L/O/G/O
AGAMA ISLAM
MUNAKAHAT
SMAN 4 BATAM 2012/2013
MUNAKAHAT
Standar Kompetensi:
Memahami hukum islam tentang hukum keluarga
Kompetensi Dasar:
1. Menjelaskan ketentuan hukum perkawinan dalam islam
2. Menjelaskan hikmah perkawinan
3. Menjelaskan ketentuan perkawinan menurut perundang-
undangan di Indonesia
APA ITU MUNAKAHAT ?
Munakahat berarti pernikahan atau perkawinan.
Dalam istilah syari’at nikah berarti melakukan suatu akad
atau perjanjian untuk mengikatkan diri antara seorang
laik-laki dan seorang perempuan serta menghalalkan
hubungan kelamin antara keduanya dengan dasar
sukarela dan persetujuan bersama demi terwujudnya
keluarga yang bahagia yang diridhai oleh Allah swt.
“Saya shalat, tidur, berpuasa, makan dan menikahi wanita. Barang
siapa yang tidak suka dengan perbuatan(sunnah)ku maka dia
bukanlah dari golonganku”
(H.R. Bukhari dan Muslim dari Anas bin Malik r.a)
HUKUM MENIKAH
1. Mubah/Jaiz, artinya dibolehkan dan inilah yang menjadi dasar
hukum nikah.
2. Wajib, yaitu orang yang telah mampu/sanggup menikah
sedangkan bila tidak menikah khawatir akan terjerumus ke dalam
perzinaan.
3. Sunat, yaitu orang yang sudah mampu menikah namun masih
sanggup mengendalikan dirinya dari godaan yang menjurus
kepada perzinaan.
4. Makruh, yaitu orang yang akan melakukan pernikahan dan
telah memiliki keinginan atau hasrat tetapi ia belum mempunyai
bekal untuk memberikan nafkah tanggungan-nya.
5. Haram, yaitu orang yang akan melakukan perkawinan tetapi ia
mempunyai niat yang buruk, seperti niat menyakiti perempuan atau
niat buruk lainnya.
“Wahai para pemuda, jika diantara kamu
sudah memiliki kemampuan untuk menikah,
hendaklah ia menikah, karena pernikahan
itu dapat menjaga pandangan mata dan
lebih memelihara kemaluan (kehormatan)
dan barangsiapa tidak mampu menikah
hendaklah ia berpuasa. Sebab puasa itu
penjaga baginya.”
(H.R, bukhari dan Muslim)
TUJUAN MENIKAH
1.Sunnah Nabi
‫ا‬َ‫ن‬ْ‫ل‬َ‫ع‬َ‫ج‬َ‫و‬ َ‫ك‬ِ‫ل‬ْ‫ب‬َ‫ق‬ ‫ن‬ِّ‫م‬ً ‫ال‬ُ‫س‬ُ‫ر‬ ‫ا‬َ‫ن‬ْ‫ل‬َ‫س‬ْ‫ر‬‫َأ‬
ْ‫د‬َ‫ق‬َ‫ل‬َ‫و‬
ً‫ة‬َّ‫ي‬ِّ‫ر‬ُ‫ذ‬َ‫و‬ ‫ا‬ً‫ج‬‫ا‬َ‫و‬ْ‫ز‬‫َأ‬
ْ‫م‬ُ‫ه‬َ‫ل‬
Dan sesungguhnya Kami telah mengutus beberapa Rasul sebelum
kamu dan Kami memberikan kepada mereka isteri-isteri dan
keturunan. (QS. Ar-Ra'd : 38).
Dari Abi Ayyub ra bahwa Rasulullah SAW bersabda,"Empat hal yang
merupakan sunnah para rasul : [1] Hinna', [2] berparfum, [3] siwak
dan [4] menikah. (HR. At-Tirmizi 1080)
TUJUAN MENIKAH
2. Tanda Kekuasan Allah
‫ا‬َ‫ه‬ْ‫ي‬َ‫ل‬‫ِإ‬ ‫وا‬ُ‫ن‬ُ‫ك‬ْ‫س‬َ‫ت‬ِّ‫ل‬ ‫ا‬ً‫ج‬‫ا‬َ‫و‬ْ‫ز‬‫َأ‬
ْ‫م‬ُ‫ك‬ِ‫س‬ُ‫ف‬‫ن‬‫َأ‬
ْ‫ن‬ِّ‫م‬ ‫م‬ُ‫ك‬َ‫ل‬ َ‫ق‬َ‫ل‬َ‫خ‬ ْ‫ن‬‫َأ‬
ِ‫ه‬ِ‫ات‬َ‫آي‬ ْ‫ن‬ِ‫م‬َ‫و‬
ٍ‫م‬ْ‫َو‬‫ق‬ِّ‫ل‬ ٍ‫ات‬َ‫ي‬ ‫آَل‬ َ‫ك‬ِ‫ل‬َ‫ذ‬ ‫ي‬ِ‫ف‬ َّ‫ن‬‫ِإ‬ ً‫ة‬َ‫م‬ْ‫ح‬َ‫ر‬َ‫و‬ ً‫ة‬َّ‫د‬َ‫و‬َّ‫م‬ ‫م‬ُ‫ك‬َ‫ن‬ْ‫ي‬َ‫ب‬ َ‫ل‬َ‫ع‬َ‫ج‬َ‫و‬
َ‫ن‬‫و‬ُ‫ر‬َّ‫َك‬‫ف‬َ‫ت‬َ‫ي‬
Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan
untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu
cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-
Nya diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada
yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi
kaum yang berfikir.(QS. Ar-Ruum : 21)
TUJUAN MENIKAH
3. Jalan Menjadi Kaya
ْ‫م‬ُ‫ك‬ِ‫د‬‫ا‬َ‫ب‬ِ‫ع‬ ْ‫ن‬ِ‫م‬ َ‫ين‬ِ‫ح‬ِ‫ل‬‫ا‬َّ‫ص‬‫ال‬َ‫و‬ ْ‫م‬ُ‫نك‬ِ‫م‬ ‫ى‬َ‫م‬‫ا‬َ‫ي‬‫َأل‬‫ا‬ ‫وا‬ُ‫ح‬ِ‫نك‬‫َأ‬
َ‫و‬
ِ‫ه‬ِ‫ل‬ْ‫ض‬َ‫ف‬ ‫ن‬ِ‫م‬ ُ‫ه‬َّ‫الل‬ ُ‫م‬ِ‫ه‬ِ‫ن‬ْ‫غ‬ُ‫ي‬ ‫اء‬َ‫َر‬‫ق‬ُ‫ف‬ ‫وا‬ُ‫ون‬ُ‫ك‬َ‫ي‬ ‫ن‬‫ِإ‬ ْ‫م‬ُ‫ك‬‫ِئ‬‫ا‬َ‫م‬‫ِإ‬َ‫و‬
ٌ‫م‬‫ي‬ِ‫ل‬َ‫ع‬ ٌ‫ع‬ِ‫س‬‫ا‬َ‫و‬ ُ‫ه‬َّ‫الل‬َ‫و‬
Dan kawinkanlah orang-orang yang sedirian diantara kamu, dan orang-orang
yang layak dari hamba-hamba sahayamu yang lelaki dan hamba-hamba
sahayamu yang perempuan. Jika mereka miskin Allah akan memampukan
mereka dengan kurnia-Nya. Dan Allah Maha luas lagi Maha Mengetahui.
