PRAKTIK CARA MEMANDIKAN
JENAZAH
PRAKTIK CARA MEMANDIKAN
JENAZAH
Rabu, 29 Maret 2023
A. Pengurusan Jenazah
Pengurusan jenazah seorang muslim/muslimah, meliputi 4 (empat) kegiatan: (1)
memandikan, (2) mengkafani, (3) menshalatkan, dan (4) menguburkan
Langkah atau tindakan yang harus dilaksanakan saat kematian itu sudah terjadi,
yaitu:
1. Segera mengatupkan atau memejamkan matanya, karena saat ruh sudah dicabut, mata
jenazah mengikuti arahnya.
2. Melenturkan persendiannya agar tidak menjadi kaku dan keras.
3. Menanggalkan pakaian dan perhiasannya dan diganti dengan pakaian yang menutupi dan
melindungi seluruh tubuhnya.
4. Membetulkan letak anggota tubuhnya serta membujurkannya ke arah kiblat.
5. Menyegerakan seluruh proses pengurusan jenazah.
6. Membayarkan utang-utangnya.
B. TATA CARA MEMANDIKAN JENAZAH
Tata cara memandikan jenazah sesuai sunnah sudah sepatutnya
dipahami umat muslim. Utamanya, umat muslim dikenakan
kewajiban atas jenazah saudara sesama muslimnya dalam hadits
berikut,
Artinya: "Dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu, ia berkata bahwa
Rasulullah SAW bersabda, "Hak muslim kepada muslim yang lain
ada enam." Beliau bersabda, "(1) Apabila engkau bertemu,
ucapkanlah salam kepadanya; (2) Apabila engkau diundang,
penuhilah undangannya; (3) Apabila engkau dimintai nasihat,
berilah nasihat kepadanya; (4) Apabila dia bersin lalu dia memuji
Allah (mengucapkan 'alhamdulillah'), doakanlah dia (dengan
mengucapkan 'yarhamukallah'); (5) Apabila dia sakit, jenguklah
dia; dan (6) Apabila dia meninggal dunia, iringilah jenazahnya
(sampai ke pemakaman)." (HR Muslim).
Kewajiban yang dikenakan muslim lain untuk mengurus jenazah
inilah termasuk pula memandikan jenazah di dalamnya. Meskipun
kewajibannya bersifat fardhu kifayah yang artinya gugur bila sudah
ada orang lain yang melakukannya.
Syarat jenazah dimandikan adalah:
1. Beragama Islam,
2. Didapati tubuhnya (walaupun hanya sebagian). Hal ini terjadi pada jenazah
yang biasanya mengalami kecelakaan. Jika ada lukanya, bersihkan terlebih
dahulu (jika memungkinkan),
3. Bukan karena mati syahid (mati dalam peperangan membela agama Islam).
Syarat orang yang memandikan jenazah adalah:
1. Muslim, berakal, dan baligh
2. Berniat memandikan jenazah
3. Kepribadiannya jujur dan shaleh
4. Terpercaya, amanah, dan mengetahui hukum memandikan mayat, serta
dapat menjaga aib jenazah.
5. Jenis kelamin sama, jenazah laki-laki dimandikan oleh lakilaki, jenazah
perempuan dimandikan oleh perempuan, kecuali suami istri atau
mahramnya.
Langkah-langkah memandikan jenazah ini menjadi bagian
dari tata cara memandikan jenazah laki-laki dan perempuan sesuai
sunnah.
1. Periksa kuku jenazah, apabila panjang sebaiknya dipotong
sehingga ukurannya normal.
2. Periksa rambut ketiak, jika panjang sebaiknya dicukur terlebih
dulu. Untuk rambut kemaluan tidak perlu diperiksa atau dicukur
3. Kepala jenazah diangkat sampai setengah duduk kemudian
perutnya ditekan sehingga semua kotoran keluar dari tubuh
4. Seluruh tubuh jenazah disiram sehingga kotoran yang keluar
dari perut tidak ada yang menempel di tubuh
5. Kemaluan dan dubur juga harus dibersihkan sehingga tidak
ada kotoran yang menempel di bagian tersebut
6. Saat membersihkan kemaluan dan dubur sebaiknya
menggunakan sarung tangan supaya tidak menyentuh
langsung area privat tersebut.
