Modul 3
Model-Model Belaýar
dan Rumpun Model
Mengaýar
Kelompok
5
Kelompok
Kami
Deska Dina
Mardina
Desmaria
Fitria Nur
Fadhilla Risa
A. Belajar Kolaboratif (collaborative Learning)
1.Hakikat Belajar Kolaboratif
Belajar kolaborasi bukan sekedar bekerja sama antar siswa dalam suatu kelompok biasa, tetapi suatu kegiatan
belajar dikatakan kolaboratif apabila dua orang atau lebih bekerja sama memecahkan masalah bersama untuk
mencapai tujuan tertentu. Dua unsur yang penting dalam belajar kalau berat adalah satu adanya tujuan yang
sama dan dua ketergantungan yang positif.
2.Manfaat Belajar Kolaboratif
Meningkatkan pengetahuan anggota kelompok Karena interaksi dalam kelompok merupakan faktor
berpengaruh terhadap penguasaan konsep.
Belajar belajar memecahkan masalah bersama dalam kelompok
Memupuk rasa kebersamaan antar siswa, setiap individu tidak dapat lepas dari kelompoknya, mereka
perlu mengenali sifat, pendapat yang berbeda dan mampu mengelolanya. Selain itu hakikat manusia
sebagai makhluk sosial mereka tidak dapat menyendiri melainkan memerlukan orang lain dalam
hidupnya.
Meningkatkan keberanian memunculkan ide atau pendapat untuk memecahkan masalah bagi setiap
individu yang diarahkan untuk mengajarkan atau memberitahu kepada teman kelompoknya jika
mengetahui dan menguasai permasalahan
Memupuk rata tanggung jawab individu dalam mencapai suatu tujuan bersama dalam bekerja agar tidak
terjadi tumpang tindih atau perbedaan pendapat yang prinsip
Setiap anggota melihat dirinya sebagai milik kelompok yang merasa memiliki tanggung jawab karena
kebersamaan dalam belajar menyebabkan mereka juga sangat memperhatikan kelompok
Kegiatan Belaýar 1
Model-Model
Belaýar
B. Belaýar Quantum ( Quantum
Learning)
1.Hakikat Belajar Kuantum
Model belajar ini muncul untuk menanggulangi masalah yang paling sukar di sekolah, yaitu "kebosanan" istilah kuantum secara harfiah berarti kualitas sesuatu mekanis
( yang berkenaan dengan gerak).
Quantum learning berakar dari upaya lozanoV dengan eksperimennya tentang suggestopedia titik prinsipnya bahwa sugesti dapat mempengaruhi hasil belajar dan
setiap detail apapun memberikan sugesti positif atau negatif. Beberapa teknik yang digunakan untuk memberikan sugesti positif adalah sebagai berikut:
menunjukkan siswa secara
nyaman memasang musik
latar di dalam kelas
meningkatkan partisipasi
indiVidu
menggunakan poster untuk memberikan kesan besar sambil menunjukkan
informasi menyediakan guru-guru yang terlatih dalam seni pembelajaran
sugesti
2.Prinsip-prinsip utama pembelajaran Quantum
Segalanya berbicara, segala sesuatu, lingkungan kelas sehingga bahasa tubuh guru, dari kertas yang dibagikan sampai rancangan pembelajaran, semuanya mengirim
pesan tentang pelajaran.
Segalanya bertujuan, semua yang terjadi dalam pengubahan mempunyai tujuan, yaitu para siswa mengembangkan kecakapan dalam mata pelajaran.
Berangkat dari pengalaman, proses belajar paling baik terjadi ketika siswa telah mengalami informasi sebelum memperoleh label untuk sesuatu yang
dipelajari.
Hargai setiap usaha, belajar mengadu resiko, belajar berat berarti melangkah keluar dari kenyamanan, saat siswa mengambil langkah ini, mereka patut mendapat
pengakuan atas kecakapan dan kepercayaan dirinya. Pemberian pengakuan tersebut harus kuat dan konkret. seperti kata "bagus,baik,hebat dan memuaskan" sudah lazim
digunakan oleh guru tetapi kurang jelas apanya yang bagus, baik atau memuaskan, akan lebih konkret apabila disebutkan bagaimana yang bagusnya paragraf yang kamu
tulis bagus sekali, jawabanmu tepat sekali, gambarmu sesuai dengan kenyataan, dan excellent.
