KLASIFIKASI INVENTORY
DALAM MANAJEMEN PERSEDIAAN
OLEH:
MEDHI CAHYONO
VEKOLOGI
Since
1996
2 9 Ye a r s E X P E R I E N C E
Transformation Project in :
• Supply Chain Management
• Sales & Operation Planning
• Warehouse Design & Automation
• ERP, WMS, TMS, DRP and Logistics Technology
• HR & Productivity Digitalization
• Smart Reporting, Data Warehouse, Intelligent Dashboard
• Business Process & Integration
Medhi Cahyono
+628118715947
medhi.cahyono@gmail.com
Profile
MANAJEMEN PERSEDIAAN & KLASIFIKASI INVENTORY
• Persediaan = aspek krusial bagi manufaktur, ritel & logistik
• Klasifikasi inventory optimalkan stok, kurangi pemborosan, pastikan ketersediaan barang sesuai
→
kebutuhan
• Metode klasifikasi mempertimbangkan:
• Nilai (misal:ABC Analysis)
• Pergerakan (fast, slow, non-moving)
• Permintaan (seasonal vs regular)
• Kesulitan pengadaan (lead time, supplier risk)
• Tujuan utama pengelolaan stok lebih efektif & efisien
→
ABC ANALYSIS (ALWAYS BETTER CONTROL)
📊 Metode klasifikasi berdasarkan nilai barang & tingkat pengawasan
• A (High-value items)
🔹 Nilai tinggi, jumlah sedikit
🔹 Butuh pengawasan sangat ketat karena dampak finansial besar
• B (Medium-value items)
🔹 Nilai & jumlah sedang
🔹 Perlu kontrol seimbang
• C (Low-value items)
🔹 Nilai rendah, jumlah banyak
🔹 Pengawasan tidak perlu terlalu ketat
💡 Contoh:
• A: Chip prosesor (mahal, kritikal)
• B: Kabel listrik
• C: Baut & mur (jumlah besar, nilai kecil)
VED ANALYSIS (VITAL, ESSENTIAL, DESIRABLE)
• 🔹 Digunakan dalam industri medis & manufaktur
🔹 Klasifikasi berdasarkan tingkat kepentingan barang
• V (Vital)
✅ Sangat penting, harus selalu tersedia
✅ Berdampak langsung pada operasional
• E (Essential)
Penting, bisa diganti sementara saat darurat
⚡
Mungkin ada penurunan efisiensi
⚡
• D (Desirable)
➖Tidak terlalu penting
➖ Dibutuhkan hanya pada kondisi tertentu & jika anggaran memungkinkan
💡 Contoh di rumah sakit:
• Vital: Insulin (obat darurat)
• Essential: Alat pengukur tekanan darah
• Desirable:Vitamin tambahan
FSN ANALYSIS (FAST, SLOW, NON-MOVING)
📦 Analisis untuk mengetahui kecepatan pergerakan barang di gudang
• Fast-moving
🔹 Perputaran tinggi
🔹 Harus selalu tersedia agar produksi/penjualan lancar
• Slow-moving
🔹 Perputaran rendah
Perlu dipantau →risiko rusak/kadaluarsa
→
• Non-moving
🔹 Jarang/tidak bergerak
Harus dievaluasi →hapus atau reposisi
→
💡 Contoh (Supermarket):
• Fast: Susu segar
• Slow: Makanan kaleng
• Non: Bumbu eksotis jarang dibeli
HML ANALYSIS (HIGH, MEDIUM, LOW COST)
💰 Klasifikasi berdasarkan biaya pengadaan barang
• High-cost items
🔹 Harga tinggi
🔹 Butuh pengawasan ketat untuk kontrol pengeluaran
• Medium-cost items
🔹 Harga sedang
🔹 Perlu dikelola agar tidak membebani anggaran
