PEMBERIAN KOMPRES
(HANGAT & DINGIN)
By Rian Tasalim, Ns., M.Kep
Jenis Kompres
• Kompres terdiri dari dua
jenis: Hangat & Dingin.
• Masing-masing jenis
kompres memiliki
manfaat dan cara
penggunaan yang
berbeda.
Manfaat Kompres Hangat
• Secara umum, kompres hangat ini dapat mengatasi beberapa keluhan,
di antaranya:
1. Nyeri, bengkak, dan kaku pada sendi akibat arthritis.
2. Nyeri atau kram otot
3. Nyeri punggung
4. Cedera otot atau persendian, seperti keseleo
5. Sinusitis maupun ISPA
• Kompres hangat dengan cara mandi air hangat juga bisa digunakan
untuk menurunkan demam karena mampu mendinginkan tubuh.
Kompres Hangat
Kompres hangat terdiri dari dua jenis,
yaitu kompres hangat kering dan kompres
hangat lembap.
1. Kompres hangat kering:
menggunakan bantal pemanas, botol
air panas, atau sauna.
2. Kompres hangat lembap:
menggunakan handuk yang direndam
air hangat atau mandi air hangat.
Kompres hangat dilakukan untuk
meningkatkan sirkulasi dan aliran darah.
Manfaat
Kompres Dingin
• Kompres dingin
biasanya digunakan
untuk mengurangi:
1. Pembengkakan
2. Rasa nyeri
3. Peradangan akibat
cedera akut.
Cara
Menggunakan
Kompres
Aturan Penggunaan
Kompres Dingin
• Waktu pemberian kompres dingin
yang disarankan adalah tidak melebihi
15–20 menit.
• Pemberian kompres dingin ini dapat
diulangi setiap 2–3 jam sekali.
• Hindari menggunakan kompres dingin
terlalu lama karena dapat
menghambat sirkulasi darah dan
mengganggu proses penyembuhan
cedera.
Aturan Penggunaan
Kompres Hangat
• Suhu kompres hangat yang disarankan adalah sekitar
40oC–45oC (guna mencegah terjadinya luka bakar pada
kulit).
1. Letakkan kompres selama 15–20 menit.
2. Berendam di air hangat selama 30 menit hingga maksimal 2
jam.
• Perlu diingat bahwa kompres hangat tidak dapat
digunakan untuk mengompres bagian tubuh yang memar,
bengkak, atau mengalami luka terbuka.
Kondisi yang perlu
diperhatikan
1. Diabetes
2. Dermatitis
3. Trombosis vena dalam (DVT)
4. Gg. perdarahan
5. Gg. saraf seperti multiple
sclerosis.
Kondisi diatas tidak disarankan
untuk menggunakan kompres
hangat.
Gangguan perdarahan
• Gangguan perdarahan
merupakan keadaan perdarahan
yang disebabkan oleh
kemampuan pembulauh darah,
platelet, dan faktor koagulasi
pada sistem hemostatis.
• Gangguan perdarahan dapat
bersifat genetik maupun dapatan.
Sumber Pustaka
• Cluett, J. & Hershman, S. Verywell Health (2020). Is Ice or
Heat Better for Treating an Injury?
• Curtis, S. Spine-Health (2021). Benefits of Heat Therapy
for Lower Back Pain.
• Drugs (2022). Fever in Adults.
• Drugs (2022). Warm Compress or Soak.
• Gotter, A. & Marcin, J. Healthline (2019). Treating Pain
with Heat and Cold.
• Johns Hopkins Medicine. Ice Packs vs. Warm Compresses
For Pain.
University of Rochester Medical Center. Ice Packs vs.
Warm Compresses For Pain.
• National Health Service University Hospitals Coventry and
Warwickshire (2020). Physiotherapy Department. Heat and
Cold Therapy: A Guide for Patients.
• Nazario, B. WebMD (2021). When Should I Use Heat or
Ice for Pain?
• Singh, et al. (2017). Effects Of Topical Icing On
Inflammation, Angiogenesis, Revascularization, And
Myofiber Regeneration In Skeletal Muscle Following
Contusion Injury. Frontiers in Physiology, 8, pp. 93.

