STRUKTUR DATA
BY :
EKA PANDU CYNTHIA, S.T., M.KOM.
1
STRUKTUR DATA DAN ALGORITMA
 Tidak dapat terpisahkan, karena jika membicarakan
STRUKTUR DATA, maka tidak akan lepas ALGORITMA
 STRUKTUR DATA adalah : Pengaturan Data di dalam
memori komputer atau terkadang di dalam disk dengan
tujuan agar data dapat diakses menjadi efisien.
 Yang termasuk dalam struktur data :
 ARRAY (Senarai)
 LIST (Senarai Berantai)
 QUEUE (Antrian)
 STACK (Tumpukan)
 TREE (Pohon Biner)
2
 ALGORITMA merupakan : Langkah atau prosedur
yang ditujukan untuk memanipulasi data.
 Contoh : Algoritma diperlukan untuk memasukkan
data ke dalam suatu struktur data atau untuk
mencari suatu data yang tersimpan di dalam struktur
data.
 Algoritma memiliki 3 struktur dasar :
 Sequensial (Langkah-langkah yang berurutan)
 Seleksi (Memilih suatu tindakan berdasar suatu kondisi)
 Pengulangan (Melakukan pengulangan suatu tindakan
beberapa kali) 3
STRUKTUR SEQUENSIAL
(CONTOH)
 Pertukaran Isi A dan B
X  A
A  B
B  A
 Algoritmanya :
 X diisi dengan isi A
 A diisi dengan isi B
 B diisi dengan isi A
 Jika urutan algoritma diatas dirubah, maka TIDAK AKAN TERJADI
PERTUKARAN antara isi A dan B
 Algoritma TIDAK BERGANTUNG pada bahasa pemrograman.
 Contoh dalam DELPHI :
X : = A
A : = B
C : = X
4
STRUKTUR SELEKSI
(CONTOH)
 Misalkan : Suatu Nilai A dan Nilai B akan
dipertukarkan hanya jika memenuhi kondisi :
A > B
 Maka akan dinyatakan sbb :
IF A > B
X  A
A  B
B  X
END IF
5
 Pada contoh tersebut :
X  A
A  B
B  X
 Hanya diproses kalau A > B bernilai benar.
 Dapat kita baca : “Tukarkan A dan B kalau A > B”.
Kalau A tidak lebih besar daripada B, maka tidak
akan terjadi pertukaran isi A dan B.
6
STRUKTUR SELEKSI
(CONTOH “ELSE”)
 Apabila ada dua jenis tindakan berbeda perlu dipilih
untuk diproses, maka pada struktur seleksi akan
melibatkan ELSE.
IF Pembelian > 100000
Diskon  10% x Pembelian
ELSE
Diskon  0
7
STRUKTUR PENGULANGAN
(CONTOH)
 FOR
Jum  0
FOR I  1 to N
Jum  Jum + I
END FOR
 Cara Menghitung 1+2+3+…+N
 I pada FOR akan bernilai 1,2,3,4 hingga N untuk
setiap iterasi.
 Iterasi menyatakan sebuah proses dalam
perulangan. 8
 Itersi ke-1 :
I bernilai 1 dan JUMLAH bernilai 1
 Iterasi ke-2 :
I bernilai 2 dan JUMLAH bernilai 3
 Iterasi ke-3 :
I bernilai 3 dan JUMLAH bernilai 6
 Iterasi ke-4 :
I bernilai 4 dan JUMLAH bernilai 10
 Dst… 9
PENERAPAN STRUKTUR DATA
 Data Pasien pada suatu Klinik / Praktek Dokter
10
STRUKTUR DATA KELEBIHAN KEKURANGAN
ARRAY Penambahan Data di
belakang mudah dilakukan
Ukuran tetap, penghapusan
lambat, pencarian lama
ARRAY TERURUT Pencarian jauh lebih cepat
dibandingkan array tidak
terurut
Ukuran tetap, penghapusan
lambat, penyisipan lama
TUMPUKAN Penambahan dilaksanakan
dengan cepat, akses terhadap
data yang terakhir kali
dimasukkan bisa dilakukan
dengan cepat
Pencarian dan penghapusan
lambat
ANTRIAN Data yang dimasukkan
pertama kali mudah untuk
diakses
Akses terhadap data yang lain
lambar
SENARAI BERANTAI Penyisipan dan penghapusan
data mudah
Pencarian lama
POHON BINER Pencarian dan penyisipan
mudah
Penghapusan kompleks
TABEL HASH Akses cepat bila kunci
dketahui. Penyisipan cepat.