• Low-cost items
🔹 Harga murah
🔹 Bisa disimpan dalam jumlah besar, risiko finansial kecil
💡 Contoh (Pabrik Otomotif):
• High: Mesin produksi
• Medium: Komponen elektronik
• Low: Paku & baut
XYZ ANALYSIS (CONSUMPTIONVARIABILITY)
📈 Analisis berdasarkan pola konsumsi & prediktabilitas permintaan
• X (Stabil)
🔹 Permintaan stabil & mudah diprediksi
🔹 Perencanaan stok lebih sederhana
• Y (Fluktuatif)
🔹 Permintaan berubah-ubah
🔹 Perlu analisis historis untuk hindari kekurangan stok
• Z (Tidak dapat diprediksi)
🔹 Permintaan sulit diprediksi
Butuh strategi fleksibel →safety stock / JIT (Just-in-Time)
→
💡 Contoh (Industri Pakaian):
• X: Seragam sekolah
• Y: Pakaian musim dingin
• Z: Fashion musiman (tren tak terduga)
SDE ANALYSIS (SCARCE, DIFFICULT, EASY TO PROCURE)
⚙️Klasifikasi berdasarkan tingkat kesulitan memperoleh barang
• S (Scarce)
🔹 Barang langka, sulit didapatkan
🔹 Butuh perencanaan pengadaan yang matang
• D (Difficult)
🔹 Bisa diperoleh, tapi ada kendala (mis. lead time lama)
🔹 Perlu kontrol ketat pada rantai pasok
• E (Easy)
🔹 Mudah ditemukan di pasar
🔹Tidak memerlukan strategi pengadaan khusus
💡 Contoh (Industri Perhiasan):
• Scarce: Berlian langka
• Difficult: Logam mulia (emas)
• Easy: Perak
GOLF ANALYSIS (GOVERNMENT, ORDINARY, LOCAL,
FOREIGN)
🌍 Klasifikasi barang berdasarkan sumber asal dalam rantai pasok global
• G (Government)
🔹 Barang dari badan pemerintah
🔹 Umumnya punya regulasi ketat
• O (Ordinary)
🔹 Barang umum, tersedia luas di pasar
• L (Local)
🔹 Barang produksi dalam negeri
🔹 Lebih mudah diakses & mendukung ekonomi lokal
• F (Foreign)
🔹 Barang impor
🔹 Risiko rantai pasok: pajak tinggi, keterlambatan pengiriman
💡 Contoh (Industri Farmasi):
• Government:Vaksin dari pemerintah
• Ordinary: Obat bebas
• Local: Herbal lokal
• Foreign: Obat impor
MSN ANALYSIS (MUST, SHOULD, NICE TO HAVE)
⏳ Klasifikasi berdasarkan urgensi & prioritas penggunaan
• M (Must Have)
🔹Wajib tersedia
🔹 Dampak krusial bagi operasional
• S (Should Have)
🔹 Penting, tapi bisa ditunda
🔹Tidak langsung mengganggu operasi
• N (Nice to Have)
🔹Tidak mendesak
🔹Tambahan untuk meningkatkan efisiensi/kenyamanan
💡 Contoh (Perkantoran):
• Must Have: Printer
• Should Have: Mesin penghancur kertas
• Nice to Have: Dispenser kopi
KESIMPULAN
📦 Klasifikasi inventory yang tepat = kunci efisiensi bisnis
• ✅ Optimalkan pengaturan stok
• ✅ Kurangi biaya penyimpanan
• ✅ Tingkatkan efisiensi operasional
⚖️Pemilihan metode harus sesuai dengan:
• Karakteristik bisnis
• Jenis barang yang dikelola
🌱 Manfaat jangka panjang:
• Keseimbangan stok terjaga
• Mendukung keberlanjutan bisnis
💡 Setiap perusahaan perlu memilih & menerapkan metode klasifikasi inventory yang paling sesuai dengan kebutuhannya.