(QS. An-Nur : 32)
TUJUAN MENIKAH
4. Ibadah & Setengah Dari Agama
Dari Anas ra bahwa Rasulullah SAW bersabda,"Orang yang diberi rizki oleh Allah SWT
seorang istri shalihah berarti telah dibantu oleh Allah SWT pada separuh agamanya.
Maka dia tinggal menyempurnakan separuh sisanya.
(HR. Thabarani dan Al-Hakim 2/161).
5. Tidak Ada Pembujangan Dalam Islam
َّ‫ن‬‫ِإ‬ ْ‫وا‬ُ‫د‬َ‫ت‬ْ‫ع‬َ‫ت‬َ ‫ال‬َ‫و‬ ْ‫م‬ُ‫ك‬َ‫ل‬ ُ‫ه‬ّ‫الل‬ َّ‫ل‬َ‫ح‬‫َأ‬ ‫ا‬َ‫م‬ ِ‫ات‬َ‫ب‬ِّ‫ي‬َ‫ط‬ ْ‫وا‬ُ‫م‬ِّ‫ر‬َ‫ح‬ُ‫ت‬َ ‫ال‬ ْ‫وا‬ُ‫ن‬َ‫م‬‫آ‬ َ‫ين‬ِ‫ذ‬َّ‫ال‬ ‫ا‬َ‫ه‬ُّ‫ي‬‫َأ‬ ‫ا‬َ‫ي‬
َ‫ين‬ِ‫د‬َ‫ت‬ْ‫ع‬ُ‫م‬ْ‫ال‬ ُّ‫ب‬ِ‫ح‬ُ‫ي‬َ ‫ال‬ َ‫ه‬ّ‫الل‬
Hai orang-orang yang beriman! Jangan kamu mengharamkan yang baik-baik dari apa
yang dihalalkan Allah untuk kamu dan jangan kamu melewati batas, karena
sesungguhnya Allah tidak suka kepada orang-orang yang melewati batas. (QS. Al-
Maidah: 87)
Mujahid berkata: Ada beberapa orang laki-laki, di antaranya Usman bin Madh'un dan
Abdullah bin Umar bermaksud untuk hidup membujang dan berkebiri serta memakai
kain karung goni. Kemudian turunlah ayat di atas.
TUJUAN MENIKAH
6. Menikah : Ciri Khas Makhluk Hidup
ُ‫ض‬ْ‫ر‬‫َأل‬‫ا‬ ُ‫ت‬ِ‫نب‬ُ‫ت‬ ‫ا‬َّ‫م‬ِ‫م‬ ‫ا‬َ‫ه‬َّ‫ل‬ُ‫ك‬ َ‫ج‬‫ا‬َ‫و‬ْ‫ز‬‫َأل‬‫ا‬ َ‫ق‬َ‫ل‬َ‫خ‬ ‫ي‬ِ‫ذ‬َّ‫ال‬ َ‫ن‬‫ا‬َ‫ح‬ْ‫ب‬ُ‫س‬
َ‫ن‬‫و‬ُ‫م‬َ‫ل‬ْ‫ع‬َ‫ي‬ ‫ال‬ ‫ا‬َّ‫م‬ِ‫م‬َ‫و‬ ْ‫م‬ِ‫ه‬ِ‫س‬ُ‫ف‬‫ن‬‫َأ‬
ْ‫ن‬ِ‫م‬َ‫و‬
Maha Suci Tuhan yang telah menciptakan pasangan-pasangan semuanya,
baik dari apa yang ditumbuhkan oleh bumi dan dari diri mereka maupun
dari apa yang tidak mereka ketahui.(QS. Yaasin : 36)
RUKUN NIKAH
RUKUN SYARATNYA
1. Calon Suami Beragama Islam
Atas kehendak sendiri
Bukan muhrim
Tidak sedang ihrom haji
2. Calon Istri Beragama Islam
Tidak terpaksa
Bukan Muhrim
Tidak bersuami
Tidak sedang dalam masa idah
Tidak sedang ihrom haji atau umroh
3. Adanya Wali a. Mukallaf (Islam, dewasa, sehat akal)
(Ali Imron : 28)
b. Laki-laki merdeka
c. Adil
d. Tidak sedang ihrom haji atau umroh
4. Adanya 2 Orang Saksi - Syaratnya sama dengan no : 3
5. Adanya Ijab dan Qobul Dengan kata-kata " nikah " atau yang semakna dengan itu.
Berurutan antara Ijab dan Qobul
PEMBAGIAN WALI NIKAH
Ada wali nikah. Yaitu wali yang menikahkan mempelai laki-laki dengan
mempelai wanita atau mengizinkan penikahannya.
Wali
Nikah
Wali
Nasab
Wali
Hakim
Syarat-Syarat seorang wali nikah:
a. Beragama islam
b. Laki-laki
c. Baligh dan berakal
d. Merdeka dan bukan hamba
sahaya
e. Bersifat adil
f. Tidak sedang ihram haji atau
umrah
Yaitu, kepala
negara yang
beragama islam.
Di Indonesia
wewenang
presiden sebagai
wali hakim
dilimpahkan
kepada
pembantunya yaitu
menteri agama.
Dan menteri
agama
melimpahkan
kepada
pembantunya
kepala kantor
urusan agama di
setiap kecamatan
Yaitu, wali
yang
mempunyai
pertalian
darah dengan
mempelai
wanita yang
akan
dinikahkannya
SUSUNAN WALI DALAM MUANAKAHAT
• Bapaknya
• Datuknya/Kakeknya (bapak dari bapak mempelai
perempuan)
• Saudara laki-laki yang seibu-sebapak dengan dia
• Saudara laki-laki yang sebapak saja dengan dia
• Anak laki-laki dari saudara laki-laki yang seibu-
sebapak dengannya.
• Saudara bapak yang laki-laki (paman dari pihak bapak).
• Anak laki-laki dari pamannya yang dari pihak bapak.
• Hakim.
WALI YANG ENGGAN ATAU KEBERATAN
(WALI ADLOL)
Apabila seorang mempelai wanita meminta walinya untuk
menikahkan dirinya dengan pria yang sekufu,namun
walinya menolak tanpa alasan yang benar, maka hakim
berhak menikahkannya, setelah keduanya sekufu dan ia
usai memberikan nasihat wali supaya dia mau mencabut
keberatannya. Apabila dia keberatan; maka hakim
berhak menikahkan perempuuan itu.
SYARAT SAKSI DAN AKAD
SYARAT 2 ORANG SAKSI
• beragama islam
• laki-laki
• baligh dan berakal sehat
• dapat mendengar
• dapat melihat
• dapat berbicara
• adil
• tidak dalam keadaan ihram haji atau umrah
AKAD NIKAH
• yaitu ucapan ijab kabul.
• Ijab adalah ucapan wali (dari pihak mempelai wanita) sebagai penyerahan
kepada laki-laki
• Kabul adalah ucapan mempelai laki-laki sebagai tanda penerimaan.
CONTOH IJAB & KABUL
• Contoh Ijab : Wali perempuan berkata kepada pengantin laki-
laki : "Aku nikahkan anak perempuan saya bernama si Fulan binti
…… dengan ....... dengan mas kawin seperangkat sholat dan 30 juz
dari mushaf Al-Qur’an".
