman alam yang
dimiliki. Indonesia merupakan negara terluas di Asia Tenggara. Luas daratan Indonesia
sebesar 1.910.932,37 km2 dan laut Indonesia mencapai 5,8 juta km2. Letak Indonesia sangat
menguntungkan bagi kehidupan masyarakat. Selain memiliki letak geografis yang sangat
menguntungkan, Indonesia juga memiliki letak geologis, iklim dan cuaca yang sangat
menguntungkan.
Pengertian letak astronomis adalah posisi suatu tempat didasarkan garis lintang dan garis
bujur. Yang dimaksud garis lintang adalah suatu haris khayal yang melingkari permukaan
bumi. Posisi garis lintang bersifat horizontal yang berbeda dengan garis bujur yang bertikal.
Garis bujur merupakan garis khayal yang menghubungkan Kutub Utara dan Kutub Selatan.
Letak geologis adalah posisi suatu wilayah yang didasarkan pada struktur geologi atau
susunan batuan di sekitarnya. Secara geologis, Indonesia dilalui dua jalur pegunungan dunia
yaitu pegunungan Sirkum Pasifik dan Sirkum Mediterania. Letak tersebut menyebabkan
Indonesia memiliki banyak gunungapi aktif. Jalur pegunungan di Indonesia membentang
dari ujung utara Sumatra memanjang melalui pantai barat Sumatra, melewati Pulau Jawa,
Nusa Tenggara, Banda, Sulawesi, dan Halmahera. Jumlah gunung aktif di Indonesia
sebanyak 127 gunung api aktif.
Cuaca didefinisikan sebagai keadaan rerata udara pada waktu atau saat tertentu di dalam
suatu wilayah. Skope wilayah cuaca bersifat sempit dengan ritme waktu yang pendek.
Perbedaan menonjol iklim dan cuaca adalah pada durasi waktu. Iklim didefinisikan kondisi
cuaca rata-rata tahunan dalam wilayah yang luas. Arus angin yang banyak mengandung uap
air dari lautan Pasifik melewati laut Cina Selatan menyebabkan musim hujan di Indonesia
terutama wilayah bagian barat. Semakin ke timur curah hujan semakin sedikit. Hal ini karena
hujan telah banyak jatuh dan menguap di bagian barat.
• Materi bisa dilihat juga dalam:
Said, M. Noor. 2020. Dinamika Penduduk. Semarang: Alprin.
Remedial
Remedial diberikan kepada siswa yang mendapat kriteria paham sebagian dan tidak paham
dengan kegiatan mengulang pembelajaran di luar jam pelajaran.
LAMPIRAN
A. LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK
LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)
A. Keragaman Alam Indonesia
Nama :
Kelas :
Modul Ajar Kurikulum Merdeka
Modul Ajar IPS SMP Fase D Kelas 8
Petunjuk!
LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)
1. Bagaimana Proses Geografis Memengaruhi Keragaman
Alam Indonesia?
Nama :
Kelas :
Petunjuk!
Modul Ajar Kurikulum Merdeka
Modul Ajar IPS SMP Fase D Kelas 8
B. BAHAN BACAAN GURU & PESERTA DIDIK
 Guru dan peserta didik mencari berbagai informasi tentang Proses Geografis dan
Keragaman Sosial Budaya dari berbagai media atau website resmi dibawa nauangan
kementerian pendidikan, kebudayaan, riset dan teknologi.
 Buku Panduan Guru dan Siswa Ilmu Pengetahuan Sosial untuk SMP Kelas VIII :
Kemendikbudristek 2021.
C. GLOSARIUM
Glosarium
adat istiadat: Himpunan kaidah-kaidah sosial yang sejak lama ada dan telah menjadi
kebiasaan (tradisi) dalam masyarakat.
benua: Hamparan daratan yang sangat luas yang berada di permukaan bumi.
budaya: Suatu cara hidup yang berkembang dan dimiliki Bersama oleh sebuah kelompok
orang dan diwariskan dari generasi ke generasi.
cuaca: Keadaan udara pada saat tertentu dan di wilayah tertentu yang relatif sempit dan pada
jangka waktu yan singkat.
dinamika penduduk: Perubahan jumlah penduduk pada suatu wilayah yang disebabkan oleh
tiga faktor yaitu, kelahiran (natalitas), kematian (mortalitas), dan perpindahan
(migrasi).
diplomasi: Urusan kepentingan sebuah negara dengan perantaraan wakil-wakilnya di negara
lain.
eksogen: Tenaga yang berasal dari luar bumi, artinya tenaga luar berhubungan dengan tenaga
yang berasal dari atas permukaan bumi.
endogen: Tenaga yang berasal dari dalam perut bumi sehingga mengakibatkan pergerakan
kulit bumi.
globalisasi: Terbentuknya sistem organisasi dan komunikasi antarmasyarakat di seluruh dunia
untuk mengikuti sistem dan kaidah yang sama
iklim: Rerata keadaan udara atau cuaca yang terjadi pada rentang wilayah yang luas serta
rentang waktu yang lama. Wilayah tersebut bisa satu benua atau negara dengan
waktu, misalnya 10 tahun atau 20 tahun.
imperialism : Sistem politik yang bertujuan menjajah negara lain untuk mendapatkan
kekuasaan dan keuntungan lebih besar.
inflasi: Kemerosotan nilai uang karena banyaknya dan cepatnya uang beredar sehingga
menyebabkan naiknya harga barang-barang
inovasi: Diterapkannya alat/ide baru untuk melengkapi atau menggantikan ide/alat yang lama
integrasi sosial: Proses penyesuaian unsur-unsur yang berbeda dalam masyarakat sehingga
menjadi satu kesatuan
Modul Ajar Kurikulum Merdeka
Modul Ajar IPS SMP Fase D Kelas 8
kolonialisme: Penguasaan oleh suatu negara atas daerah atau bangsa lain dengan maksud
untuk memperluas negara.
komoditas: Barang ekspor atau impor.
komposisi penduduk: Pengelompokan penduduk berdasarkan kriteria tertentu. misalnya
berdasarkan agama, jenis kelamin, ras, usia, status perkawinan, dan lain-lain.
koperasi: Organisasi ekonomi rakyat yang berwatak sosial dan beranggotakan orang-orang,
badan-badan hukum koperasi yang merupakan tata susunan ekonomi sebagai usaha
bersama berdasarkan asas kekeluargaan.
mobilitas sosial: Perpindahan posisi seseorang atau sekelompok orang dari lapisan yang satu
ke lapisan yang lain.
piramida penduduk: Dua buah diagram batang, pada sisi lainnya menunjukkan jumlah
penduduk laki-laki dan pada sisi lainnya menunjukkan jumlah penduduk
perempuan dalam kelompok interval usia penduduk lima tahunan.
potensi: Kemampuan yang dimiliki.
reformasi: Perubahan secara drastis untuk perbaikan (bidang sosial, politik, agama) dalam
suatu masyarakat atau negara.
region: Suatu wilayah yang memiliki ciri atau karakteristik tersendiri yang berbeda dengan
wilayah lainnya.
Think Pair Share: Think (berpikir secara mandiri), Pair (berpasangan) dan Share (berbagi
dalam segala hal termasuk pengetahuan ke satu individu atau grup belajar).
Two Stay Two Stray: Satu model pembelajaran kooperatif untuk menghadapi kemampuan
heterogen siswa yang dilakukan dengan membentuk kelompok yang bersifat
heterogen kemudian saling bertukar informasi dengan kelompok lain TSTS
memungkinkan siswa untuk saling bekerja sama dan saling bertukar informasi
dengan cara 2 anggota tinggal di kelompok dan 2 anggota menjadi tamu di
kelompok lain.
D. DAFTAR PUSTAKA
Daftar Pustaka
Abbas, Syamsuddin. 1997 Revolusi hijau dengan swasembada beras dan jagung. Jakarta:
Sekretariat Badan Pengendali Bimas Departemen Pertanian
Budiawan. 2017. Nasion & nasionalisme, jelajah ringkas teoritis. Yogyakarta: Penerbit
Ombak.
Bahasa Indonsia.2007. Kerja sama Perdagangan Internasional: Peluang dan Tantangan
bagi Bangsa Indonesia.Jakarta: PT Elekmediakomputindo.
Dawam, R.M, dkk. 1995. Bank Indonesia Dalam Kilasan Sejarah. Jakarta: LP3S.
Djojohadikusumo, Sumitro. (1953). Persoalan Ekonomi di Indonesia. Jakarta: Indira
Hatta, Mohammad. 1960. Ekonomi terpimpin. Jakarta: Fasco
Horton, Paul dan Chester L. Hunt. 1999. Sosiologi. Jakarta : Erlangga
Martono, Nanang. 2012. Sosiologi perubahan sosial. Jakarta: Raja Grafindo Persada.
Pranarka, AMW, Leonardus B. Moerdani dan Supardjo Roestam. 1986. Wawasan
kebangsaan, ketahanan nasional, dan wawasan nusantara. Yogyakarta: Lembaga
Pengkajian Kebudayaan Sarjana Wiyata Tamansiswa.
Poesponegoro, Marwati Djoened. 1993. Sejarah Nasional Indonesia VI. Jakarta : Balai
Modul Ajar Kurikulum Merdeka
Modul Ajar IPS SMP Fase D Kelas 8
Pustaka
Poesponegoro, Marwati Djoened. 2010. Sejarah Nasional Indonesia V. Jakarta : Balai
Pustaka
Ricklefs, Merle Calvin. 2008. Sejarah Indonesia Modern 1200-2008. Jakarta: Serambi
Reid, Anthony JS. 1996. Revolusi Nasional Indonesia. Jakarta: Pustaka Sinar Harapan.
Soekanto, Soerjono. 2012. Sosiologi suatu pengantar. Jakarta: PT. Rajawali Press.
Smith, Anthony D. 2003. Nasionalisme: teori, ideologi, sejarah. Jakarta: Penerbit Erlangga.
Supardi.2011. Dasar-Dasar Ilmu Sosial.Yogyakarta:Ombak.
Modul Ajar Kurikulum Merdeka
Modul Ajar IPS SMP Fase D Kelas 8
MODUL AJAR KURIKULUM MERDEKA
IPS FASE D KELAS VIII
INFORMASI UMUM
A. IDENTITAS MODUL
Penyusun
Instansi
Tahun Penyusunan
Jenjang Sekolah
Mata Pelajaran
Fase / Kelas
Tema 01
Subtema A
Materi 2
Alokasi Waktu
:
:
:
:
:
:
:
:
:
:
.....................................
SMP …………………
Tahun 2022
SMP
Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS)
D / VIII
Kondisi Geografis dan Pelestarian Sumber Daya
Keragaman Alam Indonesia
Proses Geografis dan Keragaman Sosial Budaya
4 JP (Pertemuan Ke-3-4)
B. KOMPETENSI AWAL
Capaian Pembelajaran IPS Fase D
Pada akhir fase ini, peserta didik mampu memahami dan memiliki kesadaran akan
keberadaan diri dan keluarga serta lingkungan terdekatnya. Ia mampu menganalisis hubungan
antara kondisi geografis daerah dengan karakteristik masyarakat serta memahami potensi
sumber daya alamnya. Ia juga mampu menganalisis hubungan antara keragaman kondisi
geografis nusantara terhadap pembentukan kemajemukan budaya. Ia mampu memahami
bagaimana masyarakat saling berupaya untuk dapat memenuhi kebutuhan hidupnya. Ia
mampu menganalisis peran pemerintah dan masyarakat dalam mendorong pertumbuhan
perekonomian. Peserta didik juga mampu memahami dan memiliki kesadaran terhadap
perubahan sosial yang sedang terjadi di era kontemporer. Ia dapat menganalisis
perkembangan ekonomi di era digital. Peserta didik memahami tantangan pembangunan dan
potensi Indonesia menjadi negara maju. Ia menyadari perannya sebagai bagian dari
masyarakat Indonesia dan dunia di tengah isu-isu regional dan global yang sedang terjadi dan
ikut memberikan kontribusi yang positif.
Peserta didik mampu memahami dan menerapkan materi pembelajaran melalui
pendekatan keterampilan proses dalam belajarnya, yaitu mengamati, menanya dengan rumus
5W 1H. Kemudian mampu memperkirakan apa yang akan terjadi berdasarkan jawaban-
jawaban yang ditemukan. Peserta didik juga mampu mengumpulkan informasi melalui studi
pustaka, studi dokumen, wawancara, observasi, kuesioner, dan Teknik pengumpulan
informasi lainnya. Merencanakan dan mengembangkan penyelidikan. Peserta didik
mengorganisasikan informasi dengan memilih, mengolah dan menganalisis informasi yang
diperoleh. Proses analisis informasi dilakukan dengan cara verifikasi, interpretasi, dan
triangulasi informasi. Peserta didik menarik kesimpulan, menjawab, mengukur dan
mendeskripsikan serta menjelaskan permasalahan yang ada dengan memenuhi prosedur dan
tahapan yang ditetapkan. Peserta didik mengungkapkan seluruh hasil tahapan di atas secara
lisan dan tulisan dalam bentuk media digital dan non-digital. Peserta didik lalu
mengomunikasikan hasil temuannya dengan mempublikasikan hasil laporan dalam bentuk
presentasi digital dan atau non-digital, dan sebagainya. Selain itu peserta didik mampu
mengevaluasi pengalaman belajar yang telah dilalui dan diharapkan dapat merencanakan
proyek lanjutan dengan melibatkan lintas mata pelajaran secara kolaboratif.
Elemen Pemahaman Konsep Elemen Keterampilan proses
Pada akhir fase ini, peserta didik
mampu memahami dan memiliki
Pada akhir fase ini, Peserta didik mampu
memahami dan menerapkan materi
Modul Ajar Kurikulum Merdeka
Modul Ajar IPS SMP Fase D Kelas 8
kesadaran akan keberadaan diri serta
mampu berinteraksi dengan
lingkungan terdekatnya. Ia mampu
menganalisis hubungan antara kondisi
geografis daerah dengan karakteristik
masyarakat dan memahami potensi
sumber daya alam serta kaitannya
dengan mitigasi kebencanaan . Ia juga
mampu menganalisis hubungan antara
keragaman kondisi geografis nusantara
terhadap pembentukan kemajemukan
budaya. Ia mampu memahami
bagaimana masyarakat saling berupaya
untuk dapat memenuhi kebutuhan
hidupnya. Ia mampu menganalisis peran
pemerintah dan masyarakat dalam
mendorong pertumbuhan perekonomian.
Peserta didik juga mampu memahami
dan memiliki kesadaran terhadap
perubahan sosial yang sedang terjadi di
era kontemporer. Ia dapat menganalisis
perkembangan ekonomi di era digital.
Peserta didik memahami tantangan
pembangunan dan potensi Indonesia
menjadi negara maju. Ia menyadari
perannya sebagai bagian dari masyarakat
Indonesia dan dunia di tengah isu-isu
regional dan global yang sedang terjadi
dan ikut memberikan kontribusi yang
positif.
pembelajaran melalui pendekatan
keterampilan proses dalam belajarnya, yaitu
mengamati, menanya dengan rumus 5W
1H. Kemudian mampu memperkirakan apa
yang akan terjadi berdasarkan jawaban-
jawaban yang ditemukan. Peserta didik juga
mampu mengumpulkan informasi melalui
studi pustaka, studi dokumen, lapangan,
wawancara, observasi, kuesioner, dan
teknik pengumpulan informasi lainnya.
merencanakan dan mengembangkan
penyelidikan. Peserta didik
mengorganisasikan informasi dengan
memilih, mengolah dan menganalisis
informasi yang diperoleh. Proses analisis
informasi dilakukan dengan cara verifikasi,
interpretasi, dan triangulasi informasi.
Peserta didik menarik kesimpulan,
menjawab, mengukur dan mendeskripsikan
serta menjelaskan permasalahan yang ada
dengan memenuhi prosedur dan tahapan
yang ditetapkan. Peserta didik
mengungkapkan seluruh hasil tahapan di
atas secara lisan dan tulisan dalam bentuk
media digital dan non-digital. Peserta didik
lalu mengomunikasikan hasil temuannya
dengan mempublikasikan hasil laporan
dalam bentuk presentasi digital dan atau
non digital, dan sebagainya. Selain itu
peserta didik mampu mengevaluasi
pengalaman belajar yang telah dilalui dan
diharapkan dapat merencanakan proyek
lanjutan dengan melibatkan lintas mata
pelajaran secara kolaboratif.
C. PROFIL PELAJAR PANCASILA
 Beriman, Bertakwa Kepada Tuhan Yang Maha Esa, dan Berahlak Mulia;
 Berkebhinekaan Global;
 Bergotong Royong;
 Mandiri;
 Bernalar Kritis; dan
 Kreatif.
D. SARANA DAN PRASARANA
Media, Sumber Belajar, dan Alat
Sumber utama:
 Video tentang proses geografis dan keragaman sosial budaya di Indonesia.
 Slide gambar tentang bangunan hasil akulturasi dengan budaya luar di Indonesia.
 Peta ilustrasi pelayaran dari Yunan ke Indonesia.
Modul Ajar Kurikulum Merdeka
Modul Ajar IPS SMP Fase D Kelas 8
 Buku Siswa Ilmu Pengetahuan Sosial Kelas VII, 2021, Jakarta: Kemendikbud, Pusta
Kurikulum dan Perbukuan.
 LCD, laptop, papan tulis.
Sumber alternatif:
 Guru juga dapat menggunakan sumber belajar alternatif yang terdapat di lingkungan
setempat. Sesuai tema proses geografis dan keragaman sosial .
Pengembangan sumber belajar:
 Guru dapat membuat video dari kumpulan-kumpulan beberapa budaya yang ada di
Indonesia
E. TARGET PESERTA DIDIK
 Peserta didik reguler/tipikal: umum, tidak ada kesulitan dalam mencerna dan memahami
materi ajar.
 Peserta didik dengan pencapaian tinggi: mencerna dan memahami dengan cepat, mampu
mencapai keterampilan berfikir aras tinggi (HOTS), dan memiliki keterampilan
memimpin
F. MODEL PEMBELAJARAN
 Tatap Muka
KOMPONEN INTI
A. TUJUAN KEGIATAN PEMBELAJARAN
Alur Tujuan Pembelajaran :
1. Peserta didik mampu menjelaskan keragaman sosial budaya di masyarakat.
2. Peserta didik mampu menganalisis pengaruh faktor geografis yang mempengaruhi
keragaman sosial budaya.
3. Peserta didik mampu mengidentifikasi jenis keragaman sosial budaya.
B. PEMAHAMAN BERMAKNA
 Meningkatkan kemampuan siswa tentang proses geografis dan keragaman sosial budaya.
C. PERTANYAAN PEMANTIK
 Bagaimana pengaruh letak geografis terhadap keragaman sosial budaya?
 Mengapa terjadi keragaman sosial budaya?
 Apa saja yang memengaruhi adanya keragaman sosial budaya?
D. KEGIATAN PEMBELAJARAN
Kegiatan Pendahuluan
 Guru dan peserta didik mengucapkan salam dan doa.
 Guru dan peserta mengondisikan pembelajaran.
 Apersepsi : Peserta didik melihat video keragaman sosial budaya di Indonesia. Guru
dapat menambahkan variasi gambar menggunakan tayangan video dari internet.
Apersepsi juga dapat dilakukan dengan melibatkan aktivitas peserta didik. Peserta didik
difasilitasi guru mengaitkan gambar dengan kegiatan belajar sebelumnya. Guru
melanjutkan dengan memberikan motivasi terkait proses geografis dan keragaman
sosial budaya.
 Motivasi: Dengan adanya keragaman sosial budaya yang ada di Indonesia, kita dapat
mengetahui bahwa setiap daerah mempunyai budaya masing-masing dengan ciri
Modul Ajar Kurikulum Merdeka
Modul Ajar IPS SMP Fase D Kelas 8
khasnya sendiri-sendiri. Maka dari itu, kita dapat meningkatkan toleransi untuk
menghargai dan menghormati sosial dan budaya dari daerah lain
 Peserta didik dibantu guru menyimak gambaran tema dan tujuan pembelajaran pada
pertemuan 3 dan 4 tentang proses geografis dan keragaman sosial budaya dalam tema
01.
Kegiatan Inti
Guru menjelaskan tentang petunjuk kerja dan tugas dari Lembar Aktivitas 3 untuk
mengidentifikasi pengaruh kondisi geografis terhadap keragaman sosial budaya. Kegiatan ini
dimaksudkan untuk memberikan pengalaman peserta didik bahwa setiap daerah memiliki
pengaruh terhadap keragaman sosial budaya. Proses tukar menukar hasil diskusi dapat
dilakukan dalam waktu singkat, kemudian guru melakukan tanya jawab dengan peserta didik
terkait hasil identifikasi. Secara interaktif guru mengaitkan hasil identifikasi dengan orientasi
pembelajaran tentang keragaman sosial budaya.
Peserta Didik Mengidentifikasi Masalah
Setelah peserta didik mengidentifikasi berbagai mata pencaharian, kesenian, dan upacara
keagamaan dalam masyarakat pada keragaman sosial budaya yang berbeda, selanjutnya guru
mendorong peserta didik mengajukan berbagai pertanyaan yang mengarah pada HOTS.
Beberapa pertanyaan yang diajukan, misalnya: Bagaimana pengaruh letak geografis terhadap
keragaman sosial budaya? Mengapa terjadi keragaman sosial budaya? Apa saja yang
memengaruhi adanya keragaman sosial budaya?
Peserta Didik Mengelola Informasi
 Peserta didik membaca teks tentang keragaman sosial budaya masyarakat, pengaruh
faktor geografis yang memengaruhi keragaman budaya, dan unsur-unsur budaya.
 Guru memfasilitasi sumber lain misalnya memberikan tautan internet yang mendukung
penjelasan dan pendalaman sumber belajar. Contoh tautan : Budaya Indonesia
https://www.youtube.com/watch?v=cbD_yqfYx9g
Untuk memperoleh informasi lebih luas, peserta didik juga dapat melakukan browsing
kehidupan masyarakat Indonesia yang dipengaruhi oleh proses geografis. Guru dapat
memberikan beberapa tautan berita, tulisan, dan laporan video tentang keragaman sosial
budaya kehidupan masyarakat Indonesia.
 Peserta didik mengolah informasi secara berkelompok di bawah bimbingan guru.
Kegiatan ini dapat dilakukan secara bervariasi, misalnya dengan diskusi kelompok
menggunakan Team Games Tournament
 Contoh: Menggunakan Team Games Tournament
1. Kelompok Asal
a. Peserta didik dibagi menjadi 5 kelompok, setiap satu kelompok terdiri dari 7 orang
dengan cara berhitung.
b. Peserta didik duduk mengelompok bersama kelompoknya masing-masing, lalu
diarahkan untuk berdiskusi mengenai pencarian data/informasi guna mempelajari
materi proses geografis dan keragaman sosial budaya.
c. Guru mendampingi, membimbing, dan mengawasi peserta didik dalam kegiatan
mencari data/informasi berdasarkan sumber yang relevan
2. Tournament
a. Guru mengajak peserta didik untuk bermain dalam pembelajaran melalui Team
Modul Ajar Kurikulum Merdeka
Modul Ajar IPS SMP Fase D Kelas 8
Games Tournament.
b. Peserta didik menyajikan hasil diskusi kelompok dengan melakukan games
tournament.
c. Sebelumnya guru telah menyiapkan media pembelajaran lembar kerja berupa
beberapa pertanyaan yang akan dijawab oleh masing-masing kelompok peserta
didik.
d. Peserta didik kemudian menjawab pertanyaan pada media yang disediakan.
e. Peserta didik mengikuti permainan dengan prosedur yang sama.
f. Peserta didik harus menghentikan permainan jika sudah ada kelompok yang
menjawab seluruh pertanyaan dengan mengangkat lembar kerja.
3. Rekognisi Team
a. Guru melakukan penilaian hasil tournament atau permainan.
b. Kelompok yang memperoleh nilai tertinggi mendapatkan reward dari guru.
 Peserta didik memilih dan mengorganisasikan informasi yang diperoleh.
 Guru membimbing dan mengarahkan proses belajar peserta didik (kegiatan belajar).
 Guru memastikan peserta didik mengerjakan tugas dengan baik.
 Guru membantu peserta didik menemukan sumber belajar lainnya.
Hal tersebut bertujuan untuk mengembangkan keterampilan berkolaborasi dengan orang
lain.
Peserta Didik Merencanakan dan Mengembangkan Ide
 Hasil pengolahan informasi disajikan dalam bentuk laporan/poster/karya lainnya.
 Peserta didik secara kelompok mengerjakan Lembar Aktivitas 4 tentang perbedaan
budaya yang ada di Indonesia.
Peserta Didik Melakukan Refleksi Diri dan Aksi
 Dalam kelas atau melalui media berbasis internet peserta didik mengomunikasikan hasil
pengolahan informasi.
 Guru memfasilitasi peserta didik menemukan simpulan pembelajaran.
 Guru memberikan kesempatan ke peserta didik untuk mengajukan pendapat atau
pertanyaan.
 Penguatan dan pengayaan dilakukan untuk mengembangkan kompetensi peserta didik.
Penutup
 Penilaian pembelajaran dilakukan secara lisan atau tertulis.
 Peserta didik melakukan refleksi pembelajaran berkaitan dengan sikap, pengetahuan,
dan keterampilan.
Sikap
 Apakah aku sudah melakukan pembelajaran secara bertanggung jawab?
 Inspirasi dari pembelajaran tentang proses geografis dan keragaman sosial budaya
dalam hidup saya adalah…
Pengetahuan:
 Apakah aku sudah mampu mengidentifikasi keragaman sosial budaya Indonesia?
Modul Ajar Kurikulum Merdeka
Modul Ajar IPS SMP Fase D Kelas 8
 Mengapa terjadi perbedaan suhu di wilayah Indonesia?
 Bagaimana pengaruh letak geografis terhadap keragaman sosial budaya di Indonesia?
Keterampilan :
 Apakah aku sudah berhasil membuat esai/poster/karya lainnya tentang proses geografis
dan pengaruhnya terhadap keragaman sosial budaya?
 Refleksi juga dapat dilakukan dengan cara lain, misalnya kuis tentang proses geografis
dan keragaman alam, menuliskan kompetensi yang diperoleh baik sikap, pengetahuan,
dan keterampilan. Dapat pula dengan menuliskan inspirasi yang diperoleh dan yang
akan dilakukan pada masa yang akan datang.
 Tindak lanjut dilakukan dengan mendorong peserta didik mempelajari lebih lanjut dan
informasi pembelajaran berikutnya tentang potensi sumber daya alam di Indonesia.
 Doa dan penutup.
F. REFLEKSI
Refleksi Guru :
 Apakah Kegitan belajar berhasil?
 Berapa persen peserta didik mencapai tujuan?
 Kesulitan apa yang dialami guru dan peserta didik?
 Apa langkah yang perlu dilakukan untuk memperbaiki proses belajar?
 Apakah seluruh peserta didik mengikuti pelajaran dengan baik?
Refleksi Peserta Didik :
Setelah mempelajari materi keragaman alam Indonesia, kesimpulan apa yang dapat kalian
ambil dari materi tersebut? Pengetahuan apa saja yang kamu peroleh? Sikap apa yang dapat
kamu kembangkan? Keterampilan apa saja yang dapat dikuasai? Pada materi ini, proses
geografis berhubungan dengan keragaman alam Indonesia. Kemudian menurut kalian
bagaimanakah cara untuk melestarikan keragaman alam dan keragaman sosial budaya Indonesia
agar tetap bertahan pada zaman globalisasi saat ini? Padahal kita tahu, keragaman alam dan
keragaman sosial budaya Indonesia sudah terkenal hingga mancanegara.
F. ASESMEN / PENILAIAN
Penilaian Proses dan Hasil Pembelajaran
a. Konsep Penilaian dan Pembelajaran IPS
Penilaian merupakan kegiatan yang bertujuan untuk memperoleh, menganalisis, menafsirkan
proses dan hasil belajar peserta didik secara sistematis. Penilaian tersebut dapat digunakan
untuk mengetahui tingkat keberhasilan pencapaian kompetensi, proses pembelajaran, tingkat
kesulitan belajar peserta didik, dan penentuan tindak lanjut pembelajaran. Penilaian
pembelajaran IPS memakai pendekatan penilaian autentik (authentic assesment) untuk
menilai kesiapan peserta didik, proses, dan hasil belajar secara utuh. Hasil penilaian tersebut
dapat dimanfaatkan guru dalam merencanakan program perbaikan (remedial), pengayaan
(enrichment), layanan konseling, dan sebagai landasan untuk memperbaiki proses
pembelajaran selanjutnya.
b. Teknik dan Instrumen Penilaian
Penilaian kompetensi sikap, keterampilan, dan pengetahuan dilakukan menggunakan teknik
dan instrumen penilaian. Berikut merupakan penjabaran teknik dan instrumen penilaian dari
masing-masing kompetensi.
Modul Ajar Kurikulum Merdeka
Modul Ajar IPS SMP Fase D Kelas 8
1. Penilaian kompetensi sikap
Teknik penilaian kompetensi sikap dapat berupa observasi, penilaian diri, dan penilaian
antar teman. Kegiatan ini bisa dilakukan oleh guru matabpelajaran, wali kelas, dan guru
bimbingan konseling (BK) yang ditulis dalam buku jurnal. Jurnal berisi catatan kejadian
tertentu dan informasi lain yang relevan.
a. Observasi
Instrumen dalam observasi yaitu lembar observasi atau jurnal. Lembar observasi berisi
catatan perilaku peserta didik berdasarkan pengamatan oleh guru mata pelajaran, wali kelas,
dan guru bimbingan konseling selama satu semester. Setiap catatan berisi deskripsi perilaku
peserta didik yang dilengkapi dengan waktu dan tempat pengamatan tersebut.
Jika terjadi perubahan sikap peserta didik dari yang kurang baik menjadi baik maka dalam
jurnal harus ditulis bahwa sikap peserta didik tersebut telah baik atau bahkan sangat baik. Hal
yang dicatat dalam jurnal bisa berupa sikap kurang baik, baik, maupun sangat baik, serta
perkembangan perubahan sikap peserta didik. Berikut merupakan lembar observasi penilaian
sikap peserta didik selama satu semester:
Tabel Jurnal Pengembangan Sikap
No Tanggal Nama Siswa Catatan Perilaku Butir Sikap
1
2
3
4
dst
Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam pelaksanaan penilaian sikap menggunakan
teknik observasi :
 Jurnal penilaian sikap ditulis oleh guru mata pelajaran, wali kelas, dan guru BK selama
satu semester.
 Penilaian oleh wali kelas dapat menggunakan 1 (satu) jurnal untuk satu kelas yang
menjadi tanggung-jawabnya. Penilaian oleh guru mata pelajaran dapat menggunakan 1
(satu) jurnal untuk setiap kelas yang diajarnya, dan penilaian oleh guru BK dapat
menggunakan 1 (satu) jurnal untuk setiap kelas di bawah bimbingannya.
 Penilaian perkembangan sikap sipritual dan sikap sosial peserta didik bisa dicatat dalam
satu jurnal yang sama atau dalam 2 (dua) jurnal berbeda.
 Peserta didik yang dicatat dalam jurnal adalah peserta didik yang menunjukkan perilaku
yang sangat baik maupun kurang baik secara alami.
 Pencatatan jurnal dilakukan dengan segera seperti ketika wali kelas, guru mata pelajaran,
maupun guru BK menyaksikan atau memperoleh informasi terpercaya mengenai perilaku
peserta didik.
 Jika peserta didik pernah menunjukkan sikap kurang baik tetapi selama satu semester
tersebut menunjukan perkembangan ke arah sikap baik, maka sikap baik tersebut juga
dicatat dalam jurnal.
 Guru mata pelajaran dan guru BK merangkum catatan jurnal perkembangan sikap
spiritual dan sikap sosial setiap peserta didik dan menyerahkannya kepada wali kelas
Modul Ajar Kurikulum Merdeka
Modul Ajar IPS SMP Fase D Kelas 8
untuk diolah lebih lanjut
Berikut merupakan jurnal penilaian (perkembangan) sikap spiritual dan sikap sosial oleh
wali kelas.
Jurnal Penilaian Sikap Spiritual
Nama Sekolah : SMP .............................
Kelas/Semester : VIII/I
Tahun Pelajaran : 2022/2023
No Waktu Nama Siswa Catatan Perilaku Butir Sikap
1 19/07/22 Haidar Tidak mengikuti sholat
Dzuhur berjamaah di
sekolah.
Ketaqwaan
2 19/07/22 Halwa Mengganggu teman
ketika berdoa sebelum
kegiatan pembelajaran.
Ketaqwaan
3 19/07/22 Sugi Mengajak teman berdoa
sebelum olahraga
badminton di sekolah.
Ketaqwaan
4 19/07/22 Said Berpartisipasi sebagai
panitia perayaan
keagamaan di sekolah.
Toleransi
beragama
Jurnal Penilaian Sikap Sosial
Nama Sekolah : SMP .............................
Kelas/Semester : VIII/I
Tahun Pelajaran: 2022/2023
No Waktu Nama Siswa Catatan Perilaku Butir Sikap
1 12/07/22 Haidar Membantu seorang
teman yang kesulitan
menyebrang jalan di
depan sekolah.
Kepedulian
2 26/08/22 Halwa Menyerahkan dompet
yang ditemukan di
kantin sekolah kepada
wali kelas.
Kejujuran
3 26/09/22 Sugi Tidak menggunakan
atribut upacara di
sekolah dengan legkap.
Kedisiplinan
4 25/10/22 Said Berinisiatif menyiram
tanaman yang mulai
kering.
Kepedulian
Modul Ajar Kurikulum Merdeka
Modul Ajar IPS SMP Fase D Kelas 8
Contoh format di atas dapat digunakan guru mata pelajaran dan guru BK dalam penilain
sikap spiritual dan sosial. Catatan tersebut juga dapat dibuat dalam satu tabel yang sama
dengan menambahkan kolom keterangan pada bagian paling kanan untuk menuliskan
keterangan jenis sikap yang ditulis. Berikut merupakan contoh tabel jurnal penilaian sikap
(spiritual dan sosial) yang dijadikan dalam satu tabel:
Jurnal Penilaian Sikap
Nama Sekolah : SMP .............................
Kelas/Semester : VIII/I
Tahun Pelajaran: 2022/2023
No Waktu Nama Siswa Catatan Perilaku Butir Sikap Ket.
1 19/07/22 Haidar Membantu seorang
teman yang
kesulitan
menyebrang jalan di
depan sekolah
Ketaqwaan Sosial
2 19/07/22 Halwa Mengajak teman
berdoa sebelum
olahraga badminton
di sekolah.
Kepeduliaan Spiritual
3 19/07/22 Sugi Mengganggu teman
ketika berdoa
sebelum kegiatan
pembelajaran.
Toleransi
beragama
Spiritual
4 18/11/22 Said Berinisiatif
menyiram tanaman
yang mulai kering.
Ketaqwaan Sosial
b. Penilaian Diri (Self Assesment)
Penilaian diri merupakan teknik penilaian terhadap diri sendiri oleh peserta didik dengan
mengidentiikasi kelebihan dan kekurangan sikap peserta didik dalam berperilaku. Teknik
penilaian ini dapat digunakan untuk menumbuhkan nilai-nilai kejujuran dan meningkatkan
kemampuan releksi diri peserta didik. Satu tabel penilaian diri dapat digunakan untuk
penilaian sikap spiritual dan sikap sosial. Berikut merupakan lembar penilaian diri
menggunakan Likert Scale.
Lembar Penilaian Diri Siswa (Likert Scale)
Nama teman yang dinilai : ..................
Nama penilai : ..................
Kelas : ....................
Semester : ....................
Berilah tanda centang pada kolom “Ya” atau “Tidak” sesuai dengan keadaan
sebenarnya
Modul Ajar Kurikulum Merdeka
Modul Ajar IPS SMP Fase D Kelas 8
No Pernyataan
Skala
1 2 3 4
1 Saya berdoa sebelum melakukan kegiatan
2 Saya melaksanakan ibadah sholat tepat waktu
3 Saya berani mengakui kesalahan jika memang
bersalah
4 Saya mengumpulkan tugas sesuai jadwal yang
diberikan
5 Saya mengembalikan barang yang saya pinjam
dalam kondisi baik
6 Saya meminta maaf jika melakukan kesalahan
7 Saya datang ke sekolah tepat waktu
Keterangan:
1 = sangat jarang
2 = jarang
3 = sering
4 = selalu
c. Penilaian Antar Teman
Penilaian antar teman adalah teknik penilaian yang dilakukan peserta didik terhadap
peserta didik yang lain mengenai sikap/perilaku peserta didik. Penilaian antarteman dapat
digunakan untuk menumbuhkan nilai kejujuran, tenggang rasa, dan saling menghargai. Satu
lembar penilaian diri dapat digunakan untuk penilaian sikap spiritual dan sikap sosial.
Berikut merupakan lembar penilaian antarteman menggunakan Likert Scale.
Lembar Penilaian Diri Siswa (Likert Scale)
Nama : ..................
Kelas : ....................
Semester : ....................
Berilah tanda centang pada kolom “Ya” atau “Tidak” sesuai dengan keadaan
sebenarnya
No Pernyataan
Skala
1 2 3 4
1 Teman saya berkata jujur kepada orang lain
Modul Ajar Kurikulum Merdeka
Modul Ajar IPS SMP Fase D Kelas 8
2 Teman saya mengerjakan ulangan dengan jujur
3 Teman saya mentaati tata-tertib sekolah
4 .....................................
Keterangan:
1 = sangat jarang
2 = jarang
3 = sering
4 = selalu
Pada dasarnya teknik penilaian diri ini tidak hanya untuk aspek sikap, tetapi juga dapat
digunakan untuk menilai kompetensi dalam aspek kete rampilan dan pengetahuan.
2. Penilaian Kompetensi Pengetahuan
a) Pengertian Penilaian Pengetahuan
Penilaian pengetahuan merupakan penilaian yang dilakukan untuk mengetahui
kemampuan peserta didik berkaitan dengan penguasaan pengetahuan faktual, konseptual,
maupun prosedural serta kecakapan berpikir tingkat rendah hingga tinggi. Guru dapat
memilih teknik penilaian yang disesuaikan dengan karakteristik kompetensi yang akan
dinilai. Penilaian diawali dengan perencanaan pada saat menyusun rencana pelaksanaan
pembelajaran (RPP). Hasil penilaian pengetahuan yang dilakukan selama dan setelah proses
pembelajaran dinyatakan dalam bentuk angka dengan rentang 0-100.
b) Teknik Penilaian Pengetahuan
Teknik penilaian pengetahuan yang akan digunakan dapat disesuaikan dengan
karakteristik masing-masing Kmpetensi Dasar (KD). Teknik penilaian pengetahuan yang
sering digunakan yaitu tes tertulis, tes lisan, dan penugasan. Berikut merupakan penjabaran
dari berbagai teknik penilaian pengetahuan.
Teknik Penilaian Pengetahuan
Teknik Bentuk Instrumen Tujuan
Tes tertulis Pilihan ganda, benar-salah,
menjodohkan, isian atau
melengkapi, dan uraian.
Mengetahui kemampuan
penguasaan pengetahuan
peserta didik dalam proses
pembelajaran.
Tes lisan Tanya jawab Mengetahui pemahaman peserta
didik sebagai dasar perbaikan
proses pembelajaran
Penugasan Tugas individu dan kelompok Memfasilitasi penguasaan
pengetahuan peserta didik
selama proses pembelajaran.
1. Tes Tertulis
Tes tertulis merupakan soal dan jawaban disajikan secara tertulis, misalnya pilihan ganda,
Modul Ajar Kurikulum Merdeka
Modul Ajar IPS SMP Fase D Kelas 8
benar-salah, dan uraian. Langkah-langkah pengembangan tes tertulis:
Kisi-kisi Tes Tertulis
Nama Sekolah : SMP .............................
Kelas/Semester : VIII/I
Tahun Pelajaran : 2022/2023
Mata Pelajaran : IPS
No
Kompetensi
Dasar
Materi
Indikator
Soal
Bentuk
Soal
Jumlah
Soal
1 Menganalisis
pengaruh faktor
geografis yang
mempengaruhi
keragaman sosial
budaya
proses
geografis
dan
keragaman
sosial
budaya
Peserta didik
diharapkan
mampu
menganalisis
pengaruh faktor
geografis yang
mempengaruhi
keragaman sosial
budaya.
Tes
Tertulis
2
Butir soal:
1. Mengapa terjadi perbedaan suhu di wilayah Indonesia?
2. Bagaimana pengaruh letak geografis terhadap keragaman sosial budaya di Indonesia?
Pemberian skor Tes Tertulis
No.
Soal
Kunci Jawaban Skor
1 Suhu dapat berbeda-beda dikarenakan beberapa faktor sebagai
berikut : a. Sudut Datangnya Sinar Matahari yaitu sudut yang
dibentuk oleh sinar matahari dan suatu bidang di permukaan bumi
dimana emakin besar sudut datangnya sinar matahari, maka
semakin tegak datangnya sinar sehingga suhu yang diterima bumi
semakin tinggi.
2
2 Posisi wilayah nusantara yang strategis membuat
banyak kebudayaan asing yang masuk, budaya asing tersebut
berasal dari Kebudayaan Hindu-Buddha, Islam dan dari bangsa
Eropa. Posisi silang antara benua Asia dan Australia membuat
banyak bangsa Asing menguasai Nusantara.
2
Total Skor Maksimum 4
Modul Ajar Kurikulum Merdeka
Modul Ajar IPS SMP Fase D Kelas 8
2. Tes Lisan
Tes lisan merupakan pertanyaan yang diberikan guru secara lisan kepada peserta didik
yang jawaban atas pertanyaan tersebut juga disampaikan secara lisan. Tes ini bertujuan untuk
mengetahui penguasaan pengetahuan peserta didik dan menumbuhkan kemampuan
berkomunikasi. Pemberian tes lisan dapat dilakukan pada saat pembelajaran berlangsung.
pertanyaan pada tes lisan:
 Apakah aku sudah mampu mengidentifikasi keragaman sosial budaya Indonesia?
 Mengapa terjadi perbedaan suhu di wilayah Indonesia?
 Bagaimana pengaruh letak geografis terhadap keragaman sosial budaya di Indonesia?
3. Penugasan
Penugasan adalah pemberian tugas untuk meningkatkan pengetahuan peserta didik. Tugas
dapat dikerjakan baik secara individu maupun kelompok sesuai dengan kompetensi yang
ingin dicapai. Berikut merupakan kisi-kisi tugas dan pedoman penskorannya.
Nama Sekolah : SMP .............................
Kelas/Semester : VIII/I
Tahun Pelajaran: 2022/2023
Mata Pelajaran : IPS
Kompetensi
Dasar
Materi Indikator
Teknik
Penilaian
Menganalisis
pengaruh faktor
geografis yang
mempengaruhi
keragaman sosial
budaya
Proses geografis
dan keragaman
sosial budaya
Peserta didik
diharapkan mampu
menganalisis
pengaruh faktor
geografis yang
mempengaruhi
keragaman sosial
budaya.
Penugasan
Pedoman Pemberian Skor Tugas
No Soal Aspek yang Dinilai Skor
1 Mengapa faktor kondisi geografis dapat mempengaruhi
keragaman budaya di Indonesia?
0-2
2 Bagaimana pengaruh letak geografis Indonesia terhadap
kehidupan sosial budaya?
0-3
3 Apakah terdapat pengaruh dari letak geografis terhadap
keragaman budaya?
0-3
Modul Ajar Kurikulum Merdeka
Modul Ajar IPS SMP Fase D Kelas 8
4 Apa faktor faktor geografis yang dapat mempengaruhi
keragaman sosial budaya?
0-2
Total Skor Maksimum 10
3. Penilaian Keterampilan
a) Pengertian Penilaian Keterampilan
Penilaian keterampilan dilakukan untuk mengetahui kemampuan peserta didik dalam
menerapkan pengetahuan yang telah diperoleh untuk melakukan tugas tertentu sesuai dengan
indikator pencapaian kompetensi. Penilaian ini dapat dilakukan dengan berbagai teknik,
seperti penilaian kinerja dan penilaian proyek. Berikut merupakan contoh kisi-kisi penilaian
keterampilan, tugas, dan pedoman pemberian skor.
b) Teknik Penilaian Keterampilan
• Penilaian kinerja
Berikut ini Kisi-kisi Penilaian Kinerja, soal/tugas, pedoman pemberian skor:
Kisi-kisi Penilaian Kinerja
Nama Sekolah : SMP .............................
Kelas/Semester : VIII/I
Tahun Pelajaran : 2022/2023
Mata Pelajaran : IPS
No
Kompetensi
Dasar
Materi Indikator
Teknik
Penilaian
1 Menganalisis
pengaruh faktor
geografis yang
mempengaruhi
keragaman sosial
budaya
Proses
geografis dan
keragaman
sosial budaya
Peserta didik
diharapkan mampu
menganalisis pengaruh
faktor geografis yang
mempengaruhi
keragaman sosial
budaya.
Rubrik Pemberian Skor Penilaian Kinerja
No Aspek yang Dinilai
Skala
0 1 2 3 4
1 Merencanakan pengamatan
2 Melakukan pengamatan
3 Membuat laporan
Modul Ajar Kurikulum Merdeka
Modul Ajar IPS SMP Fase D Kelas 8
Jumlah:
Penilaian diberikan dengan memperhatikan aspek proses dan produk. Guru dapat
menetapkan bobot pemberian skor yang berbeda antara satu dan aspek yang lainnya dengan
memperhatikan karakteristik kompetensi yang dinilai.
Rubrik Penilaian Kinerja
No Indikator Rubrik
1 Menyiapkan bahan
yang diperlukan
2 = Menyiapkan seluruh alat dan bahan yang diperlukan.
1 = Menyiapakan sebagian alat dan bahan yang
diperlukan.
0 = Tidak menyiapkan alat bahan
2 Pengamatan 4 = Melakukan empat langkah kerja dengan tepat
3 = Melakukan tiga langkah kerja dengan tepat.
2 = Melakukan dua langkah kerja dengan tepat.
1 = Melakukan satu langkah kerja dengan tepat.
0 = Tidak melakukan langkah kerja.
Langkah kerja:
1. Menyiapkan kertas gambar ukuran A4.
2. Menggambar proses geografis dan pengaruhnya
terhadap keragaman sosial budaya.
3. Mencantumkan komponen proses geografis dan
pengaruhnya terhadap keragaman sosial budaya pada
gambar yang di buat.
4. Memberikan warna pada kenampakan objek yang di
gambar pada proses geografis dan pengaruhnya
terhadap keragaman sosial budaya.
3 Membuat laporan 3 = Memenuhi 3 kriteria
2 = Memenuhi 2 kriteria
1 = Memenuhi 1 kriteria
0 = Tidak memenuhi kriteria
Kriteria laporan:
1. Memenuhi sistematika laporan (judul, tujuan, alat dan
bahan, prosedur, data pengamatan, pembahasan,
kesimpulan)
2. Data, pembahasan, dan kesimpulan benar
Modul Ajar Kurikulum Merdeka
Modul Ajar IPS SMP Fase D Kelas 8
3. Komunikatif
• Penilaian proyek
Penilaian proyek merupakan kegiatan yang bertujuan untuk mengetahui kemampuan
peserta didik dalam mengimplementasikan pengetahuannya melalui penyelesaian suatu tugas
dalam waktu tertentu. Penilaian ini dapat digunakan untuk mengukur satu maupun beberapa
Kompetensi Dasar (KD) dalam satu atau beberapa mata pelajaran.
Kegiatan yang dilakukan dimulai dengan perencanaan, pengumpulan, pengorganisasian,
pengolahan, penyajian, dan pelaporan. Beberapa hal yang perlu dipertimbangkan dalam
penilaian proyek, yaitu:
1) Pengelolaan
Kemampuan peserta didik untuk menentukan tema atau topik, mengumpulkan informasi,
pengolahan data, dan penulisan laporan.
2) Relevansi
Tema yang dipilih sesuai dengan Kompetensi Dasar (KD).
3) Keaslian
Laporan atau produk yang dibuat peserta didik merupakan hasil karyanya.
4) Inovasi dan Kreativitas
Terdapat unsur-unsur kebaruan dan berbeda pada produk yang dihasilkan peserta didik.
Kisi-kisi Penilaian Proyek
Nama Sekolah : SMP .............................
Kelas/Semester : VIII/I
Tahun Pelajaran : 2022/2023
Mata Pelajaran : IPS
No
Kompetensi
Dasar
Materi Indikator
Teknik
Penilaian
1 Menganalisis
pengaruh faktor
geografis yang
mempengaruhi
keragaman sosial
budaya
Proses
geografis
dan
keragaman
sosial
budaya
Peserta didik diharapkan
mampu menganalisis
pengaruh faktor geografis
yang mempengaruhi
keragaman sosial budaya.
Penilaian
Proyek
Proyek : Buatlah poster salah satu tujuan proses geografis dan pengaruhnya
menggunakan kertas gambar ukuran A3, pensil warna atau cat air dengan memperhatikan
hal- hal berikut!
Modul Ajar Kurikulum Merdeka
Modul Ajar IPS SMP Fase D Kelas 8
1. Pilihlah salah satu tujuan proses geografis dan pengaruhnya .
2. Amati tujuan tersebut apakah telah tercapai atau belum tercapai di Indonesia lalu
sampaikan dalam poster.
3. Gambar salah satu tujuan proses geografis dan pengaruhnya yang telah dipilih!
4. Tuliskan proses geografis dan pengaruhnya konsep dari poster yang akan peserta didik
sampaikan!
5. Laporkan hasilnya secara lisan!
Rubrik Pemberian Skor Proyek
No Pernyataan
Skor
1 2 3 4
1 Kemampuan peserta didik dalam merencanakan
2 Kemampuan menggambar poster
3 Kemampuan penyampaian konsep berdasarkan poster
yang digambar
4 Kemampuan mempresentasikan isi poster
5 Produk Poster
Skor Maksimum 15
Catatan:
Guru bisa menetapkan bobot yang berbeda-beda antara aspek satu dan lainnya
pada pemberian skor dengan memperhatikan karakteristik Kompetensi Dasar
(KD) atau keterampilan yang dinilai.
Rubrik PenilaianProyek
No Pernyataan Keterangan
1 Kemampuan Perencanaan 2 = perencanaan lengkap (bahan, cara kerja, hasil),
dan rinci
1 = perencanaan kurang lengkap
0 = tidak ada perencanaan
2 Kemampuan menggambar
poster secara tepat sesuai
dengan salah satu tujuan
proses geografis dan
pengaruhnya terhadap
keragaman sosial budaya
2 = menggambar dan mewarnai poster dengan baik
dan interpretasi tujuan pembangunan
berkelanjutan dalam poster tepat.
1 = menggambar dan memberikan warna pada
poster tetapi salah dalam menginterpretasikan
tujuan pembangunan berkelanjutan yang dipilih.
0 = gambar tidak diberi warna dan tidak tepat dalam
menginterpretasikan tujuan pembangunan
Modul Ajar Kurikulum Merdeka
Modul Ajar IPS SMP Fase D Kelas 8
berkelanjutan yang dipilih.
G. KEGIATAN PENGAYAAN DAN REMEDIAL
Pengayaan
Materi di bawah ini merupakan informasi penting yang dapat digunakan untuk
mengembangkan kompetensi yang dipelajari peserta didik dalam buku teks.
Proses Geografis dan Keragaman Sosial Budaya
Keragaman budaya dipengaruhi oleh lingkungan fisik. Manusia sebagai individu adalah
kesatuan jiwa, raga dan kegiatan atau perilaku pribadi itu sendiri. Budaya Indonesia banyak
dipengaruhi oleh kebudayaan Hindu-Buddha, Islam , dan Eropa (Koentjaraningrat, 1985).
Interaksi antarwarga asing dan penduduk asli pada masa lalu memberikan pengaruh besar
terhadap kebudayaan. Akibat dari akulturasi tersebut menimbulkan terbentuknya ras,
kepercayaan, dan agama yang berbeda-beda di Indonesia.
• Materi bisa dilihat juga dalam:
Fuadi, Afnan. 2020. Keragaman dalam Dinamika Sosial Budaya. Yogyakarta: Deepublish.
Remedial
Remedial diberikan kepada siswa yang mendapat kriteria paham sebagian dan tidak paham
dengan kegiatan mengulang pembelajaran di luar jam pelajaran.
LAMPIRAN
A. LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK
LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)
2. Bagaimana Proses Geografis Memengaruhi Keragaman
Sosial Budaya
Nama :
Nama kelompok :
Kelas :
Petunjuk!
Proses geografis memiliki pengaruh terhadap keragaman sosial budaya masyarakat
Indonesia. Kalian dapat menemukan kenyataan ini di berbagai masyarakat di Indoesia. Untuk
membuktikan, kerjakan aktivitas kelompok di bawah ini.
Modul Ajar Kurikulum Merdeka
Modul Ajar IPS SMP Fase D Kelas 8
Modul Ajar Kurikulum Merdeka
Modul Ajar IPS SMP Fase D Kelas 8
LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)
Nama :
Nama kelompok :
Kelas :
Petunjuk!
B. BAHAN BACAAN GURU & PESERTA DIDIK
 Guru dan peserta didik mencari berbagai informasi tentang proses geografis dan
keragaman sosial budaya dari berbagai media atau website resmi dibawa nauangan
kementerian pendidikan, kebudayaan, riset dan teknologi.
 Buku Panduan Guru dan Siswa Ilmu Pengetahuan Sosial untuk SMP Kelas VIII :
Kemendikbudristek 2021.
Modul Ajar Kurikulum Merdeka
Modul Ajar IPS SMP Fase D Kelas 8
C. GLOSARIUM
Glosarium
adat istiadat: Himpunan kaidah-kaidah sosial yang sejak lama ada dan telah menjadi
kebiasaan (tradisi) dalam masyarakat.
benua: Hamparan daratan yang sangat luas yang berada di permukaan bumi.
budaya: Suatu cara hidup yang berkembang dan dimiliki Bersama oleh sebuah kelompok
orang dan diwariskan dari generasi ke generasi.
cuaca: Keadaan udara pada saat tertentu dan di wilayah tertentu yang relatif sempit dan pada
jangka waktu yan singkat.
dinamika penduduk: Perubahan jumlah penduduk pada suatu wilayah yang disebabkan oleh
tiga faktor yaitu, kelahiran (natalitas), kematian (mortalitas), dan perpindahan
(migrasi).
diplomasi: Urusan kepentingan sebuah negara dengan perantaraan wakil-wakilnya di negara
lain.
eksogen: Tenaga yang berasal dari luar bumi, artinya tenaga luar berhubungan dengan tenaga
yang berasal dari atas permukaan bumi.
endogen: Tenaga yang berasal dari dalam perut bumi sehingga mengakibatkan pergerakan
kulit bumi.
globalisasi: Terbentuknya sistem organisasi dan komunikasi antarmasyarakat di seluruh dunia
untuk mengikuti sistem dan kaidah yang sama
iklim: Rerata keadaan udara atau cuaca yang terjadi pada rentang wilayah yang luas serta
rentang waktu yang lama. Wilayah tersebut bisa satu benua atau negara dengan
waktu, misalnya 10 tahun atau 20 tahun.
imperialism : Sistem politik yang bertujuan menjajah negara lain untuk mendapatkan
kekuasaan dan keuntungan lebih besar.
inflasi: Kemerosotan nilai uang karena banyaknya dan cepatnya uang beredar sehingga
menyebabkan naiknya harga barang-barang
inovasi: Diterapkannya alat/ide baru untuk melengkapi atau menggantikan ide/alat yang lama
integrasi sosial: Proses penyesuaian unsur-unsur yang berbeda dalam masyarakat sehingga
menjadi satu kesatuan
kolonialisme: Penguasaan oleh suatu negara atas daerah atau bangsa lain dengan maksud
untuk memperluas negara.
komoditas: Barang ekspor atau impor.
komposisi penduduk: Pengelompokan penduduk berdasarkan kriteria tertentu. misalnya
berdasarkan agama, jenis kelamin, ras, usia, status perkawinan, dan lain-lain.
koperasi: Organisasi ekonomi rakyat yang berwatak sosial dan beranggotakan orang-orang,
badan-badan hukum koperasi yang merupakan tata susunan ekonomi sebagai usaha
bersama berdasarkan asas kekeluargaan.
mobilitas sosial: Perpindahan posisi seseorang atau sekelompok orang dari lapisan yang satu
ke lapisan yang lain.
piramida penduduk: Dua buah diagram batang, pada sisi lainnya menunjukkan jumlah
penduduk laki-laki dan pada sisi lainnya menunjukkan jumlah penduduk
Modul Ajar Kurikulum Merdeka
Modul Ajar IPS SMP Fase D Kelas 8
perempuan dalam kelompok interval usia penduduk lima tahunan.
potensi: Kemampuan yang dimiliki.
reformasi: Perubahan secara drastis untuk perbaikan (bidang sosial, politik, agama) dalam
suatu masyarakat atau negara.
region: Suatu wilayah yang memiliki ciri atau karakteristik tersendiri yang berbeda dengan
wilayah lainnya.
Think Pair Share: Think (berpikir secara mandiri), Pair (berpasangan) dan Share (berbagi
dalam segala hal termasuk pengetahuan ke satu individu atau grup belajar).
Two Stay Two Stray: Satu model pembelajaran kooperatif untuk menghadapi kemampuan
heterogen siswa yang dilakukan dengan membentuk kelompok yang bersifat
heterogen kemudian saling bertukar informasi dengan kelompok lain TSTS
memungkinkan siswa untuk saling bekerja sama dan saling bertukar informasi
dengan cara 2 anggota tinggal di kelompok dan 2 anggota menjadi tamu di
kelompok lain.
D. DAFTAR PUSTAKA
Daftar Pustaka
Abbas, Syamsuddin. 1997 Revolusi hijau dengan swasembada beras dan jagung. Jakarta:
Sekretariat Badan Pengendali Bimas Departemen Pertanian
Budiawan. 2017. Nasion & nasionalisme, jelajah ringkas teoritis. Yogyakarta: Penerbit
Ombak.
Bahasa Indonsia.2007. Kerja sama Perdagangan Internasional: Peluang dan Tantangan
bagi Bangsa Indonesia.Jakarta: PT Elekmediakomputindo.
Dawam, R.M, dkk. 1995. Bank Indonesia Dalam Kilasan Sejarah. Jakarta: LP3S.
Djojohadikusumo, Sumitro. (1953). Persoalan Ekonomi di Indonesia. Jakarta: Indira
Hatta, Mohammad. 1960. Ekonomi terpimpin. Jakarta: Fasco
Horton, Paul dan Chester L. Hunt. 1999. Sosiologi. Jakarta : Erlangga
Martono, Nanang. 2012. Sosiologi perubahan sosial. Jakarta: Raja Grafindo Persada.
Pranarka, AMW, Leonardus B. Moerdani dan Supardjo Roestam. 1986. Wawasan
kebangsaan, ketahanan nasional, dan wawasan nusantara. Yogyakarta: Lembaga
Pengkajian Kebudayaan Sarjana Wiyata Tamansiswa.
Poesponegoro, Marwati Djoened. 1993. Sejarah Nasional Indonesia VI. Jakarta : Balai
Pustaka
Poesponegoro, Marwati Djoened. 2010. Sejarah Nasional Indonesia V. Jakarta : Balai
Pustaka
Ricklefs, Merle Calvin. 2008. Sejarah Indonesia Modern 1200-2008. Jakarta: Serambi
Reid, Anthony JS. 1996. Revolusi Nasional Indonesia. Jakarta: Pustaka Sinar Harapan.
Soekanto, Soerjono. 2012. Sosiologi suatu pengantar. Jakarta: PT. Rajawali Press.
Smith, Anthony D. 2003. Nasionalisme: teori, ideologi, sejarah. Jakarta: Penerbit Erlangga.
Supardi.2011. Dasar-Dasar Ilmu Sosial.Yogyakarta:Ombak.
Modul Ajar Kurikulum Merdeka
Modul Ajar IPS SMP Fase D Kelas 8
MODUL AJAR KURIKULUM MERDEKA
IPS FASE D KELAS VIII
INFORMASI UMUM
A. IDENTITAS MODUL
Penyusun
Instansi
Tahun Penyusunan
Jenjang Sekolah
Mata Pelajaran
Fase / Kelas
Tema 01
Subtema B
Materi 1
Alokasi Waktu
:
:
:
:
:
:
:
:
:
:
.....................................
SMP …………………
Tahun 2022
SMP
Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS)
D / VIII
Kondisi Geografis dan Pelestarian Sumber Daya
Pemanfaatan Sumber Daya Alam
Potensi Sumber Daya Alam di Indonesia
4 JP (Pertemuan Ke-5-6)
B. KOMPETENSI AWAL
Capaian Pembelajaran IPS Fase D
Pada akhir fase ini, peserta didik mampu memahami dan memiliki kesadaran akan
keberadaan diri dan keluarga serta lingkungan terdekatnya. Ia mampu menganalisis hubungan
antara kondisi geografis daerah dengan karakteristik masyarakat serta memahami potensi
sumber daya alamnya. Ia juga mampu menganalisis hubungan antara keragaman kondisi
geografis nusantara terhadap pembentukan kemajemukan budaya. Ia mampu memahami
bagaimana masyarakat saling berupaya untuk dapat memenuhi kebutuhan hidupnya. Ia
mampu menganalisis peran pemerintah dan masyarakat dalam mendorong pertumbuhan
perekonomian. Peserta didik juga mampu memahami dan memiliki kesadaran terhadap
perubahan sosial yang sedang terjadi di era kontemporer. Ia dapat menganalisis
perkembangan ekonomi di era digital. Peserta didik memahami tantangan pembangunan dan
potensi Indonesia menjadi negara maju. Ia menyadari perannya sebagai bagian dari
masyarakat Indonesia dan dunia di tengah isu-isu regional dan global yang sedang terjadi dan
ikut memberikan kontribusi yang positif.
Peserta didik mampu memahami dan menerapkan materi pembelajaran melalui
pendekatan keterampilan proses dalam belajarnya, yaitu mengamati, menanya dengan rumus
5W 1H. Kemudian mampu memperkirakan apa yang akan terjadi berdasarkan jawaban-
jawaban yang ditemukan. Peserta didik juga mampu mengumpulkan informasi melalui studi
pustaka, studi dokumen, wawancara, observasi, kuesioner, dan Teknik pengumpulan
informasi lainnya. Merencanakan dan mengembangkan penyelidikan. Peserta didik
mengorganisasikan informasi dengan memilih, mengolah dan menganalisis informasi yang
diperoleh. Proses analisis informasi dilakukan dengan cara verifikasi, interpretasi, dan
triangulasi informasi. Peserta didik menarik kesimpulan, menjawab, mengukur dan
mendeskripsikan serta menjelaskan permasalahan yang ada dengan memenuhi prosedur dan
tahapan yang ditetapkan. Peserta didik mengungkapkan seluruh hasil tahapan di atas secara
lisan dan tulisan dalam bentuk media digital dan non-digital. Peserta didik lalu
mengomunikasikan hasil temuannya dengan mempublikasikan hasil laporan dalam bentuk
presentasi digital dan atau non-digital, dan sebagainya. Selain itu peserta didik mampu
mengevaluasi pengalaman belajar yang telah dilalui dan diharapkan dapat merencanakan
proyek lanjutan dengan melibatkan lintas mata pelajaran secara kolaboratif.
Elemen Pemahaman Konsep Elemen Keterampilan proses
Pada akhir fase ini, peserta didik
mampu memahami dan memiliki
Pada akhir fase ini, Peserta didik mampu
memahami dan menerapkan materi
Modul Ajar Kurikulum Merdeka
Modul Ajar IPS SMP Fase D Kelas 8
kesadaran akan keberadaan diri serta
mampu berinteraksi dengan
lingkungan terdekatnya. Ia mampu
menganalisis hubungan antara kondisi
geografis daerah dengan karakteristik
masyarakat dan memahami potensi
sumber daya alam serta kaitannya
dengan mitigasi kebencanaan . Ia juga
mampu menganalisis hubungan antara
keragaman kondisi geografis nusantara
terhadap pembentukan kemajemukan
budaya. Ia mampu memahami
bagaimana masyarakat saling berupaya
untuk dapat memenuhi kebutuhan
hidupnya. Ia mampu menganalisis peran
pemerintah dan masyarakat dalam
mendorong pertumbuhan perekonomian.
Peserta didik juga mampu memahami
dan memiliki kesadaran terhadap
perubahan sosial yang sedang terjadi di
era kontemporer. Ia dapat menganalisis
perkembangan ekonomi di era digital.
Peserta didik memahami tantangan
pembangunan dan potensi Indonesia
menjadi negara maju. Ia menyadari
perannya sebagai bagian dari masyarakat
Indonesia dan dunia di tengah isu-isu
regional dan global yang sedang terjadi
dan ikut memberikan kontribusi yang
positif.
pembelajaran melalui pendekatan
keterampilan proses dalam belajarnya, yaitu
mengamati, menanya dengan rumus 5W
1H. Kemudian mampu memperkirakan apa
yang akan terjadi berdasarkan jawaban-
jawaban yang ditemukan. Peserta didik juga
mampu mengumpulkan informasi melalui
studi pustaka, studi dokumen, lapangan,
wawancara, observasi, kuesioner, dan
teknik pengumpulan informasi lainnya.
merencanakan dan mengembangkan
penyelidikan. Peserta didik
mengorganisasikan informasi dengan
memilih, mengolah dan menganalisis
informasi yang diperoleh. Proses analisis
informasi dilakukan dengan cara verifikasi,
interpretasi, dan triangulasi informasi.
Peserta didik menarik kesimpulan,
menjawab, mengukur dan mendeskripsikan
serta menjelaskan permasalahan yang ada
dengan memenuhi prosedur dan tahapan
yang ditetapkan. Peserta didik
mengungkapkan seluruh hasil tahapan di
atas secara lisan dan tulisan dalam bentuk
media digital dan non-digital. Peserta didik
lalu mengomunikasikan hasil temuannya
dengan mempublikasikan hasil laporan
dalam bentuk presentasi digital dan atau
non digital, dan sebagainya. Selain itu
peserta didik mampu mengevaluasi
pengalaman belajar yang telah dilalui dan
diharapkan dapat merencanakan proyek
lanjutan dengan melibatkan lintas mata
pelajaran secara kolaboratif.
C. PROFIL PELAJAR PANCASILA
 Beriman, Bertakwa Kepada Tuhan Yang Maha Esa, dan Berahlak Mulia;
 Berkebhinekaan Global;
 Bergotong Royong;
 Mandiri;
 Bernalar Kritis; dan
 Kreatif.
D. SARANA DAN PRASARANA
Media, Sumber Belajar, dan Alat
Sumber utama:
 Video tentang potensi sumber daya alam di Indonesia.
 Slide gambar tentang aktivitas perikanan dan wisata bahari di Indonesia.
 Peta persebaran hasil tambang di Indonesia.
 Buku Siswa Ilmu Pengetahuan Sosial Kelas VII, 2021, Jakarta: Kemendikbud, Pusta
Modul Ajar Kurikulum Merdeka
Modul Ajar IPS SMP Fase D Kelas 8
Kurikulum dan Perbukuan.
 LCD, laptop, papan tulis.
Sumber alternatif:
 Guru juga dapat menggunakan sumber belajar alternatif yang terdapat di lingkungan
setempat. Sesuai tema potensi sumber daya alam di Indonesia.
Pengembangan sumber belajar:
 Guru dapat membawa contoh-contoh hasil dari sumber daya alam, seperti pasir, kayu
manis, beras, dan lain-lain.
E. TARGET PESERTA DIDIK
 Peserta didik reguler/tipikal: umum, tidak ada kesulitan dalam mencerna dan memahami
materi ajar.
 Peserta didik dengan pencapaian tinggi: mencerna dan memahami dengan cepat, mampu
mencapai keterampilan berfikir aras tinggi (HOTS), dan memiliki keterampilan
memimpin
F. MODEL PEMBELAJARAN
 Tatap Muka
KOMPONEN INTI
A. TUJUAN KEGIATAN PEMBELAJARAN
Alur Tujuan Pembelajaran :
1. Peserta didik mampu mengidentifikasi sumber daya hutan di Indonesia.
2. Peserta didik mampu mengidentifikasi sumber daya tambang di Indonesia.
3. Peserta didik mampu mengidentifikasi sumber daya kemaritiman di Indonesia.
B. PEMAHAMAN BERMAKNA
 Meningkatkan kemampuan siswa tentang potensi sumber daya alam di indonesia.
C. PERTANYAAN PEMANTIK
 Bagaimana potensi sumber daya hutan, sumber daya tambang, dan sumber daya
kemaritiman di lingkungan tempat tinggalmu?
 Mengapa terjadi perbedaan potensi sumber daya alam di Indonesia?
 Apa saja macam-macam sumber daya hutan, sumber daya tambang, dan sumber daya
kemaritiman?
D. KEGIATAN PEMBELAJARAN
Kegiatan Pendahuluan
 Guru dan peserta didik mengucapkan salam dan doa.
 Guru dan peserta mengondisikan pembelajaran.
 Apersepsi : Peserta didik melihat gambar potensi sumber daya alam di Indonesia. Guru
dapat menambahkan variasi gambar menggunakan tayangan video dari internet.
Apersepsi juga dapat dilakukan dengan melibatkan aktivitas peserta didik. Peserta didik
difasilitasi guru mengaitkan gambar dengan kegiatan belajar sebelumnya. Guru
melanjutkan dengan memberikan motivasi terkait potensi sumber daya alam di
Indonesia.
 Motivasi: Dengan sumber daya alam yang berlimpah di Indonesia, kita harus
memanfaatkannya sebaik mungkin tanpa mengeksploitasi secara berlebihan agar ke
depannya sumber daya alam yang dimiliki Indonesia dapat dinikmati oleh generasi men
datang.
Modul Ajar Kurikulum Merdeka
Modul Ajar IPS SMP Fase D Kelas 8
 Peserta didik dibantu guru menyimak gambaran tema dan tujuan pembelajaran dalam
tema 01.
 Guru menginformasikan tujuan pembelajaran pertemuan 5 dan 6 tentang potensi sumber
daya alam di Indonesia.
Kegiatan Inti
Guru menjelaskan tentang petunjuk kerja dan tugas dari Lembar Aktivitas 5 untuk
mengidentifikasi sumber daya hutan, sumber daya tambang, dan sumber daya kemaritiman.
Kegiatan ini dimaksudkan untuk memberikan pengalaman peserta didik bahwa setiap daerah
memiliki potensi sumber daya alam yang berbeda. Proses tukar menukar hasil diskusi dapat
dilakukan dalam waktu singkat, kemudian guru melakukan tanya jawab dengan peserta didik
terkait hasil identifikasi. Secara interaktif guru mengaitkan hasil identifikasi dengan orientasi
pembelajaran tentang potensi sumber daya alam di Indonesia
Peserta Didik Mengidentifikasi Masalah
Setelah peserta didik mengidentifikasi berbagai potensi sumber daya hutan, sumber daya
tambang, dan sumber daya kemaritiman, selanjutnya guru mendorong peserta didik
mengajukan berbagai pertanyaan yang mengarah pada HOTS. Beberapa pertanyaan yang
diajukan, misalnya: Bagaimana potensi sumber daya hutan, sumber daya tambang, dan
sumber daya kemaritiman di lingkungan tempat tinggalmu? Mengapa terjadi perbedaan
potensi sumber daya alam di Indonesia? Apa saja macam-macam sumber daya hutan,
sumber daya tambang, dan sumber daya kemaritiman?
Peserta Didik Mengelola Informasi
 Peserta didik membaca teks tentang keragaman sosial budaya masyarakat, pengaruh
faktor geografis yang memengaruhi keragaman budaya, dan unsur-unsur budaya.
 Guru memfasilitasi sumber lain misalnya memberikan tautan internet yang mendukung
penjelasan dan pendalaman sumber belajar.
Contoh tautan : Bojonegoro, Ironi Daerah Kaya Sumber Daya Alam
https://www.youtube.com/watch?v=nzj-0_OtFPo
Untuk memperoleh informasi lebih luas peserta didik juga dapat melakukan browsing
potensi sumber daya alam di Indonesia. Guru dapat memberikan beberapa tautan berita,
tulisan, dan laporan video tentang kehidupan masyarakat Indonesia di dalam potensi
sumber daya alam di Indonesia.
 Peserta didik mengolah informasi secara berkelompok di bawah bimbingan guru.
Kegiatan ini dapat dilakukan secara bervariasi, misalnya dengan diskusi kelompok,
jigsaw learning, dan inkuiri. Contoh: Menggunakan Two Stay Two Stray (TSTS)–(Dua
Tinggal, Dua Tamu), model pembelajaran yang memberikan kesempatan kepada
kelompok membagikan hasil dan inofrmasi kepada kelompok lain:
1. Guru mendampingi peserta didik membentuk 6 kelompok yang terdiri dari 4-5
anggota. (jumlah anggota tiap kelompok menyesuaikan jumlah peserta didik di
kelas).
2. Guru menjelaskan petunjuk aktivitas kelompok kepada peserta didik.
3. Peserta didik melakukan diskusi secara berkelompok didampingi oleh guru. Pada
tahap ini diharapkan peserta didik mampu mengembangkan berpikir kritis dan
bekerjasama dalam kelompok.
4. Diskusi kelompok selesai, kemudian dua orang peserta didik meninggalkan
kelompoknya. Keduanya melakukan kunjungan atau bertamu kepada kelompok
lainnya.
5. Di dalam kelompok masih terdapat dua anggota kelompok.
Modul Ajar Kurikulum Merdeka
Modul Ajar IPS SMP Fase D Kelas 8
Keduanya tetap di tempat dan menerima kunjungan kelompok lain. Keduanya
bertugas mempresentasikan hasil kerja dan diskusi kepada dua orang tamu tersebut.
Demikian juga dengan kelompok lainnya.
6. Peserta didik yang menjadi tamu di kelompok lain kembali ke kelompok asal untuk
menyampaikan informasi temuan mereka dari kelompok lain.
7. Tiap kelompok mencocokan dan membahas hasil kerja mereka.
8. Peserta didik bersama guru menarik kesimpulan.
 Peserta didik memilih dan mengorganisasikan informasi yang diperoleh.
 Guru membimbing dan mengarahkan proses belajar peserta didik (kegiatan belajar).
 Guru memastikan peserta didik mengerjakan tugas dengan baik.
 Guru membantu peserta didik menemukan sumber belajar lainnya.
Hal tersebut bertujuan untuk mengembangkan keterampilan berkolaborasi dengan orang
lain.
Peserta Didik Merencanakan dan Mengembangkan Ide
 Hasil pengolahan informasi disajikan dalam bentuk laporan/poster/karya lainnya.
 Peserta didik secara kelompok mengerjakan Lembar Aktivitas 7 untuk membuat mind
map tentang potensi sumber daya alam di Indonesia.
Peserta Didik Melakukan Refleksi Diri dan Aksi
 Dalam kelas atau melalui media berbasis internet peserta didik mengomunikasikan hasil
pengolahan informasi.
 Guru memfasilitasi peserta didik menemukan simpulan pembelajaran.
 Guru memberikan kesempatan ke peserta didik untuk mengajukan pendapat atau
pertanyaan.
 Penguatan dan pengayaan dilakukan untuk mengembangkan kompetensi peserta didik.
Penutup
 Penilaian pembelajaran dilakukan secara lisan atau tertulis.
 Peserta didik melakukan refleksi pembelajaran berkaitan dengan sikap, pengetahuan,
dan keterampilan.
Sikap
 Apakah aku sudah melakukan pembelajaran secara bertanggung jawab?
 Inspirasi dari pembelajaran tentang potensi sumber daya alam di Indonesia dalam hidup
saya adalah
Pengetahuan:
 Apakah aku sudah mampu mengidentifikasi potensi sumber daya alam di Indonesia?
 Apa saja macam-macam sumber daya hutan, sumber daya tambang, dan sumber daya
kemaritiman?
 Bagaimana cara mengolah potensi sumber daya alam yang ada di Indonesia dengan
memperhatikan lingkungan sekitar?
Keterampilan :
 Apakah aku sudah berhasil membuat esai/poster/karya lainnya tentang potensi sumber
daya alam di Indonesia?
 Refleksi juga dapat dilakukan dengan cara lain, misalnya kuis tentang proses geografis
dan keragaman sosial budaya, menuliskan kompetensi yang diperoleh baik sikap,
Modul Ajar Kurikulum Merdeka
Modul Ajar IPS SMP Fase D Kelas 8
pengetahuan, dan keterampilan. Dapat pula dengan menuliskan inspirasi yang diperoleh
dan yang akan dilakukan pada masa yang akan datang.
 Tindak lanjut dilakukan dengan mendorong peserta didik mempelajari lebih lanjut dan
informasi pembelajaran berikutnya tentang pemanfaatan sumber daya alam.
 Doa dan penutup.
F. REFLEKSI
Refleksi Guru :
 Apakah Kegitan belajar berhasil?
 Berapa persen peserta didik mencapai tujuan?
 Kesulitan apa yang dialami guru dan peserta didik?
 Apa langkah yang perlu dilakukan untuk memperbaiki proses belajar?
 Apakah seluruh peserta didik mengikuti pelajaran dengan baik?
Refleksi Peserta Didik :
 Bagian mana yang menurutmu paling sulit dari pelajaran ini?
 Apa yang akan kamu lakukan untuk memperbaikan hasil belajaramu?
 Kepada siapa kamu akan meminta bantuan untuk memahami pelajaran ini?
 Jika kamu diminta untuk memberikan binta 1 sampai 5, berapa bintang akan kamu berikan
pada usaha yang kamu lakukan?
 Bagian mana dari pembelajaran ini yang kamu menyenakan?
F. ASESMEN / PENILAIAN
Penilaian Proses dan Hasil Pembelajaran
a. Konsep Penilaian dan Pembelajaran IPS
Penilaian merupakan kegiatan yang bertujuan untuk memperoleh, menganalisis, menafsirkan
proses dan hasil belajar peserta didik secara sistematis. Penilaian tersebut dapat digunakan
untuk mengetahui tingkat keberhasilan pencapaian kompetensi, proses pembelajaran, tingkat
kesulitan belajar peserta didik, dan penentuan tindak lanjut pembelajaran. Penilaian
pembelajaran IPS memakai pendekatan penilaian autentik (authentic assesment) untuk
menilai kesiapan peserta didik, proses, dan hasil belajar secara utuh. Hasil penilaian tersebut
dapat dimanfaatkan guru dalam merencanakan program perbaikan (remedial), pengayaan
(enrichment), layanan konseling, dan sebagai landasan untuk memperbaiki proses
pembelajaran selanjutnya.
b. Teknik dan Instrumen Penilaian
Penilaian kompetensi sikap, keterampilan, dan pengetahuan dilakukan menggunakan teknik
dan instrumen penilaian. Berikut merupakan penjabaran teknik dan instrumen penilaian dari
masing-masing kompetensi.
1. Penilaian kompetensi sikap
Teknik penilaian kompetensi sikap dapat berupa observasi, penilaian diri, dan penilaian
antar teman. Kegiatan ini bisa dilakukan oleh guru matabpelajaran, wali kelas, dan guru
bimbingan konseling (BK) yang ditulis dalam buku jurnal. Jurnal berisi catatan kejadian
tertentu dan informasi lain yang relevan.
a. Observasi
Instrumen dalam observasi yaitu lembar observasi atau jurnal. Lembar observasi berisi
catatan perilaku peserta didik berdasarkan pengamatan oleh guru mata pelajaran, wali kelas,
Modul Ajar Kurikulum Merdeka
Modul Ajar IPS SMP Fase D Kelas 8
dan guru bimbingan konseling selama satu semester. Setiap catatan berisi deskripsi perilaku
peserta didik yang dilengkapi dengan waktu dan tempat pengamatan tersebut.
Jika terjadi perubahan sikap peserta didik dari yang kurang baik menjadi baik maka dalam
jurnal harus ditulis bahwa sikap peserta didik tersebut telah baik atau bahkan sangat baik. Hal
yang dicatat dalam jurnal bisa berupa sikap kurang baik, baik, maupun sangat baik, serta
perkembangan perubahan sikap peserta didik. Berikut merupakan lembar observasi penilaian
sikap peserta didik selama satu semester:
Tabel Jurnal Pengembangan Sikap
No Tanggal Nama Siswa Catatan Perilaku Butir Sikap
1
2
3
4
dst
Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam pelaksanaan penilaian sikap menggunakan
teknik observasi :
 Jurnal penilaian sikap ditulis oleh guru mata pelajaran, wali kelas, dan guru BK selama
satu semester.
 Penilaian oleh wali kelas dapat menggunakan 1 (satu) jurnal untuk satu kelas yang
menjadi tanggung-jawabnya. Penilaian oleh guru mata pelajaran dapat menggunakan 1
(satu) jurnal untuk setiap kelas yang diajarnya, dan penilaian oleh guru BK dapat
menggunakan 1 (satu) jurnal untuk setiap kelas di bawah bimbingannya.
 Penilaian perkembangan sikap sipritual dan sikap sosial peserta didik bisa dicatat dalam
satu jurnal yang sama atau dalam 2 (dua) jurnal berbeda.
 Peserta didik yang dicatat dalam jurnal adalah peserta didik yang menunjukkan perilaku
yang sangat baik maupun kurang baik secara alami.
 Pencatatan jurnal dilakukan dengan segera seperti ketika wali kelas, guru mata pelajaran,
maupun guru BK menyaksikan atau memperoleh informasi terpercaya mengenai perilaku
peserta didik.
 Jika peserta didik pernah menunjukkan sikap kurang baik tetapi selama satu semester
tersebut menunjukan perkembangan ke arah sikap baik, maka sikap baik tersebut juga
dicatat dalam jurnal.
 Guru mata pelajaran dan guru BK merangkum catatan jurnal perkembangan sikap
spiritual dan sikap sosial setiap peserta didik dan menyerahkannya kepada wali kelas
untuk diolah lebih lanjut
Berikut merupakan jurnal penilaian (perkembangan) sikap spiritual dan sikap sosial oleh
wali kelas.
Jurnal Penilaian Sikap Spiritual
Nama Sekolah : SMP .............................
Kelas/Semester : VIII/I
Modul Ajar Kurikulum Merdeka
Modul Ajar IPS SMP Fase D Kelas 8
Tahun Pelajaran : 2022/2023
No Waktu Nama Siswa Catatan Perilaku Butir Sikap
1 19/07/22 Haidar Tidak mengikuti sholat
Dzuhur berjamaah di
sekolah.
Ketaqwaan
2 19/07/22 Halwa Mengganggu teman
ketika berdoa sebelum
kegiatan pembelajaran.
Ketaqwaan
3 19/07/22 Sugi Mengajak teman berdoa
sebelum olahraga
badminton di sekolah.
Ketaqwaan
4 19/07/22 Said Berpartisipasi sebagai
panitia perayaan
keagamaan di sekolah.
Toleransi
beragama
Jurnal Penilaian Sikap Sosial
Nama Sekolah : SMP .............................
Kelas/Semester : VIII/I
Tahun Pelajaran: 2022/2023
No Waktu Nama Siswa Catatan Perilaku Butir Sikap
1 12/07/22 Haidar Membantu seorang
teman yang kesulitan
menyebrang jalan di
depan sekolah.
Kepedulian
2 26/08/22 Halwa Menyerahkan dompet
yang ditemukan di
kantin sekolah kepada
wali kelas.
Kejujuran
3 26/09/22 Sugi Tidak menggunakan
atribut upacara di
sekolah dengan legkap.
Kedisiplinan
4 25/10/22 Said Berinisiatif menyiram
tanaman yang mulai
kering.
Kepedulian
Contoh format di atas dapat digunakan guru mata pelajaran dan guru BK dalam penilain
sikap spiritual dan sosial. Catatan tersebut juga dapat dibuat dalam satu tabel yang sama
dengan menambahkan kolom keterangan pada bagian paling kanan untuk menuliskan
keterangan jenis sikap yang ditulis. Berikut merupakan contoh tabel jurnal penilaian sikap
(spiritual dan sosial) yang dijadikan dalam satu tabel:
Modul Ajar Kurikulum Merdeka
Modul Ajar IPS SMP Fase D Kelas 8
Jurnal Penilaian Sikap
Nama Sekolah : SMP .............................
Kelas/Semester : VIII/I
Tahun Pelajaran: 2022/2023
No Waktu Nama Siswa Catatan Perilaku Butir Sikap Ket.
1 19/07/22 Haidar Membantu seorang
teman yang
kesulitan
menyebrang jalan di
depan sekolah
Ketaqwaan Sosial
2 19/07/22 Halwa Mengajak teman
berdoa sebelum
olahraga badminton
di sekolah.
Kepeduliaan Spiritual
3 19/07/22 Sugi Mengganggu teman
ketika berdoa
sebelum kegiatan
pembelajaran.
Toleransi
beragama
Spiritual
4 18/11/22 Said Berinisiatif
menyiram tanaman
yang mulai kering.
Ketaqwaan Sosial
b. Penilaian Diri (Self Assesment)
Penilaian diri merupakan teknik penilaian terhadap diri sendiri oleh peserta didik dengan
mengidentiikasi kelebihan dan kekurangan sikap peserta didik dalam berperilaku. Teknik
penilaian ini dapat digunakan untuk menumbuhkan nilai-nilai kejujuran dan meningkatkan
kemampuan releksi diri peserta didik. Satu tabel penilaian diri dapat digunakan untuk
penilaian sikap spiritual dan sikap sosial. Berikut merupakan lembar penilaian diri
menggunakan Likert Scale.
Lembar Penilaian Diri Siswa (Likert Scale)
Nama teman yang dinilai : ..................
Nama penilai : ..................
Kelas : ....................
Semester : ....................
Berilah tanda centang pada kolom “Ya” atau “Tidak” sesuai dengan keadaan
sebenarnya
No Pernyataan
Skala
1 2 3 4
1 Saya berdoa sebelum melakukan kegiatan
Modul Ajar Kurikulum Merdeka
Modul Ajar IPS SMP Fase D Kelas 8
2 Saya melaksanakan ibadah sholat tepat waktu
3 Saya berani mengakui kesalahan jika memang
bersalah
4 Saya mengumpulkan tugas sesuai jadwal yang
diberikan
5 Saya mengembalikan barang yang saya pinjam
dalam kondisi baik
6 Saya meminta maaf jika melakukan kesalahan
7 Saya datang ke sekolah tepat waktu
Keterangan:
1 = sangat jarang
2 = jarang
3 = sering
4 = selalu
c. Penilaian Antar Teman
Penilaian antar teman adalah teknik penilaian yang dilakukan peserta didik terhadap
peserta didik yang lain mengenai sikap/perilaku peserta didik. Penilaian antarteman dapat
digunakan untuk menumbuhkan nilai kejujuran, tenggang rasa, dan saling menghargai. Satu
lembar penilaian diri dapat digunakan untuk penilaian sikap spiritual dan sikap sosial.
Berikut merupakan lembar penilaian antarteman menggunakan Likert Scale.
Lembar Penilaian Diri Siswa (Likert Scale)
Nama : ..................
Kelas : ....................
Semester : ....................
Berilah tanda centang pada kolom “Ya” atau “Tidak” sesuai dengan keadaan
sebenarnya
No Pernyataan
Skala
1 2 3 4
1 Teman saya berkata jujur kepada orang lain
2 Teman saya mengerjakan ulangan dengan jujur
3 Teman saya mentaati tata-tertib sekolah
4 .....................................
Keterangan:
Modul Ajar Kurikulum Merdeka
Modul Ajar IPS SMP Fase D Kelas 8
1 = sangat jarang
2 = jarang
3 = sering
4 = selalu
Pada dasarnya teknik penilaian diri ini tidak hanya untuk aspek sikap, tetapi juga dapat
digunakan untuk menilai kompetensi dalam aspek kete rampilan dan pengetahuan.
2. Penilaian Kompetensi Pengetahuan
a) Pengertian Penilaian Pengetahuan
Penilaian pengetahuan merupakan penilaian yang dilakukan untuk mengetahui
kemampuan peserta didik berkaitan dengan penguasaan pengetahuan faktual, konseptual,
maupun prosedural serta kecakapan berpikir tingkat rendah hingga tinggi. Guru dapat
memilih teknik penilaian yang disesuaikan dengan karakteristik kompetensi yang akan
dinilai. Penilaian diawali dengan perencanaan pada saat menyusun rencana pelaksanaan
pembelajaran (RPP). Hasil penilaian pengetahuan yang dilakukan selama dan setelah proses
pembelajaran dinyatakan dalam bentuk angka dengan rentang 0-100.
b) Teknik Penilaian Pengetahuan
Teknik penilaian pengetahuan yang akan digunakan dapat disesuaikan dengan
karakteristik masing-masing Kmpetensi Dasar (KD). Teknik penilaian pengetahuan yang
sering digunakan yaitu tes tertulis, tes lisan, dan penugasan. Berikut merupakan penjabaran
dari berbagai teknik penilaian pengetahuan.
Teknik Penilaian Pengetahuan
Teknik Bentuk Instrumen Tujuan
Tes tertulis Pilihan ganda, benar-salah,
menjodohkan, isian atau
melengkapi, dan uraian.
Mengetahui kemampuan
penguasaan pengetahuan
peserta didik dalam proses
pembelajaran.
Tes lisan Tanya jawab Mengetahui pemahaman peserta
didik sebagai dasar perbaikan
proses pembelajaran
Penugasan Tugas individu dan kelompok Memfasilitasi penguasaan
pengetahuan peserta didik
selama proses pembelajaran.
1. Tes Tertulis
Tes tertulis merupakan soal dan jawaban disajikan secara tertulis, misalnya pilihan ganda,
benar-salah, dan uraian. Langkah-langkah pengembangan tes tertulis:
Kisi-kisi Tes Tertulis
Nama Sekolah : SMP .............................
Kelas/Semester : VIII/I
Tahun Pelajaran : 2022/2023
Modul Ajar Kurikulum Merdeka
Modul Ajar IPS SMP Fase D Kelas 8
Mata Pelajaran : IPS
No
Kompetensi
Dasar
Materi
Indikator
Soal
Bentuk
Soal
Jumlah
Soal
1 Mengidentifikasi
potensi sumber
daya alam di
Indonesia
Potensi
Sumber
Daya Alam
di Indonesia
1. Peserta didik
mampu
mengidentifik
asi sumber
daya hutan di
Indonesia.
2. Peserta didik
mampu
mengidentifik
asi sumber
daya tambang
di Indonesia.
3. Peserta didik
mampu
mengidentifik
asi sumber
daya
kemaritiman
di Indonesia.
Tes
Tertulis
2
Butir soal:
1. Apa saja macam-macam sumber daya hutan, sumber daya tambang, dan sumber daya
kemaritiman?
2. Bagaimana cara menjaga dan melestarikan potensi sumber daya alam di Indonesia?
Pemberian skor Tes Tertulis
No.
Soal
Kunci Jawaban Skor
1 Jenis sumber daya hasil hutan secara umum dibagi menjadi 2
yaitu:
 Hasil Hutan Kayu. Hasil hutan kayu merupakan
hasil hutan yang paling dominan, kayu digunakan
di berbagai industri seperti bahan bangunan, bahan baku
kertas, furnitr, dan lain sebagainya. ...
 2. Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK)
Hasil petambang dan sumber daya alam
Barang yang dihasilkan petambang, yaitu emas, minyak bumi, gas
alam, perak, tembaga, batu bara, nikel, bijih besi, timah, dan masih
banyak lagi. Barang tambang termasuk sumber daya alam yang
tidak dapat diperbarui karena proses pembentukannya yang
2
Modul Ajar Kurikulum Merdeka
Modul Ajar IPS SMP Fase D Kelas 8
memakan waktu lama.
Berikut potensi sumber daya laut di Indonesia:
1. Perikanan Tangkap dan Perikanan Budi Daya. Sumber
daya perikanan adalah potensi sumber daya laut yang
paling besar di Indonesia. ...
2. Hutan Mangrove (Hutan Bakau) ...
3. Terumbu Karang. ...
4. Pertambangan dan Energi. ...
5. Padang Lamun. ...
6. Pariwisata Bahari.
2 1. Cara menjaga kelestarian sumber daya alam hayati
1. menanam lebih banyak pohon.
2. melestarikan tumbuhan serta hewan-hewan langka.
3. merawat dan menjaga hutan yang mempunyai banyak
pohon untuk kehidupan.
4. melakukan tebang pilih dan tidak membakar hutan demi
membuka lahan.
5. memberikan makan secara rutin kepada hewan yang
diternak.
2
Total Skor Maksimum 4
2. Tes Lisan
Tes lisan merupakan pertanyaan yang diberikan guru secara lisan kepada peserta didik
yang jawaban atas pertanyaan tersebut juga disampaikan secara lisan. Tes ini bertujuan untuk
mengetahui penguasaan pengetahuan peserta didik dan menumbuhkan kemampuan
berkomunikasi. Pemberian tes lisan dapat dilakukan pada saat pembelajaran berlangsung.
pertanyaan pada tes lisan:
 Apakah aku sudah mampu mengidentifikasi potensi sumber daya alam di Indonesia?
 Apa saja macam-macam sumber daya hutan, sumber daya tambang, dan sumber daya
kemaritiman?
 Bagaimana cara mengolah potensi sumber daya alam yang ada di Indonesia dengan
memperhatikan lingkungan sekitar?
3. Penugasan
Penugasan adalah pemberian tugas untuk meningkatkan pengetahuan peserta didik. Tugas
dapat dikerjakan baik secara individu maupun kelompok sesuai dengan kompetensi yang
ingin dicapai. Berikut merupakan kisi-kisi tugas dan pedoman penskorannya.
Modul Ajar Kurikulum Merdeka
Modul Ajar IPS SMP Fase D Kelas 8
Nama Sekolah : SMP .............................
Kelas/Semester : VIII/I
Tahun Pelajaran: 2022/2023
Mata Pelajaran : IPS
Kompetensi
Dasar
Materi Indikator
Teknik
Penilaian
Mengidentifikasi
potensi sumber
daya alam di
Indonesia
Potensi Sumber
Daya Alam di
Indonesia
1. Peserta didik
mampu
mengidentifikasi
sumber daya hutan
di Indonesia.
2. Peserta didik
mampu
mengidentifikasi
sumber daya
tambang di
Indonesia.
3. Peserta didik
mampu
mengidentifikasi
sumber daya
kemaritiman di
Indonesia.
Penugasan
Pedoman Pemberian Skor Tugas
No Soal Aspek yang Dinilai Skor
1 Mengapa Setiap daerah di Indonesia memiliki potensi
sumber daya alam yang berbeda?
0-2
2 Apa yang terjadi jika ada perbedaan potensi sumber daya
alam?
0-3
3 Apakah di negara lain juga memiliki potensi sumber daya
alam yang sama dengan Indonesia?
0-3
4 Mengapa Indonesia belum bisa memaksimalkan potensi
SDA?
0-2
Total Skor Maksimum 10
3. Penilaian Keterampilan
a) Pengertian Penilaian Keterampilan
Penilaian keterampilan dilakukan untuk mengetahui kemampuan peserta didik dalam
menerapkan pengetahuan yang telah diperoleh untuk melakukan tugas tertentu sesuai dengan
Modul Ajar Kurikulum Merdeka
Modul Ajar IPS SMP Fase D Kelas 8
indikator pencapaian kompetensi. Penilaian ini dapat dilakukan dengan berbagai teknik,
seperti penilaian kinerja dan penilaian proyek. Berikut merupakan contoh kisi-kisi penilaian
keterampilan, tugas, dan pedoman pemberian skor.
b) Teknik Penilaian Keterampilan
• Penilaian kinerja
Berikut ini Kisi-kisi Penilaian Kinerja, soal/tugas, pedoman pemberian skor:
Kisi-kisi Penilaian Kinerja
Nama Sekolah : SMP .............................
Kelas/Semester : VIII/I
Tahun Pelajaran : 2022/2023
Mata Pelajaran : IPS
No
Kompetensi
Dasar
Materi Indikator
Teknik
Penilaian
1 Mengidentifikasi
potensi sumber daya
alam di Indonesia
Potensi
Sumber Daya
Alam di
Indonesia
1. Peserta didik mampu
mengidentifikasi
sumber daya hutan
di Indonesia.
2. Peserta didik mampu
mengidentifikasi
sumber daya
tambang di
Indonesia.
3. Peserta didik mampu
mengidentifikasi
sumber daya
kemaritiman di
Indonesia.
Rubrik Pemberian Skor Penilaian Kinerja
No Aspek yang Dinilai
Skala
0 1 2 3 4
1 Merencanakan pengamatan
2 Melakukan pengamatan
3 Membuat laporan
Jumlah:
Penilaian diberikan dengan memperhatikan aspek proses dan produk. Guru dapat
Modul Ajar Kurikulum Merdeka
Modul Ajar IPS SMP Fase D Kelas 8
menetapkan bobot pemberian skor yang berbeda antara satu dan aspek yang lainnya dengan
memperhatikan karakteristik kompetensi yang dinilai.
Rubrik Penilaian Kinerja
No Indikator Rubrik
1 Menyiapkan bahan
yang diperlukan
2 = Menyiapkan seluruh alat dan bahan yang diperlukan.
1 = Menyiapakan sebagian alat dan bahan yang
diperlukan.
0 = Tidak menyiapkan alat bahan
2 Pengamatan 4 = Melakukan empat langkah kerja dengan tepat
3 = Melakukan tiga langkah kerja dengan tepat.
2 = Melakukan dua langkah kerja dengan tepat.
1 = Melakukan satu langkah kerja dengan tepat.
0 = Tidak melakukan langkah kerja.
Langkah kerja:
1. Menyiapkan kertas gambar ukuran A4.
2. Menggambar potensi sumber daya alam di Indonesia.
3. Mencantumkan komponen potensi sumber daya alam di
Indonesiapada gambar yang di buat.
4. Memberikan warna pada kenampakan objek yang di
gambar pada potensi sumber daya alam di Indonesia.
3 Membuat laporan 3 = Memenuhi 3 kriteria
2 = Memenuhi 2 kriteria
1 = Memenuhi 1 kriteria
0 = Tidak memenuhi kriteria
Kriteria laporan:
1. Memenuhi sistematika laporan (judul, tujuan, alat dan
bahan, prosedur, data pengamatan, pembahasan,
kesimpulan)
2. Data, pembahasan, dan kesimpulan benar
3. Komunikatif
• Penilaian proyek
Penilaian proyek merupakan kegiatan yang bertujuan untuk mengetahui kemampuan
Modul Ajar Kurikulum Merdeka
Modul Ajar IPS SMP Fase D Kelas 8
peserta didik dalam mengimplementasikan pengetahuannya melalui penyelesaian suatu tugas
dalam waktu tertentu. Penilaian ini dapat digunakan untuk mengukur satu maupun beberapa
Kompetensi Dasar (KD) dalam satu atau beberapa mata pelajaran.
Kegiatan yang dilakukan dimulai dengan perencanaan, pengumpulan, pengorganisasian,
pengolahan, penyajian, dan pelaporan. Beberapa hal yang perlu dipertimbangkan dalam
penilaian proyek, yaitu:
1) Pengelolaan
Kemampuan peserta didik untuk menentukan tema atau topik, mengumpulkan informasi,
pengolahan data, dan penulisan laporan.
2) Relevansi
Tema yang dipilih sesuai dengan Kompetensi Dasar (KD).
3) Keaslian
Laporan atau produk yang dibuat peserta didik merupakan hasil karyanya.
4) Inovasi dan Kreativitas
Terdapat unsur-unsur kebaruan dan berbeda pada produk yang dihasilkan peserta didik.
Kisi-kisi Penilaian Proyek
Nama Sekolah : SMP .............................
Kelas/Semester : VIII/I
Tahun Pelajaran : 2022/2023
Mata Pelajaran : IPS
No
Kompetensi
Dasar
Materi Indikator
Teknik
Penilaian
1 Mengidentifikasi
potensi sumber
daya alam di
Indonesia
Potensi
Sumber
Daya Alam
di Indonesia
1. Peserta didik mampu
mengidentifikasi
sumber daya hutan di
Indonesia.
2. Peserta didik mampu
mengidentifikasi
sumber daya tambang
di Indonesia.
3. Peserta didik mampu
mengidentifikasi
sumber daya
kemaritiman di
Indonesia.
Penilaian
Proyek
Proyek : Buatlah poster salah satu tujuan potensi sumber daya alam di Indonesia
menggunakan kertas gambar ukuran A3, pensil warna atau cat air dengan memperhatikan
hal- hal berikut!
1. Pilihlah salah satu tujuan potensi sumber daya alam di Indonesia.
2. Amati tujuan tersebut apakah telah tercapai atau belum tercapai di Indonesia lalu
Modul Ajar Kurikulum Merdeka
Modul Ajar IPS SMP Fase D Kelas 8
sampaikan dalam poster.
3. Gambar salah satu tujuan potensi sumber daya alam di Indonesia yang telah dipilih!
4. Tuliskan potensi sumber daya alam di Indonesia konsep dari poster yang akan peserta
didik sampaikan!
5. Laporkan hasilnya secara lisan!
Rubrik Pemberian Skor Proyek
No Pernyataan
Skor
1 2 3 4
1 Kemampuan peserta didik dalam merencanakan
2 Kemampuan menggambar poster
3 Kemampuan penyampaian konsep berdasarkan poster
yang digambar
4 Kemampuan mempresentasikan isi poster
5 Produk Poster
Skor Maksimum 15
Catatan:
Guru bisa menetapkan bobot yang berbeda-beda antara aspek satu dan lainnya
pada pemberian skor dengan memperhatikan karakteristik Kompetensi Dasar
(KD) atau keterampilan yang dinilai.
Rubrik PenilaianProyek
No Pernyataan Keterangan
1 Kemampuan Perencanaan 2 = perencanaan lengkap (bahan, cara kerja, hasil),
dan rinci
1 = perencanaan kurang lengkap
0 = tidak ada perencanaan
2 Kemampuan menggambar
poster secara tepat sesuai
dengan salah satu tujuan
potensi sumber daya alam
di Indonesia
2 = menggambar dan mewarnai poster dengan baik
dan interpretasi tujuan pembangunan
berkelanjutan dalam poster tepat.
1 = menggambar dan memberikan warna pada
poster tetapi salah dalam menginterpretasikan
tujuan pembangunan berkelanjutan yang dipilih.
0 = gambar tidak diberi warna dan tidak tepat dalam
menginterpretasikan tujuan pembangunan
berkelanjutan yang dipilih.
Modul Ajar Kurikulum Merdeka
Modul Ajar IPS SMP Fase D Kelas 8
G. KEGIATAN PENGAYAAN DAN REMEDIAL
Pengayaan
 Materi di bawah ini merupakan informasi penting yang dapat digunakan untuk
mengembangkan kompetensi yang dipelajari peserta didik dalam buku teks.
Potensi Sumber Daya Alam di Indonesia
Dalam udara, daratan, dan perairan terkandung potensi sumber daya. Semua sumber daya
tersebut ada yang dapat diperbaharui dan tidak dapat diperbaharui.
 Materi bisa dilihat juga dalam:
Pongtuluran, Yonathan. 2015. Manajemen Sumber Daya Alam dan Lingkungan.
Yogyakarta: ANDI.
Remedial
Remedial diberikan kepada siswa yang mendapat kriteria paham sebagian dan tidak paham
dengan kegiatan mengulang pembelajaran di luar jam pelajaran.
LAMPIRAN
A. LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK
LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)
B. Pemanfaatan Sumber Daya Alam
Nama :
Nama kelompok :
Kelas :
Petunjuk!
Sumber daya alam merupakan anugerah Tuhan Yang Maha Esa, supaya dimanfaatkan untuk
kepentingan manusia. Namun demikian manusia tidak boleh semaunya memanfaatkan
sumber daya alam tersebut. Apakah kalian dapat mengidentifikasi berbagai sumber daya
alam yang terdapat di lingkungan tempat tinggal lingkup provinsimu? Kerjakan aktivitas
berikut ini.
Modul Ajar Kurikulum Merdeka
Modul Ajar IPS SMP Fase D Kelas 8
LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)
Nama :
Nama kelompok :
Kelas :
Petunjuk!
Modul Ajar Kurikulum Merdeka
Modul Ajar IPS SMP Fase D Kelas 8
LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)
Nama :
Nama kelompok :
Kelas :
Petunjuk!
B. BAHAN BACAAN GURU & PESERTA DIDIK
 Guru dan peserta didik mencari berbagai informasi tentang potensi sumber daya alam di
Indonesia dari berbagai media atau website resmi dibawa nauangan kementerian
pendidikan, kebudayaan, riset dan teknologi.
 Buku Panduan Guru dan Siswa Ilmu Pengetahuan Sosial untuk SMP Kelas VIII :
Kemendikbudristek 2021.
Modul Ajar Kurikulum Merdeka
Modul Ajar IPS SMP Fase D Kelas 8
C. GLOSARIUM
Glosarium
adat istiadat: Himpunan kaidah-kaidah sosial yang sejak lama ada dan telah menjadi
kebiasaan (tradisi) dalam masyarakat.
benua: Hamparan daratan yang sangat luas yang berada di permukaan bumi.
budaya: Suatu cara hidup yang berkembang dan dimiliki Bersama oleh sebuah kelompok
orang dan diwariskan dari generasi ke generasi.
cuaca: Keadaan udara pada saat tertentu dan di wilayah tertentu yang relatif sempit dan pada
jangka waktu yan singkat.
dinamika penduduk: Perubahan jumlah penduduk pada suatu wilayah yang disebabkan oleh
tiga faktor yaitu, kelahiran (natalitas), kematian (mortalitas), dan perpindahan
(migrasi).
diplomasi: Urusan kepentingan sebuah negara dengan perantaraan wakil-wakilnya di negara
lain.
eksogen: Tenaga yang berasal dari luar bumi, artinya tenaga luar berhubungan dengan tenaga
yang berasal dari atas permukaan bumi.
endogen: Tenaga yang berasal dari dalam perut bumi sehingga mengakibatkan pergerakan
kulit bumi.
globalisasi: Terbentuknya sistem organisasi dan komunikasi antarmasyarakat di seluruh dunia
untuk mengikuti sistem dan kaidah yang sama
iklim: Rerata keadaan udara atau cuaca yang terjadi pada rentang wilayah yang luas serta
rentang waktu yang lama. Wilayah tersebut bisa satu benua atau negara dengan
waktu, misalnya 10 tahun atau 20 tahun.
imperialism : Sistem politik yang bertujuan menjajah negara lain untuk mendapatkan
kekuasaan dan keuntungan lebih besar.
inflasi: Kemerosotan nilai uang karena banyaknya dan cepatnya uang beredar sehingga
menyebabkan naiknya harga barang-barang
inovasi: Diterapkannya alat/ide baru untuk melengkapi atau menggantikan ide/alat yang lama
integrasi sosial: Proses penyesuaian unsur-unsur yang berbeda dalam masyarakat sehingga
menjadi satu kesatuan
kolonialisme: Penguasaan oleh suatu negara atas daerah atau bangsa lain dengan maksud
untuk memperluas negara.
komoditas: Barang ekspor atau impor.
komposisi penduduk: Pengelompokan penduduk berdasarkan kriteria tertentu. misalnya
berdasarkan agama, jenis kelamin, ras, usia, status perkawinan, dan lain-lain.
koperasi: Organisasi ekonomi rakyat yang berwatak sosial dan beranggotakan orang-orang,
badan-badan hukum koperasi yang merupakan tata susunan ekonomi sebagai usaha
bersama berdasarkan asas kekeluargaan.
mobilitas sosial: Perpindahan posisi seseorang atau sekelompok orang dari lapisan yang satu
ke lapisan yang lain.
piramida penduduk: Dua buah diagram batang, pada sisi lainnya menunjukkan jumlah
penduduk laki-laki dan pada sisi lainnya menunjukkan jumlah penduduk
Modul Ajar Kurikulum Merdeka
Modul Ajar IPS SMP Fase D Kelas 8
perempuan dalam kelompok interval usia penduduk lima tahunan.
potensi: Kemampuan yang dimiliki.
reformasi: Perubahan secara drastis untuk perbaikan (bidang sosial, politik, agama) dalam
suatu masyarakat atau negara.
region: Suatu wilayah yang memiliki ciri atau karakteristik tersendiri yang berbeda dengan
wilayah lainnya.
Think Pair Share: Think (berpikir secara mandiri), Pair (berpasangan) dan Share (berbagi
dalam segala hal termasuk pengetahuan ke satu individu atau grup belajar).
Two Stay Two Stray: Satu model pembelajaran kooperatif untuk menghadapi kemampuan
heterogen siswa yang dilakukan dengan membentuk kelompok yang bersifat
heterogen kemudian saling bertukar informasi dengan kelompok lain TSTS
memungkinkan siswa untuk saling bekerja sama dan saling bertukar informasi
dengan cara 2 anggota tinggal di kelompok dan 2 anggota menjadi tamu di
kelompok lain.
D. DAFTAR PUSTAKA
Daftar Pustaka
Abbas, Syamsuddin. 1997 Revolusi hijau dengan swasembada beras dan jagung. Jakarta:
Sekretariat Badan Pengendali Bimas Departemen Pertanian
Budiawan. 2017. Nasion & nasionalisme, jelajah ringkas teoritis. Yogyakarta: Penerbit
Ombak.
Bahasa Indonsia.2007. Kerja sama Perdagangan Internasional: Peluang dan Tantangan
bagi Bangsa Indonesia.Jakarta: PT Elekmediakomputindo.
Dawam, R.M, dkk. 1995. Bank Indonesia Dalam Kilasan Sejarah. Jakarta: LP3S.
Djojohadikusumo, Sumitro. (1953). Persoalan Ekonomi di Indonesia. Jakarta: Indira
Hatta, Mohammad. 1960. Ekonomi terpimpin. Jakarta: Fasco
Horton, Paul dan Chester L. Hunt. 1999. Sosiologi. Jakarta : Erlangga
Martono, Nanang. 2012. Sosiologi perubahan sosial. Jakarta: Raja Grafindo Persada.
Pranarka, AMW, Leonardus B. Moerdani dan Supardjo Roestam. 1986. Wawasan
kebangsaan, ketahanan nasional, dan wawasan nusantara. Yogyakarta: Lembaga
Pengkajian Kebudayaan Sarjana Wiyata Tamansiswa.
Poesponegoro, Marwati Djoened. 1993. Sejarah Nasional Indonesia VI. Jakarta : Balai
Pustaka
Poesponegoro, Marwati Djoened. 2010. Sejarah Nasional Indonesia V. Jakarta : Balai
Pustaka
Ricklefs, Merle Calvin. 2008. Sejarah Indonesia Modern 1200-2008. Jakarta: Serambi
Reid, Anthony JS. 1996. Revolusi Nasional Indonesia. Jakarta: Pustaka Sinar Harapan.
Soekanto, Soerjono. 2012. Sosiologi suatu pengantar. Jakarta: PT. Rajawali Press.
Smith, Anthony D. 2003. Nasionalisme: teori, ideologi, sejarah. Jakarta: Penerbit Erlangga.
Supardi.2011. Dasar-Dasar Ilmu Sosial.Yogyakarta:Ombak.
Modul Ajar Kurikulum Merdeka
Modul Ajar IPS SMP Fase D Kelas 8
MODUL AJAR KURIKULUM MERDEKA
IPS FASE D KELAS VIII
INFORMASI UMUM
A. IDENTITAS MODUL
Penyusun
Instansi
Tahun Penyusunan
Jenjang Sekolah
Mata Pelajaran
Fase / Kelas
Tema 01
Subtema B
Materi 2
Alokasi Waktu
:
:
:
:
:
:
:
:
:
:
.....................................
SMP …………………
Tahun 2022
SMP
Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS)
D / VIII
Kondisi Geografis dan Pelestarian Sumber Daya
Pemanfaatan Sumber Daya Alam
Pemanfaatan Sumber Daya Alam
4 JP (Pertemuan Ke-7-8)
B. KOMPETENSI AWAL
Capaian Pembelajaran IPS Fase D
Pada akhir fase ini, peserta didik mampu memahami dan memiliki kesadaran akan
keberadaan diri dan keluarga serta lingkungan terdekatnya. Ia mampu menganalisis hubungan
antara kondisi geografis daerah dengan karakteristik masyarakat serta memahami potensi
sumber daya alamnya. Ia juga mampu menganalisis hubungan antara keragaman kondisi
geografis nusantara terhadap pembentukan kemajemukan budaya. Ia mampu memahami
bagaimana masyarakat saling berupaya untuk dapat memenuhi kebutuhan hidupnya. Ia
mampu menganalisis peran pemerintah dan masyarakat dalam mendorong pertumbuhan
perekonomian. Peserta didik juga mampu memahami dan memiliki kesadaran terhadap
perubahan sosial yang sedang terjadi di era kontemporer. Ia dapat menganalisis
perkembangan ekonomi di era digital. Peserta didik memahami tantangan pembangunan dan
potensi Indonesia menjadi negara maju. Ia menyadari perannya sebagai bagian dari
masyarakat Indonesia dan dunia di tengah isu-isu regional dan global yang sedang terjadi dan
ikut memberikan kontribusi yang positif.
Peserta didik mampu memahami dan menerapkan materi pembelajaran melalui
pendekatan keterampilan proses dalam belajarnya, yaitu mengamati, menanya dengan rumus
5W 1H. Kemudian mampu memperkirakan apa yang akan terjadi berdasarkan jawaban-
jawaban yang ditemukan. Peserta didik juga mampu mengumpulkan informasi melalui studi
pustaka, studi dokumen, wawancara, observasi, kuesioner, dan Teknik pengumpulan
informasi lainnya. Merencanakan dan mengembangkan penyelidikan. Peserta didik
mengorganisasikan informasi dengan memilih, mengolah dan menganalisis informasi yang
diperoleh. Proses analisis informasi dilakukan dengan cara verifikasi, interpretasi, dan
triangulasi informasi. Peserta didik menarik kesimpulan, menjawab, mengukur dan
mendeskripsikan serta menjelaskan permasalahan yang ada dengan memenuhi prosedur dan
tahapan yang ditetapkan. Peserta didik mengungkapkan seluruh hasil tahapan di atas secara
lisan dan tulisan dalam bentuk media digital dan non-digital. Peserta didik lalu
mengomunikasikan hasil temuannya dengan mempublikasikan hasil laporan dalam bentuk
presentasi digital dan atau non-digital, dan sebagainya. Selain itu peserta didik mampu
mengevaluasi pengalaman belajar yang telah dilalui dan diharapkan dapat merencanakan
proyek lanjutan dengan melibatkan lintas mata pelajaran secara kolaboratif.
Elemen Pemahaman Konsep Elemen Keterampilan proses
Pada akhir fase ini, peserta didik Pada akhir fase ini, Peserta didik mampu
Modul Ajar Kurikulum Merdeka
Modul Ajar IPS SMP Fase D Kelas 8
mampu memahami dan memiliki
kesadaran akan keberadaan diri serta
mampu berinteraksi dengan
lingkungan terdekatnya. Ia mampu
menganalisis hubungan antara kondisi
geografis daerah dengan karakteristik
masyarakat dan memahami potensi
sumber daya alam serta kaitannya
dengan mitigasi kebencanaan . Ia juga
mampu menganalisis hubungan antara
keragaman kondisi geografis nusantara
terhadap pembentukan kemajemukan
budaya. Ia mampu memahami
bagaimana masyarakat saling berupaya
untuk dapat memenuhi kebutuhan
hidupnya. Ia mampu menganalisis peran
pemerintah dan masyarakat dalam
mendorong pertumbuhan perekonomian.
Peserta didik juga mampu memahami
dan memiliki kesadaran terhadap
perubahan sosial yang sedang terjadi di
era kontemporer. Ia dapat menganalisis
perkembangan ekonomi di era digital.
Peserta didik memahami tantangan
pembangunan dan potensi Indonesia
menjadi negara maju. Ia menyadari
perannya sebagai bagian dari masyarakat
Indonesia dan dunia di tengah isu-isu
regional dan global yang sedang terjadi
dan ikut memberikan kontribusi yang
positif.
memahami dan menerapkan materi
pembelajaran melalui pendekatan
keterampilan proses dalam belajarnya, yaitu
mengamati, menanya dengan rumus 5W
1H. Kemudian mampu memperkirakan apa
yang akan terjadi berdasarkan jawaban-
jawaban yang ditemukan. Peserta didik juga
mampu mengumpulkan informasi melalui
studi pustaka, studi dokumen, lapangan,
wawancara, observasi, kuesioner, dan
teknik pengumpulan informasi lainnya.
merencanakan dan mengembangkan
penyelidikan. Peserta didik
mengorganisasikan informasi dengan
memilih, mengolah dan menganalisis
informasi yang diperoleh. Proses analisis
informasi dilakukan dengan cara verifikasi,
interpretasi, dan triangulasi informasi.
Peserta didik menarik kesimpulan,
menjawab, mengukur dan mendeskripsikan
serta menjelaskan permasalahan yang ada
dengan memenuhi prosedur dan tahapan
yang ditetapkan. Peserta didik
mengungkapkan seluruh hasil tahapan di
atas secara lisan dan tulisan dalam bentuk
media digital dan non-digital. Peserta didik
lalu mengomunikasikan hasil temuannya
dengan mempublikasikan hasil laporan
dalam bentuk presentasi digital dan atau
non digital, dan sebagainya. Selain itu
peserta didik mampu mengevaluasi
pengalaman belajar yang telah dilalui dan
diharapkan dapat merencanakan proyek
lanjutan dengan melibatkan lintas mata
pelajaran secara kolaboratif.
C. PROFIL PELAJAR PANCASILA
 Beriman, Bertakwa Kepada Tuhan Yang Maha Esa, dan Berahlak Mulia;
 Berkebhinekaan Global;
 Bergotong Royong;
 Mandiri;
 Bernalar Kritis; dan
 Kreatif.
D. SARANA DAN PRASARANA
Media, Sumber Belajar, dan Alat
Sumber utama:
 Video tentang eksploitasi sumber daya alam.
 Slide gambar tentang pemanfaatan sumber daya alam di Indonesia.
Modul Ajar Kurikulum Merdeka
Modul Ajar IPS SMP Fase D Kelas 8
 Peta persebaran hasil tambang di Indonesia.
 Buku Siswa Ilmu Pengetahuan Sosial Kelas VII, 2021, Jakarta: Kemendikbud, Pusta
Kurikulum dan Perbukuan.
 LCD, laptop, papan tulis.
Sumber alternatif:
 Guru juga dapat menggunakan sumber belajar alternatif yang terdapat di lingkungan
setempat dan sesuai dengan tema.
Pengembangan sumber belajar:
 Guru dapat memanfaatkan barang bekas untuk menambah wawasan peserta didik
bahwasanya barang yang tidak berguna ternyata dapat diolah menjadi barang yang
bernilai jual.
E. TARGET PESERTA DIDIK
 Peserta didik reguler/tipikal: umum, tidak ada kesulitan dalam mencerna dan memahami
materi ajar.
 Peserta didik dengan pencapaian tinggi: mencerna dan memahami dengan cepat, mampu
mencapai keterampilan berfikir aras tinggi (HOTS), dan memiliki keterampilan
memimpin
F. MODEL PEMBELAJARAN
 Tatap Muka
KOMPONEN INTI
A. TUJUAN KEGIATAN PEMBELAJARAN
Alur Tujuan Pembelajaran :
1. Peserta didik mampu mengidentifikasi pemanfaatan sumber daya alam di Indonesia.
B. PEMAHAMAN BERMAKNA
 Meningkatkan kemampuan siswa tentang pemanfaatan sumber daya alam.
C. PERTANYAAN PEMANTIK
 Bagaimana pemanfaatan sumber daya alam yang baik dan benar?
 Mengapa terjadi eksploitasi sumber daya alam?
 Apa dampak yang terjadi dari adanya eksploitasi sumber daya alam?
D. KEGIATAN PEMBELAJARAN
Kegiatan Pendahuluan
 Guru dan peserta didik mengucapkan salam dan doa.
 Guru dan peserta mengondisikan pembelajaran.
 Apersepsi : Peserta didik melihat gambar pemanfaatan sumber
 daya alam di Indonesia. Guru dapat menambahkan variasi gambar menggunakan
tayangan video dari internet. Apersepsi juga dapat dilakukan dengan melibatkan
aktivitas peserta didik Peserta didik difasilitasi guru mengaitkan gambar dengan
kegiatan belajar sebelumnya. Guru melanjutkan dengan memberikan motivasi terkait
pemanfaatan sumber daya alam di Indonesia.
 Motivasi: Adanya pemanfaatan sumber daya alam di Indonesia secara berlebihan dan
tidak memperhatikan lingkungan sekitar (AMDAL), maka kita sebagai generasi yang
akan mengolah dan memanfaatkannya ke depan dapat memanfaatkannya dengan lebih
bijak lagi dan memperhatikan dampak untuk lingkungan sekitarnya.
Modul Ajar Kurikulum Merdeka
Modul Ajar IPS SMP Fase D Kelas 8
 Peserta didik dibantu guru menyimak gambaran tema dan tujuan pembelajaran dalam
Tema 01.
 Tujuan Pembelajaran: Peserta didik mampu mengidentifikasi pemanfaatan sumber daya
alam di Indonesia.
 Guru menginformasikan tujuan pembelajaran pertemuan 7 dan 8 tentang pemanfaatan
sumber daya alam di Indonesia.
Kegiatan Inti
Guru menjelaskan tentang petunjuk kerja dan tugas dari Lembar Aktivitas 8 untuk
mengidentifikasi salah satu bahan tambang yang dekat dengan lingkungan tempat
tinggalmu/provinsimu. Kegiatan ini dimaksudkan untuk memberikan pengalaman peserta
didik bahwa setiap sumber daya alam mempunyai manfaat dan dampaknya terhadap
lingkungan. Proses tukar menukar hasil diskusi dapat dilakukan dalam waktu singkat,
kemudian guru melakukan tanya jawab dengan peserta didik terkait hasil identifikasi. Secara
interaktif guru mengaitkan hasil identifikasi dengan orientasi pembelajaran tentang
pemanfaatan sumber daya alam.
Peserta Didik Mengidentifikasi Masalah
Setelah peserta didik mengidentifikasi salah satu bahan tambang yang dekat dengan
lingkungan tempat tinggalnya/provinsinya, selanjutnya guru mendorong peserta didik untuk
mengajukan berbagai pertanyaan yang mengarah pada HOTS. Misalnya Bagaimana
pemanfaatan sumber daya alam yang baik dan benar? Mengapa terjadi eksploitasi sumber
daya alam? Apa dampak yang terjadi dari adanya eksploitasi sumber daya alam?
Peserta Didik Mengelola Informasi
 Peserta didik membaca teks tentang pemanfaatan sumber daya alam.
 Guru memfasilitasi sumber lain misalnya memberikan tautan internet yang mendukung
penjelasan dan pendalaman sumber belajar. Contoh tautan : FWI “Deforestasi Tanpa
Henti di Indonesia” https://www.youtube.com/watch?v=Ge0Wszz8ltc
Untuk memperoleh informasi lebih luas peserta didik juga dapat melakukan browsing
pemanfaatan sumber daya alam. Guru dapat memberikan beberapa tautan berita, tulisan,
dan laporan video tentang pemanfaatan sumber daya alam.
 Peserta didik mengolah informasi secara berkelompok di bawah bimbingan guru.
Kegiatan ini dapat dilakukan secara bervariasi, misalnya dengan diskusi kelompok,
jigsaw learning, dan inkuiri.
Contoh: Menggunakan Diskusi Kelompok
1. Guru membimbing peserta didik membagi kelompok yang terdiri dari 4-5 peserta
didik. Pembagian kelompok misalnya dengan cara permainan berhitung. Guru
mengintruksikan peserta didik untuk berkumpul dengan jumlah peserta didik yang
berbeda. Misalnya, “berkumpul 5 peserta didik, berkumpul 6 peserta didik dan
seterusnya”
2. Guru membimbing peserta didik untuk mengidentifikasi pemanfaatan sumber daya
alam yang ada di Indonesia.
3. Peserta didik melakukan diskusi dalam kelompok kecil dan guru menjadi fasilitator
dengan cara berkeliling dari kelompok satu ke kelompok lain untuk memberikan
dorongan agar semua anggota kelompok berpartisipasi aktif.
4. Masing-masing kelompok melaporkan hasil diskusinya dalam bentuk
laporan/poster/karya lainnya.
5. Guru memandu peserta didik mempresentasikan hasil diskusi.
6. Pada akhir kegiatan, guru menyimpulkan laporan hasil diskusi..
Modul Ajar Kurikulum Merdeka
Modul Ajar IPS SMP Fase D Kelas 8
 Peserta didik memilih dan mengorganisasikan informasi yang diperoleh.
 Guru membimbing dan mengarahkan proses belajar peserta didik (kegiatan belajar).
 Guru memastikan peserta didik mengerjakan tugas dengan baik.
 Guru membantu peserta didik menemukan sumber belajar lainnya.
Hal tersebut bertujuan untuk mengembangkan kreativitas peserta didik dalam
mengidentifikasi pemanfaatan sumber daya alam yang
ada di Indonesia.
Peserta Didik Merencanakan dan Mengembangkan Ide
 Hasil pengolahan informasi disajikan dalam bentuk laporan/poster/karya lainnya.
 Peserta didik secara mandiri membuat esai tentang pemanfaatan sumber daya alam di
daerah tempat tinggalnya/provinsinya.
Peserta Didik Melakukan Refleksi Diri dan Aksi
 Dalam kelas atau melalui media berbasis internet peserta didik mengomunikasikan hasil
pengolahan informasi.
 Guru memfasilitasi peserta didik menemukan simpulan pembelajaran.
 Guru memberikan kesempatan ke peserta didik untuk mengajukan pendapat atau
pertanyaan.
 Penguatan dan pengayaan dilakukan untuk mengembangkan kompetensi peserta didik.
Penutup
 Penilaian pembelajaran dilakukan secara lisan atau tertulis.
 Peserta didik melakukan refleksi pembelajaran berkaitan dengan sikap, pengetahuan,
dan keterampilan.
Sikap
 Apakah aku sudah melakukan pembelajaran secara bertanggung jawab?
 Inspirasi dari pembelajaran tentang pemanfaatan sumber daya alam dalam hidup saya
adalah...
Pengetahuan:
 Apakah aku sudah mampu mengidentifikasi pemanfaatan sumber daya alam?
 Mengapa terjadi eksploitasi yang berlebihan terhadap sumber daya alam?
 Bagaimana pengaruh eksploitasi sumber daya alam terhadap lingkungan?
Keterampilan :
 Apakah aku sudah berhasil membuat esai/poster/karya lainnya tentang pemanfaatan
sumber daya alam?
 Refleksi juga dapat dilakukan dengan cara lain, misalnya kuis tentang potensi sumber
daya alam di Indonesia, menuliskan kompetensi yang diperoleh baik sikap,
pengetahuan, dan keterampilan. Dapat pula dengan menuliskan inspirasi yang diperoleh
dan yang akan dilakukan pada masa yang akan datang.
 Tindak lanjut dilakukan dengan mendorong peserta didik mempelajari lebih lanjut dan
informasi pembelajaran berikutnya tentang kualitas sumber daya manusia Indonesia.
 Doa dan penutup.
Modul Ajar Kurikulum Merdeka
Modul Ajar IPS SMP Fase D Kelas 8
F. REFLEKSI
Refleksi Guru :
 Apakah Kegitan belajar berhasil?
 Berapa persen peserta didik mencapai tujuan?
 Kesulitan apa yang dialami guru dan peserta didik?
 Apa langkah yang perlu dilakukan untuk memperbaiki proses belajar?
 Apakah seluruh peserta didik mengikuti pelajaran dengan baik?
Refleksi Peserta Didik :
Setelah mempelajari materi sumber daya alam, kesimpulan :
 Apa yang dapat kalian ambil dari materi tersebut?
 Pengetahuan apa saja yang kamu peroleh?
 Sikap apa yang dapat kamu kembangkan?
 Keterampilan apa saja yang dapat dikuasai?
 Pada materi ini, potensi sumber daya alam Indonesia sangat beraneka ragam. Kemudian
menurut kalian bagaimanakah cara melestarikan sumber daya alam?
 Padahal kita tahu, sumber daya alam jika diambil terus menerus akan habis.
F. ASESMEN / PENILAIAN
Penilaian Proses dan Hasil Pembelajaran
a. Konsep Penilaian dan Pembelajaran IPS
Penilaian merupakan kegiatan yang bertujuan untuk memperoleh, menganalisis, menafsirkan
proses dan hasil belajar peserta didik secara sistematis. Penilaian tersebut dapat digunakan
untuk mengetahui tingkat keberhasilan pencapaian kompetensi, proses pembelajaran, tingkat
kesulitan belajar peserta didik, dan penentuan tindak lanjut pembelajaran. Penilaian
pembelajaran IPS memakai pendekatan penilaian autentik (authentic assesment) untuk
menilai kesiapan peserta didik, proses, dan hasil belajar secara utuh. Hasil penilaian tersebut
dapat dimanfaatkan guru dalam merencanakan program perbaikan (remedial), pengayaan
(enrichment), layanan konseling, dan sebagai landasan untuk memperbaiki proses
pembelajaran selanjutnya.
b. Teknik dan Instrumen Penilaian
Penilaian kompetensi sikap, keterampilan, dan pengetahuan dilakukan menggunakan teknik
dan instrumen penilaian. Berikut merupakan penjabaran teknik dan instrumen penilaian dari
masing-masing kompetensi.
1. Penilaian kompetensi sikap
Teknik penilaian kompetensi sikap dapat berupa observasi, penilaian diri, dan penilaian
antar teman. Kegiatan ini bisa dilakukan oleh guru matabpelajaran, wali kelas, dan guru
bimbingan konseling (BK) yang ditulis dalam buku jurnal. Jurnal berisi catatan kejadian
tertentu dan informasi lain yang relevan.
a. Observasi
Instrumen dalam observasi yaitu lembar observasi atau jurnal. Lembar observasi berisi
catatan perilaku peserta didik berdasarkan pengamatan oleh guru mata pelajaran, wali kelas,
dan guru bimbingan konseling selama satu semester. Setiap catatan berisi deskripsi perilaku
peserta didik yang dilengkapi dengan waktu dan tempat pengamatan tersebut.
Jika terjadi perubahan sikap peserta didik dari yang kurang baik menjadi baik maka dalam
Modul Ajar Kurikulum Merdeka
Modul Ajar IPS SMP Fase D Kelas 8
jurnal harus ditulis bahwa sikap peserta didik tersebut telah baik atau bahkan sangat baik. Hal
yang dicatat dalam jurnal bisa berupa sikap kurang baik, baik, maupun sangat baik, serta
perkembangan perubahan sikap peserta didik. Berikut merupakan lembar observasi penilaian
sikap peserta didik selama satu semester:
Tabel Jurnal Pengembangan Sikap
No Tanggal Nama Siswa Catatan Perilaku Butir Sikap
1
2
3
4
dst
Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam pelaksanaan penilaian sikap menggunakan
teknik observasi :
 Jurnal penilaian sikap ditulis oleh guru mata pelajaran, wali kelas, dan guru BK selama
satu semester.
