1
II.5.a. SIAPKAN PONDASINYA
II.5.b. RUMUSAN VISI
II.5.c. ORIENTASI JANGKA PENDEK
II.5.d. ORIENTASI JANGKA MENENGAH
II.5.e. KENDALI SOSIAL DAN KETENANGAN BATINIAH
II.5.f. JAMINAN MASA DEPAN
II.5.g. APABILA ANDA MASIH RAGU
II.5. PRINSIP LIMA : VISION PRINCIPLE
( PRINSIP MASA DEPAN )
2
II.5.a. Siapkan Pondasinya
– Setelah memahami Prinsip Satu (Star Principle), anda akan
memiliki landasan TAUHID, atau Spiritual Commitment
sehingga bisa dikatakan anda adalah orang yang
“Independent” secara mental.
– Selanjutnya pada Prinsip Dua (Angel Principle), anda akan
berusaha menjadi orang yang dapat dipercaya.
– Melalui sifat kejujuran dan integritas, (julukan yang harus anda
capai adalah “AL AMIN”).
– Pada Prinsip Tiga (Leadership Principle) anda diharap telah
mampu menyadari pentingnya kepemimpinan yang dicapai
melalui “Pengaruh” yang positip (bukan sekedar pencapaian
jabatan).
3
– Serta memiliki teladan ideal, yakni para Nabi dan Rasul Allah.
– Pada Prinsip Empat (Learning Principle), anda diharap selalu
membaca, berpikir dan terus menerus berusaha
menyempurnakan segala sesuatunya (KAIZEN) dengan
berpedoman kepada AL QUR’AN.
– Pada Prinsip Lima (Vision Principle) inilah langkah
pembangunan Visi dimulai.
– Setiap tahapan pembangunan sangat bergantung pada prinsip-
prinsip sebelumnya.
– VISI AKAN SULIT dibangun dan dicapai dengan baik apabila “Star
Principle” yang dianut, SALAH SEJAK AWAL.
4
Contoh :
– Jika anda salah melangkah pada saat membangun kepercayaan
di tahap Angel Principle.
– Tahap berikutnya, Leadership Principle. Anda akan menjadi
rentan/ rapuh, sangat mudah terpengaruh, dan cenderung
gagal menjadi seorang pemimpin.
Contoh lain :
– Ketika pada tahap Learning Principle, anda belajar pada
prinsip-prinsip yang salah, maka akumulasi dari semua
kesalahan langkah di atas, akan terjadi pada tahap Vision
Principle, yaitu saat anda membangun Visi di atas landasan
yang salah sehingga berujung pada visi tidak kuat, bahkan
mudah hancur atau keliru.
5
Contoh :
– Seseorang yang berprinsip pada Jabatan, penghargaan, dan
melulu uang yang menjadi motivasinya, maka ia akan selalu
menghalalkan segala cara untuk meraih ketiga hal tersebut.
– Ia cenderung mengabaikan prinsip Rahman Rahim,
kebijaksanaan dan Keadilan, juga suara hatinya.
– Akibatnya, ia akan sulit membangun kepercayaan, dan tidak
berhasil menjadi Pemimpin!
– Prinsip Machiavelli misalnya.
– Prinsip ini mengajarkan segala celah untuk meraih kekuasaan.
Orang yang menganut prinsip ini (Machiavelli-isme tersebut)
membangun visi dengan motivasi mencari jabatan,
penghargaan, serta uang.
6
– Visi yang dibangun berlandaskan prinsip seperti itu , tentu akan
melahirkan Pemimpin yang menyengsarakan orang lain.
– Puncaknya adalah kerusakan dan kehancuran di muka bumi.
– Itulah contoh keterkaitan antara seluruh prinsip mental dari
filosofi rukun iman dalam buku ini.
– Prinsip-prinsip tersebut tidak dapat dipisah-pisahkan,
semua dilakukan secara bertahap.
– Tidak ada yang ajaib dalam meraih suatu keberhasilan,
(atau sebaliknya tak ada yang ajaib dalam keterjerumusan
kita ke lembah kegagalan) karena semuanya melalui proses.
7
– Jadi, tidak pada tempatnya bilamana anda mengalami
kegagalan, lantas anda menyalahkan Tuhan (Karena
kegagalanpun sebenarnya adalah sebuah rangkaian proses
sebab akibat).
– Berkacalah pada proses yang telah kita jalani.
– Sudahkah kita gunakan prinsip-prinsip RUKUN IMAN,
RUKUN ISLAM dan IHSAN…?.
Yang sebenarnya adalah tahapan-tahapan penting
menuju pembangunan EQ dan SQ paripurna menuju
keberhasilan, meraih (visi) yang sesungguhnya.
QS Az-Zumar 39:55
8
II.5.b. RUMUSAN VISI
– Begitu banyak orang terperangkap oleh kesibukan sehari-hari,
merasa bahwa mereka telah bekerja keras, namun sebenarnya
“tidak ke mana-mana”.
– Tidak ke mana-mana maksudnya tidak memiliki tujuan jelas,
yang terpenting hanya bagaimana menghabiskan hari-hari
dengan bekerja atau melaksanakan tugas rutin tanpa visi.
– “Tidak ada harapan lain dalam diri kami”, Begitu selalu keluh
mereka!
Meski begitu banyak aktivitas/ tindakan yang dapat dilakukan
untuk mengubah segalanya menjadi lebih baik, seringkali
mereka enggan. Bahkan, untuk memikirkannya saja tidak mau,
apalagi melakukan tindakan nyata untuk merealisasikan
harapan tersebut.
9
– Menunggu nasib baik lebih suka dilakukan, sambil terus
menerus berdoa tanpa pernah sedikitpun berusaha, apalagi
mengevaluasi untuk penyempurnaan. (“Tidak sempat,
sudahlah….” begitu selalu katanya!).
– Kesempatan baginya hanya “Sebuah Mimpi”, mereka tidak
mau mencari peluang baru, dan melakukan apa-apa sebelum
orang lain memberikan tawaran atau janji.
– Hari-hari dilewatinya dengan menyesali nasib. Jika ditanya, ia
akan menjawab: “Saya sudah berusaha”, padahal saat itu ia
hanya bersantai.
– MENGAPA….HAL DEMIKIAN ITU BISA TERJADI?
10
– Salah satu penyebab utamanya adalah tidak ada visi.
– Akibatnya, tidak ada tujuan yang jelas dalam hidup mereka.
– Sungguh disayangkan, mereka menutup suara hati untuk
bangkit dan maju yang telah ada di dasar hati mereka.
– Namun, suara hati fitrah tidak akan pernah padam.
– Itu adalah energi DARI SANG ILAHI.
– Jika hanya disimpan, suara hati murni tersebut akan “Berteriak”.
(Semakin ditahan, akan semakin sakit dadanya).
– Kita tentu masih ingat hukum “AKSI MIN REAKSI” atau hukum
kekekalan energi, di mana dorongan energi untuk bangkit akan
terus mencari jalan keluarnya, inilah esensi dzikir.
11
– Siapa saja yang mencoba merintangi, niscaya tidak akan pernah
sanggup menahannya, karena itu adalah wujud eksistensi fitrah.
