Kelompok 8 Kelas C
Class
Deuteromycets
Anggota Kelompok
Rineke Catur
Indah D
190210103051
Annisa EL
Hasna
190210103079
Diah Erisa
Permatasari
190210103120
Table Of Contents
Morfologi
Ciri atau Karakter
Khusus
Reproduksi
Peranan
Potensi
Pengembangan
1
2
3
4
5
Morfologi
01
● Fungi dari class Deuteromycets tidak mempunyai fase seksual
sehingga dinamakan dengan jamur tidak sempurna (Imperfect
fungi).
● Bereproduksi vegetatif/aseksual dengan konidiospora
● Menurut Ainsworth (1971) terdapat sekitar 15.000 spesies yang
ada pada subdivisi Deuteromycotina.
● Sebagian besar hidup terestrial, terdapat pula di habitat laut dan
air tawar.
● Memiliki hifa bersekat (septate hyphae), hifa bercabang,
multiseluler, mayoritas ialah saprobe
● Mikroskopis, membentuk badan buah aseksual
Class Deuteromycetes
Tipe-tipe conidia
Tipe-tipe conidia
Empat jenis tubuh buah aseksual.
Klasifikasi
SubClass Blastomycetidae
Reproduksi
dengan dengan
tunas
Menyerupai
ragi
Miselium jika
ada tidak
berkembang
dengan baik
Parasit pada
manusia dan juga
binatang
SubClass Coelomycetidae
Spora atau konidium
dibentuk dalam badan
buah aseksual
03
Pembagian ordo
berdasarkan bentuk
badan buah
aseksual
04
Umumnya
bersifat patogen
pada tanaman
01 Hifa bersekat
02
SubClass Hyphomycetidae
Conidia
langsung
dibentuk pada
konidiofor
Tidak
membentuk
badan buah
Terdapat jamur
yang memiliki
peran patogen
dan juga agen
biokontrol
Ciri atau Karakter
Khusus
02
Bedasarkan Klasifikasi Ordo
Agonomycetales
Tidak menghasilkan
konidia
Sphaeropsidales
Konidia dibentuk pada
piknidia. Piknidia berwarna
gelap. Stromatik atau non
stromatik
Melanconiales
Konidia tersusun dalam
aservulus (struktur aseksual
pada jamur parasit)
Sporobolomycetales
Menghasilkan
ballistospores, spora
aseksual yang berkaitan
dengan basidiospora
Cryptococcales
Tidak menghasilkan
ballistospores
Moniliales
Konidia terbentuk
dengan oidia, budding
Reproduksi
03
REPRODUKSI ASEKSUAL
Klamidiospora
Konidia
(konidiospora)
paraseksual
Fragmentasi
Hifa
Pertunasan
(blastomycetes)
Artrospora
● fragmentasi hifa menjadi sel
tunggal dan setiap fragmen
berfungsi sebagai spora
● selalu terbentuk di ujung,
terpotong-potong ujungnya
menjadi fragmen-fragmen yang
berkembang menjadi koloni baru
di tiap fragmen tersebut.
Artrospora
● Tunas terus tumbuh dan
membentuk dinding sel baru dan
ketika ukurannya hampir sama
besar dengan inangnya, maka
komponen inti akan terpisah
menjadi dua.
Pertunasan (blastomycetes)
● mekanisme fragmentasi hampir
sama seperti arthrospora, tetapi
hifa mengalami penebalan
dinding terlebih dahulu
● terlepas tidak hanya satu
fragmen (bisa cluster 4-6), serta
lokasi pembentukannya ada yang
di ujung atau tengah dan distal.
Klamidiospora
● spora yang dihasilkan pada ujung
atau sisi hifa
● berdasarkan ukurannya terbagi
menjadi mikroconidia dan
makroconidia, dengan syarat
dalam satu strain yang sama
mempunyai keduanya (dapat
dibandingkan)
Konidia (konidiospora)
Konidia (konidiospora)
● Beberapa jamur memiliki siklus reproduksi alternatif yang
menghilangkan rekombinasi di semua kromosom, tetapi
memungkinkan penyusunan ulang kromosom, yang disebut siklus
paraseksual.