 Penilaian oleh wali kelas dapat menggunakan 1 (satu) jurnal untuk satu kelas yang
menjadi tanggung-jawabnya. Penilaian oleh guru mata pelajaran dapat menggunakan 1
(satu) jurnal untuk setiap kelas yang diajarnya, dan penilaian oleh guru BK dapat
menggunakan 1 (satu) jurnal untuk setiap kelas di bawah bimbingannya.
 Penilaian perkembangan sikap sipritual dan sikap sosial peserta didik bisa dicatat dalam
satu jurnal yang sama atau dalam 2 (dua) jurnal berbeda.
 Peserta didik yang dicatat dalam jurnal adalah peserta didik yang menunjukkan perilaku
yang sangat baik maupun kurang baik secara alami.
 Pencatatan jurnal dilakukan dengan segera seperti ketika wali kelas, guru mata pelajaran,
maupun guru BK menyaksikan atau memperoleh informasi terpercaya mengenai perilaku
peserta didik.
 Jika peserta didik pernah menunjukkan sikap kurang baik tetapi selama satu semester
tersebut menunjukan perkembangan ke arah sikap baik, maka sikap baik tersebut juga
dicatat dalam jurnal.
 Guru mata pelajaran dan guru BK merangkum catatan jurnal perkembangan sikap
spiritual dan sikap sosial setiap peserta didik dan menyerahkannya kepada wali kelas
untuk diolah lebih lanjut
Berikut merupakan jurnal penilaian (perkembangan) sikap spiritual dan sikap sosial oleh
wali kelas.
Jurnal Penilaian Sikap Spiritual
Nama Sekolah : SMP .............................
Kelas/Semester : VIII/I
Tahun Pelajaran : 2022/2023
No Waktu Nama Siswa Catatan Perilaku Butir Sikap
1 19/07/22 Haidar Tidak mengikuti sholat
Dzuhur berjamaah di
Ketaqwaan
Modul Ajar Kurikulum Merdeka
Modul Ajar IPS SMP Fase D Kelas 8
sekolah.
2 19/07/22 Halwa Mengganggu teman
ketika berdoa sebelum
kegiatan pembelajaran.
Ketaqwaan
3 19/07/22 Sugi Mengajak teman berdoa
sebelum olahraga
badminton di sekolah.
Ketaqwaan
4 19/07/22 Said Berpartisipasi sebagai
panitia perayaan
keagamaan di sekolah.
Toleransi
beragama
Jurnal Penilaian Sikap Sosial
Nama Sekolah : SMP .............................
Kelas/Semester : VIII/I
Tahun Pelajaran: 2022/2023
No Waktu Nama Siswa Catatan Perilaku Butir Sikap
1 12/07/22 Haidar Membantu seorang
teman yang kesulitan
menyebrang jalan di
depan sekolah.
Kepedulian
2 26/08/22 Halwa Menyerahkan dompet
yang ditemukan di
kantin sekolah kepada
wali kelas.
Kejujuran
3 26/09/22 Sugi Tidak menggunakan
atribut upacara di
sekolah dengan legkap.
Kedisiplinan
4 25/10/22 Said Berinisiatif menyiram
tanaman yang mulai
kering.
Kepedulian
Contoh format di atas dapat digunakan guru mata pelajaran dan guru BK dalam penilain
sikap spiritual dan sosial. Catatan tersebut juga dapat dibuat dalam satu tabel yang sama
dengan menambahkan kolom keterangan pada bagian paling kanan untuk menuliskan
keterangan jenis sikap yang ditulis. Berikut merupakan contoh tabel jurnal penilaian sikap
(spiritual dan sosial) yang dijadikan dalam satu tabel:
Jurnal Penilaian Sikap
Nama Sekolah : SMP .............................
Kelas/Semester : VIII/I
Tahun Pelajaran: 2022/2023
Modul Ajar Kurikulum Merdeka
Modul Ajar IPS SMP Fase D Kelas 8
No Waktu Nama Siswa Catatan Perilaku Butir Sikap Ket.
1 19/07/22 Haidar Membantu seorang
teman yang
kesulitan
menyebrang jalan di
depan sekolah
Ketaqwaan Sosial
2 19/07/22 Halwa Mengajak teman
berdoa sebelum
olahraga badminton
di sekolah.
Kepeduliaan Spiritual
3 19/07/22 Sugi Mengganggu teman
ketika berdoa
sebelum kegiatan
pembelajaran.
Toleransi
beragama
Spiritual
4 18/11/22 Said Berinisiatif
menyiram tanaman
yang mulai kering.
Ketaqwaan Sosial
b. Penilaian Diri (Self Assesment)
Penilaian diri merupakan teknik penilaian terhadap diri sendiri oleh peserta didik dengan
mengidentiikasi kelebihan dan kekurangan sikap peserta didik dalam berperilaku. Teknik
penilaian ini dapat digunakan untuk menumbuhkan nilai-nilai kejujuran dan meningkatkan
kemampuan releksi diri peserta didik. Satu tabel penilaian diri dapat digunakan untuk
penilaian sikap spiritual dan sikap sosial. Berikut merupakan lembar penilaian diri
menggunakan Likert Scale.
Lembar Penilaian Diri Siswa (Likert Scale)
Nama teman yang dinilai : ..................
Nama penilai : ..................
Kelas : ....................
Semester : ....................
Berilah tanda centang pada kolom “Ya” atau “Tidak” sesuai dengan keadaan
sebenarnya
No Pernyataan
Skala
1 2 3 4
1 Saya berdoa sebelum melakukan kegiatan
2 Saya melaksanakan ibadah sholat tepat waktu
3 Saya berani mengakui kesalahan jika memang
bersalah
Modul Ajar Kurikulum Merdeka
Modul Ajar IPS SMP Fase D Kelas 8
4 Saya mengumpulkan tugas sesuai jadwal yang
diberikan
5 Saya mengembalikan barang yang saya pinjam
dalam kondisi baik
6 Saya meminta maaf jika melakukan kesalahan
7 Saya datang ke sekolah tepat waktu
Keterangan:
1 = sangat jarang
2 = jarang
3 = sering
4 = selalu
c. Penilaian Antar Teman
Penilaian antar teman adalah teknik penilaian yang dilakukan peserta didik terhadap
peserta didik yang lain mengenai sikap/perilaku peserta didik. Penilaian antarteman dapat
digunakan untuk menumbuhkan nilai kejujuran, tenggang rasa, dan saling menghargai. Satu
lembar penilaian diri dapat digunakan untuk penilaian sikap spiritual dan sikap sosial.
Berikut merupakan lembar penilaian antarteman menggunakan Likert Scale.
Lembar Penilaian Diri Siswa (Likert Scale)
Nama : ..................
Kelas : ....................
Semester : ....................
Berilah tanda centang pada kolom “Ya” atau “Tidak” sesuai dengan keadaan
sebenarnya
No Pernyataan
Skala
1 2 3 4
1 Teman saya berkata jujur kepada orang lain
2 Teman saya mengerjakan ulangan dengan jujur
3 Teman saya mentaati tata-tertib sekolah
4 .....................................
Keterangan:
1 = sangat jarang
2 = jarang
3 = sering
Modul Ajar Kurikulum Merdeka
Modul Ajar IPS SMP Fase D Kelas 8
4 = selalu
Pada dasarnya teknik penilaian diri ini tidak hanya untuk aspek sikap, tetapi juga dapat
digunakan untuk menilai kompetensi dalam aspek kete rampilan dan pengetahuan.
2. Penilaian Kompetensi Pengetahuan
a) Pengertian Penilaian Pengetahuan
Penilaian pengetahuan merupakan penilaian yang dilakukan untuk mengetahui
kemampuan peserta didik berkaitan dengan penguasaan pengetahuan faktual, konseptual,
maupun prosedural serta kecakapan berpikir tingkat rendah hingga tinggi. Guru dapat
memilih teknik penilaian yang disesuaikan dengan karakteristik kompetensi yang akan
dinilai. Penilaian diawali dengan perencanaan pada saat menyusun rencana pelaksanaan
pembelajaran (RPP). Hasil penilaian pengetahuan yang dilakukan selama dan setelah proses
pembelajaran dinyatakan dalam bentuk angka dengan rentang 0-100.
b) Teknik Penilaian Pengetahuan
Teknik penilaian pengetahuan yang akan digunakan dapat disesuaikan dengan
karakteristik masing-masing Kmpetensi Dasar (KD). Teknik penilaian pengetahuan yang
sering digunakan yaitu tes tertulis, tes lisan, dan penugasan. Berikut merupakan penjabaran
dari berbagai teknik penilaian pengetahuan.
Teknik Penilaian Pengetahuan
Teknik Bentuk Instrumen Tujuan
Tes tertulis Pilihan ganda, benar-salah,
menjodohkan, isian atau
melengkapi, dan uraian.
Mengetahui kemampuan
penguasaan pengetahuan
peserta didik dalam proses
pembelajaran.
Tes lisan Tanya jawab Mengetahui pemahaman peserta
didik sebagai dasar perbaikan
proses pembelajaran
Penugasan Tugas individu dan kelompok Memfasilitasi penguasaan
pengetahuan peserta didik
selama proses pembelajaran.
1. Tes Tertulis
Tes tertulis merupakan soal dan jawaban disajikan secara tertulis, misalnya pilihan ganda,
benar-salah, dan uraian. Langkah-langkah pengembangan tes tertulis:
Kisi-kisi Tes Tertulis
Nama Sekolah : SMP .............................
Kelas/Semester : VIII/I
Tahun Pelajaran : 2022/2023
Mata Pelajaran : IPS
Modul Ajar Kurikulum Merdeka
Modul Ajar IPS SMP Fase D Kelas 8
No
Kompetensi
Dasar
Materi
Indikator
Soal
Bentuk
Soal
Jumlah
Soal
1 Mengidentifikasi
pemanfaatan
sumber daya
alam di
Indonesia
Pemanfaatan
Sumber
Daya Alam
Peserta didik
mampu
mengidentifikasi
pemanfaatan
sumber daya
alam di Indonesia
Tes
Tertulis
2
Butir soal:
1. Bagaimana pemanfaatan sumber daya alam yang baik dan benar?
2. Apa dampak yang terjadi dari adanya eksploitasi sumber daya alam?
Pemberian skor Tes Tertulis
No.
Soal
Kunci Jawaban Skor
1 Berikut cara-cara untuk memanfaatkan sumber daya
alam dengan baik:
1. Mengelola pertanian, perkebunan, dan peternakan. ...
2. Mengelola sumber daya alam agar bernilai ekspor. ...
3. Menjaga kelestarian laut dan hutan. ...
4. Menggunakan sumber daya tambang secukupnya. ...
5. Beralih ke sumber daya alam yang dapat dipercaya.
2
2 Eksploitasi Sumber Daya Alam (SDA) di Indonesia secara
berlebihan berpotensi menimbulkan kerusakan lingkungan yang
lebih luas. Kondisi ini semakin pelik, mengingat pelanggaran
peruntukan tata ruang di berbagai daerah di Indonesia pun kian
masif.
2
Total Skor Maksimum 4
2. Tes Lisan
Tes lisan merupakan pertanyaan yang diberikan guru secara lisan kepada peserta didik
yang jawaban atas pertanyaan tersebut juga disampaikan secara lisan. Tes ini bertujuan untuk
mengetahui penguasaan pengetahuan peserta didik dan menumbuhkan kemampuan
berkomunikasi. Pemberian tes lisan dapat dilakukan pada saat pembelajaran berlangsung.
Modul Ajar Kurikulum Merdeka
Modul Ajar IPS SMP Fase D Kelas 8
pertanyaan pada tes lisan:
 Apakah aku sudah mampu mengidentifikasi pemanfaatan sumber daya alam?
 Mengapa terjadi eksploitasi yang berlebihan terhadap sumber daya alam?
 Bagaimana pengaruh eksploitasi sumber daya alam terhadap lingkungan?
3. Penugasan
Penugasan adalah pemberian tugas untuk meningkatkan pengetahuan peserta didik. Tugas
dapat dikerjakan baik secara individu maupun kelompok sesuai dengan kompetensi yang
ingin dicapai. Berikut merupakan kisi-kisi tugas dan pedoman penskorannya.
Nama Sekolah : SMP .............................
Kelas/Semester : VIII/I
Tahun Pelajaran: 2022/2023
Mata Pelajaran : IPS
Kompetensi
Dasar
Materi Indikator
Teknik
Penilaian
Mengidentifikasi
pemanfaatan
sumber daya alam
di Indonesia
Pemanfaatan
Sumber Daya
Alam
Peserta didik mampu
mengidentifikasi
pemanfaatan sumber
daya alam di
Indonesia
Penugasan
Pedoman Pemberian Skor Tugas
No Soal Aspek yang Dinilai Skor
1 Apa yang akan terjadi jika dalam pemanfaatan sumber daya
alam secara berlebihan?
0-2
2 Mengapa sumber daya alam yang kita miliki dapat
digunakan sebagai modal pembangunan negara?
0-3
3 Bagaimana langkah yang baik dalam pemanfaatan
pemanfaatan sumber daya alam?
0-3
4 Apa yang kamu lakukan dalam pemanfaatan sumber daya
alam agar tidak mudah habis?
0-2
Total Skor Maksimum 10
3. Penilaian Keterampilan
a) Pengertian Penilaian Keterampilan
Penilaian keterampilan dilakukan untuk mengetahui kemampuan peserta didik dalam
menerapkan pengetahuan yang telah diperoleh untuk melakukan tugas tertentu sesuai dengan
indikator pencapaian kompetensi. Penilaian ini dapat dilakukan dengan berbagai teknik,
seperti penilaian kinerja dan penilaian proyek. Berikut merupakan contoh kisi-kisi penilaian
Modul Ajar Kurikulum Merdeka
Modul Ajar IPS SMP Fase D Kelas 8
keterampilan, tugas, dan pedoman pemberian skor.
b) Teknik Penilaian Keterampilan
• Penilaian kinerja
Berikut ini Kisi-kisi Penilaian Kinerja, soal/tugas, pedoman pemberian skor:
Kisi-kisi Penilaian Kinerja
Nama Sekolah : SMP .............................
Kelas/Semester : VIII/I
Tahun Pelajaran : 2022/2023
Mata Pelajaran : IPS
No
Kompetensi
Dasar
Materi Indikator
Teknik
Penilaian
1 Mengidentifikasi
pemanfaatan sumber
daya alam di
Indonesia
Pemanfaatan
Sumber Daya
Alam
Peserta didik mampu
mengidentifikasi
pemanfaatan sumber
daya alam di Indonesia
Rubrik Pemberian Skor Penilaian Kinerja
No Aspek yang Dinilai
Skala
0 1 2 3 4
1 Merencanakan pengamatan
2 Melakukan pengamatan
3 Membuat laporan
Jumlah:
Penilaian diberikan dengan memperhatikan aspek proses dan produk. Guru dapat
menetapkan bobot pemberian skor yang berbeda antara satu dan aspek yang lainnya dengan
memperhatikan karakteristik kompetensi yang dinilai.
Rubrik Penilaian Kinerja
No Indikator Rubrik
1 Menyiapkan bahan
yang diperlukan
2 = Menyiapkan seluruh alat dan bahan yang diperlukan.
1 = Menyiapakan sebagian alat dan bahan yang
diperlukan.
0 = Tidak menyiapkan alat bahan
2 Pengamatan 4 = Melakukan empat langkah kerja dengan tepat
Modul Ajar Kurikulum Merdeka
Modul Ajar IPS SMP Fase D Kelas 8
3 = Melakukan tiga langkah kerja dengan tepat.
2 = Melakukan dua langkah kerja dengan tepat.
1 = Melakukan satu langkah kerja dengan tepat.
0 = Tidak melakukan langkah kerja.
Langkah kerja:
1. Menyiapkan kertas gambar ukuran A4.
2. Menggambar pemanfaatan sumber daya alam.
3. Mencantumkan komponen pemanfaatan sumber daya
alam pada gambar yang di buat.
4. Memberikan warna pada kenampakan objek yang di
gambar pada potensi sumber daya alam di Indonesia.
3 Membuat laporan 3 = Memenuhi 3 kriteria
2 = Memenuhi 2 kriteria
1 = Memenuhi 1 kriteria
0 = Tidak memenuhi kriteria
Kriteria laporan:
1. Memenuhi sistematika laporan (judul, tujuan, alat dan
bahan, prosedur, data pengamatan, pembahasan,
kesimpulan)
2. Data, pembahasan, dan kesimpulan benar
3. Komunikatif
• Penilaian proyek
Penilaian proyek merupakan kegiatan yang bertujuan untuk mengetahui kemampuan
peserta didik dalam mengimplementasikan pengetahuannya melalui penyelesaian suatu tugas
dalam waktu tertentu. Penilaian ini dapat digunakan untuk mengukur satu maupun beberapa
Kompetensi Dasar (KD) dalam satu atau beberapa mata pelajaran.
Kegiatan yang dilakukan dimulai dengan perencanaan, pengumpulan, pengorganisasian,
pengolahan, penyajian, dan pelaporan. Beberapa hal yang perlu dipertimbangkan dalam
penilaian proyek, yaitu:
1) Pengelolaan
Kemampuan peserta didik untuk menentukan tema atau topik, mengumpulkan informasi,
pengolahan data, dan penulisan laporan.
2) Relevansi
Tema yang dipilih sesuai dengan Kompetensi Dasar (KD).
Modul Ajar Kurikulum Merdeka
Modul Ajar IPS SMP Fase D Kelas 8
3) Keaslian
Laporan atau produk yang dibuat peserta didik merupakan hasil karyanya.
4) Inovasi dan Kreativitas
Terdapat unsur-unsur kebaruan dan berbeda pada produk yang dihasilkan peserta didik.
Kisi-kisi Penilaian Proyek
Nama Sekolah : SMP .............................
Kelas/Semester : VIII/I
Tahun Pelajaran : 2022/2023
Mata Pelajaran : IPS
No
Kompetensi
Dasar
Materi Indikator
Teknik
Penilaian
1 Mengidentifikasi
pemanfaatan
sumber daya alam
di Indonesia
Pemanfaatan
Sumber
Daya Alam
Peserta didik mampu
mengidentifikasi
pemanfaatan sumber daya
alam di Indonesia
Penilaian
Proyek
Proyek : Buatlah poster salah satu tujuan pemanfaatan sumber daya alam menggunakan
kertas gambar ukuran A3, pensil warna atau cat air dengan memperhatikan hal- hal berikut!
1. Pilihlah salah satu tujuan pemanfaatan sumber daya alam.
2. Amati tujuan tersebut apakah telah tercapai atau belum tercapai di Indonesia lalu
sampaikan dalam poster.
3. Gambar salah satu tujuan pemanfaatan sumber daya alamyang telah dipilih!
4. Tuliskan pemanfaatan sumber daya alam konsep dari poster yang akan peserta didik
sampaikan!
5. Laporkan hasilnya secara lisan!
Rubrik Pemberian Skor Proyek
No Pernyataan
Skor
1 2 3 4
1 Kemampuan peserta didik dalam merencanakan
2 Kemampuan menggambar poster
3 Kemampuan penyampaian konsep berdasarkan poster
yang digambar
4 Kemampuan mempresentasikan isi poster
5 Produk Poster
Skor Maksimum 15
Modul Ajar Kurikulum Merdeka
Modul Ajar IPS SMP Fase D Kelas 8
Catatan:
Guru bisa menetapkan bobot yang berbeda-beda antara aspek satu dan lainnya
pada pemberian skor dengan memperhatikan karakteristik Kompetensi Dasar
(KD) atau keterampilan yang dinilai.
Rubrik PenilaianProyek
No Pernyataan Keterangan
1 Kemampuan Perencanaan 2 = perencanaan lengkap (bahan, cara kerja, hasil),
dan rinci
1 = perencanaan kurang lengkap
0 = tidak ada perencanaan
2 Kemampuan menggambar
poster secara tepat sesuai
dengan salah satu tujuan
pemanfaatan sumber daya
alam
2 = menggambar dan mewarnai poster dengan baik
dan interpretasi tujuan pembangunan
berkelanjutan dalam poster tepat.
1 = menggambar dan memberikan warna pada
poster tetapi salah dalam menginterpretasikan
tujuan pembangunan berkelanjutan yang dipilih.
0 = gambar tidak diberi warna dan tidak tepat dalam
menginterpretasikan tujuan pembangunan
berkelanjutan yang dipilih.
G. KEGIATAN PENGAYAAN DAN REMEDIAL
Pengayaan
 Materi di bawah ini merupakan informasi penting yang dapat digunakan untuk
mengembangkan kompetensi yang dipelajari peserta didik dalam buku teks.
Pemanfaatan sumber daya alam di Indonesia
Populasi manusia yang semakin bertambah membuat konsumsi semakin bertambah. Hal
ini mempengaruhi tingkat eksploitasi terhadap sumber daya alam yang juga mengalami
peningkatan dalam rangka memenuhi kebutuhan hidup. Eksploitasi sumber daya alam
yang berlebih dengan menggunakan prinsip maksimalisasi dan mengabaikan pelestarian
lingkungan dapat menyebabkan pencemaran dan kerusakan lingkungan. Dampaknya
terjadi perubahan potensi sumber daya alam yang semakin mengalami penurunan. Oleh
karena itu, dalam kegiatan pemanfaatan lingkungan harus memperhatikan kelestarian
lingkungan agar dampak negative dapat diminimalisir dan potensi sumber daya alam tetap
lestari.
Modul Ajar Kurikulum Merdeka
Modul Ajar IPS SMP Fase D Kelas 8
 Materi bisa dilihat juga dalam:
Maryunani. 2018. Pengelolaan Sumber Daya Alam dan Pembangunan Ekonomi Secara
Berkelanjutan. Malang: UB Press.
Remedial
Remedial diberikan kepada siswa yang mendapat kriteria paham sebagian dan tidak paham
dengan kegiatan mengulang pembelajaran di luar jam pelajaran.
LAMPIRAN
A. LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK
LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)
2. Bagaimana Pemanfaatan Sumber Daya Alam yang ada di
Indonesia?
Nama :
Kelas :
Petunjuk!
B. BAHAN BACAAN GURU & PESERTA DIDIK
 Guru dan peserta didik mencari berbagai informasi tentang potensi sumber daya alam di
Indonesia dari berbagai media atau website resmi dibawa nauangan kementerian
pendidikan, kebudayaan, riset dan teknologi.
 Buku Panduan Guru dan Siswa Ilmu Pengetahuan Sosial untuk SMP Kelas VIII :
Modul Ajar Kurikulum Merdeka
Modul Ajar IPS SMP Fase D Kelas 8
Kemendikbudristek 2021.
C. GLOSARIUM
Glosarium
adat istiadat: Himpunan kaidah-kaidah sosial yang sejak lama ada dan telah menjadi
kebiasaan (tradisi) dalam masyarakat.
benua: Hamparan daratan yang sangat luas yang berada di permukaan bumi.
budaya: Suatu cara hidup yang berkembang dan dimiliki Bersama oleh sebuah kelompok
orang dan diwariskan dari generasi ke generasi.
cuaca: Keadaan udara pada saat tertentu dan di wilayah tertentu yang relatif sempit dan pada
jangka waktu yan singkat.
dinamika penduduk: Perubahan jumlah penduduk pada suatu wilayah yang disebabkan oleh
tiga faktor yaitu, kelahiran (natalitas), kematian (mortalitas), dan perpindahan
(migrasi).
diplomasi: Urusan kepentingan sebuah negara dengan perantaraan wakil-wakilnya di negara
lain.
eksogen: Tenaga yang berasal dari luar bumi, artinya tenaga luar berhubungan dengan tenaga
yang berasal dari atas permukaan bumi.
endogen: Tenaga yang berasal dari dalam perut bumi sehingga mengakibatkan pergerakan
kulit bumi.
globalisasi: Terbentuknya sistem organisasi dan komunikasi antarmasyarakat di seluruh dunia
untuk mengikuti sistem dan kaidah yang sama
iklim: Rerata keadaan udara atau cuaca yang terjadi pada rentang wilayah yang luas serta
rentang waktu yang lama. Wilayah tersebut bisa satu benua atau negara dengan
waktu, misalnya 10 tahun atau 20 tahun.
imperialism : Sistem politik yang bertujuan menjajah negara lain untuk mendapatkan
kekuasaan dan keuntungan lebih besar.
inflasi: Kemerosotan nilai uang karena banyaknya dan cepatnya uang beredar sehingga
menyebabkan naiknya harga barang-barang
inovasi: Diterapkannya alat/ide baru untuk melengkapi atau menggantikan ide/alat yang lama
integrasi sosial: Proses penyesuaian unsur-unsur yang berbeda dalam masyarakat sehingga
menjadi satu kesatuan
kolonialisme: Penguasaan oleh suatu negara atas daerah atau bangsa lain dengan maksud
untuk memperluas negara.
komoditas: Barang ekspor atau impor.
komposisi penduduk: Pengelompokan penduduk berdasarkan kriteria tertentu. misalnya
berdasarkan agama, jenis kelamin, ras, usia, status perkawinan, dan lain-lain.
koperasi: Organisasi ekonomi rakyat yang berwatak sosial dan beranggotakan orang-orang,
badan-badan hukum koperasi yang merupakan tata susunan ekonomi sebagai usaha
bersama berdasarkan asas kekeluargaan.
mobilitas sosial: Perpindahan posisi seseorang atau sekelompok orang dari lapisan yang satu
ke lapisan yang lain.
piramida penduduk: Dua buah diagram batang, pada sisi lainnya menunjukkan jumlah
Modul Ajar Kurikulum Merdeka
Modul Ajar IPS SMP Fase D Kelas 8
penduduk laki-laki dan pada sisi lainnya menunjukkan jumlah penduduk
perempuan dalam kelompok interval usia penduduk lima tahunan.
potensi: Kemampuan yang dimiliki.
reformasi: Perubahan secara drastis untuk perbaikan (bidang sosial, politik, agama) dalam
suatu masyarakat atau negara.
region: Suatu wilayah yang memiliki ciri atau karakteristik tersendiri yang berbeda dengan
wilayah lainnya.
Think Pair Share: Think (berpikir secara mandiri), Pair (berpasangan) dan Share (berbagi
dalam segala hal termasuk pengetahuan ke satu individu atau grup belajar).
Two Stay Two Stray: Satu model pembelajaran kooperatif untuk menghadapi kemampuan
heterogen siswa yang dilakukan dengan membentuk kelompok yang bersifat
heterogen kemudian saling bertukar informasi dengan kelompok lain TSTS
memungkinkan siswa untuk saling bekerja sama dan saling bertukar informasi
dengan cara 2 anggota tinggal di kelompok dan 2 anggota menjadi tamu di
kelompok lain.
D. DAFTAR PUSTAKA
Daftar Pustaka
Abbas, Syamsuddin. 1997 Revolusi hijau dengan swasembada beras dan jagung. Jakarta:
Sekretariat Badan Pengendali Bimas Departemen Pertanian
Budiawan. 2017. Nasion & nasionalisme, jelajah ringkas teoritis. Yogyakarta: Penerbit
Ombak.
Bahasa Indonsia.2007. Kerja sama Perdagangan Internasional: Peluang dan Tantangan
bagi Bangsa Indonesia.Jakarta: PT Elekmediakomputindo.
Dawam, R.M, dkk. 1995. Bank Indonesia Dalam Kilasan Sejarah. Jakarta: LP3S.
Djojohadikusumo, Sumitro. (1953). Persoalan Ekonomi di Indonesia. Jakarta: Indira
Hatta, Mohammad. 1960. Ekonomi terpimpin. Jakarta: Fasco
Horton, Paul dan Chester L. Hunt. 1999. Sosiologi. Jakarta : Erlangga
Martono, Nanang. 2012. Sosiologi perubahan sosial. Jakarta: Raja Grafindo Persada.
Pranarka, AMW, Leonardus B. Moerdani dan Supardjo Roestam. 1986. Wawasan
kebangsaan, ketahanan nasional, dan wawasan nusantara. Yogyakarta: Lembaga
Pengkajian Kebudayaan Sarjana Wiyata Tamansiswa.
Poesponegoro, Marwati Djoened. 1993. Sejarah Nasional Indonesia VI. Jakarta : Balai
Pustaka
Poesponegoro, Marwati Djoened. 2010. Sejarah Nasional Indonesia V. Jakarta : Balai
Pustaka
Ricklefs, Merle Calvin. 2008. Sejarah Indonesia Modern 1200-2008. Jakarta: Serambi
Reid, Anthony JS. 1996. Revolusi Nasional Indonesia. Jakarta: Pustaka Sinar Harapan.
Soekanto, Soerjono. 2012. Sosiologi suatu pengantar. Jakarta: PT. Rajawali Press.
Smith, Anthony D. 2003. Nasionalisme: teori, ideologi, sejarah. Jakarta: Penerbit Erlangga.
Supardi.2011. Dasar-Dasar Ilmu Sosial.Yogyakarta:Ombak.
Modul Ajar Kurikulum Merdeka
Modul Ajar IPS SMP Fase D Kelas 8
MODUL AJAR KURIKULUM MERDEKA
IPS FASE D KELAS VIII
INFORMASI UMUM
A. IDENTITAS MODUL
Penyusun
Instansi
Tahun Penyusunan
Jenjang Sekolah
Mata Pelajaran
Fase / Kelas
Tema 01
Subtema C
Materi 1
Alokasi Waktu
:
:
:
:
:
:
:
:
:
:
.....................................
SMP …………………
Tahun 2022
SMP
Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS)
D / VIII
Kondisi Geografis dan Pelestarian Sumber Daya
Sumber Daya Manusia
Kualitas Sumber Daya Manusia Indonesia
2 JP (Pertemuan Ke-9)
B. KOMPETENSI AWAL
Capaian Pembelajaran IPS Fase D
Pada akhir fase ini, peserta didik mampu memahami dan memiliki kesadaran akan
keberadaan diri dan keluarga serta lingkungan terdekatnya. Ia mampu menganalisis hubungan
antara kondisi geografis daerah dengan karakteristik masyarakat serta memahami potensi
sumber daya alamnya. Ia juga mampu menganalisis hubungan antara keragaman kondisi
geografis nusantara terhadap pembentukan kemajemukan budaya. Ia mampu memahami
bagaimana masyarakat saling berupaya untuk dapat memenuhi kebutuhan hidupnya. Ia
mampu menganalisis peran pemerintah dan masyarakat dalam mendorong pertumbuhan
perekonomian. Peserta didik juga mampu memahami dan memiliki kesadaran terhadap
perubahan sosial yang sedang terjadi di era kontemporer. Ia dapat menganalisis
perkembangan ekonomi di era digital. Peserta didik memahami tantangan pembangunan dan
potensi Indonesia menjadi negara maju. Ia menyadari perannya sebagai bagian dari
masyarakat Indonesia dan dunia di tengah isu-isu regional dan global yang sedang terjadi dan
ikut memberikan kontribusi yang positif.
Peserta didik mampu memahami dan menerapkan materi pembelajaran melalui
pendekatan keterampilan proses dalam belajarnya, yaitu mengamati, menanya dengan rumus
5W 1H. Kemudian mampu memperkirakan apa yang akan terjadi berdasarkan jawaban-
jawaban yang ditemukan. Peserta didik juga mampu mengumpulkan informasi melalui studi
pustaka, studi dokumen, wawancara, observasi, kuesioner, dan Teknik pengumpulan
informasi lainnya. Merencanakan dan mengembangkan penyelidikan. Peserta didik
mengorganisasikan informasi dengan memilih, mengolah dan menganalisis informasi yang
diperoleh. Proses analisis informasi dilakukan dengan cara verifikasi, interpretasi, dan
triangulasi informasi. Peserta didik menarik kesimpulan, menjawab, mengukur dan
mendeskripsikan serta menjelaskan permasalahan yang ada dengan memenuhi prosedur dan
tahapan yang ditetapkan. Peserta didik mengungkapkan seluruh hasil tahapan di atas secara
lisan dan tulisan dalam bentuk media digital dan non-digital. Peserta didik lalu
mengomunikasikan hasil temuannya dengan mempublikasikan hasil laporan dalam bentuk
presentasi digital dan atau non-digital, dan sebagainya. Selain itu peserta didik mampu
mengevaluasi pengalaman belajar yang telah dilalui dan diharapkan dapat merencanakan
proyek lanjutan dengan melibatkan lintas mata pelajaran secara kolaboratif.
Elemen Pemahaman Konsep Elemen Keterampilan proses
Pada akhir fase ini, peserta didik
mampu memahami dan memiliki
Pada akhir fase ini, Peserta didik mampu
memahami dan menerapkan materi
Modul Ajar Kurikulum Merdeka
Modul Ajar IPS SMP Fase D Kelas 8
kesadaran akan keberadaan diri serta
mampu berinteraksi dengan
lingkungan terdekatnya. Ia mampu
menganalisis hubungan antara kondisi
geografis daerah dengan karakteristik
masyarakat dan memahami potensi
sumber daya alam serta kaitannya
dengan mitigasi kebencanaan . Ia juga
mampu menganalisis hubungan antara
keragaman kondisi geografis nusantara
terhadap pembentukan kemajemukan
budaya. Ia mampu memahami
bagaimana masyarakat saling berupaya
untuk dapat memenuhi kebutuhan
hidupnya. Ia mampu menganalisis peran
pemerintah dan masyarakat dalam
mendorong pertumbuhan perekonomian.
Peserta didik juga mampu memahami
dan memiliki kesadaran terhadap
perubahan sosial yang sedang terjadi di
era kontemporer. Ia dapat menganalisis
perkembangan ekonomi di era digital.
Peserta didik memahami tantangan
pembangunan dan potensi Indonesia
menjadi negara maju. Ia menyadari
perannya sebagai bagian dari masyarakat
Indonesia dan dunia di tengah isu-isu
regional dan global yang sedang terjadi
dan ikut memberikan kontribusi yang
positif.
pembelajaran melalui pendekatan
keterampilan proses dalam belajarnya, yaitu
mengamati, menanya dengan rumus 5W
1H. Kemudian mampu memperkirakan apa
yang akan terjadi berdasarkan jawaban-
jawaban yang ditemukan. Peserta didik juga
mampu mengumpulkan informasi melalui
studi pustaka, studi dokumen, lapangan,
wawancara, observasi, kuesioner, dan
teknik pengumpulan informasi lainnya.
merencanakan dan mengembangkan
penyelidikan. Peserta didik
mengorganisasikan informasi dengan
memilih, mengolah dan menganalisis
informasi yang diperoleh. Proses analisis
informasi dilakukan dengan cara verifikasi,
interpretasi, dan triangulasi informasi.
Peserta didik menarik kesimpulan,
menjawab, mengukur dan mendeskripsikan
serta menjelaskan permasalahan yang ada
dengan memenuhi prosedur dan tahapan
yang ditetapkan. Peserta didik
mengungkapkan seluruh hasil tahapan di
atas secara lisan dan tulisan dalam bentuk
media digital dan non-digital. Peserta didik
lalu mengomunikasikan hasil temuannya
dengan mempublikasikan hasil laporan
dalam bentuk presentasi digital dan atau
non digital, dan sebagainya. Selain itu
peserta didik mampu mengevaluasi
pengalaman belajar yang telah dilalui dan
diharapkan dapat merencanakan proyek
lanjutan dengan melibatkan lintas mata
pelajaran secara kolaboratif.
C. PROFIL PELAJAR PANCASILA
 Beriman, Bertakwa Kepada Tuhan Yang Maha Esa, dan Berahlak Mulia;
 Berkebhinekaan Global;
 Bergotong Royong;
 Mandiri;
 Bernalar Kritis; dan
 Kreatif.
D. SARANA DAN PRASARANA
Media, Sumber Belajar, dan Alat
Sumber utama:
 Video tentang sumber daya manusia di Indonesia.
 Slide gambar perbandingan indeks pembangunan manusia.
 Buku Siswa Ilmu Pengetahuan Sosial Kelas VII, 2021, Jakarta: Kemendikbud, Pusta
Modul Ajar Kurikulum Merdeka
Modul Ajar IPS SMP Fase D Kelas 8
Kurikulum dan Perbukuan.
 LCD, laptop, papan tulis.
Sumber alternatif:
 Guru juga dapat menggunakan sumber belajar alternatif yang terdapat di lingkungan
setempat dan sesuai dengan tema.
Pengembangan sumber belajar:
 Guru dapat membuat biografi dari beberapa tokoh milenial, seperti Maudy Ayunda dan
Iman Usman.
E. TARGET PESERTA DIDIK
 Peserta didik reguler/tipikal: umum, tidak ada kesulitan dalam mencerna dan memahami
materi ajar.
 Peserta didik dengan pencapaian tinggi: mencerna dan memahami dengan cepat, mampu
mencapai keterampilan berfikir aras tinggi (HOTS), dan memiliki keterampilan
memimpin
F. MODEL PEMBELAJARAN
 Tatap Muka
KOMPONEN INTI
A. TUJUAN KEGIATAN PEMBELAJARAN
Alur Tujuan Pembelajaran :
1. Peserta didik mampu menganalisis kualitas sumber daya manusia di Indonesia.
B. PEMAHAMAN BERMAKNA
 Meningkatkan kemampuan siswa tentang kualitas sumber daya manusia indonesia.
C. PERTANYAAN PEMANTIK
 Bagaimana kualitas sumber daya manusia Indonesia pada saat ini?
 Mengapa jumlah penduduk dapat memengaruhi kualitas dan produktivitas?
 Faktor apa saja yang memengaruhinya?
D. KEGIATAN PEMBELAJARAN
Kegiatan Pendahuluan
 Guru dan peserta didik mengucapkan salam dan doa.
 Guru dan peserta mengondisikan pembelajaran.
 Apersepsi : Peserta didik melihat video sumber daya manusia. Guru dapat
menambahkan variasi gambar menggunakan tayangan video dari internet. Apersepsi
juga dapat dilakukan dengan melibatkan aktivitas peserta didik. Peserta didik difasilitasi
guru mengaitkan gambar dengan kegiatan belajar sebelumnya. Guru melanjutkan
dengan memberikan motivasi terkait kualitas SDM Indonesia.
 Motivasi: Sumber daya manusia Indonesia mayoritas masih dalam kategori yang biasa
saja, maka dari itu kita sebagai generasi penerus yang akan memiliki pekerjaan ke
depan sebaiknya berupaya untuk memperbaiki kualitas sumber daya manusia di
Indonesia agar dapat menaikkan kemajuan dan kemakmuran negara.
 Peserta didik dibantu guru menyimak gambaran tema dan tujuan pembelajaran dalam
tema 01.
 Tujuan Pembelajaran: Peserta didik mampu menganalisis kualitas sumber daya manusia
di Indonesia.
 Guru menginformasikan tujuan pembelajaran pertemuan 9 tentang kualitas sumber daya
Modul Ajar Kurikulum Merdeka
Modul Ajar IPS SMP Fase D Kelas 8
manusia Indonesia.
Kegiatan Inti
Guru menjelaskan kualitas sumber daya manusia Indonesia. Kegiatan ini dimaksudkan untuk
memberikan pengalaman peserta didik bahwa jumlah penduduk memengaruhi kualitas
sumber daya manusia. Kemudian guru melakukan tanya jawab dengan peserta didik terkait
materi yang telah dijelaskan. Secara interaktif guru mengaitkan proses tanya jawab tersebut
dengan orientasi pembelajaran tentang kualitas sumber daya manusia Indonesia.
Peserta Didik Mengidentifikasi Masalah
Setelah peserta didik mengidentifikasi kualitas sumber daya manusia Indonesia, selanjutnya
guru mendorong peserta didik mengajukan berbagai pertanyaan yang mengarah pada HOTS.
Beberapa pertanyaan yang diajukan, misalnya: Bagaimana kualitas sumber daya manusia
Indonesia pada saat ini? Mengapa jumlah penduduk dapat memengaruhi kualitas dan
produktivitas? Faktor apa saja yang memengaruhinya?
Peserta Didik Mengelola Informasi
 Peserta didik membaca teks tentang kualitas sumber daya manusia Indonesia.
Guru memfasilitasi sumber lain misalnya memberikan tautan internet yang mendukung
penjelasan dan pendalaman sumber belajar. Contoh tautan : SDM Unggul Industri 4.0
https://www.youtube.com/watch?v=c80mghJRlnk
Untuk memperoleh informasi lebih luas peserta didik juga dapat melakukan browsing
kualitas sumber daya manusia Indonesia. Guru dapat memberikan beberapa tautan
berita, tulisan, dan laporan video tentang kualitas sumber daya manusia Indonesia.
 Peserta didik mengolah informasi secara berkelompok di bawah bimbingan guru.
Kegiatan ini dapat dilakukan secara bervariasi, misalnya menggunakan Group
Investigation.
Contoh: Menggunakan Group Investigation
Guru dapat menggunakan metode Group Investigation yang mengembangkan peserta
didik untuk berpikir kritis dan mampu bekerja sama dalam tim. Adapun langkah-
langkah dalam Group Investigation adalah
1. Guru membagi peserta didik ke dalam 8 kelompok yang terbagi masing-masing 4
peserta didik.
2. Guru memberikan penjelasan terkait dengan tugas kualitas sumber daya manusia.
3. Peserta didik memahami tugas yang diberikan oleh untuk membuat kliping macam-
macam pekerjaan.
4. Peserta didik melakukan pencarian berbagai pekerjaan di koran.
5. Guru memantau proses kerja peserta didik dan memberikan bimbingan terkait
dengan pembuatan kliping yang dilakukan oleh peserta didik.
6. Setiap kelompok melakukan analisis masing-masing pekerjaan yang telah ditemukan
dengan membuat sebuah kliping.
f. Peserta didik harus menghentikan permainan jika sudah ada kelompok yang
menjawab seluruh pertanyaan dengan mengangkat lembar kerja.
7. Setiap kelompok menyusun presentasi untuk mengomunikasikan di depan kelas
secara bergilir.
8. Guru membantu peserta didik untuk melakukan refleksi dan evaluasi terhadap
Modul Ajar Kurikulum Merdeka
Modul Ajar IPS SMP Fase D Kelas 8
kliping yang telah dibuat.
 Peserta didik memilih dan mengorganisasikan informasi yang diperoleh.
 Guru membimbing dan mengarahkan proses belajar peserta didik (kegiatan belajar).
 Guru memastikan peserta didik mengerjakan tugas dengan baik.
 Guru membantu peserta didik menemukan sumber belajar lainnya.
Hal tersebut bertujuan untuk mengembangkan kreativitas peserta didik dalam
menganalisis kualitas sumber daya manusia yang ada di Indonesia.
Peserta Didik Merencanakan dan Mengembangkan Ide
 Hasil pengolahan informasi disajikan dalam bentuk laporan/poster/karya lainnya.
 Peserta didik secara kelompok mengerjakan Lembar Aktivitas 9 untuk membuat kliping
tentang macam-macam pekerjaan di Indonesia.
Peserta Didik Melakukan Refleksi Diri dan Aksi
 Dalam kelas atau melalui media berbasis internet peserta didik mengomunikasikan hasil
pengolahan informasi.
 Guru memfasilitasi peserta didik menemukan simpulan pembelajaran.
 Guru memberikan kesempatan ke peserta didik untuk mengajukan pendapat atau
pertanyaan.
 Penguatan dan pengayaan dilakukan untuk mengembangkan kompetensi peserta didik.
Penutup
 Penilaian pembelajaran dilakukan secara lisan atau tertulis.
 Peserta didik melakukan refleksi pembelajaran berkaitan dengan sikap, pengetahuan,
dan keterampilan.
Sikap
 Apakah aku sudah melakukan pembelajaran secara bertanggung jawab?
 Inspirasi dari pembelajaran tentang kualitas sumber daya manusia Indonesia dalam
hidup saya adalah...
Pengetahuan:
 Apakah aku sudah mampu mengidentifikasi kualitas sumber daya manusia Indonesia?
 Mengapa jumlah penduduk dapat memengaruhi kualitas dan produktivitas?
 Faktor apa saja yang memengaruhi kualitas sumber daya manusia Indonesia?
Keterampilan :
 Apakah aku sudah berhasil membuat esai/poster/karya lainnya tentang kualitas sumber
daya manusia Indonesia?
 Refleksi juga dapat dilakukan dengan cara lain, misalnya kuis tentang pemanfaatan
sumber daya alam yang ada di Indonesia, menuliskan kompetensi yang diperoleh baik
sikap, pengetahuan, dan keterampilan.
Dapat pula dengan menuliskan inspirasi yang diperoleh dan yang akan dilakukan pada
masa yang akan datang.
 Tindak lanjut dilakukan dengan mendorong peserta didik mempelajari lebih lanjut dan
informasi pembelajaran berikutnya tentang kualitas sumber daya manusia Indonesia.
 Doa dan penutup.
Modul Ajar Kurikulum Merdeka
Modul Ajar IPS SMP Fase D Kelas 8
F. REFLEKSI
Refleksi Guru :
 Apakah Kegitan belajar berhasil?
 Berapa persen peserta didik mencapai tujuan?
 Kesulitan apa yang dialami guru dan peserta didik?
 Apa langkah yang perlu dilakukan untuk memperbaiki proses belajar?
 Apakah seluruh peserta didik mengikuti pelajaran dengan baik?
Refleksi Peserta Didik :
 Bagian mana yang menurutmu paling sulit dari pelajaran ini?
 Apa yang akan kamu lakukan untuk memperbaikan hasil belajaramu?
 Kepada siapa kamu akan meminta bantuan untuk memahami pelajaran ini?
 Jika kamu diminta untuk memberikan binta 1 sampai 5, berapa bintang akan kamu berikan
pada usaha yang kamu lakukan?
 Bagian mana dari pembelajaran ini yang kamu menyenakan?
F. ASESMEN / PENILAIAN
Penilaian Proses dan Hasil Pembelajaran
a. Konsep Penilaian dan Pembelajaran IPS
Penilaian merupakan kegiatan yang bertujuan untuk memperoleh, menganalisis, menafsirkan
proses dan hasil belajar peserta didik secara sistematis. Penilaian tersebut dapat digunakan
untuk mengetahui tingkat keberhasilan pencapaian kompetensi, proses pembelajaran, tingkat
kesulitan belajar peserta didik, dan penentuan tindak lanjut pembelajaran. Penilaian
pembelajaran IPS memakai pendekatan penilaian autentik (authentic assesment) untuk
menilai kesiapan peserta didik, proses, dan hasil belajar secara utuh. Hasil penilaian tersebut
dapat dimanfaatkan guru dalam merencanakan program perbaikan (remedial), pengayaan
(enrichment), layanan konseling, dan sebagai landasan untuk memperbaiki proses
pembelajaran selanjutnya.
b. Teknik dan Instrumen Penilaian
Penilaian kompetensi sikap, keterampilan, dan pengetahuan dilakukan menggunakan teknik
dan instrumen penilaian. Berikut merupakan penjabaran teknik dan instrumen penilaian dari
masing-masing kompetensi.
1. Penilaian kompetensi sikap
Teknik penilaian kompetensi sikap dapat berupa observasi, penilaian diri, dan penilaian
antar teman. Kegiatan ini bisa dilakukan oleh guru matabpelajaran, wali kelas, dan guru
bimbingan konseling (BK) yang ditulis dalam buku jurnal. Jurnal berisi catatan kejadian
tertentu dan informasi lain yang relevan.
a. Observasi
Instrumen dalam observasi yaitu lembar observasi atau jurnal. Lembar observasi berisi
catatan perilaku peserta didik berdasarkan pengamatan oleh guru mata pelajaran, wali kelas,
dan guru bimbingan konseling selama satu semester. Setiap catatan berisi deskripsi perilaku
peserta didik yang dilengkapi dengan waktu dan tempat pengamatan tersebut.
Jika terjadi perubahan sikap peserta didik dari yang kurang baik menjadi baik maka dalam
jurnal harus ditulis bahwa sikap peserta didik tersebut telah baik atau bahkan sangat baik. Hal
Modul Ajar Kurikulum Merdeka
Modul Ajar IPS SMP Fase D Kelas 8
yang dicatat dalam jurnal bisa berupa sikap kurang baik, baik, maupun sangat baik, serta
perkembangan perubahan sikap peserta didik. Berikut merupakan lembar observasi penilaian
sikap peserta didik selama satu semester:
Tabel Jurnal Pengembangan Sikap
No Tanggal Nama Siswa Catatan Perilaku Butir Sikap
1
2
3
4
dst
Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam pelaksanaan penilaian sikap menggunakan
teknik observasi :
 Jurnal penilaian sikap ditulis oleh guru mata pelajaran, wali kelas, dan guru BK selama
satu semester.
 Penilaian oleh wali kelas dapat menggunakan 1 (satu) jurnal untuk satu kelas yang
menjadi tanggung-jawabnya. Penilaian oleh guru mata pelajaran dapat menggunakan 1
(satu) jurnal untuk setiap kelas yang diajarnya, dan penilaian oleh guru BK dapat
menggunakan 1 (satu) jurnal untuk setiap kelas di bawah bimbingannya.
 Penilaian perkembangan sikap sipritual dan sikap sosial peserta didik bisa dicatat dalam
satu jurnal yang sama atau dalam 2 (dua) jurnal berbeda.
 Peserta didik yang dicatat dalam jurnal adalah peserta didik yang menunjukkan perilaku
yang sangat baik maupun kurang baik secara alami.
 Pencatatan jurnal dilakukan dengan segera seperti ketika wali kelas, guru mata pelajaran,
maupun guru BK menyaksikan atau memperoleh informasi terpercaya mengenai perilaku
peserta didik.
 Jika peserta didik pernah menunjukkan sikap kurang baik tetapi selama satu semester
tersebut menunjukan perkembangan ke arah sikap baik, maka sikap baik tersebut juga
dicatat dalam jurnal.
 Guru mata pelajaran dan guru BK merangkum catatan jurnal perkembangan sikap
spiritual dan sikap sosial setiap peserta didik dan menyerahkannya kepada wali kelas
untuk diolah lebih lanjut
Berikut merupakan jurnal penilaian (perkembangan) sikap spiritual dan sikap sosial oleh
wali kelas.
Jurnal Penilaian Sikap Spiritual
Nama Sekolah : SMP .............................
Kelas/Semester : VIII/I
Tahun Pelajaran : 2022/2023
No Waktu Nama Siswa Catatan Perilaku Butir Sikap
1 19/07/22 Haidar Tidak mengikuti sholat
Dzuhur berjamaah di
Ketaqwaan
Modul Ajar Kurikulum Merdeka
Modul Ajar IPS SMP Fase D Kelas 8
sekolah.
2 19/07/22 Halwa Mengganggu teman
ketika berdoa sebelum
kegiatan pembelajaran.
Ketaqwaan
3 19/07/22 Sugi Mengajak teman berdoa
sebelum olahraga
badminton di sekolah.
Ketaqwaan
4 19/07/22 Said Berpartisipasi sebagai
panitia perayaan
keagamaan di sekolah.
Toleransi
beragama
Jurnal Penilaian Sikap Sosial
Nama Sekolah : SMP .............................
Kelas/Semester : VIII/I
Tahun Pelajaran: 2022/2023
No Waktu Nama Siswa Catatan Perilaku Butir Sikap
1 12/07/22 Haidar Membantu seorang
teman yang kesulitan
menyebrang jalan di
depan sekolah.
Kepedulian
2 26/08/22 Halwa Menyerahkan dompet
yang ditemukan di
kantin sekolah kepada
wali kelas.
Kejujuran
3 26/09/22 Sugi Tidak menggunakan
atribut upacara di
sekolah dengan legkap.
Kedisiplinan
4 25/10/22 Said Berinisiatif menyiram
tanaman yang mulai
kering.
Kepedulian
Contoh format di atas dapat digunakan guru mata pelajaran dan guru BK dalam penilain
sikap spiritual dan sosial. Catatan tersebut juga dapat dibuat dalam satu tabel yang sama
dengan menambahkan kolom keterangan pada bagian paling kanan untuk menuliskan
keterangan jenis sikap yang ditulis. Berikut merupakan contoh tabel jurnal penilaian sikap
(spiritual dan sosial) yang dijadikan dalam satu tabel:
Jurnal Penilaian Sikap
Nama Sekolah : SMP .............................
Kelas/Semester : VIII/I
Tahun Pelajaran: 2022/2023
Modul Ajar Kurikulum Merdeka
Modul Ajar IPS SMP Fase D Kelas 8
No Waktu Nama Siswa Catatan Perilaku Butir Sikap Ket.
1 19/07/22 Haidar Membantu seorang
teman yang
kesulitan
menyebrang jalan di
depan sekolah
Ketaqwaan Sosial
2 19/07/22 Halwa Mengajak teman
berdoa sebelum
olahraga badminton
di sekolah.
Kepeduliaan Spiritual
3 19/07/22 Sugi Mengganggu teman
ketika berdoa
sebelum kegiatan
pembelajaran.
Toleransi
beragama
Spiritual
4 18/11/22 Said Berinisiatif
menyiram tanaman
yang mulai kering.
Ketaqwaan Sosial
b. Penilaian Diri (Self Assesment)
Penilaian diri merupakan teknik penilaian terhadap diri sendiri oleh peserta didik dengan
mengidentiikasi kelebihan dan kekurangan sikap peserta didik dalam berperilaku. Teknik
penilaian ini dapat digunakan untuk menumbuhkan nilai-nilai kejujuran dan meningkatkan
kemampuan releksi diri peserta didik. Satu tabel penilaian diri dapat digunakan untuk
penilaian sikap spiritual dan sikap sosial. Berikut merupakan lembar penilaian diri
menggunakan Likert Scale.
Lembar Penilaian Diri Siswa (Likert Scale)
Nama teman yang dinilai : ..................
Nama penilai : ..................
Kelas : ....................
Semester : ....................
Berilah tanda centang pada kolom “Ya” atau “Tidak” sesuai dengan keadaan
sebenarnya
No Pernyataan
Skala
1 2 3 4
1 Saya berdoa sebelum melakukan kegiatan
2 Saya melaksanakan ibadah sholat tepat waktu
3 Saya berani mengakui kesalahan jika memang
bersalah
Modul Ajar Kurikulum Merdeka
Modul Ajar IPS SMP Fase D Kelas 8
4 Saya mengumpulkan tugas sesuai jadwal yang
diberikan
5 Saya mengembalikan barang yang saya pinjam
dalam kondisi baik
6 Saya meminta maaf jika melakukan kesalahan
7 Saya datang ke sekolah tepat waktu
Keterangan:
1 = sangat jarang
2 = jarang
3 = sering
4 = selalu
c. Penilaian Antar Teman
Penilaian antar teman adalah teknik penilaian yang dilakukan peserta didik terhadap
peserta didik yang lain mengenai sikap/perilaku peserta didik. Penilaian antarteman dapat
digunakan untuk menumbuhkan nilai kejujuran, tenggang rasa, dan saling menghargai. Satu
lembar penilaian diri dapat digunakan untuk penilaian sikap spiritual dan sikap sosial.
Berikut merupakan lembar penilaian antarteman menggunakan Likert Scale.
Lembar Penilaian Diri Siswa (Likert Scale)
Nama : ..................
Kelas : ....................
Semester : ....................
Berilah tanda centang pada kolom “Ya” atau “Tidak” sesuai dengan keadaan
sebenarnya
No Pernyataan
Skala
1 2 3 4
1 Teman saya berkata jujur kepada orang lain
2 Teman saya mengerjakan ulangan dengan jujur
3 Teman saya mentaati tata-tertib sekolah
4 .....................................
Keterangan:
1 = sangat jarang
2 = jarang
3 = sering
Modul Ajar Kurikulum Merdeka
Modul Ajar IPS SMP Fase D Kelas 8
4 = selalu
Pada dasarnya teknik penilaian diri ini tidak hanya untuk aspek sikap, tetapi juga dapat
digunakan untuk menilai kompetensi dalam aspek kete rampilan dan pengetahuan.
2. Penilaian Kompetensi Pengetahuan
a) Pengertian Penilaian Pengetahuan
Penilaian pengetahuan merupakan penilaian yang dilakukan untuk mengetahui
kemampuan peserta didik berkaitan dengan penguasaan pengetahuan faktual, konseptual,
maupun prosedural serta kecakapan berpikir tingkat rendah hingga tinggi. Guru dapat
memilih teknik penilaian yang disesuaikan dengan karakteristik kompetensi yang akan
dinilai. Penilaian diawali dengan perencanaan pada saat menyusun rencana pelaksanaan
pembelajaran (RPP). Hasil penilaian pengetahuan yang dilakukan selama dan setelah proses
pembelajaran dinyatakan dalam bentuk angka dengan rentang 0-100.
b) Teknik Penilaian Pengetahuan
Teknik penilaian pengetahuan yang akan digunakan dapat disesuaikan dengan
karakteristik masing-masing Kmpetensi Dasar (KD). Teknik penilaian pengetahuan yang
sering digunakan yaitu tes tertulis, tes lisan, dan penugasan. Berikut merupakan penjabaran
dari berbagai teknik penilaian pengetahuan.
Teknik Penilaian Pengetahuan
Teknik Bentuk Instrumen Tujuan
Tes tertulis Pilihan ganda, benar-salah,
menjodohkan, isian atau
melengkapi, dan uraian.
Mengetahui kemampuan
penguasaan pengetahuan
peserta didik dalam proses
pembelajaran.
Tes lisan Tanya jawab Mengetahui pemahaman peserta
didik sebagai dasar perbaikan
proses pembelajaran
Penugasan Tugas individu dan kelompok Memfasilitasi penguasaan
pengetahuan peserta didik
selama proses pembelajaran.
1. Tes Tertulis
Tes tertulis merupakan soal dan jawaban disajikan secara tertulis, misalnya pilihan ganda,
benar-salah, dan uraian. Langkah-langkah pengembangan tes tertulis:
Kisi-kisi Tes Tertulis
Nama Sekolah : SMP .............................
Kelas/Semester : VIII/I
Tahun Pelajaran : 2022/2023
Mata Pelajaran : IPS
Modul Ajar Kurikulum Merdeka
Modul Ajar IPS SMP Fase D Kelas 8
No
Kompetensi
Dasar
Materi
Indikator
Soal
Bentuk
Soal
Jumlah
Soal
1 Menganalisis
kualitas sumber
daya manusia di
Indonesia.
Kualitas
sumber daya
manusia
Indonesia
Peserta didik
diharapkan
mampu
menganalisis
kualitas sumber
daya manusia di
Indonesia.
Tes
Tertulis
2
Butir soal:
1. Bagaimana kualitas sumber daya manusia Indonesia pada saat ini?
2. Mengapa kualitas penduduk dapat mempengaruhi pembangunan suatu negara dan
peningkatan perekonomian negara?
Pemberian skor Tes Tertulis
No.
Soal
Kunci Jawaban Skor
1 Hingga saat ini kualitas SDM di Indonesia masih tergolong
rendah. Data BPS menunjukkan bahwa tenaga kerja di Indonesia
masih didominasi oleh tamatan SD ke bawah (tidak/belum pernah
sekolah/belum tamat SD/tamat SD), yaitu sebesar 39,10 persen
(Februari 2022).
2
2 Kualitas penduduk sangat berpengaruh terhadap kemajuan suatu
negara, hal ini berkaitan dengan kemampuan penduduk dalam
mengelola sumber daya alam atau sumber daya manusianya untuk
kepentingan dan kesejahteraan bersama.
2
Total Skor Maksimum 4
2. Tes Lisan
Tes lisan merupakan pertanyaan yang diberikan guru secara lisan kepada peserta didik
yang jawaban atas pertanyaan tersebut juga disampaikan secara lisan. Tes ini bertujuan untuk
mengetahui penguasaan pengetahuan peserta didik dan menumbuhkan kemampuan
berkomunikasi. Pemberian tes lisan dapat dilakukan pada saat pembelajaran berlangsung.
pertanyaan pada tes lisan:
 Apakah aku sudah mampu mengidentifikasi kualitas sumber daya manusia Indonesia?
 Mengapa jumlah penduduk dapat memengaruhi kualitas dan produktivitas?
 Faktor apa saja yang memengaruhi kualitas sumber daya manusia Indonesia?
Modul Ajar Kurikulum Merdeka
Modul Ajar IPS SMP Fase D Kelas 8
3. Penugasan
Penugasan adalah pemberian tugas untuk meningkatkan pengetahuan peserta didik. Tugas
dapat dikerjakan baik secara individu maupun kelompok sesuai dengan kompetensi yang
ingin dicapai. Berikut merupakan kisi-kisi tugas dan pedoman penskorannya.
Nama Sekolah : SMP .............................
Kelas/Semester : VIII/I
Tahun Pelajaran: 2022/2023
Mata Pelajaran : IPS
Kompetensi
Dasar
Materi Indikator
Teknik
Penilaian
Menganalisis
kualitas sumber
daya manusia di
Indonesia.
Kualitas sumber
daya manusia
Indonesia
Peserta didik
diharapkan mampu
menganalisis kualitas
sumber daya manusia
di Indonesia.
Penugasan
Pedoman Pemberian Skor Tugas
No Soal Aspek yang Dinilai Skor
1 Bagaimana cara meningkatkan kualitas sumber daya
manusia yang ada di Indonesia?
0-2
2 Mengapa sumber daya manusia di Indonesia masih
dianggap tergolong kurang berkualitas?
0-3
3 Apa yang terjadi jika kualitas sumber daya manusia
rendah?
0-3
4 Bagaimana sumber daya manusia dapat mempengaruhi
pemikiran manajemen?
0-2
Total Skor Maksimum 10
3. Penilaian Keterampilan
a) Pengertian Penilaian Keterampilan
Penilaian keterampilan dilakukan untuk mengetahui kemampuan peserta didik dalam
menerapkan pengetahuan yang telah diperoleh untuk melakukan tugas tertentu sesuai dengan
indikator pencapaian kompetensi. Penilaian ini dapat dilakukan dengan berbagai teknik,
seperti penilaian kinerja dan penilaian proyek. Berikut merupakan contoh kisi-kisi penilaian
keterampilan, tugas, dan pedoman pemberian skor.
b) Teknik Penilaian Keterampilan
• Penilaian kinerja
Berikut ini Kisi-kisi Penilaian Kinerja, soal/tugas, pedoman pemberian skor:
Modul Ajar Kurikulum Merdeka
Modul Ajar IPS SMP Fase D Kelas 8
Kisi-kisi Penilaian Kinerja
Nama Sekolah : SMP .............................
Kelas/Semester : VIII/I
Tahun Pelajaran : 2022/2023
Mata Pelajaran : IPS
No
Kompetensi
Dasar
Materi Indikator
Teknik
Penilaian
1
Menganalisis kualitas
sumber daya manusia
di Indonesia.
Kualitas
sumber daya
manusia
Indonesia
Peserta didik diharapkan
mampu menganalisis
kualitas sumber daya
manusia di Indonesia.
Rubrik Pemberian Skor Penilaian Kinerja
No Aspek yang Dinilai
Skala
0 1 2 3 4
1 Merencanakan pengamatan
2 Melakukan pengamatan
3 Membuat laporan
Jumlah:
Penilaian diberikan dengan memperhatikan aspek proses dan produk. Guru dapat
menetapkan bobot pemberian skor yang berbeda antara satu dan aspek yang lainnya dengan
memperhatikan karakteristik kompetensi yang dinilai.
Rubrik Penilaian Kinerja
No Indikator Rubrik
1 Menyiapkan bahan
yang diperlukan
2 = Menyiapkan seluruh alat dan bahan yang diperlukan.
1 = Menyiapakan sebagian alat dan bahan yang
diperlukan.
0 = Tidak menyiapkan alat bahan
2 Pengamatan 4 = Melakukan empat langkah kerja dengan tepat
3 = Melakukan tiga langkah kerja dengan tepat.
2 = Melakukan dua langkah kerja dengan tepat.
1 = Melakukan satu langkah kerja dengan tepat.
0 = Tidak melakukan langkah kerja.
Modul Ajar Kurikulum Merdeka
Modul Ajar IPS SMP Fase D Kelas 8
Langkah kerja:
1. Menyiapkan kertas gambar ukuran A4.
2. Menggambar kualitas sumber daya manusia Indonesia.
3. Mencantumkan komponen kualitas sumber daya
manusia Indonesia pada gambar yang di buat.
4. Memberikan warna pada kenampakan objek yang di
gambar pada kualitas sumber daya manusia Indonesia.
3 Membuat laporan 3 = Memenuhi 3 kriteria
2 = Memenuhi 2 kriteria
1 = Memenuhi 1 kriteria
0 = Tidak memenuhi kriteria
Kriteria laporan:
1. Memenuhi sistematika laporan (judul, tujuan, alat dan
bahan, prosedur, data pengamatan, pembahasan,
kesimpulan)
2. Data, pembahasan, dan kesimpulan benar
3. Komunikatif
• Penilaian proyek
Penilaian proyek merupakan kegiatan yang bertujuan untuk mengetahui kemampuan
peserta didik dalam mengimplementasikan pengetahuannya melalui penyelesaian suatu tugas
dalam waktu tertentu. Penilaian ini dapat digunakan untuk mengukur satu maupun beberapa
Kompetensi Dasar (KD) dalam satu atau beberapa mata pelajaran.
Kegiatan yang dilakukan dimulai dengan perencanaan, pengumpulan, pengorganisasian,
pengolahan, penyajian, dan pelaporan. Beberapa hal yang perlu dipertimbangkan dalam
penilaian proyek, yaitu:
1) Pengelolaan
Kemampuan peserta didik untuk menentukan tema atau topik, mengumpulkan informasi,
pengolahan data, dan penulisan laporan.
2) Relevansi
Tema yang dipilih sesuai dengan Kompetensi Dasar (KD).
3) Keaslian
Laporan atau produk yang dibuat peserta didik merupakan hasil karyanya.
4) Inovasi dan Kreativitas
Terdapat unsur-unsur kebaruan dan berbeda pada produk yang dihasilkan peserta didik.
Modul Ajar Kurikulum Merdeka
Modul Ajar IPS SMP Fase D Kelas 8
Kisi-kisi Penilaian Proyek
Nama Sekolah : SMP .............................
Kelas/Semester : VIII/I
Tahun Pelajaran : 2022/2023
Mata Pelajaran : IPS
No
Kompetensi
Dasar
Materi Indikator
Teknik
Penilaian
1
Menganalisis
kualitas sumber
daya manusia di
Indonesia.
Kualitas
sumber daya
manusia
Indonesia
Peserta didik diharapkan
mampu menganalisis
kualitas sumber daya
manusia di Indonesia.
Penilaian
Proyek
Proyek : Buatlah poster salah satu tujuan kualitas sumber daya manusia Indonesia
menggunakan kertas gambar ukuran A3, pensil warna atau cat air dengan memperhatikan
hal- hal berikut!
1. Pilihlah salah satu tujuan kualitas sumber daya manusia Indonesia .
2. Amati tujuan tersebut apakah telah tercapai atau belum tercapai di Indonesia lalu
sampaikan dalam poster.
3. Gambar salah satu tujuan kualitas sumber daya manusia Indonesia yang telah dipilih!
4. Tuliskan kualitas sumber daya manusia Indonesia konsep dari poster yang akan peserta
didik sampaikan!
5. Laporkan hasilnya secara lisan!
Rubrik Pemberian Skor Proyek
No Pernyataan
Skor
1 2 3 4
1 Kemampuan peserta didik dalam merencanakan
2 Kemampuan menggambar poster
3 Kemampuan penyampaian konsep berdasarkan poster
yang digambar
4 Kemampuan mempresentasikan isi poster
5 Produk Poster
Skor Maksimum 15
Catatan:
Guru bisa menetapkan bobot yang berbeda-beda antara aspek satu dan lainnya
pada pemberian skor dengan memperhatikan karakteristik Kompetensi Dasar
Modul Ajar Kurikulum Merdeka
Modul Ajar IPS SMP Fase D Kelas 8
(KD) atau keterampilan yang dinilai.
Rubrik PenilaianProyek
No Pernyataan Keterangan
1 Kemampuan Perencanaan 2 = perencanaan lengkap (bahan, cara kerja, hasil),
dan rinci
1 = perencanaan kurang lengkap
0 = tidak ada perencanaan
2 Kemampuan menggambar
poster secara tepat sesuai
dengan salah satu tujuan
kualitas sumber daya
manusia Indonesia
2 = menggambar dan mewarnai poster dengan baik
dan interpretasi tujuan pembangunan
berkelanjutan dalam poster tepat.
1 = menggambar dan memberikan warna pada
poster tetapi salah dalam menginterpretasikan
tujuan pembangunan berkelanjutan yang dipilih.
0 = gambar tidak diberi warna dan tidak tepat dalam
menginterpretasikan tujuan pembangunan
berkelanjutan yang dipilih.
G. KEGIATAN PENGAYAAN DAN REMEDIAL
Pengayaan
Materi di bawah ini merupakan informasi penting yang dapat digunakan untuk
mengembangkan kompetensi yang dipelajari peserta didik dalam buku teks.
Kualitas Sumber Daya Manusia di Indonesia
Kualitas sumber daya manusia dapat dinilai dengan menggunakan kriteria yang
dikembangkan oleh United Nation Development Programme (UNDP) mengembangkan
kriteria untuk mengukur kualitas sumber daya manusia. Kualitas sumber daya manusia lebih
dikenal Indeks Pembangunan Manusia atau Human Development Index. Terkait dengan
indeks pembangunan manusia tersebut ada empat kelompok berdasarkan tingkatannya.
Kelompok terendah (142-187), sedang (94-141), tinggi (48-95), dan sangat tinggi (1-47).
Remedial
Remedial diberikan kepada siswa yang mendapat kriteria paham sebagian dan tidak paham
dengan kegiatan mengulang pembelajaran di luar jam pelajaran.
Modul Ajar Kurikulum Merdeka
Modul Ajar IPS SMP Fase D Kelas 8
LAMPIRAN
A. LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK
LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)
1. Bagaimana Kualitas Sumber Daya Manusia Indonesia?
Nama :
Nama kelompok :
Kelas :
Petunjuk!
B. BAHAN BACAAN GURU & PESERTA DIDIK
 Guru dan peserta didik mencari berbagai informasi tentang kualitas sumber daya
manusia Indonesia dari berbagai media atau website resmi dibawa nauangan
kementerian pendidikan, kebudayaan, riset dan teknologi.
 Buku Panduan Guru dan Siswa Ilmu Pengetahuan Sosial untuk SMP Kelas VIII :
Kemendikbudristek 2021.
C. GLOSARIUM
Glosarium
adat istiadat: Himpunan kaidah-kaidah sosial yang sejak lama ada dan telah menjadi
kebiasaan (tradisi) dalam masyarakat.
benua: Hamparan daratan yang sangat luas yang berada di permukaan bumi.
budaya: Suatu cara hidup yang berkembang dan dimiliki Bersama oleh sebuah kelompok
orang dan diwariskan dari generasi ke generasi.
cuaca: Keadaan udara pada saat tertentu dan di wilayah tertentu yang relatif sempit dan pada
jangka waktu yan singkat.
dinamika penduduk: Perubahan jumlah penduduk pada suatu wilayah yang disebabkan oleh
tiga faktor yaitu, kelahiran (natalitas), kematian (mortalitas), dan perpindahan
(migrasi).
diplomasi: Urusan kepentingan sebuah negara dengan perantaraan wakil-wakilnya di negara
Modul Ajar Kurikulum Merdeka
Modul Ajar IPS SMP Fase D Kelas 8
lain.
eksogen: Tenaga yang berasal dari luar bumi, artinya tenaga luar berhubungan dengan tenaga
yang berasal dari atas permukaan bumi.
endogen: Tenaga yang berasal dari dalam perut bumi sehingga mengakibatkan pergerakan
kulit bumi.
globalisasi: Terbentuknya sistem organisasi dan komunikasi antarmasyarakat di seluruh dunia
untuk mengikuti sistem dan kaidah yang sama
iklim: Rerata keadaan udara atau cuaca yang terjadi pada rentang wilayah yang luas serta
rentang waktu yang lama. Wilayah tersebut bisa satu benua atau negara dengan
waktu, misalnya 10 tahun atau 20 tahun.
imperialism : Sistem politik yang bertujuan menjajah negara lain untuk mendapatkan
kekuasaan dan keuntungan lebih besar.
inflasi: Kemerosotan nilai uang karena banyaknya dan cepatnya uang beredar sehingga
menyebabkan naiknya harga barang-barang
inovasi: Diterapkannya alat/ide baru untuk melengkapi atau menggantikan ide/alat yang lama
integrasi sosial: Proses penyesuaian unsur-unsur yang berbeda dalam masyarakat sehingga
menjadi satu kesatuan
kolonialisme: Penguasaan oleh suatu negara atas daerah atau bangsa lain dengan maksud
untuk memperluas negara.
komoditas: Barang ekspor atau impor.
komposisi penduduk: Pengelompokan penduduk berdasarkan kriteria tertentu. misalnya
berdasarkan agama, jenis kelamin, ras, usia, status perkawinan, dan lain-lain.
koperasi: Organisasi ekonomi rakyat yang berwatak sosial dan beranggotakan orang-orang,
badan-badan hukum koperasi yang merupakan tata susunan ekonomi sebagai usaha
bersama berdasarkan asas kekeluargaan.
mobilitas sosial: Perpindahan posisi seseorang atau sekelompok orang dari lapisan yang satu
ke lapisan yang lain.
piramida penduduk: Dua buah diagram batang, pada sisi lainnya menunjukkan jumlah
penduduk laki-laki dan pada sisi lainnya menunjukkan jumlah penduduk
perempuan dalam kelompok interval usia penduduk lima tahunan.
potensi: Kemampuan yang dimiliki.
reformasi: Perubahan secara drastis untuk perbaikan (bidang sosial, politik, agama) dalam
suatu masyarakat atau negara.
region: Suatu wilayah yang memiliki ciri atau karakteristik tersendiri yang berbeda dengan
wilayah lainnya.
Think Pair Share: Think (berpikir secara mandiri), Pair (berpasangan) dan Share (berbagi
dalam segala hal termasuk pengetahuan ke satu individu atau grup belajar).
Two Stay Two Stray: Satu model pembelajaran kooperatif untuk menghadapi kemampuan
heterogen siswa yang dilakukan dengan membentuk kelompok yang bersifat
heterogen kemudian saling bertukar informasi dengan kelompok lain TSTS
memungkinkan siswa untuk saling bekerja sama dan saling bertukar informasi
dengan cara 2 anggota tinggal di kelompok dan 2 anggota menjadi tamu di
kelompok lain.
Modul Ajar Kurikulum Merdeka
Modul Ajar IPS SMP Fase D Kelas 8
D. DAFTAR PUSTAKA
Daftar Pustaka
Abbas, Syamsuddin. 1997 Revolusi hijau dengan swasembada beras dan jagung. Jakarta:
Sekretariat Badan Pengendali Bimas Departemen Pertanian
Budiawan. 2017. Nasion & nasionalisme, jelajah ringkas teoritis. Yogyakarta: Penerbit
Ombak.
Bahasa Indonsia.2007. Kerja sama Perdagangan Internasional: Peluang dan Tantangan
bagi Bangsa Indonesia.Jakarta: PT Elekmediakomputindo.
Dawam, R.M, dkk. 1995. Bank Indonesia Dalam Kilasan Sejarah. Jakarta: LP3S.
Djojohadikusumo, Sumitro. (1953). Persoalan Ekonomi di Indonesia. Jakarta: Indira
Hatta, Mohammad. 1960. Ekonomi terpimpin. Jakarta: Fasco
Horton, Paul dan Chester L. Hunt. 1999. Sosiologi. Jakarta : Erlangga
Martono, Nanang. 2012. Sosiologi perubahan sosial. Jakarta: Raja Grafindo Persada.
Pranarka, AMW, Leonardus B. Moerdani dan Supardjo Roestam. 1986. Wawasan
kebangsaan, ketahanan nasional, dan wawasan nusantara. Yogyakarta: Lembaga
Pengkajian Kebudayaan Sarjana Wiyata Tamansiswa.
Poesponegoro, Marwati Djoened. 1993. Sejarah Nasional Indonesia VI. Jakarta : Balai
Pustaka
Poesponegoro, Marwati Djoened. 2010. Sejarah Nasional Indonesia V. Jakarta : Balai
Pustaka
Ricklefs, Merle Calvin. 2008. Sejarah Indonesia Modern 1200-2008. Jakarta: Serambi
Reid, Anthony JS. 1996. Revolusi Nasional Indonesia. Jakarta: Pustaka Sinar Harapan.
Soekanto, Soerjono. 2012. Sosiologi suatu pengantar. Jakarta: PT. Rajawali Press.
Smith, Anthony D. 2003. Nasionalisme: teori, ideologi, sejarah. Jakarta: Penerbit Erlangga.
Supardi.2011. Dasar-Dasar Ilmu Sosial.Yogyakarta:Ombak.
Modul Ajar Kurikulum Merdeka
Modul Ajar IPS SMP Fase D Kelas 8
MODUL AJAR KURIKULUM MERDEKA
IPS FASE D KELAS VIII
INFORMASI UMUM
A. IDENTITAS MODUL
Penyusun
Instansi
Tahun Penyusunan
Jenjang Sekolah
Mata Pelajaran
Fase / Kelas
Tema 01
Subtema C
Materi 2
Alokasi Waktu
:
:
:
:
:
:
:
:
:
:
.....................................
SMP …………………
Tahun 2022
SMP
Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS)
D / VIII
Kondisi Geografis dan Pelestarian Sumber Daya
Sumber Daya Manusia
Meningkatkan Sumber Daya Manusia Indonesia
4 JP (Pertemuan Ke-10-11)
B. KOMPETENSI AWAL
Capaian Pembelajaran IPS Fase D
Pada akhir fase ini, peserta didik mampu memahami dan memiliki kesadaran akan
keberadaan diri dan keluarga serta lingkungan terdekatnya. Ia mampu menganalisis hubungan
antara kondisi geografis daerah dengan karakteristik masyarakat serta memahami potensi
sumber daya alamnya. Ia juga mampu menganalisis hubungan antara keragaman kondisi
geografis nusantara terhadap pembentukan kemajemukan budaya. Ia mampu memahami
bagaimana masyarakat saling berupaya untuk dapat memenuhi kebutuhan hidupnya. Ia
mampu menganalisis peran pemerintah dan masyarakat dalam mendorong pertumbuhan
perekonomian. Peserta didik juga mampu memahami dan memiliki kesadaran terhadap
perubahan sosial yang sedang terjadi di era kontemporer. Ia dapat menganalisis
perkembangan ekonomi di era digital. Peserta didik memahami tantangan pembangunan dan
potensi Indonesia menjadi negara maju. Ia menyadari perannya sebagai bagian dari
masyarakat Indonesia dan dunia di tengah isu-isu regional dan global yang sedang terjadi dan
ikut memberikan kontribusi yang positif.
Peserta didik mampu memahami dan menerapkan materi pembelajaran melalui
pendekatan keterampilan proses dalam belajarnya, yaitu mengamati, menanya dengan rumus
5W 1H. Kemudian mampu memperkirakan apa yang akan terjadi berdasarkan jawaban-
jawaban yang ditemukan. Peserta didik juga mampu mengumpulkan informasi melalui studi
pustaka, studi dokumen, wawancara, observasi, kuesioner, dan Teknik pengumpulan
informasi lainnya. Merencanakan dan mengembangkan penyelidikan. Peserta didik
mengorganisasikan informasi dengan memilih, mengolah dan menganalisis informasi yang
diperoleh. Proses analisis informasi dilakukan dengan cara verifikasi, interpretasi, dan
triangulasi informasi. Peserta didik menarik kesimpulan, menjawab, mengukur dan
mendeskripsikan serta menjelaskan permasalahan yang ada dengan memenuhi prosedur dan
tahapan yang ditetapkan. Peserta didik mengungkapkan seluruh hasil tahapan di atas secara
lisan dan tulisan dalam bentuk media digital dan non-digital. Peserta didik lalu
mengomunikasikan hasil temuannya dengan mempublikasikan hasil laporan dalam bentuk
presentasi digital dan atau non-digital, dan sebagainya. Selain itu peserta didik mampu
mengevaluasi pengalaman belajar yang telah dilalui dan diharapkan dapat merencanakan
proyek lanjutan dengan melibatkan lintas mata pelajaran secara kolaboratif.
Elemen Pemahaman Konsep Elemen Keterampilan proses
Pada akhir fase ini, peserta didik Pada akhir fase ini, Peserta didik mampu
Modul Ajar Kurikulum Merdeka
Modul Ajar IPS SMP Fase D Kelas 8
mampu memahami dan memiliki
kesadaran akan keberadaan diri serta
mampu berinteraksi dengan
lingkungan terdekatnya. Ia mampu
menganalisis hubungan antara kondisi
geografis daerah dengan karakteristik
masyarakat dan memahami potensi
sumber daya alam serta kaitannya
dengan mitigasi kebencanaan . Ia juga
mampu menganalisis hubungan antara
keragaman kondisi geografis nusantara
terhadap pembentukan kemajemukan
budaya. Ia mampu memahami
bagaimana masyarakat saling berupaya
untuk dapat memenuhi kebutuhan
hidupnya. Ia mampu menganalisis peran
pemerintah dan masyarakat dalam
mendorong pertumbuhan perekonomian.
Peserta didik juga mampu memahami
dan memiliki kesadaran terhadap
perubahan sosial yang sedang terjadi di
era kontemporer. Ia dapat menganalisis
perkembangan ekonomi di era digital.
Peserta didik memahami tantangan
pembangunan dan potensi Indonesia
menjadi negara maju. Ia menyadari
perannya sebagai bagian dari masyarakat
Indonesia dan dunia di tengah isu-isu
regional dan global yang sedang terjadi
dan ikut memberikan kontribusi yang
positif.
memahami dan menerapkan materi
pembelajaran melalui pendekatan
keterampilan proses dalam belajarnya, yaitu
mengamati, menanya dengan rumus 5W
1H. Kemudian mampu memperkirakan apa
yang akan terjadi berdasarkan jawaban-
jawaban yang ditemukan. Peserta didik juga
mampu mengumpulkan informasi melalui
studi pustaka, studi dokumen, lapangan,
wawancara, observasi, kuesioner, dan
teknik pengumpulan informasi lainnya.
merencanakan dan mengembangkan
penyelidikan. Peserta didik
mengorganisasikan informasi dengan
memilih, mengolah dan menganalisis
informasi yang diperoleh. Proses analisis
informasi dilakukan dengan cara verifikasi,
interpretasi, dan triangulasi informasi.
Peserta didik menarik kesimpulan,
menjawab, mengukur dan mendeskripsikan
serta menjelaskan permasalahan yang ada
dengan memenuhi prosedur dan tahapan
yang ditetapkan. Peserta didik
mengungkapkan seluruh hasil tahapan di
atas secara lisan dan tulisan dalam bentuk
media digital dan non-digital. Peserta didik
lalu mengomunikasikan hasil temuannya
dengan mempublikasikan hasil laporan
dalam bentuk presentasi digital dan atau
non digital, dan sebagainya. Selain itu
peserta didik mampu mengevaluasi
pengalaman belajar yang telah dilalui dan
diharapkan dapat merencanakan proyek
lanjutan dengan melibatkan lintas mata
pelajaran secara kolaboratif.
C. PROFIL PELAJAR PANCASILA
 Beriman, Bertakwa Kepada Tuhan Yang Maha Esa, dan Berahlak Mulia;
 Berkebhinekaan Global;
 Bergotong Royong;
 Mandiri;
 Bernalar Kritis; dan
 Kreatif.
D. SARANA DAN PRASARANA
Media, Sumber Belajar, dan Alat
Sumber utama:
 Video tentang sumber daya manusia di Indonesia.
 Slide gambar perbandingan indeks pembangunan manusia.
Modul Ajar Kurikulum Merdeka
Modul Ajar IPS SMP Fase D Kelas 8
 Buku Siswa Ilmu Pengetahuan Sosial Kelas VII, 2021, Jakarta: Kemendikbud, Pusta
Kurikulum dan Perbukuan.
 LCD, laptop, papan tulis.
Sumber alternatif:
 Guru juga dapat menggunakan sumber belajar alternatif yang terdapat di lingkungan
setempat dan sesuai dengan tema.
Pengembangan sumber belajar:
 Guru dapat membuat biografi dari beberapa tokoh milenial, seperti Maudy Ayunda dan
Iman Usman.
E. TARGET PESERTA DIDIK
 Peserta didik reguler/tipikal: umum, tidak ada kesulitan dalam mencerna dan memahami
materi ajar.
 Peserta didik dengan pencapaian tinggi: mencerna dan memahami dengan cepat, mampu
mencapai keterampilan berfikir aras tinggi (HOTS), dan memiliki keterampilan
memimpin
F. MODEL PEMBELAJARAN
 Tatap Muka
KOMPONEN INTI
A. TUJUAN KEGIATAN PEMBELAJARAN
Alur Tujuan Pembelajaran :
1. Peserta didik mampu menganalisis cara meningkatkan sumber daya manusia di
Indonesia.
B. PEMAHAMAN BERMAKNA
 Meningkatkan kemampuan siswa tentang meningkatkan sumber daya manusia indonesia.
C. PERTANYAAN PEMANTIK
 Bagaimana upaya meningkatkan sumber daya manusia Indonesia?
 Mengapa sumber daya manusia Indonesia masih dalam posisi yang stagnan?
 Apa saja yang hal-hal yang menjadi prioritas utama dalam pembangunan kualitas
sumber daya manusia?
D. KEGIATAN PEMBELAJARAN
Kegiatan Pendahuluan
 Guru dan peserta didik mengucapkan salam dan doa.
 Guru dan peserta mengondisikan pembelajaran.
 Apersepsi : Peserta didik melihat gambar macam-macam pekerjaan. Guru dapat
menambahkan variasi gambar menggunakan tayangan video dari internet. Apersepsi
juga dapat dilakukan dengan melibatkan aktivitas peserta didik. Peserta didik difasilitasi
guru mengaitkan gambar dengan kegiatan belajar sebelumnya. Guru melanjutkan
dengan memberikan motivasi terkait meningkatkan sumber daya manusia Indonesia.
 Motivasi: Untuk meningkatkan sumber daya manusia di Indonesia, kita sebagai generasi
penerus bangsa berupaya untuk meningkatkan kapasitas SDM melalui berbagai
diklat/kompetensi/pembinaan dan lain-lain yang tujuannya untuk memadahi masyarakat
yang belum memiliki keterampilan agar dapat mendapatkan pekerjaan yang layak.
 Peserta didik dibantu guru menyimak gambaran tema dan tujuan pembelajaran
pertemuan 10 dan 11 tentang meningkatkan sumber daya manusia Indonesia. Tujuan
Modul Ajar Kurikulum Merdeka
Modul Ajar IPS SMP Fase D Kelas 8
pembelajaran adalah peserta didik mampu menganalisis cara meningkatkan sumber
daya manusia di Indonesia.
Kegiatan Inti
Guru menjelaskan tentang petunjuk kerja dan tugas dari Lembar Aktivitas 10 untuk
mengidentifikasi data penduduk di sekitar tempat tinggal peserta didik. Kegiatan ini untuk
memberikan pengalaman peserta didik bahwa ada beberapa faktor untuk meningkatkan
sumber daya manusia. Proses tukar menukar hasil diskusi dapat dilakukan dalam waktu
singkat, kemudian guru melakukan tanya jawab dengan peserta didik terkait hasil
identifikasi. Secara interaktif guru mengaitkan hasil identifikasi dengan orientasi
pembelajaran tentang peningkatan SDM Indonesia.
Peserta Didik Mengidentifikasi Masalah
Setelah peserta didik mengidentifikasi berbagai latar belakang pendidikan, pekerjaan,
pengalaman kerja, dan penghasilan, selanjutnya guru mendorong peserta didik mengajukan
berbagai pertanyaan yang mengarah pada HOTS. Beberapa pertanyaan yang diajukan,
misalnya: Bagaimana upaya meningkatkan sumber daya manusia Indonesia? Mengapa
sumber daya manusia Indonesia masih dalam posisi yang stagnan? Apa saja yang hal-hal
yang menjadi prioritas utama dalam pembangunan kualitas sumber daya manusia?
Peserta Didik Mengelola Informasi
 Peserta didik membaca teks tentang meningkatkan sumber daya manusia.
 Guru memfasilitasi sumber lain misalnya memberikan tautan internet yang mendukung
penjelasan dan pendalaman sumber belajar. Contoh tautan : Upaya Pemerintah Perbaiki
Kualitas SDM Indonesia https://www.kemenkeu.go.id/publikasi/berita/ini-
upayapemerintah-perbaiki-kualitas-sdm-indonesia/
Untuk memperoleh informasi lebih luas peserta didik juga dapat melakukan browsing
upaya meningkatkan sumber daya manusia.
Guru dapat memberikan beberapa tautan berita, tulisan, dan laporan video tentang
kehidupan masyarakat Indonesia di dalam upaya meningkatkan sumber daya manusia.
 Peserta didik mengolah informasi secara berkelompok di bawah bimbingan guru.
Kegiatan ini dapat dilakukan secara bervariasi, misalnya menggunakan Think Pair
Share.
Contoh: Menggunakan Think Pair Share
1. Think (Berpikir)
 Guru memberikan penjelasan terkait materi dan penugasan yang akan
diselesaikan.
 Peserta didik diarahkan untuk memperdalam materi dengan mencari tambahan
materi dari buku, internet, atau bahan ajar lainnya.
2. Pair (Berpasangan)
 Guru mendampingi peserta didik dalam pembentukan kelompok. Kelompok kecil
terdiri dari 2 orang atau berpasangan secara bebas, namun diutamakan teman satu
bangku.
 Peserta didik secara berpasangan melakukan diskusi terkait mengidentifikasi data
penduduk di sekitar tempat tinggal peserta didik. Tahap ini mengajarkan peserta
didik untuk meningkatkan keterampilan kolaborasi atau kerja sama dan berpikir
kritis.
Modul Ajar Kurikulum Merdeka
Modul Ajar IPS SMP Fase D Kelas 8
3. Share (Berbagi)
 Peserta didik mempresentasikan hasil pekerjaan dalam bentuk poster tersebut
dengan model windows shopping. Apabila terdapat perbedaan dapat ditambahkan
pada hasil diskusi. Pada tahap ini peserta didik diharapkan mampu
mengembangkan kemampuan mengomunikasikan hasil diskusi dengan baik.
 Guru dan peserta didik bersama-sama menarik kesimpulan terkait
mengidentifikasi data penduduk di sekitar tempat tinggal peserta didik dalam
upaya meningkatkan sumber daya alam Indonesia.
 Peserta didik memilih dan mengorganisasikan informasi yang diperoleh.
 Guru membimbing dan mengarahkan proses belajar peserta didik (kegiatan belajar).
 Guru memastikan peserta didik mengerjakan tugas dengan baik.
 Guru membantu peserta didik menemukan sumber belajar lainnya.
Hal tersebut bertujuan untuk mengembangkan kreativitas dan kerja sama peserta didik
dalam menganalisis upaya meningkatkan sumber daya manusia yang ada di Indonesia.
Peserta Didik Merencanakan dan Mengembangkan Ide
 Hasil pengolahan informasi disajikan dalam bentuk laporan/poster/karya lainnya.
 Peserta didik secara kelompok mengerjakan Lembar Aktivitas 10 untuk membuat poster
tentang pekerjaan penduduk di lingkungan tempat tinggal..
Peserta Didik Melakukan Refleksi Diri dan Aksi
 Dalam kelas atau melalui media berbasis internet peserta didik mengomunikasikan hasil
pengolahan informasi.
 Guru memfasilitasi peserta didik menemukan simpulan pembelajaran.
 Guru memberikan kesempatan ke peserta didik untuk mengajukan pendapat atau
pertanyaan.
 Penguatan dan pengayaan dilakukan untuk mengembangkan kompetensi peserta didik.
Penutup
 Penilaian pembelajaran dilakukan secara lisan atau tertulis.
 Peserta didik melakukan refleksi pembelajaran berkaitan dengan sikap, pengetahuan,
dan keterampilan.
Sikap
 Apakah aku sudah melakukan pembelajaran secara bertanggung jawab?
 Inspirasi dari pembelajaran tentang upaya meningkatkan sumber daya manusia dalam
hidup saya adalah...
Pengetahuan:
 Apakah aku sudah mampu mengidentifikasi upaya meningkatkan sumber daya
manusia?
 Mengapa sumber daya manusia Indonesia masih dalam posisi yang stagnan?
 Apa saja hal-hal yang menjadi prioritas utama dalam pembangunan kualitas sumber
daya manusia?
Keterampilan :
 Apakah aku sudah berhasil membuat esai/poster/karya lainnya tentang proses geografis
dan pengaruhnya terhadap upaya
 meningkatkan sumber daya manusia?
Modul Ajar Kurikulum Merdeka
Modul Ajar IPS SMP Fase D Kelas 8
 Refleksi juga dapat dilakukan dengan cara lain, misalnya kuis tentang upaya
meningkatkan sumber daya manusia yang ada di Indonesia, menuliskan kompetensi
yang diperoleh baik sikap, pengetahuan, dan keterampilan. Dapat pula dengan
menuliskan inspirasi yang diperoleh dan yang akan dilakukan pada masa yang akan
datang.
 Tindak lanjut dilakukan dengan mendorong peserta didik mempelajari lebih lanjut dan
informasi pembelajaran berikutnya tentang lembaga sosial.
 Doa dan penutup.
F. REFLEKSI
Refleksi Guru :
 Apakah Kegitan belajar berhasil?
 Berapa persen peserta didik mencapai tujuan?
 Kesulitan apa yang dialami guru dan peserta didik?
 Apa langkah yang perlu dilakukan untuk memperbaiki proses belajar?
 Apakah seluruh peserta didik mengikuti pelajaran dengan baik?
Refleksi Peserta Didik :
Setelah mempelajari materi SDM, kesimpulan apa yang dapat kalian ambil dari materi
tersebut? Pengetahuan apa saja yang kamu peroleh? Sikap apa yang dapat kamu kembangkan?
Keterampilan apa saja yang dapat dikuasai? Pada materi ini, kualitas sumber daya manusia
dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor. Kemudian menurut kalian bagaimanakah cara untuk
meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Indonesia? Padahal kita tahu, kualitas SDM
Indonesia masih dalam keadaan yang belum memuaskan.
F. ASESMEN / PENILAIAN
Penilaian Proses dan Hasil Pembelajaran
a. Konsep Penilaian dan Pembelajaran IPS
Penilaian merupakan kegiatan yang bertujuan untuk memperoleh, menganalisis, menafsirkan
proses dan hasil belajar peserta didik secara sistematis. Penilaian tersebut dapat digunakan
untuk mengetahui tingkat keberhasilan pencapaian kompetensi, proses pembelajaran, tingkat
kesulitan belajar peserta didik, dan penentuan tindak lanjut pembelajaran. Penilaian
pembelajaran IPS memakai pendekatan penilaian autentik (authentic assesment) untuk
menilai kesiapan peserta didik, proses, dan hasil belajar secara utuh. Hasil penilaian tersebut
dapat dimanfaatkan guru dalam merencanakan program perbaikan (remedial), pengayaan
(enrichment), layanan konseling, dan sebagai landasan untuk memperbaiki proses
pembelajaran selanjutnya.
b. Teknik dan Instrumen Penilaian
Penilaian kompetensi sikap, keterampilan, dan pengetahuan dilakukan menggunakan teknik
dan instrumen penilaian. Berikut merupakan penjabaran teknik dan instrumen penilaian dari
masing-masing kompetensi.
1. Penilaian kompetensi sikap
Teknik penilaian kompetensi sikap dapat berupa observasi, penilaian diri, dan penilaian
antar teman. Kegiatan ini bisa dilakukan oleh guru matabpelajaran, wali kelas, dan guru
bimbingan konseling (BK) yang ditulis dalam buku jurnal. Jurnal berisi catatan kejadian
tertentu dan informasi lain yang relevan.
Modul Ajar Kurikulum Merdeka
Modul Ajar IPS SMP Fase D Kelas 8
a. Observasi
Instrumen dalam observasi yaitu lembar observasi atau jurnal. Lembar observasi berisi
catatan perilaku peserta didik berdasarkan pengamatan oleh guru mata pelajaran, wali kelas,
dan guru bimbingan konseling selama satu semester. Setiap catatan berisi deskripsi perilaku
peserta didik yang dilengkapi dengan waktu dan tempat pengamatan tersebut.
Jika terjadi perubahan sikap peserta didik dari yang kurang baik menjadi baik maka dalam
jurnal harus ditulis bahwa sikap peserta didik tersebut telah baik atau bahkan sangat baik. Hal
yang dicatat dalam jurnal bisa berupa sikap kurang baik, baik, maupun sangat baik, serta
perkembangan perubahan sikap peserta didik. Berikut merupakan lembar observasi penilaian
sikap peserta didik selama satu semester:
Tabel Jurnal Pengembangan Sikap
No Tanggal Nama Siswa Catatan Perilaku Butir Sikap
1
2
3
4
dst
Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam pelaksanaan penilaian sikap menggunakan
teknik observasi :
 Jurnal penilaian sikap ditulis oleh guru mata pelajaran, wali kelas, dan guru BK selama
satu semester.
 Penilaian oleh wali kelas dapat menggunakan 1 (satu) jurnal untuk satu kelas yang
menjadi tanggung-jawabnya. Penilaian oleh guru mata pelajaran dapat menggunakan 1
(satu) jurnal untuk setiap kelas yang diajarnya, dan penilaian oleh guru BK dapat
menggunakan 1 (satu) jurnal untuk setiap kelas di bawah bimbingannya.
 Penilaian perkembangan sikap sipritual dan sikap sosial peserta didik bisa dicatat dalam
satu jurnal yang sama atau dalam 2 (dua) jurnal berbeda.
 Peserta didik yang dicatat dalam jurnal adalah peserta didik yang menunjukkan perilaku
yang sangat baik maupun kurang baik secara alami.
 Pencatatan jurnal dilakukan dengan segera seperti ketika wali kelas, guru mata pelajaran,
maupun guru BK menyaksikan atau memperoleh informasi terpercaya mengenai perilaku
peserta didik.
 Jika peserta didik pernah menunjukkan sikap kurang baik tetapi selama satu semester
tersebut menunjukan perkembangan ke arah sikap baik, maka sikap baik tersebut juga
dicatat dalam jurnal.
 Guru mata pelajaran dan guru BK merangkum catatan jurnal perkembangan sikap
spiritual dan sikap sosial setiap peserta didik dan menyerahkannya kepada wali kelas
untuk diolah lebih lanjut
Berikut merupakan jurnal penilaian (perkembangan) sikap spiritual dan sikap sosial oleh
wali kelas.
Jurnal Penilaian Sikap Spiritual
Nama Sekolah : SMP .............................
Modul Ajar Kurikulum Merdeka
Modul Ajar IPS SMP Fase D Kelas 8
Kelas/Semester : VIII/I
Tahun Pelajaran : 2022/2023
No Waktu Nama Siswa Catatan Perilaku Butir Sikap
1 19/07/22 Haidar Tidak mengikuti sholat
Dzuhur berjamaah di
sekolah.
Ketaqwaan
2 19/07/22 Halwa Mengganggu teman
ketika berdoa sebelum
kegiatan pembelajaran.
Ketaqwaan
3 19/07/22 Sugi Mengajak teman berdoa
sebelum olahraga
badminton di sekolah.
Ketaqwaan
4 19/07/22 Said Berpartisipasi sebagai
panitia perayaan
keagamaan di sekolah.
Toleransi
beragama
Jurnal Penilaian Sikap Sosial
Nama Sekolah : SMP .............................
Kelas/Semester : VIII/I
Tahun Pelajaran: 2022/2023
No Waktu Nama Siswa Catatan Perilaku Butir Sikap
1 12/07/22 Haidar Membantu seorang
teman yang kesulitan
menyebrang jalan di
depan sekolah.
Kepedulian
2 26/08/22 Halwa Menyerahkan dompet
yang ditemukan di
kantin sekolah kepada
wali kelas.
Kejujuran
3 26/09/22 Sugi Tidak menggunakan
atribut upacara di
sekolah dengan legkap.
Kedisiplinan
4 25/10/22 Said Berinisiatif menyiram
tanaman yang mulai
kering.
Kepedulian
Format di atas dapat digunakan guru mata pelajaran dan guru BK dalam penilain sikap
spiritual dan sosial. Catatan tersebut juga dapat dibuat dalam satu tabel yang sama dengan
menambahkan kolom keterangan pada bagian paling kanan untuk menuliskan keterangan
jenis sikap yang ditulis. Berikut merupakan tabel jurnal penilaian sikap (spiritual dan sosial)
Modul Ajar Kurikulum Merdeka
Modul Ajar IPS SMP Fase D Kelas 8
yang dijadikan dalam satu tabel:
Jurnal Penilaian Sikap
Nama Sekolah : SMP .............................
Kelas/Semester : VIII/I
Tahun Pelajaran: 2022/2023
No Waktu Nama Siswa Catatan Perilaku Butir Sikap Ket.
1 19/07/22 Haidar Membantu seorang
teman yang
kesulitan
menyebrang jalan di
depan sekolah
Ketaqwaan Sosial
2 19/07/22 Halwa Mengajak teman
berdoa sebelum
olahraga badminton
di sekolah.
Kepeduliaan Spiritual
3 19/07/22 Sugi Mengganggu teman
ketika berdoa
sebelum kegiatan
pembelajaran.
Toleransi
beragama
Spiritual
4 18/11/22 Said Berinisiatif
menyiram tanaman
yang mulai kering.
Ketaqwaan Sosial
b. Penilaian Diri (Self Assesment)
Penilaian diri merupakan teknik penilaian terhadap diri sendiri oleh peserta didik dengan
mengidentiikasi kelebihan dan kekurangan sikap peserta didik dalam berperilaku. Teknik
penilaian ini dapat digunakan untuk menumbuhkan nilai-nilai kejujuran dan meningkatkan
kemampuan releksi diri peserta didik. Satu tabel penilaian diri dapat digunakan untuk
penilaian sikap spiritual dan sikap sosial. Berikut merupakan lembar penilaian diri
menggunakan Likert Scale.
Lembar Penilaian Diri Siswa (Likert Scale)
Nama teman yang dinilai : ..................
Nama penilai : ..................
Kelas : ....................
Semester : ....................
Berilah tanda centang pada kolom “Ya” atau “Tidak” sesuai dengan keadaan
sebenarnya
Modul Ajar Kurikulum Merdeka
Modul Ajar IPS SMP Fase D Kelas 8
No Pernyataan
Skala
1 2 3 4
1 Saya berdoa sebelum melakukan kegiatan
2 Saya melaksanakan ibadah sholat tepat waktu
3 Saya berani mengakui kesalahan jika memang
bersalah
4 Saya mengumpulkan tugas sesuai jadwal yang
diberikan
5 Saya mengembalikan barang yang saya pinjam
dalam kondisi baik
6 Saya meminta maaf jika melakukan kesalahan
7 Saya datang ke sekolah tepat waktu
Keterangan:
1 = sangat jarang
2 = jarang
3 = sering
4 = selalu
c. Penilaian Antar Teman
Penilaian antar teman adalah teknik penilaian yang dilakukan peserta didik terhadap
peserta didik yang lain mengenai sikap/perilaku peserta didik. Penilaian antarteman dapat
digunakan untuk menumbuhkan nilai kejujuran, tenggang rasa, dan saling menghargai. Satu
lembar penilaian diri dapat digunakan untuk penilaian sikap spiritual dan sikap sosial.
Berikut merupakan lembar penilaian antarteman menggunakan Likert Scale.
Lembar Penilaian Diri Siswa (Likert Scale)
Nama : ..................
Kelas : ....................
Semester : ....................
Berilah tanda centang pada kolom “Ya” atau “Tidak” sesuai dengan keadaan
sebenarnya
No Pernyataan
Skala
1 2 3 4
1 Teman saya berkata jujur kepada orang lain
Modul Ajar Kurikulum Merdeka
Modul Ajar IPS SMP Fase D Kelas 8
2 Teman saya mengerjakan ulangan dengan jujur
3 Teman saya mentaati tata-tertib sekolah
4 .....................................
Keterangan:
1 = sangat jarang
2 = jarang
3 = sering
4 = selalu
Pada dasarnya teknik penilaian diri ini tidak hanya untuk aspek sikap, tetapi juga dapat
digunakan untuk menilai kompetensi dalam aspek kete rampilan dan pengetahuan.
2. Penilaian Kompetensi Pengetahuan
a) Pengertian Penilaian Pengetahuan
Penilaian pengetahuan merupakan penilaian yang dilakukan untuk mengetahui
kemampuan peserta didik berkaitan dengan penguasaan pengetahuan faktual, konseptual,
maupun prosedural serta kecakapan berpikir tingkat rendah hingga tinggi. Guru dapat
memilih teknik penilaian yang disesuaikan dengan karakteristik kompetensi yang akan
dinilai. Penilaian diawali dengan perencanaan pada saat menyusun rencana pelaksanaan
pembelajaran (RPP). Hasil penilaian pengetahuan yang dilakukan selama dan setelah proses
pembelajaran dinyatakan dalam bentuk angka dengan rentang 0-100.
b) Teknik Penilaian Pengetahuan
Teknik penilaian pengetahuan yang akan digunakan dapat disesuaikan dengan
karakteristik masing-masing Kmpetensi Dasar (KD). Teknik penilaian pengetahuan yang
sering digunakan yaitu tes tertulis, tes lisan, dan penugasan. Berikut merupakan penjabaran
dari berbagai teknik penilaian pengetahuan.
Teknik Penilaian Pengetahuan
Teknik Bentuk Instrumen Tujuan
Tes tertulis Pilihan ganda, benar-salah,
menjodohkan, isian atau
melengkapi, dan uraian.
Mengetahui kemampuan
penguasaan pengetahuan
peserta didik dalam proses
pembelajaran.
Tes lisan Tanya jawab Mengetahui pemahaman peserta
didik sebagai dasar perbaikan
proses pembelajaran
Penugasan Tugas individu dan kelompok Memfasilitasi penguasaan
pengetahuan peserta didik
selama proses pembelajaran.
1. Tes Tertulis
Tes tertulis merupakan soal dan jawaban disajikan secara tertulis, misalnya pilihan ganda,
Modul Ajar Kurikulum Merdeka
Modul Ajar IPS SMP Fase D Kelas 8
benar-salah, dan uraian. Langkah-langkah pengembangan tes tertulis:
Kisi-kisi Tes Tertulis
Nama Sekolah : SMP .............................
Kelas/Semester : VIII/I
Tahun Pelajaran : 2022/2023
Mata Pelajaran : IPS
No
Kompetensi
Dasar
Materi
Indikator
Soal
Bentuk
Soal
Jumlah
Soal
1 Menganalisis
cara
meningkatkan
sumber daya
manusia di
Indonesia.
Meningkatk
an Sumber
Daya
Manusia
Indonesia
Peserta didik
diharapkan
mampu cara
meningkatkan
sumber daya
manusia di
Indonesia.
Tes
Tertulis
2
Butir soal:
1. Bagaimana upaya meningkatkan sumber daya manusia Indonesia?
2. Apa prioritas utama dalam pembangunan kualitas sumber daya manusia?
Pemberian skor Tes Tertulis
No.
Soal
Kunci Jawaban Skor
1 Strategi Mengembangkan Sumber Daya Manusia:
1. Melakukan Pelatihan. Tujuannya adalah untuk
mengembangkan individu, dalam
hal meningkatkan pengetahuan, keterampilan yang
dimiliki, serta sikap individu tersebut.
2. Pendidikan.
3. Pembinaan.
4. Recruitment.
5. Mengadakan Perubahan Sistem...
6. Kesempatan.
7. Penghargaan.
2
2 Dalam kaitan ini, terdapat beberapa hal yang harus
menjadi prioritas utama dalam pembangunan kualitas
SDM antara lain, pertama, adalah sistem pendidikan yang
baik dan bermutu.
2
Total Skor Maksimum 4
Modul Ajar Kurikulum Merdeka
Modul Ajar IPS SMP Fase D Kelas 8
2. Tes Lisan
Tes lisan merupakan pertanyaan yang diberikan guru secara lisan kepada peserta didik
yang jawaban atas pertanyaan tersebut juga disampaikan secara lisan. Tes ini bertujuan untuk
mengetahui penguasaan pengetahuan peserta didik dan menumbuhkan kemampuan
berkomunikasi. Pemberian tes lisan dapat dilakukan pada saat pembelajaran berlangsung.
pertanyaan pada tes lisan:
 Apakah aku sudah mampu mengidentifikasi upaya meningkatkan sumber daya manusia?
 Mengapa sumber daya manusia Indonesia masih dalam posisi yang stagnan?
 Apa saja hal-hal yang menjadi prioritas utama dalam pembangunan kualitas sumber daya
manusia?
3. Penugasan
Penugasan adalah pemberian tugas untuk meningkatkan pengetahuan peserta didik. Tugas
dapat dikerjakan baik secara individu maupun kelompok sesuai dengan kompetensi yang
ingin dicapai. Berikut merupakan kisi-kisi tugas dan pedoman penskorannya.
Nama Sekolah : SMP .............................
Kelas/Semester : VIII/I
Tahun Pelajaran: 2022/2023
Mata Pelajaran : IPS
Kompetensi
Dasar
Materi Indikator
Teknik
Penilaian
Menganalisis cara
meningkatkan
sumber daya
manusia di
Indonesia.
Meningkatkan
Sumber Daya
Manusia
Indonesia
Peserta didik
diharapkan mampu
cara meningkatkan
sumber daya manusia
di Indonesia.
Penugasan
Pedoman Pemberian Skor Tugas
No Soal Aspek yang Dinilai Skor
1 Bagaimana cara memilih dan mengembangkan sumber
daya manusia agar lebih optimal?
0-2
2 Bagaimana cara meningkatkan kualitas sumber daya
manusia yang ada di Indonesia?
0-3
3 Bagaimana cara meningkatkan kualitas sumber daya
manusia dalam suatu masyarakat?
0-3
4 Mengapa sumber daya manusia di Indonesia masih 0-2
Modul Ajar Kurikulum Merdeka
Modul Ajar IPS SMP Fase D Kelas 8
dianggap tergolong kurang berkualitas?
Total Skor Maksimum 10
3. Penilaian Keterampilan
a) Pengertian Penilaian Keterampilan
Penilaian keterampilan dilakukan untuk mengetahui kemampuan peserta didik dalam
menerapkan pengetahuan yang telah diperoleh untuk melakukan tugas tertentu sesuai dengan
indikator pencapaian kompetensi. Penilaian ini dapat dilakukan dengan berbagai teknik,
seperti penilaian kinerja dan penilaian proyek. Berikut merupakan contoh kisi-kisi penilaian
keterampilan, tugas, dan pedoman pemberian skor.
b) Teknik Penilaian Keterampilan
• Penilaian kinerja
Berikut ini Kisi-kisi Penilaian Kinerja, soal/tugas, pedoman pemberian skor:
Kisi-kisi Penilaian Kinerja
Nama Sekolah : SMP .............................
Kelas/Semester : VIII/I
Tahun Pelajaran : 2022/2023
Mata Pelajaran : IPS
No
Kompetensi
Dasar
Materi Indikator
Teknik
Penilaian
1 Menganalisis cara
meningkatkan
sumber daya
manusia di
Indonesia.
Meningkatkan
Sumber Daya
Manusia
Indonesia
Peserta didik
diharapkan mampu cara
meningkatkan sumber
daya manusia di
Indonesia.
Rubrik Pemberian Skor Penilaian Kinerja
No Aspek yang Dinilai
Skala
0 1 2 3 4
1 Merencanakan pengamatan
2 Melakukan pengamatan
3 Membuat laporan
Jumlah:
Penilaian diberikan dengan memperhatikan aspek proses dan produk. Guru dapat
Modul Ajar Kurikulum Merdeka
Modul Ajar IPS SMP Fase D Kelas 8
menetapkan bobot pemberian skor yang berbeda antara satu dan aspek yang lainnya dengan
memperhatikan karakteristik kompetensi yang dinilai.
Rubrik Penilaian Kinerja
No Indikator Rubrik
1 Menyiapkan bahan
yang diperlukan
2 = Menyiapkan seluruh alat dan bahan yang diperlukan.
1 = Menyiapakan sebagian alat dan bahan yang
diperlukan.
0 = Tidak menyiapkan alat bahan
2 Pengamatan 4 = Melakukan empat langkah kerja dengan tepat
3 = Melakukan tiga langkah kerja dengan tepat.
2 = Melakukan dua langkah kerja dengan tepat.
1 = Melakukan satu langkah kerja dengan tepat.
0 = Tidak melakukan langkah kerja.
Langkah kerja:
1. Menyiapkan kertas gambar ukuran A4.
2. Menggambar proses geografis dan pengaruhnya
terhadap upaya meningkatkan sumber daya manusia.
3. Mencantumkan komponen proses geografis dan
pengaruhnya terhadap upaya meningkatkan sumber
daya manusia pada gambar yang di buat.
4. Memberikan warna pada kenampakan objek yang di
gambar pada proses geografis dan pengaruhnya
terhadap upaya meningkatkan sumber daya manusia.
3 Membuat laporan 3 = Memenuhi 3 kriteria
2 = Memenuhi 2 kriteria
1 = Memenuhi 1 kriteria
0 = Tidak memenuhi kriteria
Kriteria laporan:
1. Memenuhi sistematika laporan (judul, tujuan, alat dan
bahan, prosedur, data pengamatan, pembahasan,
kesimpulan)
2. Data, pembahasan, dan kesimpulan benar
3. Komunikatif
Modul Ajar Kurikulum Merdeka
Modul Ajar IPS SMP Fase D Kelas 8
• Penilaian proyek
Penilaian proyek merupakan kegiatan yang bertujuan untuk mengetahui kemampuan
peserta didik dalam mengimplementasikan pengetahuannya melalui penyelesaian suatu tugas
dalam waktu tertentu. Penilaian ini dapat digunakan untuk mengukur satu maupun beberapa
Kompetensi Dasar (KD) dalam satu atau beberapa mata pelajaran.
Kegiatan yang dilakukan dimulai dengan perencanaan, pengumpulan, pengorganisasian,
pengolahan, penyajian, dan pelaporan. Beberapa hal yang perlu dipertimbangkan dalam
penilaian proyek, yaitu:
1) Pengelolaan
Kemampuan peserta didik untuk menentukan tema atau topik, mengumpulkan informasi,
pengolahan data, dan penulisan laporan.
2) Relevansi
Tema yang dipilih sesuai dengan Kompetensi Dasar (KD).
3) Keaslian
Laporan atau produk yang dibuat peserta didik merupakan hasil karyanya.
4) Inovasi dan Kreativitas
Terdapat unsur-unsur kebaruan dan berbeda pada produk yang dihasilkan peserta didik.
Kisi-kisi Penilaian Proyek
Nama Sekolah : SMP .............................
Kelas/Semester : VIII/I
Tahun Pelajaran : 2022/2023
Mata Pelajaran : IPS
No
Kompetensi
Dasar
Materi Indikator
Teknik
Penilaian
1 Menganalisis cara
meningkatkan
sumber daya
manusia di
Indonesia.
Meningkatkan
Sumber Daya
Manusia
Indonesia
Peserta didik
diharapkan mampu
cara meningkatkan
sumber daya manusia
di Indonesia.
Penilaian
Proyek
Proyek : Buatlah poster salah satu tujuan proses geografis dan pengaruhnya terhadap
upaya meningkatkan sumber daya manusia menggunakan kertas gambar ukuran A3, pensil
warna atau cat air dengan memperhatikan hal- hal berikut!
1. Pilihlah salah satu tujuan proses geografis dan pengaruhnya terhadap upaya meningkatkan
sumber daya manusia .
2. Amati tujuan tersebut apakah telah tercapai atau belum tercapai di Indonesia lalu
Modul Ajar Kurikulum Merdeka
Modul Ajar IPS SMP Fase D Kelas 8
sampaikan dalam poster.
3. Gambar salah satu tujuan proses geografis dan pengaruhnya terhadap upaya meningkatkan
sumber daya manusia Indonesia yang telah dipilih!
4. Tuliskan proses geografis dan pengaruhnya terhadap upaya meningkatkan sumber daya
manusia konsep dari poster yang akan peserta didik sampaikan!
5. Laporkan hasilnya secara lisan!
Rubrik Pemberian Skor Proyek
No Pernyataan
Skor
1 2 3 4
1 Kemampuan peserta didik dalam merencanakan
2 Kemampuan menggambar poster
3 Kemampuan penyampaian konsep berdasarkan poster
yang digambar
4 Kemampuan mempresentasikan isi poster
5 Produk Poster
Skor Maksimum 15
Catatan:
Guru bisa menetapkan bobot yang berbeda-beda antara aspek satu dan lainnya
pada pemberian skor dengan memperhatikan karakteristik Kompetensi Dasar
(KD) atau keterampilan yang dinilai.
Rubrik PenilaianProyek
No Pernyataan Keterangan
1 Kemampuan Perencanaan 2 = perencanaan lengkap (bahan, cara kerja, hasil),
dan rinci
1 = perencanaan kurang lengkap
0 = tidak ada perencanaan
2 Kemampuan menggambar
poster secara tepat sesuai
dengan salah satu tujuan
proses geografis dan
pengaruhnya terhadap
upaya meningkatkan
sumber daya manusia
2 = menggambar dan mewarnai poster dengan baik
dan interpretasi tujuan pembangunan
berkelanjutan dalam poster tepat.
1 = menggambar dan memberikan warna pada
poster tetapi salah dalam menginterpretasikan
tujuan pembangunan berkelanjutan yang dipilih.
0 = gambar tidak diberi warna dan tidak tepat dalam
menginterpretasikan tujuan pembangunan
berkelanjutan yang dipilih.
Modul Ajar Kurikulum Merdeka
Modul Ajar IPS SMP Fase D Kelas 8
G. KEGIATAN PENGAYAAN DAN REMEDIAL
Pengayaan
Materi di bawah ini merupakan informasi penting yang dapat digunakan untuk
mengembangkan kompetensi yang dipelajari peserta didik dalam buku teks.
Meningkatkan Sumber Daya Manusia di Indonesia:
Beberapa hal yang harus menjadi prioritas utama dalam pembangunan kualitas SDM dalam
berbagai hal.
• Materi bisa dilihat juga dalam:
Pongtuluran, Yonathan. 2015. Manajemen Sumber Daya Alam dan Lingkungan. Yogyakarta:
ANDI.
Remedial
Remedial diberikan kepada siswa yang mendapat kriteria paham sebagian dan tidak paham
dengan kegiatan mengulang pembelajaran di luar jam pelajaran.
LAMPIRAN
A. LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK
LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)
2. Bagaimana Meningkatkan Kualitas Sumber Daya Manusia
Indonesia?
Nama :
Nama kelompok :
Kelas :
Petunjuk!
Modul Ajar Kurikulum Merdeka
Modul Ajar IPS SMP Fase D Kelas 8
B. BAHAN BACAAN GURU & PESERTA DIDIK
 Guru dan peserta didik mencari berbagai informasi tentang meningkatkan sumber daya
manusia Indonesia dari berbagai media atau website resmi dibawa nauangan
kementerian pendidikan, kebudayaan, riset dan teknologi.
 Buku Panduan Guru dan Siswa Ilmu Pengetahuan Sosial untuk SMP Kelas VIII :
Kemendikbudristek 2021.
C. GLOSARIUM
Glosarium
adat istiadat: Himpunan kaidah-kaidah sosial yang sejak lama ada dan telah menjadi
kebiasaan (tradisi) dalam masyarakat.
benua: Hamparan daratan yang sangat luas yang berada di permukaan bumi.
budaya: Suatu cara hidup yang berkembang dan dimiliki Bersama oleh sebuah kelompok
orang dan diwariskan dari generasi ke generasi.
cuaca: Keadaan udara pada saat tertentu dan di wilayah tertentu yang relatif sempit dan pada
jangka waktu yan singkat.
dinamika penduduk: Perubahan jumlah penduduk pada suatu wilayah yang disebabkan oleh
tiga faktor yaitu, kelahiran (natalitas), kematian (mortalitas), dan perpindahan
(migrasi).
diplomasi: Urusan kepentingan sebuah negara dengan perantaraan wakil-wakilnya di negara
lain.
eksogen: Tenaga yang berasal dari luar bumi, artinya tenaga luar berhubungan dengan tenaga
yang berasal dari atas permukaan bumi.
endogen: Tenaga yang berasal dari dalam perut bumi sehingga mengakibatkan pergerakan
kulit bumi.
globalisasi: Terbentuknya sistem organisasi dan komunikasi antarmasyarakat di seluruh dunia
untuk mengikuti sistem dan kaidah yang sama
iklim: Rerata keadaan udara atau cuaca yang terjadi pada rentang wilayah yang luas serta
rentang waktu yang lama. Wilayah tersebut bisa satu benua atau negara dengan
waktu, misalnya 10 tahun atau 20 tahun.
imperialism : Sistem politik yang bertujuan menjajah negara lain untuk mendapatkan
Modul Ajar Kurikulum Merdeka
Modul Ajar IPS SMP Fase D Kelas 8
kekuasaan dan keuntungan lebih besar.
inflasi: Kemerosotan nilai uang karena banyaknya dan cepatnya uang beredar sehingga
menyebabkan naiknya harga barang-barang
inovasi: Diterapkannya alat/ide baru untuk melengkapi atau menggantikan ide/alat yang lama
integrasi sosial: Proses penyesuaian unsur-unsur yang berbeda dalam masyarakat sehingga
menjadi satu kesatuan
kolonialisme: Penguasaan oleh suatu negara atas daerah atau bangsa lain dengan maksud
untuk memperluas negara.
komoditas: Barang ekspor atau impor.
komposisi penduduk: Pengelompokan penduduk berdasarkan kriteria tertentu. misalnya
berdasarkan agama, jenis kelamin, ras, usia, status perkawinan, dan lain-lain.
koperasi: Organisasi ekonomi rakyat yang berwatak sosial dan beranggotakan orang-orang,
badan-badan hukum koperasi yang merupakan tata susunan ekonomi sebagai usaha
bersama berdasarkan asas kekeluargaan.
mobilitas sosial: Perpindahan posisi seseorang atau sekelompok orang dari lapisan yang satu
ke lapisan yang lain.
piramida penduduk: Dua buah diagram batang, pada sisi lainnya menunjukkan jumlah
penduduk laki-laki dan pada sisi lainnya menunjukkan jumlah penduduk
perempuan dalam kelompok interval usia penduduk lima tahunan.
potensi: Kemampuan yang dimiliki.
reformasi: Perubahan secara drastis untuk perbaikan (bidang sosial, politik, agama) dalam
suatu masyarakat atau negara.
region: Suatu wilayah yang memiliki ciri atau karakteristik tersendiri yang berbeda dengan
wilayah lainnya.
Think Pair Share: Think (berpikir secara mandiri), Pair (berpasangan) dan Share (berbagi
dalam segala hal termasuk pengetahuan ke satu individu atau grup belajar).
Two Stay Two Stray: Satu model pembelajaran kooperatif untuk menghadapi kemampuan
heterogen siswa yang dilakukan dengan membentuk kelompok yang bersifat
heterogen kemudian saling bertukar informasi dengan kelompok lain TSTS
memungkinkan siswa untuk saling bekerja sama dan saling bertukar informasi
dengan cara 2 anggota tinggal di kelompok dan 2 anggota menjadi tamu di
kelompok lain.
D. DAFTAR PUSTAKA
Daftar Pustaka
Abbas, Syamsuddin. 1997 Revolusi hijau dengan swasembada beras dan jagung. Jakarta:
Sekretariat Badan Pengendali Bimas Departemen Pertanian
Budiawan. 2017. Nasion & nasionalisme, jelajah ringkas teoritis. Yogyakarta: Penerbit
Ombak.
Bahasa Indonsia.2007. Kerja sama Perdagangan Internasional: Peluang dan Tantangan
bagi Bangsa Indonesia.Jakarta: PT Elekmediakomputindo.
Dawam, R.M, dkk. 1995. Bank Indonesia Dalam Kilasan Sejarah. Jakarta: LP3S.
Djojohadikusumo, Sumitro. (1953). Persoalan Ekonomi di Indonesia. Jakarta: Indira
Hatta, Mohammad. 1960. Ekonomi terpimpin. Jakarta: Fasco
Modul Ajar Kurikulum Merdeka
Modul Ajar IPS SMP Fase D Kelas 8
Horton, Paul dan Chester L. Hunt. 1999. Sosiologi. Jakarta : Erlangga
Martono, Nanang. 2012. Sosiologi perubahan sosial. Jakarta: Raja Grafindo Persada.
Pranarka, AMW, Leonardus B. Moerdani dan Supardjo Roestam. 1986. Wawasan
kebangsaan, ketahanan nasional, dan wawasan nusantara. Yogyakarta: Lembaga
Pengkajian Kebudayaan Sarjana Wiyata Tamansiswa.
Poesponegoro, Marwati Djoened. 1993. Sejarah Nasional Indonesia VI. Jakarta : Balai
Pustaka
Poesponegoro, Marwati Djoened. 2010. Sejarah Nasional Indonesia V. Jakarta : Balai
Pustaka
Ricklefs, Merle Calvin. 2008. Sejarah Indonesia Modern 1200-2008. Jakarta: Serambi
Reid, Anthony JS. 1996. Revolusi Nasional Indonesia. Jakarta: Pustaka Sinar Harapan.
Soekanto, Soerjono. 2012. Sosiologi suatu pengantar. Jakarta: PT. Rajawali Press.
Smith, Anthony D. 2003. Nasionalisme: teori, ideologi, sejarah. Jakarta: Penerbit Erlangga.
Supardi.2011. Dasar-Dasar Ilmu Sosial.Yogyakarta:Ombak.
Modul Ajar Kurikulum Merdeka
Modul Ajar IPS SMP Fase D Kelas 8
MODUL AJAR KURIKULUM MERDEKA
IPS FASE D KELAS VIII
INFORMASI UMUM
A. IDENTITAS MODUL
Penyusun
Instansi
Tahun Penyusunan
Jenjang Sekolah
Mata Pelajaran
Fase / Kelas
Tema 01
Subtema D
Materi 1
Alokasi Waktu
:
:
:
:
:
:
:
:
:
:
.....................................
SMP …………………
Tahun 2022
SMP
Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS)
D / VIII
Kondisi Geografis dan Pelestarian Sumber Daya
Peran Lembaga Sosial dalam Pemanfaatan Sumber
Daya Alam dan Manusia
Peran Lembaga Sosial dalam Pemanfaatan Sumber
Daya Alam dan Manusia
2 JP (Pertemuan Ke-12)
B. KOMPETENSI AWAL
Capaian Pembelajaran IPS Fase D
Pada akhir fase ini, peserta didik mampu memahami dan memiliki kesadaran akan
keberadaan diri dan keluarga serta lingkungan terdekatnya. Ia mampu menganalisis hubungan
antara kondisi geografis daerah dengan karakteristik masyarakat serta memahami potensi
sumber daya alamnya. Ia juga mampu menganalisis hubungan antara keragaman kondisi
geografis nusantara terhadap pembentukan kemajemukan budaya. Ia mampu memahami
bagaimana masyarakat saling berupaya untuk dapat memenuhi kebutuhan hidupnya. Ia
mampu menganalisis peran pemerintah dan masyarakat dalam mendorong pertumbuhan
perekonomian. Peserta didik juga mampu memahami dan memiliki kesadaran terhadap
perubahan sosial yang sedang terjadi di era kontemporer. Ia dapat menganalisis
perkembangan ekonomi di era digital. Peserta didik memahami tantangan pembangunan dan
potensi Indonesia menjadi negara maju. Ia menyadari perannya sebagai bagian dari
masyarakat Indonesia dan dunia di tengah isu-isu regional dan global yang sedang terjadi dan
ikut memberikan kontribusi yang positif.
Peserta didik mampu memahami dan menerapkan materi pembelajaran melalui
pendekatan keterampilan proses dalam belajarnya, yaitu mengamati, menanya dengan rumus
5W 1H. Kemudian mampu memperkirakan apa yang akan terjadi berdasarkan jawaban-
jawaban yang ditemukan. Peserta didik juga mampu mengumpulkan informasi melalui studi
pustaka, studi dokumen, wawancara, observasi, kuesioner, dan Teknik pengumpulan
informasi lainnya. Merencanakan dan mengembangkan penyelidikan. Peserta didik
mengorganisasikan informasi dengan memilih, mengolah dan menganalisis informasi yang
diperoleh. Proses analisis informasi dilakukan dengan cara verifikasi, interpretasi, dan
triangulasi informasi. Peserta didik menarik kesimpulan, menjawab, mengukur dan
mendeskripsikan serta menjelaskan permasalahan yang ada dengan memenuhi prosedur dan
tahapan yang ditetapkan. Peserta didik mengungkapkan seluruh hasil tahapan di atas secara
lisan dan tulisan dalam bentuk media digital dan non-digital. Peserta didik lalu
mengomunikasikan hasil temuannya dengan mempublikasikan hasil laporan dalam bentuk
presentasi digital dan atau non-digital, dan sebagainya. Selain itu peserta didik mampu
mengevaluasi pengalaman belajar yang telah dilalui dan diharapkan dapat merencanakan
proyek lanjutan dengan melibatkan lintas mata pelajaran secara kolaboratif.
Modul Ajar Kurikulum Merdeka
Modul Ajar IPS SMP Fase D Kelas 8
Elemen Pemahaman Konsep Elemen Keterampilan proses
Pada akhir fase ini, peserta didik
mampu memahami dan memiliki
kesadaran akan keberadaan diri serta
mampu berinteraksi dengan
lingkungan terdekatnya. Ia mampu
menganalisis hubungan antara kondisi
geografis daerah dengan karakteristik
masyarakat dan memahami potensi
sumber daya alam serta kaitannya
dengan mitigasi kebencanaan . Ia juga
mampu menganalisis hubungan antara
keragaman kondisi geografis nusantara
terhadap pembentukan kemajemukan
budaya. Ia mampu memahami
bagaimana masyarakat saling berupaya
untuk dapat memenuhi kebutuhan
hidupnya. Ia mampu menganalisis peran
pemerintah dan masyarakat dalam
mendorong pertumbuhan perekonomian.
Peserta didik juga mampu memahami
dan memiliki kesadaran terhadap
perubahan sosial yang sedang terjadi di
era kontemporer. Ia dapat menganalisis
perkembangan ekonomi di era digital.
Peserta didik memahami tantangan
pembangunan dan potensi Indonesia
menjadi negara maju. Ia menyadari
perannya sebagai bagian dari masyarakat
Indonesia dan dunia di tengah isu-isu
regional dan global yang sedang terjadi
dan ikut memberikan kontribusi yang
positif.