...
ِ‫اف‬َ‫ح‬ْ‫ص‬ُ‫م‬ ْ‫ن‬ِ‫م‬ ‫ًأ‬
ْ‫ز‬ُ‫ج‬ َ‫ن‬ْ‫ي‬ِ‫ث‬َ ‫ال‬َ‫ث‬َ‫و‬ ِ‫ة‬َ ‫ال‬َّ‫ص‬‫ال‬ ِ‫ات‬َ‫و‬َ‫د‬َ‫ع‬ ِ‫ر‬ْ‫ه‬َ‫م‬ِ‫ب‬ ِ‫ت‬ْ‫ن‬ِ‫ب‬ ‫ة‬َ‫ن‬َ ‫ال‬ُ‫ف‬ ِ‫ك‬ُ‫ت‬ْ‫ج‬َّ‫و‬َ‫ز‬َ‫و‬ َ‫ك‬ُ‫ت‬ْ‫ح‬َ‫ك‬ْ‫ن‬‫َأ‬
ً ‫اال‬َ‫ح‬ ِ‫ن‬َ‫ا‬ْ‫ُر‬‫ق‬ْ‫ال‬
• Contoh Qobul : Calon suami menjawab: "Saya terima nikah dan
perjodohannya dengan diri saya dengan mas kawin tersebut di
depan". Bila dilafalkan dengan bahasa arab sebagai berikut :
ِ‫ر‬ْ‫و‬ُ‫ك‬ْ‫ذ‬َ‫م‬ْ‫ال‬ ِ‫ر‬ْ‫ه‬َ‫م‬ْ‫ال‬ِ‫ب‬ ‫ى‬ِ‫س‬ْ‫ف‬َ‫ن‬ِ‫ل‬ ‫ا‬َ‫ه‬َ‫ج‬ِ‫و‬ْ‫ز‬َ‫ت‬َ‫و‬ ‫ا‬َ‫ه‬َ‫ح‬َ‫ك‬ِ‫ن‬ ُ‫ت‬ْ‫ل‬ِ‫ب‬َ‫ق‬
Perempuan yang menikah tanpa seizin walinya maka nikahnya tidak
syah. Rasulullah saw, bersabda : Artinya :"Perempuan mana saja
yang menikah tanpa seizin walinya maka pernikahan itu batal (tidak
syah)". (HR. Empat Ahli Hadits kecuali Nasai).
Wanita Yang Boleh Dipinang
Wanita-wanita yang boleh dipinang apabila memenuhi
syarat; ada dua macam untuk meminang wanita ,yaitu :
1. Syarat mustahsinah
2. Syarat lazimah
> Syarat mustahsinah ialah syarat yang berupa
anjuran kepada seorang pria yang akan me-
minang wanita untuk meneliti lebih dulu wa
nita yang akan dipinang agar lebih terjamin
kelangsungan rumah tangganya setelah me-
masuki pintu gerbang perkawinan.
SYARAT MUSTAHSINAH
* Adapun Syarat-syarat Mustahsinah:
1. Wanita yang dipilih bukan hanya karena kecantikannya, kekayaan,
dan kebangsawanannya tetapi semata-mata keshalehannya.
2. Wanita yang dipinang hendaknya mempuyai watak kasih sayang
dan mempunyai banyak keturunan.
3. Wanita yang akan dipinang mempunyai
hubungan darah yang jauh.
• Syarat lazimah adalah syarat yang harus dipenuhi sebelum
dilaksanakan peminangan;
termasuk didalamnya adalah
1. Wanita yang tidak dipinang oleh laki-laki lain,atau laki-laki
tersebut telah melepaskan hak pinanannya.
2. Wanita yang tidak dalam masa iddah raj’iyah.
3. Wanita yang dipinang bukan mahram pria yang
meinang.
SYARAT LAZIMAH
Syarat lazimah adalah syarat yang harus dipenuhi
sebelum dilaksanakan peminangan termasuk
didalamnya adalah :
1. Wanita yang tidak dipinang oleh laki-laki lain,atau
laki-laki tersebut telah melepaskan hak pinanannya.
2. Wanita yang tidak dalam masa iddah raj’iyah.
3. Wanita yang dipinang bukan mahram pria yang
meinang.
WANITA YANG HARAM DINIKAHI
Pengertian Muhrim
Muhrim secara bahasa berarti diharamkan. Dalam masalah fikih
muhrim bermakna wanita yang haram untuk di nikahi
Wanita
yang
haram
dinikahi
Karena keturunan:
a. Ibu kandung dan
seterusnya keatas
b. Anak perempuan
kandung dan
seterusnya ke bawah
c. Saudara perempuan
(sekandung, sebapak
atau seibu)
d. Anak perempuan dari
saudara laki-laki dan
seterusnya ke bawah
e. Anak perempuan dari
saudara perempuan
dan seterusnya ke
bawah
Karena hubungan
sepersusuan:
a. Ibu yang menyusui
b. Saudara perempuan
sesusuan
Karena perkawinan:
a. Ibu dari istri
b. Anak tiri, apabila suami
sudah berkumpul
dengan ibunya
c. Ibu tiri baik sudah
dicerai atau belum
d. Menantu. Baik yang
sudah dicerai atau
belum
Karena ada
pertalian
muhrim
dengan istri
ALLAH BERFIRMAN TENTANG MUHRIM DAN NIKAH
Diharamkan atas kamu (mengawini) ibu-ibumu; anak-anakmu yang
perempuan, saudara-saudaramu yang perempuan, saudara-saudara bapakmu
yang perempuan; saudara-saudara ibumu yang perempuan; anak-anak
perempuan dari saudara-saudaramu yang laki-laki; anak-anak perempuan
dari saudara-saudaramu yang perempuan; ibu-ibumu yang menyusui kamu;
saudara perempuan sepersusuan; ibu-ibu isterimu (mertua); anak-anak
isterimu yang dalam pemeliharaanmu dari isteri yang telah kamu campuri,
tetapi jika kamu belum campur dengan isterimu itu (dan sudah kamu
ceraikan), Maka tidak berdosa kamu mengawininya; (dan diharamkan
bagimu) isteri-isteri anak kandungmu (menantu); dan menghimpunkan (dalam
perkawinan) dua perempuan yang bersaudara, kecuali yang telah terjadi pada
masa lampau; Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
(Q.s an Nisa: 23)
KEWAJIBAN SUAMI DAN ISTRI
Kewajiban suami
a.Memberi nafkah
b.Memimpin serta membimbing istri dan anak-anak
c. Bergaul dengan istri dan anak-anak yang baik
d.Menjaga istri dan anak dari bencana
e. Membantu istri dalam tugas sehari-hari
Kewajiban istri
a. Taat pada suami dalam batas yang sesuai dengan ajaran islam
b. Memelihara diri serta kehormatan dan harta benda suami
c. Membantu suami dalam memimpin keselamatan dan kesejahteraan
keluarga
d. Menerima dan menghormati pemberian suami
e. Hormat dan sopan pada suami dan keluarganya
f. Memelihara, mengasuh dan mendidik anak
HAL HAL YANG MEMUTUSKAN PERNIKAHAN
Hal-hal yang
dapat
memutuskan
pernikahan
Talak Li’an
Ila’
Zihar Khulu’
Fasakh
pembatalan pernikahan
antara suami dan istri
karena sebab-sebab
tertentu
sumpah suami yang menuduh
istrinya berzina dikarenakan suami
tidak bisa mendatangkan 4 orang
saksi
talak yang dijatuhkan
suami kepada istrinya
atas permintaan
istrinya.
