KELOMPOK 6 MATERNITAS
• NURSETIA PRATIWI
• NADYA YUWITA YUANDA
• RADA RINANDA PUTRI
• HARMEN
INFEKSI POST
PARTUM
INFEKSI TRAKTUS
GENETALIS
Latar
Belakang
Bab 2
Bab 3
Bab 1
Latar belakang
Anemia adalah gejala dari kondisi yang
mendasari, seperti kehilangan komponen darah,
elemen tak adekuat atau kurangnya nutrisi yang
dibutuhkan untuk pembentukan sel darah merah,
yang mengakibatkan penurunan kapasitas
pengangkut oksigen darah (Doenges, 1999).
Anemia adalah istilah yang menunjukan
rendahnya hitungan sel darah merah dan kadar
hemoglobin dan hematokrit di bawah normal
(Smeltzer, 2002 : 935).
Anemia adalah berkurangnya hingga di bawah
nilai normal sel darah merah, kualitas hemoglobin
dan volume packed red bloods cells (hematokrit)
per 100 ml darah (Price, 2006 : 256).
Bab 2
Bab 3
Bab 1
ETIOLOGI
a) Secara fisiologis anemia terjadi bila terdapat
kekurangan jumlah hemoglobin untukmengangkut
oksigen ke jaringan.
b) Akibat dari sel darah merah yang prematur atau
penghancuran sel darah merah yang berlebihan.
c) Produksi sel darah merah yang tidak mencukupi.
d) Faktor lain meliputi kehilangan darah, kekurangan
nutrisi, faktor keturunan, penyakit kronisdan
kekurangan zat besi.
Bab 2
Bab 3
Bab 1
KLASIFIKASI
Pengobatan
• Berikan transfusi darah “Packed cell”, bila
diberikan trombosit berikan darah
segar/platelet concentrate.
• Atasi komplikasi (infeksi) dengan
antibiotic, hygiene yang baik perlu untuk
mencegahtimbulnya infeksi.
• Untuk anemia yang disebabkan logam
berat dapat diberikan BAC (Britis
AntilewisiteDimercaprol)
• Transplantasi sumsum tulang Prednison
dan testoteron (Prednison dosis 2-5
mg/kg BB/hari per oral, Testoterondosis
1-2 mg/kg BB/hari secara parenteral,
Hemopocitik sebagai ganti testoteron
dosis 1-2 mg/kg BB/hari per oral)
Gejala klinis
• Pucat
• Cepat lelah
• Lemah
• Gejala
icokopenia/trombositopeni
Pemeriksaan penunjang
Terdapat pensitopenia sumsum
tulang kosong diganti lemak,
neotrofil kurang dari 300 ml,
trombosit kurang dari
20.000/ml, retikulosit kurang
dari 1% dan kepadatan seluler
sumsum tulang kurang dari 20%.
Bab 2
Bab 3
Bab 1
PATOFISIOLOGIS
Logo
Kajian Kasus Data Kasus
Bab 2
Bab 3
Bab 1
Tinjauan Kasus
1. Pengkajian
Identitas Klien :
• Nama : Ny.R Nama : Tn.T
• Umur : 19 Tahun Umur : 20 Tahun
• Pendidikan : SLTA Pendidik: SMP
• Pekerjaan: Mahasiswi
• Pekerjaan: Swasta.
• Status perkawinan : Menikah
Alamat : Kramatan RT.09
Alasan kunjungan :
• Keluhan Utama: lemah tidak ada
semangat
• Riwayat obstetri dan ginekologi
• Keluhan : Lemah, Letih dan Lesu
• Riwayat Penyakit Klien dan Keluarga:
Pasien dan keluarga memiliki riwayat
tekanan darah rendah
Logo
Kajian Kasus Data Kasus
Bab 2
Bab 3
Bab 1
Tinjauan Kasus
Pemeriksaan Fisik :
• Tingkat kesadaran : Composmentis
Tanda-tanda vital :
• TD : 100/70 mmHg N : 100 x/menit
• RR : 19 x/menit S : 36°C
• BB : 46 kg TB : 151 cm
• LILA : 22 cm2
Head to toe:
• Kepala : Mesocephal, rambut
bersih,tidak terdapat lesi, muka
• simetris
• Telinga : daun telinga bersih, tidak ada
serumen, tidak ada gangguan
pendengaran
• Hidung : simetris, tidak ada lendir/ingus, tidak
epistaksis
• (mimisan)
• Mulut : tidak ada stomatitis, tidak perot, tidak
ada gangguan
• bicara,
• Gigi : bersih,caries tidak menggunakan gigi
palsu ataupun
• kawat gigi
• Bibir : cukup kering dan pucat
• Mata : konjungtiva anemis, kelopak mata
normal, bulu mata
• lebat.
• Leher : Tidak ada keterbatasan gerak,
Logo
Kajian Kasus Data Kasus
Bab 2
Bab 3
Bab 1
Tinjauan Kasus
• Dada :
- Inspeksi : Bentuk dada simetris, gerakan
dada
simetris, tidak ada retraksi dada,normal.