Pada akhir fase ini, Peserta didik mampu
memahami dan menerapkan materi
pembelajaran melalui pendekatan
keterampilan proses dalam belajarnya, yaitu
mengamati, menanya dengan rumus 5W
1H. Kemudian mampu memperkirakan apa
yang akan terjadi berdasarkan jawaban-
jawaban yang ditemukan. Peserta didik juga
mampu mengumpulkan informasi melalui
studi pustaka, studi dokumen, lapangan,
wawancara, observasi, kuesioner, dan
teknik pengumpulan informasi lainnya.
merencanakan dan mengembangkan
penyelidikan. Peserta didik
mengorganisasikan informasi dengan
memilih, mengolah dan menganalisis
informasi yang diperoleh. Proses analisis
informasi dilakukan dengan cara verifikasi,
interpretasi, dan triangulasi informasi.
Peserta didik menarik kesimpulan,
menjawab, mengukur dan mendeskripsikan
serta menjelaskan permasalahan yang ada
dengan memenuhi prosedur dan tahapan
yang ditetapkan. Peserta didik
mengungkapkan seluruh hasil tahapan di
atas secara lisan dan tulisan dalam bentuk
media digital dan non-digital. Peserta didik
lalu mengomunikasikan hasil temuannya
dengan mempublikasikan hasil laporan
dalam bentuk presentasi digital dan atau
non digital, dan sebagainya. Selain itu
peserta didik mampu mengevaluasi
pengalaman belajar yang telah dilalui dan
diharapkan dapat merencanakan proyek
lanjutan dengan melibatkan lintas mata
pelajaran secara kolaboratif.
C. PROFIL PELAJAR PANCASILA
 Beriman, Bertakwa Kepada Tuhan Yang Maha Esa, dan Berahlak Mulia;
 Berkebhinekaan Global;
 Bergotong Royong;
 Mandiri;
 Bernalar Kritis; dan
 Kreatif.
Modul Ajar Kurikulum Merdeka
Modul Ajar IPS SMP Fase D Kelas 8
D. SARANA DAN PRASARANA
Media, Sumber Belajar, dan Alat
Sumber utama:
 Slide gambar tentang gambar motor yang sedang berjalan.
 Slide gambar tentang macam-macam lembaga sosial.
 Buku Siswa Ilmu Pengetahuan Sosial Kelas VII, 2021, Jakarta: Kemendikbud, Pusta
Kurikulum dan Perbukuan.
 LCD, laptop, papan tulis.
Sumber alternatif:
 Guru juga dapat menggunakan sumber belajar alternatif yang terdapat di lingkungan
setempat dan sesuai dengan tema.
Pengembangan sumber belajar:
 Guru dapat membuat pop up mengenai lembaga sosial.
E. TARGET PESERTA DIDIK
 Peserta didik reguler/tipikal: umum, tidak ada kesulitan dalam mencerna dan memahami
materi ajar.
 Peserta didik dengan pencapaian tinggi: mencerna dan memahami dengan cepat, mampu
mencapai keterampilan berfikir aras tinggi (HOTS), dan memiliki keterampilan
memimpin
F. MODEL PEMBELAJARAN
 Tatap Muka
KOMPONEN INTI
A. TUJUAN KEGIATAN PEMBELAJARAN
Alur Tujuan Pembelajaran :
1. Peserta didik mampu mendeskripsikan lembaga sosial.
B. PEMAHAMAN BERMAKNA
 Meningkatkan kemampuan siswa tentang mendeskripsikan lembaga sosial
C. PERTANYAAN PEMANTIK
 Mengapa perlu aturan di dalam masyarakat?
 Mengapa harus mematuhi aturan? Bagaimana jika tidak mematuhi aturan?
D. KEGIATAN PEMBELAJARAN
Kegiatan Pendahuluan
 Guru dan peserta didik mengucapkan salam dan doa.
 Guru dan peserta mengondisikan pembelajaran.
 Apersepsi: Peserta didik dapat menceritakan pengalaman mereka dalam mengikuti
sebuah organisasi. Guru dapat menambahkan variasi gambar menggunakan tayangan
video dari internet. Apersepsi juga dapat dilakukan dengan melibatkan aktivitas peserta
didik. Peserta didik difasilitasi guru mengaitkan gambar dengan kegiatan belajar
sebelumnya. Guru melanjutkan dengan memberikan motivasi terkait lembaga sosial.
 Motivasi: Dengan adanya lembaga sosial, kehidupan akan lebih tertata dan dapat
terlaksana dengan baik karena adanya suatu aturan atau norma yang mengatur tingkah
laku masyarakat agar hubungan antara manusia di dalam suatu masyarakat terlaksana
sebagaimana yang diharapkan.
Modul Ajar Kurikulum Merdeka
Modul Ajar IPS SMP Fase D Kelas 8
 Peserta didik dibantu guru menyimak gambaran tema dan tujuan pembelajaran
pertemuan 12 tentang lembaga sosial. Tujuan pembelajaran adalah peserta didik mampu
mendeskripsikan lembaga sosial.
Kegiatan Inti
Guru menjelaskan tentang petunjuk kerja dan tugas dari Lembar Aktivitas 11 untuk
mengidentifikasi aturan yang terdapat dalam masyarakat. Kegiatan ini dimaksudkan untuk
memberikan pengalaman peserta didik bahwa setiap daerah mempunyai aturan yang
berbeda. Proses tukar menukar hasil diskusi dapat dilakukan dalam waktu singkat, kemudian
guru melakukan tanya jawab dengan peserta didik terkait hasil identifikasi. Secara interaktif
guru mengaitkan hasil identifikasi dengan orientasi pembelajaran tentang lembaga sosial.
Peserta Didik Mengidentifikasi Masalah
Setelah peserta didik mengidentifikasi berbagai aturan yang ada di dalam masyarakat,
selanjutnya guru mendorong peserta didik mengajukan berbagai pertanyaan yang mengarah
pada HOTS. Beberapa pertanyaan yang diajukan, misalnya Mengapa perlu aturan di dalam
masyarakat? Mengapa harus mematuhi aturan? Bagaimana jika tidak mematuhi aturan?
Peserta Didik Mengelola Informasi
 Peserta didik membaca teks tentang lembaga sosial.
 Guru memfasilitasi sumber lain misalnya memberikan tautan internet yang mendukung
penjelasan dan pendalaman sumber belajar.
 Untuk memperoleh informasi lebih luas peserta didik juga dapat melakukan browsing
lembaga sosial. Guru dapat memberikan beberapa tautan berita, tulisan, dan laporan
video tentang kehidupan masyarakat Indonesia di dalam lembaga sosial
 Peserta didik mengolah informasi secara berkelompok di bawah bimbingan guru.
Kegiatan ini dapat dilakukan secara bervariasi, misalnya menggunakan Team Games
Tournament
Contoh: Menggunakan Team Games Tournament
1. Kelompok Asal
a. Peserta didik dibagi menjadi 5 kelompok, setiap satu kelompok terdiri dari 7 orang
dengan cara berhitung.
b. Peserta didik duduk mengelompok bersama kelompoknya masing-masing, lalu
diarahkan untuk berdiskusi mengenai pencarian data/informasi guna mempelajari
materi proses geografis dan keragaman sosial budaya.
c. Guru mendampingi, membimbing, dan mengawasi peserta didik dalam kegiatan
mencari data/informasi berdasarkan sumber yang relevan
2. Tournament
a. Guru mengajak peserta didik untuk bermain dalam pembelajaran melalui Team
Games Tournament.
b. Peserta didik menyajikan hasil diskusi kelompok dengan melakukan games
Tournament.
c. Sebelumnya guru telah menyiapkan media pembelajaran lembar kerja berupa
beberapa pertanyaan yang akan dijawab oleh masing-masing kelompok peserta
didik.
Modul Ajar Kurikulum Merdeka
Modul Ajar IPS SMP Fase D Kelas 8
d. Peserta didik kemudian menjawab pertanyaan pada media yang disediakan.
e. Peserta didik mengikuti permainan dengan prosedur yang sama.
f. Peserta didik harus menghentikan permainan jika sudah ada kelompok yang
menjawab seluruh pertanyaan dengan mengangkat lembar kerja
3. Rekognisi Tim
a. Guru melakukan penilaian hasil tournament atau permainan.
b. Kelompok yang memperoleh nilai tertinggi mendapatkan reward dari guru.
 Peserta didik memilih dan mengorganisasikan informasi yang diperoleh.
 Guru membimbing dan mengarahkan proses belajar peserta didik (kegiatan belajar).
 Guru memastikan peserta didik mengerjakan tugas dengan baik.
 Guru membantu peserta didik menemukan sumber belajar lainnya.
Hal tersebut bertujuan untuk mengembangkan kreativitas dan kerja sama peserta didik
dalam mendeskripsikan lembaga sosial.
Peserta Didik Merencanakan dan Mengembangkan Ide
 Hasil pengolahan informasi disajikan dalam bentuk laporan/poster/karya lainnya.
 Peserta didik secara kelompok mengerjakan Lembar Aktivitas 13 tentang lembaga
sosial.
Peserta Didik Melakukan Refleksi Diri dan Aksi
 Dalam kelas atau melalui media berbasis internet peserta didik mengomunikasikan hasil
pengolahan informasi.
 Guru memfasilitasi peserta didik menemukan simpulan pembelajaran.
 Guru memberikan kesempatan ke peserta didik untuk mengajukan pendapat atau
pertanyaan.
 Penguatan dan pengayaan dilakukan untuk mengembangkan kompetensi peserta didik.
Penutup
 Penilaian pembelajaran dilakukan secara lisan atau tertulis.
 Peserta didik melakukan refleksi pembelajaran berkaitan dengan sikap, pengetahuan,
dan keterampilan.
Sikap
 Apakah aku sudah melakukan pembelajaran secara bertanggung jawab?
 Inspirasi dari pembelajaran tentang lembaga sosial dalam hidup saya adalah…..
Pengetahuan:
 Apakah aku sudah mampu mengidentifikasi lembaga sosial?
 Mengapa harus ada aturan di dalam masyarakat?
 Bagaimana jika tidak mematuhi aturan tersebut?
Keterampilan :
 Apakah aku sudah berhasil membuat esai/poster/karya lainnya tentang lembaga sosial?
 Refleksi juga dapat dilakukan dengan cara lain, misalnya kuis tentang lembaga sosial,
menuliskan kompetensi yang diperoleh baik sikap, pengetahuan, dan keterampilan.
Dapat pula dengan menuliskan inspirasi dan apa yang akan dilakukan pada masa
mendatang.
Modul Ajar Kurikulum Merdeka
Modul Ajar IPS SMP Fase D Kelas 8
 Tindak lanjut dilakukan dengan mendorong peserta didik mempelajari lebih lanjut dan
informasi pembelajaran berikutnya tentang peranan lembaga sosial dalam pemanfaatan
sumber daya alam.
 Doa dan penutup.
F. REFLEKSI
Refleksi Guru :
 Apakah Kegitan belajar berhasil?
 Berapa persen peserta didik mencapai tujuan?
 Kesulitan apa yang dialami guru dan peserta didik?
 Apa langkah yang perlu dilakukan untuk memperbaiki proses belajar?
 Apakah seluruh peserta didik mengikuti pelajaran dengan baik?
Refleksi Peserta Didik :
 Bagian mana yang menurutmu paling sulit dari pelajaran ini?
 Apa yang akan kamu lakukan untuk memperbaikan hasil belajaramu?
 Kepada siapa kamu akan meminta bantuan untuk memahami pelajaran ini?
 Jika kamu diminta untuk memberikan binta 1 sampai 5, berapa bintang akan kamu berikan
pada usaha yang kamu lakukan?
 Bagian mana dari pembelajaran ini yang kamu menyenakan?
F. ASESMEN / PENILAIAN
Penilaian Proses dan Hasil Pembelajaran
a. Konsep Penilaian dan Pembelajaran IPS
Penilaian merupakan kegiatan yang bertujuan untuk memperoleh, menganalisis, menafsirkan
proses dan hasil belajar peserta didik secara sistematis. Penilaian tersebut dapat digunakan
untuk mengetahui tingkat keberhasilan pencapaian kompetensi, proses pembelajaran, tingkat
kesulitan belajar peserta didik, dan penentuan tindak lanjut pembelajaran. Penilaian
pembelajaran IPS memakai pendekatan penilaian autentik (authentic assesment) untuk
menilai kesiapan peserta didik, proses, dan hasil belajar secara utuh. Hasil penilaian tersebut
dapat dimanfaatkan guru dalam merencanakan program perbaikan (remedial), pengayaan
(enrichment), layanan konseling, dan sebagai landasan untuk memperbaiki proses
pembelajaran selanjutnya.
b. Teknik dan Instrumen Penilaian
Penilaian kompetensi sikap, keterampilan, dan pengetahuan dilakukan menggunakan teknik
dan instrumen penilaian. Berikut merupakan penjabaran teknik dan instrumen penilaian dari
masing-masing kompetensi.
1. Penilaian kompetensi sikap
Teknik penilaian kompetensi sikap dapat berupa observasi, penilaian diri, dan penilaian
antar teman. Kegiatan ini bisa dilakukan oleh guru matabpelajaran, wali kelas, dan guru
bimbingan konseling (BK) yang ditulis dalam buku jurnal. Jurnal berisi catatan kejadian
tertentu dan informasi lain yang relevan.
a. Observasi
Instrumen dalam observasi yaitu lembar observasi atau jurnal. Lembar observasi berisi
catatan perilaku peserta didik berdasarkan pengamatan oleh guru mata pelajaran, wali kelas,
dan guru bimbingan konseling selama satu semester. Setiap catatan berisi deskripsi perilaku
Modul Ajar Kurikulum Merdeka
Modul Ajar IPS SMP Fase D Kelas 8
peserta didik yang dilengkapi dengan waktu dan tempat pengamatan tersebut.
Jika terjadi perubahan sikap peserta didik dari yang kurang baik menjadi baik maka dalam
jurnal harus ditulis bahwa sikap peserta didik tersebut telah baik atau bahkan sangat baik. Hal
yang dicatat dalam jurnal bisa berupa sikap kurang baik, baik, maupun sangat baik, serta
perkembangan perubahan sikap peserta didik. Berikut merupakan lembar observasi penilaian
sikap peserta didik selama satu semester:
Tabel Jurnal Pengembangan Sikap
No Tanggal Nama Siswa Catatan Perilaku Butir Sikap
1
2
3
4
dst
Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam pelaksanaan penilaian sikap menggunakan
teknik observasi :
 Jurnal penilaian sikap ditulis oleh guru mata pelajaran, wali kelas, dan guru BK selama
satu semester.
 Penilaian oleh wali kelas dapat menggunakan 1 (satu) jurnal untuk satu kelas yang
menjadi tanggung-jawabnya. Penilaian oleh guru mata pelajaran dapat menggunakan 1
(satu) jurnal untuk setiap kelas yang diajarnya, dan penilaian oleh guru BK dapat
menggunakan 1 (satu) jurnal untuk setiap kelas di bawah bimbingannya.
 Penilaian perkembangan sikap sipritual dan sikap sosial peserta didik bisa dicatat dalam
satu jurnal yang sama atau dalam 2 (dua) jurnal berbeda.
 Peserta didik yang dicatat dalam jurnal adalah peserta didik yang menunjukkan perilaku
yang sangat baik maupun kurang baik secara alami.
 Pencatatan jurnal dilakukan dengan segera seperti ketika wali kelas, guru mata pelajaran,
maupun guru BK menyaksikan atau memperoleh informasi terpercaya mengenai perilaku
peserta didik.
 Jika peserta didik pernah menunjukkan sikap kurang baik tetapi selama satu semester
tersebut menunjukan perkembangan ke arah sikap baik, maka sikap baik tersebut juga
dicatat dalam jurnal.
 Guru mata pelajaran dan guru BK merangkum catatan jurnal perkembangan sikap
spiritual dan sikap sosial setiap peserta didik dan menyerahkannya kepada wali kelas
untuk diolah lebih lanjut
Berikut merupakan jurnal penilaian (perkembangan) sikap spiritual dan sikap sosial oleh
wali kelas.
Jurnal Penilaian Sikap Spiritual
Nama Sekolah : SMP .............................
Kelas/Semester : VIII/I
Tahun Pelajaran : 2022/2023
Modul Ajar Kurikulum Merdeka
Modul Ajar IPS SMP Fase D Kelas 8
No Waktu Nama Siswa Catatan Perilaku Butir Sikap
1 19/07/22 Haidar Tidak mengikuti sholat
Dzuhur berjamaah di
sekolah.
Ketaqwaan
2 19/07/22 Halwa Mengganggu teman
ketika berdoa sebelum
kegiatan pembelajaran.
Ketaqwaan
3 19/07/22 Sugi Mengajak teman berdoa
sebelum olahraga
badminton di sekolah.
Ketaqwaan
4 19/07/22 Said Berpartisipasi sebagai
panitia perayaan
keagamaan di sekolah.
Toleransi
beragama
Jurnal Penilaian Sikap Sosial
Nama Sekolah : SMP .............................
Kelas/Semester : VIII/I
Tahun Pelajaran: 2022/2023
No Waktu Nama Siswa Catatan Perilaku Butir Sikap
1 12/07/22 Haidar Membantu seorang
teman yang kesulitan
menyebrang jalan di
depan sekolah.
Kepedulian
2 26/08/22 Halwa Menyerahkan dompet
yang ditemukan di
kantin sekolah kepada
wali kelas.
Kejujuran
3 26/09/22 Sugi Tidak menggunakan
atribut upacara di
sekolah dengan legkap.
Kedisiplinan
4 25/10/22 Said Berinisiatif menyiram
tanaman yang mulai
kering.
Kepedulian
Format di atas dapat digunakan guru mata pelajaran dan guru BK dalam penilain sikap
spiritual dan sosial. Catatan tersebut juga dapat dibuat dalam satu tabel yang sama dengan
menambahkan kolom keterangan pada bagian paling kanan untuk menuliskan keterangan
jenis sikap yang ditulis. Berikut merupakan tabel jurnal penilaian sikap (spiritual dan sosial)
yang dijadikan dalam satu tabel:
Modul Ajar Kurikulum Merdeka
Modul Ajar IPS SMP Fase D Kelas 8
Jurnal Penilaian Sikap
Nama Sekolah : SMP .............................
Kelas/Semester : VIII/I
Tahun Pelajaran: 2022/2023
No Waktu Nama Siswa Catatan Perilaku Butir Sikap Ket.
1 19/07/22 Haidar Membantu seorang
teman yang
kesulitan
menyebrang jalan di
depan sekolah
Ketaqwaan Sosial
2 19/07/22 Halwa Mengajak teman
berdoa sebelum
olahraga badminton
di sekolah.
Kepeduliaan Spiritual
3 19/07/22 Sugi Mengganggu teman
ketika berdoa
sebelum kegiatan
pembelajaran.
Toleransi
beragama
Spiritual
4 18/11/22 Said Berinisiatif
menyiram tanaman
yang mulai kering.
Ketaqwaan Sosial
b. Penilaian Diri (Self Assesment)
Penilaian diri merupakan teknik penilaian terhadap diri sendiri oleh peserta didik dengan
mengidentiikasi kelebihan dan kekurangan sikap peserta didik dalam berperilaku. Teknik
penilaian ini dapat digunakan untuk menumbuhkan nilai-nilai kejujuran dan meningkatkan
kemampuan releksi diri peserta didik. Satu tabel penilaian diri dapat digunakan untuk
penilaian sikap spiritual dan sikap sosial. Berikut merupakan lembar penilaian diri
menggunakan Likert Scale.
Lembar Penilaian Diri Siswa (Likert Scale)
Nama teman yang dinilai : ..................
Nama penilai : ..................
Kelas : ....................
Semester : ....................
Berilah tanda centang pada kolom “Ya” atau “Tidak” sesuai dengan keadaan
sebenarnya
No Pernyataan
Skala
1 2 3 4
1 Saya berdoa sebelum melakukan kegiatan
Modul Ajar Kurikulum Merdeka
Modul Ajar IPS SMP Fase D Kelas 8
2 Saya melaksanakan ibadah sholat tepat waktu
3 Saya berani mengakui kesalahan jika memang
bersalah
4 Saya mengumpulkan tugas sesuai jadwal yang
diberikan
5 Saya mengembalikan barang yang saya pinjam
dalam kondisi baik
6 Saya meminta maaf jika melakukan kesalahan
7 Saya datang ke sekolah tepat waktu
Keterangan:
1 = sangat jarang
2 = jarang
3 = sering
4 = selalu
c. Penilaian Antar Teman
Penilaian antar teman adalah teknik penilaian yang dilakukan peserta didik terhadap
peserta didik yang lain mengenai sikap/perilaku peserta didik. Penilaian antarteman dapat
digunakan untuk menumbuhkan nilai kejujuran, tenggang rasa, dan saling menghargai. Satu
lembar penilaian diri dapat digunakan untuk penilaian sikap spiritual dan sikap sosial.
Berikut merupakan lembar penilaian antarteman menggunakan Likert Scale.
Lembar Penilaian Diri Siswa (Likert Scale)
Nama : ..................
Kelas : ....................
Semester : ....................
Berilah tanda centang pada kolom “Ya” atau “Tidak” sesuai dengan keadaan
sebenarnya
No Pernyataan
Skala
1 2 3 4
1 Teman saya berkata jujur kepada orang lain
2 Teman saya mengerjakan ulangan dengan jujur
3 Teman saya mentaati tata-tertib sekolah
4 .....................................
Keterangan:
Modul Ajar Kurikulum Merdeka
Modul Ajar IPS SMP Fase D Kelas 8
1 = sangat jarang
2 = jarang
3 = sering
4 = selalu
Pada dasarnya teknik penilaian diri ini tidak hanya untuk aspek sikap, tetapi juga dapat
digunakan untuk menilai kompetensi dalam aspek kete rampilan dan pengetahuan.
2. Penilaian Kompetensi Pengetahuan
a) Pengertian Penilaian Pengetahuan
Penilaian pengetahuan merupakan penilaian yang dilakukan untuk mengetahui
kemampuan peserta didik berkaitan dengan penguasaan pengetahuan faktual, konseptual,
maupun prosedural serta kecakapan berpikir tingkat rendah hingga tinggi. Guru dapat
memilih teknik penilaian yang disesuaikan dengan karakteristik kompetensi yang akan
dinilai. Penilaian diawali dengan perencanaan pada saat menyusun rencana pelaksanaan
pembelajaran (RPP). Hasil penilaian pengetahuan yang dilakukan selama dan setelah proses
pembelajaran dinyatakan dalam bentuk angka dengan rentang 0-100.
b) Teknik Penilaian Pengetahuan
Teknik penilaian pengetahuan yang akan digunakan dapat disesuaikan dengan
karakteristik masing-masing Kmpetensi Dasar (KD). Teknik penilaian pengetahuan yang
sering digunakan yaitu tes tertulis, tes lisan, dan penugasan. Berikut merupakan penjabaran
dari berbagai teknik penilaian pengetahuan.
Teknik Penilaian Pengetahuan
Teknik Bentuk Instrumen Tujuan
Tes tertulis Pilihan ganda, benar-salah,
menjodohkan, isian atau
melengkapi, dan uraian.
Mengetahui kemampuan
penguasaan pengetahuan
peserta didik dalam proses
pembelajaran.
Tes lisan Tanya jawab Mengetahui pemahaman peserta
didik sebagai dasar perbaikan
proses pembelajaran
Penugasan Tugas individu dan kelompok Memfasilitasi penguasaan
pengetahuan peserta didik
selama proses pembelajaran.
1. Tes Tertulis
Tes tertulis merupakan soal dan jawaban disajikan secara tertulis, misalnya pilihan ganda,
benar-salah, dan uraian. Langkah-langkah pengembangan tes tertulis:
Kisi-kisi Tes Tertulis
Nama Sekolah : SMP .............................
Kelas/Semester : VIII/I
Modul Ajar Kurikulum Merdeka
Modul Ajar IPS SMP Fase D Kelas 8
Tahun Pelajaran : 2022/2023
Mata Pelajaran : IPS
No
Kompetensi
Dasar
Materi
Indikator
Soal
Bentuk
Soal
Jumlah
Soal
1 Mendeskripsikan
lembaga sosial.
Peran
Lembaga
Sosial dalam
Pemanfaatan
Sumber
Daya Alam
dan Manusia
Peserta didik
diharapkan
mampu
mendeskripsikan
lembaga sosial.
Tes
Tertulis
3
Butir soal:
1. Mengapa perlu aturan di dalam masyarakat?
2. Mengapa harus mematuhi aturan?
3. Bagaimana jika tidak mematuhi aturan?
Pemberian skor Tes Tertulis
No.
Soal
Kunci Jawaban Skor
1 Adapun alasan mengapa manusia membutuhkan aturan
adalah: Supaya hidup aman dan damai tanpa ada keributan.
Sebagai tujuan hidup untuk membentuk insan yang beretika dan
bermoral. Sebagai pedoman untuk menjalani kehidupan sosial.
2
2 Karena peraturan dibuat untuk menciptakan keteraturan, supaya
tidak amburadul, dan menciptakan ketertiban.
2
3 Ketidakpatuhan terhadap peraturan mendatangkan teguran,
sanksi, bahkan hukuman. Menimbulkan ketidakharmonisan di
ruang lingkup masyarakat. Hidup menjadi tidak tenang dan tentram.
2
Total Skor Maksimum 6
2. Tes Lisan
Tes lisan merupakan pertanyaan yang diberikan guru secara lisan kepada peserta didik
yang jawaban atas pertanyaan tersebut juga disampaikan secara lisan. Tes ini bertujuan untuk
mengetahui penguasaan pengetahuan peserta didik dan menumbuhkan kemampuan
Modul Ajar Kurikulum Merdeka
Modul Ajar IPS SMP Fase D Kelas 8
berkomunikasi. Pemberian tes lisan dapat dilakukan pada saat pembelajaran berlangsung.
pertanyaan pada tes lisan:
 Apakah aku sudah mampu mengidentifikasi lembaga sosial?
 Mengapa harus ada aturan di dalam masyarakat?
 Bagaimana jika tidak mematuhi aturan tersebut?
3. Penugasan
Penugasan adalah pemberian tugas untuk meningkatkan pengetahuan peserta didik. Tugas
dapat dikerjakan baik secara individu maupun kelompok sesuai dengan kompetensi yang
ingin dicapai. Berikut merupakan kisi-kisi tugas dan pedoman penskorannya.
Nama Sekolah : SMP .............................
Kelas/Semester : VIII/I
Tahun Pelajaran: 2022/2023
Mata Pelajaran : IPS
Kompetensi
Dasar
Materi Indikator
Teknik
Penilaian
Mendeskripsikan
lembaga sosial.
Peran Lembaga
Sosial dalam
Pemanfaatan
Sumber Daya
Alam dan
Manusia
Peserta didik
diharapkan mampu
mendeskripsikan
lembaga sosial.
Penugasan
Pedoman Pemberian Skor Tugas
No Soal Aspek yang Dinilai Skor
1 Lembaga sosial juga berperan dalam pemanfaatan sumber
daya alam yang ada Apa sajakah peran lembaga ekonomi
dalam pemanfaatan sumber daya alam?
0-2
2 Bagaimana manfaat sumber daya alam yang dimiliki
Indonesia dalam kaitannya dengan kesejahteraan
masyarakat?
0-3
3 Bagaimana peran lembaga agama dalam pemanfaatan
sumber daya alam?
0-3
4 Apa peranan lembaga keluarga dalam pemanfaatan sumber
daya manusia?
0-2
Total Skor Maksimum 10
Modul Ajar Kurikulum Merdeka
Modul Ajar IPS SMP Fase D Kelas 8
3. Penilaian Keterampilan
a) Pengertian Penilaian Keterampilan
Penilaian keterampilan dilakukan untuk mengetahui kemampuan peserta didik dalam
menerapkan pengetahuan yang telah diperoleh untuk melakukan tugas tertentu sesuai dengan
indikator pencapaian kompetensi. Penilaian ini dapat dilakukan dengan berbagai teknik,
seperti penilaian kinerja dan penilaian proyek. Berikut merupakan contoh kisi-kisi penilaian
keterampilan, tugas, dan pedoman pemberian skor.
b) Teknik Penilaian Keterampilan
• Penilaian kinerja
Berikut ini Kisi-kisi Penilaian Kinerja, soal/tugas, pedoman pemberian skor:
Kisi-kisi Penilaian Kinerja
Nama Sekolah : SMP .............................
Kelas/Semester : VIII/I
Tahun Pelajaran : 2022/2023
Mata Pelajaran : IPS
No
Kompetensi
Dasar
Materi Indikator
Teknik
Penilaian
1 Mendeskripsikan
lembaga sosial.
Peran Lembaga
Sosial dalam
Pemanfaatan
Sumber Daya
Alam dan
Manusia
Peserta didik
diharapkan mampu
mendeskripsikan
lembaga sosial.
Rubrik Pemberian Skor Penilaian Kinerja
No Aspek yang Dinilai
Skala
0 1 2 3 4
1 Merencanakan pengamatan
2 Melakukan pengamatan
3 Membuat laporan
Jumlah:
Penilaian diberikan dengan memperhatikan aspek proses dan produk. Guru dapat
menetapkan bobot pemberian skor yang berbeda antara satu dan aspek yang lainnya dengan
memperhatikan karakteristik kompetensi yang dinilai.
Modul Ajar Kurikulum Merdeka
Modul Ajar IPS SMP Fase D Kelas 8
Rubrik Penilaian Kinerja
No Indikator Rubrik
1 Menyiapkan bahan
yang diperlukan
2 = Menyiapkan seluruh alat dan bahan yang diperlukan.
1 = Menyiapakan sebagian alat dan bahan yang
diperlukan.
0 = Tidak menyiapkan alat bahan
2 Pengamatan 4 = Melakukan empat langkah kerja dengan tepat
3 = Melakukan tiga langkah kerja dengan tepat.
2 = Melakukan dua langkah kerja dengan tepat.
1 = Melakukan satu langkah kerja dengan tepat.
0 = Tidak melakukan langkah kerja.
Langkah kerja:
1. Menyiapkan kertas gambar ukuran A4.
2. Menggambar lembaga sosial.
3. Mencantumkan komponen lembaga sosial pada gambar
yang di buat.
4. Memberikan warna pada kenampakan objek yang di
gambar pada lembaga sosial.
3 Membuat laporan 3 = Memenuhi 3 kriteria
2 = Memenuhi 2 kriteria
1 = Memenuhi 1 kriteria
0 = Tidak memenuhi kriteria
Kriteria laporan:
1. Memenuhi sistematika laporan (judul, tujuan, alat dan
bahan, prosedur, data pengamatan, pembahasan,
kesimpulan)
2. Data, pembahasan, dan kesimpulan benar
3. Komunikatif
• Penilaian proyek
Penilaian proyek merupakan kegiatan yang bertujuan untuk mengetahui kemampuan
peserta didik dalam mengimplementasikan pengetahuannya melalui penyelesaian suatu tugas
dalam waktu tertentu. Penilaian ini dapat digunakan untuk mengukur satu maupun beberapa
Kompetensi Dasar (KD) dalam satu atau beberapa mata pelajaran.
Modul Ajar Kurikulum Merdeka
Modul Ajar IPS SMP Fase D Kelas 8
Kegiatan yang dilakukan dimulai dengan perencanaan, pengumpulan, pengorganisasian,
pengolahan, penyajian, dan pelaporan. Beberapa hal yang perlu dipertimbangkan dalam
penilaian proyek, yaitu:
1) Pengelolaan
Kemampuan peserta didik untuk menentukan tema atau topik, mengumpulkan informasi,
pengolahan data, dan penulisan laporan.
2) Relevansi
Tema yang dipilih sesuai dengan Kompetensi Dasar (KD).
3) Keaslian
Laporan atau produk yang dibuat peserta didik merupakan hasil karyanya.
4) Inovasi dan Kreativitas
Terdapat unsur-unsur kebaruan dan berbeda pada produk yang dihasilkan peserta didik.
Kisi-kisi Penilaian Proyek
Nama Sekolah : SMP .............................
Kelas/Semester : VIII/I
Tahun Pelajaran : 2022/2023
Mata Pelajaran : IPS
No
Kompetensi
Dasar
Materi Indikator
Teknik
Penilaian
1 Mendeskripsikan
lembaga sosial.
Peran Lembaga
Sosial dalam
Pemanfaatan
Sumber Daya
Alam dan
Manusia
Peserta didik
diharapkan mampu
mendeskripsikan
lembaga sosial.
Penilaian
Proyek
Proyek : Buatlah poster salah satu tujuan lembaga sosial menggunakan kertas gambar
ukuran A3, pensil warna atau cat air dengan memperhatikan hal- hal berikut!
1. Pilihlah salah satu tujuan lembaga sosial .
2. Amati tujuan tersebut apakah telah tercapai atau belum tercapai di Indonesia lalu
sampaikan dalam poster.
3. Gambar salah satu tujuan lembaga sosial yang telah dipilih!
4. Tuliskan lembaga sosial konsep dari poster yang akan peserta didik sampaikan!
5. Laporkan hasilnya secara lisan!
Modul Ajar Kurikulum Merdeka
Modul Ajar IPS SMP Fase D Kelas 8
Rubrik Pemberian Skor Proyek
No Pernyataan
Skor
1 2 3 4
1 Kemampuan peserta didik dalam merencanakan
2 Kemampuan menggambar poster
3 Kemampuan penyampaian konsep berdasarkan poster
yang digambar
4 Kemampuan mempresentasikan isi poster
5 Produk Poster
Skor Maksimum 15
Catatan:
Guru bisa menetapkan bobot yang berbeda-beda antara aspek satu dan lainnya
pada pemberian skor dengan memperhatikan karakteristik Kompetensi Dasar
(KD) atau keterampilan yang dinilai.
Rubrik PenilaianProyek
No Pernyataan Keterangan
1 Kemampuan Perencanaan 2 = perencanaan lengkap (bahan, cara kerja, hasil),
dan rinci
1 = perencanaan kurang lengkap
0 = tidak ada perencanaan
2 Kemampuan menggambar
poster secara tepat sesuai
dengan salah satu tujuan
lembaga sosial
2 = menggambar dan mewarnai poster dengan baik
dan interpretasi tujuan pembangunan
berkelanjutan dalam poster tepat.
1 = menggambar dan memberikan warna pada
poster tetapi salah dalam menginterpretasikan
tujuan pembangunan berkelanjutan yang dipilih.
0 = gambar tidak diberi warna dan tidak tepat dalam
menginterpretasikan tujuan pembangunan
berkelanjutan yang dipilih.
Modul Ajar Kurikulum Merdeka
Modul Ajar IPS SMP Fase D Kelas 8
G. KEGIATAN PENGAYAAN DAN REMEDIAL
Pengayaan
Materi di bawah ini merupakan informasi penting yang dapat digunakan untuk
mengembangkan kompetensi yang dipelajari peserta didik dalam buku teks.
Soekanto, Soerjono. 2012. Sosiologi Suatu Pengantar. Jakarta: PT. Rajawali Press.
Remedial
Remedial diberikan kepada siswa yang mendapat kriteria paham sebagian dan tidak paham
dengan kegiatan mengulang pembelajaran di luar jam pelajaran.
LAMPIRAN
A. LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK
LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)
D. Peran Lembaga Sosial dalam Pemanfaatan Sumber
Daya Alam dan Manusia
Nama :
Kelas :
Petunjuk!
Modul Ajar Kurikulum Merdeka
Modul Ajar IPS SMP Fase D Kelas 8
LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)
Nama :
Nama kelompok :
Kelas :
Petunjuk!
LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)
Nama :
Nama kelompok :
Kelas :
Petunjuk!
Modul Ajar Kurikulum Merdeka
Modul Ajar IPS SMP Fase D Kelas 8
B. BAHAN BACAAN GURU & PESERTA DIDIK
 Guru dan peserta didik mencari berbagai informasi tentang peran lembaga sosial dalam
pemanfaatan sumber daya alam dan manusia dari berbagai media atau website resmi
dibawa nauangan kementerian pendidikan, kebudayaan, riset dan teknologi.
 Buku Panduan Guru dan Siswa Ilmu Pengetahuan Sosial untuk SMP Kelas VIII :
Kemendikbudristek 2021.
C. GLOSARIUM
Glosarium
adat istiadat: Himpunan kaidah-kaidah sosial yang sejak lama ada dan telah menjadi
kebiasaan (tradisi) dalam masyarakat.
benua: Hamparan daratan yang sangat luas yang berada di permukaan bumi.
budaya: Suatu cara hidup yang berkembang dan dimiliki Bersama oleh sebuah kelompok
orang dan diwariskan dari generasi ke generasi.
cuaca: Keadaan udara pada saat tertentu dan di wilayah tertentu yang relatif sempit dan pada
jangka waktu yan singkat.
dinamika penduduk: Perubahan jumlah penduduk pada suatu wilayah yang disebabkan oleh
tiga faktor yaitu, kelahiran (natalitas), kematian (mortalitas), dan perpindahan
(migrasi).
diplomasi: Urusan kepentingan sebuah negara dengan perantaraan wakil-wakilnya di negara
lain.
Modul Ajar Kurikulum Merdeka
Modul Ajar IPS SMP Fase D Kelas 8
eksogen: Tenaga yang berasal dari luar bumi, artinya tenaga luar berhubungan dengan tenaga
yang berasal dari atas permukaan bumi.
endogen: Tenaga yang berasal dari dalam perut bumi sehingga mengakibatkan pergerakan
kulit bumi.
globalisasi: Terbentuknya sistem organisasi dan komunikasi antarmasyarakat di seluruh dunia
untuk mengikuti sistem dan kaidah yang sama
iklim: Rerata keadaan udara atau cuaca yang terjadi pada rentang wilayah yang luas serta
rentang waktu yang lama. Wilayah tersebut bisa satu benua atau negara dengan
waktu, misalnya 10 tahun atau 20 tahun.
imperialism : Sistem politik yang bertujuan menjajah negara lain untuk mendapatkan
kekuasaan dan keuntungan lebih besar.
inflasi: Kemerosotan nilai uang karena banyaknya dan cepatnya uang beredar sehingga
menyebabkan naiknya harga barang-barang
inovasi: Diterapkannya alat/ide baru untuk melengkapi atau menggantikan ide/alat yang lama
integrasi sosial: Proses penyesuaian unsur-unsur yang berbeda dalam masyarakat sehingga
menjadi satu kesatuan
kolonialisme: Penguasaan oleh suatu negara atas daerah atau bangsa lain dengan maksud
untuk memperluas negara.
komoditas: Barang ekspor atau impor.
komposisi penduduk: Pengelompokan penduduk berdasarkan kriteria tertentu. misalnya
berdasarkan agama, jenis kelamin, ras, usia, status perkawinan, dan lain-lain.
koperasi: Organisasi ekonomi rakyat yang berwatak sosial dan beranggotakan orang-orang,
badan-badan hukum koperasi yang merupakan tata susunan ekonomi sebagai usaha
bersama berdasarkan asas kekeluargaan.
mobilitas sosial: Perpindahan posisi seseorang atau sekelompok orang dari lapisan yang satu
ke lapisan yang lain.
piramida penduduk: Dua buah diagram batang, pada sisi lainnya menunjukkan jumlah
penduduk laki-laki dan pada sisi lainnya menunjukkan jumlah penduduk
perempuan dalam kelompok interval usia penduduk lima tahunan.
potensi: Kemampuan yang dimiliki.
reformasi: Perubahan secara drastis untuk perbaikan (bidang sosial, politik, agama) dalam
suatu masyarakat atau negara.
region: Suatu wilayah yang memiliki ciri atau karakteristik tersendiri yang berbeda dengan
wilayah lainnya.
Think Pair Share: Think (berpikir secara mandiri), Pair (berpasangan) dan Share (berbagi
dalam segala hal termasuk pengetahuan ke satu individu atau grup belajar).
Two Stay Two Stray: Satu model pembelajaran kooperatif untuk menghadapi kemampuan
heterogen siswa yang dilakukan dengan membentuk kelompok yang bersifat
heterogen kemudian saling bertukar informasi dengan kelompok lain TSTS
memungkinkan siswa untuk saling bekerja sama dan saling bertukar informasi
dengan cara 2 anggota tinggal di kelompok dan 2 anggota menjadi tamu di
kelompok lain.
D. DAFTAR PUSTAKA
Daftar Pustaka
Abbas, Syamsuddin. 1997 Revolusi hijau dengan swasembada beras dan jagung. Jakarta:
Sekretariat Badan Pengendali Bimas Departemen Pertanian
Budiawan. 2017. Nasion & nasionalisme, jelajah ringkas teoritis. Yogyakarta: Penerbit
Ombak.
Modul Ajar Kurikulum Merdeka
Modul Ajar IPS SMP Fase D Kelas 8
Bahasa Indonsia.2007. Kerja sama Perdagangan Internasional: Peluang dan Tantangan
bagi Bangsa Indonesia.Jakarta: PT Elekmediakomputindo.
Dawam, R.M, dkk. 1995. Bank Indonesia Dalam Kilasan Sejarah. Jakarta: LP3S.
Djojohadikusumo, Sumitro. (1953). Persoalan Ekonomi di Indonesia. Jakarta: Indira
Hatta, Mohammad. 1960. Ekonomi terpimpin. Jakarta: Fasco
Horton, Paul dan Chester L. Hunt. 1999. Sosiologi. Jakarta : Erlangga
Martono, Nanang. 2012. Sosiologi perubahan sosial. Jakarta: Raja Grafindo Persada.
Pranarka, AMW, Leonardus B. Moerdani dan Supardjo Roestam. 1986. Wawasan
kebangsaan, ketahanan nasional, dan wawasan nusantara. Yogyakarta: Lembaga
Pengkajian Kebudayaan Sarjana Wiyata Tamansiswa.
Poesponegoro, Marwati Djoened. 1993. Sejarah Nasional Indonesia VI. Jakarta : Balai
Pustaka
Poesponegoro, Marwati Djoened. 2010. Sejarah Nasional Indonesia V. Jakarta : Balai
Pustaka
Ricklefs, Merle Calvin. 2008. Sejarah Indonesia Modern 1200-2008. Jakarta: Serambi
Reid, Anthony JS. 1996. Revolusi Nasional Indonesia. Jakarta: Pustaka Sinar Harapan.
Soekanto, Soerjono. 2012. Sosiologi suatu pengantar. Jakarta: PT. Rajawali Press.
Smith, Anthony D. 2003. Nasionalisme: teori, ideologi, sejarah. Jakarta: Penerbit Erlangga.
Supardi.2011. Dasar-Dasar Ilmu Sosial.Yogyakarta:Ombak.
Modul Ajar Kurikulum Merdeka
Modul Ajar IPS SMP Fase D Kelas 8
MODUL AJAR KURIKULUM MERDEKA
IPS FASE D KELAS VIII
INFORMASI UMUM
A. IDENTITAS MODUL
Penyusun
Instansi
Tahun Penyusunan
Jenjang Sekolah
Mata Pelajaran
Fase / Kelas
Tema 01
Subtema D
Materi 2
Alokasi Waktu
:
:
:
:
:
:
:
:
:
:
.....................................
SMP …………………
Tahun 2022
SMP
Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS)
D / VIII
Kondisi Geografis dan Pelestarian Sumber Daya
Peran Lembaga Sosial dalam Pemanfaatan Sumber
Daya Alam dan Manusia
Peranan Lembaga Sosial dalam Pemanfaatan Sumber
Daya Alam
4 JP (Pertemuan Ke-13-14)
B. KOMPETENSI AWAL
Capaian Pembelajaran IPS Fase D
Pada akhir fase ini, peserta didik mampu memahami dan memiliki kesadaran akan
keberadaan diri dan keluarga serta lingkungan terdekatnya. Ia mampu menganalisis hubungan
antara kondisi geografis daerah dengan karakteristik masyarakat serta memahami potensi
sumber daya alamnya. Ia juga mampu menganalisis hubungan antara keragaman kondisi
geografis nusantara terhadap pembentukan kemajemukan budaya. Ia mampu memahami
bagaimana masyarakat saling berupaya untuk dapat memenuhi kebutuhan hidupnya. Ia
mampu menganalisis peran pemerintah dan masyarakat dalam mendorong pertumbuhan
perekonomian. Peserta didik juga mampu memahami dan memiliki kesadaran terhadap
perubahan sosial yang sedang terjadi di era kontemporer. Ia dapat menganalisis
perkembangan ekonomi di era digital. Peserta didik memahami tantangan pembangunan dan
potensi Indonesia menjadi negara maju. Ia menyadari perannya sebagai bagian dari
masyarakat Indonesia dan dunia di tengah isu-isu regional dan global yang sedang terjadi dan
ikut memberikan kontribusi yang positif.
Peserta didik mampu memahami dan menerapkan materi pembelajaran melalui
pendekatan keterampilan proses dalam belajarnya, yaitu mengamati, menanya dengan rumus
5W 1H. Kemudian mampu memperkirakan apa yang akan terjadi berdasarkan jawaban-
jawaban yang ditemukan. Peserta didik juga mampu mengumpulkan informasi melalui studi
pustaka, studi dokumen, wawancara, observasi, kuesioner, dan Teknik pengumpulan
informasi lainnya. Merencanakan dan mengembangkan penyelidikan. Peserta didik
mengorganisasikan informasi dengan memilih, mengolah dan menganalisis informasi yang
diperoleh. Proses analisis informasi dilakukan dengan cara verifikasi, interpretasi, dan
triangulasi informasi. Peserta didik menarik kesimpulan, menjawab, mengukur dan
mendeskripsikan serta menjelaskan permasalahan yang ada dengan memenuhi prosedur dan
tahapan yang ditetapkan. Peserta didik mengungkapkan seluruh hasil tahapan di atas secara
lisan dan tulisan dalam bentuk media digital dan non-digital. Peserta didik lalu
mengomunikasikan hasil temuannya dengan mempublikasikan hasil laporan dalam bentuk
presentasi digital dan atau non-digital, dan sebagainya. Selain itu peserta didik mampu
mengevaluasi pengalaman belajar yang telah dilalui dan diharapkan dapat merencanakan
proyek lanjutan dengan melibatkan lintas mata pelajaran secara kolaboratif.
Modul Ajar Kurikulum Merdeka
Modul Ajar IPS SMP Fase D Kelas 8
Elemen Pemahaman Konsep Elemen Keterampilan proses
Pada akhir fase ini, peserta didik
mampu memahami dan memiliki
kesadaran akan keberadaan diri serta
mampu berinteraksi dengan
lingkungan terdekatnya. Ia mampu
menganalisis hubungan antara kondisi
geografis daerah dengan karakteristik
masyarakat dan memahami potensi
sumber daya alam serta kaitannya
dengan mitigasi kebencanaan . Ia juga
mampu menganalisis hubungan antara
keragaman kondisi geografis nusantara
terhadap pembentukan kemajemukan
budaya. Ia mampu memahami
bagaimana masyarakat saling berupaya
untuk dapat memenuhi kebutuhan
hidupnya. Ia mampu menganalisis peran
pemerintah dan masyarakat dalam
mendorong pertumbuhan perekonomian.
Peserta didik juga mampu memahami
dan memiliki kesadaran terhadap
perubahan sosial yang sedang terjadi di
era kontemporer. Ia dapat menganalisis
perkembangan ekonomi di era digital.
Peserta didik memahami tantangan
pembangunan dan potensi Indonesia
menjadi negara maju. Ia menyadari
perannya sebagai bagian dari masyarakat
Indonesia dan dunia di tengah isu-isu
regional dan global yang sedang terjadi
dan ikut memberikan kontribusi yang
positif.
Pada akhir fase ini, Peserta didik mampu
memahami dan menerapkan materi
pembelajaran melalui pendekatan
keterampilan proses dalam belajarnya, yaitu
mengamati, menanya dengan rumus 5W
1H. Kemudian mampu memperkirakan apa
yang akan terjadi berdasarkan jawaban-
jawaban yang ditemukan. Peserta didik juga
mampu mengumpulkan informasi melalui
studi pustaka, studi dokumen, lapangan,
wawancara, observasi, kuesioner, dan
teknik pengumpulan informasi lainnya.
merencanakan dan mengembangkan
penyelidikan. Peserta didik
mengorganisasikan informasi dengan
memilih, mengolah dan menganalisis
informasi yang diperoleh. Proses analisis
informasi dilakukan dengan cara verifikasi,
interpretasi, dan triangulasi informasi.
Peserta didik menarik kesimpulan,
menjawab, mengukur dan mendeskripsikan
serta menjelaskan permasalahan yang ada
dengan memenuhi prosedur dan tahapan
yang ditetapkan. Peserta didik
mengungkapkan seluruh hasil tahapan di
atas secara lisan dan tulisan dalam bentuk
media digital dan non-digital. Peserta didik
lalu mengomunikasikan hasil temuannya
dengan mempublikasikan hasil laporan
dalam bentuk presentasi digital dan atau
non digital, dan sebagainya. Selain itu
peserta didik mampu mengevaluasi
pengalaman belajar yang telah dilalui dan
diharapkan dapat merencanakan proyek
lanjutan dengan melibatkan lintas mata
pelajaran secara kolaboratif.
C. PROFIL PELAJAR PANCASILA
 Beriman, Bertakwa Kepada Tuhan Yang Maha Esa, dan Berahlak Mulia;
 Berkebhinekaan Global;
 Bergotong Royong;
 Mandiri;
 Bernalar Kritis; dan
 Kreatif.
Modul Ajar Kurikulum Merdeka
Modul Ajar IPS SMP Fase D Kelas 8
D. SARANA DAN PRASARANA
Media, Sumber Belajar, dan Alat
Sumber utama:
 Slide gambar tentang Kampung Baduy di Banten.
 Buku Siswa Ilmu Pengetahuan Sosial Kelas VII, 2021, Jakarta: Kemendikbud, Pusta
Kurikulum dan Perbukuan.
 LCD, laptop, papan tulis.
Sumber alternatif:
 Guru juga dapat menggunakan sumber belajar alternatif yang terdapat di lingkungan
setempat dan sesuai dengan tema.
Pengembangan sumber belajar:
 Guru dapat membuat audio visual mengenai peranan lembaga sosial dalam pemanfaatan
sumber daya alam.
E. TARGET PESERTA DIDIK
 Peserta didik reguler/tipikal: umum, tidak ada kesulitan dalam mencerna dan memahami
materi ajar.
 Peserta didik dengan pencapaian tinggi: mencerna dan memahami dengan cepat, mampu
mencapai keterampilan berfikir aras tinggi (HOTS), dan memiliki keterampilan
memimpin
F. MODEL PEMBELAJARAN
 Tatap Muka
KOMPONEN INTI
A. TUJUAN KEGIATAN PEMBELAJARAN
Alur Tujuan Pembelajaran :
1. Peserta didik mampu menganalisis peranan lembaga sosial dalam pemanfaatan sumber
daya alam
B. PEMAHAMAN BERMAKNA
 Meningkatkan kemampuan siswa tentang peranan lembaga sosial dalam pemanfaatan
sumber daya alam
C. PERTANYAAN PEMANTIK
 Bagaimana peran masing-masing lembaga sosial dalam pemanfaatan sumber daya alam?
 Mengapa masing-masing lembaga sosial harus bisa memanfaatkan sumber daya alam
dengan baik?
D. KEGIATAN PEMBELAJARAN
Kegiatan Pendahuluan
 Guru dan peserta didik mengucapkan salam dan doa.
 Guru dan peserta mengondisikan pembelajaran.
 Apersepsi: Peserta didik melihat gambar Kampung Baduy di Banten. Guru dapat
menambahkan variasi gambar menggunakan tayangan video dari internet. Apersepsi
juga dapat dilakukan dengan dengan melibatkan aktivitas peserta didik. Peserta didik
difasilitasi guru mengaitkan gambar dengan kegiatan belajar sebelumnya. Guru
melanjutkan dengan memberikan motivasi terkait peranan lembaga sosial dalam
pemanfaatan sumber daya alam.
Modul Ajar Kurikulum Merdeka
Modul Ajar IPS SMP Fase D Kelas 8
 Motivasi: Peran lembaga sosial dalam pemanfaatan sumber daya alam ini sangat
berpengaruh terhadap kelestarian alam, maka dari itu kita sebagai seseorang yang
dibekali dengan ilmu dari sekolah sebaiknya dapat menjaga kelestarian alam.
 Peserta didik dibantu guru menyimak gambaran tema dan tujuan pembelajaran dalam
tema 01. Tujuan Pembelajaran: Peserta didik mampu menganalisis peranan lembaga
sosial dalam pemanfaatan sumber daya alam.
 Guru menginformasikan tujuan pembelajaran pertemuan 13 dan 14 tentang peranan
lembaga sosial dalam pemanfaatan sumber daya alam.
Kegiatan Inti
Guru menjelaskan tentang petunjuk kerja dan tugas dari Lembar Aktivitas 14 untuk
mengidentifikasi peranan lembaga sosial dalam pemanfaatan sumber daya alam. Kegiatan
ini dimaksudkan untuk memberikan pengalaman peserta didik bahwa setiap lembaga sosial
mempunyai peran untuk memanfaatkan sumber daya alam. Proses tukar menukar hasil
diskusi dapat dilakukan dalam waktu singkat, kemudian guru melakukan tanya jawab
dengan peserta didik terkait hasil identifikasi. Secara interaktif guru mengaitkan hasil
identifikasi dengan orientasi pembelajaran tentang peranan lembaga sosial dalam
pemanfaatan sumber daya alam.
Peserta Didik Mengidentifikasi Masalah
Setelah peserta didik mengidentifikasi peranan lembaga sosial dalam pemanfaatan sumber
daya alam, selanjutnya guru mendorong peserta didik mengajukan berbagai pertanyaan yang
mengarah pada HOTS. Beberapa pertanyaan yang diajukan, misalnya: Bagaimana peran
masing-masing lembaga sosial dalam pemanfaatan sumber daya alam? Mengapa masing-
masing lembaga sosial harus bisa memanfaatkan sumber daya alam dengan baik?
Peserta Didik Mengelola Informasi
 Peserta didik membaca teks tentang peranan lembaga sosial dalam pemanfaatan sumber
daya alam.
 Guru memfasilitasi sumber lain misalnya memberikan tautan internet yang mendukung
penjelasan dan pendalaman sumber belajar.
 Untuk memperoleh informasi lebih luas peserta didik juga dapat melakukan browsing
peranan lembaga sosial dalam pemanfaatan sumber daya alam. Guru dapat memberikan
beberapa tautan berita, tulisan, dan laporan video tentang peranan lembaga sosial dalam
pemanfaatan sumber daya alam.
 Peserta didik mengolah informasi secara berkelompok di bawah bimbingan guru.
Kegiatan ini dapat dilakukan secara bervariasi, misalnya dengan diskusi kelompok,
jigsaw learning, dan inkuiri.
Contoh: Menggunakan Diskusi Kelompok
1. Guru membimbing peserta didik membagi kelompok yang terdiri dari 4-5 peserta
didik. Pembagian kelompok misalnya dengan cara permainan berhitung. Guru
mengintruksikan peserta didik untuk berkumpul dengan jumlah peserta didik yang
berbeda.
Misalnya, “berkumpul 5 peserta didik, berkumpul 6 peserta didik dan seterusnya”
2. Guru membimbing peserta didik untuk mengidentifikasi peranan lembaga sosial
dalam pemanfaatan sumber daya alam yang ada di Indonesia.
3. Peserta didik melakukan diskusi dalam kelompok kecil dan guru menjadi fasilitator
dengan cara berkeliling dari kelompok satu ke kelompok lain untuk memberikan
Modul Ajar Kurikulum Merdeka
Modul Ajar IPS SMP Fase D Kelas 8
dorongan agar semua anggota kelompok berpartisipasi aktif.
4. Masing-masing kelompok melaporkan hasil diskusinya dalam bentuk
laporan/poster/karya lainnya.
5. Guru memandu peserta didik mempresentasikan hasil diskusi.
6. Pada akhir kegiatan, guru menyimpulkan laporan hasil diskusi.
 Peserta didik memilih dan mengorganisasikan informasi yang diperoleh.
 Guru membimbing dan mengarahkan proses belajar peserta didik (kegiatan belajar).
 Guru memastikan peserta didik mengerjakan tugas dengan baik.
 Guru membantu peserta didik menemukan sumber belajar lainnya.
Hal tersebut bertujuan untuk mengembangkan kreativitas dan kerja sama peserta didik
dalam menganalisis peranan lembaga sosial dalam pemanfaatan sumber daya alam.
Peserta Didik Merencanakan dan Mengembangkan Ide
 Hasil pengolahan informasi disajikan dalam bentuk laporan/poster/karya lainnya.
 Peserta didik secara kelompok mengerjakan Lembar Aktivitas 14 untuk membuat mind
map tentang peranan lembaga sosial dalam pemanfaatan sumber daya alam.
Peserta Didik Melakukan Refleksi Diri dan Aksi
 Dalam kelas atau melalui media berbasis internet peserta didik mengomunikasikan hasil
pengolahan informasi.
 Guru memfasilitasi peserta didik menemukan simpulan pembelajaran.
 Guru memberikan kesempatan ke peserta didik untuk mengajukan pendapat atau
pertanyaan.
 Penguatan dan pengayaan dilakukan untuk mengembangkan kompetensi peserta didik.
Penutup
 Penilaian pembelajaran dilakukan secara lisan atau tertulis.
 Peserta didik melakukan refleksi pembelajaran berkaitan dengan sikap, pengetahuan,
dan keterampilan.
Sikap
 Apakah aku sudah melakukan pembelajaran secara bertanggung jawab?
 Inspirasi dari pembelajaran tentang peranan lembaga sosial dalam pemanfaatan sumber
daya alam dalam hidup saya adalah...
Pengetahuan:
 Apakah aku sudah mampu mengidentifikasi peranan lembaga sosial dalam pemanfaatan
sumber daya alam?
 Mengapa masing-masing lembaga sosial harus bisa memanfaatkan sumber daya alam
dengan baik?
Keterampilan :
 Apakah aku sudah berhasil membuat esai/poster/karya lainnya tentang peranan lembaga
sosial dalam pemanfaatan sumber daya alam?
 Refleksi juga dapat dilakukan dengan cara lain, misalnya kuis tentang peranan lembaga
sosial dalam pemanfaatan sumber daya alam, menuliskan kompetensi yang diperoleh
baik sikap, pengetahuan, dan keterampilan. Dapat pula dengan menuliskan inspirasi
yang diperoleh dan yang akan dilakukan pada masa yang akan datang.
Modul Ajar Kurikulum Merdeka
Modul Ajar IPS SMP Fase D Kelas 8
 Tindak lanjut dilakukan dengan mendorong peserta didik mempelajari lebih lanjut dan
informasi pembelajaran berikutnya tentang peranan lembaga sosial dalam pemanfaatan
sumber daya manusia.
 Doa dan penutup.
F. REFLEKSI
Refleksi Guru :
 Apakah Kegitan belajar berhasil?
 Berapa persen peserta didik mencapai tujuan?
 Kesulitan apa yang dialami guru dan peserta didik?
 Apa langkah yang perlu dilakukan untuk memperbaiki proses belajar?
 Apakah seluruh peserta didik mengikuti pelajaran dengan baik?
Refleksi Peserta Didik :
 Bagian mana yang menurutmu paling sulit dari pelajaran ini?
 Apa yang akan kamu lakukan untuk memperbaikan hasil belajaramu?
 Kepada siapa kamu akan meminta bantuan untuk memahami pelajaran ini?
 Jika kamu diminta untuk memberikan binta 1 sampai 5, berapa bintang akan kamu berikan
pada usaha yang kamu lakukan?
 Bagian mana dari pembelajaran ini yang kamu menyenakan?
F. ASESMEN / PENILAIAN
Penilaian Proses dan Hasil Pembelajaran
a. Konsep Penilaian dan Pembelajaran IPS
Penilaian merupakan kegiatan yang bertujuan untuk memperoleh, menganalisis, menafsirkan
proses dan hasil belajar peserta didik secara sistematis. Penilaian tersebut dapat digunakan
untuk mengetahui tingkat keberhasilan pencapaian kompetensi, proses pembelajaran, tingkat
kesulitan belajar peserta didik, dan penentuan tindak lanjut pembelajaran. Penilaian
pembelajaran IPS memakai pendekatan penilaian autentik (authentic assesment) untuk
menilai kesiapan peserta didik, proses, dan hasil belajar secara utuh. Hasil penilaian tersebut
dapat dimanfaatkan guru dalam merencanakan program perbaikan (remedial), pengayaan
(enrichment), layanan konseling, dan sebagai landasan untuk memperbaiki proses
pembelajaran selanjutnya.
b. Teknik dan Instrumen Penilaian
Penilaian kompetensi sikap, keterampilan, dan pengetahuan dilakukan menggunakan teknik
dan instrumen penilaian. Berikut merupakan penjabaran teknik dan instrumen penilaian dari
masing-masing kompetensi.
1. Penilaian kompetensi sikap
Teknik penilaian kompetensi sikap dapat berupa observasi, penilaian diri, dan penilaian
antar teman. Kegiatan ini bisa dilakukan oleh guru matabpelajaran, wali kelas, dan guru
bimbingan konseling (BK) yang ditulis dalam buku jurnal. Jurnal berisi catatan kejadian
tertentu dan informasi lain yang relevan.
a. Observasi
Instrumen dalam observasi yaitu lembar observasi atau jurnal. Lembar observasi berisi
catatan perilaku peserta didik berdasarkan pengamatan oleh guru mata pelajaran, wali kelas,
dan guru bimbingan konseling selama satu semester. Setiap catatan berisi deskripsi perilaku
Modul Ajar Kurikulum Merdeka
Modul Ajar IPS SMP Fase D Kelas 8
peserta didik yang dilengkapi dengan waktu dan tempat pengamatan tersebut.
Jika terjadi perubahan sikap peserta didik dari yang kurang baik menjadi baik maka dalam
jurnal harus ditulis bahwa sikap peserta didik tersebut telah baik atau bahkan sangat baik. Hal
yang dicatat dalam jurnal bisa berupa sikap kurang baik, baik, maupun sangat baik, serta
perkembangan perubahan sikap peserta didik. Berikut merupakan lembar observasi penilaian
sikap peserta didik selama satu semester:
Tabel Jurnal Pengembangan Sikap
No Tanggal Nama Siswa Catatan Perilaku Butir Sikap
1
2
3
4
dst
Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam pelaksanaan penilaian sikap menggunakan
teknik observasi :
 Jurnal penilaian sikap ditulis oleh guru mata pelajaran, wali kelas, dan guru BK selama
satu semester.
 Penilaian oleh wali kelas dapat menggunakan 1 (satu) jurnal untuk satu kelas yang
menjadi tanggung-jawabnya. Penilaian oleh guru mata pelajaran dapat menggunakan 1
(satu) jurnal untuk setiap kelas yang diajarnya, dan penilaian oleh guru BK dapat
menggunakan 1 (satu) jurnal untuk setiap kelas di bawah bimbingannya.
 Penilaian perkembangan sikap sipritual dan sikap sosial peserta didik bisa dicatat dalam
satu jurnal yang sama atau dalam 2 (dua) jurnal berbeda.
 Peserta didik yang dicatat dalam jurnal adalah peserta didik yang menunjukkan perilaku
yang sangat baik maupun kurang baik secara alami.
 Pencatatan jurnal dilakukan dengan segera seperti ketika wali kelas, guru mata pelajaran,
maupun guru BK menyaksikan atau memperoleh informasi terpercaya mengenai perilaku
peserta didik.
 Jika peserta didik pernah menunjukkan sikap kurang baik tetapi selama satu semester
tersebut menunjukan perkembangan ke arah sikap baik, maka sikap baik tersebut juga
dicatat dalam jurnal.
 Guru mata pelajaran dan guru BK merangkum catatan jurnal perkembangan sikap
spiritual dan sikap sosial setiap peserta didik dan menyerahkannya kepada wali kelas
untuk diolah lebih lanjut
Berikut merupakan jurnal penilaian (perkembangan) sikap spiritual dan sikap sosial oleh
wali kelas.
Jurnal Penilaian Sikap Spiritual
Nama Sekolah : SMP .............................
Kelas/Semester : VIII/I
Tahun Pelajaran : 2022/2023
Modul Ajar Kurikulum Merdeka
Modul Ajar IPS SMP Fase D Kelas 8
No Waktu Nama Siswa Catatan Perilaku Butir Sikap
1 19/07/22 Haidar Tidak mengikuti sholat
Dzuhur berjamaah di
sekolah.
Ketaqwaan
2 19/07/22 Halwa Mengganggu teman
ketika berdoa sebelum
kegiatan pembelajaran.
Ketaqwaan
3 19/07/22 Sugi Mengajak teman berdoa
sebelum olahraga
badminton di sekolah.
Ketaqwaan
4 19/07/22 Said Berpartisipasi sebagai
panitia perayaan
keagamaan di sekolah.
Toleransi
beragama
Jurnal Penilaian Sikap Sosial
Nama Sekolah : SMP .............................
Kelas/Semester : VIII/I
Tahun Pelajaran: 2022/2023
No Waktu Nama Siswa Catatan Perilaku Butir Sikap
1 12/07/22 Haidar Membantu seorang
teman yang kesulitan
menyebrang jalan di
depan sekolah.
Kepedulian
2 26/08/22 Halwa Menyerahkan dompet
yang ditemukan di
kantin sekolah kepada
wali kelas.
Kejujuran
3 26/09/22 Sugi Tidak menggunakan
atribut upacara di
sekolah dengan legkap.
Kedisiplinan
4 25/10/22 Said Berinisiatif menyiram
tanaman yang mulai
kering.
Kepedulian
Format di atas dapat digunakan guru mata pelajaran dan guru BK dalam penilain sikap
spiritual dan sosial. Catatan tersebut juga dapat dibuat dalam satu tabel yang sama dengan
menambahkan kolom keterangan pada bagian paling kanan untuk menuliskan keterangan
jenis sikap yang ditulis. Berikut merupakan tabel jurnal penilaian sikap (spiritual dan sosial)
yang dijadikan dalam satu tabel:
Modul Ajar Kurikulum Merdeka
Modul Ajar IPS SMP Fase D Kelas 8
Jurnal Penilaian Sikap
Nama Sekolah : SMP .............................
Kelas/Semester : VIII/I
Tahun Pelajaran: 2022/2023
No Waktu Nama Siswa Catatan Perilaku Butir Sikap Ket.
1 19/07/22 Haidar Membantu seorang
teman yang
kesulitan
menyebrang jalan di
depan sekolah
Ketaqwaan Sosial
2 19/07/22 Halwa Mengajak teman
berdoa sebelum
olahraga badminton
di sekolah.
Kepeduliaan Spiritual
3 19/07/22 Sugi Mengganggu teman
ketika berdoa
sebelum kegiatan
pembelajaran.
Toleransi
beragama
Spiritual
4 18/11/22 Said Berinisiatif
menyiram tanaman
yang mulai kering.
Ketaqwaan Sosial
b. Penilaian Diri (Self Assesment)
Penilaian diri merupakan teknik penilaian terhadap diri sendiri oleh peserta didik dengan
mengidentiikasi kelebihan dan kekurangan sikap peserta didik dalam berperilaku. Teknik
penilaian ini dapat digunakan untuk menumbuhkan nilai-nilai kejujuran dan meningkatkan
kemampuan releksi diri peserta didik. Satu tabel penilaian diri dapat digunakan untuk
penilaian sikap spiritual dan sikap sosial. Berikut merupakan lembar penilaian diri
menggunakan Likert Scale.
Lembar Penilaian Diri Siswa (Likert Scale)
Nama teman yang dinilai : ..................
Nama penilai : ..................
Kelas : ....................
Semester : ....................
Berilah tanda centang pada kolom “Ya” atau “Tidak” sesuai dengan keadaan
sebenarnya
No Pernyataan
Skala
1 2 3 4
1 Saya berdoa sebelum melakukan kegiatan
Modul Ajar Kurikulum Merdeka
Modul Ajar IPS SMP Fase D Kelas 8
2 Saya melaksanakan ibadah sholat tepat waktu
3 Saya berani mengakui kesalahan jika memang
bersalah
4 Saya mengumpulkan tugas sesuai jadwal yang
diberikan
5 Saya mengembalikan barang yang saya pinjam
dalam kondisi baik
6 Saya meminta maaf jika melakukan kesalahan
7 Saya datang ke sekolah tepat waktu
Keterangan:
1 = sangat jarang
2 = jarang
3 = sering
4 = selalu
c. Penilaian Antar Teman
Penilaian antar teman adalah teknik penilaian yang dilakukan peserta didik terhadap
peserta didik yang lain mengenai sikap/perilaku peserta didik. Penilaian antarteman dapat
digunakan untuk menumbuhkan nilai kejujuran, tenggang rasa, dan saling menghargai. Satu
lembar penilaian diri dapat digunakan untuk penilaian sikap spiritual dan sikap sosial.
Berikut merupakan lembar penilaian antarteman menggunakan Likert Scale.
Lembar Penilaian Diri Siswa (Likert Scale)
Nama : ..................
Kelas : ....................
Semester : ....................
Berilah tanda centang pada kolom “Ya” atau “Tidak” sesuai dengan keadaan
sebenarnya
No Pernyataan
Skala
1 2 3 4
1 Teman saya berkata jujur kepada orang lain
2 Teman saya mengerjakan ulangan dengan jujur
3 Teman saya mentaati tata-tertib sekolah
4 .....................................
Keterangan:
Modul Ajar Kurikulum Merdeka
Modul Ajar IPS SMP Fase D Kelas 8
1 = sangat jarang
2 = jarang
3 = sering
4 = selalu
Pada dasarnya teknik penilaian diri ini tidak hanya untuk aspek sikap, tetapi juga dapat
digunakan untuk menilai kompetensi dalam aspek kete rampilan dan pengetahuan.
2. Penilaian Kompetensi Pengetahuan
a) Pengertian Penilaian Pengetahuan
Penilaian pengetahuan merupakan penilaian yang dilakukan untuk mengetahui
kemampuan peserta didik berkaitan dengan penguasaan pengetahuan faktual, konseptual,
maupun prosedural serta kecakapan berpikir tingkat rendah hingga tinggi. Guru dapat
memilih teknik penilaian yang disesuaikan dengan karakteristik kompetensi yang akan
dinilai. Penilaian diawali dengan perencanaan pada saat menyusun rencana pelaksanaan
pembelajaran (RPP). Hasil penilaian pengetahuan yang dilakukan selama dan setelah proses
pembelajaran dinyatakan dalam bentuk angka dengan rentang 0-100.
b) Teknik Penilaian Pengetahuan
Teknik penilaian pengetahuan yang akan digunakan dapat disesuaikan dengan
karakteristik masing-masing Kmpetensi Dasar (KD). Teknik penilaian pengetahuan yang
sering digunakan yaitu tes tertulis, tes lisan, dan penugasan. Berikut merupakan penjabaran
dari berbagai teknik penilaian pengetahuan.
Teknik Penilaian Pengetahuan
Teknik Bentuk Instrumen Tujuan
Tes tertulis Pilihan ganda, benar-salah,
menjodohkan, isian atau
melengkapi, dan uraian.
Mengetahui kemampuan
penguasaan pengetahuan
peserta didik dalam proses
pembelajaran.
Tes lisan Tanya jawab Mengetahui pemahaman peserta
didik sebagai dasar perbaikan
proses pembelajaran
Penugasan Tugas individu dan kelompok Memfasilitasi penguasaan
pengetahuan peserta didik
selama proses pembelajaran.
1. Tes Tertulis
Tes tertulis merupakan soal dan jawaban disajikan secara tertulis, misalnya pilihan ganda,
benar-salah, dan uraian. Langkah-langkah pengembangan tes tertulis:
Kisi-kisi Tes Tertulis
Nama Sekolah : SMP .............................
Kelas/Semester : VIII/I
Modul Ajar Kurikulum Merdeka
Modul Ajar IPS SMP Fase D Kelas 8
Tahun Pelajaran : 2022/2023
Mata Pelajaran : IPS
No
Kompetensi
Dasar
Materi
Indikator
Soal
Bentuk
Soal
Jumlah
Soal
1 Menganalisis
peranan lembaga
sosial dalam
pemanfaatan
sumber daya
alam
Peranan
Lembaga
Sosial dalam
Pemanfaatan
Sumber
Daya Alam
Peserta didik
diharapkan
mampu
menganalisis
peranan lembaga
sosial dalam
pemanfaatan
sumber daya
alam.
Tes
Tertulis
2
Butir soal:
1. Bagaimana peran masing-masing lembaga sosial dalam pemanfaatan sumber daya alam?
2. Apa alasan pemanfaatan sumber daya alam harus dengan bijak?
Pemberian skor Tes Tertulis
No.
Soal
Kunci Jawaban Skor
1 Peran lembaga sosial dalam pemanfaatan sumber daya alam
adalah lembaga sosial dapat menjadi norma-norma atau aturan
dalam memanfaatkan sumber daya alam. Norma-norma ini
dapat mengatur penggunaan sumber daya alam secara berkelanjutan
dan tidak berlebihan.
2
2 Pemanfaatan sumber daya alam (SDA) oleh manusia yakni untuk
memenuhi kebutuhan hidupnya. Namun, kekayaan sumber daya
alam tersebut akan cepat habis jika digunakan secara berlebihan.
Oleh karena itu SDA harus dimanfaatkan secara bijaksana.
2
Total Skor Maksimum 4
2. Tes Lisan
Tes lisan merupakan pertanyaan yang diberikan guru secara lisan kepada peserta didik
yang jawaban atas pertanyaan tersebut juga disampaikan secara lisan. Tes ini bertujuan untuk
mengetahui penguasaan pengetahuan peserta didik dan menumbuhkan kemampuan
Modul Ajar Kurikulum Merdeka
Modul Ajar IPS SMP Fase D Kelas 8
berkomunikasi. Pemberian tes lisan dapat dilakukan pada saat pembelajaran berlangsung.
pertanyaan pada tes lisan:
 Apakah aku sudah mampu mengidentifikasi peranan lembaga sosial dalam pemanfaatan
sumber daya alam?
 Mengapa masing-masing lembaga sosial harus bisa memanfaatkan sumber daya alam
dengan baik?
3. Penugasan
Penugasan adalah pemberian tugas untuk meningkatkan pengetahuan peserta didik. Tugas
dapat dikerjakan baik secara individu maupun kelompok sesuai dengan kompetensi yang
ingin dicapai. Berikut merupakan kisi-kisi tugas dan pedoman penskorannya.
Nama Sekolah : SMP .............................
Kelas/Semester : VIII/I
Tahun Pelajaran: 2022/2023
Mata Pelajaran : IPS
Kompetensi
Dasar
Materi Indikator
Teknik
Penilaian
Menganalisis
peranan lembaga
sosial dalam
pemanfaatan
sumber daya alam
Peranan Lembaga
Sosial dalam
Pemanfaatan
Sumber Daya
Alam
Peserta didik
diharapkan mampu
menganalisis peranan
lembaga sosial dalam
pemanfaatan sumber
daya alam.
Penugasan
Pedoman Pemberian Skor Tugas
No Soal Aspek yang Dinilai Skor
1 Bagaimana peranan lembaga sosial dalam memanfaatkan
sumber daya alam?
0-2
2 Bagaimana manfaat sumber daya alam yang dimiliki
Indonesia dalam kaitannya dengan kesejahteraan
masyarakat?
0-3
3 Bagaimana peran lembaga agama dalam pemanfaatan
sumber daya alam?
0-3
4 Apa saja yang perlu diperhatikan dalam pemanfaatan dan
pengelolaan sumber daya alam?
0-2
Total Skor Maksimum 10
Modul Ajar Kurikulum Merdeka
Modul Ajar IPS SMP Fase D Kelas 8
3. Penilaian Keterampilan
a) Pengertian Penilaian Keterampilan
Penilaian keterampilan dilakukan untuk mengetahui kemampuan peserta didik dalam
menerapkan pengetahuan yang telah diperoleh untuk melakukan tugas tertentu sesuai dengan
indikator pencapaian kompetensi. Penilaian ini dapat dilakukan dengan berbagai teknik,
seperti penilaian kinerja dan penilaian proyek. Berikut merupakan contoh kisi-kisi penilaian
keterampilan, tugas, dan pedoman pemberian skor.
b) Teknik Penilaian Keterampilan
• Penilaian kinerja
Berikut ini Kisi-kisi Penilaian Kinerja, soal/tugas, pedoman pemberian skor:
Kisi-kisi Penilaian Kinerja
Nama Sekolah : SMP .............................
Kelas/Semester : VIII/I
Tahun Pelajaran : 2022/2023
Mata Pelajaran : IPS
No
Kompetensi
Dasar
Materi Indikator
Teknik
Penilaian
1 Menganalisis
peranan lembaga
sosial dalam
pemanfaatan sumber
daya alam
Peranan
Lembaga Sosial
dalam
Pemanfaatan
Sumber Daya
Alam
Peserta didik
diharapkan mampu
menganalisis peranan
lembaga sosial dalam
pemanfaatan sumber
daya alam.
Rubrik Pemberian Skor Penilaian Kinerja
No Aspek yang Dinilai
Skala
0 1 2 3 4
1 Merencanakan pengamatan
2 Melakukan pengamatan
3 Membuat laporan
Jumlah:
Penilaian diberikan dengan memperhatikan aspek proses dan produk. Guru dapat
menetapkan bobot pemberian skor yang berbeda antara satu dan aspek yang lainnya dengan
memperhatikan karakteristik kompetensi yang dinilai.
Modul Ajar Kurikulum Merdeka
Modul Ajar IPS SMP Fase D Kelas 8
Rubrik Penilaian Kinerja
No Indikator Rubrik
1 Menyiapkan bahan
yang diperlukan
2 = Menyiapkan seluruh alat dan bahan yang diperlukan.
1 = Menyiapakan sebagian alat dan bahan yang
diperlukan.
0 = Tidak menyiapkan alat bahan
2 Pengamatan 4 = Melakukan empat langkah kerja dengan tepat
3 = Melakukan tiga langkah kerja dengan tepat.
2 = Melakukan dua langkah kerja dengan tepat.
1 = Melakukan satu langkah kerja dengan tepat.
0 = Tidak melakukan langkah kerja.
Langkah kerja:
1. Menyiapkan kertas gambar ukuran A4.
2. Menggambar peranan lembaga sosial dalam
pemanfaatan sumber daya alam.
3. Mencantumkan komponen peranan lembaga sosial
dalam pemanfaatan sumber daya alam pada gambar
yang di buat.
4. Memberikan warna pada kenampakan objek yang di
gambar pada peranan lembaga sosial dalam
pemanfaatan sumber daya alam.
3 Membuat laporan 3 = Memenuhi 3 kriteria
2 = Memenuhi 2 kriteria
1 = Memenuhi 1 kriteria
0 = Tidak memenuhi kriteria
Kriteria laporan:
1. Memenuhi sistematika laporan (judul, tujuan, alat dan
bahan, prosedur, data pengamatan, pembahasan,
kesimpulan)
2. Data, pembahasan, dan kesimpulan benar
3. Komunikatif
• Penilaian proyek
Penilaian proyek merupakan kegiatan yang bertujuan untuk mengetahui kemampuan
Modul Ajar Kurikulum Merdeka
Modul Ajar IPS SMP Fase D Kelas 8
peserta didik dalam mengimplementasikan pengetahuannya melalui penyelesaian suatu tugas
dalam waktu tertentu. Penilaian ini dapat digunakan untuk mengukur satu maupun beberapa
Kompetensi Dasar (KD) dalam satu atau beberapa mata pelajaran.
Kegiatan yang dilakukan dimulai dengan perencanaan, pengumpulan, pengorganisasian,
pengolahan, penyajian, dan pelaporan. Beberapa hal yang perlu dipertimbangkan dalam
penilaian proyek, yaitu:
1) Pengelolaan
Kemampuan peserta didik untuk menentukan tema atau topik, mengumpulkan informasi,
pengolahan data, dan penulisan laporan.
2) Relevansi
Tema yang dipilih sesuai dengan Kompetensi Dasar (KD).
3) Keaslian
Laporan atau produk yang dibuat peserta didik merupakan hasil karyanya.
4) Inovasi dan Kreativitas
Terdapat unsur-unsur kebaruan dan berbeda pada produk yang dihasilkan peserta didik.
Kisi-kisi Penilaian Proyek
Nama Sekolah : SMP .............................
Kelas/Semester : VIII/I
Tahun Pelajaran : 2022/2023
Mata Pelajaran : IPS
No
Kompetensi
Dasar
Materi Indikator
Teknik
Penilaian
1 Menganalisis
peranan lembaga
sosial dalam
pemanfaatan
sumber daya alam
Peranan Lembaga
Sosial dalam
Pemanfaatan
Sumber Daya
Alam
Peserta didik
diharapkan mampu
menganalisis
peranan lembaga
sosial dalam
pemanfaatan
sumber daya alam.
Penilaian
Proyek
Proyek : Buatlah poster salah satu tujuan peranan lembaga sosial dalam pemanfaatan
sumber daya alam menggunakan kertas gambar ukuran A3, pensil warna atau cat air dengan
memperhatikan hal- hal berikut!
1. Pilihlah salah satu tujuan peranan lembaga sosial dalam pemanfaatan sumber daya alam.
2. Amati tujuan tersebut apakah telah tercapai atau belum tercapai di Indonesia lalu
sampaikan dalam poster.
3. Gambar salah satu tujuan peranan lembaga sosial dalam pemanfaatan sumber daya alam
yang telah dipilih!
4. Tuliskan peranan lembaga sosial dalam pemanfaatan sumber daya alam konsep dari poster
yang akan peserta didik sampaikan!
Modul Ajar Kurikulum Merdeka
Modul Ajar IPS SMP Fase D Kelas 8
5. Laporkan hasilnya secara lisan!
Rubrik Pemberian Skor Proyek
No Pernyataan
Skor
1 2 3 4
1 Kemampuan peserta didik dalam merencanakan
2 Kemampuan menggambar poster
3 Kemampuan penyampaian konsep berdasarkan poster
yang digambar
4 Kemampuan mempresentasikan isi poster
5 Produk Poster
Skor Maksimum 15
Catatan:
Guru bisa menetapkan bobot yang berbeda-beda antara aspek satu dan lainnya
pada pemberian skor dengan memperhatikan karakteristik Kompetensi Dasar
(KD) atau keterampilan yang dinilai.
Rubrik PenilaianProyek
No Pernyataan Keterangan
1 Kemampuan Perencanaan 2 = perencanaan lengkap (bahan, cara kerja, hasil),
dan rinci
1 = perencanaan kurang lengkap
0 = tidak ada perencanaan
2 Kemampuan menggambar
poster secara tepat sesuai
dengan salah satu tujuan
peranan lembaga sosial
dalam pemanfaatan sumber
daya alam
2 = menggambar dan mewarnai poster dengan baik
dan interpretasi tujuan pembangunan
berkelanjutan dalam poster tepat.
1 = menggambar dan memberikan warna pada
poster tetapi salah dalam menginterpretasikan
tujuan pembangunan berkelanjutan yang dipilih.
0 = gambar tidak diberi warna dan tidak tepat dalam
menginterpretasikan tujuan pembangunan
berkelanjutan yang dipilih.
Modul Ajar Kurikulum Merdeka
Modul Ajar IPS SMP Fase D Kelas 8
G. KEGIATAN PENGAYAAN DAN REMEDIAL
Pengayaan
Materi di bawah ini merupakan informasi penting yang dapat digunakan untuk
mengembangkan kompetensi yang dipelajari peserta didik dalam buku teks.
Soekanto, Soerjono. 2012. Sosiologi Suatu Pengantar. Jakarta: PT. Rajawali Press.
Remedial
Remedial diberikan kepada siswa yang mendapat kriteria paham sebagian dan tidak paham
dengan kegiatan mengulang pembelajaran di luar jam pelajaran.
LAMPIRAN
A. LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK
LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)
2. Bagaimana Peranan Lembaga Sosial dalam Pemanfaatan
Sumber Daya Alam?
Nama :
Nama kelompok :
Kelas :
Petunjuk!
B. BAHAN BACAAN GURU & PESERTA DIDIK
 Guru dan peserta didik mencari berbagai informasi tentang peranan lembaga sosial
dalam pemanfaatan sumber daya alam dari berbagai media atau website resmi dibawa
nauangan kementerian pendidikan, kebudayaan, riset dan teknologi.
 Buku Panduan Guru dan Siswa Ilmu Pengetahuan Sosial untuk SMP Kelas VIII :
Kemendikbudristek 2021.
Modul Ajar Kurikulum Merdeka
Modul Ajar IPS SMP Fase D Kelas 8
C. GLOSARIUM
Glosarium
adat istiadat: Himpunan kaidah-kaidah sosial yang sejak lama ada dan telah menjadi
kebiasaan (tradisi) dalam masyarakat.
benua: Hamparan daratan yang sangat luas yang berada di permukaan bumi.
budaya: Suatu cara hidup yang berkembang dan dimiliki Bersama oleh sebuah kelompok
orang dan diwariskan dari generasi ke generasi.
cuaca: Keadaan udara pada saat tertentu dan di wilayah tertentu yang relatif sempit dan pada
jangka waktu yan singkat.
dinamika penduduk: Perubahan jumlah penduduk pada suatu wilayah yang disebabkan oleh
tiga faktor yaitu, kelahiran (natalitas), kematian (mortalitas), dan perpindahan
(migrasi).
diplomasi: Urusan kepentingan sebuah negara dengan perantaraan wakil-wakilnya di negara
lain.
eksogen: Tenaga yang berasal dari luar bumi, artinya tenaga luar berhubungan dengan tenaga
yang berasal dari atas permukaan bumi.
endogen: Tenaga yang berasal dari dalam perut bumi sehingga mengakibatkan pergerakan
kulit bumi.
globalisasi: Terbentuknya sistem organisasi dan komunikasi antarmasyarakat di seluruh dunia
untuk mengikuti sistem dan kaidah yang sama
iklim: Rerata keadaan udara atau cuaca yang terjadi pada rentang wilayah yang luas serta
rentang waktu yang lama. Wilayah tersebut bisa satu benua atau negara dengan
waktu, misalnya 10 tahun atau 20 tahun.
imperialism : Sistem politik yang bertujuan menjajah negara lain untuk mendapatkan
kekuasaan dan keuntungan lebih besar.
inflasi: Kemerosotan nilai uang karena banyaknya dan cepatnya uang beredar sehingga
menyebabkan naiknya harga barang-barang
inovasi: Diterapkannya alat/ide baru untuk melengkapi atau menggantikan ide/alat yang lama
integrasi sosial: Proses penyesuaian unsur-unsur yang berbeda dalam masyarakat sehingga
menjadi satu kesatuan
kolonialisme: Penguasaan oleh suatu negara atas daerah atau bangsa lain dengan maksud
untuk memperluas negara.
komoditas: Barang ekspor atau impor.
komposisi penduduk: Pengelompokan penduduk berdasarkan kriteria tertentu. misalnya
berdasarkan agama, jenis kelamin, ras, usia, status perkawinan, dan lain-lain.
koperasi: Organisasi ekonomi rakyat yang berwatak sosial dan beranggotakan orang-orang,
badan-badan hukum koperasi yang merupakan tata susunan ekonomi sebagai usaha
bersama berdasarkan asas kekeluargaan.
mobilitas sosial: Perpindahan posisi seseorang atau sekelompok orang dari lapisan yang satu
ke lapisan yang lain.
piramida penduduk: Dua buah diagram batang, pada sisi lainnya menunjukkan jumlah
penduduk laki-laki dan pada sisi lainnya menunjukkan jumlah penduduk
Modul Ajar Kurikulum Merdeka
Modul Ajar IPS SMP Fase D Kelas 8
perempuan dalam kelompok interval usia penduduk lima tahunan.
potensi: Kemampuan yang dimiliki.
reformasi: Perubahan secara drastis untuk perbaikan (bidang sosial, politik, agama) dalam
suatu masyarakat atau negara.
region: Suatu wilayah yang memiliki ciri atau karakteristik tersendiri yang berbeda dengan
wilayah lainnya.
Think Pair Share: Think (berpikir secara mandiri), Pair (berpasangan) dan Share (berbagi
dalam segala hal termasuk pengetahuan ke satu individu atau grup belajar).
Two Stay Two Stray: Satu model pembelajaran kooperatif untuk menghadapi kemampuan
heterogen siswa yang dilakukan dengan membentuk kelompok yang bersifat
heterogen kemudian saling bertukar informasi dengan kelompok lain TSTS
memungkinkan siswa untuk saling bekerja sama dan saling bertukar informasi
dengan cara 2 anggota tinggal di kelompok dan 2 anggota menjadi tamu di
kelompok lain.
D. DAFTAR PUSTAKA
Daftar Pustaka
Abbas, Syamsuddin. 1997 Revolusi hijau dengan swasembada beras dan jagung. Jakarta:
Sekretariat Badan Pengendali Bimas Departemen Pertanian
Budiawan. 2017. Nasion & nasionalisme, jelajah ringkas teoritis. Yogyakarta: Penerbit
Ombak.
Bahasa Indonsia.2007. Kerja sama Perdagangan Internasional: Peluang dan Tantangan
bagi Bangsa Indonesia.Jakarta: PT Elekmediakomputindo.
Dawam, R.M, dkk. 1995. Bank Indonesia Dalam Kilasan Sejarah. Jakarta: LP3S.
Djojohadikusumo, Sumitro. (1953). Persoalan Ekonomi di Indonesia. Jakarta: Indira
Hatta, Mohammad. 1960. Ekonomi terpimpin. Jakarta: Fasco
Horton, Paul dan Chester L. Hunt. 1999. Sosiologi. Jakarta : Erlangga
Martono, Nanang. 2012. Sosiologi perubahan sosial. Jakarta: Raja Grafindo Persada.
Pranarka, AMW, Leonardus B. Moerdani dan Supardjo Roestam. 1986. Wawasan
kebangsaan, ketahanan nasional, dan wawasan nusantara. Yogyakarta: Lembaga
Pengkajian Kebudayaan Sarjana Wiyata Tamansiswa.
Poesponegoro, Marwati Djoened. 1993. Sejarah Nasional Indonesia VI. Jakarta : Balai
Pustaka
Poesponegoro, Marwati Djoened. 2010. Sejarah Nasional Indonesia V. Jakarta : Balai
Pustaka
Ricklefs, Merle Calvin. 2008. Sejarah Indonesia Modern 1200-2008. Jakarta: Serambi
Reid, Anthony JS. 1996. Revolusi Nasional Indonesia. Jakarta: Pustaka Sinar Harapan.
Soekanto, Soerjono. 2012. Sosiologi suatu pengantar. Jakarta: PT. Rajawali Press.
Smith, Anthony D. 2003. Nasionalisme: teori, ideologi, sejarah. Jakarta: Penerbit Erlangga.
Supardi.2011. Dasar-Dasar Ilmu Sosial.Yogyakarta:Ombak.
Modul Ajar Kurikulum Merdeka
Modul Ajar IPS SMP Fase D Kelas 8
MODUL AJAR KURIKULUM MERDEKA
IPS FASE D KELAS VIII
INFORMASI UMUM
A. IDENTITAS MODUL
Penyusun
Instansi
Tahun Penyusunan
Jenjang Sekolah
Mata Pelajaran
Fase / Kelas
Tema 01
Subtema D
Materi 3
Alokasi Waktu
:
:
:
:
:
:
:
:
:
:
.....................................
SMP …………………
Tahun 2022
SMP
Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS)
D / VIII
Kondisi Geografis dan Pelestarian Sumber Daya
Peran Lembaga Sosial dalam Pemanfaatan Sumber
Daya Alam dan Manusia
Peranan Lembaga Sosial dalam Pemanfaatan Sumber
Daya Manusia
2 JP (Pertemuan Ke-15)
B. KOMPETENSI AWAL
Capaian Pembelajaran IPS Fase D
Pada akhir fase ini, peserta didik mampu memahami dan memiliki kesadaran akan
keberadaan diri dan keluarga serta lingkungan terdekatnya. Ia mampu menganalisis hubungan
antara kondisi geografis daerah dengan karakteristik masyarakat serta memahami potensi
sumber daya alamnya. Ia juga mampu menganalisis hubungan antara keragaman kondisi
geografis nusantara terhadap pembentukan kemajemukan budaya. Ia mampu memahami
bagaimana masyarakat saling berupaya untuk dapat memenuhi kebutuhan hidupnya. Ia
mampu menganalisis peran pemerintah dan masyarakat dalam mendorong pertumbuhan
perekonomian. Peserta didik juga mampu memahami dan memiliki kesadaran terhadap
perubahan sosial yang sedang terjadi di era kontemporer. Ia dapat menganalisis
perkembangan ekonomi di era digital. Peserta didik memahami tantangan pembangunan dan
potensi Indonesia menjadi negara maju. Ia menyadari perannya sebagai bagian dari
masyarakat Indonesia dan dunia di tengah isu-isu regional dan global yang sedang terjadi dan
ikut memberikan kontribusi yang positif.
Peserta didik mampu memahami dan menerapkan materi pembelajaran melalui
pendekatan keterampilan proses dalam belajarnya, yaitu mengamati, menanya dengan rumus
5W 1H. Kemudian mampu memperkirakan apa yang akan terjadi berdasarkan jawaban-
jawaban yang ditemukan. Peserta didik juga mampu mengumpulkan informasi melalui studi
pustaka, studi dokumen, wawancara, observasi, kuesioner, dan Teknik pengumpulan
informasi lainnya. Merencanakan dan mengembangkan penyelidikan. Peserta didik
mengorganisasikan informasi dengan memilih, mengolah dan menganalisis informasi yang
diperoleh. Proses analisis informasi dilakukan dengan cara verifikasi, interpretasi, dan
triangulasi informasi. Peserta didik menarik kesimpulan, menjawab, mengukur dan
mendeskripsikan serta menjelaskan permasalahan yang ada dengan memenuhi prosedur dan
tahapan yang ditetapkan. Peserta didik mengungkapkan seluruh hasil tahapan di atas secara
lisan dan tulisan dalam bentuk media digital dan non-digital. Peserta didik lalu
mengomunikasikan hasil temuannya dengan mempublikasikan hasil laporan dalam bentuk
presentasi digital dan atau non-digital, dan sebagainya. Selain itu peserta didik mampu
mengevaluasi pengalaman belajar yang telah dilalui dan diharapkan dapat merencanakan
proyek lanjutan dengan melibatkan lintas mata pelajaran secara kolaboratif.
Modul Ajar Kurikulum Merdeka
Modul Ajar IPS SMP Fase D Kelas 8
Elemen Pemahaman Konsep Elemen Keterampilan proses
Pada akhir fase ini, peserta didik
mampu memahami dan memiliki
kesadaran akan keberadaan diri serta
mampu berinteraksi dengan
lingkungan terdekatnya. Ia mampu
menganalisis hubungan antara kondisi
geografis daerah dengan karakteristik
masyarakat dan memahami potensi
sumber daya alam serta kaitannya
dengan mitigasi kebencanaan . Ia juga
mampu menganalisis hubungan antara
keragaman kondisi geografis nusantara
terhadap pembentukan kemajemukan
budaya. Ia mampu memahami
bagaimana masyarakat saling berupaya
untuk dapat memenuhi kebutuhan
hidupnya. Ia mampu menganalisis peran
pemerintah dan masyarakat dalam
mendorong pertumbuhan perekonomian.
Peserta didik juga mampu memahami
dan memiliki kesadaran terhadap
perubahan sosial yang sedang terjadi di
era kontemporer. Ia dapat menganalisis
perkembangan ekonomi di era digital.
Peserta didik memahami tantangan
pembangunan dan potensi Indonesia
menjadi negara maju. Ia menyadari
perannya sebagai bagian dari masyarakat
Indonesia dan dunia di tengah isu-isu
regional dan global yang sedang terjadi
dan ikut memberikan kontribusi yang
positif.
Pada akhir fase ini, Peserta didik mampu
memahami dan menerapkan materi
pembelajaran melalui pendekatan
keterampilan proses dalam belajarnya, yaitu
mengamati, menanya dengan rumus 5W
1H. Kemudian mampu memperkirakan apa
yang akan terjadi berdasarkan jawaban-
jawaban yang ditemukan. Peserta didik juga
mampu mengumpulkan informasi melalui
studi pustaka, studi dokumen, lapangan,
wawancara, observasi, kuesioner, dan
teknik pengumpulan informasi lainnya.
merencanakan dan mengembangkan
penyelidikan. Peserta didik
mengorganisasikan informasi dengan
memilih, mengolah dan menganalisis
informasi yang diperoleh. Proses analisis
informasi dilakukan dengan cara verifikasi,
interpretasi, dan triangulasi informasi.
Peserta didik menarik kesimpulan,
menjawab, mengukur dan mendeskripsikan
serta menjelaskan permasalahan yang ada
dengan memenuhi prosedur dan tahapan
yang ditetapkan. Peserta didik
mengungkapkan seluruh hasil tahapan di
atas secara lisan dan tulisan dalam bentuk
media digital dan non-digital. Peserta didik
lalu mengomunikasikan hasil temuannya
dengan mempublikasikan hasil laporan
dalam bentuk presentasi digital dan atau
non digital, dan sebagainya. Selain itu
peserta didik mampu mengevaluasi
pengalaman belajar yang telah dilalui dan
diharapkan dapat merencanakan proyek
lanjutan dengan melibatkan lintas mata
pelajaran secara kolaboratif.
C. PROFIL PELAJAR PANCASILA
 Beriman, Bertakwa Kepada Tuhan Yang Maha Esa, dan Berahlak Mulia;
 Berkebhinekaan Global;
 Bergotong Royong;
 Mandiri;
 Bernalar Kritis; dan
 Kreatif.
Modul Ajar Kurikulum Merdeka
Modul Ajar IPS SMP Fase D Kelas 8
D. SARANA DAN PRASARANA
Media, Sumber Belajar, dan Alat
Sumber utama:
 Slide gambar tentang Kampung Baduy di Banten.
 Buku Siswa Ilmu Pengetahuan Sosial Kelas VII, 2021, Jakarta: Kemendikbud, Pusta
Kurikulum dan Perbukuan.
 LCD, laptop, papan tulis.
Sumber alternatif:
 Guru juga dapat menggunakan sumber belajar alternatif yang terdapat di lingkungan
setempat dan sesuai dengan tema.
Pengembangan sumber belajar:
 Guru dapat membuat audio visual mengenai peranan lembaga sosial dalam pemanfaatan
sumber daya alam.
E. TARGET PESERTA DIDIK
 Peserta didik reguler/tipikal: umum, tidak ada kesulitan dalam mencerna dan memahami
materi ajar.
 Peserta didik dengan pencapaian tinggi: mencerna dan memahami dengan cepat, mampu
mencapai keterampilan berfikir aras tinggi (HOTS), dan memiliki keterampilan
memimpin
F. MODEL PEMBELAJARAN
 Tatap Muka
KOMPONEN INTI
A. TUJUAN KEGIATAN PEMBELAJARAN
Alur Tujuan Pembelajaran :
1. Peserta didik mampu menganalisis peranan lembaga sosial dalam pemanfaatan sumber
daya manusia.
B. PEMAHAMAN BERMAKNA
 Meningkatkan kemampuan siswa tentang mengenai peranan lembaga sosial dalam
pemanfaatan sumber daya manusia.
C. PERTANYAAN PEMANTIK
 Bagaimana peran masing-masing lembaga sosial dalam pemanfaatan sumber daya
manusia?
 Mengapa masing-masing lembaga sosial harus bisa memanfaatkan sumber daya manusia
dengan baik?
D. KEGIATAN PEMBELAJARAN
Kegiatan Pendahuluan
 Guru dan peserta didik mengucapkan salam dan doa.
 Guru dan peserta mengondisikan pembelajaran.
 Apersepsi: Peserta didik melihat gambar keluarga. Guru dapat menambahkan variasi
gambar menggunakan tayangan video dari internet. Apersepsi juga dapat dilakukan
dengan melibatkan aktivitas peserta didik. Peserta didik difasilitasi guru mengaitkan
gambar dengan kegiatan belajar sebelumnya. Guru melanjutkan dengan memberikan
motivasi terkait peranan lembaga sosial dalam pemanfaatan sumber daya manusia.
Modul Ajar Kurikulum Merdeka
Modul Ajar IPS SMP Fase D Kelas 8
 Motivasi: Dengan adanya lembaga sosial dalam pemanfaatan sumber daya manusia
dapat bermanfaat sebagai saluran memanfaatkan sumber daya manusia secara lebih
bijak.
 Peserta didik dibantu guru menyimak gambaran tema dan tujuan pembelajaran dalam
tema 01.
Tujuan Pembelajaran: Peserta didik mampu menganalisis peranan lembaga sosial dalam
pemanfaatan sumber daya manusia.
 Guru menginformasikan tujuan pembelajaran pertemuan 15 tentang peranan lembaga
sosial dalam pemanfaatan sumber daya manusia.
Kegiatan Inti
Guru menjelaskan tentang peranan lembaga sosial dalam pemanfaatan sumber daya
manusia. Kegiatan ini dimaksudkan untuk memberikan pengalaman peserta didik bahwa
lembaga sosial mempunyai peran untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia.
Kemudian guru melakukan tanya jawab dengan peserta didik terkait hasil identifikasi.
Secara interaktif guru mengaitkan hasil identifikasi dengan orientasi pembelajaran tentang
peranan lembaga sosial dalam pemanfaatan sumber daya manusia.
Peserta Didik Mengidentifikasi Masalah
Setelah peserta didik mengidentifikasi peranan lembaga sosial dalam pemanfaatan sumber
daya manusia, selanjutnya guru mendorong peserta didik mengajukan berbagai pertanyaan
yang mengarah pada HOTS. Beberapa pertanyaan yang diajukan, misalnya: Bagaimana
peran masing-masing lembaga sosial dalam pemanfaatan sumber daya manusia? Mengapa
masing-masing lembaga sosial harus bisa memanfaatkan sumber daya manusia dengan baik?
Peserta Didik Mengelola Informasi
 Peserta didik membaca teks tentang peranan lembaga sosial dalam pemanfaatan sumber
daya manusia.
 Guru memfasilitasi sumber lain misalnya memberikan tautan internet yang mendukung
penjelasan dan pendalaman sumber belajar.
 Untuk memperoleh informasi lebih luas peserta didik juga dapat melakukan browsing
peranan lembaga sosial dalam pemanfaatan sumber daya manusia. Guru dapat
memberikan beberapa tautan berita, tulisan, dan laporan video tentang peranan lembaga
sosial dalam pemanfaatan sumber daya manusia.
 Peserta didik mengolah informasi secara berkelompok di bawah bimbingan guru.
Kegiatan ini dapat dilakukan secara bervariasi, misalnya dengan diskusi kelompok,
jigsaw learning, dan inkuiri.
Contoh: Menggunakan Diskusi Kelompok
1. Guru membimbing peserta didik membagi kelompok yang terdiri dari 4-5 peserta
didik. Pembagian kelompok misalnya dengan cara permainan berhitung. Guru
mengintruksikan peserta didik untuk berkumpul dengan jumlah peserta didik yang
berbeda.
Misalnya, “berkumpul 5 peserta didik, berkumpul 6 peserta didik dan seterusnya”
2. Guru membimbing peserta didik untuk mengidentifikasi peranan lembaga sosial
dalam pemanfaatan sumber daya alam yang ada di Indonesia.
3. Peserta didik melakukan diskusi dalam kelompok kecil dan guru menjadi fasilitator
dengan cara berkeliling dari kelompok satu ke kelompok lain untuk memberikan
Modul Ajar Kurikulum Merdeka
Modul Ajar IPS SMP Fase D Kelas 8
dorongan agar semua anggota kelompok berpartisipasi aktif.
4. Masing-masing kelompok melaporkan hasil diskusinya dalam bentuk
laporan/poster/karya lainnya.
5. Guru memandu peserta didik mempresentasikan hasil diskusi.
6. Pada akhir kegiatan, guru menyimpulkan laporan hasil diskusi.
 Peserta didik memilih dan mengorganisasikan informasi yang diperoleh.
 Guru membimbing dan mengarahkan proses belajar peserta didik (kegiatan belajar).
 Guru memastikan peserta didik mengerjakan tugas dengan baik.
 Guru membantu peserta didik menemukan sumber belajar lainnya. Ini untuk
mengembangkan kreativitas dan kerja sama peserta didik dalam menganalisis peranan
lembaga sosial dalam pemanfaatan SDM.
Peserta Didik Merencanakan dan Mengembangkan Ide
 Hasil pengolahan informasi disajikan dalam bentuk laporan/poster/karya lainnya.
 Peserta didik secara kelompok mengerjakan Lembar Aktivitas 15 untuk membuat mind
map tentang peranan lembaga sosial dalam pemanfaatan sumber daya manusia.
Peserta Didik Melakukan Refleksi Diri dan Aksi
 Dalam kelas atau melalui media berbasis internet peserta didik mengomunikasikan hasil
pengolahan informasi.
 Guru memfasilitasi peserta didik menemukan simpulan pembelajaran.
 Guru memberikan kesempatan ke peserta didik untuk mengajukan pendapat atau
pertanyaan.
 Penguatan dan pengayaan dilakukan untuk mengembangkan kompetensi peserta didik.
Penutup
 Penilaian pembelajaran dilakukan secara lisan atau tertulis.
 Peserta didik melakukan refleksi pembelajaran berkaitan dengan sikap, pengetahuan,
dan keterampilan.
Sikap
 Apakah aku sudah melakukan pembelajaran secara bertanggung jawab?
 Inspirasi dari pembelajaran tentang peranan lembaga sosial dalam pemanfaatan sumber
daya manusia dalam hidup saya adalah …..
Pengetahuan:
 Apakah aku sudah mampu mengidentifikasi peranan lembaga sosial dalam pemanfaatan
sumber daya manusia ?
 Mengapa masing-masing lembaga sosial harus bisa memanfaatkan sumber daya
manusia dengan baik?
Keterampilan :
 Apakah aku sudah berhasil membuat esai/poster/karya lainnya tentang peranan lembaga
sosial dalam pemanfaatan sumber daya manusia?
 Refleksi juga dapat dilakukan dengan cara lain, misalnya kuis tentang peranan lembaga
sosial dalam pemanfaatan sumber daya manusia, menuliskan kompetensi yang
diperoleh baik sikap, pengetahuan, dan keterampilan. Dapat pula dengan menuliskan
inspirasi yang diperoleh dan yang akan dilakukan pada masa yang akan datang.
Modul Ajar Kurikulum Merdeka
Modul Ajar IPS SMP Fase D Kelas 8
 Tindak lanjut dilakukan dengan mendorong peserta didik mempelajari lebih lanjut dan
informasi pembelajaran berikutnya tentang perdagangan Nusantara pada awal Masehi.
 Doa dan penutup.
F. REFLEKSI
Refleksi Guru :
 Apakah Kegitan belajar berhasil?
 Berapa persen peserta didik mencapai tujuan?
 Kesulitan apa yang dialami guru dan peserta didik?
 Apa langkah yang perlu dilakukan untuk memperbaiki proses belajar?
 Apakah seluruh peserta didik mengikuti pelajaran dengan baik?
Refleksi Peserta Didik :
Setelah mempelajari materi lembaga sosial, kesimpulan apa yang dapat kalian ambil dari
materi tersebut? Pengetahuan apa saja yang kamu peroleh? Sikap apa yang dapat kamu
kembangkan? Keterampilan apa saja yang dapat dikuasai? Pada materi ini, lembaga sosial dapat
berperan dalam pemanfaatan sumber daya alam dan sumber daya manusia. Kemudian menurut
kalian bagaimanakah cara untuk meningkatkan peran lembaga sosial dalam pemanfaatan
sumber daya alam dan sumber daya manusia?
F. ASESMEN / PENILAIAN
Penilaian Proses dan Hasil Pembelajaran
a. Konsep Penilaian dan Pembelajaran IPS
Penilaian merupakan kegiatan yang bertujuan untuk memperoleh, menganalisis, menafsirkan
proses dan hasil belajar peserta didik secara sistematis. Penilaian tersebut dapat digunakan
untuk mengetahui tingkat keberhasilan pencapaian kompetensi, proses pembelajaran, tingkat
kesulitan belajar peserta didik, dan penentuan tindak lanjut pembelajaran. Penilaian
pembelajaran IPS memakai pendekatan penilaian autentik (authentic assesment) untuk
menilai kesiapan peserta didik, proses, dan hasil belajar secara utuh. Hasil penilaian tersebut
dapat dimanfaatkan guru dalam merencanakan program perbaikan (remedial), pengayaan
(enrichment), layanan konseling, dan sebagai landasan untuk memperbaiki proses
pembelajaran selanjutnya.
b. Teknik dan Instrumen Penilaian
Penilaian kompetensi sikap, keterampilan, dan pengetahuan dilakukan menggunakan teknik
dan instrumen penilaian. Berikut merupakan penjabaran teknik dan instrumen penilaian dari
masing-masing kompetensi.
1. Penilaian kompetensi sikap
Teknik penilaian kompetensi sikap dapat berupa observasi, penilaian diri, dan penilaian
antar teman. Kegiatan ini bisa dilakukan oleh guru matabpelajaran, wali kelas, dan guru
bimbingan konseling (BK) yang ditulis dalam buku jurnal. Jurnal berisi catatan kejadian
tertentu dan informasi lain yang relevan.
a. Observasi
Instrumen dalam observasi yaitu lembar observasi atau jurnal. Lembar observasi berisi
catatan perilaku peserta didik berdasarkan pengamatan oleh guru mata pelajaran, wali kelas,
dan guru bimbingan konseling selama satu semester. Setiap catatan berisi deskripsi perilaku
peserta didik yang dilengkapi dengan waktu dan tempat pengamatan tersebut.
Modul Ajar Kurikulum Merdeka
Modul Ajar IPS SMP Fase D Kelas 8
Jika terjadi perubahan sikap peserta didik dari yang kurang baik menjadi baik maka dalam
jurnal harus ditulis bahwa sikap peserta didik tersebut telah baik atau bahkan sangat baik. Hal
yang dicatat dalam jurnal bisa berupa sikap kurang baik, baik, maupun sangat baik, serta
perkembangan perubahan sikap peserta didik. Berikut merupakan lembar observasi penilaian
sikap peserta didik selama satu semester:
Tabel Jurnal Pengembangan Sikap
No Tanggal Nama Siswa Catatan Perilaku Butir Sikap
1
2
3
4
dst
Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam pelaksanaan penilaian sikap menggunakan
teknik observasi :
 Jurnal penilaian sikap ditulis oleh guru mata pelajaran, wali kelas, dan guru BK selama
satu semester.
 Penilaian oleh wali kelas dapat menggunakan 1 (satu) jurnal untuk satu kelas yang
menjadi tanggung-jawabnya. Penilaian oleh guru mata pelajaran dapat menggunakan 1
(satu) jurnal untuk setiap kelas yang diajarnya, dan penilaian oleh guru BK dapat
menggunakan 1 (satu) jurnal untuk setiap kelas di bawah bimbingannya.
 Penilaian perkembangan sikap sipritual dan sikap sosial peserta didik bisa dicatat dalam
satu jurnal yang sama atau dalam 2 (dua) jurnal berbeda.
 Peserta didik yang dicatat dalam jurnal adalah peserta didik yang menunjukkan perilaku
yang sangat baik maupun kurang baik secara alami.
 Pencatatan jurnal dilakukan dengan segera seperti ketika wali kelas, guru mata pelajaran,
maupun guru BK menyaksikan atau memperoleh informasi terpercaya mengenai perilaku
peserta didik.
 Jika peserta didik pernah menunjukkan sikap kurang baik tetapi selama satu semester
tersebut menunjukan perkembangan ke arah sikap baik, maka sikap baik tersebut juga
dicatat dalam jurnal.
 Guru mata pelajaran dan guru BK merangkum catatan jurnal perkembangan sikap
spiritual dan sikap sosial setiap peserta didik dan menyerahkannya kepada wali kelas
untuk diolah lebih lanjut
Berikut merupakan jurnal penilaian (perkembangan) sikap spiritual dan sikap sosial oleh
wali kelas.
Jurnal Penilaian Sikap Spiritual
Nama Sekolah : SMP .............................
Kelas/Semester : VIII/I
Tahun Pelajaran : 2022/2023
Modul Ajar Kurikulum Merdeka
Modul Ajar IPS SMP Fase D Kelas 8
No Waktu Nama Siswa Catatan Perilaku Butir Sikap
1 19/07/22 Haidar Tidak mengikuti sholat
Dzuhur berjamaah di
sekolah.
Ketaqwaan
2 19/07/22 Halwa Mengganggu teman
ketika berdoa sebelum
kegiatan pembelajaran.
Ketaqwaan
3 19/07/22 Sugi Mengajak teman berdoa
sebelum olahraga
badminton di sekolah.
Ketaqwaan
4 19/07/22 Said Berpartisipasi sebagai
panitia perayaan
keagamaan di sekolah.
Toleransi
beragama
Jurnal Penilaian Sikap Sosial
Nama Sekolah : SMP .............................
Kelas/Semester : VIII/I
Tahun Pelajaran: 2022/2023
No Waktu Nama Siswa Catatan Perilaku Butir Sikap
1 12/07/22 Haidar Membantu seorang
teman yang kesulitan
menyebrang jalan di
depan sekolah.
Kepedulian
2 26/08/22 Halwa Menyerahkan dompet
yang ditemukan di
kantin sekolah kepada
wali kelas.
Kejujuran
3 26/09/22 Sugi Tidak menggunakan
atribut upacara di
sekolah dengan legkap.
Kedisiplinan
4 25/10/22 Said Berinisiatif menyiram
tanaman yang mulai
kering.
Kepedulian
Format di atas dapat digunakan guru mata pelajaran dan guru BK dalam penilain sikap
spiritual dan sosial. Catatan tersebut juga dapat dibuat dalam satu tabel yang sama dengan
menambahkan kolom keterangan pada bagian paling kanan untuk menuliskan keterangan
jenis sikap yang ditulis. Berikut merupakan tabel jurnal penilaian sikap (spiritual dan sosial)
yang dijadikan dalam satu tabel:
Modul Ajar Kurikulum Merdeka
Modul Ajar IPS SMP Fase D Kelas 8
Jurnal Penilaian Sikap
Nama Sekolah : SMP .............................
Kelas/Semester : VIII/I
Tahun Pelajaran: 2022/2023
No Waktu Nama Siswa Catatan Perilaku Butir Sikap Ket.
1 19/07/22 Haidar Membantu seorang
teman yang
kesulitan
menyebrang jalan di
depan sekolah
Ketaqwaan Sosial
2 19/07/22 Halwa Mengajak teman
berdoa sebelum
olahraga badminton
di sekolah.
Kepeduliaan Spiritual
3 19/07/22 Sugi Mengganggu teman
ketika berdoa
sebelum kegiatan
pembelajaran.
Toleransi
beragama
Spiritual
4 18/11/22 Said Berinisiatif
menyiram tanaman
yang mulai kering.
Ketaqwaan Sosial
b. Penilaian Diri (Self Assesment)
Penilaian diri merupakan teknik penilaian terhadap diri sendiri oleh peserta didik dengan
mengidentiikasi kelebihan dan kekurangan sikap peserta didik dalam berperilaku. Teknik
penilaian ini dapat digunakan untuk menumbuhkan nilai-nilai kejujuran dan meningkatkan
kemampuan releksi diri peserta didik. Satu tabel penilaian diri dapat digunakan untuk
penilaian sikap spiritual dan sikap sosial. Berikut merupakan lembar penilaian diri
menggunakan Likert Scale.
Lembar Penilaian Diri Siswa (Likert Scale)
Nama teman yang dinilai : ..................
Nama penilai : ..................
Kelas : ....................
Semester : ....................
Berilah tanda centang pada kolom “Ya” atau “Tidak” sesuai dengan keadaan
sebenarnya
No Pernyataan
Skala
1 2 3 4
1 Saya berdoa sebelum melakukan kegiatan
Modul Ajar Kurikulum Merdeka
Modul Ajar IPS SMP Fase D Kelas 8
2 Saya melaksanakan ibadah sholat tepat waktu
3 Saya berani mengakui kesalahan jika memang
bersalah
4 Saya mengumpulkan tugas sesuai jadwal yang
diberikan
5 Saya mengembalikan barang yang saya pinjam
dalam kondisi baik
6 Saya meminta maaf jika melakukan kesalahan
7 Saya datang ke sekolah tepat waktu
Keterangan:
1 = sangat jarang
2 = jarang
3 = sering
4 = selalu
c. Penilaian Antar Teman
Penilaian antar teman adalah teknik penilaian yang dilakukan peserta didik terhadap
peserta didik yang lain mengenai sikap/perilaku peserta didik. Penilaian antarteman dapat
digunakan untuk menumbuhkan nilai kejujuran, tenggang rasa, dan saling menghargai. Satu
lembar penilaian diri dapat digunakan untuk penilaian sikap spiritual dan sikap sosial.
Berikut merupakan lembar penilaian antarteman menggunakan Likert Scale.
Lembar Penilaian Diri Siswa (Likert Scale)
Nama : ..................
Kelas : ....................
Semester : ....................
Berilah tanda centang pada kolom “Ya” atau “Tidak” sesuai dengan keadaan
sebenarnya
No Pernyataan
Skala
1 2 3 4
1 Teman saya berkata jujur kepada orang lain
2 Teman saya mengerjakan ulangan dengan jujur
3 Teman saya mentaati tata-tertib sekolah
4 .....................................
Modul Ajar Kurikulum Merdeka
Modul Ajar IPS SMP Fase D Kelas 8
Keterangan:
1 = sangat jarang
2 = jarang
3 = sering
4 = selalu
Pada dasarnya teknik penilaian diri ini tidak hanya untuk aspek sikap, tetapi juga dapat
digunakan untuk menilai kompetensi dalam aspek kete rampilan dan pengetahuan.
2. Penilaian Kompetensi Pengetahuan
a) Pengertian Penilaian Pengetahuan
Penilaian pengetahuan merupakan penilaian yang dilakukan untuk mengetahui
kemampuan peserta didik berkaitan dengan penguasaan pengetahuan faktual, konseptual,
maupun prosedural serta kecakapan berpikir tingkat rendah hingga tinggi. Guru dapat
memilih teknik penilaian yang disesuaikan dengan karakteristik kompetensi yang akan
dinilai. Penilaian diawali dengan perencanaan pada saat menyusun rencana pelaksanaan
pembelajaran (RPP). Hasil penilaian pengetahuan yang dilakukan selama dan setelah proses
pembelajaran dinyatakan dalam bentuk angka dengan rentang 0-100.
b) Teknik Penilaian Pengetahuan
Teknik penilaian pengetahuan yang akan digunakan dapat disesuaikan dengan
karakteristik masing-masing Kmpetensi Dasar (KD). Teknik penilaian pengetahuan yang
sering digunakan yaitu tes tertulis, tes lisan, dan penugasan. Berikut merupakan penjabaran
dari berbagai teknik penilaian pengetahuan.
Teknik Penilaian Pengetahuan
Teknik Bentuk Instrumen Tujuan
Tes tertulis Pilihan ganda, benar-salah,
menjodohkan, isian atau
melengkapi, dan uraian.
Mengetahui kemampuan
penguasaan pengetahuan
peserta didik dalam proses
pembelajaran.
Tes lisan Tanya jawab Mengetahui pemahaman peserta
didik sebagai dasar perbaikan
proses pembelajaran
Penugasan Tugas individu dan kelompok Memfasilitasi penguasaan
pengetahuan peserta didik
selama proses pembelajaran.
1. Tes Tertulis
Tes tertulis merupakan soal dan jawaban disajikan secara tertulis, misalnya pilihan ganda,
benar-salah, dan uraian. Langkah-langkah pengembangan tes tertulis:
Kisi-kisi Tes Tertulis
Nama Sekolah : SMP .............................
Modul Ajar Kurikulum Merdeka
Modul Ajar IPS SMP Fase D Kelas 8
Kelas/Semester : VIII/I
Tahun Pelajaran : 2022/2023
Mata Pelajaran : IPS
No
Kompetensi
Dasar
Materi
Indikator
Soal
Bentuk
Soal
Jumlah
Soal
1 Menganalisis
peranan lembaga
sosial dalam
pemanfaatan
sumber daya
manusia
Peranan
Lembaga
Sosial dalam
Pemanfaatan
Sumber
Daya
Manusia
Peserta didik
diharapkan
mampu
menganalisis
peranan lembaga
sosial dalam
pemanfaatan
sumber daya
manusia.
Tes
Tertulis
2
Butir soal:
1. Apa peranan lembaga sosial dalam pemanfaatan sumber daya manusia?
2. Bagaimana peran lembaga sosial terhadap kehidupan manusia?
Pemberian skor Tes Tertulis
No.
Soal
Kunci Jawaban Skor
1 Berkaitan dengan usaha manusia untuk dapat memenuhi kebutuhan
hidupnya, peran lembaga sosial secara umum adalah untuk
memberikan pedoman tentang bagaimana harus bersikap maupun
bertingkah laku pada anggota masyarakat.
2
2 Karena fungsi lembaga sosial disini adalah sebagai pedoman
bertingkah laku atau bersikap, menjaga keutuhan masyarakat, dan
juga sebagai social control, yaitu sebagai sistem
pengawasaan masyarakat terhadap tingkah laku anggotanya.
2
Total Skor Maksimum 4
2. Tes Lisan
Tes lisan merupakan pertanyaan yang diberikan guru secara lisan kepada peserta didik
yang jawaban atas pertanyaan tersebut juga disampaikan secara lisan. Tes ini bertujuan untuk
mengetahui penguasaan pengetahuan peserta didik dan menumbuhkan kemampuan
berkomunikasi. Pemberian tes lisan dapat dilakukan pada saat pembelajaran berlangsung.
pertanyaan pada tes lisan:
Modul Ajar Kurikulum Merdeka
Modul Ajar IPS SMP Fase D Kelas 8
 Apakah aku sudah mampu mengidentifikasi peranan lembaga sosial dalam pemanfaatan
sumber daya manusia ?
 Mengapa masing-masing lembaga sosial harus bisa memanfaatkan sumber daya manusia
dengan baik?
3. Penugasan
Penugasan adalah pemberian tugas untuk meningkatkan pengetahuan peserta didik. Tugas
dapat dikerjakan baik secara individu maupun kelompok sesuai dengan kompetensi yang
ingin dicapai. Berikut merupakan kisi-kisi tugas dan pedoman penskorannya.
Nama Sekolah : SMP .............................
Kelas/Semester : VIII/I
Tahun Pelajaran: 2022/2023
Mata Pelajaran : IPS
Kompetensi
Dasar
Materi Indikator
Teknik
Penilaian
Menganalisis
peranan lembaga
sosial dalam
pemanfaatan
sumber daya
manusia
Peranan Lembaga
Sosial dalam
Pemanfaatan
Sumber Daya
Manusia
Peserta didik
diharapkan mampu
menganalisis peranan
lembaga sosial dalam
pemanfaatan sumber
daya manusia.
Penugasan
Pedoman Pemberian Skor Tugas
No Soal Aspek yang Dinilai Skor
1 Apa peranan lembaga sosial dalam pemanfaatan sumber
daya manusia?
0-2
2 Bagaimana peran lembaga sosial terhadap kehidupan
manusia?
0-3
3 Apa peranan lembaga keluarga dalam pemanfaatan sumber
daya manusia?
0-3
4 Bagaimana peranan lembaga sosial dan ekonomi? 0-2
Total Skor Maksimum 10
3. Penilaian Keterampilan
a) Pengertian Penilaian Keterampilan
Penilaian keterampilan dilakukan untuk mengetahui kemampuan peserta didik dalam
menerapkan pengetahuan yang telah diperoleh untuk melakukan tugas tertentu sesuai dengan
indikator pencapaian kompetensi. Penilaian ini dapat dilakukan dengan berbagai teknik,
seperti penilaian kinerja dan penilaian proyek. Berikut merupakan contoh kisi-kisi penilaian
keterampilan, tugas, dan pedoman pemberian skor.
Modul Ajar Kurikulum Merdeka
Modul Ajar IPS SMP Fase D Kelas 8
b) Teknik Penilaian Keterampilan
• Penilaian kinerja
Berikut ini Kisi-kisi Penilaian Kinerja, soal/tugas, pedoman pemberian skor:
Kisi-kisi Penilaian Kinerja
Nama Sekolah : SMP .............................
Kelas/Semester : VIII/I
Tahun Pelajaran : 2022/2023
Mata Pelajaran : IPS
No
Kompetensi
Dasar
Materi Indikator
Teknik
Penilaian
1 Menganalisis
peranan lembaga
sosial dalam
pemanfaatan sumber
daya manusia
Peranan
Lembaga Sosial
dalam
Pemanfaatan
Sumber Daya
Manusia
Peserta didik
diharapkan mampu
menganalisis peranan
lembaga sosial dalam
pemanfaatan sumber
daya manusia.
Rubrik Pemberian Skor Penilaian Kinerja
No Aspek yang Dinilai
Skala
0 1 2 3 4
1 Merencanakan pengamatan
2 Melakukan pengamatan
3 Membuat laporan
Jumlah:
Penilaian diberikan dengan memperhatikan aspek proses dan produk. Guru dapat
menetapkan bobot pemberian skor yang berbeda antara satu dan aspek yang lainnya dengan
memperhatikan karakteristik kompetensi yang dinilai.
Rubrik Penilaian Kinerja
No Indikator Rubrik
1 Menyiapkan bahan
yang diperlukan
2 = Menyiapkan seluruh alat dan bahan yang diperlukan.
1 = Menyiapakan sebagian alat dan bahan yang
diperlukan.
0 = Tidak menyiapkan alat bahan
2 Pengamatan 4 = Melakukan empat langkah kerja dengan tepat
Modul Ajar Kurikulum Merdeka
Modul Ajar IPS SMP Fase D Kelas 8
3 = Melakukan tiga langkah kerja dengan tepat.
2 = Melakukan dua langkah kerja dengan tepat.
1 = Melakukan satu langkah kerja dengan tepat.
0 = Tidak melakukan langkah kerja.
Langkah kerja:
1. Menyiapkan kertas gambar ukuran A4.
2. Menggambar peranan lembaga sosial dalam
pemanfaatan sumber daya manusia.
3. Mencantumkan komponen peranan lembaga sosial
dalam pemanfaatan sumber daya manusia pada gambar
yang di buat.
4. Memberikan warna pada kenampakan objek yang di
gambar pada peranan lembaga sosial dalam
pemanfaatan sumber daya manusia.
3 Membuat laporan 3 = Memenuhi 3 kriteria
2 = Memenuhi 2 kriteria
1 = Memenuhi 1 kriteria
0 = Tidak memenuhi kriteria
Kriteria laporan:
1. Memenuhi sistematika laporan (judul, tujuan, alat dan
bahan, prosedur, data pengamatan, pembahasan,
kesimpulan)
2. Data, pembahasan, dan kesimpulan benar
3. Komunikatif
• Penilaian proyek
Penilaian proyek merupakan kegiatan yang bertujuan untuk mengetahui kemampuan
peserta didik dalam mengimplementasikan pengetahuannya melalui penyelesaian suatu tugas
dalam waktu tertentu. Penilaian ini dapat digunakan untuk mengukur satu maupun beberapa
Kompetensi Dasar (KD) dalam satu atau beberapa mata pelajaran.
Kegiatan yang dilakukan dimulai dengan perencanaan, pengumpulan, pengorganisasian,
pengolahan, penyajian, dan pelaporan. Beberapa hal yang perlu dipertimbangkan dalam
penilaian proyek, yaitu:
1) Pengelolaan
Kemampuan peserta didik untuk menentukan tema atau topik, mengumpulkan informasi,
pengolahan data, dan penulisan laporan.
Modul Ajar Kurikulum Merdeka
Modul Ajar IPS SMP Fase D Kelas 8
2) Relevansi
Tema yang dipilih sesuai dengan Kompetensi Dasar (KD).
3) Keaslian
Laporan atau produk yang dibuat peserta didik merupakan hasil karyanya.
4) Inovasi dan Kreativitas
Terdapat unsur-unsur kebaruan dan berbeda pada produk yang dihasilkan peserta didik.
Kisi-kisi Penilaian Proyek
Nama Sekolah : SMP .............................
Kelas/Semester : VIII/I
Tahun Pelajaran : 2022/2023
Mata Pelajaran : IPS
No
Kompetensi
Dasar
Materi Indikator
Teknik
Penilaian
1 Menganalisis
peranan lembaga
sosial dalam
pemanfaatan
sumber daya
manusia
Peranan Lembaga
Sosial dalam
Pemanfaatan
Sumber Daya
Manusia
Peserta didik
diharapkan mampu
menganalisis
peranan lembaga
sosial dalam
pemanfaatan
sumber daya
manusia.
Penilaian
Proyek
Proyek : Buatlah poster salah satu tujuan peranan lembaga sosial dalam pemanfaatan
sumber daya manusia menggunakan kertas gambar ukuran A3, pensil warna atau cat air
dengan memperhatikan hal- hal berikut!
1. Pilihlah salah satu tujuan peranan lembaga sosial dalam pemanfaatan sumber daya
manusia.
2. Amati tujuan tersebut apakah telah tercapai atau belum tercapai di Indonesia lalu
sampaikan dalam poster.
3. Gambar salah satu tujuan peranan lembaga sosial dalam pemanfaatan sumber daya
manusia yang telah dipilih!
4. Tuliskan peranan lembaga sosial dalam pemanfaatan sumber daya manusia konsep dari
poster yang akan peserta didik sampaikan!
5. Laporkan hasilnya secara lisan!
Rubrik Pemberian Skor Proyek
No Pernyataan
Skor
1 2 3 4
1 Kemampuan peserta didik dalam merencanakan
Modul Ajar Kurikulum Merdeka
Modul Ajar IPS SMP Fase D Kelas 8
2 Kemampuan menggambar poster
3 Kemampuan penyampaian konsep berdasarkan poster
yang digambar
4 Kemampuan mempresentasikan isi poster
5 Produk Poster
Skor Maksimum 15
Catatan:
Guru bisa menetapkan bobot yang berbeda-beda antara aspek satu dan lainnya
pada pemberian skor dengan memperhatikan karakteristik Kompetensi Dasar
(KD) atau keterampilan yang dinilai.
Rubrik PenilaianProyek
No Pernyataan Keterangan
1 Kemampuan Perencanaan 2 = perencanaan lengkap (bahan, cara kerja, hasil),
dan rinci
1 = perencanaan kurang lengkap
0 = tidak ada perencanaan
2 Kemampuan menggambar
poster secara tepat sesuai
dengan salah satu tujuan
peranan lembaga sosial
dalam pemanfaatan sumber
daya manusia
2 = menggambar dan mewarnai poster dengan baik
dan interpretasi tujuan pembangunan
berkelanjutan dalam poster tepat.