sumpah suami yang
mengatakan bahwa ia
tidak akan meniduri
istrinya selama 4 bulan
atau lebih
ucapan suami yang
menyerupakan istrinya
dengan ibunya
melepaskan ikatan
pernikahan dengan
mengucapkan secara
sukarela oleh pihak suami
TALAK
Talak dari bahasa Arab dari kata thalaqo berarti melepaskan ,
sedang yang dimaksudkan disini adalah melepaskan ikatan
perkawinan. Hukum talak antara lain :
1. Wajib, bila terjadi perselisihan suami–istri oleh hakim yang
mengurusnya su-dah memandang perlu supaya keduanya bercerai.
2. Sunnah, apabila suami tidak sangup memberi nafkah yang cukup
atau perempuan tidak menjaga kehormatan dirinya.
3. Haram (bid’ah) : Dalam dua keadaan : pertama; menjatuhkan talak
istri dalam keadaan haid. kedua ;menjatuhkan talak istri sewaktu
dalam keadaan suci dan dia telah menggaulinya dalam keadaan
suci tersebut.
4. Makruh; hukum asal dari talak.
BILANGAN TALAK
Setiap orang merdeka berhak mentalak istrinya dari talak satu
sampai talak tiga. talak satu atau dua masih boleh rujuk (kembali)
sebelum habis iddahnya dan boleh kawin kembali sesudah iddah.
Adapun talak tiga tidak boleh rujuk atau kawin kembali, kecuali
apabila wanita tersebut telah menikah dengan orang lain dan setelah
di talak pula oleh suaminya kedua.
PENDAPAT ULAMA TENTANG BILANGAN TALAK
• Menjatuhkan talak tiga kali pada waktu yang berlainan.Seperti suami
mentalak istrinya talak satu,pada masa iddah ditalak lagi talak satu pada
masa iddah kedua ini ditalak lagi talak satu
• Suami mentalak istri dengan talak satu sehabis masa iddahnya dinikahi
lagi, kemudian ditalak lagi, sehabis masa iddahnya dinikahi lagi kemudian
ditalak lagi yang ketiga kalinya.
• Suami mentalak istrinya dengan perkataan:saya talak engkau talak tiga
kali atau saya talak engkau dengan berurutan perkataan itu berulang
tiga kali.
* Pendapat pertama: jatuh talak tiga, berlaku segala hukum talak tiga
seperti diatas.
* Pendapat kedua: tidak jatuh sama sekali, artinya istrinya itu belum
bertalak; karena talak tiga bukan perintah Rasul berarti tidak sah.
* Pendapat ketiga: jatuh talak satu, berarti berlaku hukum talak satu;
sehingga suami boleh rujuk kembali kepada istrinya.
IDDAH
Iddah berarti masa menunggu bagi istri yang ditinggal mati atau
bercerai dari suaminya untuk bisa mneikah kembali
Lama masa iddah
1. Karena suami wafat
a. 4 bulan sepuluh hari bagi istri yang tidak hamil. Baik sudah
bercampur atau belum
b. Sampai melahirkan jika istri sedang hamil
2. Karena talak, fasajh dan khulu’
a. Tidak ada iddah bagi istri yang belum bercampur
b. bagi yang sudah bercampur:
- 3 kali suci. Bagi yang masih menstruasi
- 3 bulan. Bagi yang sudah berhenti menstruasinya
- sampai melahirkan jika istri sedang hamil
RUJUK
Rujuk berarti kembalinya suami kepada ikatan pernikahan
dengan istrinya yang dicerai dalam masa iddah
Rukun rujuk
a.Istri sudah bercampur dengan suami yang mentalaknya dan
masih berada dalam masa iddah
b.Keinginan rujuk suami atas kehendaknya sendiri
c.Ada dua orang laki-laki yang adil sebagai saksi
d.Ada shigat atau ucapan rujuk
WAJIB
Sunnah
MAKRUH
Haram
jika sebelum mentalak suami
belum menyempurnakan
pembagian waktunya
jika rujuknya suami
dengan niat karena
Allah
jika perceraian
lebih mashlahat
jika perceraian lebih
mashlahat
HUKUM RUJUK
• Garis besar Isi UU No : 1 tahun 1974.
UU No : 1 tahun 1974 tentang Perkawinan terdiri dari 14 Bab dan 67
Pasal.
• Pencatatan Perkawinan.
Dalam pasal 2 ayat 2 dinyatakan bahwa : "Tiap-
tiap perkawinan dicatat menurut peraturan perundang-undangan yang
berlaku". Ketentuan tentang pelaksanaan pencatatan perkawinan ini
tercantum dalam PP No : 9 Tahun 1975 Bab II pasal 2 sampai 9.
• Syahnya Perkawinan.
Dalam pasal 2 ayat 1 ditegaskan bahwa : "Perkawina adalah syah apabila
dilakukan menurut hukum masing-masing agamanya dan kepercayaanya
itu".
• Tujuan Pekawinan.
Dalam Bab 1 pasal 1 dijelaskan bahwa tujuan perkawina adalah untuk
membentuk keluarga (rumah tangga) yang bahagia dan kekal berdasarkan
Ketuhanan Yang Maha Esa.
MUNAKAHAT MENURUT UNDANG-UNDANGL
• Talak.
Dalam Bab VIII pasal 29 ayat 1 dijelaskan bahwa : "Perceraian hanya
dapat dilakukan di depan sidang pengadilan setelah
pengadilan yang bersangkutan berusaha dan tidak berhasil mendamaikan
kedua belah fihak.
• Batasan Dalam Berpoligami.
· Dalam pasal 3 ayat 1 diljelaskan bahwa :"Pada dasarnya dalam suatu
perkawinan seorang pria hanya boleh mempunyai seorang istri. Seorang
wanita hanya boleh mempunyai seorang suami".
· Dalam pasal 4 dan 5 ditegaskan bahwa dalam hal seorang suami
akan beristri lebih dari seorang ia wajib mengajukan permohonan kepada
pengadilan di daerah tempat tinggalnya.
MUNAKAHAT MENURUT UNDANG-UNDANGL
Pengadilan hanya memberi ijin berpoligami
apabila :
• Istri tidak dapat menjalankan kewajibannya sebagai istri.
• Istri mendapat cacat badan atau penyakit yang tidak bisa
disembuhkan.
• Istri tidak dapat melahirkan keturunan.
• Dalam pengajuan berpoligami harus dipenuhi syarat-syarat :
• Adanya persetujuan dari istri.
• Adanya kepastian bahwa suami mampu menjamin keperluan
hidup istri-istri dan anak-anak mereka.
• Adanya jaminan bahwa suami akan belaku adil terhadap
istri-istri dan anak-anak mereka.
MUNAKAHAT MENURUT UNDANG-UNDANGL
L/O/G/O
Thank You!
