PRODI. TEKNIK INFORMATIKA (S-1)
ITIL Service Transition - 1
TI0078 – Layanan Teknologi Informasi
Transisi Layanan
• Tujuan transisi layanan adalah memastikan
layanan baru, yang dimodifikasi atau yang
dipensiunkan berhasil ditransisikan dengan baik.
• Transisi layanan mengembangkan dan
meningkatkan kemampuan mentransisikan
layanan ke dalam operasi serta mengelola
kompleksitas berkaitan dengan layanan beserta
proses manajemennya, mengontrol risiko
kegagalan dan gangguan terhadap kerja
organisasi.
Transisi Layanan
• Berfokus pada implementasi semua aspek layanan,
memastikan layanan baru atau yang dirubah sesuai
harapan customer dan dapat dikelola oleh penyedia
layanan.
• Membutuhkan pengertian mengenai:
• Nilai bisnis potensial, kepada siapa dihantarkan
dan dinilai oleh pihak mana.
• Identifikasi semua pemangku kepentingan.
• Implementasi dan adaptasi rancangan layanan,
termasuk menyusun perubahan rancangan.
Transisi Layanan
• Prinsip dasar transisi layanan:
• Mengerti semua layanan, penggunaan, warranty dan keluarannya.
• Mengelola kompleksitas terkait perubahan layanan, teknologi dan
proses.
• Menetapkan kebijakan formal dan kerangka kerja umum bagi
implementasi perubahan untuk memastikan semua aktivitas
dilakukan dan semua risiko dipertimbangkan.
• Mendukung transfer pengetahuan, dukungan pengambilan keputusan
serta penggunaan kembali proses, sistem dan elemen-elemen lain.
• Antisipasi dan mengelola koreksi dengan proaktif.
• Memastikan keterlibatan personil transisi dan memiliki pengertian
akan kebutuhan pada keseluruhan transisi layanan.
Proses-Proses Transisi Layanan
• Dikelompokkan menjadi dua kategori berdasarkan sejauh mana
kegiatan proses berlangsung selama tahap transisi layanan dalam
siklus hidup layanan.
• Proses kritis selama transisi layanan dan mempengaruhi serta
mendukung semua tahapan siklus hidup layanan:
• Manajemen perubahan
• Manajemen aset dan konfigurasi layanan
• Manajemen pengetahuan.
• Proses yang berfokus pada tahapan transisi layanan:
• Perencanaan dan dukungan transisi
• Manajemen rilis dan deployment
• Validasi dan pengujian layanan
• Evaluasi perubahan.
Perencanaan dan Dukungan
Transisi
• Tujuan proses adalah menyediakan keseluruhan perencanaan bagi transisi
layanan dan melakukan koordinasi sumber daya yang dibutuhkan.
• Sasaran proses adalah:
• Merencanakan dan melakukan koordinasi sumber daya untuk
memastikan kebutuhan strategi layanan direalisasikan dalam operasional
layanan.
• Koordinasi aktivitas dalam proyek, supplier dan tim layanan.
• Menyusun layanan baru atau layanan yang berubah ke dalam lingkungan
yang mendukung.
• Menyusun sistem tata kelola dan tool untuk memenuhi persyaratan yang
ditetapkan pada tahap perancangan.
• Memastikan semua pihak yang terlibat beradaptasi dengan kerangka
kerja umum untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi integrasi
aktivitas perencanaan dan koordinasi.
bersambung…
Perencanaan dan Dukungan
Transisi
• Sasaran proses adalah (sambungan):
• Menyediakan rencana jelas serta komprehensif yang
memperbolehkan customer dan proyek perubahan bisnis
menyelaraskan dengan rencana transisi layanan.
• Identifikasi, mengelola serta mengontrol risiko untuk
meminimalkan kemungkinan gagal dan terganggunya
aktivitas layanan, serta memastikan isu, risiko dan
penyimpangan dilaporkan kepada pemangku kepentingan
yang sesuai dan para pembuat keputusan.
• Monitor dan meningkatkan kinerja tahapan transisi
layanan.
Dua Aktivitas Perencanaan dan
Dukungan Transisi
• Merencanakan dan melakukan koordinasi
sumber daya dan kapabilitas yang diperlukan
untuk melakukan aktivitas transisi layanan
dengan lancar.
• Melakukan perencanaan dan koordinasi
transisi layanan untuk memastikan bahwa
transisi sesuai dengan keuntungan bisnis
yang diharapkan.
