4
PENGEMBANGAN & PEMBERDAYAANSDM
MANAJER DAN PEMBERDAYAAN
Seorang Manajer dituntut melakukan pekerjaan ekstra untuk
memberdayakan karyawannya, dimana pemberdayaan berarti
pekerja bertanggung jawab atas yang mereka kerjakan, pekerja
lebih berdaya atau berkemampuan untuk menyelesaikan
masalahnya sendiri, terlibat dalam pembuatan keputusan
organisasi, aktivitas yang mempengaruhi pekerjaan mereka
Pemberdayaan fokus pada Pekerjaan Manajer, seperti :
a. Perencanaan jangka panjang
b. Mendorong dan mengembangkan orang
c. memberikan dukungan kepada yang lain
d. Membangkitkan ide inovasi
e. Mengelola hubungan dengan pelanggan
f. Mengelola integrasi dengan tim/departemen lain
g. Melibatkan diri dalam kegiatan/proyek khusus
h. mengembangkan ketrampilan dan pengetahuan
sendiri
5.
5
PENGEMBANGAN & PEMBERDAYAANSDM
MANAJER DAN PEMBERDAYAAN
Pemberdayaan fokus pada Peran Manajer
Saat ini Peran Manajer beralih dari melakukan pengawasan/ kontrol,
memberikan pengarahan, dan memelihara displin menjadi seorang
Leader, bagaiman menunjukkan anggota tim berusaha/bertahan/survive
daripada bergantung
Peran Manajer juga beralih yang tadinya berada di puncak pyramid,
dimana bawahan membantu manajer untuk memperoleh keberhasilan
saat ini Leader bekerja untuk memberikan dukungan bagi anak buahnya
Manajer
Bawahan
Empowering People
Empowering Manager
6.
6
Manajer adalahorang yang bertanggung jawab untuk mengarahkan
usaha yang bertujuan membantu organisasi dalam mencapai
sasarannya
Manajer adalah seseorang yang melakukan segala perencanaan,
proses, pengorganisasian, pengarahan, serta pengawasan usaha dari
para anggota organisasi untuk mencapai tujuan organisasi yang
telah ditetapkan
Manajer adalah seseorang yang fungsi dan tugasnya meliputi
pengaturan perusahaan dalam hal pembiayaan, penyediaan, dan
mengatur seluruh peralatan di sebuah perusahaan/organisasi.
Setiap Pekerja mempunyai kemampuan yang berdasar pada pengetahuan,
ketrampilan, kompetensi yang sesuai dengan pekerjaanya, motivasi kerja
dan kepuasan kerja, sehingga Kepemimpinan (Leadership) dalam
organisasi sangat berperan dalam mempengaruhi kinerja karyawan
disinilah dibutuhkan Peran Manajer untuk mengelola hal tersebut
disamping mengelola Sumber Daya organisasi lainnya
Peran Manajer
7.
7
Semua peran dantanggung jawab Manajer berhubungan dengan tingkat
1. Relationship with people
2. Assessing the situation
3. Getting the task accomplished
1. Relationship with the people
Mendorong, melatih (meng-coach), menyimak, bekerja sama, mempercayai dan
menerima hubungan dengan orang lain
Red behavior : bersifat emosional, empatik dan hangat (seperti lampu merah pada
lampu lalu lintas, anda harus berhenti dan menggunakan waktu untuk
mengembangkan elemen ini)
Read behavior : mendengarkan masalah/pendapat bawahan, memberi nasehat,
manajemen terbuka, membangun consensus, mendorong, coaching dan membantu
Peran Manajer
8.
8
2. Assessing thesituation
Menekankan pada tim dan proses, prosedur tugas dan organisasi, koordinasi san
sintesis berbagai elemen dalam situasi kerja
Amber behavior, menilai situasi dan masalah, koordinasi, menyelesaikan konflik
bersama, menggunakan lebih banyak bentuk komunikasi tentang pengambilan
keputusan, negosiasi dan perencanaan
Seperti lampu kuning pada lampu lalu lintas, anda istirahat dan berfikir ulang
3. Getting the task accomplished
Menekankan pada penugasan apa yang harus dilakukan bawahan dan apa
yang diharapkan bawahan, pengarahan, pengawasan, dan strukturisasi
aktivitas mereka
Green behavior, memberi perintah, memberitahu apa dan kapan dilakukan,
implementasi keputusan dengan cepat, mengecek dan membuat keputusan
Seperti lampu hijau pada lampu lalu lintas, semua berjalan
Peran Manajer
9.
9
Setiap Manajermempunyai seperangkat sasaran yang harus dicapai
Mampu mendefinisikan pekerjaan, apa yang diharapkan atau dihasilkan
Masing-masing pekerjaan dalam organisasi memerlukan tipe perilaku manajerial tertentu
(red, amber, atau green)
Red Amber Green
Advice Change Champion
Collaboration Coordination Control
Discussion Delegation Direction
Empowerment Evaluation Implementation
Encouragement Forecasting Objectives
Innovation Negotiation Performance
Listening Planning Persuasion
Mentoring Quality Production
Morale Strategy Quantity
Peran Manajer
10.
10
Peran Manajer dalam
PerencanaanStrategis
Manajer merencanakan mengenai soal rencana bisnis, kebutuhan tenaga kerja, target
pertumbuhan, hingga penyusunan anggaran bersama timnya agar perusahaan dapat
berkembang dan tujuan perusahaan bisa tercapai
Dalam penyusunan rencana Manajer harus mempertimbangkan Sumber Daya
Perusahaan termasuk didalamnya bawahan sebagai
SDM yang harus dipertimbangkan kompetensi dan pengembangannya
Manajer memastikan bahwa terdapat saling pengertian bersama, tentang misi, strategi,
tujuan dan nilai-nilai organisasi dan membantu setiap individu dibawahnya merasa
dihargai oleh organisasi/perusahaan
11.
11
Peran Manajer dalamPengelolaan
Produktivitas dan Kualitas
Perilaku Kepemimpinan dalam manajerial proses pengelolaan produktivitas dan kulitas
sangat dibutuhkan untuk :
1. Mengakselerasikan dan melanjutkan kinerja
2. Memperbaiki efektifitas, mendorong perubahan dan perbaikan, melakukan tindakan
ofensif terhadap pesaing, menciptakan arah dan membangkitkan ketertarikan dan
komitmen
3. Melakukan inisiatif, menetapkan contoh, menginspirasi, memonitor, memberi perhatian
pada masalah detail, dan memastikan segala sesuatunya diselesaikan tepat waktu
4. Mendelegasikan tanggung jawab dan akuntabilitas, membangun tim, menciptakan
pembelajaran, pelatihan dan pengembangan, dan mengusahakan bantuan dan dukungan
5. Mengkoordinasikan aktivitas, mengintegrasikan hasil, perencanaan kedepan, dan
membuat system bekerja
12.
12
Peran Manajer
Peran antarpribadi.
Peranmanajer ini melibatkan hubungannya dengan orang lain dan kewajibannya. Manajer
harus menjadi figur panutan untuk atasannya maupun tim yang berada di bawahnya. Juga
untuk pihak di luar perusahaan.
Peran informasional.
Peran ini maksudnya manajer sebagai penyebar dan pemantau informasi, dan sebagai juru
bicara yang baik.
Peran pengambil keputusan.
Peran manajer dalam perusahaan sebagai pengambilan keputusan, pemecah masalah, serta
pengatur sumber daya.
13.
13
Peran Manajer
Mediator Andal
Peran utama seorang manajer adalah menjadi mediator antara kepentingan
perusahaan dan karyawan.
Bisa dibilang manajer adalah ‘isian sandwich’ karena berada di tengah-tengah antara
pemimpin perusahaan dan karyawan.
Karenanya dibutuhkan kemampuan komunikasi dan karakter interpersonal yang
sangat baik agar mampu menjalin komunikasi yang baik, karena CEO akan kesulitan
jika harus menyampaikan kebijakan ke setiap karyawan dalam perusahaan, demikian
pula dengan karyawan yang aspirasinya tak bisa begitu saja disampaikan para
pemimpin perusahaan.
Butuh seorang manajer yang tanggap dan luwes untuk menjembatani kedua belah
pihak
14.
14
Peran Manajer
Ahli Strategi
Manajer merupakan orang yang bertanggung jawab di sebuah divisi.
Walaupun manajer mengikuti target yang ditetapkan pemimpin, namun
manajer adalah pengambil keputusan yang efektif agar keputusan
pemimpin bisa diwujudkan dengan baik.
Dengan pengalaman, pengetahuan, kompetensi, dan kemampuannya,
manajer adalah pembuat keputusan strategis, mulai dari pembagian
tugas sampai detail pengerjaannya.
Bahkan manajer berperan juga sebagai pihak yang menentukan nasib
bawahannya. Misalnya promosi dan sanksi.
15.
15
Pemecah Masalah
Peranmanajer yang sama pentingnya dengan yang lain adalah sebagai
pemecah masalah yang terjadi di dalam divisi berada di bawah
pimpinannya.
Masalah yang dimaksud meliputi setiap proses kerja yang terjadi di
dalam divisi sampai dengan konflik yang bisa saja ada antar karyawan.
Misalnya manajer pemasaran perlu menyelesaikan masalah
menurunnya pembelian di area tertentu dan juga menyudahi konflik di
dalam tim pemasaran yang dikarenakan pembagian insentif.
Peran Manajer
16.
16
Pemandu Kekompakan Tim
Seperti yang kita tahu, kepuasan karyawan adalah kunci dari tingginya
produktivitas perusahaan
Karyawan yang puas lahir dari senangnya mereka bekerja di dalam tim
yang kompak dan produktif. Situasi yang kondusif ini membutuhkan
manajer yang memiliki sikap dan kepribadian yang baik. luwes, tegas,
jelas, dan pandai mengarahkan
Manajer merupakan peran penting dalam perusahaan karena
memengaruhi tingkat kepuasan karyawan
Peran Manajer
17.
17
Keterampilan yang HarusDimiliki
Seorang Manajer
Keterampilan Teknis
Keterampilan manajer dalam hal pengetahuan atau keahlian khusus. Keterampilan teknis merupakan
dasar bagi manajer lini pertama atau tingkat rendah.
Keterampilan Personal
Keterampilan personal adalah kemampuan untuk bekerja sama, memahami, dan memotivasi anak
buahnya, secara individu maupun dalam tim.
Keterampilan personal juga meliputi keahlian berkomunikasi dan berhubungan dengan orang lain.
Keterampilan Konseptual
Keahlian manajer ini adalah kemampuan manajer secara mental untuk menganalisis dan mendiagnosis
situasi-situasi yang sulit, misalnya manajer puncak harus memiliki keterampilan dalam membuat
konsep, ide, dan gagasan untuk kemajuan sebuah perusahaan.
Keterampilan konseptual juga merupakan keterampilan manajer dalam membuat keputusan di saat
yang genting.
19
Matrik Pimpinan danManajer
• Pimpinan
Membangun visi
Berinovasi
Memberikan ide
Mengambil resiko
Fokus pada proses
Misi Jangka Panjang
Memiliki pengikut
• Manajer
Membangun tujuan
Menjaga budaya dan
system
Mewujudkan ide
Mengatur resiko
Fokus pada hasil
Mematuhi misi pemimpin
Memiliki bawahan
20.
Leadership adalah keterampilanatau sebuah fungsi
manajemen untuk memengaruhi, memotivasi, atau
mengarahkan orang lain agar melakukan hal-hal
tertentu yang ini dilakukan untuk mencapai tujuan
tertentu Leadership style bisa diartikan sebagai gaya
kepemimpinan seseorang. Hal ini akan dipengaruhi
oleh karakter yang bersangkutan.
Review of Basic Management Concepts
21.
Leadership defined
Di dalamprakteknya, leadership skills seorang pemimpin akan memegang peranan penting dalam
mengarahkan dan mengkoordinasikan setiap orang yang terlibat di dalam sebuah perusahaan
(bisnis), agar semua tujuan bisnis tersebut bisa dicapai dengan baik.
Sebagian orang kerap menganggap leadership dan leader memiliki makna yang sama, padahal
keduanya jelas memiliki arti yang berbeda. Leadership merupakan sikap kepemimpinan, sedangkan
leader bisa diartikan sebagai pemimpin itu sendiri.
Pada dasarnya, seseorang yang memiliki leadership skills yang baik, bisa langsung disebut sebagai
seorang leader. Sedangkan seorang leader, belum tentu memiliki kemampuan leadership yang baik.
22.
Leadership defined
Kepemimpinan adalah"proses pengaruh sosial di mana satu orang
dapat meminta bantuan dan dukungan orang lain dalam
penyelesaian tugas bersama".
M Chemers.
"Kepemimpinan pada akhirnya adalah tentang menciptakan cara
bagi orang untuk berkontribusi dalam mewujudkan sesuatu yang
luar biasa."
Alan Keith
23.
Leading People
Influencing People
Commanding People
Guiding People
24.
KARAKTERISTIK KEPEMIMPINAN
1. Pemimpinharus punya pengikut
2. Ini adalah hubungan kerja antara pemimpin dan pengikut
3. Tujuan adalah untuk mencapai beberapa tujuan atau
sasaran bersama
4. Seorang pemimpin mempengaruhi pengikutnya dengan
sukarela bukan dengan paksaan
5. Kepemimpinan dilaksanakan dalam situasi tertentu
6. Kepemimpinan adalah hubungan kekuasaan
7. Ini adalah proses yang berkelanjutan
25.
SIFAT KEPEMIMPINAN
Sifat kepemimpinandidefinisikan
sebagai pola terpadu dari karakteristik
pribadi yang mencerminkan berbagai
perbedaan individu dan mendorong
keefektifan pemimpin yang konsisten di
berbagai kelompok dan situasi
organisasi.
26.
EMPAT FAKTOR KEPEMIMPINAN
Pemimpin- Anda harus memiliki pemahaman yang jujur
tentang siapa diri Anda, apa yang Anda ketahui dan apa
yang dapat Anda lakukan. Untuk menjadi sukses Anda
harus meyakinkan pengikut Anda bukan atasan Anda,
bahwa Anda layak untuk diikuti.
Pengikut -Anda harus mengenal orang-orang Anda. Titik
awal yang mendasar adalah memiliki pemahaman yang
baik tentang sifat manusia, seperti kebutuhan, emosi, dan
motivasi.
Komunikasi-Komunikasi nonverbal memimpin. Contoh :
ketika Anda memberi contoh yang mengkomunikasikan
kepada orang-orang Anda bahwa Anda tidak akan
meminta mereka untuk melakukan apa pun yang Anda
tidak ingin lakukan. Komunikasi yang buruk merusak
hubungan antara pemimpin dan karyawan.
Situasi-Kita harus menggunakan penilaian kita untuk
memutuskan tindakan terbaik dan gaya kepemimpinan
yang dibutuhkan untuk setiap situasi. Apa yang kita
lakukan dalam satu situasi tidak akan selalu berhasil di
situasi lain.
AUTOCRATIC
Pemimpin membuatkeputusan tanpa mengacu pada
orang lain
Tingkat ketergantungan yang tinggi pada pemimpin
Dapat menciptakan de-motivasi dan keterasingan staf
Mungkin berharga dalam beberapa jenis bisnis di
mana keputusan harus dibuat dengan cepat dan
tegas
29.
DEMOCRATIC
Mendorong pengambilankeputusan dari perspektif
yang berbeda – kepemimpinan dapat ditekankan di
seluruh organisasi
- Konsultatif: proses konsultasi sebelum keputusan
diambil
- Persuasif: Pemimpin mengambil keputusan dan
berusaha meyakinkan orang lain bahwa keputusan
itu benar
30.
LAISSEZ-FAIRE
1. 'Biarlah' –kepemimpinan tanggung jawab dibagikan
oleh semua
2. Dapat sangat berguna dalam bisnis yang
mengutamakan ide kreatif
3. Bisa sangat memotivasi, karena orang memiliki kendali
atas kehidupan kerja mereka
4. Dapat melakukan koordinasi dan pengambilan
keputusan memakan waktu dan kurang dalam arah
keseluruhan
5. Mengandalkan kerjasama tim yang baik
6. Mengandalkan hubungan interpersonal yang baik
31.
Jenis Leadership dalam
perusahaan
EssentialLeadership
Leadership skill yang satu ini menunjukkan perilaku seorang pemimpin yang punya mental serta
pola pikir kepemimpinan yang tepat. Bukan hanya itu saja, pemimpin ini juga mampu bersikap dan
berperilaku positif sehingga bisa memotivasi semua orang yang tergabung di dalam timnya agar
mereka memberikan kontribusi terbaik yang mereka miliki.
Exponential Leadership
Ini merupakan sebuah perilaku seorang pimpinan perusahaan atau bisnis. Seorang pemimpin
mampu memberdayakan semua orang yang berada di dalam timnya untuk mendukung
perkembangan bisnis sehingga kesuksesan yang lebih besar bisa dicapai di masa depan.
32.
Jenis Leadership dalam
perusahaan
BusinessLeadership
Leadership skills yang satu ini menunjukkan kemampuan seorang pemimpin untuk berpikir
dengan cara strategis, serta kemampuan untuk mengontrol jalannya proses bisnis dengan
lancar. Semua ini bertujuan untuk meningkatkan keuntungan bisnis, baik itu keuntungan
jangka pendek maupun keuntungan jangka panjang.
Organizational Leadership
Jenis leadership style yang satu ini menunjukkan perilaku seorang pemimpin yang memiliki
kemampuan untuk mengelola serta merancang ulang tim kerjanya, jika sewaktu-waktu hal
tersebut dibutuhkan untuk mencapai tujuan bisnis yang sedang dijalankan.
33.
Jenis Leadership dalam
perusahaan
TeamLeadership
Jenis leadership skills ini merupakan sikap yang ditunjukkan oleh seorang pemimpin untuk
mengatasi tantangan-tantangan yang mungkin terjadi saat berproses mencapai tujuan
tujuan bisnis. Tantangan seperti ini bisa saja datang dari berbagai pihak, termasuk pihak
internal dan juga pihak eksternal perusahaan.
34.
Jenis Leadership dalam
perusahaan
Demokratis
Gayaleadership yang satu ini merupakan kondisi ketika pemimpin perusahaan akan memutuskan
berbagai hal dengan tetap mempertimbangkan semua pendapat dari bawahannya (tim).
Autokratis
Autokratis adalah gaya leadership yang dilakukan oleh pemimpin yang mengambil berbagai keputusan
tanpa mempertimbangkan ataupun meminta pendapat dari bawahannya (tim).
Transformational
Ini merupakan gaya leadership seorang pemimpin yang ingin melakukan perubahan besar di dalam
bisnis. Pemimpin akan berupaya untuk membalikkan keadaan agar bisa mendapatkan keuntungan yang
lebih besar.
Transaksional
Ini merupakan gaya leadership yang dilakukan pemimpin dengan cara mengutamakan kinerja
keseluruhan anggota tim. Setiap orang bekerja sesuai dengan job desk-nya, tanpa melakukan perubahan
terhadap kondisi lingkungan kerja yang sudah berjalan dengan stabil
35.