KETUA : ANDRE NURROHMAN
ANGGOTA
YORISEP TRI MULYA
DEBY SEPTIAANGGRAINI
MANDA
M. ILHAM SAPUTRA
GALIH PRADANA RISJAD
ERIK
NURUL ANISA
AGUSTIA PERTIWI
XII IPA 1, 2012/2013

materi kajian munakahat-dalam-islam-lengkap-ppt.pptx

  • 1.
  • 2.
    MUNAKAHAT Standar Kompetensi: Memahami hukumislam tentang hukum keluarga Kompetensi Dasar: 1. Menjelaskan ketentuan hukum perkawinan dalam islam 2. Menjelaskan hikmah perkawinan 3. Menjelaskan ketentuan perkawinan menurut perundang- undangan di Indonesia
  • 3.
    APA ITU MUNAKAHAT? Munakahat berarti pernikahan atau perkawinan. Dalam istilah syari’at nikah berarti melakukan suatu akad atau perjanjian untuk mengikatkan diri antara seorang laik-laki dan seorang perempuan serta menghalalkan hubungan kelamin antara keduanya dengan dasar sukarela dan persetujuan bersama demi terwujudnya keluarga yang bahagia yang diridhai oleh Allah swt. “Saya shalat, tidur, berpuasa, makan dan menikahi wanita. Barang siapa yang tidak suka dengan perbuatan(sunnah)ku maka dia bukanlah dari golonganku” (H.R. Bukhari dan Muslim dari Anas bin Malik r.a)
  • 4.
    HUKUM MENIKAH 1. Mubah/Jaiz,artinya dibolehkan dan inilah yang menjadi dasar hukum nikah. 2. Wajib, yaitu orang yang telah mampu/sanggup menikah sedangkan bila tidak menikah khawatir akan terjerumus ke dalam perzinaan. 3. Sunat, yaitu orang yang sudah mampu menikah namun masih sanggup mengendalikan dirinya dari godaan yang menjurus kepada perzinaan. 4. Makruh, yaitu orang yang akan melakukan pernikahan dan telah memiliki keinginan atau hasrat tetapi ia belum mempunyai bekal untuk memberikan nafkah tanggungan-nya. 5. Haram, yaitu orang yang akan melakukan perkawinan tetapi ia mempunyai niat yang buruk, seperti niat menyakiti perempuan atau niat buruk lainnya. “Wahai para pemuda, jika diantara kamu sudah memiliki kemampuan untuk menikah, hendaklah ia menikah, karena pernikahan itu dapat menjaga pandangan mata dan lebih memelihara kemaluan (kehormatan) dan barangsiapa tidak mampu menikah hendaklah ia berpuasa. Sebab puasa itu penjaga baginya.” (H.R, bukhari dan Muslim)
  • 5.
    TUJUAN MENIKAH 1.Sunnah Nabi ‫ا‬َ‫ن‬ْ‫ل‬َ‫ع‬َ‫ج‬َ‫و‬َ‫ك‬ِ‫ل‬ْ‫ب‬َ‫ق‬ ‫ن‬ِّ‫م‬ً ‫ال‬ُ‫س‬ُ‫ر‬ ‫ا‬َ‫ن‬ْ‫ل‬َ‫س‬ْ‫ر‬‫َأ‬ ْ‫د‬َ‫ق‬َ‫ل‬َ‫و‬ ً‫ة‬َّ‫ي‬ِّ‫ر‬ُ‫ذ‬َ‫و‬ ‫ا‬ً‫ج‬‫ا‬َ‫و‬ْ‫ز‬‫َأ‬ ْ‫م‬ُ‫ه‬َ‫ل‬ Dan sesungguhnya Kami telah mengutus beberapa Rasul sebelum kamu dan Kami memberikan kepada mereka isteri-isteri dan keturunan. (QS. Ar-Ra'd : 38). Dari Abi Ayyub ra bahwa Rasulullah SAW bersabda,"Empat hal yang merupakan sunnah para rasul : [1] Hinna', [2] berparfum, [3] siwak dan [4] menikah. (HR. At-Tirmizi 1080)
  • 6.
    TUJUAN MENIKAH 2. TandaKekuasan Allah ‫ا‬َ‫ه‬ْ‫ي‬َ‫ل‬‫ِإ‬ ‫وا‬ُ‫ن‬ُ‫ك‬ْ‫س‬َ‫ت‬ِّ‫ل‬ ‫ا‬ً‫ج‬‫ا‬َ‫و‬ْ‫ز‬‫َأ‬ ْ‫م‬ُ‫ك‬ِ‫س‬ُ‫ف‬‫ن‬‫َأ‬ ْ‫ن‬ِّ‫م‬ ‫م‬ُ‫ك‬َ‫ل‬ َ‫ق‬َ‫ل‬َ‫خ‬ ْ‫ن‬‫َأ‬ ِ‫ه‬ِ‫ات‬َ‫آي‬ ْ‫ن‬ِ‫م‬َ‫و‬ ٍ‫م‬ْ‫َو‬‫ق‬ِّ‫ل‬ ٍ‫ات‬َ‫ي‬ ‫آَل‬ َ‫ك‬ِ‫ل‬َ‫ذ‬ ‫ي‬ِ‫ف‬ َّ‫ن‬‫ِإ‬ ً‫ة‬َ‫م‬ْ‫ح‬َ‫ر‬َ‫و‬ ً‫ة‬َّ‫د‬َ‫و‬َّ‫م‬ ‫م‬ُ‫ك‬َ‫ن‬ْ‫ي‬َ‫ب‬ َ‫ل‬َ‫ع‬َ‫ج‬َ‫و‬ َ‫ن‬‫و‬ُ‫ر‬َّ‫َك‬‫ف‬َ‫ت‬َ‫ي‬ Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan- Nya diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir.(QS. Ar-Ruum : 21)
  • 7.
    TUJUAN MENIKAH 3. JalanMenjadi Kaya ْ‫م‬ُ‫ك‬ِ‫د‬‫ا‬َ‫ب‬ِ‫ع‬ ْ‫ن‬ِ‫م‬ َ‫ين‬ِ‫ح‬ِ‫ل‬‫ا‬َّ‫ص‬‫ال‬َ‫و‬ ْ‫م‬ُ‫نك‬ِ‫م‬ ‫ى‬َ‫م‬‫ا‬َ‫ي‬‫َأل‬‫ا‬ ‫وا‬ُ‫ح‬ِ‫نك‬‫َأ‬ َ‫و‬ ِ‫ه‬ِ‫ل‬ْ‫ض‬َ‫ف‬ ‫ن‬ِ‫م‬ ُ‫ه‬َّ‫الل‬ ُ‫م‬ِ‫ه‬ِ‫ن‬ْ‫غ‬ُ‫ي‬ ‫اء‬َ‫َر‬‫ق‬ُ‫ف‬ ‫وا‬ُ‫ون‬ُ‫ك‬َ‫ي‬ ‫ن‬‫ِإ‬ ْ‫م‬ُ‫ك‬‫ِئ‬‫ا‬َ‫م‬‫ِإ‬َ‫و‬ ٌ‫م‬‫ي‬ِ‫ل‬َ‫ع‬ ٌ‫ع‬ِ‫س‬‫ا‬َ‫و‬ ُ‫ه‬َّ‫الل‬َ‫و‬ Dan kawinkanlah orang-orang yang sedirian diantara kamu, dan orang-orang yang layak dari hamba-hamba sahayamu yang lelaki dan hamba-hamba sahayamu yang perempuan. Jika mereka miskin Allah akan memampukan mereka dengan kurnia-Nya. Dan Allah Maha luas lagi Maha Mengetahui. (QS. An-Nur : 32)
  • 8.
