KONSTRUKSI
KAYU
DEDE PRAYUDHA
5191111004
PENGERTIAN
Kayu adalah suatu bahan yang
dihasilkan dari sumber kekayaan
alam, merupakan bahan mentah
yang mudah diproses untuk dijadikan
barang sesuai dengan keinginan dan
kemajuan teknologi.
Kayu berasal dari tumbuh-tumbuhan
hidup di alam yang jenis pohonnya
mempunyai batang berupa kayu.
JENIS – JENIS
KAYU
Memilih Jenis Kayu Agar cocok untuk penggunaan dan pemakaian
kayu sebagai bahan bangunan, makapedoman dibawah ini dapat
dijadikan pegangan, diantaranya :
Berdasarkan sifat-sifat jenis kayu :
 Sifat keawetan kayu
 Sifat kekuatan kayu.
 Sifat-sifat lainnya.
Berdasarkan keadaan permukaan kayu :
 Warna dan pola kayu
 Ukuran serat dan pori-pori.Berdasarkan kelas pemakaian kayu
 Banyak sedikitnya penggunaan suatu jenis kayu oleh konsumen
kayu.
 Dilihat dari kelas keawetan dan kelas kekuatanjenis kayu
yangbersangkutan.
JENIS – JENIS
KAYU
Ada beragai jenis kayu yang dihasilkan dari pohon yang secara
umum dapat dibedakan atas dua golongan besar, yaitu :
Jenis pohon dari golongan pohon daun lebar, dengan ciri-ciri
sebagai berikut :
 umumnya bentuk daun lebar.
 Tajuk besar dan membundar.
 Terjadi guguran daun.
 Pertumbuhan lambat/lama.
 Umumnya batang tidak lurus dan berbonggol.
 Umumnya memiliki kayu yang lebih keras.
JENIS – JENIS
KAYU
Jenis pohon dari golongan pohon daun jarum, dengan ciri-ciri
sebagai berikut :
 Bentuk daun seperti jarum.
 Tajuk berbentuk kerucut.
 Umumnya tidak menggugurkan daun,kecuali beberapa pohon
saja.
 Pertumbuhan cepat dan lurus keatas.
 Umumnya memiliki kayu lunak dan ringan.
JENIS – JENIS
KAYU
Selain perbedaan diatas, perbedaan lainnya adalah :
Kayu daun lebar
 struktur kayu lebih lengkap.
 Memiliki pori-pori (sel-selpembuluh) dengan kombinasibentuk
jaringannya lebih kompleks.
 Contoh jenis pohon daun lebar, diantaranya : Jati, Meranti dsbnya.
Kayu Daun Jarum
 Struktur kayu lebihsederhana.
 Tidak memiliki pori-porimelainkan sel trakeida, yaitu sel
yangberbentuk panjang dengan ujungujung yang kecil sampai
meruncing.
 Jumlah jenis sel lebih sedikit dankombinasi bentuk-bentuk
jaringannyalebih sederhana.
 Jumlah jenis pohon daun jarum diIndonesia lebih sedikit, seperti :
PinusatauTusam, Agathis (Damar), Jamuju
SAMBUNGAN
Sambungan kayu adalah dua batang kayu
atau lebih yang saling disambungkan satu
sama lain sehingga menjadi satu batang
kayu yang panjang.
Sambungan kayu terbagi menjadi 3
kategori berdasarkan letak kayu, yaitu:
Sambungan kayu ke arah memanjang
Sambungan kayu ke arah melebar
Sambungan kayu ke arah menyudut
SAMBUNGAN
1. Sambungan Bibir Lurus
Sambungan bibir lurus adalah jenis sambungan yang sangat sederhana.
Jenis sambungan ini memiliki kekuatan sambungan lemah dikarenakan
masing-masing ditakik separo sehingga bisa digunakan untuk batang
yang seluruh permukaannya terbendung.
Supaya sambungan kayu jenis ini bisa kuat maka perlu diperkuat
dengan paku ataupun baut. Biasanya sambungan bibir lurus digunakan
untuk menyambung kayu yang memiliki arah memanjang, misalnya
kayu balok untuk konstruksi bangunan.
2. Sambungan Kayu Lidah dan Alur atauT&G
Kunci dan perkuat dengan sambungan kayu lidah dan alurSistem yang
digunakan oleh sambungan kayu jenis ini bertujuan supaya kayu bisa
saling mengunci sehingga semakin kuat. Biasanya sambungan kayu
lidah dan alur digunakan pada lantai kayu atau sistem flooring.