● Paraseks terjadi dengan peleburan individu haploid menjadi
diploid, atau dengan peleburan individu diploid menjadi tetraploid.
● Proses plasmogami, kariogami dan meiosis ada tetapi tidak terjadi
pada lokasi tertentu dari badan vegetatif, atau tidak terjadi pada
fase perkembangan tertentu.
Paraseksual
Peranan
04
PERANAN MENGUNTUNGKAN
Pennicilium notatum
Penghasil antibiotik
pinisilin
Monilia sitophila
Pembuatan oncom
Aspergillus oryzae
Melunakkan adonan roti
Aspergillus wentii
Pembuatan kecap,
tauco
PERANAN MERUGIKAN
Melazasia fur-fur
Penyebab panu
Epidermophyton
floocosum
Menyebabkan kutu air
Trychophyton
tonsurans
Menimbulkan ketombe
di kepala
Epidermophyton
microsporum
Menyebabkan penyakit
kurap
PERANAN MERUGIKAN
Candida albicans
Menyebabkan infeksi
pada vagina
Altenaria sp.
Parasit pada tanaman
kentang
Diplodia sp.
Parasit pada tanaman
jagung
Fusarium sp.
Parasit pada tanaman
tomat
Potensi Pengembangan
05
● Beberapa spesies Penicillium (P. camembertil, P. roqueforti) dapat digunakan
dalam produksi keju. Dan Botrytis cinerea dapat digunakan pada produksi wine
manis.
● Beberapa spesies Aspergillus dan Penicillium menghasilkan asam organik (sitrat,
glukonat) dan pigmen. Pigmen tertentu juga diproduksi oleh beberapa spesies
Helminthosporium dan Fusarium. Biomassa jamur dihasilkan dari Penicillium
chrysogenum untuk digunakan sebagai pupuk, atau sebagai pakan ternak. Jamur
yang sama ini adalah salah satu komponen Biosorbant M, yang memungkinkan
ekstraksi uranium dan radium dari air limbah industri atom.
● Fusarium oxysporum ssp. Cannabis dapat digunakan sebagai bioherbisida untuk
menekan tanaman ganja. Secara lebih umum, Colletotrichum gloeosporioides dan
C. truncatum juga bisa digunakan sebagai bioherbisida.
● Aspergillus niger dapat digunakan untuk memproduksi asam sitrat yang
merupakan bahan baku dalam minuman cola yang didiproduksi dengan cara
fermentasi tong skala besar.
Alexopoulos, C. J., and C. W. Mims. 1976. Introductory Mycology. (3rd ed). USA: John Wiley
and Sons Inc.
Kiffer, E., E Morelet. 2009. The Deuteromycetes Mitosporic Fungi Classification And Generic
Key. New York: CRC Press.
Lianah. 2021. Dasar-Dasar Mikologi. Semarang: Alinea Media Dipantara.
Manoharachary, C., K. V. B. R. Tilak, K. V. Mallaiah, dan I. K. Kunwar. 2016. Mycology and
Microbiology. India: Scientific Publishers.
Nieuwenhuis, B. P. S. dan Timothy, Y. J. 2016. The Frequencyof Sex in Fungi. Philosophical
Transactions B. 371: 4.
Daftar Pustaka
Sastrahidayat, I. R. 2011. Mikologi (Ilmu Jamur). Malang: UB Press
Suryani, Y. dan Opik, T. 2021. Mikrobiologi Dasar. Bandung: LP2M UIN SGD Bandung.
Suryani, Y., O. Taupiqurrahman., Y. Kulsum. 2020. Mikologi. Padang: PT. Freeline Cipta
Granesia.
Volk, T.J. 2013. Fungi. Encyclopedia of Biodiversity. 3: 624-640.
Daftar Pustaka
CREDITS: This presentation template was created by Slidesgo,
including icons by Flaticon, infographics & images by Freepik
THANKS!