    TUJUAN MENIKAH 4. Ibadah& Setengah Dari Agama Dari Anas ra bahwa Rasulullah SAW bersabda,"Orang yang diberi rizki oleh Allah SWT seorang istri shalihah berarti telah dibantu oleh Allah SWT pada separuh agamanya. Maka dia tinggal menyempurnakan separuh sisanya. (HR. Thabarani dan Al-Hakim 2/161). 5. Tidak Ada Pembujangan Dalam Islam َّ‫ن‬‫ِإ‬ ْ‫وا‬ُ‫د‬َ‫ت‬ْ‫ع‬َ‫ت‬َ ‫ال‬َ‫و‬ ْ‫م‬ُ‫ك‬َ‫ل‬ ُ‫ه‬ّ‫الل‬ َّ‫ل‬َ‫ح‬‫َأ‬ ‫ا‬َ‫م‬ ِ‫ات‬َ‫ب‬ِّ‫ي‬َ‫ط‬ ْ‫وا‬ُ‫م‬ِّ‫ر‬َ‫ح‬ُ‫ت‬َ ‫ال‬ ْ‫وا‬ُ‫ن‬َ‫م‬‫آ‬ َ‫ين‬ِ‫ذ‬َّ‫ال‬ ‫ا‬َ‫ه‬ُّ‫ي‬‫َأ‬ ‫ا‬َ‫ي‬ َ‫ين‬ِ‫د‬َ‫ت‬ْ‫ع‬ُ‫م‬ْ‫ال‬ ُّ‫ب‬ِ‫ح‬ُ‫ي‬َ ‫ال‬ َ‫ه‬ّ‫الل‬ Hai orang-orang yang beriman! Jangan kamu mengharamkan yang baik-baik dari apa yang dihalalkan Allah untuk kamu dan jangan kamu melewati batas, karena sesungguhnya Allah tidak suka kepada orang-orang yang melewati batas. (QS. Al- Maidah: 87) Mujahid berkata: Ada beberapa orang laki-laki, di antaranya Usman bin Madh'un dan Abdullah bin Umar bermaksud untuk hidup membujang dan berkebiri serta memakai kain karung goni. Kemudian turunlah ayat di atas.
  • 9.
    TUJUAN MENIKAH 6. Menikah: Ciri Khas Makhluk Hidup ُ‫ض‬ْ‫ر‬‫َأل‬‫ا‬ ُ‫ت‬ِ‫نب‬ُ‫ت‬ ‫ا‬َّ‫م‬ِ‫م‬ ‫ا‬َ‫ه‬َّ‫ل‬ُ‫ك‬ َ‫ج‬‫ا‬َ‫و‬ْ‫ز‬‫َأل‬‫ا‬ َ‫ق‬َ‫ل‬َ‫خ‬ ‫ي‬ِ‫ذ‬َّ‫ال‬ َ‫ن‬‫ا‬َ‫ح‬ْ‫ب‬ُ‫س‬ َ‫ن‬‫و‬ُ‫م‬َ‫ل‬ْ‫ع‬َ‫ي‬ ‫ال‬ ‫ا‬َّ‫م‬ِ‫م‬َ‫و‬ ْ‫م‬ِ‫ه‬ِ‫س‬ُ‫ف‬‫ن‬‫َأ‬ ْ‫ن‬ِ‫م‬َ‫و‬ Maha Suci Tuhan yang telah menciptakan pasangan-pasangan semuanya, baik dari apa yang ditumbuhkan oleh bumi dan dari diri mereka maupun dari apa yang tidak mereka ketahui.(QS. Yaasin : 36)
  • 10.
    RUKUN NIKAH RUKUN SYARATNYA 1.Calon Suami Beragama Islam Atas kehendak sendiri Bukan muhrim Tidak sedang ihrom haji 2. Calon Istri Beragama Islam Tidak terpaksa Bukan Muhrim Tidak bersuami Tidak sedang dalam masa idah Tidak sedang ihrom haji atau umroh 3. Adanya Wali a. Mukallaf (Islam, dewasa, sehat akal) (Ali Imron : 28) b. Laki-laki merdeka c. Adil d. Tidak sedang ihrom haji atau umroh 4. Adanya 2 Orang Saksi - Syaratnya sama dengan no : 3 5. Adanya Ijab dan Qobul Dengan kata-kata " nikah " atau yang semakna dengan itu. Berurutan antara Ijab dan Qobul
  • 11.
    PEMBAGIAN WALI NIKAH Adawali nikah. Yaitu wali yang menikahkan mempelai laki-laki dengan mempelai wanita atau mengizinkan penikahannya. Wali Nikah Wali Nasab Wali Hakim Syarat-Syarat seorang wali nikah: a. Beragama islam b. Laki-laki c. Baligh dan berakal d. Merdeka dan bukan hamba sahaya e. Bersifat adil f. Tidak sedang ihram haji atau umrah Yaitu, kepala negara yang beragama islam. Di Indonesia wewenang presiden sebagai wali hakim dilimpahkan kepada pembantunya yaitu menteri agama. Dan menteri agama melimpahkan kepada pembantunya kepala kantor urusan agama di setiap kecamatan Yaitu, wali yang mempunyai pertalian darah dengan mempelai wanita yang akan dinikahkannya
  • 12.
    SUSUNAN WALI DALAMMUANAKAHAT • Bapaknya • Datuknya/Kakeknya (bapak dari bapak mempelai perempuan) • Saudara laki-laki yang seibu-sebapak dengan dia • Saudara laki-laki yang sebapak saja dengan dia • Anak laki-laki dari saudara laki-laki yang seibu- sebapak dengannya. • Saudara bapak yang laki-laki (paman dari pihak bapak). • Anak laki-laki dari pamannya yang dari pihak bapak. • Hakim.
  • 13.
    WALI YANG ENGGANATAU KEBERATAN (WALI ADLOL) Apabila seorang mempelai wanita meminta walinya untuk menikahkan dirinya dengan pria yang sekufu,namun walinya menolak tanpa alasan yang benar, maka hakim berhak menikahkannya, setelah keduanya sekufu dan ia usai memberikan nasihat wali supaya dia mau mencabut keberatannya. Apabila dia keberatan; maka hakim berhak menikahkan perempuuan itu.
  • 14.
    SYARAT SAKSI DANAKAD SYARAT 2 ORANG SAKSI • beragama islam • laki-laki • baligh dan berakal sehat • dapat mendengar • dapat melihat • dapat berbicara • adil • tidak dalam keadaan ihram haji atau umrah AKAD NIKAH • yaitu ucapan ijab kabul. • Ijab adalah ucapan wali (dari pihak mempelai wanita) sebagai penyerahan kepada laki-laki • Kabul adalah ucapan mempelai laki-laki sebagai tanda penerimaan.
  • 15.