Proses Perencanaan dan
Dukungan Transisi
• Strategi transisi
• Tahapan transisi layanan: mendapatkan serta menguji CI (Configuration
Items) dan komponen baru, membangun dan menguji, menguji rilis
layanan, menguji kesiapan operasional layanan, deployment, dukungan
early life, review dan menutup transisi layanan.
• Mempersiapkan transisi layanan: melakukan review masukan
penerimaan dari tahapan siklus hidup yang lain; melakukan review dan
pemeriksaan deliverables masukan seperti proposal perubahan, SDP,
kriteria penerimaan layanan dan laporan evaluasi; identifikasi, membuat
dan menjadwalkan RFC (Request for Change); memeriksa baseline
konfigurasi yang direkam dalam sistem manajemen konfigurasi dan
memeriksa kesiapan transisi.
• Merencanakan dan melakukan koordinasi transisi layanan
• Menyediakan dukungan proses transisi.
Manajemen Perubahan
• Perubahan merupakan penambahan, modifikasi atau
pengurangan yang dapat berakibat pada layanan TI. Lingkup
perubahan adalah pada arsitektur, proses, tool, metrik,
dokumentasi, layanan TI itu sendiri dan item konfigurasi
yang lainnya.
• Proses ini memastikan semua perubahan dicatat dan
dievaluasi, dan perubahan yang terotorisasi diproritaskan,
direncanakan, diuji, diimplementasi, didokumentasi dan di-
review.
• Tujuan proses adalah mengontrol siklus hidup semua
perubahan, sehingga perubahan yang menguntungkan
dapat dilakukan dengan gangguan seminimal mungkin
terhadap layanan TI.
Keuntungan Manajemen
Perubahan
• Meminimalkan risiko kontinuitas bisnis pada layanan TI.
• Mengurangi jumlah insiden yang diakibatkan perubahan.
• Meyakinkan assessment (penilaian) biaya yang akurat akan
perubahan yang diusulkan sebelum disetujui.
• Memungkinkan perubahan teknis pada tingkat yang
disyaratkan kebutuhan bisnis.
• Menyediakan koneksi antara bisnis dan infrastruktur TI
pendukung.
• Menyediakan kesempatan inovasi bagi bisnis dengan
dukungan layanan TI yang stabil.
Manajemen Perubahan
• Perubahan dilakukan karena berbagai alasan:
• Proaktif, ketika organisasi ingin mengurangi biaya,
meningkatkan layanan.
• Reaktif, saat mengoreksi kesalahan atau beradaptasi
dengan lingkungan yang berubah.
• Perubahan dikelola untuk:
• Optimasi exposure risiko
• Meminimalkan dampak negatif dan gangguan
• Mencapai keberhasilan pada usaha pertama
• Memastikan semua stakeholder menerima komunikasi
mengenai perubahan.
Klasifikasi Perubahan
• Hardware: instalasi, pembongkaran, relokasi atau modifikasi
hardware
• Software: modifikasi pada kode, metode akses
• Aplikasi
• Jaringan: instalasi atau modifikasi komponen-komponen jaringan
• Lingkungan: perubahan pada fasilitas TI
• Infrastruktur: perubahan pada komponen infrastruktur
• Operasi: perubahan pada prosedur operasional yang dapat
mempengaruhi layanan
• Informasi
• (De)aktivasi: perubahan pada aktivasi atau deaktivasi layanan.
Kepelikan (Severity)
•Klasifikasi perubahan berdasarkan
kepelikan:
•Perubahan darurat
•Perubahan di luar kebiasaan
•Perubahan normal
Flow Permintaan akan Perubahan
Manajemen Perubahan
• Manajemen perubahan relevan pada keseluruhan siklus hidup layanan,
diaplikasikan pada semua level manajemen layanan.
Tool Manajemen Perubahan
• HP Peregrine Service Center
• IBM Tivoli Change and Configuration Management
Database
• Mercury Change Control Management (sekarang
bagian Hewlett Packard Enterprise)
• BMC Remedy Change Management Application
• BMC Topology Discovery
• Sunview ChangeGear
Proses Manajemen Perubahan
• Merencanakan dan mengontrol perubahan
• Mengubah dan merilis jadwal
• Komunikasi
• Membuat keputusan dan melakukan otorisasi
perubahan
• Memastikan rencana remediasi
• Mengukur dan mengontrol
• Mengelola pelaporan
• Memiliki pengertian akibat dari perubahan
• Peningkatan berkelanjutan
Contoh Proses Perubahan Normal
Contoh Standard Deployment
Request
Contoh Standard Operational
Change Request
Layanan TI - 05 - ITIL Service Transition - 1.pdf

Layanan TI - 05 - ITIL Service Transition - 1.pdf

  • 1.