- Palpasi : Tidak terdapat nyeri tekan,
getaran dada
- Perkusi : Terdengar bunyi sonor. -
Auskultasi : Tidak ada suara nafas
whezing,
- Punggung : Simetris tidak terdapat
benjolan dan lesi pada area
- punggung
- Payudara
- - keadaan putting : putting menonjol
- - areola : areola bersih
- - kolostrum : belum ada pengeluaran
kolostrum
• Abdomen
- Inspeksi : area kulit abdomen berwarna coklat
sawo matang, bersih dan tidak ada lesi
- Auskultasi :- DJJ : 135 x/menit.Bising Usus : 30
x/menit
- Palpasi: baik,tidak ada kelainan
- Perkusi : tidak kembung
• Kebersihan : genetalia bersih
• Ektremitas atas lengkap dan tidak ada kelainan
• Ektremitas bawah lengkap dan tidak ada
kelainan
Logo
Kajian Kasus Data Kasus
Bab 2
Bab 3
Bab 1
Tinjauan Kasus
Data Penunjang :
• hasil pemeriksaan HB 10 mg/dl merupakan anemia ringan pada
ibu hamil.
• Pengobatan : Tablet fe hufabion 250 mg 2 x 1
• Diagnosa medis : Anemia
Logo
Kajian Kasus Data Kasus
Bab 2
Bab 3
Bab 1
Tinjauan Kasus
2. Analisa Data
Logo
Kajian Kasus Data Kasus
Bab 2
Bab 3
Bab 1
Tinjauan Kasus
2. Analisa Data
Logo
Kajian Kasus Data Kasus
Bab 2
Bab 3
Bab 1
Tinjauan Kasus
3. Intervensi
Logo
Kajian Kasus Data Kasus
Bab 2
Bab 3
Bab 1
Tinjauan Kasus
3. INTERVENSI
Bab 2
Bab 3
Bab 1
ASUHAN
KEPERAWATAN
4. IMPLEMENTASI
Masalah Keperawatan IMPLEMENTASI
Defisit pengetahuan tentang anemia
pada ibu hamil berhubungan dengan
kurang terpapar informasi
 Menyiapkan pasien untuk mampu menerima
informasi
 Menyiapkan materi pendidikan kesehatan
(tentang anemia pada ibu hamil, faktor
pencetus dan pencegahannya)
 Menjelaskan faktor resiko yang mempengaruhi
anemia
Keletihan berhubungan dengan
kondisi fisiologis (anemia dalam
kehamilan
 Mengidentifikasi kesiapan pasien menerima
informasi
 Menyediakan materi yang relevan
 Anjurkan untuk banyak beristirahat
 Memenuhi pemenuhan gizi seimbang
Bab 2
Bab 3
Bab 1
ASUHAN
KEPERAWATAN
5. EVALUASI
Masalah Keperawatan Evaluasi
Defisit pengetahuan tentang anemia
pada ibu hamil berhubungan dengan
kurang terpapar informasi
 S : Pasien kurang terpapar informasi seputar
anemia pada ibu hamil
 O : pasien sudah mengetahui ilmu seputar
anemia pada ibu hamil
 A : masalah teratasi
 P : intervensi dilanjutkan
Keletihan berhubungan dengan
kondisi fisiologis (anemia dalam
kehamilan
 S : pasien tampak pucat dan lemah
 O : pucat pada pasien hilang dan tak lemah lagi
 A : masalah teratasi
 P : intervensi dilanjutkan
Logo
Kajian Kasus Data Kasus
Bab 2
Bab 3
Bab 1
Tinjauan Kasus
4. Evaluasi
Kesimpulan pemberian asuhan keperawatan, setelah dilakukan tindaka
keperawatan selama tiga kali pertemuan di dapatkan hasil verbalisasai minat
dalam belajar tentang anemia pada ibu hamil meningkat, kemampuan
menjelaskan tentang anemia pada ibu hamil meningkat, perilaku membaik
sesuai dengan pendidikan kesehatan yang diberikan, keluhan lelah pada ibu
hamil menurun, perasaan lemah pada ibu hamil menurun, ferbalisasi
kepulihan energi pada ibu hamil meningkat, tenaga ibu hamil meningkat, lesu
pada ibu hamil menurun, pola istirahat ibu hamil membaik. faktor pendukung
dalam pemberian asuhan keperawatan yaitu Ny.R kooperatif dan terbuka
terhadap informasi kesehatan. faktor penghambat dalam pemberian asuhan
keperawatan ini yaitu kurangnya alat pendukung dalam pemberian asuhan
keperawatan.
Bab 2
Bab 3
Bab 1
INFEKSI TRAKTUS
GENETALIS
PENGERTIAN
• Infeksi vagina yang umum terjadi seperti vaginitis
bacterial,thricomonas vaginitis,dan kandidiasis vulvovaginal dapat
terjadi sepanjang kehidupan wanita.secret vagina dan gatal pada
vulva adalah merupakan alasan paling umum bagi wanita yang
mengeluh keluarnya secret pada vagina. Secret vagina yang keluar
disebabkan oleh infeksi berbeda dari secret normal. Secret vagina
umumnya terlihat bening hingga keruh dan dapat menjadi kuning
setelah kering, secret vagina normal bersifat asam dengan rentang
pH antara 4 hingga 5.
Bab 2
Bab 3
Bab 1
Kajian Kasus
Tanda dan Gejala
• Keputihan abnormal yang disertai dengan bau vagina yang
tidak sedap
• Panas dan nyeri saat buang air kecil
• Gatal di sekitar bagian luar vagina
• Ketidak nyamanan berhubungan seksual
• Dan benda asing yang menyebabkan reaksi inflamasi juga
dapat menyebabkan vulvavaginitis.
Bab 2
Bab 3
Bab 1
Pemeriksaan
Klinis
KOMPLIKASI
• pemeriksaan fisik harus meliputi inpeksi menyeluruh pada vulva
dan vagina
• Penatalaksanaan pengobatan BV dan metrodasoloral adalah paling
efektif
• Pemeriksaan mikroskopsis dari secret vagina selalu dilakukan
• Kertas lukmus cukup sensitive untuk mendekteksi pH4,5 atau lebih
PATOFISOLOGI
Vaginosis bakterial (VB) diketahui sebagai vaginitis nonspesifik yang
dinamai karena kuman penyebanya.VB sering menyebabkan vaginitis
dan peradangan pada area ginekologis.Peningkatan sekret vagina, dan
bau di vagina berkaitan perubahan flora normal oleh VB.