    CONTOH IJAB &KABUL • Contoh Ijab : Wali perempuan berkata kepada pengantin laki- laki : "Aku nikahkan anak perempuan saya bernama si Fulan binti …… dengan ....... dengan mas kawin seperangkat sholat dan 30 juz dari mushaf Al-Qur’an". ... ِ‫اف‬َ‫ح‬ْ‫ص‬ُ‫م‬ ْ‫ن‬ِ‫م‬ ‫ًأ‬ ْ‫ز‬ُ‫ج‬ َ‫ن‬ْ‫ي‬ِ‫ث‬َ ‫ال‬َ‫ث‬َ‫و‬ ِ‫ة‬َ ‫ال‬َّ‫ص‬‫ال‬ ِ‫ات‬َ‫و‬َ‫د‬َ‫ع‬ ِ‫ر‬ْ‫ه‬َ‫م‬ِ‫ب‬ ِ‫ت‬ْ‫ن‬ِ‫ب‬ ‫ة‬َ‫ن‬َ ‫ال‬ُ‫ف‬ ِ‫ك‬ُ‫ت‬ْ‫ج‬َّ‫و‬َ‫ز‬َ‫و‬ َ‫ك‬ُ‫ت‬ْ‫ح‬َ‫ك‬ْ‫ن‬‫َأ‬ ً ‫اال‬َ‫ح‬ ِ‫ن‬َ‫ا‬ْ‫ُر‬‫ق‬ْ‫ال‬ • Contoh Qobul : Calon suami menjawab: "Saya terima nikah dan perjodohannya dengan diri saya dengan mas kawin tersebut di depan". Bila dilafalkan dengan bahasa arab sebagai berikut : ِ‫ر‬ْ‫و‬ُ‫ك‬ْ‫ذ‬َ‫م‬ْ‫ال‬ ِ‫ر‬ْ‫ه‬َ‫م‬ْ‫ال‬ِ‫ب‬ ‫ى‬ِ‫س‬ْ‫ف‬َ‫ن‬ِ‫ل‬ ‫ا‬َ‫ه‬َ‫ج‬ِ‫و‬ْ‫ز‬َ‫ت‬َ‫و‬ ‫ا‬َ‫ه‬َ‫ح‬َ‫ك‬ِ‫ن‬ ُ‫ت‬ْ‫ل‬ِ‫ب‬َ‫ق‬ Perempuan yang menikah tanpa seizin walinya maka nikahnya tidak syah. Rasulullah saw, bersabda : Artinya :"Perempuan mana saja yang menikah tanpa seizin walinya maka pernikahan itu batal (tidak syah)". (HR. Empat Ahli Hadits kecuali Nasai).
  • 16.
    Wanita Yang BolehDipinang Wanita-wanita yang boleh dipinang apabila memenuhi syarat; ada dua macam untuk meminang wanita ,yaitu : 1. Syarat mustahsinah 2. Syarat lazimah > Syarat mustahsinah ialah syarat yang berupa anjuran kepada seorang pria yang akan me- minang wanita untuk meneliti lebih dulu wa nita yang akan dipinang agar lebih terjamin kelangsungan rumah tangganya setelah me- masuki pintu gerbang perkawinan.
  • 17.
    SYARAT MUSTAHSINAH * AdapunSyarat-syarat Mustahsinah: 1. Wanita yang dipilih bukan hanya karena kecantikannya, kekayaan, dan kebangsawanannya tetapi semata-mata keshalehannya. 2. Wanita yang dipinang hendaknya mempuyai watak kasih sayang dan mempunyai banyak keturunan. 3. Wanita yang akan dipinang mempunyai hubungan darah yang jauh. • Syarat lazimah adalah syarat yang harus dipenuhi sebelum dilaksanakan peminangan; termasuk didalamnya adalah 1. Wanita yang tidak dipinang oleh laki-laki lain,atau laki-laki tersebut telah melepaskan hak pinanannya. 2. Wanita yang tidak dalam masa iddah raj’iyah. 3. Wanita yang dipinang bukan mahram pria yang meinang.
  • 18.
    SYARAT LAZIMAH Syarat lazimahadalah syarat yang harus dipenuhi sebelum dilaksanakan peminangan termasuk didalamnya adalah : 1. Wanita yang tidak dipinang oleh laki-laki lain,atau laki-laki tersebut telah melepaskan hak pinanannya. 2. Wanita yang tidak dalam masa iddah raj’iyah. 3. Wanita yang dipinang bukan mahram pria yang meinang.
  • 19.
    WANITA YANG HARAMDINIKAHI Pengertian Muhrim Muhrim secara bahasa berarti diharamkan. Dalam masalah fikih muhrim bermakna wanita yang haram untuk di nikahi Wanita yang haram dinikahi Karena keturunan: a. Ibu kandung dan seterusnya keatas b. Anak perempuan kandung dan seterusnya ke bawah c. Saudara perempuan (sekandung, sebapak atau seibu) d. Anak perempuan dari saudara laki-laki dan seterusnya ke bawah e. Anak perempuan dari saudara perempuan dan seterusnya ke bawah Karena hubungan sepersusuan: a. Ibu yang menyusui b. Saudara perempuan sesusuan Karena perkawinan: a. Ibu dari istri b. Anak tiri, apabila suami sudah berkumpul dengan ibunya c. Ibu tiri baik sudah dicerai atau belum d. Menantu. Baik yang sudah dicerai atau belum Karena ada pertalian muhrim dengan istri
  • 20.
    ALLAH BERFIRMAN TENTANGMUHRIM DAN NIKAH Diharamkan atas kamu (mengawini) ibu-ibumu; anak-anakmu yang perempuan, saudara-saudaramu yang perempuan, saudara-saudara bapakmu yang perempuan; saudara-saudara ibumu yang perempuan; anak-anak perempuan dari saudara-saudaramu yang laki-laki; anak-anak perempuan dari saudara-saudaramu yang perempuan; ibu-ibumu yang menyusui kamu; saudara perempuan sepersusuan; ibu-ibu isterimu (mertua); anak-anak isterimu yang dalam pemeliharaanmu dari isteri yang telah kamu campuri, tetapi jika kamu belum campur dengan isterimu itu (dan sudah kamu ceraikan), Maka tidak berdosa kamu mengawininya; (dan diharamkan bagimu) isteri-isteri anak kandungmu (menantu); dan menghimpunkan (dalam perkawinan) dua perempuan yang bersaudara, kecuali yang telah terjadi pada masa lampau; Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (Q.s an Nisa: 23)
  • 21.
    KEWAJIBAN SUAMI DANISTRI Kewajiban suami a.Memberi nafkah b.Memimpin serta membimbing istri dan anak-anak c. Bergaul dengan istri dan anak-anak yang baik d.Menjaga istri dan anak dari bencana e. Membantu istri dalam tugas sehari-hari Kewajiban istri a. Taat pada suami dalam batas yang sesuai dengan ajaran islam b. Memelihara diri serta kehormatan dan harta benda suami c. Membantu suami dalam memimpin keselamatan dan kesejahteraan keluarga d. Menerima dan menghormati pemberian suami e. Hormat dan sopan pada suami dan keluarganya f. Memelihara, mengasuh dan mendidik anak
  • 22.