1 = menggambar dan memberikan warna pada
poster tetapi salah dalam menginterpretasikan
tujuan pembangunan berkelanjutan yang dipilih.
0 = gambar tidak diberi warna dan tidak tepat dalam
menginterpretasikan tujuan pembangunan
berkelanjutan yang dipilih.
G. KEGIATAN PENGAYAAN DAN REMEDIAL
Pengayaan
Materi di bawah ini merupakan informasi penting yang dapat digunakan untuk
mengembangkan kompetensi yang dipelajari peserta didik dalam buku teks.
Soekanto, Soerjono. 2012. Sosiologi Suatu Pengantar. Jakarta: PT. Rajawali Press.
Modul Ajar Kurikulum Merdeka
Modul Ajar IPS SMP Fase D Kelas 8
Remedial
Remedial diberikan kepada siswa yang mendapat kriteria paham sebagian dan tidak paham
dengan kegiatan mengulang pembelajaran di luar jam pelajaran.
LAMPIRAN
A. LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK
LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)
Peranan Lembaga Sosial Dalam Pemanfaatan Sumber Daya Manusia
Nama :
Nama kelompok :
Kelas :
Petunjuk!
B. BAHAN BACAAN GURU & PESERTA DIDIK
 Guru dan peserta didik mencari berbagai informasi tentang peranan lembaga sosial
dalam pemanfaatan sumber daya manusia dari berbagai media atau website resmi
dibawa nauangan kementerian pendidikan, kebudayaan, riset dan teknologi.
 Buku Panduan Guru dan Siswa Ilmu Pengetahuan Sosial untuk SMP Kelas VIII :
Kemendikbudristek 2021.
C. GLOSARIUM
Glosarium
adat istiadat: Himpunan kaidah-kaidah sosial yang sejak lama ada dan telah menjadi
kebiasaan (tradisi) dalam masyarakat.
benua: Hamparan daratan yang sangat luas yang berada di permukaan bumi.
budaya: Suatu cara hidup yang berkembang dan dimiliki Bersama oleh sebuah kelompok
Modul Ajar Kurikulum Merdeka
Modul Ajar IPS SMP Fase D Kelas 8
orang dan diwariskan dari generasi ke generasi.
cuaca: Keadaan udara pada saat tertentu dan di wilayah tertentu yang relatif sempit dan pada
jangka waktu yan singkat.
dinamika penduduk: Perubahan jumlah penduduk pada suatu wilayah yang disebabkan oleh
tiga faktor yaitu, kelahiran (natalitas), kematian (mortalitas), dan perpindahan
(migrasi).
diplomasi: Urusan kepentingan sebuah negara dengan perantaraan wakil-wakilnya di negara
lain.
eksogen: Tenaga yang berasal dari luar bumi, artinya tenaga luar berhubungan dengan tenaga
yang berasal dari atas permukaan bumi.
endogen: Tenaga yang berasal dari dalam perut bumi sehingga mengakibatkan pergerakan
kulit bumi.
globalisasi: Terbentuknya sistem organisasi dan komunikasi antarmasyarakat di seluruh dunia
untuk mengikuti sistem dan kaidah yang sama
iklim: Rerata keadaan udara atau cuaca yang terjadi pada rentang wilayah yang luas serta
rentang waktu yang lama. Wilayah tersebut bisa satu benua atau negara dengan
waktu, misalnya 10 tahun atau 20 tahun.
imperialism : Sistem politik yang bertujuan menjajah negara lain untuk mendapatkan
kekuasaan dan keuntungan lebih besar.
inflasi: Kemerosotan nilai uang karena banyaknya dan cepatnya uang beredar sehingga
menyebabkan naiknya harga barang-barang
inovasi: Diterapkannya alat/ide baru untuk melengkapi atau menggantikan ide/alat yang lama
integrasi sosial: Proses penyesuaian unsur-unsur yang berbeda dalam masyarakat sehingga
menjadi satu kesatuan
kolonialisme: Penguasaan oleh suatu negara atas daerah atau bangsa lain dengan maksud
untuk memperluas negara.
komoditas: Barang ekspor atau impor.
komposisi penduduk: Pengelompokan penduduk berdasarkan kriteria tertentu. misalnya
berdasarkan agama, jenis kelamin, ras, usia, status perkawinan, dan lain-lain.
koperasi: Organisasi ekonomi rakyat yang berwatak sosial dan beranggotakan orang-orang,
badan-badan hukum koperasi yang merupakan tata susunan ekonomi sebagai usaha
bersama berdasarkan asas kekeluargaan.
mobilitas sosial: Perpindahan posisi seseorang atau sekelompok orang dari lapisan yang satu
ke lapisan yang lain.
piramida penduduk: Dua buah diagram batang, pada sisi lainnya menunjukkan jumlah
penduduk laki-laki dan pada sisi lainnya menunjukkan jumlah penduduk
perempuan dalam kelompok interval usia penduduk lima tahunan.
potensi: Kemampuan yang dimiliki.
reformasi: Perubahan secara drastis untuk perbaikan (bidang sosial, politik, agama) dalam
suatu masyarakat atau negara.
region: Suatu wilayah yang memiliki ciri atau karakteristik tersendiri yang berbeda dengan
wilayah lainnya.
Think Pair Share: Think (berpikir secara mandiri), Pair (berpasangan) dan Share (berbagi
dalam segala hal termasuk pengetahuan ke satu individu atau grup belajar).
Modul Ajar Kurikulum Merdeka
Modul Ajar IPS SMP Fase D Kelas 8
Two Stay Two Stray: Satu model pembelajaran kooperatif untuk menghadapi kemampuan
heterogen siswa yang dilakukan dengan membentuk kelompok yang bersifat
heterogen kemudian saling bertukar informasi dengan kelompok lain TSTS
memungkinkan siswa untuk saling bekerja sama dan saling bertukar informasi
dengan cara 2 anggota tinggal di kelompok dan 2 anggota menjadi tamu di
kelompok lain.
D. DAFTAR PUSTAKA
Daftar Pustaka
Abbas, Syamsuddin. 1997 Revolusi hijau dengan swasembada beras dan jagung. Jakarta:
Sekretariat Badan Pengendali Bimas Departemen Pertanian
Budiawan. 2017. Nasion & nasionalisme, jelajah ringkas teoritis. Yogyakarta: Penerbit
Ombak.
Bahasa Indonsia.2007. Kerja sama Perdagangan Internasional: Peluang dan Tantangan
bagi Bangsa Indonesia.Jakarta: PT Elekmediakomputindo.
Dawam, R.M, dkk. 1995. Bank Indonesia Dalam Kilasan Sejarah. Jakarta: LP3S.
Djojohadikusumo, Sumitro. (1953). Persoalan Ekonomi di Indonesia. Jakarta: Indira
Hatta, Mohammad. 1960. Ekonomi terpimpin. Jakarta: Fasco
Horton, Paul dan Chester L. Hunt. 1999. Sosiologi. Jakarta : Erlangga
Martono, Nanang. 2012. Sosiologi perubahan sosial. Jakarta: Raja Grafindo Persada.
Pranarka, AMW, Leonardus B. Moerdani dan Supardjo Roestam. 1986. Wawasan
kebangsaan, ketahanan nasional, dan wawasan nusantara. Yogyakarta: Lembaga
Pengkajian Kebudayaan Sarjana Wiyata Tamansiswa.
Poesponegoro, Marwati Djoened. 1993. Sejarah Nasional Indonesia VI. Jakarta : Balai
Pustaka
Poesponegoro, Marwati Djoened. 2010. Sejarah Nasional Indonesia V. Jakarta : Balai
Pustaka
Ricklefs, Merle Calvin. 2008. Sejarah Indonesia Modern 1200-2008. Jakarta: Serambi
Reid, Anthony JS. 1996. Revolusi Nasional Indonesia. Jakarta: Pustaka Sinar Harapan.
Soekanto, Soerjono. 2012. Sosiologi suatu pengantar. Jakarta: PT. Rajawali Press.
Smith, Anthony D. 2003. Nasionalisme: teori, ideologi, sejarah. Jakarta: Penerbit Erlangga.
Supardi.2011. Dasar-Dasar Ilmu Sosial.Yogyakarta:Ombak.
Modul Ajar Kurikulum Merdeka
Modul Ajar IPS SMP Fase D Kelas 8
MODUL AJAR KURIKULUM MERDEKA
IPS FASE D KELAS VIII
INFORMASI UMUM
A. IDENTITAS MODUL
Penyusun
Instansi
Tahun Penyusunan
Jenjang Sekolah
Mata Pelajaran
Fase / Kelas
Tema 01
Subtema E
Materi 1
Alokasi Waktu
:
:
:
:
:
:
:
:
:
:
.....................................
SMP …………………
Tahun 2022
SMP
Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS)
D / VIII
Kondisi Geografis dan Pelestarian Sumber Daya
Kondisi Geografis dan Interaksi dengan Bangsa Asing
Perdagangan Nusantara pada Awal Masehi
4 JP (Pertemuan Ke-16-17)
B. KOMPETENSI AWAL
Capaian Pembelajaran IPS Fase D
Pada akhir fase ini, peserta didik mampu memahami dan memiliki kesadaran akan
keberadaan diri dan keluarga serta lingkungan terdekatnya. Ia mampu menganalisis hubungan
antara kondisi geografis daerah dengan karakteristik masyarakat serta memahami potensi
sumber daya alamnya. Ia juga mampu menganalisis hubungan antara keragaman kondisi
geografis nusantara terhadap pembentukan kemajemukan budaya. Ia mampu memahami
bagaimana masyarakat saling berupaya untuk dapat memenuhi kebutuhan hidupnya. Ia
mampu menganalisis peran pemerintah dan masyarakat dalam mendorong pertumbuhan
perekonomian. Peserta didik juga mampu memahami dan memiliki kesadaran terhadap
perubahan sosial yang sedang terjadi di era kontemporer. Ia dapat menganalisis
perkembangan ekonomi di era digital. Peserta didik memahami tantangan pembangunan dan
potensi Indonesia menjadi negara maju. Ia menyadari perannya sebagai bagian dari
masyarakat Indonesia dan dunia di tengah isu-isu regional dan global yang sedang terjadi dan
ikut memberikan kontribusi yang positif.
Peserta didik mampu memahami dan menerapkan materi pembelajaran melalui
pendekatan keterampilan proses dalam belajarnya, yaitu mengamati, menanya dengan rumus
5W 1H. Kemudian mampu memperkirakan apa yang akan terjadi berdasarkan jawaban-
jawaban yang ditemukan. Peserta didik juga mampu mengumpulkan informasi melalui studi
pustaka, studi dokumen, wawancara, observasi, kuesioner, dan Teknik pengumpulan
informasi lainnya. Merencanakan dan mengembangkan penyelidikan. Peserta didik
mengorganisasikan informasi dengan memilih, mengolah dan menganalisis informasi yang
diperoleh. Proses analisis informasi dilakukan dengan cara verifikasi, interpretasi, dan
triangulasi informasi. Peserta didik menarik kesimpulan, menjawab, mengukur dan
mendeskripsikan serta menjelaskan permasalahan yang ada dengan memenuhi prosedur dan
tahapan yang ditetapkan. Peserta didik mengungkapkan seluruh hasil tahapan di atas secara
lisan dan tulisan dalam bentuk media digital dan non-digital. Peserta didik lalu
mengomunikasikan hasil temuannya dengan mempublikasikan hasil laporan dalam bentuk
presentasi digital dan atau non-digital, dan sebagainya. Selain itu peserta didik mampu
mengevaluasi pengalaman belajar yang telah dilalui dan diharapkan dapat merencanakan
proyek lanjutan dengan melibatkan lintas mata pelajaran secara kolaboratif.
Elemen Pemahaman Konsep Elemen Keterampilan proses
Pada akhir fase ini, peserta didik Pada akhir fase ini, Peserta didik mampu
Modul Ajar Kurikulum Merdeka
Modul Ajar IPS SMP Fase D Kelas 8
mampu memahami dan memiliki
kesadaran akan keberadaan diri serta
mampu berinteraksi dengan
lingkungan terdekatnya. Ia mampu
menganalisis hubungan antara kondisi
geografis daerah dengan karakteristik
masyarakat dan memahami potensi
sumber daya alam serta kaitannya
dengan mitigasi kebencanaan . Ia juga
mampu menganalisis hubungan antara
keragaman kondisi geografis nusantara
terhadap pembentukan kemajemukan
budaya. Ia mampu memahami
bagaimana masyarakat saling berupaya
untuk dapat memenuhi kebutuhan
hidupnya. Ia mampu menganalisis peran
pemerintah dan masyarakat dalam
mendorong pertumbuhan perekonomian.
Peserta didik juga mampu memahami
dan memiliki kesadaran terhadap
perubahan sosial yang sedang terjadi di
era kontemporer. Ia dapat menganalisis
perkembangan ekonomi di era digital.
Peserta didik memahami tantangan
pembangunan dan potensi Indonesia
menjadi negara maju. Ia menyadari
perannya sebagai bagian dari masyarakat
Indonesia dan dunia di tengah isu-isu
regional dan global yang sedang terjadi
dan ikut memberikan kontribusi yang
positif.
memahami dan menerapkan materi
pembelajaran melalui pendekatan
keterampilan proses dalam belajarnya, yaitu
mengamati, menanya dengan rumus 5W
1H. Kemudian mampu memperkirakan apa
yang akan terjadi berdasarkan jawaban-
jawaban yang ditemukan. Peserta didik juga
mampu mengumpulkan informasi melalui
studi pustaka, studi dokumen, lapangan,
wawancara, observasi, kuesioner, dan
teknik pengumpulan informasi lainnya.
merencanakan dan mengembangkan
penyelidikan. Peserta didik
mengorganisasikan informasi dengan
memilih, mengolah dan menganalisis
informasi yang diperoleh. Proses analisis
informasi dilakukan dengan cara verifikasi,
interpretasi, dan triangulasi informasi.
Peserta didik menarik kesimpulan,
menjawab, mengukur dan mendeskripsikan
serta menjelaskan permasalahan yang ada
dengan memenuhi prosedur dan tahapan
yang ditetapkan. Peserta didik
mengungkapkan seluruh hasil tahapan di
atas secara lisan dan tulisan dalam bentuk
media digital dan non-digital. Peserta didik
lalu mengomunikasikan hasil temuannya
dengan mempublikasikan hasil laporan
dalam bentuk presentasi digital dan atau
non digital, dan sebagainya. Selain itu
peserta didik mampu mengevaluasi
pengalaman belajar yang telah dilalui dan
diharapkan dapat merencanakan proyek
lanjutan dengan melibatkan lintas mata
pelajaran secara kolaboratif.
C. PROFIL PELAJAR PANCASILA
 Beriman, Bertakwa Kepada Tuhan Yang Maha Esa, dan Berahlak Mulia;
 Berkebhinekaan Global;
 Bergotong Royong;
 Mandiri;
 Bernalar Kritis; dan
 Kreatif.
D. SARANA DAN PRASARANA
Media, Sumber Belajar, dan Alat
Sumber utama:
 Slide gambar peta jalur perdagangan India-Cina.
 Buku Siswa Ilmu Pengetahuan Sosial Kelas VII, 2021, Jakarta: Kemendikbud, Pusta
Kurikulum dan Perbukuan.
Modul Ajar Kurikulum Merdeka
Modul Ajar IPS SMP Fase D Kelas 8
 LCD, laptop, papan tulis.
Sumber alternatif:
 Guru juga dapat menggunakan sumber belajar alternatif yang terdapat di lingkungan
setempat dan sesuai dengan tema.
Pengembangan sumber belajar:
 Guru dapat membawa contoh rempah-rempah atau barang-barang yang diperdagangkan
pada awal Masehi.
E. TARGET PESERTA DIDIK
 Peserta didik reguler/tipikal: umum, tidak ada kesulitan dalam mencerna dan memahami
materi ajar.
 Peserta didik dengan pencapaian tinggi: mencerna dan memahami dengan cepat, mampu
mencapai keterampilan berfikir aras tinggi (HOTS), dan memiliki keterampilan
memimpin
F. MODEL PEMBELAJARAN
 Tatap Muka
KOMPONEN INTI
A. TUJUAN KEGIATAN PEMBELAJARAN
Alur Tujuan Pembelajaran :
1. Peserta didik mampu mengidentifikasi perdagangan Nusantara pada awal Masehi.
B. PEMAHAMAN BERMAKNA
 Meningkatkan kemampuan siswa tentang perdagangan Nusantara pada awal Masehi.
C. PERTANYAAN PEMANTIK
 Bagaimana awal mula perdagangan bisa masuk ke Nusantara?
 Mengapa angin muson disebut sebagai angin yang ditunggu untuk menuju daerah Cina?
 Hubungan apa yang terjadi pada masa tersebut?
D. KEGIATAN PEMBELAJARAN
Kegiatan Pendahuluan
 Guru dan peserta didik mengucapkan salam dan doa.
 Guru dan peserta mengondisikan pembelajaran.
 Apersepsi: Peserta didik melihat gambar jalur perdagangan India-Cina.
Guru dapat menambahkan variasi gambar menggunakan tayangan video dari internet.
Apersepsi juga dapat dilakukan dengan melibatkan aktivitas peserta didik. Peserta didik
difasilitasi guru mengaitkan gambar dengan kegiatan belajar sebelumnya. Guru
melanjutkan dengan memberikan motivasi terkait perdagangan Nusantara pada awal
Masehi.
 Motivasi: Perdagangan Nusantara pada awal Masehi membawa keuntungan bagi
Indonesia. Para saudagar Cina dan India melakukan transit sehingga Indonesia
mempunyai kontak dengan bangsa-bangsa asing. Kontak dan interaksi tersebut
menyebabkan terjadinya interaksi budaya yang sampai kini dapat kita lihat bukti-
buktinya.
 Peserta didik dibantu guru menyimak gambaran tema dan tujuan pembelajaran dalam
Tema 01.
 Tujuan Pembelajaran: Peserta didik dapat mengidentifikasi perdagangan Nusantara
pada awal Masehi
Modul Ajar Kurikulum Merdeka
Modul Ajar IPS SMP Fase D Kelas 8
 Guru menginformasikan tujuan pembelajaran pertemuan 16 dan 17 tentang perdagangan
Nusantara pada awal Masehi.
Kegiatan Inti
Guru menjelaskan tentang petunjuk kerja dan tugas dari Lembar Aktivitas 16 untuk
mengidentifikasi barang-barang yang diperdagangkan pada awal Masehi. Kegiatan ini
dimaksudkan untuk memberikan pengalaman peserta didik bahwa perdagangan di Indonesia
sudah ada sejak awal Masehi. Kemudian guru melakukan tanya jawab dengan peserta didik
terkait hasil identifikasi. Secara interaktif guru mengaitkan hasil identifikasi dengan orientasi
pembelajaran tentang perdagangan Nusantara pada awal Masehi.
Peserta Didik Mengidentifikasi Masalah
Setelah peserta didik mengidentifikasi perdagangan Nusantara pada awal Masehi,
selanjutnya guru mendorong peserta didik mengajukan berbagai pertanyaan yang mengarah
pada HOTS. Beberapa pertanyaan yang diajukan, misalnya: Bagaimana awal mula
perdagangan bisa masuk ke Nusantara? Mengapa angin muson disebut sebagai angin yang
ditunggu untuk menuju daerah Cina? Hubungan apa yang terjadi pada masa tersebut?
Peserta Didik Mengelola Informasi
 Peserta didik membaca teks tentang perdagangan Nusantara pada awal Masehi.
 Guru memfasilitasi sumber lain misalnya memberikan tautan internet yang mendukung
penjelasan dan pendalaman sumber belajar.
 Untuk memperoleh informasi lebih luas peserta didik juga dapat melakukan browsing
perdagangan Nusantara pada awal Masehi. Guru dapat memberikan beberapa tautan
berita, tulisan, dan laporan video tentang kehidupan masyarakat Indonesia di dalam
perdagangan Nusantara pada awal Masehi.
 Peserta didik mengolah informasi secara berkelompok di bawah bimbingan guru.
Kegiatan ini dapat dilakukan secara bervariasi, misalnya dengan diskusi kelompok,
jigsaw learning, dan inkuiri.
Contoh: Menggunakan Diskusi Kelompok
1. Guru membimbing peserta didik membagi kelompok yang terdiri dari 4-5 peserta
didik. Pembagian kelompok misalnya dengan cara permainan berhitung. Guru
mengintruksikan peserta didik untuk berkumpul dengan jumlah peserta didik yang
berbeda.
Misalnya, “berkumpul 5 peserta didik, berkumpul 6 peserta didik dan seterusnya”
2. Guru membimbing peserta didik untuk mengidentifikasi peranan lembaga sosial
dalam pemanfaatan sumber daya alam yang ada di Indonesia.
3. Peserta didik melakukan diskusi dalam kelompok kecil dan guru menjadi fasilitator
dengan cara berkeliling dari kelompok satu ke kelompok lain untuk memberikan
dorongan agar semua anggota kelompok berpartisipasi aktif.
4. Masing-masing kelompok melaporkan hasil diskusinya dalam bentuk
laporan/poster/karya lainnya.
5. Guru memandu peserta didik mempresentasikan hasil diskusi.
6. Pada akhir kegiatan, guru menyimpulkan laporan hasil diskusi.
 Peserta didik memilih dan mengorganisasikan informasi yang diperoleh.
 Guru membimbing dan mengarahkan proses belajar peserta didik (kegiatan belajar).
Modul Ajar Kurikulum Merdeka
Modul Ajar IPS SMP Fase D Kelas 8
 Guru memastikan peserta didik mengerjakan tugas dengan baik.
 Guru membantu peserta didik menemukan sumber belajar lainnya. Hal tersebut
bertujuan untuk mengembangkan kreativitas dan kerja sama peserta didik dalam
membuat peta jalur perdagangan Nusantara pada awal Masehi
Peserta Didik Merencanakan dan Mengembangkan Ide
 Hasil pengolahan informasi disajikan dalam bentuk laporan/poster/karya lainnya.
 Peserta didik secara kelompok mengerjakan Lembar Aktivitas 17 peta jalur
perdagangan Nusantara pada masa awal Masehi.
Peserta Didik Melakukan Refleksi Diri dan Aksi
 Dalam kelas atau melalui media berbasis internet peserta didik mengomunikasikan hasil
pengolahan informasi.
 Guru memfasilitasi peserta didik menemukan simpulan pembelajaran.
 Guru memberikan kesempatan ke peserta didik untuk mengajukan pendapat atau
pertanyaan.
 Penguatan dan pengayaan dilakukan untuk mengembangkan kompetensi peserta didik.
Penutup
 Penilaian pembelajaran dilakukan secara lisan atau tertulis.
 Peserta didik melakukan refleksi pembelajaran berkaitan dengan sikap, pengetahuan,
dan keterampilan.
Sikap
 Apakah aku sudah melakukan pembelajaran secara bertanggung jawab?
 Inspirasi dari pembelajaran tentang perdagangan Nusantara pada awal Masehi dalam
hidup saya adalah…
Pengetahuan:
 Apakah aku sudah mampu mengidentifikasi perdagangan Nusantara pada awal Masehi?
 Bagaimana awal mula perdagangan bisa masuk ke Nusantara?
 Mengapa angin muson disebut sebagai angin yang ditunggu untuk menuju daerah Cina?
 Hubungan apa yang terjadi pada masa tersebut?
Keterampilan :
 Apakah aku sudah berhasil membuat esai/poster/karya lainnya tentang perdagangan
Nusantara pada awal Masehi?
 Refleksi juga dapat dilakukan dengan cara lain, misalnya kuis tentang perdagangan
Nusantara pada awal Masehi, menuliskan kompetensi yang diperoleh baik sikap,
pengetahuan, dan keterampilan. Dapat pula dengan menuliskan inspirasi yang diperoleh
dan yang akan dilakukan pada masa yang akan datang.
 Tindak lanjut dilakukan dengan mendorong peserta didik mempelajari lebih lanjut dan
informasi pembelajaran berikutnya tentang Perkembangan Kehidupan pada Masear
Kerajaan Hindu Buddha..
 Doa dan penutup.
F. REFLEKSI
Modul Ajar Kurikulum Merdeka
Modul Ajar IPS SMP Fase D Kelas 8
Refleksi Guru :
 Apakah Kegitan belajar berhasil?
 Berapa persen peserta didik mencapai tujuan?
 Kesulitan apa yang dialami guru dan peserta didik?
 Apa langkah yang perlu dilakukan untuk memperbaiki proses belajar?
 Apakah seluruh peserta didik mengikuti pelajaran dengan baik?
Refleksi Peserta Didik :
 Bagian mana yang menurutmu paling sulit dari pelajaran ini?
 Apa yang akan kamu lakukan untuk memperbaikan hasil belajaramu?
 Kepada siapa kamu akan meminta bantuan untuk memahami pelajaran ini?
 Jika kamu diminta untuk memberikan binta 1 sampai 5, berapa bintang akan kamu berikan
pada usaha yang kamu lakukan?
 Bagian mana dari pembelajaran ini yang kamu menyenakan?
F. ASESMEN / PENILAIAN
Penilaian Proses dan Hasil Pembelajaran
a. Konsep Penilaian dan Pembelajaran IPS
Penilaian merupakan kegiatan yang bertujuan untuk memperoleh, menganalisis, menafsirkan
proses dan hasil belajar peserta didik secara sistematis. Penilaian tersebut dapat digunakan
untuk mengetahui tingkat keberhasilan pencapaian kompetensi, proses pembelajaran, tingkat
kesulitan belajar peserta didik, dan penentuan tindak lanjut pembelajaran. Penilaian
pembelajaran IPS memakai pendekatan penilaian autentik (authentic assesment) untuk
menilai kesiapan peserta didik, proses, dan hasil belajar secara utuh. Hasil penilaian tersebut
dapat dimanfaatkan guru dalam merencanakan program perbaikan (remedial), pengayaan
(enrichment), layanan konseling, dan sebagai landasan untuk memperbaiki proses
pembelajaran selanjutnya.
b. Teknik dan Instrumen Penilaian
Penilaian kompetensi sikap, keterampilan, dan pengetahuan dilakukan menggunakan teknik
dan instrumen penilaian. Berikut merupakan penjabaran teknik dan instrumen penilaian dari
masing-masing kompetensi.
1. Penilaian kompetensi sikap
Teknik penilaian kompetensi sikap dapat berupa observasi, penilaian diri, dan penilaian
antar teman. Kegiatan ini bisa dilakukan oleh guru matabpelajaran, wali kelas, dan guru
bimbingan konseling (BK) yang ditulis dalam buku jurnal. Jurnal berisi catatan kejadian
tertentu dan informasi lain yang relevan.
a. Observasi
Instrumen dalam observasi yaitu lembar observasi atau jurnal. Lembar observasi berisi
catatan perilaku peserta didik berdasarkan pengamatan oleh guru mata pelajaran, wali kelas,
dan guru bimbingan konseling selama satu semester. Setiap catatan berisi deskripsi perilaku
peserta didik yang dilengkapi dengan waktu dan tempat pengamatan tersebut.
Jika terjadi perubahan sikap peserta didik dari yang kurang baik menjadi baik maka dalam
jurnal harus ditulis bahwa sikap peserta didik tersebut telah baik atau bahkan sangat baik. Hal
yang dicatat dalam jurnal bisa berupa sikap kurang baik, baik, maupun sangat baik, serta
perkembangan perubahan sikap peserta didik. Berikut merupakan lembar observasi penilaian
sikap peserta didik selama satu semester:
Modul Ajar Kurikulum Merdeka
Modul Ajar IPS SMP Fase D Kelas 8
Tabel Jurnal Pengembangan Sikap
No Tanggal Nama Siswa Catatan Perilaku Butir Sikap
1
2
3
4
dst
Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam pelaksanaan penilaian sikap menggunakan
teknik observasi :
 Jurnal penilaian sikap ditulis oleh guru mata pelajaran, wali kelas, dan guru BK selama
satu semester.
 Penilaian oleh wali kelas dapat menggunakan 1 (satu) jurnal untuk satu kelas yang
menjadi tanggung-jawabnya. Penilaian oleh guru mata pelajaran dapat menggunakan 1
(satu) jurnal untuk setiap kelas yang diajarnya, dan penilaian oleh guru BK dapat
menggunakan 1 (satu) jurnal untuk setiap kelas di bawah bimbingannya.
 Penilaian perkembangan sikap sipritual dan sikap sosial peserta didik bisa dicatat dalam
satu jurnal yang sama atau dalam 2 (dua) jurnal berbeda.
 Peserta didik yang dicatat dalam jurnal adalah peserta didik yang menunjukkan perilaku
yang sangat baik maupun kurang baik secara alami.
 Pencatatan jurnal dilakukan dengan segera seperti ketika wali kelas, guru mata pelajaran,
maupun guru BK menyaksikan atau memperoleh informasi terpercaya mengenai perilaku
peserta didik.
 Jika peserta didik pernah menunjukkan sikap kurang baik tetapi selama satu semester
tersebut menunjukan perkembangan ke arah sikap baik, maka sikap baik tersebut juga
dicatat dalam jurnal.
 Guru mata pelajaran dan guru BK merangkum catatan jurnal perkembangan sikap
spiritual dan sikap sosial setiap peserta didik dan menyerahkannya kepada wali kelas
untuk diolah lebih lanjut
Berikut merupakan jurnal penilaian (perkembangan) sikap spiritual dan sikap sosial oleh
wali kelas.
Jurnal Penilaian Sikap Spiritual
Nama Sekolah : SMP .............................
Kelas/Semester : VIII/I
Tahun Pelajaran : 2022/2023
No Waktu Nama Siswa Catatan Perilaku Butir Sikap
Modul Ajar Kurikulum Merdeka
Modul Ajar IPS SMP Fase D Kelas 8
1 19/07/22 Haidar Tidak mengikuti sholat
Dzuhur berjamaah di
sekolah.
Ketaqwaan
2 19/07/22 Halwa Mengganggu teman
ketika berdoa sebelum
kegiatan pembelajaran.
Ketaqwaan
3 19/07/22 Sugi Mengajak teman berdoa
sebelum olahraga
badminton di sekolah.
Ketaqwaan
4 19/07/22 Said Berpartisipasi sebagai
panitia perayaan
keagamaan di sekolah.
Toleransi
beragama
Jurnal Penilaian Sikap Sosial
Nama Sekolah : SMP .............................
Kelas/Semester : VIII/I
Tahun Pelajaran: 2022/2023
No Waktu Nama Siswa Catatan Perilaku Butir Sikap
1 12/07/22 Haidar Membantu seorang
teman yang kesulitan
menyebrang jalan di
depan sekolah.
Kepedulian
2 26/08/22 Halwa Menyerahkan dompet
yang ditemukan di
kantin sekolah kepada
wali kelas.
Kejujuran
3 26/09/22 Sugi Tidak menggunakan
atribut upacara di
sekolah dengan legkap.
Kedisiplinan
4 25/10/22 Said Berinisiatif menyiram
tanaman yang mulai
kering.
Kepedulian
Format di atas dapat digunakan guru mata pelajaran dan guru BK dalam penilain sikap
spiritual dan sosial. Catatan tersebut juga dapat dibuat dalam satu tabel yang sama dengan
menambahkan kolom keterangan pada bagian paling kanan untuk menuliskan keterangan
jenis sikap yang ditulis. Berikut merupakan tabel jurnal penilaian sikap (spiritual dan sosial)
yang dijadikan dalam satu tabel:
Jurnal Penilaian Sikap
Nama Sekolah : SMP .............................
Modul Ajar Kurikulum Merdeka
Modul Ajar IPS SMP Fase D Kelas 8
Kelas/Semester : VIII/I
Tahun Pelajaran: 2022/2023
No Waktu Nama Siswa Catatan Perilaku Butir Sikap Ket.
1 19/07/22 Haidar Membantu seorang
teman yang
kesulitan
menyebrang jalan di
depan sekolah
Ketaqwaan Sosial
2 19/07/22 Halwa Mengajak teman
berdoa sebelum
olahraga badminton
di sekolah.
Kepeduliaan Spiritual
3 19/07/22 Sugi Mengganggu teman
ketika berdoa
sebelum kegiatan
pembelajaran.
Toleransi
beragama
Spiritual
4 18/11/22 Said Berinisiatif
menyiram tanaman
yang mulai kering.
Ketaqwaan Sosial
b. Penilaian Diri (Self Assesment)
Penilaian diri merupakan teknik penilaian terhadap diri sendiri oleh peserta didik dengan
mengidentiikasi kelebihan dan kekurangan sikap peserta didik dalam berperilaku. Teknik
penilaian ini dapat digunakan untuk menumbuhkan nilai-nilai kejujuran dan meningkatkan
kemampuan releksi diri peserta didik. Satu tabel penilaian diri dapat digunakan untuk
penilaian sikap spiritual dan sikap sosial. Berikut merupakan lembar penilaian diri
menggunakan Likert Scale.
Lembar Penilaian Diri Siswa (Likert Scale)
Nama teman yang dinilai : ..................
Nama penilai : ..................
Kelas : ....................
Semester : ....................
Berilah tanda centang pada kolom “Ya” atau “Tidak” sesuai dengan keadaan
sebenarnya
No Pernyataan
Skala
1 2 3 4
1 Saya berdoa sebelum melakukan kegiatan
2 Saya melaksanakan ibadah sholat tepat waktu
3 Saya berani mengakui kesalahan jika memang
Modul Ajar Kurikulum Merdeka
Modul Ajar IPS SMP Fase D Kelas 8
bersalah
4 Saya mengumpulkan tugas sesuai jadwal yang
diberikan
5 Saya mengembalikan barang yang saya pinjam
dalam kondisi baik
6 Saya meminta maaf jika melakukan kesalahan
7 Saya datang ke sekolah tepat waktu
Keterangan:
1 = sangat jarang
2 = jarang
3 = sering
4 = selalu
c. Penilaian Antar Teman
Penilaian antar teman adalah teknik penilaian yang dilakukan peserta didik terhadap
peserta didik yang lain mengenai sikap/perilaku peserta didik. Penilaian antarteman dapat
digunakan untuk menumbuhkan nilai kejujuran, tenggang rasa, dan saling menghargai. Satu
lembar penilaian diri dapat digunakan untuk penilaian sikap spiritual dan sikap sosial.
Berikut merupakan lembar penilaian antarteman menggunakan Likert Scale.
Lembar Penilaian Diri Siswa (Likert Scale)
Nama : ..................
Kelas : ....................
Semester : ....................
Berilah tanda centang pada kolom “Ya” atau “Tidak” sesuai dengan keadaan
sebenarnya
No Pernyataan
Skala
1 2 3 4
1 Teman saya berkata jujur kepada orang lain
2 Teman saya mengerjakan ulangan dengan jujur
3 Teman saya mentaati tata-tertib sekolah
4 .....................................
Keterangan:
1 = sangat jarang
Modul Ajar Kurikulum Merdeka
Modul Ajar IPS SMP Fase D Kelas 8
2 = jarang
3 = sering
4 = selalu
Pada dasarnya teknik penilaian diri ini tidak hanya untuk aspek sikap, tetapi juga dapat
digunakan untuk menilai kompetensi dalam aspek kete rampilan dan pengetahuan.
2. Penilaian Kompetensi Pengetahuan
a) Pengertian Penilaian Pengetahuan
Penilaian pengetahuan merupakan penilaian yang dilakukan untuk mengetahui
kemampuan peserta didik berkaitan dengan penguasaan pengetahuan faktual, konseptual,
maupun prosedural serta kecakapan berpikir tingkat rendah hingga tinggi. Guru dapat
memilih teknik penilaian yang disesuaikan dengan karakteristik kompetensi yang akan
dinilai. Penilaian diawali dengan perencanaan pada saat menyusun rencana pelaksanaan
pembelajaran (RPP). Hasil penilaian pengetahuan yang dilakukan selama dan setelah proses
pembelajaran dinyatakan dalam bentuk angka dengan rentang 0-100.
b) Teknik Penilaian Pengetahuan
Teknik penilaian pengetahuan yang akan digunakan dapat disesuaikan dengan
karakteristik masing-masing Kmpetensi Dasar (KD). Teknik penilaian pengetahuan yang
sering digunakan yaitu tes tertulis, tes lisan, dan penugasan. Berikut merupakan penjabaran
dari berbagai teknik penilaian pengetahuan.
Teknik Penilaian Pengetahuan
Teknik Bentuk Instrumen Tujuan
Tes tertulis Pilihan ganda, benar-salah,
menjodohkan, isian atau
melengkapi, dan uraian.
Mengetahui kemampuan
penguasaan pengetahuan
peserta didik dalam proses
pembelajaran.
Tes lisan Tanya jawab Mengetahui pemahaman peserta
didik sebagai dasar perbaikan
proses pembelajaran
Penugasan Tugas individu dan kelompok Memfasilitasi penguasaan
pengetahuan peserta didik
selama proses pembelajaran.
1. Tes Tertulis
Tes tertulis merupakan soal dan jawaban disajikan secara tertulis, misalnya pilihan ganda,
benar-salah, dan uraian. Langkah-langkah pengembangan tes tertulis:
Kisi-kisi Tes Tertulis
Nama Sekolah : SMP .............................
Kelas/Semester : VIII/I
Tahun Pelajaran : 2022/2023
Modul Ajar Kurikulum Merdeka
Modul Ajar IPS SMP Fase D Kelas 8
Mata Pelajaran : IPS
No
Kompetensi
Dasar
Materi
Indikator
Soal
Bentuk
Soal
Jumlah
Soal
1 Mengidentifikasi
perdagangan
Nusantara pada
awal Masehi
Perdagangan
Nusantara
pada awal
Masehi
Peserta didik
diharapkan
mampu
mengidentifikasi
perdagangan
Nusantara pada
awal Masehi.
Tes
Tertulis
2
Butir soal:
1. Bagaimana terbentuknya Nusantara melalui perdagangan?
2. Mengapa angin muson barat yang bertiup dari benua Australia menuju ke Benua Asia
tidak mengandung uap air karena?
Pemberian skor Tes Tertulis
No.
Soal
Kunci Jawaban Skor
1 Jaringan Nusantara terbentuk akibat adanya
hubungan perdagangan jalur laut antara dua peradaban besar yaitu
Cina dan India yang melintasi selat Malaka atau Nusantara sebagai
penghubungnya
2
2 Hal tersebut terjadi karena tekanan udara di benua Australia lebih
tinggi dibandingkan benua Asia.
2
Total Skor Maksimum 4
2. Tes Lisan
Tes lisan merupakan pertanyaan yang diberikan guru secara lisan kepada peserta didik
yang jawaban atas pertanyaan tersebut juga disampaikan secara lisan. Tes ini bertujuan untuk
mengetahui penguasaan pengetahuan peserta didik dan menumbuhkan kemampuan
berkomunikasi. Pemberian tes lisan dapat dilakukan pada saat pembelajaran berlangsung.
pertanyaan pada tes lisan:
 Apakah aku sudah mampu mengidentifikasi perdagangan Nusantara pada awal Masehi?
 Bagaimana awal mula perdagangan bisa masuk ke Nusantara?
 Mengapa angin muson disebut sebagai angin yang ditunggu untuk menuju daerah Cina?
 Hubungan apa yang terjadi pada masa tersebut?
Modul Ajar Kurikulum Merdeka
Modul Ajar IPS SMP Fase D Kelas 8
3. Penugasan
Penugasan adalah pemberian tugas untuk meningkatkan pengetahuan peserta didik. Tugas
dapat dikerjakan baik secara individu maupun kelompok sesuai dengan kompetensi yang
ingin dicapai. Berikut merupakan kisi-kisi tugas dan pedoman penskorannya.
Nama Sekolah : SMP .............................
Kelas/Semester : VIII/I
Tahun Pelajaran: 2022/2023
Mata Pelajaran : IPS
Kompetensi
Dasar
Materi Indikator
Teknik
Penilaian
Mengidentifikasi
perdagangan
Nusantara pada
awal Masehi
Perdagangan
Nusantara pada
awal Masehi
Peserta didik
diharapkan mampu
mengidentifikasi
perdagangan
Nusantara pada awal
Masehi.
Penugasan
Pedoman Pemberian Skor Tugas
No Soal Aspek yang Dinilai Skor
1 Apa sajakah yang menyebabkan munculnya jalur
perdagangan di Nusantara?
0-2
2 Mengapa Islam masuk ke Nusantara melalui jalur
perdagangan?
0-3
3 Mengapa Nusantara mempunyai arti yang penting dalam
perdagangan internasional?
0-3
4 Mengapa Selat Malaka menjadi jalur penting yang
menguntungkan dalam pelayaran dan perdagangan di
Nusantara?
0-2
Total Skor Maksimum 10
3. Penilaian Keterampilan
a) Pengertian Penilaian Keterampilan
Penilaian keterampilan dilakukan untuk mengetahui kemampuan peserta didik dalam
menerapkan pengetahuan yang telah diperoleh untuk melakukan tugas tertentu sesuai dengan
indikator pencapaian kompetensi. Penilaian ini dapat dilakukan dengan berbagai teknik,
seperti penilaian kinerja dan penilaian proyek. Berikut merupakan contoh kisi-kisi penilaian
keterampilan, tugas, dan pedoman pemberian skor.
b) Teknik Penilaian Keterampilan
Modul Ajar Kurikulum Merdeka
Modul Ajar IPS SMP Fase D Kelas 8
• Penilaian kinerja
Berikut ini Kisi-kisi Penilaian Kinerja, soal/tugas, pedoman pemberian skor:
Kisi-kisi Penilaian Kinerja
Nama Sekolah : SMP .............................
Kelas/Semester : VIII/I
Tahun Pelajaran : 2022/2023
Mata Pelajaran : IPS
No
Kompetensi
Dasar
Materi Indikator
Teknik
Penilaian
1 Mengidentifikasi
perdagangan
Nusantara pada awal
Masehi
Perdagangan
Nusantara pada
awal Masehi
Peserta didik
diharapkan mampu
mengidentifikasi
perdagangan Nusantara
pada awal Masehi.
Rubrik Pemberian Skor Penilaian Kinerja
No Aspek yang Dinilai
Skala
0 1 2 3 4
1 Merencanakan pengamatan
2 Melakukan pengamatan
3 Membuat laporan
Jumlah:
Penilaian diberikan dengan memperhatikan aspek proses dan produk. Guru dapat
menetapkan bobot pemberian skor yang berbeda antara satu dan aspek yang lainnya dengan
memperhatikan karakteristik kompetensi yang dinilai.
Rubrik Penilaian Kinerja
No Indikator Rubrik
1 Menyiapkan bahan
yang diperlukan
2 = Menyiapkan seluruh alat dan bahan yang diperlukan.
1 = Menyiapakan sebagian alat dan bahan yang
diperlukan.
0 = Tidak menyiapkan alat bahan
2 Pengamatan 4 = Melakukan empat langkah kerja dengan tepat
3 = Melakukan tiga langkah kerja dengan tepat.
2 = Melakukan dua langkah kerja dengan tepat.
Modul Ajar Kurikulum Merdeka
Modul Ajar IPS SMP Fase D Kelas 8
1 = Melakukan satu langkah kerja dengan tepat.
0 = Tidak melakukan langkah kerja.
Langkah kerja:
1. Menyiapkan kertas gambar ukuran A4.
2. Menggambar perdagangan Nusantara pada awal
Masehi.
3. Mencantumkan komponen perdagangan Nusantara
pada awal Masehi pada gambar yang di buat.
4. Memberikan warna pada kenampakan objek yang di
gambar pada perdagangan Nusantara pada awal
Masehi.
3 Membuat laporan 3 = Memenuhi 3 kriteria
2 = Memenuhi 2 kriteria
1 = Memenuhi 1 kriteria
0 = Tidak memenuhi kriteria
Kriteria laporan:
1. Memenuhi sistematika laporan (judul, tujuan, alat dan
bahan, prosedur, data pengamatan, pembahasan,
kesimpulan)
2. Data, pembahasan, dan kesimpulan benar
3. Komunikatif
• Penilaian proyek
Penilaian proyek merupakan kegiatan yang bertujuan untuk mengetahui kemampuan
peserta didik dalam mengimplementasikan pengetahuannya melalui penyelesaian suatu tugas
dalam waktu tertentu. Penilaian ini dapat digunakan untuk mengukur satu maupun beberapa
Kompetensi Dasar (KD) dalam satu atau beberapa mata pelajaran.
Kegiatan yang dilakukan dimulai dengan perencanaan, pengumpulan, pengorganisasian,
pengolahan, penyajian, dan pelaporan. Beberapa hal yang perlu dipertimbangkan dalam
penilaian proyek, yaitu:
1) Pengelolaan
Kemampuan peserta didik untuk menentukan tema atau topik, mengumpulkan informasi,
pengolahan data, dan penulisan laporan.
2) Relevansi
Tema yang dipilih sesuai dengan Kompetensi Dasar (KD).
3) Keaslian
Modul Ajar Kurikulum Merdeka
Modul Ajar IPS SMP Fase D Kelas 8
Laporan atau produk yang dibuat peserta didik merupakan hasil karyanya.
4) Inovasi dan Kreativitas
Terdapat unsur-unsur kebaruan dan berbeda pada produk yang dihasilkan peserta didik.
Kisi-kisi Penilaian Proyek
Nama Sekolah : SMP .............................
Kelas/Semester : VIII/I
Tahun Pelajaran : 2022/2023
Mata Pelajaran : IPS
No
Kompetensi
Dasar
Materi Indikator
Teknik
Penilaian
1 Mengidentifikasi
perdagangan
Nusantara pada
awal Masehi
Perdagangan
Nusantara pada
awal Masehi
Peserta didik
diharapkan mampu
mengidentifikasi
perdagangan
Nusantara pada
awal Masehi.
Penilaian
Proyek
Proyek : Buatlah poster salah satu tujuan perdagangan Nusantara pada awal Masehi
menggunakan kertas gambar ukuran A3, pensil warna atau cat air dengan memperhatikan
hal- hal berikut!
1. Pilihlah salah satu tujuan perdagangan Nusantara pada awal Masehi.
2. Amati tujuan tersebut apakah telah tercapai atau belum tercapai di Indonesia lalu
sampaikan dalam poster.
3. Gambar salah satu tujuan perdagangan Nusantara pada awal Masehi yang telah dipilih!
4. Tuliskan perdagangan Nusantara pada awal Masehi konsep dari poster yang akan peserta
didik sampaikan!
5. Laporkan hasilnya secara lisan!
Rubrik Pemberian Skor Proyek
No Pernyataan
Skor
1 2 3 4
1 Kemampuan peserta didik dalam merencanakan
2 Kemampuan menggambar poster
3 Kemampuan penyampaian konsep berdasarkan poster
yang digambar
4 Kemampuan mempresentasikan isi poster
5 Produk Poster
Modul Ajar Kurikulum Merdeka
Modul Ajar IPS SMP Fase D Kelas 8
Skor Maksimum 15
Catatan:
Guru bisa menetapkan bobot yang berbeda-beda antara aspek satu dan lainnya
pada pemberian skor dengan memperhatikan karakteristik Kompetensi Dasar
(KD) atau keterampilan yang dinilai.
Rubrik PenilaianProyek
No Pernyataan Keterangan
1 Kemampuan Perencanaan 2 = perencanaan lengkap (bahan, cara kerja, hasil),
dan rinci
1 = perencanaan kurang lengkap
0 = tidak ada perencanaan
2 Kemampuan menggambar
poster secara tepat sesuai
dengan salah satu tujuan
perdagangan Nusantara
pada awal Masehi
2 = menggambar dan mewarnai poster dengan baik
dan interpretasi tujuan pembangunan
berkelanjutan dalam poster tepat.
1 = menggambar dan memberikan warna pada
poster tetapi salah dalam menginterpretasikan
tujuan pembangunan berkelanjutan yang dipilih.
0 = gambar tidak diberi warna dan tidak tepat dalam
menginterpretasikan tujuan pembangunan
berkelanjutan yang dipilih.
G. KEGIATAN PENGAYAAN DAN REMEDIAL
Pengayaan
Materi di bawah ini merupakan informasi penting yang dapat digunakan untuk
mengembangkan kompetensi yang dipelajari peserta didik dalam buku teks.
Perdagangan Nusantara pada Awal Masehi
Jalur sutra yang merupakan jalur darat India—China awalnya merupakan jalur utama
perdagangan Asia. Jalur tersebut menghubungkan Asia Timur, Asia Tengah, Asia Barat,
bahkan sampai Eropa. Sutra menjadi komoditas utama, sehingga jaur ini dinamkan jalur
sutra. Di samping itu, para pedagang juga membawa wewangian dan rempah-rempah yang
sangat dibutuhkan di Eropa.
Kemajuan pelayaran laut pada awal abad Masehi mengubah pola perdagangan tersebut.
Jalan laut menjadi jalan penting berikutnya yang dapat membawa dagangan lebih besar dan
relatif lebih aman.
Perdagangan ini melalui jalur Selat Malaka. Masyarakat Indonesia diuntungkan dengan
eksistensi rute perdagangan laut tersebut karena menjadi menjadi daerah transit
Modul Ajar Kurikulum Merdeka
Modul Ajar IPS SMP Fase D Kelas 8
(pemberhentian). Hal ini membawa pengaruh dalam berbagai aspek kehidupan masyarakat
Indonesia.
Remedial
Remedial diberikan kepada siswa yang mendapat kriteria paham sebagian dan tidak paham
dengan kegiatan mengulang pembelajaran di luar jam pelajaran.
LAMPIRAN
A. LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK
LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)
E. Kondisi Geografis dan Interaksi dengan Bangsa Asing
Nama :
Nama kelompok :
Kelas :
Petunjuk!
LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)
Perdagangan Nusantara Pada Awal Masehi
Nama :
Nama kelompok :
Kelas :
Petunjuk!
Modul Ajar Kurikulum Merdeka
Modul Ajar IPS SMP Fase D Kelas 8
B. BAHAN BACAAN GURU & PESERTA DIDIK
 Guru dan peserta didik mencari berbagai informasi tentang Perdagangan Nusantara pada
Awal Masehi dari berbagai media atau website resmi dibawa nauangan kementerian
pendidikan, kebudayaan, riset dan teknologi.
 Buku Panduan Guru dan Siswa Ilmu Pengetahuan Sosial untuk SMP Kelas VIII :
Kemendikbudristek 2021.
C. GLOSARIUM
Glosarium
adat istiadat: Himpunan kaidah-kaidah sosial yang sejak lama ada dan telah menjadi
kebiasaan (tradisi) dalam masyarakat.
benua: Hamparan daratan yang sangat luas yang berada di permukaan bumi.
budaya: Suatu cara hidup yang berkembang dan dimiliki Bersama oleh sebuah kelompok
orang dan diwariskan dari generasi ke generasi.
cuaca: Keadaan udara pada saat tertentu dan di wilayah tertentu yang relatif sempit dan pada
jangka waktu yan singkat.
dinamika penduduk: Perubahan jumlah penduduk pada suatu wilayah yang disebabkan oleh
tiga faktor yaitu, kelahiran (natalitas), kematian (mortalitas), dan perpindahan
(migrasi).
diplomasi: Urusan kepentingan sebuah negara dengan perantaraan wakil-wakilnya di negara
lain.
eksogen: Tenaga yang berasal dari luar bumi, artinya tenaga luar berhubungan dengan tenaga
yang berasal dari atas permukaan bumi.
endogen: Tenaga yang berasal dari dalam perut bumi sehingga mengakibatkan pergerakan
kulit bumi.
globalisasi: Terbentuknya sistem organisasi dan komunikasi antarmasyarakat di seluruh dunia
untuk mengikuti sistem dan kaidah yang sama
iklim: Rerata keadaan udara atau cuaca yang terjadi pada rentang wilayah yang luas serta
rentang waktu yang lama. Wilayah tersebut bisa satu benua atau negara dengan
waktu, misalnya 10 tahun atau 20 tahun.
imperialism : Sistem politik yang bertujuan menjajah negara lain untuk mendapatkan
Modul Ajar Kurikulum Merdeka
Modul Ajar IPS SMP Fase D Kelas 8
kekuasaan dan keuntungan lebih besar.
inflasi: Kemerosotan nilai uang karena banyaknya dan cepatnya uang beredar sehingga
menyebabkan naiknya harga barang-barang
inovasi: Diterapkannya alat/ide baru untuk melengkapi atau menggantikan ide/alat yang lama
integrasi sosial: Proses penyesuaian unsur-unsur yang berbeda dalam masyarakat sehingga
menjadi satu kesatuan
kolonialisme: Penguasaan oleh suatu negara atas daerah atau bangsa lain dengan maksud
untuk memperluas negara.
komoditas: Barang ekspor atau impor.
komposisi penduduk: Pengelompokan penduduk berdasarkan kriteria tertentu. misalnya
berdasarkan agama, jenis kelamin, ras, usia, status perkawinan, dan lain-lain.
koperasi: Organisasi ekonomi rakyat yang berwatak sosial dan beranggotakan orang-orang,
badan-badan hukum koperasi yang merupakan tata susunan ekonomi sebagai usaha
bersama berdasarkan asas kekeluargaan.
mobilitas sosial: Perpindahan posisi seseorang atau sekelompok orang dari lapisan yang satu
ke lapisan yang lain.
piramida penduduk: Dua buah diagram batang, pada sisi lainnya menunjukkan jumlah
penduduk laki-laki dan pada sisi lainnya menunjukkan jumlah penduduk
perempuan dalam kelompok interval usia penduduk lima tahunan.
potensi: Kemampuan yang dimiliki.
reformasi: Perubahan secara drastis untuk perbaikan (bidang sosial, politik, agama) dalam
suatu masyarakat atau negara.
region: Suatu wilayah yang memiliki ciri atau karakteristik tersendiri yang berbeda dengan
wilayah lainnya.
Think Pair Share: Think (berpikir secara mandiri), Pair (berpasangan) dan Share (berbagi
dalam segala hal termasuk pengetahuan ke satu individu atau grup belajar).
Two Stay Two Stray: Satu model pembelajaran kooperatif untuk menghadapi kemampuan
heterogen siswa yang dilakukan dengan membentuk kelompok yang bersifat
heterogen kemudian saling bertukar informasi dengan kelompok lain TSTS
memungkinkan siswa untuk saling bekerja sama dan saling bertukar informasi
dengan cara 2 anggota tinggal di kelompok dan 2 anggota menjadi tamu di
kelompok lain.
D. DAFTAR PUSTAKA
Daftar Pustaka
Abbas, Syamsuddin. 1997 Revolusi hijau dengan swasembada beras dan jagung. Jakarta:
Sekretariat Badan Pengendali Bimas Departemen Pertanian
Budiawan. 2017. Nasion & nasionalisme, jelajah ringkas teoritis. Yogyakarta: Penerbit
Ombak.
Bahasa Indonsia.2007. Kerja sama Perdagangan Internasional: Peluang dan Tantangan
bagi Bangsa Indonesia.Jakarta: PT Elekmediakomputindo.
Dawam, R.M, dkk. 1995. Bank Indonesia Dalam Kilasan Sejarah. Jakarta: LP3S.
Djojohadikusumo, Sumitro. (1953). Persoalan Ekonomi di Indonesia. Jakarta: Indira
Hatta, Mohammad. 1960. Ekonomi terpimpin. Jakarta: Fasco
Modul Ajar Kurikulum Merdeka
Modul Ajar IPS SMP Fase D Kelas 8
Horton, Paul dan Chester L. Hunt. 1999. Sosiologi. Jakarta : Erlangga
Martono, Nanang. 2012. Sosiologi perubahan sosial. Jakarta: Raja Grafindo Persada.
Pranarka, AMW, Leonardus B. Moerdani dan Supardjo Roestam. 1986. Wawasan
kebangsaan, ketahanan nasional, dan wawasan nusantara. Yogyakarta: Lembaga
Pengkajian Kebudayaan Sarjana Wiyata Tamansiswa.
Poesponegoro, Marwati Djoened. 1993. Sejarah Nasional Indonesia VI. Jakarta : Balai
Pustaka
Poesponegoro, Marwati Djoened. 2010. Sejarah Nasional Indonesia V. Jakarta : Balai
Pustaka
Ricklefs, Merle Calvin. 2008. Sejarah Indonesia Modern 1200-2008. Jakarta: Serambi
Reid, Anthony JS. 1996. Revolusi Nasional Indonesia. Jakarta: Pustaka Sinar Harapan.
Soekanto, Soerjono. 2012. Sosiologi suatu pengantar. Jakarta: PT. Rajawali Press.
Smith, Anthony D. 2003. Nasionalisme: teori, ideologi, sejarah. Jakarta: Penerbit Erlangga.
Supardi.2011. Dasar-Dasar Ilmu Sosial.Yogyakarta:Ombak.
Modul Ajar Kurikulum Merdeka
Modul Ajar IPS SMP Fase D Kelas 8
MODUL AJAR KURIKULUM MERDEKA
IPS FASE D KELAS VIII
INFORMASI UMUM
A. IDENTITAS MODUL
Penyusun
Instansi
Tahun Penyusunan
Jenjang Sekolah
Mata Pelajaran
Fase / Kelas
Tema 01
Subtema E
Materi 2
Alokasi Waktu
:
:
:
:
:
:
:
:
:
:
.....................................
SMP …………………
Tahun 2022
SMP
Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS)
D / VIII
Kondisi Geografis dan Pelestarian Sumber Daya
Kondisi Geografis dan Interaksi dengan Bangsa Asing
Perkembangan Kehidupan pada Masa Kerajaan Hindu
Buddha
6 JP (Pertemuan Ke-18-20)
B. KOMPETENSI AWAL
Capaian Pembelajaran IPS Fase D
Pada akhir fase ini, peserta didik mampu memahami dan memiliki kesadaran akan
keberadaan diri dan keluarga serta lingkungan terdekatnya. Ia mampu menganalisis hubungan
antara kondisi geografis daerah dengan karakteristik masyarakat serta memahami potensi
sumber daya alamnya. Ia juga mampu menganalisis hubungan antara keragaman kondisi
geografis nusantara terhadap pembentukan kemajemukan budaya. Ia mampu memahami
bagaimana masyarakat saling berupaya untuk dapat memenuhi kebutuhan hidupnya. Ia
mampu menganalisis peran pemerintah dan masyarakat dalam mendorong pertumbuhan
perekonomian. Peserta didik juga mampu memahami dan memiliki kesadaran terhadap
perubahan sosial yang sedang terjadi di era kontemporer. Ia dapat menganalisis
perkembangan ekonomi di era digital. Peserta didik memahami tantangan pembangunan dan
potensi Indonesia menjadi negara maju. Ia menyadari perannya sebagai bagian dari
masyarakat Indonesia dan dunia di tengah isu-isu regional dan global yang sedang terjadi dan
ikut memberikan kontribusi yang positif.
Peserta didik mampu memahami dan menerapkan materi pembelajaran melalui
pendekatan keterampilan proses dalam belajarnya, yaitu mengamati, menanya dengan rumus
5W 1H. Kemudian mampu memperkirakan apa yang akan terjadi berdasarkan jawaban-
jawaban yang ditemukan. Peserta didik juga mampu mengumpulkan informasi melalui studi
pustaka, studi dokumen, wawancara, observasi, kuesioner, dan Teknik pengumpulan
informasi lainnya. Merencanakan dan mengembangkan penyelidikan. Peserta didik
mengorganisasikan informasi dengan memilih, mengolah dan menganalisis informasi yang
diperoleh. Proses analisis informasi dilakukan dengan cara verifikasi, interpretasi, dan
triangulasi informasi. Peserta didik menarik kesimpulan, menjawab, mengukur dan
mendeskripsikan serta menjelaskan permasalahan yang ada dengan memenuhi prosedur dan
tahapan yang ditetapkan. Peserta didik mengungkapkan seluruh hasil tahapan di atas secara
lisan dan tulisan dalam bentuk media digital dan non-digital. Peserta didik lalu
mengomunikasikan hasil temuannya dengan mempublikasikan hasil laporan dalam bentuk
presentasi digital dan atau non-digital, dan sebagainya. Selain itu peserta didik mampu
mengevaluasi pengalaman belajar yang telah dilalui dan diharapkan dapat merencanakan
proyek lanjutan dengan melibatkan lintas mata pelajaran secara kolaboratif.
Modul Ajar Kurikulum Merdeka
Modul Ajar IPS SMP Fase D Kelas 8
Elemen Pemahaman Konsep Elemen Keterampilan proses
Pada akhir fase ini, peserta didik
mampu memahami dan memiliki
kesadaran akan keberadaan diri serta
mampu berinteraksi dengan
lingkungan terdekatnya. Ia mampu
menganalisis hubungan antara kondisi
geografis daerah dengan karakteristik
masyarakat dan memahami potensi
sumber daya alam serta kaitannya
dengan mitigasi kebencanaan . Ia juga
mampu menganalisis hubungan antara
keragaman kondisi geografis nusantara
terhadap pembentukan kemajemukan
budaya. Ia mampu memahami
bagaimana masyarakat saling berupaya
untuk dapat memenuhi kebutuhan
hidupnya. Ia mampu menganalisis peran
pemerintah dan masyarakat dalam
mendorong pertumbuhan perekonomian.
Peserta didik juga mampu memahami
dan memiliki kesadaran terhadap
perubahan sosial yang sedang terjadi di
era kontemporer. Ia dapat menganalisis
perkembangan ekonomi di era digital.
Peserta didik memahami tantangan
pembangunan dan potensi Indonesia
menjadi negara maju. Ia menyadari
perannya sebagai bagian dari masyarakat
Indonesia dan dunia di tengah isu-isu
regional dan global yang sedang terjadi
dan ikut memberikan kontribusi yang
positif.
Pada akhir fase ini, Peserta didik mampu
memahami dan menerapkan materi
pembelajaran melalui pendekatan
keterampilan proses dalam belajarnya, yaitu
mengamati, menanya dengan rumus 5W
1H. Kemudian mampu memperkirakan apa
yang akan terjadi berdasarkan jawaban-
jawaban yang ditemukan. Peserta didik juga
mampu mengumpulkan informasi melalui
studi pustaka, studi dokumen, lapangan,
wawancara, observasi, kuesioner, dan
teknik pengumpulan informasi lainnya.
merencanakan dan mengembangkan
penyelidikan. Peserta didik
mengorganisasikan informasi dengan
memilih, mengolah dan menganalisis
informasi yang diperoleh. Proses analisis
informasi dilakukan dengan cara verifikasi,
interpretasi, dan triangulasi informasi.
Peserta didik menarik kesimpulan,
menjawab, mengukur dan mendeskripsikan
serta menjelaskan permasalahan yang ada
dengan memenuhi prosedur dan tahapan
yang ditetapkan. Peserta didik
mengungkapkan seluruh hasil tahapan di
atas secara lisan dan tulisan dalam bentuk
media digital dan non-digital. Peserta didik
lalu mengomunikasikan hasil temuannya
dengan mempublikasikan hasil laporan
dalam bentuk presentasi digital dan atau
non digital, dan sebagainya. Selain itu
peserta didik mampu mengevaluasi
pengalaman belajar yang telah dilalui dan
diharapkan dapat merencanakan proyek
lanjutan dengan melibatkan lintas mata
pelajaran secara kolaboratif.
C. PROFIL PELAJAR PANCASILA
 Beriman, Bertakwa Kepada Tuhan Yang Maha Esa, dan Berahlak Mulia;
 Berkebhinekaan Global;
 Bergotong Royong;
 Mandiri;
 Bernalar Kritis; dan
 Kreatif.
Modul Ajar Kurikulum Merdeka
Modul Ajar IPS SMP Fase D Kelas 8
D. SARANA DAN PRASARANA
Media, Sumber Belajar, dan Alat
Sumber utama:
 Slide gambar tentang Candi Prambanan, yupa, Prasasti Ciaruteun, daerah kekuasaan
Sriwijaya, Candi Kalasan, Candi Plaosan, Candi Kidal, Candi Bajang Ratu, Candi Dieng,
relief candi, dan lontar Negarakertagama.
 Peta wilayah kerajaan Kutai.
 Peta ilustrasi pelayaran dari Yunan ke Indonesia.
 Buku Siswa Ilmu Pengetahuan Sosial Kelas VII, 2021, Jakarta: Kemendikbud, Pusta
Kurikulum dan Perbukuan.
 LCD, laptop, papan tulis.
Sumber alternatif:
 Guru juga dapat menggunakan sumber belajar alternatif yang terdapat di lingkungan
setempat dan sesuai dengan tema.
Pengembangan sumber belajar:
 Guru dapat membuat flash card yang berisikan gambar raja-raja yang memerintah pada
masa Hindu-Buddha, misalnya Hayam Wuruk, Ken Arok, Kudungga, atau yang lainnya.
E. TARGET PESERTA DIDIK
 Peserta didik reguler/tipikal: umum, tidak ada kesulitan dalam mencerna dan memahami
materi ajar.
 Peserta didik dengan pencapaian tinggi: mencerna dan memahami dengan cepat, mampu
mencapai keterampilan berfikir aras tinggi (HOTS), dan memiliki keterampilan
memimpin
F. MODEL PEMBELAJARAN
 Tatap Muka
KOMPONEN INTI
A. TUJUAN KEGIATAN PEMBELAJARAN
Alur Tujuan Pembelajaran :
1. Peserta didik mampu menjelaskan masuknya Hindu-Buddha ke Indonesia
2. Peserta didik mampu mengidentifikasi kebudayaan pengaruh Hindu-Buddha di
Indonesia.
B. PEMAHAMAN BERMAKNA
 Meningkatkan kemampuan siswa tentang perkembangan kehidupan pada masa kerajaan
hindu buddha.
C. PERTANYAAN PEMANTIK
 Bagaimana perkembangan kehidupan pada masa kerajaan Hindu-Buddha di Indonesia?
 Bagaimana Hindu-Buddha bisa masuk ke Indonesia?
 Apa saja faktor yang memengaruhi perkembangan kehidupan pada masa kerajaan
Hindu-Buddha di Indonesia?
D. KEGIATAN PEMBELAJARAN
Kegiatan Pendahuluan
 Guru dan peserta didik mengucapkan salam dan doa.
 Guru dan peserta mengondisikan pembelajaran.
Modul Ajar Kurikulum Merdeka
Modul Ajar IPS SMP Fase D Kelas 8
 Apersepsi: Peserta didik melihat gambar candi Borobudur atau candi yang lainnya.
Guru dapat menambahkan variasi gambar menggunakan tayangan video dari internet.
Apersepsi juga dapat dilakukan dengan melibatkan aktivitas peserta didik. Peserta didik
difasilitasi guru mengaitkan gambar dengan kegiatan belajar sebelumnya. Guru
melanjutkan dengan memberikan motivasi terkait perkembangan kehidupan pada masa
kerajaan Hindu-Buddha.
 Motivasi: Kehidupan pada masa kerajaan Hindu-Buddha di Indonesia dapat dijadikan
sebagai acuan bahwa peninggalan-peninggalan pada zaman tersebut memiliki pengaruh
tersendiri. Misalnya, dalam hal peninggalan candi yang dulunya digunakan sebagai
tempat ibadah agama Hindu dan Buddha kepada yang maha kuasa. Maka dari itu, dapat
kita simpulkan bahwa sebagai manusia sebaiknya menjalankan ibadah sesuai dengan
ajaran agama masing-masing karena sejatinya semua agama mengajarkan kebaikan.
 Peserta didik dibantu guru menyimak gambaran tema dan tujuan pembelajaran dalam
tema 01.
 Guru menginformasikan tujuan pembelajaran pertemuan 18, 19, dan 20 tentang
perkembangan kehidupan pada masa kerajaan Hindu-Buddha
Kegiatan Inti
Guru menjelaskan tentang petunjuk kerja dan tugas dari Lembar Aktivitas 18 untuk
mengidentifikasi bukti-bukti masuknya perkembangan kehidupan pada masa kerajaan
Hindu-Buddha. Kegiatan ini dimaksudkan untuk memberikan pengalaman peserta didik
bahwa perkembangan masyarakat pada zaman Hindu-Buddha memang mempengaruhi
kebudayaan sampai saat ini. Proses tukar menukar hasil diskusi dapat dilakukan dalam
waktu singkat, kemudian guru melakukan tanya jawab dengan peserta didik terkait hasil
identifikasi. Secara interaktif guru mengaitkan hasil identifikasi dengan orientasi
pembelajaran tentang perkembangan kehidupan pada masa kerajaan Hindu-Buddha.
Peserta Didik Mengidentifikasi Masalah
Setelah peserta didik mengidentifikasi perkembangan kehidupan pada masa kerajaan Hindu-
Buddha, selanjutnya guru mendorong peserta didik mengajukan berbagai pertanyaan yang
mengarah pada HOTS. Beberapa pertanyaan yang diajukan, misalnya: Bagaimana
perkembangan kehidupan pada masa kerajaan Hindu-Buddha di Indonesia? Bagaimana
Hindu-Buddha bisa masuk ke Indonesia? Apa saja faktor yang memengaruhi perkembangan
kehidupan pada masa kerajaan Hindu-Buddha di Indonesia?
Peserta Didik Mengelola Informasi
 Peserta didik membaca teks tentang perkembangan kehidupan pada masa kerajaan
Hindu-Buddha.
 Guru memfasilitasi sumber lain misalnya memberikan tautan internet yang mendukung
penjelasan dan pendalaman sumber belajar.
 Untuk memperoleh informasi lebih luas peserta didik juga dapat melakukan browsing
perkembangan kehidupan pada masa kerajaan Hindu-Buddha. Guru dapat memberikan
beberapa tautan berita, tulisan, dan laporan video tentang perkembangan kehidupan
pada masa kerajaan Hindu-Buddha.
 Peserta didik mengolah informasi secara berkelompok di bawah bimbingan guru.
Kegiatan ini dapat dilakukan secara bervariasi, misalnya dengan diskusi kelompok,
jigsaw learning, dan inkuiri.
Contoh: Menggunakan Diskusi Kelompok
1. Guru membimbing peserta didik membagi kelompok yang terdiri dari 4-5 peserta
Modul Ajar Kurikulum Merdeka
Modul Ajar IPS SMP Fase D Kelas 8
didik. Pembagian kelompok misalnya dengan cara permainan berhitung. Guru
mengintruksikan peserta didik untuk berkumpul dengan jumlah peserta didik yang
berbeda.
Misalnya, “berkumpul 5 peserta didik, berkumpul 6 peserta didik dan seterusnya”
2. Guru membimbing peserta didik untuk mengidentifikasi peranan lembaga sosial
dalam pemanfaatan sumber daya alam yang ada di Indonesia.
3. Peserta didik melakukan diskusi dalam kelompok kecil dan guru menjadi fasilitator
dengan cara berkeliling dari kelompok satu ke kelompok lain untuk memberikan
dorongan agar semua anggota kelompok berpartisipasi aktif.
4. Masing-masing kelompok melaporkan hasil diskusinya dalam bentuk
laporan/poster/karya lainnya.
5. Guru memandu peserta didik mempresentasikan hasil diskusi.
6. Pada akhir kegiatan, guru menyimpulkan laporan hasil diskusi.
 Peserta didik memilih dan mengorganisasikan informasi yang diperoleh.
 Guru membimbing dan mengarahkan proses belajar peserta didik (kegiatan belajar).
 Guru memastikan peserta didik mengerjakan tugas dengan baik.
 Guru membantu peserta didik menemukan sumber belajar lainnya.
Hal tersebut bertujuan untuk mengembangkan kreativitas dan kerja sama peserta didik
dalam membuat laporan pengaruh kehidupan sosial budaya masyarakat pada masa
Hindu-Buddha di Indonesia.
Peserta Didik Merencanakan dan Mengembangkan Ide
 Hasil pengolahan informasi disajikan dalam bentuk laporan/poster/karya lainnya.
 Peserta didik secara kelompok mengerjakan Lembar Aktivitas 20 tentang pengaruh
kebudayaan Hindu Buddha dalam perubahan lingkungan alam dan sosial di Indonesia.
Peserta Didik Melakukan Refleksi Diri dan Aksi
 Dalam kelas atau melalui media berbasis internet peserta didik mengomunikasikan hasil
pengolahan informasi.
 Guru memfasilitasi peserta didik menemukan simpulan pembelajaran.
 Guru memberikan kesempatan ke peserta didik untuk mengajukan pendapat atau
pertanyaan.
 Penguatan dan pengayaan dilakukan untuk mengembangkan kompetensi peserta didik.
Penutup
 Penilaian pembelajaran dilakukan secara lisan atau tertulis.
 Peserta didik melakukan refleksi pembelajaran berkaitan dengan sikap, pengetahuan,
dan keterampilan.
Sikap
 Apakah aku sudah melakukan pembelajaran secara bertanggung jawab?
 Inspirasi dari pembelajaran tentang perkembangan kehidupan pada masa kerajaan
Hindu-Buddha dalam hidup saya adalah...
Pengetahuan:
 Apakah aku sudah mampu mengidentifikasi perkembangan kehidupan pada masa
Modul Ajar Kurikulum Merdeka
Modul Ajar IPS SMP Fase D Kelas 8
kerajaan Hindu-Buddha?
 Bagaimana Hindu-Buddha bisa masuk ke Indonesia?
 Apa saja faktor yang memengaruhi perkembangan kehidupan pada masa kerajaan
Hindu-Buddha di Indonesia?
Keterampilan :
 Apakah aku sudah berhasil membuat esai/poster/karya lainnya tentang perkembangan
kehidupan pada masa kerajaan Hindu-Buddha?
 Refleksi juga dapat dilakukan dengan cara lain, misalnya kuis tentang perkembangan
kehidupan masyarakat pada masa Hindu-Buddha di Indonesia, menuliskan kompetensi
yang diperoleh baik sikap, pengetahuan, dan keterampilan. Dapat pula dengan
menuliskan inspirasi yang diperoleh dan yang akan dilakukan pada masa mendatang.
 Tindak lanjut dilakukan dengan mendorong peserta didik mempelajari lebih lanjut dan
informasi pembelajaran berikutnya tentang proses geografis dan keragaman aktivitas
ekonomi.
 Doa dan penutup.
F. REFLEKSI
Refleksi Guru :
 Apakah Kegitan belajar berhasil?
 Berapa persen peserta didik mencapai tujuan?
 Kesulitan apa yang dialami guru dan peserta didik?
 Apa langkah yang perlu dilakukan untuk memperbaiki proses belajar?
 Apakah seluruh peserta didik mengikuti pelajaran dengan baik?
Refleksi Peserta Didik :
Setelah mempelajari materi kondisi geografis dan interaksi dengan bangsa asing, kesimpulan
apa yang dapat kalian ambil dari materi tersebut? Pengetahuan apa saja yang kamu peroleh?
Sikap apa yang dapat kamu kembangkan? Keterampilan apa saja yang dapat dikuasai? Pada
materi ini, interaksi dengan bangsa asing di Indonesia dipengaruhi oleh kondisi geografis yang
dilewati oleh jalur perdagangan laut. Lalu apa yang dapat kita lakukan agar dapat bersaing
dengan bangsa asing? Kita juga perlu meningkatkan keterampilan komunikasi dan kolaborasi.
Selain itu penting untuk menguasai berbagai teknologi mutakhir.
F. ASESMEN / PENILAIAN
Penilaian Proses dan Hasil Pembelajaran
a. Konsep Penilaian dan Pembelajaran IPS
Penilaian merupakan kegiatan yang bertujuan untuk memperoleh, menganalisis, menafsirkan
proses dan hasil belajar peserta didik secara sistematis. Penilaian tersebut dapat digunakan
untuk mengetahui tingkat keberhasilan pencapaian kompetensi, proses pembelajaran, tingkat
kesulitan belajar peserta didik, dan penentuan tindak lanjut pembelajaran. Penilaian
pembelajaran IPS memakai pendekatan penilaian autentik (authentic assesment) untuk
menilai kesiapan peserta didik, proses, dan hasil belajar secara utuh. Hasil penilaian tersebut
dapat dimanfaatkan guru dalam merencanakan program perbaikan (remedial), pengayaan
(enrichment), layanan konseling, dan sebagai landasan untuk memperbaiki proses
pembelajaran selanjutnya.
Modul Ajar Kurikulum Merdeka
Modul Ajar IPS SMP Fase D Kelas 8
b. Teknik dan Instrumen Penilaian
Penilaian kompetensi sikap, keterampilan, dan pengetahuan dilakukan menggunakan teknik
dan instrumen penilaian. Berikut merupakan penjabaran teknik dan instrumen penilaian dari
masing-masing kompetensi.
1. Penilaian kompetensi sikap
Teknik penilaian kompetensi sikap dapat berupa observasi, penilaian diri, dan penilaian
antar teman. Kegiatan ini bisa dilakukan oleh guru matabpelajaran, wali kelas, dan guru
bimbingan konseling (BK) yang ditulis dalam buku jurnal. Jurnal berisi catatan kejadian
tertentu dan informasi lain yang relevan.
a. Observasi
Instrumen dalam observasi yaitu lembar observasi atau jurnal. Lembar observasi berisi
catatan perilaku peserta didik berdasarkan pengamatan oleh guru mata pelajaran, wali kelas,
dan guru bimbingan konseling selama satu semester. Setiap catatan berisi deskripsi perilaku
peserta didik yang dilengkapi dengan waktu dan tempat pengamatan tersebut.
Jika terjadi perubahan sikap peserta didik dari yang kurang baik menjadi baik maka dalam
jurnal harus ditulis bahwa sikap peserta didik tersebut telah baik atau bahkan sangat baik. Hal
yang dicatat dalam jurnal bisa berupa sikap kurang baik, baik, maupun sangat baik, serta
perkembangan perubahan sikap peserta didik. Berikut merupakan lembar observasi penilaian
sikap peserta didik selama satu semester:
Tabel Jurnal Pengembangan Sikap
No Tanggal Nama Siswa Catatan Perilaku Butir Sikap
1
2
3
4
dst
Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam pelaksanaan penilaian sikap menggunakan
teknik observasi :
 Jurnal penilaian sikap ditulis oleh guru mata pelajaran, wali kelas, dan guru BK selama
satu semester.
 Penilaian oleh wali kelas dapat menggunakan 1 (satu) jurnal untuk satu kelas yang
menjadi tanggung-jawabnya. Penilaian oleh guru mata pelajaran dapat menggunakan 1
(satu) jurnal untuk setiap kelas yang diajarnya, dan penilaian oleh guru BK dapat
menggunakan 1 (satu) jurnal untuk setiap kelas di bawah bimbingannya.
 Penilaian perkembangan sikap sipritual dan sikap sosial peserta didik bisa dicatat dalam
satu jurnal yang sama atau dalam 2 (dua) jurnal berbeda.
 Peserta didik yang dicatat dalam jurnal adalah peserta didik yang menunjukkan perilaku
yang sangat baik maupun kurang baik secara alami.
 Pencatatan jurnal dilakukan dengan segera seperti ketika wali kelas, guru mata pelajaran,
maupun guru BK menyaksikan atau memperoleh informasi terpercaya mengenai perilaku
peserta didik.
 Jika peserta didik pernah menunjukkan sikap kurang baik tetapi selama satu semester
Modul Ajar Kurikulum Merdeka
Modul Ajar IPS SMP Fase D Kelas 8
tersebut menunjukan perkembangan ke arah sikap baik, maka sikap baik tersebut juga
dicatat dalam jurnal.
 Guru mata pelajaran dan guru BK merangkum catatan jurnal perkembangan sikap
spiritual dan sikap sosial setiap peserta didik dan menyerahkannya kepada wali kelas
untuk diolah lebih lanjut
Berikut merupakan jurnal penilaian (perkembangan) sikap spiritual dan sikap sosial oleh
wali kelas.
Jurnal Penilaian Sikap Spiritual
Nama Sekolah : SMP .............................
Kelas/Semester : VIII/I
Tahun Pelajaran : 2022/2023
No Waktu Nama Siswa Catatan Perilaku Butir Sikap
1 19/07/22 Haidar Tidak mengikuti sholat
Dzuhur berjamaah di
sekolah.
Ketaqwaan
2 19/07/22 Halwa Mengganggu teman
ketika berdoa sebelum
kegiatan pembelajaran.
Ketaqwaan
3 19/07/22 Sugi Mengajak teman berdoa
sebelum olahraga
badminton di sekolah.
Ketaqwaan
4 19/07/22 Said Berpartisipasi sebagai
panitia perayaan
keagamaan di sekolah.
Toleransi
beragama
Jurnal Penilaian Sikap Sosial
Nama Sekolah : SMP .............................
Kelas/Semester : VIII/I
Tahun Pelajaran: 2022/2023
No Waktu Nama Siswa Catatan Perilaku Butir Sikap
1 12/07/22 Haidar Membantu seorang
teman yang kesulitan
menyebrang jalan di
depan sekolah.
Kepedulian
2 26/08/22 Halwa Menyerahkan dompet
yang ditemukan di
kantin sekolah kepada
wali kelas.
Kejujuran
3 26/09/22 Sugi Tidak menggunakan
atribut upacara di
Kedisiplinan
Modul Ajar Kurikulum Merdeka
Modul Ajar IPS SMP Fase D Kelas 8
sekolah dengan legkap.
4 25/10/22 Said Berinisiatif menyiram
tanaman yang mulai
kering.
Kepedulian
Format di atas dapat digunakan guru mata pelajaran dan guru BK dalam penilain sikap
spiritual dan sosial. Catatan tersebut juga dapat dibuat dalam satu tabel yang sama dengan
menambahkan kolom keterangan pada bagian paling kanan untuk menuliskan keterangan
jenis sikap yang ditulis. Berikut merupakan tabel jurnal penilaian sikap (spiritual dan sosial)
yang dijadikan dalam satu tabel:
Jurnal Penilaian Sikap
Nama Sekolah : SMP .............................
Kelas/Semester : VIII/I
Tahun Pelajaran: 2022/2023
No Waktu Nama Siswa Catatan Perilaku Butir Sikap Ket.
1 19/07/22 Haidar Membantu seorang
teman yang
kesulitan
menyebrang jalan di
depan sekolah
Ketaqwaan Sosial
2 19/07/22 Halwa Mengajak teman
berdoa sebelum
olahraga badminton
di sekolah.
Kepeduliaan Spiritual
3 19/07/22 Sugi Mengganggu teman
ketika berdoa
sebelum kegiatan
pembelajaran.
Toleransi
beragama
Spiritual
4 18/11/22 Said Berinisiatif
menyiram tanaman
yang mulai kering.
Ketaqwaan Sosial
b. Penilaian Diri (Self Assesment)
Penilaian diri merupakan teknik penilaian terhadap diri sendiri oleh peserta didik dengan
mengidentiikasi kelebihan dan kekurangan sikap peserta didik dalam berperilaku. Teknik
penilaian ini dapat digunakan untuk menumbuhkan nilai-nilai kejujuran dan meningkatkan
kemampuan releksi diri peserta didik. Satu tabel penilaian diri dapat digunakan untuk
penilaian sikap spiritual dan sikap sosial. Berikut merupakan lembar penilaian diri
menggunakan Likert Scale.
Lembar Penilaian Diri Siswa (Likert Scale)
Nama teman yang dinilai : ..................
Modul Ajar Kurikulum Merdeka
Modul Ajar IPS SMP Fase D Kelas 8
Nama penilai : ..................
Kelas : ....................
Semester : ....................
Berilah tanda centang pada kolom “Ya” atau “Tidak” sesuai dengan keadaan
sebenarnya
No Pernyataan
Skala
1 2 3 4
1 Saya berdoa sebelum melakukan kegiatan
2 Saya melaksanakan ibadah sholat tepat waktu
3 Saya berani mengakui kesalahan jika memang
bersalah
4 Saya mengumpulkan tugas sesuai jadwal yang
diberikan
5 Saya mengembalikan barang yang saya pinjam
dalam kondisi baik
6 Saya meminta maaf jika melakukan kesalahan
7 Saya datang ke sekolah tepat waktu
Keterangan:
1 = sangat jarang
2 = jarang
3 = sering
4 = selalu
c. Penilaian Antar Teman
Penilaian antar teman adalah teknik penilaian yang dilakukan peserta didik terhadap
peserta didik yang lain mengenai sikap/perilaku peserta didik. Penilaian antarteman dapat
digunakan untuk menumbuhkan nilai kejujuran, tenggang rasa, dan saling menghargai. Satu
lembar penilaian diri dapat digunakan untuk penilaian sikap spiritual dan sikap sosial.
Berikut merupakan lembar penilaian antarteman menggunakan Likert Scale.
Lembar Penilaian Diri Siswa (Likert Scale)
Nama : ..................
Kelas : ....................
Semester : ....................
Berilah tanda centang pada kolom “Ya” atau “Tidak” sesuai dengan keadaan
sebenarnya
Modul Ajar Kurikulum Merdeka
Modul Ajar IPS SMP Fase D Kelas 8
No Pernyataan
Skala
1 2 3 4
1 Teman saya berkata jujur kepada orang lain
2 Teman saya mengerjakan ulangan dengan jujur
3 Teman saya mentaati tata-tertib sekolah
4 .....................................
Keterangan:
1 = sangat jarang
2 = jarang
3 = sering
4 = selalu
Pada dasarnya teknik penilaian diri ini tidak hanya untuk aspek sikap, tetapi juga dapat
digunakan untuk menilai kompetensi dalam aspek kete rampilan dan pengetahuan.
2. Penilaian Kompetensi Pengetahuan
a) Pengertian Penilaian Pengetahuan
Penilaian pengetahuan merupakan penilaian yang dilakukan untuk mengetahui
kemampuan peserta didik berkaitan dengan penguasaan pengetahuan faktual, konseptual,
maupun prosedural serta kecakapan berpikir tingkat rendah hingga tinggi. Guru dapat
memilih teknik penilaian yang disesuaikan dengan karakteristik kompetensi yang akan
dinilai. Penilaian diawali dengan perencanaan pada saat menyusun rencana pelaksanaan
pembelajaran (RPP). Hasil penilaian pengetahuan yang dilakukan selama dan setelah proses
pembelajaran dinyatakan dalam bentuk angka dengan rentang 0-100.
b) Teknik Penilaian Pengetahuan
Teknik penilaian pengetahuan yang akan digunakan dapat disesuaikan dengan
karakteristik masing-masing Kmpetensi Dasar (KD). Teknik penilaian pengetahuan yang
sering digunakan yaitu tes tertulis, tes lisan, dan penugasan. Berikut merupakan penjabaran
dari berbagai teknik penilaian pengetahuan.
Teknik Penilaian Pengetahuan
Teknik Bentuk Instrumen Tujuan
Tes tertulis Pilihan ganda, benar-salah,
menjodohkan, isian atau
melengkapi, dan uraian.
Mengetahui kemampuan
penguasaan pengetahuan
peserta didik dalam proses
pembelajaran.
Tes lisan Tanya jawab Mengetahui pemahaman peserta
didik sebagai dasar perbaikan
proses pembelajaran
Modul Ajar Kurikulum Merdeka
Modul Ajar IPS SMP Fase D Kelas 8
Penugasan Tugas individu dan kelompok Memfasilitasi penguasaan
pengetahuan peserta didik
selama proses pembelajaran.
1. Tes Tertulis
Tes tertulis merupakan soal dan jawaban disajikan secara tertulis, misalnya pilihan ganda,
benar-salah, dan uraian. Langkah-langkah pengembangan tes tertulis:
Kisi-kisi Tes Tertulis
Nama Sekolah : SMP .............................
Kelas/Semester : VIII/I
Tahun Pelajaran : 2022/2023
Mata Pelajaran : IPS
No
Kompetensi
Dasar
Materi
Indikator
Soal
Bentuk
Soal
Jumlah
Soal
1 Mengidentifikasi
perkembangan
kehidupan pada
masa kerajaan
Hindu-Buddha
Perkembangan
Kehidupan
pada Masa
Kerajaan
Hindu Buddha
1. Peserta didik
mampu
menjelaskan
masuknya
Hindu-Buddha
ke Indonesia
2. Peserta didik
mampu
mengidentifikasi
kebudayaan
pengaruh
Hindu-Buddha
di Indonesia
Tes
Tertulis
3
Butir soal:
1. Bagaimana perkembangan kehidupan pada masa kerajaan Hindu-Buddha di Indonesia?
2. Bagaimana Hindu-Buddha bisa masuk ke Indonesia?
3. Apa saja faktor yang memengaruhi perkembangan kehidupan pada masa kerajaan
Hindu-Buddha di Indonesia?
Pemberian skor Tes Tertulis
No.
Soal
Kunci Jawaban Skor
1 Perkembangan kehidupan masyarakat setelah masuknya Hindu
Budha ke Indonesia cukup berpengaruh hingga pada bidang
2
Modul Ajar Kurikulum Merdeka
Modul Ajar IPS SMP Fase D Kelas 8
pemerintahan dan kebudayaan Indonesia. Hindu Budha masuk ke
Indonesia melalui hubungan perdagangan. Indonesia
kemudian mulai mengenal sistem kasta seperti Brahmana,
Ksatria, Waisya dan Sudra.
2 Masuknya Hindu dan Buddha di nusantara dimulai pada awal
masehi, melalui jalur perdagangan. Hal ini dipengaruhi oleh
posisi Indonesia yang sangat srategis dalam bidang pelayaran dan
perdagangan. Melalui hubungan perdagangan, muncul pengaruh
bagi kedua belah pihak dan terjadilah akulturasi kebudayaan
2
3 Pada masa perkembangan kerajaan Hindu Buddha, salah satu faktor
yang mendorong cepatnya perkembangan pada zaman tersebut
adalah adanya perdagangan. Pada masa kerajaan Hindu Buddha,
jenis komoditas yang paling banyak diperdagangkan adalah
rempah-rempah yang berasal dari Maluku.
2
Total Skor Maksimum 6
2. Tes Lisan
Tes lisan merupakan pertanyaan yang diberikan guru secara lisan kepada peserta didik
yang jawaban atas pertanyaan tersebut juga disampaikan secara lisan. Tes ini bertujuan untuk
mengetahui penguasaan pengetahuan peserta didik dan menumbuhkan kemampuan
berkomunikasi. Pemberian tes lisan dapat dilakukan pada saat pembelajaran berlangsung.
pertanyaan pada tes lisan:
 Apakah aku sudah mampu mengidentifikasi perkembangan kehidupan pada masa
kerajaan Hindu-Buddha?
 Bagaimana Hindu-Buddha bisa masuk ke Indonesia?
 Apa saja faktor yang memengaruhi perkembangan kehidupan pada masa kerajaan Hindu-
Buddha di Indonesia?
3. Penugasan
Penugasan adalah pemberian tugas untuk meningkatkan pengetahuan peserta didik. Tugas
dapat dikerjakan baik secara individu maupun kelompok sesuai dengan kompetensi yang
ingin dicapai. Berikut merupakan kisi-kisi tugas dan pedoman penskorannya.
Nama Sekolah : SMP .............................
Kelas/Semester : VIII/I
Tahun Pelajaran: 2022/2023
Mata Pelajaran : IPS
Modul Ajar Kurikulum Merdeka
Modul Ajar IPS SMP Fase D Kelas 8
Kompetensi
Dasar
Materi Indikator
Teknik
Penilaian
Mengidentifikasi
perkembangan
kehidupan pada
masa kerajaan
Hindu-Buddha
Perkembangan
Kehidupan pada
Masa Kerajaan
Hindu Buddha
1. Peserta didik
mampu
menjelaskan
masuknya Hindu-
Buddha ke
Indonesia
2. Peserta didik
mampu
mengidentifikasi
kebudayaan
pengaruh Hindu-
Buddha di
Indonesia
Penugasan
Pedoman Pemberian Skor Tugas
No Soal Aspek yang Dinilai Skor
1 Menurut anda apa yang menyebabkan pengaruh Hindu
Buddha dapat berkembang pesat di Indonesia?
0-2
2 Bagaimana pengaruh Hindu Budha terhadap
perkembangan?
0-3
3 Bagaimana negara Indonesia dapat masuk dalam kehidupan
pada zaman kerajaan Hindu Buddha?
0-3
4 Apakah dalam kehidupan sekarang masih ada pengaruh
Hindu Buddha?
0-2
Total Skor Maksimum 10
3. Penilaian Keterampilan
a) Pengertian Penilaian Keterampilan
Penilaian keterampilan dilakukan untuk mengetahui kemampuan peserta didik dalam
menerapkan pengetahuan yang telah diperoleh untuk melakukan tugas tertentu sesuai dengan
indikator pencapaian kompetensi. Penilaian ini dapat dilakukan dengan berbagai teknik,
seperti penilaian kinerja dan penilaian proyek. Berikut merupakan contoh kisi-kisi penilaian
keterampilan, tugas, dan pedoman pemberian skor.
b) Teknik Penilaian Keterampilan
• Penilaian kinerja
Berikut ini Kisi-kisi Penilaian Kinerja, soal/tugas, pedoman pemberian skor:
Modul Ajar Kurikulum Merdeka
Modul Ajar IPS SMP Fase D Kelas 8
Kisi-kisi Penilaian Kinerja
Nama Sekolah : SMP .............................
Kelas/Semester : VIII/I
Tahun Pelajaran : 2022/2023
Mata Pelajaran : IPS
No
Kompetensi
Dasar
Materi Indikator
Teknik
Penilaian
1 Mengidentifikasi
perkembangan
kehidupan pada
masa kerajaan
Hindu-Buddha
Perkembangan
Kehidupan pada
Masa Kerajaan
Hindu Buddha
1. Peserta didik mampu
menjelaskan
masuknya Hindu-
Buddha ke
Indonesia
2. Peserta didik mampu
mengidentifikasi
kebudayaan
pengaruh Hindu-
Buddha di Indonesia
Rubrik Pemberian Skor Penilaian Kinerja
No Aspek yang Dinilai
Skala
0 1 2 3 4
1 Merencanakan pengamatan
2 Melakukan pengamatan
3 Membuat laporan
Jumlah:
Penilaian diberikan dengan memperhatikan aspek proses dan produk. Guru dapat
menetapkan bobot pemberian skor yang berbeda antara satu dan aspek yang lainnya dengan
memperhatikan karakteristik kompetensi yang dinilai.
Rubrik Penilaian Kinerja
No Indikator Rubrik
1 Menyiapkan bahan
yang diperlukan
2 = Menyiapkan seluruh alat dan bahan yang diperlukan.
1 = Menyiapakan sebagian alat dan bahan yang
diperlukan.
0 = Tidak menyiapkan alat bahan
2 Pengamatan 4 = Melakukan empat langkah kerja dengan tepat
Modul Ajar Kurikulum Merdeka
Modul Ajar IPS SMP Fase D Kelas 8
3 = Melakukan tiga langkah kerja dengan tepat.
2 = Melakukan dua langkah kerja dengan tepat.
1 = Melakukan satu langkah kerja dengan tepat.
0 = Tidak melakukan langkah kerja.
Langkah kerja:
1. Menyiapkan kertas gambar ukuran A4.
2. Menggambar perkembangan kehidupan pada masa
kerajaan hindu buddha.
3. Mencantumkan komponen perkembangan kehidupan
pada masa kerajaan hindu buddha pada gambar yang di
buat.
4. Memberikan warna pada kenampakan objek yang di
gambar pada perkembangan kehidupan pada masa
kerajaan hindu buddha.
3 Membuat laporan 3 = Memenuhi 3 kriteria
2 = Memenuhi 2 kriteria
1 = Memenuhi 1 kriteria
0 = Tidak memenuhi kriteria
Kriteria laporan:
1. Memenuhi sistematika laporan (judul, tujuan, alat dan
bahan, prosedur, data pengamatan, pembahasan,
kesimpulan)
2. Data, pembahasan, dan kesimpulan benar
3. Komunikatif
• Penilaian proyek
Penilaian proyek merupakan kegiatan yang bertujuan untuk mengetahui kemampuan
peserta didik dalam mengimplementasikan pengetahuannya melalui penyelesaian suatu tugas
dalam waktu tertentu. Penilaian ini dapat digunakan untuk mengukur satu maupun beberapa
Kompetensi Dasar (KD) dalam satu atau beberapa mata pelajaran.
Kegiatan yang dilakukan dimulai dengan perencanaan, pengumpulan, pengorganisasian,
pengolahan, penyajian, dan pelaporan. Beberapa hal yang perlu dipertimbangkan dalam
penilaian proyek, yaitu:
1) Pengelolaan
Kemampuan peserta didik untuk menentukan tema atau topik, mengumpulkan informasi,
pengolahan data, dan penulisan laporan.
Modul Ajar Kurikulum Merdeka
Modul Ajar IPS SMP Fase D Kelas 8
2) Relevansi
Tema yang dipilih sesuai dengan Kompetensi Dasar (KD).
3) Keaslian
Laporan atau produk yang dibuat peserta didik merupakan hasil karyanya.
4) Inovasi dan Kreativitas
Terdapat unsur-unsur kebaruan dan berbeda pada produk yang dihasilkan peserta didik.
Kisi-kisi Penilaian Proyek
Nama Sekolah : SMP .............................
Kelas/Semester : VIII/I
Tahun Pelajaran : 2022/2023
Mata Pelajaran : IPS
No
Kompetensi
Dasar
Materi Indikator
Teknik
Penilaian
1 Mengidentifikasi
perkembangan
kehidupan pada
masa kerajaan
Hindu-Buddha
Perkembangan
Kehidupan pada
Masa Kerajaan
Hindu Buddha
1. Peserta didik
mampu
menjelaskan
masuknya
Hindu-Buddha
ke Indonesia
2. Peserta didik
mampu
mengidentifika
si kebudayaan
pengaruh
Hindu-Buddha
di Indonesia
Penilaian
Proyek
Proyek : Buatlah poster salah satu tujuan perkembangan kehidupan pada masa kerajaan
hindu buddha menggunakan kertas gambar ukuran A3, pensil warna atau cat air dengan
memperhatikan hal- hal berikut!
1. Pilihlah salah satu tujuan perkembangan kehidupan pada masa kerajaan hindu buddha.
2. Amati tujuan tersebut apakah telah tercapai atau belum tercapai di Indonesia lalu
sampaikan dalam poster.
3. Gambar salah satu tujuan perkembangan kehidupan pada masa kerajaan hindu buddha
yang telah dipilih!
4. Tuliskan perkembangan kehidupan pada masa kerajaan hindu buddha konsep dari poster
yang akan peserta didik sampaikan!
5. Laporkan hasilnya secara lisan!
Modul Ajar Kurikulum Merdeka
Modul Ajar IPS SMP Fase D Kelas 8
Rubrik Pemberian Skor Proyek
No Pernyataan
Skor
1 2 3 4
1 Kemampuan peserta didik dalam merencanakan
2 Kemampuan menggambar poster
3 Kemampuan penyampaian konsep berdasarkan poster
yang digambar
4 Kemampuan mempresentasikan isi poster
5 Produk Poster
Skor Maksimum 15
Catatan:
Guru bisa menetapkan bobot yang berbeda-beda antara aspek satu dan lainnya
pada pemberian skor dengan memperhatikan karakteristik Kompetensi Dasar
(KD) atau keterampilan yang dinilai.
Rubrik PenilaianProyek
No Pernyataan Keterangan
1 Kemampuan Perencanaan 2 = perencanaan lengkap (bahan, cara kerja, hasil),
dan rinci
1 = perencanaan kurang lengkap
0 = tidak ada perencanaan
2 Kemampuan menggambar
poster secara tepat sesuai
dengan salah satu tujuan
perkembangan kehidupan
pada masa kerajaan hindu
buddha
2 = menggambar dan mewarnai poster dengan baik
dan interpretasi tujuan pembangunan
berkelanjutan dalam poster tepat.
1 = menggambar dan memberikan warna pada
poster tetapi salah dalam menginterpretasikan
tujuan pembangunan berkelanjutan yang dipilih.
0 = gambar tidak diberi warna dan tidak tepat dalam
menginterpretasikan tujuan pembangunan
berkelanjutan yang dipilih.
Modul Ajar Kurikulum Merdeka
Modul Ajar IPS SMP Fase D Kelas 8
G. KEGIATAN PENGAYAAN DAN REMEDIAL
Pengayaan
Materi di bawah ini merupakan informasi penting yang dapat digunakan untuk
mengembangkan kompetensi yang dipelajari peserta didik dalam buku teks.
Perkembangan Kehidupan Masyarakat pada Masa Hindu- Buddha di Indonesia
Local genius yang dimiliki oleh luluhur bangsa Indonesia dapat menjadikan budaya asli
mereka tidak serta merta hilang. Mereka memadukan unsur-unsur budaya dari luar dengan
budaya yang telah ada dan hidup dari generasi ke generasi. Kearifan bangsa Indonesia dalam
menerima budaya dari bangsa luar patut menjadi contoh kalian dalam menerima budaya dari
luar. Kalian perlu cerdas dalam menerima dan menyaring budaya dari luar untuk bisa
dipadukan dengan budaya asli Indonesia agar tradisi dan budaya Indonesia tetap lestari.
Pada masa awal Masehi nenek moyang bangsa Indonesa terkenal sebagai bangsa yang
kuat dan pemberani. Mereka berlayar mencapai berbagai kawasan di dunia. Perkembangan
selanjutnya mereka berlayar bukan untuk mencari ikan namun melakukan perdagangan
dengan bangsa lain. Hubungan perdagangan ini terus berlangsung dari masa pra aksara
sampai masa aksara (Rambe, dkk., 2019: 53).
Remedial
Remedial diberikan kepada siswa yang mendapat kriteria paham sebagian dan tidak paham
dengan kegiatan mengulang pembelajaran di luar jam pelajaran.
H. PROYEK
I. EVALUASI
A. PILIHAN GANDA
1. Indonesia memiliki banyak gunungapi aktif. Jalur pegunungan di Indonesia membentang
dari ujung utara Sumatra memanjang melalui pantai barat Sumatra, melewati Pulau Jawa,
Nusa Tenggara, Banda, Sulawesi, dan Halmahera. Jumlah gunung aktif di Indonesia
Modul Ajar Kurikulum Merdeka
Modul Ajar IPS SMP Fase D Kelas 8
sebanyak 127 gunungapi aktif. Dampak tersebut merupakan dampak dari adanya …
a. Letak astronomis.
b. Letak geografis.
c. Letak geologis.
d. Letak absolut.
2. (1) Indonesia (4) Korea Selatan
(2) Filipina (5) Inggris
(3) Jepang (6) Perancis
Negara yang memiliki iklim sub tropis ialah …
a. (1) dan (3).
b. (5) dan (6).
c. (2) dan (4).
d. (3) dan (4).
3. Hutan dapat berfungsi sebagai hutan produksi, hutan lindung dan hutan konservasi.
Berikut merupakan fungsi hutan dalam kegiatan produksi adalah …
a. Hutan melindungi sistem daya dukung lingkungan hidup .
b. Hutan melakukan perlindungan terhadap sistem penyangga kehidupan, pengawetan
beragam jenis tumbuhan dan satwa.
c. Hutan menghasilkan bahan baku untuk pembuatan produk dan jasa.
d. Hutan mencegah terjadinya banjir, erosi dan mempertahankan kesuburan tanah untuk
tanaman yang ada di dalamnya.
4. Perhatikan pernyataan berikut
(1) Luas wilayah
(2) Suhu dan kelembaban udara
(3) Posisi strategis
(4) Jumlah penduduk
(5) Isolasi kepulauan oleh lautan
Faktor geografis yang memengaruhi keragaman budaya adalah ….
a. (1), (2), dan (3).
b. (1), (2), dan (4).
c. (1), (3), dan (5).
d. (2), (4), dan (5).
5. Pengaruh Hindu di Indonesia melalui jalan damai yang dilakukan pedagang dari India
melalui jalur laut. Perdagangan pada masa itu sedang berkembang karena jalur sutra yang
menghubungkan India-Cina melalui jalur laut dan melalui wilayah Nusantara adalah
pernyataan dari teori ….
a. Teori waisya.
b. Teori brahmana.
Modul Ajar Kurikulum Merdeka
Modul Ajar IPS SMP Fase D Kelas 8
c. Teori ksatria.
d. Teori arus balik.
B. ESAI
1. Bagaimana pengaruh iklim terhadap keragaman sosial budaya di Indonesia?
2. Bagaimana hubungan proses geografis dengan kedatangan bangsa-bangsa asing di
Indonesia?
3. Potensi sumber daya alam yang dimanfaatkan secara terus menerus mengakibatkan
perubahan bagi kelangsungan alam. Salah satu dampak perubahan alam yang terjadi
adalah menurunnya daya dukung lingkungan terhadap kehidupan manusia. Jelaskan
faktor yang menyebabkan perubahan potensi sumber daya alam!
4. Bagaimana pendapat kalian tentang teman yang berbuat curang ketika ujian sekolah dan
apa yang akan kalian lakukan? Apakah perilaku tersebut telah melanggar norma?
Jelaskan!
5. Terdapat teori masuknya agama Hindu-Buddha ke Indonesia. Teori apa yang paling kuat
menurut pendapatmu? Jelaskan alasan dan bukti-buktinya!
Kunci Jawaban
Pilihan Ganda
1. C
2. D
3. C
4. D
5. A
(Tiap jawaban benar skor 1)
Esai
1. Bagaimana pengaruh iklim terhadap keragaman sosial budaya di Indonesia? (Skor 5)
Indonesia diwarnai oleh mikro iklim yang amat beragam. Dalam sebuah ruang wilayah
yang sempit, perbedaan ketinggian tempat dapat menghasilkan perbedaan suhu yang
signifikan. Perbedaan antara satu wilayah dengan wilayah lain inilah menyebabkan
perbedaan pola perilaku yang berbeda, mulai dari bahasa hingga ke sistem mata pencarian
hidup dan sistem ekonomi. Contoh real atau contoh nyata dari keragaman regional dapat
dilihat pada masyarakat pesisir Pantai Utara Jawa, dibandingkan dengan masyarakat yang
tinggal di wilayah pegunungan di pulau yang sama, Jawa. Begitu pula masyarakat pesisir
utara Pulau Sumatra dengan masyarakat yang tinggal di lereng Pegunungan Bukit
Barisan.
Indonesia bagian barat memang di dominasi oleh bioma Hutan Hujan Tropis, namun
pulau Jawa secara mikro iklim dapat dibagi menjadi menjadi dua region. Region Jawa
bagian Barat masih beruakan Bioma Hutan hujan tropis, namun Jawa bagian Timur sudah
dipengaruhi oleh Bioma Hutan Musim Tropis atau hutan gugur tropis, zona ini sampai ke
Pulau Bali. Nusa Tenggara Barat berbatasan selat dengan Bali, namun kondisi yang ada di
NTB sudah dapat dikategorikan sebagai sabana. Berbeda pula di Nusa Tenggara Timur di
mana kategori bioma yang tepat untuk menggambarkan NTT adalah stepa tropis.
Modul Ajar Kurikulum Merdeka
Modul Ajar IPS SMP Fase D Kelas 8
Suhu yang dingin akan selaras dengan pakaian tradisional berlengan panjang. Tinggal
di pesisir akan menyebabkan mata pencarian sebagai nelayan. Sistem pertanian di dataran
rendah dan dataran tinggi juga akan berbeda, karena suhu yang berbeda. Bermukim di
pedalaman hutan juga akan menimbulkan perbedaan yang mencolok pada bentuk rumah
adat. Jenis makanan tradisional juga tidak terlepas dari kondisi iklim setempat.
Kearifan lokal yang berkembang di Nusantara akibat kondisi iklim juga terlihat pada
Masyarakat Adat Baduy. Rumah warga di Desa Kanekes hanya boleh menghadap ke
utara dan selatan, ini tujuannya supaya sinar matahari dapat masuk melalui jendela rumah.
Kelembaban udara di lereng pegunungan cenderung lembab, sehingga apabila ventilasi
tidak bekerja dengan baik maka sirkulasi udara tidak akan baik. Adaptasi bentuk rumah
tradisional juga dimiliki oleh berbagai kebudayaan di Indonesia yang disesuaikan dengan
latar belakang kearifan lokal dan kondisi sekitar, seperti bentuk rumah Joglo, Panggung
dan masih banyak lainnya.
2. Bagaimana hubungan proses geografis dengan kedatangan bangsa-bangsa asing di
Indonesia? (Skor 5)
Kedatangan bangsa-bangsa asing ke Indonesia disebabkan karena adanya proses
geografis yang berupa angin muson untuk berlayar ke timur dari India ke Cina. Selain itu,
terdapatnya selat malaka yang digunakan sebagai tempat transit kapal-kapal untuk
mengirimkan komoditas dari India ke Cina yang disebut sebagai jalur sutra karena
komoditas yang diperjualbelikan berupa kain sutra, wewangian, dan rempah-rempah.
Peralihan rute perdagangan dari jalur darat menuju jalur laut ini juga membawa
keuntungan bagi masyarakat di Indonesia. Masyarakat di Indonesia juga ternyata ikut
aktif dalam perdagangan tersebut sehingga terjadilah kontak hubungan di antara keduanya
(Indonesia-India dan Indonesia-Cina).
3. Potensi sumber daya alam yang dimanfaatkan secara terus menerus mengakibatkan
perubahan bagi kelangsungan alam. Salah satu dampak perubahan alam yang terjadi
adalah menurunnya daya dukung lingkungan terhadap kehidupan manusia. Jelaskan factor
yang menyebabkan perubahan potensi sumber daya alam! (Skor 5)
Populasi manusia yang semakin bertambah membuat konsumsi semakin bertambah.
Hal ini mempengaruhi tingkat eksploitasi terhadap sumber daya alam yang juga
mengalami peningkatan dalam rangka memenuhi kebutuhan hidup. Eksploitasi sumber
daya alam yang berlebih dengan menggunakan prinsip maksimalisasi dan mengabaikan
pelestarian lingkungan dapat menyebabkan pencemaran dan kerusakan lingkungan.
Dampaknya terjadi perubahan potensi sumber daya alam yang semakin mengalami
penurunan. Oleh karena itu, dalam kegiatan pemanfaatan lingkungan harus
memperhatikan kelestarian lingkungan agar dampak negatif dapat diminimalisir dan
potensi sumber daya alam tetap lestari.
4. Bagaimana pendapat kalian tentang teman yang berbuat curang ketika ujian sekolah dan
apa yang akan kalian lakukan? Apakah perilaku tersebut telah melanggar norma?
Jelaskan! (Skor 5)
Menurut saya ketika ada teman yang berbuat curang saat ujian sekolah dapat diberikan
nasehat pada saat ujian sekolah selesai, walaupun perilaku tersebut melanggar norma
dalam dunia pendidikan. Namun, jika teman tersebut terus-menerus melakukan
kecurangan setelah diberikan nasehat ada baiknya dapat diberikan sanksi oleh guru.
5. Terdapat teori masuknya agama Hindu Buddha ke Indonesia. Teori apa yang paling kuat
menurut pendapatmu? Jelaskan alasan dan bukti-buktinya! (Skor 5)
Menurut saya teori yang paling kuat adalah teori Brahmana, karena dalam teori
brahmana menunjukkan bahwa merekalah yang memahami dengan benar kitab Weda dan
bertanggung jawab untuk menyebarkan agama Hindu. Buktinya dalam kerajaan-kerajaan
Hindu-Buddha di Indonesia yang menjadi raja adalah mereka yang mempunyai kasta
Modul Ajar Kurikulum Merdeka
Modul Ajar IPS SMP Fase D Kelas 8
paling tinggi dan mampu menyebarkan agama Hindu-Buddha serta raja juga berpengaruh
terhadap masyarakat di sekitarnya.
Pedoman Penilaian
Skor Pilihan Ganda : Jumlah Benar PG x 1
Skor Esai : Jumlah benar x 5
Nilai Akhir : (Skor Pilihan Ganda) + (Skor Esai)
3
LAMPIRAN
A. LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK
LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)
Perkembangan Kehidupan pada Masa Kerajaan Hindu Buddha
Nama :
Nama kelompok :
Kelas :
Petunjuk!
LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)
Nama :
Kelas :
Petunjuk!
Modul Ajar Kurikulum Merdeka
Modul Ajar IPS SMP Fase D Kelas 8
LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)
Nama :
Nama kelompok :
Kelas :
Petunjuk!
Modul Ajar Kurikulum Merdeka
Modul Ajar IPS SMP Fase D Kelas 8
B. BAHAN BACAAN GURU & PESERTA DIDIK
 Guru dan peserta didik mencari berbagai informasi tentang Perkembangan Kehidupan
pada Masa Kerajaan Hindu Buddha dari berbagai media atau website resmi dibawa
nauangan kementerian pendidikan, kebudayaan, riset dan teknologi.
 Buku Panduan Guru dan Siswa Ilmu Pengetahuan Sosial untuk SMP Kelas VIII :
Kemendikbudristek 2021.
C. GLOSARIUM
Glosarium
adat istiadat: Himpunan kaidah-kaidah sosial yang sejak lama ada dan telah menjadi
kebiasaan (tradisi) dalam masyarakat.
benua: Hamparan daratan yang sangat luas yang berada di permukaan bumi.
budaya: Suatu cara hidup yang berkembang dan dimiliki Bersama oleh sebuah kelompok
orang dan diwariskan dari generasi ke generasi.
cuaca: Keadaan udara pada saat tertentu dan di wilayah tertentu yang relatif sempit dan pada
jangka waktu yan singkat.
dinamika penduduk: Perubahan jumlah penduduk pada suatu wilayah yang disebabkan oleh
tiga faktor yaitu, kelahiran (natalitas), kematian (mortalitas), dan perpindahan
(migrasi).
diplomasi: Urusan kepentingan sebuah negara dengan perantaraan wakil-wakilnya di negara
lain.
eksogen: Tenaga yang berasal dari luar bumi, artinya tenaga luar berhubungan dengan tenaga
yang berasal dari atas permukaan bumi.
endogen: Tenaga yang berasal dari dalam perut bumi sehingga mengakibatkan pergerakan
kulit bumi.
globalisasi: Terbentuknya sistem organisasi dan komunikasi antarmasyarakat di seluruh dunia
untuk mengikuti sistem dan kaidah yang sama
iklim: Rerata keadaan udara atau cuaca yang terjadi pada rentang wilayah yang luas serta
rentang waktu yang lama. Wilayah tersebut bisa satu benua atau negara dengan
waktu, misalnya 10 tahun atau 20 tahun.
imperialism : Sistem politik yang bertujuan menjajah negara lain untuk mendapatkan
kekuasaan dan keuntungan lebih besar.
inflasi: Kemerosotan nilai uang karena banyaknya dan cepatnya uang beredar sehingga
menyebabkan naiknya harga barang-barang
inovasi: Diterapkannya alat/ide baru untuk melengkapi atau menggantikan ide/alat yang lama
integrasi sosial: Proses penyesuaian unsur-unsur yang berbeda dalam masyarakat sehingga
menjadi satu kesatuan
kolonialisme: Penguasaan oleh suatu negara atas daerah atau bangsa lain dengan maksud
untuk memperluas negara.
komoditas: Barang ekspor atau impor.
Modul Ajar Kurikulum Merdeka
Modul Ajar IPS SMP Fase D Kelas 8
komposisi penduduk: Pengelompokan penduduk berdasarkan kriteria tertentu. misalnya
berdasarkan agama, jenis kelamin, ras, usia, status perkawinan, dan lain-lain.
koperasi: Organisasi ekonomi rakyat yang berwatak sosial dan beranggotakan orang-orang,
badan-badan hukum koperasi yang merupakan tata susunan ekonomi sebagai usaha
bersama berdasarkan asas kekeluargaan.
mobilitas sosial: Perpindahan posisi seseorang atau sekelompok orang dari lapisan yang satu
ke lapisan yang lain.
piramida penduduk: Dua buah diagram batang, pada sisi lainnya menunjukkan jumlah
penduduk laki-laki dan pada sisi lainnya menunjukkan jumlah penduduk
perempuan dalam kelompok interval usia penduduk lima tahunan.
potensi: Kemampuan yang dimiliki.
reformasi: Perubahan secara drastis untuk perbaikan (bidang sosial, politik, agama) dalam
suatu masyarakat atau negara.
region: Suatu wilayah yang memiliki ciri atau karakteristik tersendiri yang berbeda dengan
wilayah lainnya.
Think Pair Share: Think (berpikir secara mandiri), Pair (berpasangan) dan Share (berbagi
dalam segala hal termasuk pengetahuan ke satu individu atau grup belajar).
Two Stay Two Stray: Satu model pembelajaran kooperatif untuk menghadapi kemampuan
heterogen siswa yang dilakukan dengan membentuk kelompok yang bersifat
heterogen kemudian saling bertukar informasi dengan kelompok lain TSTS
memungkinkan siswa untuk saling bekerja sama dan saling bertukar informasi
dengan cara 2 anggota tinggal di kelompok dan 2 anggota menjadi tamu di
kelompok lain.
D. DAFTAR PUSTAKA
Daftar Pustaka
Abbas, Syamsuddin. 1997 Revolusi hijau dengan swasembada beras dan jagung. Jakarta:
Sekretariat Badan Pengendali Bimas Departemen Pertanian
Budiawan. 2017. Nasion & nasionalisme, jelajah ringkas teoritis. Yogyakarta: Penerbit
Ombak.
Bahasa Indonsia.2007. Kerja sama Perdagangan Internasional: Peluang dan Tantangan
bagi Bangsa Indonesia.Jakarta: PT Elekmediakomputindo.
Dawam, R.M, dkk. 1995. Bank Indonesia Dalam Kilasan Sejarah. Jakarta: LP3S.
Djojohadikusumo, Sumitro. (1953). Persoalan Ekonomi di Indonesia. Jakarta: Indira
Hatta, Mohammad. 1960. Ekonomi terpimpin. Jakarta: Fasco
Horton, Paul dan Chester L. Hunt. 1999. Sosiologi. Jakarta : Erlangga
Martono, Nanang. 2012. Sosiologi perubahan sosial. Jakarta: Raja Grafindo Persada.
Pranarka, AMW, Leonardus B. Moerdani dan Supardjo Roestam. 1986. Wawasan
kebangsaan, ketahanan nasional, dan wawasan nusantara. Yogyakarta: Lembaga
Pengkajian Kebudayaan Sarjana Wiyata Tamansiswa.
Poesponegoro, Marwati Djoened. 1993. Sejarah Nasional Indonesia VI. Jakarta : Balai
Pustaka
Poesponegoro, Marwati Djoened. 2010. Sejarah Nasional Indonesia V. Jakarta : Balai
Pustaka
Modul Ajar Kurikulum Merdeka
Modul Ajar IPS SMP Fase D Kelas 8
Ricklefs, Merle Calvin. 2008. Sejarah Indonesia Modern 1200-2008. Jakarta: Serambi
Reid, Anthony JS. 1996. Revolusi Nasional Indonesia. Jakarta: Pustaka Sinar Harapan.
Soekanto, Soerjono. 2012. Sosiologi suatu pengantar. Jakarta: PT. Rajawali Press.
Smith, Anthony D. 2003. Nasionalisme: teori, ideologi, sejarah. Jakarta: Penerbit Erlangga.
Supardi.2011. Dasar-Dasar Ilmu Sosial.Yogyakarta:Ombak.
ADM GURU
CP
ATP
KKTP
LKPD
PROTA
PROMES
KALDIK
BUKU PDF
SEMESTER 1
SEMESTER 2
Bonus
Semuanya sudah tersusun rapi, tinggal edit
identitasnya dan sesuaikan dengan kondisi
sekolah masing-masing.
DAPATKAN SEKARANG
admguru.com
HUBUNGI ADMIN
PERLU BANTUAN?
0821 2662 7001

Modul Ajar IPS Kelas 8 Kurikulum Merdeka

  • 1.
    Modul Ajar KurikulumMerdeka Modul Ajar IPS SMP Fase D Kelas 8 MODUL AJAR KURIKULUM MERDEKA IPS FASE D KELAS VII Nama Sekolah : _______________________________ Nama penyusun : _______________________________ NIK : _______________________________ Mata pelajaran : Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) Fase D, Kelas / Semester : VIII (Delapan) / I (Ganjil)
  • 2.
    Modul Ajar KurikulumMerdeka Modul Ajar IPS SMP Fase D Kelas 8 MODUL AJAR KURIKULUM MERDEKA IPS FASE D KELAS VIII INFORMASI UMUM A. IDENTITAS MODUL Penyusun Instansi Tahun Penyusunan Jenjang Sekolah Mata Pelajaran Fase / Kelas Tema 01 Subtema A Materi 1 Alokasi Waktu : : : : : : : : : : ..................................... SMP ………………… Tahun 2022 SMP Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) D / VIII Kondisi Geografis dan Pelestarian Sumber Daya Keragaman Alam Indonesia Proses Geografis dan Keragaman Alam 4 JP (Pertemuan Ke-1-2) B. KOMPETENSI AWAL Capaian Pembelajaran IPS Fase D Pada akhir fase ini, peserta didik mampu memahami dan memiliki kesadaran akan keberadaan diri dan keluarga serta lingkungan terdekatnya. Ia mampu menganalisis hubungan antara kondisi geografis daerah dengan karakteristik masyarakat serta memahami potensi sumber daya alamnya. Ia juga mampu menganalisis hubungan antara keragaman kondisi geografis nusantara terhadap pembentukan kemajemukan budaya. Ia mampu memahami bagaimana masyarakat saling berupaya untuk dapat memenuhi kebutuhan hidupnya. Ia mampu menganalisis peran pemerintah dan masyarakat dalam mendorong pertumbuhan perekonomian. Peserta didik juga mampu memahami dan memiliki kesadaran terhadap perubahan sosial yang sedang terjadi di era kontemporer. Ia dapat menganalisis perkembangan ekonomi di era digital. Peserta didik memahami tantangan pembangunan dan potensi Indonesia menjadi negara maju. Ia menyadari perannya sebagai bagian dari masyarakat Indonesia dan dunia di tengah isu-isu regional dan global yang sedang terjadi dan ikut memberikan kontribusi yang positif. Peserta didik mampu memahami dan menerapkan materi pembelajaran melalui pendekatan keterampilan proses dalam belajarnya, yaitu mengamati, menanya dengan rumus 5W 1H. Kemudian mampu memperkirakan apa yang akan terjadi berdasarkan jawaban- jawaban yang ditemukan. Peserta didik juga mampu mengumpulkan informasi melalui studi pustaka, studi dokumen, wawancara, observasi, kuesioner, dan Teknik pengumpulan informasi lainnya. Merencanakan dan mengembangkan penyelidikan. Peserta didik mengorganisasikan informasi dengan memilih, mengolah dan menganalisis informasi yang diperoleh. Proses analisis informasi dilakukan dengan cara verifikasi, interpretasi, dan triangulasi informasi. Peserta didik menarik kesimpulan, menjawab, mengukur dan mendeskripsikan serta menjelaskan permasalahan yang ada dengan memenuhi prosedur dan tahapan yang ditetapkan. Peserta didik mengungkapkan seluruh hasil tahapan di atas secara lisan dan tulisan dalam bentuk media digital dan non-digital. Peserta didik lalu mengomunikasikan hasil temuannya dengan mempublikasikan hasil laporan dalam bentuk presentasi digital dan atau non-digital, dan sebagainya. Selain itu peserta didik mampu mengevaluasi pengalaman belajar yang telah dilalui dan diharapkan dapat merencanakan proyek lanjutan dengan melibatkan lintas mata pelajaran secara kolaboratif. Elemen Pemahaman Konsep Elemen Keterampilan proses Pada akhir fase ini, peserta didik mampu memahami dan memiliki Pada akhir fase ini, Peserta didik mampu memahami dan menerapkan materi
  • 3.
    Modul Ajar KurikulumMerdeka Modul Ajar IPS SMP Fase D Kelas 8 kesadaran akan keberadaan diri serta mampu berinteraksi dengan lingkungan terdekatnya. Ia mampu menganalisis hubungan antara kondisi geografis daerah dengan karakteristik masyarakat dan memahami potensi sumber daya alam serta kaitannya dengan mitigasi kebencanaan . Ia juga mampu menganalisis hubungan antara keragaman kondisi geografis nusantara terhadap pembentukan kemajemukan budaya. Ia mampu memahami bagaimana masyarakat saling berupaya untuk dapat memenuhi kebutuhan hidupnya. Ia mampu menganalisis peran pemerintah dan masyarakat dalam mendorong pertumbuhan perekonomian. Peserta didik juga mampu memahami dan memiliki kesadaran terhadap perubahan sosial yang sedang terjadi di era kontemporer. Ia dapat menganalisis perkembangan ekonomi di era digital. Peserta didik memahami tantangan pembangunan dan potensi Indonesia menjadi negara maju. Ia menyadari perannya sebagai bagian dari masyarakat Indonesia dan dunia di tengah isu-isu regional dan global yang sedang terjadi dan ikut memberikan kontribusi yang positif. pembelajaran melalui pendekatan keterampilan proses dalam belajarnya, yaitu mengamati, menanya dengan rumus 5W 1H. Kemudian mampu memperkirakan apa yang akan terjadi berdasarkan jawaban- jawaban yang ditemukan. Peserta didik juga mampu mengumpulkan informasi melalui studi pustaka, studi dokumen, lapangan, wawancara, observasi, kuesioner, dan teknik pengumpulan informasi lainnya. merencanakan dan mengembangkan penyelidikan. Peserta didik mengorganisasikan informasi dengan memilih, mengolah dan menganalisis informasi yang diperoleh. Proses analisis informasi dilakukan dengan cara verifikasi, interpretasi, dan triangulasi informasi. Peserta didik menarik kesimpulan, menjawab, mengukur dan mendeskripsikan serta menjelaskan permasalahan yang ada dengan memenuhi prosedur dan tahapan yang ditetapkan. Peserta didik mengungkapkan seluruh hasil tahapan di atas secara lisan dan tulisan dalam bentuk media digital dan non-digital. Peserta didik lalu mengomunikasikan hasil temuannya dengan mempublikasikan hasil laporan dalam bentuk presentasi digital dan atau non digital, dan sebagainya. Selain itu peserta didik mampu mengevaluasi pengalaman belajar yang telah dilalui dan diharapkan dapat merencanakan proyek lanjutan dengan melibatkan lintas mata pelajaran secara kolaboratif. C. PROFIL PELAJAR PANCASILA  Beriman, Bertakwa Kepada Tuhan Yang Maha Esa, dan Berahlak Mulia;  Berkebhinekaan Global;  Bergotong Royong;  Mandiri;  Bernalar Kritis; dan  Kreatif. D. SARANA DAN PRASARANA Media, Sumber Belajar, dan Alat Sumber utama:  Film tentang proses geografis dan keragaman alam di Indonesia.  Slide Gambar tentang perbedaan iklim di Indonesia.  Peta letak Indonesia.
  • 4.
    Modul Ajar KurikulumMerdeka Modul Ajar IPS SMP Fase D Kelas 8  Buku Siswa Ilmu Pengetahuan Sosial Kelas VII, 2021, Jakarta: Kemendikbud, Pusta Kurikulum dan Perbukuan.  LCD, laptop, papan tulis. Sumber alternatif:  Guru juga dapat menggunakan sumber belajar alternatif yang terdapat di lingkungan setempat.  Sesuai tema proses geografis dan keragaman alam. Pengembangan sumber belajar:  Guru dapat membuat peta menggunakan bahan dari bubur kertas. E. TARGET PESERTA DIDIK  Peserta didik reguler/tipikal: umum, tidak ada kesulitan dalam mencerna dan memahami materi ajar.  Peserta didik dengan pencapaian tinggi: mencerna dan memahami dengan cepat, mampu mencapai keterampilan berfikir aras tinggi (HOTS), dan memiliki keterampilan memimpin F. MODEL PEMBELAJARAN  Tatap Muka KOMPONEN INTI A. TUJUAN KEGIATAN PEMBELAJARAN Alur Tujuan Pembelajaran : 1. Peserta didik mampu menjelaskan luas dan letak wilayah Indonesia 2. Peserta didik mampu mengidentifikasi letak geologis Indonesia 3. Peserta didik menganalisis cuaca dan iklim Indonesia. B. PEMAHAMAN BERMAKNA  Meningkatkan kemampuan siswa tentang mengenai proses geografis dan keragaman alam. C. PERTANYAAN PEMANTIK  Bagaimana letak dan luas wilayah Indonesia?  Mengapa terjadi perbedaan waktu di Indonesia?  Bagaimana pengaruh perbedaan waktu bagi kehidupan masyarakat di Indonesia? D. KEGIATAN PEMBELAJARAN Kegiatan Pendahuluan  Guru dan peserta didik mengucapkan salam dan doa.  Guru dan peserta mengondisikan pembelajaran.  Apersepsi : Peserta didik melihat gambar kondisi geografis wilayah Indonesia dan kekayaan alam yang ada di dalamnya. Guru dapat menambahkan variasi gambar menggunakan tayangan video dari internet. Apersepsi juga dapat dilakukan dengan melibatkan aktivitas peserta didik. Peserta didik difasilitasi guru mengaitkan gambar dengan kegiatan belajar pada saat kelas VII. Guru melanjutkan dengan memberikan motivasi terkait proses geografis dan keragaman alam.  Motivasi: Dengan adanya keuntungan proses geografis dan keragaman alam yang ada di Indonesia, kita patut berbangga dan dapat memanfaatkannya sebagai tujuan wisata lokal
  • 5.
    Modul Ajar KurikulumMerdeka Modul Ajar IPS SMP Fase D Kelas 8 maupun dari mancanegara yang nantinya akan dapat menambah devisa/ pendapatan negara.  Peserta didik dibantu guru menyimak gambaran tema dan tujuan pembelajaran dalam tema 01.  Guru menginformasikan tujuan pembelajaran pertemuan 1 dan 2 tentang porses geografis dan ekragaman alam. Kegiatan Inti Guru menjelaskan tentang petunjuk kerja dan tugas dari Lembar Aktivitas 1 untuk mengidentifikasi aktivitas mata pencaharian masyarakat di daerah dataran tinggi, dataran rendah, dan pesisir. Kegiatan ini dimaksudkan untuk memberikan pengalaman peserta didik bahwa setiap kondisi alam memiliki pengaruh terhadap aktivitas kehidupan masyarakat. Proses tukar menukar hasil dapat dilakukan dalam waktu singkat, kemudian guru melakukan tanya jawab dengan peserta didik terkait hasil identifikasi. Secara interaktif guru mengaitkan hasil identifikasi dengan orientasi pembelajaran tentang keragaman alam Indonesia. Peserta Didik Mengidentifikasi Masalah Setelah peserta didik mengidentifikasi berbagai mata pencaharian masyarakat pada kondisi ruang yang berbeda, selanjutnya guru mendorong peserta didik mengajukan berbagai pertanyaan yang mengarah pada HOTS. Beberapa pertanyaan yang diajukan misalnya: Bagaimana letak dan luas wilayah Indonesia? Mengapa terjadi perbedaan waktu di Indonesia? Bagaimana pengaruh perbedaan waktu bagi kehidupan masyarakat di Indonesia? Guru dapat menggunakan Lembar Aktivitas 2 untuk menemukan jawaban-jawaban tersebut. Bagaimana pengaruh letak geologis, cuaca, dan iklim bagi kehidupan masyarakat Indonesia? Peserta Didik Mengelola Informasi  Peserta didik membaca teks tentang letak dan luas Indonesia, letak geologis, cuaca, dan iklim.  Guru memfasilitasi sumber lain misalnya memberikan tautan internet yang mendukung penjelasan dan pendalaman sumber belajar. Contoh tautan : Pesona Indonesia https://www.youtube.com/watch?v=5F4Vz3n6jTs Untuk memperoleh informasi lebih luas peserta didik juga dapat melakukan browsing kehidupan masyarakat Indonesia yang dipengaruhi oleh proses geografis. Guru dapat memberikan beberapa tautan berita, tulisan, dan laporan video tentang kehidupan masyarakat Indonesia di dalam k eberagaman pr oses g eografis.  Peserta didik mengolah informasi secara berkelompok di bawah bimbingan guru. Kegiatan ini dapat dilakukan secara bervariasi, misalnya dengan diskusi kelompok, jigsaw learning, dan inkuiri.