Rayakan setiap keberhasilan perayaan memberikan umpan balik tentang kemajuan belajar dan meningkatkan asosiasi emosi yang positif
3.Manfaat Belajar Kuantum
a.Suasana kelas menyenangkan sehingga siswa bergairah belajar
C. Belaýar
Kooperatif
(Cooperative
Learning)
1.Hakikat Belajar Kooperatif
Belajar kooperatif adalah pembelajaran yang menggunakan kelompok kecil sehingga siswa bekerja bersama untuk memaksimalkan kegiatan belajarnya sendiri dan juga anggota lain. idenya sangat sederhana
anggota kelas di argumentasikan ke dalam kelompok-kelompok kecil setelah menerima pembelajaran dari guru. kemudian, para siswa untuk mengerjakan tugas sampai semua anggota kelompok berhasil
memahaminya.
2.Prinsip utama belajar
kooperatif Kesamaan
tujuan
T
ujuan yang sama pada anak-anak dalam kelompok membuat kegiatan belajar lebih
kooperatif. Ketergantungan Positif
Prinsip kedua dari belajar kooperatif adalah ketergantungan positif beberapa orang
direkrut sebagai anggota kelompok Karena kegiatan hanya dapat berhasil jika anggota
dapat bekerja sama.
3.Manfaat belajar kooperatif
Meningkatkan hasil belajar
pebelajar
Meningkatkan hubungan antar kelompok, belajar kooperatif memberikan kesempatan kepada siswa untuk berinteraksi dan beradaptasi dengan teman satu tim untuk mencerna materi pelajaran
Meningkatkan rasa percaya diri dan motiVasi belajar
, belajar kooperatif dapat membina sifat kebersamaan peduli satu sama lain dan tenggang rasa, serta mempunyai rasa andil terhadap
keberhasilan tim. Menumbuhkan realisasi kebutuhan pembelajar untuk belajar berpikir
, belajar kooperatif dapat diterapkan untuk berbagai materi ajar
, seperti pemahaman yang rumit, pelaksanaan
kajian Roy
, dan latihan memecahkan masalah kritik
Memadukan dan menerapkan pengetahuan dan
keterampilan Meningkatkan perilaku dan kehadiran
di kelas
Relatif murah karena tidak memerlukan biaya khusus
untuk menerapkannya
4.Keterbatasan pembelajaran kooperatif
Memerlukan waktu yang cukup bagi setiap siswa untuk bekerja
dalam tim Memerlukan latihan agar siswa terbiasa belajar dalam
Perbedaan Belaýar Kooperatif
dan Belaýar Kelompok
D. Belaýar
Tematik
1. Hakikat belaýar tematik
Belaýar tematik didefinisikan sebagai suatu kegiatan belaýar yang dirancang sekitar ide pokok (tema) dan melibatkan
beberapa bidang studi (mata pelaýaran) yang berkaitan dengan tema.
2. Prinsip belaýar tematik
Belaýar tematik menggunakan tema sentral dalam kegiatan belaýar yang berlangsung titik semua kegiatan belaýar
dipusatkan sekitar tema tersebut.
3. Karakteristik pembelaýaran tematik
Pembelaýaran tematik memiliki karakteristik yang khas dengan pembelaýaran lainnya. Kegiatan pembelaýarannya lebih
banyak dilakukan melalui pengalaman langsung atau hand on experience.
4. Perlunya pembelaýaran tematik khususnya di SD
Pada dasarnya siswa SD kelas awal memahami suatu konsep secara utuh global atau tematis, makin
meningkatkan kecerdasannya, Dan makin terperinci serta spesifik pemahaman terhadap konsep tertentu
siswa SD kelas awal mengembangkan kecerdasannya secara komprehensif, semua unsur kecerdasan ingin
dikembangkannya sehingga muncul konsep pentingnya multiple intelligent untuk dikembangkan
Kenyataan hidup sehari-hari menampilkan fakta yang utuh dan
tematis Ada konteksnya
Guru SD adalah guru kelas, akan lebih mudah mengaýar suatu konsep secara utuh akan sulit mengaýar sub sub konsep
secara terpisah-pisah
5. Manfaat belaýar tematik
Dalam belaýar tematik, ada perubahan peranan guru dari seorang pemimpin dan penyedia kebiýakan serta pengetahuan
fasilitator pembimbing, penantang, pemberi saran, dan organisasi pembelaýaran tematik menghadapkan pembelaýaran pada
arena yang yang realistik mendorong pembelaýar memanfaatkan suatu konteks dan literatur yang luas.