Please keep this slide for attribution
KEL8_DEUTEROMYCOTA_C.pdf

KEL8_DEUTEROMYCOTA_C.pdf

  • 1.
    Kelompok 8 KelasC Class Deuteromycets
  • 2.
    Anggota Kelompok Rineke Catur IndahD 190210103051 Annisa EL Hasna 190210103079 Diah Erisa Permatasari 190210103120
  • 3.
    Table Of Contents Morfologi Ciriatau Karakter Khusus Reproduksi Peranan Potensi Pengembangan 1 2 3 4 5
  • 4.
  • 5.
    ● Fungi dariclass Deuteromycets tidak mempunyai fase seksual sehingga dinamakan dengan jamur tidak sempurna (Imperfect fungi). ● Bereproduksi vegetatif/aseksual dengan konidiospora ● Menurut Ainsworth (1971) terdapat sekitar 15.000 spesies yang ada pada subdivisi Deuteromycotina. ● Sebagian besar hidup terestrial, terdapat pula di habitat laut dan air tawar. ● Memiliki hifa bersekat (septate hyphae), hifa bercabang, multiseluler, mayoritas ialah saprobe ● Mikroskopis, membentuk badan buah aseksual Class Deuteromycetes
  • 6.
  • 7.
  • 8.
    Empat jenis tubuhbuah aseksual.
  • 9.
  • 10.
    SubClass Blastomycetidae Reproduksi dengan dengan tunas Menyerupai ragi Miseliumjika ada tidak berkembang dengan baik Parasit pada manusia dan juga binatang
  • 11.
    SubClass Coelomycetidae Spora ataukonidium dibentuk dalam badan buah aseksual 03 Pembagian ordo berdasarkan bentuk badan buah aseksual 04 Umumnya bersifat patogen pada tanaman 01 Hifa bersekat 02
  • 12.
    SubClass Hyphomycetidae Conidia langsung dibentuk pada konidiofor Tidak membentuk badanbuah Terdapat jamur yang memiliki peran patogen dan juga agen biokontrol
  • 13.
  • 14.
    Bedasarkan Klasifikasi Ordo Agonomycetales Tidakmenghasilkan konidia Sphaeropsidales Konidia dibentuk pada piknidia. Piknidia berwarna gelap. Stromatik atau non stromatik Melanconiales Konidia tersusun dalam aservulus (struktur aseksual pada jamur parasit) Sporobolomycetales Menghasilkan ballistospores, spora aseksual yang berkaitan dengan basidiospora Cryptococcales Tidak menghasilkan ballistospores Moniliales Konidia terbentuk dengan oidia, budding
  • 16.
  • 17.
  • 18.
    ● fragmentasi hifamenjadi sel tunggal dan setiap fragmen berfungsi sebagai spora ● selalu terbentuk di ujung, terpotong-potong ujungnya menjadi fragmen-fragmen yang berkembang menjadi koloni baru di tiap fragmen tersebut. Artrospora
  • 19.
    ● Tunas terustumbuh dan membentuk dinding sel baru dan ketika ukurannya hampir sama besar dengan inangnya, maka komponen inti akan terpisah menjadi dua. Pertunasan (blastomycetes)
  • 20.
    ● mekanisme fragmentasihampir sama seperti arthrospora, tetapi hifa mengalami penebalan dinding terlebih dahulu ● terlepas tidak hanya satu fragmen (bisa cluster 4-6), serta lokasi pembentukannya ada yang di ujung atau tengah dan distal. Klamidiospora
  • 21.
    ● spora yangdihasilkan pada ujung atau sisi hifa ● berdasarkan ukurannya terbagi menjadi mikroconidia dan makroconidia, dengan syarat dalam satu strain yang sama mempunyai keduanya (dapat dibandingkan) Konidia (konidiospora)
  • 22.
  • 23.