Bab 2
Bab 3
Bab 1
ASUHAN
KEPERAWATAN
PENGKAJIAN
Pada tahap pengkajian pengambilan pada penderita BV karena berhubungan
dengan persalinan dan kelahiran premature. Hasil anamnesis pada penderita BV
yang focus dapat membantu membedakan BV dengan infeksi vagina lainnya. Serta
banyaknya keluhan penderita seperti bau amis, peningkatan sekresi cairan vagina,
dan keluhan bau yang bertambah setelah hubungan seksual. Serta menanyakan
apakah telah mengalami terjadinya gejala serupa sebelumnya, diagnosis, serta
pengobatanya karena wanita dengan BV sering sekali salah diobati akibat tidak
terdiagnosis.
Bab 2
Bab 3
Bab 1
ASUHAN
KEPERAWATAN
DIAGNOSA
Diagnose umum yang terjadi pada penderita BV
yaitu :
1) Gangguan rasa nyaman akibat rasa gatal
karena secret yang berlebihan
2) Kurangnya pengetahuan untuk menghindari
resiko terinfeksi BV
3) Resiko terinfeksi saat berhubungan seksual
INTERVENSI
Diagnose umum yang terjadi pada penderita BV
yaitu :
1) Gangguan rasa nyaman akibat rasa gatal karena
secret yang berlebihan
2) Kurangnya pengetahuan untuk menghindari
resiko terinfeksi BV
3) Resiko terinfeksi saat berhubungan
Bab 2
Bab 3
Bab 1
INFEKSI POST
PARTUM
PENGERTIAN
Infeksi Post partum merupakan morbiditas dan mortalitas bagi ibu pasca bersalin.
(Saifuddin, 2006). Infeksi post partum atau puerperalis adalah semua peradangan
yang disebabkan oleh masuknya kuman-kuman ke dalam alat-alat genitalia pada
waktu persalinan dan perawatan masa post partum. Infeksi puerperalis adalah
keadaan yang mencakup semua peradangan alat-alat genitalia dalam masa post
partum (Prawirohardjo, 2007).
Logo
Kesimpulan Saran
Bab 2
Bab 1
Bab 3
ADAPTASI
PERIODE TAKING IN
a. Berlangsung 24 - 48 jam setelah
melahirkan
b. Ibu pasif terhadap lingkungan. Oleh karena
itu, perlu menjaga komunikasi yang baik
c. Ibu menjadi sangat tergantung pada orang
lain, mengharapkan segalasesuatu
kebutuhan dapat dipenuhi orang lain.
TAKING HOLD
a. Berlangsung tiga sampai 10 hari setelah
melahirkan
b. Pada fase ini ibu merasa khawatir akan
ketidakmampuannya dalammerawat bayi
c. Ibu menjadi sangat sensitive, sehingga
mudah tersinggung.
LETTING GO
a. Berlangsung 10 hari setelah
melahirkan
b. Secara umum fase ini terjadi
ketika ibu kembali ke Ibu
menerima tanggung jawab
sebagai ibu dan mulai
menyesuaikan diri dengan
ketergantungan bayinya
c. Keinginan untuk merawat bayi
meningkate.
d. Ada kalanya ibu mengalami
perasaan sedih yang berkaitan
denganbayinya, keadaan ini
disebut baby blues
Bab 2
Bab 3
Bab 1
INFEKSI POST
PARTUM
ETIOLOGI
Penyebab infeksi puerperalis ini melibatkan mikroorganisme anaerob dan aerob
patogen yang merupakan flora normal serviks dan jalan lahir atau mungkin juga
dari luar. Penyebab yang terbanyak dan lebih dari 50% adalah Streptococcus
anaerob yang sebenarnya tidak patogen sebagai penghuni normal jalan lahir.
Kuman-kuman yang sering menyebabkan infeksi puerperalis seperti •
Streptococcus haematilicus aerobic, Staphylococcus aurelis, •
Escherichia coli dan Clostridium welchii
Tanda & Gejala
• Nyeri perut bawah, demam rendah, serta keputihan dan lokia yang berbau busuk (tanda-
tanda endometritis)
• Area yang terasa sakit, keras, hangat dan merah (biasanya hanya pada satu payudara) dan
demam, menggigil, nyeri otot, kelelahan atau sakit kepala (tanda-tanda mastitis)
• Kemerahan, cairan, pembengkakan, hangat atau meningkatnya rasa sakit di sekitar area
sayatan atau luka. Hal tersebut bisa terjadi di sayatan operasi caesar, episiotomi atau luka
gores, atau sayatan yang terlihat seperti akan terpisah
• Sulit dan nyeri saat buang air kecil, merasa seperti ingin buang air kecil dengan sering dan
mendesak. Namun, hanya sedikit urin, tidak ada urin yang keluar, atau urin keruh dan
berdarah (tanda-tanda infeksi saluran kemih).
Bab 2
Bab 1
Bab 3
Penatalaksanaan
Tes diagnostic
• Jumlah darah lengkap, hemoglobin/bematokrit ( Hb/Ht)
• Urinalisis; kadar urin, darah.
