KEUTAMAAN MENJAGA LISAN
 Nikmat Allah
ْ
‫م‬َ‫ل‬َ‫أ‬
‫ل‬َ‫ع‬‫َج‬‫ن‬
‫ُۥ‬‫ه‬َّ‫ل‬
‫ن‬‫َي‬‫ن‬‫ي‬َ‫ع‬
‫ا‬ً‫ن‬‫ا‬َ‫س‬ِ‫ل‬ َ‫و‬
ِْ‫ن‬‫ي‬َ‫ت‬َ‫ف‬َ‫ش‬ َ‫و‬
“Bukankah Kami telah memberikan kepadanya dua buah mata,
lidah dan dua buah bibir?” (Q.s. 90: 8-9)
Saksi di Akhirat
“pada hari (ketika), lidah, tangan dan kaki mereka menjadi saksi
atas mereka terhadap apa yang dahulu mereka kerjakan.”
(Q.s. 24: 24)
Hakikat Lisan (Lidah)

 ”Serulah kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan
pelajaran yang baikdan bantahlah merekadengan cara yang
baik…” (Q.s. 16: 125)
 “Siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang
yang menyeru kepadaAllah, mengerjakan amalyang saleh,
dan berkata:"Sesungguhnya akutermasuk orang-orang
yang menyerah diri?" (Q.s. 41: 33)
Perintah Berkata Baik

Keutamaan Menjaga Lisan

َْ‫و‬‫ج‬َ‫أل‬‫ْا‬َ‫ار‬َّ‫ن‬‫ْال‬ َ‫اس‬َّ‫ن‬‫ْال‬ُ‫ل‬ ِ‫خ‬‫د‬ُ‫ي‬ْ‫ا‬َ‫م‬ُْ‫ر‬َ‫ث‬‫ك‬َ‫أ‬
ِْ‫ان‬َ‫ف‬
:
ْ
ُ‫ج‬َ‫ر‬َ‫ف‬‫ْوْال‬ُ‫م‬َ‫ف‬‫ال‬
“Yang paling banyak memasukkan manusia ke dalam neraka
adalah dua lubang: mulut dan kemaluan.”
(HR. Tirmidzi, Ahmad dan lainnya).
Penyakit-penyakit Lisan

Ucapan yang tidak perlu adalah ucapan yang seandainya anda
diam tidak berdosa, dan tidak akan membahayakan diri
maupun orang lain. Seperti menanyakan sesuatu yang tidak
diperlukan.
Penyakit ini disebabkan oleh keinginan kuat untuk mengetahui
segala sesuatu. Atau basa-basi untuk menunjukkan perhatian dan
kecintaan, atau sekedar mengisi waktu dengan cerita-cerita yang
tidak berguna. Perbuatan ini termasuk dalam perbuatan tercela.
Terapinya adalah dengan menyadarkan bahwa waktu adalah
modal yang paling berharga. Jika tidak dipergunakan secara efektif
maka akan merugikan diri sendiri. selanjutnya menyadari bahwa
setiap kata yang keluar dari mulut akan dimintai pertanggung
jawabannya. ucapan yang keluar bisa menjadi tangga ke sorga
atau jaring jebakan ke neraka. Secara aplikatif kita coba melatih diri
senantiasa diam dari hal-hal yang tidak diperlukan.
Berbicara yang Tidak Perlu

 “Tidak adakebaikanpadakebanyakanbisikan-bisikan
mereka kecuali bisikan-bisikan dari orang yang menyuruh
bersedekah, berbuat ma’ruf, atauperdamaian di antara
manusia” (Q.s. 4: 114.)
 “Beruntunglah orang yang dapatmenahan kelebihan
bicaranya, dan menginfakkan kelebihan hartanya “ (H.r.
Baghawi)
Berlebihan dalam Berbicara

Pembicaraan yang bathil adalah pembicaraan
maksiat, seperti menceritakan tentang
perempuan, perkumpulan selebritis, dsb,
yang tidak terbilang jumlahnya. Pembicaraan
seperti ini sebaiknya dihindari karena tidak
mendatangkan faedah.
Ikut Pembicaraan yang Bathil