KB 2
Rumpun Model Mengaýar
A. Rumpun Model Sosial
Dalam berbagai rumpun Model Mengaýar, rumpun Model Sosial dipaparkan pertama kali karena perkembangan sosial belaýar
sangat penting pada semua kegiatan pembelaýaran.
1. Partner dalam Belaýar
Prosedur belaýar kooperatif bertuýuan membantu pebelaýar belaýar lintas dalam bidang studi dalam suatu kurikulum,
mengembangkan rasa percaya diri, keterampilan sosial dan solidaritas,serta tuýuan akademik untuk memperoleh informasi dan
keterampilan melalui inkuiri dari suatu disiplin akademik.
2. Investigasi kelompok
Investigasi kelompok menekankan pada rencana pengaturan kelas umum atau konvensional. Rencana tersebut meliputi
pendalaman materi yang terpadu secara kelompok, diskusi,dan perencanaan proyek.
3. Bermain peran
Dengan bermain peran, guru mengaýak pebelaýar untuk memahami pengertian perilaku sosial,peranannya dalam interaksi
sosial,dan cara-cara memecahkan masalah-masalah sosial dengan cara-cara yang lebih efektif.
4. Inkuiri Yurisprudensi
Dengan model ini pebelaýar belaýar berpikir tentang kebiýakan-kebiýakan sosial. Studi tentang isu-isu sosial di masyarakat suatu
negara, di tingkat nasional maupun internasional dapat dipersiapkan bagi para pelaýar.
5. Kepribadian dan gaya belaýar
Dalam model ini dikemukakan adanya gaya belaýar pebelaýar dan guru yakin semua itu dapat berkembang. Berkembang dapan
terýadi secara optimal,apabila lingkungan menyediakan cara kerýa konseptual yang diperlukan untuk kebutuhan konseptual
seseorang.
6. Inkuiri sosial
Model ini rancang dirancang dengan maksud khusus,yaitu mengaýarkan informasi, konsep-konsep, cara berpikir, dan studi tentang
nilai- nilai sosial dengan memberi tugas-tugas yang menggabungkan aspek kognitif sosial.
B. Rumpun Model Pemrosesan Informasi
Model pemrosesan informasi menekankan pada cara meningkatkan pembawaan seseorang memahami dunia dengan memperoleh dan
mengorganisasikan data, memahami masalah dan mencari pemecahannya, serta mengembangkan konsep-konsep dan bahasa untuk menyampaikannya.
1.Berpikir Induktif
Model ini memaparkan cara belaýar belaýar untuk mendapatkan dan mengorganisasikan informasi serta menciptakan dan menguýi hipotesis yang
mendeskripsikan hubungan diantara serangkai data. Model ini dapat digunakan untuk berbagai ýenis kurikulum secara luas dan dengan pembelaýar
semua umur misalnya studi tentang masyarakat, bangsa, dan seýarah yang memerlukan belaýar konsep.
2.Pencapaian konsep
Model ini memberikan cara yang efektif untuk penyaýian informasi yang terorganisasi dan topik-topik yang berskala luas kepada pembelaýar pada
setiap tahap perkembangan.
3.Inkuiri Ilmiah
Pembelaýar di bawah ke proses ilmiah dan dibantu mengumpulkan dan menganalisis data, mengecek hipotesis dan teori, serta mencerminkan
hakikat pembentukan pengetahuan.
4. Latihan Inkuiri
Model ini memberikan rancangan untuk mengaýar pembelaýar menghubungkan alasan sebab akibat dan menýadi lebih baik serta tepat dalam
mengaýukan pertanyaan, membentuk konsep dan hipotesis serta menguýinya
5. Mnemonic
Merupakan suatu strategi untuk mengingat dan menganalisis informasi. Guru dapat menggunakan mnemonic untuk membimbing pengaýian materi.