– Apabila terus ditahan di dada, akan berubah menjadi dorongan
yang mendesak hati. Bila masih ditahan juga, ia akan mendesak
jantung. Masih ditahan lagi, ia akan merubah raut wajah sang
empunya menjadi pahit dan getir.
– Pernahkan anda melihat wajah seperti itu?.
Oleh karenanya….!
– Lakukanlah langkah pembaharuan yang membuat hidup anda
berbeda.
– Tentukanlah peran yang terbaik bagi anda, di lingkungan
keluarga, kantor, ataupun di pergaulan anda.
– Apakah anda seorang supir, tukang cuci piring, pemuka
masyarakat, manager, atau apa saja,
12
Yang penting!............
– Jangan hanya membidik tapi tidak pernah menarik pelatuk.
Tarik busur dengan kuat, lepaskan anak panah yang tertahan
itu hingga melesat jauh dan tinggi !
– Cobalah pikirkan hal-hal yang belum sempat anda lakukan, dan
bila dikerjakan akan membuat segalanya lebih baik. Catatlah
semua.
– Setiap waktu senja tiba, tulislah jadwal pekerjaan esok hari.
– Evaluasi hasilnya pada keesokannya lagi.
– Buat kembali rencana kerja pada sore hari, dan begitu
seterusnya.
– Ini adalah reaksi fusi atau efek berantai yang memiliki kekuatan
dahsyat, seperti kekuatan reaksi berantai bom atom.
13
Kisah……
– Teory CHARLES SCHWABB pada pabrik baja (membuat rencana
kerja esok hari), dan pagi hari rencana tersebut dikerjakan
dengan baik.
– Ketika senja tiba, tiap mengevaluasi kembali apa yang telah
dikerjakan dan apa yang belum dikerjakan.
– Dan sore hari itu juga membuat rencana kerja untuk keesokan
harinya lagi dan begitu seterusnya.
– Hasilnya sangat menakjubkan!.
Kisah…….
– Teory BILL GATES.
“Apabila anda telah memiliki tujuan yang jelas , anda akan lupa
dengan makan pagi anda”.
14
Perhatikan bisnis yang berhasil .
1. Mereka selalu menentukan terlebih dulu tujuan yang hendak
dicapai secara jelas (sebelum memulai pekerjaan).
2. Doa dan harapan dilakukan terlebih dahulu.
3. Mempelajari pasar yang akan dituju.
– Apakah pasar cukup luas?
– Berapa daya serapnya?
– Bagaimana iklim persaingannya?
– Menentukan letak pasar.
– Menghitung kesempatannya.
– Menentukan produk apa yang bisa diciptakan/ dipasok ke
dalam pasar tersebut.
– Berapa biaya produksinya.
– Biaya operasional.
– Serta biaya organisasinya.
15
– Biaya marketing operasi.
– Biaya distribusi dan promosi.
4. Setelah semua terencana dengan jelas dan rinci
5. Baru operasi dimulai berdasar rencana yang telah digodok
sebelumnya.
– Umumnya, kegagalan usaha terletak pada tahap perencanaan
awal, berupa :
1. Salah produksi
2. Salah membaca pasar
3. Salah promosi
4 Bahkan tidak melalui proses perencanaan yang masak.
16
– Sehingga dalam pelaksanaan terjadi praktek tambal sulam di
sana sini.
– Perencanaan, kadangkala dilakukan terlalu optimis,
1. Kurang perhitungan
2. Tergesa-gesa
3. Sebaliknya terlalu hati-hati.
(tergilas oleh pesaing yang lebih agresif)
4. Memberi pelayanan yang berlebihan
(Mengakibatkan kerugian)
5. Produk jelek kualitasnya (tak laku di pasaran).
Semua hal tersebut akibat pengambilan keputusan yang
kurang bijaksana. Tentukan visi sebelum bergerak.
QS Al-Hasyr 59:18
17
II.5.c. ORIENTASI JANGKA PENDEK.
– Visi tidak hanya berlaku untuk hal yang berkait dengan harapan/
cita-cita jangka panjang saja.
– Tetapi juga untuk hal-hal yang berkenaan dengan tindakan
sehari-hari.
– Banyak orang yang hanya berorientasi pada aktivitas
penyelesaian pekerjaan (bukan pada tujuan akhir pekerjaan).
Hasilnya sungguh akan berbeda.
– Mudah sekali seseorang berkata : “Saya sudah berusaha, namun
tidak berhasil”, tanpa mau bersikap kreatif. (Dalam
menyelesaikan pekerjaannya).
18
– Ia selalu bersikap “pintar”
– Pintar di sini dalam tataran mencari alasan (EXCUSE) sehingga
tampak mampu menutupi ketidak beresan kerjanya.
– Saya namakan penyakit seperti itu sebagai infeksi “EXCUSITIS
ACUTE“ (penyakit yang selalu menghinggapi orang yang gemar
berdalih untuk menyalahkan lingkungan ).
– Penyakit ini terkadang sulit di DIAGNOSA apalagi bila ia sambil
mengucurkan air mata dan mengatakan : “Tangan saya hanya
dua, apalagi yang harus saya perbuat”.
19
– Penyakit itu menular dan berbahaya bagi sebuah perusahaan.
– Obat penangkalnya saya namakan “VAKSIN ANTI DALIH”.
– Komposisinya adalah “ISTIGHFAR”, mau mengakui segala
kekurangan/ kesalahan.
– Sehingga mampu mengevaluasi dan memperbaki diri untuk
berbuat lebih baik.
– Selain itu, memiliki visi bisa menyadarkan si sakit agar selalu
berorientasi pada TUJUAN AKHIR.
– Visi ini akan mampu mendorong munculnya kreativitas dan
energy untuk menyelesaikan segala tugas hingga tujuan akhir.
– Tidak adanya visi bersama, sering menimbulkan GAP persepsi
antara pemberi tugas dengan yang menjalankan tugas.
20
– Sering, sebuah tugas diberikan atau didelegasikan kepada orang
lain tanpa terlebih dahulu diberi penjelasan tentang tujuan akhir
yang harus dicapai.
– Kesamaan pandangan yang menjelaskan mengapa suatu hal
penting untuk dilakukan, Seringkali dilewatkan begitu saja.
– Sehingga tugas yang diberikan kurang didukung sepenuh hati.
– Setiap menugaskan suatu pekerjaan, sentuhlah kesadarannya
terlebih dahulu.
– Berikan pemaknaan pada hatinya dengan menjelaskan tujuan
akhir apa yang sesungguhnya harus dicapai.
– Begitupun dalam menjelaskan RUKUN IMAN, RUKUN ISLAM dan
IHSAN, yang acapkali tanpa penjelasan,
– Mengapa pokok pikiran pada ketiga hal tersebut begitu penting
untuk dipahami.
21
– Akibatnya, RUKUN IMAN, RUKUN ISLAM dan IHSAN yang begitu
besar manfaatnya bagi pengembangan EQ dan SQ, cenderung
ditinggalkan begitu saja.