    HAL HAL YANGMEMUTUSKAN PERNIKAHAN Hal-hal yang dapat memutuskan pernikahan Talak Li’an Ila’ Zihar Khulu’ Fasakh pembatalan pernikahan antara suami dan istri karena sebab-sebab tertentu sumpah suami yang menuduh istrinya berzina dikarenakan suami tidak bisa mendatangkan 4 orang saksi talak yang dijatuhkan suami kepada istrinya atas permintaan istrinya. sumpah suami yang mengatakan bahwa ia tidak akan meniduri istrinya selama 4 bulan atau lebih ucapan suami yang menyerupakan istrinya dengan ibunya melepaskan ikatan pernikahan dengan mengucapkan secara sukarela oleh pihak suami
  • 23.
    TALAK Talak dari bahasaArab dari kata thalaqo berarti melepaskan , sedang yang dimaksudkan disini adalah melepaskan ikatan perkawinan. Hukum talak antara lain : 1. Wajib, bila terjadi perselisihan suami–istri oleh hakim yang mengurusnya su-dah memandang perlu supaya keduanya bercerai. 2. Sunnah, apabila suami tidak sangup memberi nafkah yang cukup atau perempuan tidak menjaga kehormatan dirinya. 3. Haram (bid’ah) : Dalam dua keadaan : pertama; menjatuhkan talak istri dalam keadaan haid. kedua ;menjatuhkan talak istri sewaktu dalam keadaan suci dan dia telah menggaulinya dalam keadaan suci tersebut. 4. Makruh; hukum asal dari talak.
  • 24.
    BILANGAN TALAK Setiap orangmerdeka berhak mentalak istrinya dari talak satu sampai talak tiga. talak satu atau dua masih boleh rujuk (kembali) sebelum habis iddahnya dan boleh kawin kembali sesudah iddah. Adapun talak tiga tidak boleh rujuk atau kawin kembali, kecuali apabila wanita tersebut telah menikah dengan orang lain dan setelah di talak pula oleh suaminya kedua.
  • 25.
    PENDAPAT ULAMA TENTANGBILANGAN TALAK • Menjatuhkan talak tiga kali pada waktu yang berlainan.Seperti suami mentalak istrinya talak satu,pada masa iddah ditalak lagi talak satu pada masa iddah kedua ini ditalak lagi talak satu • Suami mentalak istri dengan talak satu sehabis masa iddahnya dinikahi lagi, kemudian ditalak lagi, sehabis masa iddahnya dinikahi lagi kemudian ditalak lagi yang ketiga kalinya. • Suami mentalak istrinya dengan perkataan:saya talak engkau talak tiga kali atau saya talak engkau dengan berurutan perkataan itu berulang tiga kali. * Pendapat pertama: jatuh talak tiga, berlaku segala hukum talak tiga seperti diatas. * Pendapat kedua: tidak jatuh sama sekali, artinya istrinya itu belum bertalak; karena talak tiga bukan perintah Rasul berarti tidak sah. * Pendapat ketiga: jatuh talak satu, berarti berlaku hukum talak satu; sehingga suami boleh rujuk kembali kepada istrinya.
  • 26.
    IDDAH Iddah berarti masamenunggu bagi istri yang ditinggal mati atau bercerai dari suaminya untuk bisa mneikah kembali Lama masa iddah 1. Karena suami wafat a. 4 bulan sepuluh hari bagi istri yang tidak hamil. Baik sudah bercampur atau belum b. Sampai melahirkan jika istri sedang hamil 2. Karena talak, fasajh dan khulu’ a. Tidak ada iddah bagi istri yang belum bercampur b. bagi yang sudah bercampur: - 3 kali suci. Bagi yang masih menstruasi - 3 bulan. Bagi yang sudah berhenti menstruasinya - sampai melahirkan jika istri sedang hamil
  • 27.
    RUJUK Rujuk berarti kembalinyasuami kepada ikatan pernikahan dengan istrinya yang dicerai dalam masa iddah Rukun rujuk a.Istri sudah bercampur dengan suami yang mentalaknya dan masih berada dalam masa iddah b.Keinginan rujuk suami atas kehendaknya sendiri c.Ada dua orang laki-laki yang adil sebagai saksi d.Ada shigat atau ucapan rujuk
  • 28.
    WAJIB Sunnah MAKRUH Haram jika sebelum mentalaksuami belum menyempurnakan pembagian waktunya jika rujuknya suami dengan niat karena Allah jika perceraian lebih mashlahat jika perceraian lebih mashlahat HUKUM RUJUK
  • 29.
    • Garis besarIsi UU No : 1 tahun 1974. UU No : 1 tahun 1974 tentang Perkawinan terdiri dari 14 Bab dan 67 Pasal. • Pencatatan Perkawinan. Dalam pasal 2 ayat 2 dinyatakan bahwa : "Tiap- tiap perkawinan dicatat menurut peraturan perundang-undangan yang berlaku". Ketentuan tentang pelaksanaan pencatatan perkawinan ini tercantum dalam PP No : 9 Tahun 1975 Bab II pasal 2 sampai 9. • Syahnya Perkawinan. Dalam pasal 2 ayat 1 ditegaskan bahwa : "Perkawina adalah syah apabila dilakukan menurut hukum masing-masing agamanya dan kepercayaanya itu". • Tujuan Pekawinan. Dalam Bab 1 pasal 1 dijelaskan bahwa tujuan perkawina adalah untuk membentuk keluarga (rumah tangga) yang bahagia dan kekal berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa. MUNAKAHAT MENURUT UNDANG-UNDANGL
  • 30.
    • Talak. Dalam BabVIII pasal 29 ayat 1 dijelaskan bahwa : "Perceraian hanya dapat dilakukan di depan sidang pengadilan setelah pengadilan yang bersangkutan berusaha dan tidak berhasil mendamaikan kedua belah fihak. • Batasan Dalam Berpoligami. · Dalam pasal 3 ayat 1 diljelaskan bahwa :"Pada dasarnya dalam suatu perkawinan seorang pria hanya boleh mempunyai seorang istri. Seorang wanita hanya boleh mempunyai seorang suami". · Dalam pasal 4 dan 5 ditegaskan bahwa dalam hal seorang suami akan beristri lebih dari seorang ia wajib mengajukan permohonan kepada pengadilan di daerah tempat tinggalnya. MUNAKAHAT MENURUT UNDANG-UNDANGL
  • 31.
    Pengadilan hanya memberiijin berpoligami apabila : • Istri tidak dapat menjalankan kewajibannya sebagai istri. • Istri mendapat cacat badan atau penyakit yang tidak bisa disembuhkan. • Istri tidak dapat melahirkan keturunan. • Dalam pengajuan berpoligami harus dipenuhi syarat-syarat : • Adanya persetujuan dari istri. • Adanya kepastian bahwa suami mampu menjamin keperluan hidup istri-istri dan anak-anak mereka. • Adanya jaminan bahwa suami akan belaku adil terhadap istri-istri dan anak-anak mereka. MUNAKAHAT MENURUT UNDANG-UNDANGL
  • 32.
    L/O/G/O Thank You! KETUA :ANDRE NURROHMAN ANGGOTA YORISEP TRI MULYA DEBY SEPTIAANGGRAINI MANDA M. ILHAM SAPUTRA GALIH PRADANA RISJAD ERIK NURUL ANISA AGUSTIA PERTIWI XII IPA 1, 2012/2013