6. Sinektik
Model ini dirancang untuk membantu pembelaýar memecahkan masalah dan menulis kegiatan-kegiatan, serta menambahkan pandangan-pandangan
baru pada topik-topik dari suatu bidang ilmu yang luas. Di dalam kelas, model ini diperkenalkan kepada pembelaýar dengan serangkaian workshop
sampai pembelaýar dapat menerapkan prosedur prosedur secara individual maupun kelompok.
7.Pengorganisasian Awal (Advance Organizer)
Model ini dirancang untuk memberikan struktur kognitif kepada pembelaýar untuk memahami materi melalui kuliah membaca, dan media yang lainny.
8. Penyesuaian dengan pebelaýar
Model ini bertolak dari studi kohlberg yang digunakan untuk membantu kita menyesuaikan pembelaýaran pada suatu tahap kematangan
pebelaýaran secara individual dan merancang cara meningkatkan perkembangan pembelaýar titik model ini dikembangkan dengan asumsi bahwa
pembelaýar yang belaýar dengan strategi intelektual yang lebih kompleks dan meningkatkan kemampuan mencapai informasi dan konsep.
C. Rumpun Model Personal
Model belaýar personal dimulai dari pandangan tentang harga diri individu titik seseorang berusaha
memperoleh pendidikan sehingga berusaha memahami diri sendiri dengan lebih baik bertanggung ýawab atas
pendidikannya sendiri, dan belaýar mencapai pengembangan yang baru dengan lebih kuat, lebih sensitif dan
lebih kreatif dalam meraih kehidupan yang berkualitas tinggi.
1. Pengaýaran Nondirektif
Dikembangkan dari teori konseling model ini menekankan kerýasama antara pembelaýar dengan guru. Guru non
direktif secara aktif membangun kerýasama dengan menyediakan bantuan yang diperoleh oleh pembelaýar
untuk mencari ýalan keluar dari permasalahan yang dihadapi.
Model ini digunakan dengan beberapa cara. Pertama digunakan sebagai model dasar untuk melaksanakan
seluruh program pendidikan. Kedua dikombinasikan dengan model lain untuk meyakinkan bahwa kontak
dilakukan dengan pembelaýar. Ketiga digunakan ketika pembelaýar merencanakan proyek belaýar mandiri
maupun kooperatif.
Keempat digunakan secara periodik periodik ketika memberikan konseling kepada pembelaýar menemukan
ýalan keluar tentang apa yang dipikirkan dan dirasakan pembelaýar untuk dipahami.
2. Peningkatan Harga Diri
Karya Abraham Maslow digunakan untuk membimbing suatu program dalam hal rata harga diri dan
kemampuan aktualisasi diri.
D. Rumpun Model Sistem Perilaku
Dari teoritik model ini sering disebut teori belaýar sosial modifikasi perilaku, terapi perilaku, dan cybernetic.
1.Belaýar tuntas dan pembelaýaran terprogram
Aplikasi teori sistem perilaku untuk tuýuan akademik tampak dalam bentuk yang disebut belaýar tuntas (mastery
learning). Pertama materi yang dipelaýari dipecah menýadi unit-unik yang dari yang sederhana sampai ke kompleks
materi-materi yang disaýikan kepada pembelaýar umumnya dikerýakan secara individual melalui media yang sesuai
(bacaan,tape, kegiatan- kegiatan).
2. Pembelaýaran langsung
Dari studi tentang perbedaan antara guru mengaýar yang lebih efektif dan yang kurang efektif. secara dari teori
belaýar sosial, suatu paradigma untuk pembelaýaran secara langsung disusun.
3. Belaýar melalui simulasi: latihan dan latihan mandiri
Dua ýenis latihan pendekatan dikembangkan dari teori perilaku kelompok cybernetic. Salah satu diantaranya adalah
model teori ke praktik dan yang lain adalah simulasi titik pendekatan yang pertama menggabungkan informasi tentang
keterampilan dengan demonstrasi, praktik, balikan, dan latihan sampai suatu keterampilan dicapai.