Therapy
• Memberikan tablet zat besi untuk mengatasi anemia
• Memberikan antibiotik bila ada indikasi
Bab 2
Bab 1
Bab 3
Bab 2
Bab 3
Bab 1
ASUHAN
KEPERAWATAN
1. PENGKAJIAN
Identitas Klien
• Nama : Ny.R
• Umur : 30 tahun
• Jenis kelamin : Perempuan
• Agama : Islam
• Pekerjaan : Wiraswasta
• Alamat : Sidodadi RT05/RW04
Keluhan utama
• Pasien mengeluh masih sedikit mules (nyeri) pada
perutnya
Riwayat kesehatan
• Riwayat kesehatan sekarang : Pasien masih
berbaring dengan mobilisasi ringan dan masih
tampak lemas. Pasien mengatakan tidak sedang
menderita penyakit lain.
• Riwayat kesehatan dahulu : Pasien
sebelurnnya belum pemah mengalami
persalinan, penyakit kritis atau dirawat di
RS.
• Riwayat penyakit keturunan : Pasien dan
keluarga pasien tidak memiliki penyakit
menurun (misal : Hipertensi, DM, asma dll ).
• Riwayat kehamilan dan persalinan : Hari
pertama haid terakhir (HPHT) : 05-01-2017,
Hariperkiraan lahir (HPL): 12-10 – 2017,
Umur kehamilan :
38 minggu
• Keadaan bayi :Bayi lahir dengan aterm
partus spontan tanggal 3 Oktober 2017
pukul 1 L.00 wib , bayi menangis kuat,
jenis kelamin Laki-laki, apgar score 8-9
Panjang badan 49 cm dan berat badan 3000
gr
Bab 2
Bab 3
Bab 1
ASUHAN
KEPERAWATAN
Pemeriksaan Fisik
Vital sign:
• TD : 110/70 mmHg
• Nadi : 82 x/ menit
• Suhu : 36,5° C
• RR : 16 x/rnenit
Kesadaran : Compos mentis
Keadaan umum : Baik
Pemeriksaan fisik head to toe :
• Kepala : mesochepal, tidak ada lesi, tidak ada
hematoma, tidak ada nyeri tekan
• Rambut : warna hi tam, kusut, tidak ada kebotakan
• Mata : pengelihatan normal, diameter pupil
3, scleraikterik, konjungtiva merah muda,
pupil isokor
• Hidung : bentuk simertis, tidak ada
perdarahan, tidak ada secret
• Tetinga : bentuk normal, pendengaran
normal, tidak ada secret, tidak ada
perdarahan
• Mulut dan gigi : bersih, mukosa lembab,
tidak ada stomatitis, gigi lengkap
• Leher : tidak ada pembesaran kelenjar
tyroid, tidak ada pembesaran kelenjar limfe
dan tidak ada pembesaran vena
Bab 2
Bab 3
Bab 1
ASUHAN
KEPERAWATAN
• Thorax
I : bentuk simetris, payudara simetris tidak bengkak
P : tidak ada benjolan, tidak ada nyeri tekan
P : tidak ada udema pulmo
A : bunyi jantung normal, bunyi paru vesikuler
• Abdomen :
I : tidak ada Iuka, tampak striae.
A : bising usus normal Sx/menit.
P : tidak ada benjolan, TFU : 2 jari dibawah pusat.
P : tidak ada acites
• Genitalia: tidak ada kelainan, tidak ada Iuka
jahit, perdaraban Pervaginam sekitar 20 cc,
• Eksteremitas :Simetris, Tidak ada edema,
tidak ada varises, kekuatan otot 5
• Anus : tidak ada kelainan dan tidak
bemoroid
Data Penunjang:
• Hb:12gr%
Bab 2
Bab 3
Bab 1
ASUHAN
KEPERAWATAN
2. ANALISA DATA
Bab 2
Bab 3
Bab 1
ASUHAN
KEPERAWATAN
2. ANALISA DATA
Bab 2
Bab 3
Bab 1
ASUHAN
KEPERAWATAN
3. INTERVENSI
Bab 2
Bab 3
Bab 1
ASUHAN
KEPERAWATAN
3. INTERVENSI
Bab 2
Bab 3
Bab 1
ASUHAN
KEPERAWATAN
4. IMPLEMENTASI
Masalah Kep Implementasi
Nyeri akut b.d involusi uteri dibuktikan
dengan mengeluh nyeri pada bagian
abdomen
 Mengidentifikasi lokasi dan durasi
nyeri
 Skala nyeri
 Memberikan teknik nonfarmakologi
berupa kompres air hangat
 Memberikan edukasi tentang
penyebab,pemicu dan periode nyeri
 Memonitor nyeri secara berkala
Bab 2
Bab 3
Bab 1
ASUHAN
KEPERAWATAN
4. IMPLEMENTASI
Masalah Kep Implementasi
Intoleransi aktivitas b.d kelemahan fisik
dibuktikan dengan mengeluh lelah dan
kekuatan otot 5
 Memonitor kelelahan fisik dan
emosional
 Menyediakan lingkungan yang
nyaman bagi pasien(mengurangi
waktu kunjungan)
 Pasien melakukan latihan rentang
gerak
 Menganjurkan tirah baring
 Melakukan aktifitas distraksi yang
menyenangkan
Bab 2
Bab 3
Bab 1
ASUHAN
KEPERAWATAN
5. EVALUASI
Masalah Keperawatan Evaluasi
Nyeri akut b.d involusi uteri
dibuktikan dengan mengeluh nyeri
pada bagian abdomen
 S : pasien tampak mmeringis
 O : skala nyeri pasien berkurang
 A : masalah teratasi
 P : intervensi dilanjutkan
Intoleransi aktivitas b.d kelemahan
fisik dibuktikan dengan mengeluh
lelah dan kekuatan otot 5
 S : pasien tampak lemah dan lesu
 O : sudah mulai bisa melakuakan aktifitas
 A : masalah teratasi
 P : intervensi dilanjutkan
Thankyou
Any Question?