  • 6.
    Modul Ajar KurikulumMerdeka Modul Ajar IPS SMP Fase D Kelas 8 Contoh: Menggunakan jigsaw 1. Kelompok Asal Peserta didik berkelompok 4 orang, satu kelas dibagi menjadi 8 kelompok (Kelompok A, B, C, D, E, F, G, H). Setiap anggota kelompok mempelajari konsep yang berbeda : Misalnya : Peserta didik A1, B1, dan seterusnya : Luas dan Letak Geografis Peserta didik A2, B2, dan seterusnya : Letak Astronomis Peserta didik A3, B3, dan seterusnya : Letak Geologis Peserta didik A4, B4, dan seterusnya : Cuaca dan Iklim Setiap kelompok mendiskusikan kaitan antartema yang diperoleh *Keterangan: - Kode Huruf A, B, C, dan seterusnya digunakan untuk kelompok - Kode Angka 1, 2, 3, dan 4 seterusnya digunakan untuk peserta didik 2. Kelompok ahli Anggota yang memiliki tema yang sama berkumpul menjadi 1 (A1, B1, C1, dst) Kelompok ahli mendiskusikan… 3. Kelompok Asal Anggota ahli Kembali ke kelompok asal, kemudian menyampaikan hasil diskusi ahli kepada anggota kelompok asal. Ketua kelompok mengkooridnasikan hasil simpulan 4. Penyajian Salah satu kelompok dipersilahkan mempresentasikan di depan kelas, peserta lain memperhatikan.  Peserta didik memilih dan mengorganisasikan informasi yang diperoleh.  Guru membimbing dan mengarahkan proses belajar peserta didik (kegiatan belajar).  Guru memastikan peserta didik mengerjakan tugas dengan baik.  Guru membantu peserta didik menemukan sumber belajar lainnya. Hal tersebut bertujuan untuk mengembangkan keterampilan berpikir kritis dan peserta didik dapat mengomunikasikan materi dengan baik. Peserta Didik Merencanakan dan Mengembangkan Ide  Hasil pengolahan informasi disajikan dalam bentuk laporan/poster/ karya lainnya.  Peserta didik secara kelompok membuat esai tentang kondisi iklim dan pengaruhnya dalam kehidupan masyarakat di sekitar. Peserta Didik Melakukan Refleksi Diri dan Aksi  Dalam kelas atau melalui media berbasis internet peserta didik mengomunikasikan hasil pengolahan informasi.  Guru memfasilitasi peserta didik menemukan simpulan pembelajaran.  Guru memberikan kesempatan ke peserta didik untuk mengajukan pendapat atau pertanyaan.
  • 7.
    Modul Ajar KurikulumMerdeka Modul Ajar IPS SMP Fase D Kelas 8  Penguatan dan pengayaan dilakukan untuk mengembangkan kompetensi peserta didik. Penutup  Penilaian pembelajaran dilakukan secara lisan atau tertulis.  Peserta didik melakukan refleksi pembelajaran berkaitan dengan sikap, pengetahuan, dan keterampilan. Sikap  Apakah aku sudah melakukan pembelajaran secara bertanggung jawab?  Inspirasi dari pembelajaran tentang proses geografis dalam hidup saya adalah… Pengetahuan:  Apakah aku sudah mampu mengidentifikasi letak dan luas wilayah Indonesia?  Mengapa terjadi perbedaan waktu di Indonesia?  Bagaimana kondisi iklim dan cuaca di Indonesia? Keterampilan :  Apakah aku sudah berhasil membuat esai atau poster tentang kondisi iklim dan pengaruhnya bagi masyarakat Indonesia?  Refleksi juga dapat dilakukan dengan cara lain, misalnya kuis tentang proses geografis dan keragaman alam, menuliskan kompetensi yang diperoleh baik sikap, pengetahuan, dan keterampilan. Dapat pula dengan menuliskan inspirasi yang diperoleh dan yang akan dilakukan pada masa yang akan datang.  Tindak lanjut dilakukan dengan mendorong peserta didik mempelajari lebih lanjut dan informasi pembelajaran berikutnya tentang proses geografis dan keragaman sosial budaya.  Doa dan penutup. F. REFLEKSI Refleksi Guru :  Apakah Kegitan belajar berhasil?  Berapa persen peserta didik mencapai tujuan?  Kesulitan apa yang dialami guru dan peserta didik?  Apa langkah yang perlu dilakukan untuk memperbaiki proses belajar?  Apakah seluruh peserta didik mengikuti pelajaran dengan baik? Refleksi Peserta Didik :  Bagian mana yang menurutmu paling sulit dari pelajaran ini?  Apa yang akan kamu lakukan untuk memperbaikan hasil belajaramu?  Kepada siapa kamu akan meminta bantuan untuk memahami pelajaran ini?  Jika kamu diminta untuk memberikan binta 1 sampai 5, berapa bintang akan kamu berikan pada usaha yang kamu lakukan?  Bagian mana dari pembelajaran ini yang kamu menyenakan? F. ASESMEN / PENILAIAN Penilaian Proses dan Hasil Pembelajaran a. Konsep Penilaian dan Pembelajaran IPS Penilaian merupakan kegiatan yang bertujuan untuk memperoleh, menganalisis, menafsirkan proses dan hasil belajar peserta didik secara sistematis. Penilaian tersebut dapat digunakan
  • 8.
    Modul Ajar KurikulumMerdeka Modul Ajar IPS SMP Fase D Kelas 8 untuk mengetahui tingkat keberhasilan pencapaian kompetensi, proses pembelajaran, tingkat kesulitan belajar peserta didik, dan penentuan tindak lanjut pembelajaran. Penilaian pembelajaran IPS memakai pendekatan penilaian autentik (authentic assesment) untuk menilai kesiapan peserta didik, proses, dan hasil belajar secara utuh. Hasil penilaian tersebut dapat dimanfaatkan guru dalam merencanakan program perbaikan (remedial), pengayaan (enrichment), layanan konseling, dan sebagai landasan untuk memperbaiki proses pembelajaran selanjutnya. b. Teknik dan Instrumen Penilaian Penilaian kompetensi sikap, keterampilan, dan pengetahuan dilakukan menggunakan teknik dan instrumen penilaian. Berikut merupakan penjabaran teknik dan instrumen penilaian dari masing-masing kompetensi. 1. Penilaian kompetensi sikap Teknik penilaian kompetensi sikap dapat berupa observasi, penilaian diri, dan penilaian antar teman. Kegiatan ini bisa dilakukan oleh guru matabpelajaran, wali kelas, dan guru bimbingan konseling (BK) yang ditulis dalam buku jurnal. Jurnal berisi catatan kejadian tertentu dan informasi lain yang relevan. a. Observasi Instrumen dalam observasi yaitu lembar observasi atau jurnal. Lembar observasi berisi catatan perilaku peserta didik berdasarkan pengamatan oleh guru mata pelajaran, wali kelas, dan guru bimbingan konseling selama satu semester. Setiap catatan berisi deskripsi perilaku peserta didik yang dilengkapi dengan waktu dan tempat pengamatan tersebut. Jika terjadi perubahan sikap peserta didik dari yang kurang baik menjadi baik maka dalam jurnal harus ditulis bahwa sikap peserta didik tersebut telah baik atau bahkan sangat baik. Hal yang dicatat dalam jurnal bisa berupa sikap kurang baik, baik, maupun sangat baik, serta perkembangan perubahan sikap peserta didik. Berikut merupakan contoh lembar observasi penilaian sikap peserta didik selama satu semester: Tabel Jurnal Pengembangan Sikap No Tanggal Nama Siswa Catatan Perilaku Butir Sikap 1 2 3 4 dst Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam pelaksanaan penilaian sikap menggunakan teknik observasi :  Jurnal penilaian sikap ditulis oleh guru mata pelajaran, wali kelas, dan guru BK selama satu semester.  Penilaian oleh wali kelas dapat menggunakan 1 (satu) jurnal untuk satu kelas yang menjadi tanggung-jawabnya. Penilaian oleh guru mata pelajaran dapat menggunakan 1 (satu) jurnal untuk setiap kelas yang diajarnya, dan penilaian oleh guru BK dapat menggunakan 1 (satu) jurnal untuk setiap kelas di bawah bimbingannya.  Penilaian perkembangan sikap sipritual dan sikap sosial peserta didik bisa dicatat dalam
  • 9.
    Modul Ajar KurikulumMerdeka Modul Ajar IPS SMP Fase D Kelas 8 satu jurnal yang sama atau dalam 2 (dua) jurnal berbeda.  Peserta didik yang dicatat dalam jurnal adalah peserta didik yang menunjukkan perilaku yang sangat baik maupun kurang baik secara alami.  Pencatatan jurnal dilakukan dengan segera seperti ketika wali kelas, guru mata pelajaran, maupun guru BK menyaksikan atau memperoleh informasi terpercaya mengenai perilaku peserta didik.  Jika peserta didik pernah menunjukkan sikap kurang baik tetapi selama satu semester tersebut menunjukan perkembangan ke arah sikap baik, maka sikap baik tersebut juga dicatat dalam jurnal.  Guru mata pelajaran dan guru BK merangkum catatan jurnal perkembangan sikap spiritual dan sikap sosial setiap peserta didik dan menyerahkannya kepada wali kelas untuk diolah lebih lanjut Berikut merupakan jurnal penilaian (perkembangan) sikap spiritual dan sikap sosial oleh wali kelas. Jurnal Penilaian Sikap Spiritual Nama Sekolah : SMP ............................. Kelas/Semester : VIII/I Tahun Pelajaran : 2022/2023 No Waktu Nama Siswa Catatan Perilaku Butir Sikap 1 19/07/22 Haidar Tidak mengikuti sholat Dzuhur berjamaah di sekolah. Ketaqwaan 2 19/07/22 Halwa Mengganggu teman ketika berdoa sebelum kegiatan pembelajaran. Ketaqwaan 3 19/07/22 Sugi Mengajak teman berdoa sebelum olahraga badminton di sekolah. Ketaqwaan 4 19/07/22 Said Berpartisipasi sebagai panitia perayaan keagamaan di sekolah. Toleransi beragama Jurnal Penilaian Sikap Sosial Nama Sekolah : SMP ............................. Kelas/Semester : VIII/I Tahun Pelajaran: 2022/2023 No Waktu Nama Siswa Catatan Perilaku Butir Sikap 1 12/07/22 Haidar Membantu seorang teman yang kesulitan menyebrang jalan di depan sekolah. Kepedulian 2 26/08/22 Halwa Menyerahkan dompet yang ditemukan di Kejujuran
  • 10.
    Modul Ajar KurikulumMerdeka Modul Ajar IPS SMP Fase D Kelas 8 kantin sekolah kepada wali kelas. 3 26/09/22 Sugi Tidak menggunakan atribut upacara di sekolah dengan legkap. Kedisiplinan 4 25/10/22 Said Berinisiatif menyiram tanaman yang mulai kering. Kepedulian Contoh format di atas dapat digunakan guru mata pelajaran dan guru BK dalam penilain sikap spiritual dan sosial. Catatan tersebut juga dapat dibuat dalam satu tabel yang sama dengan menambahkan kolom keterangan pada bagian paling kanan untuk menuliskan keterangan jenis sikap yang ditulis. Berikut merupakan contoh tabel jurnal penilaian sikap (spiritual dan sosial) yang dijadikan dalam satu tabel: Jurnal Penilaian Sikap Nama Sekolah : SMP ............................. Kelas/Semester : VIII/I Tahun Pelajaran: 2022/2023 No Waktu Nama Siswa Catatan Perilaku Butir Sikap Ket. 1 19/07/22 Haidar Membantu seorang teman yang kesulitan menyebrang jalan di depan sekolah Ketaqwaan Sosial 2 19/07/22 Halwa Mengajak teman berdoa sebelum olahraga badminton di sekolah. Kepeduliaan Spiritual 3 19/07/22 Sugi Mengganggu teman ketika berdoa sebelum kegiatan pembelajaran. Toleransi beragama Spiritual 4 18/11/22 Said Berinisiatif menyiram tanaman yang mulai kering. Ketaqwaan Sosial b. Penilaian Diri (Self Assesment) Penilaian diri merupakan teknik penilaian terhadap diri sendiri oleh peserta didik dengan mengidentiikasi kelebihan dan kekurangan sikap peserta didik dalam berperilaku. Teknik penilaian ini dapat digunakan untuk menumbuhkan nilai-nilai kejujuran dan meningkatkan kemampuan releksi diri peserta didik. Satu tabel penilaian diri dapat digunakan untuk penilaian sikap spiritual dan sikap sosial. Berikut merupakan lembar penilaian diri menggunakan Likert Scale.
  • 11.
    Modul Ajar KurikulumMerdeka Modul Ajar IPS SMP Fase D Kelas 8 Lembar Penilaian Diri Siswa (Likert Scale) Nama teman yang dinilai : .................. Nama penilai : .................. Kelas : .................... Semester : .................... Berilah tanda centang pada kolom “Ya” atau “Tidak” sesuai dengan keadaan sebenarnya No Pernyataan Skala 1 2 3 4 1 Saya berdoa sebelum melakukan kegiatan 2 Saya melaksanakan ibadah sholat tepat waktu 3 Saya berani mengakui kesalahan jika memang bersalah 4 Saya mengumpulkan tugas sesuai jadwal yang diberikan 5 Saya mengembalikan barang yang saya pinjam dalam kondisi baik 6 Saya meminta maaf jika melakukan kesalahan 7 Saya datang ke sekolah tepat waktu Keterangan: 1 = sangat jarang 2 = jarang 3 = sering 4 = selalu c. Penilaian Antar Teman Penilaian antar teman adalah teknik penilaian yang dilakukan peserta didik terhadap peserta didik yang lain mengenai sikap/perilaku peserta didik. Penilaian antarteman dapat digunakan untuk menumbuhkan nilai kejujuran, tenggang rasa, dan saling menghargai. Satu lembar penilaian diri dapat digunakan untuk penilaian sikap spiritual dan sikap sosial. Berikut merupakan lembar penilaian antarteman menggunakan Likert Scale. Lembar Penilaian Diri Siswa (Likert Scale) Nama : .................. Kelas : .................... Semester : ....................
  • 12.
    Modul Ajar KurikulumMerdeka Modul Ajar IPS SMP Fase D Kelas 8 Berilah tanda centang pada kolom “Ya” atau “Tidak” sesuai dengan keadaan sebenarnya No Pernyataan Skala 1 2 3 4 1 Teman saya berkata jujur kepada orang lain 2 Teman saya mengerjakan ulangan dengan jujur 3 Teman saya mentaati tata-tertib sekolah 4 ..................................... Keterangan: 1 = sangat jarang 2 = jarang 3 = sering 4 = selalu Pada dasarnya teknik penilaian diri ini tidak hanya untuk aspek sikap, tetapi juga dapat digunakan untuk menilai kompetensi dalam aspek kete rampilan dan pengetahuan. 2. Penilaian Kompetensi Pengetahuan a) Pengertian Penilaian Pengetahuan Penilaian pengetahuan merupakan penilaian yang dilakukan untuk mengetahui kemampuan peserta didik berkaitan dengan penguasaan pengetahuan faktual, konseptual, maupun prosedural serta kecakapan berpikir tingkat rendah hingga tinggi. Guru dapat memilih teknik penilaian yang disesuaikan dengan karakteristik kompetensi yang akan dinilai. Penilaian diawali dengan perencanaan pada saat menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP). Hasil penilaian pengetahuan yang dilakukan selama dan setelah proses pembelajaran dinyatakan dalam bentuk angka dengan rentang 0-100. b) Teknik Penilaian Pengetahuan Teknik penilaian pengetahuan yang akan digunakan dapat disesuaikan dengan karakteristik masing-masing Kmpetensi Dasar (KD). Teknik penilaian pengetahuan yang sering digunakan yaitu tes tertulis, tes lisan, dan penugasan. Berikut merupakan penjabaran dari berbagai teknik penilaian pengetahuan. Teknik Penilaian Pengetahuan Teknik Bentuk Instrumen Tujuan Tes tertulis Pilihan ganda, benar-salah, menjodohkan, isian atau melengkapi, dan uraian. Mengetahui kemampuan penguasaan pengetahuan peserta didik dalam proses pembelajaran. Tes lisan Tanya jawab Mengetahui pemahaman peserta didik sebagai dasar perbaikan proses pembelajaran
  • 13.
    Modul Ajar KurikulumMerdeka Modul Ajar IPS SMP Fase D Kelas 8 Penugasan Tugas individu dan kelompok Memfasilitasi penguasaan pengetahuan peserta didik selama proses pembelajaran. 1. Tes Tertulis Tes tertulis merupakan soal dan jawaban disajikan secara tertulis, misalnya pilihan ganda, benar-salah, dan uraian. Langkah-langkah pengembangan tes tertulis: Kisi-kisi Tes Tertulis Nama Sekolah : SMP ............................. Kelas/Semester : VIII/I Tahun Pelajaran : 2022/2023 Mata Pelajaran : IPS No Kompetensi Dasar Materi Indikator Soal Bentuk Soal Jumlah Soal 1 Mengidentifikasi letak dan luas wilayah Indonesia Proses Geografis dan Keragaman Sosial Budaya Peserta didik mampu menjelaskan luas dan letak wilayah Indonesia Tes Tertulis 2 Butir soal: 1. Mengapa terjadi perbedaan waktu di Indonesia? 2. Bagaimana kondisi iklim dan cuaca di Indonesia? Pemberian skor Tes Tertulis No. Soal Kunci Jawaban Skor 1 Selain karena negara kepulauan, perbedaan waktu disebabkan adanya perbedaan letak garis bujur di Indonesia 2 2 Seperti apa cuaca di Indonesia? Indonesia berada di wilayah iklim tropis, yang terdiri dari 81% perairan hangat sehingga membuat suhu di pesisir pantai stabil di angka 28 °C, sedangkan daerah pedalaman dan pegunungan bersuhu 26 °C, dan untuk wilayah pegunungan yang lebih tinggi umumnya mencapai suhu 23 °C 2 Total Skor Maksimum 4
  • 14.
    Modul Ajar KurikulumMerdeka Modul Ajar IPS SMP Fase D Kelas 8 2. Tes Lisan Tes lisan merupakan pertanyaan yang diberikan guru secara lisan kepada peserta didik yang jawaban atas pertanyaan tersebut juga disampaikan secara lisan. Tes ini bertujuan untuk mengetahui penguasaan pengetahuan peserta didik dan menumbuhkan kemampuan berkomunikasi. Pemberian tes lisan dapat dilakukan pada saat pembelajaran berlangsung. pertanyaan pada tes lisan:  Apakah aku sudah mampu mengidentifikasi letak dan luas wilayah Indonesia?  Mengapa terjadi perbedaan waktu di Indonesia?  Bagaimana kondisi iklim dan cuaca di Indonesia? 3. Penugasan Penugasan adalah pemberian tugas untuk meningkatkan pengetahuan peserta didik. Tugas dapat dikerjakan baik secara individu maupun kelompok sesuai dengan kompetensi yang ingin dicapai. Berikut merupakan kisi-kisi tugas dan pedoman penskorannya. Nama Sekolah : SMP ............................. Kelas/Semester : VIII/I Tahun Pelajaran: 2022/2023 Mata Pelajaran : IPS Kompetensi Dasar Materi Indikator Teknik Penilaian Mengidentifikasi letak dan luas wilayah Indonesia Proses Geografis dan Keragaman Alam Peserta didik mampu menjelaskan luas dan letak wilayah Indonesia Penugasan Pedoman Pemberian Skor Tugas No Soal Aspek yang Dinilai Skor 1 Mengapa keadaan geografis mempengaruhi adanya keragaman di masyarakat? 0-2 2 Bagaimana isolasi geografis dapat mempengaruhi keragaman budaya? 0-3 3 Bagaimana kondisi wilayah Indonesia berdasarkan letak dan luasnya? 0-3 4 Apa tanda terjadinya perubahan iklim yang dapat dilihat atau dirasakan? 0-2
  • 15.
    Modul Ajar KurikulumMerdeka Modul Ajar IPS SMP Fase D Kelas 8 Total Skor Maksimum 10 3. Penilaian Keterampilan a) Pengertian Penilaian Keterampilan Penilaian keterampilan dilakukan untuk mengetahui kemampuan peserta didik dalam menerapkan pengetahuan yang telah diperoleh untuk melakukan tugas tertentu sesuai dengan indikator pencapaian kompetensi. Penilaian ini dapat dilakukan dengan berbagai teknik, seperti penilaian kinerja dan penilaian proyek. Berikut merupakan contoh kisi-kisi penilaian keterampilan, tugas, dan pedoman pemberian skor. b) Teknik Penilaian Keterampilan • Penilaian kinerja Berikut ini Kisi-kisi Penilaian Kinerja, soal/tugas, pedoman pemberian skor: Kisi-kisi Penilaian Kinerja Nama Sekolah : SMP ............................. Kelas/Semester : VIII/I Tahun Pelajaran : 2022/2023 Mata Pelajaran : IPS No Kompetensi Dasar Materi Indikator Teknik Penilaian 1 Mengidentifikasi letak dan luas wilayah Indonesia Proses Geografis dan Keragaman Alam Peserta didik mampu menjelaskan luas dan letak wilayah Indonesia Rubrik Pemberian Skor Penilaian Kinerja No Aspek yang Dinilai Skala 0 1 2 3 4 1 Merencanakan pengamatan 2 Melakukan pengamatan 3 Membuat laporan Jumlah: Penilaian diberikan dengan memperhatikan aspek proses dan produk. Guru dapat menetapkan bobot pemberian skor yang berbeda antara satu dan aspek yang lainnya dengan memperhatikan karakteristik kompetensi yang dinilai.
  • 16.
    Modul Ajar KurikulumMerdeka Modul Ajar IPS SMP Fase D Kelas 8 Rubrik Penilaian Kinerja No Indikator Rubrik 1 Menyiapkan bahan yang diperlukan 2 = Menyiapkan seluruh alat dan bahan yang diperlukan. 1 = Menyiapakan sebagian alat dan bahan yang diperlukan. 0 = Tidak menyiapkan alat bahan 2 Pengamatan 4 = Melakukan empat langkah kerja dengan tepat 3 = Melakukan tiga langkah kerja dengan tepat. 2 = Melakukan dua langkah kerja dengan tepat. 1 = Melakukan satu langkah kerja dengan tepat. 0 = Tidak melakukan langkah kerja. Langkah kerja: 1. Menyiapkan kertas gambar ukuran A4. 2. Menggambar kondisi iklim dan pengaruhnya bagi masyarakat Indonesia. 3. Mencantumkan komponen kondisi iklim dan pengaruhnya bagi masyarakat Indonesia pada gambar yang di buat. 4. Memberikan warna pada kenampakan objek yang di gambar pada kondisi iklim dan pengaruhnya bagi masyarakat Indonesia. 3 Membuat laporan 3 = Memenuhi 3 kriteria 2 = Memenuhi 2 kriteria 1 = Memenuhi 1 kriteria 0 = Tidak memenuhi kriteria Kriteria laporan: 1. Memenuhi sistematika laporan (judul, tujuan, alat dan bahan, prosedur, data pengamatan, pembahasan, kesimpulan) 2. Data, pembahasan, dan kesimpulan benar 3. Komunikatif
  • 17.
    Modul Ajar KurikulumMerdeka Modul Ajar IPS SMP Fase D Kelas 8 • Penilaian proyek Penilaian proyek merupakan kegiatan yang bertujuan untuk mengetahui kemampuan peserta didik dalam mengimplementasikan pengetahuannya melalui penyelesaian suatu tugas dalam waktu tertentu. Penilaian ini dapat digunakan untuk mengukur satu maupun beberapa Kompetensi Dasar (KD) dalam satu atau beberapa mata pelajaran. Kegiatan yang dilakukan dimulai dengan perencanaan, pengumpulan, pengorganisasian, pengolahan, penyajian, dan pelaporan. Beberapa hal yang perlu dipertimbangkan dalam penilaian proyek, yaitu: 1) Pengelolaan Kemampuan peserta didik untuk menentukan tema atau topik, mengumpulkan informasi, pengolahan data, dan penulisan laporan. 2) Relevansi Tema yang dipilih sesuai dengan Kompetensi Dasar (KD). 3) Keaslian Laporan atau produk yang dibuat peserta didik merupakan hasil karyanya. 4) Inovasi dan Kreativitas Terdapat unsur-unsur kebaruan dan berbeda pada produk yang dihasilkan peserta didik. Kisi-kisi Penilaian Proyek Nama Sekolah : SMP ............................. Kelas/Semester : VIII/I Tahun Pelajaran : 2022/2023 Mata Pelajaran : IPS No Kompetensi Dasar Materi Indikator Teknik Penilaian 1 Mengidentifikasi letak dan luas wilayah Indonesia Proses Geografis dan Keragaman Alam Peserta didik mampu menjelaskan luas dan letak wilayah Indonesia Penilaian Proyek Proyek : Buatlah poster salah satu tujuan kondisi iklim dan pengaruhnya bagi masyarakat Indonesia menggunakan kertas gambar ukuran A3, pensil warna atau cat air dengan memperhatikan hal- hal berikut! 1. Pilihlah salah satu tujuan kondisi iklim dan pengaruhnya bagi masyarakat Indonesia. 2. Amati tujuan tersebut apakah telah tercapai atau belum tercapai di Indonesia lalu sampaikan dalam poster. 3. Gambar salah satu tujuan kondisi iklim dan pengaruhnya bagi masyarakat Indonesia yang telah dipilih! 4. Tuliskan kondisi iklim dan pengaruhnya bagi masyarakat Indonesia konsep dari poster yang akan peserta didik sampaikan!
  • 18.
    Modul Ajar KurikulumMerdeka Modul Ajar IPS SMP Fase D Kelas 8 5. Laporkan hasilnya secara lisan! Rubrik Pemberian Skor Proyek No Pernyataan Skor 1 2 3 4 1 Kemampuan peserta didik dalam merencanakan 2 Kemampuan menggambar poster 3 Kemampuan penyampaian konsep berdasarkan poster yang digambar 4 Kemampuan mempresentasikan isi poster 5 Produk Poster Skor Maksimum 15 Catatan: Guru bisa menetapkan bobot yang berbeda-beda antara aspek satu dan lainnya pada pemberian skor dengan memperhatikan karakteristik Kompetensi Dasar (KD) atau keterampilan yang dinilai. Rubrik Penilaian Proyek No Pernyataan Keterangan 1 Kemampuan Perencanaan 2 = perencanaan lengkap (bahan, cara kerja, hasil), dan rinci 1 = perencanaan kurang lengkap 0 = tidak ada perencanaan 2 Kemampuan menggambar poster secara tepat sesuai dengan salah satu tujuan kondisi iklim dan pengaruhnya bagi masyarakat Indonesia 2 = menggambar dan mewarnai poster dengan baik dan interpretasi tujuan pembangunan berkelanjutan dalam poster tepat. 1 = menggambar dan memberikan warna pada poster tetapi salah dalam menginterpretasikan tujuan pembangunan berkelanjutan yang dipilih. 0 = gambar tidak diberi warna dan tidak tepat dalam menginterpretasikan tujuan pembangunan berkelanjutan yang dipilih.
  • 19.
    Modul Ajar KurikulumMerdeka Modul Ajar IPS SMP Fase D Kelas 8 G. KEGIATAN PENGAYAAN DAN REMEDIAL Pengayaan Materi di bawah ini merupakan informasi penting yang dapat digunakan untuk mengembangkan kompetensi yang dipelajari peserta didik dalam buku teks. Proses geografis dan keragaman alam Bangsa Indonesia patut bersyukur karena proses geografis dan keragaman alam yang dimiliki. Indonesia merupakan negara terluas di Asia Tenggara. Luas daratan Indonesia sebesar 1.910.932,37 km2 dan laut Indonesia mencapai 5,8 juta km2. Letak Indonesia sangat menguntungkan bagi kehidupan masyarakat. Selain memiliki letak geografis yang sangat menguntungkan, Indonesia juga memiliki letak geologis, iklim dan cuaca yang sangat menguntungkan. Pengertian letak astronomis adalah posisi suatu tempat didasarkan garis lintang dan garis bujur. Yang dimaksud garis lintang adalah suatu haris khayal yang melingkari permukaan bumi. Posisi garis lintang bersifat horizontal yang berbeda dengan garis bujur yang bertikal. Garis bujur merupakan garis khayal yang menghubungkan Kutub Utara dan Kutub Selatan. Letak geologis adalah posisi suatu wilayah yang didasarkan pada struktur geologi atau susunan batuan di sekitarnya. Secara geologis, Indonesia dilalui dua jalur pegunungan dunia yaitu pegunungan Sirkum Pasifik dan Sirkum Mediterania. Letak tersebut menyebabkan Indonesia memiliki banyak gunungapi aktif. Jalur pegunungan di Indonesia membentang dari ujung utara Sumatra memanjang melalui pantai barat Sumatra, melewati Pulau Jawa, Nusa Tenggara, Banda, Sulawesi, dan Halmahera. Jumlah gunung aktif di Indonesia sebanyak 127 gunung api aktif. Cuaca didefinisikan sebagai keadaan rerata udara pada waktu atau saat tertentu di dalam suatu wilayah. Skope wilayah cuaca bersifat sempit dengan ritme waktu yang pendek. Perbedaan menonjol iklim dan cuaca adalah pada durasi waktu. Iklim didefinisikan kondisi cuaca rata-rata tahunan dalam wilayah yang luas. Arus angin yang banyak mengandung uap air dari lautan Pasifik melewati laut Cina Selatan menyebabkan musim hujan di Indonesia terutama wilayah bagian barat. Semakin ke timur curah hujan semakin sedikit. Hal ini karena hujan telah banyak jatuh dan menguap di bagian barat. • Materi bisa dilihat juga dalam: Said, M. Noor. 2020. Dinamika Penduduk. Semarang: Alprin. Remedial Remedial diberikan kepada siswa yang mendapat kriteria paham sebagian dan tidak paham dengan kegiatan mengulang pembelajaran di luar jam pelajaran. LAMPIRAN A. LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD) A. Keragaman Alam Indonesia Nama : Kelas :
  • 20.
    Modul Ajar KurikulumMerdeka Modul Ajar IPS SMP Fase D Kelas 8 Petunjuk! LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD) 1. Bagaimana Proses Geografis Memengaruhi Keragaman Alam Indonesia? Nama : Kelas : Petunjuk!
  • 21.
    Modul Ajar KurikulumMerdeka Modul Ajar IPS SMP Fase D Kelas 8 B. BAHAN BACAAN GURU & PESERTA DIDIK  Guru dan peserta didik mencari berbagai informasi tentang Proses Geografis dan Keragaman Sosial Budaya dari berbagai media atau website resmi dibawa nauangan kementerian pendidikan, kebudayaan, riset dan teknologi.  Buku Panduan Guru dan Siswa Ilmu Pengetahuan Sosial untuk SMP Kelas VIII : Kemendikbudristek 2021. C. GLOSARIUM Glosarium adat istiadat: Himpunan kaidah-kaidah sosial yang sejak lama ada dan telah menjadi kebiasaan (tradisi) dalam masyarakat. benua: Hamparan daratan yang sangat luas yang berada di permukaan bumi. budaya: Suatu cara hidup yang berkembang dan dimiliki Bersama oleh sebuah kelompok orang dan diwariskan dari generasi ke generasi. cuaca: Keadaan udara pada saat tertentu dan di wilayah tertentu yang relatif sempit dan pada jangka waktu yan singkat. dinamika penduduk: Perubahan jumlah penduduk pada suatu wilayah yang disebabkan oleh tiga faktor yaitu, kelahiran (natalitas), kematian (mortalitas), dan perpindahan (migrasi). diplomasi: Urusan kepentingan sebuah negara dengan perantaraan wakil-wakilnya di negara lain. eksogen: Tenaga yang berasal dari luar bumi, artinya tenaga luar berhubungan dengan tenaga yang berasal dari atas permukaan bumi. endogen: Tenaga yang berasal dari dalam perut bumi sehingga mengakibatkan pergerakan kulit bumi. globalisasi: Terbentuknya sistem organisasi dan komunikasi antarmasyarakat di seluruh dunia untuk mengikuti sistem dan kaidah yang sama iklim: Rerata keadaan udara atau cuaca yang terjadi pada rentang wilayah yang luas serta rentang waktu yang lama. Wilayah tersebut bisa satu benua atau negara dengan waktu, misalnya 10 tahun atau 20 tahun. imperialism : Sistem politik yang bertujuan menjajah negara lain untuk mendapatkan kekuasaan dan keuntungan lebih besar. inflasi: Kemerosotan nilai uang karena banyaknya dan cepatnya uang beredar sehingga menyebabkan naiknya harga barang-barang inovasi: Diterapkannya alat/ide baru untuk melengkapi atau menggantikan ide/alat yang lama integrasi sosial: Proses penyesuaian unsur-unsur yang berbeda dalam masyarakat sehingga menjadi satu kesatuan
  • 22.
    Modul Ajar KurikulumMerdeka Modul Ajar IPS SMP Fase D Kelas 8 kolonialisme: Penguasaan oleh suatu negara atas daerah atau bangsa lain dengan maksud untuk memperluas negara. komoditas: Barang ekspor atau impor. komposisi penduduk: Pengelompokan penduduk berdasarkan kriteria tertentu. misalnya berdasarkan agama, jenis kelamin, ras, usia, status perkawinan, dan lain-lain. koperasi: Organisasi ekonomi rakyat yang berwatak sosial dan beranggotakan orang-orang, badan-badan hukum koperasi yang merupakan tata susunan ekonomi sebagai usaha bersama berdasarkan asas kekeluargaan. mobilitas sosial: Perpindahan posisi seseorang atau sekelompok orang dari lapisan yang satu ke lapisan yang lain. piramida penduduk: Dua buah diagram batang, pada sisi lainnya menunjukkan jumlah penduduk laki-laki dan pada sisi lainnya menunjukkan jumlah penduduk perempuan dalam kelompok interval usia penduduk lima tahunan. potensi: Kemampuan yang dimiliki. reformasi: Perubahan secara drastis untuk perbaikan (bidang sosial, politik, agama) dalam suatu masyarakat atau negara. region: Suatu wilayah yang memiliki ciri atau karakteristik tersendiri yang berbeda dengan wilayah lainnya. Think Pair Share: Think (berpikir secara mandiri), Pair (berpasangan) dan Share (berbagi dalam segala hal termasuk pengetahuan ke satu individu atau grup belajar). Two Stay Two Stray: Satu model pembelajaran kooperatif untuk menghadapi kemampuan heterogen siswa yang dilakukan dengan membentuk kelompok yang bersifat heterogen kemudian saling bertukar informasi dengan kelompok lain TSTS memungkinkan siswa untuk saling bekerja sama dan saling bertukar informasi dengan cara 2 anggota tinggal di kelompok dan 2 anggota menjadi tamu di kelompok lain. D. DAFTAR PUSTAKA Daftar Pustaka Abbas, Syamsuddin. 1997 Revolusi hijau dengan swasembada beras dan jagung. Jakarta: Sekretariat Badan Pengendali Bimas Departemen Pertanian Budiawan. 2017. Nasion & nasionalisme, jelajah ringkas teoritis. Yogyakarta: Penerbit Ombak. Bahasa Indonsia.2007. Kerja sama Perdagangan Internasional: Peluang dan Tantangan bagi Bangsa Indonesia.Jakarta: PT Elekmediakomputindo. Dawam, R.M, dkk. 1995. Bank Indonesia Dalam Kilasan Sejarah. Jakarta: LP3S. Djojohadikusumo, Sumitro. (1953). Persoalan Ekonomi di Indonesia. Jakarta: Indira Hatta, Mohammad. 1960. Ekonomi terpimpin. Jakarta: Fasco Horton, Paul dan Chester L. Hunt. 1999. Sosiologi. Jakarta : Erlangga Martono, Nanang. 2012. Sosiologi perubahan sosial. Jakarta: Raja Grafindo Persada. Pranarka, AMW, Leonardus B. Moerdani dan Supardjo Roestam. 1986. Wawasan kebangsaan, ketahanan nasional, dan wawasan nusantara. Yogyakarta: Lembaga Pengkajian Kebudayaan Sarjana Wiyata Tamansiswa. Poesponegoro, Marwati Djoened. 1993. Sejarah Nasional Indonesia VI. Jakarta : Balai
  • 23.
    Modul Ajar KurikulumMerdeka Modul Ajar IPS SMP Fase D Kelas 8 Pustaka Poesponegoro, Marwati Djoened. 2010. Sejarah Nasional Indonesia V. Jakarta : Balai Pustaka Ricklefs, Merle Calvin. 2008. Sejarah Indonesia Modern 1200-2008. Jakarta: Serambi Reid, Anthony JS. 1996. Revolusi Nasional Indonesia. Jakarta: Pustaka Sinar Harapan. Soekanto, Soerjono. 2012. Sosiologi suatu pengantar. Jakarta: PT. Rajawali Press. Smith, Anthony D. 2003. Nasionalisme: teori, ideologi, sejarah. Jakarta: Penerbit Erlangga. Supardi.2011. Dasar-Dasar Ilmu Sosial.Yogyakarta:Ombak.
  • 24.
    Modul Ajar KurikulumMerdeka Modul Ajar IPS SMP Fase D Kelas 8 MODUL AJAR KURIKULUM MERDEKA IPS FASE D KELAS VIII INFORMASI UMUM A. IDENTITAS MODUL Penyusun Instansi Tahun Penyusunan Jenjang Sekolah Mata Pelajaran Fase / Kelas Tema 01 Subtema A Materi 2 Alokasi Waktu : : : : : : : : : : ..................................... SMP ………………… Tahun 2022 SMP Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) D / VIII Kondisi Geografis dan Pelestarian Sumber Daya Keragaman Alam Indonesia Proses Geografis dan Keragaman Sosial Budaya 4 JP (Pertemuan Ke-3-4) B. KOMPETENSI AWAL Capaian Pembelajaran IPS Fase D Pada akhir fase ini, peserta didik mampu memahami dan memiliki kesadaran akan keberadaan diri dan keluarga serta lingkungan terdekatnya. Ia mampu menganalisis hubungan antara kondisi geografis daerah dengan karakteristik masyarakat serta memahami potensi sumber daya alamnya. Ia juga mampu menganalisis hubungan antara keragaman kondisi geografis nusantara terhadap pembentukan kemajemukan budaya. Ia mampu memahami bagaimana masyarakat saling berupaya untuk dapat memenuhi kebutuhan hidupnya. Ia mampu menganalisis peran pemerintah dan masyarakat dalam mendorong pertumbuhan perekonomian. Peserta didik juga mampu memahami dan memiliki kesadaran terhadap perubahan sosial yang sedang terjadi di era kontemporer. Ia dapat menganalisis perkembangan ekonomi di era digital. Peserta didik memahami tantangan pembangunan dan potensi Indonesia menjadi negara maju. Ia menyadari perannya sebagai bagian dari masyarakat Indonesia dan dunia di tengah isu-isu regional dan global yang sedang terjadi dan ikut memberikan kontribusi yang positif. Peserta didik mampu memahami dan menerapkan materi pembelajaran melalui pendekatan keterampilan proses dalam belajarnya, yaitu mengamati, menanya dengan rumus 5W 1H. Kemudian mampu memperkirakan apa yang akan terjadi berdasarkan jawaban- jawaban yang ditemukan. Peserta didik juga mampu mengumpulkan informasi melalui studi pustaka, studi dokumen, wawancara, observasi, kuesioner, dan Teknik pengumpulan informasi lainnya. Merencanakan dan mengembangkan penyelidikan. Peserta didik mengorganisasikan informasi dengan memilih, mengolah dan menganalisis informasi yang diperoleh. Proses analisis informasi dilakukan dengan cara verifikasi, interpretasi, dan triangulasi informasi. Peserta didik menarik kesimpulan, menjawab, mengukur dan mendeskripsikan serta menjelaskan permasalahan yang ada dengan memenuhi prosedur dan tahapan yang ditetapkan. Peserta didik mengungkapkan seluruh hasil tahapan di atas secara lisan dan tulisan dalam bentuk media digital dan non-digital. Peserta didik lalu mengomunikasikan hasil temuannya dengan mempublikasikan hasil laporan dalam bentuk presentasi digital dan atau non-digital, dan sebagainya. Selain itu peserta didik mampu mengevaluasi pengalaman belajar yang telah dilalui dan diharapkan dapat merencanakan proyek lanjutan dengan melibatkan lintas mata pelajaran secara kolaboratif. Elemen Pemahaman Konsep Elemen Keterampilan proses Pada akhir fase ini, peserta didik mampu memahami dan memiliki Pada akhir fase ini, Peserta didik mampu memahami dan menerapkan materi
  • 25.
    Modul Ajar KurikulumMerdeka Modul Ajar IPS SMP Fase D Kelas 8 kesadaran akan keberadaan diri serta mampu berinteraksi dengan lingkungan terdekatnya. Ia mampu menganalisis hubungan antara kondisi geografis daerah dengan karakteristik masyarakat dan memahami potensi sumber daya alam serta kaitannya dengan mitigasi kebencanaan . Ia juga mampu menganalisis hubungan antara keragaman kondisi geografis nusantara terhadap pembentukan kemajemukan budaya. Ia mampu memahami bagaimana masyarakat saling berupaya untuk dapat memenuhi kebutuhan hidupnya. Ia mampu menganalisis peran pemerintah dan masyarakat dalam mendorong pertumbuhan perekonomian. Peserta didik juga mampu memahami dan memiliki kesadaran terhadap perubahan sosial yang sedang terjadi di era kontemporer. Ia dapat menganalisis perkembangan ekonomi di era digital. Peserta didik memahami tantangan pembangunan dan potensi Indonesia menjadi negara maju. Ia menyadari perannya sebagai bagian dari masyarakat Indonesia dan dunia di tengah isu-isu regional dan global yang sedang terjadi dan ikut memberikan kontribusi yang positif. pembelajaran melalui pendekatan keterampilan proses dalam belajarnya, yaitu mengamati, menanya dengan rumus 5W 1H. Kemudian mampu memperkirakan apa yang akan terjadi berdasarkan jawaban- jawaban yang ditemukan. Peserta didik juga mampu mengumpulkan informasi melalui studi pustaka, studi dokumen, lapangan, wawancara, observasi, kuesioner, dan teknik pengumpulan informasi lainnya. merencanakan dan mengembangkan penyelidikan. Peserta didik mengorganisasikan informasi dengan memilih, mengolah dan menganalisis informasi yang diperoleh. Proses analisis informasi dilakukan dengan cara verifikasi, interpretasi, dan triangulasi informasi. Peserta didik menarik kesimpulan, menjawab, mengukur dan mendeskripsikan serta menjelaskan permasalahan yang ada dengan memenuhi prosedur dan tahapan yang ditetapkan. Peserta didik mengungkapkan seluruh hasil tahapan di atas secara lisan dan tulisan dalam bentuk media digital dan non-digital. Peserta didik lalu mengomunikasikan hasil temuannya dengan mempublikasikan hasil laporan dalam bentuk presentasi digital dan atau non digital, dan sebagainya. Selain itu peserta didik mampu mengevaluasi pengalaman belajar yang telah dilalui dan diharapkan dapat merencanakan proyek lanjutan dengan melibatkan lintas mata pelajaran secara kolaboratif. C. PROFIL PELAJAR PANCASILA  Beriman, Bertakwa Kepada Tuhan Yang Maha Esa, dan Berahlak Mulia;  Berkebhinekaan Global;  Bergotong Royong;  Mandiri;  Bernalar Kritis; dan  Kreatif. D. SARANA DAN PRASARANA Media, Sumber Belajar, dan Alat Sumber utama:  Video tentang proses geografis dan keragaman sosial budaya di Indonesia.  Slide gambar tentang bangunan hasil akulturasi dengan budaya luar di Indonesia.  Peta ilustrasi pelayaran dari Yunan ke Indonesia.
  • 26.
    Modul Ajar KurikulumMerdeka Modul Ajar IPS SMP Fase D Kelas 8  Buku Siswa Ilmu Pengetahuan Sosial Kelas VII, 2021, Jakarta: Kemendikbud, Pusta Kurikulum dan Perbukuan.  LCD, laptop, papan tulis. Sumber alternatif:  Guru juga dapat menggunakan sumber belajar alternatif yang terdapat di lingkungan setempat. Sesuai tema proses geografis dan keragaman sosial . Pengembangan sumber belajar:  Guru dapat membuat video dari kumpulan-kumpulan beberapa budaya yang ada di Indonesia E. TARGET PESERTA DIDIK  Peserta didik reguler/tipikal: umum, tidak ada kesulitan dalam mencerna dan memahami materi ajar.  Peserta didik dengan pencapaian tinggi: mencerna dan memahami dengan cepat, mampu mencapai keterampilan berfikir aras tinggi (HOTS), dan memiliki keterampilan memimpin F. MODEL PEMBELAJARAN  Tatap Muka KOMPONEN INTI A. TUJUAN KEGIATAN PEMBELAJARAN Alur Tujuan Pembelajaran : 1. Peserta didik mampu menjelaskan keragaman sosial budaya di masyarakat. 2. Peserta didik mampu menganalisis pengaruh faktor geografis yang mempengaruhi keragaman sosial budaya. 3. Peserta didik mampu mengidentifikasi jenis keragaman sosial budaya. B. PEMAHAMAN BERMAKNA  Meningkatkan kemampuan siswa tentang proses geografis dan keragaman sosial budaya. C. PERTANYAAN PEMANTIK  Bagaimana pengaruh letak geografis terhadap keragaman sosial budaya?  Mengapa terjadi keragaman sosial budaya?  Apa saja yang memengaruhi adanya keragaman sosial budaya? D. KEGIATAN PEMBELAJARAN Kegiatan Pendahuluan  Guru dan peserta didik mengucapkan salam dan doa.  Guru dan peserta mengondisikan pembelajaran.  Apersepsi : Peserta didik melihat video keragaman sosial budaya di Indonesia. Guru dapat menambahkan variasi gambar menggunakan tayangan video dari internet. Apersepsi juga dapat dilakukan dengan melibatkan aktivitas peserta didik. Peserta didik difasilitasi guru mengaitkan gambar dengan kegiatan belajar sebelumnya. Guru melanjutkan dengan memberikan motivasi terkait proses geografis dan keragaman sosial budaya.  Motivasi: Dengan adanya keragaman sosial budaya yang ada di Indonesia, kita dapat mengetahui bahwa setiap daerah mempunyai budaya masing-masing dengan ciri
  • 27.
    Modul Ajar KurikulumMerdeka Modul Ajar IPS SMP Fase D Kelas 8 khasnya sendiri-sendiri. Maka dari itu, kita dapat meningkatkan toleransi untuk menghargai dan menghormati sosial dan budaya dari daerah lain  Peserta didik dibantu guru menyimak gambaran tema dan tujuan pembelajaran pada pertemuan 3 dan 4 tentang proses geografis dan keragaman sosial budaya dalam tema 01. Kegiatan Inti Guru menjelaskan tentang petunjuk kerja dan tugas dari Lembar Aktivitas 3 untuk mengidentifikasi pengaruh kondisi geografis terhadap keragaman sosial budaya. Kegiatan ini dimaksudkan untuk memberikan pengalaman peserta didik bahwa setiap daerah memiliki pengaruh terhadap keragaman sosial budaya. Proses tukar menukar hasil diskusi dapat dilakukan dalam waktu singkat, kemudian guru melakukan tanya jawab dengan peserta didik terkait hasil identifikasi. Secara interaktif guru mengaitkan hasil identifikasi dengan orientasi pembelajaran tentang keragaman sosial budaya. Peserta Didik Mengidentifikasi Masalah Setelah peserta didik mengidentifikasi berbagai mata pencaharian, kesenian, dan upacara keagamaan dalam masyarakat pada keragaman sosial budaya yang berbeda, selanjutnya guru mendorong peserta didik mengajukan berbagai pertanyaan yang mengarah pada HOTS. Beberapa pertanyaan yang diajukan, misalnya: Bagaimana pengaruh letak geografis terhadap keragaman sosial budaya? Mengapa terjadi keragaman sosial budaya? Apa saja yang memengaruhi adanya keragaman sosial budaya? Peserta Didik Mengelola Informasi  Peserta didik membaca teks tentang keragaman sosial budaya masyarakat, pengaruh faktor geografis yang memengaruhi keragaman budaya, dan unsur-unsur budaya.  Guru memfasilitasi sumber lain misalnya memberikan tautan internet yang mendukung penjelasan dan pendalaman sumber belajar. Contoh tautan : Budaya Indonesia https://www.youtube.com/watch?v=cbD_yqfYx9g Untuk memperoleh informasi lebih luas, peserta didik juga dapat melakukan browsing kehidupan masyarakat Indonesia yang dipengaruhi oleh proses geografis. Guru dapat memberikan beberapa tautan berita, tulisan, dan laporan video tentang keragaman sosial budaya kehidupan masyarakat Indonesia.  Peserta didik mengolah informasi secara berkelompok di bawah bimbingan guru. Kegiatan ini dapat dilakukan secara bervariasi, misalnya dengan diskusi kelompok menggunakan Team Games Tournament  Contoh: Menggunakan Team Games Tournament 1. Kelompok Asal a. Peserta didik dibagi menjadi 5 kelompok, setiap satu kelompok terdiri dari 7 orang dengan cara berhitung. b. Peserta didik duduk mengelompok bersama kelompoknya masing-masing, lalu diarahkan untuk berdiskusi mengenai pencarian data/informasi guna mempelajari materi proses geografis dan keragaman sosial budaya. c. Guru mendampingi, membimbing, dan mengawasi peserta didik dalam kegiatan mencari data/informasi berdasarkan sumber yang relevan 2. Tournament a. Guru mengajak peserta didik untuk bermain dalam pembelajaran melalui Team
  • 28.
    Modul Ajar KurikulumMerdeka Modul Ajar IPS SMP Fase D Kelas 8 Games Tournament. b. Peserta didik menyajikan hasil diskusi kelompok dengan melakukan games tournament. c. Sebelumnya guru telah menyiapkan media pembelajaran lembar kerja berupa beberapa pertanyaan yang akan dijawab oleh masing-masing kelompok peserta didik. d. Peserta didik kemudian menjawab pertanyaan pada media yang disediakan. e. Peserta didik mengikuti permainan dengan prosedur yang sama. f. Peserta didik harus menghentikan permainan jika sudah ada kelompok yang menjawab seluruh pertanyaan dengan mengangkat lembar kerja. 3. Rekognisi Team a. Guru melakukan penilaian hasil tournament atau permainan. b. Kelompok yang memperoleh nilai tertinggi mendapatkan reward dari guru.  Peserta didik memilih dan mengorganisasikan informasi yang diperoleh.  Guru membimbing dan mengarahkan proses belajar peserta didik (kegiatan belajar).  Guru memastikan peserta didik mengerjakan tugas dengan baik.  Guru membantu peserta didik menemukan sumber belajar lainnya. Hal tersebut bertujuan untuk mengembangkan keterampilan berkolaborasi dengan orang lain. Peserta Didik Merencanakan dan Mengembangkan Ide  Hasil pengolahan informasi disajikan dalam bentuk laporan/poster/karya lainnya.  Peserta didik secara kelompok mengerjakan Lembar Aktivitas 4 tentang perbedaan budaya yang ada di Indonesia. Peserta Didik Melakukan Refleksi Diri dan Aksi  Dalam kelas atau melalui media berbasis internet peserta didik mengomunikasikan hasil pengolahan informasi.  Guru memfasilitasi peserta didik menemukan simpulan pembelajaran.  Guru memberikan kesempatan ke peserta didik untuk mengajukan pendapat atau pertanyaan.  Penguatan dan pengayaan dilakukan untuk mengembangkan kompetensi peserta didik. Penutup  Penilaian pembelajaran dilakukan secara lisan atau tertulis.  Peserta didik melakukan refleksi pembelajaran berkaitan dengan sikap, pengetahuan, dan keterampilan. Sikap  Apakah aku sudah melakukan pembelajaran secara bertanggung jawab?  Inspirasi dari pembelajaran tentang proses geografis dan keragaman sosial budaya dalam hidup saya adalah… Pengetahuan:  Apakah aku sudah mampu mengidentifikasi keragaman sosial budaya Indonesia?
  • 29.
    Modul Ajar KurikulumMerdeka Modul Ajar IPS SMP Fase D Kelas 8  Mengapa terjadi perbedaan suhu di wilayah Indonesia?  Bagaimana pengaruh letak geografis terhadap keragaman sosial budaya di Indonesia? Keterampilan :  Apakah aku sudah berhasil membuat esai/poster/karya lainnya tentang proses geografis dan pengaruhnya terhadap keragaman sosial budaya?  Refleksi juga dapat dilakukan dengan cara lain, misalnya kuis tentang proses geografis dan keragaman alam, menuliskan kompetensi yang diperoleh baik sikap, pengetahuan, dan keterampilan. Dapat pula dengan menuliskan inspirasi yang diperoleh dan yang akan dilakukan pada masa yang akan datang.  Tindak lanjut dilakukan dengan mendorong peserta didik mempelajari lebih lanjut dan informasi pembelajaran berikutnya tentang potensi sumber daya alam di Indonesia.  Doa dan penutup. F. REFLEKSI Refleksi Guru :  Apakah Kegitan belajar berhasil?  Berapa persen peserta didik mencapai tujuan?  Kesulitan apa yang dialami guru dan peserta didik?  Apa langkah yang perlu dilakukan untuk memperbaiki proses belajar?  Apakah seluruh peserta didik mengikuti pelajaran dengan baik? Refleksi Peserta Didik : Setelah mempelajari materi keragaman alam Indonesia, kesimpulan apa yang dapat kalian ambil dari materi tersebut? Pengetahuan apa saja yang kamu peroleh? Sikap apa yang dapat kamu kembangkan? Keterampilan apa saja yang dapat dikuasai? Pada materi ini, proses geografis berhubungan dengan keragaman alam Indonesia. Kemudian menurut kalian bagaimanakah cara untuk melestarikan keragaman alam dan keragaman sosial budaya Indonesia agar tetap bertahan pada zaman globalisasi saat ini? Padahal kita tahu, keragaman alam dan keragaman sosial budaya Indonesia sudah terkenal hingga mancanegara. F. ASESMEN / PENILAIAN Penilaian Proses dan Hasil Pembelajaran a. Konsep Penilaian dan Pembelajaran IPS Penilaian merupakan kegiatan yang bertujuan untuk memperoleh, menganalisis, menafsirkan proses dan hasil belajar peserta didik secara sistematis. Penilaian tersebut dapat digunakan untuk mengetahui tingkat keberhasilan pencapaian kompetensi, proses pembelajaran, tingkat kesulitan belajar peserta didik, dan penentuan tindak lanjut pembelajaran. Penilaian pembelajaran IPS memakai pendekatan penilaian autentik (authentic assesment) untuk menilai kesiapan peserta didik, proses, dan hasil belajar secara utuh. Hasil penilaian tersebut dapat dimanfaatkan guru dalam merencanakan program perbaikan (remedial), pengayaan (enrichment), layanan konseling, dan sebagai landasan untuk memperbaiki proses pembelajaran selanjutnya. b. Teknik dan Instrumen Penilaian Penilaian kompetensi sikap, keterampilan, dan pengetahuan dilakukan menggunakan teknik dan instrumen penilaian. Berikut merupakan penjabaran teknik dan instrumen penilaian dari masing-masing kompetensi.
  • 30.
    Modul Ajar KurikulumMerdeka Modul Ajar IPS SMP Fase D Kelas 8 1. Penilaian kompetensi sikap Teknik penilaian kompetensi sikap dapat berupa observasi, penilaian diri, dan penilaian antar teman. Kegiatan ini bisa dilakukan oleh guru matabpelajaran, wali kelas, dan guru bimbingan konseling (BK) yang ditulis dalam buku jurnal. Jurnal berisi catatan kejadian tertentu dan informasi lain yang relevan. a. Observasi Instrumen dalam observasi yaitu lembar observasi atau jurnal. Lembar observasi berisi catatan perilaku peserta didik berdasarkan pengamatan oleh guru mata pelajaran, wali kelas, dan guru bimbingan konseling selama satu semester. Setiap catatan berisi deskripsi perilaku peserta didik yang dilengkapi dengan waktu dan tempat pengamatan tersebut. Jika terjadi perubahan sikap peserta didik dari yang kurang baik menjadi baik maka dalam jurnal harus ditulis bahwa sikap peserta didik tersebut telah baik atau bahkan sangat baik. Hal yang dicatat dalam jurnal bisa berupa sikap kurang baik, baik, maupun sangat baik, serta perkembangan perubahan sikap peserta didik. Berikut merupakan lembar observasi penilaian sikap peserta didik selama satu semester: Tabel Jurnal Pengembangan Sikap No Tanggal Nama Siswa Catatan Perilaku Butir Sikap 1 2 3 4 dst Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam pelaksanaan penilaian sikap menggunakan teknik observasi :  Jurnal penilaian sikap ditulis oleh guru mata pelajaran, wali kelas, dan guru BK selama satu semester.  Penilaian oleh wali kelas dapat menggunakan 1 (satu) jurnal untuk satu kelas yang menjadi tanggung-jawabnya. Penilaian oleh guru mata pelajaran dapat menggunakan 1 (satu) jurnal untuk setiap kelas yang diajarnya, dan penilaian oleh guru BK dapat menggunakan 1 (satu) jurnal untuk setiap kelas di bawah bimbingannya.  Penilaian perkembangan sikap sipritual dan sikap sosial peserta didik bisa dicatat dalam satu jurnal yang sama atau dalam 2 (dua) jurnal berbeda.  Peserta didik yang dicatat dalam jurnal adalah peserta didik yang menunjukkan perilaku yang sangat baik maupun kurang baik secara alami.  Pencatatan jurnal dilakukan dengan segera seperti ketika wali kelas, guru mata pelajaran, maupun guru BK menyaksikan atau memperoleh informasi terpercaya mengenai perilaku peserta didik.  Jika peserta didik pernah menunjukkan sikap kurang baik tetapi selama satu semester tersebut menunjukan perkembangan ke arah sikap baik, maka sikap baik tersebut juga dicatat dalam jurnal.  Guru mata pelajaran dan guru BK merangkum catatan jurnal perkembangan sikap spiritual dan sikap sosial setiap peserta didik dan menyerahkannya kepada wali kelas
  • 31.
    Modul Ajar KurikulumMerdeka Modul Ajar IPS SMP Fase D Kelas 8 untuk diolah lebih lanjut Berikut merupakan jurnal penilaian (perkembangan) sikap spiritual dan sikap sosial oleh wali kelas. Jurnal Penilaian Sikap Spiritual Nama Sekolah : SMP ............................. Kelas/Semester : VIII/I Tahun Pelajaran : 2022/2023 No Waktu Nama Siswa Catatan Perilaku Butir Sikap 1 19/07/22 Haidar Tidak mengikuti sholat Dzuhur berjamaah di sekolah. Ketaqwaan 2 19/07/22 Halwa Mengganggu teman ketika berdoa sebelum kegiatan pembelajaran. Ketaqwaan 3 19/07/22 Sugi Mengajak teman berdoa sebelum olahraga badminton di sekolah. Ketaqwaan 4 19/07/22 Said Berpartisipasi sebagai panitia perayaan keagamaan di sekolah. Toleransi beragama Jurnal Penilaian Sikap Sosial Nama Sekolah : SMP ............................. Kelas/Semester : VIII/I Tahun Pelajaran: 2022/2023 No Waktu Nama Siswa Catatan Perilaku Butir Sikap 1 12/07/22 Haidar Membantu seorang teman yang kesulitan menyebrang jalan di depan sekolah. Kepedulian 2 26/08/22 Halwa Menyerahkan dompet yang ditemukan di kantin sekolah kepada wali kelas. Kejujuran 3 26/09/22 Sugi Tidak menggunakan atribut upacara di sekolah dengan legkap. Kedisiplinan 4 25/10/22 Said Berinisiatif menyiram tanaman yang mulai kering. Kepedulian
  • 32.
    Modul Ajar KurikulumMerdeka Modul Ajar IPS SMP Fase D Kelas 8 Contoh format di atas dapat digunakan guru mata pelajaran dan guru BK dalam penilain sikap spiritual dan sosial. Catatan tersebut juga dapat dibuat dalam satu tabel yang sama dengan menambahkan kolom keterangan pada bagian paling kanan untuk menuliskan keterangan jenis sikap yang ditulis. Berikut merupakan contoh tabel jurnal penilaian sikap (spiritual dan sosial) yang dijadikan dalam satu tabel: Jurnal Penilaian Sikap Nama Sekolah : SMP ............................. Kelas/Semester : VIII/I Tahun Pelajaran: 2022/2023 No Waktu Nama Siswa Catatan Perilaku Butir Sikap Ket. 1 19/07/22 Haidar Membantu seorang teman yang kesulitan menyebrang jalan di depan sekolah Ketaqwaan Sosial 2 19/07/22 Halwa Mengajak teman berdoa sebelum olahraga badminton di sekolah. Kepeduliaan Spiritual 3 19/07/22 Sugi Mengganggu teman ketika berdoa sebelum kegiatan pembelajaran. Toleransi beragama Spiritual 4 18/11/22 Said Berinisiatif menyiram tanaman yang mulai kering. Ketaqwaan Sosial b. Penilaian Diri (Self Assesment) Penilaian diri merupakan teknik penilaian terhadap diri sendiri oleh peserta didik dengan mengidentiikasi kelebihan dan kekurangan sikap peserta didik dalam berperilaku. Teknik penilaian ini dapat digunakan untuk menumbuhkan nilai-nilai kejujuran dan meningkatkan kemampuan releksi diri peserta didik. Satu tabel penilaian diri dapat digunakan untuk penilaian sikap spiritual dan sikap sosial. Berikut merupakan lembar penilaian diri menggunakan Likert Scale. Lembar Penilaian Diri Siswa (Likert Scale) Nama teman yang dinilai : .................. Nama penilai : .................. Kelas : .................... Semester : .................... Berilah tanda centang pada kolom “Ya” atau “Tidak” sesuai dengan keadaan sebenarnya
  • 33.
    Modul Ajar KurikulumMerdeka Modul Ajar IPS SMP Fase D Kelas 8 No Pernyataan Skala 1 2 3 4 1 Saya berdoa sebelum melakukan kegiatan 2 Saya melaksanakan ibadah sholat tepat waktu 3 Saya berani mengakui kesalahan jika memang bersalah 4 Saya mengumpulkan tugas sesuai jadwal yang diberikan 5 Saya mengembalikan barang yang saya pinjam dalam kondisi baik 6 Saya meminta maaf jika melakukan kesalahan 7 Saya datang ke sekolah tepat waktu Keterangan: 1 = sangat jarang 2 = jarang 3 = sering 4 = selalu c. Penilaian Antar Teman Penilaian antar teman adalah teknik penilaian yang dilakukan peserta didik terhadap peserta didik yang lain mengenai sikap/perilaku peserta didik. Penilaian antarteman dapat digunakan untuk menumbuhkan nilai kejujuran, tenggang rasa, dan saling menghargai. Satu lembar penilaian diri dapat digunakan untuk penilaian sikap spiritual dan sikap sosial. Berikut merupakan lembar penilaian antarteman menggunakan Likert Scale. Lembar Penilaian Diri Siswa (Likert Scale) Nama : .................. Kelas : .................... Semester : .................... Berilah tanda centang pada kolom “Ya” atau “Tidak” sesuai dengan keadaan sebenarnya No Pernyataan Skala 1 2 3 4 1 Teman saya berkata jujur kepada orang lain
  • 34.
    Modul Ajar KurikulumMerdeka Modul Ajar IPS SMP Fase D Kelas 8 2 Teman saya mengerjakan ulangan dengan jujur 3 Teman saya mentaati tata-tertib sekolah 4 ..................................... Keterangan: 1 = sangat jarang 2 = jarang 3 = sering 4 = selalu Pada dasarnya teknik penilaian diri ini tidak hanya untuk aspek sikap, tetapi juga dapat digunakan untuk menilai kompetensi dalam aspek kete rampilan dan pengetahuan. 2. Penilaian Kompetensi Pengetahuan a) Pengertian Penilaian Pengetahuan Penilaian pengetahuan merupakan penilaian yang dilakukan untuk mengetahui kemampuan peserta didik berkaitan dengan penguasaan pengetahuan faktual, konseptual, maupun prosedural serta kecakapan berpikir tingkat rendah hingga tinggi. Guru dapat memilih teknik penilaian yang disesuaikan dengan karakteristik kompetensi yang akan dinilai. Penilaian diawali dengan perencanaan pada saat menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP). Hasil penilaian pengetahuan yang dilakukan selama dan setelah proses pembelajaran dinyatakan dalam bentuk angka dengan rentang 0-100. b) Teknik Penilaian Pengetahuan Teknik penilaian pengetahuan yang akan digunakan dapat disesuaikan dengan karakteristik masing-masing Kmpetensi Dasar (KD). Teknik penilaian pengetahuan yang sering digunakan yaitu tes tertulis, tes lisan, dan penugasan. Berikut merupakan penjabaran dari berbagai teknik penilaian pengetahuan. Teknik Penilaian Pengetahuan Teknik Bentuk Instrumen Tujuan Tes tertulis Pilihan ganda, benar-salah, menjodohkan, isian atau melengkapi, dan uraian. Mengetahui kemampuan penguasaan pengetahuan peserta didik dalam proses pembelajaran. Tes lisan Tanya jawab Mengetahui pemahaman peserta didik sebagai dasar perbaikan proses pembelajaran Penugasan Tugas individu dan kelompok Memfasilitasi penguasaan pengetahuan peserta didik selama proses pembelajaran. 1. Tes Tertulis Tes tertulis merupakan soal dan jawaban disajikan secara tertulis, misalnya pilihan ganda,
  • 35.
    Modul Ajar KurikulumMerdeka Modul Ajar IPS SMP Fase D Kelas 8 benar-salah, dan uraian. Langkah-langkah pengembangan tes tertulis: Kisi-kisi Tes Tertulis Nama Sekolah : SMP ............................. Kelas/Semester : VIII/I Tahun Pelajaran : 2022/2023 Mata Pelajaran : IPS No Kompetensi Dasar Materi Indikator Soal Bentuk Soal Jumlah Soal 1 Menganalisis pengaruh faktor geografis yang mempengaruhi keragaman sosial budaya proses geografis dan keragaman sosial budaya Peserta didik diharapkan mampu menganalisis pengaruh faktor geografis yang mempengaruhi keragaman sosial budaya. Tes Tertulis 2 Butir soal: 1. Mengapa terjadi perbedaan suhu di wilayah Indonesia? 2. Bagaimana pengaruh letak geografis terhadap keragaman sosial budaya di Indonesia? Pemberian skor Tes Tertulis No. Soal Kunci Jawaban Skor 1 Suhu dapat berbeda-beda dikarenakan beberapa faktor sebagai berikut : a. Sudut Datangnya Sinar Matahari yaitu sudut yang dibentuk oleh sinar matahari dan suatu bidang di permukaan bumi dimana emakin besar sudut datangnya sinar matahari, maka semakin tegak datangnya sinar sehingga suhu yang diterima bumi semakin tinggi. 2 2 Posisi wilayah nusantara yang strategis membuat banyak kebudayaan asing yang masuk, budaya asing tersebut berasal dari Kebudayaan Hindu-Buddha, Islam dan dari bangsa Eropa. Posisi silang antara benua Asia dan Australia membuat banyak bangsa Asing menguasai Nusantara. 2 Total Skor Maksimum 4
  • 36.
    Modul Ajar KurikulumMerdeka Modul Ajar IPS SMP Fase D Kelas 8 2. Tes Lisan Tes lisan merupakan pertanyaan yang diberikan guru secara lisan kepada peserta didik yang jawaban atas pertanyaan tersebut juga disampaikan secara lisan. Tes ini bertujuan untuk mengetahui penguasaan pengetahuan peserta didik dan menumbuhkan kemampuan berkomunikasi. Pemberian tes lisan dapat dilakukan pada saat pembelajaran berlangsung. pertanyaan pada tes lisan:  Apakah aku sudah mampu mengidentifikasi keragaman sosial budaya Indonesia?  Mengapa terjadi perbedaan suhu di wilayah Indonesia?  Bagaimana pengaruh letak geografis terhadap keragaman sosial budaya di Indonesia? 3. Penugasan Penugasan adalah pemberian tugas untuk meningkatkan pengetahuan peserta didik. Tugas dapat dikerjakan baik secara individu maupun kelompok sesuai dengan kompetensi yang ingin dicapai. Berikut merupakan kisi-kisi tugas dan pedoman penskorannya. Nama Sekolah : SMP ............................. Kelas/Semester : VIII/I Tahun Pelajaran: 2022/2023 Mata Pelajaran : IPS Kompetensi Dasar Materi Indikator Teknik Penilaian Menganalisis pengaruh faktor geografis yang mempengaruhi keragaman sosial budaya Proses geografis dan keragaman sosial budaya Peserta didik diharapkan mampu menganalisis pengaruh faktor geografis yang mempengaruhi keragaman sosial budaya. Penugasan Pedoman Pemberian Skor Tugas No Soal Aspek yang Dinilai Skor 1 Mengapa faktor kondisi geografis dapat mempengaruhi keragaman budaya di Indonesia? 0-2 2 Bagaimana pengaruh letak geografis Indonesia terhadap kehidupan sosial budaya? 0-3 3 Apakah terdapat pengaruh dari letak geografis terhadap keragaman budaya? 0-3
  • 37.
    Modul Ajar KurikulumMerdeka Modul Ajar IPS SMP Fase D Kelas 8 4 Apa faktor faktor geografis yang dapat mempengaruhi keragaman sosial budaya? 0-2 Total Skor Maksimum 10 3. Penilaian Keterampilan a) Pengertian Penilaian Keterampilan Penilaian keterampilan dilakukan untuk mengetahui kemampuan peserta didik dalam menerapkan pengetahuan yang telah diperoleh untuk melakukan tugas tertentu sesuai dengan indikator pencapaian kompetensi. Penilaian ini dapat dilakukan dengan berbagai teknik, seperti penilaian kinerja dan penilaian proyek. Berikut merupakan contoh kisi-kisi penilaian keterampilan, tugas, dan pedoman pemberian skor. b) Teknik Penilaian Keterampilan • Penilaian kinerja Berikut ini Kisi-kisi Penilaian Kinerja, soal/tugas, pedoman pemberian skor: Kisi-kisi Penilaian Kinerja Nama Sekolah : SMP ............................. Kelas/Semester : VIII/I Tahun Pelajaran : 2022/2023 Mata Pelajaran : IPS No Kompetensi Dasar Materi Indikator Teknik Penilaian 1 Menganalisis pengaruh faktor geografis yang mempengaruhi keragaman sosial budaya Proses geografis dan keragaman sosial budaya Peserta didik diharapkan mampu menganalisis pengaruh faktor geografis yang mempengaruhi keragaman sosial budaya. Rubrik Pemberian Skor Penilaian Kinerja No Aspek yang Dinilai Skala 0 1 2 3 4 1 Merencanakan pengamatan 2 Melakukan pengamatan 3 Membuat laporan
  • 38.
    Modul Ajar KurikulumMerdeka Modul Ajar IPS SMP Fase D Kelas 8 Jumlah: Penilaian diberikan dengan memperhatikan aspek proses dan produk. Guru dapat menetapkan bobot pemberian skor yang berbeda antara satu dan aspek yang lainnya dengan memperhatikan karakteristik kompetensi yang dinilai. Rubrik Penilaian Kinerja No Indikator Rubrik 1 Menyiapkan bahan yang diperlukan 2 = Menyiapkan seluruh alat dan bahan yang diperlukan. 1 = Menyiapakan sebagian alat dan bahan yang diperlukan. 0 = Tidak menyiapkan alat bahan 2 Pengamatan 4 = Melakukan empat langkah kerja dengan tepat 3 = Melakukan tiga langkah kerja dengan tepat. 2 = Melakukan dua langkah kerja dengan tepat. 1 = Melakukan satu langkah kerja dengan tepat. 0 = Tidak melakukan langkah kerja. Langkah kerja: 1. Menyiapkan kertas gambar ukuran A4. 2. Menggambar proses geografis dan pengaruhnya terhadap keragaman sosial budaya. 3. Mencantumkan komponen proses geografis dan pengaruhnya terhadap keragaman sosial budaya pada gambar yang di buat. 4. Memberikan warna pada kenampakan objek yang di gambar pada proses geografis dan pengaruhnya terhadap keragaman sosial budaya. 3 Membuat laporan 3 = Memenuhi 3 kriteria 2 = Memenuhi 2 kriteria 1 = Memenuhi 1 kriteria 0 = Tidak memenuhi kriteria Kriteria laporan: 1. Memenuhi sistematika laporan (judul, tujuan, alat dan bahan, prosedur, data pengamatan, pembahasan, kesimpulan) 2. Data, pembahasan, dan kesimpulan benar
  • 39.
    Modul Ajar KurikulumMerdeka Modul Ajar IPS SMP Fase D Kelas 8 3. Komunikatif • Penilaian proyek Penilaian proyek merupakan kegiatan yang bertujuan untuk mengetahui kemampuan peserta didik dalam mengimplementasikan pengetahuannya melalui penyelesaian suatu tugas dalam waktu tertentu. Penilaian ini dapat digunakan untuk mengukur satu maupun beberapa Kompetensi Dasar (KD) dalam satu atau beberapa mata pelajaran. Kegiatan yang dilakukan dimulai dengan perencanaan, pengumpulan, pengorganisasian, pengolahan, penyajian, dan pelaporan. Beberapa hal yang perlu dipertimbangkan dalam penilaian proyek, yaitu: 1) Pengelolaan Kemampuan peserta didik untuk menentukan tema atau topik, mengumpulkan informasi, pengolahan data, dan penulisan laporan. 2) Relevansi Tema yang dipilih sesuai dengan Kompetensi Dasar (KD). 3) Keaslian Laporan atau produk yang dibuat peserta didik merupakan hasil karyanya. 4) Inovasi dan Kreativitas Terdapat unsur-unsur kebaruan dan berbeda pada produk yang dihasilkan peserta didik. Kisi-kisi Penilaian Proyek Nama Sekolah : SMP ............................. Kelas/Semester : VIII/I Tahun Pelajaran : 2022/2023 Mata Pelajaran : IPS No Kompetensi Dasar Materi Indikator Teknik Penilaian 1 Menganalisis pengaruh faktor geografis yang mempengaruhi keragaman sosial budaya Proses geografis dan keragaman sosial budaya Peserta didik diharapkan mampu menganalisis pengaruh faktor geografis yang mempengaruhi keragaman sosial budaya. Penilaian Proyek Proyek : Buatlah poster salah satu tujuan proses geografis dan pengaruhnya menggunakan kertas gambar ukuran A3, pensil warna atau cat air dengan memperhatikan hal- hal berikut!
  • 40.
    Modul Ajar KurikulumMerdeka Modul Ajar IPS SMP Fase D Kelas 8 1. Pilihlah salah satu tujuan proses geografis dan pengaruhnya . 2. Amati tujuan tersebut apakah telah tercapai atau belum tercapai di Indonesia lalu sampaikan dalam poster. 3. Gambar salah satu tujuan proses geografis dan pengaruhnya yang telah dipilih! 4. Tuliskan proses geografis dan pengaruhnya konsep dari poster yang akan peserta didik sampaikan! 5. Laporkan hasilnya secara lisan! Rubrik Pemberian Skor Proyek No Pernyataan Skor 1 2 3 4 1 Kemampuan peserta didik dalam merencanakan 2 Kemampuan menggambar poster 3 Kemampuan penyampaian konsep berdasarkan poster yang digambar 4 Kemampuan mempresentasikan isi poster 5 Produk Poster Skor Maksimum 15 Catatan: Guru bisa menetapkan bobot yang berbeda-beda antara aspek satu dan lainnya pada pemberian skor dengan memperhatikan karakteristik Kompetensi Dasar (KD) atau keterampilan yang dinilai. Rubrik PenilaianProyek No Pernyataan Keterangan 1 Kemampuan Perencanaan 2 = perencanaan lengkap (bahan, cara kerja, hasil), dan rinci 1 = perencanaan kurang lengkap 0 = tidak ada perencanaan 2 Kemampuan menggambar poster secara tepat sesuai dengan salah satu tujuan proses geografis dan pengaruhnya terhadap keragaman sosial budaya 2 = menggambar dan mewarnai poster dengan baik dan interpretasi tujuan pembangunan berkelanjutan dalam poster tepat. 1 = menggambar dan memberikan warna pada poster tetapi salah dalam menginterpretasikan tujuan pembangunan berkelanjutan yang dipilih. 0 = gambar tidak diberi warna dan tidak tepat dalam menginterpretasikan tujuan pembangunan
  • 41.
    Modul Ajar KurikulumMerdeka Modul Ajar IPS SMP Fase D Kelas 8 berkelanjutan yang dipilih. G. KEGIATAN PENGAYAAN DAN REMEDIAL Pengayaan Materi di bawah ini merupakan informasi penting yang dapat digunakan untuk mengembangkan kompetensi yang dipelajari peserta didik dalam buku teks. Proses Geografis dan Keragaman Sosial Budaya Keragaman budaya dipengaruhi oleh lingkungan fisik. Manusia sebagai individu adalah kesatuan jiwa, raga dan kegiatan atau perilaku pribadi itu sendiri. Budaya Indonesia banyak dipengaruhi oleh kebudayaan Hindu-Buddha, Islam , dan Eropa (Koentjaraningrat, 1985). Interaksi antarwarga asing dan penduduk asli pada masa lalu memberikan pengaruh besar terhadap kebudayaan. Akibat dari akulturasi tersebut menimbulkan terbentuknya ras, kepercayaan, dan agama yang berbeda-beda di Indonesia. • Materi bisa dilihat juga dalam: Fuadi, Afnan. 2020. Keragaman dalam Dinamika Sosial Budaya. Yogyakarta: Deepublish. Remedial Remedial diberikan kepada siswa yang mendapat kriteria paham sebagian dan tidak paham dengan kegiatan mengulang pembelajaran di luar jam pelajaran. LAMPIRAN A. LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD) 2. Bagaimana Proses Geografis Memengaruhi Keragaman Sosial Budaya Nama : Nama kelompok : Kelas : Petunjuk! Proses geografis memiliki pengaruh terhadap keragaman sosial budaya masyarakat Indonesia. Kalian dapat menemukan kenyataan ini di berbagai masyarakat di Indoesia. Untuk membuktikan, kerjakan aktivitas kelompok di bawah ini.
  • 42.
    Modul Ajar KurikulumMerdeka Modul Ajar IPS SMP Fase D Kelas 8
  • 43.
    Modul Ajar KurikulumMerdeka Modul Ajar IPS SMP Fase D Kelas 8 LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD) Nama : Nama kelompok : Kelas : Petunjuk! B. BAHAN BACAAN GURU & PESERTA DIDIK  Guru dan peserta didik mencari berbagai informasi tentang proses geografis dan keragaman sosial budaya dari berbagai media atau website resmi dibawa nauangan kementerian pendidikan, kebudayaan, riset dan teknologi.  Buku Panduan Guru dan Siswa Ilmu Pengetahuan Sosial untuk SMP Kelas VIII : Kemendikbudristek 2021.
  • 44.
    Modul Ajar KurikulumMerdeka Modul Ajar IPS SMP Fase D Kelas 8 C. GLOSARIUM Glosarium adat istiadat: Himpunan kaidah-kaidah sosial yang sejak lama ada dan telah menjadi kebiasaan (tradisi) dalam masyarakat. benua: Hamparan daratan yang sangat luas yang berada di permukaan bumi. budaya: Suatu cara hidup yang berkembang dan dimiliki Bersama oleh sebuah kelompok orang dan diwariskan dari generasi ke generasi. cuaca: Keadaan udara pada saat tertentu dan di wilayah tertentu yang relatif sempit dan pada jangka waktu yan singkat. dinamika penduduk: Perubahan jumlah penduduk pada suatu wilayah yang disebabkan oleh tiga faktor yaitu, kelahiran (natalitas), kematian (mortalitas), dan perpindahan (migrasi). diplomasi: Urusan kepentingan sebuah negara dengan perantaraan wakil-wakilnya di negara lain. eksogen: Tenaga yang berasal dari luar bumi, artinya tenaga luar berhubungan dengan tenaga yang berasal dari atas permukaan bumi. endogen: Tenaga yang berasal dari dalam perut bumi sehingga mengakibatkan pergerakan kulit bumi. globalisasi: Terbentuknya sistem organisasi dan komunikasi antarmasyarakat di seluruh dunia untuk mengikuti sistem dan kaidah yang sama iklim: Rerata keadaan udara atau cuaca yang terjadi pada rentang wilayah yang luas serta rentang waktu yang lama. Wilayah tersebut bisa satu benua atau negara dengan waktu, misalnya 10 tahun atau 20 tahun. imperialism : Sistem politik yang bertujuan menjajah negara lain untuk mendapatkan kekuasaan dan keuntungan lebih besar. inflasi: Kemerosotan nilai uang karena banyaknya dan cepatnya uang beredar sehingga menyebabkan naiknya harga barang-barang inovasi: Diterapkannya alat/ide baru untuk melengkapi atau menggantikan ide/alat yang lama integrasi sosial: Proses penyesuaian unsur-unsur yang berbeda dalam masyarakat sehingga menjadi satu kesatuan kolonialisme: Penguasaan oleh suatu negara atas daerah atau bangsa lain dengan maksud untuk memperluas negara. komoditas: Barang ekspor atau impor. komposisi penduduk: Pengelompokan penduduk berdasarkan kriteria tertentu. misalnya berdasarkan agama, jenis kelamin, ras, usia, status perkawinan, dan lain-lain. koperasi: Organisasi ekonomi rakyat yang berwatak sosial dan beranggotakan orang-orang, badan-badan hukum koperasi yang merupakan tata susunan ekonomi sebagai usaha bersama berdasarkan asas kekeluargaan. mobilitas sosial: Perpindahan posisi seseorang atau sekelompok orang dari lapisan yang satu ke lapisan yang lain. piramida penduduk: Dua buah diagram batang, pada sisi lainnya menunjukkan jumlah penduduk laki-laki dan pada sisi lainnya menunjukkan jumlah penduduk
  • 45.
    Modul Ajar KurikulumMerdeka Modul Ajar IPS SMP Fase D Kelas 8 perempuan dalam kelompok interval usia penduduk lima tahunan. potensi: Kemampuan yang dimiliki. reformasi: Perubahan secara drastis untuk perbaikan (bidang sosial, politik, agama) dalam suatu masyarakat atau negara. region: Suatu wilayah yang memiliki ciri atau karakteristik tersendiri yang berbeda dengan wilayah lainnya. Think Pair Share: Think (berpikir secara mandiri), Pair (berpasangan) dan Share (berbagi dalam segala hal termasuk pengetahuan ke satu individu atau grup belajar). Two Stay Two Stray: Satu model pembelajaran kooperatif untuk menghadapi kemampuan heterogen siswa yang dilakukan dengan membentuk kelompok yang bersifat heterogen kemudian saling bertukar informasi dengan kelompok lain TSTS memungkinkan siswa untuk saling bekerja sama dan saling bertukar informasi dengan cara 2 anggota tinggal di kelompok dan 2 anggota menjadi tamu di kelompok lain. D. DAFTAR PUSTAKA Daftar Pustaka Abbas, Syamsuddin. 1997 Revolusi hijau dengan swasembada beras dan jagung. Jakarta: Sekretariat Badan Pengendali Bimas Departemen Pertanian Budiawan. 2017. Nasion & nasionalisme, jelajah ringkas teoritis. Yogyakarta: Penerbit Ombak. Bahasa Indonsia.2007. Kerja sama Perdagangan Internasional: Peluang dan Tantangan bagi Bangsa Indonesia.Jakarta: PT Elekmediakomputindo. Dawam, R.M, dkk. 1995. Bank Indonesia Dalam Kilasan Sejarah. Jakarta: LP3S. Djojohadikusumo, Sumitro. (1953). Persoalan Ekonomi di Indonesia. Jakarta: Indira Hatta, Mohammad. 1960. Ekonomi terpimpin. Jakarta: Fasco Horton, Paul dan Chester L. Hunt. 1999. Sosiologi. Jakarta : Erlangga Martono, Nanang. 2012. Sosiologi perubahan sosial. Jakarta: Raja Grafindo Persada. Pranarka, AMW, Leonardus B. Moerdani dan Supardjo Roestam. 1986. Wawasan kebangsaan, ketahanan nasional, dan wawasan nusantara. Yogyakarta: Lembaga Pengkajian Kebudayaan Sarjana Wiyata Tamansiswa. Poesponegoro, Marwati Djoened. 1993. Sejarah Nasional Indonesia VI. Jakarta : Balai Pustaka Poesponegoro, Marwati Djoened. 2010. Sejarah Nasional Indonesia V. Jakarta : Balai Pustaka Ricklefs, Merle Calvin. 2008. Sejarah Indonesia Modern 1200-2008. Jakarta: Serambi Reid, Anthony JS. 1996. Revolusi Nasional Indonesia. Jakarta: Pustaka Sinar Harapan. Soekanto, Soerjono. 2012. Sosiologi suatu pengantar. Jakarta: PT. Rajawali Press. Smith, Anthony D. 2003. Nasionalisme: teori, ideologi, sejarah. Jakarta: Penerbit Erlangga. Supardi.2011. Dasar-Dasar Ilmu Sosial.Yogyakarta:Ombak.
  • 46.
    Modul Ajar KurikulumMerdeka Modul Ajar IPS SMP Fase D Kelas 8 MODUL AJAR KURIKULUM MERDEKA IPS FASE D KELAS VIII INFORMASI UMUM A. IDENTITAS MODUL Penyusun Instansi Tahun Penyusunan Jenjang Sekolah Mata Pelajaran Fase / Kelas Tema 01 Subtema B Materi 1 Alokasi Waktu : : : : : : : : : : ..................................... SMP ………………… Tahun 2022 SMP Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) D / VIII Kondisi Geografis dan Pelestarian Sumber Daya Pemanfaatan Sumber Daya Alam Potensi Sumber Daya Alam di Indonesia 4 JP (Pertemuan Ke-5-6) B. KOMPETENSI AWAL Capaian Pembelajaran IPS Fase D Pada akhir fase ini, peserta didik mampu memahami dan memiliki kesadaran akan keberadaan diri dan keluarga serta lingkungan terdekatnya. Ia mampu menganalisis hubungan antara kondisi geografis daerah dengan karakteristik masyarakat serta memahami potensi sumber daya alamnya. Ia juga mampu menganalisis hubungan antara keragaman kondisi geografis nusantara terhadap pembentukan kemajemukan budaya. Ia mampu memahami bagaimana masyarakat saling berupaya untuk dapat memenuhi kebutuhan hidupnya. Ia mampu menganalisis peran pemerintah dan masyarakat dalam mendorong pertumbuhan perekonomian. Peserta didik juga mampu memahami dan memiliki kesadaran terhadap perubahan sosial yang sedang terjadi di era kontemporer. Ia dapat menganalisis perkembangan ekonomi di era digital. Peserta didik memahami tantangan pembangunan dan potensi Indonesia menjadi negara maju. Ia menyadari perannya sebagai bagian dari masyarakat Indonesia dan dunia di tengah isu-isu regional dan global yang sedang terjadi dan ikut memberikan kontribusi yang positif. Peserta didik mampu memahami dan menerapkan materi pembelajaran melalui pendekatan keterampilan proses dalam belajarnya, yaitu mengamati, menanya dengan rumus 5W 1H. Kemudian mampu memperkirakan apa yang akan terjadi berdasarkan jawaban- jawaban yang ditemukan. Peserta didik juga mampu mengumpulkan informasi melalui studi pustaka, studi dokumen, wawancara, observasi, kuesioner, dan Teknik pengumpulan informasi lainnya. Merencanakan dan mengembangkan penyelidikan. Peserta didik mengorganisasikan informasi dengan memilih, mengolah dan menganalisis informasi yang diperoleh. Proses analisis informasi dilakukan dengan cara verifikasi, interpretasi, dan triangulasi informasi. Peserta didik menarik kesimpulan, menjawab, mengukur dan mendeskripsikan serta menjelaskan permasalahan yang ada dengan memenuhi prosedur dan tahapan yang ditetapkan. Peserta didik mengungkapkan seluruh hasil tahapan di atas secara lisan dan tulisan dalam bentuk media digital dan non-digital. Peserta didik lalu mengomunikasikan hasil temuannya dengan mempublikasikan hasil laporan dalam bentuk presentasi digital dan atau non-digital, dan sebagainya. Selain itu peserta didik mampu mengevaluasi pengalaman belajar yang telah dilalui dan diharapkan dapat merencanakan proyek lanjutan dengan melibatkan lintas mata pelajaran secara kolaboratif. Elemen Pemahaman Konsep Elemen Keterampilan proses Pada akhir fase ini, peserta didik mampu memahami dan memiliki Pada akhir fase ini, Peserta didik mampu memahami dan menerapkan materi
  • 47.
    Modul Ajar KurikulumMerdeka Modul Ajar IPS SMP Fase D Kelas 8 kesadaran akan keberadaan diri serta mampu berinteraksi dengan lingkungan terdekatnya. Ia mampu menganalisis hubungan antara kondisi geografis daerah dengan karakteristik masyarakat dan memahami potensi sumber daya alam serta kaitannya dengan mitigasi kebencanaan . Ia juga mampu menganalisis hubungan antara keragaman kondisi geografis nusantara terhadap pembentukan kemajemukan budaya. Ia mampu memahami bagaimana masyarakat saling berupaya untuk dapat memenuhi kebutuhan hidupnya. Ia mampu menganalisis peran pemerintah dan masyarakat dalam mendorong pertumbuhan perekonomian. Peserta didik juga mampu memahami dan memiliki kesadaran terhadap perubahan sosial yang sedang terjadi di era kontemporer. Ia dapat menganalisis perkembangan ekonomi di era digital. Peserta didik memahami tantangan pembangunan dan potensi Indonesia menjadi negara maju. Ia menyadari perannya sebagai bagian dari masyarakat Indonesia dan dunia di tengah isu-isu regional dan global yang sedang terjadi dan ikut memberikan kontribusi yang positif. pembelajaran melalui pendekatan keterampilan proses dalam belajarnya, yaitu mengamati, menanya dengan rumus 5W 1H. Kemudian mampu memperkirakan apa yang akan terjadi berdasarkan jawaban- jawaban yang ditemukan. Peserta didik juga mampu mengumpulkan informasi melalui studi pustaka, studi dokumen, lapangan, wawancara, observasi, kuesioner, dan teknik pengumpulan informasi lainnya. merencanakan dan mengembangkan penyelidikan. Peserta didik mengorganisasikan informasi dengan memilih, mengolah dan menganalisis informasi yang diperoleh. Proses analisis informasi dilakukan dengan cara verifikasi, interpretasi, dan triangulasi informasi. Peserta didik menarik kesimpulan, menjawab, mengukur dan mendeskripsikan serta menjelaskan permasalahan yang ada dengan memenuhi prosedur dan tahapan yang ditetapkan. Peserta didik mengungkapkan seluruh hasil tahapan di atas secara lisan dan tulisan dalam bentuk media digital dan non-digital. Peserta didik lalu mengomunikasikan hasil temuannya dengan mempublikasikan hasil laporan dalam bentuk presentasi digital dan atau non digital, dan sebagainya. Selain itu peserta didik mampu mengevaluasi pengalaman belajar yang telah dilalui dan diharapkan dapat merencanakan proyek lanjutan dengan melibatkan lintas mata pelajaran secara kolaboratif. C. PROFIL PELAJAR PANCASILA  Beriman, Bertakwa Kepada Tuhan Yang Maha Esa, dan Berahlak Mulia;  Berkebhinekaan Global;  Bergotong Royong;  Mandiri;  Bernalar Kritis; dan  Kreatif. D. SARANA DAN PRASARANA Media, Sumber Belajar, dan Alat Sumber utama:  Video tentang potensi sumber daya alam di Indonesia.  Slide gambar tentang aktivitas perikanan dan wisata bahari di Indonesia.  Peta persebaran hasil tambang di Indonesia.  Buku Siswa Ilmu Pengetahuan Sosial Kelas VII, 2021, Jakarta: Kemendikbud, Pusta
  • 48.
    Modul Ajar KurikulumMerdeka Modul Ajar IPS SMP Fase D Kelas 8 Kurikulum dan Perbukuan.  LCD, laptop, papan tulis. Sumber alternatif:  Guru juga dapat menggunakan sumber belajar alternatif yang terdapat di lingkungan setempat. Sesuai tema potensi sumber daya alam di Indonesia. Pengembangan sumber belajar:  Guru dapat membawa contoh-contoh hasil dari sumber daya alam, seperti pasir, kayu manis, beras, dan lain-lain. E. TARGET PESERTA DIDIK  Peserta didik reguler/tipikal: umum, tidak ada kesulitan dalam mencerna dan memahami materi ajar.  Peserta didik dengan pencapaian tinggi: mencerna dan memahami dengan cepat, mampu mencapai keterampilan berfikir aras tinggi (HOTS), dan memiliki keterampilan memimpin F. MODEL PEMBELAJARAN  Tatap Muka KOMPONEN INTI A. TUJUAN KEGIATAN PEMBELAJARAN Alur Tujuan Pembelajaran : 1. Peserta didik mampu mengidentifikasi sumber daya hutan di Indonesia. 2. Peserta didik mampu mengidentifikasi sumber daya tambang di Indonesia. 3. Peserta didik mampu mengidentifikasi sumber daya kemaritiman di Indonesia. B. PEMAHAMAN BERMAKNA  Meningkatkan kemampuan siswa tentang potensi sumber daya alam di indonesia. C. PERTANYAAN PEMANTIK  Bagaimana potensi sumber daya hutan, sumber daya tambang, dan sumber daya kemaritiman di lingkungan tempat tinggalmu?  Mengapa terjadi perbedaan potensi sumber daya alam di Indonesia?  Apa saja macam-macam sumber daya hutan, sumber daya tambang, dan sumber daya kemaritiman? D. KEGIATAN PEMBELAJARAN Kegiatan Pendahuluan  Guru dan peserta didik mengucapkan salam dan doa.  Guru dan peserta mengondisikan pembelajaran.  Apersepsi : Peserta didik melihat gambar potensi sumber daya alam di Indonesia. Guru dapat menambahkan variasi gambar menggunakan tayangan video dari internet. Apersepsi juga dapat dilakukan dengan melibatkan aktivitas peserta didik. Peserta didik difasilitasi guru mengaitkan gambar dengan kegiatan belajar sebelumnya. Guru melanjutkan dengan memberikan motivasi terkait potensi sumber daya alam di Indonesia.  Motivasi: Dengan sumber daya alam yang berlimpah di Indonesia, kita harus memanfaatkannya sebaik mungkin tanpa mengeksploitasi secara berlebihan agar ke depannya sumber daya alam yang dimiliki Indonesia dapat dinikmati oleh generasi men datang.
  • 49.
    Modul Ajar KurikulumMerdeka Modul Ajar IPS SMP Fase D Kelas 8  Peserta didik dibantu guru menyimak gambaran tema dan tujuan pembelajaran dalam tema 01.  Guru menginformasikan tujuan pembelajaran pertemuan 5 dan 6 tentang potensi sumber daya alam di Indonesia. Kegiatan Inti Guru menjelaskan tentang petunjuk kerja dan tugas dari Lembar Aktivitas 5 untuk mengidentifikasi sumber daya hutan, sumber daya tambang, dan sumber daya kemaritiman. Kegiatan ini dimaksudkan untuk memberikan pengalaman peserta didik bahwa setiap daerah memiliki potensi sumber daya alam yang berbeda. Proses tukar menukar hasil diskusi dapat dilakukan dalam waktu singkat, kemudian guru melakukan tanya jawab dengan peserta didik terkait hasil identifikasi. Secara interaktif guru mengaitkan hasil identifikasi dengan orientasi pembelajaran tentang potensi sumber daya alam di Indonesia Peserta Didik Mengidentifikasi Masalah Setelah peserta didik mengidentifikasi berbagai potensi sumber daya hutan, sumber daya tambang, dan sumber daya kemaritiman, selanjutnya guru mendorong peserta didik mengajukan berbagai pertanyaan yang mengarah pada HOTS. Beberapa pertanyaan yang diajukan, misalnya: Bagaimana potensi sumber daya hutan, sumber daya tambang, dan sumber daya kemaritiman di lingkungan tempat tinggalmu? Mengapa terjadi perbedaan potensi sumber daya alam di Indonesia? Apa saja macam-macam sumber daya hutan, sumber daya tambang, dan sumber daya kemaritiman? Peserta Didik Mengelola Informasi  Peserta didik membaca teks tentang keragaman sosial budaya masyarakat, pengaruh faktor geografis yang memengaruhi keragaman budaya, dan unsur-unsur budaya.  Guru memfasilitasi sumber lain misalnya memberikan tautan internet yang mendukung penjelasan dan pendalaman sumber belajar. Contoh tautan : Bojonegoro, Ironi Daerah Kaya Sumber Daya Alam https://www.youtube.com/watch?v=nzj-0_OtFPo Untuk memperoleh informasi lebih luas peserta didik juga dapat melakukan browsing potensi sumber daya alam di Indonesia. Guru dapat memberikan beberapa tautan berita, tulisan, dan laporan video tentang kehidupan masyarakat Indonesia di dalam potensi sumber daya alam di Indonesia.  Peserta didik mengolah informasi secara berkelompok di bawah bimbingan guru. Kegiatan ini dapat dilakukan secara bervariasi, misalnya dengan diskusi kelompok, jigsaw learning, dan inkuiri. Contoh: Menggunakan Two Stay Two Stray (TSTS)–(Dua Tinggal, Dua Tamu), model pembelajaran yang memberikan kesempatan kepada kelompok membagikan hasil dan inofrmasi kepada kelompok lain: 1. Guru mendampingi peserta didik membentuk 6 kelompok yang terdiri dari 4-5 anggota. (jumlah anggota tiap kelompok menyesuaikan jumlah peserta didik di kelas). 2. Guru menjelaskan petunjuk aktivitas kelompok kepada peserta didik. 3. Peserta didik melakukan diskusi secara berkelompok didampingi oleh guru. Pada tahap ini diharapkan peserta didik mampu mengembangkan berpikir kritis dan bekerjasama dalam kelompok. 4. Diskusi kelompok selesai, kemudian dua orang peserta didik meninggalkan kelompoknya. Keduanya melakukan kunjungan atau bertamu kepada kelompok lainnya. 5. Di dalam kelompok masih terdapat dua anggota kelompok.
  • 50.
    Modul Ajar KurikulumMerdeka Modul Ajar IPS SMP Fase D Kelas 8 Keduanya tetap di tempat dan menerima kunjungan kelompok lain. Keduanya bertugas mempresentasikan hasil kerja dan diskusi kepada dua orang tamu tersebut. Demikian juga dengan kelompok lainnya. 6. Peserta didik yang menjadi tamu di kelompok lain kembali ke kelompok asal untuk menyampaikan informasi temuan mereka dari kelompok lain. 7. Tiap kelompok mencocokan dan membahas hasil kerja mereka. 8. Peserta didik bersama guru menarik kesimpulan.  Peserta didik memilih dan mengorganisasikan informasi yang diperoleh.  Guru membimbing dan mengarahkan proses belajar peserta didik (kegiatan belajar).  Guru memastikan peserta didik mengerjakan tugas dengan baik.  Guru membantu peserta didik menemukan sumber belajar lainnya. Hal tersebut bertujuan untuk mengembangkan keterampilan berkolaborasi dengan orang lain. Peserta Didik Merencanakan dan Mengembangkan Ide  Hasil pengolahan informasi disajikan dalam bentuk laporan/poster/karya lainnya.  Peserta didik secara kelompok mengerjakan Lembar Aktivitas 7 untuk membuat mind map tentang potensi sumber daya alam di Indonesia. Peserta Didik Melakukan Refleksi Diri dan Aksi  Dalam kelas atau melalui media berbasis internet peserta didik mengomunikasikan hasil pengolahan informasi.  Guru memfasilitasi peserta didik menemukan simpulan pembelajaran.  Guru memberikan kesempatan ke peserta didik untuk mengajukan pendapat atau pertanyaan.  Penguatan dan pengayaan dilakukan untuk mengembangkan kompetensi peserta didik. Penutup  Penilaian pembelajaran dilakukan secara lisan atau tertulis.  Peserta didik melakukan refleksi pembelajaran berkaitan dengan sikap, pengetahuan, dan keterampilan. Sikap  Apakah aku sudah melakukan pembelajaran secara bertanggung jawab?  Inspirasi dari pembelajaran tentang potensi sumber daya alam di Indonesia dalam hidup saya adalah Pengetahuan:  Apakah aku sudah mampu mengidentifikasi potensi sumber daya alam di Indonesia?  Apa saja macam-macam sumber daya hutan, sumber daya tambang, dan sumber daya kemaritiman?  Bagaimana cara mengolah potensi sumber daya alam yang ada di Indonesia dengan memperhatikan lingkungan sekitar? Keterampilan :  Apakah aku sudah berhasil membuat esai/poster/karya lainnya tentang potensi sumber daya alam di Indonesia?  Refleksi juga dapat dilakukan dengan cara lain, misalnya kuis tentang proses geografis dan keragaman sosial budaya, menuliskan kompetensi yang diperoleh baik sikap,
  • 51.
    Modul Ajar KurikulumMerdeka Modul Ajar IPS SMP Fase D Kelas 8 pengetahuan, dan keterampilan. Dapat pula dengan menuliskan inspirasi yang diperoleh dan yang akan dilakukan pada masa yang akan datang.  Tindak lanjut dilakukan dengan mendorong peserta didik mempelajari lebih lanjut dan informasi pembelajaran berikutnya tentang pemanfaatan sumber daya alam.  Doa dan penutup. F. REFLEKSI Refleksi Guru :  Apakah Kegitan belajar berhasil?  Berapa persen peserta didik mencapai tujuan?  Kesulitan apa yang dialami guru dan peserta didik?  Apa langkah yang perlu dilakukan untuk memperbaiki proses belajar?  Apakah seluruh peserta didik mengikuti pelajaran dengan baik? Refleksi Peserta Didik :  Bagian mana yang menurutmu paling sulit dari pelajaran ini?  Apa yang akan kamu lakukan untuk memperbaikan hasil belajaramu?  Kepada siapa kamu akan meminta bantuan untuk memahami pelajaran ini?  Jika kamu diminta untuk memberikan binta 1 sampai 5, berapa bintang akan kamu berikan pada usaha yang kamu lakukan?  Bagian mana dari pembelajaran ini yang kamu menyenakan? F. ASESMEN / PENILAIAN Penilaian Proses dan Hasil Pembelajaran a. Konsep Penilaian dan Pembelajaran IPS Penilaian merupakan kegiatan yang bertujuan untuk memperoleh, menganalisis, menafsirkan proses dan hasil belajar peserta didik secara sistematis. Penilaian tersebut dapat digunakan untuk mengetahui tingkat keberhasilan pencapaian kompetensi, proses pembelajaran, tingkat kesulitan belajar peserta didik, dan penentuan tindak lanjut pembelajaran. Penilaian pembelajaran IPS memakai pendekatan penilaian autentik (authentic assesment) untuk menilai kesiapan peserta didik, proses, dan hasil belajar secara utuh. Hasil penilaian tersebut dapat dimanfaatkan guru dalam merencanakan program perbaikan (remedial), pengayaan (enrichment), layanan konseling, dan sebagai landasan untuk memperbaiki proses pembelajaran selanjutnya. b. Teknik dan Instrumen Penilaian Penilaian kompetensi sikap, keterampilan, dan pengetahuan dilakukan menggunakan teknik dan instrumen penilaian. Berikut merupakan penjabaran teknik dan instrumen penilaian dari masing-masing kompetensi. 1. Penilaian kompetensi sikap Teknik penilaian kompetensi sikap dapat berupa observasi, penilaian diri, dan penilaian antar teman. Kegiatan ini bisa dilakukan oleh guru matabpelajaran, wali kelas, dan guru bimbingan konseling (BK) yang ditulis dalam buku jurnal. Jurnal berisi catatan kejadian tertentu dan informasi lain yang relevan. a. Observasi Instrumen dalam observasi yaitu lembar observasi atau jurnal. Lembar observasi berisi catatan perilaku peserta didik berdasarkan pengamatan oleh guru mata pelajaran, wali kelas,
  • 52.
    Modul Ajar KurikulumMerdeka Modul Ajar IPS SMP Fase D Kelas 8 dan guru bimbingan konseling selama satu semester. Setiap catatan berisi deskripsi perilaku peserta didik yang dilengkapi dengan waktu dan tempat pengamatan tersebut. Jika terjadi perubahan sikap peserta didik dari yang kurang baik menjadi baik maka dalam jurnal harus ditulis bahwa sikap peserta didik tersebut telah baik atau bahkan sangat baik. Hal yang dicatat dalam jurnal bisa berupa sikap kurang baik, baik, maupun sangat baik, serta perkembangan perubahan sikap peserta didik. Berikut merupakan lembar observasi penilaian sikap peserta didik selama satu semester: Tabel Jurnal Pengembangan Sikap No Tanggal Nama Siswa Catatan Perilaku Butir Sikap 1 2 3 4 dst Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam pelaksanaan penilaian sikap menggunakan teknik observasi :  Jurnal penilaian sikap ditulis oleh guru mata pelajaran, wali kelas, dan guru BK selama satu semester.  Penilaian oleh wali kelas dapat menggunakan 1 (satu) jurnal untuk satu kelas yang menjadi tanggung-jawabnya. Penilaian oleh guru mata pelajaran dapat menggunakan 1 (satu) jurnal untuk setiap kelas yang diajarnya, dan penilaian oleh guru BK dapat menggunakan 1 (satu) jurnal untuk setiap kelas di bawah bimbingannya.  Penilaian perkembangan sikap sipritual dan sikap sosial peserta didik bisa dicatat dalam satu jurnal yang sama atau dalam 2 (dua) jurnal berbeda.  Peserta didik yang dicatat dalam jurnal adalah peserta didik yang menunjukkan perilaku yang sangat baik maupun kurang baik secara alami.  Pencatatan jurnal dilakukan dengan segera seperti ketika wali kelas, guru mata pelajaran, maupun guru BK menyaksikan atau memperoleh informasi terpercaya mengenai perilaku peserta didik.  Jika peserta didik pernah menunjukkan sikap kurang baik tetapi selama satu semester tersebut menunjukan perkembangan ke arah sikap baik, maka sikap baik tersebut juga dicatat dalam jurnal.  Guru mata pelajaran dan guru BK merangkum catatan jurnal perkembangan sikap spiritual dan sikap sosial setiap peserta didik dan menyerahkannya kepada wali kelas untuk diolah lebih lanjut Berikut merupakan jurnal penilaian (perkembangan) sikap spiritual dan sikap sosial oleh wali kelas. Jurnal Penilaian Sikap Spiritual Nama Sekolah : SMP ............................. Kelas/Semester : VIII/I
  • 53.
    Modul Ajar KurikulumMerdeka Modul Ajar IPS SMP Fase D Kelas 8 Tahun Pelajaran : 2022/2023 No Waktu Nama Siswa Catatan Perilaku Butir Sikap 1 19/07/22 Haidar Tidak mengikuti sholat Dzuhur berjamaah di sekolah. Ketaqwaan 2 19/07/22 Halwa Mengganggu teman ketika berdoa sebelum kegiatan pembelajaran. Ketaqwaan 3 19/07/22 Sugi Mengajak teman berdoa sebelum olahraga badminton di sekolah. Ketaqwaan 4 19/07/22 Said Berpartisipasi sebagai panitia perayaan keagamaan di sekolah. Toleransi beragama Jurnal Penilaian Sikap Sosial Nama Sekolah : SMP ............................. Kelas/Semester : VIII/I Tahun Pelajaran: 2022/2023 No Waktu Nama Siswa Catatan Perilaku Butir Sikap 1 12/07/22 Haidar Membantu seorang teman yang kesulitan menyebrang jalan di depan sekolah. Kepedulian 2 26/08/22 Halwa Menyerahkan dompet yang ditemukan di kantin sekolah kepada wali kelas. Kejujuran 3 26/09/22 Sugi Tidak menggunakan atribut upacara di sekolah dengan legkap. Kedisiplinan 4 25/10/22 Said Berinisiatif menyiram tanaman yang mulai kering. Kepedulian Contoh format di atas dapat digunakan guru mata pelajaran dan guru BK dalam penilain sikap spiritual dan sosial. Catatan tersebut juga dapat dibuat dalam satu tabel yang sama dengan menambahkan kolom keterangan pada bagian paling kanan untuk menuliskan keterangan jenis sikap yang ditulis. Berikut merupakan contoh tabel jurnal penilaian sikap (spiritual dan sosial) yang dijadikan dalam satu tabel:
  • 54.
    Modul Ajar KurikulumMerdeka Modul Ajar IPS SMP Fase D Kelas 8 Jurnal Penilaian Sikap Nama Sekolah : SMP ............................. Kelas/Semester : VIII/I Tahun Pelajaran: 2022/2023 No Waktu Nama Siswa Catatan Perilaku Butir Sikap Ket. 1 19/07/22 Haidar Membantu seorang teman yang kesulitan menyebrang jalan di depan sekolah Ketaqwaan Sosial 2 19/07/22 Halwa Mengajak teman berdoa sebelum olahraga badminton di sekolah. Kepeduliaan Spiritual 3 19/07/22 Sugi Mengganggu teman ketika berdoa sebelum kegiatan pembelajaran. Toleransi beragama Spiritual 4 18/11/22 Said Berinisiatif menyiram tanaman yang mulai kering. Ketaqwaan Sosial b. Penilaian Diri (Self Assesment) Penilaian diri merupakan teknik penilaian terhadap diri sendiri oleh peserta didik dengan mengidentiikasi kelebihan dan kekurangan sikap peserta didik dalam berperilaku. Teknik penilaian ini dapat digunakan untuk menumbuhkan nilai-nilai kejujuran dan meningkatkan kemampuan releksi diri peserta didik. Satu tabel penilaian diri dapat digunakan untuk penilaian sikap spiritual dan sikap sosial. Berikut merupakan lembar penilaian diri menggunakan Likert Scale. Lembar Penilaian Diri Siswa (Likert Scale) Nama teman yang dinilai : .................. Nama penilai : .................. Kelas : .................... Semester : .................... Berilah tanda centang pada kolom “Ya” atau “Tidak” sesuai dengan keadaan sebenarnya No Pernyataan Skala 1 2 3 4 1 Saya berdoa sebelum melakukan kegiatan
  • 55.
    Modul Ajar KurikulumMerdeka Modul Ajar IPS SMP Fase D Kelas 8 2 Saya melaksanakan ibadah sholat tepat waktu 3 Saya berani mengakui kesalahan jika memang bersalah 4 Saya mengumpulkan tugas sesuai jadwal yang diberikan 5 Saya mengembalikan barang yang saya pinjam dalam kondisi baik 6 Saya meminta maaf jika melakukan kesalahan 7 Saya datang ke sekolah tepat waktu Keterangan: 1 = sangat jarang 2 = jarang 3 = sering 4 = selalu c. Penilaian Antar Teman Penilaian antar teman adalah teknik penilaian yang dilakukan peserta didik terhadap peserta didik yang lain mengenai sikap/perilaku peserta didik. Penilaian antarteman dapat digunakan untuk menumbuhkan nilai kejujuran, tenggang rasa, dan saling menghargai. Satu lembar penilaian diri dapat digunakan untuk penilaian sikap spiritual dan sikap sosial. Berikut merupakan lembar penilaian antarteman menggunakan Likert Scale. Lembar Penilaian Diri Siswa (Likert Scale) Nama : .................. Kelas : .................... Semester : .................... Berilah tanda centang pada kolom “Ya” atau “Tidak” sesuai dengan keadaan sebenarnya No Pernyataan Skala 1 2 3 4 1 Teman saya berkata jujur kepada orang lain 2 Teman saya mengerjakan ulangan dengan jujur 3 Teman saya mentaati tata-tertib sekolah 4 ..................................... Keterangan:
  • 56.
    Modul Ajar KurikulumMerdeka Modul Ajar IPS SMP Fase D Kelas 8 1 = sangat jarang 2 = jarang 3 = sering 4 = selalu Pada dasarnya teknik penilaian diri ini tidak hanya untuk aspek sikap, tetapi juga dapat digunakan untuk menilai kompetensi dalam aspek kete rampilan dan pengetahuan. 2. Penilaian Kompetensi Pengetahuan a) Pengertian Penilaian Pengetahuan Penilaian pengetahuan merupakan penilaian yang dilakukan untuk mengetahui kemampuan peserta didik berkaitan dengan penguasaan pengetahuan faktual, konseptual, maupun prosedural serta kecakapan berpikir tingkat rendah hingga tinggi. Guru dapat memilih teknik penilaian yang disesuaikan dengan karakteristik kompetensi yang akan dinilai. Penilaian diawali dengan perencanaan pada saat menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP). Hasil penilaian pengetahuan yang dilakukan selama dan setelah proses pembelajaran dinyatakan dalam bentuk angka dengan rentang 0-100. b) Teknik Penilaian Pengetahuan Teknik penilaian pengetahuan yang akan digunakan dapat disesuaikan dengan karakteristik masing-masing Kmpetensi Dasar (KD). Teknik penilaian pengetahuan yang sering digunakan yaitu tes tertulis, tes lisan, dan penugasan. Berikut merupakan penjabaran dari berbagai teknik penilaian pengetahuan. Teknik Penilaian Pengetahuan Teknik Bentuk Instrumen Tujuan Tes tertulis Pilihan ganda, benar-salah, menjodohkan, isian atau melengkapi, dan uraian. Mengetahui kemampuan penguasaan pengetahuan peserta didik dalam proses pembelajaran. Tes lisan Tanya jawab Mengetahui pemahaman peserta didik sebagai dasar perbaikan proses pembelajaran Penugasan Tugas individu dan kelompok Memfasilitasi penguasaan pengetahuan peserta didik selama proses pembelajaran. 1. Tes Tertulis Tes tertulis merupakan soal dan jawaban disajikan secara tertulis, misalnya pilihan ganda, benar-salah, dan uraian. Langkah-langkah pengembangan tes tertulis: Kisi-kisi Tes Tertulis Nama Sekolah : SMP ............................. Kelas/Semester : VIII/I Tahun Pelajaran : 2022/2023
  • 57.
    Modul Ajar KurikulumMerdeka Modul Ajar IPS SMP Fase D Kelas 8 Mata Pelajaran : IPS No Kompetensi Dasar Materi Indikator Soal Bentuk Soal Jumlah Soal 1 Mengidentifikasi potensi sumber daya alam di Indonesia Potensi Sumber Daya Alam di Indonesia 1. Peserta didik mampu mengidentifik asi sumber daya hutan di Indonesia. 2. Peserta didik mampu mengidentifik asi sumber daya tambang di Indonesia. 3. Peserta didik mampu mengidentifik asi sumber daya kemaritiman di Indonesia. Tes Tertulis 2 Butir soal: 1. Apa saja macam-macam sumber daya hutan, sumber daya tambang, dan sumber daya kemaritiman? 2. Bagaimana cara menjaga dan melestarikan potensi sumber daya alam di Indonesia? Pemberian skor Tes Tertulis No. Soal Kunci Jawaban Skor 1 Jenis sumber daya hasil hutan secara umum dibagi menjadi 2 yaitu:  Hasil Hutan Kayu. Hasil hutan kayu merupakan hasil hutan yang paling dominan, kayu digunakan di berbagai industri seperti bahan bangunan, bahan baku kertas, furnitr, dan lain sebagainya. ...  2. Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK) Hasil petambang dan sumber daya alam Barang yang dihasilkan petambang, yaitu emas, minyak bumi, gas alam, perak, tembaga, batu bara, nikel, bijih besi, timah, dan masih banyak lagi. Barang tambang termasuk sumber daya alam yang tidak dapat diperbarui karena proses pembentukannya yang 2
  • 58.
    Modul Ajar KurikulumMerdeka Modul Ajar IPS SMP Fase D Kelas 8 memakan waktu lama. Berikut potensi sumber daya laut di Indonesia: 1. Perikanan Tangkap dan Perikanan Budi Daya. Sumber daya perikanan adalah potensi sumber daya laut yang paling besar di Indonesia. ... 2. Hutan Mangrove (Hutan Bakau) ... 3. Terumbu Karang. ... 4. Pertambangan dan Energi. ... 5. Padang Lamun. ... 6. Pariwisata Bahari. 2 1. Cara menjaga kelestarian sumber daya alam hayati 1. menanam lebih banyak pohon. 2. melestarikan tumbuhan serta hewan-hewan langka. 3. merawat dan menjaga hutan yang mempunyai banyak pohon untuk kehidupan. 4. melakukan tebang pilih dan tidak membakar hutan demi membuka lahan. 5. memberikan makan secara rutin kepada hewan yang diternak. 2 Total Skor Maksimum 4 2. Tes Lisan Tes lisan merupakan pertanyaan yang diberikan guru secara lisan kepada peserta didik yang jawaban atas pertanyaan tersebut juga disampaikan secara lisan. Tes ini bertujuan untuk mengetahui penguasaan pengetahuan peserta didik dan menumbuhkan kemampuan berkomunikasi. Pemberian tes lisan dapat dilakukan pada saat pembelajaran berlangsung. pertanyaan pada tes lisan:  Apakah aku sudah mampu mengidentifikasi potensi sumber daya alam di Indonesia?  Apa saja macam-macam sumber daya hutan, sumber daya tambang, dan sumber daya kemaritiman?  Bagaimana cara mengolah potensi sumber daya alam yang ada di Indonesia dengan memperhatikan lingkungan sekitar? 3. Penugasan Penugasan adalah pemberian tugas untuk meningkatkan pengetahuan peserta didik. Tugas dapat dikerjakan baik secara individu maupun kelompok sesuai dengan kompetensi yang ingin dicapai. Berikut merupakan kisi-kisi tugas dan pedoman penskorannya.
  • 59.
    Modul Ajar KurikulumMerdeka Modul Ajar IPS SMP Fase D Kelas 8 Nama Sekolah : SMP ............................. Kelas/Semester : VIII/I Tahun Pelajaran: 2022/2023 Mata Pelajaran : IPS Kompetensi Dasar Materi Indikator Teknik Penilaian Mengidentifikasi potensi sumber daya alam di Indonesia Potensi Sumber Daya Alam di Indonesia 1. Peserta didik mampu mengidentifikasi sumber daya hutan di Indonesia. 2. Peserta didik mampu mengidentifikasi sumber daya tambang di Indonesia. 3. Peserta didik mampu mengidentifikasi sumber daya kemaritiman di Indonesia. Penugasan Pedoman Pemberian Skor Tugas No Soal Aspek yang Dinilai Skor 1 Mengapa Setiap daerah di Indonesia memiliki potensi sumber daya alam yang berbeda? 0-2 2 Apa yang terjadi jika ada perbedaan potensi sumber daya alam? 0-3 3 Apakah di negara lain juga memiliki potensi sumber daya alam yang sama dengan Indonesia? 0-3 4 Mengapa Indonesia belum bisa memaksimalkan potensi SDA? 0-2 Total Skor Maksimum 10 3. Penilaian Keterampilan a) Pengertian Penilaian Keterampilan Penilaian keterampilan dilakukan untuk mengetahui kemampuan peserta didik dalam menerapkan pengetahuan yang telah diperoleh untuk melakukan tugas tertentu sesuai dengan
  • 60.
    Modul Ajar KurikulumMerdeka Modul Ajar IPS SMP Fase D Kelas 8 indikator pencapaian kompetensi. Penilaian ini dapat dilakukan dengan berbagai teknik, seperti penilaian kinerja dan penilaian proyek. Berikut merupakan contoh kisi-kisi penilaian keterampilan, tugas, dan pedoman pemberian skor. b) Teknik Penilaian Keterampilan • Penilaian kinerja Berikut ini Kisi-kisi Penilaian Kinerja, soal/tugas, pedoman pemberian skor: Kisi-kisi Penilaian Kinerja Nama Sekolah : SMP ............................. Kelas/Semester : VIII/I Tahun Pelajaran : 2022/2023 Mata Pelajaran : IPS No Kompetensi Dasar Materi Indikator Teknik Penilaian 1 Mengidentifikasi potensi sumber daya alam di Indonesia Potensi Sumber Daya Alam di Indonesia 1. Peserta didik mampu mengidentifikasi sumber daya hutan di Indonesia. 2. Peserta didik mampu mengidentifikasi sumber daya tambang di Indonesia. 3. Peserta didik mampu mengidentifikasi sumber daya kemaritiman di Indonesia. Rubrik Pemberian Skor Penilaian Kinerja No Aspek yang Dinilai Skala 0 1 2 3 4 1 Merencanakan pengamatan 2 Melakukan pengamatan 3 Membuat laporan Jumlah: Penilaian diberikan dengan memperhatikan aspek proses dan produk. Guru dapat
  • 61.
    Modul Ajar KurikulumMerdeka Modul Ajar IPS SMP Fase D Kelas 8 menetapkan bobot pemberian skor yang berbeda antara satu dan aspek yang lainnya dengan memperhatikan karakteristik kompetensi yang dinilai. Rubrik Penilaian Kinerja No Indikator Rubrik 1 Menyiapkan bahan yang diperlukan 2 = Menyiapkan seluruh alat dan bahan yang diperlukan. 1 = Menyiapakan sebagian alat dan bahan yang diperlukan. 0 = Tidak menyiapkan alat bahan 2 Pengamatan 4 = Melakukan empat langkah kerja dengan tepat 3 = Melakukan tiga langkah kerja dengan tepat. 2 = Melakukan dua langkah kerja dengan tepat. 1 = Melakukan satu langkah kerja dengan tepat. 0 = Tidak melakukan langkah kerja. Langkah kerja: 1. Menyiapkan kertas gambar ukuran A4. 2. Menggambar potensi sumber daya alam di Indonesia. 3. Mencantumkan komponen potensi sumber daya alam di Indonesiapada gambar yang di buat. 4. Memberikan warna pada kenampakan objek yang di gambar pada potensi sumber daya alam di Indonesia. 3 Membuat laporan 3 = Memenuhi 3 kriteria 2 = Memenuhi 2 kriteria 1 = Memenuhi 1 kriteria 0 = Tidak memenuhi kriteria Kriteria laporan: 1. Memenuhi sistematika laporan (judul, tujuan, alat dan bahan, prosedur, data pengamatan, pembahasan, kesimpulan) 2. Data, pembahasan, dan kesimpulan benar 3. Komunikatif • Penilaian proyek Penilaian proyek merupakan kegiatan yang bertujuan untuk mengetahui kemampuan
  • 62.
    Modul Ajar KurikulumMerdeka Modul Ajar IPS SMP Fase D Kelas 8 peserta didik dalam mengimplementasikan pengetahuannya melalui penyelesaian suatu tugas dalam waktu tertentu. Penilaian ini dapat digunakan untuk mengukur satu maupun beberapa Kompetensi Dasar (KD) dalam satu atau beberapa mata pelajaran. Kegiatan yang dilakukan dimulai dengan perencanaan, pengumpulan, pengorganisasian, pengolahan, penyajian, dan pelaporan. Beberapa hal yang perlu dipertimbangkan dalam penilaian proyek, yaitu: 1) Pengelolaan Kemampuan peserta didik untuk menentukan tema atau topik, mengumpulkan informasi, pengolahan data, dan penulisan laporan. 2) Relevansi Tema yang dipilih sesuai dengan Kompetensi Dasar (KD). 3) Keaslian Laporan atau produk yang dibuat peserta didik merupakan hasil karyanya. 4) Inovasi dan Kreativitas Terdapat unsur-unsur kebaruan dan berbeda pada produk yang dihasilkan peserta didik. Kisi-kisi Penilaian Proyek Nama Sekolah : SMP ............................. Kelas/Semester : VIII/I Tahun Pelajaran : 2022/2023 Mata Pelajaran : IPS No Kompetensi Dasar Materi Indikator Teknik Penilaian 1 Mengidentifikasi potensi sumber daya alam di Indonesia Potensi Sumber Daya Alam di Indonesia 1. Peserta didik mampu mengidentifikasi sumber daya hutan di Indonesia. 2. Peserta didik mampu mengidentifikasi sumber daya tambang di Indonesia. 3. Peserta didik mampu mengidentifikasi sumber daya kemaritiman di Indonesia. Penilaian Proyek Proyek : Buatlah poster salah satu tujuan potensi sumber daya alam di Indonesia menggunakan kertas gambar ukuran A3, pensil warna atau cat air dengan memperhatikan hal- hal berikut! 1. Pilihlah salah satu tujuan potensi sumber daya alam di Indonesia. 2. Amati tujuan tersebut apakah telah tercapai atau belum tercapai di Indonesia lalu
  • 63.
    Modul Ajar KurikulumMerdeka Modul Ajar IPS SMP Fase D Kelas 8 sampaikan dalam poster. 3. Gambar salah satu tujuan potensi sumber daya alam di Indonesia yang telah dipilih! 4. Tuliskan potensi sumber daya alam di Indonesia konsep dari poster yang akan peserta didik sampaikan! 5. Laporkan hasilnya secara lisan! Rubrik Pemberian Skor Proyek No Pernyataan Skor 1 2 3 4 1 Kemampuan peserta didik dalam merencanakan 2 Kemampuan menggambar poster 3 Kemampuan penyampaian konsep berdasarkan poster yang digambar 4 Kemampuan mempresentasikan isi poster 5 Produk Poster Skor Maksimum 15 Catatan: Guru bisa menetapkan bobot yang berbeda-beda antara aspek satu dan lainnya pada pemberian skor dengan memperhatikan karakteristik Kompetensi Dasar (KD) atau keterampilan yang dinilai. Rubrik PenilaianProyek No Pernyataan Keterangan 1 Kemampuan Perencanaan 2 = perencanaan lengkap (bahan, cara kerja, hasil), dan rinci 1 = perencanaan kurang lengkap 0 = tidak ada perencanaan 2 Kemampuan menggambar poster secara tepat sesuai dengan salah satu tujuan potensi sumber daya alam di Indonesia 2 = menggambar dan mewarnai poster dengan baik dan interpretasi tujuan pembangunan berkelanjutan dalam poster tepat. 1 = menggambar dan memberikan warna pada poster tetapi salah dalam menginterpretasikan tujuan pembangunan berkelanjutan yang dipilih. 0 = gambar tidak diberi warna dan tidak tepat dalam menginterpretasikan tujuan pembangunan berkelanjutan yang dipilih.
  • 64.
    Modul Ajar KurikulumMerdeka Modul Ajar IPS SMP Fase D Kelas 8 G. KEGIATAN PENGAYAAN DAN REMEDIAL Pengayaan  Materi di bawah ini merupakan informasi penting yang dapat digunakan untuk mengembangkan kompetensi yang dipelajari peserta didik dalam buku teks. Potensi Sumber Daya Alam di Indonesia Dalam udara, daratan, dan perairan terkandung potensi sumber daya. Semua sumber daya tersebut ada yang dapat diperbaharui dan tidak dapat diperbaharui.  Materi bisa dilihat juga dalam: Pongtuluran, Yonathan. 2015. Manajemen Sumber Daya Alam dan Lingkungan. Yogyakarta: ANDI. Remedial Remedial diberikan kepada siswa yang mendapat kriteria paham sebagian dan tidak paham dengan kegiatan mengulang pembelajaran di luar jam pelajaran. LAMPIRAN A. LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD) B. Pemanfaatan Sumber Daya Alam Nama : Nama kelompok : Kelas : Petunjuk! Sumber daya alam merupakan anugerah Tuhan Yang Maha Esa, supaya dimanfaatkan untuk kepentingan manusia. Namun demikian manusia tidak boleh semaunya memanfaatkan sumber daya alam tersebut. Apakah kalian dapat mengidentifikasi berbagai sumber daya alam yang terdapat di lingkungan tempat tinggal lingkup provinsimu? Kerjakan aktivitas berikut ini.
  • 65.
    Modul Ajar KurikulumMerdeka Modul Ajar IPS SMP Fase D Kelas 8 LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD) Nama : Nama kelompok : Kelas : Petunjuk!
  • 66.
    Modul Ajar KurikulumMerdeka Modul Ajar IPS SMP Fase D Kelas 8 LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD) Nama : Nama kelompok : Kelas : Petunjuk! B. BAHAN BACAAN GURU & PESERTA DIDIK  Guru dan peserta didik mencari berbagai informasi tentang potensi sumber daya alam di Indonesia dari berbagai media atau website resmi dibawa nauangan kementerian pendidikan, kebudayaan, riset dan teknologi.  Buku Panduan Guru dan Siswa Ilmu Pengetahuan Sosial untuk SMP Kelas VIII : Kemendikbudristek 2021.
  • 67.