Silahkan angkat
tangan!
Apa ada yang
ingin
ditanyakan?
Terima
Kasih

Modul 3 Model Belajar dan Rumpun Model Mengajar (Kelompok 2).pptx

  • 1.
    Modul 3 Model-Model Belaýar danRumpun Model Mengaýar Kelompok 5
  • 2.
  • 3.
    A. Belajar Kolaboratif(collaborative Learning) 1.Hakikat Belajar Kolaboratif Belajar kolaborasi bukan sekedar bekerja sama antar siswa dalam suatu kelompok biasa, tetapi suatu kegiatan belajar dikatakan kolaboratif apabila dua orang atau lebih bekerja sama memecahkan masalah bersama untuk mencapai tujuan tertentu. Dua unsur yang penting dalam belajar kalau berat adalah satu adanya tujuan yang sama dan dua ketergantungan yang positif. 2.Manfaat Belajar Kolaboratif Meningkatkan pengetahuan anggota kelompok Karena interaksi dalam kelompok merupakan faktor berpengaruh terhadap penguasaan konsep. Belajar belajar memecahkan masalah bersama dalam kelompok Memupuk rasa kebersamaan antar siswa, setiap individu tidak dapat lepas dari kelompoknya, mereka perlu mengenali sifat, pendapat yang berbeda dan mampu mengelolanya. Selain itu hakikat manusia sebagai makhluk sosial mereka tidak dapat menyendiri melainkan memerlukan orang lain dalam hidupnya. Meningkatkan keberanian memunculkan ide atau pendapat untuk memecahkan masalah bagi setiap individu yang diarahkan untuk mengajarkan atau memberitahu kepada teman kelompoknya jika mengetahui dan menguasai permasalahan Memupuk rata tanggung jawab individu dalam mencapai suatu tujuan bersama dalam bekerja agar tidak terjadi tumpang tindih atau perbedaan pendapat yang prinsip Setiap anggota melihat dirinya sebagai milik kelompok yang merasa memiliki tanggung jawab karena kebersamaan dalam belajar menyebabkan mereka juga sangat memperhatikan kelompok Kegiatan Belaýar 1 Model-Model Belaýar
  • 4.
    B. Belaýar Quantum( Quantum Learning) 1.Hakikat Belajar Kuantum Model belajar ini muncul untuk menanggulangi masalah yang paling sukar di sekolah, yaitu "kebosanan" istilah kuantum secara harfiah berarti kualitas sesuatu mekanis ( yang berkenaan dengan gerak). Quantum learning berakar dari upaya lozanoV dengan eksperimennya tentang suggestopedia titik prinsipnya bahwa sugesti dapat mempengaruhi hasil belajar dan setiap detail apapun memberikan sugesti positif atau negatif. Beberapa teknik yang digunakan untuk memberikan sugesti positif adalah sebagai berikut: menunjukkan siswa secara nyaman memasang musik latar di dalam kelas meningkatkan partisipasi indiVidu menggunakan poster untuk memberikan kesan besar sambil menunjukkan informasi menyediakan guru-guru yang terlatih dalam seni pembelajaran sugesti 2.Prinsip-prinsip utama pembelajaran Quantum Segalanya berbicara, segala sesuatu, lingkungan kelas sehingga bahasa tubuh guru, dari kertas yang dibagikan sampai rancangan pembelajaran, semuanya mengirim pesan tentang pelajaran. Segalanya bertujuan, semua yang terjadi dalam pengubahan mempunyai tujuan, yaitu para siswa mengembangkan kecakapan dalam mata pelajaran. Berangkat dari pengalaman, proses belajar paling baik terjadi ketika siswa telah mengalami informasi sebelum memperoleh label untuk sesuatu yang dipelajari. Hargai setiap usaha, belajar mengadu resiko, belajar berat berarti melangkah keluar dari kenyamanan, saat siswa mengambil langkah ini, mereka patut mendapat pengakuan atas kecakapan dan kepercayaan dirinya. Pemberian pengakuan tersebut harus kuat dan konkret. seperti kata "bagus,baik,hebat dan memuaskan" sudah lazim digunakan oleh guru tetapi kurang jelas apanya yang bagus, baik atau memuaskan, akan lebih konkret apabila disebutkan bagaimana yang bagusnya paragraf yang kamu tulis bagus sekali, jawabanmu tepat sekali, gambarmu sesuai dengan kenyataan, dan excellent. Rayakan setiap keberhasilan perayaan memberikan umpan balik tentang kemajuan belajar dan meningkatkan asosiasi emosi yang positif 3.Manfaat Belajar Kuantum a.Suasana kelas menyenangkan sehingga siswa bergairah belajar
  • 5.