– Ketika seorang ayah atau ibu mengajarkan shalat kepada sang
anak, dengan mudah ia berkata,
– “Ayo shalat. kalau tidak, kamu akan dibakar dan direbus di
neraka”. Dengan tujuan tidak menggurui.
– Bercermin dari hal ini, berikanlah pemahaman pada anak sedikit
demi sedikit tentang TUJUAN AKHIR yang ingin dicapai dari
shalat, Sehingga terjadi PEMBANGUNAN KARAKTER melalui
KESADARAN dari dalam, bukan paksaan dari luar.
22
Contoh kisah……..
– Pak Ary memberi tugas kepada salah satu stafnya untuk
menemui seorang ketua KADIN.
– Stafnya Pak Ary melapor dengan kata-kata “Saya bukannya
berdalih” (karena gagal menemui ketua Kadin).
– Gara-gara sekretaris ketua Kadin yang protektif dan judes.
– Kemudian diberi solusi oleh Pak Ary.
• Siapa nama sekretaris tadi.
• Di mana dulu kuliahnya.
• Berapa tahun menduduki jabatan.
– Iapun memperoleh informasi tersebut lewat Satpam.
– Al hasil, karyawan tersebut bisa bertemu dengan ketua Kadin
lewat sekretarisnya.
23
– CONTOH KISAH DI ATAS melukiskan hal :
Apabila orang sudah memiliki tujuan akhir dan keyakinan
dalam benaknya, maka:
Seribu jalan akan tercipta untuk mencapainya.
– Inilah yang disebut sikap yang berorientasi pada tujuan.
– Bukti kekuatan sebuah VISI :
Yang dibutuhkannya hanyalah sebuah kreativitas,
pengorbanan, serta keyakinan untuk mencapai tujuan.
(Kota Roma tak dibangun dalam satu malam).
Roma is not built in one night !.
QS Al-Insyiqaaq 84:19
24
II.5.d. Orientasi Jangka Menengah
– Banyak orang dari kalangan :
• Pengusaha
• Bisnis
• Pejabat
• Politikus
• Artis dan apa saja profesinya
Seringkali telah mencapai cita-citanya, sukses secara materi dan
karier.
– Namun, mereka sering merasakan kehampaan, dan merasa ada
sesuatu yang hilang dari dalam dirinya.
– Banyak di antara mereka melarikan diri ke kelompok-kelompok
tertentu untuk mencari “sesuatu yang hilang” tersebut.
25
– Akhirnya, sebuah kesimpulan mengemuka bahwa :
* Uang * Pangkat
* Harta * Kehormatan
* Kedudukan * Jabatan
Bukanlah sesuatu yang sebenarnya dan sejatinya mereka cari
selama ini.
Contoh Kisah…….
– Di Amerika seorang Manager Biro Hukum sukses, kaya raya dan
handal.
– Ternyata begitu usia mencapai 50 tahun, terasa ada sesuatu
telah meresahkan dirinya.
– “Sebelumnya, ia percaya bahwa begitu usia menginjak 50 tahun,
ia akan bisa lebih banyak menikmati kebebasan dalam
hidupnya”, kata Shoshana Zuboff, seorang psikolog dan pengajat
di Harvard Business School.
26
– Ternyata sebaliknya justru yang dirasakan seolah-olah ia hanya
budak waktu.
(bekerja hanya untuk memenuhi tuntutan para mitra serta
kliennya).
– Keberhasilannya dianggap sebuah “Penjara” bagi dirinya.
– Berpangkal dari sebuah pemikiran bahwa setiap orang pada
dasarnya telah diberikan kesempatan untuk menelaah hidupnya
dengan teliti selama ia hidup.
– Dengan menggunakan perasaan terdalam pada dirinya mereka
harus mampu menemukan jawaban atas pertanyaan-
pertanyaan:
• Siapakah Saya ?
• Kemana kelak saya akan pergi ?
• Apakah yang saya inginkan ?
27
– Orang-orang yang berpartisipasi dalam program “Odyssey”
(Program merefleksikan diri) rata-rata orang sukses meraih
sasaran penting dalam hidup mereka (mereka tetapkan sendiri
pada usia 20/30 an tahun).
– Lalu waktu berjalan ke 20 bahkan ke 30 tahun berikutnya
bertanya lagi : APA LAGI SEKARANG ?
– Usahawan sukses yang hanya (orientasi jangka menengah)
biasanya diakhiri dengan rasa frustasi (menganggap dirinya
diperbudak, merasa terjebak dalam rutinitas kerja).
– Dan rasa frustasi tersebut biasanya dilampiaskan dengan ingin
“keturutan karepe udele dewe”.
– Contoh nyata para eksekutif terutama pria tidak pernah
sungguh-sungguh berpikir pentingnya menambah wawasan
yang bersifat batiniah.
28
– Ketika usia mereka mendekati 50 tahun, mungkin baru mereka
rasakan tanda-tanda yang samar tentang adanya sesuatu yang
hilang.
– BUKTI KASUS DI ATAS saya ingin mengatakan :
“Keberhasilan dunia, baru keberhasilan jangka menengah”
– Terlihat jelas bahwa orang yang telah mencapai puncak karier di
Amerika telah merasakan bahwa ada “Sesuatu yang hilang” dari
dalam diri mereka. (meskipun mereka kaya raya dan sukses
karier).
– STEPHEN R. COVEY pun mendukung dengan kata-kata sebagai
berikut :
* Jika anda memikirkan apa yang orang lain katakan pada
pemakaman anda nanti,
* Maka anda akan mengerti DEFINISI SUKSES, yang mungkin
berbeda dengan yang ada di pikiran anda.
29
– Kemasyhuran, prestasi, dan uang tidak akan abadi.
– Demikianlah, anda masih harus mencari, bahwa masih ada
tingkatan sukses yang jauh lebih penting, (yang sungguh-
sungguh bisa menjawab harapan sebenarnya dari hidup anda).
– Seperti yang diinginkan oleh Manager Biro Hukum di Amerika
yang kaya itu, juga orang-orang sukses yang sedang “Mencari
dirinya” di ODYSSEY, Amerika.
– Mereka masih berusaha mencari jawaban atas pertanyaan
mereka sendiri !
APA LAGI SEKARANG ..... ???
QS Az-Zukhruf 43:14
30
II.5.e. Kendali Sosial & Ketenangan Batiniah
“Dan bahwa kepada Tuhanmu akhirnya kau kembali”
Q.S. AN NAJM (Bintang 53:42)
– Kembali kepada Tuhan, seperti yang tertulis pada ayat di atas ,
itulah yang sesungguhnya menjadi dambaan akan pemenuhan
kebutuhan relung batin yang selama ini dicari setiap manusia.
– Hari kemudianlah yang mendorong manusia terus berbuat dan
berjuang dengan sebaik-baiknya pada waktu di muka bumi
hingga akhir hayat, tanpa terasa telah mandeg (tidak
berkembang) seperti itu !
Atau bertanya : ................... “Apa lagi sekarang ?
– KESADARAN DAN KEYAKINAN akan “Hari Kemudian” adalah
pusat dari segala integritas sekaligus pemenuhan akan “Dahaga
jiwa”.