Sambungan kayu ini berfungsi untuk menyambung dua buah kayu.
Dalam proses penyambungan akan menggunakan sistem memasukkan
profil lidah ke alur yang satunya supaya semakin kuat.
SAMBUNGAN
3. Sambungan Kayu Purus Lubang
Bisa dibilang sambungan kayu jenis ini memiliki kemiripan dengan
sambungan kayu lidah dan alur. Namun, sambungan kayu purus lubang
biasanya digunakan pada balok atau digunakan untuk
membuat sambungan furniture.
Sambungan kayu purus lubang memiliki prinsip berupa prinsip
kerjangan. Prinsip kerjangan merupakan membuat lubang berbentuk
persegi atau setengah lingkaran. Fungsinya yaitu untuk dimasuki kayu
lain yang sebelumnya sudah di purus.
4. Sambungan Memanjang Kunci Sesisi
Kekuatan tarik dihasilkan dari sambungan memanjang kunci
sesisiSambungan memanjang kunci seisi biasanya digunakan untuk
membuat konstruksi kuda-kuda, seperti balok tarik atau kaki kuda-
kuda. Tujuannya untuk menghasilkan kekuatan tarik maupun desak
yang baik. Letak pengunci untuk balok tarik berada di bagian atas.
Pengunci dalam sambungan kayu memanjang kunci sesisi akan
mengakibatkan momentum sekunder untuk sambungan. Maka dari itu.
Tidak diperbolehkan untuk menggunakan sambungan miring.
SAMBUNGAN
5. Sambungan Memanjang Kunci Jepit
Jenis sambungan kayu selanjutnya yaitu sambungan memanjang
kunci jepit. Sambungan kayu satu ini bisa berguna untuk
menetralisir momen sekunder yang terjadi pada sambungan kunci
seisi. Dimana kekuatan yang dimiliki sambungan ini lebih baik,
namun tidak cukup tepat jika digunakan untuk kuda-kuda.
6. Sambungan Bibir Lurus Berkait
Perkuat dengan sambungan bibir lurus berkaitSelanjutnya ada
sambungan bibir lurus berkait. Jenis sambungan ini biasanya
digunakan ketika ada gaya tarik yang timbul untuk batang balok
dan seluruh permukaan batang bertahan. Supaya sambungan kayu
semakin kuat maka perlu diperkuat dengan paku atau baut.
SAMBUNGAN
7. Sambungan Kayu Ekor Burung dan Finger Joint
Kayu Ekor Burung dan Finger Joint merupakan sambungan kayu
yang saling berkait dan membentuk beberapa alur dan lubang kayu.
Sambungan ekor burung terlihat sangat indah dan menarik
dikarenakan memiliki nilai estetika. Biasanya sambungan ini
digunakan dalam proses pembuatan furniture. Sedangkan
sambungan finger joint memiliki bentuk seperti jari-jari yang
direkatkan.
BAGIAN KAYU
1. Kulit
Kulit adalah bagian terluar dari kayu, kulit berfungsi sebagai berikut :
Sebagai pelindung bagian-bagian yang lebih dalam pada kayu dari
pengaruh iklim, serangga atau jamur dan lain sebagainya. Sebagai
jalan lewatnya cairan bahan makanan dari akar di dalam tanah ke
daun di pucuk-pucuk pohon.
2. Kambium
Kambium yaitu jaringan yang berupa lapisan tipis dan kering, yang
melingkari pohon.
Tugas kambium adalah : ke dalam membentuk kayu yang baru,
sedangkan ke luar membentuk kulit yang baru untuk mengganti kulit
lama yang telah rusak. Dengan adanya kambium ini maka pohon
bertambah lama bertambah besar.
BAGIAN KAYU
3. Kayu
Kayu merupakan daging dari suatu pohon.
 Kayu Gubal Adalah bagian kayu yang terdiri dari sel-sel yang masih
hidup, masih berfungsi.Tugasnya adalah mengalirkan bahan
makanan dari daun ke bagian-bagian pohon yang lain
 KayuTeras Adalah bagian kayu yang terdiri dari sel-sel yang sudah
tua atau mati, kayu ini berasal dari kayu gubal yang karena
ketuaanya menjadi mati dan tidak berfungsi lagi. Biasanya bagian-
bagian sel yang sudah tua dan kosong ini terisi zat-zat lain yang
berupa zat-zat ekstrasi
4. Hati
Hati merupakan bagian kayu yang berada di pusat. Hati berasal dari
kayu awal, yaitu kayu yang pertama-tama dibentuk oleh kambium
dan bersifat rapuh.