7. Setelah kotoran dalam perut sudah bersih, tahap selanjutnya
adalah membasuh tubuh korban bagian kanan terlebih dulu
mulai dari kepala, leher, dada, perut, paha, hingga kaki
paling ujung
6. Ketika membasuh, bagian tubuh juga harus digosok
perlahan dengan handuk halus
9. Jika sudah selesai, orang yang memandikan dapat membantu jenazah wudhu
seperti ketika akan sholat. Namun tidak perlu memasukkan air ke hidung dan
mulut, cukup dengan membasahi bagian tersebut dengan kain atau sarung
tangan. Selanjutnya bibir, gigi, dan kedua lubang hidung jenazah harus
dibersihkan.
10.Jenggot dan rambut jenazah harus dicuci dengan air yang dicampur daun
bidara, yang sisanya bisa digunakan membasuh tubuh jenazah
11.Jika sudah selesai, tubuh jenazah dikeringkan dengan handuk dan proses
selanjutnya adalah mengkafani jenazah.
Hal-hal yang perlu dipersiapkan, antara lain: Tempat
mandi, air bersih, sidr (bidara), sabun mandi, sarung
tangan, sekidit kapas, air kapur barus.
TATA CARA MEMANDIKAN JENAZAH
Tata Cara Memandikan Jenazah:
1. Jenazah dibaringkan di balai atau tempat lain yang memiliki standar,
hindari terkena hujan, sinar matahari dan tertutup (tidak terlihat kecuali
oleh orang yang memandikan dan mahramnya).
2. Diperintahkan menutupi mayit dengan pakaian yang melindungi seluruh
tubuhnya agar auratnya tidak terlihat.
3. Pihak yang memandikan memakai sarung tangan, air yang digunakan
untuk memandikan mayit adalah air suci, dan disunnahkan
mencampurnya dengan daun sidr (bidara), atau larutan kapur barus.
4. Menyiram air ke seluruh badan secara merata dari kepala sampai ke kaki
(disunatkan tiga kali atau lebih), dengan mendahulukan anggota badan
sebelah kanan lalu bagian sebelah kiri.
5. Bersihkan giginya, lubang hidung, lubang telinga, celah ketiaknya, celah jari tangan
dan kaki serta rambutnya.
6. Membersihkan kotoran dan najis yang melekat pada anggota badan jenazah,
khususnya di bagian perut dengan cara menekan bagian bawah perut dan
bersamaan dengan itu angkatlah sedikit bagian kepala dan badan, sehingga kotoran
yang ada di dalamnya dapat keluar.
7. Mewudhukan jenazah, sebagaimana wudhu akan shalat setelah semuanya bersih.
8. Terakhir disirami dengan larutan kapur barus dan harum-haruman.
Sidr (bidara): jika dikucek maka akan keluar buih/busanya; berfungsi (sebagai
shampo) untuk menetralisir bau (setelah 2 jam dari kematian, maka mayat sudah
memulai proses pembusukan)
C. NIAT MEMANDIKAN JENAZAH
Sebelum memandikan jenazah, umat muslim perlu
mendahuluinya dengan bacaan niat dalam hati.
Untuk jenazah laki-laki
ُ
‫ْت‬‫ي‬ َ‫َو‬‫ن‬
َُ‫ل‬ْ‫س‬‫غ‬ْ‫ال‬
ُ
‫اء‬َ‫د‬َ‫ا‬
ُْ‫ن‬َ‫ع‬
ُ
‫ِّت‬‫ي‬َ‫م‬ْ‫اال‬َ‫ذ‬‫ه‬
ُ
‫لل‬ِ
‫ى‬َ‫ل‬‫ا‬َ‫ع‬َ‫ت‬
Bacaan latin: Nawaitul ghusla adaa'an haa-dzal mayyiti
lillahi ta'aala
Artinya: "Saya niat memandikan untuk memenuhi
kewajiban dari mayit (laki-laki) ini karena Allah Ta'ala."