Leadership style
evaluation
YOU
ATITUDE
the arrangementof the parts of a body or
figure : POSTURE
a mental position with regard to a fact or state
a position assumed for a specific purpose
disposition, feeling, frame of mind, manner,
mental make-up, mentality, opinion, outlook,
perspective
MOTIVATION
incentive, drive, stimulation
the act or process of motivating
a motivating force, stimulus, or influence
incitement, motive, need, provocation
HOW WELL WILL YOU DO
WHAT YOU WILL DO
WHAT YOU CAN DO
36.
O O PD A
OBSERVE ORIENT PLAN DECIDE ACT
Pindai lingkungan dan
kumpulkan informasi
darinya
Gunakan informasi
untuk membentuk
gambaran mental
tentang keadaan,
mengubah informasi
menjadi pengetahuan
Mengembangkan
pilihan strategis
Pertimbangkan opsi
dan berkomitmen
untuk tindakan
Melaksanakan
rencana
tindakan
ACT
OBSERVE
ORIENT
DECIDE PLAN
Prasyarat Kesadaran Diri
Kesadaranemosional diri
Kemampuan untuk membaca dan memahami emosi
Anda serta mengenali dampaknya terhadap performa
kerja, hubungan, dan sejenisnya.
Penilaian diri yang akurat
Evaluasi realistis tentang kekuatan dan keterbatasan
Anda
Percaya diri
Rasa harga diri yang kuat dan positif
40.
Prasyarat Manajemen Diri
Kontroldiri
Kemampuan untuk mengendalikan emosi dan impuls yang
mengganggu.
Dapat dipercaya
Tampilan kejujuran dan integritas yang konsisten
Kesadaran
Kemampuan untuk mengelola diri sendiri dan tanggung jawab
Anda.
Kemampuan beradaptasi
Keterampilan menyesuaikan diri dengan situasi yang berubah dan
mengatasi rintangan
Berorientasi pada pencapaian
Dorongan untuk memenuhi standar keunggulan internal
Prakarsa
Kesiapan untuk menangkap peluang
41.
Prasyarat Kesadaran
Sosial
Empati
Keahlian dalammerasakan emosi orang lain, memahami
perspektif mereka, dan menaruh minat aktif pada masalah
mereka.
Kesadaran Organisasi
Kemampuan membaca arus kehidupan organisasi,
membangun jaringan keputusan, dan mengarungi
organisasi
Orientasi layanan
Kemampuan untuk mengenali dan memenuhi kebutuhan
pelanggan
42.
Mengembangkan Keterampilan Kepemimpinan
Vision/Penglihatan
Kemampuan untuk mengambil alih dan menginspirasi dengan visi yang menarik.
Influence/ Pengaruh
Kemampuan untuk menggunakan berbagai taktik persuasif.
Developing Others/ Mengembangkan Orang Lain
Kecenderungan untuk mendukung kemampuan orang lain dengan umpan balik dan
bimbingan.
Communication/ Komunikasi
Keterampilan dalam mendengarkan dan mengirimkan pesan yang jelas, meyakinkan,
dan tertata dengan baik.
Change Catalyst/ Ubah Katalis
Kemahiran dalam memulai ide-ide baru dan memimpin orang ke arah yang baru.
Conflict Management/ Manajemen konflik
Kemampuan untuk mengurangi ketidaksepakatan dan mengatur resolusi.
Building Bonds/Membangun Obligasi
Kemahiran dalam menumbuhkan dan memelihara jaringan hubungan.
Teamwork and Collaboration/ Kerja Tim dan Kolaborasi
Kompetensi dalam mempromosikan kerjasama dan membangun tim
43.
Sikap-sikap yang dibutuhkandalam leadership
Keterampilan Sosial
Seorang pemimpin harus memiliki kepekaan pada berbagai kondisi sosial dan memiliki kemampuan untuk
bertindak sesuai dengan kondisi tersebut.
Kebijaksanaan
Sebuah tim kerja akan melibatkan banyak orang di dalamnya. Kondisi ini akan menyebabkan banyak perspektif
yang berbeda-beda. Seorang leader yang cakap tentu harus memiliki sikap terbuka terhadap perspektif banyak
orang, termasuk semua anggota timnya.
Keberanian
Seorang leader harus memiliki keberanian. Sebab, ia akan berhadapan dengan banyak masalah dan juga kondisi
yang sulit ditebak saat menjalankan tugasnya. Leader harus memahami dengan baik kapan harus bertindak atau
melakukan hal lainnya yang dibutuhkan dalam pekerjaannya.
Kemampuan Membuat Keputusan
Leader juga harus memiliki kemampuan yang baik dalam mengambil keputusan. Berbagai keputusan ini akan
memberikan pengaruh besar di dalam kinerja perusahaan, sehingga harus dilakukan dengan pertimbangan-
pertimbangan yang tepat sejak awal.
44.
Cara Membangun SkillLeadership
Berlatih untuk Lebih Disiplin
Sikap disiplin merupakan salah satu poin wajib yang harus dimiliki oleh seorang leader. Hal ini
akan membantu seseorang untuk tetap konsisten dan memiliki kemampuan yang baik untuk
menjalankan dan menyelesaikan berbagai tugas serta tanggung jawabnya.
Jika ingin mendisiplinkan orang lain, kamu perlu mendisiplinkan diri terlebih dahulu. Hal ini bisa
dilakukan seorang leader dengan melatih diri untuk lebih disiplin dan lebih baik lagi dari
sebelumnya. Ada banyak cara untuk melakukannya, seperti bangun pagi, olahraga teratur,
berangkat dan tiba di kantor tepat waktu, dan yang lainnya.
Menjadi Inspirasi Orang Lain (Tim)
Leader adalah panutan bagi semua anggota tim. Semua tindak tanduknya akan menjadi
perhatian semua orang. Menjadi orang yang bisa menginspirasi merupakan salah satu cara
melatih leadership. Leader harus bisa menempatkan diri di depan semua orang, termasuk ketika
harus memberi saran atau bahkan perlu untuk sekadar menjadi pendengar.
45.
Cara Membangun SkillLeadership
Teruslah Belajar
Mempelajari kondisi dan hal-hal yang terjadi di dalam perkerjaan merupakan salah satu cara
terbaik untuk kaya dalam pengalaman. Hal ini akan memberikan kemampuan yang baik dalam
mengambil keputusan, termasuk untuk menghadapi berbagai tantangan-tantangan yang
datang menghadang.
Berdayakan Seluruh Tim
Kemampuan membagi tugas juga menjadi kebutuhan tersendiri bagi seorang leader. Latih diri
dengan membiasakan untuk memberdayakan seluruh anggota tim secara maksimal. Lihat
kemampuan dan berikan kesempatan pada setiap orang untuk memberikan kontribusi terbaik
mereka dalam setiap proyek yang ditangani.
46.
Cara Membangun SkillLeadership
Kenali Diri Sendiri dengan Baik
Jangan hanya mengenali orang lain dengan baik, tetapi kenali juga diri sendiri dengan baik. Hal
ini akan memungkinkan leader memiliki kemampuan yang baik untuk mengenali setiap potensi
dirinya, termasuk dalam menggunakan potensi tersebut untuk mencapai semua tujuannya.
Berani Mengakui Kesalahan dan Terus Maju
Leader juga harus berani mengakui kesalahannya, jika sewaktu-waktu hal tersebut terjadi.
Selain itu, kemampuan untuk memperbaiki diri juga sangat dibutuhkan, agar kesalahan-
kesalahan yang dilakukan tidak menjadi penghambat kesuksesan di masa depan.
47.
Demonstrating
leadership
effectively
Mendemonstrasikan kepemimpinan yangefektif
diterapkan dan dipertahankan melalui pengaruh. Tiga
teratas yang paling sering diungkit yang digunakan untuk
menunjukkan kepemimpinan yang efektif adalah :
1. Kekuatan keahlian yang memungkinkan
para pemimpin untuk mengeksplorasi
dan merintis jalan baru bagi organisasi
perkembangan dan kemajuan,
2. Kekuatan informasi,
3. Kekuatan hubungan
48.
Demonstrating leadership effectively
Pemimpin harus menunjukkan kemampuan untuk menempatkan diri pada posisi orang lain dan
mengerti bagaimana perasaan mereka. Beragam situasi dan tanggapan dari perspektif pelanggan
yang berbeda dan berkomitmen untuk sering menemukan resolusi yang benar-benar
menguntungkan semua pihak.
Situasi tidak selalu didasarkan pada kompromi, tetapi berakar pada keyakinan bahwa kolaborasi
dan manfaat eksklusif dapat ditarik dari berbagai situasi
Memiliki percaya diri pada satu kepemimpinan dan jujur
serta cukup terbuka untuk mengatakan
hal-hal dengan cara mereka.
Pemimpin tidak boleh terlalu berkompromi atau merasa tertekan, bahwa mereka membuat
kesepakatan atas tuntutan yang tidak masuk akal. Oleh karena itu, memiliki kepercayaan diri dan
keberanian untuk berbicara secara terbuka tentang proyek dan masalah dan untuk meminta
bantuan bila diperlukan menjadi berbeda
Menjadi proaktif dan bertanggung jawab atas satu tindakan membuat perbedaan dalam suatu
organisasi.
Mendapatkan rasa hormat dan kekaguman dari berbagai pelanggan dan karyawan sangat
penting
49.
KEAHLIAN DALAM MEMBERIKANMOTIVASI
MOTIVASI KERJA
Keinginan untuk bertindak
Proses psikologis yang membangkitkan dan mengarahkan perilaku pada
pencapaian tujuan (Pimpinan perlu memahami proses psikologis ini apabila
ingin berhasil membina pekerja menuju pada penyelesaian sasaran organisasi
Sebagai proses yang menyebabkan intensitas, arah, dan usaha terus menerus
individu untuk mencapai tujuan
Perubahan Pola Organisasi dari “Perintah dan Kendali”
menjadi “Nasehat dan Persetujuan” merupakan suatu
metoda Memotivasi
50.
KEAHLIAN DALAM MEMBERIKANMOTIVASI
MEMBANGUN MOTIVASI KERJA
1. Menilai Sikap
Penting bagi Pemimpin untuk memahami sikap mereka terhadap bawahnnya, pikiran
mereka dipengaruhi oleh pengalaman mereka dan akan membentuk cara bagaimana
berperilaku terhadap semau orang yang dijumpai
Seorang Pemimpin penting untuk memahami asumsi dan prioritas, memberi
perhatian terutama pada ambisi pribadi dan organisasi, sehingga dapat memotivasi
secara efektif
Keberhasilan bukan hanya sekedar mencapai tujuan, tetapi juga membangun tim
yang kreatif dan efisien, bahakn meskipun manajer tidak ada di tempat
Metoda “ share and collaborate” mungkin lebih efektif daripada metoda “command
and control”
Pemimpin perlu memastikan bahwa anggotanya mengetahui peran dan arti penting
mereka.
51.
KEAHLIAN DALAM MEMBERIKANMOTIVASI
MEMBANGUN MOTIVASI KERJA
2. Menjadi Pemimpin yang baik
Kepemimpinan hanya satu bagian untuk menjadi “good leader” dan Pemimpin
yang baik membutuhkan pengetahuan dan ketrampilan lain yang sama
pentingnya
Seorang Pemimpin yang baik mempunyai karakteristik :
a. memiliki komitmen untuk bekerja
b. melakukan kolaborasi dengan bawahanya
c. mempercayai orang
d. loyal pada teman sekerja
e. mengindari politik praktis dalam perusahaan
52.
KEAHLIAN DALAM MEMBERIKANMOTIVASI
MEMBANGUN MOTIVASI KERJA
3. Memperbaiki Komunikasi
Komunikasi antar Pemimpin dan anggota organisasi dilakukan dengan menyediakan
informasi secara akurat dan detail secepat mungkin (informasi menyangkut apa yang
ingin diberitahukan pimpinan mauapun apa yang ingin mereka ketahui)
Alat tersebut bisa berupa pertemuan, jurnalisme internal, papan monitoring progress
report, e-mail, dan telepon
Sistem Manajemen terbuka memfasilitasi pertukaran informasi dan pandangan di
antara anggota tim, memungkinkan manajer dan bawahan bekerja bersama secara
efektif
Manajer yang motivational mendorong dan membina diskusi tentang keterlibatan
dan kontribusi bawahan lebih lanjut, yang sering menghasilkan consensus
Melibatkan bawahan dari awal akan mendorong semua anggota tim merasa bahwa
mereka dapat membuat perubahan sejak awal
53.
KEAHLIAN DALAM MEMBERIKANMOTIVASI
MEMBANGUN MOTIVASI KERJA
4. Menciptakan Budaya tidak menyalahkan
Setiap orang punya tanggung jawab harus dapat menerima kegagalan
Untuk memotivasi secara efektif diperlukan budaya “tidak menyalahkan” kesalahan
harus dikenal/diidentifikasi, dan kemudian digunakan untuk perbaikan selanjutnya
Pelajaran dari kegagalan adalah sangat berharga, dan mengambil sikap konstruktif
dan simpatik pada kegagalan akan memotivasi dan mendorong bawahan
54.
KEAHLIAN DALAM MEMBERIKANMOTIVASI
MEMBANGUN MOTIVASI KERJA
5. Memenangkan kerja sama
Komponen dasar dari lingkungan motivational adalah kerja sama, yang harus
diterapkan manajer kepada bawahannya
Penting untuk mengawasi dan mendukung tetapi tidak merusak motivasi
Dalam memberikan dukungan/reward tidak boleh mmeberikan janji yang tidak bisa
dipenuhi, lebih baik mudah dan murah tapi menjaga kerja sama
55.
KEAHLIAN DALAM MEMBERIKANMOTIVASI
MEMBANGUN MOTIVASI KERJA
6. Mendorong inisiatif
Tanda yang sangat pasti untuk motivasi tinggi adalah inisiatif
Kemampuan mengambil inisiatif tergantung pada Pengembangan dan Pemberdayaan
anggota organisasi dan lingkungan
Setiap bawahan perlu diberi dorongan untuk berinisiatif dalam menetapkan target
tinggi yang realistis
56.
KEAHLIAN DALAM MEMBERIKANMOTIVASI
MEMBANGUN MOTIVASI KERJA
1. Memberi Daya (Energize)
a. Memberikan contoh yang baik (exemplify)
b. Komunikasi (communicate)
c. Tantangan (challenge)
2. Mendorong (Encourage)
a. Pemberdayaan (empower)
b. Pelatihan kontinyu (coaching)
c. Pengakuan (recognize)
3. Mendesak (exhort)
a. Pengorbanan (sacrifice)
b. Inspirasi (inspire)
57.
Resolving
Conflict
Konflik adalah apayang Anda dapatkan ketika
dua atau lebih orang memiliki perbedaan,
nyata atau dirasakan, yang tidak terselesaikan
Resolusi konflik adalah apa kita lakukan
untuk mengidentifikasi dan mengatasi konflik
secara dewasa dan cara hormat.
Jenis Konflik
1. Kepribadian yang Suka Bertengkar
2. Kesalahpahaman
3. Masalah
4. Gaya Kepemimpinan
Memfasilitasi Kolaborasi
1. Temukanakar penyebabnya.
2. Izinkan semua pihak berbicara
Perhatian
1. Jangan biarkan emosi menguasai pihak yang terlibat.
2. Pertahankan rasa hormat, empati, dan sikap peduli terhadap semua orang.
3. Jauhi kesalahan dan tuduhan.
4. Dorong semua pihak untuk mendengarkan.
5. Identifikasi area ketidaksepakatan.
6. Identifikasi area kesepakatan.
7. Cari solusi.
8. Mencapai konsensus
60.
Metode Brainstorming
1. Tuliskansemua ide apa adanya dihasilkan.
2. Evaluasi positif dan negatifnya aspek dari setiap
gagasan.
3. Sempitkan daftar ke ide yang terbaik
menyelesaikan masalah
MAKING DECISIONS TO
SOLVEPROBLEMS
Hargai Kompleksitas yang Terlibat dalam Pengambilan
Keputusan & Pemecahan Masalah
Kembangkan bukti untuk mendukung pandangan
1. Analisis situasi dengan hati-hati
2. Membahas mata pelajaran dengan
cara yang terorganisir
3. Memprediksi konsekuensi dari
tindakan
4. Timbang alternative
5. Menghasilkan dan mengatur ide
6. Membentuk dan menerapkan
konsep
7. Merancang rencana tindakan yang
sistematis
64.
Analisa Masalah
Menganalisis masalah– menganalisis masalah melibatkan belajar sebanyak mungkin
tentangnya. Mungkin perlu untuk melihat melampaui situasi permukaan yang jelas, untuk
memperluas imajinasi Anda dan meraih pilihan yang lebih kreatif.
1. mencari perspektif lain
2. fleksibel dalam analisis Anda
3. mempertimbangkan berbagai helai dampak
4. brainstorming tentang semua kemungkinan dan implikasi
5. masalah penelitian yang informasinya kurang lengkap. Mendapatkan bantuan.
6. Merumuskan solusi yang mungkin – mengidentifikasi berbagai kemungkinan solusi.
7. mencoba untuk memikirkan semua solusi yang mungkin
8. Jadilah kreatif
9. pertimbangkan masalah serupa dan bagaimana Anda menyelesaikannya
65.
Mengevaluasi kemungkinan solusi
Pikirkan setiap solusi dan pertimbangkan bagaimana, kapan, dan di mana Anda dapat
menyelesaikannya.
Pilih solusi – pertimbangkan 3 faktor:
- kompatibilitas dengan prioritas Anda
- jumlah risiko
- kepraktisan
Kunci Pemecahan Masalah
Berpikir keras – pemecahan masalah adalah proses kognitif dan mental. Berpikir keras atau
berbicara sendiri melalui langkah-langkah pemecahan masalah berguna.
Berikan waktu untuk ide-ide untuk "menggel" atau berkonsolidasi. Jika waktu mengizinkan, beri diri
Anda waktu untuk mengembangkan solusi. Jarak dari masalah dapat memungkinkan Anda
menjernihkan pikiran dan mendapatkan perspektif baru.
Bicara tentang masalah – menjelaskan masalah kepada orang lain dan membicarakannya seringkali
dapat membuat masalah menjadi lebih jelas dan terdefinisi sehingga solusi baru akan muncul.
66.
“Jawaban Yang Benar“
bukanlah Tujuan
“Biasa atau Tidak Biasa“
tidaklah berarti
MELATIH LEADERSHIP “AKRAB DENGAN MASALAH”
Pelajari dan Tinjau Ulang
“ Bagaimana cara
berfikirnya “
1. Pertimbangkan segala situasi dengan singkat, perbaiki
pola pikir bila dibutuhkan , dan raih kesimpulan
berdasar pemikiran , sambil mendengarkan pendapat
yang lain
2. Kesimpulan yang ditarik tidak perlu harus “BENAR”
dan tidak masalah apabila berbeda dengan kesimpulan
yang sesungguhnya
1. Pengalaman sebelumnya dalam situasi yang sejenis
bukan sesuatu yang sangat berarti
2. Dan Bukan Karena tidak biasa dengan situasi yang ada
anda tidak mampu berpikir secara logis
1. Tinjau Ulang apakah sudah mengerti tiap langkah
dalam penyelesaian dan cek tingkat penertiannya
2. Tinjau ulang pemikiran dan tindakan dalam proses
kesehariannya dan berpikir apa maknanya atau
perannya di masa datang
67.