KELEBIHAN
&
KEKURANGAN
Keutungan
 Banyak didapat di Indonesia dan bisa didaur ulang lagi
ketersediaannyadengan menanam kembali (Reboisasi).
 Mudah dikerjakan dan mudah dibentuk sesuai kebutuhan dan
kegunaannyaserta harga yang relatif murah.
 Kekuatan kayu cukup tinggi dan ringan.
 Daya tahan terhadap listrik dan bahan kimia (kecuali bahan imia
yang keras)cukup tinggi/baik.
 Pada jenis kayu tertentu mempunyai tekstur yang indah, sehingga
mempnyainilai dekoratif yang indah/baik.
 Kedap suara.
Kerugian/kekurangan
 Sifatnya kurang homogen.
 Mudah dipengaruhi oleh iklim/cuaca.
 Lendutan dapat terjadi pada keadaan kelembaban tinggi.
 Mudah terserang serangga, jamur dan cacing laut.
 Adanya cacat-cacat bawaan dan cacat alam, seperti : matakayu
dan pecah-pecah
 Agak mudah terbakar.
MUTU KAYU
MUTU A MUTU B
1. Kadar lengas kering
udara12-18%; rata-rata
15%
2. Mata kayu
d1 £ 1/6 h ; d2 £ 1/6 b
d1 £ 3,5 cm ; d2 £ 3,5 cm
1. Wanvlak
e1 £ 1/10 b ; e2 £ 1/10 hb2
tinggi balok
h tinggi balok
1. Miring arah seratTg
a £ 1/10
2. Retak-retak
Hr £ 1/4 b ; ht £ 1/5 b
1. Kadar lengas
£ 30%
1. Mata Kayu
d1 £ 1/4 h ; d2 £ 1/4 bd1 £
5cm ; d2 £ 5cm
1. Wanvlak
e1 £ 1/10 b ; e2 £ 1/10 h
1. Miring arah seratTg a
£ 1/7
2. Retak-retak
H £ 1/3 b ; ht £ 1/4 b
ADA
PERTANYAAN
????
TERIMA KASIH
ASSALAMU’ALAIKUM
SELAMAT PAGI

Konstruksi kayu

  • 1.
  • 2.
    PENGERTIAN Kayu adalah suatubahan yang dihasilkan dari sumber kekayaan alam, merupakan bahan mentah yang mudah diproses untuk dijadikan barang sesuai dengan keinginan dan kemajuan teknologi. Kayu berasal dari tumbuh-tumbuhan hidup di alam yang jenis pohonnya mempunyai batang berupa kayu.
  • 3.
    JENIS – JENIS KAYU MemilihJenis Kayu Agar cocok untuk penggunaan dan pemakaian kayu sebagai bahan bangunan, makapedoman dibawah ini dapat dijadikan pegangan, diantaranya : Berdasarkan sifat-sifat jenis kayu :  Sifat keawetan kayu  Sifat kekuatan kayu.  Sifat-sifat lainnya. Berdasarkan keadaan permukaan kayu :  Warna dan pola kayu  Ukuran serat dan pori-pori.Berdasarkan kelas pemakaian kayu  Banyak sedikitnya penggunaan suatu jenis kayu oleh konsumen kayu.  Dilihat dari kelas keawetan dan kelas kekuatanjenis kayu yangbersangkutan.
  • 4.
    JENIS – JENIS KAYU Adaberagai jenis kayu yang dihasilkan dari pohon yang secara umum dapat dibedakan atas dua golongan besar, yaitu : Jenis pohon dari golongan pohon daun lebar, dengan ciri-ciri sebagai berikut :  umumnya bentuk daun lebar.  Tajuk besar dan membundar.  Terjadi guguran daun.  Pertumbuhan lambat/lama.  Umumnya batang tidak lurus dan berbonggol.  Umumnya memiliki kayu yang lebih keras.
  • 5.
    JENIS – JENIS KAYU Jenispohon dari golongan pohon daun jarum, dengan ciri-ciri sebagai berikut :  Bentuk daun seperti jarum.  Tajuk berbentuk kerucut.  Umumnya tidak menggugurkan daun,kecuali beberapa pohon saja.  Pertumbuhan cepat dan lurus keatas.  Umumnya memiliki kayu lunak dan ringan.