    C. Belaýar Kooperatif (Cooperative Learning) 1.Hakikat BelajarKooperatif Belajar kooperatif adalah pembelajaran yang menggunakan kelompok kecil sehingga siswa bekerja bersama untuk memaksimalkan kegiatan belajarnya sendiri dan juga anggota lain. idenya sangat sederhana anggota kelas di argumentasikan ke dalam kelompok-kelompok kecil setelah menerima pembelajaran dari guru. kemudian, para siswa untuk mengerjakan tugas sampai semua anggota kelompok berhasil memahaminya. 2.Prinsip utama belajar kooperatif Kesamaan tujuan T ujuan yang sama pada anak-anak dalam kelompok membuat kegiatan belajar lebih kooperatif. Ketergantungan Positif Prinsip kedua dari belajar kooperatif adalah ketergantungan positif beberapa orang direkrut sebagai anggota kelompok Karena kegiatan hanya dapat berhasil jika anggota dapat bekerja sama. 3.Manfaat belajar kooperatif Meningkatkan hasil belajar pebelajar Meningkatkan hubungan antar kelompok, belajar kooperatif memberikan kesempatan kepada siswa untuk berinteraksi dan beradaptasi dengan teman satu tim untuk mencerna materi pelajaran Meningkatkan rasa percaya diri dan motiVasi belajar , belajar kooperatif dapat membina sifat kebersamaan peduli satu sama lain dan tenggang rasa, serta mempunyai rasa andil terhadap keberhasilan tim. Menumbuhkan realisasi kebutuhan pembelajar untuk belajar berpikir , belajar kooperatif dapat diterapkan untuk berbagai materi ajar , seperti pemahaman yang rumit, pelaksanaan kajian Roy , dan latihan memecahkan masalah kritik Memadukan dan menerapkan pengetahuan dan keterampilan Meningkatkan perilaku dan kehadiran di kelas Relatif murah karena tidak memerlukan biaya khusus untuk menerapkannya 4.Keterbatasan pembelajaran kooperatif Memerlukan waktu yang cukup bagi setiap siswa untuk bekerja dalam tim Memerlukan latihan agar siswa terbiasa belajar dalam
  • 6.
  • 7.
    D. Belaýar Tematik 1. Hakikatbelaýar tematik Belaýar tematik didefinisikan sebagai suatu kegiatan belaýar yang dirancang sekitar ide pokok (tema) dan melibatkan beberapa bidang studi (mata pelaýaran) yang berkaitan dengan tema. 2. Prinsip belaýar tematik Belaýar tematik menggunakan tema sentral dalam kegiatan belaýar yang berlangsung titik semua kegiatan belaýar dipusatkan sekitar tema tersebut. 3. Karakteristik pembelaýaran tematik Pembelaýaran tematik memiliki karakteristik yang khas dengan pembelaýaran lainnya. Kegiatan pembelaýarannya lebih banyak dilakukan melalui pengalaman langsung atau hand on experience. 4. Perlunya pembelaýaran tematik khususnya di SD Pada dasarnya siswa SD kelas awal memahami suatu konsep secara utuh global atau tematis, makin meningkatkan kecerdasannya, Dan makin terperinci serta spesifik pemahaman terhadap konsep tertentu siswa SD kelas awal mengembangkan kecerdasannya secara komprehensif, semua unsur kecerdasan ingin dikembangkannya sehingga muncul konsep pentingnya multiple intelligent untuk dikembangkan Kenyataan hidup sehari-hari menampilkan fakta yang utuh dan tematis Ada konteksnya Guru SD adalah guru kelas, akan lebih mudah mengaýar suatu konsep secara utuh akan sulit mengaýar sub sub konsep secara terpisah-pisah 5. Manfaat belaýar tematik Dalam belaýar tematik, ada perubahan peranan guru dari seorang pemimpin dan penyedia kebiýakan serta pengetahuan fasilitator pembimbing, penantang, pemberi saran, dan organisasi pembelaýaran tematik menghadapkan pembelaýaran pada arena yang yang realistik mendorong pembelaýar memanfaatkan suatu konteks dan literatur yang luas.