31
– Sebuah kesadaran bahwa segala tindakan, perbuatan
yang hasilnya kelak dirancang untuk tidak berhenti hingga
di dunia saja tetapi hingga “Hari Kemudian” kelak.
– Teruslah berjuang dengan sebaik-baiknya karena mata
rantai kehidupan tak berhenti hanya sampai di sini, masih
ada rantai-rantai BERIKUTNYA.
– Kesadaran dan keyakinan akan adanya “Hari Kemudian”
adalah “Alat kendali” yang bersumber dari keimanan, yang akan
menghasilkan “System Pengawasan Melekat” yang mandiri.
(sehingga manusia selalu berada di jalan terbaiknya.
32
– Tatkala ia merasa sudah tidak ada lagi orang lain yang
mengawasi, kesadaran akan “Hari Kemudian” dengan
sendirinya akan mengendalikan diri dari berbuat kejahatan.
– Inilah system pemeliharaan Tuhan terhadap manajemen
alam semesta raya.
- Inilah dasar pengendalian kecerdasan spiritual, yang akan
menghasilkan manusia yang terbaik dan berbuat dengan cara
yang benar.
33
– Kesadaran akan “Hari Kemudian” adalah pusat rasa aman
sesungguhnya.
– Saat manusia menghadapi tekanan dari kondisi lingkungan yang
terus berubah tanpa mampu dirinya sendiri secara langsung
mengendalikannya. Ia akan selalu merasa aman dengan adanya
janji Tuhan tersebut.
– Namun jangan salah mengartikan penjelasan saya ini menjadi
sebuah pengertian bahwa hidup di dunia tidaklah penting (tapi
kehidupan akhiratlah yang utama).
34
– Tuhan menurunkan dan menciptakan anda di bumi
adalah sebagai “wakil”Nya, yang tugasnya adalah menjadi
“Rahmatan lil Alamin”.
– Kalau anda tidak ingin berjuang dan tidak pernah
memberikan upaya anda!.
(Bagaimana Tuhan menimbang pekerjaan serta usaha
yang telah anda lakukan selama anda bertugas di muka
bumi ini).
– Jadi, seharusnyalah untuk memberikan yang terbaik
kepada sesama (selama hayat masih di kandung badan).
– Niscaya kemenangan akan mampu anda raih.
(Baik di dunia maupun di “hari kemudian” kelak).
QS Al-Fajr 89:24
35
II.5.f. Jaminan Masa Depan
– Kita hidup itu berada dalam 3 alam :
1) Alam Dzuriah (sebelum dunia)
2) Alam Dunia (alam nyata)
3) Alam Akhirat (alam kelanggengan)
1. Alam Dzuriah adalah alam RUH.
Sebelum kita diciptakan, itu sudah ada, di mana kita masih bisa
mengenalinya melalui pemahaman suara hati,
contoh :
~ Sifat ingin Rahman dan Rahim
~ Sifat ingin selalu indah
~ Sifat ingin selalu mulia
~ Sifat ingin makmur/ kaya
~ dsb
36
2. Alam dunia adalah tempat kita setelah lahir dari perut ibu kita.
– Dan sekaligus Tuhan menugasi kita untuk memimpin bumi
dengan bermodalkan otak dan panca indera serta sebuah buku
pedoman tentang pengelolaan alam semesta yang bernama Al
Qur’an.
– Namun manusia sering lupa bahwa dialah yang dipercaya yang
punya bumi untuk memelihara/ mensejahterakan (bukan surga
manusia).
3. Alam Akhirat , yaitu ketika fisik manusia tidak berfungsi lagi.
Otomatis ia akan kembali kepada Allah. Ia harus
mempertanggung jawabkan kepercayaan serta tugas yang
pernah diembannya dalam pengelolaan bumi.
QS Al-Baqarah 2:210
37
II.5.g. Apabila Anda Masih Ragu
– Dengan membiasakan berpikir 3 dimensi :
1- Masa lalu
2- Situasi sekarang
3- Kemungkinan2 terjadi situasi yang akan datang.
– Kita gunakan berolah pikir untuk merenung ke alam 3
dimensi :
1- Alam sebelum dunia
2- Alam nyata (dunia)
3- Alam kelanggengan (akhirat)
– Maka teruslah bekerja dengan senantiasa menelaah
kebersesuaiannya dengan Al Qur’an.
– Dan apabila ini anda lakukan niscaya anda akan terkesima
atas apa yang anda hasilkan.
38
– Kisah Fir’aun yang terlambat mengakui dosa-dosanya.
(Kesombongan manusia atas nilai kebenaran).
– Sehebat apapun olah pikir manusia tak dapat mengingkari
kebenaran Allah.
– Pelajari dan lakukan konsep-konsep ESQ, Rukun Iman,
Rukun Islam dan Ihsan.
– Bandingkan dan kritisi dengan ilmu pengetahuan.
– Sekarang, apabila data-data historis itu benar adanya dan
Al Qur’an telah benar adanya secara logika.
– Sekarang tinggal bagaimana cara mengestafetkan firman-
firman Tuhan tersebut tentang dan untuk masa yang akan
datang? ………
Selamat Berjuang !!!
HASIL VISION PRINCIPLE
• Setiap langkah yang dibuat selalu berorientasi :
– Pada tujuan akhir.
– Mengoptimalkan setiap langkah dengan sunguh-
sungguh.
– Yakin akan adanya hari kemudian sehingga
memiliki kendali diri.
– Memiliki keyakinan akan jaminan masa depan.
– Memiliki ketenangan bathiniyah.
39
40
TELADAN PRINSIP BERFIKIR CARA ALLAH Y.M.E.
( Tak dapat dipisah-pisahkan bahkan diubah urutannya )
INDEPENDEN
SECARA MENTAL
KAIZEN
(lewat Al Fatihah)
Menyempurnakan via
(LP), jngn salah baca
MEMPENGARUHI
( Pemimpin )
AL- AMIN
( dipercaya )
1
2
3
4
Kebebasan berpikir
Berprinsip hanya satu
Kepada Allah
><
><
><
><
Pada tahap ini belajar pd prinsip yg salah secara terakumulasi.
Proses menejemen akan sulit dan visi akan hancur dan gagal
Akibatnya anda akan jadi pemimpin yang rapuh/ rentan
( gagal jadi pemimpin )
Jika pada tahap ini anda salah langkah, maka anda sulit
Membangun kepercayaan. Akibatnya ………………….
Jika pada prinsip ini salah, maka visi akan sulit dibangun
Visi
Cita2
harapan
-Tdk ada keajaiban dlm meraih keberhasilan (hrs menggunakanproses)
-Tdk ada yg ajaib dlm keterjerumusan kita dlm kegagalan (semua pakai
proses.
-Keberhasilan dan kegagalan sebenarnya adalah sebuah rangkaian
proses sebab-akibat ( hukum kausalitas )

MATERI MENTAL BUILDING VISION PRICIPLE A

  • 1.
    1 II.5.a. SIAPKAN PONDASINYA II.5.b.RUMUSAN VISI II.5.c. ORIENTASI JANGKA PENDEK II.5.d. ORIENTASI JANGKA MENENGAH II.5.e. KENDALI SOSIAL DAN KETENANGAN BATINIAH II.5.f. JAMINAN MASA DEPAN II.5.g. APABILA ANDA MASIH RAGU II.5. PRINSIP LIMA : VISION PRINCIPLE ( PRINSIP MASA DEPAN )
  • 2.