Algoritma penghapusan ada
yang sederhana ada pula
yang kompleks. Akses lambat
jika kunci tidak diketahui
11

Materi : Struktur Data (1 Pengantar)

  • 1.
    STRUKTUR DATA BY : EKAPANDU CYNTHIA, S.T., M.KOM. 1
  • 2.
    STRUKTUR DATA DANALGORITMA  Tidak dapat terpisahkan, karena jika membicarakan STRUKTUR DATA, maka tidak akan lepas ALGORITMA  STRUKTUR DATA adalah : Pengaturan Data di dalam memori komputer atau terkadang di dalam disk dengan tujuan agar data dapat diakses menjadi efisien.  Yang termasuk dalam struktur data :  ARRAY (Senarai)  LIST (Senarai Berantai)  QUEUE (Antrian)  STACK (Tumpukan)  TREE (Pohon Biner) 2
  • 3.
     ALGORITMA merupakan: Langkah atau prosedur yang ditujukan untuk memanipulasi data.  Contoh : Algoritma diperlukan untuk memasukkan data ke dalam suatu struktur data atau untuk mencari suatu data yang tersimpan di dalam struktur data.  Algoritma memiliki 3 struktur dasar :  Sequensial (Langkah-langkah yang berurutan)  Seleksi (Memilih suatu tindakan berdasar suatu kondisi)  Pengulangan (Melakukan pengulangan suatu tindakan beberapa kali) 3
  • 4.
    STRUKTUR SEQUENSIAL (CONTOH)  PertukaranIsi A dan B X  A A  B B  A  Algoritmanya :  X diisi dengan isi A  A diisi dengan isi B  B diisi dengan isi A  Jika urutan algoritma diatas dirubah, maka TIDAK AKAN TERJADI PERTUKARAN antara isi A dan B  Algoritma TIDAK BERGANTUNG pada bahasa pemrograman.  Contoh dalam DELPHI : X : = A A : = B C : = X 4
  • 5.
    STRUKTUR SELEKSI (CONTOH)  Misalkan: Suatu Nilai A dan Nilai B akan dipertukarkan hanya jika memenuhi kondisi : A > B  Maka akan dinyatakan sbb : IF A > B X  A A  B B  X END IF 5
  • 6.
     Pada contohtersebut : X  A A  B B  X  Hanya diproses kalau A > B bernilai benar.  Dapat kita baca : “Tukarkan A dan B kalau A > B”. Kalau A tidak lebih besar daripada B, maka tidak akan terjadi pertukaran isi A dan B. 6
  • 7.
    STRUKTUR SELEKSI (CONTOH “ELSE”) Apabila ada dua jenis tindakan berbeda perlu dipilih untuk diproses, maka pada struktur seleksi akan melibatkan ELSE. IF Pembelian > 100000 Diskon  10% x Pembelian ELSE Diskon  0 7
  • 8.
    STRUKTUR PENGULANGAN (CONTOH)  FOR Jum 0 FOR I  1 to N Jum  Jum + I END FOR  Cara Menghitung 1+2+3+…+N  I pada FOR akan bernilai 1,2,3,4 hingga N untuk setiap iterasi.  Iterasi menyatakan sebuah proses dalam perulangan. 8
  • 9.
     Itersi ke-1: I bernilai 1 dan JUMLAH bernilai 1  Iterasi ke-2 : I bernilai 2 dan JUMLAH bernilai 3  Iterasi ke-3 : I bernilai 3 dan JUMLAH bernilai 6  Iterasi ke-4 : I bernilai 4 dan JUMLAH bernilai 10  Dst… 9
  • 10.
    PENERAPAN STRUKTUR DATA Data Pasien pada suatu Klinik / Praktek Dokter 10
  • 11.
    STRUKTUR DATA KELEBIHANKEKURANGAN ARRAY Penambahan Data di belakang mudah dilakukan Ukuran tetap, penghapusan lambat, pencarian lama ARRAY TERURUT Pencarian jauh lebih cepat dibandingkan array tidak terurut Ukuran tetap, penghapusan lambat, penyisipan lama TUMPUKAN Penambahan dilaksanakan dengan cepat, akses terhadap data yang terakhir kali dimasukkan bisa dilakukan dengan cepat Pencarian dan penghapusan lambat ANTRIAN Data yang dimasukkan pertama kali mudah untuk diakses Akses terhadap data yang lain lambar SENARAI BERANTAI Penyisipan dan penghapusan data mudah Pencarian lama POHON BINER Pencarian dan penyisipan mudah Penghapusan kompleks TABEL HASH Akses cepat bila kunci dketahui. Penyisipan cepat. Algoritma penghapusan ada yang sederhana ada pula yang kompleks. Akses lambat jika kunci tidak diketahui 11