 Perdebatan yang tercela adalah usaha menjatuhkan
orang lain dengan menyerang dan mencela
pembicaraannya, menganggapnya bodoh dan tidak
akurat. Biasanya orang yang diserang merasa tidak
suka, dan penyerang ingin menunjukkan kesalahan
orang lain agar terlihat kelebihan dirinya.
 Rasulullah SAW bersabda : “Tidak akan tersesat suatu
kaum setelah mereka mendapatkan hidayah Allah, kecuali
mereka melakukan perdebatan” (H.r. Tirmidzi)
Berbantahan dan Perdebatan

“Sesungguhnya orang yang
paling dibenci Allah adalah
orang yang bermusuhan dan
suka bertengkar” (H.r.
Bukhari)
Pertengkaran

 “Jauhilah perbuatan keji. Karena sesungguhnya Allah tidaksuka sesuatu
yang keji dan perbuatan keji” dalam riwayat lain:”Surga itu haram bagi
setiap orang yang keji”. (H.r. Ibnu Hibban)
 “Orang mukmin bukanlah orang yang suka menghujat, mengutuk,
berkata keji dan jorok” (H.r. At Tirmidzi)
 “Bertaqwalah kepada Allah, jika ada orang yang mencela kekuranganmu,
makajangan kaubalas dengan mencela kekurangannya. Maka dosanya
adapadanya dan pahalanya adapadamu. Dan janganlah kamumencaci
maki siapapun.” (H.r. Ahmad)
 Nabi Bersabda: “Termasuk dalam dosa besar adalah mencaci maki orang
tua sendiri” Para sahabat bertanya: “Bagaimana seseorang mencaci
maki orang tua sendiri?” Jawab Nabi: “Dia mencaci maki orang tua
orang lain, lalu orang itu berbalik mencaci maki orang tuanya”. (H.r.
Ahmad)
Berkata Keji, Jorok dan Caci Maki

 Mengejek berarti meremehkan orang lain dengan
menyebutkan aib/kekurangannya untuk
ditertawakan, baik dengan cerita lisan atau
peragaan di hadapannya.
 “Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu
mengolok- olok kaum yang lain (karena) boleh jadi mereka
yang diolok-olok lebih baik dari mereka yang mengolok-
olok dan janganlah pula wanita-wanita mengolok-olok
wanita lain (karena)bolehjadi wanita-wanita yang diolok-
olok itu lebih baikdari yang mengolok-olok.“ Q.s. 49: 11
Mengejek dan Mencela