Kompres Hangat dan Dingin.pptx

  • 1.
    PEMBERIAN KOMPRES (HANGAT &DINGIN) By Rian Tasalim, Ns., M.Kep
  • 2.
    Jenis Kompres • Kompresterdiri dari dua jenis: Hangat & Dingin. • Masing-masing jenis kompres memiliki manfaat dan cara penggunaan yang berbeda.
  • 3.
    Manfaat Kompres Hangat •Secara umum, kompres hangat ini dapat mengatasi beberapa keluhan, di antaranya: 1. Nyeri, bengkak, dan kaku pada sendi akibat arthritis. 2. Nyeri atau kram otot 3. Nyeri punggung 4. Cedera otot atau persendian, seperti keseleo 5. Sinusitis maupun ISPA • Kompres hangat dengan cara mandi air hangat juga bisa digunakan untuk menurunkan demam karena mampu mendinginkan tubuh.
  • 4.
    Kompres Hangat Kompres hangatterdiri dari dua jenis, yaitu kompres hangat kering dan kompres hangat lembap. 1. Kompres hangat kering: menggunakan bantal pemanas, botol air panas, atau sauna. 2. Kompres hangat lembap: menggunakan handuk yang direndam air hangat atau mandi air hangat. Kompres hangat dilakukan untuk meningkatkan sirkulasi dan aliran darah.
  • 5.
    Manfaat Kompres Dingin • Kompresdingin biasanya digunakan untuk mengurangi: 1. Pembengkakan 2. Rasa nyeri 3. Peradangan akibat cedera akut.
  • 6.
  • 7.
    Aturan Penggunaan Kompres Dingin •Waktu pemberian kompres dingin yang disarankan adalah tidak melebihi 15–20 menit. • Pemberian kompres dingin ini dapat diulangi setiap 2–3 jam sekali. • Hindari menggunakan kompres dingin terlalu lama karena dapat menghambat sirkulasi darah dan mengganggu proses penyembuhan cedera.
  • 8.
    Aturan Penggunaan Kompres Hangat •Suhu kompres hangat yang disarankan adalah sekitar 40oC–45oC (guna mencegah terjadinya luka bakar pada kulit). 1. Letakkan kompres selama 15–20 menit. 2. Berendam di air hangat selama 30 menit hingga maksimal 2 jam. • Perlu diingat bahwa kompres hangat tidak dapat digunakan untuk mengompres bagian tubuh yang memar, bengkak, atau mengalami luka terbuka.
  • 9.
    Kondisi yang perlu diperhatikan 1.Diabetes 2. Dermatitis 3. Trombosis vena dalam (DVT) 4. Gg. perdarahan 5. Gg. saraf seperti multiple sclerosis. Kondisi diatas tidak disarankan untuk menggunakan kompres hangat.
  • 13.
    Gangguan perdarahan • Gangguanperdarahan merupakan keadaan perdarahan yang disebabkan oleh kemampuan pembulauh darah, platelet, dan faktor koagulasi pada sistem hemostatis. • Gangguan perdarahan dapat bersifat genetik maupun dapatan.
  • 15.
    Sumber Pustaka • Cluett,J. & Hershman, S. Verywell Health (2020). Is Ice or Heat Better for Treating an Injury? • Curtis, S. Spine-Health (2021). Benefits of Heat Therapy for Lower Back Pain. • Drugs (2022). Fever in Adults. • Drugs (2022). Warm Compress or Soak. • Gotter, A. & Marcin, J. Healthline (2019). Treating Pain with Heat and Cold. • Johns Hopkins Medicine. Ice Packs vs. Warm Compresses For Pain. University of Rochester Medical Center. Ice Packs vs. Warm Compresses For Pain. • National Health Service University Hospitals Coventry and Warwickshire (2020). Physiotherapy Department. Heat and Cold Therapy: A Guide for Patients. • Nazario, B. WebMD (2021). When Should I Use Heat or Ice for Pain? • Singh, et al. (2017). Effects Of Topical Icing On Inflammation, Angiogenesis, Revascularization, And Myofiber Regeneration In Skeletal Muscle Following Contusion Injury. Frontiers in Physiology, 8, pp. 93.

Editor's Notes

  • #5 Kompres hangat terdiri dari dua jenis, yaitu kompres hangat kering dan kompres hangat lembap. Kompres hangat kering: menggunakan bantal pemanas, botol air panas, atau sauna. Kompres hangat lembap: menggunakan handuk yang direndam air hangat atau mandi air hangat. Kompres hangat dilakukan untuk meningkatkan sirkulasi dan aliran darah. Sirkulasi dan aliran darah yang lancar mampu menenangkan dan mengatasi rasa sakit pada bagian tubuh.
  • #6 Kompres dingin biasanya digunakan untuk mengurangi pembengkakan, rasa nyeri, dan peradangan akibat cedera akut. Kompres jenis ini bekerja dengan cara mengurangi aliran darah ke area tubuh yang sakit, sehingga dapat membantu meredakan peradangan dan pembengkakan. Selain itu, kompres dingin juga dapat digunakan untuk mengurangi perdarahan dan menurunkan demam. Ada berbagai bentuk kompres dingin yang umum digunakan, mulai dari es batu atau gel beku yang dibungkus kain, handuk yang dicelupkan ke air dingin, hingga semprotan pendingin.
  • #8 Jika mengalami cedera fisik, seperti luka memar atau keseleo, kompres dingin boleh digunakan dalam kurun waktu 48 jam untuk mengurangi pembengkakan, perdarahan, dan kejang otot. Waktu pemberian kompres dingin yang disarankan adalah tidak melebihi 15–20 menit. Pemberian kompres dingin ini dapat diulangi setiap 2–3 jam sekali. Hindari menggunakan kompres dingin terlalu lama karena dapat menghambat sirkulasi darah dan mengganggu proses penyembuhan cedera.
  • #9 Saat hendak menggunakan kompres hangat, pastikan suhu kompres tidak terlalu panas guna mencegah terjadinya luka bakar pada kulit. Suhu kompres hangat yang disarankan adalah sekitar 40oC–45oC. Letakkan kompres hangat secara langsung pada bagian tubuh yang sakit selama 15–20 menit. Namun, jika rasa nyeri yang dirasakan sangat parah, Anda bisa berendam di air hangat selama 30 menit hingga maksimal 2 jam. Perlu diingat bahwa kompres hangat tidak dapat digunakan untuk mengompres bagian tubuh yang memar, bengkak, atau mengalami luka terbuka. Selain itu, orang yang memiliki kondisi medis tertentu, seperti diabetes, dermatitis, trombosis vena dalam (DVT), gangguan perdarahan, dan gangguan saraf seperti multiple sclerosis, tidak disarankan untuk menggunakan kompres hangat.
  • #10 Multiple sclerosis adalah gangguan saraf pada otak, mata, dan tulang belakang.