TUJUAN
Check tingkat pemahamanterhadap apa saja
yang telah dipelajari, dan meninjau ulang setiap
masalah yang belum jelas
Mengerti keterkaitan proses berfikir di dalam “
Akrab dengan Masalah dan menyelesaikannya “
Menginterprestasikan/membayangkan
bagaimana “ Metoda Pemecahan Masalah dalam
bekerja “ dapat digunakan dalam keadaan
sesungguhnya
Berfikir
DENGAN
MENGAMATI
MASALAH
68.
8 LANGKAH PEMECAHANMASALAH
Langkah 1.
Pengklarifikasian Masalah
Langkah 2.
Menguraikan Masalah
Langkah 3.
Menentukan Target
Langkah 4.
Analisa Akar Masalah
Langkah 5.
Mengembangkan Tindakan
Penanggulangan
Langkah 6.
Mengamati Tindakan Penanggulangan
Langkah 7.
Monitor Proses dan Hasil
Langkah 8.
Standarisasi
1. Klarifikasi Tujuan Akhir/Pokok dari Tanggung Jawab dan Pekerjaan
2. Klarifikasi Kondisi Ideal dari Pekerjaan
3. Gambarkan jurang pebedaan antara kondisi yang ada dan kondisi
ideal
1. Uraikan Permasalahan
2. Pilih Masalah yang hendak diselesaikan
3. Rinci Masalah Inti melalui proses konfirmasi fakta dengan mengecek
langsung
1. Komitmen Melaksanakan untuk mencapai Tujuan
2. Tentukan Tujuan yang terukur, nyata/kongkrit dan menantang
1. Pertimbangkan sebanyak mungkin Penyebab tanpa Pra-Penilaian
/Konsep
2. Berdasarkan Fakta yang dikumpulkan secara “Genchi, Genbutsu,
Genjitsu” dan selalu mempertanyakan “ Mengapa / Kenapa ? “
3. Rinci Akar Permasalahan
1. Kembangkan Tindakan Penanggulangan sebanyak mungkin
2. Persempit Tindakan Penanggulangan potensial yang praktis dan
efektif
3. Bangun Kesepakatan/Konsensus dengan seluruh anggota yang
terlibat
4. Buat Rencana Kerja yang jelas
1. Laksanakan Tindakan Penanggulangan secara cepat dan secara
tim/kelompok
2. Berbagi Informasi mengenai kelanjutan dengan cara laporan,
informasi, konsultasi dan komunikasi
3. Tidak Menyerah , dan segera lakukan tindakan selanjutnya
1. Evaluasi Keseluruhan Hasil dan Proses, dan berbagi informasi dengan
seluruh anggota
2. Evaluasi dari ketiga sudut : Customer, Perusahaan dan Diri Sendiri
3. Mengerti Faktor-faktor dibelakang kesuksesan atau Kegagalan
1. Standarisasi Struktur dari Proses yang berhasil
2. Bagikan Metoda Pelaksanaan yang baru melalui Yokoten
3. Mulai Langkah Awal untuk Kaizen / Perbaikan selanjutnya
69.
Langkah
1.
KLARIFIKASI MASALAH
Kita harusselalu menggali permasalahan yang ada, Masalah hanya akan
muncul bilamana kita membandingkan kondisi ideal dan kondisi yang ada
Kita harus selalu memvisualisasikan atau menggambarkan kondisi ideal
bersamaan dengan sisa ketidak puasan kondisi saat ini, dan juga harus
mengerti mengapa terjadi perbedaan antara kondisi sekarang dan yang
ideal dalam tujuan mencari masalah yang sebenarnya
Membuat Masalah yang tidak nampak menjadi
Jelas
TUJUAN UTAMA
Kondisi Ideal
Kondisi Sekarang
GAP
Masalah
Visualisasikan
Apakah
secara
nyata
Saya
turut
menyumbsng
tujuan
utama
?
Apakah
Kondisi
idealnya
?
70.
ADA 2 JENISMASALAH
Kondisi Ideal
Kondisi Sekarang
Kondisi
Normal
Kondisi Standar
saat ini
GAP
GAP
“Penataan” Jenis-jenis
Masalah
Tetapkan Target baru ,
ciptakan perbedaan
atas Tujuan
“Peristiwa” Jenis Masalah
Perbedaan berkembang
antara standar saat ini dan
situasi saat ini
71.
Menguraikan dan MengklarifikasikanMasalah
Point utama adalah Menguraikan Masalah kedalam “ Siapa,
Kapan, Dimana, Mengapa, Bagaimana,…. Untuk
mengklarifikasikan pengetahuan kita tentang masalah itu
sendiri
Lebih mudah berbagi dengan anggota lain yang
terlibat dalam mengklarifikasikan pengetahuan
masalah
Bagaimana Kalau Tidak ?
Memperhitungkan “ Kondisi
Ideal” dan “ Kondisi Sekarang”
lebih kongkrit dan
mengklarifikasikan perbedaan
diantaranya
1. Menggunakan kata-kata yang mirip
membuat orang bisa berbeda pandangan
dan arti
2. Tanpa tambahan waktu dan tenaga diskusi
yang produktif tidak akan dapat tercapai
3. Kebijakan Pengetahuan dan Kemampuan
dalam organisasi tidak dapat dimanfaatkan
sepenuhnya
Masalah dapat diidentifikasidengan berbagai macam
cara
Terpenting adalah bukan “ Apa Pemecahan yang benar dari
Masalah Tersebut “ tetapi lebih kearah :
1. Mengerti secara jelas “ Kondisi Ideal” dan mengklarifikasikan
“Apa Masalahnya ?” dengan membandingkan “Kondisi
sekarang”
2. Berfikir secara khusus tentang “ Siapa, Kapan, Apa, Sejauh
Apa, Bagaimana” dan periksa perbedaan (GAP)
Hal Penting adalah Jelas mengerti
dan menyetujui “KONDISI IDEAL”
74.
Hal Khusus Pentingadalah membayangkan “Kondisi Ideal” untuk
seseorang atau siapapun yang ingin kita berikan nilai tambah,
kemudian berfikir tentang masalah dari sudut pandang orang
tersebut
KITA mampu mengklarifikasikan “Kondisi Ideal” secara kongkrit
untuk Pengguna Jasanya daripada Pengguna Jasa itu sendiri
Dalam melakukan kegiatannya , KITA harus mampu
menciptakan mekanisme kerja dalam membantu
mengembangkan usaha pelanggan dan menerima kompensasi
dari jasa yang kita berikan
Dalam berkompetisi secara efektif , KITA harus dapat
mempertimbangkan “Kondisi Ideal” untuk Pelanggan se”khusus
mungkin”
75.
Langkah 2. MENGURAIKANMASALAH
Uraikan Masalah Besar atau samar-samar , dan pilah menjadi lebih kecil dan lebih kongkrit
Membuat prioritas dari masalah terkecil, dan mengerti tentang akibat nya dengan cara
mengumpulkan informasi/data secara kualitatif dan kuntitatif berdasarkan kondisi nyata di lapangan
dan proses yang terlibat dengan melihat, mengamati dan merasakan secara langsung dilapangan
Masalah
MASALAH BESAR/SAMAR
Masalah
Masalah Masalah
Masalah Masalah Masalah
Masalah
Masalah Masalah
Uraikan
Apa? Dimana? Kapan? Siapa
?
Uraikan
Tentukan
Prioritas
Titik
Penyebab
Konfirmasi Fakta
dengan
mengecek
langsung proses
(Genchi,
Genbutsu,Genjitsu)
76.
ALUR DARI LANGKAH1 KE LANGKAH 2
Langkah 1.
Klarifikasi Masalah
Langkah 2.
Mengurai Masalah
Kondisi
Ideal
Kondisi
Sekarang
GAP=MASALAH
MASALAH
MASALAH
MASALAH
MASALAH
MASALAH
PRIORITAS
MASALAH
MASALAH
MASALAH
Check dengan metoda tinjau praktek langsung di
lapangan
77.
Langkah 3. MENENTUKANTARGET
Tentukan Tujuan/Target yang menantang ketika hendak mencoba
memecahkan masalah, tidak hanya kata “mendekati target” , tetapi
juga pengalaman serta kepuasan yang diraih, sebaik kita
meningkatkan keahlian dan ketrampilan diri sendiri
Dalam mengejar target menengah atau jangka panjang, tentukan
pula target jangka pendek
DENGAN SEMANGAT DAN KOMITMEN
TENTUKAN TARGET MENANTANG TETAPI DENGAN PETUNJUK YANG
REALISTIS UNTUK DAPAT MENGUKUR HASIL
TARGET
By Who ?
How Much ?
By When ?
Jumlahnya cukup?
Detailnya cukup ?
Tantangannya cukup ?
Masalah di PROSES
78.
ALUR DARI LANGKAH1 KE LANGKAH 3
Langkah 1.
Klarifikasi Masalah
Langkah 2.
Mengurai
Masalah
Kondisi
Ideal
Kondisi
Sekarang
GAP=MASALAH
MASALAH
MASALAH
MASALAH
MASALAH
MASALAH
PRIORITAS
MASALAH
MASALAH
MASALAH
Check dengan metoda tinjau dan praktek
langsung dilapangan
Langkah 3.
Menentukan
Target
Target
79.
DAFTAR PENGECEKAN UNTUK“ TARGET YANG BAIK”
Apakah Target Menunjukkan kata-kata dari sesuatu yang akan dilakukan ?
a. Apakah menyatakan sesuatu yang bisa diukur (pencapaian atau hasil) ?
b. Apakah semua orang mengerti hal yang sama ?
Apakah Target berhubungan dengan masalah ?
Apakah Targetnya kongkrit/nyata
c. Apakah menyatakan apa yang akan dilakukan , sejauh mana dan bagaimana ?
d. Apakah batasan waktunya jelas ?
Penting sekali mengikut sertakan pemilik masalah dan tanggung jawab dalam
Penanggulangannya
Walaupun Hasil Pekerjaan Administrasi sulit diukur secara kuantitatif , tetapi bisa juga
diukur dari hasil berkurangnya masalah
Ketika menggambarkan target, Tuliskan semua target dengan jelas didalam form output/hasil,
termasuk “kapan” dan sejauh mana
“ TAMPILKAN KAPAN DAN SEJAUH MANA MASALAH
TERSEBUT DISELESAIKAN “
80.
Langkah
4.
ANALISA AKAR MASALAH
Terusbertanya “ Mengapa ?” untuk membongkar Akar penyebab
Masalah
Sangat penting untuk memburu akar masalah dengan hanya
mendasarkan atas bukti nyata, tanpa asumsi atau pembahasan
DALAM MENGKLARIFIKASIKAN AKAR MASALAH
BENAR-BENAR MENGINVESTIGASI PROSES YANG TERLIBAT
MASALAH Mengapa ?
Berspekulasi
Sekitar masalah
Sebab Sebab Sebab Sebab
Sebab
Berhenti berkata
“Mengapa ?” ketika
mendapatkan
hubungan sebab
akibat yang tidak
masuk akal berdasar
hipotesa secara fakta
Sebab
Sebab Sebab
Sebab
Akar
Masalah
Terus Mengapa ?
Berulang-ulang
Tindakan
Penanggulangan
Apakah
hasil
yang
berkelanjutan
dipantau
?
81.
Waktu adalah sesuatuyang paling berharga dalam Jasa Pelayanan, dibutuhkan Tindakan
Perencanaan yang cepat
Mungkin Lebih baik mengembangkan tindakan Penanggulangan secepat mungkin ketika
mempersempit masalah dalam Langkah 2 dan tentukan Target dalam Langkah 3
MENGAPA MEMIKIRKAN AKAR MASALAH SANGAT DIPERLUKAN ?
Dalam Usaha Jasa Pelayanan , Ini penting untuk “Mendapatkan proses business baru dari dasar
dengan pancapaian stabilitas sasaran dan alur informasi atau proses” sehingga bisa diketahui
apakah kita dapat mencapainya secara otomastis , sebelum memutuskan untuk berinvestasi
waktu, uang ataupun sumber daya lain
PENTING UNTUK MENGEMBANGKAN Penanggulangan MENGGUNAKAN
KEMAMPUAN DASAR YANG PERMANEN , SEBAGAI LAWAN DARI AD HOC
DALAM TUJUAN MEMBANGUN KETERTIBAN DAN KESTABILAN ALUR SASARAN
DAN INFORMASI
Berfikir Sebab, tanpa Konsep Pendahuluan
Terus berfikir “mengapa?” , berdasar fakta melalui genchi genbutsu,
bayangkan keadaan lingkungan yang dapat mengantar ke arah
penyebab
Identifikasi Akar Masalah
82.
1. Ketika mempertimbangkankemungkinan penyebab secara luas dan panjang lebar,
segera persempit dengan mempertimbangkan fakta yang ada
- Bagaimana berfikir meluaskan penyebab potensial dengan
menggambarkan
perbedaan situasi yang ada
- Dalam mendapatkan fakta , uji diarea secara dekat, rasakan
pengalaman-
nya, investigasi data dan dengarkan dari semua yang terlibat
2. Dengan mengulang-ulang “ Perluas dan persempit” proses , berulang kali
membuat tingkat analisa dari “Mengapa ?” menjadi lebih dalam
3. Tidak pernah meng “ya” kan akar masalah di simpulkan dengan sangat mudah
sebagai “ KESALAHAN MANUSIA “ seperti attitude/sifat atau motivasi
RINGKASAN
Identifikasi Penyebab dasar / akar masalah akan
mengantarkan ke arah Penanggulangan yang
permanen
83.
ALUR DARI LANGKAH1 KE LANGKAH 4
Langkah 1.
Klarifikasi Masalah
Langkah 2.
Mengurai
Masalah
Kondisi
Ideal
Kondisi
Sekara
ng
GAP=MASALAH
MASALAH
MASALAH
MASALAH
MASALAH
MASALAH
PRIORITAS
MASALAH
MASALAH
MASALAH
Check dengan metoda tinjau dan praktek
langsung di lapangan
Langkah 3.
Menentukan
Target
Target
Langkah 4.
Analisa Akar
Masalah
PENYEBAB
PENYEBAB
PENYEBAB
PENYEBAB
AKAR
MASALAH
84.
Langkah 5. MENGEMBANGKANTINDAKAN PENANGGULANGAN
Mengajukan tindakan Penanggulangan jangan pernah dibatasi oleh konsep
pendahuluan atau kondisi saat ini. Sangat Penting untuk tidak pernah menyerah dalam
berusaha menyelesaikan masalah walaupun hal itu sangat sulit. Kita harus terus
mencari ide-ide kreatif dan informasi yang berguna dari sisi manapun baik di dalam
ataupun diluar Perusahaan .
Ketika memutuskan Perencanaan Tindakan , harus simpan di fikiran kita mengenai
akibat/efek dan resiko yang potensial terhadap sumber daya yang terlibat. Sangat
Penting untuk mengkomunikasikan dan membangun konsensus/kesepakatan dengan
seluruh orang atau departemen yang berhubungan ketika merancang Tindakan
Penanggulangan
PERTIMBANGKAN SECARA LUAS SELURUH HAL YANG DIPERTARUHKAN DAN RESIKONYA
KEMBANGKAN TINDAKAN PENANGGULANGAN DENGAN NILAI TAMBAH YANG TERTINGGI
Akar
Masalah
Tindakan Penanggulangan
Tindakan Penanggulangan
Tindakan Penanggulangan
Tindakan Penanggulangan
Tindakan Penanggulangan
Tindakan Penanggulangan
Resiko
yang
terlibat
?
Siapa
yang
terlibat?
Bingkai Prasangka
Bingkai Tanggung
Jawab
85.
KUNCINYA ADALAH MEMBAYANGKANSEREALISTIS
MUNGKIN “ KAPAN, DIMANA, KEPADA SIAPA, DAN APA” DARI
TINDAKAN PENANGGULANGAN TERSEBUT
EFEK/AKIBAT
Apakah mungkin mengurangi akar penyebab
masalah ?
Apakah mungkin mencapai target/tujuan ?
BIAYA/Biaya
Tenaga Kerja
Berapa Lama dan berapa besar biaya yang dibutuhkan
?
Berapa Tenaga Kerja yang dibutuhkan ?
Resiko
Resiko apa yang ada ketika memulai tindakan
penangulangan?
Resiko apa yang ada ketika melaksanakan dan
membakukan tindakan pencegahan ?
Kesesuian Apakah sesuai dengan kaidah hukum , adat budaya,
ataupun etika perusahaan ?
Persempit Tindakan Penanggulangan dengan menggunakan kata-kata kunci diatas
86.
KEMBANGKAN SEBANYAK MUNGKINUSULAN TINDAKAN PENANGGULANGAN
1. Pikirkan Usulan-usulan Tindakan Penanggulangan
2. Organisasikan usulan-usulan Tindakan Penanggulangan
3. Tinjau Ulang Usulan-usulan tersebut untuk ketelitian dan
redundansi/kelebihannya, dan buat manjadi kongkrit
PERSEMPIT TINDAKAN PENANGGULANGAN DENGAN MENDASARKAN ATAS NILAI TAMBAH
1. Seluruh yang terlibat mengerti
2. Mempersempit usulan-usulan
3. Pilih Tindakan Penanggulangan yang akan dilaksanakan
BANGUN KONSENSUS DENGAN ANGGOTA YANG LAIN
BUAT RENCANA KEGIATAN YANG JELAS DAN TERINCI
87.
KEMBANGKAN RENCANA KEGIATANYANG KONGKRIT
Siapa ?
Apa ?
Kapan ?
Bagaimana ?
Mengapa ?
Dimana ?
Berapa ?
KLARIFIKASIKAN KATA-KATA DIATAS DAN MASUKKAN DALAM RENCANA KERJA SERTA
BAGIKAN DENGAN SELURUH ANGGOTA YANG TERLIBAT
88.
Langkah 6. MENGAMATITINDAKAN PENANGGULANGAN
Kecepatan Kerja adalah sesuatu yang penting. Bagaimanapun kadang-kadang kita
menghadapi atau berjalan membentur suatu hambatan atau hal yang tak terduga
dalam melaksanakan prosesnya , tetapi kita tidak boleh menyerah dan terus berusaha
keras melangkah maju dalam mengimplementasikannya
Dengan seluruh anggota terlibat, kita dapat melaksanakan tindakan penanggulangan
dengan kecepatan dan koordinasi yang mulus
Ketika melaksanakan tindakan penanggulangan , ingat untuk selalu berbagi dengan
yang lain secara informasi, laporan dan konsultasi dengan atasan dan rekanan
KECEPATAN DAN KOORDINASI
YANG MULUS
Hambatan
TINDAKAN
Ketepatan
Pengecekan
GIGIH DAN YAKIN
89.
GIGIH DAN YAKIN/ TIDAK PERNAH MENYERAH
SEMANGAT TIDAK PERNAH MENYERAH
Dengan memiliki semangat yang kuat,
tidak menyerah sampai akhir, dan
dengan gairah kerja kita akan mampu
mencapai target
KEKUATAN TEAM
Kita bangun hubungan yang saling mempercayai , yang
mengutamakan komunikasi/dialog, berbagi dengan bijaksana,
bertingkah dengan simpatik dan bekerja sama
Dengan mengkombinasikan tanggung jawab dan fleksibilitas kita
akan mempu menciptakan lingkungan yang positif untuk semua
orang
90.