Untuk jenazah perempuan
ُ
‫ْت‬‫ي‬ َ‫َو‬‫ن‬
َُ‫ل‬ْ‫س‬‫غ‬ْ‫ال‬
ُ
‫اء‬َ‫د‬َ‫ا‬
ُْ‫ن‬َ‫ع‬
ُ
ِ‫ه‬ِ‫ذ‬‫ه‬
ُ
ِ‫ة‬َ‫ت‬ِِّ‫ي‬َ‫م‬ْ‫ال‬
ُ
ِ‫لل‬ ِِ
ُ
َ‫ت‬
‫ى‬َ‫ل‬‫ا‬َ‫ع‬
Bacaan latin: Nawaitul ghusla adaa'an 'an haadzihil
mayyitati lillaahi ta'aala
Artinya: "Saya niat memandikan untuk memenuhi
kewajiban dari mayit (perempuan) ini dikarenakan
Allah Ta'ala."
Selain tata cara memandikan jenazah dan doanya di atas,
Rasulullah SAW juga mengajarkan sunnah dalam
memandikan jenazah. Dalam haditsnya, beliau
menganjurkan penggunaan air daun bidara.
Di samping itu, memandikan jenazahnya cukup dilakukan satu
kali saja dengan catatan bisa lebih jika diperlukan. Setelah
dimandikan, tubuh jenazah juga sebaiknya diberi wangi-
wangian, seperti dengan kapur atau sejenisnya.
MARI KITA SAKSIKAN VIDEO TATA CARA
MEMANDIKAN JENAZAH BERIKUT INI :

MEMANDIKAN JENAZAH - Copy.pptx

  • 1.
    PRAKTIK CARA MEMANDIKAN JENAZAH PRAKTIKCARA MEMANDIKAN JENAZAH Rabu, 29 Maret 2023
  • 2.
    A. Pengurusan Jenazah Pengurusanjenazah seorang muslim/muslimah, meliputi 4 (empat) kegiatan: (1) memandikan, (2) mengkafani, (3) menshalatkan, dan (4) menguburkan Langkah atau tindakan yang harus dilaksanakan saat kematian itu sudah terjadi, yaitu: 1. Segera mengatupkan atau memejamkan matanya, karena saat ruh sudah dicabut, mata jenazah mengikuti arahnya. 2. Melenturkan persendiannya agar tidak menjadi kaku dan keras. 3. Menanggalkan pakaian dan perhiasannya dan diganti dengan pakaian yang menutupi dan melindungi seluruh tubuhnya. 4. Membetulkan letak anggota tubuhnya serta membujurkannya ke arah kiblat. 5. Menyegerakan seluruh proses pengurusan jenazah. 6. Membayarkan utang-utangnya.
  • 3.
    B. TATA CARAMEMANDIKAN JENAZAH Tata cara memandikan jenazah sesuai sunnah sudah sepatutnya dipahami umat muslim. Utamanya, umat muslim dikenakan kewajiban atas jenazah saudara sesama muslimnya dalam hadits berikut, Artinya: "Dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu, ia berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda, "Hak muslim kepada muslim yang lain ada enam." Beliau bersabda, "(1) Apabila engkau bertemu, ucapkanlah salam kepadanya; (2) Apabila engkau diundang, penuhilah undangannya; (3) Apabila engkau dimintai nasihat, berilah nasihat kepadanya; (4) Apabila dia bersin lalu dia memuji Allah (mengucapkan 'alhamdulillah'), doakanlah dia (dengan mengucapkan 'yarhamukallah'); (5) Apabila dia sakit, jenguklah dia; dan (6) Apabila dia meninggal dunia, iringilah jenazahnya (sampai ke pemakaman)." (HR Muslim).