MATERNITAS KEL 6.pptx

  • 1.
    KELOMPOK 6 MATERNITAS •NURSETIA PRATIWI • NADYA YUWITA YUANDA • RADA RINANDA PUTRI • HARMEN INFEKSI POST PARTUM INFEKSI TRAKTUS GENETALIS
  • 2.
    Latar Belakang Bab 2 Bab 3 Bab1 Latar belakang Anemia adalah gejala dari kondisi yang mendasari, seperti kehilangan komponen darah, elemen tak adekuat atau kurangnya nutrisi yang dibutuhkan untuk pembentukan sel darah merah, yang mengakibatkan penurunan kapasitas pengangkut oksigen darah (Doenges, 1999). Anemia adalah istilah yang menunjukan rendahnya hitungan sel darah merah dan kadar hemoglobin dan hematokrit di bawah normal (Smeltzer, 2002 : 935). Anemia adalah berkurangnya hingga di bawah nilai normal sel darah merah, kualitas hemoglobin dan volume packed red bloods cells (hematokrit) per 100 ml darah (Price, 2006 : 256).
  • 3.
    Bab 2 Bab 3 Bab1 ETIOLOGI a) Secara fisiologis anemia terjadi bila terdapat kekurangan jumlah hemoglobin untukmengangkut oksigen ke jaringan. b) Akibat dari sel darah merah yang prematur atau penghancuran sel darah merah yang berlebihan. c) Produksi sel darah merah yang tidak mencukupi. d) Faktor lain meliputi kehilangan darah, kekurangan nutrisi, faktor keturunan, penyakit kronisdan kekurangan zat besi.
  • 4.
    Bab 2 Bab 3 Bab1 KLASIFIKASI Pengobatan • Berikan transfusi darah “Packed cell”, bila diberikan trombosit berikan darah segar/platelet concentrate. • Atasi komplikasi (infeksi) dengan antibiotic, hygiene yang baik perlu untuk mencegahtimbulnya infeksi. • Untuk anemia yang disebabkan logam berat dapat diberikan BAC (Britis AntilewisiteDimercaprol) • Transplantasi sumsum tulang Prednison dan testoteron (Prednison dosis 2-5 mg/kg BB/hari per oral, Testoterondosis 1-2 mg/kg BB/hari secara parenteral, Hemopocitik sebagai ganti testoteron dosis 1-2 mg/kg BB/hari per oral) Gejala klinis • Pucat • Cepat lelah • Lemah • Gejala icokopenia/trombositopeni Pemeriksaan penunjang Terdapat pensitopenia sumsum tulang kosong diganti lemak, neotrofil kurang dari 300 ml, trombosit kurang dari 20.000/ml, retikulosit kurang dari 1% dan kepadatan seluler sumsum tulang kurang dari 20%.
  • 5.
    Bab 2 Bab 3 Bab1 PATOFISIOLOGIS
  • 6.
    Logo Kajian Kasus DataKasus Bab 2 Bab 3 Bab 1 Tinjauan Kasus 1. Pengkajian Identitas Klien : • Nama : Ny.R Nama : Tn.T • Umur : 19 Tahun Umur : 20 Tahun • Pendidikan : SLTA Pendidik: SMP • Pekerjaan: Mahasiswi • Pekerjaan: Swasta. • Status perkawinan : Menikah Alamat : Kramatan RT.09 Alasan kunjungan : • Keluhan Utama: lemah tidak ada semangat • Riwayat obstetri dan ginekologi • Keluhan : Lemah, Letih dan Lesu • Riwayat Penyakit Klien dan Keluarga: Pasien dan keluarga memiliki riwayat tekanan darah rendah
  • 7.
    Logo Kajian Kasus DataKasus Bab 2 Bab 3 Bab 1 Tinjauan Kasus Pemeriksaan Fisik : • Tingkat kesadaran : Composmentis Tanda-tanda vital : • TD : 100/70 mmHg N : 100 x/menit • RR : 19 x/menit S : 36°C • BB : 46 kg TB : 151 cm • LILA : 22 cm2 Head to toe: • Kepala : Mesocephal, rambut bersih,tidak terdapat lesi, muka • simetris • Telinga : daun telinga bersih, tidak ada serumen, tidak ada gangguan pendengaran • Hidung : simetris, tidak ada lendir/ingus, tidak epistaksis • (mimisan) • Mulut : tidak ada stomatitis, tidak perot, tidak ada gangguan • bicara, • Gigi : bersih,caries tidak menggunakan gigi palsu ataupun • kawat gigi • Bibir : cukup kering dan pucat • Mata : konjungtiva anemis, kelopak mata normal, bulu mata • lebat. • Leher : Tidak ada keterbatasan gerak,
  • 8.
    Logo Kajian Kasus DataKasus Bab 2 Bab 3 Bab 1 Tinjauan Kasus • Dada : - Inspeksi : Bentuk dada simetris, gerakan dada simetris, tidak ada retraksi dada,normal. - Palpasi : Tidak terdapat nyeri tekan, getaran dada - Perkusi : Terdengar bunyi sonor. - Auskultasi : Tidak ada suara nafas whezing, - Punggung : Simetris tidak terdapat benjolan dan lesi pada area - punggung - Payudara - - keadaan putting : putting menonjol - - areola : areola bersih - - kolostrum : belum ada pengeluaran kolostrum • Abdomen - Inspeksi : area kulit abdomen berwarna coklat sawo matang, bersih dan tidak ada lesi - Auskultasi :- DJJ : 135 x/menit.Bising Usus : 30 x/menit - Palpasi: baik,tidak ada kelainan - Perkusi : tidak kembung • Kebersihan : genetalia bersih • Ektremitas atas lengkap dan tidak ada kelainan • Ektremitas bawah lengkap dan tidak ada kelainan
  • 9.