Tidak ada satupunpekerjaan dilaksanakan secara mulus seperti
yang dipikirkan
Seseorang akan mendapatkan kepuasan tertinggi ketika men –
capai target dengan susah payah
Ketika seseorang tidak mendapatkan pengalaman dari kepua-
san tertinggi , individu ataupun organisasi tersebut tidak akan
tumbuh/dewasa
APA YANG AKAN DILAKUKAN DAN BAGAIMANA BILA
SESEORANG MENGHADAPI KESULITAN ?
91.
Langkah 7. MONITORPROSES DAN HASIL
Sasaran dievaluasi dari dua sisi PROSES dan HASIL. Ini penting untuk melihat lebih
dalam apakah keberhasilan ini telah membuat kontribusi yang nyata dan solid , tidak
hanya untuk Pengguna Jasa tetapi juga untuk Perusahaan dan Diri Sendiri
Apakah itu berhasil atau gagal , yang paling penting adalah kita belajar dari
Pengetahuan dan Wawasan yang berguna dari seluruh Pengalaman yang ada
Dalam Hal Target , bagaimana hasilnya ?
Apa
Prosesnya ?
Apa
hasilnya ?
Evaluasi Proses dan Hasil serta belajar dari
keduanya
Sudut Pandang
Pelanggan Jasa
Sudut Pandang
Perusahaan
Sudut Pandang
Diri Sendiri
Evaluasi Evaluasi Evaluasi
92.
APA YANG DIEVALUASI?
EVALUASI HASIL Evaluasi hasil dari suatu tindakan/kegiatan, bandingkan dengan target
Apa target sesungguhnya ?
Seksi apa yang mencapai target ?
Dan yang tidak mencapai target ?
Berapa banyak mereka gagal mencapai target ?
EVALUASI
PROSES
Evaluasi apa yang salah dari proses ?
Bagaimana kita mencegah agar tidak terjadi lagi?
Bagaimana mengulang sesuatu yang bagus ?
Apakah ada pola fikir yang dapat digunakan dimasa datang untuk kasus yang lain ?
Dari yang didapat, apakah ditemukan sesuatu saran untuk metoda pemikiran yang
baru
Apa yang buruk/tidak terlalu
baik ?
Apa yang baik ?
Apa yang didapat, dan apa
yang menjadi perhatian ?
93.
KETIKA MENGEVALUASI HASILDAN PROSES, EVALUASI JUGA POLA PIKIR DIBELAKANG NYA
Tinjau Ulang Alasan dan Kondisi
Emosi dibalik tindakan
Evaluasi Pola Fikir dengan
Organisasi sebagai checkpoin
Pertimbangkan seluruh kegiatan
usaha didalam peninjauan ulang
-Mengapa mengambil tindakan tersebut ?
-Apakah ada pendapat lain ?
-Apa pola pikir yang diperlukan untuk tindakan tersebut
-Elemen pola pikir yang mana dapat digunakan agar tindakan dapat diterima
-Bagaimana tindakan dapat dievaluasikan dari sudut pandang pola pikir
-Apakah anda mengatasi masalah dengan sudut pandang yang lebih luas dan ide
yang dapat meningkatkan nilai kegiatan Perusahaan kita ?
Kesadaran untuk apa yang akan
dievaluasi
Pikirkan dari sudut pandang mana
kita akan mengevaluasi
Peduli atas pencapaian Evaluasi
-Evaluasi Hasil apakah mencapai target ?
-Evaluasi Keuntungan dan Kerugian selama proses
-Menggabungkan apa yang baik dan apa yang didapat sebagai pencerminan
dari masalah tersebut
-Dapatkan masalah baru yang muncul dan saran penyelesaian masalah mela-
lui evaluasi
-Selalu menjaga “ Tindakan Selanjutnya “ dalam pikiran
-Tindakan Selanjutnya adalah “Plan-Do-Check-Action”, PDCA baru, Stan-
darisasi , dan Pengembangan
94.
Langkah 8. STANDARISASIPROSES YANG BERHASIL
P
Plan
D
Do
C
Check
1. Menghapus target-target yang tidak realistis
2. Mengembangkan kondisi ideal dalam tujuan
meng-
atasi semua masalah
3. Membuat semua orang dapat melakukan hal yang
sama
4.Mengaplikasikan standar yang sama untuk
Departement
atau organisasi yang lain
Tindakan selanjutnya dalam Evaluasi
Berbagi informasi tentang Proses Standar dengan Karyawan atau Departemen lain , yang
mana akan mengarahkan kita pada pengembangan organisasi di masa datang
Tetapkan Proses yang berhasil sebagai pola atau metoda yang baru. Standarisasikan hal
tersebut sehingga orang atau departemen lain bisa mencapai kesuksesan yang sama
95.
Tetapkan Proses yangberhasil sebagai preseden/pola dan
lanjutkan untuk meningkatkan kesuksesan standar proses
Pelaksanaan
Standarisasi
Sukses
Gagal
Standarisasi
Standarisasi
Ideal Situation
Tanggung Jawab
dan Tugas Pribadi
Perusahaan
Keseluruhan
Ulangi terus PDCA sampai tercapai
kesuksesan kemudian standarisasi
Perbaikan dan
Pengembangan
Sharing dan
Pengembangan
Sharing dan
Pengembangan
96.
Saran untuk langkah
selanjutnya
1.Kurangi atau hapus target yang tidak
masuk akal ( Re-PDCA )
2. Kembangkan Situasi Ideal dalam
tujuan menangani masalah
selanjutnya ( New PDCA )
3. Membuat semua orang melakukan
hal yang sama
4. Mengaplikasikan standar yang sama
ke Departemen/Group yang lain
Periksa apa yang tidak bisa dilakukan
apabila targetnya tidak masuk akal
Tangani Masalah selanjutnya ( contoh :
meningkatkan mutu jasa untuk
mendapatkan keuntungan lebih )
Buat Standar dan Peraturan yang
membuat semua orang melaksanakannya
Berbagi Informasi mengenai standar
dengan departemen lain yang memiliki
permasalahan yang sama
97.
UBAH “ KEKUATANINDIVIDU” MENJADI “ KEKUATAN ORGANISASI”
- KEMAMPUAN SESEORANG ADA BATASNYA, LAGIPULA , MANUSIA MEMILIKI
SESUATU YANG PALING DISUKAI
- UNTUK MELAMPAUI BATAS – BATAS INI, STANDARISASI DAN
PENGEMBANGAN PENGETAHUAN YANG SANGAT BAGUS MENUNTUN KITA UNTUK
DAPAT MENGUBAH KATA “ APA YANG SESEORANG BISA LAKUKAN “ MENJADI “ APA
YANG SEMUA ORANG BISA LAKUKAN”
- EVALUASI HASIL DAN SEBARKAN HAL-HAL TERSEBUT SECARA LINTAS
DEPARTEMEN SEBAGAI TENAGA PENGENDALI UNTUK MENCIPTAKAN GAGASAN-
GAGASAN YANG LAYAK DAN MEMBANTU PENGEMBANGAN USAHA
98.
PSDM basic tools
Dikenal sebagai 7 tools, yang biasanya dipakai
dalam Problem Solving Decission Making (PSDM).
7 Tool itu antara lain:
1. Pareto diagram
2. Fish bone Diagram
3. Check Sheet
4. Scatter Diagram
5. Time Run Chart
6. Histogram
7. Control Chart (UCL-HCL)
99.
1. Fishbone Diagram
Fishbone diagram (diagram tulang ikan) sering disebut juga diagram Ishikawa atau cause– and–effect
diagram (diagram sebab-akibat).
Fishbone diagram adalah alat untuk mengidentifikasi berbagai sebab potensial dari satu efek atau
masalah, dan menganalisis masalah tersebut melalui sesi brainstorming.
Masalah akan dipecah menjadi sejumlah kategori yang berkaitan, mencakup manusia, material, mesin,
prosedur, kebijakan, dan sebagainya. Setiap kategori mempunyai sebab-sebab yang perlu diuraikan
melalui sesi brainstorming.
Fishbone diagram digunakan ketika kita ingin mengidentifikasi kemungkinan penyebab masalah dan
terutama ketika sebuah team cenderung jatuh berpikir pada rutinitas
Suatu tindakan dan langkah improvement akan lebih mudah dilakukan jika masalah dan akar penyebab
masalah sudah ditemukan.
Manfaat fishbone diagram ini dapat menolong kita untuk menemukan akar penyebab masalah secara user
friendly, tools yang user friendly disukai orang-orang di industri manufaktur di mana proses di sana
terkenal memiliki banyak ragam variabel yang berpotensi menyebabkan munculnya permasalahan
Fishbone diagram akan mengidentifikasi berbagai sebab potensial dari satu efek atau masalah, dan
menganalisis masalah tersebut melalui sesi brainstorming.
Masalah akan dipecah menjadi sejumlah kategori yang berkaitan, mencakup manusia, material, mesin,
prosedur, kebijakan, dan sebagainya. Setiap kategori mempunyai sebab-sebab yang perlu diuraikan
melalui sesi brainstorming.
100.
Langkah menerapkan Fishbonediagram :
Menyiapkan sesi sebab-akibat
1. Mengidentifikasi akibat
2. Mengidentifikasi berbagai kategori
3. Menemukan sebab-sebab potensial dengan cara sumbang saran
4. Mengkaji kembali setiap kategori sebab utama
5. Mencapai kesepakatan atas sebab-sebab yang paling mungkin
Penggunaan diagram tulang ikan ini ternyata memiliki manfaat yang lain yaitu
bermanfaat
1. sebagai perangkat proses belajar diri, pedoman untuk diskusi, pencarian
penyebab permasalahan, pengumpulan data, penentuan taraf teknologi,
penggunaan dalam berbagai hal dan penanganan yang kompleks.
2. Dapat menggunakan kondisi yang sesungguhnya untuk tujuan perbaikan
kualitas produk atau jasa, lebih efisien dalam penggunaan sumber daya,
dan dapat mengurangi biaya
3. Dapat mengurangi dan menghilangkan kondisi yang menyebabkan
ketidaksesuaian produk atau jasa dan keluhan pelanggan
4. Dapat membuat suatu standardisasi operasi yang ada maupun yang
direncanakan
5. Dapat memberikan pendidikan dan pelatihan bagi karyawan dalam kegiatan
pembuatan keputusan dan melakukan tindakan perbaikan
101.
2. Check sheet(lembar pemeriksaan)
Adalah lembar yang dirancang sederhana berisi daftar hal-hal yang perlukan untuk tujuan perekaman data
sehingga pengguna dapat mengumpulkan data dengan mudah, sistematis, dan teratur pada saat data itu
muncul di lokasi kejadian.
Data dalam check sheet baik berbentuk data kuantitatif maupun kualitatif dapat dianalisis secara cepat
(langsung) atau menjadi masukan data untuk peralatan kualitas lain, misal untuk masukan data Pareto chart.
Mempunyai cara yang terstruktur untuk mengumpulkan data sebagai bahan untuk menilai proses atau
sebagai masukan untuk analisis lain.
Check sheet dapat didefiniskan sebagai lembar yang dirancang sederhana berisi daftar hal-hal yang perlukan
untuk tujuan perekaman data sehingga pengguna dapat mengumpulkan data dengan mudah, sistematis, dan
teratur pada saat data itu muncul di lokasi kejadian.
Data dalam check sheet baik berbentuk data kuantitatif maupun kualitatif dapat dianalisis secara cepat
(langsung) atau menjadi masukan data untuk peralatan kualitas lain, misal untuk masukan data Pareto chart.
Kapan kita menggunakan check sheet adalah sebagai berikut:
1. Ketika data dapat diamati dan dikumpulkan berulang kali oleh orang yang sama atau di lokasi yang sama.
2. Ketika mengumpulkan data mengenai frekuensi atau pola kejadian, masalah, cacat, lokasi cacat, penyebab
cacat, dan sebagainya.
3. Ketika mengumpulkan data proses produksi.
102.
Prosedur check sheetadalah sebagai berikut:
1. Menentukan kejadian atau permasalahan apa yang akan diamati, kemudian
kembangkan definisi operasional.
2. Menentukan kapan data akan dikumpulkan dan berapa lama.
3. Merancang form isi sedemikian rupa sehingga data dapat direkam dengan
hanya memberikan tanda cek (V) atau tanda silang (X) atau simbol serupa
sehingga data tidak perlu diperbanyak ulang untuk analisis.
4. Memberikan tiket setiap daerah kosong pada form.
5. Menguji check sheet secara singkat untuk memastikan ketepatan check sheet
dalam mengumpulkan data yang diinginkan, juga memastikan apakah check
sheet mudah digunakan atau tidak?
6. Merekam data pada check sheet setiap kali ditemukan kejadian atau masalah
yang ditargetkan
Check Sheet memiliki fungsi sebagai berikut:
7. Pemeriksaan distribusi proses produksi (production process distribution checks)
8. Pemeriksaan item cacat (defective item checks)
9. Pemeriksaan lokasi cacat (defective location checks)
10. Pemeriksaan penyebab cacat (defective cause checks)
11. Pemeriksaan konfirmasi pemeriksaan (check-up confirmation checks)
103.
3. Control Chart
Control chart atau peta kendali adalah peta yang digunakan untuk
mempelajari bagaimana proses perubahan dari waktu ke waktu.
Data di-plot dalam urutan waktu. Control chart selalu terdiri dari tiga
garis horisontal, yaitu:
- Garis pusat (center line), garis yang menunjukkan nilai tengah (mean)
atau nilai rata-rata dari karakteristik kualitas yang di-plot-kan pada peta
kendali.
- Upper control limit (UCL), garis di atas garis pusat yang menunjukkan
batas kendali atas.
- Lower control limit (LCL), garis di bawah garis pusat yang menunjukkan
batas kendali bawah.
- Garis-garis tersebut ditentukan dari data historis, terkadang besarnya
UCL dan LCL ditentukan oleh confidence interval dari kurva normal.
- Dengan control chart, kita dapat menarik kesimpulan tentang apakah
variasi proses konsisten (dalam batas kendali) atau tidak dapat diprediksi
(di luar batas kendali karena dipengaruhi oleh special cause of variation,
yaitu variasi yang terjadi karena faktor dari luar sistem).
104.
4. Histogram
Histogramadalah alat seperti diagram batang (bars graph) yang digunakan untuk menunjukkan distribusi
frekuensi. Sebuah distribusi frekuensi menunjukkan seberapa sering setiap nilai yang berbeda dalam satu set
data terjadi.
Data dalam histogram dibagi-bagi ke dalam kelas-kelas, nilai pengamatan dari tiap kelas ditunjukkan pada
sumbu X.
Teori mengatakan bahwa distribusi yang normal, yaitu yang kebanyakan datanya mendekati nilai rata-rata
akan ditunjukan oleh histrogram yang berbentuk lonceng, seperti contoh gambar di bawah ini. Tapi jika
histogram serong ke kiri atau ke kanan berarti kebanyakan data berkumpul dekat batas toleransi suatu
pengukuran sehingga ada kemungkinan data tidak normal (ada masalah ketika pengukuran, atau bahkan ada
masalah dalam proses). Untuk memastikan data normal atau tidak sebaiknya menggunakan metode uji
kenormalan data, seperti Kolmogorov-Smirnov test atau Anderson-Darling normality test.
Apa yang dilakukan histogram:
- Menunjukkan data dalam jumlah besar yang susah diinterpretasikan dalam bentuk tabular
- Menampilkan frekuensi relatif terhadap kejadian berbagai nilai data
- Menunjukkan pemusatan, variasi dan bentuk data
- Menggambarkan secara cepat distribusi data
- Menyediakan informasi yang berguna untuk memprediksi performa masa depan dari suatu proses
- Membantu mengindikasi jika ada terjadi perubahan dalam proses
- Membantu menjawab pertanyaan 'apakah proses mampu memenuhi persyaratan ?
105.
Histogram Langkah menyusunhistogram:
1. Menentukan batas-batas observasi, misalnya
perbedaan antara nilai terbesar dan terkecil
2. Memilih kelas-kelas atau sel-sel. Biasanya, dalam
menentukan banyaknya kelas, apabila n menunjukkan
banyaknya data, maka banyaknya kelas ditunjukkan
dengan n.
√
3. Menentukan lebar kelas-kelas tersebut. Biasanya,
semua kelas mempunyai lebar yang sama. Lebar kelas
ditentukan dengan membagi range dengan banyaknya
kelas.
4. Menentukan Batas-Batas kelas. Tentukan banyaknya
observasi pada masing-masing kelas dan yakinkan
bahwa kelas-kelas tersebut tidak saling tumpang tindih.
5. Menggambar frekuensi histogram dan menyusun
diagram batangnya.
106.
5. Pareto Chart
Pareto chart (bagan pareto) adalah bagan yang berisikan diagram batang (bars graph) dan diagram garis
(line graph); diagram batang memperlihatkan klasifikasi dan nilai data, sedangkan diagram garis mewakili
total data kumulatif.
Klasifikasi data diurutkan dari kiri ke kanan menurut urutan ranking tertinggi hingga terendah. Ranking
tertinggi merupakan masalah prioritas atau masalah yang terpenting untuk segera diselesaikan,
sedangkan ranking terendah merupakan masalah yang tidak harus segera diselesaikan.
Prinsip pareto chart sesuai dengan hukum Pareto yang menyatakan bahwa sebuah grup selalu memiliki
persentase terkecil (20%) yang bernilai atau memiliki dampak terbesar (80%). Pareto chart mengidentifikasi
20% penyebab masalah vital untuk mewujudkan 80% improvement secara keseluruhan. Gambar di bawah
ini menunjukkan contoh pareto chart.
Kegunaan diagram pareto
1. Membantu suatu tim untuk terpusat pada penyebab yang akan mengharilkan dampak terbesar jika
diselesaikan
2. Menampilkan kepentingan relatif dari problem dalam format visual yang sederhana dan dapat
diinterpretasi dengan cepat.
3. Membantu mencegah 'mengalihkan permasalahan' di mana 'solusi' menghilangkan beberapa penyebab
namun memperburuk yang lain
4. Kemajuan diukur dalam format yang sangat terlihat yang menyediakan insentif untuk mendorong lebih
107.
Langkah-langkah menyusun diagrampareto
1. Menentukan metode atau arti dari pengklasifikasian
data, misalnya ber
dasarkan masalah, penyebab jenis
ketidaksesuaian, dan sebagainya
2. Menentukan satuan yang digunakan untuk membuat
urutan karakteristik‑karakteristik tersebut, misalnya
rupiah, frekuensi, unit, dan sebagainya
3. Mengumpulkan data sesuai dengan interval waktu yang
telah ditentukan.
4. Merangkum data dan membuat ranking kategori data
tersebut dari yaang terbesar hingga yang terkecil.
5. Menghitung frekuensi kumulatif atau persentase
kumulatif yang diguna
kan.
6. Menggambar diagram batang, menunjukkan tingkat
kepentingan relatif masing-masing masalah.
Mengidentifikasi beberapa hal yang penting untuk
mendapat perhatian.
108.
6. Scatter Diagram
Scatter diagram (diagram pencar) adalah grafik yang menampilkan sepasang data
numerik pada sistem koordinat Cartesian, dengan satu variabel pada masing-
masing sumbu, untuk melihat hubungan dari kedua variabel tersebut.
Jika kedua variabel tersebut berkorelasi, titik-titik koordinat akan jatuh di sepanjang
garis atau kurva. Semakin baik korelasi, semakin ketat titik-titik tersebut mendekati
garis.