    Modul Ajar KurikulumMerdeka Modul Ajar IPS SMP Fase D Kelas 8 C. GLOSARIUM Glosarium adat istiadat: Himpunan kaidah-kaidah sosial yang sejak lama ada dan telah menjadi kebiasaan (tradisi) dalam masyarakat. benua: Hamparan daratan yang sangat luas yang berada di permukaan bumi. budaya: Suatu cara hidup yang berkembang dan dimiliki Bersama oleh sebuah kelompok orang dan diwariskan dari generasi ke generasi. cuaca: Keadaan udara pada saat tertentu dan di wilayah tertentu yang relatif sempit dan pada jangka waktu yan singkat. dinamika penduduk: Perubahan jumlah penduduk pada suatu wilayah yang disebabkan oleh tiga faktor yaitu, kelahiran (natalitas), kematian (mortalitas), dan perpindahan (migrasi). diplomasi: Urusan kepentingan sebuah negara dengan perantaraan wakil-wakilnya di negara lain. eksogen: Tenaga yang berasal dari luar bumi, artinya tenaga luar berhubungan dengan tenaga yang berasal dari atas permukaan bumi. endogen: Tenaga yang berasal dari dalam perut bumi sehingga mengakibatkan pergerakan kulit bumi. globalisasi: Terbentuknya sistem organisasi dan komunikasi antarmasyarakat di seluruh dunia untuk mengikuti sistem dan kaidah yang sama iklim: Rerata keadaan udara atau cuaca yang terjadi pada rentang wilayah yang luas serta rentang waktu yang lama. Wilayah tersebut bisa satu benua atau negara dengan waktu, misalnya 10 tahun atau 20 tahun. imperialism : Sistem politik yang bertujuan menjajah negara lain untuk mendapatkan kekuasaan dan keuntungan lebih besar. inflasi: Kemerosotan nilai uang karena banyaknya dan cepatnya uang beredar sehingga menyebabkan naiknya harga barang-barang inovasi: Diterapkannya alat/ide baru untuk melengkapi atau menggantikan ide/alat yang lama integrasi sosial: Proses penyesuaian unsur-unsur yang berbeda dalam masyarakat sehingga menjadi satu kesatuan kolonialisme: Penguasaan oleh suatu negara atas daerah atau bangsa lain dengan maksud untuk memperluas negara. komoditas: Barang ekspor atau impor. komposisi penduduk: Pengelompokan penduduk berdasarkan kriteria tertentu. misalnya berdasarkan agama, jenis kelamin, ras, usia, status perkawinan, dan lain-lain. koperasi: Organisasi ekonomi rakyat yang berwatak sosial dan beranggotakan orang-orang, badan-badan hukum koperasi yang merupakan tata susunan ekonomi sebagai usaha bersama berdasarkan asas kekeluargaan. mobilitas sosial: Perpindahan posisi seseorang atau sekelompok orang dari lapisan yang satu ke lapisan yang lain. piramida penduduk: Dua buah diagram batang, pada sisi lainnya menunjukkan jumlah penduduk laki-laki dan pada sisi lainnya menunjukkan jumlah penduduk
  • 68.
    Modul Ajar KurikulumMerdeka Modul Ajar IPS SMP Fase D Kelas 8 perempuan dalam kelompok interval usia penduduk lima tahunan. potensi: Kemampuan yang dimiliki. reformasi: Perubahan secara drastis untuk perbaikan (bidang sosial, politik, agama) dalam suatu masyarakat atau negara. region: Suatu wilayah yang memiliki ciri atau karakteristik tersendiri yang berbeda dengan wilayah lainnya. Think Pair Share: Think (berpikir secara mandiri), Pair (berpasangan) dan Share (berbagi dalam segala hal termasuk pengetahuan ke satu individu atau grup belajar). Two Stay Two Stray: Satu model pembelajaran kooperatif untuk menghadapi kemampuan heterogen siswa yang dilakukan dengan membentuk kelompok yang bersifat heterogen kemudian saling bertukar informasi dengan kelompok lain TSTS memungkinkan siswa untuk saling bekerja sama dan saling bertukar informasi dengan cara 2 anggota tinggal di kelompok dan 2 anggota menjadi tamu di kelompok lain. D. DAFTAR PUSTAKA Daftar Pustaka Abbas, Syamsuddin. 1997 Revolusi hijau dengan swasembada beras dan jagung. Jakarta: Sekretariat Badan Pengendali Bimas Departemen Pertanian Budiawan. 2017. Nasion & nasionalisme, jelajah ringkas teoritis. Yogyakarta: Penerbit Ombak. Bahasa Indonsia.2007. Kerja sama Perdagangan Internasional: Peluang dan Tantangan bagi Bangsa Indonesia.Jakarta: PT Elekmediakomputindo. Dawam, R.M, dkk. 1995. Bank Indonesia Dalam Kilasan Sejarah. Jakarta: LP3S. Djojohadikusumo, Sumitro. (1953). Persoalan Ekonomi di Indonesia. Jakarta: Indira Hatta, Mohammad. 1960. Ekonomi terpimpin. Jakarta: Fasco Horton, Paul dan Chester L. Hunt. 1999. Sosiologi. Jakarta : Erlangga Martono, Nanang. 2012. Sosiologi perubahan sosial. Jakarta: Raja Grafindo Persada. Pranarka, AMW, Leonardus B. Moerdani dan Supardjo Roestam. 1986. Wawasan kebangsaan, ketahanan nasional, dan wawasan nusantara. Yogyakarta: Lembaga Pengkajian Kebudayaan Sarjana Wiyata Tamansiswa. Poesponegoro, Marwati Djoened. 1993. Sejarah Nasional Indonesia VI. Jakarta : Balai Pustaka Poesponegoro, Marwati Djoened. 2010. Sejarah Nasional Indonesia V. Jakarta : Balai Pustaka Ricklefs, Merle Calvin. 2008. Sejarah Indonesia Modern 1200-2008. Jakarta: Serambi Reid, Anthony JS. 1996. Revolusi Nasional Indonesia. Jakarta: Pustaka Sinar Harapan. Soekanto, Soerjono. 2012. Sosiologi suatu pengantar. Jakarta: PT. Rajawali Press. Smith, Anthony D. 2003. Nasionalisme: teori, ideologi, sejarah. Jakarta: Penerbit Erlangga. Supardi.2011. Dasar-Dasar Ilmu Sosial.Yogyakarta:Ombak.
  • 69.
    Modul Ajar KurikulumMerdeka Modul Ajar IPS SMP Fase D Kelas 8 MODUL AJAR KURIKULUM MERDEKA IPS FASE D KELAS VIII INFORMASI UMUM A. IDENTITAS MODUL Penyusun Instansi Tahun Penyusunan Jenjang Sekolah Mata Pelajaran Fase / Kelas Tema 01 Subtema B Materi 2 Alokasi Waktu : : : : : : : : : : ..................................... SMP ………………… Tahun 2022 SMP Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) D / VIII Kondisi Geografis dan Pelestarian Sumber Daya Pemanfaatan Sumber Daya Alam Pemanfaatan Sumber Daya Alam 4 JP (Pertemuan Ke-7-8) B. KOMPETENSI AWAL Capaian Pembelajaran IPS Fase D Pada akhir fase ini, peserta didik mampu memahami dan memiliki kesadaran akan keberadaan diri dan keluarga serta lingkungan terdekatnya. Ia mampu menganalisis hubungan antara kondisi geografis daerah dengan karakteristik masyarakat serta memahami potensi sumber daya alamnya. Ia juga mampu menganalisis hubungan antara keragaman kondisi geografis nusantara terhadap pembentukan kemajemukan budaya. Ia mampu memahami bagaimana masyarakat saling berupaya untuk dapat memenuhi kebutuhan hidupnya. Ia mampu menganalisis peran pemerintah dan masyarakat dalam mendorong pertumbuhan perekonomian. Peserta didik juga mampu memahami dan memiliki kesadaran terhadap perubahan sosial yang sedang terjadi di era kontemporer. Ia dapat menganalisis perkembangan ekonomi di era digital. Peserta didik memahami tantangan pembangunan dan potensi Indonesia menjadi negara maju. Ia menyadari perannya sebagai bagian dari masyarakat Indonesia dan dunia di tengah isu-isu regional dan global yang sedang terjadi dan ikut memberikan kontribusi yang positif. Peserta didik mampu memahami dan menerapkan materi pembelajaran melalui pendekatan keterampilan proses dalam belajarnya, yaitu mengamati, menanya dengan rumus 5W 1H. Kemudian mampu memperkirakan apa yang akan terjadi berdasarkan jawaban- jawaban yang ditemukan. Peserta didik juga mampu mengumpulkan informasi melalui studi pustaka, studi dokumen, wawancara, observasi, kuesioner, dan Teknik pengumpulan informasi lainnya. Merencanakan dan mengembangkan penyelidikan. Peserta didik mengorganisasikan informasi dengan memilih, mengolah dan menganalisis informasi yang diperoleh. Proses analisis informasi dilakukan dengan cara verifikasi, interpretasi, dan triangulasi informasi. Peserta didik menarik kesimpulan, menjawab, mengukur dan mendeskripsikan serta menjelaskan permasalahan yang ada dengan memenuhi prosedur dan tahapan yang ditetapkan. Peserta didik mengungkapkan seluruh hasil tahapan di atas secara lisan dan tulisan dalam bentuk media digital dan non-digital. Peserta didik lalu mengomunikasikan hasil temuannya dengan mempublikasikan hasil laporan dalam bentuk presentasi digital dan atau non-digital, dan sebagainya. Selain itu peserta didik mampu mengevaluasi pengalaman belajar yang telah dilalui dan diharapkan dapat merencanakan proyek lanjutan dengan melibatkan lintas mata pelajaran secara kolaboratif. Elemen Pemahaman Konsep Elemen Keterampilan proses Pada akhir fase ini, peserta didik Pada akhir fase ini, Peserta didik mampu
  • 70.
    Modul Ajar KurikulumMerdeka Modul Ajar IPS SMP Fase D Kelas 8 mampu memahami dan memiliki kesadaran akan keberadaan diri serta mampu berinteraksi dengan lingkungan terdekatnya. Ia mampu menganalisis hubungan antara kondisi geografis daerah dengan karakteristik masyarakat dan memahami potensi sumber daya alam serta kaitannya dengan mitigasi kebencanaan . Ia juga mampu menganalisis hubungan antara keragaman kondisi geografis nusantara terhadap pembentukan kemajemukan budaya. Ia mampu memahami bagaimana masyarakat saling berupaya untuk dapat memenuhi kebutuhan hidupnya. Ia mampu menganalisis peran pemerintah dan masyarakat dalam mendorong pertumbuhan perekonomian. Peserta didik juga mampu memahami dan memiliki kesadaran terhadap perubahan sosial yang sedang terjadi di era kontemporer. Ia dapat menganalisis perkembangan ekonomi di era digital. Peserta didik memahami tantangan pembangunan dan potensi Indonesia menjadi negara maju. Ia menyadari perannya sebagai bagian dari masyarakat Indonesia dan dunia di tengah isu-isu regional dan global yang sedang terjadi dan ikut memberikan kontribusi yang positif. memahami dan menerapkan materi pembelajaran melalui pendekatan keterampilan proses dalam belajarnya, yaitu mengamati, menanya dengan rumus 5W 1H. Kemudian mampu memperkirakan apa yang akan terjadi berdasarkan jawaban- jawaban yang ditemukan. Peserta didik juga mampu mengumpulkan informasi melalui studi pustaka, studi dokumen, lapangan, wawancara, observasi, kuesioner, dan teknik pengumpulan informasi lainnya. merencanakan dan mengembangkan penyelidikan. Peserta didik mengorganisasikan informasi dengan memilih, mengolah dan menganalisis informasi yang diperoleh. Proses analisis informasi dilakukan dengan cara verifikasi, interpretasi, dan triangulasi informasi. Peserta didik menarik kesimpulan, menjawab, mengukur dan mendeskripsikan serta menjelaskan permasalahan yang ada dengan memenuhi prosedur dan tahapan yang ditetapkan. Peserta didik mengungkapkan seluruh hasil tahapan di atas secara lisan dan tulisan dalam bentuk media digital dan non-digital. Peserta didik lalu mengomunikasikan hasil temuannya dengan mempublikasikan hasil laporan dalam bentuk presentasi digital dan atau non digital, dan sebagainya. Selain itu peserta didik mampu mengevaluasi pengalaman belajar yang telah dilalui dan diharapkan dapat merencanakan proyek lanjutan dengan melibatkan lintas mata pelajaran secara kolaboratif. C. PROFIL PELAJAR PANCASILA  Beriman, Bertakwa Kepada Tuhan Yang Maha Esa, dan Berahlak Mulia;  Berkebhinekaan Global;  Bergotong Royong;  Mandiri;  Bernalar Kritis; dan  Kreatif. D. SARANA DAN PRASARANA Media, Sumber Belajar, dan Alat Sumber utama:  Video tentang eksploitasi sumber daya alam.  Slide gambar tentang pemanfaatan sumber daya alam di Indonesia.
  • 71.
    Modul Ajar KurikulumMerdeka Modul Ajar IPS SMP Fase D Kelas 8  Peta persebaran hasil tambang di Indonesia.  Buku Siswa Ilmu Pengetahuan Sosial Kelas VII, 2021, Jakarta: Kemendikbud, Pusta Kurikulum dan Perbukuan.  LCD, laptop, papan tulis. Sumber alternatif:  Guru juga dapat menggunakan sumber belajar alternatif yang terdapat di lingkungan setempat dan sesuai dengan tema. Pengembangan sumber belajar:  Guru dapat memanfaatkan barang bekas untuk menambah wawasan peserta didik bahwasanya barang yang tidak berguna ternyata dapat diolah menjadi barang yang bernilai jual. E. TARGET PESERTA DIDIK  Peserta didik reguler/tipikal: umum, tidak ada kesulitan dalam mencerna dan memahami materi ajar.  Peserta didik dengan pencapaian tinggi: mencerna dan memahami dengan cepat, mampu mencapai keterampilan berfikir aras tinggi (HOTS), dan memiliki keterampilan memimpin F. MODEL PEMBELAJARAN  Tatap Muka KOMPONEN INTI A. TUJUAN KEGIATAN PEMBELAJARAN Alur Tujuan Pembelajaran : 1. Peserta didik mampu mengidentifikasi pemanfaatan sumber daya alam di Indonesia. B. PEMAHAMAN BERMAKNA  Meningkatkan kemampuan siswa tentang pemanfaatan sumber daya alam. C. PERTANYAAN PEMANTIK  Bagaimana pemanfaatan sumber daya alam yang baik dan benar?  Mengapa terjadi eksploitasi sumber daya alam?  Apa dampak yang terjadi dari adanya eksploitasi sumber daya alam? D. KEGIATAN PEMBELAJARAN Kegiatan Pendahuluan  Guru dan peserta didik mengucapkan salam dan doa.  Guru dan peserta mengondisikan pembelajaran.  Apersepsi : Peserta didik melihat gambar pemanfaatan sumber  daya alam di Indonesia. Guru dapat menambahkan variasi gambar menggunakan tayangan video dari internet. Apersepsi juga dapat dilakukan dengan melibatkan aktivitas peserta didik Peserta didik difasilitasi guru mengaitkan gambar dengan kegiatan belajar sebelumnya. Guru melanjutkan dengan memberikan motivasi terkait pemanfaatan sumber daya alam di Indonesia.  Motivasi: Adanya pemanfaatan sumber daya alam di Indonesia secara berlebihan dan tidak memperhatikan lingkungan sekitar (AMDAL), maka kita sebagai generasi yang akan mengolah dan memanfaatkannya ke depan dapat memanfaatkannya dengan lebih bijak lagi dan memperhatikan dampak untuk lingkungan sekitarnya.
  • 72.
    Modul Ajar KurikulumMerdeka Modul Ajar IPS SMP Fase D Kelas 8  Peserta didik dibantu guru menyimak gambaran tema dan tujuan pembelajaran dalam Tema 01.  Tujuan Pembelajaran: Peserta didik mampu mengidentifikasi pemanfaatan sumber daya alam di Indonesia.  Guru menginformasikan tujuan pembelajaran pertemuan 7 dan 8 tentang pemanfaatan sumber daya alam di Indonesia. Kegiatan Inti Guru menjelaskan tentang petunjuk kerja dan tugas dari Lembar Aktivitas 8 untuk mengidentifikasi salah satu bahan tambang yang dekat dengan lingkungan tempat tinggalmu/provinsimu. Kegiatan ini dimaksudkan untuk memberikan pengalaman peserta didik bahwa setiap sumber daya alam mempunyai manfaat dan dampaknya terhadap lingkungan. Proses tukar menukar hasil diskusi dapat dilakukan dalam waktu singkat, kemudian guru melakukan tanya jawab dengan peserta didik terkait hasil identifikasi. Secara interaktif guru mengaitkan hasil identifikasi dengan orientasi pembelajaran tentang pemanfaatan sumber daya alam. Peserta Didik Mengidentifikasi Masalah Setelah peserta didik mengidentifikasi salah satu bahan tambang yang dekat dengan lingkungan tempat tinggalnya/provinsinya, selanjutnya guru mendorong peserta didik untuk mengajukan berbagai pertanyaan yang mengarah pada HOTS. Misalnya Bagaimana pemanfaatan sumber daya alam yang baik dan benar? Mengapa terjadi eksploitasi sumber daya alam? Apa dampak yang terjadi dari adanya eksploitasi sumber daya alam? Peserta Didik Mengelola Informasi  Peserta didik membaca teks tentang pemanfaatan sumber daya alam.  Guru memfasilitasi sumber lain misalnya memberikan tautan internet yang mendukung penjelasan dan pendalaman sumber belajar. Contoh tautan : FWI “Deforestasi Tanpa Henti di Indonesia” https://www.youtube.com/watch?v=Ge0Wszz8ltc Untuk memperoleh informasi lebih luas peserta didik juga dapat melakukan browsing pemanfaatan sumber daya alam. Guru dapat memberikan beberapa tautan berita, tulisan, dan laporan video tentang pemanfaatan sumber daya alam.  Peserta didik mengolah informasi secara berkelompok di bawah bimbingan guru. Kegiatan ini dapat dilakukan secara bervariasi, misalnya dengan diskusi kelompok, jigsaw learning, dan inkuiri. Contoh: Menggunakan Diskusi Kelompok 1. Guru membimbing peserta didik membagi kelompok yang terdiri dari 4-5 peserta didik. Pembagian kelompok misalnya dengan cara permainan berhitung. Guru mengintruksikan peserta didik untuk berkumpul dengan jumlah peserta didik yang berbeda. Misalnya, “berkumpul 5 peserta didik, berkumpul 6 peserta didik dan seterusnya” 2. Guru membimbing peserta didik untuk mengidentifikasi pemanfaatan sumber daya alam yang ada di Indonesia. 3. Peserta didik melakukan diskusi dalam kelompok kecil dan guru menjadi fasilitator dengan cara berkeliling dari kelompok satu ke kelompok lain untuk memberikan dorongan agar semua anggota kelompok berpartisipasi aktif. 4. Masing-masing kelompok melaporkan hasil diskusinya dalam bentuk laporan/poster/karya lainnya. 5. Guru memandu peserta didik mempresentasikan hasil diskusi. 6. Pada akhir kegiatan, guru menyimpulkan laporan hasil diskusi..
  • 73.
    Modul Ajar KurikulumMerdeka Modul Ajar IPS SMP Fase D Kelas 8  Peserta didik memilih dan mengorganisasikan informasi yang diperoleh.  Guru membimbing dan mengarahkan proses belajar peserta didik (kegiatan belajar).  Guru memastikan peserta didik mengerjakan tugas dengan baik.  Guru membantu peserta didik menemukan sumber belajar lainnya. Hal tersebut bertujuan untuk mengembangkan kreativitas peserta didik dalam mengidentifikasi pemanfaatan sumber daya alam yang ada di Indonesia. Peserta Didik Merencanakan dan Mengembangkan Ide  Hasil pengolahan informasi disajikan dalam bentuk laporan/poster/karya lainnya.  Peserta didik secara mandiri membuat esai tentang pemanfaatan sumber daya alam di daerah tempat tinggalnya/provinsinya. Peserta Didik Melakukan Refleksi Diri dan Aksi  Dalam kelas atau melalui media berbasis internet peserta didik mengomunikasikan hasil pengolahan informasi.  Guru memfasilitasi peserta didik menemukan simpulan pembelajaran.  Guru memberikan kesempatan ke peserta didik untuk mengajukan pendapat atau pertanyaan.  Penguatan dan pengayaan dilakukan untuk mengembangkan kompetensi peserta didik. Penutup  Penilaian pembelajaran dilakukan secara lisan atau tertulis.  Peserta didik melakukan refleksi pembelajaran berkaitan dengan sikap, pengetahuan, dan keterampilan. Sikap  Apakah aku sudah melakukan pembelajaran secara bertanggung jawab?  Inspirasi dari pembelajaran tentang pemanfaatan sumber daya alam dalam hidup saya adalah... Pengetahuan:  Apakah aku sudah mampu mengidentifikasi pemanfaatan sumber daya alam?  Mengapa terjadi eksploitasi yang berlebihan terhadap sumber daya alam?  Bagaimana pengaruh eksploitasi sumber daya alam terhadap lingkungan? Keterampilan :  Apakah aku sudah berhasil membuat esai/poster/karya lainnya tentang pemanfaatan sumber daya alam?  Refleksi juga dapat dilakukan dengan cara lain, misalnya kuis tentang potensi sumber daya alam di Indonesia, menuliskan kompetensi yang diperoleh baik sikap, pengetahuan, dan keterampilan. Dapat pula dengan menuliskan inspirasi yang diperoleh dan yang akan dilakukan pada masa yang akan datang.  Tindak lanjut dilakukan dengan mendorong peserta didik mempelajari lebih lanjut dan informasi pembelajaran berikutnya tentang kualitas sumber daya manusia Indonesia.  Doa dan penutup.
  • 74.
    Modul Ajar KurikulumMerdeka Modul Ajar IPS SMP Fase D Kelas 8 F. REFLEKSI Refleksi Guru :  Apakah Kegitan belajar berhasil?  Berapa persen peserta didik mencapai tujuan?  Kesulitan apa yang dialami guru dan peserta didik?  Apa langkah yang perlu dilakukan untuk memperbaiki proses belajar?  Apakah seluruh peserta didik mengikuti pelajaran dengan baik? Refleksi Peserta Didik : Setelah mempelajari materi sumber daya alam, kesimpulan :  Apa yang dapat kalian ambil dari materi tersebut?  Pengetahuan apa saja yang kamu peroleh?  Sikap apa yang dapat kamu kembangkan?  Keterampilan apa saja yang dapat dikuasai?  Pada materi ini, potensi sumber daya alam Indonesia sangat beraneka ragam. Kemudian menurut kalian bagaimanakah cara melestarikan sumber daya alam?  Padahal kita tahu, sumber daya alam jika diambil terus menerus akan habis. F. ASESMEN / PENILAIAN Penilaian Proses dan Hasil Pembelajaran a. Konsep Penilaian dan Pembelajaran IPS Penilaian merupakan kegiatan yang bertujuan untuk memperoleh, menganalisis, menafsirkan proses dan hasil belajar peserta didik secara sistematis. Penilaian tersebut dapat digunakan untuk mengetahui tingkat keberhasilan pencapaian kompetensi, proses pembelajaran, tingkat kesulitan belajar peserta didik, dan penentuan tindak lanjut pembelajaran. Penilaian pembelajaran IPS memakai pendekatan penilaian autentik (authentic assesment) untuk menilai kesiapan peserta didik, proses, dan hasil belajar secara utuh. Hasil penilaian tersebut dapat dimanfaatkan guru dalam merencanakan program perbaikan (remedial), pengayaan (enrichment), layanan konseling, dan sebagai landasan untuk memperbaiki proses pembelajaran selanjutnya. b. Teknik dan Instrumen Penilaian Penilaian kompetensi sikap, keterampilan, dan pengetahuan dilakukan menggunakan teknik dan instrumen penilaian. Berikut merupakan penjabaran teknik dan instrumen penilaian dari masing-masing kompetensi. 1. Penilaian kompetensi sikap Teknik penilaian kompetensi sikap dapat berupa observasi, penilaian diri, dan penilaian antar teman. Kegiatan ini bisa dilakukan oleh guru matabpelajaran, wali kelas, dan guru bimbingan konseling (BK) yang ditulis dalam buku jurnal. Jurnal berisi catatan kejadian tertentu dan informasi lain yang relevan. a. Observasi Instrumen dalam observasi yaitu lembar observasi atau jurnal. Lembar observasi berisi catatan perilaku peserta didik berdasarkan pengamatan oleh guru mata pelajaran, wali kelas, dan guru bimbingan konseling selama satu semester. Setiap catatan berisi deskripsi perilaku peserta didik yang dilengkapi dengan waktu dan tempat pengamatan tersebut. Jika terjadi perubahan sikap peserta didik dari yang kurang baik menjadi baik maka dalam
  • 75.
    Modul Ajar KurikulumMerdeka Modul Ajar IPS SMP Fase D Kelas 8 jurnal harus ditulis bahwa sikap peserta didik tersebut telah baik atau bahkan sangat baik. Hal yang dicatat dalam jurnal bisa berupa sikap kurang baik, baik, maupun sangat baik, serta perkembangan perubahan sikap peserta didik. Berikut merupakan lembar observasi penilaian sikap peserta didik selama satu semester: Tabel Jurnal Pengembangan Sikap No Tanggal Nama Siswa Catatan Perilaku Butir Sikap 1 2 3 4 dst Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam pelaksanaan penilaian sikap menggunakan teknik observasi :  Jurnal penilaian sikap ditulis oleh guru mata pelajaran, wali kelas, dan guru BK selama satu semester.  Penilaian oleh wali kelas dapat menggunakan 1 (satu) jurnal untuk satu kelas yang menjadi tanggung-jawabnya. Penilaian oleh guru mata pelajaran dapat menggunakan 1 (satu) jurnal untuk setiap kelas yang diajarnya, dan penilaian oleh guru BK dapat menggunakan 1 (satu) jurnal untuk setiap kelas di bawah bimbingannya.  Penilaian perkembangan sikap sipritual dan sikap sosial peserta didik bisa dicatat dalam satu jurnal yang sama atau dalam 2 (dua) jurnal berbeda.  Peserta didik yang dicatat dalam jurnal adalah peserta didik yang menunjukkan perilaku yang sangat baik maupun kurang baik secara alami.  Pencatatan jurnal dilakukan dengan segera seperti ketika wali kelas, guru mata pelajaran, maupun guru BK menyaksikan atau memperoleh informasi terpercaya mengenai perilaku peserta didik.  Jika peserta didik pernah menunjukkan sikap kurang baik tetapi selama satu semester tersebut menunjukan perkembangan ke arah sikap baik, maka sikap baik tersebut juga dicatat dalam jurnal.  Guru mata pelajaran dan guru BK merangkum catatan jurnal perkembangan sikap spiritual dan sikap sosial setiap peserta didik dan menyerahkannya kepada wali kelas untuk diolah lebih lanjut Berikut merupakan jurnal penilaian (perkembangan) sikap spiritual dan sikap sosial oleh wali kelas. Jurnal Penilaian Sikap Spiritual Nama Sekolah : SMP ............................. Kelas/Semester : VIII/I Tahun Pelajaran : 2022/2023 No Waktu Nama Siswa Catatan Perilaku Butir Sikap 1 19/07/22 Haidar Tidak mengikuti sholat Dzuhur berjamaah di Ketaqwaan
  • 76.
    Modul Ajar KurikulumMerdeka Modul Ajar IPS SMP Fase D Kelas 8 sekolah. 2 19/07/22 Halwa Mengganggu teman ketika berdoa sebelum kegiatan pembelajaran. Ketaqwaan 3 19/07/22 Sugi Mengajak teman berdoa sebelum olahraga badminton di sekolah. Ketaqwaan 4 19/07/22 Said Berpartisipasi sebagai panitia perayaan keagamaan di sekolah. Toleransi beragama Jurnal Penilaian Sikap Sosial Nama Sekolah : SMP ............................. Kelas/Semester : VIII/I Tahun Pelajaran: 2022/2023 No Waktu Nama Siswa Catatan Perilaku Butir Sikap 1 12/07/22 Haidar Membantu seorang teman yang kesulitan menyebrang jalan di depan sekolah. Kepedulian 2 26/08/22 Halwa Menyerahkan dompet yang ditemukan di kantin sekolah kepada wali kelas. Kejujuran 3 26/09/22 Sugi Tidak menggunakan atribut upacara di sekolah dengan legkap. Kedisiplinan 4 25/10/22 Said Berinisiatif menyiram tanaman yang mulai kering. Kepedulian Contoh format di atas dapat digunakan guru mata pelajaran dan guru BK dalam penilain sikap spiritual dan sosial. Catatan tersebut juga dapat dibuat dalam satu tabel yang sama dengan menambahkan kolom keterangan pada bagian paling kanan untuk menuliskan keterangan jenis sikap yang ditulis. Berikut merupakan contoh tabel jurnal penilaian sikap (spiritual dan sosial) yang dijadikan dalam satu tabel: Jurnal Penilaian Sikap Nama Sekolah : SMP ............................. Kelas/Semester : VIII/I Tahun Pelajaran: 2022/2023
  • 77.
    Modul Ajar KurikulumMerdeka Modul Ajar IPS SMP Fase D Kelas 8 No Waktu Nama Siswa Catatan Perilaku Butir Sikap Ket. 1 19/07/22 Haidar Membantu seorang teman yang kesulitan menyebrang jalan di depan sekolah Ketaqwaan Sosial 2 19/07/22 Halwa Mengajak teman berdoa sebelum olahraga badminton di sekolah. Kepeduliaan Spiritual 3 19/07/22 Sugi Mengganggu teman ketika berdoa sebelum kegiatan pembelajaran. Toleransi beragama Spiritual 4 18/11/22 Said Berinisiatif menyiram tanaman yang mulai kering. Ketaqwaan Sosial b. Penilaian Diri (Self Assesment) Penilaian diri merupakan teknik penilaian terhadap diri sendiri oleh peserta didik dengan mengidentiikasi kelebihan dan kekurangan sikap peserta didik dalam berperilaku. Teknik penilaian ini dapat digunakan untuk menumbuhkan nilai-nilai kejujuran dan meningkatkan kemampuan releksi diri peserta didik. Satu tabel penilaian diri dapat digunakan untuk penilaian sikap spiritual dan sikap sosial. Berikut merupakan lembar penilaian diri menggunakan Likert Scale. Lembar Penilaian Diri Siswa (Likert Scale) Nama teman yang dinilai : .................. Nama penilai : .................. Kelas : .................... Semester : .................... Berilah tanda centang pada kolom “Ya” atau “Tidak” sesuai dengan keadaan sebenarnya No Pernyataan Skala 1 2 3 4 1 Saya berdoa sebelum melakukan kegiatan 2 Saya melaksanakan ibadah sholat tepat waktu 3 Saya berani mengakui kesalahan jika memang bersalah
  • 78.
    Modul Ajar KurikulumMerdeka Modul Ajar IPS SMP Fase D Kelas 8 4 Saya mengumpulkan tugas sesuai jadwal yang diberikan 5 Saya mengembalikan barang yang saya pinjam dalam kondisi baik 6 Saya meminta maaf jika melakukan kesalahan 7 Saya datang ke sekolah tepat waktu Keterangan: 1 = sangat jarang 2 = jarang 3 = sering 4 = selalu c. Penilaian Antar Teman Penilaian antar teman adalah teknik penilaian yang dilakukan peserta didik terhadap peserta didik yang lain mengenai sikap/perilaku peserta didik. Penilaian antarteman dapat digunakan untuk menumbuhkan nilai kejujuran, tenggang rasa, dan saling menghargai. Satu lembar penilaian diri dapat digunakan untuk penilaian sikap spiritual dan sikap sosial. Berikut merupakan lembar penilaian antarteman menggunakan Likert Scale. Lembar Penilaian Diri Siswa (Likert Scale) Nama : .................. Kelas : .................... Semester : .................... Berilah tanda centang pada kolom “Ya” atau “Tidak” sesuai dengan keadaan sebenarnya No Pernyataan Skala 1 2 3 4 1 Teman saya berkata jujur kepada orang lain 2 Teman saya mengerjakan ulangan dengan jujur 3 Teman saya mentaati tata-tertib sekolah 4 ..................................... Keterangan: 1 = sangat jarang 2 = jarang 3 = sering
  • 79.
    Modul Ajar KurikulumMerdeka Modul Ajar IPS SMP Fase D Kelas 8 4 = selalu Pada dasarnya teknik penilaian diri ini tidak hanya untuk aspek sikap, tetapi juga dapat digunakan untuk menilai kompetensi dalam aspek kete rampilan dan pengetahuan. 2. Penilaian Kompetensi Pengetahuan a) Pengertian Penilaian Pengetahuan Penilaian pengetahuan merupakan penilaian yang dilakukan untuk mengetahui kemampuan peserta didik berkaitan dengan penguasaan pengetahuan faktual, konseptual, maupun prosedural serta kecakapan berpikir tingkat rendah hingga tinggi. Guru dapat memilih teknik penilaian yang disesuaikan dengan karakteristik kompetensi yang akan dinilai. Penilaian diawali dengan perencanaan pada saat menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP). Hasil penilaian pengetahuan yang dilakukan selama dan setelah proses pembelajaran dinyatakan dalam bentuk angka dengan rentang 0-100. b) Teknik Penilaian Pengetahuan Teknik penilaian pengetahuan yang akan digunakan dapat disesuaikan dengan karakteristik masing-masing Kmpetensi Dasar (KD). Teknik penilaian pengetahuan yang sering digunakan yaitu tes tertulis, tes lisan, dan penugasan. Berikut merupakan penjabaran dari berbagai teknik penilaian pengetahuan. Teknik Penilaian Pengetahuan Teknik Bentuk Instrumen Tujuan Tes tertulis Pilihan ganda, benar-salah, menjodohkan, isian atau melengkapi, dan uraian. Mengetahui kemampuan penguasaan pengetahuan peserta didik dalam proses pembelajaran. Tes lisan Tanya jawab Mengetahui pemahaman peserta didik sebagai dasar perbaikan proses pembelajaran Penugasan Tugas individu dan kelompok Memfasilitasi penguasaan pengetahuan peserta didik selama proses pembelajaran. 1. Tes Tertulis Tes tertulis merupakan soal dan jawaban disajikan secara tertulis, misalnya pilihan ganda, benar-salah, dan uraian. Langkah-langkah pengembangan tes tertulis: Kisi-kisi Tes Tertulis Nama Sekolah : SMP ............................. Kelas/Semester : VIII/I Tahun Pelajaran : 2022/2023 Mata Pelajaran : IPS
  • 80.
    Modul Ajar KurikulumMerdeka Modul Ajar IPS SMP Fase D Kelas 8 No Kompetensi Dasar Materi Indikator Soal Bentuk Soal Jumlah Soal 1 Mengidentifikasi pemanfaatan sumber daya alam di Indonesia Pemanfaatan Sumber Daya Alam Peserta didik mampu mengidentifikasi pemanfaatan sumber daya alam di Indonesia Tes Tertulis 2 Butir soal: 1. Bagaimana pemanfaatan sumber daya alam yang baik dan benar? 2. Apa dampak yang terjadi dari adanya eksploitasi sumber daya alam? Pemberian skor Tes Tertulis No. Soal Kunci Jawaban Skor 1 Berikut cara-cara untuk memanfaatkan sumber daya alam dengan baik: 1. Mengelola pertanian, perkebunan, dan peternakan. ... 2. Mengelola sumber daya alam agar bernilai ekspor. ... 3. Menjaga kelestarian laut dan hutan. ... 4. Menggunakan sumber daya tambang secukupnya. ... 5. Beralih ke sumber daya alam yang dapat dipercaya. 2 2 Eksploitasi Sumber Daya Alam (SDA) di Indonesia secara berlebihan berpotensi menimbulkan kerusakan lingkungan yang lebih luas. Kondisi ini semakin pelik, mengingat pelanggaran peruntukan tata ruang di berbagai daerah di Indonesia pun kian masif. 2 Total Skor Maksimum 4 2. Tes Lisan Tes lisan merupakan pertanyaan yang diberikan guru secara lisan kepada peserta didik yang jawaban atas pertanyaan tersebut juga disampaikan secara lisan. Tes ini bertujuan untuk mengetahui penguasaan pengetahuan peserta didik dan menumbuhkan kemampuan berkomunikasi. Pemberian tes lisan dapat dilakukan pada saat pembelajaran berlangsung.
  • 81.
    Modul Ajar KurikulumMerdeka Modul Ajar IPS SMP Fase D Kelas 8 pertanyaan pada tes lisan:  Apakah aku sudah mampu mengidentifikasi pemanfaatan sumber daya alam?  Mengapa terjadi eksploitasi yang berlebihan terhadap sumber daya alam?  Bagaimana pengaruh eksploitasi sumber daya alam terhadap lingkungan? 3. Penugasan Penugasan adalah pemberian tugas untuk meningkatkan pengetahuan peserta didik. Tugas dapat dikerjakan baik secara individu maupun kelompok sesuai dengan kompetensi yang ingin dicapai. Berikut merupakan kisi-kisi tugas dan pedoman penskorannya. Nama Sekolah : SMP ............................. Kelas/Semester : VIII/I Tahun Pelajaran: 2022/2023 Mata Pelajaran : IPS Kompetensi Dasar Materi Indikator Teknik Penilaian Mengidentifikasi pemanfaatan sumber daya alam di Indonesia Pemanfaatan Sumber Daya Alam Peserta didik mampu mengidentifikasi pemanfaatan sumber daya alam di Indonesia Penugasan Pedoman Pemberian Skor Tugas No Soal Aspek yang Dinilai Skor 1 Apa yang akan terjadi jika dalam pemanfaatan sumber daya alam secara berlebihan? 0-2 2 Mengapa sumber daya alam yang kita miliki dapat digunakan sebagai modal pembangunan negara? 0-3 3 Bagaimana langkah yang baik dalam pemanfaatan pemanfaatan sumber daya alam? 0-3 4 Apa yang kamu lakukan dalam pemanfaatan sumber daya alam agar tidak mudah habis? 0-2 Total Skor Maksimum 10 3. Penilaian Keterampilan a) Pengertian Penilaian Keterampilan Penilaian keterampilan dilakukan untuk mengetahui kemampuan peserta didik dalam menerapkan pengetahuan yang telah diperoleh untuk melakukan tugas tertentu sesuai dengan indikator pencapaian kompetensi. Penilaian ini dapat dilakukan dengan berbagai teknik, seperti penilaian kinerja dan penilaian proyek. Berikut merupakan contoh kisi-kisi penilaian
  • 82.
    Modul Ajar KurikulumMerdeka Modul Ajar IPS SMP Fase D Kelas 8 keterampilan, tugas, dan pedoman pemberian skor. b) Teknik Penilaian Keterampilan • Penilaian kinerja Berikut ini Kisi-kisi Penilaian Kinerja, soal/tugas, pedoman pemberian skor: Kisi-kisi Penilaian Kinerja Nama Sekolah : SMP ............................. Kelas/Semester : VIII/I Tahun Pelajaran : 2022/2023 Mata Pelajaran : IPS No Kompetensi Dasar Materi Indikator Teknik Penilaian 1 Mengidentifikasi pemanfaatan sumber daya alam di Indonesia Pemanfaatan Sumber Daya Alam Peserta didik mampu mengidentifikasi pemanfaatan sumber daya alam di Indonesia Rubrik Pemberian Skor Penilaian Kinerja No Aspek yang Dinilai Skala 0 1 2 3 4 1 Merencanakan pengamatan 2 Melakukan pengamatan 3 Membuat laporan Jumlah: Penilaian diberikan dengan memperhatikan aspek proses dan produk. Guru dapat menetapkan bobot pemberian skor yang berbeda antara satu dan aspek yang lainnya dengan memperhatikan karakteristik kompetensi yang dinilai. Rubrik Penilaian Kinerja No Indikator Rubrik 1 Menyiapkan bahan yang diperlukan 2 = Menyiapkan seluruh alat dan bahan yang diperlukan. 1 = Menyiapakan sebagian alat dan bahan yang diperlukan. 0 = Tidak menyiapkan alat bahan 2 Pengamatan 4 = Melakukan empat langkah kerja dengan tepat
  • 83.
    Modul Ajar KurikulumMerdeka Modul Ajar IPS SMP Fase D Kelas 8 3 = Melakukan tiga langkah kerja dengan tepat. 2 = Melakukan dua langkah kerja dengan tepat. 1 = Melakukan satu langkah kerja dengan tepat. 0 = Tidak melakukan langkah kerja. Langkah kerja: 1. Menyiapkan kertas gambar ukuran A4. 2. Menggambar pemanfaatan sumber daya alam. 3. Mencantumkan komponen pemanfaatan sumber daya alam pada gambar yang di buat. 4. Memberikan warna pada kenampakan objek yang di gambar pada potensi sumber daya alam di Indonesia. 3 Membuat laporan 3 = Memenuhi 3 kriteria 2 = Memenuhi 2 kriteria 1 = Memenuhi 1 kriteria 0 = Tidak memenuhi kriteria Kriteria laporan: 1. Memenuhi sistematika laporan (judul, tujuan, alat dan bahan, prosedur, data pengamatan, pembahasan, kesimpulan) 2. Data, pembahasan, dan kesimpulan benar 3. Komunikatif • Penilaian proyek Penilaian proyek merupakan kegiatan yang bertujuan untuk mengetahui kemampuan peserta didik dalam mengimplementasikan pengetahuannya melalui penyelesaian suatu tugas dalam waktu tertentu. Penilaian ini dapat digunakan untuk mengukur satu maupun beberapa Kompetensi Dasar (KD) dalam satu atau beberapa mata pelajaran. Kegiatan yang dilakukan dimulai dengan perencanaan, pengumpulan, pengorganisasian, pengolahan, penyajian, dan pelaporan. Beberapa hal yang perlu dipertimbangkan dalam penilaian proyek, yaitu: 1) Pengelolaan Kemampuan peserta didik untuk menentukan tema atau topik, mengumpulkan informasi, pengolahan data, dan penulisan laporan. 2) Relevansi Tema yang dipilih sesuai dengan Kompetensi Dasar (KD).
  • 84.
    Modul Ajar KurikulumMerdeka Modul Ajar IPS SMP Fase D Kelas 8 3) Keaslian Laporan atau produk yang dibuat peserta didik merupakan hasil karyanya. 4) Inovasi dan Kreativitas Terdapat unsur-unsur kebaruan dan berbeda pada produk yang dihasilkan peserta didik. Kisi-kisi Penilaian Proyek Nama Sekolah : SMP ............................. Kelas/Semester : VIII/I Tahun Pelajaran : 2022/2023 Mata Pelajaran : IPS No Kompetensi Dasar Materi Indikator Teknik Penilaian 1 Mengidentifikasi pemanfaatan sumber daya alam di Indonesia Pemanfaatan Sumber Daya Alam Peserta didik mampu mengidentifikasi pemanfaatan sumber daya alam di Indonesia Penilaian Proyek Proyek : Buatlah poster salah satu tujuan pemanfaatan sumber daya alam menggunakan kertas gambar ukuran A3, pensil warna atau cat air dengan memperhatikan hal- hal berikut! 1. Pilihlah salah satu tujuan pemanfaatan sumber daya alam. 2. Amati tujuan tersebut apakah telah tercapai atau belum tercapai di Indonesia lalu sampaikan dalam poster. 3. Gambar salah satu tujuan pemanfaatan sumber daya alamyang telah dipilih! 4. Tuliskan pemanfaatan sumber daya alam konsep dari poster yang akan peserta didik sampaikan! 5. Laporkan hasilnya secara lisan! Rubrik Pemberian Skor Proyek No Pernyataan Skor 1 2 3 4 1 Kemampuan peserta didik dalam merencanakan 2 Kemampuan menggambar poster 3 Kemampuan penyampaian konsep berdasarkan poster yang digambar 4 Kemampuan mempresentasikan isi poster 5 Produk Poster Skor Maksimum 15
  • 85.
    Modul Ajar KurikulumMerdeka Modul Ajar IPS SMP Fase D Kelas 8 Catatan: Guru bisa menetapkan bobot yang berbeda-beda antara aspek satu dan lainnya pada pemberian skor dengan memperhatikan karakteristik Kompetensi Dasar (KD) atau keterampilan yang dinilai. Rubrik PenilaianProyek No Pernyataan Keterangan 1 Kemampuan Perencanaan 2 = perencanaan lengkap (bahan, cara kerja, hasil), dan rinci 1 = perencanaan kurang lengkap 0 = tidak ada perencanaan 2 Kemampuan menggambar poster secara tepat sesuai dengan salah satu tujuan pemanfaatan sumber daya alam 2 = menggambar dan mewarnai poster dengan baik dan interpretasi tujuan pembangunan berkelanjutan dalam poster tepat. 1 = menggambar dan memberikan warna pada poster tetapi salah dalam menginterpretasikan tujuan pembangunan berkelanjutan yang dipilih. 0 = gambar tidak diberi warna dan tidak tepat dalam menginterpretasikan tujuan pembangunan berkelanjutan yang dipilih. G. KEGIATAN PENGAYAAN DAN REMEDIAL Pengayaan  Materi di bawah ini merupakan informasi penting yang dapat digunakan untuk mengembangkan kompetensi yang dipelajari peserta didik dalam buku teks. Pemanfaatan sumber daya alam di Indonesia Populasi manusia yang semakin bertambah membuat konsumsi semakin bertambah. Hal ini mempengaruhi tingkat eksploitasi terhadap sumber daya alam yang juga mengalami peningkatan dalam rangka memenuhi kebutuhan hidup. Eksploitasi sumber daya alam yang berlebih dengan menggunakan prinsip maksimalisasi dan mengabaikan pelestarian lingkungan dapat menyebabkan pencemaran dan kerusakan lingkungan. Dampaknya terjadi perubahan potensi sumber daya alam yang semakin mengalami penurunan. Oleh karena itu, dalam kegiatan pemanfaatan lingkungan harus memperhatikan kelestarian lingkungan agar dampak negative dapat diminimalisir dan potensi sumber daya alam tetap lestari.
  • 86.
    Modul Ajar KurikulumMerdeka Modul Ajar IPS SMP Fase D Kelas 8  Materi bisa dilihat juga dalam: Maryunani. 2018. Pengelolaan Sumber Daya Alam dan Pembangunan Ekonomi Secara Berkelanjutan. Malang: UB Press. Remedial Remedial diberikan kepada siswa yang mendapat kriteria paham sebagian dan tidak paham dengan kegiatan mengulang pembelajaran di luar jam pelajaran. LAMPIRAN A. LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD) 2. Bagaimana Pemanfaatan Sumber Daya Alam yang ada di Indonesia? Nama : Kelas : Petunjuk! B. BAHAN BACAAN GURU & PESERTA DIDIK  Guru dan peserta didik mencari berbagai informasi tentang potensi sumber daya alam di Indonesia dari berbagai media atau website resmi dibawa nauangan kementerian pendidikan, kebudayaan, riset dan teknologi.  Buku Panduan Guru dan Siswa Ilmu Pengetahuan Sosial untuk SMP Kelas VIII :
  • 87.
    Modul Ajar KurikulumMerdeka Modul Ajar IPS SMP Fase D Kelas 8 Kemendikbudristek 2021. C. GLOSARIUM Glosarium adat istiadat: Himpunan kaidah-kaidah sosial yang sejak lama ada dan telah menjadi kebiasaan (tradisi) dalam masyarakat. benua: Hamparan daratan yang sangat luas yang berada di permukaan bumi. budaya: Suatu cara hidup yang berkembang dan dimiliki Bersama oleh sebuah kelompok orang dan diwariskan dari generasi ke generasi. cuaca: Keadaan udara pada saat tertentu dan di wilayah tertentu yang relatif sempit dan pada jangka waktu yan singkat. dinamika penduduk: Perubahan jumlah penduduk pada suatu wilayah yang disebabkan oleh tiga faktor yaitu, kelahiran (natalitas), kematian (mortalitas), dan perpindahan (migrasi). diplomasi: Urusan kepentingan sebuah negara dengan perantaraan wakil-wakilnya di negara lain. eksogen: Tenaga yang berasal dari luar bumi, artinya tenaga luar berhubungan dengan tenaga yang berasal dari atas permukaan bumi. endogen: Tenaga yang berasal dari dalam perut bumi sehingga mengakibatkan pergerakan kulit bumi. globalisasi: Terbentuknya sistem organisasi dan komunikasi antarmasyarakat di seluruh dunia untuk mengikuti sistem dan kaidah yang sama iklim: Rerata keadaan udara atau cuaca yang terjadi pada rentang wilayah yang luas serta rentang waktu yang lama. Wilayah tersebut bisa satu benua atau negara dengan waktu, misalnya 10 tahun atau 20 tahun. imperialism : Sistem politik yang bertujuan menjajah negara lain untuk mendapatkan kekuasaan dan keuntungan lebih besar. inflasi: Kemerosotan nilai uang karena banyaknya dan cepatnya uang beredar sehingga menyebabkan naiknya harga barang-barang inovasi: Diterapkannya alat/ide baru untuk melengkapi atau menggantikan ide/alat yang lama integrasi sosial: Proses penyesuaian unsur-unsur yang berbeda dalam masyarakat sehingga menjadi satu kesatuan kolonialisme: Penguasaan oleh suatu negara atas daerah atau bangsa lain dengan maksud untuk memperluas negara. komoditas: Barang ekspor atau impor. komposisi penduduk: Pengelompokan penduduk berdasarkan kriteria tertentu. misalnya berdasarkan agama, jenis kelamin, ras, usia, status perkawinan, dan lain-lain. koperasi: Organisasi ekonomi rakyat yang berwatak sosial dan beranggotakan orang-orang, badan-badan hukum koperasi yang merupakan tata susunan ekonomi sebagai usaha bersama berdasarkan asas kekeluargaan. mobilitas sosial: Perpindahan posisi seseorang atau sekelompok orang dari lapisan yang satu ke lapisan yang lain. piramida penduduk: Dua buah diagram batang, pada sisi lainnya menunjukkan jumlah
  • 88.
    Modul Ajar KurikulumMerdeka Modul Ajar IPS SMP Fase D Kelas 8 penduduk laki-laki dan pada sisi lainnya menunjukkan jumlah penduduk perempuan dalam kelompok interval usia penduduk lima tahunan. potensi: Kemampuan yang dimiliki. reformasi: Perubahan secara drastis untuk perbaikan (bidang sosial, politik, agama) dalam suatu masyarakat atau negara. region: Suatu wilayah yang memiliki ciri atau karakteristik tersendiri yang berbeda dengan wilayah lainnya. Think Pair Share: Think (berpikir secara mandiri), Pair (berpasangan) dan Share (berbagi dalam segala hal termasuk pengetahuan ke satu individu atau grup belajar). Two Stay Two Stray: Satu model pembelajaran kooperatif untuk menghadapi kemampuan heterogen siswa yang dilakukan dengan membentuk kelompok yang bersifat heterogen kemudian saling bertukar informasi dengan kelompok lain TSTS memungkinkan siswa untuk saling bekerja sama dan saling bertukar informasi dengan cara 2 anggota tinggal di kelompok dan 2 anggota menjadi tamu di kelompok lain. D. DAFTAR PUSTAKA Daftar Pustaka Abbas, Syamsuddin. 1997 Revolusi hijau dengan swasembada beras dan jagung. Jakarta: Sekretariat Badan Pengendali Bimas Departemen Pertanian Budiawan. 2017. Nasion & nasionalisme, jelajah ringkas teoritis. Yogyakarta: Penerbit Ombak. Bahasa Indonsia.2007. Kerja sama Perdagangan Internasional: Peluang dan Tantangan bagi Bangsa Indonesia.Jakarta: PT Elekmediakomputindo. Dawam, R.M, dkk. 1995. Bank Indonesia Dalam Kilasan Sejarah. Jakarta: LP3S. Djojohadikusumo, Sumitro. (1953). Persoalan Ekonomi di Indonesia. Jakarta: Indira Hatta, Mohammad. 1960. Ekonomi terpimpin. Jakarta: Fasco Horton, Paul dan Chester L. Hunt. 1999. Sosiologi. Jakarta : Erlangga Martono, Nanang. 2012. Sosiologi perubahan sosial. Jakarta: Raja Grafindo Persada. Pranarka, AMW, Leonardus B. Moerdani dan Supardjo Roestam. 1986. Wawasan kebangsaan, ketahanan nasional, dan wawasan nusantara. Yogyakarta: Lembaga Pengkajian Kebudayaan Sarjana Wiyata Tamansiswa. Poesponegoro, Marwati Djoened. 1993. Sejarah Nasional Indonesia VI. Jakarta : Balai Pustaka Poesponegoro, Marwati Djoened. 2010. Sejarah Nasional Indonesia V. Jakarta : Balai Pustaka Ricklefs, Merle Calvin. 2008. Sejarah Indonesia Modern 1200-2008. Jakarta: Serambi Reid, Anthony JS. 1996. Revolusi Nasional Indonesia. Jakarta: Pustaka Sinar Harapan. Soekanto, Soerjono. 2012. Sosiologi suatu pengantar. Jakarta: PT. Rajawali Press. Smith, Anthony D. 2003. Nasionalisme: teori, ideologi, sejarah. Jakarta: Penerbit Erlangga. Supardi.2011. Dasar-Dasar Ilmu Sosial.Yogyakarta:Ombak.
  • 89.
    Modul Ajar KurikulumMerdeka Modul Ajar IPS SMP Fase D Kelas 8 MODUL AJAR KURIKULUM MERDEKA IPS FASE D KELAS VIII INFORMASI UMUM A. IDENTITAS MODUL Penyusun Instansi Tahun Penyusunan Jenjang Sekolah Mata Pelajaran Fase / Kelas Tema 01 Subtema C Materi 1 Alokasi Waktu : : : : : : : : : : ..................................... SMP ………………… Tahun 2022 SMP Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) D / VIII Kondisi Geografis dan Pelestarian Sumber Daya Sumber Daya Manusia Kualitas Sumber Daya Manusia Indonesia 2 JP (Pertemuan Ke-9) B. KOMPETENSI AWAL Capaian Pembelajaran IPS Fase D Pada akhir fase ini, peserta didik mampu memahami dan memiliki kesadaran akan keberadaan diri dan keluarga serta lingkungan terdekatnya. Ia mampu menganalisis hubungan antara kondisi geografis daerah dengan karakteristik masyarakat serta memahami potensi sumber daya alamnya. Ia juga mampu menganalisis hubungan antara keragaman kondisi geografis nusantara terhadap pembentukan kemajemukan budaya. Ia mampu memahami bagaimana masyarakat saling berupaya untuk dapat memenuhi kebutuhan hidupnya. Ia mampu menganalisis peran pemerintah dan masyarakat dalam mendorong pertumbuhan perekonomian. Peserta didik juga mampu memahami dan memiliki kesadaran terhadap perubahan sosial yang sedang terjadi di era kontemporer. Ia dapat menganalisis perkembangan ekonomi di era digital. Peserta didik memahami tantangan pembangunan dan potensi Indonesia menjadi negara maju. Ia menyadari perannya sebagai bagian dari masyarakat Indonesia dan dunia di tengah isu-isu regional dan global yang sedang terjadi dan ikut memberikan kontribusi yang positif. Peserta didik mampu memahami dan menerapkan materi pembelajaran melalui pendekatan keterampilan proses dalam belajarnya, yaitu mengamati, menanya dengan rumus 5W 1H. Kemudian mampu memperkirakan apa yang akan terjadi berdasarkan jawaban- jawaban yang ditemukan. Peserta didik juga mampu mengumpulkan informasi melalui studi pustaka, studi dokumen, wawancara, observasi, kuesioner, dan Teknik pengumpulan informasi lainnya. Merencanakan dan mengembangkan penyelidikan. Peserta didik mengorganisasikan informasi dengan memilih, mengolah dan menganalisis informasi yang diperoleh. Proses analisis informasi dilakukan dengan cara verifikasi, interpretasi, dan triangulasi informasi. Peserta didik menarik kesimpulan, menjawab, mengukur dan mendeskripsikan serta menjelaskan permasalahan yang ada dengan memenuhi prosedur dan tahapan yang ditetapkan. Peserta didik mengungkapkan seluruh hasil tahapan di atas secara lisan dan tulisan dalam bentuk media digital dan non-digital. Peserta didik lalu mengomunikasikan hasil temuannya dengan mempublikasikan hasil laporan dalam bentuk presentasi digital dan atau non-digital, dan sebagainya. Selain itu peserta didik mampu mengevaluasi pengalaman belajar yang telah dilalui dan diharapkan dapat merencanakan proyek lanjutan dengan melibatkan lintas mata pelajaran secara kolaboratif. Elemen Pemahaman Konsep Elemen Keterampilan proses Pada akhir fase ini, peserta didik mampu memahami dan memiliki Pada akhir fase ini, Peserta didik mampu memahami dan menerapkan materi
  • 90.
    Modul Ajar KurikulumMerdeka Modul Ajar IPS SMP Fase D Kelas 8 kesadaran akan keberadaan diri serta mampu berinteraksi dengan lingkungan terdekatnya. Ia mampu menganalisis hubungan antara kondisi geografis daerah dengan karakteristik masyarakat dan memahami potensi sumber daya alam serta kaitannya dengan mitigasi kebencanaan . Ia juga mampu menganalisis hubungan antara keragaman kondisi geografis nusantara terhadap pembentukan kemajemukan budaya. Ia mampu memahami bagaimana masyarakat saling berupaya untuk dapat memenuhi kebutuhan hidupnya. Ia mampu menganalisis peran pemerintah dan masyarakat dalam mendorong pertumbuhan perekonomian. Peserta didik juga mampu memahami dan memiliki kesadaran terhadap perubahan sosial yang sedang terjadi di era kontemporer. Ia dapat menganalisis perkembangan ekonomi di era digital. Peserta didik memahami tantangan pembangunan dan potensi Indonesia menjadi negara maju. Ia menyadari perannya sebagai bagian dari masyarakat Indonesia dan dunia di tengah isu-isu regional dan global yang sedang terjadi dan ikut memberikan kontribusi yang positif. pembelajaran melalui pendekatan keterampilan proses dalam belajarnya, yaitu mengamati, menanya dengan rumus 5W 1H. Kemudian mampu memperkirakan apa yang akan terjadi berdasarkan jawaban- jawaban yang ditemukan. Peserta didik juga mampu mengumpulkan informasi melalui studi pustaka, studi dokumen, lapangan, wawancara, observasi, kuesioner, dan teknik pengumpulan informasi lainnya. merencanakan dan mengembangkan penyelidikan. Peserta didik mengorganisasikan informasi dengan memilih, mengolah dan menganalisis informasi yang diperoleh. Proses analisis informasi dilakukan dengan cara verifikasi, interpretasi, dan triangulasi informasi. Peserta didik menarik kesimpulan, menjawab, mengukur dan mendeskripsikan serta menjelaskan permasalahan yang ada dengan memenuhi prosedur dan tahapan yang ditetapkan. Peserta didik mengungkapkan seluruh hasil tahapan di atas secara lisan dan tulisan dalam bentuk media digital dan non-digital. Peserta didik lalu mengomunikasikan hasil temuannya dengan mempublikasikan hasil laporan dalam bentuk presentasi digital dan atau non digital, dan sebagainya. Selain itu peserta didik mampu mengevaluasi pengalaman belajar yang telah dilalui dan diharapkan dapat merencanakan proyek lanjutan dengan melibatkan lintas mata pelajaran secara kolaboratif. C. PROFIL PELAJAR PANCASILA  Beriman, Bertakwa Kepada Tuhan Yang Maha Esa, dan Berahlak Mulia;  Berkebhinekaan Global;  Bergotong Royong;  Mandiri;  Bernalar Kritis; dan  Kreatif. D. SARANA DAN PRASARANA Media, Sumber Belajar, dan Alat Sumber utama:  Video tentang sumber daya manusia di Indonesia.  Slide gambar perbandingan indeks pembangunan manusia.  Buku Siswa Ilmu Pengetahuan Sosial Kelas VII, 2021, Jakarta: Kemendikbud, Pusta
  • 91.
    Modul Ajar KurikulumMerdeka Modul Ajar IPS SMP Fase D Kelas 8 Kurikulum dan Perbukuan.  LCD, laptop, papan tulis. Sumber alternatif:  Guru juga dapat menggunakan sumber belajar alternatif yang terdapat di lingkungan setempat dan sesuai dengan tema. Pengembangan sumber belajar:  Guru dapat membuat biografi dari beberapa tokoh milenial, seperti Maudy Ayunda dan Iman Usman. E. TARGET PESERTA DIDIK  Peserta didik reguler/tipikal: umum, tidak ada kesulitan dalam mencerna dan memahami materi ajar.  Peserta didik dengan pencapaian tinggi: mencerna dan memahami dengan cepat, mampu mencapai keterampilan berfikir aras tinggi (HOTS), dan memiliki keterampilan memimpin F. MODEL PEMBELAJARAN  Tatap Muka KOMPONEN INTI A. TUJUAN KEGIATAN PEMBELAJARAN Alur Tujuan Pembelajaran : 1. Peserta didik mampu menganalisis kualitas sumber daya manusia di Indonesia. B. PEMAHAMAN BERMAKNA  Meningkatkan kemampuan siswa tentang kualitas sumber daya manusia indonesia. C. PERTANYAAN PEMANTIK  Bagaimana kualitas sumber daya manusia Indonesia pada saat ini?  Mengapa jumlah penduduk dapat memengaruhi kualitas dan produktivitas?  Faktor apa saja yang memengaruhinya? D. KEGIATAN PEMBELAJARAN Kegiatan Pendahuluan  Guru dan peserta didik mengucapkan salam dan doa.  Guru dan peserta mengondisikan pembelajaran.  Apersepsi : Peserta didik melihat video sumber daya manusia. Guru dapat menambahkan variasi gambar menggunakan tayangan video dari internet. Apersepsi juga dapat dilakukan dengan melibatkan aktivitas peserta didik. Peserta didik difasilitasi guru mengaitkan gambar dengan kegiatan belajar sebelumnya. Guru melanjutkan dengan memberikan motivasi terkait kualitas SDM Indonesia.  Motivasi: Sumber daya manusia Indonesia mayoritas masih dalam kategori yang biasa saja, maka dari itu kita sebagai generasi penerus yang akan memiliki pekerjaan ke depan sebaiknya berupaya untuk memperbaiki kualitas sumber daya manusia di Indonesia agar dapat menaikkan kemajuan dan kemakmuran negara.  Peserta didik dibantu guru menyimak gambaran tema dan tujuan pembelajaran dalam tema 01.  Tujuan Pembelajaran: Peserta didik mampu menganalisis kualitas sumber daya manusia di Indonesia.  Guru menginformasikan tujuan pembelajaran pertemuan 9 tentang kualitas sumber daya
  • 92.
    Modul Ajar KurikulumMerdeka Modul Ajar IPS SMP Fase D Kelas 8 manusia Indonesia. Kegiatan Inti Guru menjelaskan kualitas sumber daya manusia Indonesia. Kegiatan ini dimaksudkan untuk memberikan pengalaman peserta didik bahwa jumlah penduduk memengaruhi kualitas sumber daya manusia. Kemudian guru melakukan tanya jawab dengan peserta didik terkait materi yang telah dijelaskan. Secara interaktif guru mengaitkan proses tanya jawab tersebut dengan orientasi pembelajaran tentang kualitas sumber daya manusia Indonesia. Peserta Didik Mengidentifikasi Masalah Setelah peserta didik mengidentifikasi kualitas sumber daya manusia Indonesia, selanjutnya guru mendorong peserta didik mengajukan berbagai pertanyaan yang mengarah pada HOTS. Beberapa pertanyaan yang diajukan, misalnya: Bagaimana kualitas sumber daya manusia Indonesia pada saat ini? Mengapa jumlah penduduk dapat memengaruhi kualitas dan produktivitas? Faktor apa saja yang memengaruhinya? Peserta Didik Mengelola Informasi  Peserta didik membaca teks tentang kualitas sumber daya manusia Indonesia. Guru memfasilitasi sumber lain misalnya memberikan tautan internet yang mendukung penjelasan dan pendalaman sumber belajar. Contoh tautan : SDM Unggul Industri 4.0 https://www.youtube.com/watch?v=c80mghJRlnk Untuk memperoleh informasi lebih luas peserta didik juga dapat melakukan browsing kualitas sumber daya manusia Indonesia. Guru dapat memberikan beberapa tautan berita, tulisan, dan laporan video tentang kualitas sumber daya manusia Indonesia.  Peserta didik mengolah informasi secara berkelompok di bawah bimbingan guru. Kegiatan ini dapat dilakukan secara bervariasi, misalnya menggunakan Group Investigation. Contoh: Menggunakan Group Investigation Guru dapat menggunakan metode Group Investigation yang mengembangkan peserta didik untuk berpikir kritis dan mampu bekerja sama dalam tim. Adapun langkah- langkah dalam Group Investigation adalah 1. Guru membagi peserta didik ke dalam 8 kelompok yang terbagi masing-masing 4 peserta didik. 2. Guru memberikan penjelasan terkait dengan tugas kualitas sumber daya manusia. 3. Peserta didik memahami tugas yang diberikan oleh untuk membuat kliping macam- macam pekerjaan. 4. Peserta didik melakukan pencarian berbagai pekerjaan di koran. 5. Guru memantau proses kerja peserta didik dan memberikan bimbingan terkait dengan pembuatan kliping yang dilakukan oleh peserta didik. 6. Setiap kelompok melakukan analisis masing-masing pekerjaan yang telah ditemukan dengan membuat sebuah kliping. f. Peserta didik harus menghentikan permainan jika sudah ada kelompok yang menjawab seluruh pertanyaan dengan mengangkat lembar kerja. 7. Setiap kelompok menyusun presentasi untuk mengomunikasikan di depan kelas secara bergilir. 8. Guru membantu peserta didik untuk melakukan refleksi dan evaluasi terhadap
  • 93.
    Modul Ajar KurikulumMerdeka Modul Ajar IPS SMP Fase D Kelas 8 kliping yang telah dibuat.  Peserta didik memilih dan mengorganisasikan informasi yang diperoleh.  Guru membimbing dan mengarahkan proses belajar peserta didik (kegiatan belajar).  Guru memastikan peserta didik mengerjakan tugas dengan baik.  Guru membantu peserta didik menemukan sumber belajar lainnya. Hal tersebut bertujuan untuk mengembangkan kreativitas peserta didik dalam menganalisis kualitas sumber daya manusia yang ada di Indonesia. Peserta Didik Merencanakan dan Mengembangkan Ide  Hasil pengolahan informasi disajikan dalam bentuk laporan/poster/karya lainnya.  Peserta didik secara kelompok mengerjakan Lembar Aktivitas 9 untuk membuat kliping tentang macam-macam pekerjaan di Indonesia. Peserta Didik Melakukan Refleksi Diri dan Aksi  Dalam kelas atau melalui media berbasis internet peserta didik mengomunikasikan hasil pengolahan informasi.  Guru memfasilitasi peserta didik menemukan simpulan pembelajaran.  Guru memberikan kesempatan ke peserta didik untuk mengajukan pendapat atau pertanyaan.  Penguatan dan pengayaan dilakukan untuk mengembangkan kompetensi peserta didik. Penutup  Penilaian pembelajaran dilakukan secara lisan atau tertulis.  Peserta didik melakukan refleksi pembelajaran berkaitan dengan sikap, pengetahuan, dan keterampilan. Sikap  Apakah aku sudah melakukan pembelajaran secara bertanggung jawab?  Inspirasi dari pembelajaran tentang kualitas sumber daya manusia Indonesia dalam hidup saya adalah... Pengetahuan:  Apakah aku sudah mampu mengidentifikasi kualitas sumber daya manusia Indonesia?  Mengapa jumlah penduduk dapat memengaruhi kualitas dan produktivitas?  Faktor apa saja yang memengaruhi kualitas sumber daya manusia Indonesia? Keterampilan :  Apakah aku sudah berhasil membuat esai/poster/karya lainnya tentang kualitas sumber daya manusia Indonesia?  Refleksi juga dapat dilakukan dengan cara lain, misalnya kuis tentang pemanfaatan sumber daya alam yang ada di Indonesia, menuliskan kompetensi yang diperoleh baik sikap, pengetahuan, dan keterampilan. Dapat pula dengan menuliskan inspirasi yang diperoleh dan yang akan dilakukan pada masa yang akan datang.  Tindak lanjut dilakukan dengan mendorong peserta didik mempelajari lebih lanjut dan informasi pembelajaran berikutnya tentang kualitas sumber daya manusia Indonesia.  Doa dan penutup.
  • 94.
    Modul Ajar KurikulumMerdeka Modul Ajar IPS SMP Fase D Kelas 8 F. REFLEKSI Refleksi Guru :  Apakah Kegitan belajar berhasil?  Berapa persen peserta didik mencapai tujuan?  Kesulitan apa yang dialami guru dan peserta didik?  Apa langkah yang perlu dilakukan untuk memperbaiki proses belajar?  Apakah seluruh peserta didik mengikuti pelajaran dengan baik? Refleksi Peserta Didik :  Bagian mana yang menurutmu paling sulit dari pelajaran ini?  Apa yang akan kamu lakukan untuk memperbaikan hasil belajaramu?  Kepada siapa kamu akan meminta bantuan untuk memahami pelajaran ini?  Jika kamu diminta untuk memberikan binta 1 sampai 5, berapa bintang akan kamu berikan pada usaha yang kamu lakukan?  Bagian mana dari pembelajaran ini yang kamu menyenakan? F. ASESMEN / PENILAIAN Penilaian Proses dan Hasil Pembelajaran a. Konsep Penilaian dan Pembelajaran IPS Penilaian merupakan kegiatan yang bertujuan untuk memperoleh, menganalisis, menafsirkan proses dan hasil belajar peserta didik secara sistematis. Penilaian tersebut dapat digunakan untuk mengetahui tingkat keberhasilan pencapaian kompetensi, proses pembelajaran, tingkat kesulitan belajar peserta didik, dan penentuan tindak lanjut pembelajaran. Penilaian pembelajaran IPS memakai pendekatan penilaian autentik (authentic assesment) untuk menilai kesiapan peserta didik, proses, dan hasil belajar secara utuh. Hasil penilaian tersebut dapat dimanfaatkan guru dalam merencanakan program perbaikan (remedial), pengayaan (enrichment), layanan konseling, dan sebagai landasan untuk memperbaiki proses pembelajaran selanjutnya. b. Teknik dan Instrumen Penilaian Penilaian kompetensi sikap, keterampilan, dan pengetahuan dilakukan menggunakan teknik dan instrumen penilaian. Berikut merupakan penjabaran teknik dan instrumen penilaian dari masing-masing kompetensi. 1. Penilaian kompetensi sikap Teknik penilaian kompetensi sikap dapat berupa observasi, penilaian diri, dan penilaian antar teman. Kegiatan ini bisa dilakukan oleh guru matabpelajaran, wali kelas, dan guru bimbingan konseling (BK) yang ditulis dalam buku jurnal. Jurnal berisi catatan kejadian tertentu dan informasi lain yang relevan. a. Observasi Instrumen dalam observasi yaitu lembar observasi atau jurnal. Lembar observasi berisi catatan perilaku peserta didik berdasarkan pengamatan oleh guru mata pelajaran, wali kelas, dan guru bimbingan konseling selama satu semester. Setiap catatan berisi deskripsi perilaku peserta didik yang dilengkapi dengan waktu dan tempat pengamatan tersebut. Jika terjadi perubahan sikap peserta didik dari yang kurang baik menjadi baik maka dalam jurnal harus ditulis bahwa sikap peserta didik tersebut telah baik atau bahkan sangat baik. Hal
  • 95.
    Modul Ajar KurikulumMerdeka Modul Ajar IPS SMP Fase D Kelas 8 yang dicatat dalam jurnal bisa berupa sikap kurang baik, baik, maupun sangat baik, serta perkembangan perubahan sikap peserta didik. Berikut merupakan lembar observasi penilaian sikap peserta didik selama satu semester: Tabel Jurnal Pengembangan Sikap No Tanggal Nama Siswa Catatan Perilaku Butir Sikap 1 2 3 4 dst Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam pelaksanaan penilaian sikap menggunakan teknik observasi :  Jurnal penilaian sikap ditulis oleh guru mata pelajaran, wali kelas, dan guru BK selama satu semester.  Penilaian oleh wali kelas dapat menggunakan 1 (satu) jurnal untuk satu kelas yang menjadi tanggung-jawabnya. Penilaian oleh guru mata pelajaran dapat menggunakan 1 (satu) jurnal untuk setiap kelas yang diajarnya, dan penilaian oleh guru BK dapat menggunakan 1 (satu) jurnal untuk setiap kelas di bawah bimbingannya.  Penilaian perkembangan sikap sipritual dan sikap sosial peserta didik bisa dicatat dalam satu jurnal yang sama atau dalam 2 (dua) jurnal berbeda.  Peserta didik yang dicatat dalam jurnal adalah peserta didik yang menunjukkan perilaku yang sangat baik maupun kurang baik secara alami.  Pencatatan jurnal dilakukan dengan segera seperti ketika wali kelas, guru mata pelajaran, maupun guru BK menyaksikan atau memperoleh informasi terpercaya mengenai perilaku peserta didik.  Jika peserta didik pernah menunjukkan sikap kurang baik tetapi selama satu semester tersebut menunjukan perkembangan ke arah sikap baik, maka sikap baik tersebut juga dicatat dalam jurnal.  Guru mata pelajaran dan guru BK merangkum catatan jurnal perkembangan sikap spiritual dan sikap sosial setiap peserta didik dan menyerahkannya kepada wali kelas untuk diolah lebih lanjut Berikut merupakan jurnal penilaian (perkembangan) sikap spiritual dan sikap sosial oleh wali kelas. Jurnal Penilaian Sikap Spiritual Nama Sekolah : SMP ............................. Kelas/Semester : VIII/I Tahun Pelajaran : 2022/2023 No Waktu Nama Siswa Catatan Perilaku Butir Sikap 1 19/07/22 Haidar Tidak mengikuti sholat Dzuhur berjamaah di Ketaqwaan
  • 96.
    Modul Ajar KurikulumMerdeka Modul Ajar IPS SMP Fase D Kelas 8 sekolah. 2 19/07/22 Halwa Mengganggu teman ketika berdoa sebelum kegiatan pembelajaran. Ketaqwaan 3 19/07/22 Sugi Mengajak teman berdoa sebelum olahraga badminton di sekolah. Ketaqwaan 4 19/07/22 Said Berpartisipasi sebagai panitia perayaan keagamaan di sekolah. Toleransi beragama Jurnal Penilaian Sikap Sosial Nama Sekolah : SMP ............................. Kelas/Semester : VIII/I Tahun Pelajaran: 2022/2023 No Waktu Nama Siswa Catatan Perilaku Butir Sikap 1 12/07/22 Haidar Membantu seorang teman yang kesulitan menyebrang jalan di depan sekolah. Kepedulian 2 26/08/22 Halwa Menyerahkan dompet yang ditemukan di kantin sekolah kepada wali kelas. Kejujuran 3 26/09/22 Sugi Tidak menggunakan atribut upacara di sekolah dengan legkap. Kedisiplinan 4 25/10/22 Said Berinisiatif menyiram tanaman yang mulai kering. Kepedulian Contoh format di atas dapat digunakan guru mata pelajaran dan guru BK dalam penilain sikap spiritual dan sosial. Catatan tersebut juga dapat dibuat dalam satu tabel yang sama dengan menambahkan kolom keterangan pada bagian paling kanan untuk menuliskan keterangan jenis sikap yang ditulis. Berikut merupakan contoh tabel jurnal penilaian sikap (spiritual dan sosial) yang dijadikan dalam satu tabel: Jurnal Penilaian Sikap Nama Sekolah : SMP ............................. Kelas/Semester : VIII/I Tahun Pelajaran: 2022/2023
  • 97.
    Modul Ajar KurikulumMerdeka Modul Ajar IPS SMP Fase D Kelas 8 No Waktu Nama Siswa Catatan Perilaku Butir Sikap Ket. 1 19/07/22 Haidar Membantu seorang teman yang kesulitan menyebrang jalan di depan sekolah Ketaqwaan Sosial 2 19/07/22 Halwa Mengajak teman berdoa sebelum olahraga badminton di sekolah. Kepeduliaan Spiritual 3 19/07/22 Sugi Mengganggu teman ketika berdoa sebelum kegiatan pembelajaran. Toleransi beragama Spiritual 4 18/11/22 Said Berinisiatif menyiram tanaman yang mulai kering. Ketaqwaan Sosial b. Penilaian Diri (Self Assesment) Penilaian diri merupakan teknik penilaian terhadap diri sendiri oleh peserta didik dengan mengidentiikasi kelebihan dan kekurangan sikap peserta didik dalam berperilaku. Teknik penilaian ini dapat digunakan untuk menumbuhkan nilai-nilai kejujuran dan meningkatkan kemampuan releksi diri peserta didik. Satu tabel penilaian diri dapat digunakan untuk penilaian sikap spiritual dan sikap sosial. Berikut merupakan lembar penilaian diri menggunakan Likert Scale. Lembar Penilaian Diri Siswa (Likert Scale) Nama teman yang dinilai : .................. Nama penilai : .................. Kelas : .................... Semester : .................... Berilah tanda centang pada kolom “Ya” atau “Tidak” sesuai dengan keadaan sebenarnya No Pernyataan Skala 1 2 3 4 1 Saya berdoa sebelum melakukan kegiatan 2 Saya melaksanakan ibadah sholat tepat waktu 3 Saya berani mengakui kesalahan jika memang bersalah
  • 98.
    Modul Ajar KurikulumMerdeka Modul Ajar IPS SMP Fase D Kelas 8 4 Saya mengumpulkan tugas sesuai jadwal yang diberikan 5 Saya mengembalikan barang yang saya pinjam dalam kondisi baik 6 Saya meminta maaf jika melakukan kesalahan 7 Saya datang ke sekolah tepat waktu Keterangan: 1 = sangat jarang 2 = jarang 3 = sering 4 = selalu c. Penilaian Antar Teman Penilaian antar teman adalah teknik penilaian yang dilakukan peserta didik terhadap peserta didik yang lain mengenai sikap/perilaku peserta didik. Penilaian antarteman dapat digunakan untuk menumbuhkan nilai kejujuran, tenggang rasa, dan saling menghargai. Satu lembar penilaian diri dapat digunakan untuk penilaian sikap spiritual dan sikap sosial. Berikut merupakan lembar penilaian antarteman menggunakan Likert Scale. Lembar Penilaian Diri Siswa (Likert Scale) Nama : .................. Kelas : .................... Semester : .................... Berilah tanda centang pada kolom “Ya” atau “Tidak” sesuai dengan keadaan sebenarnya No Pernyataan Skala 1 2 3 4 1 Teman saya berkata jujur kepada orang lain 2 Teman saya mengerjakan ulangan dengan jujur 3 Teman saya mentaati tata-tertib sekolah 4 ..................................... Keterangan: 1 = sangat jarang 2 = jarang 3 = sering
  • 99.
    Modul Ajar KurikulumMerdeka Modul Ajar IPS SMP Fase D Kelas 8 4 = selalu Pada dasarnya teknik penilaian diri ini tidak hanya untuk aspek sikap, tetapi juga dapat digunakan untuk menilai kompetensi dalam aspek kete rampilan dan pengetahuan. 2. Penilaian Kompetensi Pengetahuan a) Pengertian Penilaian Pengetahuan Penilaian pengetahuan merupakan penilaian yang dilakukan untuk mengetahui kemampuan peserta didik berkaitan dengan penguasaan pengetahuan faktual, konseptual, maupun prosedural serta kecakapan berpikir tingkat rendah hingga tinggi. Guru dapat memilih teknik penilaian yang disesuaikan dengan karakteristik kompetensi yang akan dinilai. Penilaian diawali dengan perencanaan pada saat menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP). Hasil penilaian pengetahuan yang dilakukan selama dan setelah proses pembelajaran dinyatakan dalam bentuk angka dengan rentang 0-100. b) Teknik Penilaian Pengetahuan Teknik penilaian pengetahuan yang akan digunakan dapat disesuaikan dengan karakteristik masing-masing Kmpetensi Dasar (KD). Teknik penilaian pengetahuan yang sering digunakan yaitu tes tertulis, tes lisan, dan penugasan. Berikut merupakan penjabaran dari berbagai teknik penilaian pengetahuan. Teknik Penilaian Pengetahuan Teknik Bentuk Instrumen Tujuan Tes tertulis Pilihan ganda, benar-salah, menjodohkan, isian atau melengkapi, dan uraian. Mengetahui kemampuan penguasaan pengetahuan peserta didik dalam proses pembelajaran. Tes lisan Tanya jawab Mengetahui pemahaman peserta didik sebagai dasar perbaikan proses pembelajaran Penugasan Tugas individu dan kelompok Memfasilitasi penguasaan pengetahuan peserta didik selama proses pembelajaran. 1. Tes Tertulis Tes tertulis merupakan soal dan jawaban disajikan secara tertulis, misalnya pilihan ganda, benar-salah, dan uraian. Langkah-langkah pengembangan tes tertulis: Kisi-kisi Tes Tertulis Nama Sekolah : SMP ............................. Kelas/Semester : VIII/I Tahun Pelajaran : 2022/2023 Mata Pelajaran : IPS
  • 100.
    Modul Ajar KurikulumMerdeka Modul Ajar IPS SMP Fase D Kelas 8 No Kompetensi Dasar Materi Indikator Soal Bentuk Soal Jumlah Soal 1 Menganalisis kualitas sumber daya manusia di Indonesia. Kualitas sumber daya manusia Indonesia Peserta didik diharapkan mampu menganalisis kualitas sumber daya manusia di Indonesia. Tes Tertulis 2 Butir soal: 1. Bagaimana kualitas sumber daya manusia Indonesia pada saat ini? 2. Mengapa kualitas penduduk dapat mempengaruhi pembangunan suatu negara dan peningkatan perekonomian negara? Pemberian skor Tes Tertulis No. Soal Kunci Jawaban Skor 1 Hingga saat ini kualitas SDM di Indonesia masih tergolong rendah. Data BPS menunjukkan bahwa tenaga kerja di Indonesia masih didominasi oleh tamatan SD ke bawah (tidak/belum pernah sekolah/belum tamat SD/tamat SD), yaitu sebesar 39,10 persen (Februari 2022). 2 2 Kualitas penduduk sangat berpengaruh terhadap kemajuan suatu negara, hal ini berkaitan dengan kemampuan penduduk dalam mengelola sumber daya alam atau sumber daya manusianya untuk kepentingan dan kesejahteraan bersama. 2 Total Skor Maksimum 4 2. Tes Lisan Tes lisan merupakan pertanyaan yang diberikan guru secara lisan kepada peserta didik yang jawaban atas pertanyaan tersebut juga disampaikan secara lisan. Tes ini bertujuan untuk mengetahui penguasaan pengetahuan peserta didik dan menumbuhkan kemampuan berkomunikasi. Pemberian tes lisan dapat dilakukan pada saat pembelajaran berlangsung. pertanyaan pada tes lisan:  Apakah aku sudah mampu mengidentifikasi kualitas sumber daya manusia Indonesia?  Mengapa jumlah penduduk dapat memengaruhi kualitas dan produktivitas?  Faktor apa saja yang memengaruhi kualitas sumber daya manusia Indonesia?
  • 101.
    Modul Ajar KurikulumMerdeka Modul Ajar IPS SMP Fase D Kelas 8 3. Penugasan Penugasan adalah pemberian tugas untuk meningkatkan pengetahuan peserta didik. Tugas dapat dikerjakan baik secara individu maupun kelompok sesuai dengan kompetensi yang ingin dicapai. Berikut merupakan kisi-kisi tugas dan pedoman penskorannya. Nama Sekolah : SMP ............................. Kelas/Semester : VIII/I Tahun Pelajaran: 2022/2023 Mata Pelajaran : IPS Kompetensi Dasar Materi Indikator Teknik Penilaian Menganalisis kualitas sumber daya manusia di Indonesia. Kualitas sumber daya manusia Indonesia Peserta didik diharapkan mampu menganalisis kualitas sumber daya manusia di Indonesia. Penugasan Pedoman Pemberian Skor Tugas No Soal Aspek yang Dinilai Skor 1 Bagaimana cara meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang ada di Indonesia? 0-2 2 Mengapa sumber daya manusia di Indonesia masih dianggap tergolong kurang berkualitas? 0-3 3 Apa yang terjadi jika kualitas sumber daya manusia rendah? 0-3 4 Bagaimana sumber daya manusia dapat mempengaruhi pemikiran manajemen? 0-2 Total Skor Maksimum 10 3. Penilaian Keterampilan a) Pengertian Penilaian Keterampilan Penilaian keterampilan dilakukan untuk mengetahui kemampuan peserta didik dalam menerapkan pengetahuan yang telah diperoleh untuk melakukan tugas tertentu sesuai dengan indikator pencapaian kompetensi. Penilaian ini dapat dilakukan dengan berbagai teknik, seperti penilaian kinerja dan penilaian proyek. Berikut merupakan contoh kisi-kisi penilaian keterampilan, tugas, dan pedoman pemberian skor. b) Teknik Penilaian Keterampilan • Penilaian kinerja Berikut ini Kisi-kisi Penilaian Kinerja, soal/tugas, pedoman pemberian skor:
  • 102.
    Modul Ajar KurikulumMerdeka Modul Ajar IPS SMP Fase D Kelas 8 Kisi-kisi Penilaian Kinerja Nama Sekolah : SMP ............................. Kelas/Semester : VIII/I Tahun Pelajaran : 2022/2023 Mata Pelajaran : IPS No Kompetensi Dasar Materi Indikator Teknik Penilaian 1 Menganalisis kualitas sumber daya manusia di Indonesia. Kualitas sumber daya manusia Indonesia Peserta didik diharapkan mampu menganalisis kualitas sumber daya manusia di Indonesia. Rubrik Pemberian Skor Penilaian Kinerja No Aspek yang Dinilai Skala 0 1 2 3 4 1 Merencanakan pengamatan 2 Melakukan pengamatan 3 Membuat laporan Jumlah: Penilaian diberikan dengan memperhatikan aspek proses dan produk. Guru dapat menetapkan bobot pemberian skor yang berbeda antara satu dan aspek yang lainnya dengan memperhatikan karakteristik kompetensi yang dinilai. Rubrik Penilaian Kinerja No Indikator Rubrik 1 Menyiapkan bahan yang diperlukan 2 = Menyiapkan seluruh alat dan bahan yang diperlukan. 1 = Menyiapakan sebagian alat dan bahan yang diperlukan. 0 = Tidak menyiapkan alat bahan 2 Pengamatan 4 = Melakukan empat langkah kerja dengan tepat 3 = Melakukan tiga langkah kerja dengan tepat. 2 = Melakukan dua langkah kerja dengan tepat. 1 = Melakukan satu langkah kerja dengan tepat. 0 = Tidak melakukan langkah kerja.
  • 103.
    Modul Ajar KurikulumMerdeka Modul Ajar IPS SMP Fase D Kelas 8 Langkah kerja: 1. Menyiapkan kertas gambar ukuran A4. 2. Menggambar kualitas sumber daya manusia Indonesia. 3. Mencantumkan komponen kualitas sumber daya manusia Indonesia pada gambar yang di buat. 4. Memberikan warna pada kenampakan objek yang di gambar pada kualitas sumber daya manusia Indonesia. 3 Membuat laporan 3 = Memenuhi 3 kriteria 2 = Memenuhi 2 kriteria 1 = Memenuhi 1 kriteria 0 = Tidak memenuhi kriteria Kriteria laporan: 1. Memenuhi sistematika laporan (judul, tujuan, alat dan bahan, prosedur, data pengamatan, pembahasan, kesimpulan) 2. Data, pembahasan, dan kesimpulan benar 3. Komunikatif • Penilaian proyek Penilaian proyek merupakan kegiatan yang bertujuan untuk mengetahui kemampuan peserta didik dalam mengimplementasikan pengetahuannya melalui penyelesaian suatu tugas dalam waktu tertentu. Penilaian ini dapat digunakan untuk mengukur satu maupun beberapa Kompetensi Dasar (KD) dalam satu atau beberapa mata pelajaran. Kegiatan yang dilakukan dimulai dengan perencanaan, pengumpulan, pengorganisasian, pengolahan, penyajian, dan pelaporan. Beberapa hal yang perlu dipertimbangkan dalam penilaian proyek, yaitu: 1) Pengelolaan Kemampuan peserta didik untuk menentukan tema atau topik, mengumpulkan informasi, pengolahan data, dan penulisan laporan. 2) Relevansi Tema yang dipilih sesuai dengan Kompetensi Dasar (KD). 3) Keaslian Laporan atau produk yang dibuat peserta didik merupakan hasil karyanya. 4) Inovasi dan Kreativitas Terdapat unsur-unsur kebaruan dan berbeda pada produk yang dihasilkan peserta didik.
  • 104.
    Modul Ajar KurikulumMerdeka Modul Ajar IPS SMP Fase D Kelas 8 Kisi-kisi Penilaian Proyek Nama Sekolah : SMP ............................. Kelas/Semester : VIII/I Tahun Pelajaran : 2022/2023 Mata Pelajaran : IPS No Kompetensi Dasar Materi Indikator Teknik Penilaian 1 Menganalisis kualitas sumber daya manusia di Indonesia. Kualitas sumber daya manusia Indonesia Peserta didik diharapkan mampu menganalisis kualitas sumber daya manusia di Indonesia. Penilaian Proyek Proyek : Buatlah poster salah satu tujuan kualitas sumber daya manusia Indonesia menggunakan kertas gambar ukuran A3, pensil warna atau cat air dengan memperhatikan hal- hal berikut! 1. Pilihlah salah satu tujuan kualitas sumber daya manusia Indonesia . 2. Amati tujuan tersebut apakah telah tercapai atau belum tercapai di Indonesia lalu sampaikan dalam poster. 3. Gambar salah satu tujuan kualitas sumber daya manusia Indonesia yang telah dipilih! 4. Tuliskan kualitas sumber daya manusia Indonesia konsep dari poster yang akan peserta didik sampaikan! 5. Laporkan hasilnya secara lisan! Rubrik Pemberian Skor Proyek No Pernyataan Skor 1 2 3 4 1 Kemampuan peserta didik dalam merencanakan 2 Kemampuan menggambar poster 3 Kemampuan penyampaian konsep berdasarkan poster yang digambar 4 Kemampuan mempresentasikan isi poster 5 Produk Poster Skor Maksimum 15 Catatan: Guru bisa menetapkan bobot yang berbeda-beda antara aspek satu dan lainnya pada pemberian skor dengan memperhatikan karakteristik Kompetensi Dasar
  • 105.
    Modul Ajar KurikulumMerdeka Modul Ajar IPS SMP Fase D Kelas 8 (KD) atau keterampilan yang dinilai. Rubrik PenilaianProyek No Pernyataan Keterangan 1 Kemampuan Perencanaan 2 = perencanaan lengkap (bahan, cara kerja, hasil), dan rinci 1 = perencanaan kurang lengkap 0 = tidak ada perencanaan 2 Kemampuan menggambar poster secara tepat sesuai dengan salah satu tujuan kualitas sumber daya manusia Indonesia 2 = menggambar dan mewarnai poster dengan baik dan interpretasi tujuan pembangunan berkelanjutan dalam poster tepat. 1 = menggambar dan memberikan warna pada poster tetapi salah dalam menginterpretasikan tujuan pembangunan berkelanjutan yang dipilih. 0 = gambar tidak diberi warna dan tidak tepat dalam menginterpretasikan tujuan pembangunan berkelanjutan yang dipilih. G. KEGIATAN PENGAYAAN DAN REMEDIAL Pengayaan Materi di bawah ini merupakan informasi penting yang dapat digunakan untuk mengembangkan kompetensi yang dipelajari peserta didik dalam buku teks. Kualitas Sumber Daya Manusia di Indonesia Kualitas sumber daya manusia dapat dinilai dengan menggunakan kriteria yang dikembangkan oleh United Nation Development Programme (UNDP) mengembangkan kriteria untuk mengukur kualitas sumber daya manusia. Kualitas sumber daya manusia lebih dikenal Indeks Pembangunan Manusia atau Human Development Index. Terkait dengan indeks pembangunan manusia tersebut ada empat kelompok berdasarkan tingkatannya. Kelompok terendah (142-187), sedang (94-141), tinggi (48-95), dan sangat tinggi (1-47). Remedial Remedial diberikan kepada siswa yang mendapat kriteria paham sebagian dan tidak paham dengan kegiatan mengulang pembelajaran di luar jam pelajaran.
  • 106.
    Modul Ajar KurikulumMerdeka Modul Ajar IPS SMP Fase D Kelas 8 LAMPIRAN A. LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD) 1. Bagaimana Kualitas Sumber Daya Manusia Indonesia? Nama : Nama kelompok : Kelas : Petunjuk! B. BAHAN BACAAN GURU & PESERTA DIDIK  Guru dan peserta didik mencari berbagai informasi tentang kualitas sumber daya manusia Indonesia dari berbagai media atau website resmi dibawa nauangan kementerian pendidikan, kebudayaan, riset dan teknologi.  Buku Panduan Guru dan Siswa Ilmu Pengetahuan Sosial untuk SMP Kelas VIII : Kemendikbudristek 2021. C. GLOSARIUM Glosarium adat istiadat: Himpunan kaidah-kaidah sosial yang sejak lama ada dan telah menjadi kebiasaan (tradisi) dalam masyarakat. benua: Hamparan daratan yang sangat luas yang berada di permukaan bumi. budaya: Suatu cara hidup yang berkembang dan dimiliki Bersama oleh sebuah kelompok orang dan diwariskan dari generasi ke generasi. cuaca: Keadaan udara pada saat tertentu dan di wilayah tertentu yang relatif sempit dan pada jangka waktu yan singkat. dinamika penduduk: Perubahan jumlah penduduk pada suatu wilayah yang disebabkan oleh tiga faktor yaitu, kelahiran (natalitas), kematian (mortalitas), dan perpindahan (migrasi). diplomasi: Urusan kepentingan sebuah negara dengan perantaraan wakil-wakilnya di negara
  • 107.
    Modul Ajar KurikulumMerdeka Modul Ajar IPS SMP Fase D Kelas 8 lain. eksogen: Tenaga yang berasal dari luar bumi, artinya tenaga luar berhubungan dengan tenaga yang berasal dari atas permukaan bumi. endogen: Tenaga yang berasal dari dalam perut bumi sehingga mengakibatkan pergerakan kulit bumi. globalisasi: Terbentuknya sistem organisasi dan komunikasi antarmasyarakat di seluruh dunia untuk mengikuti sistem dan kaidah yang sama iklim: Rerata keadaan udara atau cuaca yang terjadi pada rentang wilayah yang luas serta rentang waktu yang lama. Wilayah tersebut bisa satu benua atau negara dengan waktu, misalnya 10 tahun atau 20 tahun. imperialism : Sistem politik yang bertujuan menjajah negara lain untuk mendapatkan kekuasaan dan keuntungan lebih besar. inflasi: Kemerosotan nilai uang karena banyaknya dan cepatnya uang beredar sehingga menyebabkan naiknya harga barang-barang inovasi: Diterapkannya alat/ide baru untuk melengkapi atau menggantikan ide/alat yang lama integrasi sosial: Proses penyesuaian unsur-unsur yang berbeda dalam masyarakat sehingga menjadi satu kesatuan kolonialisme: Penguasaan oleh suatu negara atas daerah atau bangsa lain dengan maksud untuk memperluas negara. komoditas: Barang ekspor atau impor. komposisi penduduk: Pengelompokan penduduk berdasarkan kriteria tertentu. misalnya berdasarkan agama, jenis kelamin, ras, usia, status perkawinan, dan lain-lain. koperasi: Organisasi ekonomi rakyat yang berwatak sosial dan beranggotakan orang-orang, badan-badan hukum koperasi yang merupakan tata susunan ekonomi sebagai usaha bersama berdasarkan asas kekeluargaan. mobilitas sosial: Perpindahan posisi seseorang atau sekelompok orang dari lapisan yang satu ke lapisan yang lain. piramida penduduk: Dua buah diagram batang, pada sisi lainnya menunjukkan jumlah penduduk laki-laki dan pada sisi lainnya menunjukkan jumlah penduduk perempuan dalam kelompok interval usia penduduk lima tahunan. potensi: Kemampuan yang dimiliki. reformasi: Perubahan secara drastis untuk perbaikan (bidang sosial, politik, agama) dalam suatu masyarakat atau negara. region: Suatu wilayah yang memiliki ciri atau karakteristik tersendiri yang berbeda dengan wilayah lainnya. Think Pair Share: Think (berpikir secara mandiri), Pair (berpasangan) dan Share (berbagi dalam segala hal termasuk pengetahuan ke satu individu atau grup belajar). Two Stay Two Stray: Satu model pembelajaran kooperatif untuk menghadapi kemampuan heterogen siswa yang dilakukan dengan membentuk kelompok yang bersifat heterogen kemudian saling bertukar informasi dengan kelompok lain TSTS memungkinkan siswa untuk saling bekerja sama dan saling bertukar informasi dengan cara 2 anggota tinggal di kelompok dan 2 anggota menjadi tamu di kelompok lain.
  • 108.
    Modul Ajar KurikulumMerdeka Modul Ajar IPS SMP Fase D Kelas 8 D. DAFTAR PUSTAKA Daftar Pustaka Abbas, Syamsuddin. 1997 Revolusi hijau dengan swasembada beras dan jagung. Jakarta: Sekretariat Badan Pengendali Bimas Departemen Pertanian Budiawan. 2017. Nasion & nasionalisme, jelajah ringkas teoritis. Yogyakarta: Penerbit Ombak. Bahasa Indonsia.2007. Kerja sama Perdagangan Internasional: Peluang dan Tantangan bagi Bangsa Indonesia.Jakarta: PT Elekmediakomputindo. Dawam, R.M, dkk. 1995. Bank Indonesia Dalam Kilasan Sejarah. Jakarta: LP3S. Djojohadikusumo, Sumitro. (1953). Persoalan Ekonomi di Indonesia. Jakarta: Indira Hatta, Mohammad. 1960. Ekonomi terpimpin. Jakarta: Fasco Horton, Paul dan Chester L. Hunt. 1999. Sosiologi. Jakarta : Erlangga Martono, Nanang. 2012. Sosiologi perubahan sosial. Jakarta: Raja Grafindo Persada. Pranarka, AMW, Leonardus B. Moerdani dan Supardjo Roestam. 1986. Wawasan kebangsaan, ketahanan nasional, dan wawasan nusantara. Yogyakarta: Lembaga Pengkajian Kebudayaan Sarjana Wiyata Tamansiswa. Poesponegoro, Marwati Djoened. 1993. Sejarah Nasional Indonesia VI. Jakarta : Balai Pustaka Poesponegoro, Marwati Djoened. 2010. Sejarah Nasional Indonesia V. Jakarta : Balai Pustaka Ricklefs, Merle Calvin. 2008. Sejarah Indonesia Modern 1200-2008. Jakarta: Serambi Reid, Anthony JS. 1996. Revolusi Nasional Indonesia. Jakarta: Pustaka Sinar Harapan. Soekanto, Soerjono. 2012. Sosiologi suatu pengantar. Jakarta: PT. Rajawali Press. Smith, Anthony D. 2003. Nasionalisme: teori, ideologi, sejarah. Jakarta: Penerbit Erlangga. Supardi.2011. Dasar-Dasar Ilmu Sosial.Yogyakarta:Ombak.
  • 109.
    Modul Ajar KurikulumMerdeka Modul Ajar IPS SMP Fase D Kelas 8 MODUL AJAR KURIKULUM MERDEKA IPS FASE D KELAS VIII INFORMASI UMUM A. IDENTITAS MODUL Penyusun Instansi Tahun Penyusunan Jenjang Sekolah Mata Pelajaran Fase / Kelas Tema 01 Subtema C Materi 2 Alokasi Waktu : : : : : : : : : : ..................................... SMP ………………… Tahun 2022 SMP Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) D / VIII Kondisi Geografis dan Pelestarian Sumber Daya Sumber Daya Manusia Meningkatkan Sumber Daya Manusia Indonesia 4 JP (Pertemuan Ke-10-11) B. KOMPETENSI AWAL Capaian Pembelajaran IPS Fase D Pada akhir fase ini, peserta didik mampu memahami dan memiliki kesadaran akan keberadaan diri dan keluarga serta lingkungan terdekatnya. Ia mampu menganalisis hubungan antara kondisi geografis daerah dengan karakteristik masyarakat serta memahami potensi sumber daya alamnya. Ia juga mampu menganalisis hubungan antara keragaman kondisi geografis nusantara terhadap pembentukan kemajemukan budaya. Ia mampu memahami bagaimana masyarakat saling berupaya untuk dapat memenuhi kebutuhan hidupnya. Ia mampu menganalisis peran pemerintah dan masyarakat dalam mendorong pertumbuhan perekonomian. Peserta didik juga mampu memahami dan memiliki kesadaran terhadap perubahan sosial yang sedang terjadi di era kontemporer. Ia dapat menganalisis perkembangan ekonomi di era digital. Peserta didik memahami tantangan pembangunan dan potensi Indonesia menjadi negara maju. Ia menyadari perannya sebagai bagian dari masyarakat Indonesia dan dunia di tengah isu-isu regional dan global yang sedang terjadi dan ikut memberikan kontribusi yang positif. Peserta didik mampu memahami dan menerapkan materi pembelajaran melalui pendekatan keterampilan proses dalam belajarnya, yaitu mengamati, menanya dengan rumus 5W 1H. Kemudian mampu memperkirakan apa yang akan terjadi berdasarkan jawaban- jawaban yang ditemukan. Peserta didik juga mampu mengumpulkan informasi melalui studi pustaka, studi dokumen, wawancara, observasi, kuesioner, dan Teknik pengumpulan informasi lainnya. Merencanakan dan mengembangkan penyelidikan. Peserta didik mengorganisasikan informasi dengan memilih, mengolah dan menganalisis informasi yang diperoleh. Proses analisis informasi dilakukan dengan cara verifikasi, interpretasi, dan triangulasi informasi. Peserta didik menarik kesimpulan, menjawab, mengukur dan mendeskripsikan serta menjelaskan permasalahan yang ada dengan memenuhi prosedur dan tahapan yang ditetapkan. Peserta didik mengungkapkan seluruh hasil tahapan di atas secara lisan dan tulisan dalam bentuk media digital dan non-digital. Peserta didik lalu mengomunikasikan hasil temuannya dengan mempublikasikan hasil laporan dalam bentuk presentasi digital dan atau non-digital, dan sebagainya. Selain itu peserta didik mampu mengevaluasi pengalaman belajar yang telah dilalui dan diharapkan dapat merencanakan proyek lanjutan dengan melibatkan lintas mata pelajaran secara kolaboratif. Elemen Pemahaman Konsep Elemen Keterampilan proses Pada akhir fase ini, peserta didik Pada akhir fase ini, Peserta didik mampu
  • 110.
    Modul Ajar KurikulumMerdeka Modul Ajar IPS SMP Fase D Kelas 8 mampu memahami dan memiliki kesadaran akan keberadaan diri serta mampu berinteraksi dengan lingkungan terdekatnya. Ia mampu menganalisis hubungan antara kondisi geografis daerah dengan karakteristik masyarakat dan memahami potensi sumber daya alam serta kaitannya dengan mitigasi kebencanaan . Ia juga mampu menganalisis hubungan antara keragaman kondisi geografis nusantara terhadap pembentukan kemajemukan budaya. Ia mampu memahami bagaimana masyarakat saling berupaya untuk dapat memenuhi kebutuhan hidupnya. Ia mampu menganalisis peran pemerintah dan masyarakat dalam mendorong pertumbuhan perekonomian. Peserta didik juga mampu memahami dan memiliki kesadaran terhadap perubahan sosial yang sedang terjadi di era kontemporer. Ia dapat menganalisis perkembangan ekonomi di era digital. Peserta didik memahami tantangan pembangunan dan potensi Indonesia menjadi negara maju. Ia menyadari perannya sebagai bagian dari masyarakat Indonesia dan dunia di tengah isu-isu regional dan global yang sedang terjadi dan ikut memberikan kontribusi yang positif. memahami dan menerapkan materi pembelajaran melalui pendekatan keterampilan proses dalam belajarnya, yaitu mengamati, menanya dengan rumus 5W 1H. Kemudian mampu memperkirakan apa yang akan terjadi berdasarkan jawaban- jawaban yang ditemukan. Peserta didik juga mampu mengumpulkan informasi melalui studi pustaka, studi dokumen, lapangan, wawancara, observasi, kuesioner, dan teknik pengumpulan informasi lainnya. merencanakan dan mengembangkan penyelidikan. Peserta didik mengorganisasikan informasi dengan memilih, mengolah dan menganalisis informasi yang diperoleh. Proses analisis informasi dilakukan dengan cara verifikasi, interpretasi, dan triangulasi informasi. Peserta didik menarik kesimpulan, menjawab, mengukur dan mendeskripsikan serta menjelaskan permasalahan yang ada dengan memenuhi prosedur dan tahapan yang ditetapkan. Peserta didik mengungkapkan seluruh hasil tahapan di atas secara lisan dan tulisan dalam bentuk media digital dan non-digital. Peserta didik lalu mengomunikasikan hasil temuannya dengan mempublikasikan hasil laporan dalam bentuk presentasi digital dan atau non digital, dan sebagainya. Selain itu peserta didik mampu mengevaluasi pengalaman belajar yang telah dilalui dan diharapkan dapat merencanakan proyek lanjutan dengan melibatkan lintas mata pelajaran secara kolaboratif. C. PROFIL PELAJAR PANCASILA  Beriman, Bertakwa Kepada Tuhan Yang Maha Esa, dan Berahlak Mulia;  Berkebhinekaan Global;  Bergotong Royong;  Mandiri;  Bernalar Kritis; dan  Kreatif. D. SARANA DAN PRASARANA Media, Sumber Belajar, dan Alat Sumber utama:  Video tentang sumber daya manusia di Indonesia.  Slide gambar perbandingan indeks pembangunan manusia.
  • 111.
    Modul Ajar KurikulumMerdeka Modul Ajar IPS SMP Fase D Kelas 8  Buku Siswa Ilmu Pengetahuan Sosial Kelas VII, 2021, Jakarta: Kemendikbud, Pusta Kurikulum dan Perbukuan.  LCD, laptop, papan tulis. Sumber alternatif:  Guru juga dapat menggunakan sumber belajar alternatif yang terdapat di lingkungan setempat dan sesuai dengan tema. Pengembangan sumber belajar:  Guru dapat membuat biografi dari beberapa tokoh milenial, seperti Maudy Ayunda dan Iman Usman. E. TARGET PESERTA DIDIK  Peserta didik reguler/tipikal: umum, tidak ada kesulitan dalam mencerna dan memahami materi ajar.  Peserta didik dengan pencapaian tinggi: mencerna dan memahami dengan cepat, mampu mencapai keterampilan berfikir aras tinggi (HOTS), dan memiliki keterampilan memimpin F. MODEL PEMBELAJARAN  Tatap Muka KOMPONEN INTI A. TUJUAN KEGIATAN PEMBELAJARAN Alur Tujuan Pembelajaran : 1. Peserta didik mampu menganalisis cara meningkatkan sumber daya manusia di Indonesia. B. PEMAHAMAN BERMAKNA  Meningkatkan kemampuan siswa tentang meningkatkan sumber daya manusia indonesia. C. PERTANYAAN PEMANTIK  Bagaimana upaya meningkatkan sumber daya manusia Indonesia?  Mengapa sumber daya manusia Indonesia masih dalam posisi yang stagnan?  Apa saja yang hal-hal yang menjadi prioritas utama dalam pembangunan kualitas sumber daya manusia? D. KEGIATAN PEMBELAJARAN Kegiatan Pendahuluan  Guru dan peserta didik mengucapkan salam dan doa.  Guru dan peserta mengondisikan pembelajaran.  Apersepsi : Peserta didik melihat gambar macam-macam pekerjaan. Guru dapat menambahkan variasi gambar menggunakan tayangan video dari internet. Apersepsi juga dapat dilakukan dengan melibatkan aktivitas peserta didik. Peserta didik difasilitasi guru mengaitkan gambar dengan kegiatan belajar sebelumnya. Guru melanjutkan dengan memberikan motivasi terkait meningkatkan sumber daya manusia Indonesia.  Motivasi: Untuk meningkatkan sumber daya manusia di Indonesia, kita sebagai generasi penerus bangsa berupaya untuk meningkatkan kapasitas SDM melalui berbagai diklat/kompetensi/pembinaan dan lain-lain yang tujuannya untuk memadahi masyarakat yang belum memiliki keterampilan agar dapat mendapatkan pekerjaan yang layak.  Peserta didik dibantu guru menyimak gambaran tema dan tujuan pembelajaran pertemuan 10 dan 11 tentang meningkatkan sumber daya manusia Indonesia. Tujuan
  • 112.
    Modul Ajar KurikulumMerdeka Modul Ajar IPS SMP Fase D Kelas 8 pembelajaran adalah peserta didik mampu menganalisis cara meningkatkan sumber daya manusia di Indonesia. Kegiatan Inti Guru menjelaskan tentang petunjuk kerja dan tugas dari Lembar Aktivitas 10 untuk mengidentifikasi data penduduk di sekitar tempat tinggal peserta didik. Kegiatan ini untuk memberikan pengalaman peserta didik bahwa ada beberapa faktor untuk meningkatkan sumber daya manusia. Proses tukar menukar hasil diskusi dapat dilakukan dalam waktu singkat, kemudian guru melakukan tanya jawab dengan peserta didik terkait hasil identifikasi. Secara interaktif guru mengaitkan hasil identifikasi dengan orientasi pembelajaran tentang peningkatan SDM Indonesia. Peserta Didik Mengidentifikasi Masalah Setelah peserta didik mengidentifikasi berbagai latar belakang pendidikan, pekerjaan, pengalaman kerja, dan penghasilan, selanjutnya guru mendorong peserta didik mengajukan berbagai pertanyaan yang mengarah pada HOTS. Beberapa pertanyaan yang diajukan, misalnya: Bagaimana upaya meningkatkan sumber daya manusia Indonesia? Mengapa sumber daya manusia Indonesia masih dalam posisi yang stagnan? Apa saja yang hal-hal yang menjadi prioritas utama dalam pembangunan kualitas sumber daya manusia? Peserta Didik Mengelola Informasi  Peserta didik membaca teks tentang meningkatkan sumber daya manusia.  Guru memfasilitasi sumber lain misalnya memberikan tautan internet yang mendukung penjelasan dan pendalaman sumber belajar. Contoh tautan : Upaya Pemerintah Perbaiki Kualitas SDM Indonesia https://www.kemenkeu.go.id/publikasi/berita/ini- upayapemerintah-perbaiki-kualitas-sdm-indonesia/ Untuk memperoleh informasi lebih luas peserta didik juga dapat melakukan browsing upaya meningkatkan sumber daya manusia. Guru dapat memberikan beberapa tautan berita, tulisan, dan laporan video tentang kehidupan masyarakat Indonesia di dalam upaya meningkatkan sumber daya manusia.  Peserta didik mengolah informasi secara berkelompok di bawah bimbingan guru. Kegiatan ini dapat dilakukan secara bervariasi, misalnya menggunakan Think Pair Share. Contoh: Menggunakan Think Pair Share 1. Think (Berpikir)  Guru memberikan penjelasan terkait materi dan penugasan yang akan diselesaikan.  Peserta didik diarahkan untuk memperdalam materi dengan mencari tambahan materi dari buku, internet, atau bahan ajar lainnya. 2. Pair (Berpasangan)  Guru mendampingi peserta didik dalam pembentukan kelompok. Kelompok kecil terdiri dari 2 orang atau berpasangan secara bebas, namun diutamakan teman satu bangku.  Peserta didik secara berpasangan melakukan diskusi terkait mengidentifikasi data penduduk di sekitar tempat tinggal peserta didik. Tahap ini mengajarkan peserta didik untuk meningkatkan keterampilan kolaborasi atau kerja sama dan berpikir kritis.
  • 113.
    Modul Ajar KurikulumMerdeka Modul Ajar IPS SMP Fase D Kelas 8 3. Share (Berbagi)  Peserta didik mempresentasikan hasil pekerjaan dalam bentuk poster tersebut dengan model windows shopping. Apabila terdapat perbedaan dapat ditambahkan pada hasil diskusi. Pada tahap ini peserta didik diharapkan mampu mengembangkan kemampuan mengomunikasikan hasil diskusi dengan baik.  Guru dan peserta didik bersama-sama menarik kesimpulan terkait mengidentifikasi data penduduk di sekitar tempat tinggal peserta didik dalam upaya meningkatkan sumber daya alam Indonesia.  Peserta didik memilih dan mengorganisasikan informasi yang diperoleh.  Guru membimbing dan mengarahkan proses belajar peserta didik (kegiatan belajar).  Guru memastikan peserta didik mengerjakan tugas dengan baik.  Guru membantu peserta didik menemukan sumber belajar lainnya. Hal tersebut bertujuan untuk mengembangkan kreativitas dan kerja sama peserta didik dalam menganalisis upaya meningkatkan sumber daya manusia yang ada di Indonesia. Peserta Didik Merencanakan dan Mengembangkan Ide  Hasil pengolahan informasi disajikan dalam bentuk laporan/poster/karya lainnya.  Peserta didik secara kelompok mengerjakan Lembar Aktivitas 10 untuk membuat poster tentang pekerjaan penduduk di lingkungan tempat tinggal.. Peserta Didik Melakukan Refleksi Diri dan Aksi  Dalam kelas atau melalui media berbasis internet peserta didik mengomunikasikan hasil pengolahan informasi.  Guru memfasilitasi peserta didik menemukan simpulan pembelajaran.  Guru memberikan kesempatan ke peserta didik untuk mengajukan pendapat atau pertanyaan.  Penguatan dan pengayaan dilakukan untuk mengembangkan kompetensi peserta didik. Penutup  Penilaian pembelajaran dilakukan secara lisan atau tertulis.  Peserta didik melakukan refleksi pembelajaran berkaitan dengan sikap, pengetahuan, dan keterampilan. Sikap  Apakah aku sudah melakukan pembelajaran secara bertanggung jawab?  Inspirasi dari pembelajaran tentang upaya meningkatkan sumber daya manusia dalam hidup saya adalah... Pengetahuan:  Apakah aku sudah mampu mengidentifikasi upaya meningkatkan sumber daya manusia?  Mengapa sumber daya manusia Indonesia masih dalam posisi yang stagnan?  Apa saja hal-hal yang menjadi prioritas utama dalam pembangunan kualitas sumber daya manusia? Keterampilan :  Apakah aku sudah berhasil membuat esai/poster/karya lainnya tentang proses geografis dan pengaruhnya terhadap upaya  meningkatkan sumber daya manusia?
  • 114.
    Modul Ajar KurikulumMerdeka Modul Ajar IPS SMP Fase D Kelas 8  Refleksi juga dapat dilakukan dengan cara lain, misalnya kuis tentang upaya meningkatkan sumber daya manusia yang ada di Indonesia, menuliskan kompetensi yang diperoleh baik sikap, pengetahuan, dan keterampilan. Dapat pula dengan menuliskan inspirasi yang diperoleh dan yang akan dilakukan pada masa yang akan datang.  Tindak lanjut dilakukan dengan mendorong peserta didik mempelajari lebih lanjut dan informasi pembelajaran berikutnya tentang lembaga sosial.  Doa dan penutup. F. REFLEKSI Refleksi Guru :  Apakah Kegitan belajar berhasil?  Berapa persen peserta didik mencapai tujuan?  Kesulitan apa yang dialami guru dan peserta didik?  Apa langkah yang perlu dilakukan untuk memperbaiki proses belajar?  Apakah seluruh peserta didik mengikuti pelajaran dengan baik? Refleksi Peserta Didik : Setelah mempelajari materi SDM, kesimpulan apa yang dapat kalian ambil dari materi tersebut? Pengetahuan apa saja yang kamu peroleh? Sikap apa yang dapat kamu kembangkan? Keterampilan apa saja yang dapat dikuasai? Pada materi ini, kualitas sumber daya manusia dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor. Kemudian menurut kalian bagaimanakah cara untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Indonesia? Padahal kita tahu, kualitas SDM Indonesia masih dalam keadaan yang belum memuaskan. F. ASESMEN / PENILAIAN Penilaian Proses dan Hasil Pembelajaran a. Konsep Penilaian dan Pembelajaran IPS Penilaian merupakan kegiatan yang bertujuan untuk memperoleh, menganalisis, menafsirkan proses dan hasil belajar peserta didik secara sistematis. Penilaian tersebut dapat digunakan untuk mengetahui tingkat keberhasilan pencapaian kompetensi, proses pembelajaran, tingkat kesulitan belajar peserta didik, dan penentuan tindak lanjut pembelajaran. Penilaian pembelajaran IPS memakai pendekatan penilaian autentik (authentic assesment) untuk menilai kesiapan peserta didik, proses, dan hasil belajar secara utuh. Hasil penilaian tersebut dapat dimanfaatkan guru dalam merencanakan program perbaikan (remedial), pengayaan (enrichment), layanan konseling, dan sebagai landasan untuk memperbaiki proses pembelajaran selanjutnya. b. Teknik dan Instrumen Penilaian Penilaian kompetensi sikap, keterampilan, dan pengetahuan dilakukan menggunakan teknik dan instrumen penilaian. Berikut merupakan penjabaran teknik dan instrumen penilaian dari masing-masing kompetensi. 1. Penilaian kompetensi sikap Teknik penilaian kompetensi sikap dapat berupa observasi, penilaian diri, dan penilaian antar teman. Kegiatan ini bisa dilakukan oleh guru matabpelajaran, wali kelas, dan guru bimbingan konseling (BK) yang ditulis dalam buku jurnal. Jurnal berisi catatan kejadian tertentu dan informasi lain yang relevan.
  • 115.
    Modul Ajar KurikulumMerdeka Modul Ajar IPS SMP Fase D Kelas 8 a. Observasi Instrumen dalam observasi yaitu lembar observasi atau jurnal. Lembar observasi berisi catatan perilaku peserta didik berdasarkan pengamatan oleh guru mata pelajaran, wali kelas, dan guru bimbingan konseling selama satu semester. Setiap catatan berisi deskripsi perilaku peserta didik yang dilengkapi dengan waktu dan tempat pengamatan tersebut. Jika terjadi perubahan sikap peserta didik dari yang kurang baik menjadi baik maka dalam jurnal harus ditulis bahwa sikap peserta didik tersebut telah baik atau bahkan sangat baik. Hal yang dicatat dalam jurnal bisa berupa sikap kurang baik, baik, maupun sangat baik, serta perkembangan perubahan sikap peserta didik. Berikut merupakan lembar observasi penilaian sikap peserta didik selama satu semester: Tabel Jurnal Pengembangan Sikap No Tanggal Nama Siswa Catatan Perilaku Butir Sikap 1 2 3 4 dst Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam pelaksanaan penilaian sikap menggunakan teknik observasi :  Jurnal penilaian sikap ditulis oleh guru mata pelajaran, wali kelas, dan guru BK selama satu semester.  Penilaian oleh wali kelas dapat menggunakan 1 (satu) jurnal untuk satu kelas yang menjadi tanggung-jawabnya. Penilaian oleh guru mata pelajaran dapat menggunakan 1 (satu) jurnal untuk setiap kelas yang diajarnya, dan penilaian oleh guru BK dapat menggunakan 1 (satu) jurnal untuk setiap kelas di bawah bimbingannya.  Penilaian perkembangan sikap sipritual dan sikap sosial peserta didik bisa dicatat dalam satu jurnal yang sama atau dalam 2 (dua) jurnal berbeda.  Peserta didik yang dicatat dalam jurnal adalah peserta didik yang menunjukkan perilaku yang sangat baik maupun kurang baik secara alami.  Pencatatan jurnal dilakukan dengan segera seperti ketika wali kelas, guru mata pelajaran, maupun guru BK menyaksikan atau memperoleh informasi terpercaya mengenai perilaku peserta didik.  Jika peserta didik pernah menunjukkan sikap kurang baik tetapi selama satu semester tersebut menunjukan perkembangan ke arah sikap baik, maka sikap baik tersebut juga dicatat dalam jurnal.  Guru mata pelajaran dan guru BK merangkum catatan jurnal perkembangan sikap spiritual dan sikap sosial setiap peserta didik dan menyerahkannya kepada wali kelas untuk diolah lebih lanjut Berikut merupakan jurnal penilaian (perkembangan) sikap spiritual dan sikap sosial oleh wali kelas. Jurnal Penilaian Sikap Spiritual Nama Sekolah : SMP .............................
  • 116.
    Modul Ajar KurikulumMerdeka Modul Ajar IPS SMP Fase D Kelas 8 Kelas/Semester : VIII/I Tahun Pelajaran : 2022/2023 No Waktu Nama Siswa Catatan Perilaku Butir Sikap 1 19/07/22 Haidar Tidak mengikuti sholat Dzuhur berjamaah di sekolah. Ketaqwaan 2 19/07/22 Halwa Mengganggu teman ketika berdoa sebelum kegiatan pembelajaran. Ketaqwaan 3 19/07/22 Sugi Mengajak teman berdoa sebelum olahraga badminton di sekolah. Ketaqwaan 4 19/07/22 Said Berpartisipasi sebagai panitia perayaan keagamaan di sekolah. Toleransi beragama Jurnal Penilaian Sikap Sosial Nama Sekolah : SMP ............................. Kelas/Semester : VIII/I Tahun Pelajaran: 2022/2023 No Waktu Nama Siswa Catatan Perilaku Butir Sikap 1 12/07/22 Haidar Membantu seorang teman yang kesulitan menyebrang jalan di depan sekolah. Kepedulian 2 26/08/22 Halwa Menyerahkan dompet yang ditemukan di kantin sekolah kepada wali kelas. Kejujuran 3 26/09/22 Sugi Tidak menggunakan atribut upacara di sekolah dengan legkap. Kedisiplinan 4 25/10/22 Said Berinisiatif menyiram tanaman yang mulai kering. Kepedulian Format di atas dapat digunakan guru mata pelajaran dan guru BK dalam penilain sikap spiritual dan sosial. Catatan tersebut juga dapat dibuat dalam satu tabel yang sama dengan menambahkan kolom keterangan pada bagian paling kanan untuk menuliskan keterangan jenis sikap yang ditulis. Berikut merupakan tabel jurnal penilaian sikap (spiritual dan sosial)
  • 117.
    Modul Ajar KurikulumMerdeka Modul Ajar IPS SMP Fase D Kelas 8 yang dijadikan dalam satu tabel: Jurnal Penilaian Sikap Nama Sekolah : SMP ............................. Kelas/Semester : VIII/I Tahun Pelajaran: 2022/2023 No Waktu Nama Siswa Catatan Perilaku Butir Sikap Ket. 1 19/07/22 Haidar Membantu seorang teman yang kesulitan menyebrang jalan di depan sekolah Ketaqwaan Sosial 2 19/07/22 Halwa Mengajak teman berdoa sebelum olahraga badminton di sekolah. Kepeduliaan Spiritual 3 19/07/22 Sugi Mengganggu teman ketika berdoa sebelum kegiatan pembelajaran. Toleransi beragama Spiritual 4 18/11/22 Said Berinisiatif menyiram tanaman yang mulai kering. Ketaqwaan Sosial b. Penilaian Diri (Self Assesment) Penilaian diri merupakan teknik penilaian terhadap diri sendiri oleh peserta didik dengan mengidentiikasi kelebihan dan kekurangan sikap peserta didik dalam berperilaku. Teknik penilaian ini dapat digunakan untuk menumbuhkan nilai-nilai kejujuran dan meningkatkan kemampuan releksi diri peserta didik. Satu tabel penilaian diri dapat digunakan untuk penilaian sikap spiritual dan sikap sosial. Berikut merupakan lembar penilaian diri menggunakan Likert Scale. Lembar Penilaian Diri Siswa (Likert Scale) Nama teman yang dinilai : .................. Nama penilai : .................. Kelas : .................... Semester : .................... Berilah tanda centang pada kolom “Ya” atau “Tidak” sesuai dengan keadaan sebenarnya
  • 118.
    Modul Ajar KurikulumMerdeka Modul Ajar IPS SMP Fase D Kelas 8 No Pernyataan Skala 1 2 3 4 1 Saya berdoa sebelum melakukan kegiatan 2 Saya melaksanakan ibadah sholat tepat waktu 3 Saya berani mengakui kesalahan jika memang bersalah 4 Saya mengumpulkan tugas sesuai jadwal yang diberikan 5 Saya mengembalikan barang yang saya pinjam dalam kondisi baik 6 Saya meminta maaf jika melakukan kesalahan 7 Saya datang ke sekolah tepat waktu Keterangan: 1 = sangat jarang 2 = jarang 3 = sering 4 = selalu c. Penilaian Antar Teman Penilaian antar teman adalah teknik penilaian yang dilakukan peserta didik terhadap peserta didik yang lain mengenai sikap/perilaku peserta didik. Penilaian antarteman dapat digunakan untuk menumbuhkan nilai kejujuran, tenggang rasa, dan saling menghargai. Satu lembar penilaian diri dapat digunakan untuk penilaian sikap spiritual dan sikap sosial. Berikut merupakan lembar penilaian antarteman menggunakan Likert Scale. Lembar Penilaian Diri Siswa (Likert Scale) Nama : .................. Kelas : .................... Semester : .................... Berilah tanda centang pada kolom “Ya” atau “Tidak” sesuai dengan keadaan sebenarnya No Pernyataan Skala 1 2 3 4 1 Teman saya berkata jujur kepada orang lain
  • 119.
    Modul Ajar KurikulumMerdeka Modul Ajar IPS SMP Fase D Kelas 8 2 Teman saya mengerjakan ulangan dengan jujur 3 Teman saya mentaati tata-tertib sekolah 4 ..................................... Keterangan: 1 = sangat jarang 2 = jarang 3 = sering 4 = selalu Pada dasarnya teknik penilaian diri ini tidak hanya untuk aspek sikap, tetapi juga dapat digunakan untuk menilai kompetensi dalam aspek kete rampilan dan pengetahuan. 2. Penilaian Kompetensi Pengetahuan a) Pengertian Penilaian Pengetahuan Penilaian pengetahuan merupakan penilaian yang dilakukan untuk mengetahui kemampuan peserta didik berkaitan dengan penguasaan pengetahuan faktual, konseptual, maupun prosedural serta kecakapan berpikir tingkat rendah hingga tinggi. Guru dapat memilih teknik penilaian yang disesuaikan dengan karakteristik kompetensi yang akan dinilai. Penilaian diawali dengan perencanaan pada saat menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP). Hasil penilaian pengetahuan yang dilakukan selama dan setelah proses pembelajaran dinyatakan dalam bentuk angka dengan rentang 0-100. b) Teknik Penilaian Pengetahuan Teknik penilaian pengetahuan yang akan digunakan dapat disesuaikan dengan karakteristik masing-masing Kmpetensi Dasar (KD). Teknik penilaian pengetahuan yang sering digunakan yaitu tes tertulis, tes lisan, dan penugasan. Berikut merupakan penjabaran dari berbagai teknik penilaian pengetahuan. Teknik Penilaian Pengetahuan Teknik Bentuk Instrumen Tujuan Tes tertulis Pilihan ganda, benar-salah, menjodohkan, isian atau melengkapi, dan uraian. Mengetahui kemampuan penguasaan pengetahuan peserta didik dalam proses pembelajaran. Tes lisan Tanya jawab Mengetahui pemahaman peserta didik sebagai dasar perbaikan proses pembelajaran Penugasan Tugas individu dan kelompok Memfasilitasi penguasaan pengetahuan peserta didik selama proses pembelajaran. 1. Tes Tertulis Tes tertulis merupakan soal dan jawaban disajikan secara tertulis, misalnya pilihan ganda,
  • 120.
    Modul Ajar KurikulumMerdeka Modul Ajar IPS SMP Fase D Kelas 8 benar-salah, dan uraian. Langkah-langkah pengembangan tes tertulis: Kisi-kisi Tes Tertulis Nama Sekolah : SMP ............................. Kelas/Semester : VIII/I Tahun Pelajaran : 2022/2023 Mata Pelajaran : IPS No Kompetensi Dasar Materi Indikator Soal Bentuk Soal Jumlah Soal 1 Menganalisis cara meningkatkan sumber daya manusia di Indonesia. Meningkatk an Sumber Daya Manusia Indonesia Peserta didik diharapkan mampu cara meningkatkan sumber daya manusia di Indonesia. Tes Tertulis 2 Butir soal: 1. Bagaimana upaya meningkatkan sumber daya manusia Indonesia? 2. Apa prioritas utama dalam pembangunan kualitas sumber daya manusia? Pemberian skor Tes Tertulis No. Soal Kunci Jawaban Skor 1 Strategi Mengembangkan Sumber Daya Manusia: 1. Melakukan Pelatihan. Tujuannya adalah untuk mengembangkan individu, dalam hal meningkatkan pengetahuan, keterampilan yang dimiliki, serta sikap individu tersebut. 2. Pendidikan. 3. Pembinaan. 4. Recruitment. 5. Mengadakan Perubahan Sistem... 6. Kesempatan. 7. Penghargaan. 2 2 Dalam kaitan ini, terdapat beberapa hal yang harus menjadi prioritas utama dalam pembangunan kualitas SDM antara lain, pertama, adalah sistem pendidikan yang baik dan bermutu. 2 Total Skor Maksimum 4
  • 121.
    Modul Ajar KurikulumMerdeka Modul Ajar IPS SMP Fase D Kelas 8 2. Tes Lisan Tes lisan merupakan pertanyaan yang diberikan guru secara lisan kepada peserta didik yang jawaban atas pertanyaan tersebut juga disampaikan secara lisan. Tes ini bertujuan untuk mengetahui penguasaan pengetahuan peserta didik dan menumbuhkan kemampuan berkomunikasi. Pemberian tes lisan dapat dilakukan pada saat pembelajaran berlangsung. pertanyaan pada tes lisan:  Apakah aku sudah mampu mengidentifikasi upaya meningkatkan sumber daya manusia?  Mengapa sumber daya manusia Indonesia masih dalam posisi yang stagnan?  Apa saja hal-hal yang menjadi prioritas utama dalam pembangunan kualitas sumber daya manusia? 3. Penugasan Penugasan adalah pemberian tugas untuk meningkatkan pengetahuan peserta didik. Tugas dapat dikerjakan baik secara individu maupun kelompok sesuai dengan kompetensi yang ingin dicapai. Berikut merupakan kisi-kisi tugas dan pedoman penskorannya. Nama Sekolah : SMP ............................. Kelas/Semester : VIII/I Tahun Pelajaran: 2022/2023 Mata Pelajaran : IPS Kompetensi Dasar Materi Indikator Teknik Penilaian Menganalisis cara meningkatkan sumber daya manusia di Indonesia. Meningkatkan Sumber Daya Manusia Indonesia Peserta didik diharapkan mampu cara meningkatkan sumber daya manusia di Indonesia. Penugasan Pedoman Pemberian Skor Tugas No Soal Aspek yang Dinilai Skor 1 Bagaimana cara memilih dan mengembangkan sumber daya manusia agar lebih optimal? 0-2 2 Bagaimana cara meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang ada di Indonesia? 0-3 3 Bagaimana cara meningkatkan kualitas sumber daya manusia dalam suatu masyarakat? 0-3 4 Mengapa sumber daya manusia di Indonesia masih 0-2
  • 122.