    PRODI. TEKNIK INFORMATIKA(S-1) ITIL Service Transition - 1 TI0078 – Layanan Teknologi Informasi
  • 2.
    Transisi Layanan • Tujuantransisi layanan adalah memastikan layanan baru, yang dimodifikasi atau yang dipensiunkan berhasil ditransisikan dengan baik. • Transisi layanan mengembangkan dan meningkatkan kemampuan mentransisikan layanan ke dalam operasi serta mengelola kompleksitas berkaitan dengan layanan beserta proses manajemennya, mengontrol risiko kegagalan dan gangguan terhadap kerja organisasi.
  • 3.
    Transisi Layanan • Berfokuspada implementasi semua aspek layanan, memastikan layanan baru atau yang dirubah sesuai harapan customer dan dapat dikelola oleh penyedia layanan. • Membutuhkan pengertian mengenai: • Nilai bisnis potensial, kepada siapa dihantarkan dan dinilai oleh pihak mana. • Identifikasi semua pemangku kepentingan. • Implementasi dan adaptasi rancangan layanan, termasuk menyusun perubahan rancangan.
  • 4.
    Transisi Layanan • Prinsipdasar transisi layanan: • Mengerti semua layanan, penggunaan, warranty dan keluarannya. • Mengelola kompleksitas terkait perubahan layanan, teknologi dan proses. • Menetapkan kebijakan formal dan kerangka kerja umum bagi implementasi perubahan untuk memastikan semua aktivitas dilakukan dan semua risiko dipertimbangkan. • Mendukung transfer pengetahuan, dukungan pengambilan keputusan serta penggunaan kembali proses, sistem dan elemen-elemen lain. • Antisipasi dan mengelola koreksi dengan proaktif. • Memastikan keterlibatan personil transisi dan memiliki pengertian akan kebutuhan pada keseluruhan transisi layanan.
  • 5.
    Proses-Proses Transisi Layanan •Dikelompokkan menjadi dua kategori berdasarkan sejauh mana kegiatan proses berlangsung selama tahap transisi layanan dalam siklus hidup layanan. • Proses kritis selama transisi layanan dan mempengaruhi serta mendukung semua tahapan siklus hidup layanan: • Manajemen perubahan • Manajemen aset dan konfigurasi layanan • Manajemen pengetahuan. • Proses yang berfokus pada tahapan transisi layanan: • Perencanaan dan dukungan transisi • Manajemen rilis dan deployment • Validasi dan pengujian layanan • Evaluasi perubahan.
  • 6.
    Perencanaan dan Dukungan Transisi •Tujuan proses adalah menyediakan keseluruhan perencanaan bagi transisi layanan dan melakukan koordinasi sumber daya yang dibutuhkan. • Sasaran proses adalah: • Merencanakan dan melakukan koordinasi sumber daya untuk memastikan kebutuhan strategi layanan direalisasikan dalam operasional layanan. • Koordinasi aktivitas dalam proyek, supplier dan tim layanan. • Menyusun layanan baru atau layanan yang berubah ke dalam lingkungan yang mendukung. • Menyusun sistem tata kelola dan tool untuk memenuhi persyaratan yang ditetapkan pada tahap perancangan. • Memastikan semua pihak yang terlibat beradaptasi dengan kerangka kerja umum untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi integrasi aktivitas perencanaan dan koordinasi. bersambung…
  • 7.
    Perencanaan dan Dukungan Transisi •Sasaran proses adalah (sambungan): • Menyediakan rencana jelas serta komprehensif yang memperbolehkan customer dan proyek perubahan bisnis menyelaraskan dengan rencana transisi layanan. • Identifikasi, mengelola serta mengontrol risiko untuk meminimalkan kemungkinan gagal dan terganggunya aktivitas layanan, serta memastikan isu, risiko dan penyimpangan dilaporkan kepada pemangku kepentingan yang sesuai dan para pembuat keputusan. • Monitor dan meningkatkan kinerja tahapan transisi layanan.
  • 8.
    Dua Aktivitas Perencanaandan Dukungan Transisi • Merencanakan dan melakukan koordinasi sumber daya dan kapabilitas yang diperlukan untuk melakukan aktivitas transisi layanan dengan lancar. • Melakukan perencanaan dan koordinasi transisi layanan untuk memastikan bahwa transisi sesuai dengan keuntungan bisnis yang diharapkan.