Thanks for
Watching

KLASIFIKASI INVENTORY dalam Supply Chain Management

  • 1.
    KLASIFIKASI INVENTORY DALAM MANAJEMENPERSEDIAAN OLEH: MEDHI CAHYONO VEKOLOGI
  • 2.
    Since 1996 2 9 Yea r s E X P E R I E N C E Transformation Project in : • Supply Chain Management • Sales & Operation Planning • Warehouse Design & Automation • ERP, WMS, TMS, DRP and Logistics Technology • HR & Productivity Digitalization • Smart Reporting, Data Warehouse, Intelligent Dashboard • Business Process & Integration Medhi Cahyono +628118715947 medhi.cahyono@gmail.com Profile
  • 3.
    MANAJEMEN PERSEDIAAN &KLASIFIKASI INVENTORY • Persediaan = aspek krusial bagi manufaktur, ritel & logistik • Klasifikasi inventory optimalkan stok, kurangi pemborosan, pastikan ketersediaan barang sesuai → kebutuhan • Metode klasifikasi mempertimbangkan: • Nilai (misal:ABC Analysis) • Pergerakan (fast, slow, non-moving) • Permintaan (seasonal vs regular) • Kesulitan pengadaan (lead time, supplier risk) • Tujuan utama pengelolaan stok lebih efektif & efisien →
  • 4.
    ABC ANALYSIS (ALWAYSBETTER CONTROL) 📊 Metode klasifikasi berdasarkan nilai barang & tingkat pengawasan • A (High-value items) 🔹 Nilai tinggi, jumlah sedikit 🔹 Butuh pengawasan sangat ketat karena dampak finansial besar • B (Medium-value items) 🔹 Nilai & jumlah sedang 🔹 Perlu kontrol seimbang • C (Low-value items) 🔹 Nilai rendah, jumlah banyak 🔹 Pengawasan tidak perlu terlalu ketat 💡 Contoh: • A: Chip prosesor (mahal, kritikal) • B: Kabel listrik • C: Baut & mur (jumlah besar, nilai kecil)
  • 5.
    VED ANALYSIS (VITAL,ESSENTIAL, DESIRABLE) • 🔹 Digunakan dalam industri medis & manufaktur 🔹 Klasifikasi berdasarkan tingkat kepentingan barang • V (Vital) ✅ Sangat penting, harus selalu tersedia ✅ Berdampak langsung pada operasional • E (Essential) Penting, bisa diganti sementara saat darurat ⚡ Mungkin ada penurunan efisiensi ⚡ • D (Desirable) ➖Tidak terlalu penting ➖ Dibutuhkan hanya pada kondisi tertentu & jika anggaran memungkinkan 💡 Contoh di rumah sakit: • Vital: Insulin (obat darurat) • Essential: Alat pengukur tekanan darah • Desirable:Vitamin tambahan
  • 6.
    FSN ANALYSIS (FAST,SLOW, NON-MOVING) 📦 Analisis untuk mengetahui kecepatan pergerakan barang di gudang • Fast-moving 🔹 Perputaran tinggi 🔹 Harus selalu tersedia agar produksi/penjualan lancar • Slow-moving 🔹 Perputaran rendah Perlu dipantau →risiko rusak/kadaluarsa → • Non-moving 🔹 Jarang/tidak bergerak Harus dievaluasi →hapus atau reposisi → 💡 Contoh (Supermarket): • Fast: Susu segar • Slow: Makanan kaleng • Non: Bumbu eksotis jarang dibeli
  • 7.
    HML ANALYSIS (HIGH,MEDIUM, LOW COST) 💰 Klasifikasi berdasarkan biaya pengadaan barang • High-cost items 🔹 Harga tinggi 🔹 Butuh pengawasan ketat untuk kontrol pengeluaran • Medium-cost items 🔹 Harga sedang 🔹 Perlu dikelola agar tidak membebani anggaran • Low-cost items 🔹 Harga murah 🔹 Bisa disimpan dalam jumlah besar, risiko finansial kecil 💡 Contoh (Pabrik Otomotif): • High: Mesin produksi • Medium: Komponen elektronik • Low: Paku & baut
  • 8.