Kapan menggunakan scatter diagram :
- Ketika memiliki pasangan data numerik
- Ketika variabel terikat mungkin memiliki beberapa nilai untuk setiap nilai variabel
bebas
- Ketika ingin menetpakan apakah kedua variabel berhubungan, semisal
- Mencoba mengidentifikasi kemungkinan penyebab utama masalah
- Setelah brainstorm sebab-akibat dengan diagram tulang ikan, untuk menetapkan
secara objektif apakah ada hubungan antara penyebab tertentu dan hasil
- Ketika menentukan apakah dua hasil yang terlihat berhubungan keduanya terjadi
dengan penyebab yang sama
- Ketika menguji untuk korelasi otomatis sebelum menyusun peta kendali
109.
Prosedur membuat scatterdiagram :
1. Kumpulkan pasangan data di mana diduga memiliki hubungan
2. Gambar grafik dengan variabel bebas pada sumbu horizontal dan variabel terikat apda sumbu vertikal. Untuk
tiap pasang data, beri titik atau simbol di mana nilai sumbu x memotong sumbu y. (Jika dua titik terletak
sama, letakkan keduanya bersebelahan, bersentuhan, sehingga keduanya bisa terlihat)
3. Cari pola titik untuk melihat apakah hubungannya jelas. Jika data dengan jelas membentuk garis atau kurva,
anda boleh berhenti. Variabelnya berkorelasi. Anda mungkin ingin menggunakan regresi atau analisis
korelasi sekarang. Jika tidak, lanjutkan langkah 4 hingga 7.
4. Bagi titik-titik pada grafik menjadi 4 kuadran. Jika ada titik sebanyak X pada grafik Hitung X/2 titik dari atas ke
bawah dan gambar garis horizontal Hitung X/2 titik dari kiri ke kanan dan gambar garis vertical Jika jumlah
titiknya ganjil, gambar garis melalui titik tengah
5. Hitung titik di tiap kuadran. Jangan hitung titik yang terletak di garis.
6. Jumlahkan kuadran yang berseberangan secara diagonal. Temukan jumlah yang lebih sedikit dan total titik di
seluruh kuadran.
A = Titik di kiri atas + titik di kanan bawah
B = Titik di kanan atas + titik di kiri bawah
Q = Yang lebih kecil antara A dan B
N = A + B
7. Cari batas N pada tabel uji kecenderungan
Jika Q kurang dari batas, kedua variabel berhubungan
Jika Q sama atau lebih besar daripada batas, polanya mungkin terjadi dari kemungkinan acak.
110.
7. Stratification
Didefinisikansebagai tindakan untuk menyortir data, dan objek ke dalam suatu kelompok atau lapisan yang
berbeda. Ini adalah teknik yang digunakan dalam kombinasi dengan alat analisis data lainnya.
Ketika data dari berbagai sumber atau kategori telah disatukan, makna data bisa sulit untuk dilihat. Teknik
pengumpulan dan analisis data ini memisahkan data sehingga pola dapat dilihat dan dianggap sebagai salah
satu dari tujuh alat kualitas dasar/ QC 7 tools
Dalam proses penggunaan Metode Startifikasi ini, tentunya ada waktu yang paling tepat untuk menggunakn
Metode Stratifikasi, yaitu:
- Sebelum mengumpulkan data.
- Ketika data berasal dari beberapa sumber atau kondisi, seperti shift, hari dalam seminggu, pemasok atau
kelompok populasi.
- Ketika analisis data mungkin memerlukan pemisahan sumber atau kondisi yang berbeda.
Kegunaan dari Metode Stratifikasi / Stratification ini?
Dalam menggunakan metode Stratifikasi ini, Anda bisa mendapatkan beberapa kegunaan dari metode ini, seperti:
- Anda dapat menganalisis akar penyebab suatu masalah.
- Identifikasi dan kendalikan masalah yang ada.
- Membantu dalam pengurangan kesalahan sampling.
- Data dapat berupa plot dalam representasi grafis untuk pemahaman yang lebih baik
- Metode stratifikasi dapat diterapkan di semua bidang baik itu manufaktur, layanan, dll. Tujuan utamanya adalah
untuk memahami data dan memecahkan masalah.
111.
Bagaimana cara untukmelakukan Metode Stratifikasi / Stratification tersebut?
Sebelum mengumpulkan data, pertimbangkan informasi mana tentang sumber data yang mungkin
berpengaruh pada hasilnya. Siapkan pengumpulan data sehingga Anda juga mengumpulkan
informasi tersebut.
Saat merencanakan atau membuat grafik data yang dikumpulkan pada diagram sebar, bagan kontrol,
histogram, atau alat analisis lainnya, gunakan tanda atau warna yang berbeda untuk membedakan
data dari berbagai sumber. Data yang dibedakan dengan cara ini dikatakan "diratifikasi.“
Menganalisis subkumpulan data yang diratifikasi secara terpisah. Misalnya, pada diagram sebar di
mana data diratifikasi ke dalam data dari sumber 1 dan data dari sumber 2, gambar kuadran, hitung
poin dan tentukan nilai penting hanya untuk data dari sumber 1, lalu hanya untuk data dari sumber 2.
Langkah-langkah yang diperlukan dalam Stratification (Stratifikasi) adalah sebagai berikut :
1. Menentukan Tujuan dari penggunaan Stratifikasi
2. Menentukan variabel atau kriteria yang akan dikelompokkan
3. Membuat kelompok dan sub kelompok (jika diperlukan)
4. Memasukan faktor-faktor kedalam kelompok ataupun subkelompok yang sesuai
5. Agar data lebih mudah dilihat, data stratifikasi tersebut lebih baik dibuat ke dalam bentuk Pareto
diagram atau Scatter Diagram.
GROUP DYNAMICS
Dinamis=Kekuatan
1. Mengacupada kekuatan yang beroperasi dalam
kelompok.
2. Berkaitan dengan interaksi dinamis individu dalam
hubungan tatap muka.
3. Sebagai pemimpin yang memahami kelompok
dinamis sangat penting untuk keduanya menyusun
& membimbing individu dalam a kelompok untuk
tujuan berhasil & menyelesaikan tugas secara
efisien.
114.
DEFINISI
Ini adalahproses sosial yang dilalui orang berinteraksi tatap muka dalam kelompok
kecil.
Cabang ilmu psikologi sosial yang mempelajari masalah yang melibatkan struktur
kelompok.
Ini adalah interaksi yang mempengaruhi sikap & perilaku orang ketika mereka berada
dikelompokkan dengan orang lain melalui pilihan atau keadaan yang tidak disengaja.
115.
TUJUAN
Mengidentifikasi &menganalisis proses social yang berdampak pada
perkembangan kelompok & Kinerja.
Dapatkan keterampilan yang diperlukan untuk campur tangan & meningkatkan
individu & kelompok kinerja dalam sebuah konteks organisasi.
Membangun organisasi yang lebih sukses dengan menerapkan teknik dengan
yang berdampak positif pada pencapaian tujuan
116.
PRINSIP
Anggota kelompokharus memiliki rasa memiliki yang kuat terhadap kelompok.
Perubahan di salah satu bagian dari kelompok mungkin menghasilkan stres pada
orang lain, yang dapat dikurangi hanya dengan menghilangkan atau membiarkan
perubahan dengan melakukan penyesuaian kembali bagian terkait.
Grup muncul dalam fungsi karena motif umum.
Grup bertahan dengan menempatkan anggotanya ke dalam hirarki fungsional &
memfasilitasi tindakan menuju tujuan
Hubungan antar kelompok, organisasi kelompok & partisipasi anggota sangat
penting untuk keefektifan sebuah kelompok.
Informasi yang berkaitan dengan kebutuhan akan perubahan, rencana untuk
perubahan & konsekuensi dari perubahan harus dibagikan oleh anggota suatu
kelompok
117.
FAKTOR KURATIF KELOMPOK
DINAMIKA
1.Penanaman harapan
2. Universalitas
3. Penyampaian informasi
4. Altruisme
5. Pengembangan teknik bersosialisasi
6. Perilaku meniru
7. Antarpribadi yang sedang belajar
8. KekompakanGrup kepaduan
9. Katarsis
10.Faktor Eksistensial
10 faktor kuratif yang dapat dicapai individu melalui interaksi antar pribadi dalam sebuah
kelompok.
Team morale
Semangat timadalah antusiasme, kegembiraan, dan optimisme sekelompok rekan kerja yang
memiliki tujuan atau tugas yang sama. Ini terdiri dari perasaan dan sikap umum yang diarahkan
pada kolega dan pekerjaan Anda. Moral adalah aspek kunci untuk tim dan menentukan proses
penyelesaian tugas, jadwal, dan bahkan kualitas akhir pekerjaan. Majikan mungkin lebih memilih
karyawan dengan semangat tinggi, karena dapat langsung diterjemahkan ke hasil kerja yang lebih
efisien. Salah satu ciri penting yang dapat Anda miliki sebagai pemimpin tim adalah kemampuan
untuk menyebarkan semangat profesional Anda kepada anggota tim Anda
Peran kunci yang dapat dimainkan moral dalam sebuah tim:
Mengarah ke kemajuan karir: Semangat tinggi membantu Anda menjadi lebih efisien di tempat kerja
dan memberikan lebih dari yang diharapkan. Organisasi dapat memilih untuk mendapatkan
kepemimpinan dari dalam, dan memiliki semangat kerja yang tinggi dapat menunjukkan
keterampilan kepemimpinan.
Meningkatkan kohesi dan kolaborasi: Ketika setiap pemain tim memainkan peran mereka dengan
semangat tinggi, tim menyelesaikan tugas dalam tenggat waktu yang ditetapkan, dan setiap
anggota tim bekerja sama untuk mencapai tujuan bersama.
121.
Team morale
Meningkatkan efektivitasbiaya: Kesehatan yang lebih baik dapat menyebabkan lebih sedikit hari
sakit dan ketidakhadiran. Ketika tim memiliki moral yang lebih baik, anggota tim menyelesaikan
pekerjaan tepat waktu dan merasa tidak terlalu kewalahan.
Meningkatkan produktivitas di tempat kerja: Sebagai anggota tim, semangat tinggi membantu
Anda menjadi lebih terlibat, efisien, dan termotivasi. Ini berarti Anda dapat menghabiskan lebih
banyak waktu atau menemukan banyak cara untuk memberikan pekerjaan yang lebih baik, yang
mengarah pada peningkatan produktivitas.
Menghasilkan kesejahteraan yang lebih baik: Memiliki semangat positif mengarah pada
keseimbangan kehidupan kerja yang lebih baik. Ini berarti Anda dapat membentuk hubungan
yang lebih baik di luar tempat kerja, mengelola keuangan pribadi Anda dengan lebih baik, dan
lebih terlibat dalam komunitas Anda.
Meningkatkan tingkat retensi: Semangat kerja yang baik membantu Anda tetap puas dengan
pekerjaan Anda. Sebagai bagian dari tim, Anda dapat tetap bekerja jika Anda senang dan
didukung oleh kolega dan manajer Anda.
122.
Corporate
Strategy
Leadership
Komitmen Bersama
Kerja sama
Diskusi
3.Strengthen
teamwork in facing
common challenges
Empowerments
Komunikasi
4. Develop
leadership skills in
dynamic situations
5. Align individual
vision with company’s
vision and strategy
2. Building effective
communication skills
among team members
Contribution
Salam
1. Individual mind
open block
Bagaimana
Membangun
TEAM-WORK
123.
SALAM Memberikansalam dengan santun kepada siapapun adalah
suatu hal yang menjadi dasar Perusahaan-perusahaan dalam
membangun organisasi kerja yang kuat
Kebiasaan memberikan “Salam” akan menghapus banyak
praduga yang negative dalam berkomunikasi seperti
kekahwatiran ataupun “tuduhan”
Terbukanya “mind blocking” akan memudahkan seseorang
menyampaikan permasalahan ataupun kondisi saat itu
Terjalinnya komunikasi yang terbuka mempermudah
membangun organisasi diskusi yang lebih dinamis dan saling
menghargai
Melaporkan segala sesuatu akan jauh lebih mudah ketika
Kepercayaan yang dibangun dengan komunikasi sedehana
sudah terbentuk
124.
KOMUNIKASI
SALAM KOMUNIKASI
Membangunkomunikasi yang efektif di
antara anggota organisasi LKS Bipartit
Membangun keahlian komunikasi
individu-individu yang ada dalam
organisasi tersebut
Memahami kekuatan dan kelemahan
yang dimiliki masing-masing individu
dalam berkomunikasi
Saling menghargai dalam penyampaian
pendapat
125.
DISKUSI
KOMUNIKAS
I
DISKUSI
Diskusi akanmemberikan kesempatan
kepada semua individu dalam organisasi
untuk berkontribusi secara positif baik
berupa ide atau saran, atau sesuatu
yang merupakan asal pemikiran individu
tersebut
Dalam diskusi bingkai benar atau salah
pendapat tersebut diabaikan karena
komitmen untuk kepentingan Bersama
yang menjadi tujuan
Kepemimpinan akan muncul dalam
diskusi dan kebersamaan dalam
mengusung komitmen sangat
dibutuhkan
126.
126
PENGEMBANGAN &
PEMBERDAYAAN SDM
Kewajiban pimpinan untuk mengembangkan sumber daya manusia dalam
organisasinya
Peningkatan kemampuan Pekerja dapat dilakukan oleh pimpinan sebagai bagian
dari fungsi kepemimpinan dengan cara coaching, mentoring, dan counselling
Pemimpin perlu mengembangkan ketrampilan dirinya sendiri sehingga mampu
bertindak sebagai coach, mentor, dan counsellor yang akan membantu pekerja
mengatasi masalah kinerja dan mengembangkan kemampuan pekerja
127.
127
PENGEMBANGAN &
PEMBERDAYAAN SDM
TaktikPengembangan Pekerja
a. Job redesign (perencanaan ulang pekerjaan/tanggung jawab
b. Task delegation (pelimpahan tugas yang efektif/penting)
c. Skill Training (pelatihan ketrampilan)
d. Career Development (pengembangan karir)
Strategi Pengembangan SDM
1. Mulai dari Pekerja
2. Mengembangkan Rencana
3. Taktik Mengembangkan Pekerja
128.
128
PENGEMBANGAN &
PEMBERDAYAAN SDM
Pelatihan
Pelatihan dan Pengembangan adalah merupakan investasi organisasi yang penting
dalam Manajemen Sumber Daya Manusia
Melibatkan segenap Sumber Daya Manusia untuk mendapatkan pengetahuan dan
ketrampilan yang dibutuhkan dalam pekerjaan
A. Perencanaan dan Strategi Pelatihan
1. Penilaian kebutuhan (Needs assessment)
2. Tujuan/Sasaran (Objectives)
3. Merancang dan Menyelenggarakan (Design and Delivery)
4. Evaluasi (Evaluation)
B. Mengintegrasikan Pelatihan dengan Manajemen Kinerja dan Kompensasi
Semakin penting ketrampilan dan pengetahuan bagi organisasi semakin besar penilaian
pada sistem manajemen kinerja dan kompensasi makin signifikan
129.
129
PENGEMBANGAN &
PEMBERDAYAAN SDM
Perusahaan memiliki minat besar dalam mengembangkan kemampuan pekerjanya
melalui pelatihan formal di tempat kerja dan penugasan secara progressif, sehingga
manajer/supervisor dapat mengembangkan pekerjanya melalui coaching
Prosesnya terletak pada 3 komponen yaitu bantuan teknis, dukungan pribadi, dan
tantangan individu yang terikat secara emosi antara manajer sebagai coach dana
bawahan sebagai coachee
Fungsi coaching efektif lebih cenderung untuk rencana ke depan, pengalaman baru,
permintaan baru, dan pengembangan ketrampilan pribadi (IT, problem solving,etc.)
COACHING
130.
130
DASAR-DASAR COACHING
a. Penekananpada motivator pribadi ( stress personal motivator)
b. Menggunakan wawasan ke depan (use visioning)
c. Membangun tujuan (establish goal)
d. Menciptakan rencana pengembangan (create development plans)
e. Bekerja keras mencapai keunggulan (strive for excellent)
f. Menyediakan Sumber Daya yang diperlukan (provide necessary resources)
g. Mengenal prestasi (recognize accomplishments)
PENGEMBANGAN & PEMBERDAYAAN SDM
131.
131
MANFAAT COACHING
1. MengatasiMasalah Kinerja
2. Membangun Ketrampilan Pekerja
3. Meningkatkan Produktifitas
4. Menyiapkan Bawahan yang dapat Dipromosi
5. Memperbaiki Ikatan
6. Memperkuat Budaya Positif Kerja
PROSES COACHING
a. Obseravsi
b. Diskusi
c. Coaching secara Aktif
d. Tindak Lanjut
PENGEMBANGAN &
PEMBERDAYAAN SDM
132.
132
1. Observasi
2. Membangundan Menguji Hipotesis
3. Mendengarkan dengan cermat
4. Memperkirakan kemungkinan perbaikan
5. Kesiapan Pekerja
PERSIAPAN COACHING PEMIMPIN MENJADI COACH YANG BAIK
1. Menghemat waktu dan Energi
a. Waktu coach yang tepat
b. Mendelegasikan tanggung jawab
2. Menciptakan Iklim yang tepat
a. Saling mempercayai
b. Akuntabilitas akhir
3. Motivasi untuk belajar dan memperbaiki
PENGEMBANGAN &
PEMBERDAYAAN SDM
133.
133
Seorang Pimpinandituntut melakukan pekerjaan ekstra untuk memberdayakan
karyawannya, dimana pemberdayaan berarti pekerja bertanggung jawab atas yang
mereka kerjakan, pekerja lebih berdaya atau berkemampuan untuk menyelesaikan
masalahnya sendiri, terlibat dalam pembuatan keputusan organisasi, aktivitas yang
mempengaruhi pekerjaan mereka
Pemberdayaan fokus pada hal-hal, seperti :
a. Perencanaan jangka panjang
b. Mendorong dan mengembangkan orang
c. memberikan dukungan kepada yang lain
d. Membangkitkan ide inovasi
e. Mengelola hubungan dengan pelanggan
f. Mengelola integrasi dengan tim/departemen lain
g. Melibatkan diri dalam kegiatan/proyek khusus
h. mengembangkan ketrampilan dan pengetahuan sendiri
PENGEMBANGAN &
PEMBERDAYAAN SDM
134.
