Model
Pembelajara
n Kooperatif
Pendekatan pendidikan yang mendorong siswa bekerja sama dalam kelompok kecil untuk mencapai tujuan
pembelajaran bersama
Apa itu Pembelajaran Kooperatif?
Model pembelajaran kooperatif adalah strategi di mana siswa bekerja dalam kelompok kecil dengan anggota yang beragam tingkat kemampuannya. Setiap anggota berkontribusi
pengetahuan dan saling membantu memastikan semua orang memahami pelajaran, bukan hanya fokus pada prestasi individu.
Filosofi Dasar: Manusia adalah makhluk sosial yang membutuhkan kerja sama. Pembelajaran kooperatif mengintegrasikan pengembangan akademik dengan keterampilan sosial yang
penting untuk kehidupan sehari-hari.
Ciri-Ciri Pembelajaran Kooperatif
Kelompok Kecil dan Beragam
4-6 siswa dengan tingkat kemampuan
berbeda
Tugas Terstruktur
Setiap anggota memiliki peran spesifik
Tanggung Jawab Bersama
Kesuksesan kelompok bergantung pada
kontribusi semua
Diskusi Aktif
Siswa saling bertanya dan berbagi pendapat
Penilaian Ganda
Menilai pencapaian individu dan kelompok
Jenis-Jenis Model Pembelajaran Kooperatif
01
STAD (Student Teams Achievement Division)
Guru menjelaskan materi, kelompok mendiskusikan soal,
siswa diuji individu, nilai digabung menjadi skor kelompok.
02
Jigsaw
Setiap anggota menguasai bagian materi berbeda, kemudian
mengajarkan ke teman kelompoknya.
03
Think Pair Share (TPS)
Siswa berpikir individu, berpasangan diskusi, lalu berbagi
jawaban ke seluruh kelas.
04
Numbered Heads Together (NHT)
Kelompok berdiskusi, guru memanggil nomor tertentu untuk menjawab pertanyaan.
05
Group Investigation (GI)
Siswa memilih topik, membagi tugas, mencari informasi, dan menyajikan hasil investigasi.
Langkah-Langkah Penerapan di Kelas
Persiapan
Guru menentukan materi, membagi kelompok heterogen, menyiapkan lembar kerja
Penyampaian Materi
Guru menjelaskan garis besar pelajaran dengan jelas
Diskusi Kelompok
Siswa bekerja sama menyelesaikan tugas atau masalah
Presentasi Hasil
Setiap kelompok mempresentasikan temuan mereka
Evaluasi dan Penghargaan
Tes individu/kelompok, apresiasi untuk kelompok terbaik
Kelebihan Pembelajaran Kooperatif
Siswa Lebih Aktif
Semua siswa berpartisipasi aktif berbicara,
memberi ide, dan mengerjakan tugas
Mengembangkan Keterampilan Sosial
Melatih kerja sama, komunikasi efektif, dan
tanggung jawab bersama
Membantu Siswa Lemah
Teman sebaya menjelaskan dengan cara yang
mudah dipahami
Kelas Lebih Menyenangkan
Suasana diskusi interaktif membuat pembelajaran lebih menarik dan berkesan
Membentuk Sikap Positif
Siswa belajar menghargai teman, mendengarkan, dan saling membantu
Tantangan dan Kelemahan
Tantangan Waktu
Membutuhkan waktu lebih lama dibanding
metode ceramah tradisional karena proses
diskusi, pembagian tugas, dan presentasi.
Pengelolaan Kelompok
Guru harus teliti membentuk kelompok
seimbang agar tidak ada kelompok yang
kesulitan atau kelompok yang terlalu
unggul.
Partisipasi Pasif
Beberapa siswa mungkin tidak aktif
berkontribusi, menyebabkan diskusi tidak
berjalan maksimal dan beban jatuh pada
beberapa siswa.
Ketergantungan Pada Teman
Siswa tertentu mungkin hanya bergantung
pada teman yang lebih pintar tanpa
berusaha belajar sendiri.
Penerapan di Pendidikan Kejuruan
Pembelajaran kooperatif sangat efektif di program kejuruan karena siswa belajar sambil bekerja langsung. Berikut contoh penerapannya:
Tata Boga
Membuat kue: menimbang bahan, mengaduk,
memanggang, menghias dengan pembagian tugas jelas
Otomotif
Merakit mesin: siswa membagi tugas membongkar,
memeriksa komponen, merakit kembali
Kecantikan
Praktik salon: mencuci rambut, styling, makeup dengan
bimbingan teman senior
Contoh Penerapan di Berbagai Mata Pelajaran
Matematika
Menghitung luas bangun: ada yang menulis rumus, menghitung, memeriksa,
dan menjelaskan hasil
Bahasa Indonesia
Menulis cerita bersama: bagian pendahuluan, isi, penutup dikerjakan
anggota berbeda, dibacakan bersama
IPA
Eksperimen sains: menuang cairan, mengaduk, menulis hasil, semua
mengamati dan diskusi temuan
IPS
Membuat poster gotong royong: menulis judul, menggambar, mewarnai,
menjelaskan makna bersama
Kesimpulan dan Saran
Kesimpulan: Model pembelajaran kooperatif adalah strategi efektif yang mengintegrasikan pembelajaran akademik dengan pengembangan keterampilan sosial. Siswa menjadi lebih aktif,
lebih percaya diri, dan belajar nilai-nilai penting seperti kerja sama dan tanggung jawab.
Saran untuk Guru dan Siswa: Terapkan pembelajaran kooperatif secara konsisten untuk menciptakan kelas yang lebih aktif dan bermakna. Siswa harus berperan aktif tanpa hanya
bergantung pada teman, sehingga manfaat kerja sama ini terbawa ke kehidupan sehari-hari.