    Modul Ajar KurikulumMerdeka Modul Ajar IPS SMP Fase D Kelas 8 dianggap tergolong kurang berkualitas? Total Skor Maksimum 10 3. Penilaian Keterampilan a) Pengertian Penilaian Keterampilan Penilaian keterampilan dilakukan untuk mengetahui kemampuan peserta didik dalam menerapkan pengetahuan yang telah diperoleh untuk melakukan tugas tertentu sesuai dengan indikator pencapaian kompetensi. Penilaian ini dapat dilakukan dengan berbagai teknik, seperti penilaian kinerja dan penilaian proyek. Berikut merupakan contoh kisi-kisi penilaian keterampilan, tugas, dan pedoman pemberian skor. b) Teknik Penilaian Keterampilan • Penilaian kinerja Berikut ini Kisi-kisi Penilaian Kinerja, soal/tugas, pedoman pemberian skor: Kisi-kisi Penilaian Kinerja Nama Sekolah : SMP ............................. Kelas/Semester : VIII/I Tahun Pelajaran : 2022/2023 Mata Pelajaran : IPS No Kompetensi Dasar Materi Indikator Teknik Penilaian 1 Menganalisis cara meningkatkan sumber daya manusia di Indonesia. Meningkatkan Sumber Daya Manusia Indonesia Peserta didik diharapkan mampu cara meningkatkan sumber daya manusia di Indonesia. Rubrik Pemberian Skor Penilaian Kinerja No Aspek yang Dinilai Skala 0 1 2 3 4 1 Merencanakan pengamatan 2 Melakukan pengamatan 3 Membuat laporan Jumlah: Penilaian diberikan dengan memperhatikan aspek proses dan produk. Guru dapat
  • 123.
    Modul Ajar KurikulumMerdeka Modul Ajar IPS SMP Fase D Kelas 8 menetapkan bobot pemberian skor yang berbeda antara satu dan aspek yang lainnya dengan memperhatikan karakteristik kompetensi yang dinilai. Rubrik Penilaian Kinerja No Indikator Rubrik 1 Menyiapkan bahan yang diperlukan 2 = Menyiapkan seluruh alat dan bahan yang diperlukan. 1 = Menyiapakan sebagian alat dan bahan yang diperlukan. 0 = Tidak menyiapkan alat bahan 2 Pengamatan 4 = Melakukan empat langkah kerja dengan tepat 3 = Melakukan tiga langkah kerja dengan tepat. 2 = Melakukan dua langkah kerja dengan tepat. 1 = Melakukan satu langkah kerja dengan tepat. 0 = Tidak melakukan langkah kerja. Langkah kerja: 1. Menyiapkan kertas gambar ukuran A4. 2. Menggambar proses geografis dan pengaruhnya terhadap upaya meningkatkan sumber daya manusia. 3. Mencantumkan komponen proses geografis dan pengaruhnya terhadap upaya meningkatkan sumber daya manusia pada gambar yang di buat. 4. Memberikan warna pada kenampakan objek yang di gambar pada proses geografis dan pengaruhnya terhadap upaya meningkatkan sumber daya manusia. 3 Membuat laporan 3 = Memenuhi 3 kriteria 2 = Memenuhi 2 kriteria 1 = Memenuhi 1 kriteria 0 = Tidak memenuhi kriteria Kriteria laporan: 1. Memenuhi sistematika laporan (judul, tujuan, alat dan bahan, prosedur, data pengamatan, pembahasan, kesimpulan) 2. Data, pembahasan, dan kesimpulan benar 3. Komunikatif
  • 124.
    Modul Ajar KurikulumMerdeka Modul Ajar IPS SMP Fase D Kelas 8 • Penilaian proyek Penilaian proyek merupakan kegiatan yang bertujuan untuk mengetahui kemampuan peserta didik dalam mengimplementasikan pengetahuannya melalui penyelesaian suatu tugas dalam waktu tertentu. Penilaian ini dapat digunakan untuk mengukur satu maupun beberapa Kompetensi Dasar (KD) dalam satu atau beberapa mata pelajaran. Kegiatan yang dilakukan dimulai dengan perencanaan, pengumpulan, pengorganisasian, pengolahan, penyajian, dan pelaporan. Beberapa hal yang perlu dipertimbangkan dalam penilaian proyek, yaitu: 1) Pengelolaan Kemampuan peserta didik untuk menentukan tema atau topik, mengumpulkan informasi, pengolahan data, dan penulisan laporan. 2) Relevansi Tema yang dipilih sesuai dengan Kompetensi Dasar (KD). 3) Keaslian Laporan atau produk yang dibuat peserta didik merupakan hasil karyanya. 4) Inovasi dan Kreativitas Terdapat unsur-unsur kebaruan dan berbeda pada produk yang dihasilkan peserta didik. Kisi-kisi Penilaian Proyek Nama Sekolah : SMP ............................. Kelas/Semester : VIII/I Tahun Pelajaran : 2022/2023 Mata Pelajaran : IPS No Kompetensi Dasar Materi Indikator Teknik Penilaian 1 Menganalisis cara meningkatkan sumber daya manusia di Indonesia. Meningkatkan Sumber Daya Manusia Indonesia Peserta didik diharapkan mampu cara meningkatkan sumber daya manusia di Indonesia. Penilaian Proyek Proyek : Buatlah poster salah satu tujuan proses geografis dan pengaruhnya terhadap upaya meningkatkan sumber daya manusia menggunakan kertas gambar ukuran A3, pensil warna atau cat air dengan memperhatikan hal- hal berikut! 1. Pilihlah salah satu tujuan proses geografis dan pengaruhnya terhadap upaya meningkatkan sumber daya manusia . 2. Amati tujuan tersebut apakah telah tercapai atau belum tercapai di Indonesia lalu
  • 125.
    Modul Ajar KurikulumMerdeka Modul Ajar IPS SMP Fase D Kelas 8 sampaikan dalam poster. 3. Gambar salah satu tujuan proses geografis dan pengaruhnya terhadap upaya meningkatkan sumber daya manusia Indonesia yang telah dipilih! 4. Tuliskan proses geografis dan pengaruhnya terhadap upaya meningkatkan sumber daya manusia konsep dari poster yang akan peserta didik sampaikan! 5. Laporkan hasilnya secara lisan! Rubrik Pemberian Skor Proyek No Pernyataan Skor 1 2 3 4 1 Kemampuan peserta didik dalam merencanakan 2 Kemampuan menggambar poster 3 Kemampuan penyampaian konsep berdasarkan poster yang digambar 4 Kemampuan mempresentasikan isi poster 5 Produk Poster Skor Maksimum 15 Catatan: Guru bisa menetapkan bobot yang berbeda-beda antara aspek satu dan lainnya pada pemberian skor dengan memperhatikan karakteristik Kompetensi Dasar (KD) atau keterampilan yang dinilai. Rubrik PenilaianProyek No Pernyataan Keterangan 1 Kemampuan Perencanaan 2 = perencanaan lengkap (bahan, cara kerja, hasil), dan rinci 1 = perencanaan kurang lengkap 0 = tidak ada perencanaan 2 Kemampuan menggambar poster secara tepat sesuai dengan salah satu tujuan proses geografis dan pengaruhnya terhadap upaya meningkatkan sumber daya manusia 2 = menggambar dan mewarnai poster dengan baik dan interpretasi tujuan pembangunan berkelanjutan dalam poster tepat. 1 = menggambar dan memberikan warna pada poster tetapi salah dalam menginterpretasikan tujuan pembangunan berkelanjutan yang dipilih. 0 = gambar tidak diberi warna dan tidak tepat dalam menginterpretasikan tujuan pembangunan berkelanjutan yang dipilih.
  • 126.
    Modul Ajar KurikulumMerdeka Modul Ajar IPS SMP Fase D Kelas 8 G. KEGIATAN PENGAYAAN DAN REMEDIAL Pengayaan Materi di bawah ini merupakan informasi penting yang dapat digunakan untuk mengembangkan kompetensi yang dipelajari peserta didik dalam buku teks. Meningkatkan Sumber Daya Manusia di Indonesia: Beberapa hal yang harus menjadi prioritas utama dalam pembangunan kualitas SDM dalam berbagai hal. • Materi bisa dilihat juga dalam: Pongtuluran, Yonathan. 2015. Manajemen Sumber Daya Alam dan Lingkungan. Yogyakarta: ANDI. Remedial Remedial diberikan kepada siswa yang mendapat kriteria paham sebagian dan tidak paham dengan kegiatan mengulang pembelajaran di luar jam pelajaran. LAMPIRAN A. LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD) 2. Bagaimana Meningkatkan Kualitas Sumber Daya Manusia Indonesia? Nama : Nama kelompok : Kelas : Petunjuk!
  • 127.
    Modul Ajar KurikulumMerdeka Modul Ajar IPS SMP Fase D Kelas 8 B. BAHAN BACAAN GURU & PESERTA DIDIK  Guru dan peserta didik mencari berbagai informasi tentang meningkatkan sumber daya manusia Indonesia dari berbagai media atau website resmi dibawa nauangan kementerian pendidikan, kebudayaan, riset dan teknologi.  Buku Panduan Guru dan Siswa Ilmu Pengetahuan Sosial untuk SMP Kelas VIII : Kemendikbudristek 2021. C. GLOSARIUM Glosarium adat istiadat: Himpunan kaidah-kaidah sosial yang sejak lama ada dan telah menjadi kebiasaan (tradisi) dalam masyarakat. benua: Hamparan daratan yang sangat luas yang berada di permukaan bumi. budaya: Suatu cara hidup yang berkembang dan dimiliki Bersama oleh sebuah kelompok orang dan diwariskan dari generasi ke generasi. cuaca: Keadaan udara pada saat tertentu dan di wilayah tertentu yang relatif sempit dan pada jangka waktu yan singkat. dinamika penduduk: Perubahan jumlah penduduk pada suatu wilayah yang disebabkan oleh tiga faktor yaitu, kelahiran (natalitas), kematian (mortalitas), dan perpindahan (migrasi). diplomasi: Urusan kepentingan sebuah negara dengan perantaraan wakil-wakilnya di negara lain. eksogen: Tenaga yang berasal dari luar bumi, artinya tenaga luar berhubungan dengan tenaga yang berasal dari atas permukaan bumi. endogen: Tenaga yang berasal dari dalam perut bumi sehingga mengakibatkan pergerakan kulit bumi. globalisasi: Terbentuknya sistem organisasi dan komunikasi antarmasyarakat di seluruh dunia untuk mengikuti sistem dan kaidah yang sama iklim: Rerata keadaan udara atau cuaca yang terjadi pada rentang wilayah yang luas serta rentang waktu yang lama. Wilayah tersebut bisa satu benua atau negara dengan waktu, misalnya 10 tahun atau 20 tahun. imperialism : Sistem politik yang bertujuan menjajah negara lain untuk mendapatkan
  • 128.
    Modul Ajar KurikulumMerdeka Modul Ajar IPS SMP Fase D Kelas 8 kekuasaan dan keuntungan lebih besar. inflasi: Kemerosotan nilai uang karena banyaknya dan cepatnya uang beredar sehingga menyebabkan naiknya harga barang-barang inovasi: Diterapkannya alat/ide baru untuk melengkapi atau menggantikan ide/alat yang lama integrasi sosial: Proses penyesuaian unsur-unsur yang berbeda dalam masyarakat sehingga menjadi satu kesatuan kolonialisme: Penguasaan oleh suatu negara atas daerah atau bangsa lain dengan maksud untuk memperluas negara. komoditas: Barang ekspor atau impor. komposisi penduduk: Pengelompokan penduduk berdasarkan kriteria tertentu. misalnya berdasarkan agama, jenis kelamin, ras, usia, status perkawinan, dan lain-lain. koperasi: Organisasi ekonomi rakyat yang berwatak sosial dan beranggotakan orang-orang, badan-badan hukum koperasi yang merupakan tata susunan ekonomi sebagai usaha bersama berdasarkan asas kekeluargaan. mobilitas sosial: Perpindahan posisi seseorang atau sekelompok orang dari lapisan yang satu ke lapisan yang lain. piramida penduduk: Dua buah diagram batang, pada sisi lainnya menunjukkan jumlah penduduk laki-laki dan pada sisi lainnya menunjukkan jumlah penduduk perempuan dalam kelompok interval usia penduduk lima tahunan. potensi: Kemampuan yang dimiliki. reformasi: Perubahan secara drastis untuk perbaikan (bidang sosial, politik, agama) dalam suatu masyarakat atau negara. region: Suatu wilayah yang memiliki ciri atau karakteristik tersendiri yang berbeda dengan wilayah lainnya. Think Pair Share: Think (berpikir secara mandiri), Pair (berpasangan) dan Share (berbagi dalam segala hal termasuk pengetahuan ke satu individu atau grup belajar). Two Stay Two Stray: Satu model pembelajaran kooperatif untuk menghadapi kemampuan heterogen siswa yang dilakukan dengan membentuk kelompok yang bersifat heterogen kemudian saling bertukar informasi dengan kelompok lain TSTS memungkinkan siswa untuk saling bekerja sama dan saling bertukar informasi dengan cara 2 anggota tinggal di kelompok dan 2 anggota menjadi tamu di kelompok lain. D. DAFTAR PUSTAKA Daftar Pustaka Abbas, Syamsuddin. 1997 Revolusi hijau dengan swasembada beras dan jagung. Jakarta: Sekretariat Badan Pengendali Bimas Departemen Pertanian Budiawan. 2017. Nasion & nasionalisme, jelajah ringkas teoritis. Yogyakarta: Penerbit Ombak. Bahasa Indonsia.2007. Kerja sama Perdagangan Internasional: Peluang dan Tantangan bagi Bangsa Indonesia.Jakarta: PT Elekmediakomputindo. Dawam, R.M, dkk. 1995. Bank Indonesia Dalam Kilasan Sejarah. Jakarta: LP3S. Djojohadikusumo, Sumitro. (1953). Persoalan Ekonomi di Indonesia. Jakarta: Indira Hatta, Mohammad. 1960. Ekonomi terpimpin. Jakarta: Fasco
  • 129.
    Modul Ajar KurikulumMerdeka Modul Ajar IPS SMP Fase D Kelas 8 Horton, Paul dan Chester L. Hunt. 1999. Sosiologi. Jakarta : Erlangga Martono, Nanang. 2012. Sosiologi perubahan sosial. Jakarta: Raja Grafindo Persada. Pranarka, AMW, Leonardus B. Moerdani dan Supardjo Roestam. 1986. Wawasan kebangsaan, ketahanan nasional, dan wawasan nusantara. Yogyakarta: Lembaga Pengkajian Kebudayaan Sarjana Wiyata Tamansiswa. Poesponegoro, Marwati Djoened. 1993. Sejarah Nasional Indonesia VI. Jakarta : Balai Pustaka Poesponegoro, Marwati Djoened. 2010. Sejarah Nasional Indonesia V. Jakarta : Balai Pustaka Ricklefs, Merle Calvin. 2008. Sejarah Indonesia Modern 1200-2008. Jakarta: Serambi Reid, Anthony JS. 1996. Revolusi Nasional Indonesia. Jakarta: Pustaka Sinar Harapan. Soekanto, Soerjono. 2012. Sosiologi suatu pengantar. Jakarta: PT. Rajawali Press. Smith, Anthony D. 2003. Nasionalisme: teori, ideologi, sejarah. Jakarta: Penerbit Erlangga. Supardi.2011. Dasar-Dasar Ilmu Sosial.Yogyakarta:Ombak.
  • 130.
    Modul Ajar KurikulumMerdeka Modul Ajar IPS SMP Fase D Kelas 8 MODUL AJAR KURIKULUM MERDEKA IPS FASE D KELAS VIII INFORMASI UMUM A. IDENTITAS MODUL Penyusun Instansi Tahun Penyusunan Jenjang Sekolah Mata Pelajaran Fase / Kelas Tema 01 Subtema D Materi 1 Alokasi Waktu : : : : : : : : : : ..................................... SMP ………………… Tahun 2022 SMP Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) D / VIII Kondisi Geografis dan Pelestarian Sumber Daya Peran Lembaga Sosial dalam Pemanfaatan Sumber Daya Alam dan Manusia Peran Lembaga Sosial dalam Pemanfaatan Sumber Daya Alam dan Manusia 2 JP (Pertemuan Ke-12) B. KOMPETENSI AWAL Capaian Pembelajaran IPS Fase D Pada akhir fase ini, peserta didik mampu memahami dan memiliki kesadaran akan keberadaan diri dan keluarga serta lingkungan terdekatnya. Ia mampu menganalisis hubungan antara kondisi geografis daerah dengan karakteristik masyarakat serta memahami potensi sumber daya alamnya. Ia juga mampu menganalisis hubungan antara keragaman kondisi geografis nusantara terhadap pembentukan kemajemukan budaya. Ia mampu memahami bagaimana masyarakat saling berupaya untuk dapat memenuhi kebutuhan hidupnya. Ia mampu menganalisis peran pemerintah dan masyarakat dalam mendorong pertumbuhan perekonomian. Peserta didik juga mampu memahami dan memiliki kesadaran terhadap perubahan sosial yang sedang terjadi di era kontemporer. Ia dapat menganalisis perkembangan ekonomi di era digital. Peserta didik memahami tantangan pembangunan dan potensi Indonesia menjadi negara maju. Ia menyadari perannya sebagai bagian dari masyarakat Indonesia dan dunia di tengah isu-isu regional dan global yang sedang terjadi dan ikut memberikan kontribusi yang positif. Peserta didik mampu memahami dan menerapkan materi pembelajaran melalui pendekatan keterampilan proses dalam belajarnya, yaitu mengamati, menanya dengan rumus 5W 1H. Kemudian mampu memperkirakan apa yang akan terjadi berdasarkan jawaban- jawaban yang ditemukan. Peserta didik juga mampu mengumpulkan informasi melalui studi pustaka, studi dokumen, wawancara, observasi, kuesioner, dan Teknik pengumpulan informasi lainnya. Merencanakan dan mengembangkan penyelidikan. Peserta didik mengorganisasikan informasi dengan memilih, mengolah dan menganalisis informasi yang diperoleh. Proses analisis informasi dilakukan dengan cara verifikasi, interpretasi, dan triangulasi informasi. Peserta didik menarik kesimpulan, menjawab, mengukur dan mendeskripsikan serta menjelaskan permasalahan yang ada dengan memenuhi prosedur dan tahapan yang ditetapkan. Peserta didik mengungkapkan seluruh hasil tahapan di atas secara lisan dan tulisan dalam bentuk media digital dan non-digital. Peserta didik lalu mengomunikasikan hasil temuannya dengan mempublikasikan hasil laporan dalam bentuk presentasi digital dan atau non-digital, dan sebagainya. Selain itu peserta didik mampu mengevaluasi pengalaman belajar yang telah dilalui dan diharapkan dapat merencanakan proyek lanjutan dengan melibatkan lintas mata pelajaran secara kolaboratif.
  • 131.
    Modul Ajar KurikulumMerdeka Modul Ajar IPS SMP Fase D Kelas 8 Elemen Pemahaman Konsep Elemen Keterampilan proses Pada akhir fase ini, peserta didik mampu memahami dan memiliki kesadaran akan keberadaan diri serta mampu berinteraksi dengan lingkungan terdekatnya. Ia mampu menganalisis hubungan antara kondisi geografis daerah dengan karakteristik masyarakat dan memahami potensi sumber daya alam serta kaitannya dengan mitigasi kebencanaan . Ia juga mampu menganalisis hubungan antara keragaman kondisi geografis nusantara terhadap pembentukan kemajemukan budaya. Ia mampu memahami bagaimana masyarakat saling berupaya untuk dapat memenuhi kebutuhan hidupnya. Ia mampu menganalisis peran pemerintah dan masyarakat dalam mendorong pertumbuhan perekonomian. Peserta didik juga mampu memahami dan memiliki kesadaran terhadap perubahan sosial yang sedang terjadi di era kontemporer. Ia dapat menganalisis perkembangan ekonomi di era digital. Peserta didik memahami tantangan pembangunan dan potensi Indonesia menjadi negara maju. Ia menyadari perannya sebagai bagian dari masyarakat Indonesia dan dunia di tengah isu-isu regional dan global yang sedang terjadi dan ikut memberikan kontribusi yang positif. Pada akhir fase ini, Peserta didik mampu memahami dan menerapkan materi pembelajaran melalui pendekatan keterampilan proses dalam belajarnya, yaitu mengamati, menanya dengan rumus 5W 1H. Kemudian mampu memperkirakan apa yang akan terjadi berdasarkan jawaban- jawaban yang ditemukan. Peserta didik juga mampu mengumpulkan informasi melalui studi pustaka, studi dokumen, lapangan, wawancara, observasi, kuesioner, dan teknik pengumpulan informasi lainnya. merencanakan dan mengembangkan penyelidikan. Peserta didik mengorganisasikan informasi dengan memilih, mengolah dan menganalisis informasi yang diperoleh. Proses analisis informasi dilakukan dengan cara verifikasi, interpretasi, dan triangulasi informasi. Peserta didik menarik kesimpulan, menjawab, mengukur dan mendeskripsikan serta menjelaskan permasalahan yang ada dengan memenuhi prosedur dan tahapan yang ditetapkan. Peserta didik mengungkapkan seluruh hasil tahapan di atas secara lisan dan tulisan dalam bentuk media digital dan non-digital. Peserta didik lalu mengomunikasikan hasil temuannya dengan mempublikasikan hasil laporan dalam bentuk presentasi digital dan atau non digital, dan sebagainya. Selain itu peserta didik mampu mengevaluasi pengalaman belajar yang telah dilalui dan diharapkan dapat merencanakan proyek lanjutan dengan melibatkan lintas mata pelajaran secara kolaboratif. C. PROFIL PELAJAR PANCASILA  Beriman, Bertakwa Kepada Tuhan Yang Maha Esa, dan Berahlak Mulia;  Berkebhinekaan Global;  Bergotong Royong;  Mandiri;  Bernalar Kritis; dan  Kreatif.
  • 132.
    Modul Ajar KurikulumMerdeka Modul Ajar IPS SMP Fase D Kelas 8 D. SARANA DAN PRASARANA Media, Sumber Belajar, dan Alat Sumber utama:  Slide gambar tentang gambar motor yang sedang berjalan.  Slide gambar tentang macam-macam lembaga sosial.  Buku Siswa Ilmu Pengetahuan Sosial Kelas VII, 2021, Jakarta: Kemendikbud, Pusta Kurikulum dan Perbukuan.  LCD, laptop, papan tulis. Sumber alternatif:  Guru juga dapat menggunakan sumber belajar alternatif yang terdapat di lingkungan setempat dan sesuai dengan tema. Pengembangan sumber belajar:  Guru dapat membuat pop up mengenai lembaga sosial. E. TARGET PESERTA DIDIK  Peserta didik reguler/tipikal: umum, tidak ada kesulitan dalam mencerna dan memahami materi ajar.  Peserta didik dengan pencapaian tinggi: mencerna dan memahami dengan cepat, mampu mencapai keterampilan berfikir aras tinggi (HOTS), dan memiliki keterampilan memimpin F. MODEL PEMBELAJARAN  Tatap Muka KOMPONEN INTI A. TUJUAN KEGIATAN PEMBELAJARAN Alur Tujuan Pembelajaran : 1. Peserta didik mampu mendeskripsikan lembaga sosial. B. PEMAHAMAN BERMAKNA  Meningkatkan kemampuan siswa tentang mendeskripsikan lembaga sosial C. PERTANYAAN PEMANTIK  Mengapa perlu aturan di dalam masyarakat?  Mengapa harus mematuhi aturan? Bagaimana jika tidak mematuhi aturan? D. KEGIATAN PEMBELAJARAN Kegiatan Pendahuluan  Guru dan peserta didik mengucapkan salam dan doa.  Guru dan peserta mengondisikan pembelajaran.  Apersepsi: Peserta didik dapat menceritakan pengalaman mereka dalam mengikuti sebuah organisasi. Guru dapat menambahkan variasi gambar menggunakan tayangan video dari internet. Apersepsi juga dapat dilakukan dengan melibatkan aktivitas peserta didik. Peserta didik difasilitasi guru mengaitkan gambar dengan kegiatan belajar sebelumnya. Guru melanjutkan dengan memberikan motivasi terkait lembaga sosial.  Motivasi: Dengan adanya lembaga sosial, kehidupan akan lebih tertata dan dapat terlaksana dengan baik karena adanya suatu aturan atau norma yang mengatur tingkah laku masyarakat agar hubungan antara manusia di dalam suatu masyarakat terlaksana sebagaimana yang diharapkan.
  • 133.
    Modul Ajar KurikulumMerdeka Modul Ajar IPS SMP Fase D Kelas 8  Peserta didik dibantu guru menyimak gambaran tema dan tujuan pembelajaran pertemuan 12 tentang lembaga sosial. Tujuan pembelajaran adalah peserta didik mampu mendeskripsikan lembaga sosial. Kegiatan Inti Guru menjelaskan tentang petunjuk kerja dan tugas dari Lembar Aktivitas 11 untuk mengidentifikasi aturan yang terdapat dalam masyarakat. Kegiatan ini dimaksudkan untuk memberikan pengalaman peserta didik bahwa setiap daerah mempunyai aturan yang berbeda. Proses tukar menukar hasil diskusi dapat dilakukan dalam waktu singkat, kemudian guru melakukan tanya jawab dengan peserta didik terkait hasil identifikasi. Secara interaktif guru mengaitkan hasil identifikasi dengan orientasi pembelajaran tentang lembaga sosial. Peserta Didik Mengidentifikasi Masalah Setelah peserta didik mengidentifikasi berbagai aturan yang ada di dalam masyarakat, selanjutnya guru mendorong peserta didik mengajukan berbagai pertanyaan yang mengarah pada HOTS. Beberapa pertanyaan yang diajukan, misalnya Mengapa perlu aturan di dalam masyarakat? Mengapa harus mematuhi aturan? Bagaimana jika tidak mematuhi aturan? Peserta Didik Mengelola Informasi  Peserta didik membaca teks tentang lembaga sosial.  Guru memfasilitasi sumber lain misalnya memberikan tautan internet yang mendukung penjelasan dan pendalaman sumber belajar.  Untuk memperoleh informasi lebih luas peserta didik juga dapat melakukan browsing lembaga sosial. Guru dapat memberikan beberapa tautan berita, tulisan, dan laporan video tentang kehidupan masyarakat Indonesia di dalam lembaga sosial  Peserta didik mengolah informasi secara berkelompok di bawah bimbingan guru. Kegiatan ini dapat dilakukan secara bervariasi, misalnya menggunakan Team Games Tournament Contoh: Menggunakan Team Games Tournament 1. Kelompok Asal a. Peserta didik dibagi menjadi 5 kelompok, setiap satu kelompok terdiri dari 7 orang dengan cara berhitung. b. Peserta didik duduk mengelompok bersama kelompoknya masing-masing, lalu diarahkan untuk berdiskusi mengenai pencarian data/informasi guna mempelajari materi proses geografis dan keragaman sosial budaya. c. Guru mendampingi, membimbing, dan mengawasi peserta didik dalam kegiatan mencari data/informasi berdasarkan sumber yang relevan 2. Tournament a. Guru mengajak peserta didik untuk bermain dalam pembelajaran melalui Team Games Tournament. b. Peserta didik menyajikan hasil diskusi kelompok dengan melakukan games Tournament. c. Sebelumnya guru telah menyiapkan media pembelajaran lembar kerja berupa beberapa pertanyaan yang akan dijawab oleh masing-masing kelompok peserta didik.
  • 134.
    Modul Ajar KurikulumMerdeka Modul Ajar IPS SMP Fase D Kelas 8 d. Peserta didik kemudian menjawab pertanyaan pada media yang disediakan. e. Peserta didik mengikuti permainan dengan prosedur yang sama. f. Peserta didik harus menghentikan permainan jika sudah ada kelompok yang menjawab seluruh pertanyaan dengan mengangkat lembar kerja 3. Rekognisi Tim a. Guru melakukan penilaian hasil tournament atau permainan. b. Kelompok yang memperoleh nilai tertinggi mendapatkan reward dari guru.  Peserta didik memilih dan mengorganisasikan informasi yang diperoleh.  Guru membimbing dan mengarahkan proses belajar peserta didik (kegiatan belajar).  Guru memastikan peserta didik mengerjakan tugas dengan baik.  Guru membantu peserta didik menemukan sumber belajar lainnya. Hal tersebut bertujuan untuk mengembangkan kreativitas dan kerja sama peserta didik dalam mendeskripsikan lembaga sosial. Peserta Didik Merencanakan dan Mengembangkan Ide  Hasil pengolahan informasi disajikan dalam bentuk laporan/poster/karya lainnya.  Peserta didik secara kelompok mengerjakan Lembar Aktivitas 13 tentang lembaga sosial. Peserta Didik Melakukan Refleksi Diri dan Aksi  Dalam kelas atau melalui media berbasis internet peserta didik mengomunikasikan hasil pengolahan informasi.  Guru memfasilitasi peserta didik menemukan simpulan pembelajaran.  Guru memberikan kesempatan ke peserta didik untuk mengajukan pendapat atau pertanyaan.  Penguatan dan pengayaan dilakukan untuk mengembangkan kompetensi peserta didik. Penutup  Penilaian pembelajaran dilakukan secara lisan atau tertulis.  Peserta didik melakukan refleksi pembelajaran berkaitan dengan sikap, pengetahuan, dan keterampilan. Sikap  Apakah aku sudah melakukan pembelajaran secara bertanggung jawab?  Inspirasi dari pembelajaran tentang lembaga sosial dalam hidup saya adalah….. Pengetahuan:  Apakah aku sudah mampu mengidentifikasi lembaga sosial?  Mengapa harus ada aturan di dalam masyarakat?  Bagaimana jika tidak mematuhi aturan tersebut? Keterampilan :  Apakah aku sudah berhasil membuat esai/poster/karya lainnya tentang lembaga sosial?  Refleksi juga dapat dilakukan dengan cara lain, misalnya kuis tentang lembaga sosial, menuliskan kompetensi yang diperoleh baik sikap, pengetahuan, dan keterampilan. Dapat pula dengan menuliskan inspirasi dan apa yang akan dilakukan pada masa mendatang.
  • 135.
    Modul Ajar KurikulumMerdeka Modul Ajar IPS SMP Fase D Kelas 8  Tindak lanjut dilakukan dengan mendorong peserta didik mempelajari lebih lanjut dan informasi pembelajaran berikutnya tentang peranan lembaga sosial dalam pemanfaatan sumber daya alam.  Doa dan penutup. F. REFLEKSI Refleksi Guru :  Apakah Kegitan belajar berhasil?  Berapa persen peserta didik mencapai tujuan?  Kesulitan apa yang dialami guru dan peserta didik?  Apa langkah yang perlu dilakukan untuk memperbaiki proses belajar?  Apakah seluruh peserta didik mengikuti pelajaran dengan baik? Refleksi Peserta Didik :  Bagian mana yang menurutmu paling sulit dari pelajaran ini?  Apa yang akan kamu lakukan untuk memperbaikan hasil belajaramu?  Kepada siapa kamu akan meminta bantuan untuk memahami pelajaran ini?  Jika kamu diminta untuk memberikan binta 1 sampai 5, berapa bintang akan kamu berikan pada usaha yang kamu lakukan?  Bagian mana dari pembelajaran ini yang kamu menyenakan? F. ASESMEN / PENILAIAN Penilaian Proses dan Hasil Pembelajaran a. Konsep Penilaian dan Pembelajaran IPS Penilaian merupakan kegiatan yang bertujuan untuk memperoleh, menganalisis, menafsirkan proses dan hasil belajar peserta didik secara sistematis. Penilaian tersebut dapat digunakan untuk mengetahui tingkat keberhasilan pencapaian kompetensi, proses pembelajaran, tingkat kesulitan belajar peserta didik, dan penentuan tindak lanjut pembelajaran. Penilaian pembelajaran IPS memakai pendekatan penilaian autentik (authentic assesment) untuk menilai kesiapan peserta didik, proses, dan hasil belajar secara utuh. Hasil penilaian tersebut dapat dimanfaatkan guru dalam merencanakan program perbaikan (remedial), pengayaan (enrichment), layanan konseling, dan sebagai landasan untuk memperbaiki proses pembelajaran selanjutnya. b. Teknik dan Instrumen Penilaian Penilaian kompetensi sikap, keterampilan, dan pengetahuan dilakukan menggunakan teknik dan instrumen penilaian. Berikut merupakan penjabaran teknik dan instrumen penilaian dari masing-masing kompetensi. 1. Penilaian kompetensi sikap Teknik penilaian kompetensi sikap dapat berupa observasi, penilaian diri, dan penilaian antar teman. Kegiatan ini bisa dilakukan oleh guru matabpelajaran, wali kelas, dan guru bimbingan konseling (BK) yang ditulis dalam buku jurnal. Jurnal berisi catatan kejadian tertentu dan informasi lain yang relevan. a. Observasi Instrumen dalam observasi yaitu lembar observasi atau jurnal. Lembar observasi berisi catatan perilaku peserta didik berdasarkan pengamatan oleh guru mata pelajaran, wali kelas, dan guru bimbingan konseling selama satu semester. Setiap catatan berisi deskripsi perilaku
  • 136.
    Modul Ajar KurikulumMerdeka Modul Ajar IPS SMP Fase D Kelas 8 peserta didik yang dilengkapi dengan waktu dan tempat pengamatan tersebut. Jika terjadi perubahan sikap peserta didik dari yang kurang baik menjadi baik maka dalam jurnal harus ditulis bahwa sikap peserta didik tersebut telah baik atau bahkan sangat baik. Hal yang dicatat dalam jurnal bisa berupa sikap kurang baik, baik, maupun sangat baik, serta perkembangan perubahan sikap peserta didik. Berikut merupakan lembar observasi penilaian sikap peserta didik selama satu semester: Tabel Jurnal Pengembangan Sikap No Tanggal Nama Siswa Catatan Perilaku Butir Sikap 1 2 3 4 dst Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam pelaksanaan penilaian sikap menggunakan teknik observasi :  Jurnal penilaian sikap ditulis oleh guru mata pelajaran, wali kelas, dan guru BK selama satu semester.  Penilaian oleh wali kelas dapat menggunakan 1 (satu) jurnal untuk satu kelas yang menjadi tanggung-jawabnya. Penilaian oleh guru mata pelajaran dapat menggunakan 1 (satu) jurnal untuk setiap kelas yang diajarnya, dan penilaian oleh guru BK dapat menggunakan 1 (satu) jurnal untuk setiap kelas di bawah bimbingannya.  Penilaian perkembangan sikap sipritual dan sikap sosial peserta didik bisa dicatat dalam satu jurnal yang sama atau dalam 2 (dua) jurnal berbeda.  Peserta didik yang dicatat dalam jurnal adalah peserta didik yang menunjukkan perilaku yang sangat baik maupun kurang baik secara alami.  Pencatatan jurnal dilakukan dengan segera seperti ketika wali kelas, guru mata pelajaran, maupun guru BK menyaksikan atau memperoleh informasi terpercaya mengenai perilaku peserta didik.  Jika peserta didik pernah menunjukkan sikap kurang baik tetapi selama satu semester tersebut menunjukan perkembangan ke arah sikap baik, maka sikap baik tersebut juga dicatat dalam jurnal.  Guru mata pelajaran dan guru BK merangkum catatan jurnal perkembangan sikap spiritual dan sikap sosial setiap peserta didik dan menyerahkannya kepada wali kelas untuk diolah lebih lanjut Berikut merupakan jurnal penilaian (perkembangan) sikap spiritual dan sikap sosial oleh wali kelas. Jurnal Penilaian Sikap Spiritual Nama Sekolah : SMP ............................. Kelas/Semester : VIII/I Tahun Pelajaran : 2022/2023
  • 137.
    Modul Ajar KurikulumMerdeka Modul Ajar IPS SMP Fase D Kelas 8 No Waktu Nama Siswa Catatan Perilaku Butir Sikap 1 19/07/22 Haidar Tidak mengikuti sholat Dzuhur berjamaah di sekolah. Ketaqwaan 2 19/07/22 Halwa Mengganggu teman ketika berdoa sebelum kegiatan pembelajaran. Ketaqwaan 3 19/07/22 Sugi Mengajak teman berdoa sebelum olahraga badminton di sekolah. Ketaqwaan 4 19/07/22 Said Berpartisipasi sebagai panitia perayaan keagamaan di sekolah. Toleransi beragama Jurnal Penilaian Sikap Sosial Nama Sekolah : SMP ............................. Kelas/Semester : VIII/I Tahun Pelajaran: 2022/2023 No Waktu Nama Siswa Catatan Perilaku Butir Sikap 1 12/07/22 Haidar Membantu seorang teman yang kesulitan menyebrang jalan di depan sekolah. Kepedulian 2 26/08/22 Halwa Menyerahkan dompet yang ditemukan di kantin sekolah kepada wali kelas. Kejujuran 3 26/09/22 Sugi Tidak menggunakan atribut upacara di sekolah dengan legkap. Kedisiplinan 4 25/10/22 Said Berinisiatif menyiram tanaman yang mulai kering. Kepedulian Format di atas dapat digunakan guru mata pelajaran dan guru BK dalam penilain sikap spiritual dan sosial. Catatan tersebut juga dapat dibuat dalam satu tabel yang sama dengan menambahkan kolom keterangan pada bagian paling kanan untuk menuliskan keterangan jenis sikap yang ditulis. Berikut merupakan tabel jurnal penilaian sikap (spiritual dan sosial) yang dijadikan dalam satu tabel:
  • 138.
    Modul Ajar KurikulumMerdeka Modul Ajar IPS SMP Fase D Kelas 8 Jurnal Penilaian Sikap Nama Sekolah : SMP ............................. Kelas/Semester : VIII/I Tahun Pelajaran: 2022/2023 No Waktu Nama Siswa Catatan Perilaku Butir Sikap Ket. 1 19/07/22 Haidar Membantu seorang teman yang kesulitan menyebrang jalan di depan sekolah Ketaqwaan Sosial 2 19/07/22 Halwa Mengajak teman berdoa sebelum olahraga badminton di sekolah. Kepeduliaan Spiritual 3 19/07/22 Sugi Mengganggu teman ketika berdoa sebelum kegiatan pembelajaran. Toleransi beragama Spiritual 4 18/11/22 Said Berinisiatif menyiram tanaman yang mulai kering. Ketaqwaan Sosial b. Penilaian Diri (Self Assesment) Penilaian diri merupakan teknik penilaian terhadap diri sendiri oleh peserta didik dengan mengidentiikasi kelebihan dan kekurangan sikap peserta didik dalam berperilaku. Teknik penilaian ini dapat digunakan untuk menumbuhkan nilai-nilai kejujuran dan meningkatkan kemampuan releksi diri peserta didik. Satu tabel penilaian diri dapat digunakan untuk penilaian sikap spiritual dan sikap sosial. Berikut merupakan lembar penilaian diri menggunakan Likert Scale. Lembar Penilaian Diri Siswa (Likert Scale) Nama teman yang dinilai : .................. Nama penilai : .................. Kelas : .................... Semester : .................... Berilah tanda centang pada kolom “Ya” atau “Tidak” sesuai dengan keadaan sebenarnya No Pernyataan Skala 1 2 3 4 1 Saya berdoa sebelum melakukan kegiatan
  • 139.
    Modul Ajar KurikulumMerdeka Modul Ajar IPS SMP Fase D Kelas 8 2 Saya melaksanakan ibadah sholat tepat waktu 3 Saya berani mengakui kesalahan jika memang bersalah 4 Saya mengumpulkan tugas sesuai jadwal yang diberikan 5 Saya mengembalikan barang yang saya pinjam dalam kondisi baik 6 Saya meminta maaf jika melakukan kesalahan 7 Saya datang ke sekolah tepat waktu Keterangan: 1 = sangat jarang 2 = jarang 3 = sering 4 = selalu c. Penilaian Antar Teman Penilaian antar teman adalah teknik penilaian yang dilakukan peserta didik terhadap peserta didik yang lain mengenai sikap/perilaku peserta didik. Penilaian antarteman dapat digunakan untuk menumbuhkan nilai kejujuran, tenggang rasa, dan saling menghargai. Satu lembar penilaian diri dapat digunakan untuk penilaian sikap spiritual dan sikap sosial. Berikut merupakan lembar penilaian antarteman menggunakan Likert Scale. Lembar Penilaian Diri Siswa (Likert Scale) Nama : .................. Kelas : .................... Semester : .................... Berilah tanda centang pada kolom “Ya” atau “Tidak” sesuai dengan keadaan sebenarnya No Pernyataan Skala 1 2 3 4 1 Teman saya berkata jujur kepada orang lain 2 Teman saya mengerjakan ulangan dengan jujur 3 Teman saya mentaati tata-tertib sekolah 4 ..................................... Keterangan:
  • 140.
    Modul Ajar KurikulumMerdeka Modul Ajar IPS SMP Fase D Kelas 8 1 = sangat jarang 2 = jarang 3 = sering 4 = selalu Pada dasarnya teknik penilaian diri ini tidak hanya untuk aspek sikap, tetapi juga dapat digunakan untuk menilai kompetensi dalam aspek kete rampilan dan pengetahuan. 2. Penilaian Kompetensi Pengetahuan a) Pengertian Penilaian Pengetahuan Penilaian pengetahuan merupakan penilaian yang dilakukan untuk mengetahui kemampuan peserta didik berkaitan dengan penguasaan pengetahuan faktual, konseptual, maupun prosedural serta kecakapan berpikir tingkat rendah hingga tinggi. Guru dapat memilih teknik penilaian yang disesuaikan dengan karakteristik kompetensi yang akan dinilai. Penilaian diawali dengan perencanaan pada saat menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP). Hasil penilaian pengetahuan yang dilakukan selama dan setelah proses pembelajaran dinyatakan dalam bentuk angka dengan rentang 0-100. b) Teknik Penilaian Pengetahuan Teknik penilaian pengetahuan yang akan digunakan dapat disesuaikan dengan karakteristik masing-masing Kmpetensi Dasar (KD). Teknik penilaian pengetahuan yang sering digunakan yaitu tes tertulis, tes lisan, dan penugasan. Berikut merupakan penjabaran dari berbagai teknik penilaian pengetahuan. Teknik Penilaian Pengetahuan Teknik Bentuk Instrumen Tujuan Tes tertulis Pilihan ganda, benar-salah, menjodohkan, isian atau melengkapi, dan uraian. Mengetahui kemampuan penguasaan pengetahuan peserta didik dalam proses pembelajaran. Tes lisan Tanya jawab Mengetahui pemahaman peserta didik sebagai dasar perbaikan proses pembelajaran Penugasan Tugas individu dan kelompok Memfasilitasi penguasaan pengetahuan peserta didik selama proses pembelajaran. 1. Tes Tertulis Tes tertulis merupakan soal dan jawaban disajikan secara tertulis, misalnya pilihan ganda, benar-salah, dan uraian. Langkah-langkah pengembangan tes tertulis: Kisi-kisi Tes Tertulis Nama Sekolah : SMP ............................. Kelas/Semester : VIII/I
  • 141.
    Modul Ajar KurikulumMerdeka Modul Ajar IPS SMP Fase D Kelas 8 Tahun Pelajaran : 2022/2023 Mata Pelajaran : IPS No Kompetensi Dasar Materi Indikator Soal Bentuk Soal Jumlah Soal 1 Mendeskripsikan lembaga sosial. Peran Lembaga Sosial dalam Pemanfaatan Sumber Daya Alam dan Manusia Peserta didik diharapkan mampu mendeskripsikan lembaga sosial. Tes Tertulis 3 Butir soal: 1. Mengapa perlu aturan di dalam masyarakat? 2. Mengapa harus mematuhi aturan? 3. Bagaimana jika tidak mematuhi aturan? Pemberian skor Tes Tertulis No. Soal Kunci Jawaban Skor 1 Adapun alasan mengapa manusia membutuhkan aturan adalah: Supaya hidup aman dan damai tanpa ada keributan. Sebagai tujuan hidup untuk membentuk insan yang beretika dan bermoral. Sebagai pedoman untuk menjalani kehidupan sosial. 2 2 Karena peraturan dibuat untuk menciptakan keteraturan, supaya tidak amburadul, dan menciptakan ketertiban. 2 3 Ketidakpatuhan terhadap peraturan mendatangkan teguran, sanksi, bahkan hukuman. Menimbulkan ketidakharmonisan di ruang lingkup masyarakat. Hidup menjadi tidak tenang dan tentram. 2 Total Skor Maksimum 6 2. Tes Lisan Tes lisan merupakan pertanyaan yang diberikan guru secara lisan kepada peserta didik yang jawaban atas pertanyaan tersebut juga disampaikan secara lisan. Tes ini bertujuan untuk mengetahui penguasaan pengetahuan peserta didik dan menumbuhkan kemampuan
  • 142.
    Modul Ajar KurikulumMerdeka Modul Ajar IPS SMP Fase D Kelas 8 berkomunikasi. Pemberian tes lisan dapat dilakukan pada saat pembelajaran berlangsung. pertanyaan pada tes lisan:  Apakah aku sudah mampu mengidentifikasi lembaga sosial?  Mengapa harus ada aturan di dalam masyarakat?  Bagaimana jika tidak mematuhi aturan tersebut? 3. Penugasan Penugasan adalah pemberian tugas untuk meningkatkan pengetahuan peserta didik. Tugas dapat dikerjakan baik secara individu maupun kelompok sesuai dengan kompetensi yang ingin dicapai. Berikut merupakan kisi-kisi tugas dan pedoman penskorannya. Nama Sekolah : SMP ............................. Kelas/Semester : VIII/I Tahun Pelajaran: 2022/2023 Mata Pelajaran : IPS Kompetensi Dasar Materi Indikator Teknik Penilaian Mendeskripsikan lembaga sosial. Peran Lembaga Sosial dalam Pemanfaatan Sumber Daya Alam dan Manusia Peserta didik diharapkan mampu mendeskripsikan lembaga sosial. Penugasan Pedoman Pemberian Skor Tugas No Soal Aspek yang Dinilai Skor 1 Lembaga sosial juga berperan dalam pemanfaatan sumber daya alam yang ada Apa sajakah peran lembaga ekonomi dalam pemanfaatan sumber daya alam? 0-2 2 Bagaimana manfaat sumber daya alam yang dimiliki Indonesia dalam kaitannya dengan kesejahteraan masyarakat? 0-3 3 Bagaimana peran lembaga agama dalam pemanfaatan sumber daya alam? 0-3 4 Apa peranan lembaga keluarga dalam pemanfaatan sumber daya manusia? 0-2 Total Skor Maksimum 10
  • 143.
    Modul Ajar KurikulumMerdeka Modul Ajar IPS SMP Fase D Kelas 8 3. Penilaian Keterampilan a) Pengertian Penilaian Keterampilan Penilaian keterampilan dilakukan untuk mengetahui kemampuan peserta didik dalam menerapkan pengetahuan yang telah diperoleh untuk melakukan tugas tertentu sesuai dengan indikator pencapaian kompetensi. Penilaian ini dapat dilakukan dengan berbagai teknik, seperti penilaian kinerja dan penilaian proyek. Berikut merupakan contoh kisi-kisi penilaian keterampilan, tugas, dan pedoman pemberian skor. b) Teknik Penilaian Keterampilan • Penilaian kinerja Berikut ini Kisi-kisi Penilaian Kinerja, soal/tugas, pedoman pemberian skor: Kisi-kisi Penilaian Kinerja Nama Sekolah : SMP ............................. Kelas/Semester : VIII/I Tahun Pelajaran : 2022/2023 Mata Pelajaran : IPS No Kompetensi Dasar Materi Indikator Teknik Penilaian 1 Mendeskripsikan lembaga sosial. Peran Lembaga Sosial dalam Pemanfaatan Sumber Daya Alam dan Manusia Peserta didik diharapkan mampu mendeskripsikan lembaga sosial. Rubrik Pemberian Skor Penilaian Kinerja No Aspek yang Dinilai Skala 0 1 2 3 4 1 Merencanakan pengamatan 2 Melakukan pengamatan 3 Membuat laporan Jumlah: Penilaian diberikan dengan memperhatikan aspek proses dan produk. Guru dapat menetapkan bobot pemberian skor yang berbeda antara satu dan aspek yang lainnya dengan memperhatikan karakteristik kompetensi yang dinilai.
  • 144.
    Modul Ajar KurikulumMerdeka Modul Ajar IPS SMP Fase D Kelas 8 Rubrik Penilaian Kinerja No Indikator Rubrik 1 Menyiapkan bahan yang diperlukan 2 = Menyiapkan seluruh alat dan bahan yang diperlukan. 1 = Menyiapakan sebagian alat dan bahan yang diperlukan. 0 = Tidak menyiapkan alat bahan 2 Pengamatan 4 = Melakukan empat langkah kerja dengan tepat 3 = Melakukan tiga langkah kerja dengan tepat. 2 = Melakukan dua langkah kerja dengan tepat. 1 = Melakukan satu langkah kerja dengan tepat. 0 = Tidak melakukan langkah kerja. Langkah kerja: 1. Menyiapkan kertas gambar ukuran A4. 2. Menggambar lembaga sosial. 3. Mencantumkan komponen lembaga sosial pada gambar yang di buat. 4. Memberikan warna pada kenampakan objek yang di gambar pada lembaga sosial. 3 Membuat laporan 3 = Memenuhi 3 kriteria 2 = Memenuhi 2 kriteria 1 = Memenuhi 1 kriteria 0 = Tidak memenuhi kriteria Kriteria laporan: 1. Memenuhi sistematika laporan (judul, tujuan, alat dan bahan, prosedur, data pengamatan, pembahasan, kesimpulan) 2. Data, pembahasan, dan kesimpulan benar 3. Komunikatif • Penilaian proyek Penilaian proyek merupakan kegiatan yang bertujuan untuk mengetahui kemampuan peserta didik dalam mengimplementasikan pengetahuannya melalui penyelesaian suatu tugas dalam waktu tertentu. Penilaian ini dapat digunakan untuk mengukur satu maupun beberapa Kompetensi Dasar (KD) dalam satu atau beberapa mata pelajaran.
  • 145.
    Modul Ajar KurikulumMerdeka Modul Ajar IPS SMP Fase D Kelas 8 Kegiatan yang dilakukan dimulai dengan perencanaan, pengumpulan, pengorganisasian, pengolahan, penyajian, dan pelaporan. Beberapa hal yang perlu dipertimbangkan dalam penilaian proyek, yaitu: 1) Pengelolaan Kemampuan peserta didik untuk menentukan tema atau topik, mengumpulkan informasi, pengolahan data, dan penulisan laporan. 2) Relevansi Tema yang dipilih sesuai dengan Kompetensi Dasar (KD). 3) Keaslian Laporan atau produk yang dibuat peserta didik merupakan hasil karyanya. 4) Inovasi dan Kreativitas Terdapat unsur-unsur kebaruan dan berbeda pada produk yang dihasilkan peserta didik. Kisi-kisi Penilaian Proyek Nama Sekolah : SMP ............................. Kelas/Semester : VIII/I Tahun Pelajaran : 2022/2023 Mata Pelajaran : IPS No Kompetensi Dasar Materi Indikator Teknik Penilaian 1 Mendeskripsikan lembaga sosial. Peran Lembaga Sosial dalam Pemanfaatan Sumber Daya Alam dan Manusia Peserta didik diharapkan mampu mendeskripsikan lembaga sosial. Penilaian Proyek Proyek : Buatlah poster salah satu tujuan lembaga sosial menggunakan kertas gambar ukuran A3, pensil warna atau cat air dengan memperhatikan hal- hal berikut! 1. Pilihlah salah satu tujuan lembaga sosial . 2. Amati tujuan tersebut apakah telah tercapai atau belum tercapai di Indonesia lalu sampaikan dalam poster. 3. Gambar salah satu tujuan lembaga sosial yang telah dipilih! 4. Tuliskan lembaga sosial konsep dari poster yang akan peserta didik sampaikan! 5. Laporkan hasilnya secara lisan!
  • 146.
    Modul Ajar KurikulumMerdeka Modul Ajar IPS SMP Fase D Kelas 8 Rubrik Pemberian Skor Proyek No Pernyataan Skor 1 2 3 4 1 Kemampuan peserta didik dalam merencanakan 2 Kemampuan menggambar poster 3 Kemampuan penyampaian konsep berdasarkan poster yang digambar 4 Kemampuan mempresentasikan isi poster 5 Produk Poster Skor Maksimum 15 Catatan: Guru bisa menetapkan bobot yang berbeda-beda antara aspek satu dan lainnya pada pemberian skor dengan memperhatikan karakteristik Kompetensi Dasar (KD) atau keterampilan yang dinilai. Rubrik PenilaianProyek No Pernyataan Keterangan 1 Kemampuan Perencanaan 2 = perencanaan lengkap (bahan, cara kerja, hasil), dan rinci 1 = perencanaan kurang lengkap 0 = tidak ada perencanaan 2 Kemampuan menggambar poster secara tepat sesuai dengan salah satu tujuan lembaga sosial 2 = menggambar dan mewarnai poster dengan baik dan interpretasi tujuan pembangunan berkelanjutan dalam poster tepat. 1 = menggambar dan memberikan warna pada poster tetapi salah dalam menginterpretasikan tujuan pembangunan berkelanjutan yang dipilih. 0 = gambar tidak diberi warna dan tidak tepat dalam menginterpretasikan tujuan pembangunan berkelanjutan yang dipilih.
  • 147.
    Modul Ajar KurikulumMerdeka Modul Ajar IPS SMP Fase D Kelas 8 G. KEGIATAN PENGAYAAN DAN REMEDIAL Pengayaan Materi di bawah ini merupakan informasi penting yang dapat digunakan untuk mengembangkan kompetensi yang dipelajari peserta didik dalam buku teks. Soekanto, Soerjono. 2012. Sosiologi Suatu Pengantar. Jakarta: PT. Rajawali Press. Remedial Remedial diberikan kepada siswa yang mendapat kriteria paham sebagian dan tidak paham dengan kegiatan mengulang pembelajaran di luar jam pelajaran. LAMPIRAN A. LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD) D. Peran Lembaga Sosial dalam Pemanfaatan Sumber Daya Alam dan Manusia Nama : Kelas : Petunjuk!
  • 148.
    Modul Ajar KurikulumMerdeka Modul Ajar IPS SMP Fase D Kelas 8 LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD) Nama : Nama kelompok : Kelas : Petunjuk! LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD) Nama : Nama kelompok : Kelas : Petunjuk!
  • 149.
    Modul Ajar KurikulumMerdeka Modul Ajar IPS SMP Fase D Kelas 8 B. BAHAN BACAAN GURU & PESERTA DIDIK  Guru dan peserta didik mencari berbagai informasi tentang peran lembaga sosial dalam pemanfaatan sumber daya alam dan manusia dari berbagai media atau website resmi dibawa nauangan kementerian pendidikan, kebudayaan, riset dan teknologi.  Buku Panduan Guru dan Siswa Ilmu Pengetahuan Sosial untuk SMP Kelas VIII : Kemendikbudristek 2021. C. GLOSARIUM Glosarium adat istiadat: Himpunan kaidah-kaidah sosial yang sejak lama ada dan telah menjadi kebiasaan (tradisi) dalam masyarakat. benua: Hamparan daratan yang sangat luas yang berada di permukaan bumi. budaya: Suatu cara hidup yang berkembang dan dimiliki Bersama oleh sebuah kelompok orang dan diwariskan dari generasi ke generasi. cuaca: Keadaan udara pada saat tertentu dan di wilayah tertentu yang relatif sempit dan pada jangka waktu yan singkat. dinamika penduduk: Perubahan jumlah penduduk pada suatu wilayah yang disebabkan oleh tiga faktor yaitu, kelahiran (natalitas), kematian (mortalitas), dan perpindahan (migrasi). diplomasi: Urusan kepentingan sebuah negara dengan perantaraan wakil-wakilnya di negara lain.
  • 150.
    Modul Ajar KurikulumMerdeka Modul Ajar IPS SMP Fase D Kelas 8 eksogen: Tenaga yang berasal dari luar bumi, artinya tenaga luar berhubungan dengan tenaga yang berasal dari atas permukaan bumi. endogen: Tenaga yang berasal dari dalam perut bumi sehingga mengakibatkan pergerakan kulit bumi. globalisasi: Terbentuknya sistem organisasi dan komunikasi antarmasyarakat di seluruh dunia untuk mengikuti sistem dan kaidah yang sama iklim: Rerata keadaan udara atau cuaca yang terjadi pada rentang wilayah yang luas serta rentang waktu yang lama. Wilayah tersebut bisa satu benua atau negara dengan waktu, misalnya 10 tahun atau 20 tahun. imperialism : Sistem politik yang bertujuan menjajah negara lain untuk mendapatkan kekuasaan dan keuntungan lebih besar. inflasi: Kemerosotan nilai uang karena banyaknya dan cepatnya uang beredar sehingga menyebabkan naiknya harga barang-barang inovasi: Diterapkannya alat/ide baru untuk melengkapi atau menggantikan ide/alat yang lama integrasi sosial: Proses penyesuaian unsur-unsur yang berbeda dalam masyarakat sehingga menjadi satu kesatuan kolonialisme: Penguasaan oleh suatu negara atas daerah atau bangsa lain dengan maksud untuk memperluas negara. komoditas: Barang ekspor atau impor. komposisi penduduk: Pengelompokan penduduk berdasarkan kriteria tertentu. misalnya berdasarkan agama, jenis kelamin, ras, usia, status perkawinan, dan lain-lain. koperasi: Organisasi ekonomi rakyat yang berwatak sosial dan beranggotakan orang-orang, badan-badan hukum koperasi yang merupakan tata susunan ekonomi sebagai usaha bersama berdasarkan asas kekeluargaan. mobilitas sosial: Perpindahan posisi seseorang atau sekelompok orang dari lapisan yang satu ke lapisan yang lain. piramida penduduk: Dua buah diagram batang, pada sisi lainnya menunjukkan jumlah penduduk laki-laki dan pada sisi lainnya menunjukkan jumlah penduduk perempuan dalam kelompok interval usia penduduk lima tahunan. potensi: Kemampuan yang dimiliki. reformasi: Perubahan secara drastis untuk perbaikan (bidang sosial, politik, agama) dalam suatu masyarakat atau negara. region: Suatu wilayah yang memiliki ciri atau karakteristik tersendiri yang berbeda dengan wilayah lainnya. Think Pair Share: Think (berpikir secara mandiri), Pair (berpasangan) dan Share (berbagi dalam segala hal termasuk pengetahuan ke satu individu atau grup belajar). Two Stay Two Stray: Satu model pembelajaran kooperatif untuk menghadapi kemampuan heterogen siswa yang dilakukan dengan membentuk kelompok yang bersifat heterogen kemudian saling bertukar informasi dengan kelompok lain TSTS memungkinkan siswa untuk saling bekerja sama dan saling bertukar informasi dengan cara 2 anggota tinggal di kelompok dan 2 anggota menjadi tamu di kelompok lain. D. DAFTAR PUSTAKA Daftar Pustaka Abbas, Syamsuddin. 1997 Revolusi hijau dengan swasembada beras dan jagung. Jakarta: Sekretariat Badan Pengendali Bimas Departemen Pertanian Budiawan. 2017. Nasion & nasionalisme, jelajah ringkas teoritis. Yogyakarta: Penerbit Ombak.
  • 151.
    Modul Ajar KurikulumMerdeka Modul Ajar IPS SMP Fase D Kelas 8 Bahasa Indonsia.2007. Kerja sama Perdagangan Internasional: Peluang dan Tantangan bagi Bangsa Indonesia.Jakarta: PT Elekmediakomputindo. Dawam, R.M, dkk. 1995. Bank Indonesia Dalam Kilasan Sejarah. Jakarta: LP3S. Djojohadikusumo, Sumitro. (1953). Persoalan Ekonomi di Indonesia. Jakarta: Indira Hatta, Mohammad. 1960. Ekonomi terpimpin. Jakarta: Fasco Horton, Paul dan Chester L. Hunt. 1999. Sosiologi. Jakarta : Erlangga Martono, Nanang. 2012. Sosiologi perubahan sosial. Jakarta: Raja Grafindo Persada. Pranarka, AMW, Leonardus B. Moerdani dan Supardjo Roestam. 1986. Wawasan kebangsaan, ketahanan nasional, dan wawasan nusantara. Yogyakarta: Lembaga Pengkajian Kebudayaan Sarjana Wiyata Tamansiswa. Poesponegoro, Marwati Djoened. 1993. Sejarah Nasional Indonesia VI. Jakarta : Balai Pustaka Poesponegoro, Marwati Djoened. 2010. Sejarah Nasional Indonesia V. Jakarta : Balai Pustaka Ricklefs, Merle Calvin. 2008. Sejarah Indonesia Modern 1200-2008. Jakarta: Serambi Reid, Anthony JS. 1996. Revolusi Nasional Indonesia. Jakarta: Pustaka Sinar Harapan. Soekanto, Soerjono. 2012. Sosiologi suatu pengantar. Jakarta: PT. Rajawali Press. Smith, Anthony D. 2003. Nasionalisme: teori, ideologi, sejarah. Jakarta: Penerbit Erlangga. Supardi.2011. Dasar-Dasar Ilmu Sosial.Yogyakarta:Ombak.
  • 152.
    Modul Ajar KurikulumMerdeka Modul Ajar IPS SMP Fase D Kelas 8 MODUL AJAR KURIKULUM MERDEKA IPS FASE D KELAS VIII INFORMASI UMUM A. IDENTITAS MODUL Penyusun Instansi Tahun Penyusunan Jenjang Sekolah Mata Pelajaran Fase / Kelas Tema 01 Subtema D Materi 2 Alokasi Waktu : : : : : : : : : : ..................................... SMP ………………… Tahun 2022 SMP Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) D / VIII Kondisi Geografis dan Pelestarian Sumber Daya Peran Lembaga Sosial dalam Pemanfaatan Sumber Daya Alam dan Manusia Peranan Lembaga Sosial dalam Pemanfaatan Sumber Daya Alam 4 JP (Pertemuan Ke-13-14) B. KOMPETENSI AWAL Capaian Pembelajaran IPS Fase D Pada akhir fase ini, peserta didik mampu memahami dan memiliki kesadaran akan keberadaan diri dan keluarga serta lingkungan terdekatnya. Ia mampu menganalisis hubungan antara kondisi geografis daerah dengan karakteristik masyarakat serta memahami potensi sumber daya alamnya. Ia juga mampu menganalisis hubungan antara keragaman kondisi geografis nusantara terhadap pembentukan kemajemukan budaya. Ia mampu memahami bagaimana masyarakat saling berupaya untuk dapat memenuhi kebutuhan hidupnya. Ia mampu menganalisis peran pemerintah dan masyarakat dalam mendorong pertumbuhan perekonomian. Peserta didik juga mampu memahami dan memiliki kesadaran terhadap perubahan sosial yang sedang terjadi di era kontemporer. Ia dapat menganalisis perkembangan ekonomi di era digital. Peserta didik memahami tantangan pembangunan dan potensi Indonesia menjadi negara maju. Ia menyadari perannya sebagai bagian dari masyarakat Indonesia dan dunia di tengah isu-isu regional dan global yang sedang terjadi dan ikut memberikan kontribusi yang positif. Peserta didik mampu memahami dan menerapkan materi pembelajaran melalui pendekatan keterampilan proses dalam belajarnya, yaitu mengamati, menanya dengan rumus 5W 1H. Kemudian mampu memperkirakan apa yang akan terjadi berdasarkan jawaban- jawaban yang ditemukan. Peserta didik juga mampu mengumpulkan informasi melalui studi pustaka, studi dokumen, wawancara, observasi, kuesioner, dan Teknik pengumpulan informasi lainnya. Merencanakan dan mengembangkan penyelidikan. Peserta didik mengorganisasikan informasi dengan memilih, mengolah dan menganalisis informasi yang diperoleh. Proses analisis informasi dilakukan dengan cara verifikasi, interpretasi, dan triangulasi informasi. Peserta didik menarik kesimpulan, menjawab, mengukur dan mendeskripsikan serta menjelaskan permasalahan yang ada dengan memenuhi prosedur dan tahapan yang ditetapkan. Peserta didik mengungkapkan seluruh hasil tahapan di atas secara lisan dan tulisan dalam bentuk media digital dan non-digital. Peserta didik lalu mengomunikasikan hasil temuannya dengan mempublikasikan hasil laporan dalam bentuk presentasi digital dan atau non-digital, dan sebagainya. Selain itu peserta didik mampu mengevaluasi pengalaman belajar yang telah dilalui dan diharapkan dapat merencanakan proyek lanjutan dengan melibatkan lintas mata pelajaran secara kolaboratif.
  • 153.
    Modul Ajar KurikulumMerdeka Modul Ajar IPS SMP Fase D Kelas 8 Elemen Pemahaman Konsep Elemen Keterampilan proses Pada akhir fase ini, peserta didik mampu memahami dan memiliki kesadaran akan keberadaan diri serta mampu berinteraksi dengan lingkungan terdekatnya. Ia mampu menganalisis hubungan antara kondisi geografis daerah dengan karakteristik masyarakat dan memahami potensi sumber daya alam serta kaitannya dengan mitigasi kebencanaan . Ia juga mampu menganalisis hubungan antara keragaman kondisi geografis nusantara terhadap pembentukan kemajemukan budaya. Ia mampu memahami bagaimana masyarakat saling berupaya untuk dapat memenuhi kebutuhan hidupnya. Ia mampu menganalisis peran pemerintah dan masyarakat dalam mendorong pertumbuhan perekonomian. Peserta didik juga mampu memahami dan memiliki kesadaran terhadap perubahan sosial yang sedang terjadi di era kontemporer. Ia dapat menganalisis perkembangan ekonomi di era digital. Peserta didik memahami tantangan pembangunan dan potensi Indonesia menjadi negara maju. Ia menyadari perannya sebagai bagian dari masyarakat Indonesia dan dunia di tengah isu-isu regional dan global yang sedang terjadi dan ikut memberikan kontribusi yang positif. Pada akhir fase ini, Peserta didik mampu memahami dan menerapkan materi pembelajaran melalui pendekatan keterampilan proses dalam belajarnya, yaitu mengamati, menanya dengan rumus 5W 1H. Kemudian mampu memperkirakan apa yang akan terjadi berdasarkan jawaban- jawaban yang ditemukan. Peserta didik juga mampu mengumpulkan informasi melalui studi pustaka, studi dokumen, lapangan, wawancara, observasi, kuesioner, dan teknik pengumpulan informasi lainnya. merencanakan dan mengembangkan penyelidikan. Peserta didik mengorganisasikan informasi dengan memilih, mengolah dan menganalisis informasi yang diperoleh. Proses analisis informasi dilakukan dengan cara verifikasi, interpretasi, dan triangulasi informasi. Peserta didik menarik kesimpulan, menjawab, mengukur dan mendeskripsikan serta menjelaskan permasalahan yang ada dengan memenuhi prosedur dan tahapan yang ditetapkan. Peserta didik mengungkapkan seluruh hasil tahapan di atas secara lisan dan tulisan dalam bentuk media digital dan non-digital. Peserta didik lalu mengomunikasikan hasil temuannya dengan mempublikasikan hasil laporan dalam bentuk presentasi digital dan atau non digital, dan sebagainya. Selain itu peserta didik mampu mengevaluasi pengalaman belajar yang telah dilalui dan diharapkan dapat merencanakan proyek lanjutan dengan melibatkan lintas mata pelajaran secara kolaboratif. C. PROFIL PELAJAR PANCASILA  Beriman, Bertakwa Kepada Tuhan Yang Maha Esa, dan Berahlak Mulia;  Berkebhinekaan Global;  Bergotong Royong;  Mandiri;  Bernalar Kritis; dan  Kreatif.
  • 154.
    Modul Ajar KurikulumMerdeka Modul Ajar IPS SMP Fase D Kelas 8 D. SARANA DAN PRASARANA Media, Sumber Belajar, dan Alat Sumber utama:  Slide gambar tentang Kampung Baduy di Banten.  Buku Siswa Ilmu Pengetahuan Sosial Kelas VII, 2021, Jakarta: Kemendikbud, Pusta Kurikulum dan Perbukuan.  LCD, laptop, papan tulis. Sumber alternatif:  Guru juga dapat menggunakan sumber belajar alternatif yang terdapat di lingkungan setempat dan sesuai dengan tema. Pengembangan sumber belajar:  Guru dapat membuat audio visual mengenai peranan lembaga sosial dalam pemanfaatan sumber daya alam. E. TARGET PESERTA DIDIK  Peserta didik reguler/tipikal: umum, tidak ada kesulitan dalam mencerna dan memahami materi ajar.  Peserta didik dengan pencapaian tinggi: mencerna dan memahami dengan cepat, mampu mencapai keterampilan berfikir aras tinggi (HOTS), dan memiliki keterampilan memimpin F. MODEL PEMBELAJARAN  Tatap Muka KOMPONEN INTI A. TUJUAN KEGIATAN PEMBELAJARAN Alur Tujuan Pembelajaran : 1. Peserta didik mampu menganalisis peranan lembaga sosial dalam pemanfaatan sumber daya alam B. PEMAHAMAN BERMAKNA  Meningkatkan kemampuan siswa tentang peranan lembaga sosial dalam pemanfaatan sumber daya alam C. PERTANYAAN PEMANTIK  Bagaimana peran masing-masing lembaga sosial dalam pemanfaatan sumber daya alam?  Mengapa masing-masing lembaga sosial harus bisa memanfaatkan sumber daya alam dengan baik? D. KEGIATAN PEMBELAJARAN Kegiatan Pendahuluan  Guru dan peserta didik mengucapkan salam dan doa.  Guru dan peserta mengondisikan pembelajaran.  Apersepsi: Peserta didik melihat gambar Kampung Baduy di Banten. Guru dapat menambahkan variasi gambar menggunakan tayangan video dari internet. Apersepsi juga dapat dilakukan dengan dengan melibatkan aktivitas peserta didik. Peserta didik difasilitasi guru mengaitkan gambar dengan kegiatan belajar sebelumnya. Guru melanjutkan dengan memberikan motivasi terkait peranan lembaga sosial dalam pemanfaatan sumber daya alam.
  • 155.
    Modul Ajar KurikulumMerdeka Modul Ajar IPS SMP Fase D Kelas 8  Motivasi: Peran lembaga sosial dalam pemanfaatan sumber daya alam ini sangat berpengaruh terhadap kelestarian alam, maka dari itu kita sebagai seseorang yang dibekali dengan ilmu dari sekolah sebaiknya dapat menjaga kelestarian alam.  Peserta didik dibantu guru menyimak gambaran tema dan tujuan pembelajaran dalam tema 01. Tujuan Pembelajaran: Peserta didik mampu menganalisis peranan lembaga sosial dalam pemanfaatan sumber daya alam.  Guru menginformasikan tujuan pembelajaran pertemuan 13 dan 14 tentang peranan lembaga sosial dalam pemanfaatan sumber daya alam. Kegiatan Inti Guru menjelaskan tentang petunjuk kerja dan tugas dari Lembar Aktivitas 14 untuk mengidentifikasi peranan lembaga sosial dalam pemanfaatan sumber daya alam. Kegiatan ini dimaksudkan untuk memberikan pengalaman peserta didik bahwa setiap lembaga sosial mempunyai peran untuk memanfaatkan sumber daya alam. Proses tukar menukar hasil diskusi dapat dilakukan dalam waktu singkat, kemudian guru melakukan tanya jawab dengan peserta didik terkait hasil identifikasi. Secara interaktif guru mengaitkan hasil identifikasi dengan orientasi pembelajaran tentang peranan lembaga sosial dalam pemanfaatan sumber daya alam. Peserta Didik Mengidentifikasi Masalah Setelah peserta didik mengidentifikasi peranan lembaga sosial dalam pemanfaatan sumber daya alam, selanjutnya guru mendorong peserta didik mengajukan berbagai pertanyaan yang mengarah pada HOTS. Beberapa pertanyaan yang diajukan, misalnya: Bagaimana peran masing-masing lembaga sosial dalam pemanfaatan sumber daya alam? Mengapa masing- masing lembaga sosial harus bisa memanfaatkan sumber daya alam dengan baik? Peserta Didik Mengelola Informasi  Peserta didik membaca teks tentang peranan lembaga sosial dalam pemanfaatan sumber daya alam.  Guru memfasilitasi sumber lain misalnya memberikan tautan internet yang mendukung penjelasan dan pendalaman sumber belajar.  Untuk memperoleh informasi lebih luas peserta didik juga dapat melakukan browsing peranan lembaga sosial dalam pemanfaatan sumber daya alam. Guru dapat memberikan beberapa tautan berita, tulisan, dan laporan video tentang peranan lembaga sosial dalam pemanfaatan sumber daya alam.  Peserta didik mengolah informasi secara berkelompok di bawah bimbingan guru. Kegiatan ini dapat dilakukan secara bervariasi, misalnya dengan diskusi kelompok, jigsaw learning, dan inkuiri. Contoh: Menggunakan Diskusi Kelompok 1. Guru membimbing peserta didik membagi kelompok yang terdiri dari 4-5 peserta didik. Pembagian kelompok misalnya dengan cara permainan berhitung. Guru mengintruksikan peserta didik untuk berkumpul dengan jumlah peserta didik yang berbeda. Misalnya, “berkumpul 5 peserta didik, berkumpul 6 peserta didik dan seterusnya” 2. Guru membimbing peserta didik untuk mengidentifikasi peranan lembaga sosial dalam pemanfaatan sumber daya alam yang ada di Indonesia. 3. Peserta didik melakukan diskusi dalam kelompok kecil dan guru menjadi fasilitator dengan cara berkeliling dari kelompok satu ke kelompok lain untuk memberikan
  • 156.
    Modul Ajar KurikulumMerdeka Modul Ajar IPS SMP Fase D Kelas 8 dorongan agar semua anggota kelompok berpartisipasi aktif. 4. Masing-masing kelompok melaporkan hasil diskusinya dalam bentuk laporan/poster/karya lainnya. 5. Guru memandu peserta didik mempresentasikan hasil diskusi. 6. Pada akhir kegiatan, guru menyimpulkan laporan hasil diskusi.  Peserta didik memilih dan mengorganisasikan informasi yang diperoleh.  Guru membimbing dan mengarahkan proses belajar peserta didik (kegiatan belajar).  Guru memastikan peserta didik mengerjakan tugas dengan baik.  Guru membantu peserta didik menemukan sumber belajar lainnya. Hal tersebut bertujuan untuk mengembangkan kreativitas dan kerja sama peserta didik dalam menganalisis peranan lembaga sosial dalam pemanfaatan sumber daya alam. Peserta Didik Merencanakan dan Mengembangkan Ide  Hasil pengolahan informasi disajikan dalam bentuk laporan/poster/karya lainnya.  Peserta didik secara kelompok mengerjakan Lembar Aktivitas 14 untuk membuat mind map tentang peranan lembaga sosial dalam pemanfaatan sumber daya alam. Peserta Didik Melakukan Refleksi Diri dan Aksi  Dalam kelas atau melalui media berbasis internet peserta didik mengomunikasikan hasil pengolahan informasi.  Guru memfasilitasi peserta didik menemukan simpulan pembelajaran.  Guru memberikan kesempatan ke peserta didik untuk mengajukan pendapat atau pertanyaan.  Penguatan dan pengayaan dilakukan untuk mengembangkan kompetensi peserta didik. Penutup  Penilaian pembelajaran dilakukan secara lisan atau tertulis.  Peserta didik melakukan refleksi pembelajaran berkaitan dengan sikap, pengetahuan, dan keterampilan. Sikap  Apakah aku sudah melakukan pembelajaran secara bertanggung jawab?  Inspirasi dari pembelajaran tentang peranan lembaga sosial dalam pemanfaatan sumber daya alam dalam hidup saya adalah... Pengetahuan:  Apakah aku sudah mampu mengidentifikasi peranan lembaga sosial dalam pemanfaatan sumber daya alam?  Mengapa masing-masing lembaga sosial harus bisa memanfaatkan sumber daya alam dengan baik? Keterampilan :  Apakah aku sudah berhasil membuat esai/poster/karya lainnya tentang peranan lembaga sosial dalam pemanfaatan sumber daya alam?  Refleksi juga dapat dilakukan dengan cara lain, misalnya kuis tentang peranan lembaga sosial dalam pemanfaatan sumber daya alam, menuliskan kompetensi yang diperoleh baik sikap, pengetahuan, dan keterampilan. Dapat pula dengan menuliskan inspirasi yang diperoleh dan yang akan dilakukan pada masa yang akan datang.
  • 157.
    Modul Ajar KurikulumMerdeka Modul Ajar IPS SMP Fase D Kelas 8  Tindak lanjut dilakukan dengan mendorong peserta didik mempelajari lebih lanjut dan informasi pembelajaran berikutnya tentang peranan lembaga sosial dalam pemanfaatan sumber daya manusia.  Doa dan penutup. F. REFLEKSI Refleksi Guru :  Apakah Kegitan belajar berhasil?  Berapa persen peserta didik mencapai tujuan?  Kesulitan apa yang dialami guru dan peserta didik?  Apa langkah yang perlu dilakukan untuk memperbaiki proses belajar?  Apakah seluruh peserta didik mengikuti pelajaran dengan baik? Refleksi Peserta Didik :  Bagian mana yang menurutmu paling sulit dari pelajaran ini?  Apa yang akan kamu lakukan untuk memperbaikan hasil belajaramu?  Kepada siapa kamu akan meminta bantuan untuk memahami pelajaran ini?  Jika kamu diminta untuk memberikan binta 1 sampai 5, berapa bintang akan kamu berikan pada usaha yang kamu lakukan?  Bagian mana dari pembelajaran ini yang kamu menyenakan? F. ASESMEN / PENILAIAN Penilaian Proses dan Hasil Pembelajaran a. Konsep Penilaian dan Pembelajaran IPS Penilaian merupakan kegiatan yang bertujuan untuk memperoleh, menganalisis, menafsirkan proses dan hasil belajar peserta didik secara sistematis. Penilaian tersebut dapat digunakan untuk mengetahui tingkat keberhasilan pencapaian kompetensi, proses pembelajaran, tingkat kesulitan belajar peserta didik, dan penentuan tindak lanjut pembelajaran. Penilaian pembelajaran IPS memakai pendekatan penilaian autentik (authentic assesment) untuk menilai kesiapan peserta didik, proses, dan hasil belajar secara utuh. Hasil penilaian tersebut dapat dimanfaatkan guru dalam merencanakan program perbaikan (remedial), pengayaan (enrichment), layanan konseling, dan sebagai landasan untuk memperbaiki proses pembelajaran selanjutnya. b. Teknik dan Instrumen Penilaian Penilaian kompetensi sikap, keterampilan, dan pengetahuan dilakukan menggunakan teknik dan instrumen penilaian. Berikut merupakan penjabaran teknik dan instrumen penilaian dari masing-masing kompetensi. 1. Penilaian kompetensi sikap Teknik penilaian kompetensi sikap dapat berupa observasi, penilaian diri, dan penilaian antar teman. Kegiatan ini bisa dilakukan oleh guru matabpelajaran, wali kelas, dan guru bimbingan konseling (BK) yang ditulis dalam buku jurnal. Jurnal berisi catatan kejadian tertentu dan informasi lain yang relevan. a. Observasi Instrumen dalam observasi yaitu lembar observasi atau jurnal. Lembar observasi berisi catatan perilaku peserta didik berdasarkan pengamatan oleh guru mata pelajaran, wali kelas, dan guru bimbingan konseling selama satu semester. Setiap catatan berisi deskripsi perilaku
  • 158.
    Modul Ajar KurikulumMerdeka Modul Ajar IPS SMP Fase D Kelas 8 peserta didik yang dilengkapi dengan waktu dan tempat pengamatan tersebut. Jika terjadi perubahan sikap peserta didik dari yang kurang baik menjadi baik maka dalam jurnal harus ditulis bahwa sikap peserta didik tersebut telah baik atau bahkan sangat baik. Hal yang dicatat dalam jurnal bisa berupa sikap kurang baik, baik, maupun sangat baik, serta perkembangan perubahan sikap peserta didik. Berikut merupakan lembar observasi penilaian sikap peserta didik selama satu semester: Tabel Jurnal Pengembangan Sikap No Tanggal Nama Siswa Catatan Perilaku Butir Sikap 1 2 3 4 dst Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam pelaksanaan penilaian sikap menggunakan teknik observasi :  Jurnal penilaian sikap ditulis oleh guru mata pelajaran, wali kelas, dan guru BK selama satu semester.  Penilaian oleh wali kelas dapat menggunakan 1 (satu) jurnal untuk satu kelas yang menjadi tanggung-jawabnya. Penilaian oleh guru mata pelajaran dapat menggunakan 1 (satu) jurnal untuk setiap kelas yang diajarnya, dan penilaian oleh guru BK dapat menggunakan 1 (satu) jurnal untuk setiap kelas di bawah bimbingannya.  Penilaian perkembangan sikap sipritual dan sikap sosial peserta didik bisa dicatat dalam satu jurnal yang sama atau dalam 2 (dua) jurnal berbeda.  Peserta didik yang dicatat dalam jurnal adalah peserta didik yang menunjukkan perilaku yang sangat baik maupun kurang baik secara alami.  Pencatatan jurnal dilakukan dengan segera seperti ketika wali kelas, guru mata pelajaran, maupun guru BK menyaksikan atau memperoleh informasi terpercaya mengenai perilaku peserta didik.  Jika peserta didik pernah menunjukkan sikap kurang baik tetapi selama satu semester tersebut menunjukan perkembangan ke arah sikap baik, maka sikap baik tersebut juga dicatat dalam jurnal.  Guru mata pelajaran dan guru BK merangkum catatan jurnal perkembangan sikap spiritual dan sikap sosial setiap peserta didik dan menyerahkannya kepada wali kelas untuk diolah lebih lanjut Berikut merupakan jurnal penilaian (perkembangan) sikap spiritual dan sikap sosial oleh wali kelas. Jurnal Penilaian Sikap Spiritual Nama Sekolah : SMP ............................. Kelas/Semester : VIII/I Tahun Pelajaran : 2022/2023
  • 159.
    Modul Ajar KurikulumMerdeka Modul Ajar IPS SMP Fase D Kelas 8 No Waktu Nama Siswa Catatan Perilaku Butir Sikap 1 19/07/22 Haidar Tidak mengikuti sholat Dzuhur berjamaah di sekolah. Ketaqwaan 2 19/07/22 Halwa Mengganggu teman ketika berdoa sebelum kegiatan pembelajaran. Ketaqwaan 3 19/07/22 Sugi Mengajak teman berdoa sebelum olahraga badminton di sekolah. Ketaqwaan 4 19/07/22 Said Berpartisipasi sebagai panitia perayaan keagamaan di sekolah. Toleransi beragama Jurnal Penilaian Sikap Sosial Nama Sekolah : SMP ............................. Kelas/Semester : VIII/I Tahun Pelajaran: 2022/2023 No Waktu Nama Siswa Catatan Perilaku Butir Sikap 1 12/07/22 Haidar Membantu seorang teman yang kesulitan menyebrang jalan di depan sekolah. Kepedulian 2 26/08/22 Halwa Menyerahkan dompet yang ditemukan di kantin sekolah kepada wali kelas. Kejujuran 3 26/09/22 Sugi Tidak menggunakan atribut upacara di sekolah dengan legkap. Kedisiplinan 4 25/10/22 Said Berinisiatif menyiram tanaman yang mulai kering. Kepedulian Format di atas dapat digunakan guru mata pelajaran dan guru BK dalam penilain sikap spiritual dan sosial. Catatan tersebut juga dapat dibuat dalam satu tabel yang sama dengan menambahkan kolom keterangan pada bagian paling kanan untuk menuliskan keterangan jenis sikap yang ditulis. Berikut merupakan tabel jurnal penilaian sikap (spiritual dan sosial) yang dijadikan dalam satu tabel:
  • 160.
    Modul Ajar KurikulumMerdeka Modul Ajar IPS SMP Fase D Kelas 8 Jurnal Penilaian Sikap Nama Sekolah : SMP ............................. Kelas/Semester : VIII/I Tahun Pelajaran: 2022/2023 No Waktu Nama Siswa Catatan Perilaku Butir Sikap Ket. 1 19/07/22 Haidar Membantu seorang teman yang kesulitan menyebrang jalan di depan sekolah Ketaqwaan Sosial 2 19/07/22 Halwa Mengajak teman berdoa sebelum olahraga badminton di sekolah. Kepeduliaan Spiritual 3 19/07/22 Sugi Mengganggu teman ketika berdoa sebelum kegiatan pembelajaran. Toleransi beragama Spiritual 4 18/11/22 Said Berinisiatif menyiram tanaman yang mulai kering. Ketaqwaan Sosial b. Penilaian Diri (Self Assesment) Penilaian diri merupakan teknik penilaian terhadap diri sendiri oleh peserta didik dengan mengidentiikasi kelebihan dan kekurangan sikap peserta didik dalam berperilaku. Teknik penilaian ini dapat digunakan untuk menumbuhkan nilai-nilai kejujuran dan meningkatkan kemampuan releksi diri peserta didik. Satu tabel penilaian diri dapat digunakan untuk penilaian sikap spiritual dan sikap sosial. Berikut merupakan lembar penilaian diri menggunakan Likert Scale. Lembar Penilaian Diri Siswa (Likert Scale) Nama teman yang dinilai : .................. Nama penilai : .................. Kelas : .................... Semester : .................... Berilah tanda centang pada kolom “Ya” atau “Tidak” sesuai dengan keadaan sebenarnya No Pernyataan Skala 1 2 3 4 1 Saya berdoa sebelum melakukan kegiatan
  • 161.
    Modul Ajar KurikulumMerdeka Modul Ajar IPS SMP Fase D Kelas 8 2 Saya melaksanakan ibadah sholat tepat waktu 3 Saya berani mengakui kesalahan jika memang bersalah 4 Saya mengumpulkan tugas sesuai jadwal yang diberikan 5 Saya mengembalikan barang yang saya pinjam dalam kondisi baik 6 Saya meminta maaf jika melakukan kesalahan 7 Saya datang ke sekolah tepat waktu Keterangan: 1 = sangat jarang 2 = jarang 3 = sering 4 = selalu c. Penilaian Antar Teman Penilaian antar teman adalah teknik penilaian yang dilakukan peserta didik terhadap peserta didik yang lain mengenai sikap/perilaku peserta didik. Penilaian antarteman dapat digunakan untuk menumbuhkan nilai kejujuran, tenggang rasa, dan saling menghargai. Satu lembar penilaian diri dapat digunakan untuk penilaian sikap spiritual dan sikap sosial. Berikut merupakan lembar penilaian antarteman menggunakan Likert Scale. Lembar Penilaian Diri Siswa (Likert Scale) Nama : .................. Kelas : .................... Semester : .................... Berilah tanda centang pada kolom “Ya” atau “Tidak” sesuai dengan keadaan sebenarnya No Pernyataan Skala 1 2 3 4 1 Teman saya berkata jujur kepada orang lain 2 Teman saya mengerjakan ulangan dengan jujur 3 Teman saya mentaati tata-tertib sekolah 4 ..................................... Keterangan:
  • 162.
    Modul Ajar KurikulumMerdeka Modul Ajar IPS SMP Fase D Kelas 8 1 = sangat jarang 2 = jarang 3 = sering 4 = selalu Pada dasarnya teknik penilaian diri ini tidak hanya untuk aspek sikap, tetapi juga dapat digunakan untuk menilai kompetensi dalam aspek kete rampilan dan pengetahuan. 2. Penilaian Kompetensi Pengetahuan a) Pengertian Penilaian Pengetahuan Penilaian pengetahuan merupakan penilaian yang dilakukan untuk mengetahui kemampuan peserta didik berkaitan dengan penguasaan pengetahuan faktual, konseptual, maupun prosedural serta kecakapan berpikir tingkat rendah hingga tinggi. Guru dapat memilih teknik penilaian yang disesuaikan dengan karakteristik kompetensi yang akan dinilai. Penilaian diawali dengan perencanaan pada saat menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP). Hasil penilaian pengetahuan yang dilakukan selama dan setelah proses pembelajaran dinyatakan dalam bentuk angka dengan rentang 0-100. b) Teknik Penilaian Pengetahuan Teknik penilaian pengetahuan yang akan digunakan dapat disesuaikan dengan karakteristik masing-masing Kmpetensi Dasar (KD). Teknik penilaian pengetahuan yang sering digunakan yaitu tes tertulis, tes lisan, dan penugasan. Berikut merupakan penjabaran dari berbagai teknik penilaian pengetahuan. Teknik Penilaian Pengetahuan Teknik Bentuk Instrumen Tujuan Tes tertulis Pilihan ganda, benar-salah, menjodohkan, isian atau melengkapi, dan uraian. Mengetahui kemampuan penguasaan pengetahuan peserta didik dalam proses pembelajaran. Tes lisan Tanya jawab Mengetahui pemahaman peserta didik sebagai dasar perbaikan proses pembelajaran Penugasan Tugas individu dan kelompok Memfasilitasi penguasaan pengetahuan peserta didik selama proses pembelajaran. 1. Tes Tertulis Tes tertulis merupakan soal dan jawaban disajikan secara tertulis, misalnya pilihan ganda, benar-salah, dan uraian. Langkah-langkah pengembangan tes tertulis: Kisi-kisi Tes Tertulis Nama Sekolah : SMP ............................. Kelas/Semester : VIII/I
  • 163.
    Modul Ajar KurikulumMerdeka Modul Ajar IPS SMP Fase D Kelas 8 Tahun Pelajaran : 2022/2023 Mata Pelajaran : IPS No Kompetensi Dasar Materi Indikator Soal Bentuk Soal Jumlah Soal 1 Menganalisis peranan lembaga sosial dalam pemanfaatan sumber daya alam Peranan Lembaga Sosial dalam Pemanfaatan Sumber Daya Alam Peserta didik diharapkan mampu menganalisis peranan lembaga sosial dalam pemanfaatan sumber daya alam. Tes Tertulis 2 Butir soal: 1. Bagaimana peran masing-masing lembaga sosial dalam pemanfaatan sumber daya alam? 2. Apa alasan pemanfaatan sumber daya alam harus dengan bijak? Pemberian skor Tes Tertulis No. Soal Kunci Jawaban Skor 1 Peran lembaga sosial dalam pemanfaatan sumber daya alam adalah lembaga sosial dapat menjadi norma-norma atau aturan dalam memanfaatkan sumber daya alam. Norma-norma ini dapat mengatur penggunaan sumber daya alam secara berkelanjutan dan tidak berlebihan. 2 2 Pemanfaatan sumber daya alam (SDA) oleh manusia yakni untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Namun, kekayaan sumber daya alam tersebut akan cepat habis jika digunakan secara berlebihan. Oleh karena itu SDA harus dimanfaatkan secara bijaksana. 2 Total Skor Maksimum 4 2. Tes Lisan Tes lisan merupakan pertanyaan yang diberikan guru secara lisan kepada peserta didik yang jawaban atas pertanyaan tersebut juga disampaikan secara lisan. Tes ini bertujuan untuk mengetahui penguasaan pengetahuan peserta didik dan menumbuhkan kemampuan
  • 164.
    Modul Ajar KurikulumMerdeka Modul Ajar IPS SMP Fase D Kelas 8 berkomunikasi. Pemberian tes lisan dapat dilakukan pada saat pembelajaran berlangsung. pertanyaan pada tes lisan:  Apakah aku sudah mampu mengidentifikasi peranan lembaga sosial dalam pemanfaatan sumber daya alam?  Mengapa masing-masing lembaga sosial harus bisa memanfaatkan sumber daya alam dengan baik? 3. Penugasan Penugasan adalah pemberian tugas untuk meningkatkan pengetahuan peserta didik. Tugas dapat dikerjakan baik secara individu maupun kelompok sesuai dengan kompetensi yang ingin dicapai. Berikut merupakan kisi-kisi tugas dan pedoman penskorannya. Nama Sekolah : SMP ............................. Kelas/Semester : VIII/I Tahun Pelajaran: 2022/2023 Mata Pelajaran : IPS Kompetensi Dasar Materi Indikator Teknik Penilaian Menganalisis peranan lembaga sosial dalam pemanfaatan sumber daya alam Peranan Lembaga Sosial dalam Pemanfaatan Sumber Daya Alam Peserta didik diharapkan mampu menganalisis peranan lembaga sosial dalam pemanfaatan sumber daya alam. Penugasan Pedoman Pemberian Skor Tugas No Soal Aspek yang Dinilai Skor 1 Bagaimana peranan lembaga sosial dalam memanfaatkan sumber daya alam? 0-2 2 Bagaimana manfaat sumber daya alam yang dimiliki Indonesia dalam kaitannya dengan kesejahteraan masyarakat? 0-3 3 Bagaimana peran lembaga agama dalam pemanfaatan sumber daya alam? 0-3 4 Apa saja yang perlu diperhatikan dalam pemanfaatan dan pengelolaan sumber daya alam? 0-2 Total Skor Maksimum 10
  • 165.
    Modul Ajar KurikulumMerdeka Modul Ajar IPS SMP Fase D Kelas 8 3. Penilaian Keterampilan a) Pengertian Penilaian Keterampilan Penilaian keterampilan dilakukan untuk mengetahui kemampuan peserta didik dalam menerapkan pengetahuan yang telah diperoleh untuk melakukan tugas tertentu sesuai dengan indikator pencapaian kompetensi. Penilaian ini dapat dilakukan dengan berbagai teknik, seperti penilaian kinerja dan penilaian proyek. Berikut merupakan contoh kisi-kisi penilaian keterampilan, tugas, dan pedoman pemberian skor. b) Teknik Penilaian Keterampilan • Penilaian kinerja Berikut ini Kisi-kisi Penilaian Kinerja, soal/tugas, pedoman pemberian skor: Kisi-kisi Penilaian Kinerja Nama Sekolah : SMP ............................. Kelas/Semester : VIII/I Tahun Pelajaran : 2022/2023 Mata Pelajaran : IPS No Kompetensi Dasar Materi Indikator Teknik Penilaian 1 Menganalisis peranan lembaga sosial dalam pemanfaatan sumber daya alam Peranan Lembaga Sosial dalam Pemanfaatan Sumber Daya Alam Peserta didik diharapkan mampu menganalisis peranan lembaga sosial dalam pemanfaatan sumber daya alam. Rubrik Pemberian Skor Penilaian Kinerja No Aspek yang Dinilai Skala 0 1 2 3 4 1 Merencanakan pengamatan 2 Melakukan pengamatan 3 Membuat laporan Jumlah: Penilaian diberikan dengan memperhatikan aspek proses dan produk. Guru dapat menetapkan bobot pemberian skor yang berbeda antara satu dan aspek yang lainnya dengan memperhatikan karakteristik kompetensi yang dinilai.
  • 166.
    Modul Ajar KurikulumMerdeka Modul Ajar IPS SMP Fase D Kelas 8 Rubrik Penilaian Kinerja No Indikator Rubrik 1 Menyiapkan bahan yang diperlukan 2 = Menyiapkan seluruh alat dan bahan yang diperlukan. 1 = Menyiapakan sebagian alat dan bahan yang diperlukan. 0 = Tidak menyiapkan alat bahan 2 Pengamatan 4 = Melakukan empat langkah kerja dengan tepat 3 = Melakukan tiga langkah kerja dengan tepat. 2 = Melakukan dua langkah kerja dengan tepat. 1 = Melakukan satu langkah kerja dengan tepat. 0 = Tidak melakukan langkah kerja. Langkah kerja: 1. Menyiapkan kertas gambar ukuran A4. 2. Menggambar peranan lembaga sosial dalam pemanfaatan sumber daya alam. 3. Mencantumkan komponen peranan lembaga sosial dalam pemanfaatan sumber daya alam pada gambar yang di buat. 4. Memberikan warna pada kenampakan objek yang di gambar pada peranan lembaga sosial dalam pemanfaatan sumber daya alam. 3 Membuat laporan 3 = Memenuhi 3 kriteria 2 = Memenuhi 2 kriteria 1 = Memenuhi 1 kriteria 0 = Tidak memenuhi kriteria Kriteria laporan: 1. Memenuhi sistematika laporan (judul, tujuan, alat dan bahan, prosedur, data pengamatan, pembahasan, kesimpulan) 2. Data, pembahasan, dan kesimpulan benar 3. Komunikatif • Penilaian proyek Penilaian proyek merupakan kegiatan yang bertujuan untuk mengetahui kemampuan
  • 167.
    Modul Ajar KurikulumMerdeka Modul Ajar IPS SMP Fase D Kelas 8 peserta didik dalam mengimplementasikan pengetahuannya melalui penyelesaian suatu tugas dalam waktu tertentu. Penilaian ini dapat digunakan untuk mengukur satu maupun beberapa Kompetensi Dasar (KD) dalam satu atau beberapa mata pelajaran. Kegiatan yang dilakukan dimulai dengan perencanaan, pengumpulan, pengorganisasian, pengolahan, penyajian, dan pelaporan. Beberapa hal yang perlu dipertimbangkan dalam penilaian proyek, yaitu: 1) Pengelolaan Kemampuan peserta didik untuk menentukan tema atau topik, mengumpulkan informasi, pengolahan data, dan penulisan laporan. 2) Relevansi Tema yang dipilih sesuai dengan Kompetensi Dasar (KD). 3) Keaslian Laporan atau produk yang dibuat peserta didik merupakan hasil karyanya. 4) Inovasi dan Kreativitas Terdapat unsur-unsur kebaruan dan berbeda pada produk yang dihasilkan peserta didik. Kisi-kisi Penilaian Proyek Nama Sekolah : SMP ............................. Kelas/Semester : VIII/I Tahun Pelajaran : 2022/2023 Mata Pelajaran : IPS No Kompetensi Dasar Materi Indikator Teknik Penilaian 1 Menganalisis peranan lembaga sosial dalam pemanfaatan sumber daya alam Peranan Lembaga Sosial dalam Pemanfaatan Sumber Daya Alam Peserta didik diharapkan mampu menganalisis peranan lembaga sosial dalam pemanfaatan sumber daya alam. Penilaian Proyek Proyek : Buatlah poster salah satu tujuan peranan lembaga sosial dalam pemanfaatan sumber daya alam menggunakan kertas gambar ukuran A3, pensil warna atau cat air dengan memperhatikan hal- hal berikut! 1. Pilihlah salah satu tujuan peranan lembaga sosial dalam pemanfaatan sumber daya alam. 2. Amati tujuan tersebut apakah telah tercapai atau belum tercapai di Indonesia lalu sampaikan dalam poster. 3. Gambar salah satu tujuan peranan lembaga sosial dalam pemanfaatan sumber daya alam yang telah dipilih! 4. Tuliskan peranan lembaga sosial dalam pemanfaatan sumber daya alam konsep dari poster yang akan peserta didik sampaikan!
  • 168.
    Modul Ajar KurikulumMerdeka Modul Ajar IPS SMP Fase D Kelas 8 5. Laporkan hasilnya secara lisan! Rubrik Pemberian Skor Proyek No Pernyataan Skor 1 2 3 4 1 Kemampuan peserta didik dalam merencanakan 2 Kemampuan menggambar poster 3 Kemampuan penyampaian konsep berdasarkan poster yang digambar 4 Kemampuan mempresentasikan isi poster 5 Produk Poster Skor Maksimum 15 Catatan: Guru bisa menetapkan bobot yang berbeda-beda antara aspek satu dan lainnya pada pemberian skor dengan memperhatikan karakteristik Kompetensi Dasar (KD) atau keterampilan yang dinilai. Rubrik PenilaianProyek No Pernyataan Keterangan 1 Kemampuan Perencanaan 2 = perencanaan lengkap (bahan, cara kerja, hasil), dan rinci 1 = perencanaan kurang lengkap 0 = tidak ada perencanaan 2 Kemampuan menggambar poster secara tepat sesuai dengan salah satu tujuan peranan lembaga sosial dalam pemanfaatan sumber daya alam 2 = menggambar dan mewarnai poster dengan baik dan interpretasi tujuan pembangunan berkelanjutan dalam poster tepat. 1 = menggambar dan memberikan warna pada poster tetapi salah dalam menginterpretasikan tujuan pembangunan berkelanjutan yang dipilih. 0 = gambar tidak diberi warna dan tidak tepat dalam menginterpretasikan tujuan pembangunan berkelanjutan yang dipilih.
  • 169.
    Modul Ajar KurikulumMerdeka Modul Ajar IPS SMP Fase D Kelas 8 G. KEGIATAN PENGAYAAN DAN REMEDIAL Pengayaan Materi di bawah ini merupakan informasi penting yang dapat digunakan untuk mengembangkan kompetensi yang dipelajari peserta didik dalam buku teks. Soekanto, Soerjono. 2012. Sosiologi Suatu Pengantar. Jakarta: PT. Rajawali Press. Remedial Remedial diberikan kepada siswa yang mendapat kriteria paham sebagian dan tidak paham dengan kegiatan mengulang pembelajaran di luar jam pelajaran. LAMPIRAN A. LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD) 2. Bagaimana Peranan Lembaga Sosial dalam Pemanfaatan Sumber Daya Alam? Nama : Nama kelompok : Kelas : Petunjuk! B. BAHAN BACAAN GURU & PESERTA DIDIK  Guru dan peserta didik mencari berbagai informasi tentang peranan lembaga sosial dalam pemanfaatan sumber daya alam dari berbagai media atau website resmi dibawa nauangan kementerian pendidikan, kebudayaan, riset dan teknologi.  Buku Panduan Guru dan Siswa Ilmu Pengetahuan Sosial untuk SMP Kelas VIII : Kemendikbudristek 2021.
  • 170.
    Modul Ajar KurikulumMerdeka Modul Ajar IPS SMP Fase D Kelas 8 C. GLOSARIUM Glosarium adat istiadat: Himpunan kaidah-kaidah sosial yang sejak lama ada dan telah menjadi kebiasaan (tradisi) dalam masyarakat. benua: Hamparan daratan yang sangat luas yang berada di permukaan bumi. budaya: Suatu cara hidup yang berkembang dan dimiliki Bersama oleh sebuah kelompok orang dan diwariskan dari generasi ke generasi. cuaca: Keadaan udara pada saat tertentu dan di wilayah tertentu yang relatif sempit dan pada jangka waktu yan singkat. dinamika penduduk: Perubahan jumlah penduduk pada suatu wilayah yang disebabkan oleh tiga faktor yaitu, kelahiran (natalitas), kematian (mortalitas), dan perpindahan (migrasi). diplomasi: Urusan kepentingan sebuah negara dengan perantaraan wakil-wakilnya di negara lain. eksogen: Tenaga yang berasal dari luar bumi, artinya tenaga luar berhubungan dengan tenaga yang berasal dari atas permukaan bumi. endogen: Tenaga yang berasal dari dalam perut bumi sehingga mengakibatkan pergerakan kulit bumi. globalisasi: Terbentuknya sistem organisasi dan komunikasi antarmasyarakat di seluruh dunia untuk mengikuti sistem dan kaidah yang sama iklim: Rerata keadaan udara atau cuaca yang terjadi pada rentang wilayah yang luas serta rentang waktu yang lama. Wilayah tersebut bisa satu benua atau negara dengan waktu, misalnya 10 tahun atau 20 tahun. imperialism : Sistem politik yang bertujuan menjajah negara lain untuk mendapatkan kekuasaan dan keuntungan lebih besar. inflasi: Kemerosotan nilai uang karena banyaknya dan cepatnya uang beredar sehingga menyebabkan naiknya harga barang-barang inovasi: Diterapkannya alat/ide baru untuk melengkapi atau menggantikan ide/alat yang lama integrasi sosial: Proses penyesuaian unsur-unsur yang berbeda dalam masyarakat sehingga menjadi satu kesatuan kolonialisme: Penguasaan oleh suatu negara atas daerah atau bangsa lain dengan maksud untuk memperluas negara. komoditas: Barang ekspor atau impor. komposisi penduduk: Pengelompokan penduduk berdasarkan kriteria tertentu. misalnya berdasarkan agama, jenis kelamin, ras, usia, status perkawinan, dan lain-lain. koperasi: Organisasi ekonomi rakyat yang berwatak sosial dan beranggotakan orang-orang, badan-badan hukum koperasi yang merupakan tata susunan ekonomi sebagai usaha bersama berdasarkan asas kekeluargaan. mobilitas sosial: Perpindahan posisi seseorang atau sekelompok orang dari lapisan yang satu ke lapisan yang lain. piramida penduduk: Dua buah diagram batang, pada sisi lainnya menunjukkan jumlah penduduk laki-laki dan pada sisi lainnya menunjukkan jumlah penduduk
  • 171.
    Modul Ajar KurikulumMerdeka Modul Ajar IPS SMP Fase D Kelas 8 perempuan dalam kelompok interval usia penduduk lima tahunan. potensi: Kemampuan yang dimiliki. reformasi: Perubahan secara drastis untuk perbaikan (bidang sosial, politik, agama) dalam suatu masyarakat atau negara. region: Suatu wilayah yang memiliki ciri atau karakteristik tersendiri yang berbeda dengan wilayah lainnya. Think Pair Share: Think (berpikir secara mandiri), Pair (berpasangan) dan Share (berbagi dalam segala hal termasuk pengetahuan ke satu individu atau grup belajar). Two Stay Two Stray: Satu model pembelajaran kooperatif untuk menghadapi kemampuan heterogen siswa yang dilakukan dengan membentuk kelompok yang bersifat heterogen kemudian saling bertukar informasi dengan kelompok lain TSTS memungkinkan siswa untuk saling bekerja sama dan saling bertukar informasi dengan cara 2 anggota tinggal di kelompok dan 2 anggota menjadi tamu di kelompok lain. D. DAFTAR PUSTAKA Daftar Pustaka Abbas, Syamsuddin. 1997 Revolusi hijau dengan swasembada beras dan jagung. Jakarta: Sekretariat Badan Pengendali Bimas Departemen Pertanian Budiawan. 2017. Nasion & nasionalisme, jelajah ringkas teoritis. Yogyakarta: Penerbit Ombak. Bahasa Indonsia.2007. Kerja sama Perdagangan Internasional: Peluang dan Tantangan bagi Bangsa Indonesia.Jakarta: PT Elekmediakomputindo. Dawam, R.M, dkk. 1995. Bank Indonesia Dalam Kilasan Sejarah. Jakarta: LP3S. Djojohadikusumo, Sumitro. (1953). Persoalan Ekonomi di Indonesia. Jakarta: Indira Hatta, Mohammad. 1960. Ekonomi terpimpin. Jakarta: Fasco Horton, Paul dan Chester L. Hunt. 1999. Sosiologi. Jakarta : Erlangga Martono, Nanang. 2012. Sosiologi perubahan sosial. Jakarta: Raja Grafindo Persada. Pranarka, AMW, Leonardus B. Moerdani dan Supardjo Roestam. 1986. Wawasan kebangsaan, ketahanan nasional, dan wawasan nusantara. Yogyakarta: Lembaga Pengkajian Kebudayaan Sarjana Wiyata Tamansiswa. Poesponegoro, Marwati Djoened. 1993. Sejarah Nasional Indonesia VI. Jakarta : Balai Pustaka Poesponegoro, Marwati Djoened. 2010. Sejarah Nasional Indonesia V. Jakarta : Balai Pustaka Ricklefs, Merle Calvin. 2008. Sejarah Indonesia Modern 1200-2008. Jakarta: Serambi Reid, Anthony JS. 1996. Revolusi Nasional Indonesia. Jakarta: Pustaka Sinar Harapan. Soekanto, Soerjono. 2012. Sosiologi suatu pengantar. Jakarta: PT. Rajawali Press. Smith, Anthony D. 2003. Nasionalisme: teori, ideologi, sejarah. Jakarta: Penerbit Erlangga. Supardi.2011. Dasar-Dasar Ilmu Sosial.Yogyakarta:Ombak.
  • 172.
    Modul Ajar KurikulumMerdeka Modul Ajar IPS SMP Fase D Kelas 8 MODUL AJAR KURIKULUM MERDEKA IPS FASE D KELAS VIII INFORMASI UMUM A. IDENTITAS MODUL Penyusun Instansi Tahun Penyusunan Jenjang Sekolah Mata Pelajaran Fase / Kelas Tema 01 Subtema D Materi 3 Alokasi Waktu : : : : : : : : : : ..................................... SMP ………………… Tahun 2022 SMP Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) D / VIII Kondisi Geografis dan Pelestarian Sumber Daya Peran Lembaga Sosial dalam Pemanfaatan Sumber Daya Alam dan Manusia Peranan Lembaga Sosial dalam Pemanfaatan Sumber Daya Manusia 2 JP (Pertemuan Ke-15) B. KOMPETENSI AWAL Capaian Pembelajaran IPS Fase D Pada akhir fase ini, peserta didik mampu memahami dan memiliki kesadaran akan keberadaan diri dan keluarga serta lingkungan terdekatnya. Ia mampu menganalisis hubungan antara kondisi geografis daerah dengan karakteristik masyarakat serta memahami potensi sumber daya alamnya. Ia juga mampu menganalisis hubungan antara keragaman kondisi geografis nusantara terhadap pembentukan kemajemukan budaya. Ia mampu memahami bagaimana masyarakat saling berupaya untuk dapat memenuhi kebutuhan hidupnya. Ia mampu menganalisis peran pemerintah dan masyarakat dalam mendorong pertumbuhan perekonomian. Peserta didik juga mampu memahami dan memiliki kesadaran terhadap perubahan sosial yang sedang terjadi di era kontemporer. Ia dapat menganalisis perkembangan ekonomi di era digital. Peserta didik memahami tantangan pembangunan dan potensi Indonesia menjadi negara maju. Ia menyadari perannya sebagai bagian dari masyarakat Indonesia dan dunia di tengah isu-isu regional dan global yang sedang terjadi dan ikut memberikan kontribusi yang positif. Peserta didik mampu memahami dan menerapkan materi pembelajaran melalui pendekatan keterampilan proses dalam belajarnya, yaitu mengamati, menanya dengan rumus 5W 1H. Kemudian mampu memperkirakan apa yang akan terjadi berdasarkan jawaban- jawaban yang ditemukan. Peserta didik juga mampu mengumpulkan informasi melalui studi pustaka, studi dokumen, wawancara, observasi, kuesioner, dan Teknik pengumpulan informasi lainnya. Merencanakan dan mengembangkan penyelidikan. Peserta didik mengorganisasikan informasi dengan memilih, mengolah dan menganalisis informasi yang diperoleh. Proses analisis informasi dilakukan dengan cara verifikasi, interpretasi, dan triangulasi informasi. Peserta didik menarik kesimpulan, menjawab, mengukur dan mendeskripsikan serta menjelaskan permasalahan yang ada dengan memenuhi prosedur dan tahapan yang ditetapkan. Peserta didik mengungkapkan seluruh hasil tahapan di atas secara lisan dan tulisan dalam bentuk media digital dan non-digital. Peserta didik lalu mengomunikasikan hasil temuannya dengan mempublikasikan hasil laporan dalam bentuk presentasi digital dan atau non-digital, dan sebagainya. Selain itu peserta didik mampu mengevaluasi pengalaman belajar yang telah dilalui dan diharapkan dapat merencanakan proyek lanjutan dengan melibatkan lintas mata pelajaran secara kolaboratif.
  • 173.
    Modul Ajar KurikulumMerdeka Modul Ajar IPS SMP Fase D Kelas 8 Elemen Pemahaman Konsep Elemen Keterampilan proses Pada akhir fase ini, peserta didik mampu memahami dan memiliki kesadaran akan keberadaan diri serta mampu berinteraksi dengan lingkungan terdekatnya. Ia mampu menganalisis hubungan antara kondisi geografis daerah dengan karakteristik masyarakat dan memahami potensi sumber daya alam serta kaitannya dengan mitigasi kebencanaan . Ia juga mampu menganalisis hubungan antara keragaman kondisi geografis nusantara terhadap pembentukan kemajemukan budaya. Ia mampu memahami bagaimana masyarakat saling berupaya untuk dapat memenuhi kebutuhan hidupnya. Ia mampu menganalisis peran pemerintah dan masyarakat dalam mendorong pertumbuhan perekonomian. Peserta didik juga mampu memahami dan memiliki kesadaran terhadap perubahan sosial yang sedang terjadi di era kontemporer. Ia dapat menganalisis perkembangan ekonomi di era digital. Peserta didik memahami tantangan pembangunan dan potensi Indonesia menjadi negara maju. Ia menyadari perannya sebagai bagian dari masyarakat Indonesia dan dunia di tengah isu-isu regional dan global yang sedang terjadi dan ikut memberikan kontribusi yang positif. Pada akhir fase ini, Peserta didik mampu memahami dan menerapkan materi pembelajaran melalui pendekatan keterampilan proses dalam belajarnya, yaitu mengamati, menanya dengan rumus 5W 1H. Kemudian mampu memperkirakan apa yang akan terjadi berdasarkan jawaban- jawaban yang ditemukan. Peserta didik juga mampu mengumpulkan informasi melalui studi pustaka, studi dokumen, lapangan, wawancara, observasi, kuesioner, dan teknik pengumpulan informasi lainnya. merencanakan dan mengembangkan penyelidikan. Peserta didik mengorganisasikan informasi dengan memilih, mengolah dan menganalisis informasi yang diperoleh. Proses analisis informasi dilakukan dengan cara verifikasi, interpretasi, dan triangulasi informasi. Peserta didik menarik kesimpulan, menjawab, mengukur dan mendeskripsikan serta menjelaskan permasalahan yang ada dengan memenuhi prosedur dan tahapan yang ditetapkan. Peserta didik mengungkapkan seluruh hasil tahapan di atas secara lisan dan tulisan dalam bentuk media digital dan non-digital. Peserta didik lalu mengomunikasikan hasil temuannya dengan mempublikasikan hasil laporan dalam bentuk presentasi digital dan atau non digital, dan sebagainya. Selain itu peserta didik mampu mengevaluasi pengalaman belajar yang telah dilalui dan diharapkan dapat merencanakan proyek lanjutan dengan melibatkan lintas mata pelajaran secara kolaboratif. C. PROFIL PELAJAR PANCASILA  Beriman, Bertakwa Kepada Tuhan Yang Maha Esa, dan Berahlak Mulia;  Berkebhinekaan Global;  Bergotong Royong;  Mandiri;  Bernalar Kritis; dan  Kreatif.
  • 174.
    Modul Ajar KurikulumMerdeka Modul Ajar IPS SMP Fase D Kelas 8 D. SARANA DAN PRASARANA Media, Sumber Belajar, dan Alat Sumber utama:  Slide gambar tentang Kampung Baduy di Banten.  Buku Siswa Ilmu Pengetahuan Sosial Kelas VII, 2021, Jakarta: Kemendikbud, Pusta Kurikulum dan Perbukuan.  LCD, laptop, papan tulis. Sumber alternatif:  Guru juga dapat menggunakan sumber belajar alternatif yang terdapat di lingkungan setempat dan sesuai dengan tema. Pengembangan sumber belajar:  Guru dapat membuat audio visual mengenai peranan lembaga sosial dalam pemanfaatan sumber daya alam. E. TARGET PESERTA DIDIK  Peserta didik reguler/tipikal: umum, tidak ada kesulitan dalam mencerna dan memahami materi ajar.  Peserta didik dengan pencapaian tinggi: mencerna dan memahami dengan cepat, mampu mencapai keterampilan berfikir aras tinggi (HOTS), dan memiliki keterampilan memimpin F. MODEL PEMBELAJARAN  Tatap Muka KOMPONEN INTI A. TUJUAN KEGIATAN PEMBELAJARAN Alur Tujuan Pembelajaran : 1. Peserta didik mampu menganalisis peranan lembaga sosial dalam pemanfaatan sumber daya manusia. B. PEMAHAMAN BERMAKNA  Meningkatkan kemampuan siswa tentang mengenai peranan lembaga sosial dalam pemanfaatan sumber daya manusia. C. PERTANYAAN PEMANTIK  Bagaimana peran masing-masing lembaga sosial dalam pemanfaatan sumber daya manusia?  Mengapa masing-masing lembaga sosial harus bisa memanfaatkan sumber daya manusia dengan baik? D. KEGIATAN PEMBELAJARAN Kegiatan Pendahuluan  Guru dan peserta didik mengucapkan salam dan doa.  Guru dan peserta mengondisikan pembelajaran.  Apersepsi: Peserta didik melihat gambar keluarga. Guru dapat menambahkan variasi gambar menggunakan tayangan video dari internet. Apersepsi juga dapat dilakukan dengan melibatkan aktivitas peserta didik. Peserta didik difasilitasi guru mengaitkan gambar dengan kegiatan belajar sebelumnya. Guru melanjutkan dengan memberikan motivasi terkait peranan lembaga sosial dalam pemanfaatan sumber daya manusia.
  • 175.
    Modul Ajar KurikulumMerdeka Modul Ajar IPS SMP Fase D Kelas 8  Motivasi: Dengan adanya lembaga sosial dalam pemanfaatan sumber daya manusia dapat bermanfaat sebagai saluran memanfaatkan sumber daya manusia secara lebih bijak.  Peserta didik dibantu guru menyimak gambaran tema dan tujuan pembelajaran dalam tema 01. Tujuan Pembelajaran: Peserta didik mampu menganalisis peranan lembaga sosial dalam pemanfaatan sumber daya manusia.  Guru menginformasikan tujuan pembelajaran pertemuan 15 tentang peranan lembaga sosial dalam pemanfaatan sumber daya manusia. Kegiatan Inti Guru menjelaskan tentang peranan lembaga sosial dalam pemanfaatan sumber daya manusia. Kegiatan ini dimaksudkan untuk memberikan pengalaman peserta didik bahwa lembaga sosial mempunyai peran untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Kemudian guru melakukan tanya jawab dengan peserta didik terkait hasil identifikasi. Secara interaktif guru mengaitkan hasil identifikasi dengan orientasi pembelajaran tentang peranan lembaga sosial dalam pemanfaatan sumber daya manusia. Peserta Didik Mengidentifikasi Masalah Setelah peserta didik mengidentifikasi peranan lembaga sosial dalam pemanfaatan sumber daya manusia, selanjutnya guru mendorong peserta didik mengajukan berbagai pertanyaan yang mengarah pada HOTS. Beberapa pertanyaan yang diajukan, misalnya: Bagaimana peran masing-masing lembaga sosial dalam pemanfaatan sumber daya manusia? Mengapa masing-masing lembaga sosial harus bisa memanfaatkan sumber daya manusia dengan baik? Peserta Didik Mengelola Informasi  Peserta didik membaca teks tentang peranan lembaga sosial dalam pemanfaatan sumber daya manusia.  Guru memfasilitasi sumber lain misalnya memberikan tautan internet yang mendukung penjelasan dan pendalaman sumber belajar.  Untuk memperoleh informasi lebih luas peserta didik juga dapat melakukan browsing peranan lembaga sosial dalam pemanfaatan sumber daya manusia. Guru dapat memberikan beberapa tautan berita, tulisan, dan laporan video tentang peranan lembaga sosial dalam pemanfaatan sumber daya manusia.  Peserta didik mengolah informasi secara berkelompok di bawah bimbingan guru. Kegiatan ini dapat dilakukan secara bervariasi, misalnya dengan diskusi kelompok, jigsaw learning, dan inkuiri. Contoh: Menggunakan Diskusi Kelompok 1. Guru membimbing peserta didik membagi kelompok yang terdiri dari 4-5 peserta didik. Pembagian kelompok misalnya dengan cara permainan berhitung. Guru mengintruksikan peserta didik untuk berkumpul dengan jumlah peserta didik yang berbeda. Misalnya, “berkumpul 5 peserta didik, berkumpul 6 peserta didik dan seterusnya” 2. Guru membimbing peserta didik untuk mengidentifikasi peranan lembaga sosial dalam pemanfaatan sumber daya alam yang ada di Indonesia. 3. Peserta didik melakukan diskusi dalam kelompok kecil dan guru menjadi fasilitator dengan cara berkeliling dari kelompok satu ke kelompok lain untuk memberikan
  • 176.
    Modul Ajar KurikulumMerdeka Modul Ajar IPS SMP Fase D Kelas 8 dorongan agar semua anggota kelompok berpartisipasi aktif. 4. Masing-masing kelompok melaporkan hasil diskusinya dalam bentuk laporan/poster/karya lainnya. 5. Guru memandu peserta didik mempresentasikan hasil diskusi. 6. Pada akhir kegiatan, guru menyimpulkan laporan hasil diskusi.  Peserta didik memilih dan mengorganisasikan informasi yang diperoleh.  Guru membimbing dan mengarahkan proses belajar peserta didik (kegiatan belajar).  Guru memastikan peserta didik mengerjakan tugas dengan baik.  Guru membantu peserta didik menemukan sumber belajar lainnya. Ini untuk mengembangkan kreativitas dan kerja sama peserta didik dalam menganalisis peranan lembaga sosial dalam pemanfaatan SDM. Peserta Didik Merencanakan dan Mengembangkan Ide  Hasil pengolahan informasi disajikan dalam bentuk laporan/poster/karya lainnya.  Peserta didik secara kelompok mengerjakan Lembar Aktivitas 15 untuk membuat mind map tentang peranan lembaga sosial dalam pemanfaatan sumber daya manusia. Peserta Didik Melakukan Refleksi Diri dan Aksi  Dalam kelas atau melalui media berbasis internet peserta didik mengomunikasikan hasil pengolahan informasi.  Guru memfasilitasi peserta didik menemukan simpulan pembelajaran.  Guru memberikan kesempatan ke peserta didik untuk mengajukan pendapat atau pertanyaan.  Penguatan dan pengayaan dilakukan untuk mengembangkan kompetensi peserta didik. Penutup  Penilaian pembelajaran dilakukan secara lisan atau tertulis.  Peserta didik melakukan refleksi pembelajaran berkaitan dengan sikap, pengetahuan, dan keterampilan. Sikap  Apakah aku sudah melakukan pembelajaran secara bertanggung jawab?  Inspirasi dari pembelajaran tentang peranan lembaga sosial dalam pemanfaatan sumber daya manusia dalam hidup saya adalah ….. Pengetahuan:  Apakah aku sudah mampu mengidentifikasi peranan lembaga sosial dalam pemanfaatan sumber daya manusia ?  Mengapa masing-masing lembaga sosial harus bisa memanfaatkan sumber daya manusia dengan baik? Keterampilan :  Apakah aku sudah berhasil membuat esai/poster/karya lainnya tentang peranan lembaga sosial dalam pemanfaatan sumber daya manusia?  Refleksi juga dapat dilakukan dengan cara lain, misalnya kuis tentang peranan lembaga sosial dalam pemanfaatan sumber daya manusia, menuliskan kompetensi yang diperoleh baik sikap, pengetahuan, dan keterampilan. Dapat pula dengan menuliskan inspirasi yang diperoleh dan yang akan dilakukan pada masa yang akan datang.
  • 177.
    Modul Ajar KurikulumMerdeka Modul Ajar IPS SMP Fase D Kelas 8  Tindak lanjut dilakukan dengan mendorong peserta didik mempelajari lebih lanjut dan informasi pembelajaran berikutnya tentang perdagangan Nusantara pada awal Masehi.  Doa dan penutup. F. REFLEKSI Refleksi Guru :  Apakah Kegitan belajar berhasil?  Berapa persen peserta didik mencapai tujuan?  Kesulitan apa yang dialami guru dan peserta didik?  Apa langkah yang perlu dilakukan untuk memperbaiki proses belajar?  Apakah seluruh peserta didik mengikuti pelajaran dengan baik? Refleksi Peserta Didik : Setelah mempelajari materi lembaga sosial, kesimpulan apa yang dapat kalian ambil dari materi tersebut? Pengetahuan apa saja yang kamu peroleh? Sikap apa yang dapat kamu kembangkan? Keterampilan apa saja yang dapat dikuasai? Pada materi ini, lembaga sosial dapat berperan dalam pemanfaatan sumber daya alam dan sumber daya manusia. Kemudian menurut kalian bagaimanakah cara untuk meningkatkan peran lembaga sosial dalam pemanfaatan sumber daya alam dan sumber daya manusia? F. ASESMEN / PENILAIAN Penilaian Proses dan Hasil Pembelajaran a. Konsep Penilaian dan Pembelajaran IPS Penilaian merupakan kegiatan yang bertujuan untuk memperoleh, menganalisis, menafsirkan proses dan hasil belajar peserta didik secara sistematis. Penilaian tersebut dapat digunakan untuk mengetahui tingkat keberhasilan pencapaian kompetensi, proses pembelajaran, tingkat kesulitan belajar peserta didik, dan penentuan tindak lanjut pembelajaran. Penilaian pembelajaran IPS memakai pendekatan penilaian autentik (authentic assesment) untuk menilai kesiapan peserta didik, proses, dan hasil belajar secara utuh. Hasil penilaian tersebut dapat dimanfaatkan guru dalam merencanakan program perbaikan (remedial), pengayaan (enrichment), layanan konseling, dan sebagai landasan untuk memperbaiki proses pembelajaran selanjutnya. b. Teknik dan Instrumen Penilaian Penilaian kompetensi sikap, keterampilan, dan pengetahuan dilakukan menggunakan teknik dan instrumen penilaian. Berikut merupakan penjabaran teknik dan instrumen penilaian dari masing-masing kompetensi. 1. Penilaian kompetensi sikap Teknik penilaian kompetensi sikap dapat berupa observasi, penilaian diri, dan penilaian antar teman. Kegiatan ini bisa dilakukan oleh guru matabpelajaran, wali kelas, dan guru bimbingan konseling (BK) yang ditulis dalam buku jurnal. Jurnal berisi catatan kejadian tertentu dan informasi lain yang relevan. a. Observasi Instrumen dalam observasi yaitu lembar observasi atau jurnal. Lembar observasi berisi catatan perilaku peserta didik berdasarkan pengamatan oleh guru mata pelajaran, wali kelas, dan guru bimbingan konseling selama satu semester. Setiap catatan berisi deskripsi perilaku peserta didik yang dilengkapi dengan waktu dan tempat pengamatan tersebut.
  • 178.
    Modul Ajar KurikulumMerdeka Modul Ajar IPS SMP Fase D Kelas 8 Jika terjadi perubahan sikap peserta didik dari yang kurang baik menjadi baik maka dalam jurnal harus ditulis bahwa sikap peserta didik tersebut telah baik atau bahkan sangat baik. Hal yang dicatat dalam jurnal bisa berupa sikap kurang baik, baik, maupun sangat baik, serta perkembangan perubahan sikap peserta didik. Berikut merupakan lembar observasi penilaian sikap peserta didik selama satu semester: Tabel Jurnal Pengembangan Sikap No Tanggal Nama Siswa Catatan Perilaku Butir Sikap 1 2 3 4 dst Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam pelaksanaan penilaian sikap menggunakan teknik observasi :  Jurnal penilaian sikap ditulis oleh guru mata pelajaran, wali kelas, dan guru BK selama satu semester.  Penilaian oleh wali kelas dapat menggunakan 1 (satu) jurnal untuk satu kelas yang menjadi tanggung-jawabnya. Penilaian oleh guru mata pelajaran dapat menggunakan 1 (satu) jurnal untuk setiap kelas yang diajarnya, dan penilaian oleh guru BK dapat menggunakan 1 (satu) jurnal untuk setiap kelas di bawah bimbingannya.  Penilaian perkembangan sikap sipritual dan sikap sosial peserta didik bisa dicatat dalam satu jurnal yang sama atau dalam 2 (dua) jurnal berbeda.  Peserta didik yang dicatat dalam jurnal adalah peserta didik yang menunjukkan perilaku yang sangat baik maupun kurang baik secara alami.  Pencatatan jurnal dilakukan dengan segera seperti ketika wali kelas, guru mata pelajaran, maupun guru BK menyaksikan atau memperoleh informasi terpercaya mengenai perilaku peserta didik.  Jika peserta didik pernah menunjukkan sikap kurang baik tetapi selama satu semester tersebut menunjukan perkembangan ke arah sikap baik, maka sikap baik tersebut juga dicatat dalam jurnal.  Guru mata pelajaran dan guru BK merangkum catatan jurnal perkembangan sikap spiritual dan sikap sosial setiap peserta didik dan menyerahkannya kepada wali kelas untuk diolah lebih lanjut Berikut merupakan jurnal penilaian (perkembangan) sikap spiritual dan sikap sosial oleh wali kelas. Jurnal Penilaian Sikap Spiritual Nama Sekolah : SMP ............................. Kelas/Semester : VIII/I Tahun Pelajaran : 2022/2023
  • 179.
    Modul Ajar KurikulumMerdeka Modul Ajar IPS SMP Fase D Kelas 8 No Waktu Nama Siswa Catatan Perilaku Butir Sikap 1 19/07/22 Haidar Tidak mengikuti sholat Dzuhur berjamaah di sekolah. Ketaqwaan 2 19/07/22 Halwa Mengganggu teman ketika berdoa sebelum kegiatan pembelajaran. Ketaqwaan 3 19/07/22 Sugi Mengajak teman berdoa sebelum olahraga badminton di sekolah. Ketaqwaan 4 19/07/22 Said Berpartisipasi sebagai panitia perayaan keagamaan di sekolah. Toleransi beragama Jurnal Penilaian Sikap Sosial Nama Sekolah : SMP ............................. Kelas/Semester : VIII/I Tahun Pelajaran: 2022/2023 No Waktu Nama Siswa Catatan Perilaku Butir Sikap 1 12/07/22 Haidar Membantu seorang teman yang kesulitan menyebrang jalan di depan sekolah. Kepedulian 2 26/08/22 Halwa Menyerahkan dompet yang ditemukan di kantin sekolah kepada wali kelas. Kejujuran 3 26/09/22 Sugi Tidak menggunakan atribut upacara di sekolah dengan legkap. Kedisiplinan 4 25/10/22 Said Berinisiatif menyiram tanaman yang mulai kering. Kepedulian Format di atas dapat digunakan guru mata pelajaran dan guru BK dalam penilain sikap spiritual dan sosial. Catatan tersebut juga dapat dibuat dalam satu tabel yang sama dengan menambahkan kolom keterangan pada bagian paling kanan untuk menuliskan keterangan jenis sikap yang ditulis. Berikut merupakan tabel jurnal penilaian sikap (spiritual dan sosial) yang dijadikan dalam satu tabel:
  • 180.