5 PRAKTIK dan10 KOMITMEN
KEPEMIMPINAN TELADAN
5 PRAKTEK 10 KOMITMEN
1. Contoh/Suri Teladan (Model the way) 1. Temukan potensi anda dengan mengklarifikasi nilai-nilai anda
2. Tetapkan contoh dengan menyelaraskan dengan tindakan-tindakan
nilai-nilai bersama
2. Menginspirasi Visi Bersama (Inspired a share
vision)
3. Membayangkan Masa Depan dengan kemungkinan-kemungkinan yang
mengangkat derajat dan Menarik
4. Melibatkan yang Lain dalam sebuah visi umum dengan merujuk
kepada aspirasi bersama
3. Menantang Process (Challenge the process) 5. Mencari Peluang dengan mencari cara-cara innovative untuk
beruhbah, tumbuh dan berkembang
6. Eksperimen dan mengambil Resiko secara konstan dnegahn belajar
dari kesalahan dan menghasilkan keuntung-keuntungan
4. Mengaktifkan yang lain untuk bertindak
(Enable others to act)
7. Mendorong Kolaborasi dengan mempromosikan tujuan-tujuan
kooperatif dan membangun kepercayaan
8. Menguatkan yang Lainnya dengan berbagi kekuasaan dan
kebijaksanaan
5. Meneguhkan hati (encourage the heart) 9. Menyadari Kontribusi dengan menunjukan apresiasi bagi keunggulan
individu
10. Merayakan Kemenangan dan Nilai-nilai semangat komunitas
Manajemen
waktu
Teknik untuk menggunakanwaktu Anda
secara produktif dan efisien
mengatur dan merencanakan bagaimana
membagi waktu Anda di antara berbagai
tugas
memiliki waktu untuk melakukan semua
yang Anda perlukan tanpa merasa stres
dengan keterampilan manajemen waktu
yang baik
bekerja secara produktif dan
memprioritaskan waktu Anda untuk
mengerjakan tugas-tugas yang mendesak
atau penting terlebih dahulu sambil
menindaklanjuti hal-hal yang tidak mendesak
namun tetap penting.
memfokuskan waktu dan energi Anda pada
hal-hal yang paling penting
bekerja lebih cerdas, bukan lebih keras,
untuk meningkatkan produktivitas.
137.
Manfaat
manajemen waktu
yang efektif
Lebih sedikit stres atau kecemasan
Keseimbangan kehidupan kerja yang
lebih baik
Peningkatan focus
Tingkat produktivitas yang lebih tinggi
Lebih banyak waktu luang
Membuat segalanya sederhana dan
mudah
Lebih sedikit gangguan
Energi dan motivasi yang lebih besar
MENIKMATI SELURUH WAKTU
KERJA ANDA
138.
Who are you?
Whyare you qualified to present
today?
How to manage your time
“Jika Anda meluangkan waktu untuk meninjau kembali semua hal yang Anda
lakukan dalam sehari, Anda mungkin menyadari betapa banyak waktu yang telah
Anda buang. Keterampilan mengorganisasikan waktu harus dipelajari, sama
seperti keterampilan lainnya. Jika Anda mempelajari keterampilan penguasaan
waktu, seperti merencanakan dan menjadwalkan aktivitas Anda untuk hari,
minggu, atau bulan, Anda dapat meningkatkan produktivitas dan juga merasa
lebih santai secara umum. Menetapkan tujuan yang realistis dan menyesuaikan
jadwal Anda secara teratur akan menghasilkan hasil dan kesuksesan yang luar
biasa”
Time
Organization Skill
Planning
Scheduling
Objective/
Target
Productivity
Waste
139.
1. Membuat rencana
2.Buat Daftar Prioritas Daripada Daftar Yang Harus
Dilakukan
3. Mulai Lebih Awal
4. Pecahkan Setiap Tugas Menjadi Bagian-bagian Kecil
5. Berlatih Pengambilan Keputusan
6. Delegasikan tugas
7. Tetapkan Sasaran yang SMART (spesifik, terukur,
dapat dicapai, realistis, dan terjamin dalam jangka
waktu tertentu).
8. Tetapkan Tenggat Waktu
9. Berhati-hatilah Saat Anda Keluar Jalur
10.Belajar Menetapkan Batasan dan Mengatakan
Tidak
11.Minimalkan Gangguan
12.Atasi Stres dengan Bijaksana
13.Hindari Multitasking
14.Gunakan Aturan 20 Menit
15.Beristirahat
16.Bangun Sistem dan Ikuti dengan Rajin
TOP 16
TIME MANAGEMENT
SKILLS
140.
The Three P’sof
Time Management
Planning/ Perencanaan
Dengan gagal merencanakan, Anda
berencana untuk gagal
Jika Anda tidak membuat rencana, Anda tidak
akan tahu semua yang perlu Anda lakukan
agar suatu proyek berhasil.
Priority/ Memprioritaskan
Jika saya dapat memilih satu hal dalam daftar,
mana yang paling penting?
Atau tugas apa yang akan memberi saya
keuntungan terbesar atas investasi waktu
saya?
Perform/ Pertunjukan
Setelah Anda merencanakan dan membuat
prioritas, Anda harus melaksanakannya!
harus berkonsentrasi pada satu tugas hingga
selesai 100%! Anda harus menyelesaikannya
tanpa gangguan atau gangguan sama sekali
141.
PERENCANAAN
Anda mungkintidak cukup siap,
menghadapi masalah yang tidak
terduga, melewatkan tenggat waktu,
dan akibatnya, reputasi Anda bisa
dipertaruhkan.
Hal ini dapat membuat Anda merasa
kewalahan, tidak terorganisir, dan
stres. Anda harus memahami
manfaat dari perencanaan hal ini
mungkin tidak memberikan hasil
langsung, namun jangan lupa berapa
kerugian yang harus Anda tanggung
jika tidak membuat rencana.
Di penghujung hari, luangkan setidaknya
15 menit untuk merencanakan hari
berikutnya
bangun dengan pemahaman yang jelas
tentang apa yang perlu dilakukan dan di
penghujung hari Anda akan merasa telah
mencapai apa yang perlu Anda capai
1. Langkah pertama adalah Anda harus
menuliskan semuanya dan tidak menyimpannya
apa pun yang ada di kepalamu.
2. Tuliskan semua yang perlu Anda lakukan dan
Anda telah mengalokasikan waktu untuk itu.
Apa berikutnya?
3. Tugas mana yang kita selesaikan terlebih
dahulu?
4. Hanya ada jumlah jam tertentu dalam sehari
dan agar menjadi lebih produktif, kita perlu
melakukan tugas-tugas yang akan memberi kita
nilai paling besar.
5. Itu berarti Anda perlu memprioritaskan dan
memahami tugas mana yang memerlukan
tindakan dan membuat prioritas dengan
142.
PERENCANAAN
Letakkan semuanyadi selembar
kertas, spreadsheet Excel, apa pun
yang paling sesuai untuk Anda
Ingatlah juga untuk memasukkan
tugas rutin Anda ke dalam
perencanaan harian Anda.
Alokasikan sejumlah waktu tertentu
untuk suatu tugas tertentu dan
berapa lama menurut Anda waktu
yang dibutuhkan, namun
bersikaplah realistis
Ingatlah juga untuk menjaga
tindakan Anda tetap kecil, batasi
tindakan pada satu aktivitas saja
Anda perlu menuliskan setiap
kegiatan, bukan hasilnya.
143.
Memprioritaskan
Setelah mengidentifikasitugas
yang paling penting, carilah tugas
terpenting kedua, ketiga, dan
seterusnya, dengan
mempertimbangkan alokasi waktu
untuk masing-masing tugas.
Anda dapat mengelompokkan
tugas ke dalam kategori berbeda
dan ini dapat membantu Anda
membuat prioritas
Penting dan mendesak: Tugas-tugas ini memerlukan respons
dalam waktu singkat. Anda perlu melakukan tugas-tugas ini
karena mendesak, namun ingatlah jika Anda terus-menerus
memadamkan api, Anda tidak menyediakan waktu untuk
tugas-tugas lain yang penting namun tidak mendesakbangun
dengan pemahaman yang jelas tentang apa yang perlu
dilakukan dan di penghujung hari Anda akan merasa telah
mencapai apa yang perlu Anda capai
Penting dan tidak mendesak: Hal ini memerlukan tindakan,
dan meskipun hal ini tidak perlu dilakukan saat ini, hal ini perlu
dilakukan pada akhirnya. Kategori ini adalah tempat Anda
seharusnya menghabiskan sebagian besar waktu Anda.
Mendesak tapi tidak penting: Tugas-tugas ini memerlukan
tindakan segera, namun bukan prioritas utama. Ini terjadi
ketika Anda mendapati diri Anda mengatakan ya pada terlalu
banyak hal untuk orang lain, atau Anda mendapati diri Anda
diganggu.
Tidak mendesak/tidak penting: Ini mungkin layak dilakukan
pada suatu saat, tetapi sering kali merupakan pekerjaan yang
sibuk, sering kali bersifat pengalih perhatian seperti
membersihkan email, membersihkan meja, dan gangguan
lainnya. Tugas-tugas ini memberi Anda perasaan sibuk.
Waktu yang terbuang: Apakah waktu Anda lebih baik
Membuang waktu
144.
MEMPRIORITASKAN
Tuliskan semuatugas yang ingin Anda
selesaikan setiap hari.
Sebaiknya simpan daftar terpisah yang
berfokus pada sasaran jangka panjang,
seperti sasaran bulanan atau bahkan
tahunan, sehingga Anda juga dapat
melacaknya.
Dalam daftar harian Anda, prioritaskan
tugas-tugas tersebut. Anda mungkin
tidak dapat menyelesaikan seluruh
daftar, jadi pastikan Anda mengutamakan
tugas yang paling mendesak atau
penting.
Lanjutkan membuat daftar tugas dari
yang paling penting hingga yang paling
tidak penting. Anda selalu dapat
mengerjakan tugas yang tidak terlalu
145.
MEMPRIORITASKAN
Detailkan semuanya
Proyek-proyekbesar dalam daftar tugas
Anda mungkin tampak menakutkan,
namun Anda dapat membuatnya lebih
mudah ditangani dengan membaginya
menjadi beberapa tugas yang lebih kecil.
Buat daftar tugas-tugas kecil di daftar
tugas Anda, dan prioritaskan tugas-
tugas tersebut bersama dengan tugas-
tugas lain yang perlu Anda selesaikan.
Hal ini dapat membantu memastikan
bahwa Anda menyelesaikan proyek yang
lebih besar sebelum Anda kehabisan
energi untuk hari itu.
146.
MEMPRIORITASKAN
Buat Jadwal
SetelahAnda memiliki daftar tugas yang
diprioritaskan, tuliskan jadwalnya.
Anda dapat memperkirakan jumlah waktu
yang diperlukan untuk menyelesaikan setiap
tugas.
Pastikan Anda menyisakan ruang untuk
istirahat sepanjang hari. Anda akan
menyadari bahwa Anda bekerja lebih baik
setelah Anda sering menjauh dari area kerja,
meskipun hanya 10 menit saja.
Sebisa mungkin patuhi jadwal Anda, namun
perlu diingat bahwa Anda mungkin perlu
melakukan sedikit penyesuaian di sana-sini
saat ada masalah atau jika Anda diberi tugas
mendesak baru yang harus diselesaikan di
penghujung hari.
Memiliki jadwal berfungsi sebagai panduan
untuk membantu Anda merencanakan hari
Anda.
147.
Matikan perangkatseluler Anda dan tutup
email Anda; hilangkan gangguan yang
biasanya Anda alami.
Hal ini akan meningkatkan produktivitas
Anda, baik kualitas maupun kuantitas
pekerjaan Anda.
Jika Anda fokus menyelesaikan satu tugas
pada satu waktu, Anda akan terkejut betapa
banyak yang bisa Anda selesaikan!
Juga jangan lupa untuk memantau energi
Anda (bagaimana perasaan Anda) dan
melakukan tugas-tugas penting saat Anda
paling energik dan waspada.
PERTUNJUKAN
148.
PERTUNJUKAN
1. Fokus padaKualitas
Saat mempelajari cara mengatur waktu, pastikan untuk tidak
terburu-buru melakukan pekerjaan yang perlu Anda lakukan hari
itu. Fokus pada kualitas dan mencapai hasil yang luar biasa.
Menyelesaikan suatu pekerjaan dengan tetap fokus pada kualitas
pada akhirnya akan menghemat lebih banyak waktu dan tenaga,
karena pekerjaan yang dilakukan secara sembarangan dapat
memerlukan perbaikan dan perbaikan karena kesalahan dan akibat
tidak diinginkan lainnya.
2. Hindari Gangguan
Jauhi gangguan, terutama ketika Anda mencoba fokus pada tugas-
tugas yang merupakan bagian dari proyek besar atau ketika Anda
memiliki tenggat waktu yang mendesak untuk dipenuhi. Jangan
bekerja dengan orang yang dapat mengganggu, atau Anda hanya
akan membuang-buang waktu yang berharga.
Hadiahi diri Anda sendiri karena telah menyelesaikan beberapa
tugas dengan melakukan aktivitas yang biasanya dapat
mengalihkan perhatian, seperti membaca berita terkini secara
online atau memeriksa situs media sosial.
Triknya adalah dengan membatasi hadiah ini hingga 10 menit atau
149.
PERTUNJUKAN 3. DapatkanBantuan Dari Ahlinya
Anda tidak harus mengatur waktu Anda sendiri. Anda
dapat mempelajari cara membengkokkan dan
meregangkan waktu dari pakar online yang dapat
memberi Anda tip singkat dan pembaruan tentang
cara menggunakan waktu Anda dengan lebih efisien.
Anda mempelajari lebih lanjut teknik dan strategi
manajemen waktu.
Dengan teknik manajemen waktu yang tepat, Anda dapat
membuat jadwal yang lebih terstruktur sehingga Anda
memiliki banyak waktu untuk menyelesaikan tugas sehari-
hari dan bekerja untuk mencapai tujuan jangka panjang.
150.
manajemen
waktu
EFISIEN
Kualitas kerjayang lebih
baik
Lebih sedikit stress
Lebih banyak waktu untuk
mengerjakan proyek
strategis atau kreatif
Kurangi penundaan
Lebih percaya diri
Mengontrol waktu
yang Anda
habiskan untuk
memaksimalkan
produktivitas
Langkah 1. Menciptakanvisi masa depan yang menginspirasi
I. Jika Anda mengembangkan visi untuk tim Anda, mulailah dengan misi dan visi
perusahaan, dan jelajahi cara tim Anda dapat berkontribusi secara langsung ke
dalamnya
II. Anda perlu menciptakan dan mengomunikasikan visi masa depan yang
menginspirasi
III. Visi Anda menetapkan tujuan tim atau organisasi Anda – mengapa Anda semua
bangun di pagi hari untuk melakukan apa yang Anda lakukan. Anda
mengembangkan ini sebagian dengan memahami nilai-nilai orang yang Anda
pimpin, sebagian dengan memahami kemampuan dan sumber daya organisasi
Anda, dan sebagian lagi dengan melakukan analisis cerdas terhadap lingkungan
Anda, dan memilih jalan terbaik ke depan di dalamnya
IV. Ini adalah subjek dari strategi unit bisnis, dan mengembangkan strategi yang
koheren
membutuhkan banyak kerja keras dan pemikiran yang cermat
153.
Contoh Jika andaingin mengembangkan visi untuk organisasi Anda, kemudian
anda menggunakan Model Tujuh Domain Mullins untuk menganalisis lingkungan
Anda, maka libatkan semua anggota organisasi sebelum membuat rencana usaha
(business plan)
Macro
Level
Micro
Level
Market Attractiveness Industry Attractiveness
Sector Market Benefits &
Attractiveness
Suistanable Advantage
Connectedness, Up
Down acroos Vlaue
Chain
Mission,
Aspiration
,
Propensity
for risk
Ability to
excute on
CSFs
Team
Domains
154.
Contoh Jika andaingin membuat strategi maka dorong semua anggota orgnaisasi untuk
memberikan kontribusi dalam pembahasan strategi
Where will we
play?
What
Management
System are
required?
How we will
win?
What
capabilities
must be in
place ?
What is our
winning
aspiration ?
The purpose of
the enterprise
Our guiding
aspiration
The unique
right to win:
Our value proposition
Our competitive
advantage
The support system:
Systems, structure
and measures
required to support
The reinforcing
activities:
Our capabilities that
must be in place
Our specific
configuration
The right playing field:
Where we will complete: our
geographics, product categories,
consumer segments, channel,
vertical stage of production
155.
Langkah 2: MotivasiOrang untuk Membeli dan Menyampaikan
Visi
Inspirasi anggota tim dengan ke mana dan
mengapa Anda akan memimpin mereka
Bantu tim anda untuk meihat bagaimana mereka
dapat berkontribusi untuk itu
Pastikan anda mengetahui berbagai jenis motivasi,
untuk digunakan agar dapat menginspirasi
anggota tim anda untuk memberikan yang tebaik
156.
Langkah 3: KelolaPengiriman Visi
Untuk mengelola penyampaian visi Anda, Anda harus menggabungkan manajemen
proyek yang efektif dengan manajemen perubahan yang sensitif
Kepemimpinan adalah proses jangka panjang, dan bahwa, sebagai seorang
pemimpin, Anda perlu bekerja terus-menerus untuk membangun hubungan,
mendapatkan kepercayaan, dan membantu orang-orang Anda tumbuh sebagai
individu
Anda dapat membangun kepercayaan dengan orang-orang Anda dengan bersikap
terbuka dan jujur
dalam interaksi Anda
Berikan contoh yang baik kepada orang-orang Anda – terutama jika mereka
terpengaruh oleh penundaan atau kesulitan – dengan menjadi model kerja keras dan
ketekunan
157.
Langkah 4: BangunHubungan yang Lebih Kuat dan Berbasis
Kepercayaan Dengan Orang-Orang Anda
Anda perlu memusatkan perhatian Anda pada orang-orang Anda, dan bekerja keras
untuk membantu mereka mencapai tujuan dan impian mereka
Komunikasikan peran dan tanggung jawab setiap orang dengan jelas, dan
hubungkan ini dengan rencana Anda
Tetapkan tujuan SMART yang jelas untuk semua orang, termasuk beberapa tujuan
jangka pendek yang akan membantu orang mencapai kemenangan cepat dan tetap
termotivasi
Gunakan manajemen berdasarkan tujuan untuk menghubungkan pencapaian jangka
pendek dengan tujuan jangka panjang Anda
Sisihkan waktu untuk melatih orang-orang Anda, membantu mereka menemukan
solusi mereka sendiri, Anda tidak hanya menciptakan tim yang terampil, tetapi Anda
juga memperkuat kepercayaan diri mereka dan kepercayaan mereka pada Anda
158.
KERANGKA ANALISA STRATEGI
MANAJEMENSTRATEGI
STRATEGIC MANAGEMENT PROCESS
STRATEGI FUNGSI BUSINESS
SISTEMATIKA PENYUSUNAN JANGKA PANJANG PERUSAHAAN
(RJPP)
159.
MANAJEMEN STRATEGI
Prosesanalisis dan penciptaan strategi serta penerapan dan pemantauan yang berkelanjutan yang
digunakan oleh organisasi dengan tujuan untuk mencapai dan mempertahankan keunggulan
kompetitifnya.
Manajemen Strategi juga dapat didefinisikan sebagai seni dan ilmu yang digunakan untuk
merumuskan, menerapkan dan mengevaluasi keputusan lintas-fungsional yang memungkinkan
organisasi untuk mencapai tujuannya.
Dengan adanya Manajemen Strategi ini, suatu organisasi atau perusahaan dapat menilai bisnis dan
industri yang digelutinya termasuk menilai kompetitornya dan menetapkan tujuan organisasinya
untuk mengungguli pesaingnya di saat ini maupun di masa yang akan dan kemudian menilai
kembali setiap strategi organisasinya.
Manajemen Strategis adalah ilmu mengenai perumusan, pelaksanaan dan evaluasi keputusan-
keputusan lintas fungsi yang memungkinkan organisasi mencapai tujuannya.