  • 4.
    Kewajiban yang dikenakanmuslim lain untuk mengurus jenazah inilah termasuk pula memandikan jenazah di dalamnya. Meskipun kewajibannya bersifat fardhu kifayah yang artinya gugur bila sudah ada orang lain yang melakukannya.
  • 5.
    Syarat jenazah dimandikanadalah: 1. Beragama Islam, 2. Didapati tubuhnya (walaupun hanya sebagian). Hal ini terjadi pada jenazah yang biasanya mengalami kecelakaan. Jika ada lukanya, bersihkan terlebih dahulu (jika memungkinkan), 3. Bukan karena mati syahid (mati dalam peperangan membela agama Islam).
  • 6.
    Syarat orang yangmemandikan jenazah adalah: 1. Muslim, berakal, dan baligh 2. Berniat memandikan jenazah 3. Kepribadiannya jujur dan shaleh 4. Terpercaya, amanah, dan mengetahui hukum memandikan mayat, serta dapat menjaga aib jenazah. 5. Jenis kelamin sama, jenazah laki-laki dimandikan oleh lakilaki, jenazah perempuan dimandikan oleh perempuan, kecuali suami istri atau mahramnya.
  • 7.
    Langkah-langkah memandikan jenazahini menjadi bagian dari tata cara memandikan jenazah laki-laki dan perempuan sesuai sunnah. 1. Periksa kuku jenazah, apabila panjang sebaiknya dipotong sehingga ukurannya normal. 2. Periksa rambut ketiak, jika panjang sebaiknya dicukur terlebih dulu. Untuk rambut kemaluan tidak perlu diperiksa atau dicukur 3. Kepala jenazah diangkat sampai setengah duduk kemudian perutnya ditekan sehingga semua kotoran keluar dari tubuh 4. Seluruh tubuh jenazah disiram sehingga kotoran yang keluar dari perut tidak ada yang menempel di tubuh
  • 8.
    5. Kemaluan dandubur juga harus dibersihkan sehingga tidak ada kotoran yang menempel di bagian tersebut 6. Saat membersihkan kemaluan dan dubur sebaiknya menggunakan sarung tangan supaya tidak menyentuh langsung area privat tersebut. 7. Setelah kotoran dalam perut sudah bersih, tahap selanjutnya adalah membasuh tubuh korban bagian kanan terlebih dulu mulai dari kepala, leher, dada, perut, paha, hingga kaki paling ujung 6. Ketika membasuh, bagian tubuh juga harus digosok perlahan dengan handuk halus
  • 9.
    9. Jika sudahselesai, orang yang memandikan dapat membantu jenazah wudhu seperti ketika akan sholat. Namun tidak perlu memasukkan air ke hidung dan mulut, cukup dengan membasahi bagian tersebut dengan kain atau sarung tangan. Selanjutnya bibir, gigi, dan kedua lubang hidung jenazah harus dibersihkan. 10.Jenggot dan rambut jenazah harus dicuci dengan air yang dicampur daun bidara, yang sisanya bisa digunakan membasuh tubuh jenazah 11.Jika sudah selesai, tubuh jenazah dikeringkan dengan handuk dan proses selanjutnya adalah mengkafani jenazah.
  • 10.
    Hal-hal yang perludipersiapkan, antara lain: Tempat mandi, air bersih, sidr (bidara), sabun mandi, sarung tangan, sekidit kapas, air kapur barus. TATA CARA MEMANDIKAN JENAZAH Tata Cara Memandikan Jenazah: 1. Jenazah dibaringkan di balai atau tempat lain yang memiliki standar, hindari terkena hujan, sinar matahari dan tertutup (tidak terlihat kecuali oleh orang yang memandikan dan mahramnya). 2. Diperintahkan menutupi mayit dengan pakaian yang melindungi seluruh tubuhnya agar auratnya tidak terlihat. 3. Pihak yang memandikan memakai sarung tangan, air yang digunakan untuk memandikan mayit adalah air suci, dan disunnahkan mencampurnya dengan daun sidr (bidara), atau larutan kapur barus. 4. Menyiram air ke seluruh badan secara merata dari kepala sampai ke kaki (disunatkan tiga kali atau lebih), dengan mendahulukan anggota badan sebelah kanan lalu bagian sebelah kiri.