    2 II.5.a. Siapkan Pondasinya –Setelah memahami Prinsip Satu (Star Principle), anda akan memiliki landasan TAUHID, atau Spiritual Commitment sehingga bisa dikatakan anda adalah orang yang “Independent” secara mental. – Selanjutnya pada Prinsip Dua (Angel Principle), anda akan berusaha menjadi orang yang dapat dipercaya. – Melalui sifat kejujuran dan integritas, (julukan yang harus anda capai adalah “AL AMIN”). – Pada Prinsip Tiga (Leadership Principle) anda diharap telah mampu menyadari pentingnya kepemimpinan yang dicapai melalui “Pengaruh” yang positip (bukan sekedar pencapaian jabatan).
  • 3.
    3 – Serta memilikiteladan ideal, yakni para Nabi dan Rasul Allah. – Pada Prinsip Empat (Learning Principle), anda diharap selalu membaca, berpikir dan terus menerus berusaha menyempurnakan segala sesuatunya (KAIZEN) dengan berpedoman kepada AL QUR’AN. – Pada Prinsip Lima (Vision Principle) inilah langkah pembangunan Visi dimulai. – Setiap tahapan pembangunan sangat bergantung pada prinsip- prinsip sebelumnya. – VISI AKAN SULIT dibangun dan dicapai dengan baik apabila “Star Principle” yang dianut, SALAH SEJAK AWAL.
  • 4.
    4 Contoh : – Jikaanda salah melangkah pada saat membangun kepercayaan di tahap Angel Principle. – Tahap berikutnya, Leadership Principle. Anda akan menjadi rentan/ rapuh, sangat mudah terpengaruh, dan cenderung gagal menjadi seorang pemimpin. Contoh lain : – Ketika pada tahap Learning Principle, anda belajar pada prinsip-prinsip yang salah, maka akumulasi dari semua kesalahan langkah di atas, akan terjadi pada tahap Vision Principle, yaitu saat anda membangun Visi di atas landasan yang salah sehingga berujung pada visi tidak kuat, bahkan mudah hancur atau keliru.
  • 5.
    5 Contoh : – Seseorangyang berprinsip pada Jabatan, penghargaan, dan melulu uang yang menjadi motivasinya, maka ia akan selalu menghalalkan segala cara untuk meraih ketiga hal tersebut. – Ia cenderung mengabaikan prinsip Rahman Rahim, kebijaksanaan dan Keadilan, juga suara hatinya. – Akibatnya, ia akan sulit membangun kepercayaan, dan tidak berhasil menjadi Pemimpin! – Prinsip Machiavelli misalnya. – Prinsip ini mengajarkan segala celah untuk meraih kekuasaan. Orang yang menganut prinsip ini (Machiavelli-isme tersebut) membangun visi dengan motivasi mencari jabatan, penghargaan, serta uang.
  • 6.
    6 – Visi yangdibangun berlandaskan prinsip seperti itu , tentu akan melahirkan Pemimpin yang menyengsarakan orang lain. – Puncaknya adalah kerusakan dan kehancuran di muka bumi. – Itulah contoh keterkaitan antara seluruh prinsip mental dari filosofi rukun iman dalam buku ini. – Prinsip-prinsip tersebut tidak dapat dipisah-pisahkan, semua dilakukan secara bertahap. – Tidak ada yang ajaib dalam meraih suatu keberhasilan, (atau sebaliknya tak ada yang ajaib dalam keterjerumusan kita ke lembah kegagalan) karena semuanya melalui proses.
  • 7.
    7 – Jadi, tidakpada tempatnya bilamana anda mengalami kegagalan, lantas anda menyalahkan Tuhan (Karena kegagalanpun sebenarnya adalah sebuah rangkaian proses sebab akibat). – Berkacalah pada proses yang telah kita jalani. – Sudahkah kita gunakan prinsip-prinsip RUKUN IMAN, RUKUN ISLAM dan IHSAN…?. Yang sebenarnya adalah tahapan-tahapan penting menuju pembangunan EQ dan SQ paripurna menuju keberhasilan, meraih (visi) yang sesungguhnya. QS Az-Zumar 39:55
  • 8.
    8 II.5.b. RUMUSAN VISI –Begitu banyak orang terperangkap oleh kesibukan sehari-hari, merasa bahwa mereka telah bekerja keras, namun sebenarnya “tidak ke mana-mana”. – Tidak ke mana-mana maksudnya tidak memiliki tujuan jelas, yang terpenting hanya bagaimana menghabiskan hari-hari dengan bekerja atau melaksanakan tugas rutin tanpa visi. – “Tidak ada harapan lain dalam diri kami”, Begitu selalu keluh mereka! Meski begitu banyak aktivitas/ tindakan yang dapat dilakukan untuk mengubah segalanya menjadi lebih baik, seringkali mereka enggan. Bahkan, untuk memikirkannya saja tidak mau, apalagi melakukan tindakan nyata untuk merealisasikan harapan tersebut.
  • 9.
    9 – Menunggu nasibbaik lebih suka dilakukan, sambil terus menerus berdoa tanpa pernah sedikitpun berusaha, apalagi mengevaluasi untuk penyempurnaan. (“Tidak sempat, sudahlah….” begitu selalu katanya!). – Kesempatan baginya hanya “Sebuah Mimpi”, mereka tidak mau mencari peluang baru, dan melakukan apa-apa sebelum orang lain memberikan tawaran atau janji. – Hari-hari dilewatinya dengan menyesali nasib. Jika ditanya, ia akan menjawab: “Saya sudah berusaha”, padahal saat itu ia hanya bersantai. – MENGAPA….HAL DEMIKIAN ITU BISA TERJADI?
  • 10.
    10 – Salah satupenyebab utamanya adalah tidak ada visi. – Akibatnya, tidak ada tujuan yang jelas dalam hidup mereka. – Sungguh disayangkan, mereka menutup suara hati untuk bangkit dan maju yang telah ada di dasar hati mereka. – Namun, suara hati fitrah tidak akan pernah padam. – Itu adalah energi DARI SANG ILAHI. – Jika hanya disimpan, suara hati murni tersebut akan “Berteriak”. (Semakin ditahan, akan semakin sakit dadanya). – Kita tentu masih ingat hukum “AKSI MIN REAKSI” atau hukum kekekalan energi, di mana dorongan energi untuk bangkit akan terus mencari jalan keluarnya, inilah esensi dzikir.
  • 11.
    11 – Siapa sajayang mencoba merintangi, niscaya tidak akan pernah sanggup menahannya, karena itu adalah wujud eksistensi fitrah. – Apabila terus ditahan di dada, akan berubah menjadi dorongan yang mendesak hati. Bila masih ditahan juga, ia akan mendesak jantung. Masih ditahan lagi, ia akan merubah raut wajah sang empunya menjadi pahit dan getir. – Pernahkan anda melihat wajah seperti itu?. Oleh karenanya….! – Lakukanlah langkah pembaharuan yang membuat hidup anda berbeda. – Tentukanlah peran yang terbaik bagi anda, di lingkungan keluarga, kantor, ataupun di pergaulan anda. – Apakah anda seorang supir, tukang cuci piring, pemuka masyarakat, manager, atau apa saja,
  • 12.