    ● Beberapa jamurmemiliki siklus reproduksi alternatif yang menghilangkan rekombinasi di semua kromosom, tetapi memungkinkan penyusunan ulang kromosom, yang disebut siklus paraseksual. ● Paraseks terjadi dengan peleburan individu haploid menjadi diploid, atau dengan peleburan individu diploid menjadi tetraploid. ● Proses plasmogami, kariogami dan meiosis ada tetapi tidak terjadi pada lokasi tertentu dari badan vegetatif, atau tidak terjadi pada fase perkembangan tertentu. Paraseksual
  • 25.
  • 26.
    PERANAN MENGUNTUNGKAN Pennicilium notatum Penghasilantibiotik pinisilin Monilia sitophila Pembuatan oncom Aspergillus oryzae Melunakkan adonan roti Aspergillus wentii Pembuatan kecap, tauco
  • 27.
    PERANAN MERUGIKAN Melazasia fur-fur Penyebabpanu Epidermophyton floocosum Menyebabkan kutu air Trychophyton tonsurans Menimbulkan ketombe di kepala Epidermophyton microsporum Menyebabkan penyakit kurap
  • 28.
    PERANAN MERUGIKAN Candida albicans Menyebabkaninfeksi pada vagina Altenaria sp. Parasit pada tanaman kentang Diplodia sp. Parasit pada tanaman jagung Fusarium sp. Parasit pada tanaman tomat
  • 29.
  • 30.
    ● Beberapa spesiesPenicillium (P. camembertil, P. roqueforti) dapat digunakan dalam produksi keju. Dan Botrytis cinerea dapat digunakan pada produksi wine manis. ● Beberapa spesies Aspergillus dan Penicillium menghasilkan asam organik (sitrat, glukonat) dan pigmen. Pigmen tertentu juga diproduksi oleh beberapa spesies Helminthosporium dan Fusarium. Biomassa jamur dihasilkan dari Penicillium chrysogenum untuk digunakan sebagai pupuk, atau sebagai pakan ternak. Jamur yang sama ini adalah salah satu komponen Biosorbant M, yang memungkinkan ekstraksi uranium dan radium dari air limbah industri atom. ● Fusarium oxysporum ssp. Cannabis dapat digunakan sebagai bioherbisida untuk menekan tanaman ganja. Secara lebih umum, Colletotrichum gloeosporioides dan C. truncatum juga bisa digunakan sebagai bioherbisida. ● Aspergillus niger dapat digunakan untuk memproduksi asam sitrat yang merupakan bahan baku dalam minuman cola yang didiproduksi dengan cara fermentasi tong skala besar.
  • 31.
    Alexopoulos, C. J.,and C. W. Mims. 1976. Introductory Mycology. (3rd ed). USA: John Wiley and Sons Inc. Kiffer, E., E Morelet. 2009. The Deuteromycetes Mitosporic Fungi Classification And Generic Key. New York: CRC Press. Lianah. 2021. Dasar-Dasar Mikologi. Semarang: Alinea Media Dipantara. Manoharachary, C., K. V. B. R. Tilak, K. V. Mallaiah, dan I. K. Kunwar. 2016. Mycology and Microbiology. India: Scientific Publishers. Nieuwenhuis, B. P. S. dan Timothy, Y. J. 2016. The Frequencyof Sex in Fungi. Philosophical Transactions B. 371: 4. Daftar Pustaka
  • 32.
    Sastrahidayat, I. R.2011. Mikologi (Ilmu Jamur). Malang: UB Press Suryani, Y. dan Opik, T. 2021. Mikrobiologi Dasar. Bandung: LP2M UIN SGD Bandung. Suryani, Y., O. Taupiqurrahman., Y. Kulsum. 2020. Mikologi. Padang: PT. Freeline Cipta Granesia. Volk, T.J. 2013. Fungi. Encyclopedia of Biodiversity. 3: 624-640. Daftar Pustaka
  • 33.
    CREDITS: This presentationtemplate was created by Slidesgo, including icons by Flaticon, infographics & images by Freepik THANKS! Please keep this slide for attribution