  • 8.
    KB 2 Rumpun ModelMengaýar A. Rumpun Model Sosial Dalam berbagai rumpun Model Mengaýar, rumpun Model Sosial dipaparkan pertama kali karena perkembangan sosial belaýar sangat penting pada semua kegiatan pembelaýaran. 1. Partner dalam Belaýar Prosedur belaýar kooperatif bertuýuan membantu pebelaýar belaýar lintas dalam bidang studi dalam suatu kurikulum, mengembangkan rasa percaya diri, keterampilan sosial dan solidaritas,serta tuýuan akademik untuk memperoleh informasi dan keterampilan melalui inkuiri dari suatu disiplin akademik. 2. Investigasi kelompok Investigasi kelompok menekankan pada rencana pengaturan kelas umum atau konvensional. Rencana tersebut meliputi pendalaman materi yang terpadu secara kelompok, diskusi,dan perencanaan proyek. 3. Bermain peran Dengan bermain peran, guru mengaýak pebelaýar untuk memahami pengertian perilaku sosial,peranannya dalam interaksi sosial,dan cara-cara memecahkan masalah-masalah sosial dengan cara-cara yang lebih efektif. 4. Inkuiri Yurisprudensi Dengan model ini pebelaýar belaýar berpikir tentang kebiýakan-kebiýakan sosial. Studi tentang isu-isu sosial di masyarakat suatu negara, di tingkat nasional maupun internasional dapat dipersiapkan bagi para pelaýar. 5. Kepribadian dan gaya belaýar Dalam model ini dikemukakan adanya gaya belaýar pebelaýar dan guru yakin semua itu dapat berkembang. Berkembang dapan terýadi secara optimal,apabila lingkungan menyediakan cara kerýa konseptual yang diperlukan untuk kebutuhan konseptual seseorang. 6. Inkuiri sosial Model ini rancang dirancang dengan maksud khusus,yaitu mengaýarkan informasi, konsep-konsep, cara berpikir, dan studi tentang nilai- nilai sosial dengan memberi tugas-tugas yang menggabungkan aspek kognitif sosial.
  • 9.
    B. Rumpun ModelPemrosesan Informasi Model pemrosesan informasi menekankan pada cara meningkatkan pembawaan seseorang memahami dunia dengan memperoleh dan mengorganisasikan data, memahami masalah dan mencari pemecahannya, serta mengembangkan konsep-konsep dan bahasa untuk menyampaikannya. 1.Berpikir Induktif Model ini memaparkan cara belaýar belaýar untuk mendapatkan dan mengorganisasikan informasi serta menciptakan dan menguýi hipotesis yang mendeskripsikan hubungan diantara serangkai data. Model ini dapat digunakan untuk berbagai ýenis kurikulum secara luas dan dengan pembelaýar semua umur misalnya studi tentang masyarakat, bangsa, dan seýarah yang memerlukan belaýar konsep. 2.Pencapaian konsep Model ini memberikan cara yang efektif untuk penyaýian informasi yang terorganisasi dan topik-topik yang berskala luas kepada pembelaýar pada setiap tahap perkembangan. 3.Inkuiri Ilmiah Pembelaýar di bawah ke proses ilmiah dan dibantu mengumpulkan dan menganalisis data, mengecek hipotesis dan teori, serta mencerminkan hakikat pembentukan pengetahuan. 4. Latihan Inkuiri Model ini memberikan rancangan untuk mengaýar pembelaýar menghubungkan alasan sebab akibat dan menýadi lebih baik serta tepat dalam mengaýukan pertanyaan, membentuk konsep dan hipotesis serta menguýinya 5. Mnemonic Merupakan suatu strategi untuk mengingat dan menganalisis informasi. Guru dapat menggunakan mnemonic untuk membimbing pengaýian materi. 6. Sinektik Model ini dirancang untuk membantu pembelaýar memecahkan masalah dan menulis kegiatan-kegiatan, serta menambahkan pandangan-pandangan baru pada topik-topik dari suatu bidang ilmu yang luas. Di dalam kelas, model ini diperkenalkan kepada pembelaýar dengan serangkaian workshop sampai pembelaýar dapat menerapkan prosedur prosedur secara individual maupun kelompok. 7.Pengorganisasian Awal (Advance Organizer) Model ini dirancang untuk memberikan struktur kognitif kepada pembelaýar untuk memahami materi melalui kuliah membaca, dan media yang lainny. 8. Penyesuaian dengan pebelaýar Model ini bertolak dari studi kohlberg yang digunakan untuk membantu kita menyesuaikan pembelaýaran pada suatu tahap kematangan pebelaýaran secara individual dan merancang cara meningkatkan perkembangan pembelaýar titik model ini dikembangkan dengan asumsi bahwa pembelaýar yang belaýar dengan strategi intelektual yang lebih kompleks dan meningkatkan kemampuan mencapai informasi dan konsep.