Manfaat Manajemen Strategi
1. Manfaat Financial
Peningkatan penjualan
Peningkatan dalam
profitabilitas
Peningkatan
produktivitas
2. Manfaat non-finansial
Meningkatkan kesadaran akan ancaman eksternal
Pemahaman yang lebih baik tentang strategi pesaing
Mengurangi resistensi terhadap perubahan
Pemahaman yang lebih jelas tentang hubungan imbalan-
kinerja
Meningkatkan ketertiban dan disiplin
160.
STRATEGIC MANAGEMENT PROCESS
Proses Manajemen Strategi pada
dasarnya adalah serangkaian proses
yang mendefinisikan strategi suatu
organisasi.
Proses Manajemen Strategi ini terdiri
dari langkah-langkah yang harus dilalui
untuk mencapai kinerja dan tujuan yang
diharapkan oleh organisasinya
161.
1. Pemindaian Lingkungan(Environmental Scanning). Pemindaian lingkungan. Pemindaian
Lingkungan atau Environmental Scanning ini mengacu pada proses mengumpulkan, meneliti dan
menyediakan informasi untuk tujuan strategis. Langkah ini membantu dalam menganalisis faktor-
faktor internal dan eksternal yang memengaruhi suatu organisasi, mengevaluasinya secara
berkelanjutan dan berusaha untuk memperbaiki atau meningkatkannya.
2. Perumusan Strategi (Strategy Formulation), proses menentukan tindakan terbaik untuk mencapai
tujuan organisasi. Setelah melakukan pemindaian lingkungan, manajer merumuskan strategi
perusahaan, bisnis dan fungsional. Perumusan Strategi ini meliputi kegiatan pengembangan Visi
dan Misi organisasi, menetapkan tujuan jangka panjang organisasi serta membuat sejumlah strategi
alternative untuk organisasi dan kemudian memilih strategi tertentu yang cocok untuk digunakan.
3. Penerapan Strategi (Strategy Implementation), menerapkan strategi yang telah dirumuskan agar
dapat berfungsi sebagaimana mestinya. Langkah ini menempatkan strategi yang telah dipilih oleh
organisasi ini menjadi tindakan yang nyata. Penerapan atau Implementasi strategi ini juga termasuk
merancang struktur organisasi, mendistribusikan sumber daya, mengembangkan proses
pengambilan keputusan dan mengelola sumber daya manusia.
4. Pengevaluasian Strategi (Strategy Evaluation), adalah langkah terakhir dari proses manajemen
strategi. Kegiatan evaluasi strategi utama adalah menilai faktor-faktor internal dan eksternal yang
merupakan akar dari strategi ini, mengukur kinerja dan mengambil tindakan-tindakan perbaikan.
Evaluasi ini memastikan bahwa strategi organisasi beserta penerapannya telah memenuhi tujuan
organisasi.
STRATEGIC MANAGEMENT PROCESS
STRATEGI FUNGSI BUSINESS
Strategi adalah landasan dari setiap keputusan yang harus dibuat dalam suatu organisasi. Jika
strategi dipilih dan dirumuskan dengan buruk oleh manajemen puncak, hal ini akan berdampak
besar pada efektivitas karyawan di hampir setiap departemen dalam organisasi
Strategi Fungsional adalah rencana strategis yang diadopsi oleh setiap area fungsional dalam rantai
nilai organisasi seperti pemasaran, produksi, keuangan, sumber daya manusia, TI, dll. untuk
menerapkan dan menyelaraskan dengan keseluruhan strategi/visi bisnis atau perusahaan untuk
mencapai tujuan tingkat organisasi.
Rantai nilai suatu perusahaan terdiri dari berbagai departemen dan fungsi seperti fungsi inti seperti
keuangan, pemasaran, penjualan, dan fungsi tambahan seperti SDM, TI, dll.
Semua fungsi ini mungkin selaras dengan visi atau strategi organisasi secara keseluruhan, namun
setiap departemen memiliki kebutuhan dan kebutuhannya masing-masing. target yang
memerlukan strategi yang lebih baik.
Strategi yang lebih baik yang dikhususkan untuk fungsi tertentu untuk mencapai targetnya menjadi
strategi fungsional.
Strategi fungsional suatu perusahaan disesuaikan dengan industri tertentu atau unit bisnis strategis
(SBU) dan digunakan untuk mendukung strategi perusahaan dan bisnis lainnya. Setiap departemen
mengembangkan tujuan tertentu, yang harus dilaksanakan oleh karyawan, dan membantu
pencapaian tujuan akhir organisasi.
164.
SISTEMATIKA PENYUSUNAN JANGKAPANJANG PERUSAHAAN (RJPP)
Strategi atau visi perusahaan secara keseluruhan
mungkin berada pada tingkat yang tinggi, misalnya
untuk menjadi perusahaan manufaktur terkemuka di
Asia namun pada tingkat fungsional, strateginya perlu
ditetapkan untuk mencapai visi keseluruhan.
Departemen SDM akan membuat strategi fungsional
untuk merekrut talenta yang lebih terampil untuk
menghasilkan produk berkualitas tinggi guna mencapai
visi strategis organisasi.
Departemen keuangan suatu perusahaan biasanya
memutuskan struktur modal, yaitu campuran dana
hutang dan ekuitas untuk membiayai operasi bisnis
Strategi fungsional memberikan panduan dalam meninjau pendapatan operasional,
mengevaluasi berbagai pilihan pendanaan dan memutuskan bauran struktur modal yang
memberikan biaya modal terendah. Dengan cara ini berbagai fungsi dalam rantai nilai suatu
organisasi akan memiliki strateginya sendiri untuk mencapai tujuan perusahaan yang lebih besar.
165.
Pengertian Perencanaan
Strategis Perusahaan
Perencanaanstrategis adalah proses yang dilakukan suatu
organisasi untuk menentukan strategi atau arahan, serta
mengambil keputusan untuk mengalokasikan sumber
dayanya (termasuk modal dan sumber daya manusia) untuk
mencapai tujuan dari strategi ini.
Perencanaan Strategis ( Strategic Planning ) adalah sebuah
alat manajemen yang digunakan untuk mengelola kondisi
saat ini untuk melakukan proyeksi kondisi pada masa depan,
sehingga rencana strategis adalah sebuah petunjuk yang
dapat digunakan organisasi dari kondisi saat ini untuk
mereka bekerja menuju 5 sampai 10 tahun ke depan
166.
pengertian Perencanaan
Strategis Perusahaan
PerencanaanStartegis adalah proses mendokumentasikan dan menetapkan
arah bisnis dengan menilai dimana posisi perusahaan berada dan arah tujuan
perusahaan
Rencana Strategis memberi tempat untuk mencatat visi, misi, dan nilai-nilai,
tujuan jangka panjang dan rencana tindakan yang akan digunakan untuk
mencapainya
Seluruh rencana yang didasari pada focus masa depan, sehingga Perusahaan
dapat menerapkan cara terbaik untuk menghadapai peluang dan tantangan,
juga digunakan untuk menilai serta menyesuaikan arah perusahaan dalam
menanggapi perubahan lingkungan bisnis
Untuk mencapai sebuah strategy yang telah ditetapkan oleh organisasi
dalam rangka mempunyai keunggulan kompetitif, maka para pimpinan
perusahaan, manajer operasi, haruslah bekerja dalam sebuah sistem yang
ada pada proses perencanaan strategis
167.
KONSEP Perencanaan Strategis
Perusahaan
Perencanaan memiliki konsep yang tidak lepas dari sisi strategis itu sendiri
Dengan konsep yang jelas, proses perumusan rencana strategis lebih mudah dipahami oleh
Perusahaan
Konsep-konsep dalam Perencanaan Strategis Perusahaan adalah :
Misi
Serangkaian tugas kewajiban seorang individu dalam kelompok, organisasi, atau perusahaan yang
tidak lepas dari rencana strategis yang telah dibentuk
Misi dapat memastikan bahwa perusahaan memiliki tujuan yang jelas dalam bentuk parameter dan
kinerja dengan tenggat waktu yang bias dikontrol dan dievaluasi
Visi
Gambaran proyeksi masa depan yang berkaitan dengah misi, yang berkaitan dengan arah tujuan dan
bagaimana cara menujunya
Sasaran
Pengembangan dari visi dan misi dan sebagai tujuan dari melakukan misi oleh seluruh yang terlibat
dalam organisasi Perusahaan
168.
KONSEP Perencanaan Strategis
Perusahaan
HIERARKIPERENCANAAN STRATEGIS
VISI – MISI (PENDIRI / MANAJER PUNCAK)
RENCANA STRATEGIK (MANAJER PUNCAK & MENENGAH)
RENCANA OPERASIONAL (MANAJER MENENGAH & MANAJER OPERASIONAL)
169.
KONSEP Perencanaan Strategis
Perusahaan
PERENCANAANSTRATEGIK dalam MANAJEMEN STRATEGIK
PROSES MANAJEMEN STRATEGI
Penetapan Sasaran
Merumuskan Strategi
Administrasi
Pengendalian Strategi
MEMBUAT
RENCANA
STRATEGIST
RATEGI
Rencana Strategis adalah rencana
yang didesain untuk memenuhi
sasaran orgnaisasi secara luas
Manajemen Strategis adalah
proses manajemen yang
mencakup penyertaan organisasi
dalam membuat rencana
strategis (keputusan) dan
kemudian bertindak sesuai atau
berdasarkan rencan tersebut
170.
KONSEP Perencanaan Strategis
Perusahaan
PERBEDAANRENCANAAN STRATEGIS & RENCANA OPERASIONAL
Item Perbedaan Rencana Strategis Rencana Operasional
Kurun Waktu Beberapa Tahun (Decade) Satu tahun (tahunan)
Cakupan Aktivitas Organisasi secara
luas
Cakupan sempit dan
terbatas
Tingkat Rincian Keseluruhan Spesifik
171.
PERUBAHAN LINGKUNGAN BUSINESS,PROSES DAN
KONSEKUENSINYA
MANAJEMEN PERUBAHAN
TUNTUTAN DUNIA BUSINESS
PARADIGMA WORLD CLASS COMPANY
KONSEP INNOVATION
172.
MANAJEMEN PERUBAHAN
Manajemenperubahan atau Management of Change merupakan sebuah upaya dan pendekatan
yang dilakukan secara terstruktur dan sistematis yang dimanfaatkan guna membantu individu, tim
ataupun organisasi dengan menerapkan sarana, sumber daya dan pengetahuan dalam
merealisasikan perubahan dari kondisi sekarang menuju suatu kondisi yang lebih baik secara efisien
dan efektif untuk memperkecil dampak dari proses perubahan itu.
Manajemen perubahan adalah sebuah proses yang mengadopsi pendekatan manajemen, yakni
planning, organizing, actuating, dan controlling guna melakukan suatu perubahan pada suatu
perusahaan.
Manajemen perubahan dilakukan untuk menghasilkan solusi bisnis yang dibutuhkan agar bisa lebih
sukses dengan cara yang juga lebih terorganisir melalui metode pengelolaan dampak perubahan.
Manajemen perubahan yaitu bentuk usaha yang dilakukan guna mengelola seluruh akibat yang
dihasilkan karena adanya perubahan dalam suatu perusahaan.
Manajemen perubahan adalah alat, proses, dan juga teknik untuk mengelola manusia pada sisi
proses perubahan dalam menggapai hasil yang dibutuhkan dan demi mewujudkan perubahan
secara efektif pada suatu tim, individu, dan sistem yang lebih luas.
Manajemen perubahan adalah pendekatan yang terstruktur dan digunakan untuk membantu tim,
individu ataupun organisasi untuk perubahan dari kondisi sekarang ke kondisi yang lebih baik.
Manajemen perubahan adalah suatu usaha yang dilakukan oleh manajer untuk mengelola
perubahan secara lebih efektif, yang di dalamnya memerlukan pengetahuan terkait motivasi,
kelompok, kepemimpinan, konflik,dan komunikasi.
173.
MANAJEMEN PERUBAHAN
Ada tiga(3) jenis perubahan dalam suatu organisasi berdasarkan sifatnya, yakni:
1. Discontinuous change, yaitu perubahan yang ditandai dengan adanya pergeseran cepat
terhadap struktur, budaya, strategi dan ketiganya secara bersamaan. Perubahan ini lebih bersifat
revolusioner dan juga cepat.
2. Bumpy incremental change, yaitu perubahan yang mempunyai periode relatif tenang dan
sesekali disela dengan percepatan gerakan perubahan dengan dipicu oleh perubahan
lingkungan organisasi dan bisa juga berasal dari internal, seperti adanya tuntutan dalam
meningkatkan efisiensi dan perbaikan metode kerja.
3. Smooth incremental change, yaitu perubahan yang terjadi secara lambat, sistematis, dan bisa
diprediksi serta mencakup atau seluruh rentetan perubahan dalam kecepatan yang cenderung
konstan
Ada empat (4) pendekatan manajemen perubahan, yaitu:
1. Pendekatan rasional-empiris,
2. Pendekatan normatif-reedukatif
3. Pendekatan kekuasaan koersif
4. Pendekatan lingkungan-adaptif
174.
MANAJEMEN PERUBAHAN
1. PendekatanNormatif-Reedukatif
Pendekatan ini akan lebih fokus pada
bagaimana seorang manajer perubahan
mampu memberikan pengaruh atau
bertingkah laku dengan berbagai cara
tertentu, agar selanjutnya para anggota
manajer mampu melakukan perubahan.
Pada dasarnya, manusia akan berubah saat
ada suatu perusahaan sendiri menganggap
bahwa perubahan adalah demi kepentingan
yang terbaik.
Perubahan tersebut akan paling siap terjadi
saat satu orang dalam kelompok tersebut
masuk dalam perubahan dan menganut
sistem nilai
dan keyakinan kelompoknya
2. Pendekatan Rasional-Empiris
Pendekatan rasional-empiris digunakan
dengan dasar keyakinan bahwa perilaku
orang mampu diprediksi dan mereka akan
memberikan perhatian khusus atas
kepentingannya sendiri.
Dengan memahami perilaku tersebut,
maka akan memberikan manajer
perubahan pada suatu strategi yang
berguna untuk melangkah.
175.
MANAJEMEN PERUBAHAN
3. PendekatanLingkungan-Adaptif
Premis utama yang digunakan dalam
pendekatan manajemen ini adalah bahwa
walaupun mereka berubah berdasarkan
insting, namun mereka berusaha menghindari
segala bentuk kerugian, jadi sebenarnya
mereka mempunyai kemampuan dalam
beradaptasi dengan berbagai kondisi dan
situasi baru
4. Pendekatan Kekuasaan-Koersif
Pendekatan ini membuat orang-orang
untuk berubah dilakukan dengan dasar
penegakan kewenangan, ancaman, atau
adanya sanksi atas performa yang buruk.
Pendekatan ini bisa juga disebut sebagai
pendekatan kekuatan penindas.
Pendekatan ini biasannya diterapkan pada
karyawan yang patuh akan siap untuk
melakukan apapun yang diperintahkan
dengan tanpa atau sedikit usaha dalam
meyakinkan.
Pendekatan ini memiliki risiko yang besar
dan potensi balasannya pun sangat besar.
176.
MANAJEMEN PERUBAHAN
Beberapa tahap/faseyang dapat ditempuh dalam melakukan manajemen perubahan, yaitu:
1. Tahap A: Positioning Value (menentukan posisi strategis). Tahap ini adalah tahapan dalam suatu
sistem berpikir dimana apa yang menjadi tujuan atau posisi strategis perusahaan bisa dijelaskan
secara gamblang. Posisi ini yang akan dicapai dalam suatu perubahan perusahaan atau organisasi
2. Tahap B: Measures Goals (mengukur tujuan). Tahap ini akan menentukan berbagai ukuran dan
mekanisme yang diperlukan untuk menilai apakah tujuannya bisa atau telah tercapai.
3. Tahap C: Assessment Strategy (Strategi Asesmen). Tahap ini akan ditentukan kesenjangan antar
situasi terkini dengan situasi yang memang diinginkan, sehingga dapat ditentukan kebijakan untuk
mencapai seluruh situasi dan kondisi secara lebih baik.
4. Tahap D: Actions Level-level (aktivitas perubahan). Tahap ini adalah fase penerapan dan penjelasan
strategi yang selanjutnya akan diintegrasikan seluruh kegiatan, proses, hubungan dan perubahan
yang diperlukan untuk bisa mengurangi kesenjangan atau untuk menerapkan tujuan yang sudah
ditetapkan pada tahap A.
5. Tahap E: Environment Scan (identifikasi lingkungan eksternal). Tahap ini akan melakukan seluruh
identifikasi lingkungan eksternal yang mampu memengaruhi perubahan. Hasil dari identifikasi akan
memberikan arah dan perubahan yang kelak akan dilakukan.
Environm
ent Scan
Action
Level
Assessme
nt
Strategy
Measures
Goals
Positionin
g Value
177.
TUNTUTAN DUNIA BUSINESS
Semua organisasi harus mampu beradaptasi terhadap perubahan yang semakin kompleks dan tidak
menentu di bidang-bidang teknologi, ekonomi, politik, dan kebudayaan.
Pengembangan organisasi diharapkan dapat membantu suatu organisasi untuk menciptakan
respons-respons yang efektif, dan di banyak kasus tindakan yang proaktif tersebut akan
mempengaruhi arah strategi dari suatu perusahaan.
Sejumlah besar fakta-fakta tentang adanya tekanan-tekanan yang sedang dihadapi oleh organisasi-
organisasi modern.
a. Teknologi
b. Persaingan luar negeri
c. Merger, akuisisi, divestitures, leverage buy-outs, joint ventures
d. Permintaan konsumen
e. Globalisasi pendanaan
f. Permintaan angkatan kerja
g. Keinginan warga publik terhadap pajak kontrol pemerintah
KEAHLIAN KOMUNIKASI
1. KomunikasiVerbal
Komunikasi verbal adalah pola komunikasi yang dilakukan dengan ucapan
yang langsung keluar dari mulut ,komunikasi verbal yang baik mampu
menjelaskan dan mempresentasikan ide secara lisan melalui bahasa yang
jelas serta mudah dimengerti kepada orang lain.
Kemampuan ini mencakup beberapa hal, seperti pengemasan kata-kata
yang tepat, gaya berbicara yang sesuai, hingga pemahaman penggunaan
non-verbal di dalam komunikasi verbal. Teknik komunikasi verbal banyak
dikembangkan melalui bidang public speaking, radio/televisi, hingga
presentasi
180.
KEAHLIAN KOMUNIKASI
2. KomunikasiNon-verbal
Komunikasi non-verbal berfokus pada kemampuan dalam mengekspresikan ide melalui gerak
tubuh, ekspresi wajah, hingga nada suara
Ketika mampu menguasai teknik komunikasi non-verbal, maka komunikasi verbal dapat
menjadi semakin kuat sehingga mampu berdampak pada orang-orang yang melihat dan
mendengarkan
3. Komunikasi Tulisan
Kemampuan ini berfokus pada keterampilan dalam menulis secara efektif dan efisien untuk
berbagai tujuan, khalayak, serta tujuan yang berbeda.
Pendekatan dan gaya yang tepat di dalam tulisan mampu mencapai khalayak yang dituju
sehingga dapat menghasilkan hasil yang diinginkan.