    12 Yang penting!............ – Janganhanya membidik tapi tidak pernah menarik pelatuk. Tarik busur dengan kuat, lepaskan anak panah yang tertahan itu hingga melesat jauh dan tinggi ! – Cobalah pikirkan hal-hal yang belum sempat anda lakukan, dan bila dikerjakan akan membuat segalanya lebih baik. Catatlah semua. – Setiap waktu senja tiba, tulislah jadwal pekerjaan esok hari. – Evaluasi hasilnya pada keesokannya lagi. – Buat kembali rencana kerja pada sore hari, dan begitu seterusnya. – Ini adalah reaksi fusi atau efek berantai yang memiliki kekuatan dahsyat, seperti kekuatan reaksi berantai bom atom.
  • 13.
    13 Kisah…… – Teory CHARLESSCHWABB pada pabrik baja (membuat rencana kerja esok hari), dan pagi hari rencana tersebut dikerjakan dengan baik. – Ketika senja tiba, tiap mengevaluasi kembali apa yang telah dikerjakan dan apa yang belum dikerjakan. – Dan sore hari itu juga membuat rencana kerja untuk keesokan harinya lagi dan begitu seterusnya. – Hasilnya sangat menakjubkan!. Kisah……. – Teory BILL GATES. “Apabila anda telah memiliki tujuan yang jelas , anda akan lupa dengan makan pagi anda”.
  • 14.
    14 Perhatikan bisnis yangberhasil . 1. Mereka selalu menentukan terlebih dulu tujuan yang hendak dicapai secara jelas (sebelum memulai pekerjaan). 2. Doa dan harapan dilakukan terlebih dahulu. 3. Mempelajari pasar yang akan dituju. – Apakah pasar cukup luas? – Berapa daya serapnya? – Bagaimana iklim persaingannya? – Menentukan letak pasar. – Menghitung kesempatannya. – Menentukan produk apa yang bisa diciptakan/ dipasok ke dalam pasar tersebut. – Berapa biaya produksinya. – Biaya operasional. – Serta biaya organisasinya.
  • 15.
    15 – Biaya marketingoperasi. – Biaya distribusi dan promosi. 4. Setelah semua terencana dengan jelas dan rinci 5. Baru operasi dimulai berdasar rencana yang telah digodok sebelumnya. – Umumnya, kegagalan usaha terletak pada tahap perencanaan awal, berupa : 1. Salah produksi 2. Salah membaca pasar 3. Salah promosi 4 Bahkan tidak melalui proses perencanaan yang masak.
  • 16.
    16 – Sehingga dalampelaksanaan terjadi praktek tambal sulam di sana sini. – Perencanaan, kadangkala dilakukan terlalu optimis, 1. Kurang perhitungan 2. Tergesa-gesa 3. Sebaliknya terlalu hati-hati. (tergilas oleh pesaing yang lebih agresif) 4. Memberi pelayanan yang berlebihan (Mengakibatkan kerugian) 5. Produk jelek kualitasnya (tak laku di pasaran). Semua hal tersebut akibat pengambilan keputusan yang kurang bijaksana. Tentukan visi sebelum bergerak. QS Al-Hasyr 59:18
  • 17.
    17 II.5.c. ORIENTASI JANGKAPENDEK. – Visi tidak hanya berlaku untuk hal yang berkait dengan harapan/ cita-cita jangka panjang saja. – Tetapi juga untuk hal-hal yang berkenaan dengan tindakan sehari-hari. – Banyak orang yang hanya berorientasi pada aktivitas penyelesaian pekerjaan (bukan pada tujuan akhir pekerjaan). Hasilnya sungguh akan berbeda. – Mudah sekali seseorang berkata : “Saya sudah berusaha, namun tidak berhasil”, tanpa mau bersikap kreatif. (Dalam menyelesaikan pekerjaannya).
  • 18.
    18 – Ia selalubersikap “pintar” – Pintar di sini dalam tataran mencari alasan (EXCUSE) sehingga tampak mampu menutupi ketidak beresan kerjanya. – Saya namakan penyakit seperti itu sebagai infeksi “EXCUSITIS ACUTE“ (penyakit yang selalu menghinggapi orang yang gemar berdalih untuk menyalahkan lingkungan ). – Penyakit ini terkadang sulit di DIAGNOSA apalagi bila ia sambil mengucurkan air mata dan mengatakan : “Tangan saya hanya dua, apalagi yang harus saya perbuat”.
  • 19.
    19 – Penyakit itumenular dan berbahaya bagi sebuah perusahaan. – Obat penangkalnya saya namakan “VAKSIN ANTI DALIH”. – Komposisinya adalah “ISTIGHFAR”, mau mengakui segala kekurangan/ kesalahan. – Sehingga mampu mengevaluasi dan memperbaki diri untuk berbuat lebih baik. – Selain itu, memiliki visi bisa menyadarkan si sakit agar selalu berorientasi pada TUJUAN AKHIR. – Visi ini akan mampu mendorong munculnya kreativitas dan energy untuk menyelesaikan segala tugas hingga tujuan akhir. – Tidak adanya visi bersama, sering menimbulkan GAP persepsi antara pemberi tugas dengan yang menjalankan tugas.
  • 20.
    20 – Sering, sebuahtugas diberikan atau didelegasikan kepada orang lain tanpa terlebih dahulu diberi penjelasan tentang tujuan akhir yang harus dicapai. – Kesamaan pandangan yang menjelaskan mengapa suatu hal penting untuk dilakukan, Seringkali dilewatkan begitu saja. – Sehingga tugas yang diberikan kurang didukung sepenuh hati. – Setiap menugaskan suatu pekerjaan, sentuhlah kesadarannya terlebih dahulu. – Berikan pemaknaan pada hatinya dengan menjelaskan tujuan akhir apa yang sesungguhnya harus dicapai. – Begitupun dalam menjelaskan RUKUN IMAN, RUKUN ISLAM dan IHSAN, yang acapkali tanpa penjelasan, – Mengapa pokok pikiran pada ketiga hal tersebut begitu penting untuk dipahami.
  • 21.
    21 – Akibatnya, RUKUNIMAN, RUKUN ISLAM dan IHSAN yang begitu besar manfaatnya bagi pengembangan EQ dan SQ, cenderung ditinggalkan begitu saja. – Ketika seorang ayah atau ibu mengajarkan shalat kepada sang anak, dengan mudah ia berkata, – “Ayo shalat. kalau tidak, kamu akan dibakar dan direbus di neraka”. Dengan tujuan tidak menggurui. – Bercermin dari hal ini, berikanlah pemahaman pada anak sedikit demi sedikit tentang TUJUAN AKHIR yang ingin dicapai dari shalat, Sehingga terjadi PEMBANGUNAN KARAKTER melalui KESADARAN dari dalam, bukan paksaan dari luar.
  • 22.