    XYZ ANALYSIS (CONSUMPTIONVARIABILITY) 📈Analisis berdasarkan pola konsumsi & prediktabilitas permintaan • X (Stabil) 🔹 Permintaan stabil & mudah diprediksi 🔹 Perencanaan stok lebih sederhana • Y (Fluktuatif) 🔹 Permintaan berubah-ubah 🔹 Perlu analisis historis untuk hindari kekurangan stok • Z (Tidak dapat diprediksi) 🔹 Permintaan sulit diprediksi Butuh strategi fleksibel →safety stock / JIT (Just-in-Time) → 💡 Contoh (Industri Pakaian): • X: Seragam sekolah • Y: Pakaian musim dingin • Z: Fashion musiman (tren tak terduga)
  • 9.
    SDE ANALYSIS (SCARCE,DIFFICULT, EASY TO PROCURE) ⚙️Klasifikasi berdasarkan tingkat kesulitan memperoleh barang • S (Scarce) 🔹 Barang langka, sulit didapatkan 🔹 Butuh perencanaan pengadaan yang matang • D (Difficult) 🔹 Bisa diperoleh, tapi ada kendala (mis. lead time lama) 🔹 Perlu kontrol ketat pada rantai pasok • E (Easy) 🔹 Mudah ditemukan di pasar 🔹Tidak memerlukan strategi pengadaan khusus 💡 Contoh (Industri Perhiasan): • Scarce: Berlian langka • Difficult: Logam mulia (emas) • Easy: Perak
  • 10.
    GOLF ANALYSIS (GOVERNMENT,ORDINARY, LOCAL, FOREIGN) 🌍 Klasifikasi barang berdasarkan sumber asal dalam rantai pasok global • G (Government) 🔹 Barang dari badan pemerintah 🔹 Umumnya punya regulasi ketat • O (Ordinary) 🔹 Barang umum, tersedia luas di pasar • L (Local) 🔹 Barang produksi dalam negeri 🔹 Lebih mudah diakses & mendukung ekonomi lokal • F (Foreign) 🔹 Barang impor 🔹 Risiko rantai pasok: pajak tinggi, keterlambatan pengiriman 💡 Contoh (Industri Farmasi): • Government:Vaksin dari pemerintah • Ordinary: Obat bebas • Local: Herbal lokal • Foreign: Obat impor
  • 11.
    MSN ANALYSIS (MUST,SHOULD, NICE TO HAVE) ⏳ Klasifikasi berdasarkan urgensi & prioritas penggunaan • M (Must Have) 🔹Wajib tersedia 🔹 Dampak krusial bagi operasional • S (Should Have) 🔹 Penting, tapi bisa ditunda 🔹Tidak langsung mengganggu operasi • N (Nice to Have) 🔹Tidak mendesak 🔹Tambahan untuk meningkatkan efisiensi/kenyamanan 💡 Contoh (Perkantoran): • Must Have: Printer • Should Have: Mesin penghancur kertas • Nice to Have: Dispenser kopi
  • 12.
    KESIMPULAN 📦 Klasifikasi inventoryyang tepat = kunci efisiensi bisnis • ✅ Optimalkan pengaturan stok • ✅ Kurangi biaya penyimpanan • ✅ Tingkatkan efisiensi operasional ⚖️Pemilihan metode harus sesuai dengan: • Karakteristik bisnis • Jenis barang yang dikelola 🌱 Manfaat jangka panjang: • Keseimbangan stok terjaga • Mendukung keberlanjutan bisnis 💡 Setiap perusahaan perlu memilih & menerapkan metode klasifikasi inventory yang paling sesuai dengan kebutuhannya.
  • 13.