  • 10.
    C. Rumpun ModelPersonal Model belaýar personal dimulai dari pandangan tentang harga diri individu titik seseorang berusaha memperoleh pendidikan sehingga berusaha memahami diri sendiri dengan lebih baik bertanggung ýawab atas pendidikannya sendiri, dan belaýar mencapai pengembangan yang baru dengan lebih kuat, lebih sensitif dan lebih kreatif dalam meraih kehidupan yang berkualitas tinggi. 1. Pengaýaran Nondirektif Dikembangkan dari teori konseling model ini menekankan kerýasama antara pembelaýar dengan guru. Guru non direktif secara aktif membangun kerýasama dengan menyediakan bantuan yang diperoleh oleh pembelaýar untuk mencari ýalan keluar dari permasalahan yang dihadapi. Model ini digunakan dengan beberapa cara. Pertama digunakan sebagai model dasar untuk melaksanakan seluruh program pendidikan. Kedua dikombinasikan dengan model lain untuk meyakinkan bahwa kontak dilakukan dengan pembelaýar. Ketiga digunakan ketika pembelaýar merencanakan proyek belaýar mandiri maupun kooperatif. Keempat digunakan secara periodik periodik ketika memberikan konseling kepada pembelaýar menemukan ýalan keluar tentang apa yang dipikirkan dan dirasakan pembelaýar untuk dipahami. 2. Peningkatan Harga Diri Karya Abraham Maslow digunakan untuk membimbing suatu program dalam hal rata harga diri dan kemampuan aktualisasi diri.
  • 11.
    D. Rumpun ModelSistem Perilaku Dari teoritik model ini sering disebut teori belaýar sosial modifikasi perilaku, terapi perilaku, dan cybernetic. 1.Belaýar tuntas dan pembelaýaran terprogram Aplikasi teori sistem perilaku untuk tuýuan akademik tampak dalam bentuk yang disebut belaýar tuntas (mastery learning). Pertama materi yang dipelaýari dipecah menýadi unit-unik yang dari yang sederhana sampai ke kompleks materi-materi yang disaýikan kepada pembelaýar umumnya dikerýakan secara individual melalui media yang sesuai (bacaan,tape, kegiatan- kegiatan). 2. Pembelaýaran langsung Dari studi tentang perbedaan antara guru mengaýar yang lebih efektif dan yang kurang efektif. secara dari teori belaýar sosial, suatu paradigma untuk pembelaýaran secara langsung disusun. 3. Belaýar melalui simulasi: latihan dan latihan mandiri Dua ýenis latihan pendekatan dikembangkan dari teori perilaku kelompok cybernetic. Salah satu diantaranya adalah model teori ke praktik dan yang lain adalah simulasi titik pendekatan yang pertama menggabungkan informasi tentang keterampilan dengan demonstrasi, praktik, balikan, dan latihan sampai suatu keterampilan dicapai.
  • 12.
    Silahkan angkat tangan! Apa adayang ingin ditanyakan?
  • 13.