    22 Contoh kisah…….. – PakAry memberi tugas kepada salah satu stafnya untuk menemui seorang ketua KADIN. – Stafnya Pak Ary melapor dengan kata-kata “Saya bukannya berdalih” (karena gagal menemui ketua Kadin). – Gara-gara sekretaris ketua Kadin yang protektif dan judes. – Kemudian diberi solusi oleh Pak Ary. • Siapa nama sekretaris tadi. • Di mana dulu kuliahnya. • Berapa tahun menduduki jabatan. – Iapun memperoleh informasi tersebut lewat Satpam. – Al hasil, karyawan tersebut bisa bertemu dengan ketua Kadin lewat sekretarisnya.
  • 23.
    23 – CONTOH KISAHDI ATAS melukiskan hal : Apabila orang sudah memiliki tujuan akhir dan keyakinan dalam benaknya, maka: Seribu jalan akan tercipta untuk mencapainya. – Inilah yang disebut sikap yang berorientasi pada tujuan. – Bukti kekuatan sebuah VISI : Yang dibutuhkannya hanyalah sebuah kreativitas, pengorbanan, serta keyakinan untuk mencapai tujuan. (Kota Roma tak dibangun dalam satu malam). Roma is not built in one night !. QS Al-Insyiqaaq 84:19
  • 24.
    24 II.5.d. Orientasi JangkaMenengah – Banyak orang dari kalangan : • Pengusaha • Bisnis • Pejabat • Politikus • Artis dan apa saja profesinya Seringkali telah mencapai cita-citanya, sukses secara materi dan karier. – Namun, mereka sering merasakan kehampaan, dan merasa ada sesuatu yang hilang dari dalam dirinya. – Banyak di antara mereka melarikan diri ke kelompok-kelompok tertentu untuk mencari “sesuatu yang hilang” tersebut.
  • 25.
    25 – Akhirnya, sebuahkesimpulan mengemuka bahwa : * Uang * Pangkat * Harta * Kehormatan * Kedudukan * Jabatan Bukanlah sesuatu yang sebenarnya dan sejatinya mereka cari selama ini. Contoh Kisah……. – Di Amerika seorang Manager Biro Hukum sukses, kaya raya dan handal. – Ternyata begitu usia mencapai 50 tahun, terasa ada sesuatu telah meresahkan dirinya. – “Sebelumnya, ia percaya bahwa begitu usia menginjak 50 tahun, ia akan bisa lebih banyak menikmati kebebasan dalam hidupnya”, kata Shoshana Zuboff, seorang psikolog dan pengajat di Harvard Business School.
  • 26.
    26 – Ternyata sebaliknyajustru yang dirasakan seolah-olah ia hanya budak waktu. (bekerja hanya untuk memenuhi tuntutan para mitra serta kliennya). – Keberhasilannya dianggap sebuah “Penjara” bagi dirinya. – Berpangkal dari sebuah pemikiran bahwa setiap orang pada dasarnya telah diberikan kesempatan untuk menelaah hidupnya dengan teliti selama ia hidup. – Dengan menggunakan perasaan terdalam pada dirinya mereka harus mampu menemukan jawaban atas pertanyaan- pertanyaan: • Siapakah Saya ? • Kemana kelak saya akan pergi ? • Apakah yang saya inginkan ?
  • 27.
    27 – Orang-orang yangberpartisipasi dalam program “Odyssey” (Program merefleksikan diri) rata-rata orang sukses meraih sasaran penting dalam hidup mereka (mereka tetapkan sendiri pada usia 20/30 an tahun). – Lalu waktu berjalan ke 20 bahkan ke 30 tahun berikutnya bertanya lagi : APA LAGI SEKARANG ? – Usahawan sukses yang hanya (orientasi jangka menengah) biasanya diakhiri dengan rasa frustasi (menganggap dirinya diperbudak, merasa terjebak dalam rutinitas kerja). – Dan rasa frustasi tersebut biasanya dilampiaskan dengan ingin “keturutan karepe udele dewe”. – Contoh nyata para eksekutif terutama pria tidak pernah sungguh-sungguh berpikir pentingnya menambah wawasan yang bersifat batiniah.
  • 28.
    28 – Ketika usiamereka mendekati 50 tahun, mungkin baru mereka rasakan tanda-tanda yang samar tentang adanya sesuatu yang hilang. – BUKTI KASUS DI ATAS saya ingin mengatakan : “Keberhasilan dunia, baru keberhasilan jangka menengah” – Terlihat jelas bahwa orang yang telah mencapai puncak karier di Amerika telah merasakan bahwa ada “Sesuatu yang hilang” dari dalam diri mereka. (meskipun mereka kaya raya dan sukses karier). – STEPHEN R. COVEY pun mendukung dengan kata-kata sebagai berikut : * Jika anda memikirkan apa yang orang lain katakan pada pemakaman anda nanti, * Maka anda akan mengerti DEFINISI SUKSES, yang mungkin berbeda dengan yang ada di pikiran anda.
  • 29.
    29 – Kemasyhuran, prestasi,dan uang tidak akan abadi. – Demikianlah, anda masih harus mencari, bahwa masih ada tingkatan sukses yang jauh lebih penting, (yang sungguh- sungguh bisa menjawab harapan sebenarnya dari hidup anda). – Seperti yang diinginkan oleh Manager Biro Hukum di Amerika yang kaya itu, juga orang-orang sukses yang sedang “Mencari dirinya” di ODYSSEY, Amerika. – Mereka masih berusaha mencari jawaban atas pertanyaan mereka sendiri ! APA LAGI SEKARANG ..... ??? QS Az-Zukhruf 43:14
  • 30.
    30 II.5.e. Kendali Sosial& Ketenangan Batiniah “Dan bahwa kepada Tuhanmu akhirnya kau kembali” Q.S. AN NAJM (Bintang 53:42) – Kembali kepada Tuhan, seperti yang tertulis pada ayat di atas , itulah yang sesungguhnya menjadi dambaan akan pemenuhan kebutuhan relung batin yang selama ini dicari setiap manusia. – Hari kemudianlah yang mendorong manusia terus berbuat dan berjuang dengan sebaik-baiknya pada waktu di muka bumi hingga akhir hayat, tanpa terasa telah mandeg (tidak berkembang) seperti itu ! Atau bertanya : ................... “Apa lagi sekarang ? – KESADARAN DAN KEYAKINAN akan “Hari Kemudian” adalah pusat dari segala integritas sekaligus pemenuhan akan “Dahaga jiwa”.
  • 31.
    31 – Sebuah kesadaranbahwa segala tindakan, perbuatan yang hasilnya kelak dirancang untuk tidak berhenti hingga di dunia saja tetapi hingga “Hari Kemudian” kelak. – Teruslah berjuang dengan sebaik-baiknya karena mata rantai kehidupan tak berhenti hanya sampai di sini, masih ada rantai-rantai BERIKUTNYA. – Kesadaran dan keyakinan akan adanya “Hari Kemudian” adalah “Alat kendali” yang bersumber dari keimanan, yang akan menghasilkan “System Pengawasan Melekat” yang mandiri. (sehingga manusia selalu berada di jalan terbaiknya.
  • 32.