Keutamaan Menjaga Lisan.pptx

  • 1.
  • 2.
     Nikmat Allah ْ ‫م‬َ‫ل‬َ‫أ‬ ‫ل‬َ‫ع‬‫َج‬‫ن‬ ‫ُۥ‬‫ه‬َّ‫ل‬ ‫ن‬‫َي‬‫ن‬‫ي‬َ‫ع‬ ‫ا‬ً‫ن‬‫ا‬َ‫س‬ِ‫ل‬َ‫و‬ ِْ‫ن‬‫ي‬َ‫ت‬َ‫ف‬َ‫ش‬ َ‫و‬ “Bukankah Kami telah memberikan kepadanya dua buah mata, lidah dan dua buah bibir?” (Q.s. 90: 8-9) Saksi di Akhirat “pada hari (ketika), lidah, tangan dan kaki mereka menjadi saksi atas mereka terhadap apa yang dahulu mereka kerjakan.” (Q.s. 24: 24) Hakikat Lisan (Lidah) 
  • 3.
     ”Serulah kepadajalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baikdan bantahlah merekadengan cara yang baik…” (Q.s. 16: 125)  “Siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru kepadaAllah, mengerjakan amalyang saleh, dan berkata:"Sesungguhnya akutermasuk orang-orang yang menyerah diri?" (Q.s. 41: 33) Perintah Berkata Baik 
  • 4.
    Keutamaan Menjaga Lisan  َْ‫و‬‫ج‬َ‫أل‬‫ْا‬َ‫ار‬َّ‫ن‬‫ْال‬َ‫اس‬َّ‫ن‬‫ْال‬ُ‫ل‬ ِ‫خ‬‫د‬ُ‫ي‬ْ‫ا‬َ‫م‬ُْ‫ر‬َ‫ث‬‫ك‬َ‫أ‬ ِْ‫ان‬َ‫ف‬ : ْ ُ‫ج‬َ‫ر‬َ‫ف‬‫ْوْال‬ُ‫م‬َ‫ف‬‫ال‬ “Yang paling banyak memasukkan manusia ke dalam neraka adalah dua lubang: mulut dan kemaluan.” (HR. Tirmidzi, Ahmad dan lainnya).
  • 5.
  • 6.
    Ucapan yang tidakperlu adalah ucapan yang seandainya anda diam tidak berdosa, dan tidak akan membahayakan diri maupun orang lain. Seperti menanyakan sesuatu yang tidak diperlukan. Penyakit ini disebabkan oleh keinginan kuat untuk mengetahui segala sesuatu. Atau basa-basi untuk menunjukkan perhatian dan kecintaan, atau sekedar mengisi waktu dengan cerita-cerita yang tidak berguna. Perbuatan ini termasuk dalam perbuatan tercela. Terapinya adalah dengan menyadarkan bahwa waktu adalah modal yang paling berharga. Jika tidak dipergunakan secara efektif maka akan merugikan diri sendiri. selanjutnya menyadari bahwa setiap kata yang keluar dari mulut akan dimintai pertanggung jawabannya. ucapan yang keluar bisa menjadi tangga ke sorga atau jaring jebakan ke neraka. Secara aplikatif kita coba melatih diri senantiasa diam dari hal-hal yang tidak diperlukan. Berbicara yang Tidak Perlu 
  • 7.
     “Tidak adakebaikanpadakebanyakanbisikan-bisikan merekakecuali bisikan-bisikan dari orang yang menyuruh bersedekah, berbuat ma’ruf, atauperdamaian di antara manusia” (Q.s. 4: 114.)  “Beruntunglah orang yang dapatmenahan kelebihan bicaranya, dan menginfakkan kelebihan hartanya “ (H.r. Baghawi) Berlebihan dalam Berbicara 
  • 8.
    Pembicaraan yang bathiladalah pembicaraan maksiat, seperti menceritakan tentang perempuan, perkumpulan selebritis, dsb, yang tidak terbilang jumlahnya. Pembicaraan seperti ini sebaiknya dihindari karena tidak mendatangkan faedah. Ikut Pembicaraan yang Bathil 
  • 9.
     Perdebatan yangtercela adalah usaha menjatuhkan orang lain dengan menyerang dan mencela pembicaraannya, menganggapnya bodoh dan tidak akurat. Biasanya orang yang diserang merasa tidak suka, dan penyerang ingin menunjukkan kesalahan orang lain agar terlihat kelebihan dirinya.  Rasulullah SAW bersabda : “Tidak akan tersesat suatu kaum setelah mereka mendapatkan hidayah Allah, kecuali mereka melakukan perdebatan” (H.r. Tirmidzi) Berbantahan dan Perdebatan 
  • 10.
    “Sesungguhnya orang yang palingdibenci Allah adalah orang yang bermusuhan dan suka bertengkar” (H.r. Bukhari) Pertengkaran 
  • 11.
     “Jauhilah perbuatankeji. Karena sesungguhnya Allah tidaksuka sesuatu yang keji dan perbuatan keji” dalam riwayat lain:”Surga itu haram bagi setiap orang yang keji”. (H.r. Ibnu Hibban)  “Orang mukmin bukanlah orang yang suka menghujat, mengutuk, berkata keji dan jorok” (H.r. At Tirmidzi)  “Bertaqwalah kepada Allah, jika ada orang yang mencela kekuranganmu, makajangan kaubalas dengan mencela kekurangannya. Maka dosanya adapadanya dan pahalanya adapadamu. Dan janganlah kamumencaci maki siapapun.” (H.r. Ahmad)  Nabi Bersabda: “Termasuk dalam dosa besar adalah mencaci maki orang tua sendiri” Para sahabat bertanya: “Bagaimana seseorang mencaci maki orang tua sendiri?” Jawab Nabi: “Dia mencaci maki orang tua orang lain, lalu orang itu berbalik mencaci maki orang tuanya”. (H.r. Ahmad) Berkata Keji, Jorok dan Caci Maki 
  • 12.
     Mengejek berartimeremehkan orang lain dengan menyebutkan aib/kekurangannya untuk ditertawakan, baik dengan cerita lisan atau peragaan di hadapannya.  “Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengolok- olok kaum yang lain (karena) boleh jadi mereka yang diolok-olok lebih baik dari mereka yang mengolok- olok dan janganlah pula wanita-wanita mengolok-olok wanita lain (karena)bolehjadi wanita-wanita yang diolok- olok itu lebih baikdari yang mengolok-olok.“ Q.s. 49: 11 Mengejek dan Mencela 