  • 6.
    JENIS – JENIS KAYU Selainperbedaan diatas, perbedaan lainnya adalah : Kayu daun lebar  struktur kayu lebih lengkap.  Memiliki pori-pori (sel-selpembuluh) dengan kombinasibentuk jaringannya lebih kompleks.  Contoh jenis pohon daun lebar, diantaranya : Jati, Meranti dsbnya. Kayu Daun Jarum  Struktur kayu lebihsederhana.  Tidak memiliki pori-porimelainkan sel trakeida, yaitu sel yangberbentuk panjang dengan ujungujung yang kecil sampai meruncing.  Jumlah jenis sel lebih sedikit dankombinasi bentuk-bentuk jaringannyalebih sederhana.  Jumlah jenis pohon daun jarum diIndonesia lebih sedikit, seperti : PinusatauTusam, Agathis (Damar), Jamuju
  • 7.
    SAMBUNGAN Sambungan kayu adalahdua batang kayu atau lebih yang saling disambungkan satu sama lain sehingga menjadi satu batang kayu yang panjang. Sambungan kayu terbagi menjadi 3 kategori berdasarkan letak kayu, yaitu: Sambungan kayu ke arah memanjang Sambungan kayu ke arah melebar Sambungan kayu ke arah menyudut
  • 8.
    SAMBUNGAN 1. Sambungan BibirLurus Sambungan bibir lurus adalah jenis sambungan yang sangat sederhana. Jenis sambungan ini memiliki kekuatan sambungan lemah dikarenakan masing-masing ditakik separo sehingga bisa digunakan untuk batang yang seluruh permukaannya terbendung. Supaya sambungan kayu jenis ini bisa kuat maka perlu diperkuat dengan paku ataupun baut. Biasanya sambungan bibir lurus digunakan untuk menyambung kayu yang memiliki arah memanjang, misalnya kayu balok untuk konstruksi bangunan. 2. Sambungan Kayu Lidah dan Alur atauT&G Kunci dan perkuat dengan sambungan kayu lidah dan alurSistem yang digunakan oleh sambungan kayu jenis ini bertujuan supaya kayu bisa saling mengunci sehingga semakin kuat. Biasanya sambungan kayu lidah dan alur digunakan pada lantai kayu atau sistem flooring. Sambungan kayu ini berfungsi untuk menyambung dua buah kayu. Dalam proses penyambungan akan menggunakan sistem memasukkan profil lidah ke alur yang satunya supaya semakin kuat.
  • 9.
    SAMBUNGAN 3. Sambungan KayuPurus Lubang Bisa dibilang sambungan kayu jenis ini memiliki kemiripan dengan sambungan kayu lidah dan alur. Namun, sambungan kayu purus lubang biasanya digunakan pada balok atau digunakan untuk membuat sambungan furniture. Sambungan kayu purus lubang memiliki prinsip berupa prinsip kerjangan. Prinsip kerjangan merupakan membuat lubang berbentuk persegi atau setengah lingkaran. Fungsinya yaitu untuk dimasuki kayu lain yang sebelumnya sudah di purus. 4. Sambungan Memanjang Kunci Sesisi Kekuatan tarik dihasilkan dari sambungan memanjang kunci sesisiSambungan memanjang kunci seisi biasanya digunakan untuk membuat konstruksi kuda-kuda, seperti balok tarik atau kaki kuda- kuda. Tujuannya untuk menghasilkan kekuatan tarik maupun desak yang baik. Letak pengunci untuk balok tarik berada di bagian atas. Pengunci dalam sambungan kayu memanjang kunci sesisi akan mengakibatkan momentum sekunder untuk sambungan. Maka dari itu. Tidak diperbolehkan untuk menggunakan sambungan miring.
  • 10.
    SAMBUNGAN 5. Sambungan MemanjangKunci Jepit Jenis sambungan kayu selanjutnya yaitu sambungan memanjang kunci jepit. Sambungan kayu satu ini bisa berguna untuk menetralisir momen sekunder yang terjadi pada sambungan kunci seisi. Dimana kekuatan yang dimiliki sambungan ini lebih baik, namun tidak cukup tepat jika digunakan untuk kuda-kuda. 6. Sambungan Bibir Lurus Berkait Perkuat dengan sambungan bibir lurus berkaitSelanjutnya ada sambungan bibir lurus berkait. Jenis sambungan ini biasanya digunakan ketika ada gaya tarik yang timbul untuk batang balok dan seluruh permukaan batang bertahan. Supaya sambungan kayu semakin kuat maka perlu diperkuat dengan paku atau baut.