    Logo Kajian Kasus DataKasus Bab 2 Bab 3 Bab 1 Tinjauan Kasus Data Penunjang : • hasil pemeriksaan HB 10 mg/dl merupakan anemia ringan pada ibu hamil. • Pengobatan : Tablet fe hufabion 250 mg 2 x 1 • Diagnosa medis : Anemia
  • 10.
    Logo Kajian Kasus DataKasus Bab 2 Bab 3 Bab 1 Tinjauan Kasus 2. Analisa Data
  • 11.
    Logo Kajian Kasus DataKasus Bab 2 Bab 3 Bab 1 Tinjauan Kasus 2. Analisa Data
  • 12.
    Logo Kajian Kasus DataKasus Bab 2 Bab 3 Bab 1 Tinjauan Kasus 3. Intervensi
  • 13.
    Logo Kajian Kasus DataKasus Bab 2 Bab 3 Bab 1 Tinjauan Kasus 3. INTERVENSI
  • 14.
    Bab 2 Bab 3 Bab1 ASUHAN KEPERAWATAN 4. IMPLEMENTASI Masalah Keperawatan IMPLEMENTASI Defisit pengetahuan tentang anemia pada ibu hamil berhubungan dengan kurang terpapar informasi  Menyiapkan pasien untuk mampu menerima informasi  Menyiapkan materi pendidikan kesehatan (tentang anemia pada ibu hamil, faktor pencetus dan pencegahannya)  Menjelaskan faktor resiko yang mempengaruhi anemia Keletihan berhubungan dengan kondisi fisiologis (anemia dalam kehamilan  Mengidentifikasi kesiapan pasien menerima informasi  Menyediakan materi yang relevan  Anjurkan untuk banyak beristirahat  Memenuhi pemenuhan gizi seimbang
  • 15.
    Bab 2 Bab 3 Bab1 ASUHAN KEPERAWATAN 5. EVALUASI Masalah Keperawatan Evaluasi Defisit pengetahuan tentang anemia pada ibu hamil berhubungan dengan kurang terpapar informasi  S : Pasien kurang terpapar informasi seputar anemia pada ibu hamil  O : pasien sudah mengetahui ilmu seputar anemia pada ibu hamil  A : masalah teratasi  P : intervensi dilanjutkan Keletihan berhubungan dengan kondisi fisiologis (anemia dalam kehamilan  S : pasien tampak pucat dan lemah  O : pucat pada pasien hilang dan tak lemah lagi  A : masalah teratasi  P : intervensi dilanjutkan
  • 16.
    Logo Kajian Kasus DataKasus Bab 2 Bab 3 Bab 1 Tinjauan Kasus 4. Evaluasi Kesimpulan pemberian asuhan keperawatan, setelah dilakukan tindaka keperawatan selama tiga kali pertemuan di dapatkan hasil verbalisasai minat dalam belajar tentang anemia pada ibu hamil meningkat, kemampuan menjelaskan tentang anemia pada ibu hamil meningkat, perilaku membaik sesuai dengan pendidikan kesehatan yang diberikan, keluhan lelah pada ibu hamil menurun, perasaan lemah pada ibu hamil menurun, ferbalisasi kepulihan energi pada ibu hamil meningkat, tenaga ibu hamil meningkat, lesu pada ibu hamil menurun, pola istirahat ibu hamil membaik. faktor pendukung dalam pemberian asuhan keperawatan yaitu Ny.R kooperatif dan terbuka terhadap informasi kesehatan. faktor penghambat dalam pemberian asuhan keperawatan ini yaitu kurangnya alat pendukung dalam pemberian asuhan keperawatan.
  • 17.
    Bab 2 Bab 3 Bab1 INFEKSI TRAKTUS GENETALIS PENGERTIAN • Infeksi vagina yang umum terjadi seperti vaginitis bacterial,thricomonas vaginitis,dan kandidiasis vulvovaginal dapat terjadi sepanjang kehidupan wanita.secret vagina dan gatal pada vulva adalah merupakan alasan paling umum bagi wanita yang mengeluh keluarnya secret pada vagina. Secret vagina yang keluar disebabkan oleh infeksi berbeda dari secret normal. Secret vagina umumnya terlihat bening hingga keruh dan dapat menjadi kuning setelah kering, secret vagina normal bersifat asam dengan rentang pH antara 4 hingga 5.
  • 18.
    Bab 2 Bab 3 Bab1 Kajian Kasus Tanda dan Gejala • Keputihan abnormal yang disertai dengan bau vagina yang tidak sedap • Panas dan nyeri saat buang air kecil • Gatal di sekitar bagian luar vagina • Ketidak nyamanan berhubungan seksual • Dan benda asing yang menyebabkan reaksi inflamasi juga dapat menyebabkan vulvavaginitis.
  • 19.