  • 11.
    5. Bersihkan giginya,lubang hidung, lubang telinga, celah ketiaknya, celah jari tangan dan kaki serta rambutnya. 6. Membersihkan kotoran dan najis yang melekat pada anggota badan jenazah, khususnya di bagian perut dengan cara menekan bagian bawah perut dan bersamaan dengan itu angkatlah sedikit bagian kepala dan badan, sehingga kotoran yang ada di dalamnya dapat keluar. 7. Mewudhukan jenazah, sebagaimana wudhu akan shalat setelah semuanya bersih. 8. Terakhir disirami dengan larutan kapur barus dan harum-haruman. Sidr (bidara): jika dikucek maka akan keluar buih/busanya; berfungsi (sebagai shampo) untuk menetralisir bau (setelah 2 jam dari kematian, maka mayat sudah memulai proses pembusukan)
  • 12.
    C. NIAT MEMANDIKANJENAZAH Sebelum memandikan jenazah, umat muslim perlu mendahuluinya dengan bacaan niat dalam hati. Untuk jenazah laki-laki ُ ‫ْت‬‫ي‬ َ‫َو‬‫ن‬ َُ‫ل‬ْ‫س‬‫غ‬ْ‫ال‬ ُ ‫اء‬َ‫د‬َ‫ا‬ ُْ‫ن‬َ‫ع‬ ُ ‫ِّت‬‫ي‬َ‫م‬ْ‫اال‬َ‫ذ‬‫ه‬ ُ ‫لل‬ِ ‫ى‬َ‫ل‬‫ا‬َ‫ع‬َ‫ت‬ Bacaan latin: Nawaitul ghusla adaa'an haa-dzal mayyiti lillahi ta'aala Artinya: "Saya niat memandikan untuk memenuhi kewajiban dari mayit (laki-laki) ini karena Allah Ta'ala."
  • 13.
    Untuk jenazah perempuan ُ ‫ْت‬‫ي‬َ‫َو‬‫ن‬ َُ‫ل‬ْ‫س‬‫غ‬ْ‫ال‬ ُ ‫اء‬َ‫د‬َ‫ا‬ ُْ‫ن‬َ‫ع‬ ُ ِ‫ه‬ِ‫ذ‬‫ه‬ ُ ِ‫ة‬َ‫ت‬ِِّ‫ي‬َ‫م‬ْ‫ال‬ ُ ِ‫لل‬ ِِ ُ َ‫ت‬ ‫ى‬َ‫ل‬‫ا‬َ‫ع‬ Bacaan latin: Nawaitul ghusla adaa'an 'an haadzihil mayyitati lillaahi ta'aala Artinya: "Saya niat memandikan untuk memenuhi kewajiban dari mayit (perempuan) ini dikarenakan Allah Ta'ala."
  • 14.
    Selain tata caramemandikan jenazah dan doanya di atas, Rasulullah SAW juga mengajarkan sunnah dalam memandikan jenazah. Dalam haditsnya, beliau menganjurkan penggunaan air daun bidara. Di samping itu, memandikan jenazahnya cukup dilakukan satu kali saja dengan catatan bisa lebih jika diperlukan. Setelah dimandikan, tubuh jenazah juga sebaiknya diberi wangi- wangian, seperti dengan kapur atau sejenisnya.
  • 15.
    MARI KITA SAKSIKANVIDEO TATA CARA MEMANDIKAN JENAZAH BERIKUT INI :