    Modul Ajar KurikulumMerdeka Modul Ajar IPS SMP Fase D Kelas 8 Jurnal Penilaian Sikap Nama Sekolah : SMP ............................. Kelas/Semester : VIII/I Tahun Pelajaran: 2022/2023 No Waktu Nama Siswa Catatan Perilaku Butir Sikap Ket. 1 19/07/22 Haidar Membantu seorang teman yang kesulitan menyebrang jalan di depan sekolah Ketaqwaan Sosial 2 19/07/22 Halwa Mengajak teman berdoa sebelum olahraga badminton di sekolah. Kepeduliaan Spiritual 3 19/07/22 Sugi Mengganggu teman ketika berdoa sebelum kegiatan pembelajaran. Toleransi beragama Spiritual 4 18/11/22 Said Berinisiatif menyiram tanaman yang mulai kering. Ketaqwaan Sosial b. Penilaian Diri (Self Assesment) Penilaian diri merupakan teknik penilaian terhadap diri sendiri oleh peserta didik dengan mengidentiikasi kelebihan dan kekurangan sikap peserta didik dalam berperilaku. Teknik penilaian ini dapat digunakan untuk menumbuhkan nilai-nilai kejujuran dan meningkatkan kemampuan releksi diri peserta didik. Satu tabel penilaian diri dapat digunakan untuk penilaian sikap spiritual dan sikap sosial. Berikut merupakan lembar penilaian diri menggunakan Likert Scale. Lembar Penilaian Diri Siswa (Likert Scale) Nama teman yang dinilai : .................. Nama penilai : .................. Kelas : .................... Semester : .................... Berilah tanda centang pada kolom “Ya” atau “Tidak” sesuai dengan keadaan sebenarnya No Pernyataan Skala 1 2 3 4 1 Saya berdoa sebelum melakukan kegiatan
  • 181.
    Modul Ajar KurikulumMerdeka Modul Ajar IPS SMP Fase D Kelas 8 2 Saya melaksanakan ibadah sholat tepat waktu 3 Saya berani mengakui kesalahan jika memang bersalah 4 Saya mengumpulkan tugas sesuai jadwal yang diberikan 5 Saya mengembalikan barang yang saya pinjam dalam kondisi baik 6 Saya meminta maaf jika melakukan kesalahan 7 Saya datang ke sekolah tepat waktu Keterangan: 1 = sangat jarang 2 = jarang 3 = sering 4 = selalu c. Penilaian Antar Teman Penilaian antar teman adalah teknik penilaian yang dilakukan peserta didik terhadap peserta didik yang lain mengenai sikap/perilaku peserta didik. Penilaian antarteman dapat digunakan untuk menumbuhkan nilai kejujuran, tenggang rasa, dan saling menghargai. Satu lembar penilaian diri dapat digunakan untuk penilaian sikap spiritual dan sikap sosial. Berikut merupakan lembar penilaian antarteman menggunakan Likert Scale. Lembar Penilaian Diri Siswa (Likert Scale) Nama : .................. Kelas : .................... Semester : .................... Berilah tanda centang pada kolom “Ya” atau “Tidak” sesuai dengan keadaan sebenarnya No Pernyataan Skala 1 2 3 4 1 Teman saya berkata jujur kepada orang lain 2 Teman saya mengerjakan ulangan dengan jujur 3 Teman saya mentaati tata-tertib sekolah 4 .....................................
  • 182.
    Modul Ajar KurikulumMerdeka Modul Ajar IPS SMP Fase D Kelas 8 Keterangan: 1 = sangat jarang 2 = jarang 3 = sering 4 = selalu Pada dasarnya teknik penilaian diri ini tidak hanya untuk aspek sikap, tetapi juga dapat digunakan untuk menilai kompetensi dalam aspek kete rampilan dan pengetahuan. 2. Penilaian Kompetensi Pengetahuan a) Pengertian Penilaian Pengetahuan Penilaian pengetahuan merupakan penilaian yang dilakukan untuk mengetahui kemampuan peserta didik berkaitan dengan penguasaan pengetahuan faktual, konseptual, maupun prosedural serta kecakapan berpikir tingkat rendah hingga tinggi. Guru dapat memilih teknik penilaian yang disesuaikan dengan karakteristik kompetensi yang akan dinilai. Penilaian diawali dengan perencanaan pada saat menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP). Hasil penilaian pengetahuan yang dilakukan selama dan setelah proses pembelajaran dinyatakan dalam bentuk angka dengan rentang 0-100. b) Teknik Penilaian Pengetahuan Teknik penilaian pengetahuan yang akan digunakan dapat disesuaikan dengan karakteristik masing-masing Kmpetensi Dasar (KD). Teknik penilaian pengetahuan yang sering digunakan yaitu tes tertulis, tes lisan, dan penugasan. Berikut merupakan penjabaran dari berbagai teknik penilaian pengetahuan. Teknik Penilaian Pengetahuan Teknik Bentuk Instrumen Tujuan Tes tertulis Pilihan ganda, benar-salah, menjodohkan, isian atau melengkapi, dan uraian. Mengetahui kemampuan penguasaan pengetahuan peserta didik dalam proses pembelajaran. Tes lisan Tanya jawab Mengetahui pemahaman peserta didik sebagai dasar perbaikan proses pembelajaran Penugasan Tugas individu dan kelompok Memfasilitasi penguasaan pengetahuan peserta didik selama proses pembelajaran. 1. Tes Tertulis Tes tertulis merupakan soal dan jawaban disajikan secara tertulis, misalnya pilihan ganda, benar-salah, dan uraian. Langkah-langkah pengembangan tes tertulis: Kisi-kisi Tes Tertulis Nama Sekolah : SMP .............................
  • 183.
    Modul Ajar KurikulumMerdeka Modul Ajar IPS SMP Fase D Kelas 8 Kelas/Semester : VIII/I Tahun Pelajaran : 2022/2023 Mata Pelajaran : IPS No Kompetensi Dasar Materi Indikator Soal Bentuk Soal Jumlah Soal 1 Menganalisis peranan lembaga sosial dalam pemanfaatan sumber daya manusia Peranan Lembaga Sosial dalam Pemanfaatan Sumber Daya Manusia Peserta didik diharapkan mampu menganalisis peranan lembaga sosial dalam pemanfaatan sumber daya manusia. Tes Tertulis 2 Butir soal: 1. Apa peranan lembaga sosial dalam pemanfaatan sumber daya manusia? 2. Bagaimana peran lembaga sosial terhadap kehidupan manusia? Pemberian skor Tes Tertulis No. Soal Kunci Jawaban Skor 1 Berkaitan dengan usaha manusia untuk dapat memenuhi kebutuhan hidupnya, peran lembaga sosial secara umum adalah untuk memberikan pedoman tentang bagaimana harus bersikap maupun bertingkah laku pada anggota masyarakat. 2 2 Karena fungsi lembaga sosial disini adalah sebagai pedoman bertingkah laku atau bersikap, menjaga keutuhan masyarakat, dan juga sebagai social control, yaitu sebagai sistem pengawasaan masyarakat terhadap tingkah laku anggotanya. 2 Total Skor Maksimum 4 2. Tes Lisan Tes lisan merupakan pertanyaan yang diberikan guru secara lisan kepada peserta didik yang jawaban atas pertanyaan tersebut juga disampaikan secara lisan. Tes ini bertujuan untuk mengetahui penguasaan pengetahuan peserta didik dan menumbuhkan kemampuan berkomunikasi. Pemberian tes lisan dapat dilakukan pada saat pembelajaran berlangsung. pertanyaan pada tes lisan:
  • 184.
    Modul Ajar KurikulumMerdeka Modul Ajar IPS SMP Fase D Kelas 8  Apakah aku sudah mampu mengidentifikasi peranan lembaga sosial dalam pemanfaatan sumber daya manusia ?  Mengapa masing-masing lembaga sosial harus bisa memanfaatkan sumber daya manusia dengan baik? 3. Penugasan Penugasan adalah pemberian tugas untuk meningkatkan pengetahuan peserta didik. Tugas dapat dikerjakan baik secara individu maupun kelompok sesuai dengan kompetensi yang ingin dicapai. Berikut merupakan kisi-kisi tugas dan pedoman penskorannya. Nama Sekolah : SMP ............................. Kelas/Semester : VIII/I Tahun Pelajaran: 2022/2023 Mata Pelajaran : IPS Kompetensi Dasar Materi Indikator Teknik Penilaian Menganalisis peranan lembaga sosial dalam pemanfaatan sumber daya manusia Peranan Lembaga Sosial dalam Pemanfaatan Sumber Daya Manusia Peserta didik diharapkan mampu menganalisis peranan lembaga sosial dalam pemanfaatan sumber daya manusia. Penugasan Pedoman Pemberian Skor Tugas No Soal Aspek yang Dinilai Skor 1 Apa peranan lembaga sosial dalam pemanfaatan sumber daya manusia? 0-2 2 Bagaimana peran lembaga sosial terhadap kehidupan manusia? 0-3 3 Apa peranan lembaga keluarga dalam pemanfaatan sumber daya manusia? 0-3 4 Bagaimana peranan lembaga sosial dan ekonomi? 0-2 Total Skor Maksimum 10 3. Penilaian Keterampilan a) Pengertian Penilaian Keterampilan Penilaian keterampilan dilakukan untuk mengetahui kemampuan peserta didik dalam menerapkan pengetahuan yang telah diperoleh untuk melakukan tugas tertentu sesuai dengan indikator pencapaian kompetensi. Penilaian ini dapat dilakukan dengan berbagai teknik, seperti penilaian kinerja dan penilaian proyek. Berikut merupakan contoh kisi-kisi penilaian keterampilan, tugas, dan pedoman pemberian skor.
  • 185.
    Modul Ajar KurikulumMerdeka Modul Ajar IPS SMP Fase D Kelas 8 b) Teknik Penilaian Keterampilan • Penilaian kinerja Berikut ini Kisi-kisi Penilaian Kinerja, soal/tugas, pedoman pemberian skor: Kisi-kisi Penilaian Kinerja Nama Sekolah : SMP ............................. Kelas/Semester : VIII/I Tahun Pelajaran : 2022/2023 Mata Pelajaran : IPS No Kompetensi Dasar Materi Indikator Teknik Penilaian 1 Menganalisis peranan lembaga sosial dalam pemanfaatan sumber daya manusia Peranan Lembaga Sosial dalam Pemanfaatan Sumber Daya Manusia Peserta didik diharapkan mampu menganalisis peranan lembaga sosial dalam pemanfaatan sumber daya manusia. Rubrik Pemberian Skor Penilaian Kinerja No Aspek yang Dinilai Skala 0 1 2 3 4 1 Merencanakan pengamatan 2 Melakukan pengamatan 3 Membuat laporan Jumlah: Penilaian diberikan dengan memperhatikan aspek proses dan produk. Guru dapat menetapkan bobot pemberian skor yang berbeda antara satu dan aspek yang lainnya dengan memperhatikan karakteristik kompetensi yang dinilai. Rubrik Penilaian Kinerja No Indikator Rubrik 1 Menyiapkan bahan yang diperlukan 2 = Menyiapkan seluruh alat dan bahan yang diperlukan. 1 = Menyiapakan sebagian alat dan bahan yang diperlukan. 0 = Tidak menyiapkan alat bahan 2 Pengamatan 4 = Melakukan empat langkah kerja dengan tepat
  • 186.
    Modul Ajar KurikulumMerdeka Modul Ajar IPS SMP Fase D Kelas 8 3 = Melakukan tiga langkah kerja dengan tepat. 2 = Melakukan dua langkah kerja dengan tepat. 1 = Melakukan satu langkah kerja dengan tepat. 0 = Tidak melakukan langkah kerja. Langkah kerja: 1. Menyiapkan kertas gambar ukuran A4. 2. Menggambar peranan lembaga sosial dalam pemanfaatan sumber daya manusia. 3. Mencantumkan komponen peranan lembaga sosial dalam pemanfaatan sumber daya manusia pada gambar yang di buat. 4. Memberikan warna pada kenampakan objek yang di gambar pada peranan lembaga sosial dalam pemanfaatan sumber daya manusia. 3 Membuat laporan 3 = Memenuhi 3 kriteria 2 = Memenuhi 2 kriteria 1 = Memenuhi 1 kriteria 0 = Tidak memenuhi kriteria Kriteria laporan: 1. Memenuhi sistematika laporan (judul, tujuan, alat dan bahan, prosedur, data pengamatan, pembahasan, kesimpulan) 2. Data, pembahasan, dan kesimpulan benar 3. Komunikatif • Penilaian proyek Penilaian proyek merupakan kegiatan yang bertujuan untuk mengetahui kemampuan peserta didik dalam mengimplementasikan pengetahuannya melalui penyelesaian suatu tugas dalam waktu tertentu. Penilaian ini dapat digunakan untuk mengukur satu maupun beberapa Kompetensi Dasar (KD) dalam satu atau beberapa mata pelajaran. Kegiatan yang dilakukan dimulai dengan perencanaan, pengumpulan, pengorganisasian, pengolahan, penyajian, dan pelaporan. Beberapa hal yang perlu dipertimbangkan dalam penilaian proyek, yaitu: 1) Pengelolaan Kemampuan peserta didik untuk menentukan tema atau topik, mengumpulkan informasi, pengolahan data, dan penulisan laporan.
  • 187.
    Modul Ajar KurikulumMerdeka Modul Ajar IPS SMP Fase D Kelas 8 2) Relevansi Tema yang dipilih sesuai dengan Kompetensi Dasar (KD). 3) Keaslian Laporan atau produk yang dibuat peserta didik merupakan hasil karyanya. 4) Inovasi dan Kreativitas Terdapat unsur-unsur kebaruan dan berbeda pada produk yang dihasilkan peserta didik. Kisi-kisi Penilaian Proyek Nama Sekolah : SMP ............................. Kelas/Semester : VIII/I Tahun Pelajaran : 2022/2023 Mata Pelajaran : IPS No Kompetensi Dasar Materi Indikator Teknik Penilaian 1 Menganalisis peranan lembaga sosial dalam pemanfaatan sumber daya manusia Peranan Lembaga Sosial dalam Pemanfaatan Sumber Daya Manusia Peserta didik diharapkan mampu menganalisis peranan lembaga sosial dalam pemanfaatan sumber daya manusia. Penilaian Proyek Proyek : Buatlah poster salah satu tujuan peranan lembaga sosial dalam pemanfaatan sumber daya manusia menggunakan kertas gambar ukuran A3, pensil warna atau cat air dengan memperhatikan hal- hal berikut! 1. Pilihlah salah satu tujuan peranan lembaga sosial dalam pemanfaatan sumber daya manusia. 2. Amati tujuan tersebut apakah telah tercapai atau belum tercapai di Indonesia lalu sampaikan dalam poster. 3. Gambar salah satu tujuan peranan lembaga sosial dalam pemanfaatan sumber daya manusia yang telah dipilih! 4. Tuliskan peranan lembaga sosial dalam pemanfaatan sumber daya manusia konsep dari poster yang akan peserta didik sampaikan! 5. Laporkan hasilnya secara lisan! Rubrik Pemberian Skor Proyek No Pernyataan Skor 1 2 3 4 1 Kemampuan peserta didik dalam merencanakan
  • 188.
    Modul Ajar KurikulumMerdeka Modul Ajar IPS SMP Fase D Kelas 8 2 Kemampuan menggambar poster 3 Kemampuan penyampaian konsep berdasarkan poster yang digambar 4 Kemampuan mempresentasikan isi poster 5 Produk Poster Skor Maksimum 15 Catatan: Guru bisa menetapkan bobot yang berbeda-beda antara aspek satu dan lainnya pada pemberian skor dengan memperhatikan karakteristik Kompetensi Dasar (KD) atau keterampilan yang dinilai. Rubrik PenilaianProyek No Pernyataan Keterangan 1 Kemampuan Perencanaan 2 = perencanaan lengkap (bahan, cara kerja, hasil), dan rinci 1 = perencanaan kurang lengkap 0 = tidak ada perencanaan 2 Kemampuan menggambar poster secara tepat sesuai dengan salah satu tujuan peranan lembaga sosial dalam pemanfaatan sumber daya manusia 2 = menggambar dan mewarnai poster dengan baik dan interpretasi tujuan pembangunan berkelanjutan dalam poster tepat. 1 = menggambar dan memberikan warna pada poster tetapi salah dalam menginterpretasikan tujuan pembangunan berkelanjutan yang dipilih. 0 = gambar tidak diberi warna dan tidak tepat dalam menginterpretasikan tujuan pembangunan berkelanjutan yang dipilih. G. KEGIATAN PENGAYAAN DAN REMEDIAL Pengayaan Materi di bawah ini merupakan informasi penting yang dapat digunakan untuk mengembangkan kompetensi yang dipelajari peserta didik dalam buku teks. Soekanto, Soerjono. 2012. Sosiologi Suatu Pengantar. Jakarta: PT. Rajawali Press.
  • 189.
    Modul Ajar KurikulumMerdeka Modul Ajar IPS SMP Fase D Kelas 8 Remedial Remedial diberikan kepada siswa yang mendapat kriteria paham sebagian dan tidak paham dengan kegiatan mengulang pembelajaran di luar jam pelajaran. LAMPIRAN A. LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD) Peranan Lembaga Sosial Dalam Pemanfaatan Sumber Daya Manusia Nama : Nama kelompok : Kelas : Petunjuk! B. BAHAN BACAAN GURU & PESERTA DIDIK  Guru dan peserta didik mencari berbagai informasi tentang peranan lembaga sosial dalam pemanfaatan sumber daya manusia dari berbagai media atau website resmi dibawa nauangan kementerian pendidikan, kebudayaan, riset dan teknologi.  Buku Panduan Guru dan Siswa Ilmu Pengetahuan Sosial untuk SMP Kelas VIII : Kemendikbudristek 2021. C. GLOSARIUM Glosarium adat istiadat: Himpunan kaidah-kaidah sosial yang sejak lama ada dan telah menjadi kebiasaan (tradisi) dalam masyarakat. benua: Hamparan daratan yang sangat luas yang berada di permukaan bumi. budaya: Suatu cara hidup yang berkembang dan dimiliki Bersama oleh sebuah kelompok
  • 190.
    Modul Ajar KurikulumMerdeka Modul Ajar IPS SMP Fase D Kelas 8 orang dan diwariskan dari generasi ke generasi. cuaca: Keadaan udara pada saat tertentu dan di wilayah tertentu yang relatif sempit dan pada jangka waktu yan singkat. dinamika penduduk: Perubahan jumlah penduduk pada suatu wilayah yang disebabkan oleh tiga faktor yaitu, kelahiran (natalitas), kematian (mortalitas), dan perpindahan (migrasi). diplomasi: Urusan kepentingan sebuah negara dengan perantaraan wakil-wakilnya di negara lain. eksogen: Tenaga yang berasal dari luar bumi, artinya tenaga luar berhubungan dengan tenaga yang berasal dari atas permukaan bumi. endogen: Tenaga yang berasal dari dalam perut bumi sehingga mengakibatkan pergerakan kulit bumi. globalisasi: Terbentuknya sistem organisasi dan komunikasi antarmasyarakat di seluruh dunia untuk mengikuti sistem dan kaidah yang sama iklim: Rerata keadaan udara atau cuaca yang terjadi pada rentang wilayah yang luas serta rentang waktu yang lama. Wilayah tersebut bisa satu benua atau negara dengan waktu, misalnya 10 tahun atau 20 tahun. imperialism : Sistem politik yang bertujuan menjajah negara lain untuk mendapatkan kekuasaan dan keuntungan lebih besar. inflasi: Kemerosotan nilai uang karena banyaknya dan cepatnya uang beredar sehingga menyebabkan naiknya harga barang-barang inovasi: Diterapkannya alat/ide baru untuk melengkapi atau menggantikan ide/alat yang lama integrasi sosial: Proses penyesuaian unsur-unsur yang berbeda dalam masyarakat sehingga menjadi satu kesatuan kolonialisme: Penguasaan oleh suatu negara atas daerah atau bangsa lain dengan maksud untuk memperluas negara. komoditas: Barang ekspor atau impor. komposisi penduduk: Pengelompokan penduduk berdasarkan kriteria tertentu. misalnya berdasarkan agama, jenis kelamin, ras, usia, status perkawinan, dan lain-lain. koperasi: Organisasi ekonomi rakyat yang berwatak sosial dan beranggotakan orang-orang, badan-badan hukum koperasi yang merupakan tata susunan ekonomi sebagai usaha bersama berdasarkan asas kekeluargaan. mobilitas sosial: Perpindahan posisi seseorang atau sekelompok orang dari lapisan yang satu ke lapisan yang lain. piramida penduduk: Dua buah diagram batang, pada sisi lainnya menunjukkan jumlah penduduk laki-laki dan pada sisi lainnya menunjukkan jumlah penduduk perempuan dalam kelompok interval usia penduduk lima tahunan. potensi: Kemampuan yang dimiliki. reformasi: Perubahan secara drastis untuk perbaikan (bidang sosial, politik, agama) dalam suatu masyarakat atau negara. region: Suatu wilayah yang memiliki ciri atau karakteristik tersendiri yang berbeda dengan wilayah lainnya. Think Pair Share: Think (berpikir secara mandiri), Pair (berpasangan) dan Share (berbagi dalam segala hal termasuk pengetahuan ke satu individu atau grup belajar).
  • 191.
    Modul Ajar KurikulumMerdeka Modul Ajar IPS SMP Fase D Kelas 8 Two Stay Two Stray: Satu model pembelajaran kooperatif untuk menghadapi kemampuan heterogen siswa yang dilakukan dengan membentuk kelompok yang bersifat heterogen kemudian saling bertukar informasi dengan kelompok lain TSTS memungkinkan siswa untuk saling bekerja sama dan saling bertukar informasi dengan cara 2 anggota tinggal di kelompok dan 2 anggota menjadi tamu di kelompok lain. D. DAFTAR PUSTAKA Daftar Pustaka Abbas, Syamsuddin. 1997 Revolusi hijau dengan swasembada beras dan jagung. Jakarta: Sekretariat Badan Pengendali Bimas Departemen Pertanian Budiawan. 2017. Nasion & nasionalisme, jelajah ringkas teoritis. Yogyakarta: Penerbit Ombak. Bahasa Indonsia.2007. Kerja sama Perdagangan Internasional: Peluang dan Tantangan bagi Bangsa Indonesia.Jakarta: PT Elekmediakomputindo. Dawam, R.M, dkk. 1995. Bank Indonesia Dalam Kilasan Sejarah. Jakarta: LP3S. Djojohadikusumo, Sumitro. (1953). Persoalan Ekonomi di Indonesia. Jakarta: Indira Hatta, Mohammad. 1960. Ekonomi terpimpin. Jakarta: Fasco Horton, Paul dan Chester L. Hunt. 1999. Sosiologi. Jakarta : Erlangga Martono, Nanang. 2012. Sosiologi perubahan sosial. Jakarta: Raja Grafindo Persada. Pranarka, AMW, Leonardus B. Moerdani dan Supardjo Roestam. 1986. Wawasan kebangsaan, ketahanan nasional, dan wawasan nusantara. Yogyakarta: Lembaga Pengkajian Kebudayaan Sarjana Wiyata Tamansiswa. Poesponegoro, Marwati Djoened. 1993. Sejarah Nasional Indonesia VI. Jakarta : Balai Pustaka Poesponegoro, Marwati Djoened. 2010. Sejarah Nasional Indonesia V. Jakarta : Balai Pustaka Ricklefs, Merle Calvin. 2008. Sejarah Indonesia Modern 1200-2008. Jakarta: Serambi Reid, Anthony JS. 1996. Revolusi Nasional Indonesia. Jakarta: Pustaka Sinar Harapan. Soekanto, Soerjono. 2012. Sosiologi suatu pengantar. Jakarta: PT. Rajawali Press. Smith, Anthony D. 2003. Nasionalisme: teori, ideologi, sejarah. Jakarta: Penerbit Erlangga. Supardi.2011. Dasar-Dasar Ilmu Sosial.Yogyakarta:Ombak.
  • 192.
    Modul Ajar KurikulumMerdeka Modul Ajar IPS SMP Fase D Kelas 8 MODUL AJAR KURIKULUM MERDEKA IPS FASE D KELAS VIII INFORMASI UMUM A. IDENTITAS MODUL Penyusun Instansi Tahun Penyusunan Jenjang Sekolah Mata Pelajaran Fase / Kelas Tema 01 Subtema E Materi 1 Alokasi Waktu : : : : : : : : : : ..................................... SMP ………………… Tahun 2022 SMP Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) D / VIII Kondisi Geografis dan Pelestarian Sumber Daya Kondisi Geografis dan Interaksi dengan Bangsa Asing Perdagangan Nusantara pada Awal Masehi 4 JP (Pertemuan Ke-16-17) B. KOMPETENSI AWAL Capaian Pembelajaran IPS Fase D Pada akhir fase ini, peserta didik mampu memahami dan memiliki kesadaran akan keberadaan diri dan keluarga serta lingkungan terdekatnya. Ia mampu menganalisis hubungan antara kondisi geografis daerah dengan karakteristik masyarakat serta memahami potensi sumber daya alamnya. Ia juga mampu menganalisis hubungan antara keragaman kondisi geografis nusantara terhadap pembentukan kemajemukan budaya. Ia mampu memahami bagaimana masyarakat saling berupaya untuk dapat memenuhi kebutuhan hidupnya. Ia mampu menganalisis peran pemerintah dan masyarakat dalam mendorong pertumbuhan perekonomian. Peserta didik juga mampu memahami dan memiliki kesadaran terhadap perubahan sosial yang sedang terjadi di era kontemporer. Ia dapat menganalisis perkembangan ekonomi di era digital. Peserta didik memahami tantangan pembangunan dan potensi Indonesia menjadi negara maju. Ia menyadari perannya sebagai bagian dari masyarakat Indonesia dan dunia di tengah isu-isu regional dan global yang sedang terjadi dan ikut memberikan kontribusi yang positif. Peserta didik mampu memahami dan menerapkan materi pembelajaran melalui pendekatan keterampilan proses dalam belajarnya, yaitu mengamati, menanya dengan rumus 5W 1H. Kemudian mampu memperkirakan apa yang akan terjadi berdasarkan jawaban- jawaban yang ditemukan. Peserta didik juga mampu mengumpulkan informasi melalui studi pustaka, studi dokumen, wawancara, observasi, kuesioner, dan Teknik pengumpulan informasi lainnya. Merencanakan dan mengembangkan penyelidikan. Peserta didik mengorganisasikan informasi dengan memilih, mengolah dan menganalisis informasi yang diperoleh. Proses analisis informasi dilakukan dengan cara verifikasi, interpretasi, dan triangulasi informasi. Peserta didik menarik kesimpulan, menjawab, mengukur dan mendeskripsikan serta menjelaskan permasalahan yang ada dengan memenuhi prosedur dan tahapan yang ditetapkan. Peserta didik mengungkapkan seluruh hasil tahapan di atas secara lisan dan tulisan dalam bentuk media digital dan non-digital. Peserta didik lalu mengomunikasikan hasil temuannya dengan mempublikasikan hasil laporan dalam bentuk presentasi digital dan atau non-digital, dan sebagainya. Selain itu peserta didik mampu mengevaluasi pengalaman belajar yang telah dilalui dan diharapkan dapat merencanakan proyek lanjutan dengan melibatkan lintas mata pelajaran secara kolaboratif. Elemen Pemahaman Konsep Elemen Keterampilan proses Pada akhir fase ini, peserta didik Pada akhir fase ini, Peserta didik mampu
  • 193.
    Modul Ajar KurikulumMerdeka Modul Ajar IPS SMP Fase D Kelas 8 mampu memahami dan memiliki kesadaran akan keberadaan diri serta mampu berinteraksi dengan lingkungan terdekatnya. Ia mampu menganalisis hubungan antara kondisi geografis daerah dengan karakteristik masyarakat dan memahami potensi sumber daya alam serta kaitannya dengan mitigasi kebencanaan . Ia juga mampu menganalisis hubungan antara keragaman kondisi geografis nusantara terhadap pembentukan kemajemukan budaya. Ia mampu memahami bagaimana masyarakat saling berupaya untuk dapat memenuhi kebutuhan hidupnya. Ia mampu menganalisis peran pemerintah dan masyarakat dalam mendorong pertumbuhan perekonomian. Peserta didik juga mampu memahami dan memiliki kesadaran terhadap perubahan sosial yang sedang terjadi di era kontemporer. Ia dapat menganalisis perkembangan ekonomi di era digital. Peserta didik memahami tantangan pembangunan dan potensi Indonesia menjadi negara maju. Ia menyadari perannya sebagai bagian dari masyarakat Indonesia dan dunia di tengah isu-isu regional dan global yang sedang terjadi dan ikut memberikan kontribusi yang positif. memahami dan menerapkan materi pembelajaran melalui pendekatan keterampilan proses dalam belajarnya, yaitu mengamati, menanya dengan rumus 5W 1H. Kemudian mampu memperkirakan apa yang akan terjadi berdasarkan jawaban- jawaban yang ditemukan. Peserta didik juga mampu mengumpulkan informasi melalui studi pustaka, studi dokumen, lapangan, wawancara, observasi, kuesioner, dan teknik pengumpulan informasi lainnya. merencanakan dan mengembangkan penyelidikan. Peserta didik mengorganisasikan informasi dengan memilih, mengolah dan menganalisis informasi yang diperoleh. Proses analisis informasi dilakukan dengan cara verifikasi, interpretasi, dan triangulasi informasi. Peserta didik menarik kesimpulan, menjawab, mengukur dan mendeskripsikan serta menjelaskan permasalahan yang ada dengan memenuhi prosedur dan tahapan yang ditetapkan. Peserta didik mengungkapkan seluruh hasil tahapan di atas secara lisan dan tulisan dalam bentuk media digital dan non-digital. Peserta didik lalu mengomunikasikan hasil temuannya dengan mempublikasikan hasil laporan dalam bentuk presentasi digital dan atau non digital, dan sebagainya. Selain itu peserta didik mampu mengevaluasi pengalaman belajar yang telah dilalui dan diharapkan dapat merencanakan proyek lanjutan dengan melibatkan lintas mata pelajaran secara kolaboratif. C. PROFIL PELAJAR PANCASILA  Beriman, Bertakwa Kepada Tuhan Yang Maha Esa, dan Berahlak Mulia;  Berkebhinekaan Global;  Bergotong Royong;  Mandiri;  Bernalar Kritis; dan  Kreatif. D. SARANA DAN PRASARANA Media, Sumber Belajar, dan Alat Sumber utama:  Slide gambar peta jalur perdagangan India-Cina.  Buku Siswa Ilmu Pengetahuan Sosial Kelas VII, 2021, Jakarta: Kemendikbud, Pusta Kurikulum dan Perbukuan.
  • 194.
    Modul Ajar KurikulumMerdeka Modul Ajar IPS SMP Fase D Kelas 8  LCD, laptop, papan tulis. Sumber alternatif:  Guru juga dapat menggunakan sumber belajar alternatif yang terdapat di lingkungan setempat dan sesuai dengan tema. Pengembangan sumber belajar:  Guru dapat membawa contoh rempah-rempah atau barang-barang yang diperdagangkan pada awal Masehi. E. TARGET PESERTA DIDIK  Peserta didik reguler/tipikal: umum, tidak ada kesulitan dalam mencerna dan memahami materi ajar.  Peserta didik dengan pencapaian tinggi: mencerna dan memahami dengan cepat, mampu mencapai keterampilan berfikir aras tinggi (HOTS), dan memiliki keterampilan memimpin F. MODEL PEMBELAJARAN  Tatap Muka KOMPONEN INTI A. TUJUAN KEGIATAN PEMBELAJARAN Alur Tujuan Pembelajaran : 1. Peserta didik mampu mengidentifikasi perdagangan Nusantara pada awal Masehi. B. PEMAHAMAN BERMAKNA  Meningkatkan kemampuan siswa tentang perdagangan Nusantara pada awal Masehi. C. PERTANYAAN PEMANTIK  Bagaimana awal mula perdagangan bisa masuk ke Nusantara?  Mengapa angin muson disebut sebagai angin yang ditunggu untuk menuju daerah Cina?  Hubungan apa yang terjadi pada masa tersebut? D. KEGIATAN PEMBELAJARAN Kegiatan Pendahuluan  Guru dan peserta didik mengucapkan salam dan doa.  Guru dan peserta mengondisikan pembelajaran.  Apersepsi: Peserta didik melihat gambar jalur perdagangan India-Cina. Guru dapat menambahkan variasi gambar menggunakan tayangan video dari internet. Apersepsi juga dapat dilakukan dengan melibatkan aktivitas peserta didik. Peserta didik difasilitasi guru mengaitkan gambar dengan kegiatan belajar sebelumnya. Guru melanjutkan dengan memberikan motivasi terkait perdagangan Nusantara pada awal Masehi.  Motivasi: Perdagangan Nusantara pada awal Masehi membawa keuntungan bagi Indonesia. Para saudagar Cina dan India melakukan transit sehingga Indonesia mempunyai kontak dengan bangsa-bangsa asing. Kontak dan interaksi tersebut menyebabkan terjadinya interaksi budaya yang sampai kini dapat kita lihat bukti- buktinya.  Peserta didik dibantu guru menyimak gambaran tema dan tujuan pembelajaran dalam Tema 01.  Tujuan Pembelajaran: Peserta didik dapat mengidentifikasi perdagangan Nusantara pada awal Masehi
  • 195.
    Modul Ajar KurikulumMerdeka Modul Ajar IPS SMP Fase D Kelas 8  Guru menginformasikan tujuan pembelajaran pertemuan 16 dan 17 tentang perdagangan Nusantara pada awal Masehi. Kegiatan Inti Guru menjelaskan tentang petunjuk kerja dan tugas dari Lembar Aktivitas 16 untuk mengidentifikasi barang-barang yang diperdagangkan pada awal Masehi. Kegiatan ini dimaksudkan untuk memberikan pengalaman peserta didik bahwa perdagangan di Indonesia sudah ada sejak awal Masehi. Kemudian guru melakukan tanya jawab dengan peserta didik terkait hasil identifikasi. Secara interaktif guru mengaitkan hasil identifikasi dengan orientasi pembelajaran tentang perdagangan Nusantara pada awal Masehi. Peserta Didik Mengidentifikasi Masalah Setelah peserta didik mengidentifikasi perdagangan Nusantara pada awal Masehi, selanjutnya guru mendorong peserta didik mengajukan berbagai pertanyaan yang mengarah pada HOTS. Beberapa pertanyaan yang diajukan, misalnya: Bagaimana awal mula perdagangan bisa masuk ke Nusantara? Mengapa angin muson disebut sebagai angin yang ditunggu untuk menuju daerah Cina? Hubungan apa yang terjadi pada masa tersebut? Peserta Didik Mengelola Informasi  Peserta didik membaca teks tentang perdagangan Nusantara pada awal Masehi.  Guru memfasilitasi sumber lain misalnya memberikan tautan internet yang mendukung penjelasan dan pendalaman sumber belajar.  Untuk memperoleh informasi lebih luas peserta didik juga dapat melakukan browsing perdagangan Nusantara pada awal Masehi. Guru dapat memberikan beberapa tautan berita, tulisan, dan laporan video tentang kehidupan masyarakat Indonesia di dalam perdagangan Nusantara pada awal Masehi.  Peserta didik mengolah informasi secara berkelompok di bawah bimbingan guru. Kegiatan ini dapat dilakukan secara bervariasi, misalnya dengan diskusi kelompok, jigsaw learning, dan inkuiri. Contoh: Menggunakan Diskusi Kelompok 1. Guru membimbing peserta didik membagi kelompok yang terdiri dari 4-5 peserta didik. Pembagian kelompok misalnya dengan cara permainan berhitung. Guru mengintruksikan peserta didik untuk berkumpul dengan jumlah peserta didik yang berbeda. Misalnya, “berkumpul 5 peserta didik, berkumpul 6 peserta didik dan seterusnya” 2. Guru membimbing peserta didik untuk mengidentifikasi peranan lembaga sosial dalam pemanfaatan sumber daya alam yang ada di Indonesia. 3. Peserta didik melakukan diskusi dalam kelompok kecil dan guru menjadi fasilitator dengan cara berkeliling dari kelompok satu ke kelompok lain untuk memberikan dorongan agar semua anggota kelompok berpartisipasi aktif. 4. Masing-masing kelompok melaporkan hasil diskusinya dalam bentuk laporan/poster/karya lainnya. 5. Guru memandu peserta didik mempresentasikan hasil diskusi. 6. Pada akhir kegiatan, guru menyimpulkan laporan hasil diskusi.  Peserta didik memilih dan mengorganisasikan informasi yang diperoleh.  Guru membimbing dan mengarahkan proses belajar peserta didik (kegiatan belajar).
  • 196.
    Modul Ajar KurikulumMerdeka Modul Ajar IPS SMP Fase D Kelas 8  Guru memastikan peserta didik mengerjakan tugas dengan baik.  Guru membantu peserta didik menemukan sumber belajar lainnya. Hal tersebut bertujuan untuk mengembangkan kreativitas dan kerja sama peserta didik dalam membuat peta jalur perdagangan Nusantara pada awal Masehi Peserta Didik Merencanakan dan Mengembangkan Ide  Hasil pengolahan informasi disajikan dalam bentuk laporan/poster/karya lainnya.  Peserta didik secara kelompok mengerjakan Lembar Aktivitas 17 peta jalur perdagangan Nusantara pada masa awal Masehi. Peserta Didik Melakukan Refleksi Diri dan Aksi  Dalam kelas atau melalui media berbasis internet peserta didik mengomunikasikan hasil pengolahan informasi.  Guru memfasilitasi peserta didik menemukan simpulan pembelajaran.  Guru memberikan kesempatan ke peserta didik untuk mengajukan pendapat atau pertanyaan.  Penguatan dan pengayaan dilakukan untuk mengembangkan kompetensi peserta didik. Penutup  Penilaian pembelajaran dilakukan secara lisan atau tertulis.  Peserta didik melakukan refleksi pembelajaran berkaitan dengan sikap, pengetahuan, dan keterampilan. Sikap  Apakah aku sudah melakukan pembelajaran secara bertanggung jawab?  Inspirasi dari pembelajaran tentang perdagangan Nusantara pada awal Masehi dalam hidup saya adalah… Pengetahuan:  Apakah aku sudah mampu mengidentifikasi perdagangan Nusantara pada awal Masehi?  Bagaimana awal mula perdagangan bisa masuk ke Nusantara?  Mengapa angin muson disebut sebagai angin yang ditunggu untuk menuju daerah Cina?  Hubungan apa yang terjadi pada masa tersebut? Keterampilan :  Apakah aku sudah berhasil membuat esai/poster/karya lainnya tentang perdagangan Nusantara pada awal Masehi?  Refleksi juga dapat dilakukan dengan cara lain, misalnya kuis tentang perdagangan Nusantara pada awal Masehi, menuliskan kompetensi yang diperoleh baik sikap, pengetahuan, dan keterampilan. Dapat pula dengan menuliskan inspirasi yang diperoleh dan yang akan dilakukan pada masa yang akan datang.  Tindak lanjut dilakukan dengan mendorong peserta didik mempelajari lebih lanjut dan informasi pembelajaran berikutnya tentang Perkembangan Kehidupan pada Masear Kerajaan Hindu Buddha..  Doa dan penutup. F. REFLEKSI
  • 197.
    Modul Ajar KurikulumMerdeka Modul Ajar IPS SMP Fase D Kelas 8 Refleksi Guru :  Apakah Kegitan belajar berhasil?  Berapa persen peserta didik mencapai tujuan?  Kesulitan apa yang dialami guru dan peserta didik?  Apa langkah yang perlu dilakukan untuk memperbaiki proses belajar?  Apakah seluruh peserta didik mengikuti pelajaran dengan baik? Refleksi Peserta Didik :  Bagian mana yang menurutmu paling sulit dari pelajaran ini?  Apa yang akan kamu lakukan untuk memperbaikan hasil belajaramu?  Kepada siapa kamu akan meminta bantuan untuk memahami pelajaran ini?  Jika kamu diminta untuk memberikan binta 1 sampai 5, berapa bintang akan kamu berikan pada usaha yang kamu lakukan?  Bagian mana dari pembelajaran ini yang kamu menyenakan? F. ASESMEN / PENILAIAN Penilaian Proses dan Hasil Pembelajaran a. Konsep Penilaian dan Pembelajaran IPS Penilaian merupakan kegiatan yang bertujuan untuk memperoleh, menganalisis, menafsirkan proses dan hasil belajar peserta didik secara sistematis. Penilaian tersebut dapat digunakan untuk mengetahui tingkat keberhasilan pencapaian kompetensi, proses pembelajaran, tingkat kesulitan belajar peserta didik, dan penentuan tindak lanjut pembelajaran. Penilaian pembelajaran IPS memakai pendekatan penilaian autentik (authentic assesment) untuk menilai kesiapan peserta didik, proses, dan hasil belajar secara utuh. Hasil penilaian tersebut dapat dimanfaatkan guru dalam merencanakan program perbaikan (remedial), pengayaan (enrichment), layanan konseling, dan sebagai landasan untuk memperbaiki proses pembelajaran selanjutnya. b. Teknik dan Instrumen Penilaian Penilaian kompetensi sikap, keterampilan, dan pengetahuan dilakukan menggunakan teknik dan instrumen penilaian. Berikut merupakan penjabaran teknik dan instrumen penilaian dari masing-masing kompetensi. 1. Penilaian kompetensi sikap Teknik penilaian kompetensi sikap dapat berupa observasi, penilaian diri, dan penilaian antar teman. Kegiatan ini bisa dilakukan oleh guru matabpelajaran, wali kelas, dan guru bimbingan konseling (BK) yang ditulis dalam buku jurnal. Jurnal berisi catatan kejadian tertentu dan informasi lain yang relevan. a. Observasi Instrumen dalam observasi yaitu lembar observasi atau jurnal. Lembar observasi berisi catatan perilaku peserta didik berdasarkan pengamatan oleh guru mata pelajaran, wali kelas, dan guru bimbingan konseling selama satu semester. Setiap catatan berisi deskripsi perilaku peserta didik yang dilengkapi dengan waktu dan tempat pengamatan tersebut. Jika terjadi perubahan sikap peserta didik dari yang kurang baik menjadi baik maka dalam jurnal harus ditulis bahwa sikap peserta didik tersebut telah baik atau bahkan sangat baik. Hal yang dicatat dalam jurnal bisa berupa sikap kurang baik, baik, maupun sangat baik, serta perkembangan perubahan sikap peserta didik. Berikut merupakan lembar observasi penilaian sikap peserta didik selama satu semester:
  • 198.
    Modul Ajar KurikulumMerdeka Modul Ajar IPS SMP Fase D Kelas 8 Tabel Jurnal Pengembangan Sikap No Tanggal Nama Siswa Catatan Perilaku Butir Sikap 1 2 3 4 dst Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam pelaksanaan penilaian sikap menggunakan teknik observasi :  Jurnal penilaian sikap ditulis oleh guru mata pelajaran, wali kelas, dan guru BK selama satu semester.  Penilaian oleh wali kelas dapat menggunakan 1 (satu) jurnal untuk satu kelas yang menjadi tanggung-jawabnya. Penilaian oleh guru mata pelajaran dapat menggunakan 1 (satu) jurnal untuk setiap kelas yang diajarnya, dan penilaian oleh guru BK dapat menggunakan 1 (satu) jurnal untuk setiap kelas di bawah bimbingannya.  Penilaian perkembangan sikap sipritual dan sikap sosial peserta didik bisa dicatat dalam satu jurnal yang sama atau dalam 2 (dua) jurnal berbeda.  Peserta didik yang dicatat dalam jurnal adalah peserta didik yang menunjukkan perilaku yang sangat baik maupun kurang baik secara alami.  Pencatatan jurnal dilakukan dengan segera seperti ketika wali kelas, guru mata pelajaran, maupun guru BK menyaksikan atau memperoleh informasi terpercaya mengenai perilaku peserta didik.  Jika peserta didik pernah menunjukkan sikap kurang baik tetapi selama satu semester tersebut menunjukan perkembangan ke arah sikap baik, maka sikap baik tersebut juga dicatat dalam jurnal.  Guru mata pelajaran dan guru BK merangkum catatan jurnal perkembangan sikap spiritual dan sikap sosial setiap peserta didik dan menyerahkannya kepada wali kelas untuk diolah lebih lanjut Berikut merupakan jurnal penilaian (perkembangan) sikap spiritual dan sikap sosial oleh wali kelas. Jurnal Penilaian Sikap Spiritual Nama Sekolah : SMP ............................. Kelas/Semester : VIII/I Tahun Pelajaran : 2022/2023 No Waktu Nama Siswa Catatan Perilaku Butir Sikap
  • 199.
    Modul Ajar KurikulumMerdeka Modul Ajar IPS SMP Fase D Kelas 8 1 19/07/22 Haidar Tidak mengikuti sholat Dzuhur berjamaah di sekolah. Ketaqwaan 2 19/07/22 Halwa Mengganggu teman ketika berdoa sebelum kegiatan pembelajaran. Ketaqwaan 3 19/07/22 Sugi Mengajak teman berdoa sebelum olahraga badminton di sekolah. Ketaqwaan 4 19/07/22 Said Berpartisipasi sebagai panitia perayaan keagamaan di sekolah. Toleransi beragama Jurnal Penilaian Sikap Sosial Nama Sekolah : SMP ............................. Kelas/Semester : VIII/I Tahun Pelajaran: 2022/2023 No Waktu Nama Siswa Catatan Perilaku Butir Sikap 1 12/07/22 Haidar Membantu seorang teman yang kesulitan menyebrang jalan di depan sekolah. Kepedulian 2 26/08/22 Halwa Menyerahkan dompet yang ditemukan di kantin sekolah kepada wali kelas. Kejujuran 3 26/09/22 Sugi Tidak menggunakan atribut upacara di sekolah dengan legkap. Kedisiplinan 4 25/10/22 Said Berinisiatif menyiram tanaman yang mulai kering. Kepedulian Format di atas dapat digunakan guru mata pelajaran dan guru BK dalam penilain sikap spiritual dan sosial. Catatan tersebut juga dapat dibuat dalam satu tabel yang sama dengan menambahkan kolom keterangan pada bagian paling kanan untuk menuliskan keterangan jenis sikap yang ditulis. Berikut merupakan tabel jurnal penilaian sikap (spiritual dan sosial) yang dijadikan dalam satu tabel: Jurnal Penilaian Sikap Nama Sekolah : SMP .............................
  • 200.
    Modul Ajar KurikulumMerdeka Modul Ajar IPS SMP Fase D Kelas 8 Kelas/Semester : VIII/I Tahun Pelajaran: 2022/2023 No Waktu Nama Siswa Catatan Perilaku Butir Sikap Ket. 1 19/07/22 Haidar Membantu seorang teman yang kesulitan menyebrang jalan di depan sekolah Ketaqwaan Sosial 2 19/07/22 Halwa Mengajak teman berdoa sebelum olahraga badminton di sekolah. Kepeduliaan Spiritual 3 19/07/22 Sugi Mengganggu teman ketika berdoa sebelum kegiatan pembelajaran. Toleransi beragama Spiritual 4 18/11/22 Said Berinisiatif menyiram tanaman yang mulai kering. Ketaqwaan Sosial b. Penilaian Diri (Self Assesment) Penilaian diri merupakan teknik penilaian terhadap diri sendiri oleh peserta didik dengan mengidentiikasi kelebihan dan kekurangan sikap peserta didik dalam berperilaku. Teknik penilaian ini dapat digunakan untuk menumbuhkan nilai-nilai kejujuran dan meningkatkan kemampuan releksi diri peserta didik. Satu tabel penilaian diri dapat digunakan untuk penilaian sikap spiritual dan sikap sosial. Berikut merupakan lembar penilaian diri menggunakan Likert Scale. Lembar Penilaian Diri Siswa (Likert Scale) Nama teman yang dinilai : .................. Nama penilai : .................. Kelas : .................... Semester : .................... Berilah tanda centang pada kolom “Ya” atau “Tidak” sesuai dengan keadaan sebenarnya No Pernyataan Skala 1 2 3 4 1 Saya berdoa sebelum melakukan kegiatan 2 Saya melaksanakan ibadah sholat tepat waktu 3 Saya berani mengakui kesalahan jika memang
  • 201.
    Modul Ajar KurikulumMerdeka Modul Ajar IPS SMP Fase D Kelas 8 bersalah 4 Saya mengumpulkan tugas sesuai jadwal yang diberikan 5 Saya mengembalikan barang yang saya pinjam dalam kondisi baik 6 Saya meminta maaf jika melakukan kesalahan 7 Saya datang ke sekolah tepat waktu Keterangan: 1 = sangat jarang 2 = jarang 3 = sering 4 = selalu c. Penilaian Antar Teman Penilaian antar teman adalah teknik penilaian yang dilakukan peserta didik terhadap peserta didik yang lain mengenai sikap/perilaku peserta didik. Penilaian antarteman dapat digunakan untuk menumbuhkan nilai kejujuran, tenggang rasa, dan saling menghargai. Satu lembar penilaian diri dapat digunakan untuk penilaian sikap spiritual dan sikap sosial. Berikut merupakan lembar penilaian antarteman menggunakan Likert Scale. Lembar Penilaian Diri Siswa (Likert Scale) Nama : .................. Kelas : .................... Semester : .................... Berilah tanda centang pada kolom “Ya” atau “Tidak” sesuai dengan keadaan sebenarnya No Pernyataan Skala 1 2 3 4 1 Teman saya berkata jujur kepada orang lain 2 Teman saya mengerjakan ulangan dengan jujur 3 Teman saya mentaati tata-tertib sekolah 4 ..................................... Keterangan: 1 = sangat jarang
  • 202.
    Modul Ajar KurikulumMerdeka Modul Ajar IPS SMP Fase D Kelas 8 2 = jarang 3 = sering 4 = selalu Pada dasarnya teknik penilaian diri ini tidak hanya untuk aspek sikap, tetapi juga dapat digunakan untuk menilai kompetensi dalam aspek kete rampilan dan pengetahuan. 2. Penilaian Kompetensi Pengetahuan a) Pengertian Penilaian Pengetahuan Penilaian pengetahuan merupakan penilaian yang dilakukan untuk mengetahui kemampuan peserta didik berkaitan dengan penguasaan pengetahuan faktual, konseptual, maupun prosedural serta kecakapan berpikir tingkat rendah hingga tinggi. Guru dapat memilih teknik penilaian yang disesuaikan dengan karakteristik kompetensi yang akan dinilai. Penilaian diawali dengan perencanaan pada saat menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP). Hasil penilaian pengetahuan yang dilakukan selama dan setelah proses pembelajaran dinyatakan dalam bentuk angka dengan rentang 0-100. b) Teknik Penilaian Pengetahuan Teknik penilaian pengetahuan yang akan digunakan dapat disesuaikan dengan karakteristik masing-masing Kmpetensi Dasar (KD). Teknik penilaian pengetahuan yang sering digunakan yaitu tes tertulis, tes lisan, dan penugasan. Berikut merupakan penjabaran dari berbagai teknik penilaian pengetahuan. Teknik Penilaian Pengetahuan Teknik Bentuk Instrumen Tujuan Tes tertulis Pilihan ganda, benar-salah, menjodohkan, isian atau melengkapi, dan uraian. Mengetahui kemampuan penguasaan pengetahuan peserta didik dalam proses pembelajaran. Tes lisan Tanya jawab Mengetahui pemahaman peserta didik sebagai dasar perbaikan proses pembelajaran Penugasan Tugas individu dan kelompok Memfasilitasi penguasaan pengetahuan peserta didik selama proses pembelajaran. 1. Tes Tertulis Tes tertulis merupakan soal dan jawaban disajikan secara tertulis, misalnya pilihan ganda, benar-salah, dan uraian. Langkah-langkah pengembangan tes tertulis: Kisi-kisi Tes Tertulis Nama Sekolah : SMP ............................. Kelas/Semester : VIII/I Tahun Pelajaran : 2022/2023
  • 203.
    Modul Ajar KurikulumMerdeka Modul Ajar IPS SMP Fase D Kelas 8 Mata Pelajaran : IPS No Kompetensi Dasar Materi Indikator Soal Bentuk Soal Jumlah Soal 1 Mengidentifikasi perdagangan Nusantara pada awal Masehi Perdagangan Nusantara pada awal Masehi Peserta didik diharapkan mampu mengidentifikasi perdagangan Nusantara pada awal Masehi. Tes Tertulis 2 Butir soal: 1. Bagaimana terbentuknya Nusantara melalui perdagangan? 2. Mengapa angin muson barat yang bertiup dari benua Australia menuju ke Benua Asia tidak mengandung uap air karena? Pemberian skor Tes Tertulis No. Soal Kunci Jawaban Skor 1 Jaringan Nusantara terbentuk akibat adanya hubungan perdagangan jalur laut antara dua peradaban besar yaitu Cina dan India yang melintasi selat Malaka atau Nusantara sebagai penghubungnya 2 2 Hal tersebut terjadi karena tekanan udara di benua Australia lebih tinggi dibandingkan benua Asia. 2 Total Skor Maksimum 4 2. Tes Lisan Tes lisan merupakan pertanyaan yang diberikan guru secara lisan kepada peserta didik yang jawaban atas pertanyaan tersebut juga disampaikan secara lisan. Tes ini bertujuan untuk mengetahui penguasaan pengetahuan peserta didik dan menumbuhkan kemampuan berkomunikasi. Pemberian tes lisan dapat dilakukan pada saat pembelajaran berlangsung. pertanyaan pada tes lisan:  Apakah aku sudah mampu mengidentifikasi perdagangan Nusantara pada awal Masehi?  Bagaimana awal mula perdagangan bisa masuk ke Nusantara?  Mengapa angin muson disebut sebagai angin yang ditunggu untuk menuju daerah Cina?  Hubungan apa yang terjadi pada masa tersebut?
  • 204.
    Modul Ajar KurikulumMerdeka Modul Ajar IPS SMP Fase D Kelas 8 3. Penugasan Penugasan adalah pemberian tugas untuk meningkatkan pengetahuan peserta didik. Tugas dapat dikerjakan baik secara individu maupun kelompok sesuai dengan kompetensi yang ingin dicapai. Berikut merupakan kisi-kisi tugas dan pedoman penskorannya. Nama Sekolah : SMP ............................. Kelas/Semester : VIII/I Tahun Pelajaran: 2022/2023 Mata Pelajaran : IPS Kompetensi Dasar Materi Indikator Teknik Penilaian Mengidentifikasi perdagangan Nusantara pada awal Masehi Perdagangan Nusantara pada awal Masehi Peserta didik diharapkan mampu mengidentifikasi perdagangan Nusantara pada awal Masehi. Penugasan Pedoman Pemberian Skor Tugas No Soal Aspek yang Dinilai Skor 1 Apa sajakah yang menyebabkan munculnya jalur perdagangan di Nusantara? 0-2 2 Mengapa Islam masuk ke Nusantara melalui jalur perdagangan? 0-3 3 Mengapa Nusantara mempunyai arti yang penting dalam perdagangan internasional? 0-3 4 Mengapa Selat Malaka menjadi jalur penting yang menguntungkan dalam pelayaran dan perdagangan di Nusantara? 0-2 Total Skor Maksimum 10 3. Penilaian Keterampilan a) Pengertian Penilaian Keterampilan Penilaian keterampilan dilakukan untuk mengetahui kemampuan peserta didik dalam menerapkan pengetahuan yang telah diperoleh untuk melakukan tugas tertentu sesuai dengan indikator pencapaian kompetensi. Penilaian ini dapat dilakukan dengan berbagai teknik, seperti penilaian kinerja dan penilaian proyek. Berikut merupakan contoh kisi-kisi penilaian keterampilan, tugas, dan pedoman pemberian skor. b) Teknik Penilaian Keterampilan
  • 205.
    Modul Ajar KurikulumMerdeka Modul Ajar IPS SMP Fase D Kelas 8 • Penilaian kinerja Berikut ini Kisi-kisi Penilaian Kinerja, soal/tugas, pedoman pemberian skor: Kisi-kisi Penilaian Kinerja Nama Sekolah : SMP ............................. Kelas/Semester : VIII/I Tahun Pelajaran : 2022/2023 Mata Pelajaran : IPS No Kompetensi Dasar Materi Indikator Teknik Penilaian 1 Mengidentifikasi perdagangan Nusantara pada awal Masehi Perdagangan Nusantara pada awal Masehi Peserta didik diharapkan mampu mengidentifikasi perdagangan Nusantara pada awal Masehi. Rubrik Pemberian Skor Penilaian Kinerja No Aspek yang Dinilai Skala 0 1 2 3 4 1 Merencanakan pengamatan 2 Melakukan pengamatan 3 Membuat laporan Jumlah: Penilaian diberikan dengan memperhatikan aspek proses dan produk. Guru dapat menetapkan bobot pemberian skor yang berbeda antara satu dan aspek yang lainnya dengan memperhatikan karakteristik kompetensi yang dinilai. Rubrik Penilaian Kinerja No Indikator Rubrik 1 Menyiapkan bahan yang diperlukan 2 = Menyiapkan seluruh alat dan bahan yang diperlukan. 1 = Menyiapakan sebagian alat dan bahan yang diperlukan. 0 = Tidak menyiapkan alat bahan 2 Pengamatan 4 = Melakukan empat langkah kerja dengan tepat 3 = Melakukan tiga langkah kerja dengan tepat. 2 = Melakukan dua langkah kerja dengan tepat.
  • 206.
    Modul Ajar KurikulumMerdeka Modul Ajar IPS SMP Fase D Kelas 8 1 = Melakukan satu langkah kerja dengan tepat. 0 = Tidak melakukan langkah kerja. Langkah kerja: 1. Menyiapkan kertas gambar ukuran A4. 2. Menggambar perdagangan Nusantara pada awal Masehi. 3. Mencantumkan komponen perdagangan Nusantara pada awal Masehi pada gambar yang di buat. 4. Memberikan warna pada kenampakan objek yang di gambar pada perdagangan Nusantara pada awal Masehi. 3 Membuat laporan 3 = Memenuhi 3 kriteria 2 = Memenuhi 2 kriteria 1 = Memenuhi 1 kriteria 0 = Tidak memenuhi kriteria Kriteria laporan: 1. Memenuhi sistematika laporan (judul, tujuan, alat dan bahan, prosedur, data pengamatan, pembahasan, kesimpulan) 2. Data, pembahasan, dan kesimpulan benar 3. Komunikatif • Penilaian proyek Penilaian proyek merupakan kegiatan yang bertujuan untuk mengetahui kemampuan peserta didik dalam mengimplementasikan pengetahuannya melalui penyelesaian suatu tugas dalam waktu tertentu. Penilaian ini dapat digunakan untuk mengukur satu maupun beberapa Kompetensi Dasar (KD) dalam satu atau beberapa mata pelajaran. Kegiatan yang dilakukan dimulai dengan perencanaan, pengumpulan, pengorganisasian, pengolahan, penyajian, dan pelaporan. Beberapa hal yang perlu dipertimbangkan dalam penilaian proyek, yaitu: 1) Pengelolaan Kemampuan peserta didik untuk menentukan tema atau topik, mengumpulkan informasi, pengolahan data, dan penulisan laporan. 2) Relevansi Tema yang dipilih sesuai dengan Kompetensi Dasar (KD). 3) Keaslian
  • 207.
    Modul Ajar KurikulumMerdeka Modul Ajar IPS SMP Fase D Kelas 8 Laporan atau produk yang dibuat peserta didik merupakan hasil karyanya. 4) Inovasi dan Kreativitas Terdapat unsur-unsur kebaruan dan berbeda pada produk yang dihasilkan peserta didik. Kisi-kisi Penilaian Proyek Nama Sekolah : SMP ............................. Kelas/Semester : VIII/I Tahun Pelajaran : 2022/2023 Mata Pelajaran : IPS No Kompetensi Dasar Materi Indikator Teknik Penilaian 1 Mengidentifikasi perdagangan Nusantara pada awal Masehi Perdagangan Nusantara pada awal Masehi Peserta didik diharapkan mampu mengidentifikasi perdagangan Nusantara pada awal Masehi. Penilaian Proyek Proyek : Buatlah poster salah satu tujuan perdagangan Nusantara pada awal Masehi menggunakan kertas gambar ukuran A3, pensil warna atau cat air dengan memperhatikan hal- hal berikut! 1. Pilihlah salah satu tujuan perdagangan Nusantara pada awal Masehi. 2. Amati tujuan tersebut apakah telah tercapai atau belum tercapai di Indonesia lalu sampaikan dalam poster. 3. Gambar salah satu tujuan perdagangan Nusantara pada awal Masehi yang telah dipilih! 4. Tuliskan perdagangan Nusantara pada awal Masehi konsep dari poster yang akan peserta didik sampaikan! 5. Laporkan hasilnya secara lisan! Rubrik Pemberian Skor Proyek No Pernyataan Skor 1 2 3 4 1 Kemampuan peserta didik dalam merencanakan 2 Kemampuan menggambar poster 3 Kemampuan penyampaian konsep berdasarkan poster yang digambar 4 Kemampuan mempresentasikan isi poster 5 Produk Poster
  • 208.
    Modul Ajar KurikulumMerdeka Modul Ajar IPS SMP Fase D Kelas 8 Skor Maksimum 15 Catatan: Guru bisa menetapkan bobot yang berbeda-beda antara aspek satu dan lainnya pada pemberian skor dengan memperhatikan karakteristik Kompetensi Dasar (KD) atau keterampilan yang dinilai. Rubrik PenilaianProyek No Pernyataan Keterangan 1 Kemampuan Perencanaan 2 = perencanaan lengkap (bahan, cara kerja, hasil), dan rinci 1 = perencanaan kurang lengkap 0 = tidak ada perencanaan 2 Kemampuan menggambar poster secara tepat sesuai dengan salah satu tujuan perdagangan Nusantara pada awal Masehi 2 = menggambar dan mewarnai poster dengan baik dan interpretasi tujuan pembangunan berkelanjutan dalam poster tepat. 1 = menggambar dan memberikan warna pada poster tetapi salah dalam menginterpretasikan tujuan pembangunan berkelanjutan yang dipilih. 0 = gambar tidak diberi warna dan tidak tepat dalam menginterpretasikan tujuan pembangunan berkelanjutan yang dipilih. G. KEGIATAN PENGAYAAN DAN REMEDIAL Pengayaan Materi di bawah ini merupakan informasi penting yang dapat digunakan untuk mengembangkan kompetensi yang dipelajari peserta didik dalam buku teks. Perdagangan Nusantara pada Awal Masehi Jalur sutra yang merupakan jalur darat India—China awalnya merupakan jalur utama perdagangan Asia. Jalur tersebut menghubungkan Asia Timur, Asia Tengah, Asia Barat, bahkan sampai Eropa. Sutra menjadi komoditas utama, sehingga jaur ini dinamkan jalur sutra. Di samping itu, para pedagang juga membawa wewangian dan rempah-rempah yang sangat dibutuhkan di Eropa. Kemajuan pelayaran laut pada awal abad Masehi mengubah pola perdagangan tersebut. Jalan laut menjadi jalan penting berikutnya yang dapat membawa dagangan lebih besar dan relatif lebih aman. Perdagangan ini melalui jalur Selat Malaka. Masyarakat Indonesia diuntungkan dengan eksistensi rute perdagangan laut tersebut karena menjadi menjadi daerah transit
  • 209.
    Modul Ajar KurikulumMerdeka Modul Ajar IPS SMP Fase D Kelas 8 (pemberhentian). Hal ini membawa pengaruh dalam berbagai aspek kehidupan masyarakat Indonesia. Remedial Remedial diberikan kepada siswa yang mendapat kriteria paham sebagian dan tidak paham dengan kegiatan mengulang pembelajaran di luar jam pelajaran. LAMPIRAN A. LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD) E. Kondisi Geografis dan Interaksi dengan Bangsa Asing Nama : Nama kelompok : Kelas : Petunjuk! LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD) Perdagangan Nusantara Pada Awal Masehi Nama : Nama kelompok : Kelas : Petunjuk!
  • 210.
    Modul Ajar KurikulumMerdeka Modul Ajar IPS SMP Fase D Kelas 8 B. BAHAN BACAAN GURU & PESERTA DIDIK  Guru dan peserta didik mencari berbagai informasi tentang Perdagangan Nusantara pada Awal Masehi dari berbagai media atau website resmi dibawa nauangan kementerian pendidikan, kebudayaan, riset dan teknologi.  Buku Panduan Guru dan Siswa Ilmu Pengetahuan Sosial untuk SMP Kelas VIII : Kemendikbudristek 2021. C. GLOSARIUM Glosarium adat istiadat: Himpunan kaidah-kaidah sosial yang sejak lama ada dan telah menjadi kebiasaan (tradisi) dalam masyarakat. benua: Hamparan daratan yang sangat luas yang berada di permukaan bumi. budaya: Suatu cara hidup yang berkembang dan dimiliki Bersama oleh sebuah kelompok orang dan diwariskan dari generasi ke generasi. cuaca: Keadaan udara pada saat tertentu dan di wilayah tertentu yang relatif sempit dan pada jangka waktu yan singkat. dinamika penduduk: Perubahan jumlah penduduk pada suatu wilayah yang disebabkan oleh tiga faktor yaitu, kelahiran (natalitas), kematian (mortalitas), dan perpindahan (migrasi). diplomasi: Urusan kepentingan sebuah negara dengan perantaraan wakil-wakilnya di negara lain. eksogen: Tenaga yang berasal dari luar bumi, artinya tenaga luar berhubungan dengan tenaga yang berasal dari atas permukaan bumi. endogen: Tenaga yang berasal dari dalam perut bumi sehingga mengakibatkan pergerakan kulit bumi. globalisasi: Terbentuknya sistem organisasi dan komunikasi antarmasyarakat di seluruh dunia untuk mengikuti sistem dan kaidah yang sama iklim: Rerata keadaan udara atau cuaca yang terjadi pada rentang wilayah yang luas serta rentang waktu yang lama. Wilayah tersebut bisa satu benua atau negara dengan waktu, misalnya 10 tahun atau 20 tahun. imperialism : Sistem politik yang bertujuan menjajah negara lain untuk mendapatkan
  • 211.
    Modul Ajar KurikulumMerdeka Modul Ajar IPS SMP Fase D Kelas 8 kekuasaan dan keuntungan lebih besar. inflasi: Kemerosotan nilai uang karena banyaknya dan cepatnya uang beredar sehingga menyebabkan naiknya harga barang-barang inovasi: Diterapkannya alat/ide baru untuk melengkapi atau menggantikan ide/alat yang lama integrasi sosial: Proses penyesuaian unsur-unsur yang berbeda dalam masyarakat sehingga menjadi satu kesatuan kolonialisme: Penguasaan oleh suatu negara atas daerah atau bangsa lain dengan maksud untuk memperluas negara. komoditas: Barang ekspor atau impor. komposisi penduduk: Pengelompokan penduduk berdasarkan kriteria tertentu. misalnya berdasarkan agama, jenis kelamin, ras, usia, status perkawinan, dan lain-lain. koperasi: Organisasi ekonomi rakyat yang berwatak sosial dan beranggotakan orang-orang, badan-badan hukum koperasi yang merupakan tata susunan ekonomi sebagai usaha bersama berdasarkan asas kekeluargaan. mobilitas sosial: Perpindahan posisi seseorang atau sekelompok orang dari lapisan yang satu ke lapisan yang lain. piramida penduduk: Dua buah diagram batang, pada sisi lainnya menunjukkan jumlah penduduk laki-laki dan pada sisi lainnya menunjukkan jumlah penduduk perempuan dalam kelompok interval usia penduduk lima tahunan. potensi: Kemampuan yang dimiliki. reformasi: Perubahan secara drastis untuk perbaikan (bidang sosial, politik, agama) dalam suatu masyarakat atau negara. region: Suatu wilayah yang memiliki ciri atau karakteristik tersendiri yang berbeda dengan wilayah lainnya. Think Pair Share: Think (berpikir secara mandiri), Pair (berpasangan) dan Share (berbagi dalam segala hal termasuk pengetahuan ke satu individu atau grup belajar). Two Stay Two Stray: Satu model pembelajaran kooperatif untuk menghadapi kemampuan heterogen siswa yang dilakukan dengan membentuk kelompok yang bersifat heterogen kemudian saling bertukar informasi dengan kelompok lain TSTS memungkinkan siswa untuk saling bekerja sama dan saling bertukar informasi dengan cara 2 anggota tinggal di kelompok dan 2 anggota menjadi tamu di kelompok lain. D. DAFTAR PUSTAKA Daftar Pustaka Abbas, Syamsuddin. 1997 Revolusi hijau dengan swasembada beras dan jagung. Jakarta: Sekretariat Badan Pengendali Bimas Departemen Pertanian Budiawan. 2017. Nasion & nasionalisme, jelajah ringkas teoritis. Yogyakarta: Penerbit Ombak. Bahasa Indonsia.2007. Kerja sama Perdagangan Internasional: Peluang dan Tantangan bagi Bangsa Indonesia.Jakarta: PT Elekmediakomputindo. Dawam, R.M, dkk. 1995. Bank Indonesia Dalam Kilasan Sejarah. Jakarta: LP3S. Djojohadikusumo, Sumitro. (1953). Persoalan Ekonomi di Indonesia. Jakarta: Indira Hatta, Mohammad. 1960. Ekonomi terpimpin. Jakarta: Fasco
  • 212.
    Modul Ajar KurikulumMerdeka Modul Ajar IPS SMP Fase D Kelas 8 Horton, Paul dan Chester L. Hunt. 1999. Sosiologi. Jakarta : Erlangga Martono, Nanang. 2012. Sosiologi perubahan sosial. Jakarta: Raja Grafindo Persada. Pranarka, AMW, Leonardus B. Moerdani dan Supardjo Roestam. 1986. Wawasan kebangsaan, ketahanan nasional, dan wawasan nusantara. Yogyakarta: Lembaga Pengkajian Kebudayaan Sarjana Wiyata Tamansiswa. Poesponegoro, Marwati Djoened. 1993. Sejarah Nasional Indonesia VI. Jakarta : Balai Pustaka Poesponegoro, Marwati Djoened. 2010. Sejarah Nasional Indonesia V. Jakarta : Balai Pustaka Ricklefs, Merle Calvin. 2008. Sejarah Indonesia Modern 1200-2008. Jakarta: Serambi Reid, Anthony JS. 1996. Revolusi Nasional Indonesia. Jakarta: Pustaka Sinar Harapan. Soekanto, Soerjono. 2012. Sosiologi suatu pengantar. Jakarta: PT. Rajawali Press. Smith, Anthony D. 2003. Nasionalisme: teori, ideologi, sejarah. Jakarta: Penerbit Erlangga. Supardi.2011. Dasar-Dasar Ilmu Sosial.Yogyakarta:Ombak.
  • 213.
    Modul Ajar KurikulumMerdeka Modul Ajar IPS SMP Fase D Kelas 8 MODUL AJAR KURIKULUM MERDEKA IPS FASE D KELAS VIII INFORMASI UMUM A. IDENTITAS MODUL Penyusun Instansi Tahun Penyusunan Jenjang Sekolah Mata Pelajaran Fase / Kelas Tema 01 Subtema E Materi 2 Alokasi Waktu : : : : : : : : : : ..................................... SMP ………………… Tahun 2022 SMP Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) D / VIII Kondisi Geografis dan Pelestarian Sumber Daya Kondisi Geografis dan Interaksi dengan Bangsa Asing Perkembangan Kehidupan pada Masa Kerajaan Hindu Buddha 6 JP (Pertemuan Ke-18-20) B. KOMPETENSI AWAL Capaian Pembelajaran IPS Fase D Pada akhir fase ini, peserta didik mampu memahami dan memiliki kesadaran akan keberadaan diri dan keluarga serta lingkungan terdekatnya. Ia mampu menganalisis hubungan antara kondisi geografis daerah dengan karakteristik masyarakat serta memahami potensi sumber daya alamnya. Ia juga mampu menganalisis hubungan antara keragaman kondisi geografis nusantara terhadap pembentukan kemajemukan budaya. Ia mampu memahami bagaimana masyarakat saling berupaya untuk dapat memenuhi kebutuhan hidupnya. Ia mampu menganalisis peran pemerintah dan masyarakat dalam mendorong pertumbuhan perekonomian. Peserta didik juga mampu memahami dan memiliki kesadaran terhadap perubahan sosial yang sedang terjadi di era kontemporer. Ia dapat menganalisis perkembangan ekonomi di era digital. Peserta didik memahami tantangan pembangunan dan potensi Indonesia menjadi negara maju. Ia menyadari perannya sebagai bagian dari masyarakat Indonesia dan dunia di tengah isu-isu regional dan global yang sedang terjadi dan ikut memberikan kontribusi yang positif. Peserta didik mampu memahami dan menerapkan materi pembelajaran melalui pendekatan keterampilan proses dalam belajarnya, yaitu mengamati, menanya dengan rumus 5W 1H. Kemudian mampu memperkirakan apa yang akan terjadi berdasarkan jawaban- jawaban yang ditemukan. Peserta didik juga mampu mengumpulkan informasi melalui studi pustaka, studi dokumen, wawancara, observasi, kuesioner, dan Teknik pengumpulan informasi lainnya. Merencanakan dan mengembangkan penyelidikan. Peserta didik mengorganisasikan informasi dengan memilih, mengolah dan menganalisis informasi yang diperoleh. Proses analisis informasi dilakukan dengan cara verifikasi, interpretasi, dan triangulasi informasi. Peserta didik menarik kesimpulan, menjawab, mengukur dan mendeskripsikan serta menjelaskan permasalahan yang ada dengan memenuhi prosedur dan tahapan yang ditetapkan. Peserta didik mengungkapkan seluruh hasil tahapan di atas secara lisan dan tulisan dalam bentuk media digital dan non-digital. Peserta didik lalu mengomunikasikan hasil temuannya dengan mempublikasikan hasil laporan dalam bentuk presentasi digital dan atau non-digital, dan sebagainya. Selain itu peserta didik mampu mengevaluasi pengalaman belajar yang telah dilalui dan diharapkan dapat merencanakan proyek lanjutan dengan melibatkan lintas mata pelajaran secara kolaboratif.
  • 214.
    Modul Ajar KurikulumMerdeka Modul Ajar IPS SMP Fase D Kelas 8 Elemen Pemahaman Konsep Elemen Keterampilan proses Pada akhir fase ini, peserta didik mampu memahami dan memiliki kesadaran akan keberadaan diri serta mampu berinteraksi dengan lingkungan terdekatnya. Ia mampu menganalisis hubungan antara kondisi geografis daerah dengan karakteristik masyarakat dan memahami potensi sumber daya alam serta kaitannya dengan mitigasi kebencanaan . Ia juga mampu menganalisis hubungan antara keragaman kondisi geografis nusantara terhadap pembentukan kemajemukan budaya. Ia mampu memahami bagaimana masyarakat saling berupaya untuk dapat memenuhi kebutuhan hidupnya. Ia mampu menganalisis peran pemerintah dan masyarakat dalam mendorong pertumbuhan perekonomian. Peserta didik juga mampu memahami dan memiliki kesadaran terhadap perubahan sosial yang sedang terjadi di era kontemporer. Ia dapat menganalisis perkembangan ekonomi di era digital. Peserta didik memahami tantangan pembangunan dan potensi Indonesia menjadi negara maju. Ia menyadari perannya sebagai bagian dari masyarakat Indonesia dan dunia di tengah isu-isu regional dan global yang sedang terjadi dan ikut memberikan kontribusi yang positif. Pada akhir fase ini, Peserta didik mampu memahami dan menerapkan materi pembelajaran melalui pendekatan keterampilan proses dalam belajarnya, yaitu mengamati, menanya dengan rumus 5W 1H. Kemudian mampu memperkirakan apa yang akan terjadi berdasarkan jawaban- jawaban yang ditemukan. Peserta didik juga mampu mengumpulkan informasi melalui studi pustaka, studi dokumen, lapangan, wawancara, observasi, kuesioner, dan teknik pengumpulan informasi lainnya. merencanakan dan mengembangkan penyelidikan. Peserta didik mengorganisasikan informasi dengan memilih, mengolah dan menganalisis informasi yang diperoleh. Proses analisis informasi dilakukan dengan cara verifikasi, interpretasi, dan triangulasi informasi. Peserta didik menarik kesimpulan, menjawab, mengukur dan mendeskripsikan serta menjelaskan permasalahan yang ada dengan memenuhi prosedur dan tahapan yang ditetapkan. Peserta didik mengungkapkan seluruh hasil tahapan di atas secara lisan dan tulisan dalam bentuk media digital dan non-digital. Peserta didik lalu mengomunikasikan hasil temuannya dengan mempublikasikan hasil laporan dalam bentuk presentasi digital dan atau non digital, dan sebagainya. Selain itu peserta didik mampu mengevaluasi pengalaman belajar yang telah dilalui dan diharapkan dapat merencanakan proyek lanjutan dengan melibatkan lintas mata pelajaran secara kolaboratif. C. PROFIL PELAJAR PANCASILA  Beriman, Bertakwa Kepada Tuhan Yang Maha Esa, dan Berahlak Mulia;  Berkebhinekaan Global;  Bergotong Royong;  Mandiri;  Bernalar Kritis; dan  Kreatif.
  • 215.
    Modul Ajar KurikulumMerdeka Modul Ajar IPS SMP Fase D Kelas 8 D. SARANA DAN PRASARANA Media, Sumber Belajar, dan Alat Sumber utama:  Slide gambar tentang Candi Prambanan, yupa, Prasasti Ciaruteun, daerah kekuasaan Sriwijaya, Candi Kalasan, Candi Plaosan, Candi Kidal, Candi Bajang Ratu, Candi Dieng, relief candi, dan lontar Negarakertagama.  Peta wilayah kerajaan Kutai.  Peta ilustrasi pelayaran dari Yunan ke Indonesia.  Buku Siswa Ilmu Pengetahuan Sosial Kelas VII, 2021, Jakarta: Kemendikbud, Pusta Kurikulum dan Perbukuan.  LCD, laptop, papan tulis. Sumber alternatif:  Guru juga dapat menggunakan sumber belajar alternatif yang terdapat di lingkungan setempat dan sesuai dengan tema. Pengembangan sumber belajar:  Guru dapat membuat flash card yang berisikan gambar raja-raja yang memerintah pada masa Hindu-Buddha, misalnya Hayam Wuruk, Ken Arok, Kudungga, atau yang lainnya. E. TARGET PESERTA DIDIK  Peserta didik reguler/tipikal: umum, tidak ada kesulitan dalam mencerna dan memahami materi ajar.  Peserta didik dengan pencapaian tinggi: mencerna dan memahami dengan cepat, mampu mencapai keterampilan berfikir aras tinggi (HOTS), dan memiliki keterampilan memimpin F. MODEL PEMBELAJARAN  Tatap Muka KOMPONEN INTI A. TUJUAN KEGIATAN PEMBELAJARAN Alur Tujuan Pembelajaran : 1. Peserta didik mampu menjelaskan masuknya Hindu-Buddha ke Indonesia 2. Peserta didik mampu mengidentifikasi kebudayaan pengaruh Hindu-Buddha di Indonesia. B. PEMAHAMAN BERMAKNA  Meningkatkan kemampuan siswa tentang perkembangan kehidupan pada masa kerajaan hindu buddha. C. PERTANYAAN PEMANTIK  Bagaimana perkembangan kehidupan pada masa kerajaan Hindu-Buddha di Indonesia?  Bagaimana Hindu-Buddha bisa masuk ke Indonesia?  Apa saja faktor yang memengaruhi perkembangan kehidupan pada masa kerajaan Hindu-Buddha di Indonesia? D. KEGIATAN PEMBELAJARAN Kegiatan Pendahuluan  Guru dan peserta didik mengucapkan salam dan doa.  Guru dan peserta mengondisikan pembelajaran.
  • 216.
    Modul Ajar KurikulumMerdeka Modul Ajar IPS SMP Fase D Kelas 8  Apersepsi: Peserta didik melihat gambar candi Borobudur atau candi yang lainnya. Guru dapat menambahkan variasi gambar menggunakan tayangan video dari internet. Apersepsi juga dapat dilakukan dengan melibatkan aktivitas peserta didik. Peserta didik difasilitasi guru mengaitkan gambar dengan kegiatan belajar sebelumnya. Guru melanjutkan dengan memberikan motivasi terkait perkembangan kehidupan pada masa kerajaan Hindu-Buddha.  Motivasi: Kehidupan pada masa kerajaan Hindu-Buddha di Indonesia dapat dijadikan sebagai acuan bahwa peninggalan-peninggalan pada zaman tersebut memiliki pengaruh tersendiri. Misalnya, dalam hal peninggalan candi yang dulunya digunakan sebagai tempat ibadah agama Hindu dan Buddha kepada yang maha kuasa. Maka dari itu, dapat kita simpulkan bahwa sebagai manusia sebaiknya menjalankan ibadah sesuai dengan ajaran agama masing-masing karena sejatinya semua agama mengajarkan kebaikan.  Peserta didik dibantu guru menyimak gambaran tema dan tujuan pembelajaran dalam tema 01.  Guru menginformasikan tujuan pembelajaran pertemuan 18, 19, dan 20 tentang perkembangan kehidupan pada masa kerajaan Hindu-Buddha Kegiatan Inti Guru menjelaskan tentang petunjuk kerja dan tugas dari Lembar Aktivitas 18 untuk mengidentifikasi bukti-bukti masuknya perkembangan kehidupan pada masa kerajaan Hindu-Buddha. Kegiatan ini dimaksudkan untuk memberikan pengalaman peserta didik bahwa perkembangan masyarakat pada zaman Hindu-Buddha memang mempengaruhi kebudayaan sampai saat ini. Proses tukar menukar hasil diskusi dapat dilakukan dalam waktu singkat, kemudian guru melakukan tanya jawab dengan peserta didik terkait hasil identifikasi. Secara interaktif guru mengaitkan hasil identifikasi dengan orientasi pembelajaran tentang perkembangan kehidupan pada masa kerajaan Hindu-Buddha. Peserta Didik Mengidentifikasi Masalah Setelah peserta didik mengidentifikasi perkembangan kehidupan pada masa kerajaan Hindu- Buddha, selanjutnya guru mendorong peserta didik mengajukan berbagai pertanyaan yang mengarah pada HOTS. Beberapa pertanyaan yang diajukan, misalnya: Bagaimana perkembangan kehidupan pada masa kerajaan Hindu-Buddha di Indonesia? Bagaimana Hindu-Buddha bisa masuk ke Indonesia? Apa saja faktor yang memengaruhi perkembangan kehidupan pada masa kerajaan Hindu-Buddha di Indonesia? Peserta Didik Mengelola Informasi  Peserta didik membaca teks tentang perkembangan kehidupan pada masa kerajaan Hindu-Buddha.  Guru memfasilitasi sumber lain misalnya memberikan tautan internet yang mendukung penjelasan dan pendalaman sumber belajar.  Untuk memperoleh informasi lebih luas peserta didik juga dapat melakukan browsing perkembangan kehidupan pada masa kerajaan Hindu-Buddha. Guru dapat memberikan beberapa tautan berita, tulisan, dan laporan video tentang perkembangan kehidupan pada masa kerajaan Hindu-Buddha.  Peserta didik mengolah informasi secara berkelompok di bawah bimbingan guru. Kegiatan ini dapat dilakukan secara bervariasi, misalnya dengan diskusi kelompok, jigsaw learning, dan inkuiri. Contoh: Menggunakan Diskusi Kelompok 1. Guru membimbing peserta didik membagi kelompok yang terdiri dari 4-5 peserta
  • 217.
    Modul Ajar KurikulumMerdeka Modul Ajar IPS SMP Fase D Kelas 8 didik. Pembagian kelompok misalnya dengan cara permainan berhitung. Guru mengintruksikan peserta didik untuk berkumpul dengan jumlah peserta didik yang berbeda. Misalnya, “berkumpul 5 peserta didik, berkumpul 6 peserta didik dan seterusnya” 2. Guru membimbing peserta didik untuk mengidentifikasi peranan lembaga sosial dalam pemanfaatan sumber daya alam yang ada di Indonesia. 3. Peserta didik melakukan diskusi dalam kelompok kecil dan guru menjadi fasilitator dengan cara berkeliling dari kelompok satu ke kelompok lain untuk memberikan dorongan agar semua anggota kelompok berpartisipasi aktif. 4. Masing-masing kelompok melaporkan hasil diskusinya dalam bentuk laporan/poster/karya lainnya. 5. Guru memandu peserta didik mempresentasikan hasil diskusi. 6. Pada akhir kegiatan, guru menyimpulkan laporan hasil diskusi.  Peserta didik memilih dan mengorganisasikan informasi yang diperoleh.  Guru membimbing dan mengarahkan proses belajar peserta didik (kegiatan belajar).  Guru memastikan peserta didik mengerjakan tugas dengan baik.  Guru membantu peserta didik menemukan sumber belajar lainnya. Hal tersebut bertujuan untuk mengembangkan kreativitas dan kerja sama peserta didik dalam membuat laporan pengaruh kehidupan sosial budaya masyarakat pada masa Hindu-Buddha di Indonesia. Peserta Didik Merencanakan dan Mengembangkan Ide  Hasil pengolahan informasi disajikan dalam bentuk laporan/poster/karya lainnya.  Peserta didik secara kelompok mengerjakan Lembar Aktivitas 20 tentang pengaruh kebudayaan Hindu Buddha dalam perubahan lingkungan alam dan sosial di Indonesia. Peserta Didik Melakukan Refleksi Diri dan Aksi  Dalam kelas atau melalui media berbasis internet peserta didik mengomunikasikan hasil pengolahan informasi.  Guru memfasilitasi peserta didik menemukan simpulan pembelajaran.  Guru memberikan kesempatan ke peserta didik untuk mengajukan pendapat atau pertanyaan.  Penguatan dan pengayaan dilakukan untuk mengembangkan kompetensi peserta didik. Penutup  Penilaian pembelajaran dilakukan secara lisan atau tertulis.  Peserta didik melakukan refleksi pembelajaran berkaitan dengan sikap, pengetahuan, dan keterampilan. Sikap  Apakah aku sudah melakukan pembelajaran secara bertanggung jawab?  Inspirasi dari pembelajaran tentang perkembangan kehidupan pada masa kerajaan Hindu-Buddha dalam hidup saya adalah... Pengetahuan:  Apakah aku sudah mampu mengidentifikasi perkembangan kehidupan pada masa
  • 218.
    Modul Ajar KurikulumMerdeka Modul Ajar IPS SMP Fase D Kelas 8 kerajaan Hindu-Buddha?  Bagaimana Hindu-Buddha bisa masuk ke Indonesia?  Apa saja faktor yang memengaruhi perkembangan kehidupan pada masa kerajaan Hindu-Buddha di Indonesia? Keterampilan :  Apakah aku sudah berhasil membuat esai/poster/karya lainnya tentang perkembangan kehidupan pada masa kerajaan Hindu-Buddha?  Refleksi juga dapat dilakukan dengan cara lain, misalnya kuis tentang perkembangan kehidupan masyarakat pada masa Hindu-Buddha di Indonesia, menuliskan kompetensi yang diperoleh baik sikap, pengetahuan, dan keterampilan. Dapat pula dengan menuliskan inspirasi yang diperoleh dan yang akan dilakukan pada masa mendatang.  Tindak lanjut dilakukan dengan mendorong peserta didik mempelajari lebih lanjut dan informasi pembelajaran berikutnya tentang proses geografis dan keragaman aktivitas ekonomi.  Doa dan penutup. F. REFLEKSI Refleksi Guru :  Apakah Kegitan belajar berhasil?  Berapa persen peserta didik mencapai tujuan?  Kesulitan apa yang dialami guru dan peserta didik?  Apa langkah yang perlu dilakukan untuk memperbaiki proses belajar?  Apakah seluruh peserta didik mengikuti pelajaran dengan baik? Refleksi Peserta Didik : Setelah mempelajari materi kondisi geografis dan interaksi dengan bangsa asing, kesimpulan apa yang dapat kalian ambil dari materi tersebut? Pengetahuan apa saja yang kamu peroleh? Sikap apa yang dapat kamu kembangkan? Keterampilan apa saja yang dapat dikuasai? Pada materi ini, interaksi dengan bangsa asing di Indonesia dipengaruhi oleh kondisi geografis yang dilewati oleh jalur perdagangan laut. Lalu apa yang dapat kita lakukan agar dapat bersaing dengan bangsa asing? Kita juga perlu meningkatkan keterampilan komunikasi dan kolaborasi. Selain itu penting untuk menguasai berbagai teknologi mutakhir. F. ASESMEN / PENILAIAN Penilaian Proses dan Hasil Pembelajaran a. Konsep Penilaian dan Pembelajaran IPS Penilaian merupakan kegiatan yang bertujuan untuk memperoleh, menganalisis, menafsirkan proses dan hasil belajar peserta didik secara sistematis. Penilaian tersebut dapat digunakan untuk mengetahui tingkat keberhasilan pencapaian kompetensi, proses pembelajaran, tingkat kesulitan belajar peserta didik, dan penentuan tindak lanjut pembelajaran. Penilaian pembelajaran IPS memakai pendekatan penilaian autentik (authentic assesment) untuk menilai kesiapan peserta didik, proses, dan hasil belajar secara utuh. Hasil penilaian tersebut dapat dimanfaatkan guru dalam merencanakan program perbaikan (remedial), pengayaan (enrichment), layanan konseling, dan sebagai landasan untuk memperbaiki proses pembelajaran selanjutnya.
  • 219.
    Modul Ajar KurikulumMerdeka Modul Ajar IPS SMP Fase D Kelas 8 b. Teknik dan Instrumen Penilaian Penilaian kompetensi sikap, keterampilan, dan pengetahuan dilakukan menggunakan teknik dan instrumen penilaian. Berikut merupakan penjabaran teknik dan instrumen penilaian dari masing-masing kompetensi. 1. Penilaian kompetensi sikap Teknik penilaian kompetensi sikap dapat berupa observasi, penilaian diri, dan penilaian antar teman. Kegiatan ini bisa dilakukan oleh guru matabpelajaran, wali kelas, dan guru bimbingan konseling (BK) yang ditulis dalam buku jurnal. Jurnal berisi catatan kejadian tertentu dan informasi lain yang relevan. a. Observasi Instrumen dalam observasi yaitu lembar observasi atau jurnal. Lembar observasi berisi catatan perilaku peserta didik berdasarkan pengamatan oleh guru mata pelajaran, wali kelas, dan guru bimbingan konseling selama satu semester. Setiap catatan berisi deskripsi perilaku peserta didik yang dilengkapi dengan waktu dan tempat pengamatan tersebut. Jika terjadi perubahan sikap peserta didik dari yang kurang baik menjadi baik maka dalam jurnal harus ditulis bahwa sikap peserta didik tersebut telah baik atau bahkan sangat baik. Hal yang dicatat dalam jurnal bisa berupa sikap kurang baik, baik, maupun sangat baik, serta perkembangan perubahan sikap peserta didik. Berikut merupakan lembar observasi penilaian sikap peserta didik selama satu semester: Tabel Jurnal Pengembangan Sikap No Tanggal Nama Siswa Catatan Perilaku Butir Sikap 1 2 3 4 dst Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam pelaksanaan penilaian sikap menggunakan teknik observasi :  Jurnal penilaian sikap ditulis oleh guru mata pelajaran, wali kelas, dan guru BK selama satu semester.  Penilaian oleh wali kelas dapat menggunakan 1 (satu) jurnal untuk satu kelas yang menjadi tanggung-jawabnya. Penilaian oleh guru mata pelajaran dapat menggunakan 1 (satu) jurnal untuk setiap kelas yang diajarnya, dan penilaian oleh guru BK dapat menggunakan 1 (satu) jurnal untuk setiap kelas di bawah bimbingannya.  Penilaian perkembangan sikap sipritual dan sikap sosial peserta didik bisa dicatat dalam satu jurnal yang sama atau dalam 2 (dua) jurnal berbeda.  Peserta didik yang dicatat dalam jurnal adalah peserta didik yang menunjukkan perilaku yang sangat baik maupun kurang baik secara alami.  Pencatatan jurnal dilakukan dengan segera seperti ketika wali kelas, guru mata pelajaran, maupun guru BK menyaksikan atau memperoleh informasi terpercaya mengenai perilaku peserta didik.  Jika peserta didik pernah menunjukkan sikap kurang baik tetapi selama satu semester
  • 220.
    Modul Ajar KurikulumMerdeka Modul Ajar IPS SMP Fase D Kelas 8 tersebut menunjukan perkembangan ke arah sikap baik, maka sikap baik tersebut juga dicatat dalam jurnal.  Guru mata pelajaran dan guru BK merangkum catatan jurnal perkembangan sikap spiritual dan sikap sosial setiap peserta didik dan menyerahkannya kepada wali kelas untuk diolah lebih lanjut Berikut merupakan jurnal penilaian (perkembangan) sikap spiritual dan sikap sosial oleh wali kelas. Jurnal Penilaian Sikap Spiritual Nama Sekolah : SMP ............................. Kelas/Semester : VIII/I Tahun Pelajaran : 2022/2023 No Waktu Nama Siswa Catatan Perilaku Butir Sikap 1 19/07/22 Haidar Tidak mengikuti sholat Dzuhur berjamaah di sekolah. Ketaqwaan 2 19/07/22 Halwa Mengganggu teman ketika berdoa sebelum kegiatan pembelajaran. Ketaqwaan 3 19/07/22 Sugi Mengajak teman berdoa sebelum olahraga badminton di sekolah. Ketaqwaan 4 19/07/22 Said Berpartisipasi sebagai panitia perayaan keagamaan di sekolah. Toleransi beragama Jurnal Penilaian Sikap Sosial Nama Sekolah : SMP ............................. Kelas/Semester : VIII/I Tahun Pelajaran: 2022/2023 No Waktu Nama Siswa Catatan Perilaku Butir Sikap 1 12/07/22 Haidar Membantu seorang teman yang kesulitan menyebrang jalan di depan sekolah. Kepedulian 2 26/08/22 Halwa Menyerahkan dompet yang ditemukan di kantin sekolah kepada wali kelas. Kejujuran 3 26/09/22 Sugi Tidak menggunakan atribut upacara di Kedisiplinan
  • 221.
    Modul Ajar KurikulumMerdeka Modul Ajar IPS SMP Fase D Kelas 8 sekolah dengan legkap. 4 25/10/22 Said Berinisiatif menyiram tanaman yang mulai kering. Kepedulian Format di atas dapat digunakan guru mata pelajaran dan guru BK dalam penilain sikap spiritual dan sosial. Catatan tersebut juga dapat dibuat dalam satu tabel yang sama dengan menambahkan kolom keterangan pada bagian paling kanan untuk menuliskan keterangan jenis sikap yang ditulis. Berikut merupakan tabel jurnal penilaian sikap (spiritual dan sosial) yang dijadikan dalam satu tabel: Jurnal Penilaian Sikap Nama Sekolah : SMP ............................. Kelas/Semester : VIII/I Tahun Pelajaran: 2022/2023 No Waktu Nama Siswa Catatan Perilaku Butir Sikap Ket. 1 19/07/22 Haidar Membantu seorang teman yang kesulitan menyebrang jalan di depan sekolah Ketaqwaan Sosial 2 19/07/22 Halwa Mengajak teman berdoa sebelum olahraga badminton di sekolah. Kepeduliaan Spiritual 3 19/07/22 Sugi Mengganggu teman ketika berdoa sebelum kegiatan pembelajaran. Toleransi beragama Spiritual 4 18/11/22 Said Berinisiatif menyiram tanaman yang mulai kering. Ketaqwaan Sosial b. Penilaian Diri (Self Assesment) Penilaian diri merupakan teknik penilaian terhadap diri sendiri oleh peserta didik dengan mengidentiikasi kelebihan dan kekurangan sikap peserta didik dalam berperilaku. Teknik penilaian ini dapat digunakan untuk menumbuhkan nilai-nilai kejujuran dan meningkatkan kemampuan releksi diri peserta didik. Satu tabel penilaian diri dapat digunakan untuk penilaian sikap spiritual dan sikap sosial. Berikut merupakan lembar penilaian diri menggunakan Likert Scale. Lembar Penilaian Diri Siswa (Likert Scale) Nama teman yang dinilai : ..................
  • 222.
    Modul Ajar KurikulumMerdeka Modul Ajar IPS SMP Fase D Kelas 8 Nama penilai : .................. Kelas : .................... Semester : .................... Berilah tanda centang pada kolom “Ya” atau “Tidak” sesuai dengan keadaan sebenarnya No Pernyataan Skala 1 2 3 4 1 Saya berdoa sebelum melakukan kegiatan 2 Saya melaksanakan ibadah sholat tepat waktu 3 Saya berani mengakui kesalahan jika memang bersalah 4 Saya mengumpulkan tugas sesuai jadwal yang diberikan 5 Saya mengembalikan barang yang saya pinjam dalam kondisi baik 6 Saya meminta maaf jika melakukan kesalahan 7 Saya datang ke sekolah tepat waktu Keterangan: 1 = sangat jarang 2 = jarang 3 = sering 4 = selalu c. Penilaian Antar Teman Penilaian antar teman adalah teknik penilaian yang dilakukan peserta didik terhadap peserta didik yang lain mengenai sikap/perilaku peserta didik. Penilaian antarteman dapat digunakan untuk menumbuhkan nilai kejujuran, tenggang rasa, dan saling menghargai. Satu lembar penilaian diri dapat digunakan untuk penilaian sikap spiritual dan sikap sosial. Berikut merupakan lembar penilaian antarteman menggunakan Likert Scale. Lembar Penilaian Diri Siswa (Likert Scale) Nama : .................. Kelas : .................... Semester : .................... Berilah tanda centang pada kolom “Ya” atau “Tidak” sesuai dengan keadaan sebenarnya
  • 223.
    Modul Ajar KurikulumMerdeka Modul Ajar IPS SMP Fase D Kelas 8 No Pernyataan Skala 1 2 3 4 1 Teman saya berkata jujur kepada orang lain 2 Teman saya mengerjakan ulangan dengan jujur 3 Teman saya mentaati tata-tertib sekolah 4 ..................................... Keterangan: 1 = sangat jarang 2 = jarang 3 = sering 4 = selalu Pada dasarnya teknik penilaian diri ini tidak hanya untuk aspek sikap, tetapi juga dapat digunakan untuk menilai kompetensi dalam aspek kete rampilan dan pengetahuan. 2. Penilaian Kompetensi Pengetahuan a) Pengertian Penilaian Pengetahuan Penilaian pengetahuan merupakan penilaian yang dilakukan untuk mengetahui kemampuan peserta didik berkaitan dengan penguasaan pengetahuan faktual, konseptual, maupun prosedural serta kecakapan berpikir tingkat rendah hingga tinggi. Guru dapat memilih teknik penilaian yang disesuaikan dengan karakteristik kompetensi yang akan dinilai. Penilaian diawali dengan perencanaan pada saat menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP). Hasil penilaian pengetahuan yang dilakukan selama dan setelah proses pembelajaran dinyatakan dalam bentuk angka dengan rentang 0-100. b) Teknik Penilaian Pengetahuan Teknik penilaian pengetahuan yang akan digunakan dapat disesuaikan dengan karakteristik masing-masing Kmpetensi Dasar (KD). Teknik penilaian pengetahuan yang sering digunakan yaitu tes tertulis, tes lisan, dan penugasan. Berikut merupakan penjabaran dari berbagai teknik penilaian pengetahuan. Teknik Penilaian Pengetahuan Teknik Bentuk Instrumen Tujuan Tes tertulis Pilihan ganda, benar-salah, menjodohkan, isian atau melengkapi, dan uraian. Mengetahui kemampuan penguasaan pengetahuan peserta didik dalam proses pembelajaran. Tes lisan Tanya jawab Mengetahui pemahaman peserta didik sebagai dasar perbaikan proses pembelajaran
  • 224.
    Modul Ajar KurikulumMerdeka Modul Ajar IPS SMP Fase D Kelas 8 Penugasan Tugas individu dan kelompok Memfasilitasi penguasaan pengetahuan peserta didik selama proses pembelajaran. 1. Tes Tertulis Tes tertulis merupakan soal dan jawaban disajikan secara tertulis, misalnya pilihan ganda, benar-salah, dan uraian. Langkah-langkah pengembangan tes tertulis: Kisi-kisi Tes Tertulis Nama Sekolah : SMP ............................. Kelas/Semester : VIII/I Tahun Pelajaran : 2022/2023 Mata Pelajaran : IPS No Kompetensi Dasar Materi Indikator Soal Bentuk Soal Jumlah Soal 1 Mengidentifikasi perkembangan kehidupan pada masa kerajaan Hindu-Buddha Perkembangan Kehidupan pada Masa Kerajaan Hindu Buddha 1. Peserta didik mampu menjelaskan masuknya Hindu-Buddha ke Indonesia 2. Peserta didik mampu mengidentifikasi kebudayaan pengaruh Hindu-Buddha di Indonesia Tes Tertulis 3 Butir soal: 1. Bagaimana perkembangan kehidupan pada masa kerajaan Hindu-Buddha di Indonesia? 2. Bagaimana Hindu-Buddha bisa masuk ke Indonesia? 3. Apa saja faktor yang memengaruhi perkembangan kehidupan pada masa kerajaan Hindu-Buddha di Indonesia? Pemberian skor Tes Tertulis No. Soal Kunci Jawaban Skor 1 Perkembangan kehidupan masyarakat setelah masuknya Hindu Budha ke Indonesia cukup berpengaruh hingga pada bidang 2
  • 225.
    Modul Ajar KurikulumMerdeka Modul Ajar IPS SMP Fase D Kelas 8 pemerintahan dan kebudayaan Indonesia. Hindu Budha masuk ke Indonesia melalui hubungan perdagangan. Indonesia kemudian mulai mengenal sistem kasta seperti Brahmana, Ksatria, Waisya dan Sudra. 2 Masuknya Hindu dan Buddha di nusantara dimulai pada awal masehi, melalui jalur perdagangan. Hal ini dipengaruhi oleh posisi Indonesia yang sangat srategis dalam bidang pelayaran dan perdagangan. Melalui hubungan perdagangan, muncul pengaruh bagi kedua belah pihak dan terjadilah akulturasi kebudayaan 2 3 Pada masa perkembangan kerajaan Hindu Buddha, salah satu faktor yang mendorong cepatnya perkembangan pada zaman tersebut adalah adanya perdagangan. Pada masa kerajaan Hindu Buddha, jenis komoditas yang paling banyak diperdagangkan adalah rempah-rempah yang berasal dari Maluku. 2 Total Skor Maksimum 6 2. Tes Lisan Tes lisan merupakan pertanyaan yang diberikan guru secara lisan kepada peserta didik yang jawaban atas pertanyaan tersebut juga disampaikan secara lisan. Tes ini bertujuan untuk mengetahui penguasaan pengetahuan peserta didik dan menumbuhkan kemampuan berkomunikasi. Pemberian tes lisan dapat dilakukan pada saat pembelajaran berlangsung. pertanyaan pada tes lisan:  Apakah aku sudah mampu mengidentifikasi perkembangan kehidupan pada masa kerajaan Hindu-Buddha?  Bagaimana Hindu-Buddha bisa masuk ke Indonesia?  Apa saja faktor yang memengaruhi perkembangan kehidupan pada masa kerajaan Hindu- Buddha di Indonesia? 3. Penugasan Penugasan adalah pemberian tugas untuk meningkatkan pengetahuan peserta didik. Tugas dapat dikerjakan baik secara individu maupun kelompok sesuai dengan kompetensi yang ingin dicapai. Berikut merupakan kisi-kisi tugas dan pedoman penskorannya. Nama Sekolah : SMP ............................. Kelas/Semester : VIII/I Tahun Pelajaran: 2022/2023 Mata Pelajaran : IPS
  • 226.
    Modul Ajar KurikulumMerdeka Modul Ajar IPS SMP Fase D Kelas 8 Kompetensi Dasar Materi Indikator Teknik Penilaian Mengidentifikasi perkembangan kehidupan pada masa kerajaan Hindu-Buddha Perkembangan Kehidupan pada Masa Kerajaan Hindu Buddha 1. Peserta didik mampu menjelaskan masuknya Hindu- Buddha ke Indonesia 2. Peserta didik mampu mengidentifikasi kebudayaan pengaruh Hindu- Buddha di Indonesia Penugasan Pedoman Pemberian Skor Tugas No Soal Aspek yang Dinilai Skor 1 Menurut anda apa yang menyebabkan pengaruh Hindu Buddha dapat berkembang pesat di Indonesia? 0-2 2 Bagaimana pengaruh Hindu Budha terhadap perkembangan? 0-3 3 Bagaimana negara Indonesia dapat masuk dalam kehidupan pada zaman kerajaan Hindu Buddha? 0-3 4 Apakah dalam kehidupan sekarang masih ada pengaruh Hindu Buddha? 0-2 Total Skor Maksimum 10 3. Penilaian Keterampilan a) Pengertian Penilaian Keterampilan Penilaian keterampilan dilakukan untuk mengetahui kemampuan peserta didik dalam menerapkan pengetahuan yang telah diperoleh untuk melakukan tugas tertentu sesuai dengan indikator pencapaian kompetensi. Penilaian ini dapat dilakukan dengan berbagai teknik, seperti penilaian kinerja dan penilaian proyek. Berikut merupakan contoh kisi-kisi penilaian keterampilan, tugas, dan pedoman pemberian skor. b) Teknik Penilaian Keterampilan • Penilaian kinerja Berikut ini Kisi-kisi Penilaian Kinerja, soal/tugas, pedoman pemberian skor:
  • 227.
    Modul Ajar KurikulumMerdeka Modul Ajar IPS SMP Fase D Kelas 8 Kisi-kisi Penilaian Kinerja Nama Sekolah : SMP ............................. Kelas/Semester : VIII/I Tahun Pelajaran : 2022/2023 Mata Pelajaran : IPS No Kompetensi Dasar Materi Indikator Teknik Penilaian 1 Mengidentifikasi perkembangan kehidupan pada masa kerajaan Hindu-Buddha Perkembangan Kehidupan pada Masa Kerajaan Hindu Buddha 1. Peserta didik mampu menjelaskan masuknya Hindu- Buddha ke Indonesia 2. Peserta didik mampu mengidentifikasi kebudayaan pengaruh Hindu- Buddha di Indonesia Rubrik Pemberian Skor Penilaian Kinerja No Aspek yang Dinilai Skala 0 1 2 3 4 1 Merencanakan pengamatan 2 Melakukan pengamatan 3 Membuat laporan Jumlah: Penilaian diberikan dengan memperhatikan aspek proses dan produk. Guru dapat menetapkan bobot pemberian skor yang berbeda antara satu dan aspek yang lainnya dengan memperhatikan karakteristik kompetensi yang dinilai. Rubrik Penilaian Kinerja No Indikator Rubrik 1 Menyiapkan bahan yang diperlukan 2 = Menyiapkan seluruh alat dan bahan yang diperlukan. 1 = Menyiapakan sebagian alat dan bahan yang diperlukan. 0 = Tidak menyiapkan alat bahan 2 Pengamatan 4 = Melakukan empat langkah kerja dengan tepat
  • 228.
    Modul Ajar KurikulumMerdeka Modul Ajar IPS SMP Fase D Kelas 8 3 = Melakukan tiga langkah kerja dengan tepat. 2 = Melakukan dua langkah kerja dengan tepat. 1 = Melakukan satu langkah kerja dengan tepat. 0 = Tidak melakukan langkah kerja. Langkah kerja: 1. Menyiapkan kertas gambar ukuran A4. 2. Menggambar perkembangan kehidupan pada masa kerajaan hindu buddha. 3. Mencantumkan komponen perkembangan kehidupan pada masa kerajaan hindu buddha pada gambar yang di buat. 4. Memberikan warna pada kenampakan objek yang di gambar pada perkembangan kehidupan pada masa kerajaan hindu buddha. 3 Membuat laporan 3 = Memenuhi 3 kriteria 2 = Memenuhi 2 kriteria 1 = Memenuhi 1 kriteria 0 = Tidak memenuhi kriteria Kriteria laporan: 1. Memenuhi sistematika laporan (judul, tujuan, alat dan bahan, prosedur, data pengamatan, pembahasan, kesimpulan) 2. Data, pembahasan, dan kesimpulan benar 3. Komunikatif • Penilaian proyek Penilaian proyek merupakan kegiatan yang bertujuan untuk mengetahui kemampuan peserta didik dalam mengimplementasikan pengetahuannya melalui penyelesaian suatu tugas dalam waktu tertentu. Penilaian ini dapat digunakan untuk mengukur satu maupun beberapa Kompetensi Dasar (KD) dalam satu atau beberapa mata pelajaran. Kegiatan yang dilakukan dimulai dengan perencanaan, pengumpulan, pengorganisasian, pengolahan, penyajian, dan pelaporan. Beberapa hal yang perlu dipertimbangkan dalam penilaian proyek, yaitu: 1) Pengelolaan Kemampuan peserta didik untuk menentukan tema atau topik, mengumpulkan informasi, pengolahan data, dan penulisan laporan.
  • 229.
    Modul Ajar KurikulumMerdeka Modul Ajar IPS SMP Fase D Kelas 8 2) Relevansi Tema yang dipilih sesuai dengan Kompetensi Dasar (KD). 3) Keaslian Laporan atau produk yang dibuat peserta didik merupakan hasil karyanya. 4) Inovasi dan Kreativitas Terdapat unsur-unsur kebaruan dan berbeda pada produk yang dihasilkan peserta didik. Kisi-kisi Penilaian Proyek Nama Sekolah : SMP ............................. Kelas/Semester : VIII/I Tahun Pelajaran : 2022/2023 Mata Pelajaran : IPS No Kompetensi Dasar Materi Indikator Teknik Penilaian 1 Mengidentifikasi perkembangan kehidupan pada masa kerajaan Hindu-Buddha Perkembangan Kehidupan pada Masa Kerajaan Hindu Buddha 1. Peserta didik mampu menjelaskan masuknya Hindu-Buddha ke Indonesia 2. Peserta didik mampu mengidentifika si kebudayaan pengaruh Hindu-Buddha di Indonesia Penilaian Proyek Proyek : Buatlah poster salah satu tujuan perkembangan kehidupan pada masa kerajaan hindu buddha menggunakan kertas gambar ukuran A3, pensil warna atau cat air dengan memperhatikan hal- hal berikut! 1. Pilihlah salah satu tujuan perkembangan kehidupan pada masa kerajaan hindu buddha. 2. Amati tujuan tersebut apakah telah tercapai atau belum tercapai di Indonesia lalu sampaikan dalam poster. 3. Gambar salah satu tujuan perkembangan kehidupan pada masa kerajaan hindu buddha yang telah dipilih! 4. Tuliskan perkembangan kehidupan pada masa kerajaan hindu buddha konsep dari poster yang akan peserta didik sampaikan! 5. Laporkan hasilnya secara lisan!
  • 230.
    Modul Ajar KurikulumMerdeka Modul Ajar IPS SMP Fase D Kelas 8 Rubrik Pemberian Skor Proyek No Pernyataan Skor 1 2 3 4 1 Kemampuan peserta didik dalam merencanakan 2 Kemampuan menggambar poster 3 Kemampuan penyampaian konsep berdasarkan poster yang digambar 4 Kemampuan mempresentasikan isi poster 5 Produk Poster Skor Maksimum 15 Catatan: Guru bisa menetapkan bobot yang berbeda-beda antara aspek satu dan lainnya pada pemberian skor dengan memperhatikan karakteristik Kompetensi Dasar (KD) atau keterampilan yang dinilai. Rubrik PenilaianProyek No Pernyataan Keterangan 1 Kemampuan Perencanaan 2 = perencanaan lengkap (bahan, cara kerja, hasil), dan rinci 1 = perencanaan kurang lengkap 0 = tidak ada perencanaan 2 Kemampuan menggambar poster secara tepat sesuai dengan salah satu tujuan perkembangan kehidupan pada masa kerajaan hindu buddha 2 = menggambar dan mewarnai poster dengan baik dan interpretasi tujuan pembangunan berkelanjutan dalam poster tepat. 1 = menggambar dan memberikan warna pada poster tetapi salah dalam menginterpretasikan tujuan pembangunan berkelanjutan yang dipilih. 0 = gambar tidak diberi warna dan tidak tepat dalam menginterpretasikan tujuan pembangunan berkelanjutan yang dipilih.
  • 231.
    Modul Ajar KurikulumMerdeka Modul Ajar IPS SMP Fase D Kelas 8 G. KEGIATAN PENGAYAAN DAN REMEDIAL Pengayaan Materi di bawah ini merupakan informasi penting yang dapat digunakan untuk mengembangkan kompetensi yang dipelajari peserta didik dalam buku teks. Perkembangan Kehidupan Masyarakat pada Masa Hindu- Buddha di Indonesia Local genius yang dimiliki oleh luluhur bangsa Indonesia dapat menjadikan budaya asli mereka tidak serta merta hilang. Mereka memadukan unsur-unsur budaya dari luar dengan budaya yang telah ada dan hidup dari generasi ke generasi. Kearifan bangsa Indonesia dalam menerima budaya dari bangsa luar patut menjadi contoh kalian dalam menerima budaya dari luar. Kalian perlu cerdas dalam menerima dan menyaring budaya dari luar untuk bisa dipadukan dengan budaya asli Indonesia agar tradisi dan budaya Indonesia tetap lestari. Pada masa awal Masehi nenek moyang bangsa Indonesa terkenal sebagai bangsa yang kuat dan pemberani. Mereka berlayar mencapai berbagai kawasan di dunia. Perkembangan selanjutnya mereka berlayar bukan untuk mencari ikan namun melakukan perdagangan dengan bangsa lain. Hubungan perdagangan ini terus berlangsung dari masa pra aksara sampai masa aksara (Rambe, dkk., 2019: 53). Remedial Remedial diberikan kepada siswa yang mendapat kriteria paham sebagian dan tidak paham dengan kegiatan mengulang pembelajaran di luar jam pelajaran. H. PROYEK I. EVALUASI A. PILIHAN GANDA 1. Indonesia memiliki banyak gunungapi aktif. Jalur pegunungan di Indonesia membentang dari ujung utara Sumatra memanjang melalui pantai barat Sumatra, melewati Pulau Jawa, Nusa Tenggara, Banda, Sulawesi, dan Halmahera. Jumlah gunung aktif di Indonesia
  • 232.
    Modul Ajar KurikulumMerdeka Modul Ajar IPS SMP Fase D Kelas 8 sebanyak 127 gunungapi aktif. Dampak tersebut merupakan dampak dari adanya … a. Letak astronomis. b. Letak geografis. c. Letak geologis. d. Letak absolut. 2. (1) Indonesia (4) Korea Selatan (2) Filipina (5) Inggris (3) Jepang (6) Perancis Negara yang memiliki iklim sub tropis ialah … a. (1) dan (3). b. (5) dan (6). c. (2) dan (4). d. (3) dan (4). 3. Hutan dapat berfungsi sebagai hutan produksi, hutan lindung dan hutan konservasi. Berikut merupakan fungsi hutan dalam kegiatan produksi adalah … a. Hutan melindungi sistem daya dukung lingkungan hidup . b. Hutan melakukan perlindungan terhadap sistem penyangga kehidupan, pengawetan beragam jenis tumbuhan dan satwa. c. Hutan menghasilkan bahan baku untuk pembuatan produk dan jasa. d. Hutan mencegah terjadinya banjir, erosi dan mempertahankan kesuburan tanah untuk tanaman yang ada di dalamnya. 4. Perhatikan pernyataan berikut (1) Luas wilayah (2) Suhu dan kelembaban udara (3) Posisi strategis (4) Jumlah penduduk (5) Isolasi kepulauan oleh lautan Faktor geografis yang memengaruhi keragaman budaya adalah …. a. (1), (2), dan (3). b. (1), (2), dan (4). c. (1), (3), dan (5). d. (2), (4), dan (5). 5. Pengaruh Hindu di Indonesia melalui jalan damai yang dilakukan pedagang dari India melalui jalur laut. Perdagangan pada masa itu sedang berkembang karena jalur sutra yang menghubungkan India-Cina melalui jalur laut dan melalui wilayah Nusantara adalah pernyataan dari teori …. a. Teori waisya. b. Teori brahmana.
  • 233.
    Modul Ajar KurikulumMerdeka Modul Ajar IPS SMP Fase D Kelas 8 c. Teori ksatria. d. Teori arus balik. B. ESAI 1. Bagaimana pengaruh iklim terhadap keragaman sosial budaya di Indonesia? 2. Bagaimana hubungan proses geografis dengan kedatangan bangsa-bangsa asing di Indonesia? 3. Potensi sumber daya alam yang dimanfaatkan secara terus menerus mengakibatkan perubahan bagi kelangsungan alam. Salah satu dampak perubahan alam yang terjadi adalah menurunnya daya dukung lingkungan terhadap kehidupan manusia. Jelaskan faktor yang menyebabkan perubahan potensi sumber daya alam! 4. Bagaimana pendapat kalian tentang teman yang berbuat curang ketika ujian sekolah dan apa yang akan kalian lakukan? Apakah perilaku tersebut telah melanggar norma? Jelaskan! 5. Terdapat teori masuknya agama Hindu-Buddha ke Indonesia. Teori apa yang paling kuat menurut pendapatmu? Jelaskan alasan dan bukti-buktinya! Kunci Jawaban Pilihan Ganda 1. C 2. D 3. C 4. D 5. A (Tiap jawaban benar skor 1) Esai 1. Bagaimana pengaruh iklim terhadap keragaman sosial budaya di Indonesia? (Skor 5) Indonesia diwarnai oleh mikro iklim yang amat beragam. Dalam sebuah ruang wilayah yang sempit, perbedaan ketinggian tempat dapat menghasilkan perbedaan suhu yang signifikan. Perbedaan antara satu wilayah dengan wilayah lain inilah menyebabkan perbedaan pola perilaku yang berbeda, mulai dari bahasa hingga ke sistem mata pencarian hidup dan sistem ekonomi. Contoh real atau contoh nyata dari keragaman regional dapat dilihat pada masyarakat pesisir Pantai Utara Jawa, dibandingkan dengan masyarakat yang tinggal di wilayah pegunungan di pulau yang sama, Jawa. Begitu pula masyarakat pesisir utara Pulau Sumatra dengan masyarakat yang tinggal di lereng Pegunungan Bukit Barisan. Indonesia bagian barat memang di dominasi oleh bioma Hutan Hujan Tropis, namun pulau Jawa secara mikro iklim dapat dibagi menjadi menjadi dua region. Region Jawa bagian Barat masih beruakan Bioma Hutan hujan tropis, namun Jawa bagian Timur sudah dipengaruhi oleh Bioma Hutan Musim Tropis atau hutan gugur tropis, zona ini sampai ke Pulau Bali. Nusa Tenggara Barat berbatasan selat dengan Bali, namun kondisi yang ada di NTB sudah dapat dikategorikan sebagai sabana. Berbeda pula di Nusa Tenggara Timur di mana kategori bioma yang tepat untuk menggambarkan NTT adalah stepa tropis.
  • 234.
    Modul Ajar KurikulumMerdeka Modul Ajar IPS SMP Fase D Kelas 8 Suhu yang dingin akan selaras dengan pakaian tradisional berlengan panjang. Tinggal di pesisir akan menyebabkan mata pencarian sebagai nelayan. Sistem pertanian di dataran rendah dan dataran tinggi juga akan berbeda, karena suhu yang berbeda. Bermukim di pedalaman hutan juga akan menimbulkan perbedaan yang mencolok pada bentuk rumah adat. Jenis makanan tradisional juga tidak terlepas dari kondisi iklim setempat. Kearifan lokal yang berkembang di Nusantara akibat kondisi iklim juga terlihat pada Masyarakat Adat Baduy. Rumah warga di Desa Kanekes hanya boleh menghadap ke utara dan selatan, ini tujuannya supaya sinar matahari dapat masuk melalui jendela rumah. Kelembaban udara di lereng pegunungan cenderung lembab, sehingga apabila ventilasi tidak bekerja dengan baik maka sirkulasi udara tidak akan baik. Adaptasi bentuk rumah tradisional juga dimiliki oleh berbagai kebudayaan di Indonesia yang disesuaikan dengan latar belakang kearifan lokal dan kondisi sekitar, seperti bentuk rumah Joglo, Panggung dan masih banyak lainnya. 2. Bagaimana hubungan proses geografis dengan kedatangan bangsa-bangsa asing di Indonesia? (Skor 5) Kedatangan bangsa-bangsa asing ke Indonesia disebabkan karena adanya proses geografis yang berupa angin muson untuk berlayar ke timur dari India ke Cina. Selain itu, terdapatnya selat malaka yang digunakan sebagai tempat transit kapal-kapal untuk mengirimkan komoditas dari India ke Cina yang disebut sebagai jalur sutra karena komoditas yang diperjualbelikan berupa kain sutra, wewangian, dan rempah-rempah. Peralihan rute perdagangan dari jalur darat menuju jalur laut ini juga membawa keuntungan bagi masyarakat di Indonesia. Masyarakat di Indonesia juga ternyata ikut aktif dalam perdagangan tersebut sehingga terjadilah kontak hubungan di antara keduanya (Indonesia-India dan Indonesia-Cina). 3. Potensi sumber daya alam yang dimanfaatkan secara terus menerus mengakibatkan perubahan bagi kelangsungan alam. Salah satu dampak perubahan alam yang terjadi adalah menurunnya daya dukung lingkungan terhadap kehidupan manusia. Jelaskan factor yang menyebabkan perubahan potensi sumber daya alam! (Skor 5) Populasi manusia yang semakin bertambah membuat konsumsi semakin bertambah. Hal ini mempengaruhi tingkat eksploitasi terhadap sumber daya alam yang juga mengalami peningkatan dalam rangka memenuhi kebutuhan hidup. Eksploitasi sumber daya alam yang berlebih dengan menggunakan prinsip maksimalisasi dan mengabaikan pelestarian lingkungan dapat menyebabkan pencemaran dan kerusakan lingkungan. Dampaknya terjadi perubahan potensi sumber daya alam yang semakin mengalami penurunan. Oleh karena itu, dalam kegiatan pemanfaatan lingkungan harus memperhatikan kelestarian lingkungan agar dampak negatif dapat diminimalisir dan potensi sumber daya alam tetap lestari. 4. Bagaimana pendapat kalian tentang teman yang berbuat curang ketika ujian sekolah dan apa yang akan kalian lakukan? Apakah perilaku tersebut telah melanggar norma? Jelaskan! (Skor 5) Menurut saya ketika ada teman yang berbuat curang saat ujian sekolah dapat diberikan nasehat pada saat ujian sekolah selesai, walaupun perilaku tersebut melanggar norma dalam dunia pendidikan. Namun, jika teman tersebut terus-menerus melakukan kecurangan setelah diberikan nasehat ada baiknya dapat diberikan sanksi oleh guru. 5. Terdapat teori masuknya agama Hindu Buddha ke Indonesia. Teori apa yang paling kuat menurut pendapatmu? Jelaskan alasan dan bukti-buktinya! (Skor 5) Menurut saya teori yang paling kuat adalah teori Brahmana, karena dalam teori brahmana menunjukkan bahwa merekalah yang memahami dengan benar kitab Weda dan bertanggung jawab untuk menyebarkan agama Hindu. Buktinya dalam kerajaan-kerajaan Hindu-Buddha di Indonesia yang menjadi raja adalah mereka yang mempunyai kasta
  • 235.
    Modul Ajar KurikulumMerdeka Modul Ajar IPS SMP Fase D Kelas 8 paling tinggi dan mampu menyebarkan agama Hindu-Buddha serta raja juga berpengaruh terhadap masyarakat di sekitarnya. Pedoman Penilaian Skor Pilihan Ganda : Jumlah Benar PG x 1 Skor Esai : Jumlah benar x 5 Nilai Akhir : (Skor Pilihan Ganda) + (Skor Esai) 3 LAMPIRAN A. LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD) Perkembangan Kehidupan pada Masa Kerajaan Hindu Buddha Nama : Nama kelompok : Kelas : Petunjuk! LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD) Nama : Kelas : Petunjuk!
  • 236.
    Modul Ajar KurikulumMerdeka Modul Ajar IPS SMP Fase D Kelas 8 LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD) Nama : Nama kelompok : Kelas : Petunjuk!
  • 237.
    Modul Ajar KurikulumMerdeka Modul Ajar IPS SMP Fase D Kelas 8 B. BAHAN BACAAN GURU & PESERTA DIDIK  Guru dan peserta didik mencari berbagai informasi tentang Perkembangan Kehidupan pada Masa Kerajaan Hindu Buddha dari berbagai media atau website resmi dibawa nauangan kementerian pendidikan, kebudayaan, riset dan teknologi.  Buku Panduan Guru dan Siswa Ilmu Pengetahuan Sosial untuk SMP Kelas VIII : Kemendikbudristek 2021. C. GLOSARIUM Glosarium adat istiadat: Himpunan kaidah-kaidah sosial yang sejak lama ada dan telah menjadi kebiasaan (tradisi) dalam masyarakat. benua: Hamparan daratan yang sangat luas yang berada di permukaan bumi. budaya: Suatu cara hidup yang berkembang dan dimiliki Bersama oleh sebuah kelompok orang dan diwariskan dari generasi ke generasi. cuaca: Keadaan udara pada saat tertentu dan di wilayah tertentu yang relatif sempit dan pada jangka waktu yan singkat. dinamika penduduk: Perubahan jumlah penduduk pada suatu wilayah yang disebabkan oleh tiga faktor yaitu, kelahiran (natalitas), kematian (mortalitas), dan perpindahan (migrasi). diplomasi: Urusan kepentingan sebuah negara dengan perantaraan wakil-wakilnya di negara lain. eksogen: Tenaga yang berasal dari luar bumi, artinya tenaga luar berhubungan dengan tenaga yang berasal dari atas permukaan bumi. endogen: Tenaga yang berasal dari dalam perut bumi sehingga mengakibatkan pergerakan kulit bumi. globalisasi: Terbentuknya sistem organisasi dan komunikasi antarmasyarakat di seluruh dunia untuk mengikuti sistem dan kaidah yang sama iklim: Rerata keadaan udara atau cuaca yang terjadi pada rentang wilayah yang luas serta rentang waktu yang lama. Wilayah tersebut bisa satu benua atau negara dengan waktu, misalnya 10 tahun atau 20 tahun. imperialism : Sistem politik yang bertujuan menjajah negara lain untuk mendapatkan kekuasaan dan keuntungan lebih besar. inflasi: Kemerosotan nilai uang karena banyaknya dan cepatnya uang beredar sehingga menyebabkan naiknya harga barang-barang inovasi: Diterapkannya alat/ide baru untuk melengkapi atau menggantikan ide/alat yang lama integrasi sosial: Proses penyesuaian unsur-unsur yang berbeda dalam masyarakat sehingga menjadi satu kesatuan kolonialisme: Penguasaan oleh suatu negara atas daerah atau bangsa lain dengan maksud untuk memperluas negara. komoditas: Barang ekspor atau impor.
  • 238.
    Modul Ajar KurikulumMerdeka Modul Ajar IPS SMP Fase D Kelas 8 komposisi penduduk: Pengelompokan penduduk berdasarkan kriteria tertentu. misalnya berdasarkan agama, jenis kelamin, ras, usia, status perkawinan, dan lain-lain. koperasi: Organisasi ekonomi rakyat yang berwatak sosial dan beranggotakan orang-orang, badan-badan hukum koperasi yang merupakan tata susunan ekonomi sebagai usaha bersama berdasarkan asas kekeluargaan. mobilitas sosial: Perpindahan posisi seseorang atau sekelompok orang dari lapisan yang satu ke lapisan yang lain. piramida penduduk: Dua buah diagram batang, pada sisi lainnya menunjukkan jumlah penduduk laki-laki dan pada sisi lainnya menunjukkan jumlah penduduk perempuan dalam kelompok interval usia penduduk lima tahunan. potensi: Kemampuan yang dimiliki. reformasi: Perubahan secara drastis untuk perbaikan (bidang sosial, politik, agama) dalam suatu masyarakat atau negara. region: Suatu wilayah yang memiliki ciri atau karakteristik tersendiri yang berbeda dengan wilayah lainnya. Think Pair Share: Think (berpikir secara mandiri), Pair (berpasangan) dan Share (berbagi dalam segala hal termasuk pengetahuan ke satu individu atau grup belajar). Two Stay Two Stray: Satu model pembelajaran kooperatif untuk menghadapi kemampuan heterogen siswa yang dilakukan dengan membentuk kelompok yang bersifat heterogen kemudian saling bertukar informasi dengan kelompok lain TSTS memungkinkan siswa untuk saling bekerja sama dan saling bertukar informasi dengan cara 2 anggota tinggal di kelompok dan 2 anggota menjadi tamu di kelompok lain. D. DAFTAR PUSTAKA Daftar Pustaka Abbas, Syamsuddin. 1997 Revolusi hijau dengan swasembada beras dan jagung. Jakarta: Sekretariat Badan Pengendali Bimas Departemen Pertanian Budiawan. 2017. Nasion & nasionalisme, jelajah ringkas teoritis. Yogyakarta: Penerbit Ombak. Bahasa Indonsia.2007. Kerja sama Perdagangan Internasional: Peluang dan Tantangan bagi Bangsa Indonesia.Jakarta: PT Elekmediakomputindo. Dawam, R.M, dkk. 1995. Bank Indonesia Dalam Kilasan Sejarah. Jakarta: LP3S. Djojohadikusumo, Sumitro. (1953). Persoalan Ekonomi di Indonesia. Jakarta: Indira Hatta, Mohammad. 1960. Ekonomi terpimpin. Jakarta: Fasco Horton, Paul dan Chester L. Hunt. 1999. Sosiologi. Jakarta : Erlangga Martono, Nanang. 2012. Sosiologi perubahan sosial. Jakarta: Raja Grafindo Persada. Pranarka, AMW, Leonardus B. Moerdani dan Supardjo Roestam. 1986. Wawasan kebangsaan, ketahanan nasional, dan wawasan nusantara. Yogyakarta: Lembaga Pengkajian Kebudayaan Sarjana Wiyata Tamansiswa. Poesponegoro, Marwati Djoened. 1993. Sejarah Nasional Indonesia VI. Jakarta : Balai Pustaka Poesponegoro, Marwati Djoened. 2010. Sejarah Nasional Indonesia V. Jakarta : Balai Pustaka
  • 239.
    Modul Ajar KurikulumMerdeka Modul Ajar IPS SMP Fase D Kelas 8 Ricklefs, Merle Calvin. 2008. Sejarah Indonesia Modern 1200-2008. Jakarta: Serambi Reid, Anthony JS. 1996. Revolusi Nasional Indonesia. Jakarta: Pustaka Sinar Harapan. Soekanto, Soerjono. 2012. Sosiologi suatu pengantar. Jakarta: PT. Rajawali Press. Smith, Anthony D. 2003. Nasionalisme: teori, ideologi, sejarah. Jakarta: Penerbit Erlangga. Supardi.2011. Dasar-Dasar Ilmu Sosial.Yogyakarta:Ombak.
  • 240.
    ADM GURU CP ATP KKTP LKPD PROTA PROMES KALDIK BUKU PDF SEMESTER1 SEMESTER 2 Bonus Semuanya sudah tersusun rapi, tinggal edit identitasnya dan sesuaikan dengan kondisi sekolah masing-masing. DAPATKAN SEKARANG admguru.com HUBUNGI ADMIN PERLU BANTUAN? 0821 2662 7001