  • 9.
    Proses Perencanaan dan DukunganTransisi • Strategi transisi • Tahapan transisi layanan: mendapatkan serta menguji CI (Configuration Items) dan komponen baru, membangun dan menguji, menguji rilis layanan, menguji kesiapan operasional layanan, deployment, dukungan early life, review dan menutup transisi layanan. • Mempersiapkan transisi layanan: melakukan review masukan penerimaan dari tahapan siklus hidup yang lain; melakukan review dan pemeriksaan deliverables masukan seperti proposal perubahan, SDP, kriteria penerimaan layanan dan laporan evaluasi; identifikasi, membuat dan menjadwalkan RFC (Request for Change); memeriksa baseline konfigurasi yang direkam dalam sistem manajemen konfigurasi dan memeriksa kesiapan transisi. • Merencanakan dan melakukan koordinasi transisi layanan • Menyediakan dukungan proses transisi.
  • 10.
    Manajemen Perubahan • Perubahanmerupakan penambahan, modifikasi atau pengurangan yang dapat berakibat pada layanan TI. Lingkup perubahan adalah pada arsitektur, proses, tool, metrik, dokumentasi, layanan TI itu sendiri dan item konfigurasi yang lainnya. • Proses ini memastikan semua perubahan dicatat dan dievaluasi, dan perubahan yang terotorisasi diproritaskan, direncanakan, diuji, diimplementasi, didokumentasi dan di- review. • Tujuan proses adalah mengontrol siklus hidup semua perubahan, sehingga perubahan yang menguntungkan dapat dilakukan dengan gangguan seminimal mungkin terhadap layanan TI.
  • 11.
    Keuntungan Manajemen Perubahan • Meminimalkanrisiko kontinuitas bisnis pada layanan TI. • Mengurangi jumlah insiden yang diakibatkan perubahan. • Meyakinkan assessment (penilaian) biaya yang akurat akan perubahan yang diusulkan sebelum disetujui. • Memungkinkan perubahan teknis pada tingkat yang disyaratkan kebutuhan bisnis. • Menyediakan koneksi antara bisnis dan infrastruktur TI pendukung. • Menyediakan kesempatan inovasi bagi bisnis dengan dukungan layanan TI yang stabil.
  • 12.
    Manajemen Perubahan • Perubahandilakukan karena berbagai alasan: • Proaktif, ketika organisasi ingin mengurangi biaya, meningkatkan layanan. • Reaktif, saat mengoreksi kesalahan atau beradaptasi dengan lingkungan yang berubah. • Perubahan dikelola untuk: • Optimasi exposure risiko • Meminimalkan dampak negatif dan gangguan • Mencapai keberhasilan pada usaha pertama • Memastikan semua stakeholder menerima komunikasi mengenai perubahan.
  • 13.
    Klasifikasi Perubahan • Hardware:instalasi, pembongkaran, relokasi atau modifikasi hardware • Software: modifikasi pada kode, metode akses • Aplikasi • Jaringan: instalasi atau modifikasi komponen-komponen jaringan • Lingkungan: perubahan pada fasilitas TI • Infrastruktur: perubahan pada komponen infrastruktur • Operasi: perubahan pada prosedur operasional yang dapat mempengaruhi layanan • Informasi • (De)aktivasi: perubahan pada aktivasi atau deaktivasi layanan.
  • 14.
    Kepelikan (Severity) •Klasifikasi perubahanberdasarkan kepelikan: •Perubahan darurat •Perubahan di luar kebiasaan •Perubahan normal
  • 15.
  • 16.
    Manajemen Perubahan • Manajemenperubahan relevan pada keseluruhan siklus hidup layanan, diaplikasikan pada semua level manajemen layanan.
  • 17.
    Tool Manajemen Perubahan •HP Peregrine Service Center • IBM Tivoli Change and Configuration Management Database • Mercury Change Control Management (sekarang bagian Hewlett Packard Enterprise) • BMC Remedy Change Management Application • BMC Topology Discovery • Sunview ChangeGear
  • 18.
    Proses Manajemen Perubahan •Merencanakan dan mengontrol perubahan • Mengubah dan merilis jadwal • Komunikasi • Membuat keputusan dan melakukan otorisasi perubahan • Memastikan rencana remediasi • Mengukur dan mengontrol • Mengelola pelaporan • Memiliki pengertian akibat dari perubahan • Peningkatan berkelanjutan
  • 19.
  • 20.
  • 21.