    Bab 2 Bab 3 Bab1 Pemeriksaan Klinis KOMPLIKASI • pemeriksaan fisik harus meliputi inpeksi menyeluruh pada vulva dan vagina • Penatalaksanaan pengobatan BV dan metrodasoloral adalah paling efektif • Pemeriksaan mikroskopsis dari secret vagina selalu dilakukan • Kertas lukmus cukup sensitive untuk mendekteksi pH4,5 atau lebih PATOFISOLOGI Vaginosis bakterial (VB) diketahui sebagai vaginitis nonspesifik yang dinamai karena kuman penyebanya.VB sering menyebabkan vaginitis dan peradangan pada area ginekologis.Peningkatan sekret vagina, dan bau di vagina berkaitan perubahan flora normal oleh VB.
  • 20.
    Bab 2 Bab 3 Bab1 ASUHAN KEPERAWATAN PENGKAJIAN Pada tahap pengkajian pengambilan pada penderita BV karena berhubungan dengan persalinan dan kelahiran premature. Hasil anamnesis pada penderita BV yang focus dapat membantu membedakan BV dengan infeksi vagina lainnya. Serta banyaknya keluhan penderita seperti bau amis, peningkatan sekresi cairan vagina, dan keluhan bau yang bertambah setelah hubungan seksual. Serta menanyakan apakah telah mengalami terjadinya gejala serupa sebelumnya, diagnosis, serta pengobatanya karena wanita dengan BV sering sekali salah diobati akibat tidak terdiagnosis.
  • 21.
    Bab 2 Bab 3 Bab1 ASUHAN KEPERAWATAN DIAGNOSA Diagnose umum yang terjadi pada penderita BV yaitu : 1) Gangguan rasa nyaman akibat rasa gatal karena secret yang berlebihan 2) Kurangnya pengetahuan untuk menghindari resiko terinfeksi BV 3) Resiko terinfeksi saat berhubungan seksual INTERVENSI Diagnose umum yang terjadi pada penderita BV yaitu : 1) Gangguan rasa nyaman akibat rasa gatal karena secret yang berlebihan 2) Kurangnya pengetahuan untuk menghindari resiko terinfeksi BV 3) Resiko terinfeksi saat berhubungan
  • 22.
    Bab 2 Bab 3 Bab1 INFEKSI POST PARTUM PENGERTIAN Infeksi Post partum merupakan morbiditas dan mortalitas bagi ibu pasca bersalin. (Saifuddin, 2006). Infeksi post partum atau puerperalis adalah semua peradangan yang disebabkan oleh masuknya kuman-kuman ke dalam alat-alat genitalia pada waktu persalinan dan perawatan masa post partum. Infeksi puerperalis adalah keadaan yang mencakup semua peradangan alat-alat genitalia dalam masa post partum (Prawirohardjo, 2007).
  • 23.
    Logo Kesimpulan Saran Bab 2 Bab1 Bab 3 ADAPTASI PERIODE TAKING IN a. Berlangsung 24 - 48 jam setelah melahirkan b. Ibu pasif terhadap lingkungan. Oleh karena itu, perlu menjaga komunikasi yang baik c. Ibu menjadi sangat tergantung pada orang lain, mengharapkan segalasesuatu kebutuhan dapat dipenuhi orang lain. TAKING HOLD a. Berlangsung tiga sampai 10 hari setelah melahirkan b. Pada fase ini ibu merasa khawatir akan ketidakmampuannya dalammerawat bayi c. Ibu menjadi sangat sensitive, sehingga mudah tersinggung. LETTING GO a. Berlangsung 10 hari setelah melahirkan b. Secara umum fase ini terjadi ketika ibu kembali ke Ibu menerima tanggung jawab sebagai ibu dan mulai menyesuaikan diri dengan ketergantungan bayinya c. Keinginan untuk merawat bayi meningkate. d. Ada kalanya ibu mengalami perasaan sedih yang berkaitan denganbayinya, keadaan ini disebut baby blues
  • 24.
    Bab 2 Bab 3 Bab1 INFEKSI POST PARTUM ETIOLOGI Penyebab infeksi puerperalis ini melibatkan mikroorganisme anaerob dan aerob patogen yang merupakan flora normal serviks dan jalan lahir atau mungkin juga dari luar. Penyebab yang terbanyak dan lebih dari 50% adalah Streptococcus anaerob yang sebenarnya tidak patogen sebagai penghuni normal jalan lahir. Kuman-kuman yang sering menyebabkan infeksi puerperalis seperti • Streptococcus haematilicus aerobic, Staphylococcus aurelis, • Escherichia coli dan Clostridium welchii
  • 25.
    Tanda & Gejala •Nyeri perut bawah, demam rendah, serta keputihan dan lokia yang berbau busuk (tanda- tanda endometritis) • Area yang terasa sakit, keras, hangat dan merah (biasanya hanya pada satu payudara) dan demam, menggigil, nyeri otot, kelelahan atau sakit kepala (tanda-tanda mastitis) • Kemerahan, cairan, pembengkakan, hangat atau meningkatnya rasa sakit di sekitar area sayatan atau luka. Hal tersebut bisa terjadi di sayatan operasi caesar, episiotomi atau luka gores, atau sayatan yang terlihat seperti akan terpisah • Sulit dan nyeri saat buang air kecil, merasa seperti ingin buang air kecil dengan sering dan mendesak. Namun, hanya sedikit urin, tidak ada urin yang keluar, atau urin keruh dan berdarah (tanda-tanda infeksi saluran kemih). Bab 2 Bab 1 Bab 3
  • 26.
    Penatalaksanaan Tes diagnostic • Jumlahdarah lengkap, hemoglobin/bematokrit ( Hb/Ht) • Urinalisis; kadar urin, darah. Therapy • Memberikan tablet zat besi untuk mengatasi anemia • Memberikan antibiotik bila ada indikasi Bab 2 Bab 1 Bab 3
  • 27.