Model-Pembelajaran-Kooperatifff (2).pptx

  • 1.
    Model Pembelajara n Kooperatif Pendekatan pendidikanyang mendorong siswa bekerja sama dalam kelompok kecil untuk mencapai tujuan pembelajaran bersama
  • 2.
    Apa itu PembelajaranKooperatif? Model pembelajaran kooperatif adalah strategi di mana siswa bekerja dalam kelompok kecil dengan anggota yang beragam tingkat kemampuannya. Setiap anggota berkontribusi pengetahuan dan saling membantu memastikan semua orang memahami pelajaran, bukan hanya fokus pada prestasi individu. Filosofi Dasar: Manusia adalah makhluk sosial yang membutuhkan kerja sama. Pembelajaran kooperatif mengintegrasikan pengembangan akademik dengan keterampilan sosial yang penting untuk kehidupan sehari-hari.
  • 3.
    Ciri-Ciri Pembelajaran Kooperatif KelompokKecil dan Beragam 4-6 siswa dengan tingkat kemampuan berbeda Tugas Terstruktur Setiap anggota memiliki peran spesifik Tanggung Jawab Bersama Kesuksesan kelompok bergantung pada kontribusi semua Diskusi Aktif Siswa saling bertanya dan berbagi pendapat Penilaian Ganda Menilai pencapaian individu dan kelompok
  • 4.
    Jenis-Jenis Model PembelajaranKooperatif 01 STAD (Student Teams Achievement Division) Guru menjelaskan materi, kelompok mendiskusikan soal, siswa diuji individu, nilai digabung menjadi skor kelompok. 02 Jigsaw Setiap anggota menguasai bagian materi berbeda, kemudian mengajarkan ke teman kelompoknya. 03 Think Pair Share (TPS) Siswa berpikir individu, berpasangan diskusi, lalu berbagi jawaban ke seluruh kelas. 04 Numbered Heads Together (NHT) Kelompok berdiskusi, guru memanggil nomor tertentu untuk menjawab pertanyaan. 05 Group Investigation (GI) Siswa memilih topik, membagi tugas, mencari informasi, dan menyajikan hasil investigasi.
  • 5.
    Langkah-Langkah Penerapan diKelas Persiapan Guru menentukan materi, membagi kelompok heterogen, menyiapkan lembar kerja Penyampaian Materi Guru menjelaskan garis besar pelajaran dengan jelas Diskusi Kelompok Siswa bekerja sama menyelesaikan tugas atau masalah Presentasi Hasil Setiap kelompok mempresentasikan temuan mereka Evaluasi dan Penghargaan Tes individu/kelompok, apresiasi untuk kelompok terbaik
  • 6.
    Kelebihan Pembelajaran Kooperatif SiswaLebih Aktif Semua siswa berpartisipasi aktif berbicara, memberi ide, dan mengerjakan tugas Mengembangkan Keterampilan Sosial Melatih kerja sama, komunikasi efektif, dan tanggung jawab bersama Membantu Siswa Lemah Teman sebaya menjelaskan dengan cara yang mudah dipahami Kelas Lebih Menyenangkan Suasana diskusi interaktif membuat pembelajaran lebih menarik dan berkesan Membentuk Sikap Positif Siswa belajar menghargai teman, mendengarkan, dan saling membantu
  • 7.
    Tantangan dan Kelemahan TantanganWaktu Membutuhkan waktu lebih lama dibanding metode ceramah tradisional karena proses diskusi, pembagian tugas, dan presentasi. Pengelolaan Kelompok Guru harus teliti membentuk kelompok seimbang agar tidak ada kelompok yang kesulitan atau kelompok yang terlalu unggul. Partisipasi Pasif Beberapa siswa mungkin tidak aktif berkontribusi, menyebabkan diskusi tidak berjalan maksimal dan beban jatuh pada beberapa siswa. Ketergantungan Pada Teman Siswa tertentu mungkin hanya bergantung pada teman yang lebih pintar tanpa berusaha belajar sendiri.
  • 8.
    Penerapan di PendidikanKejuruan Pembelajaran kooperatif sangat efektif di program kejuruan karena siswa belajar sambil bekerja langsung. Berikut contoh penerapannya: Tata Boga Membuat kue: menimbang bahan, mengaduk, memanggang, menghias dengan pembagian tugas jelas Otomotif Merakit mesin: siswa membagi tugas membongkar, memeriksa komponen, merakit kembali Kecantikan Praktik salon: mencuci rambut, styling, makeup dengan bimbingan teman senior
  • 9.
    Contoh Penerapan diBerbagai Mata Pelajaran Matematika Menghitung luas bangun: ada yang menulis rumus, menghitung, memeriksa, dan menjelaskan hasil Bahasa Indonesia Menulis cerita bersama: bagian pendahuluan, isi, penutup dikerjakan anggota berbeda, dibacakan bersama IPA Eksperimen sains: menuang cairan, mengaduk, menulis hasil, semua mengamati dan diskusi temuan IPS Membuat poster gotong royong: menulis judul, menggambar, mewarnai, menjelaskan makna bersama
  • 10.
    Kesimpulan dan Saran Kesimpulan:Model pembelajaran kooperatif adalah strategi efektif yang mengintegrasikan pembelajaran akademik dengan pengembangan keterampilan sosial. Siswa menjadi lebih aktif, lebih percaya diri, dan belajar nilai-nilai penting seperti kerja sama dan tanggung jawab. Saran untuk Guru dan Siswa: Terapkan pembelajaran kooperatif secara konsisten untuk menciptakan kelas yang lebih aktif dan bermakna. Siswa harus berperan aktif tanpa hanya bergantung pada teman, sehingga manfaat kerja sama ini terbawa ke kehidupan sehari-hari.