Kemampuan komunikasi tulisan didasari oleh beberapa keterampilan, seperti menulis
akademis, melakukan editing tulisan, penyajian data, hingga membaca secara kritis.
181.
KEAHLIAN KOMUNIKASI
4 Komponenpenting dalam keahlian komunikasi :
Kemampuan dalam Mendengarkan sangat diperlukan dalam hal membalas, bereaksi, dan memberi
umpan balik. Karena tanpa mendengarkan dengan baik, tidak akan terjalinnya suatu percakapan atau
komunikasi yang efektif.
Komponen berikutnya adalah berbicara, kemampuan berbicara dengan jelas sangat menentukan
efektivitas individu baik di lingkungan kerja maupun di kehidupan sehari-hari. Yang jelas cara berpikir kita
akan tercermin dalam cara kita berbicara dan memilih kata yang tepat.
Membaca mencakup hal keinginan untuk belajar, dimana kita harus mencoba untuk meningkatkan
kualifikasi dan ketrampilan yang akan membantu jalur kesuksesan kita. Kurangnya ketrampilan membaca
atau kurang membaca tentang perkembangan terbaru di bidang yang kita kuasai akan membuat kita
menjadi seorang pemula.
Berbicara dalam bentuk Tulisan, Seorang Profesional harus menguasai Seni Menulis yang berguna untuk
berkomunikasi secara efektif dan untuk menegaskan sikapnya dalam setiap situasi
182.
KEAHLIAN KOMUNIKASI
Cara mengembangkanKeahlian komunikasi (communication skill), yaitu:
1. Menjadi Pendengar yang Baik
Komunikasi itu terdiri dari pendengar atau penerima pesan dan pembicara atau pemberi pesan, sehingga
untuk mengembangkan kemampuan komunikasi kamu terlebih dahulu untuk mampu untuk menjadi
pendengar yang baik karena dengan mendengarkan secara aktif, maka kita akan tahu apa yang sedang
dibutuhkan oleh orang lain.
Dengan mengetahui apa yang sedang dibutuhkan, maka kita bisa memahami orang lain dengan mudah.
2. Menyampaikan Informasi Tanpa Bertele-Tele
Apabila informasi yang diberikan kepada orang lain terlalu bertele-tele bisa menyulitkan seseorang untuk
menerima informasi, sehingga kemampuan komunikasi tidak dapat berkembang dengan baik. Oleh sebab
itu, harus terbiasa menyampaikan informasi tanpa bertele-tele agar mudah diterima oleh orang lain dan
kemampuan komunikasi kamu juga ikut berkembang.
Alangkah baiknya, ketika melakukan komunikasi gunakan kata-kata dan kalimat yang mudah dipahami dan
tidak membingungkan.
183.
KEAHLIAN KOMUNIKASI
3. PerhatikanBahasa Tubuh
Pada dasarnya, komunikasi bukan hanya melalui lisan saja, tetapi bisa juga melalui tubuh dan lebih
dikenal dengan komunikasi bahasa tubuh atau body language.
Biasanya anggota yang digunakan dalam berkomunikasi selain lisan, seperti mata, tangan, dan
posisi tubuh.
Dengan melatih diri untuk menggunakan bahasa tubuh, maka secara langsung kita juga
mengembangkan kemampuan komunikasi.
4. Selalu Percaya Diri
Percaya diri merupakan salah satu hal yang perlu diperhatikan ketika mengembangkan kemampuan
komunikasi.
Hal ini dikarenakan tanpa adanya rasa percaya diri, maka kemampuan komunikasi akan sulit untuk
berkembang, sehingga akan seseorang akan merasa kalau dirinya tidak nyaman
184.
KEAHLIAN KOMUNIKASI
5. MenerimaPendapat Orang Lain
Langkah untuk mengembangkan kemampuan komunikasi yang terakhir adalah
menerima pendapat orang lain. Dalam hal ini, pendapat yang harus diterima
merupakan pendapat yang berbeda, baik itu pendapat dari pimpinan, rekan kerja,
teman, hingga keluarga.
Kita harus menghargai pendapat orang lain dan jangan pernah merendahkan orang
lain apabila pendapatnya berbeda
185.
KEAHLIAN KOMUNIKASI
Cara MeningkatkanKeahlian Komunikasi secara praktis
1. Belajar berbicara di depan umum
2. Pelajari dasar-dasar komunikasi nonverbal
3. Aktif mendengar
4. Pahami audiens/lawan bicara
5. Perluas jaringanmu
6. Meminta feedback dari orang lain
7. Memberi feedback
8. Memikirkan hal yang akan diucapkan
9. Hindari melakukan interupsi
10.Berbicara dengan kecepatan yang pas
11.Hindari berbicara secara bertele-tele
12.Perhatikan nada dan intonasi
13.Jangan membuat asumsi
186.
KEAHLIAN KOMUNIKASI
7 CaraMeningkatkan Komunikasi Interpersonal
1. Tunjukkan senyuman
2. Jadilah partner yang pengertian dan
perhatian
3. Bangun kebersamaan
4. Menjadi penengah dan selesaikan
perselisihan
5. Mendengarkan sebanyak kamu berbicara
6. Tempatkan dirimu di posisi mereka
7. Jangan banyak mengeluh
7 Cara berkomunikasi dengan bawahan
1. Jadikan komunikasi sebagai perangkat utama
2. Belajar memperhatikan dan mau mendengar
3. Kenali karakter lawan bicara
4. Jujur lebih baik dari pada diam dan berpura-
pura
5. Perlihatkan mimik yang tepat
6. Mengingat kebiasaan dan hal yang berkesan
7. Hindari mendikte
187.
KEAHLIAN KOMUNIKASI
Gaya PerilakuKomunikasi
Relate
r
Sociali
zer
Think
er
Direct
or
INDIRECT DIRECT
OPEN
GUARDED
Influencing
Steady
Conscientious
Dominant
Disk Style – S untuk Steady, mereka lebih relatable, ramah, keinginan
utama adalah harmoni, mereka setia, pemain tim yang dapat
diandalkan, area masalah – sulit mengatakan tidak, jaringan
pertemanan yang hebat, tidak menyukai kompetisi , tidak suka
perubahan
DISC – Cermat, pemikir analitis, ketertiban, akurasi, perencana, paling
intelektual, kadang-kadang menderita kelumpuhan oleh analisis,
perencana hebat, tidak suka orang yang tidak terduga, bukan orang
biasa, lebih suka bekerja sendiri, standar kualitas tinggi – akan
berhasil itu dengan cara yang benar
DISC – D untuk Dominan: Hasil – intinya, administrator hebat,
delegator, bermain untuk menang, jarang Anda akan melihat D
memainkan game untuk bersenang-senang – tidak menjaga skor,
tidak mungkin
DISC – I untuk MEMPENGARUHI. Berpikir cepat pada kaki mereka,
optimis, impulsif. Keinginan utama – pengakuan, secara umum,
memiliki karunia kesenjangan. Pemikir positif, watak cerah,
188.
MENDENGARKAN SECARA AKTIF
Manfaatmendengarkan
1. Anda menikmati manfaat dua arah. Ketika orang memperhatikan seberapa baik Anda
mendengarkan mereka, mereka biasanya membalas dan mencoba memahami Anda dengan lebih
baik
2. Hubungan dalam kelompok membaik. Anggota mengembangkan sikap yang lebih positif terhadap
satu sama lain, sehingga dukungan pribadi dan kerja tim diperkuat. Persahabatan berkembang dan
memperdalam
3. Anda menerima informasi yang lebih akurat. Semakin percaya diri orang bahwa Anda
mendengarkan mereka, semakin bahagia mereka berbagi fakta yang tidak akan mereka ungkapkan
kepada pendengar yang buruk
4. Pengaruh: berpengaruh pada sikap dan perilaku orang lain, karena orang lebih cenderung
menghormati dan mengikuti orang yang mereka rasa telah mendengarkan dan memahami mereka
5. Membantu: dapat membantu orang karena lebih banyak mendengar, lebih berempati dan menjadi
lebih memahami orang lain
6. Belajar: Anda memperoleh pengetahuan tentang orang lain tentang dunia dan diri Anda sendiri dan
mendapat manfaat dari wawasan orang lain yang telah mempelajari atau melihat apa yang belum
Anda pelajari
189.
MENDENGARKAN SECARA AKTIF
Prosesmendengarkan
Mendengarkan adalah proses aktif, yang berarti kita harus berusaha untuk mendengarkan dengan baik. Kita harus
terlibat dengan telinga dan pikiran kita, jika kita ingin mendengarkan secara efektif
1. Perhatian
Langkah pertama dalam mendengarkan adalah membuat keputusan untuk berhati-hati, perhatian penuh hadir
pada saat itu.
Ketika kita mendengarkan dengan penuh perhatian, kita mendengarkan sepenuhnya orang lain dan mencoba
memahami apa yang dikomunikasikan orang itu, tanpa memaksakan penilaian atau perasaan ide kita sendiri.
Perhatian dimulai dengan keputusan untuk memperhatikan orang lain sepenuhnya. Secara fisik, ini ditandai
dengan memperhatikan, mengadopsi postur yang terlibat, menjaga kontak mata, dan menunjukkan minat pada
apa yang dikatakan orang lain
Komunikasi yang efektif, perhatian penuh meningkatkan keefektifan pikiran orang lain
Komunikasi perhatian adalah pilihan. Ini bukan bakat yang dimiliki beberapa orang dan yang lain tidak
190.
MENDENGARKAN SECARA AKTIF
2.Secara fisik menerima/mendengar pesan
Proses kedua yang terlibat dalam mendengarkan adalah mendengar, atau secara fisik menerima pesan.
Mendengarkan dimulai dengan menerima pesan yang disampaikan pembicara, pesan-pesan tersebut
bersifat verbal dan non-verbal
Dalam menerimanya usahakan :
1. Fokuskan perhatian Anda pada verbal dan non-verbal pembicara
-pesan verbal, tentang apa yang dikatakan dan apa yang tidak dikatakan.
2. Hindari gangguan di lingkungan
3. Fokuskan perhatian Anda pada pembicara daripada pada apa yang akan Anda katakan
selanjutnya.
4. Pertahankan peran Anda sebagai pendengar dan hindari menyela.
Wanita dan pria tampaknya agak berbeda dalam mendengarkan. Sebagai aturan, wanita lebih
memperhatikan daripada pria terhadap keseluruhan komunikasi.
Dengan demikian, banyak pria cenderung memusatkan pendengaran mereka pada aspek isi komunikasi
tertentu sedangkan wanita umumnya lebih cenderung memperhatikan keseluruhan komunikasi,
memperhatikan detail, garis singgung, dan makna tingkat hubungan
191.
MENDENGARKAN SECARA AKTIF
3.Memilih dan mengatur materi
Kita tidak melihat segala sesuatu di sekitar kita, secara selektif hanya memperhatikan
beberapa pesan dan elemen dari lingkungan sekitar. Apa yang kita hadiri bergantung
pada banyak faktor termasuk minat, struktur kognitif, dan harapan kita.
Mendengarkan secara selektif juga dipengaruhi oleh budaya, lebih cenderung
memperhatikan rangsangan yang sangat keras, tidak biasa, atau yang menonjol dari
arus komunikasi, ini menyiratkan bahwa kita mungkin mengabaikan komunikator yang
berbicara dengan tenang dan tidak menarik perhatian pada dirinya sendiri. Setelah kita
memilih apa yang harus diperhatikan, kita kemudian mengatur rangsangan yang telah
kita hadiri
192.
MENDENGARKAN SECARA AKTIF
KarakteristikPendengar aktif
Pendengar aktif bersedia memberikan kesempatan kepada pembicara untuk
mengembangkan ide-idenya.
Pendengar aktif berpikiran terbuka tentang orang-orang yang terlihat atau terdengar
berbeda dari diri mereka sendiri.
Pendengar aktif dapat mengikuti beberapa metode pengorganisasian - bahkan materi
yang tidak terorganisir dengan baik akan didengarkan dengan beberapa tingkat
toleransi.
Pendengar aktif cenderung mendengarkan lebih penuh perhatian ketika materi menjadi
sulit. Hal ini menjadi tantangan bagi
193.
MENDENGARKAN SECARA AKTIF
Tingkatmendengarkan protektif
Pendengar mungkin tidak mendengarkan pembicara karena mereka telah belajar untuk
menghilangkan jenis rangsangan tertentu, terkadang kita akan mendengar ekspresi
negatif dan bahkan bermusuhan yang ditujukan langsung kepada Anda.
Sementara tidak ada yang benar-benar suka menjadi sasaran komentar bermusuhan.
Anda harus mengontrol pendengaran yang protektif sehingga serangan verbal dapat
dirasakan tanpa Anda harus membela atau membalas
Mendengarkan sebagian
Menanggapi beberapa rangsangan sementara mengabaikan yang lain.
Hal ini membuat pendengar kehilangan fakta dan poin penting yang diperlukan untuk
kejelasan dan pemahaman
194.
MENDENGARKAN SECARA AKTIF
Tingkatmendengarkan preferensial
Mendengarkan secara langsung dipengaruhi oleh keyakinan, minat, atau emosi
seseorang. Mendengarkan apa yang Anda ingin dengar
Latar belakang pribadi mengalami kebiasaan dan tradisi keluarga akan berkali-kali
mengubah atau mendistorsi maksud pembicara menjadi apa yang benar-benar
diinginkan pendengar untuk
Jenis-jenis mendengarkan
Mendengarkan secara kritis
Jenis mendengarkan ini digunakan selama iklan, rapat umum politik, dan debat
Mendengarkan secara pasif
Mendengarkan secara empatik
195.
MENDENGARKAN SECARA AKTIF
Hambatanuntuk mendengarkan secara efektif
1. Pesan yang berlebihan
Secara alami, kita merasa kewalahan dengan banyaknya informasi yang
seharusnya kita pahami dan simpan. Pesan-pesan ini memenuhi otak kita
dan kita tidak dapat mendengarkan.
2. Kompleksitas pesan
Semakin detail dan rumit pesannya, semakin sulit untuk diikuti dan
dipertahankan
3. Kebisingan
Cobalah meminimalkan kebisingan fisik, kebisingan semantik dan
psikologis
196.
MENDENGARKAN SECARA AKTIF
Hambatanuntuk mendengarkan secara efektif
4. Pra-pekerjaan
Ketika kita asyik dengan pikiran dan kekhawatiran kita sendiri, kita tidak bisa
fokus pada apa yang orang lain katakan, ketika kita disibukkan dengan pikiran kita
sendiri, kita tidak sepenuhnya hadir untuk orang lain.
5. Prasangka
Kadang-kadang kita berpikir bahwa kita sudah tahu apa yang akan dikatakan,
sehingga kita tidak mendengarkan dengan seksama.
6. Bereaksi terhadap bahasa yang sarat emosi
Ini adalah kata-kata yang membangkitkan tanggapan, positif atau negatif.
197.
UMPAN BALIK
UmpanBalik adalah komunikasi dua arah
Umpan balik ini akan memberi tahu pengirim bahwa penerima memahami pesan,
tingkat kepentingannya, dan apa yang harus dilakukan dengannya.
Umpan balik adalah mata rantai terakhir dalam proses komunikasi
Umpan balik adalah pemeriksaan seberapa sukses kita, dalam mentransfer pesan kita
seperti yang dimaksudkan, ini menentukan apakah pemahaman telah tercapai atau
tidak
Tujuan umpan balik adalah untuk mengubah dan mengubah pesan sehingga maksud
komunikator asli dipahami oleh komunikator kedua. Ini mencakup tanggapan verbal
dan nonverbal terhadap pesan orang lain
Memberikan umpan balik yang tepat untuk meningkatkan pengembangan hubungan
kerja yang efektif dan produktivitas
Umpan balik tidak hanya meningkatkan komunikasi tetapi juga, pada gilirannya,
mengarah pada kinerja organisasi yang lebih efektif.
198.
UMPAN BALIK
Ada 5kategori utama umpan balik
1. Evaluasi:
Membuat penilaian tentang nilai, kebaikan, atau kesesuaian pernyataan pengirim.
2. Penafsiran:
Parafrase - mencoba menjelaskan apa arti pernyataan pengirim
3. Mendukung:
Mencoba membantu atau mendukung pengirim
4. Menyelidiki:
Mencoba untuk mendapatkan informasi tambahan, melanjutkan diskusi, atau
mengklarifikasi suatu poin
5. Memahami:
Mencoba untuk menemukan sepenuhnya apa maksud pengirim dengan
pernyataannya
199.
UMPAN BALIK
Alat untukmendapatkan umpan balik di tempat kerja
a) Umpan balik tindak lanjut, yaitu tetap berhubungan dengan semua orang yang ada
dalam tim
b) Memanfaatkan beberapa saluran yang berbeda (untuk mendapatkan pemahaman
yang lebih baik, Pengaruh yang kuat pada penerima, Kesempatan yang lebih baik
untuk mendapatkan persetujuan, lebih mudah mengingat)
c) Mendorong kebijakan pintu terbuka
d) Kotak saran
e) Mengorganisir kumpul-kumpul sesekali
f) Manajemen dengan berjalan-jalan
200.
UMPAN BALIK
Karakteristik umpanbalik yang efektif dan tidak efektif
Niat : Umpan balik yang efektif diarahkan untuk meningkatkan prestasi kerja dan membuat
karyawan menjadi lebih baik
Aset yang lebih berharga itu bukan serangan pribadi dan tidak boleh membahayakan perasaan diri
individu
Spesifisitas : Umpan balik yang efektif dirancang untuk memberikan informasi spesifik kepada
penerima sehingga mereka tahu apa yang harus dilakukan untuk memperbaiki situasi
Umpan balik yang tidak efektif bersifat umum dan meninggalkan pertanyaan di benak penerima.
Misalnya, memberi tahu seorang karyawan bahwa dia adalah pekerja yang buruk.
Deskripsi : Umpan balik yang efektif lebih bersifat deskriptif daripada evaluatif. Ini memberi tahu
karyawan apa yang telah dia lakukan secara objektif, daripada menyajikan penilaian nilai
Kegunaan : Umpan balik yang efektif adalah informasi yang dapat digunakan karyawan untuk
meningkatkan kinerja. Jika itu adalah sesuatu yang tidak dapat diperbaiki oleh seorang karyawan, itu
tidak layak disebut
201.
UMPAN BALIK
Karakteristik umpanbalik yang efektif dan tidak
efektif
Ketepatan waktu: Waktu umpan balik dengan benar. Semakin cepat umpan balik
semakin baik.
Kesiapan: agar umpan balik menjadi efektif, karyawan harus siap menerimanya.
Ketika umpan balik dikenakan atau dipaksakan pada karyawan, itu jauh kurang
efektif.
Kejelasan: Umpan balik yang efektif harus dipahami dengan jelas oleh penerima.
Validitas: Umpan balik yang efektif harus dapat diandalkan dan valid. Ketika
karyawan informasi akan merasa bahwa penyelia tidak perlu bias atau karyawan
dapat mengambil tindakan korektif yang tidak tepat dan hanya menambah masalah
#134 Notes to presenter:
Description of what you learned in your own words on one side.
Include information about the topic
Details about the topic will also be helpful here.
Tell the story of your learning experience. Just like a story there should always be a beginning, middle and an end.
On the other side, you can add a graphic that provides evidence of what you learned.
Feel free to use more than one slide to reflect upon your process. It also helps to add some video of your process.