    Bab 2 Bab 3 Bab1 ASUHAN KEPERAWATAN 1. PENGKAJIAN Identitas Klien • Nama : Ny.R • Umur : 30 tahun • Jenis kelamin : Perempuan • Agama : Islam • Pekerjaan : Wiraswasta • Alamat : Sidodadi RT05/RW04 Keluhan utama • Pasien mengeluh masih sedikit mules (nyeri) pada perutnya Riwayat kesehatan • Riwayat kesehatan sekarang : Pasien masih berbaring dengan mobilisasi ringan dan masih tampak lemas. Pasien mengatakan tidak sedang menderita penyakit lain. • Riwayat kesehatan dahulu : Pasien sebelurnnya belum pemah mengalami persalinan, penyakit kritis atau dirawat di RS. • Riwayat penyakit keturunan : Pasien dan keluarga pasien tidak memiliki penyakit menurun (misal : Hipertensi, DM, asma dll ). • Riwayat kehamilan dan persalinan : Hari pertama haid terakhir (HPHT) : 05-01-2017, Hariperkiraan lahir (HPL): 12-10 – 2017, Umur kehamilan : 38 minggu • Keadaan bayi :Bayi lahir dengan aterm partus spontan tanggal 3 Oktober 2017 pukul 1 L.00 wib , bayi menangis kuat, jenis kelamin Laki-laki, apgar score 8-9 Panjang badan 49 cm dan berat badan 3000 gr
  • 28.
    Bab 2 Bab 3 Bab1 ASUHAN KEPERAWATAN Pemeriksaan Fisik Vital sign: • TD : 110/70 mmHg • Nadi : 82 x/ menit • Suhu : 36,5° C • RR : 16 x/rnenit Kesadaran : Compos mentis Keadaan umum : Baik Pemeriksaan fisik head to toe : • Kepala : mesochepal, tidak ada lesi, tidak ada hematoma, tidak ada nyeri tekan • Rambut : warna hi tam, kusut, tidak ada kebotakan • Mata : pengelihatan normal, diameter pupil 3, scleraikterik, konjungtiva merah muda, pupil isokor • Hidung : bentuk simertis, tidak ada perdarahan, tidak ada secret • Tetinga : bentuk normal, pendengaran normal, tidak ada secret, tidak ada perdarahan • Mulut dan gigi : bersih, mukosa lembab, tidak ada stomatitis, gigi lengkap • Leher : tidak ada pembesaran kelenjar tyroid, tidak ada pembesaran kelenjar limfe dan tidak ada pembesaran vena
  • 29.
    Bab 2 Bab 3 Bab1 ASUHAN KEPERAWATAN • Thorax I : bentuk simetris, payudara simetris tidak bengkak P : tidak ada benjolan, tidak ada nyeri tekan P : tidak ada udema pulmo A : bunyi jantung normal, bunyi paru vesikuler • Abdomen : I : tidak ada Iuka, tampak striae. A : bising usus normal Sx/menit. P : tidak ada benjolan, TFU : 2 jari dibawah pusat. P : tidak ada acites • Genitalia: tidak ada kelainan, tidak ada Iuka jahit, perdaraban Pervaginam sekitar 20 cc, • Eksteremitas :Simetris, Tidak ada edema, tidak ada varises, kekuatan otot 5 • Anus : tidak ada kelainan dan tidak bemoroid Data Penunjang: • Hb:12gr%
  • 30.
    Bab 2 Bab 3 Bab1 ASUHAN KEPERAWATAN 2. ANALISA DATA
  • 31.
    Bab 2 Bab 3 Bab1 ASUHAN KEPERAWATAN 2. ANALISA DATA
  • 32.
    Bab 2 Bab 3 Bab1 ASUHAN KEPERAWATAN 3. INTERVENSI
  • 33.
    Bab 2 Bab 3 Bab1 ASUHAN KEPERAWATAN 3. INTERVENSI
  • 34.
    Bab 2 Bab 3 Bab1 ASUHAN KEPERAWATAN 4. IMPLEMENTASI Masalah Kep Implementasi Nyeri akut b.d involusi uteri dibuktikan dengan mengeluh nyeri pada bagian abdomen  Mengidentifikasi lokasi dan durasi nyeri  Skala nyeri  Memberikan teknik nonfarmakologi berupa kompres air hangat  Memberikan edukasi tentang penyebab,pemicu dan periode nyeri  Memonitor nyeri secara berkala
  • 35.
    Bab 2 Bab 3 Bab1 ASUHAN KEPERAWATAN 4. IMPLEMENTASI Masalah Kep Implementasi Intoleransi aktivitas b.d kelemahan fisik dibuktikan dengan mengeluh lelah dan kekuatan otot 5  Memonitor kelelahan fisik dan emosional  Menyediakan lingkungan yang nyaman bagi pasien(mengurangi waktu kunjungan)  Pasien melakukan latihan rentang gerak  Menganjurkan tirah baring  Melakukan aktifitas distraksi yang menyenangkan
  • 36.
    Bab 2 Bab 3 Bab1 ASUHAN KEPERAWATAN 5. EVALUASI Masalah Keperawatan Evaluasi Nyeri akut b.d involusi uteri dibuktikan dengan mengeluh nyeri pada bagian abdomen  S : pasien tampak mmeringis  O : skala nyeri pasien berkurang  A : masalah teratasi  P : intervensi dilanjutkan Intoleransi aktivitas b.d kelemahan fisik dibuktikan dengan mengeluh lelah dan kekuatan otot 5  S : pasien tampak lemah dan lesu  O : sudah mulai bisa melakuakan aktifitas  A : masalah teratasi  P : intervensi dilanjutkan
  • 37.