    32 – Tatkala iamerasa sudah tidak ada lagi orang lain yang mengawasi, kesadaran akan “Hari Kemudian” dengan sendirinya akan mengendalikan diri dari berbuat kejahatan. – Inilah system pemeliharaan Tuhan terhadap manajemen alam semesta raya. - Inilah dasar pengendalian kecerdasan spiritual, yang akan menghasilkan manusia yang terbaik dan berbuat dengan cara yang benar.
  • 33.
    33 – Kesadaran akan“Hari Kemudian” adalah pusat rasa aman sesungguhnya. – Saat manusia menghadapi tekanan dari kondisi lingkungan yang terus berubah tanpa mampu dirinya sendiri secara langsung mengendalikannya. Ia akan selalu merasa aman dengan adanya janji Tuhan tersebut. – Namun jangan salah mengartikan penjelasan saya ini menjadi sebuah pengertian bahwa hidup di dunia tidaklah penting (tapi kehidupan akhiratlah yang utama).
  • 34.
    34 – Tuhan menurunkandan menciptakan anda di bumi adalah sebagai “wakil”Nya, yang tugasnya adalah menjadi “Rahmatan lil Alamin”. – Kalau anda tidak ingin berjuang dan tidak pernah memberikan upaya anda!. (Bagaimana Tuhan menimbang pekerjaan serta usaha yang telah anda lakukan selama anda bertugas di muka bumi ini). – Jadi, seharusnyalah untuk memberikan yang terbaik kepada sesama (selama hayat masih di kandung badan). – Niscaya kemenangan akan mampu anda raih. (Baik di dunia maupun di “hari kemudian” kelak). QS Al-Fajr 89:24
  • 35.
    35 II.5.f. Jaminan MasaDepan – Kita hidup itu berada dalam 3 alam : 1) Alam Dzuriah (sebelum dunia) 2) Alam Dunia (alam nyata) 3) Alam Akhirat (alam kelanggengan) 1. Alam Dzuriah adalah alam RUH. Sebelum kita diciptakan, itu sudah ada, di mana kita masih bisa mengenalinya melalui pemahaman suara hati, contoh : ~ Sifat ingin Rahman dan Rahim ~ Sifat ingin selalu indah ~ Sifat ingin selalu mulia ~ Sifat ingin makmur/ kaya ~ dsb
  • 36.
    36 2. Alam duniaadalah tempat kita setelah lahir dari perut ibu kita. – Dan sekaligus Tuhan menugasi kita untuk memimpin bumi dengan bermodalkan otak dan panca indera serta sebuah buku pedoman tentang pengelolaan alam semesta yang bernama Al Qur’an. – Namun manusia sering lupa bahwa dialah yang dipercaya yang punya bumi untuk memelihara/ mensejahterakan (bukan surga manusia). 3. Alam Akhirat , yaitu ketika fisik manusia tidak berfungsi lagi. Otomatis ia akan kembali kepada Allah. Ia harus mempertanggung jawabkan kepercayaan serta tugas yang pernah diembannya dalam pengelolaan bumi. QS Al-Baqarah 2:210
  • 37.
    37 II.5.g. Apabila AndaMasih Ragu – Dengan membiasakan berpikir 3 dimensi : 1- Masa lalu 2- Situasi sekarang 3- Kemungkinan2 terjadi situasi yang akan datang. – Kita gunakan berolah pikir untuk merenung ke alam 3 dimensi : 1- Alam sebelum dunia 2- Alam nyata (dunia) 3- Alam kelanggengan (akhirat) – Maka teruslah bekerja dengan senantiasa menelaah kebersesuaiannya dengan Al Qur’an. – Dan apabila ini anda lakukan niscaya anda akan terkesima atas apa yang anda hasilkan.
  • 38.
    38 – Kisah Fir’aunyang terlambat mengakui dosa-dosanya. (Kesombongan manusia atas nilai kebenaran). – Sehebat apapun olah pikir manusia tak dapat mengingkari kebenaran Allah. – Pelajari dan lakukan konsep-konsep ESQ, Rukun Iman, Rukun Islam dan Ihsan. – Bandingkan dan kritisi dengan ilmu pengetahuan. – Sekarang, apabila data-data historis itu benar adanya dan Al Qur’an telah benar adanya secara logika. – Sekarang tinggal bagaimana cara mengestafetkan firman- firman Tuhan tersebut tentang dan untuk masa yang akan datang? ……… Selamat Berjuang !!!
  • 39.
    HASIL VISION PRINCIPLE •Setiap langkah yang dibuat selalu berorientasi : – Pada tujuan akhir. – Mengoptimalkan setiap langkah dengan sunguh- sungguh. – Yakin akan adanya hari kemudian sehingga memiliki kendali diri. – Memiliki keyakinan akan jaminan masa depan. – Memiliki ketenangan bathiniyah. 39
  • 40.
    40 TELADAN PRINSIP BERFIKIRCARA ALLAH Y.M.E. ( Tak dapat dipisah-pisahkan bahkan diubah urutannya ) INDEPENDEN SECARA MENTAL KAIZEN (lewat Al Fatihah) Menyempurnakan via (LP), jngn salah baca MEMPENGARUHI ( Pemimpin ) AL- AMIN ( dipercaya ) 1 2 3 4 Kebebasan berpikir Berprinsip hanya satu Kepada Allah >< >< >< >< Pada tahap ini belajar pd prinsip yg salah secara terakumulasi. Proses menejemen akan sulit dan visi akan hancur dan gagal Akibatnya anda akan jadi pemimpin yang rapuh/ rentan ( gagal jadi pemimpin ) Jika pada tahap ini anda salah langkah, maka anda sulit Membangun kepercayaan. Akibatnya …………………. Jika pada prinsip ini salah, maka visi akan sulit dibangun Visi Cita2 harapan -Tdk ada keajaiban dlm meraih keberhasilan (hrs menggunakanproses) -Tdk ada yg ajaib dlm keterjerumusan kita dlm kegagalan (semua pakai proses. -Keberhasilan dan kegagalan sebenarnya adalah sebuah rangkaian proses sebab-akibat ( hukum kausalitas )

Editor's Notes

  • #3 (Learning Principle)
  • #4 (Learning Principle)
  • #5 (Learning Principle)
  • #6 (Learning Principle)
  • #7 (Learning Principle)
  • #9 (Learning Principle)
  • #10 (Learning Principle)
  • #11 (Learning Principle)
  • #12 (Learning Principle)
  • #13 (Learning Principle)
  • #14 (Learning Principle)
  • #15 (Learning Principle)
  • #16 (Learning Principle)
  • #18 (Learning Principle)
  • #19 (Learning Principle)
  • #20 (Learning Principle)
  • #21 (Learning Principle)
  • #22 (Learning Principle)
  • #23 (Learning Principle)
  • #25 (Learning Principle)
  • #26 (Learning Principle)
  • #27 (Learning Principle)
  • #28 (Learning Principle)
  • #29 (Learning Principle)
  • #31 (Learning Principle)
  • #32 (Learning Principle)
  • #33 (Learning Principle)
  • #36 (Learning Principle)
  • #38 (Learning Principle)