  • 11.
    SAMBUNGAN 7. Sambungan KayuEkor Burung dan Finger Joint Kayu Ekor Burung dan Finger Joint merupakan sambungan kayu yang saling berkait dan membentuk beberapa alur dan lubang kayu. Sambungan ekor burung terlihat sangat indah dan menarik dikarenakan memiliki nilai estetika. Biasanya sambungan ini digunakan dalam proses pembuatan furniture. Sedangkan sambungan finger joint memiliki bentuk seperti jari-jari yang direkatkan.
  • 12.
    BAGIAN KAYU 1. Kulit Kulitadalah bagian terluar dari kayu, kulit berfungsi sebagai berikut : Sebagai pelindung bagian-bagian yang lebih dalam pada kayu dari pengaruh iklim, serangga atau jamur dan lain sebagainya. Sebagai jalan lewatnya cairan bahan makanan dari akar di dalam tanah ke daun di pucuk-pucuk pohon. 2. Kambium Kambium yaitu jaringan yang berupa lapisan tipis dan kering, yang melingkari pohon. Tugas kambium adalah : ke dalam membentuk kayu yang baru, sedangkan ke luar membentuk kulit yang baru untuk mengganti kulit lama yang telah rusak. Dengan adanya kambium ini maka pohon bertambah lama bertambah besar.
  • 13.
    BAGIAN KAYU 3. Kayu Kayumerupakan daging dari suatu pohon.  Kayu Gubal Adalah bagian kayu yang terdiri dari sel-sel yang masih hidup, masih berfungsi.Tugasnya adalah mengalirkan bahan makanan dari daun ke bagian-bagian pohon yang lain  KayuTeras Adalah bagian kayu yang terdiri dari sel-sel yang sudah tua atau mati, kayu ini berasal dari kayu gubal yang karena ketuaanya menjadi mati dan tidak berfungsi lagi. Biasanya bagian- bagian sel yang sudah tua dan kosong ini terisi zat-zat lain yang berupa zat-zat ekstrasi 4. Hati Hati merupakan bagian kayu yang berada di pusat. Hati berasal dari kayu awal, yaitu kayu yang pertama-tama dibentuk oleh kambium dan bersifat rapuh.
  • 14.
    KELEBIHAN & KEKURANGAN Keutungan  Banyak didapatdi Indonesia dan bisa didaur ulang lagi ketersediaannyadengan menanam kembali (Reboisasi).  Mudah dikerjakan dan mudah dibentuk sesuai kebutuhan dan kegunaannyaserta harga yang relatif murah.  Kekuatan kayu cukup tinggi dan ringan.  Daya tahan terhadap listrik dan bahan kimia (kecuali bahan imia yang keras)cukup tinggi/baik.  Pada jenis kayu tertentu mempunyai tekstur yang indah, sehingga mempnyainilai dekoratif yang indah/baik.  Kedap suara. Kerugian/kekurangan  Sifatnya kurang homogen.  Mudah dipengaruhi oleh iklim/cuaca.  Lendutan dapat terjadi pada keadaan kelembaban tinggi.  Mudah terserang serangga, jamur dan cacing laut.  Adanya cacat-cacat bawaan dan cacat alam, seperti : matakayu dan pecah-pecah  Agak mudah terbakar.
  • 15.
    MUTU KAYU MUTU AMUTU B 1. Kadar lengas kering udara12-18%; rata-rata 15% 2. Mata kayu d1 £ 1/6 h ; d2 £ 1/6 b d1 £ 3,5 cm ; d2 £ 3,5 cm 1. Wanvlak e1 £ 1/10 b ; e2 £ 1/10 hb2 tinggi balok h tinggi balok 1. Miring arah seratTg a £ 1/10 2. Retak-retak Hr £ 1/4 b ; ht £ 1/5 b 1. Kadar lengas £ 30% 1. Mata Kayu d1 £ 1/4 h ; d2 £ 1/4 bd1 £ 5cm ; d2 £ 5cm 1. Wanvlak e1 £ 1/10 b ; e2 £ 1/10 h 1. Miring arah seratTg a £ 1/7 2. Retak-retak H £ 1/3 b ; ht £ 1/4 b
  • 16.